globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Rabu, 14 Oktober 2026

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗛𝗮𝗹𝘂𝘁 𝗟𝗲𝗽𝗮𝘀 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗵𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗮𝘄𝗮𝗶 𝗧𝗮’𝗮𝗿𝘂𝗳 𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗦𝗮𝗻𝘁𝗿𝗶 𝗡𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 2026

Oktober 14, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com — Suasana semarak mewarnai peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Halmahera Utara. Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menghadiri sekaligus melepas secara resmi kegiatan jalan sehat dan pawai ta’aruf yang dipusatkan di Pondok Pesantren Alkhairaat Tobelo, Rabu (14/10/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober. Tahun ini, peringatan mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.


Jalan sehat dan pawai ta’aruf diikuti keluarga besar Alkhairaat, para santri, ustaz dan ustazah, pimpinan madrasah serta sekolah di bawah naungan Yayasan Alkhairaat, dan sejumlah elemen masyarakat.


Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Halmahera Utara, Anwar S. Kabalmay, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Gleen Onthony, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Sahril Djurumudi, Komisaris Komda Alkhairaat Halmahera Utara Ikram Baba, perwakilan Kementerian Agama Halmahera Utara, perwakilan Dinas Pendidikan, serta keluarga besar Alkhairaat dari dalam maupun luar wilayah Tobelo.


Dalam sambutannya, Bupati Piet Hein Babua menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keluarga besar Alkhairaat merupakan bagian penting dari masyarakat Halmahera Utara dan memiliki kontribusi besar dalam membangun kehidupan sosial, keagamaan, pendidikan, serta persatuan di daerah.


Bupati mengajak seluruh peserta menjadikan momentum Hari Santri sebagai sarana memperkuat nilai keagamaan, persaudaraan, persatuan, dan semangat kebangsaan.


“Santri memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa. Kita harus bangga karena banyak tokoh nasional lahir dari lingkungan pesantren dan memberikan kontribusi bagi Indonesia,” ujar Piet Hein Babua.


Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap pendidikan dan pengembangan generasi santri. Menurutnya, santri harus mampu memanfaatkan berbagai peluang untuk meningkatkan kapasitas diri sehingga dapat mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun nasional.


Selain itu, Bupati mengajak keluarga besar Alkhairaat untuk terus menjaga komunikasi dan membangun hubungan yang harmonis dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara serta seluruh elemen masyarakat.


“Semangat kebersamaan harus terus dijaga. Dengan komunikasi dan hubungan yang baik, kita dapat bersama-sama mendukung kemajuan Halmahera Utara,” pesannya.


Usai memberikan sambutan, Bupati Piet Hein Babua secara resmi melepas peserta pawai ta’aruf. Prosesi pelepasan ditandai dengan penerbangan balon ke udara yang disambut antusias oleh para peserta.


Kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi rangkaian seremonial menyambut Hari Santri, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun semangat generasi muda yang berilmu, berakhlak, memiliki jiwa kebangsaan, serta siap mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. 🆁🅴🅳

Selengkapnya

Yayasan Hang Tuah Ambon Apresiasi Pemerintah, Revitalisasi Sekolah Perkuat Kualitas Pembelajaran

Oktober 14, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Ketua Pengurus Daerah (Kapengda) Ambon Yayasan Hang Tuah, Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas, menerima kunjungan kerja Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di SMP Hang Tuah Ambon, Halong, Kota Ambon, Rabu (14/10/2026). 


Kunjungan tersebut untuk meninjau hasil program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah yang kini menunjang proses pembelajaran lebih aman, nyaman, dan kondusif.


Dalam kegiatan tersebut, Kapengda Ambon Yayasan Hang Tuah didampingi Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Rohman Arif, S.Sos., mewakili Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H. Turut hadir pengurus Yayasan Hang Tuah Ambon, para guru, serta siswa-siswi SMP Hang Tuah Ambon.


Sementara itu Tim BPMP Provinsi Maluku  Kasubbag BPMP Rusman Lasahia, S.Pd., M.Si., diwakili tim humas, Dani Latuconsina, dan rombongan.


Kunjungan ini menjadi bagian dari peninjauan terhadap hasil pelaksanaan program revitalisasi yang didukung pemerintah pusat. Sebelum mendapatkan bantuan tersebut, sejumlah fasilitas SMP Hang Tuah Ambon mengalami kerusakan dan dinilai kurang memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.


Beberapa ruang kelas mengalami kerusakan cukup berat, sedangkan laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terkendala kebocoran atap saat musim hujan sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.


Melalui program revitalisasi, perbaikan dilakukan pada sejumlah fasilitas utama sekolah, meliputi tiga ruang kelas, tiga ruang administrasi, satu ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), satu laboratorium IPA, satu perpustakaan, serta enam unit toilet.


Perbaikan tersebut tidak hanya menyasar kondisi fisik bangunan, tetapi juga diharapkan mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih layak, sehat, dan mendukung kegiatan belajar mengajar. 


Ketersediaan ruang kelas yang memadai, laboratorium yang dapat digunakan secara optimal, serta fasilitas sanitasi yang layak merupakan bagian penting dalam menunjang kenyamanan dan efektivitas pembelajaran.


Kapengda Ambon Yayasan Hang Tuah, Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui program revitalisasi tersebut.


“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas terlaksananya revitalisasi sarana dan prasarana SMP Hang Tuah Ambon. Gedung dan ruang belajar yang sebelumnya mengalami kerusakan kini menjadi jauh lebih layak, aman, dan nyaman untuk menunjang kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.


Ia berharap, fasilitas yang telah diperbaiki dapat meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus memotivasi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan lingkungan sekolah yang lebih baik, proses pendidikan diharapkan semakin optimal dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.


Sementara itu, perwakilan tim BPMP Provinsi Maluku, Dani Latuconsina, mengapresiasi pengelolaan dan pemanfaatan bantuan revitalisasi di SMP Hang Tuah Ambon. Menurutnya, hasil pekerjaan yang ditinjau menunjukkan perhatian terhadap kerapian dan kualitas fisik bangunan.


“Kami memberikan apresiasi kepada Yayasan Hang Tuah Ambon dan pengelola sekolah atas pelaksanaan program revitalisasi ini. Kami berharap fasilitas yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga sekolah dalam jangka panjang,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, pihak Yayasan Hang Tuah Ambon bersama keluarga besar SMP Hang Tuah Ambon juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen atas dukungan pemerintah dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.


Program revitalisasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan, khususnya di lingkungan Yayasan Hang Tuah Ambon. Dengan fasilitas sekolah yang lebih layak dan memadai, kegiatan belajar mengajar diharapkan berlangsung semakin efektif serta mampu mendukung lahirnya generasi muda yang berpengetahuan, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Rdks) 

Selengkapnya

Baru Sehari Bertugas, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1504/Ambon Tuai Apresiasi Warga Dusun Seri

Oktober 14, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kebersamaan tidak selalu dimulai dari pekerjaan besar. Terkadang, keakraban justru tumbuh dari hal sederhana, seperti menyiapkan makanan, berbagi tugas di dapur, hingga duduk bersama menikmati hidangan. Suasana inilah yang mewarnai kehadiran personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1504/Ambon bersama masyarakat Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Rabu (14/10/2026).


Di tengah pelaksanaan program pembangunan yang berlangsung di wilayah tersebut, dapur umum menjadi salah satu ruang kebersamaan antara prajurit TNI dan warga. Bukan sekadar tempat menyiapkan makanan, dapur umum juga menjadi sarana mempererat hubungan, membangun komunikasi, serta menumbuhkan semangat gotong royong selama kegiatan TMMD berlangsung.


Sejak malam sebelumnya, sejumlah ibu rumah tangga di Dusun Seri telah terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka bekerja bersama personel Satgas TMMD untuk memastikan kebutuhan makanan para prajurit yang bertugas dapat terpenuhi dengan baik.


Ibu Ince Gomias mengatakan, sebanyak 12 perempuan dari masyarakat setempat ikut membantu menyiapkan makanan bagi personel Satgas TMMD. Mereka bekerja secara bergotong royong agar makanan tersedia untuk tiga waktu makan, yakni pagi, siang, dan malam.


Menurut Ince, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan dapur umum merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan TMMD yang sedang berjalan di kampung mereka.


Bagi warga, kehadiran para prajurit bukan sekadar menjalankan tugas pembangunan. Mereka datang membawa program yang diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penyediaan fasilitas dasar.


Karena itu, masyarakat pun berinisiatif mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang membantu menyiapkan bahan makanan, memasak, maupun melakukan pekerjaan lain untuk mendukung kelancaran kegiatan.


Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa semangat gotong royong dalam pelaksanaan TMMD tidak hanya terlihat di lokasi pembangunan, tetapi juga tumbuh melalui aktivitas sehari-hari yang mempertemukan TNI dan masyarakat dalam suasana kekeluargaan.


Ince mengaku senang melihat personel Satgas TMMD yang dinilainya cepat membaur dengan warga. Interaksi yang terjalin sejak awal kehadiran para prajurit membuat masyarakat merasa semakin dekat dan nyaman.


Baginya, kedekatan itu menjadi hal penting karena hubungan yang baik antara prajurit dan masyarakat dapat menciptakan suasana yang harmonis selama program berlangsung.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan TNI atas pelaksanaan TMMD di Dusun Seri. Menurutnya, berbagai pekerjaan pembangunan yang dilaksanakan menjadi harapan bagi masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang lebih baik serta akses terhadap fasilitas yang dibutuhkan.


Berdasarkan informasi yang diketahuinya, program TMMD ke-130 di wilayah tersebut mencakup sejumlah sasaran pembangunan fisik, di antaranya pembangunan rumah bagi keluarga yang membutuhkan, jalan setapak, sarana air bersih, jembatan, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).


Berbagai sasaran tersebut dinilai memiliki arti penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari dan peningkatan kualitas hidup warga.


Semangat kebersamaan yang terlihat di dapur umum juga dirasakan langsung oleh personel Satgas TMMD. Bagi mereka, membantu masyarakat dalam berbagai aktivitas merupakan bagian dari pengabdian yang tidak terpisahkan dari tugas sebagai prajurit TNI.


Pratu Aman Wali, anggota Yonif TP 821/SB yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-130 Kodim 1504/Ambon, mengatakan bahwa keterlibatan personel dalam membantu aktivitas dapur umum menjadi salah satu cara untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat.


Menurutnya, kemanunggalan TNI dan rakyat tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur semata. Nilai tersebut juga harus hadir dalam tindakan sederhana, termasuk kesediaan untuk saling membantu dan bekerja bersama dalam kehidupan sehari-hari.


“Katong sebagai prajurit harus selalu membantu masyarakat. Apa pun kegiatan yang dilakukan bersama rakyat, katong harus saling membantu supaya bisa memudahkan masyarakat di sekitar sini,” ujar Aman saat diwawancarai media di lokasi TMMD.


Ia menegaskan, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan sehari-hari menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD. Dengan berinteraksi secara langsung, prajurit dapat mengenal kehidupan masyarakat lebih dekat sekaligus menumbuhkan rasa kekeluargaan selama menjalankan tugas.


Kehadiran Satgas TMMD di Dusun Seri pun tidak hanya diharapkan menghasilkan pembangunan fisik yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga meninggalkan kesan positif melalui hubungan sosial yang terjalin selama program berlangsung.


Dari dapur umum yang sederhana, semangat pengabdian itu terlihat dalam bentuk nyata. Para ibu menyiapkan makanan, prajurit membantu pekerjaan, dan masyarakat saling mendukung demi kelancaran kegiatan.


Di Dusun Seri, pembangunan tidak hanya berbicara tentang jalan, jembatan, rumah, maupun sarana air bersih. Lebih dari itu, TMMD menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian, dan merawat semangat gotong royong antara TNI dan rakyat.


Sebab, keberhasilan sebuah pembangunan bukan hanya diukur dari fasilitas yang berdiri, melainkan juga dari kuatnya kebersamaan yang tumbuh dan tetap terjaga di tengah masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Perkuat Kolaborasi Antarinstansi, Ditjenpas dan Kemenkum Maluku Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Oktober 14, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Peningkatan kualitas pelayanan publik membutuhkan koordinasi yang kuat, komunikasi yang terbuka, serta kolaborasi berkelanjutan antarinstansi pemerintah. Semangat tersebut menjadi landasan pertemuan antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Maluku, Selasa (13/10/2026).


Pertemuan yang berlangsung di Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku itu ditandai dengan kunjungan Kepala Kanwil Kemenkum Maluku, Farida Wahid, bersama jajaran, yang diterima langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Novriadi.


Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua instansi untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik dan pelayanan hukum yang semakin berkualitas bagi masyarakat di Provinsi Maluku.


Melalui komunikasi dan pertukaran pandangan, kedua pihak diharapkan dapat membangun kesamaan langkah dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, akuntabel, serta mampu merespons kebutuhan masyarakat secara tepat.


Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menegaskan bahwa sinergi antarlembaga merupakan elemen penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.


Menurutnya, hubungan kerja sama yang dibangun melalui koordinasi yang baik perlu terus diperkuat agar setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Sinergi dan kolaborasi antarlembaga harus terus diperkuat untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, kami berharap kerja sama ini dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Maluku,” ujar Ricky.


Ia berharap hubungan baik antara Kanwil Ditjenpas Maluku dan Kanwil Kemenkum Maluku tidak berhenti pada pertemuan tersebut, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan dan mendukung peningkatan kinerja masing-masing instansi.


Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkum Maluku, Farida Wahid, menyambut positif penguatan komunikasi dan koordinasi antara kedua kantor wilayah.


Ia menilai hubungan kelembagaan yang solid menjadi salah satu modal penting untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan hukum dan pelayanan publik yang semakin efektif, mudah diakses, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


“Melalui pertemuan ini, kami berharap terbangun kolaborasi yang berkelanjutan, sehingga berbagai program dan upaya peningkatan pelayanan dapat dilaksanakan secara sinergis. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pelayanan hukum yang semakin mudah diakses, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Maluku,” ungkap Farida.


Menurutnya, kolaborasi lintas instansi dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas dalam menyelaraskan program dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas pemerintahan.


Dengan koordinasi yang terjaga, berbagai upaya peningkatan pelayanan diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.


Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Maluku, Novriadi, menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam mendukung pelaksanaan tugas, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan dan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.


Ia menyebutkan bahwa komunikasi yang efektif menjadi fondasi untuk membangun sistem pelayanan yang lebih responsif, efisien, dan berorientasi pada hasil.


“Koordinasi yang baik menjadi fondasi untuk membangun pelayanan yang semakin efektif dan responsif. Kami berharap komunikasi dan kerja sama yang terjalin dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan,” tutur Novriadi.


Menurutnya, penguatan koordinasi perlu diikuti dengan tindak lanjut yang jelas agar komitmen bersama dapat diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Dengan demikian, sinergi yang terbangun tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


Pertemuan Kanwil Ditjenpas Maluku dan Kanwil Kemenkum Maluku ini diharapkan menjadi awal dari penguatan kerja sama yang lebih luas dan berkesinambungan. Kedua instansi memiliki peran penting dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan sesuai kewenangan masing-masing, sehingga komunikasi dan koordinasi yang baik menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan yang optimal.


Pada akhirnya, keberhasilan pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh kinerja masing-masing instansi, tetapi juga oleh kemampuan membangun kolaborasi, menyatukan komitmen, dan memastikan setiap upaya perbaikan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Melalui semangat sinergi tersebut, Kanwil Ditjenpas Maluku dan Kanwil Kemenkum Maluku diharapkan terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pelayanan publik dan pelayanan hukum yang profesional, akuntabel, serta semakin berkualitas bagi seluruh masyarakat Maluku. (Za)

Selengkapnya

Lapas Geser Gandeng KUA Seram Timur, Perkuat Pembinaan Rohani untuk Warga Binaan

Oktober 14, 2026


Geser
, Globaltimurnn.com — Pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku, tetapi juga menyentuh penguatan iman, pembentukan akhlak, dan kesiapan mental untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. Semangat inilah yang mendorong Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser menjalin kerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seram Timur melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Selasa (13/10/2026).


Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat pembinaan keagamaan bagi warga binaan agar berlangsung secara terarah, terprogram, dan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, kedua instansi berupaya menghadirkan pendampingan spiritual yang tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral sebagai bekal dalam membangun kehidupan yang lebih baik.


Kehadiran KUA Seram Timur diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan keagamaan di lingkungan Lapas Geser. Para penyuluh agama nantinya berperan dalam memberikan bimbingan yang membantu warga binaan memperkuat keimanan, memperbaiki sikap, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih positif.


Kepala Lapas Kelas III Geser, Nober Hasanda, menegaskan bahwa pembentukan karakter warga binaan membutuhkan dukungan berbagai pihak. Menurutnya, proses pembinaan akan lebih optimal apabila dilaksanakan melalui sinergi dengan instansi yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.


“Kami menyadari bahwa perbaikan karakter warga binaan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dengan instansi terkait seperti KUA Seram Timur untuk membentuk kesiapan mental warga binaan agar mampu mempraktikkan nilai-nilai agama saat berbaur kembali di tengah masyarakat,” jelas Nober.


Ia berharap kerja sama tersebut mampu memperkuat fondasi spiritual warga binaan sehingga mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan baik dan mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat.


Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari selesainya masa pidana, tetapi juga dari perubahan sikap, kesadaran diri, dan kemampuan seseorang untuk menjalani kehidupan yang lebih bertanggung jawab setelah bebas.


Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala KUA Kecamatan Seram Timur, Muhammad Syafi Rumalutur. Ia menilai pembinaan spiritual di dalam Lapas merupakan bagian penting dari pelayanan keagamaan sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.


Melalui kerja sama ini, KUA Seram Timur berkomitmen menghadirkan materi bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan warga binaan, dengan pendekatan yang humanis dan mudah dipahami.


“Kami berkomitmen untuk memberikan materi bimbingan yang tepat sasaran, humanis, dan kontekstual. PKS ini menegaskan komitmen kami bersama Lapas Geser dalam mencetak warga binaan yang berakhlak. Semoga kolaborasi ini membawa perubahan nyata bagi keimanan mereka,” tutur Rumalutur.


Ia berharap pembinaan yang diberikan dapat mendorong warga binaan menjadi pribadi yang lebih taat beribadah, memiliki kemandirian, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.


Bimbingan keagamaan tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi warga binaan untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan membangun optimisme dalam menatap masa depan.


Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Geser, Junaidi Laisouw, menyatakan kesiapan jajarannya untuk memastikan pelaksanaan kerja sama berjalan konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.


Ia menegaskan bahwa penandatanganan PKS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi dasar untuk memperkuat pelaksanaan program pembinaan secara rutin.


“Penandatanganan ini bukan sekadar seremonial, melainkan fondasi kokoh untuk menyusun jadwal pembinaan rutin, seperti kultum dan penyuluhan tematik, guna mengoptimalkan akselerasi proses reintegrasi sosial warga binaan,” ungkap Junaidi.


Menurutnya, program pembinaan yang terjadwal dan berkesinambungan diperlukan agar warga binaan memperoleh pendampingan yang memadai selama menjalani masa pidana.


Penguatan spiritual diharapkan dapat berjalan seiring dengan pembinaan lainnya sehingga warga binaan memiliki bekal yang lebih lengkap ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.


Junaidi juga berharap perubahan positif yang dibangun selama masa pembinaan dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap warga binaan yang telah menyelesaikan masa pidana mereka.


Penerimaan sosial tanpa diskriminasi menjadi salah satu faktor penting agar mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupan, membangun relasi yang sehat, serta berkontribusi secara positif di lingkungan masing-masing.


Kerja sama antara Lapas Geser dan KUA Seram Timur ini sekaligus menegaskan pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam mendukung keberhasilan sistem pemasyarakatan.


Melalui perpaduan pembinaan keagamaan, penguatan karakter, dan pendampingan yang berkelanjutan, kedua instansi berharap warga binaan tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga mampu membawa perubahan nyata dalam kehidupannya.


Pada akhirnya, pembinaan yang berhasil bukan sekadar mengantarkan seseorang keluar dari balik jeruji, melainkan juga mempersiapkannya untuk kembali ke tengah masyarakat dengan keimanan yang lebih kuat, akhlak yang lebih baik, dan tekad untuk menjalani masa depan secara bertanggung jawab. (Za)

Selengkapnya

Panen Ketiga Capai 10 Kilogram, Lapas Namlea Perkuat Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Oktober 14, 2026


Namlea
, Globaltimurnn.com — Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea. Melalui pemanfaatan lahan pertanian di Sarana Asimilasi Edukasi (SAE), Lapas Namlea kembali memanen cabai rawit berkualitas dengan hasil mencapai 10 kilogram, Rabu (14/10/2026).


Panen kali ini merupakan panen ketiga yang berhasil dilakukan dari program budidaya cabai rawit. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian di bidang pertanian dapat memberikan hasil nyata sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.


Proses panen berlangsung di lahan SAE Lapas Namlea dengan melibatkan Kepala Subseksi Pembinaan, Sofian Ahmad, staf pembinaan, serta warga binaan yang berpartisipasi langsung dalam kegiatan budidaya hingga masa panen.


Sofian Ahmad menjelaskan, keberhasilan panen ketiga ini merupakan hasil dari proses perawatan tanaman yang dilakukan secara berkelanjutan. Sebelumnya, pada panen pertama dan kedua, Lapas Namlea telah menghasilkan total 20 kilogram cabai rawit.


“Panen ini adalah hasil dari program pembinaan kemandirian dalam sektor pertanian. Panen yang ketiga kali ini menghasilkan 10 kilogram, sedangkan pada panen pertama dan kedua berhasil menghasilkan 20 kilogram cabai rawit,” ungkap Sofian.


Menurutnya, program pertanian tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk memahami proses budidaya tanaman, mulai dari perawatan hingga pemanfaatan hasil panen.


Cabai rawit yang dipanen selanjutnya akan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya di wilayah Namlea dan sekitarnya.


Selain mendukung ketersediaan bahan pangan lokal, hasil penjualan juga dikelola untuk menjaga keberlanjutan program pertanian dan memberikan penghargaan kepada warga binaan yang terlibat dalam proses produksi.


Sofian menjelaskan, pendapatan dari hasil panen akan dialokasikan dengan pembagian 70 persen untuk kebutuhan modal usaha dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sedangkan 30 persen diperuntukkan bagi premi atau upah kerja warga binaan.


“Hasil dari panen ini sebagian akan kita putar kembali menjadi modal untuk membeli obat-obatan, pupuk, dan bibit, sementara sisanya untuk premi bagi warga binaan sebagai apresiasi atas hasil kerja keras mereka,” jelasnya.


Skema tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian sekaligus menumbuhkan motivasi warga binaan agar terus mengembangkan keterampilan dan meningkatkan produktivitas.


Melalui kegiatan ini, warga binaan juga memperoleh pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Keterampilan dalam mengelola lahan pertanian diharapkan membuka peluang bagi mereka untuk menjalankan usaha mandiri dan membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia dan pemberdayaan warga binaan.


Menurutnya, kegiatan pertanian akan terus dikembangkan secara konsisten agar mampu menghasilkan produk pangan sekaligus memperkuat fungsi pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.


“Setiap pekan kita panen dan seluruh lahan di luar Lapas kita manfaatkan untuk pertanian. Warga binaan juga kami berdayakan untuk kepentingan pembinaan sebagai bekal bagi mereka ke depan,” ujarnya.


Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Namlea dalam mendukung program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.


Dengan memanfaatkan lahan secara produktif, Lapas Namlea berupaya menghadirkan kegiatan pembinaan yang tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.


Panen cabai rawit yang terus berlanjut menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam Lapas dapat menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial. Di balik setiap hasil panen, terdapat proses pembelajaran, kerja keras, serta kesempatan bagi warga binaan untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif saat kembali ke masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Bakery Lapas Piru Makin Diminati, Warga Binaan Asah Keterampilan Lewat Produksi Roti dan Donat

Oktober 14, 2026


Piru
, Globaltimurnn.com — Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru, kreativitas dan semangat untuk membangun masa depan terus tumbuh. Melalui kegiatan produksi bakery, Warga Binaan tidak hanya belajar membuat roti dan donat, tetapi juga mengembangkan keterampilan yang berpotensi menjadi bekal usaha setelah kembali ke tengah masyarakat.


Program pembinaan kemandirian tersebut kini menunjukkan perkembangan positif. Produk bakery yang dihasilkan Warga Binaan semakin diminati masyarakat, ditandai dengan permintaan pesanan yang terus berkembang dan mendorong produksi secara rutin.


Pada Senin (12/10/2026), empat orang Warga Binaan kembali terlibat dalam proses pembuatan bakery dengan didampingi petugas serta peserta magang. Dari kegiatan tersebut, mereka berhasil menghasilkan 80 buah produk, terdiri atas 40 roti gula dan 40 donat untuk memenuhi pesanan pelanggan.


Produksi yang dilakukan secara konsisten ini menjadi bagian dari upaya Lapas Piru dalam menciptakan kegiatan pembinaan yang produktif sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata bagi Warga Binaan.


Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, mengatakan meningkatnya minat masyarakat menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus menjaga kualitas dan keberlanjutan produksi.


“Kami melihat minat masyarakat terhadap produk bakery hasil karya Warga Binaan semakin baik, yang juga terlihat dari meningkatnya permintaan pesanan. Karena itu, produksi terus kami jalankan secara konsisten dengan tetap memperhatikan kualitas dan kebersihan produk. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan keterampilan, tetapi juga mampu mengembangkan produktivitas Warga Binaan serta menghasilkan produk yang semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya.


Bagi Warga Binaan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas menghasilkan produk makanan. Proses pembuatan bakery memberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru, memahami tahapan produksi, serta membangun rasa percaya diri melalui hasil kerja yang nyata.


Salah satu Warga Binaan berinisial R mengaku memperoleh pengalaman berharga sejak terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia belajar mulai dari mempersiapkan bahan hingga mengolahnya menjadi roti dan donat yang siap dipasarkan.


“Saya mendapatkan banyak pengalaman, mulai dari menyiapkan bahan hingga membuat roti dan donat. Saya berharap keterampilan ini bisa terus berkembang dan menjadi modal untuk memulai usaha setelah bebas nanti,” ungkapnya.


Keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan diharapkan dapat menjadi modal penting bagi Warga Binaan untuk menata kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana. Dengan bekal tersebut, mereka memiliki peluang untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan kembali berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.


Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh Ramdhan Basir, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masa depan Warga Binaan.


Menurutnya, kegiatan bakery menjadi salah satu sarana untuk membentuk sikap disiplin, meningkatkan kemampuan bekerja sama, serta menanamkan pemahaman mengenai proses menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.


“Pembinaan kemandirian harus memberikan manfaat nyata. Melalui kegiatan bakery, Warga Binaan dilatih untuk disiplin, bekerja sama, dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, mereka memiliki bekal keterampilan untuk menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Piru, Hery Kusbandono, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan berbagai kegiatan produktif sebagai bagian dari pembinaan di dalam Lapas.


Ia berharap produk yang dihasilkan Warga Binaan semakin dikenal luas dan memperoleh kepercayaan masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk membuktikan bahwa mereka mampu berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.


“Kami ingin hasil karya Warga Binaan semakin dikenal dan mendapat tempat di tengah masyarakat. Konsistensi produksi bakery menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri Warga Binaan dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tutur Hery.


Perkembangan produksi bakery di Lapas Piru menjadi gambaran bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat diarahkan pada kegiatan yang produktif dan memiliki nilai ekonomi. Melalui proses belajar, pendampingan, dan pengalaman kerja, Warga Binaan diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mempersiapkan langkah baru setelah kembali ke masyarakat.


Lebih dari sekadar roti dan donat, setiap produk yang dihasilkan membawa harapan tentang kemandirian, kepercayaan diri, dan kesempatan untuk memulai kehidupan yang lebih baik.


Lapas Piru pun terus mendorong keberlanjutan program tersebut agar keterampilan yang diperoleh Warga Binaan tidak berhenti di dalam Lapas, melainkan dapat menjadi modal untuk berkarya dan membangun masa depan yang lebih mandiri. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT