Ambon, Globaltimurnn.com – Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, Habib Rifqi Alhamid, S.Kom., M.Si., bersama Cinta Quran Foundation menghadirkan program “Indonesia Bisa Baca Quran” (IBBQ) di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah.
Program yang akan berlangsung pada 15 hingga 18 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati momentum kemerdekaan Indonesia, dengan menghadirkan Ustadz Fatih Karim sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran dan dakwah Al-Qur’an di Maluku.
Program IBBQ merupakan hasil kerja sama Yayasan Cinta Al-Quran Ambon dengan Cinta Quran Foundation. Kehadiran program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk belajar membaca Al-Qur’an mulai dari tingkat dasar hingga mampu membaca dengan lebih lancar.
Habib Rifqi menjelaskan, program tersebut dirancang dengan "metode khusus" yang memungkinkan peserta yang sebelumnya belum mampu membaca Al-Qur’an, maupun yang masih terbata-bata, untuk belajar secara lebih mudah dan sistematis.
“Program ini mengajarkan orang yang belum bisa membaca Al-Qur’an dari nol, maupun yang masih terbata-bata, agar bisa membaca dengan lebih lancar. Ada metode khusus yang digunakan dalam program ini,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar program belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga bagian dari upaya membangun generasi muda yang lebih dekat dengan agama, mencintai Al-Qur’an dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Habib Rifqi mengatakan, momentum HUT RI ke-81 harus dimaknai lebih luas. Kemerdekaan tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan, kemiskinan maupun berbagai bentuk keterbelakangan, tetapi juga terbebas dari ketidakmampuan membaca Al-Qur’an.
Tidak ada kata tidak bisa. Bagi mereka yang belum bisa membaca Al-Qur’an, kita ingin memberikan kesempatan untuk belajar. Karena menurut kami, makna kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya merdeka dari penjajahan atau kemiskinan, tetapi juga merdeka dari buta aksara Al-Qur’an, tegasnya.
Untuk memperluas manfaat program tersebut, kegiatan IBBQ akan menyasar sejumlah lokasi di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah. Beberapa lokasi yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan antara lain Batu Merah, Tulehu, serta sejumlah titik lainnya.
Bahkan, sebelum kedatangan Ustadz Fatih Karim ke Ambon, kegiatan pembelajaran Al-Qur’an telah mulai dilakukan. Salah satunya menyasar prajurit Yonif 733/Masariku, dengan jumlah peserta sekitar 200 prajurit yang belum mampu membaca Al-Qur’an.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen penyelenggara agar program tidak hanya berlangsung dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat dan kelompok yang membutuhkan.
Tidak Hanya Belajar Al-Qur’an, Ada Gerakan Kemanusiaan
Selain program pembelajaran Al-Qur’an, rangkaian kegiatan menyambut HUT RI ke-81 tersebut juga diisi dengan aksi sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.
Salah satunya melalui program Jumat Berkah, berupa pembagian makanan kepada masyarakat dan santri. Sebanyak 100 paket makanan dibagikan di salah satu pesantren yang menjadi lokasi kegiatan, sementara paket lainnya juga disalurkan kepada masyarakat.
Menurut Habib Rifqi, berbagi makanan kepada orang yang membutuhkan merupakan salah satu bentuk amal yang memiliki nilai besar. Karena itu, kegiatan sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian program IBBQ.
Tidak berhenti sampai di situ, Habib Rifqi bersama Cinta Quran Foundation juga menyiapkan 500 paket sembako yang akan disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah.
Paket bantuan tersebut masing-masing akan disalurkan sebanyak 100 paket di Wahong, Batu Merah, Hitu Mesing, Liang, dan Tulehu.
“Selain program Al-Qur’an, kami juga membawa semangat kemanusiaan. Ada pembagian 500 paket sembako yang akan disalurkan kepada masyarakat di beberapa wilayah,” jelasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan IBBQ di Maluku dijadwalkan berlangsung hingga 18 Agustus 2026. Setelah seluruh agenda selesai, Ustadz Fatih Karim dijadwalkan kembali ke Jakarta pada tanggal tersebut.
Habib Rifqi berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari semangat kemerdekaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kemerdekaan seharusnya tidak hanya dirayakan melalui upacara dan kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui gerakan yang meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, memperkuat pendidikan agama, serta menumbuhkan kepedulian sosial.
Melalui program Indonesia Bisa Baca Quran, ia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memiliki kesempatan untuk belajar Al-Qur’an.
“Harapannya, semakin banyak generasi muda yang hebat, mencintai agama, mencintai Al-Qur’an dan juga memiliki kepedulian kepada sesama,” pungkasnya.(Za)




















