Dari Container Yard Hingga Bullying, Wali Kota Ambon Beberkan Agenda Besar dan Peringatan Keras Untuk ASN - globaltimurnn.com

Minggu, 19 April 2026

Dari Container Yard Hingga Bullying, Wali Kota Ambon Beberkan Agenda Besar dan Peringatan Keras Untuk ASN

Foto : Dari Container Yard Hingga Bullying, Wali Kota Ambon Beberkan Agenda Besar dan Peringatan Keras Untuk ASN

Ambon
, Globaltimurnn.com — Pemerintah Kota Ambon memulai pekan kerja dengan langkah yang tidak biasa. Apel pagi yang digelar Senin (20/04/2026) di Balai Kota menjadi momentum penguatan kebijakan lintas sektor sekaligus ruang evaluasi internal birokrasi.


Dipimpin langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, kegiatan ini dirangkaikan dengan sejumlah langkah konkret: kerja sama pengoperasian lapangan penumpukan petikemas di eks Pasar Inpres, peningkatan literasi madrasah bersama Kementerian Agama, hingga distribusi QRIS kepada pelaku UMKM di sejumlah ruang publik.


Langkah-langkah tersebut menunjukkan arah pembangunan Ambon yang tidak lagi bertumpu pada satu sektor.


“Pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik,” kata Wattimena.


Pemanfaatan lahan eks Pasar Inpres sebagai Container Yard disebut sebagai langkah strategis untuk menghidupkan kembali aset kota sekaligus membuka peluang ekonomi baru.


Di sisi lain, digitalisasi UMKM melalui QRIS menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat masuk ke sistem ekonomi modern yang lebih efisien dan transparan.


Namun, perhatian publik justru tertuju pada pernyataan tegas Wali Kota terkait seleksi Sekretaris Kota Ambon yang tengah berjalan.


Ia secara gamblang menolak segala bentuk politisasi dalam proses tersebut. “Ini bukan kontestasi politik. Tidak boleh ada kelompok-kelompok dukungan,” tegasnya.


Wattimena bahkan membuka kemungkinan sanksi berat bagi ASN yang terbukti bermain di balik layar.


Tak kalah penting, isu perundungan di sekolah juga menjadi sorotan serius. Kasus yang mencuat di media sosial, termasuk dugaan di SD Negeri 79 Ambon, dinilai sebagai alarm bagi dunia pendidikan di kota ini.


“Kepala sekolah harus bertindak. Libatkan orang tua dan pastikan sekolah menjadi tempat yang aman,” ujarnya.


Menurutnya, pembiaran terhadap bullying hanya akan melahirkan trauma berkepanjangan bagi anak-anak.


Di akhir arahannya, Wali Kota kembali mengingatkan soal disiplin ASN, termasuk dalam bermedia sosial.


Bagi dia, kritik internal seharusnya diselesaikan dalam sistem, bukan diumbar ke ruang publik, “Kalau masih diingatkan, itu berarti masih ada kepedulian,” tutupnya. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT