
Foto : Musda II Kosgoro Maluku Resmi Dibuka, Ely Toisutta Tekankan Soliditas dan Arah Baru Organisasi
Ambon, Globaltimurnn.com – Musyawarah Daerah (Musda) II Kosgoro 1957 Provinsi Maluku resmi dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Maluku, Ely Toisutta, dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Zest Hotel Ambon, Jumat (24/04/2026).
Pembukaan Musda ini menjadi titik penting bagi perjalanan organisasi, tidak hanya sebagai agenda formal, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk memperkuat konsolidasi internal serta merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.
Dalam pidatonya, Toisutta menegaskan bahwa Musda harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan antar-kader sekaligus memperkuat fondasi organisasi agar tetap relevan di tengah dinamika zaman.
“Musda bukan sekadar forum rutin, tetapi wadah penting untuk menyatukan visi, memperkokoh solidaritas, dan menyusun langkah konkret menghadapi tantangan ke depan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan kembali akar historis Kosgoro 1957 sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar, yang memiliki rekam jejak panjang dalam kontribusi terhadap pembangunan nasional. Nilai-nilai pengabdian, kedisiplinan, dan nasionalisme, menurutnya, harus terus menjadi ruh dalam setiap gerak organisasi.
Lebih jauh, Toisutta menekankan pentingnya peran Kosgoro sebagai tempat kaderisasi yang mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi.
“Kosgoro harus menjadi ruang pembinaan kader yang berintegritas, yang siap mengambil peran nyata dalam pembangunan bangsa,” tegasnya.
Menghadapi berbagai tantangan global dan nasional, Toisutta mengajak seluruh kader untuk terus beradaptasi dan berinovasi tanpa kehilangan jati diri organisasi. Perubahan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga teknologi, harus direspons secara bijak dan terukur.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan. Menurutnya, kondisi yang aman dan kondusif menjadi prasyarat mutlak agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal.
“Stabilitas adalah pondasi. Tanpa itu, pembangunan tidak akan memberikan hasil maksimal. Kosgoro harus hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Toisutta juga mendorong Kosgoro 1957 untuk terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Ia berharap Musda II ini dapat melahirkan kepemimpinan yang visioner, menghasilkan gagasan segar, serta merumuskan program kerja yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menutup sambutannya, Toisutta mengajak seluruh kader untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan kapasitas diri, serta berkontribusi secara berkelanjutan bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Musda II Kosgoro 1957 Provinsi Maluku. (Za)
