
Foto : Berkah Ramadan Terasa di Liang, SOKSI Maluku Bagi-Bagi Sembako, Santri Pesantren Hidayatullah Terharu
Ambon, Globaltimurnn.com – Bulan suci Ramadan menjadi momen untuk menyebarkan kebaikan. Dewan Pimpinan Daerah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (DPD SOKSI) Provinsi Maluku menggelar acara spesial, buka puasa bersama dan penyerahan bantuan sembako kepada ribuan santri dan santriwati di Pondok Pesantren Hidayatullah Liang, Kabupaten Maluku Tengah.
Acara yang diisi dengan suasana hangat dan kekeluargaan ini tidak hanya dihadiri oleh jajaran pengurus SOKSI Maluku, tetapi juga oleh perwakilan Partai Golkar, serta seluruh pimpinan dan pengurus pesantren. Semua berkumpul bukan hanya untuk berbuka bersama, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi dan menunjukkan kepedulian kepada generasi muda yang tengah menuntut ilmu.
Panitia pelaksana mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen SOKSI Maluku untuk dekat dengan masyarakat, terutama para santri yang menjadi harapan bangsa. "Kami telah merencanakan program ini jauh-jauh hari dengan penuh kesungguhan. Bagi kami, ini adalah cara untuk menunjukkan bahwa kami peduli dengan perjuangan para santri di Pondok Pesantren Hidayatullah," ujar ketua panitia dengan penuh semangat.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako bernilai cukup besar : 1 ton beras berkualitas, 100 kilogram gula pasir, dan 100 liter minyak kelapa murni. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban pesantren dalam memenuhi kebutuhan dasar para santri selama beberapa minggu ke depan.
Muhammad Alwi, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Liang, tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan syukur. Menurutnya, pesantren yang berbasis organisasi masyarakat ini memang menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan sehari-hari santri.
"Kami sungguh bersyukur. Tak lama lalu, kami bahkan hampir kesulitan untuk menyediakan beras bagi seluruh santri. Bantuan yang diberikan oleh SOKSI Maluku ini benar-benar datang pada saat yang tepat dan sangat berarti bagi kami," ucapnya dengan suara penuh emosi.
Ia menjelaskan bahwa pesantren ini tidak dimiliki oleh pihak tertentu, melainkan dikelola secara kolektif dengan sistem pergantian pengurus setiap lima tahun. Sebagian besar santri berasal dari keluarga dengan ekonomi kurang mampu, sehingga pesantren menerapkan kebijakan fleksibel dalam hal pembiayaan pendidikan.
"Untuk santri yang memiliki kemampuan ekonomi, kami mengharapkan kontribusi sesuai dengan kesanggupan. Namun bagi mereka yang tidak mampu, kami akan selalu berusaha mencari cara agar mereka tetap bisa melanjutkan studi di sini," jelas Muhammad Alwi.
Ia juga mengutarakan harapan agar dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah, dermawan, maupun masyarakat luas terus datang untuk menjaga keberlangsungan pendidikan di pesantren ini.
Sementara itu, Ketua DPD SOKSI Maluku yang baru saja pulang dari Jakarta dan kondisinya belum sepenuhnya pulih, tetap memilih untuk hadir dalam acara tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah ini.
"Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap penderitaan sesama. Meskipun bantuan yang kami berikan mungkin belum sebesar yang diinginkan, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi para santri yang luar biasa ini," ujarnya dengan penuh penghargaan.
"Tidak ada alasan bagi saya untuk tidak hadir di sini ini adalah panggilan hati untuk bersama saudara-saudara kita. Insya Allah, ke depannya kami akan terus berusaha menjadi bagian dari perjalanan kemajuan pesantren ini," tambahnya.
Setelah sambutan dan penyerahan bantuan, acara ditutup dengan buka puasa bersama yang penuh kebersamaan, di mana semua peserta menikmati hidangan sambil berbagi cerita dan doa untuk kemakmuran bersama.(Za)

