Siap Hadapi Mudik Lebaran 2026, ASDP Ambon Siagakan 11 Kapal, Targetkan Layanan Lancar Meski Penumpang Naik 6% - globaltimurnn.com


Selasa, 24 Februari 2026

Siap Hadapi Mudik Lebaran 2026, ASDP Ambon Siagakan 11 Kapal, Targetkan Layanan Lancar Meski Penumpang Naik 6%

Foto : Siap Hadapi Mudik Lebaran 2026, ASDP Ambon Siagakan 11 Kapal, Targetkan Layanan Lancar Meski Penumpang Naik 6%   

Ambon
, Globaltimurnn.com – Menjelang momen mudik Lebaran 1447 Hijriyah/2026 Masehi, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon menggenggam komitmen kuat untuk memastikan perjalanan penumpang dan kendaraan di seluruh lintasan penyeberangan Maluku berjalan mulus, aman, dan nyaman. Pasalnya, pihaknya meramal terjadi kenaikan jumlah pemudik hingga 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon, Syamsuddin Tanassy, mengungkapkan bahwa kesiapan telah dipersiapkan secara matang, dengan dukungan total 11 unit kapal yang akan mengoperasikan lintasan vital di wilayah Maluku Tenggara, Ambon, Pulau Buru, dan Pulau Seram.

 

“Kami tidak ingin ada satu pun pemudik yang terlantar atau harus menunggu berjam-jam di pelabuhan. Dengan 11 kapal yang siap beroperasi sesuai kebutuhan masing-masing rute, kami yakin bisa menjawab tantangan lonjakan pemudik tahun ini,” ucap Tanassy dalam jumpa pers di Kantor ASDP Cabang Ambon, Rabu (25/2/2026).

 

Di wilayah Maluku Tenggara, tiga kapal siap berperan aktif yaitu :

1, KMP Lobster melayani rute Tual-Dobo, Dobo-Benjina, Dobo-Serwatu, serta rute perintis Dobo-Marlasi (PP) yang telah beroperasi sejak September 2025.

2, KMP Tanjung Madlahar mengangkut penumpang dan kendaraan di lintasan Tual-Elat, Tual-Bandaeli, Tayando, dan Tam.

3, KMP Temi yang baru saja selesai docking tahunan awal tahun ini, melayani rute Tual-Kaimana-Lobo (PP).

 

Sementara itu, delapan kapal lainnya mengoperasikan lintasan di wilayah Ambon, Pulau Buru, dan Pulau Seram. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah lintasan Hunimua-Waipirit yang masuk dalam daftar lintasan pantauan nasional dengan empat kapal ASDP (KMP Rokatenda, KMP Inelika, KMP Terubuk, KMP Erana) dan dua kapal milik perusahaan daerah (KMP Sardinela, KMP Bada Leon).

 

“Untuk lintasan Hunimua-Waipirit, kami terapkan pola operasi 5-1. Artinya, lima kapal beroperasi secara terus-menerus dan satu kapal siap sedia atau menjalani perawatan bergiliran. Ini untuk memastikan tidak ada gangguan pada layanan,” jelasnya.

 

ASDP memperkirakan kenaikan detail pada setiap jenis kendaraan, roda dua naik 7 persen, roda empat 4 persen, dan kendaraan logistik hingga 10 persen. Untuk mengantisipasi kepadatan, tiga skema operasional akan diterapkan normal, padat, dan sangat padat.

 

Di skema normal, lima kapal berangkat bergiliran setiap satu jam dengan waktu bongkar muat 1 jam 45 menit. Namun, jika terjadi kepadatan ekstrem, proses tersebut dapat dipercepat menjadi hanya 45 menit.

 

“Dengan sistem ini, dua dermaga bisa terisi secara bergantian sehingga arus lalu lintas di pelabuhan tetap lancar tanpa antrian panjang,” tambah Tanassy.

 

Dalam hal pemesanan tiket, ASDP menghapus sistem pembelian langsung di pelabuhan. Semua pemesanan harus melalui aplikasi resmi Tripferrizi.com, dengan opsi pembayaran melalui mobile banking atau gerai ritel seperti Indomaret dan Alfamidi. “Tiket yang dibeli di luar sistem resmi bukan menjadi tanggung jawab kami, karena merupakan transaksi pribadi yang tidak terjamin keabsahannya,” tegaskan dia.

 

Keselamatan menjadi hal yang tidak bisa dikompromikan. Seluruh kapal telah menjalani pemeriksaan teknis bersama KSOP dan akan segera melalui UPP Tulehu. Pemeriksaan internal juga dilakukan secara rutin untuk memastikan kondisi kapal prima.

 

Koordinasi erat juga dilakukan bersama berbagai pihak terkait seperti TNI, Polri, POM Angkatan Laut, dan Basarnas. Pos terpadu telah disiagakan di empat pelabuhan utama, dengan penambahan personel pengamanan saat puncak arus mudik.

 

“Kami juga terus memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum setiap keberangkatan. Jika kondisi perairan tidak mendukung, kami akan menunda keberangkatan bukan menghentikan operasi demi keselamatan semua pihak,” jelas Tanassy.

 

Terakhir, mengenai program tiket gratis yang tengah digadang-gadang, dia menyebutkan bahwa rencana tersebut sudah masuk tahap finalisasi, meskipun kuota dan teknis pelaksanaannya belum bisa diumumkan secara resmi.

 

Dengan segala persiapan yang matang, ASDP Cabang Ambon sangat optimistis bahwa arus mudik dan balik Lebaran 2026 akan berjalan dengan lancar, aman, dan memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi seluruh pemudik. (Za) 

 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT