
Foto : 480 Tahun Cahaya Injil di Ambon Walikota : Jadikan Sejarah sebagai Bahan Bakar Kuatkan Persaudaraan Hadapi Tantangan!"
Ambon, Globaltimurnn.com – Ribuan warga Ambon, dari berbagai lapisan masyarakat dan latar belakang agama, berkumpul penuh semangat di Gedung Serbaguna Xaverius pada Sabtu (14/02/2026) untuk merayakan momen bersejarah, 480 tahun kedatangan Santo Fransiskus Xaverius sang misionaris Katolik yang membuka lembaran baru sejarah pewartaan Injil di Bumi Raja-Raja.
Perayaan yang sarat makna ini bukan hanya menjadi wujud syukur umat Katolik, melainkan juga titik refleksi tentang perjalanan panjang iman yang tak hanya menguatkan keyakinan, tetapi juga membangun fondasi peradaban dan kebersamaan di kota yang kerap disebut sebagai "Kota Injil".
Hadir langsung dalam acara tersebut, Walikota Ambon Bodewin Wattimena bersama para tokoh agama, pendidik, siswa, dan berbagai elemen masyarakat, menyampaikan pesan yang penuh semangat dengan memulai dari cerita masa kecil dan perjalanan pendidikannya sendiri.
"Cerita-cerita lama bukan hanya untuk dikenang, melainkan karena sejarah itulah yang menjadi pondasi kuat yang membuat kita berdiri tegak hingga hari ini," ucapnya dengan nada penuh penghormatan.
Menurutnya, 480 tahun perjalanan sejak Injil pertama kali terdengar di Ambon adalah kisah tentang ketekunan menabur kebaikan, melintas lautan dan pulau demi pulau untuk membawa kabar harapan dan membangun jembatan persatuan. Pemerintah Kota Ambon, katanya, berkomitmen penuh mendukung setiap inisiatif yang membawa nilai positif dan mempererat tali persaudaraan.
Bukti komitmen tersebut terwujud dalam sejumlah agenda tahunan lintas iman yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kota, mulai dari Atraksi Jalan Salib, Festival Santa Claus, Festival Imlek, hingga Festival Ramadhan.
"Setiap acara yang mampu menyatukan hati dan membawa kebaikan layak untuk didukung. Ini bukan soal agama atau suku, tapi tentang bagaimana kita bersama membangun kebersamaan yang kokoh," tegas Walikota.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa gelar "Kota Injil" harus diwujudkan melalui tindakan nyata kehidupan yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
"Api Injil tidak akan pernah menyala dengan cerah di sebuah kota yang tidak mampu menerima dan menghargai perbedaan. Itu adalah makna yang paling mendasar dari sejarah yang kita rayakan hari ini," jelasnya.
Di tengah suasana meriah perayaan, Walikota juga tidak menyembunyikan tantangan berat yang tengah dihadapi Ambon, keterbatasan anggaran, perlambatan ekonomi di awal tahun, dampak situasi global terhadap pasokan pangan, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga persoalan internal seperti pengelolaan sampah dan potensi konflik sosial.
"Tantangan ini tidak bisa kita selesaikan sendirian bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat," tandasnya.
Ia mengajak seluruh warga, terutama para tokoh agama, untuk terus menjadi kekuatan moral yang membangun, menjadikan momentum 480 tahun ini sebagai ajang untuk mengevaluasi diri dan memperkuat komitmen bersama.
"Mari jadikan peringatan istimewa ini sebagai pemicu bagi kita semua untuk kembali berbuat baik bagi kota kita. Tantangan akan selalu datang, tapi jika kita bersatu, tidak ada yang tidak bisa kita atasi!" tutupnya dengan semangat yang membara.
Perayaan 480 tahun misi Santo Fransiskus Xaverius di Ambon akhirnya ditutup dengan harapan besar bahwa kota ini akan terus menjadi contoh kehidupan damai, inklusif, dan penuh persaudaraan yang melampaui batasan agama dan budaya. (Za)

