
Foto : Petronela Istia Pimpin RDP Komisi III DPRD SBB Bersama Mitra Bahas Kelangkaan BBM Subsidi Di SBB
Kairatu, Globaltimurnn.com - Komisi III DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat menggelar rapat dengar pendapat bersama Mitra baik Dinas Perindustrian dan perdagangan maupun pihak Pertamina dan juga SKK Migas, yang dihadiri oleh Ketua Komisi III DPRD SBB Andi Nur Akbar di dampingi oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD SBB Ny. Petronela Istia dan dua anggota Komisi.
Kegiatan rapat dengar pendapat tersebut dilaksanakan pada pukul 11 : 00 Wit, bertempat di ruang paripurna DPRD Sementara Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Selasa 27/01/2026
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) tersebut, berbagai pendapat, masukan saran yang di sampaikan baik dari Komisi III maupun pihak Dinas Perindustrian dan perdagangan Kab. SBB.
Rapat dengar pendapat (RDP) tersebut membahas kelangkaan BBM dan kenaikan harga BBM kususnya subsidi di Kabupaten SBB, serta terhentinya sejumlah SPBU yang tidak berfungsi dalam melayani penyuplaian BBM.
Solusi dalam rapat dengar pendapat (RDP) tersebut, harapan pihak DPRD maupun pihak Dinas Perindag kepada pihak Pertamina, agar bisa kembali fungsikan SPBU yang sudah tidak berfungsi agar bisa di fungsikan guna adanya peningkatan penyaluran BBM kususnya bisa melayani BBM Subsidi baik pertalite maupun solar.
Selain itu manegemen penyaluran BBM subsidi harus lebih di tingkatkan, sehingga tidak terlihat kucar kacir dan tidak teraarah.
Bahkan dalam usulan yang di sampaikan pihak Dinas Perindag, agar bisa menambahkan pangkalan - pangkalan resmi baik di Desa maupun Dusun, agar bisa melayani sehingga tidak lagi kenaikan harga yang mahal karena pengecer membeli di daerah yang jauh.
Dalam rapat dengar pendapat tersebut juga diharapkan agar adanya penambahan kuota BBM terlebih pada BBM Subsidi baik Mitan, maupun pertalite, dengan harga het yang sesuai standar guna mencegah kenaikan harga yang di lakukan oleh pengecer maupun masyarakat secara ilegal.
Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD SBB dipimpin lansung oleh wakil ketua Komisi III DPRD SBB Petronela Istia.
Dalam pembahasan tersebut, Ketua Komisi III DPRD SBB Andi Nur Akbar meminta secara tegas kepada pihak Pertamina agar bisa lebih jelas dan cepat kuoto BBM subsidi itu bisa disampaikan.
Selain itu, diharapkan kepada Dinas Perindag guna memberikan himbauan atau pemberitahuan kepada masyarakat terkait kuoto pembelian BBM subsidi kususnya Mitan, sehingga masyarakat tidak membeli lebih dari ketentuan atau seenaknya saja sehingga masyarakat yang lain tidak dapat bagian, dan munculah secara ilegal penjualan Mitan dengan harga yang melambung dari harga standar. (V374)
