globaltimurnn.com

Senin, 27 April 2026

Aslog Dankodaeral IX Hadiri Pelantikan Pengurus Kadin Provinsi Maluku Periode 2025–2026

April 27, 2026

Foto : Aslog Dankodaeral IX Hadiri Pelantikan Pengurus Kadin Provinsi Maluku Periode 2025–2026

Ambon
, Globaltimurnn.com - Asisten Logistik (Aslog) Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX), Kolonel Laut (T) Hendi Kitris M mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. menghadiri Pelantikan dan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Maluku periode 2025-2026, Senin (27/4/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku tersebut, menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku. 


Pelantikan pengurus Kadin Provinsi Maluku periode 2025-2026 diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang solid dan inovatif dalam mengembangkan sektor usaha serta meningkatkan daya saing daerah.


Kehadiran Aslog Dankodaeral IX dalam acara tersebut menjadi bentuk dukungan TNI Angkatan Laut terhadap upaya pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam menciptakan stabilitas wilayah maritim yang kondusif bagi aktivitas perdagangan dan investasi.


Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, diawali dengan prosesi pelantikan pengurus Kadin, dilanjutkan dengan Rapimprov yang membahas berbagai program strategis ke depan. 


Kehadiran berbagai unsur Forkopimda dan stakeholder terkait turut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan perekonomian Maluku. 


Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Ketua Kadin Indonesia, Forkopimda Maluku, Kepala Daerah Tk II seluruh Maluku dan Seluruh Pengurus Kadin Maluku yang baru. (Rdks) 

Selengkapnya

AKBP (Purn) Ir. Untung Sangadji. MH, Tokoh Multitalenta, Berjiwa Inovasi, Penuh Brilian

April 27, 2026

Foto : AKBP (Purn) Ir. Untung Sangadji. MH, Tokoh Multitalenta, Berjiwa Inovasi, Penuh Brilian

Ambon
, Globaltimurnn.com - AKBP (Purn) Ir. Untung Sangadji, M.H., Seorang perwira yang tak hanya cakap menjaga keamanan, tetapi juga bumi, seorang tokoh dengan jiwa inovasi yang brilian.


Saat bertugas di Merauke, di tengah tantangan lahan dengan penuh air ekstrem terlalu asam untuk kehidupan ikan, Untung tidak menyerah. 


Dengan teknologi buatan sendiri yang sederhana, beliau menemukan formula cerdas, menetralkan air tanpa bahan kimia mahal. 


Hasilnya? Lahan yang tadinya mati berubah menjadi tambak produktif dengan pertumbuhan ikan yang melesat.


Inovasi sederhana namun revolusioner ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan. 


Dari tangan seorang aparat, lahir solusi yang mengangkat perekonomian warga, Untung Sangadji tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga pahlawan lokal yang namanya harum karena keberpihakan pada alam dan rakyat.


Siap kembali ke bumi Pertiwi Saka Mese Nusa, Seram Bagian Barat, hal yang sama akan di lakukan di Seram Bagian Barat. 


Untung kini jadi harapan masa depan masyarakat SBB, guna mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, dan solusi menciptakan lapangan pekerjaan. (V374) 

Selengkapnya

Gubernur Maluku Tekankan Peran Strategis KADIN dalam Mendorong Investasi dan UMKM

April 27, 2026

Foto : Gubernur Maluku Tekankan Peran Strategis KADIN dalam Mendorong Investasi dan UMKM

Ambon
, Globaltimurnn.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan pentingnya peran Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) demi kebangkitan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara Pelantikan dan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Maluku periode 2025–2030 dengan Tema Tema "Peningkatan Peran Kadin Dalam Pengembangan Investasi dan Pemberdayaan UMKM Menuju Kebangkitan Ekonomi" yang berlangsung di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku. Senin (27/04/2026)


Dalam kesempatan tersebut, Lewerissa menyampaikan bahwa Maluku memiliki potensi besar di berbagai sektor unggulan seperti kelautan, perikanan, pariwisata, dan energi yang perlu dioptimalkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.


“Maluku memiliki potensi sumber daya yang sangat besar. Namun potensi ini harus didukung dengan penguatan investasi dan pemberdayaan UMKM agar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” Ucapnya


Lewerissa juga menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian yang memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja, sehingga perlu mendapat perhatian serius dalam hal pembinaan dan peningkatan kapasitas.


“Sebagian besar pelaku usaha di Indonesia berasal dari sektor UMKM. Oleh karena itu, KADIN harus mampu menjadi motor penggerak dalam membantu UMKM naik kelas dan memiliki daya saing,” ucapnya.


Lebih lanjut, Lewerissa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan inklusif, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat lokal dan keberlanjutan lingkungan.


“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi investor, namun investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya


Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, Pemerintah Provinsi Maluku juga tengah mendorong pengembangan berbagai proyek strategis, termasuk pembangunan kawasan pelabuhan terpadu untuk memperkuat konektivitas antar pulau.


“Sebagai daerah kepulauan, Maluku membutuhkan infrastruktur logistik yang kuat. Pengembangan pelabuhan terpadu akan menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi distribusi dan daya saing daerah,” jelasnya.


Lewerissa mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.


“Jika daerah lain bisa maju, maka Maluku juga pasti bisa. Kuncinya adalah kerja sama, kerja keras, dan komitmen bersama untuk melihat peluang di tengah tantangan,” ucapnya


Di akhir sambutannya, Lewerissa mengucapkan selamat kepada pengurus Kadin Maluku yang baru dilantik dan berharap organisasi tersebut dapat menjalankan perannya secara maksimal dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.


“Saya berharap KADIN Maluku dapat menjadi jembatan yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha serta menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ucapnya


Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan plakat dari Pemerintah Provinsi Maluku kepada Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kontribusi Kadin Pusat dalam mendorong pengembangan investasi dan pertumbuhan ekonomi di daerah, khususnya di Provinsi Maluku. 


Hadir dalam acara tersebut, Anggota DPD RI, Ketua Kadin Indonesia Beserta jajaran, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Perwakilan Forkopimda Provinsi Maluku, Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Kepala Kanwil Agama Maluku, Wakil Walikota Ambon, Ketua HIPMI Maluku, Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Kapolresta Ambon Pimpin Sertijab dan Pelantikan Sejumlah Kapolsek Jajaran Polresta Ambon, Perkuat Kinerja di Wilayah Hukum

April 27, 2026

Foto : Kapolresta Ambon Pimpin Sertijab dan Pelantikan Sejumlah Kapolsek Jajaran Polresta Ambon, Perkuat Kinerja di Wilayah Hukum

Ambon
, Globaltimurnn.com – Kepolisian Resor Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease melaksanakan upacara serah terima jabatan (sertijab) dan pelantikan Kapolsek jajaran, bertempat di Aula Prima Polresta Ambon, Senin (27/4/2026).


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolresta Ambon Kombes Pol Dr. Yoga Putra Prima Setya dan diikuti oleh jajaran pejabat utama serta personel Polresta Ambon.


Dalam kegiatan tersebut, dilakukan sertijab pada beberapa jabatan Kapolsek, di antaranya:


Untuk jabatan Kapolsek Leihitu, sebelumnya dijabat oleh IPTU Muhammad Irwan Nismon Siifu, yang selanjutnya mendapat penugasan baru sebagai PS Kasat Binmas Polres Seram Bagian Barat. Jabatan tersebut kini diserahterimakan kepada IPTU La Ode Muhammad Yusdiman, S.H., yang sebelumnya menjabat sebagai PS Kasatresnarkoba Polres Kepulauan Aru.


Sementara itu, untuk jabatan Kapolsek Leitimur Selatan, sebelumnya dijabat oleh IPTU Budy Junaedi Ningkeula yang kini dimutasi sebagai Pama Polresta Ambon. Jabatan Kapolsek Leitimur Selatan kini dijabat oleh IPTU Hamid Oli, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolsek Salahutu Polresta Ambon.


Selain sertijab, juga dilaksanakan pelantikan sejumlah Kapolsek baru di jajaran Polresta Ambon.


Untuk jabatan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS), pejabat yang dilantik adalah IPTU Giovani Babtista Montini Toffy, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Wetar Polres Maluku Barat Daya.


Kemudian, jabatan Kapolsek Sirimau diisi oleh IPTU Bastian Tuhuteru, S.Pd., yang sebelumnya menjabat sebagai PS Kapolsek Leksula Polres Buru.


Selanjutnya, jabatan Kapolsek Baguala dijabat oleh IPTU Esterlina Titihereu, A.Md., yang sebelumnya bertugas sebagai Pamin 1 Urkeu Subbagrenmin Ditintelkam Polda Maluku.


Dalam amanatnya, Kapolresta Ambon menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka pembinaan karier serta peningkatan kinerja.


Kapolresta juga menekankan kepada pejabat yang baru dilantik agar segera beradaptasi, memahami karakter wilayah, serta mampu menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.


“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga integritas, dan tingkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Kapolresta.


Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat, serta diakhiri dengan foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan soliditas antar personel.


Dengan adanya rotasi jabatan ini, diharapkan kinerja Polresta Ambon semakin optimal dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. (Rdks) 

Selengkapnya

Perkuat Keamanan Perairan Timur, Pesawat CN235-220 MPA TNI AL Kembali Mendarat di Ambon

April 27, 2026

Foto : Perkuat Keamanan Perairan Timur, Pesawat CN235-220 MPA TNI AL Kembali Mendarat di Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com - Pesawat Udara (Pesud) P-8301 jenis CN235-220 _Maritime Patrol Aircraft_(MPA) milik TNI Angkatan Laut berhasil mendarat dengan aman di Bandara Pattimura Ambon, Maluku pada Senin (27/4/2026).


Kedatangan pesawat tersebut dalam rangka pelaksanaan Operasi Siaga Pengamanan Perairan Laut (Ops. Siaga Purla) “Tameng Papua-26” Tahap II, yang merupakan bagian dari upaya TNI AL dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan timur.


Pesud P-8301 yang diawaki oleh Pilot Mayor Laut (P) Wisnu Akbar ini akan melaksanakan serangkaian misi patroli maritim guna memantau aktivitas di laut serta mendukung operasi pengamanan wilayah.


Kehadiran pesawat intai maritim binaan Pusat Penerbangan TNl Angkatan Laut (Puspenerbal) ini, diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan serta respons cepat terhadap berbagai potensi ancaman di wilayah perairan strategis.


Operasi Tameng Papua-26 Tahap II sendiri merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga stabilitas keamanan laut, sekaligus memperkuat sinergi antar satuan dalam mendukung tugas pokok pertahanan negara di wilayah Papua dan sekitarnya.


Tampak hadir dalam kegiatan Merflug tersebut antara lain Asops Dankodaeral IX, Kadisinfolahta Kodaeral IX, Kadissyahal Kodaeral IX, Paban Komsos Ster, Kaur Pamfik Persdok Pomal, Paur Dalproga Sathantai dan Danton Merflug. (Rdks) 

Selengkapnya

Kasus Tanimbar Energi : Replik Dibacakan, Dalil Dibongkar, Dan Pembelaan Kehilangan Wajahnya

April 27, 2026

Foto : Kasus Tanimbar Energi : Replik Dibacakan, Dalil Dibongkar, Dan Pembelaan Kehilangan Wajahnya

Ambon
, Globaltimurnn.com - Pada hari ini, Senin, 27 April 2026, di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kembali memperlihatkan satu kenyataan yang tak terbantahkan : tidak semua pembelaan lahir dari kebenaran, sebagian hanya dibangun dari kepingan fakta yang dipilih, dipelintir, lalu disajikan seolah-olah utuh. 


Dalam agenda pembacaan replik atas pledoi Terdakwa Petrus Fatlolon, Penuntut Umum tidak sekadar menjawab, melainkan merobek lapisan-lapisan ilusi yang selama ini berusaha menutupi substansi perkara.


Dalil yang mencoba menggugat integritas proses penyidikan runtuh bahkan sebelum berdiri tegak. Di hadapan Majelis Hakim, saksi verbalisan dengan tegas menolak seluruh tudingan yang diarahkan kepadanya. Tidak ada penyimpangan, tidak ada tekanan, tidak ada rekayasa. Yang tersisa hanyalah narasi pembelaan yang kehilangan pijakan, berdiri di atas tuduhan yang tidak pernah mampu dibuktikan. 


Lebih ironis lagi, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dipersoalkan dalam pledoi justru diperkuat oleh para saksi dan ahli itu sendiri. Tanda tangan dan paraf yang mereka bubuhkan bukan sekedar formalitas, itu adalah penegasan bahwa setiap keterangan diberikan secara sadar dan bertanggung jawab. Namun dalam pledoi, fakta tersebut diperlakukan seolah tidak pernah ada. Sebuah pengingkaran yang bukan hanya berani, tetapi juga terang-terangan.


Pledoi yang diajukan tampak seperti potret yang sengaja dipotong, hanya menampilkan sisi yang menguntungkan, sambil menyembunyikan bagian yang justru paling menentukan. Keterangan saksi yang menguatkan pembuktian diabaikan. Pendapat ahli yang menjelaskan kerugian negara disisihkan. Alat bukti yang saling bersesuaian dipinggirkan. Seolah-olah kebenaran bisa dinegosiasikan dengan cara memilih mana yang ingin dilihat dan mana yang ingin dilupakan.


Penuntut Umum juga menyoroti bagaimana keberatan terhadap pembacaan keterangan saksi dan ahli dipaksakan menjadi isu, padahal hukum acara pidana telah secara jelas mengaturnya. Pasal demi pasal telah memberikan ruang, mekanisme, bahkan legitimasi terhadap hal tersebut. Namun tetap saja dipersoalkan, bukan karena tidak tahu, tetapi karena kehabisan cara untuk menggoyahkan pembuktian.


Tidak berhenti di sana, klaim bahwa seorang ahli mencabut keterangannya dalam BAP menjadi contoh lain bagaimana fakta dipelintir hingga kehilangan bentuk aslinya. Di persidangan, tidak pernah ada pencabutan. Yang ada justru konsistensi, bahkan penguatan. Tetapi dalam pledoi, realitas itu diubah menjadi seolah-olah terjadi kontradiksi. Sebuah distorsi yang terlalu jelas untuk diabaikan.


Puncak dari semua itu adalah dalil yang menyatakan bahwa Terdakwa tidak bersalah hanya karena tidak menandatangani Peraturan Daerah. Sebuah argumen yang bukan hanya dangkal, tetapi juga menyesatkan. Sejak awal, pembuktian tidak pernah bergantung pada formalitas tanda tangan. Yang diuji adalah peran, kewenangan, dan keterlibatan nyata. Dan fakta persidangan telah berbicara tanpa ragu : Terdakwa bukan sekadar mengetahui, ia menyetujui, mengarahkan, bahkan mengendalikan.


Dalam kapasitasnya sebagai Bupati sekaligus pemegang saham, Terdakwa terlibat dalam setiap tahapan penting: mulai dari perencanaan anggaran, persetujuan penyertaan modal, hingga pencairan dana yang tidak tertib. Bahkan, keputusan untuk mendirikan anak perusahaan tanpa analisis kelayakan, serta menyetujui kegiatan usaha yang menyimpang, menjadi bukti bahwa yang terjadi bukanlah kesalahan biasa, melainkan pilihan yang diambil dengan sadar. 


Fakta persidangan juga mengungkap sesuatu yang lebih dalam : adanya perintah yang diberikan langsung oleh Terdakwa, sebagaimana diakui oleh para saksi. Ini bukan lagi soal kelalaian, melainkan kendali. Bukan sekadar keterlibatan, melainkan dominasi.


Dalil mengenai disposisi yang diangkat dalam pledoi pun tidak lebih dari upaya mengalihkan perhatian. Ia tidak menyentuh inti perkara, tidak mempengaruhi pembuktian, dan tidak mampu menggoyahkan rangkaian fakta yang telah tersusun rapi di hadapan hukum.


Pada akhirnya, pledoi tersebut tidak berdiri sebagai pembelaan yang utuh, melainkan sebagai konstruksi yang rapuh, dibangun dari potongan fakta, ditopang oleh argumentasi yang lemah, dan dipertahankan dengan cara mengabaikan kenyataan. Sementara itu, Penuntut Umum telah menghadirkan pembuktian yang solid, konsisten, dan tidak terpisahkan satu sama lain.


Melalui replik ini, satu hal menjadi terang: kebenaran tidak bisa disembunyikan di balik retorika, dan hukum tidak akan tunduk pada narasi yang dibangun untuk menyesatkan. Fakta telah membuka dirinya, dan setiap upaya untuk menutupinya hanya akan memperjelas apa yang sebenarnya terjadi.


Oleh karena itu, Penuntut Umum memohon kepada Majelis Hakim untuk menolak seluruh dalil pembelaan dalam pledoi Terdakwa Petrus Fatlolon, Johanna Joice Julita Lololuan serta Karel Lusnarnera dan menjatuhkan putusan yang tidak hanya adil, tetapi juga tegas, sebagai pengingat bahwa setiap penyimpangan, sekecil apa pun upaya untuk menyamarkannya, pada akhirnya akan tetap terungkap di hadapan hukum. (Rdks) 

Selengkapnya

Perkuat Literasi Warga Binaan, Lapas Wahai Terima Monev Hibah Buku Dinas Perpustakaan Malteng

April 27, 2026

Foto : Perkuat Literasi Warga Binaan, Lapas Wahai Terima Monev Hibah Buku Dinas Perpustakaan Malteng

Wahai
, Globaltimurnn.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terima kunjungan Dinas Perpustakaan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) bantuan buku yang telah dihibahkan, Sabtu (25/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan literasi bagi Warga Binaan melalui pemanfaatan perpustakaan sebagai sarana pembinaan.


Dalam kunjungan tersebut, tim meninjau langsung Perpustakaan “Beranda Mesra” Lapas Wahai, mulai dari inventarisasi koleksi, kondisi fisik buku, hingga pemanfaatannya oleh Warga Binaan. Selain itu, dilakukan juga dialog terkait kebutuhan bahan bacaan yang lebih variatif dan sesuai dengan minat pembaca.


Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa keberadaan perpustakaan menjadi bagian penting dalam pembinaan kepribadian. “Perpustakaan kami hadirkan sebagai ruang belajar dan sarana transformasi karakter. Melalui literasi, Warga Binaan diharapkan mampu menambah wawasan serta membangun pola pikir yang lebih positif,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Dinas Perpustakaan Malteng, Risa Karmini, mengapresiasi komitmen Lapas Wahai dalam merawat dan memanfaatkan buku hibah.


“Kami melihat buku-buku yang diberikan terawat dengan baik dan tertata rapi. Kunjungan ini juga untuk memetakan kebutuhan koleksi agar literasi di dalam Lapas semakin berkembang dan relevan,” ungkapnya.


Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi Lapas Wahai, La Joi, menambahkan bahwa keberadaan buku sangat membantu proses pembinaan. “Warga Binaan cukup antusias, terutama terhadap buku motivasi dan keagamaan. Evaluasi ini juga membantu kami menentukan kebutuhan buku ke depan, termasuk perbaikan atau penambahan koleksi,” jelasnya.


Melalui kegiatan ini, Lapas Wahai bersama Dinas Perpustakaan Malteng sepakat untuk terus memperkuat sinergi dalam pengembangan literasi. Diharapkan, keberadaan perpustakaan dapat semakin optimal dalam mendukung peningkatan wawasan dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT