
Foto : Merasa Terganggu, Warga Elpaputih Minta Pemda SBB Sikapi Masalah Tapal Batas Dengan Malteng
Elpaputih, Globaltimurnn.com - Warga masyarakat Kecamatan Elpaputih, Desa Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang memiliki batas wilayah dengan Kabupaten Maluku Tengah, kini merasa terganggu dengan sikap warga masyarakat Kabupaten Maluku Tengah yang berada di wilayah perbatasan Maluku Tengah.
Hal ini di sampaikan Ketua BPD Desa Elpaputih, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Jacob Laturiuw kepada Gakorpan News siang tadi di Kairatu menyampaikan bahwa" Sebagai ketua BPD Desa Elpaputih yang berada di wilayah tapal batas Kabupaten SBB dan Malteng, pihaknya merasa sangat kecewa dengan kondisi dan situasi yang ada saat ini di daerah tapal batas. Rabu 07/01/226
Laturiuw menjelaskan" Di HUT Kabupaten ini mestinya kita merasakan dan menikmati sebuah hikma perayaan yang penuh Damai, namun kami merasa sangat terganggu hingga saat ini dengan keberadaan kondisi di tapal batas. Ucapnya
Dikatakan-nya" Dari sebelum hari perayaan HUT Kabupaten SBB ini, pihaknya sudah melakukan pekerjaan pembangunan pal batas wilayah sebagai sebuah tanda tapal batas, dan yang kami buat adalah pal tapal batas Desa Elpaputih dengan Malteng. Tutur Laturiuw
Namun sangat di sayangkan, pekerjaan kami itu terasa terhambat dan terganggu, karena pihak RT dari Desa Teluk Elpaputih Maluku Tengah itu melakukan aksi - aksi perilaku yang tidak terpuji dengan mencegah kami saat melaksanakan pekerjaan.
Sampai saat ini ada oknum - oknum tertentu yang sangat mengganggu, dengan mengatasnamakan Maluku Tengah, pihak Maluku Tengah juga mengklaim bahwa lahan tersebut adalah milik mereka.
Laturiuw juga memperjelas bahwa sudah ada keputusan MK yang mana tertuang secara resmi tapal batas SBB dan Maluku Tengah, sehingga yang kami lakukan itu merupakan sesuatu yang resmi dan sah secara hukum.
Yang ditakuti dari pihak BPD adalah emosi campur amarah dari masyarakat yang tidak bisa dibendung lagi, makanya pasti akan terjadi gesekan antara rakyat.
Pihak BPD Desa Elpaputih dan masyarakat berharap agar pemerinta daerah Kabupaten SBB untuk segera menyelesaikan masalah tersebut, karena akan sangat berpengaruh bagi kami di Desa. Pinta Laturiuw
Laturiuw juga menjelaskan bahwa" Pihaknya sudah mendapatkan sejumlah anggaran yang dikucurkan secara jelas dari pemerintah SBB dan itu datangnya dari DD, sehingga pemerintah harus sikapi cepat.
Pekerjaan tugu tapal batas yang di kerjakan itu kini sudah mencapai kurang lebih dua tahun nun belum bisa terselesaikan karena terganggu dengan perilaku dan sikap warga Maluku Tengah yang ada di wilayah tapal batas.
Anggaran tersebut dikucurkan sejak 2023 lalu, namun pekerjaan selalu dihambat oleh oknum - oknum yang tidak bertanggungjawab warga dari Malteng yang ada di wilayah tapal batas. Jelas Laturiuw (V374)