
Foto : Pdt. Gideon Sigarlakie Sesalkan Hoaks Terkait Sekda SBB: "Jangan Rusak Kedamaian dengan Fitnah"
PIRU, Globaltimurnn.com – Tokoh agama Kabupaten Seram Bagian Barat, Pdt. Gideon Sigarlakie, M.Th., turut angkat bicara menanggapi beredarnya berita bohong (hoaks) yang menyeret nama Sekretaris Daerah (Sekda) SBB, Leverne A. Tuasuun. Beliau mengajak seluruh masyarakat dan insan pers untuk mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan etika dalam berkomunikasi.
Pdt. Gideon menyatakan keprihatinannya atas narasi yang menyebutkan adanya pelaporan hukum oleh Sekda terhadap mantan bawahannya, yang belakangan terbukti tidak benar. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak valid adalah bentuk pelanggaran moral yang dapat merusak tatanan sosial di bumi Saka Mese Nusa.
Pentingnya Tabayyun dan Kebenaran
Dalam pandangan teologis dan etika bermasyarakat, Pdt. Gideon menekankan pentingnya melakukan verifikasi atau check and re-check sebelum menyebarkan sebuah informasi.
"Kebenaran adalah fondasi dari kedamaian. Jika sebuah berita dibangun di atas kebohongan atau fitnah, maka yang terjadi adalah perpecahan. Saya sangat menyesalkan adanya upaya adu domba melalui pemberitaan yang tidak bertanggung jawab ini," ujar Pdt. Gideon.
Pesan Kedamaian dan Stabilitas Daerah
Beliau juga mengingatkan bahwa di tengah upaya membangun Kabupaten SBB, stabilitas pemerintahan dan keharmonisan antarpejabat sangatlah krusial. Narasi-narasi destruktif dianggap hanya akan menghambat proses pembangunan dan merusak kepercayaan masyarakat kepada pemimpinnya.
"Agama mengajarkan kita untuk menjaga lidah dan tulisan kita. Memfitnah seseorang, apalagi pejabat publik yang sedang mengabdi, bukan hanya pelanggaran hukum negara, tetapi juga pelanggaran etika moral yang berat. Mari kita hentikan cara-cara yang tidak beradab ini," tambahnya.
Imbauan untuk Media dan Masyarakat
Mengakhiri pernyataannya, Pdt. Gideon mengajak para awak media untuk kembali ke khittah jurnalistik yang suci, yakni menyampaikan kebenaran demi kepentingan publik, bukan untuk menciptakan kegaduhan.
"Saya mendukung langkah klarifikasi yang dilakukan Bapak Sekda melalui Bagian Hukum. Ini adalah bentuk edukasi bahwa setiap tindakan ada konsekuensi moral dan hukumnya. Mari kita jaga kedamaian SBB dengan saling menghormati dan tidak memberi ruang bagi hoaks," tutupnya. (Tim)