globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Jumat, 25 September 2026

Fredikson Salawangi: Panitia Natal Nasional GMKI 2026 Siap Bekerja dan Berkolaborasi

September 25, 2026


TOBELO
, Globaltimurnn.com — Ketua GMKI Cabang Tobelo, Fredikson Salawangi, S.IP., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus Pusat GMKI atas kepercayaan yang diberikan kepada BPC GMKI Wilayah XV untuk menjadi pelaksana penyelenggaraan Natal Nasional GMKI Tahun 2026.


Pernyataan tersebut disampaikan Fredikson saat memberikan ucapan selamat datang dalam kegiatan Pelantikan Panitia Natal Nasional GMKI Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Hotel Marahai Park Tobelo, Desa Wosia, Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (26/9/2026).


Fredikson menjelaskan, rangkaian kegiatan Natal Nasional GMKI 2026 direncanakan dilaksanakan di beberapa lokasi, di antaranya Kabupaten Pulau Morotai, Jailolo Halmahera Barat dan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara.


Menurutnya, setelah panitia resmi dilantik, seluruh unsur panitia bersama BPC GMKI di Wilayah XV diharapkan dapat membangun kerja sama dan koordinasi yang baik.


“Kerja sama dan kekompakan yang solid sangat dibutuhkan agar seluruh rangkaian kegiatan Natal Nasional ini dapat terlaksana dengan sukses dan berjalan dengan lancar,” ujar Fredikson yang akrab disapa "Sole."


Fredikson juga menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan Pengurus Pusat GMKI merupakan sebuah tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan dengan penuh komitmen.


Karena itu, Fredikson mengajak seluruh panitia dan kader GMKI di Wilayah XV untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi serta berkontribusi sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam mempersiapkan seluruh rangkaian Natal Nasional GMKI 2026.


Kegiatan pelantikan tersebut turut dihadiri Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., Sekda Halut Drs. E.J. Papinya, M.TP., Ketua Sinode GMIH Pdt. Dr. Demianus Ice, S.H., M.Th., KBO Intelkam Polres Halut Ipda Iwan Hady, S.H., para pimpinan OPD, Pengurus Pusat GMKI Sekretaris Umum dan Wakil Sekretaris Umum, Koordinator Wilayah XV GMKI Maluku Utara, pengurus GMKI Cabang Tobelo serta tamu undangan lainnya. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Panitia Natal Nasional GMKI 2026 Resmi Dilantik di Halmahera Utara

September 25, 2026


TOBELO
, Globaltimurnn.com — Panitia Natal Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tahun 2026 resmi dilantik dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Marahai Park Tobelo, Desa Wosia, Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (26/9/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., Sekda Halut Drs. E.J. Papinya, M.TP., Ketua Sinode GMIH Pdt. Dr. Demianus Ice, S.H., M.Th., KBO Intelkam Polres Halut Ipda Iwan Hady, S.H., para pimpinan OPD, Pengurus Pusat GMKI, Konsultasi Wilayah XV GMKI Maluku Utara, BPC GMKI Halmahera Utara, perwakilan GMKI Maluku Utara serta tamu undangan lainnya. 


Ketua Cabang GMKI Halmahera Utara, Fredikson Salawangi, S.IP., dalam ucapan selamat datang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus Pusat GMKI atas kepercayaan kepada BPC Wilayah XV sebagai pelaksana penyelenggaraan Natal Nasional GMKI.


Ia menyampaikan bahwa rangkaian Natal Nasional GMKI 2026 direncanakan berlangsung di beberapa lokasi, termasuk Kabupaten Pulau Morotai,  Jailolo dan Tobelo. Karena itu, diperlukan kerja sama dan kekompakan seluruh panitia serta BPC GMKI di Wilayah XV agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.


Sementara itu, Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat GMKI atas kepercayaan menjadikan Halmahera Utara sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan Natal Nasional GMKI 2026.


Bupati juga mengungkapkan bahwa GMKI bukanlah organisasi yang asing baginya. Ia menyampaikan telah aktif sebagai kader GMKI sejak tahun 1982 di Cabang Makassar dan nilai-nilai organisasi tersebut terus dipegang hingga saat ini.


Menurutnya, proses pembinaan di GMKI turut membentuk kapasitas, keberanian, ketangguhan dan kepemimpinan dalam dirinya. Karena itu, nilai “Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, dan Tinggi Pengabdian” diharapkan terus menjadi landasan bagi setiap kader dalam berpikir, bersikap dan bertindak.


Bupati juga mengajak seluruh kader GMKI untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah berbagai dinamika dan perbedaan dengan menjunjung semangat “Ut Omnes Unum Sint” atau agar semuanya menjadi satu.


Selain itu, kader GMKI diharapkan mampu menjadi teladan, memiliki daya kritis yang konstruktif terhadap berbagai fenomena sosial serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.


Sebagai Bupati sekaligus kader senior GMKI, Piet Hein Babua menegaskan komitmennya untuk mengerahkan potensi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara guna menyukseskan penyelenggaraan Natal Nasional GMKI Tahun 2026.


“Mari kita saling bekerja sama, berkoordinasi dengan baik, dan menjaga kepercayaan yang telah diamanatkan ini,” ujarnya. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Jejak yang Tak Pernah Hilang: Menyusuri Tanah Leluhur Dr. Johannes Leimena

September 25, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Langkah kaki menyusuri tanah Negeri Ema, Kota Ambon, pada Jumat (25/9/2026), menjadi bagian dari perjalanan untuk kembali mengenang sosok dan perjuangan Dr. Johannes Leimena, Pahlawan Nasional asal Maluku. 


Melalui kegiatan Wisata Sejarah Napak Tilas Kepahlawanan Dr. Johannes Leimena, peserta tidak sekadar diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah, tetapi juga diajak mengenal lebih dekat jejak perjuangan, nilai pengabdian, serta warisan luhur yang ditinggalkan salah satu putra terbaik Maluku tersebut.


Kegiatan yang mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan diselenggarakan bersama Komunitas Timur Menulis itu mengambil sejumlah lokasi yang berkaitan dengan perjalanan hidup Dr. Johannes Leimena, termasuk Negeri Ema yang menjadi tanah kelahiran dan bagian penting dari akar sejarah sang pahlawan. 


Di tempat tersebut, perjalanan sejarah dipertemukan dengan kehidupan masyarakat dan generasi muda, sehingga kisah tentang Leimena tidak hanya hadir melalui tulisan atau cerita, tetapi dapat dirasakan secara langsung melalui jejak tanah leluhurnya.


Bagi peserta, napak tilas tersebut menjadi pengalaman untuk memahami bahwa sejarah bukan sekadar rangkaian nama dan peristiwa yang tersimpan di dalam buku. Setiap tempat memiliki cerita, setiap jejak menyimpan kenangan, dan setiap warisan sejarah memiliki nilai yang perlu dijaga. 


Karena itu, perjalanan ini sekaligus menjadi ruang untuk menanamkan nilai cinta tanah air, persatuan, pengabdian, dan keadilan yang menjadi bagian dari semangat perjuangan Dr. Johannes Leimena.


Dr. Johannes Leimena bukan hanya dikenal sebagai tokoh dalam perjalanan sejarah Indonesia, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Maluku dan anak bangsa dari kawasan Timur Indonesia. Pengabdiannya menjadi bagian dari perjalanan bangsa dalam membangun persatuan di tengah keberagaman Nusantara. 


Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diajak melihat bahwa perjuangan seorang tokoh tidak berhenti ketika ia meninggalkan dunia, tetapi dapat terus hidup selama nilai-nilai perjuangannya dikenang dan diteruskan.


Ketua Komunitas Timur Menulis, Soleman Pelu, mengatakan dukungan Kementerian Kebudayaan RI menjadi bagian penting dalam mewujudkan kegiatan pelestarian sejarah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini juga tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan masyarakat, tokoh agama, para dewan guru, serta peserta didik di Negeri Ema.


“Kami berterima kasih kepada Kementerian Kebudayaan RI atas dukungan yang memungkinkan kegiatan pelestarian sejarah ini terwujud. Bersama Komunitas Timur Menulis, Bapa Pendeta, para dewan guru, PAUD, SD dan SMP 18 Negeri Ema, kami ingin sejarah tidak hanya tertulis di buku, tetapi dihayati, dirasakan, dan diwariskan,” ujar Soleman Pelu.


Kehadiran peserta di Negeri Ema juga mendapat sambutan hangat dari Ibu Raja Negeri Ema, Janse Tresia Leimena, bersama masyarakat setempat. Sambutan tersebut menjadi bagian dari semangat bersama untuk menjaga warisan sejarah dan budaya yang melekat pada tanah leluhur Dr. Johannes Leimena.


Bagi masyarakat Negeri Ema, menjaga ingatan tentang Leimena bukan hanya tentang mengenang seorang tokoh, tetapi juga merawat cerita, nilai, dan identitas yang diwariskan kepada generasi berikutnya. 


Karena itu, kegiatan wisata sejarah tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan yang berkelanjutan dan membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal sejarah daerahnya sendiri.


Diharapkan, wisata sejarah ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan agar nama dan semangat Dr. Johannes Leimena terus hidup di hati generasi penerus, dan kekayaan budaya serta sejarah Maluku semakin dikenal, dicintai, dan dijaga bersama, ungkap Janse Tresia Leimena.


Menariknya, perjalanan napak tilas tersebut tidak berhenti setelah peserta menyusuri jejak sejarah sang pahlawan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui pementasan atau Panggung Bebas Napak Tilas dengan tema Semesta Raya Sastra 1.0. Panggung ini menjadi ruang bagi peserta dan komunitas untuk menerjemahkan pengalaman sejarah yang mereka dapatkan selama perjalanan ke dalam bentuk ekspresi seni dan sastra.


Melalui panggung tersebut, kisah masa lalu kemudian dipertemukan dengan kreativitas generasi masa kini. Sejarah yang sebelumnya hadir melalui jejak tempat dan cerita masyarakat kembali dihidupkan melalui kata, sastra, pertunjukan, dan ekspresi kebudayaan. 


Dengan demikian, napak tilas tidak hanya menjadi perjalanan untuk melihat kembali masa lalu, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun hubungan antara sejarah, pendidikan, kebudayaan, dan kreativitas anak muda.


Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian sejarah dapat dilakukan dengan banyak cara. Tidak hanya melalui buku, museum, atau situs sejarah, tetapi juga melalui perjalanan langsung, keterlibatan masyarakat, pendidikan, sastra, dan seni. Ketika generasi muda diberikan kesempatan untuk datang, melihat, mendengar, merasakan, dan kemudian menceritakan kembali sejarah, ingatan tentang para pendahulu akan memiliki ruang untuk terus hidup.


Dari Negeri Ema, tanah yang menyimpan bagian dari perjalanan Dr. Johannes Leimena, pesan kepahlawanan kembali disampaikan kepada generasi hari ini. Menginjak tanah leluhur bukan hanya tentang menelusuri masa lalu, tetapi juga tentang memahami nilai yang diwariskan dan menjadikannya sebagai bekal untuk menatap masa depan.


Melalui dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, kolaborasi Komunitas Timur Menulis, serta keterlibatan masyarakat, tokoh agama, tenaga pendidik, dan peserta didik Negeri Ema, Wisata Sejarah Napak Tilas Kepahlawanan Dr. Johannes Leimena diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan sejarah sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya dan sejarah Maluku.


Sebab, seorang pahlawan akan terus hidup bukan hanya karena namanya tertulis dalam sejarah, tetapi karena semangat dan nilai perjuangannya terus dikenang, diceritakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Za)

Selengkapnya

Dankodaeral IX dan Uskup Amboina Resmikan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga di Kesatrian TNl AL Tawiri

September 25, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., bersama Uskup Amboina, Mgr. Seno Ngutra, meresmikan dan memberkati Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga di Kesatrian TNl AL Tawiri Kodaeral IX, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Jumat (25/9/2026).


Peresmian rumah ibadah tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar Kodaeral IX, khususnya umat Katolik, sekaligus menegaskan komitmen TNI AL dalam mendukung pembinaan kehidupan rohani prajurit dan keluarga. 


Kehadiran gereja ini juga diharapkan semakin memperkuat semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di lingkungan TNI AL dan masyarakat.


Dalam sambutannya, Dankodaeral IX menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peresmian dan pemberkatan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga. Menurutnya, rumah ibadah tidak hanya memiliki fungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga menjadi pusat pembinaan iman dan pembentukan karakter umat.


“Gereja ini bukan sekadar bangunan batu dan semen, melainkan rumah doa, tempat pertemuan umat dengan Tuhan, serta lambang persekutuan iman yang hidup,” ujar Dankodaeral IX.


Ia menambahkan, penggunaan nama Santo Aloysius Gonzaga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh umat untuk meneladani nilai-nilai kerendahan hati, ketulusan, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama.


“Gereja di lingkungan TNI Angkatan Laut ini memiliki makna penting dalam memperkuat kerohanian prajurit, menumbuhkan kerukunan, serta mempererat persaudaraan antarumat beragama. Mari kita jaga kebersamaan dan jadikan tempat ibadah ini sebagai sumber kedamaian bagi semua,” tegasnya.


Sementara itu, Uskup Amboina, Mgr. Seno Ngutra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dankodaeral IX serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya pembangunan gereja tersebut.


Ia menjelaskan, pembangunan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga telah melalui proses yang panjang dan merupakan kelanjutan dari rintisan para pimpinan Kodaeral sebelumnya. Karena itu, peresmian gereja tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pembinaan kehidupan iman umat Katolik di lingkungan Kodaeral IX.


Mgr. Seno Ngutra juga mengajak seluruh umat untuk terus memelihara semangat persaudaraan dan saling menghormati di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun kehidupan yang harmonis, saling menghargai, dan penuh kasih.


Apresiasi serupa disampaikan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Maluku, Dominggus Nicodemus Kaya.


Gubernur Maluku menilai peresmian dan pemberkatan gereja tersebut memiliki makna penting bagi kehidupan rohani keluarga besar Kodaeral IX maupun masyarakat di sekitarnya. 


Kehadiran rumah ibadah diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk membangun dan memperkokoh iman, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan kasih, memperkuat pelayanan, serta menghadirkan kedamaian, pengharapan, dan persaudaraan.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi peresmian dan pemberkatan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.


Dengan hadirnya rumah ibadah tersebut, pembinaan mental dan spiritual prajurit serta keluarga besar Kodaeral IX diharapkan semakin kuat. Pada saat yang sama, gereja ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam merawat toleransi, memperkokoh persaudaraan, dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Maluku.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Komandan Kodaeral IX Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, Danlanud Pattimura, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, perwakilan unsur Forkopimda Maluku dan Kota Ambon, Asintel Danguspurla Koarmada III, para Pejabat Utama Kodaeral IX dan tamu undangan lainnya. (

Selengkapnya

Vanath Serahkan Dokumen RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 kepada Ketua DPRD Provinsi Maluku

September 25, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, menyerahkan Dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026 kepada Ketua DPRD Provinsi Maluku dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku, Jumat (25/9/2026).


Penyerahan dokumen tersebut dilakukan dalam rangkaian Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku terkait penandatanganan kesepakatan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (P-PPAS) APBD Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2026.


Dalam sambutannya, Vanath menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, khususnya Badan Anggaran, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang telah meluangkan waktu dan tenaga dalam pembahasan rancangan KUPA dan P-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 hingga mencapai kesepakatan.


“Atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, saya menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada segenap pimpinan dan anggota DPRD, terutama kepada Badan Anggaran yang telah meluangkan waktu dan tenaga dalam pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah, sehingga dapat disepakati dalam rapat paripurna pada hari ini,” ujar Vanath.


Ia menjelaskan, penyusunan KUPA dan P-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.


Menurut Vanath, kesepakatan antara pemerintah daerah dan DPRD tersebut menunjukkan terjaganya semangat kemitraan dan sinergitas antara eksekutif dan legislatif dalam proses penyelenggaraan pemerintahan, khususnya pengelolaan keuangan daerah.


“Penandatanganan kesepakatan ini sekaligus membuktikan bahwa semangat kemitraan, sinergitas antara eksekutif dan legislatif dapat terus terjaga dengan baik. Saya berharap kondisi ini menjadi salah satu modal utama untuk membangun Provinsi Maluku yang lebih maju,” katanya.


Lebih lanjut, Vanath berharap pembahasan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan secara optimal dan diarahkan pada pemenuhan kepentingan masyarakat serta mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Maluku.


“Saya berharap Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 yang akan dibahas bersama dapat berjalan dengan optimal, sehingga kepentingan masyarakat dapat terlayani serta penyelenggaraan pemerintahan dan kegiatan pembangunan di Provinsi Maluku dapat berjalan dengan baik,” tutur Vanath.


Mengakhiri sambutannya, Vanath mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kebersamaan dan menyatukan langkah dalam mendorong kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku.


“Saya mengajak kita semua untuk bergandeng tangan, menyatukan gerak dan langkah demi memajukan daerah ini untuk mensejahterakan masyarakat di Provinsi Maluku,” tandasnya.


Rapat Paripurna tersebut dihadiri Ketua, para Wakil Ketua dan anggota DPRD Provinsi Maluku, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku atau yang mewakili, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, staf ahli gubernur, para asisten Sekda, serta pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Wagub Maluku Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBD 2026

September 25, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku, Jumat (25/9/2026).


Dalam penyampaiannya, Vanath menjelaskan bahwa penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2026 mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, RPJMD Provinsi Maluku Tahun 2024–2029, Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (P-RKPD) Tahun 2026, serta hasil kesepakatan Pemerintah Provinsi Maluku dan DPRD terhadap Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026. Rangkaian pembahasan tersebut juga ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara DPRD Provinsi Maluku dengan Pemerintah Daerah terhadap KUA-PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2026.


“Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2026 mengacu pada ketentuan pengelolaan keuangan daerah, RPJMD Provinsi Maluku Tahun 2024–2029, Perubahan RKPD Tahun 2026, serta nota kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Maluku dengan DPRD Provinsi Maluku,” ujarnya.


Ia menyampaikan, pendapatan daerah yang semula ditetapkan sebesar Rp2,52 triliun pada perubahan anggaran direncanakan menjadi Rp2,50 triliun. Angka tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp712,86 miliar, pendapatan transfer Rp1,79 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp321,84 juta.


Sementara itu, belanja daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp3,89 triliun pada perubahan anggaran direncanakan menjadi Rp2,65 triliun. Komponen belanja tersebut meliputi belanja operasi sebesar Rp2,26 triliun, belanja modal Rp226,12 miliar, belanja tidak terduga Rp5 miliar, dan belanja transfer Rp155,63 miliar.


Untuk pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan yang semula dianggarkan sebesar Rp1,50 triliun pada perubahan anggaran direncanakan menjadi Rp284,61 miliar. Sedangkan pengeluaran pembiayaan tetap dianggarkan sebesar Rp136,67 miliar, yang diperuntukkan bagi pembayaran cicilan pokok utang PT SMI.


Vanath menegaskan, penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Perda Perubahan APBD 2026 merupakan bagian dari proses pembahasan bersama antara Pemerintah Provinsi Maluku dan DPRD untuk memastikan pengelolaan anggaran daerah berjalan sesuai ketentuan dan mendukung pelaksanaan program pembangunan.


“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati kita semua untuk terus berkarya dan mengabdi bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Maluku yang sama-sama kita cintai,” tandasnya.


Rapat paripurna tersebut dihadiri Ketua, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Maluku, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Maluku atau yang mewakili, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Kapolres SBB Hadiri Shalat Istisqa, Doakan Kemarau Panjang Segera Berakhir

September 25, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Menghadapi musim kemarau yang telah berlangsung cukup panjang, sekitar 500 masyarakat mengikuti Shalat Istisqa dan doa bersama di pelataran Masjid Nurul Fallah, Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai ikhtiar bersama untuk memohon ampunan, rahmat serta turunnya hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat.


Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A. mengatakan, Shalat Istisqa menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT sekaligus melakukan introspeksi diri di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.


“Ini merupakan ikhtiar kita bersama. Kita memohon kepada Allah SWT agar kemarau yang sudah cukup panjang ini segera berakhir dan diberikan hujan yang membawa manfaat serta keberkahan bagi seluruh masyarakat SBB,” ujar Kapolres.


Menurut Kapolres, kebersamaan masyarakat, tokoh agama dan pemerintah dalam kegiatan tersebut memberikan kesan positif karena menunjukkan kepedulian bersama terhadap kondisi yang sedang dihadapi. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.


“Pesan saya, Mari tetap bergandengan tangan dan saling menguatkan dalam menghadapi kondisi seperti ini serta senantiasa meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.


Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas. Setiap persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat diharapkan dapat diselesaikan dengan komunikasi dan musyawarah serta tidak mengambil tindakan sendiri.


“Apabila masyarakat menemukan gangguan Kamtibmas atau membutuhkan kehadiran polisi, silakan melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui Call Center 110. Mari kita bersama-sama menjaga Kabupaten Seram Bagian Barat tetap aman, damai dan kondusif,” tegasnya.


Shalat Istisqa dipimpin Ketua MUI Kabupaten SBB Abdul Rasul Narahaubun, S.Pd.I. selaku imam, sementara khotbah disampaikan H. Jafar Tuny, S.Ag. Kegiatan turut dihadiri Bupati SBB Ir. Asri Arman, S.T., Kapolres SBB, Plt. Kepala Kemenag SBB H. Amin, S.E., Ketua Baznas SBB S. Pattymurah, Kepala KUA Kairatu, Kepala Desa Waimital, Imam Masjid Nurul Fallah, Bhabinkamtibmas serta para tokoh agama dan masyarakat. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT