
Foto : Kolaborasi Pemprov Maluku & Pemkot Ambon Siapkan Akhir Pekan Ini, Rumah Korban Bentrok Hitu-Hunuth Hampir Rampung
Ambon, Globaltimurnn.com – Musibah kebakaran rumah akibat bentrokan antar warga Hitu dan Hunuth yang mengguncang kawasan Hunuth Durian Patah beberapa waktu lalu, kini mulai menemukan titik terang. Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon melakukan kunjungan langsung untuk memastikan kesiapan akhir pembangunan rumah-rumah korban, pada hari Rabu (15/01/2025).
Dalam kunjungan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena didampingi Forkopimda dan para kepala OPD Pemkot Ambon terlihat semangat bersama untuk mengakhiri perjuangan warga terdampak. Langkah ini bukan hanya sekadar pengecekan, melainkan bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk menjawab harapan masyarakat dengan proses pemulihan yang aman dan adil.
Setelah melakukan peninjauan lapangan, Walikota Bodewin Wattimena mengungkapkan kabar gembira kepada awak media. Prinsipnya seluruh rumah sudah selesai dibangun! Hanya tinggal beberapa unit dengan kerusakan ringan yang akan kami rampungkan segera, bahkan targetnya sebelum akhir pekan ini, ujarnya dengan penuh semangat.
Bantuan utama datang dari Pemprov Maluku yang mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan ulang. Namun, kolaborasi tidak berhenti di situ Pemkot Ambon juga turut berperan aktif, dibantu oleh kontribusi dari para pengusaha lokal yang dengan sukarela membantu menutupi kebutuhan yang belum tercukupi.
Tanpa sinergi antara pemerintah provinsi, kota, dan pihak swasta, pekerjaan ini tidak akan berjalan secepat ini. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah peduli, tambah Walikota.
Untuk informasi rinci tentang penggunaan anggaran, masyarakat dapat menghubungi langsung Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Ambon.
Tak hanya memperbaiki struktur fisik, pembangunan rumah ini juga diharapkan menjadi simbol penghormatan negara terhadap warga yang terdampak. Lebih dari itu, keberadaan pos polisi permanen yang telah berdiri kokoh di kawasan tersebut siap menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya konflik serupa di masa depan.
Dengan pos polisi yang ada, aparat dapat lebih cepat merespons setiap potensi masalah. Kita ingin kawasan ini tidak hanya memiliki rumah baru, tapi juga menjadi tempat yang aman dan damai untuk tinggal, jelas Walikota.
Diketahui, dari total 43 rumah yang terdampak, sebanyak 15 unit mengalami kerusakan berat dan harus dibangun dari awal, sedangkan sisanya hanya membutuhkan perbaikan ringan.(Za)