
Foto : Pisang Berbuah Asa, Lapas Piru Ubah Napi Jadi Agripreneur, Ketahanan Pangan Jadi Nyata
Piru, Globaltimurnn.com - Di balik tembok Lapas Kelas IIB Piru, kisah manis tengah bersemi. Bukan hanya sekadar cerita tentang pembinaan, tapi transformasi nyata yang mengubah warga binaan menjadi motor penggerak ketahanan pangan. Kamis (19/02/2026) lalu, kebun kemandirian Lapas Piru kembali memanen berkah: empat tandan pisang istimewa dari varietas Dewaka, Haruku, dan Abu-Abu Tenggara.
Panen kali ini bukan sekadar angka, tapi simbol harapan. Warga binaan, di bawah bimbinganSubseksi Kegiatan Kerja, dengan tekun memetik hasil jerih payah mereka di lahan yang terus dikembangkan. Ode Mustafa, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, menekankan bahwa program ini adalah wujud nyata implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas. Lebih dari sekadar bercocok tanam, mereka belajar siklus produksi lengkap, dari bibit hingga produk jadi.
Dan produk jadi inilah yang membuat cerita semakin menarik Pisang-pisang segar ini tak hanya dinikmati di dalam lapas, tapi juga diolah menjadi keripik pisang renyah melalui program UMKM Lapas Piru. Bayangkan, kelezatan keripik ini adalah hasil karya warga binaan, sebuah bukti bahwa di balik keterbatasan, kreativitas tetap bisa bersemi.
"Kami merasa bangga dan bersemangat! Dari menanam, merawat, hingga mengolah, semua proses ini memberi kami bekal berharga," ujar S, salah seorang warga binaan yang terlibat. Pengalaman ini bukan hanya mengisi waktu, tapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang akan sangat berguna saat kembali ke masyarakat nanti.
Hery Kusbandono, Kepala Lapas Piru, menegaskan bahwa kemandirian adalah kunci utama dalam proses pemasyarakatan. "Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang mumpuni, etos kerja yang kuat, dan mental positif. Dengan begitu, mereka siap kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri dan berdaya saing," tegasnya.
Lapas Piru membuktikan bahwa penjara bukan sekadar tempat menghukum, tapi juga lahan subur untuk menumbuhkan harapan dan kemandirian. Kisah panen pisang ini adalah bukti nyata bahwa perubahan itu mungkin, bahkan di tempat yang tak terduga sekalipun. (Za)
