Wagub Maluku Abdullah Vanath Ungkap Perjalanan “Dari Kebun Pala ke Pelayanan Publik” di Podcast RRI - globaltimurnn.com


Senin, 23 Februari 2026

Wagub Maluku Abdullah Vanath Ungkap Perjalanan “Dari Kebun Pala ke Pelayanan Publik” di Podcast RRI

Foto : Wagub Maluku Abdullah Vanath Ungkap Perjalanan “Dari Kebun Pala ke Pelayanan Publik” di Podcast RRI

Ambon
, Globaltimurnn.com – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menghadiri undangan podcast Siniar KeKer yang diselenggarakan di Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Ambon, Selasa (24/02/2026). Podcast tersebut mengangkat tema inspiratif, “Dari Kebun Pala ke Pelayanan Publik.”


Dalam perbincangan yang berlangsung hangat dan penuh refleksi, Wagub membagikan perjalanan hidupnya sejak titik nol sebagai petani hingga dipercaya menduduki jabatan Wakil Gubernur Maluku. Ia menegaskan bahwa latar belakang sebagai petani bukanlah penghalang untuk bermimpi besar.


“Saya hidup sebagai petani, tetapi survei saya tinggi untuk menjadi kepala daerah, walaupun saya tidak hidup di kota. Saya selalu menerima setiap masukan yang diberikan kepada saya,” ungkapnya.


Abdullah Vanath menyampaikan rasa bangga karena gagasan dan cita-cita yang dirintis sejak 15 tahun lalu kini mulai memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya melalui sektor pertanian. 


Ia mendorong masyarakat Maluku untuk kembali berkebun, seraya meyakini bahwa sektor pertanian mampu mengubah status sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Menurutnya, petani bukanlah profesi kelas dua. “Orang hebat itu bukan saja politisi, orang kantoran atau ASN. Petani pun bisa menjadi orang hebat,” tegasnya.


Ia juga menyoroti komoditas pala sebagai bagian dari identitas dan sejarah Maluku. Sejak dahulu, pala memiliki nilai ekonomi tinggi bahkan digunakan sebagai bahan pengawet alami sebelum ditemukannya teknologi pendingin modern. Potensi inilah yang menurutnya harus terus dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi daerah.


Dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah, Wagub berkomitmen mendorong kebijakan dan alokasi anggaran yang lebih berpihak pada sektor pertanian dan kelautan. Ia menilai problematika kemiskinan terbesar di Maluku berada pada kelompok petani dan nelayan, sementara alokasi anggaran untuk sektor tersebut masih relatif rendah. 


Kondisi geografis Maluku yang 93 persen wilayahnya adalah laut juga menjadi tantangan tersendiri dalam formulasi kebijakan dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.


Lebih lanjut, Abdullah Vanath menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi kemajuan Maluku. Ia berharap semakin banyak generasi muda Maluku yang berpendidikan dan mapan secara ekonomi, sehingga mampu berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan daerah.


“Keberhasilan adalah milik orang yang konsisten dalam perjuangan untuk mencapainya,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengungkapkan perannya dalam mendorong hadirnya RRI di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, sebagai jawaban atas keterisolasian informasi masyarakat saat itu. Ia menegaskan bahwa RRI memiliki peran strategis dalam konteks pertahanan dan keamanan, karena menjadi sumber informasi resmi dan terpercaya bagi masyarakat.


“Bayangkan jika masyarakat tidak mendapatkan informasi yang benar, mereka bisa saja menerima informasi dari sumber yang tidak jelas,” tambahnya.


Menutup perbincangan, Wagub berpesan kepada generasi muda dan para orang tua agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan era digital. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi akan menggeser banyak fungsi pekerjaan manusia, sehingga peningkatan kapasitas, keterampilan, dan daya saing menjadi sebuah keniscayaan.


Melalui podcast tersebut, Wakil Gubernur Maluku berharap semangat berkarya, berinovasi, dan membangun daerah dari potensi lokal dapat terus tumbuh, demi terwujudnya Maluku yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. (Rdks) 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT