Pergantian Atap Baileo Negeri Halong Jadi Bukti Kokohnya Ikatan Pela Gandong - globaltimurnn.com


Senin, 11 Agustus 2025

Pergantian Atap Baileo Negeri Halong Jadi Bukti Kokohnya Ikatan Pela Gandong

Foto : Pergantian Atap Baileo Negeri Halong Jadi Bukti Kokohnya Ikatan Pela Gandong

Ambon
, Globaltimurnn.com — Prosesi pergantian atap Baileo Negeri Halong, Selasa (12/8/2025), menjadi momentum penting dalam menjaga dan melestarikan simbol adat yang telah diwariskan turun-temurun. Acara ini dihadiri oleh masyarakat Negeri Halong, Basudara gandong dari negeri tetangga, tokoh adat, dan pemerintah setempat.


Raja Negeri Halong, Stella Geertruida Tupenalay, dalam sambutannya menegaskan bahwa Negeri Samasuru Amakeu menjunjung tinggi seluruh pranata adat yang ada, termasuk Baileo sebagai simbol persatuan dan identitas negeri.


Kehadiran Basudara Gandong dari negeri itu lama bersama kita membuktikan bahwa ikatan Pela Manuei masih tetap terjaga hingga kini. Ini adalah warisan leluhur yang harus kita pelihara sampai masa depan,” ujarnya.


Stella berharap proses pergantian atap berjalan lancar dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, serta menjadi pengingat pentingnya merawat hubungan persaudaraan antar-negeri.


Sementara itu, Sekretaris Negeri Halong, Helena A.B. Sudrahitu, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak bulan lalu dengan pelantikan Kepala Suwa Latbelokar dan Kepala Suwa Sela. Setelah itu, Raja Negeri Halong bersama Saniri Negeri melakukan koordinasi dengan Raja Negeri gandong untuk memastikan keterlibatan kedua pihak dalam prosesi ini.


Dalam sejarah, pergantian atap Baileo selalu dikerjakan bersama-sama dengan negeri gandong. Kali ini pun mereka datang membantu secara langsung,” tutur Helena.


Pergantian atap Baileo di Negeri Halong tidak memiliki jadwal tetap, melainkan dilakukan sesuai kebutuhan. Terakhir, perbaikan dilakukan pada 2018–2019. Biasanya, atap pupuk berasal dari negeri gandong, tetapi karena musim hujan panjang, semua pekerjaan dilakukan di Halong dengan partisipasi warga gandong yang hadir membawa tenaga dan semangat gotong royong.


Helena juga menegaskan bahwa ikatan pela dan gandong bukan hanya terwujud dalam kegiatan adat seperti pergantian atap Baileo, tetapi juga di berbagai momen penting, seperti perayaan Lebaran, Natal, dan kegiatan adat lainnya di kedua negeri.


Hubungan ini harus dijaga sampai anak cucu kita, karena ini adalah cara merawat kehidupan bersama dan menghindari perpecahan di masa depan,” katanya.


Kegiatan pergantian atap ini menjadi simbol persatuan, kerja sama, dan komitmen bersama untuk melestarikan warisan leluhur serta memperkuat tali persaudaraan demi masa depan yang lebih baik bagi Halong, negeri gandong, Maluku, dan Indonesia. (ZAHRA)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT