globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Rabu, 28 Oktober 2026

Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian, Rutan Ambon Perluas Program Pembinaan Warga Binaan

Oktober 28, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon, harapan tentang masa depan terus ditumbuhkan. Di tempat yang identik dengan pembatasan kebebasan itu, pembinaan bukan sekadar tentang menjalani masa pidana, melainkan juga tentang belajar memperbaiki diri, mengasah keterampilan, dan mempersiapkan langkah baru ketika kembali ke tengah masyarakat.


Dari kegiatan kerohanian hingga budidaya ikan lele dan peternakan ayam kampung petelur, Rutan Ambon berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih bermakna. Warga binaan tidak hanya diarahkan untuk menjalani hari demi hari di balik jeruji, tetapi juga didorong agar memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan mental untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas.


Kamis, (29/10/2026). Kepala Rutan Ambon, Meta Putera, menegaskan bahwa tujuan utama pembinaan adalah mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalani kehidupan sosial secara positif dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.


“Tujuan kami membina warga binaan agar ketika keluar dari Rutan Ambon, mereka bisa berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.


Pernyataan itu menjadi landasan bagi pengembangan berbagai program pembinaan yang kini terus diperkuat. Rutan Ambon berupaya menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk berubah, menemukan potensi diri, serta membangun kemandirian yang dapat dimanfaatkan setelah warga binaan menyelesaikan masa pidananya.


Perubahan tidak selalu dimulai dari keterampilan bekerja. Dalam banyak hal, perubahan juga membutuhkan keteguhan hati, kesadaran diri, dan kemauan untuk memperbaiki perilaku.


Atas dasar itu, Rutan Ambon memperkuat pembinaan kepribadian melalui kegiatan kerohanian dengan melibatkan Kementerian Agama. Pelayanan diberikan kepada warga binaan sesuai agama dan keyakinan masing-masing.


Bagi warga binaan beragama Islam, kegiatan pengajian dan tausiah dilaksanakan tiga kali dalam sepekan dengan menghadirkan ustaz. Sementara itu, warga binaan beragama Kristen mendapatkan pelayanan kerohanian melalui ibadah yang dipandu pendeta.


Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi warga binaan untuk melakukan refleksi diri, memperkuat nilai-nilai moral, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.


Pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian berjalan beriringan. Sebab, kemampuan bekerja akan semakin berarti apabila disertai sikap bertanggung jawab, kedisiplinan, dan kemauan untuk hidup secara positif di tengah masyarakat.


Semangat membangun kemandirian kemudian diperluas melalui kegiatan produktif di lingkungan Rutan Ambon.


Jika sebelumnya program kemandirian berfokus pada budidaya tanaman hidroponik, kini pengembangan dilakukan dengan menambah budidaya ikan lele dan peternakan ayam kampung petelur. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman warga binaan dalam bidang pertanian dan peternakan.


Gagasan mengembangkan peternakan ayam kampung berawal dari pengamatan Meta Putera terhadap kebutuhan masyarakat di Ambon. Dalam kunjungannya ke sejumlah tempat, ia melihat telur ayam kampung relatif sulit ditemukan.


Pengamatan sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi gagasan untuk memanfaatkan potensi itu sebagai kegiatan produktif yang dapat melibatkan warga binaan.


Bagi Rutan Ambon, pengembangan peternakan bukan semata-mata soal menghasilkan telur, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga binaan untuk mempelajari proses pemeliharaan ternak, memahami tanggung jawab dalam bekerja, serta mengenal peluang usaha yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.


Di sisi lain, budidaya ikan lele turut dikembangkan dengan melibatkan lingkungan di luar rutan.


Sebanyak 2.000 bibit ikan lele ditebar di lingkungan Rutan Ambon. Sementara itu, 5.000 bibit lainnya dikembangkan melalui kerja sama dengan masyarakat sekitar dengan memanfaatkan lahan yang disewa.


Dengan demikian, program budidaya lele tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan, tetapi juga membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif.


“Kami tidak hanya mengembangkan kemandirian di dalam rutan, tetapi juga ingin masyarakat sekitar merasakan dampak dari program pembinaan ini,” katanya.


Melalui pola tersebut, pembinaan diharapkan tidak berhenti pada batas lingkungan pemasyarakatan. Ada keterhubungan yang ingin dibangun antara proses belajar di dalam rutan dan peluang produktif di tengah masyarakat.


Bagi warga binaan, kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana merupakan fase penting yang membutuhkan kesiapan. Selain membangun kembali hubungan sosial, mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk bekerja, memenuhi kebutuhan hidup, dan menjalani kehidupan secara mandiri.


Karena itu, Rutan Ambon berupaya mengenali potensi yang dimiliki setiap warga binaan untuk dikembangkan melalui program pembinaan.


Mereka yang memiliki pengalaman sebagai petani maupun tenaga pertukangan didorong untuk meningkatkan kemampuan sesuai bidang masing-masing. Pendekatan tersebut memungkinkan pengalaman yang telah dimiliki warga binaan menjadi titik awal untuk mempelajari keterampilan baru dan meningkatkan kapasitas diri.


Rutan Ambon juga menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Maluku untuk memberikan pelatihan keterampilan bersertifikat.


Melalui pelatihan ini, warga binaan diharapkan memperoleh kompetensi yang dapat digunakan ketika kembali ke masyarakat, baik untuk melamar pekerjaan maupun merintis usaha secara mandiri.


Bekal keterampilan tersebut menjadi penting agar proses kembali ke masyarakat tidak hanya bergantung pada niat untuk berubah, tetapi juga didukung kemampuan nyata untuk membangun kehidupan yang lebih produktif.


Bagi Rutan Ambon, pembinaan yang baik bukan hanya ditentukan oleh kegiatan yang berlangsung di dalam rutan, melainkan juga oleh sejauh mana keterampilan dan nilai-nilai yang dipelajari dapat menjadi bekal setelah masa pidana berakhir.


Pengembangan hidroponik, budidaya lele, dan peternakan ayam kampung petelur juga menjadi bagian dari dukungan Rutan Ambon terhadap Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan.


Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diperkenalkan pada proses produksi pangan sekaligus dilibatkan dalam aktivitas yang menuntut kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab.


Program kemandirian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berlapis. Warga binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan, masyarakat berpeluang terlibat dalam kegiatan produktif, sementara pengembangan sektor pertanian dan peternakan turut mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan.


Meski demikian, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari banyaknya bibit ikan yang ditebar atau jenis usaha yang dikembangkan. Hal yang tidak kalah penting ialah kemampuan warga binaan menyerap pengetahuan, menerapkan keterampilan, dan memanfaatkannya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.


Di titik inilah program kemandirian memperoleh makna yang lebih luas: membuka kesempatan bagi seseorang untuk kembali berdiri, bekerja, dan berkontribusi bagi lingkungannya.


Upaya membangun lingkungan pemasyarakatan yang lebih baik juga dilakukan melalui pembenahan pelayanan publik.


Meta Putera menegaskan bahwa seluruh pegawai Rutan Ambon harus menjalankan tugas berdasarkan standar operasional prosedur (SOP), mengedepankan profesionalisme, serta memberikan pelayanan secara transparan dan humanis.


Ia menekankan bahwa seluruh layanan, mulai dari kunjungan hingga pemenuhan hak-hak warga binaan, diberikan secara gratis dan tidak boleh disertai pungutan liar.


“Kami tekankan kepada seluruh jajaran bahwa pegawai Rutan Ambon adalah pelayan masyarakat. Karena itu, bekerja harus sesuai SOP, tanpa pungli, dan tetap humanis kepada warga binaan maupun keluarganya,” tegasnya.


Komitmen tersebut menjadi penting karena pelayanan pemasyarakatan tidak hanya bersentuhan dengan warga binaan, tetapi juga dengan keluarga yang datang untuk menjenguk dan masyarakat yang membutuhkan informasi maupun layanan sesuai ketentuan.


Rutan Ambon juga mendorong keluarga warga binaan untuk menyampaikan kritik, saran, atau pengaduan apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai aturan melalui saluran pengaduan yang tersedia.


Dengan adanya ruang pengaduan, masyarakat diharapkan dapat ikut mengawasi kualitas pelayanan. Sementara itu, jajaran Rutan Ambon dituntut untuk terus menjaga integritas dan memastikan setiap layanan diberikan sesuai ketentuan.


Pelayanan yang bersih dan humanis menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus menciptakan lingkungan pembinaan yang menghormati hak dan martabat manusia.


Pembenahan tidak hanya ditujukan kepada warga binaan dan pelayanan kepada masyarakat. Sumber daya manusia di lingkungan Rutan Ambon juga menjadi perhatian.


Meta Putera mengajak seluruh pegawai untuk bersama-sama memperbaiki citra institusi melalui peningkatan disiplin, integritas, dan kualitas kinerja.


Salah satu langkah yang diterapkan adalah pemberian penghargaan kepada pegawai teladan setiap bulan. Penilaian dilakukan oleh jajaran pejabat berdasarkan prestasi dan kinerja pegawai.


Pegawai yang menunjukkan kinerja lebih baik akan memperoleh sertifikat dan penghargaan tambahan sebagai bentuk apresiasi.


Pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan motivasi, mendorong persaingan yang sehat, dan membangun budaya kerja yang lebih positif.


Sebab, kualitas pembinaan terhadap warga binaan juga berkaitan erat dengan kualitas aparatur yang menjalankannya. Pegawai yang disiplin, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap pelayanan akan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang profesional.


Berbagai langkah yang dilakukan Rutan Ambon memperlihatkan bahwa pembinaan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Penguatan spiritual, pelatihan keterampilan, pengembangan kegiatan produktif, peningkatan kualitas pelayanan, hingga pembentukan budaya kerja yang berintegritas merupakan bagian dari upaya membangun sistem pemasyarakatan yang lebih baik.


Di balik program budidaya lele dan peternakan ayam kampung, terdapat tujuan yang lebih besar daripada sekadar kegiatan produksi. Ada upaya menanamkan tanggung jawab, membuka peluang kemandirian, dan mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal ketika kembali menjalani kehidupan di luar rutan.


Begitu pula dengan pelayanan tanpa pungli dan penerapan penghargaan pegawai teladan. Keduanya menjadi bagian dari pembenahan institusi agar pembinaan berlangsung dalam lingkungan yang lebih tertib, profesional, dan manusiawi.


Pada akhirnya, masa pembinaan seharusnya menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri, bukan sekadar waktu yang harus dilewati. Setiap keterampilan yang dipelajari, nilai yang ditanamkan, dan kesempatan yang diberikan dapat menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik.


Melalui berbagai program tersebut, Rutan Kelas IIA Ambon berupaya memastikan bahwa ketika pintu rutan terbuka bagi warga binaan yang telah menyelesaikan masa pidananya, mereka tidak hanya kembali membawa pengalaman masa lalu, tetapi juga memiliki bekal untuk menata masa depan.


Sebab, di balik tembok pemasyarakatan, harapan tetap dapat tumbuh. Dari benih yang ditanam, ikan yang dibudidayakan, keterampilan yang diasah, hingga karakter yang diperkuat, setiap proses menjadi bagian dari upaya memberi kesempatan bagi warga binaan untuk kembali berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Za)

Selengkapnya

Kapolres SBB Kerahkan Polsek Salurkan Air Bersih, Warga yang Kesulitan Diminta Melapor

Oktober 28, 2026


SBB
, globaltimurnn.com - Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih di tengah kondisi kekeringan.


Melalui jajaran kepolisian sektor (Polsek), Polres SBB menyalurkan air bersih secara bertahap ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.


Kapolres SBB, AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., mengatakan bahwa penyaluran air bersih tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya Polres SBB memodifikasi empat kendaraan agar dapat digunakan untuk mendukung pemadaman kebakaran sekaligus mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.


Saat ditemui sejumlah awak media di Mapolres SBB, Kamis (29/10/2026), Refindo menjelaskan bahwa salah satu kegiatan penyaluran air bersih telah dilakukan oleh jajaran Polsek Waisarisa di wilayah Nuruwe.


Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.200 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat yang sedang membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


"Sebagai tindak lanjut dari upaya kita memodifikasi empat kendaraan tersebut untuk melakukan pemadaman api sekaligus dropping air bersih, kemarin Polsek Waisarisa melakukan dropping air bersih di Nurwe. Ada sebanyak 1.200 liter air bersih yang disalurkan kepada saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan air bersih," jelasnya.


Refindo menegaskan, penyaluran air bersih tidak hanya difokuskan pada satu wilayah.


Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat, Polres SBB akan mengatur pendistribusian secara bergantian berdasarkan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa maupun dusun.


Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, jajaran Polres SBB terus berkoordinasi dengan para Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah binaan masing-masing.


Para Bhabinkamtibmas selanjutnya berkoordinasi dengan perangkat pemerintahan di tingkat bawah, termasuk kepala dusun, guna mendata wilayah yang mengalami kesulitan air bersih sekaligus menyusun jadwal penyaluran.


"Iya, tentu. Jadi, setiap hari kita terus berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, dan Bhabinkamtibmas berkoordinasi hingga ke tingkat bawah dengan kepala dusun. Nantinya akan diatur jadwal untuk dusun atau desa mana saja yang membutuhkan air bersih. Tentu kita akan melakukan dropping air bersih secara bergantian," ungkap Refindo.


Ia juga membenarkan bahwa kegiatan penyaluran air bersih tersebut dilaksanakan melalui jajaran Polsek di wilayah hukum Polres SBB sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


Lebih lanjut, Kapolres mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar tidak ragu menyampaikan kondisi tersebut kepada petugas Bhabinkamtibmas maupun langsung kepada Kapolsek setempat.


Menurutnya, laporan masyarakat akan menjadi salah satu dasar bagi kepolisian untuk mengetahui wilayah yang membutuhkan bantuan sehingga penyaluran air bersih dapat dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.


"Apabila ada masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih, jangan sungkan untuk menyampaikan kepada Bhabinkamtibmas atau mungkin langsung kepada Kapolsek. Kita akan membantu mencarikan dan memenuhi kebutuhan air bersih bagi basudara di Seram Bagian Barat," tegasnya.


Terkait sumber air yang digunakan dalam kegiatan distribusi tersebut, Refindo menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah pihak yang memiliki sumber air untuk mendukung kelancaran penyaluran kepada masyarakat.


Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang mengalami keterbatasan akses air bersih sekaligus memperkuat kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Melalui koordinasi lintas wilayah dan pendataan kebutuhan warga, Polres SBB berupaya memastikan bantuan air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara bertahap dan merata. (Rdks) 

Selengkapnya

Kapolres SBB Ungkap Kasus Dugaan Persetubuhan Anak, Pria 58 Tahun Ditetapkan sebagai Tersangka

Oktober 28, 2026


SBB
, globaltimurnn.com - Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat (SBB) mengungkap kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak yang terjadi di Desa Seakasale, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.


Dalam perkara ini, seorang pria berinisial AS alias Alex (58) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres SBB.


Kapolres SBB, AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., menyampaikan perkembangan penanganan perkara tersebut dalam konferensi pers pada Kamis (29/10/2026), sekitar pukul 09.00 WIT.


Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres SBB didampingi Kaur Min Satreskrim Polres SBB Aipda Wildo Souisa dan Kasubsi Penmas Humas Polres SBB Ipda Asep Souisa.


Ia menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyidikan, termasuk pemeriksaan sejumlah saksi, alat bukti surat visum et repertum, serta barang bukti berupa pakaian yang digunakan korban saat kejadian.


“Berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang telah dikumpulkan, penyidik Satreskrim Polres SBB menetapkan AS alias Alex sebagai tersangka yang diduga melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak,” demikian keterangan Kapolres dalam konferensi pers tersebut.


Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul 00.00 WIT, di sebuah tanah lapang yang biasa digunakan untuk bermain sepak bola di Desa Seakasale, Kecamatan Taniwel Timur.


Saat itu, korban berinisial ML, yang masih berusia 14 tahun, sedang duduk sendirian di teras rumah milik seorang warga untuk menggunakan jaringan Wi-Fi.


Tidak lama kemudian, tersangka datang dan memanggil korban.


Tersangka kemudian membawa korban ke belakang salah satu rumah warga yang berjarak sekitar 10 meter dari tempat korban duduk sebelumnya.


Selanjutnya, tersangka meminta korban berjalan mengikutinya hingga tiba di tanah lapang.


Berdasarkan uraian perkara yang disampaikan kepolisian, tersangka kemudian membawa korban ke bawah pepohonan jati dan diduga melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak.


Setelah kejadian tersebut, tersangka diduga meminta korban agar tidak menceritakan peristiwa itu kepada siapa pun sebelum meninggalkan lokasi.


Uraian kronologi tersebut masih mengacu pada keterangan dalam penyidikan kepolisian, Untuk kepentingan perlindungan korban yang masih di bawah umur, detail kejadian tidak diuraikan secara vulgar.


Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban yang berusia 14 tahun serta dua orang saksi perempuan berinisial SI (48) dan YG (44).


Adapun barang bukti yang disebutkan dalam konferensi pers berupa satu setel kaus oblong lengan pendek berwarna oranye dan satu setel celana panjang berwarna oranye.


Selain itu, penyidik juga mengumpulkan keterangan saksi dan dokumen visum et repertum dari RS UDP sebagai bagian dari alat bukti dalam penanganan perkara tersebut.


Seluruh alat bukti tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan untuk memperjelas dugaan tindak pidana yang dilaporkan.


Dalam perkara ini, tersangka disangkakan melanggar Pasal 473 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sebagaimana disampaikan dalam konferensi pers.


Ketentuan tersebut mengatur pemberatan pidana terhadap tindak pidana tertentu apabila dilakukan terhadap anak.


Ancaman pidana yang disebutkan dalam ketentuan tersebut adalah penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun, disertai pidana denda sesuai kategori yang ditetapkan undang-undang.


Meski demikian, penetapan tersangka merupakan bagian dari proses hukum yang masih berjalan. Pembuktian atas dugaan tindak pidana tersebut selanjutnya dilakukan melalui mekanisme peradilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Kapolres SBB menjelaskan, penyidik akan melanjutkan proses penanganan perkara dengan melengkapi administrasi penyidikan guna menyelesaikan berkas perkara.


Setelah itu, penyidik akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk tahapan hukum selanjutnya.


Penanganan kasus ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memproses dugaan tindak pidana terhadap anak sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan identitas dan hak-hak korban. Tutup Kapolres (Rdks) 

Selengkapnya

Luar Biasa,,,Polsek Waisarissa Bantu Warga Terdampak, 1.200 Liter Air Bersih Disalurkan Ke Desa Nuruwe

Oktober 28, 2026



Nuruwe
, globaltimurnn.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau, Polsek Waisarissa menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Rabu (28/10/2026) pukul 16.00 WIT.


Kegiatan bakti sosial yang dipimpin Kapolsek Waisarissa, IPDA Steven Ette, S.H., tersebut menyasar warga di RT 05 dan RT 07 yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumur mengalami kekeringan.


Untuk memenuhi kebutuhan warga, personel Polsek Waisarissa mengambil air bersih dari sumber mata air di Desa Waihatu menggunakan kendaraan dinas double cabin Polres SBB, Air tersebut kemudian disalurkan langsung ke rumah warga dengan mengisi ember dan wadah penampungan milik masyarakat.


Sebanyak 1.200 liter air bersih disalurkan kepada enam kepala keluarga (KK) untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.



Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya warga yang sedang menghadapi kesulitan memperoleh kebutuhan dasar.


Melalui kegiatan ini, Polres SBB berharap kehadiran Polri dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara kepolisian dan warga dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.


Kegiatan penyaluran air bersih tersebut melibatkan Kapolsek Waisarissa IPDA Steven Ette, S.H., Ps. Kanit Provos AIPTU L. Reinamah, Ps. Kanit Binmas AIPTU A. Bakarbessy, Bhabinkamtibmas Desa Nuruwe AIPDA Rustamadji, Banit Samapta BRIPKA Y. Sulahoy, Bhabinkamtibmas Desa Waihatu BRIPKA D. Ibrahim, serta Banit Binmas BRIGPOL M. Saipul.

Polres Seram Bagian Barat berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan pelayanan kepolisian yang bermanfaat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Polri yang humanis, peduli, dan dekat dengan masyarakat. (Rdks) 



Selengkapnya

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kodaeral IX Teguhkan Jiwa Patriotik, Gigih, dan Berempati Pemuda untuk Indonesia

Oktober 28, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX meneguhkan komitmen untuk memperkuat nilai patriotisme, kegigihan, dan kepedulian sebagai landasan pengabdian prajurit dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah laut Maluku. Komitmen tersebut sejalan dengan semangat perjuangan generasi muda dalam membangun Indonesia yang maju dan berdaulat.


Komitmen itu tercermin dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Apel Mako Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku, Rabu (28/10/2026). 


Upacara dipimpin Inspektur Kodaeral IX, Kolonel Marinir Eko Priyo Handoyo mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H. Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti para pejabat utama, kepala satuan kerja, perwira menengah, prajurit, serta aparatur sipil negara Kodaeral IX.


Peringatan HSP tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia.” Tema tersebut menekankan pentingnya membangun generasi yang mencintai tanah air, pantang menyerah menghadapi tantangan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.


Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, yang dibacakan oleh inspektur upacara, ditegaskan bahwa kemajuan bangsa bertumpu pada kualitas manusia, kekuatan karakter, dan kepedulian sosial. 


Menurutnya, Patriotisme perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, sedangkan kegigihan harus disertai nurani dan tanggung jawab. Ia mengajak generasi muda untuk berani bermimpi, bekerja keras, serta menjadi pribadi yang tangguh tanpa kehilangan empati. Semangat kepemimpinan harus berjalan beriringan dengan kesediaan untuk melayani dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.


Nilai-nilai Sumpah Pemuda lanjutnya, tetap relevan di tengah perkembangan teknologi, dinamika pembangunan, dan ketidakpastian global. Karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia perlu disertai penguatan karakter, persatuan, dan semangat gotong royong agar kemajuan yang dicapai memberikan manfaat bagi masyarakat luas.


Bagi Kodaeral IX, momentum ini menjadi pengingat bahwa pelaksanaan tugas menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut Maluku membutuhkan prajurit yang profesional, tangguh, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Soliditas satuan dan sinergi dengan seluruh komponen bangsa juga menjadi bagian penting dalam mendukung stabilitas keamanan maritim.


Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kodaeral IX menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme prajurit, menjaga kesiapsiagaan operasional, dan mendukung terciptanya keamanan maritim yang kondusif. (Rdks) 

Selengkapnya

PKN Buka Pintu bagi Capres Alternatif, Siapkan Kendaraan Politik untuk Pemilu 2029

Oktober 28, 2026


JAKARTA
, globaltimurnn.com – Memasuki usia lima tahun, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) mulai memantapkan langkah menghadapi Pemilu 2029. Partai yang dideklarasikan pada 28 Oktober 2021 itu menawarkan diri sebagai kendaraan politik alternatif bagi tokoh bangsa yang ingin berkompetisi dalam kontestasi kepemimpinan nasional.


Ketua Umum PKN I Gede Pasek Suardika menegaskan, politik seharusnya tidak hanya menjadi arena bagi elite kekuasaan dan kelompok bermodal besar. Menurutnya, masyarakat biasa juga memiliki hak konstitusional yang sama untuk ikut menentukan arah pembangunan Indonesia.


“Saatnya orang biasa ikut menentukan arah republik ini,” menjadi pesan utama PKN dalam menatap perjalanan politik lima tahun ke depan.


Pasek mengatakan, PKN tengah mempersiapkan diri untuk kembali menjadi peserta Pemilu 2029 sekaligus membuka peluang bagi tokoh yang ingin maju sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden melalui partainya.


PKN, lanjut dia, mengusung nasionalisme kenusantaraan sebagai landasan perjuangan. Prinsip tersebut diterjemahkan melalui dorongan memperkuat otonomi daerah, mengembalikan hak keuangan daerah, memperbaiki pembagian dana bagi hasil, serta menolak sentralisasi kekuasaan yang dinilai berlebihan.


Selain menyiapkan strategi elektoral, PKN juga menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, mulai dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. PKN menilai kedua program tersebut perlu dievaluasi secara mendasar agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.


Terkait MBG, PKN mendukung pemenuhan gizi siswa, tetapi menolak skema pelaksanaan yang dinilai berisiko menimbulkan persoalan tata kelola. PKN mengusulkan pengelolaan berbasis sekolah dengan pengawasan pemerintah serta prioritas bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.


Di bidang politik, PKN juga mendorong pembenahan regulasi pemilu agar selaras dengan putusan Mahkamah Konstitusi dan menjamin persaingan yang adil bagi seluruh partai politik peserta pemilu.


Bagi Pasek, perjalanan lima tahun PKN bukan semata-mata tentang membangun kekuatan elektoral, melainkan memperluas akses masyarakat terhadap ruang pengabdian politik.


“PKN bersiap bukan menjadi partainya wong cilik, tetapi memang lahir, tumbuh, dan berkembang menjadi partainya orang-orang biasa yang punya niat ikut mengabdi dan berjuang memperbaiki negeri,” demikian arah perjuangan yang ditegaskan Pasek.


Dengan Pemilu 2029 sebagai sasaran berikutnya, PKN berupaya membangun posisi sebagai alternatif di tengah persaingan politik nasional. Tantangannya adalah menerjemahkan gagasan tersebut menjadi kekuatan organisasi, dukungan publik, dan hasil elektoral yang nyata. (Rdks) 

Selengkapnya

Sambangi Warga Dusun Resetlemen Pulau Osi, Kapolres SBB Sampaikan Pesan Kamtibmas Ajak Warga Cegah Kenakalan Remaja

Oktober 28, 2026


SBB
, globaltimurnn.com – Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam mencegah kenakalan remaja dan tindak kriminalitas.


Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan **Duduk Bacarita Kamtibmas (DBK)** bersama masyarakat Dusun Resetlemen Pulau Osi, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, Rabu (28/10/2026), pukul 17.00 WIT, bertempat di kediaman Sekretaris Dusun Resetlemen, Sandri Agung Said.


Dalam pertemuan tersebut, Kapolres mengimbau masyarakat agar mengedepankan sikap menahan diri dalam menyikapi setiap persoalan sehingga tidak menimbulkan masalah baru. Ia juga menegaskan bahwa pencegahan kenakalan remaja merupakan tanggung jawab bersama, terutama orang tua, pemerintah dusun, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan.


Kapolres mengingatkan masyarakat agar dapat membedakan kenakalan remaja dengan tindakan yang mengarah pada tindak pidana. Apabila terjadi dugaan tindak pidana, masyarakat dapat membuat laporan kepada Polres SBB untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum. Sementara itu, persoalan kenakalan remaja yang memungkinkan untuk dibina dapat diselesaikan melalui mediasi dengan melibatkan pemerintah dusun, Satgas, dan Bhabinkamtibmas, dengan tetap memperhatikan ketentuan perlindungan anak.

Kapolres juga meminta Kapolsek Piru bersama Bhabinkamtibmas Desa Eti meningkatkan sosialisasi mengenai hukum terkait anak yang berhadapan dengan hukum serta terus mendampingi Satgas dalam menjaga situasi kamtibmas di Dusun Resetlemen.


Sementara itu, Sekretaris Dusun Resetlemen, Sandri Agung Said, berharap kepolisian dapat memberikan pendampingan dan kejelasan landasan hukum bagi Satgas yang telah dibentuk. Ia juga meminta dukungan kepolisian dalam mengawasi kegiatan belajar anak-anak pada malam hari serta menangani tindak pidana, seperti pencurian, sesuai prosedur hukum yang berlaku.


Kegiatan ini menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah dusun, Satgas, tokoh masyarakat, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung pembinaan generasi muda.


Turut hadir Kabaglog Polres SBB AKP M. Jayadi, Kapolsek Piru AKP Hamsir Buton, Bhabinkamtibmas Desa Eti AIPDA D. Salenussa, Sekretaris Dusun Sandri Agung Said, Imam Dusun La Ode Manisinta, Ketua Satgas La Ode Pawan, Kepala Pemuda Lagunawan Kasuari, serta tokoh masyarakat La Asdar dan Rifail.


Melalui kegiatan Duduk Bacarita Kamtibmas, Polres SBB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian dan kerja sama dalam mencegah gangguan keamanan demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT