
Foto : INPEX Tinjau Laboratorium Pengelasan Poltek Ambon – Dorong SDM Lokal Siap Bersaing di Proyek Masela yang Megah
Globaltimurnn.com, Ambon – Persiapan sumber daya manusia lokal untuk menyongsong proyek energi strategis nasional Blok Masela semakin mendekati kesiapan. Pada Senin (09/03/2026), tim profesional dari INPEX Masela Ltd. melakukan kunjungan mendalam ke Politeknik Negeri Ambon untuk mengevaluasi langsung fasilitas pendidikan, dengan fokus utama pada laboratorium pengelasan yang menjadi tulang punggung pembangunan tenaga ahli migas di kawasan timur Indonesia.
Hadir dalam kunjungan tersebut adalah lima perwakilan berpengalaman dari perusahaan asal Jepang tersebut: QA/QC Manager Dorkas Tobing, Senior Professional Onshore LNG Material & Corrosion Engineer Mochamad Sina Sulaeman, Senior Welding Engineer Ardian Fandika, Head Logistics George Engels, serta Senior Professional Supplier Management & Competitive Intelligence Juli Wardhana.
Tujuan utama kunjungan ini adalah memastikan apakah fasilitas pendidikan di Poltek Ambon khususnya bengkel dan laboratorium pengelasan Jurusan Teknik Mesin sudah memenuhi standar industri migas yang akan diterapkan dalam pengembangan Abadi Masela Project.
Sebagai operator pengembang Blok Masela yang terletak di Laut Arafura (sekitar 155 km dari Kepulauan Tanimbar), INPEX Corporation mengakui bahwa proyek ini bukan hanya menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah industri migas Indonesia, tetapi juga akan menciptakan kebutuhan tenaga kerja masif, terutama pada tahap konstruksi dan pembangunan fasilitas mendukung.
Dalam pertemuan dengan pimpinan dan civitas akademika Poltek Ambon, pihak INPEX mengungkapkan bahwa bidang pengelasan menjadi prioritas utama dalam kebutuhan tenaga kerja. Mulai dari welder tingkat dasar hingga welding engineer profesional akan sangat dibutuhkan untuk pekerjaan perpipaan dan konstruksi baja pada infrastruktur darat proyek tersebut.
Namun, perusahaan menegaskan bahwa tidak cukup hanya memiliki keterampilan dasar tenaga kerja yang akan terlibat harus menyandang kompetensi dan sertifikasi yang sejalan dengan standar industri migas internasional. Hal ini menjadi kunci agar SDM lokal tidak hanya dapat terserap, tetapi juga bersaing dengan tenaga kerja dari berbagai daerah bahkan negara lain.
Setelah melakukan evaluasi mendetail, tim engineer INPEX memberikan apresiasi terhadap fasilitas laboratorium pengelasan Poltek Ambon yang dinilai cukup baik untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan keterampilan mahasiswa. Meskipun demikian, beberapa catatan teknis disampaikan terkait aspek yang perlu ditingkatkan agar fasilitas tersebut mampu menghasilkan tenaga kerja yang siap sesuai standar industri.
Selain itu, mahasiswa dari program studi Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan program migas terkait juga diimbau untuk memahami secara mendalam standar industri yang berlaku. Pemahaman ini dipercaya akan membuka peluang lebih besar bagi mereka untuk lulus uji kompetensi ketika memasuki dunia kerja profesional.
Kunjungan ini menandai awal sinergi yang kuat antara dunia pendidikan vokasi dan industri energi. Ke depan, Poltek Ambon diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan keterampilan dan pelatihan pengelasan bagi masyarakat Maluku membuka jalan bagi anak-anak muda lokal untuk berperan aktif dalam membangun proyek strategis nasional yang akan mengubah wajah energi Indonesia. (Za)

