
Foto : RS Sumber Hidup GPM Ambon Siap Hadapi Reakreditasi : Benahi Fasilitas dan Penuhi Standar BPJS
Ambon, Globaltimurnn.com - Rumah Sakit Sumber Hidup GPM Ambon terus berbenah menjelang proses reakreditasi dan rekredensial BPJS Kesehatan, Sejumlah pembenahan fasilitas dan penyesuaian pelayanan dilakukan agar seluruh ketentuan dari Kementerian Kesehatan dan BPJS dapat terpenuhi.
Hal itu disampaikan oleh dr. Vidya Relmasir, dalam keterangannya kepada awak media, Senin (10/11/2025). Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan menjelang penilaian dari BPJS, yang biasanya berlangsung pada bulan Oktober atau November.
“Kami saat ini sedang melakukan pembersihan dan pengecatan, Sudah sekitar dua tahun tidak ada anggaran untuk perbaikan fisik, jadi kami berinisiatif melibatkan orang orang terdekat untuk membantu," jelas dr. Vidya.
Dalam proses penilaian, BPJS akan memeriksa berbagai aspek penting, mulai dari dokumen administrasi seperti SK dan daftar tenaga medis beserta sertifikat pelatihannya, hingga kesiapan sarana dan prasarana rumah sakit. Saat ini, pihak rumah sakit juga sedang melengkapi fasilitas seperti layar TV dan laptop untuk sistem antrian pasien, sesuai standar BPJS.
Salah satu fokus utama RS Sumber Hidup adalah pemenuhan 12 indikator kelas rawat inap standar. Saat ini, baru dua indikator yang terpenuhi, yakni penyediaan lemari penyimpanan di setiap tempat tidur dan pengaturan maksimal empat tempat tidur dalam satu ruangan.
Beberapa indikator lain masih perlu dilengkapi, seperti tirai partisi yang menempel ke plafon, kamar mandi yang ramah kursi roda, serta pegangan bagi pasien disabilitas dan lansia.
Tantangan terbesar kami adalah penyediaan oksigen sentral di setiap tempat tidur, karena biayanya sangat besar, Setiap tempat tidur juga wajib memiliki bel perawat, dua stop kontak, serta pencahayaan 250 lux dengan suhu ruangan antara 20–26°C, jelas dr. Vidya.
Untuk rumah sakit swasta tipe D, minimal 40% dari total tempat tidur harus memenuhi 12 indikator tersebut, Dengan 60 tempat tidur yang ada, setidaknya 24 tempat tidur wajib sudah memenuhi seluruh kriteria.
Dengan keterbatasan anggaran, pihak rumah sakit hanya mampu melakukan perbaikan ringan, seperti penggantian lampu, pengecatan sebagian ruangan, dan pembersihan fasilitas pelayanan.
Sementara untuk pengadaan nurse call system dan oksigen sentral, dibutuhkan dana sekitar Rp 2,2 miliar, dengan estimasi Rp 50 juta per tempat tidur.
Karena 98% pasien kami adalah peserta BPJS, kami sangat bergantung pada kerja sama ini, Kami pernah mengalami masa sulit ketika kerja sama sempat terputus pada akhir 2022. Sejak itu, kami berkomitmen untuk terus memperbaiki diri, ujar dr. Vidya.
Upaya pembenahan yang di lakukan RS Sumber Hidup menunjukkan hasil yang signifikan, Jika sebelumnya nilai penilaian berada di bawah standar (kurang dari 70), dalam dua tahun terakhir rumah sakit ini berhasil meraih nilai di atas 80, bahkan menjadi salah satu dari dua rumah sakit tipe D terbaik di Maluku tahun lalu.
Penilaian akan di lakukan dalam waktu dekat. Kami sudah mengisi self-assessment, dan walaupun masih ada kekurangan di kelas rawat inap standar, kami tetap optimis hasilnya akan lebih baik, ujarnya.
Sebagai rumah sakit swasta di bawah naungan Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) dan Yayasan Sumber Hidup, RS Sumber Hidup tidak memiliki akses terhadap bantuan dana pemerintah seperti APBN atau APBD. Karena itu, dukungan dari Sinode dan Pemerintah Kota Ambon sangat di harapkan, terutama untuk pemenuhan fasilitas pelayanan yang vital.
Berbeda dengan rumah sakit pemerintah yang mendapat bantuan langsung dari negara, kami sangat bergantung pada dukungan Sinode, Yayasan, dan Pemerintah Kota. Harapan kami, rumah sakit ini bisa mendapat perhatian lebih karena pelayanan kami sebagian besar untuk masyarakat peserta BPJS, tegas dr. Vidya.
Ia menambahkan, dalam Sidang Sinode terakhir sudah ada rekomendasi dari jadikur mengenai kebutuhan mendesak rumah sakit, termasuk pengadaan oksigen sentral dan peningkatan fasilitas pelayanan.
Semoga rekomendasi itu tidak berhenti di atas kertas saja, tetapi benar benar diwujudkan, Kami berharap Sinode dan Pemerintah Kota Ambon bisa memberi perhatian lebih agar RS Sumber Hidup GPM dapat terus melayani masyarakat dengan layak dan bermartabat, pungkasnya.
Meski dengan segala keterbatasan, semangat pelayanan RS Sumber Hidup GPM tidak pernah surut. Harapannya, perhatian dan dukungan dari Sinode GPM, Pemerintah Kota Ambon, dan para pemangku kepentingan lainnya dapat membantu rumah sakit ini bangkit dan berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan unggulan di Maluku. (Za)


