
Foto : Komisi II DPRD SBB Gelar RDP Bersama Masyarakat Petani Sidodadi Waihatu, Dinas PUPR SBB, Bahas Irigasi Yang Rusak
Kairatu, Globaltimurnn.com - Menyikapi surat masuk dari masyarakat petani Desa Waihatu dari kelompok tani sidodadi komisi II DPRD Seram Bagian Barat menggelar RDP, yang bertempat di ruang komisi II DPRD sementara di Desa Kairatu, pukul 12 : 00 Wit, siang tadi. Selasa 04/02/2026
RDP komisi II bersama masyarakat Waihatu kelompok tani Sidodadi, bersama Dinas PUPR Kab. SBB itu dipimpin lansung oleh Ketua komisi II, DPRD SBB Hj. Hamba Wakano, didampingi Wakil Ketua Komisi II Arif Pamana, serta sejumlah anggota komisi II DPRD SBB.
Dari hasil pertemuan itu, komisi II DPRD SBB bersama Dinas PUPR SBB bersama masyarakat kelompok tani Sidodadi Waihatu itu bersepakat besok akan di lakukan ondespot ke lokasi irigasi yang tidak memadai sehingga terjadi kerusakan pada sawah warga kelompok tani, akibat banjir.
Menurut masyarakat kelompok tani Sidodadi Samijan saat ditemui Globaltimurnn.com menyampaikan" Kehadiran masyarakat di komisi II tidak lain bertujuan guna mencari solusi terkait kendali irigasi yang memakan anggaran milyaran rupiah namun tidak memadai sehingga saat terjadi banjir, imbasnya sawah mereka menjadi hancur. Ucap Samijan
Menurutnya" Dari tujuan RDP bersama komisi II tersebut guna mencari solusi, karena selama ini belum ada solusi guna menyelesaikan masalah yang di hadapi masyarakat kelompok tani Sidodadi Waihatu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Serang Bagian Barat. Ujarnya
Selain itu, Kepala Dinas PUPR Kab. SBB yang ditemui di lokasi yang sama Ahmad Wahyudi menguraikan" Untuk masyarakat petani Sidodadi di Desa Waihatu, itu mengalami masalah jaringan sekulernya mengalami kerusakan. Tuturnya
Menurutnya" Bukan dari anggaran 4 Milyar masalah kerusakan irigasi yang mencapai 90% itu terselesaikan, sehingga pihak Dinas PU mengambil kebijakan dengan me gusulkan inpres 2 senilai Rp. 18 Milyar Untuk anggaran perbaikan di tahun 2026. Jelasnya
Selain itu Ketua komisi II, DPRD SBB Hj. Hamba Wakano, kepada Media ini menjelaskan" Terkait masalah saluran irigasi yang dialami masyarakat petani Sidodadi Desa Waiwatu itu, yang mana dijelaskan terjadi pada BM8 dan BM7, diduga terjadi kerusakan fatal, sehingga komisi II mengambil sikap untuk esoknya akan melakukan ondespot.
Satu harapan di tahun 2026 ini, sesuai dengan penjelasan dalam RDP tadi bahwa akan ada perbaikan ditahun 2026 ini dengan nilai anggaran sebesar Rp. 18 Milyar. Sebutnya
Akhirnya RDP yang digelar tadi menghasilkan ondespot pada keesokan harinya dari pihak komisi II bersama pihak Dinas PUPR Kab. SBB, Kades, pihak kelompok tani.
Pasalnya" Dari hasil ondespot ke lokasi nantinya, akan di lakukan evaluasi kemudian dari hasil evaluasi pihak komisi II akan menyampaikan ke pihak Balai Sungai, karena pekerjaan tersebut di kerjakan oleh pihak balai. Pungkasnya (v374)

