
Foto : Wabup Halut Pimpin Rapat Koordinasi; Wujudkan Halut Aman Damai dan Toleran
Halut, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) bersama jajaran Forkompinda menggelar rapat koordinasi penting pada Kamis, 26 Maret 2026, bertempat di Ruang Meeting Fredy Tjandua, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. H. Kasman Hi Ahmad, S.Pd., M.Pd., ini membahas upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat pasca insiden yang terjadi pada kegiatan pawai takbiran menjelang Idulfitri lalu.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kab. Halut Christina Lesnussa, Kapolres Halut AKBP. Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., perwakilan Dandim 1508/Tobelo, Ketua Pengadilan Negeri Tobelo, Sekda Halut Drs. E.J. Papilaya, MTP, serta pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan perwakilan ormas/OKP dengan total peserta sekitar 75 orang.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa kondisi umum di Halmahera Utara saat ini masih relatif aman dan kondusif. Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana dan menyerahkan penanganan hukum sepenuhnya kepada aparat berwenang.
"Kejadian ini merupakan tindakan oknum, bukan konflik sosial atau SARA. Mari kita selesaikan masalah ini dengan pikiran jernih dan bijak, tanpa menggiring opini yang merugikan di media sosial," ujar Wabup.
Sementara itu, Kapolres Halut, AKBP Erlichson Pasaribu, memaparkan kronologi insiden dimana terjadi aksi saling lempar dan kejar-kejaran saat pawai melintas di depan Polsek. Ia menjelaskan bahwa saat ini kasus tersebut sudah masuk tahap penyelidikan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Kegiatan tersebut sudah memiliki izin resmi dan dikawal aparat. Tindakan yang terjadi jelas melanggar hukum. Kami juga mengusulkan adanya regulasi yang jelas terkait penggunaan bendera untuk menghindari kesalahpahaman," jelas Kapolres.
Rapat juga menjadi wadah dialog bagi berbagai tokoh. Beberapa poin masukan yang disampaikan antara lain perlunya pertemuan rutin bukan hanya saat terjadi masalah, penguatan pendidikan karakter dan nilai kebangsaan, serta bijak bermedsos (saring sebelum sharing). Tokoh agama juga menekankan pentingnya nilai kemanusiaan dan perdamaian.
Sebagai penutup, Sekretaris Daerah Drs. E.J. Papilaya membacakan kesimpulan dan komitmen bersama yang dihasilkan, antara lain:
1. Komitmen bersama menjaga keamanan dan kedamaian daerah.
2. Menerapkan prinsip "saring sebelum sharing" dalam penggunaan media sosial.
3. Penguatan peran forum kerukunan umat beragama.
4. Penegakan hukum yang adil, transparan, dan tegas.
5. Peningkatan edukasi dan publikasi nilai-nilai perdamaian. (𝐆𝐈𝐎).
