globaltimurnn.com
Deskripsi gambar



Kamis, 27 Agustus 2026

Gerard Wakano : Dampak Nyata Multiplier Effect Blok Masela Bagi Petani Nelayan Lokal

Agustus 27, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com - Proyek LNG Abadi Blok Masela bukan sekadar infrastruktur energi. 


Dengan nilai investasi mencapai US$ 20,95 miliar (sekitar Rp 352-390 triliun) dan proyeksi penerimaan negara langsung US$ 37,8 miliar, proyek ini adalah salah satu mesin ekonomi terbesar yang pernah masuk ke Indonesia Timur.  


Namun pertanyaannya, akankah uang sebesar itu berputar di Maluku, atau akan melesat kembali ke Jakarta dan luar negeri?Pemerintah memilih skema pengembangan onshore, kilang di darat menciptakan multiplier effect yang nyata bagi daerah. Ungkap Gerard Wakano kepada sejumlah awak media di ambon siang tadi, jumat 28/06/2026


Dikatalan-nya" Kilang di darat berarti lebih banyak interaksi dengan ekonomi lokal, lebih banyak kebutuhan logistik yang harus dipasok dari sekitar, dan lebih banyak tenaga kerja yang terserap.


Angka penyerapan tenaga kerja pun cukup seksi 12.000 tenaga kerja langsung  pada masa konstruksi, dengan efek berganda diperkirakan menciptakan lapangan kerja hingga 36.000 posisi di sektor pendukung. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahkan menegaskan, Rakyat adalah bagian terpenting dari aset negara ini. 


Tujuan pembangunan kita adalah bagaimana mendorong mereka bisa sejahtera.


Namun di sinilah letak tantangan sesungguhnya, 12.000 Perut, Siapa yang Mengisi? Bayangkan sebuah kota kecil dengan 12.000 penduduk baru yang harus makan setiap hari. 


Itulah realitas yang akan dihadapi Maluku saat konstruksi Blok Masela dimulai. 


Kebutuhan pangan per hari untuk 12.000 pekerja:

Komoditas Kebutuhan per Hari Nilai per Hari (Rp) Nilai 30 Hari (Rp)

Beras 6.000 kg 96.000.000 2.880.000.000

Daging ayam 1.200 kg 38.400.000 1.152.000.000

Daging sapi 600 kg 78.000.000 2.340.000.000

Ikan 900 kg 27.000.000 810.000.000

Sayuran (bayam, kangkung, kacang panjang, kol) 2.400 kg 54.000.000 1.620.000.000

Buah-buahan (pisang, nanas, semangka, jeruk, markisa) 5.400 kg 112.800.000 3.384.000.000

Lainnya (cabai, bawang, tahu, tempe) 1.560 kg 108.000.000 3.240.000.000

Total kebutuhan bahan baku pangan per hari: Rp 514.200.000

Total per bulan: Rp 15.426.000.000

Angka ini hanya untuk bahan baku mentah. Beber Wakano


Lebih lanjut Wakano saat ditemui di salah satu warkop oleh sejumlah awak media menambahkan" Yang dijelaskan Belum termasuk biaya pengolahan, tenaga kerja dapur, logistik, penyimpanan dingin, dan margin keuntungan, Jika kita tambahkan semua komponen operasional katering, nilai kontrak harian bisa mencapai Rp 700-800 juta per hari, atau Rp 21-24 miliar per bulan. Jelasnya


Pasalnya" Rp 24 miliar per bulan hanya untuk makanan. Dalam setahun, hampir Rp 300 miliar berputar di sektor pangan saja.


Pertanyaan selanjutnya, Uang sebesar itu akan membeli pangan dari mana? Maluku, dengan segala kekayaan laut dan tanahnya, seharusnya mampu memasok kebutuhan ini. 


Namun kenyataan pahitnya, rantai pasok pangan di daerah timur Indonesia sering kali belum terintegrasi dengan baik. 


Petani dan nelayan lokal seringkali lebih memilih menjual hasil panen mereka ke tengkulak dengan harga murah karena akses pasar yang terbatas, sementara proyek besar justru mendatangkan bahan pangan dari luar daerah, lebih mahal, namun lebih terjamin pasokannya karena sudah terstandardisasi. Terang Wakano


Wakano mengatakan" Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa telah menyatakan dengan tegas, Kami tidak mau hanya menjadi penonton. 


Maluku harus terlibat secara maksimal dalam setiap tahapan pengembangan, Dan di sinilah peran strategis PT Maluku Energi Abadi (MEA) menjadi krusial, sebagai integrator konten lokal yang menghubungkan permintaan proyek dengan pasokan daerah.


Sebagai BUMD Maluku, PT MEA memiliki posisi tawar Istimewa, mereka adalah pemilik Participating Interest (PI) 10% dan didorong untuk menjadi integrator konten lokal.


Apa artinya?

PT MEA berperan sebagai penghubung antara operator proyek (INPEX, Pertamina, Petronas) dan ekosistem ekonomi lokal, Mereka tidak hanya memasok kebutuhan pangan, tetapi juga mengorganisir, membina, dan memberdayakan petani, nelayan, dan UMKM Maluku agar mampu memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan proyek.


Komitmen penggunaan konten lokal harus diwujudkan melalui keterlibatan aktif perusahaan daerah, pelaku usaha lokal, tenaga kerja asal Maluku, hingga pemanfaatan barang dan jasa lokal.  


Nilai potensi kebutuhan lokal diperkirakan mencapai Rp 97 triliun dari total investasi Rp 360 triliun, Artinya, jika PT MEA sukses menjalankan perannya, Rp 97 triliun akan mengalir ke kantong petani, nelayan, pengusaha transportasi, penyedia jasa, dan tenaga kerja lokal.


Bayangkan skenario ini:

PT MEA membuat kontrak jangka panjang dengan kelompok tani untuk memasok bayam, kangkung, kacang panjang, dan kol. 


Dengan kebutuhan 2.400 kg sayuran per hari, para petani tidak perlu lagi khawatir hasil panennya busuk sebelum laku, Mereka bisa merencanakan siklus tanam dengan pasti, mengakses pembiayaan perbankan, dan meningkatkan kualitas melalui pendampingan teknis dari PT MEA.


Kebutuhan ikan mencapai 900 kg per hari, Dengan permintaan konsisten ini, nelayan tradisional bisa meningkatkan skala tangkapan mereka, bahkan beralih dari sekadar penangkap menjadi pengolah, Armada penangkapan bisa bertambah, cold storage bisa dibangun, dan nilai tambah bisa dinikmati di desa.


Kebutuhan daging ayam potong 1.200 kg per hari dan daging sapi 600 kg per hari adalah angka yang sangat besar untuk skala lokal, PT MEA bisa menjadi katalis bagi pengembangan peternakan terintegrasi di Maluku, menciptakan lapangan kerja baru di sektor hulu peternakan.


Jika PT MEA berhasil mengoptimalkan pasokan lokal, maka setiap rupiah yang dibelanjakan untuk pangan tidak akan langsung menguap keluar daerah. 


Uang akan berputar di tingkat desa, dari petani ke toko pupuk, dari toko ke buruh angkut, dari nelayan ke perbaikan perahu, dan seterusnya. Inilah efek berganda yang sesungguhnya.


Namun narasi indah ini tidak akan terwujud dengan sendirinya, Ada beberapa batu sandungan yang harus diantisipasi: Proyek migas berskala internasional memiliki standar keamanan pangan yang sangat ketat. 


Petani dan nelayan lokal harus dibina agar mampu memenuhi standar Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dan sertifikasi lainnya. 


Tanpa pendampingan serius, mereka akan tersingkir oleh pemasok dari luar yang sudah mapan.


Proyek membutuhkan pasokan yang stabil setiap hari, Musim panen dan paceklik adalah realitas pertanian, PT MEA harus merancang sistem manajemen risiko yang matang, termasuk kontrak dengan beberapa kelompok tani di lokasi berbeda, penerapan teknologi pertanian modern, dan sistem penyimpanan yang memadai.


Harga bahan pangan fluktuatif. PT MEA harus memiliki mekanisme negosiasi harga yang adil bagi petani namun tetap kompetitif, Kontrak jangka panjang dengan formula harga yang jelas adalah solusi yang umum diterapkan.


Menteri Bahlil telah memperingatkan tegas, "Jangan main KKN, Jangan karena tim sukses terus kalian dorong (untuk proyek), enggak boleh, Harus profesional". 


Potensi penyalahgunaan wewenang dalam penunjukan pemasok adalah ancaman nyata yang harus diantisipasi dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel, Proyek Blok Masela adalah kesempatan emas yang mungkin tidak terulang bagi Maluku. 


Dengan nilai investasi setara setengah APBN dan multiplier effect yang dijanjikan, proyek ini bisa menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi Maluku atau menjadi monumen megah yang hanya meninggalkan debu di jalanan Tanimbar. Tutup Wakano (V374) 

Selengkapnya

Wali Kota Buka LASQI Nusantara Fest 2026, Dorong Seni Islami Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda

Agustus 27, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Seni dan budaya Islami didorong tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter, kreativitas dan prestasi generasi muda di Kota Ambon.


Pesan tersebut mengemuka dalam pembukaan LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Islamic Center Ambon, Jumat (28/08/2026).


Mengangkat tema “Melalui Seni dan Budaya Islami, Merajut Silaturahmi, Membangun Ambon yang Madani”, kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang seni serta budaya Islami.


Pembukaan kegiatan turut dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus LASQI Nusantara Jaya Kota Ambon oleh Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si.


Dalam sambutannya, Wattimena mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari jajaran LASQI Nusantara Jaya, panitia, pembina, pelatih, dewan juri, peserta hingga para orang tua.


Ia menilai LASQI Nusantara Fest memiliki arti penting dalam proses pembinaan seni dan budaya Islami di Kota Ambon. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari juara, tetapi juga menjadi wadah untuk mengasah minat, bakat, kreativitas dan kemampuan generasi muda.


“LASQI Nusantara Fest merupakan bagian dari proses pembinaan seni dan budaya yang dilakukan secara berjenjang, sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan bakat, minat, kreativitas bahkan prestasi,” kata Wattimena.


Menurutnya, seni Islami memiliki nilai edukatif karena tidak hanya menampilkan kemampuan seni, tetapi juga membawa pesan moral dan nilai-nilai keagamaan yang dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter anak-anak muda.


Karena itu, ia meminta seluruh peserta menjadikan festival tersebut sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan kemampuan serta membangun sikap sportif dalam berkompetisi.


Wattimena juga berharap kegiatan LASQI dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.


Tujuan kita adalah membentuk karakter masyarakat yang semakin baik dan menghasilkan generasi-generasi muda yang bermoral di kota ini. Itu yang harus kita jaga bersama-sama, ujarnya.


LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 28 hingga 31 Agustus 2026. Wali Kota berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib dan lancar serta menghasilkan peserta terbaik yang nantinya mampu membawa nama Kota Ambon pada tingkat Provinsi Maluku.


Semoga kegiatan ini melahirkan generasi yang berprestasi, kreatif dan mampu mengharumkan nama Kota Ambon maupun Provinsi Maluku, harapnya.


Dalam kesempatan yang sama, Wattimena mengajak masyarakat untuk terus memperbanyak kegiatan positif yang dapat memperkuat kebersamaan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sosial.


Ia menyampaikan bahwa membangun kota tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Menurutnya, berbagai tindakan kecil yang dilakukan secara bersama-sama dan konsisten dapat memberikan dampak yang besar bagi masyarakat.


Wali Kota juga mengaitkan semangat tersebut dengan pentingnya menjaga kebersihan, bukan hanya lingkungan, tetapi juga hati dan jiwa dalam kehidupan bermasyarakat.


Baginya, lingkungan yang bersih perlu berjalan seiring dengan sikap dan hati yang bersih agar hubungan antarsesama tetap terjaga dalam suasana damai dan penuh persaudaraan.


Untuk memastikan pelaksanaan festival berjalan profesional, DPD LASQI Nusantara Jaya Kota Ambon sebelumnya telah menetapkan Dewan Juri melalui Surat Keputusan Ketua Umum DPD LASQI Nusantara Jaya Kota Ambon Nomor 03 Tahun 2026, tertanggal 20 Agustus 2026.


Keputusan tersebut disusun dengan mempertimbangkan hasil Rakernas dan Diklatnas DPP LASQI Nusantara Jaya Tahun 2026 di Kabupaten Bandung, hasil rapat finalisasi panitia pada 19 Agustus 2026, serta surat DPW LASQI Nusantara Jaya Provinsi Maluku terkait penunjukan Dewan Juri.


Dewan Juri memiliki tugas melakukan penilaian terhadap seluruh peserta LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon Tahun 2026 sekaligus menentukan peserta terbaik yang akan menjadi wakil Kota Ambon pada LASQI Nusantara Fest Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026.


Melalui festival tersebut, LASQI Nusantara Jaya bersama Pemerintah Kota Ambon diharapkan dapat terus memperkuat pembinaan seni dan budaya Islami, sekaligus menjadikannya sebagai media mempererat silaturahmi dan membangun karakter generasi muda.


Dengan semangat tersebut, LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon Tahun 2026 resmi dibuka dan diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki nilai moral dan semangat kebersamaan dalam mewujudkan Ambon yang madani. (Za)

Selengkapnya

Danramil 1508-01/Tobelo Pimpin Aksi Bersih Pantai Bersama Warga dan Siswa SMK Mia Bato

Agustus 27, 2026


HALUT
, Globaltimurnn.com – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan Koramil 1508-01/Tobelo bersama perangkat desa, masyarakat dan siswa-siswi SMK Mia Bato Halmahera Utara melalui kegiatan Jumat Bersih di kawasan pantai Desa Gorua Tengah, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Jumat (28/8/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menanamkan kesadaran kepada generasi muda bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.


Danramil 1508-01/Tobelo Mayor Arh Mohammad Ali bersama anggota Koramil, Pj. Kepala Desa Gorua Utara Suryani Suleman, S.H. beserta perangkat desa, masyarakat dan siswa-siswi SMK Mia Bato Halut turun langsung dalam aksi bersih pantai.


Dengan penuh semangat, seluruh peserta bahu-membahu membersihkan kawasan pesisir dari sampah dan berbagai material yang mengganggu kebersihan lingkungan. Kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya budaya gotong royong di tengah masyarakat.


Bagi para pelajar, kegiatan ini tidak sekadar membersihkan pantai. Mereka mendapatkan pengalaman langsung tentang pentingnya menjaga lingkungan, membangun kepedulian sosial serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan ruang publik.


Keterlibatan generasi muda juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan. Kesadaran tersebut diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.


Sinergi antara Koramil, perangkat desa dan masyarakat menunjukkan bahwa menjaga lingkungan membutuhkan peran bersama. Dengan melibatkan generasi muda, semangat gotong royong sekaligus kepedulian terhadap lingkungan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Peduli Lingkungan, Ksatria Rindam XV/Pattimura Bersihkan Ruas Jalan Suli–Waitatiri

Agustus 27, 2026


Malteng
, Globaltimurnn.com — Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan terus ditunjukkan Rindam XV/Pattimura melalui kegiatan Jumat Bersih. Sejumlah personel yang tergabung dalam Ksatria Rindam XV/Pattimura turun langsung membersihkan sampah serta material yang mengganggu kebersihan di sepanjang ruas jalan Suli–Waitatiri, Jumat (28/08/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin Kasiter Bagum Rindam XV/Pattimura Lettu Inf Mudamat Kapitenhitu. Para personel terlihat membersihkan berbagai jenis sampah dan material yang berada di sekitar badan maupun sisi jalan.


Aksi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan rutin kebersihan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian Rindam XV/Pattimura terhadap kondisi lingkungan di wilayah sekitar. Kebersihan ruas jalan dinilai penting untuk menciptakan suasana yang lebih asri, nyaman, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dan para pengguna jalan.


Danrindam XV/Pattimura Brigjen TNI Irfan Amir, S.E., M.Si., berharap kegiatan Jumat Bersih dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


Semoga kegiatan Jumat Bersih ini menjadi budaya positif. Kami mengajak seluruh masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan karena kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, ujar Danrindam.


Melalui kegiatan tersebut, Rindam XV/Pattimura juga berharap tumbuh kesadaran bersama untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga kebersihan fasilitas dan lingkungan yang digunakan masyarakat setiap hari. (Za)

Selengkapnya

Wadanrindam XV/Pattimura Tanamkan Nilai Pancasila dan Semangat NKRI kepada Mahasiswa Baru UKIM

Agustus 27, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Nilai-nilai Pancasila, kedisiplinan dan semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi pesan utama yang disampaikan Wadanrindam XV/Pattimura Kolonel Inf Dominggus C. A. Soumokil kepada mahasiswa baru Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon.


Pesan tersebut disampaikan saat dirinya mewakili Danrindam XV/Pattimura sebagai narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UKIM, pada Kamis (27/08/2026).


Dalam pemaparannya, Kolonel Inf Dominggus membawakan materi bertajuk “Generasi Muda Pancasila yang Berkarakter Disiplin, Tangguh dalam Menjaga Keutuhan NKRI.”


Ia menegaskan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus bangsa memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan Indonesia. Karena itu, karakter disiplin, tanggung jawab, ketangguhan serta pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila perlu ditanamkan sejak dini.


Menurutnya, kehidupan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana membentuk karakter dan kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.


Wadanrindam juga memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar memiliki target dan cita-cita yang jelas. Para mahasiswa didorong untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah.


Adik-adik mahasiswa harus memiliki target dalam hidup. Tentukan apa yang ingin dicapai, kemudian berusaha dan disiplin untuk mewujudkannya. Jangan pernah merasa minder karena berasal dari daerah. Maluku memiliki banyak potensi dan generasi muda harus mampu menunjukkan bahwa anak-anak Maluku juga bisa berprestasi dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara, pesannya.


Sebagai putra Maluku, ia juga mengajak mahasiswa baru untuk memiliki kepercayaan diri dan tidak menjadikan latar belakang daerah sebagai alasan untuk membatasi cita-cita.


Ia menilai Maluku memiliki sumber daya manusia dan potensi besar yang dapat dikembangkan apabila generasi mudanya memiliki kemauan untuk belajar, bekerja keras dan berani mengambil peluang.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para mahasiswa baru diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun aspirasi secara langsung.


Sesi tersebut berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Kehadiran TNI dalam kegiatan PKKMB UKIM pun menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus mendorong mahasiswa agar tumbuh sebagai generasi muda yang berkarakter, disiplin, tangguh dan memiliki semangat menjaga persatuan serta keutuhan NKRI. (Za)

Selengkapnya

Demokrat Berikan Kesejukan Di Saka Mese Nusa, Letakan Batu Pertama Jadi Penjuru Kemajuan Demokrat Di SBB

Agustus 27, 2026


Piru
, Globaltimurnn.com - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Nasional (Demokrat) Kabupaten Seram Bagian Barat melaksanakan gerakan Langit Biru Indonesia "ASRI" Yang artinya "Aman, Sehat, Bersih, Indah" Yang berlangsung di Desa Ety, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, pukul 09 : 00 Wit. Jumat 28/06/2026


Terlaksana-nya kegiatan gerakan langit biru "ASRI" Yang di gelar DPC partai demokrat Kabupaten SBB, dihadiri lansung oleh Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat Ir. Asri Arman. MT yang juga selalu wakil ketua DPD partai demokrat Provinsi Maluku. 


Kehadiran Bupati SBB di acara gerakan langit biru "ASRI" Ini di dampingi oleh sejumlah Pimpinan OPD lingkup pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kepala Desa se-Kecamatan Kairatu Barat, dan bahkan pengurus DPC partai demokrat SBB, serta ratusan masyarakat sekitar. 


Mengawali kegiatan tersebut ketua DPC partai demokrat SBB Juwadi. S. Sos dalam sambutan singkatnya menyampaikan bahwa" Dalam rangka menyongsong HUT partai demokrat yang ke-25, yang dalam pelaksanaan-nya sejak 10 Juli 2026 hingga saat ini berjalan dengan lancar dan baik. Sebutnya


Untuk DPC partai demokrat SBB, mengambil hari terkahir dalam kegiatan sambut HUT partai ini dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor DPC partai demokrat Kabupaten SBB, sekaligus menanam pohon mangga di sekitar lokasi kantor. 


Selain itu Juwadi juga menjelaskan bahwa" Dengan nantinya gedung kantor DPC partai demokrat setelah dibangun dan diresmikan maka bangunan kantor DPC partai demokrat SBB akan menjadi rumah bersama bagi seluruh rakyat SBB. Ucapnya


Diakhir penyampaian-nya" Juwadi mengucapkan Terima kasih kepada semua pihak yang sudah turut membantu suksesnya kegiatan ini. Tuturnya


Membuka secara resmi gerakan langit biru Indonesia "ASRI" Sekaligus peletakan batu pertama dan penanaman pohon mangga, Bupati SBB Or. Asri Arman. MT dalam sambutan-nya menyampaikan" Dalam rangka menyongsong hari ulang tahun partai demokrat yang ke-25, serta melaksanakan rangkaian kegiatan penting, yakni pembukaan gerakan langit biru Indonesia "ASRI" dan peletakan batu pertama kantor DPC Partai demokrat Kabupaten SBB serta penanaman pohon mangga serta serangkaian bakti sosial, sebagai Bupati dan sekaligus wakil ketua DPD Partai demokrat Provinsi Maluku, Bupati berikan penghargaan dan Terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat serta unsur forkopimda yang menyukseskan kegiatan tersebut. Ucapnya


Semua yang dilakukan demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah saka Mese nusa, Seperempat abad perjalanan partai demokrat adalah bukti konsistensi dalam mengabdi kepada bangsa. 


Sebagai bagian dari kepemimpinan daerah dan struktur partai di Maluku, Bupati memandang kegiatan ini sebagai wujud nyata sinergi antara kerja politik, pelestarian lingkungan, dan kepedulian sosial. Jelas Bupati 


Kata Bupati" Terkait gerakan langit biru "ASRI" Bupati mengapresiasi inisiatif terlaksananya hal tersebut sebagai bentuk komitmen ekologis bersama, menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas udara merupakan investasi jangka panjang agar pembangunan daerah tetap berwawasan yang baik pada lingkungan yang berkelanjutan. 


Mengenai peletakan batu pertama pembangunan kantor DPC partai demokrat SBB, Bupati ucapkan selamat atas pembangunan gedung bukan hanya sekedar fisik, namun merupakan simbol hadirnya rumah aspirasi rakyat. 


Ditanbahkan-nya" Bangunan kantor DPC partai demokrat nantinya akan juga menjadi pusat konsolidasi perjuangan dan tempat masyarakat mengadu, serta menjadi benteng demokrasi di bumi Saka Mese Nusa. Pungkasnya  (Rdks) 

Selengkapnya

13 Raja Negeri Pegunungan Binaiya Siap Temui Gubernur Maluku, Desak Pengembalian Tanah Adat

Agustus 27, 2026


Masohi
, globaltimurnn.com - Desak Lahan Adat Dikembalikan, 13 Raja Negeri Pegunungan Binaiya Kecamatan seram Utara melakukan upaya-upaya untuk bertemu Gubernur Maluku, kamis 27/8/ 2026


Kedatangan para raja tersebut membawa satu agenda, memperjuangkan kembali wilayah adat yang mereka klaim semakin terdesak setelah penetapan batas kawasan Balai Taman Nasional Manusela (BTN).


Para raja berencana menyampaikan dokumen terkait status dan batas wilayah adat kepada DPRD serta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Agenda serupa juga akan dibawa ke tingkat Provinsi Maluku dengan menemui DPRD dan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.


“Agenda hari ini, kita akan menyampaikan dokumen tentang status lahan negeri-negeri adat di pegunungan Binaiya Seram yang telah diambil paksa oleh BTN Manusela. 


Kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Siang ini juga kami akan berangkat ke Kantor Gubernur Maluku untuk bertemu langsung dengan Gubernur Maluku,” kata Raja Roho yang juga adalah Sekretaris Latupati Seram Utara, Jelas Jefri Maoky, kepada wartawan media ini di Penginapan Nusaina, Masohi, Kamis siang kemarin


Menurut Maoky, 13 raja yang terlibat dalam perjuangan tersebut berasal dari Negeri Sawai, Masihulan, Huaulu, Kanikeh, Roho, Air Besar, Pasahari, Kaloa, Elemata, Hatuolo, Maraina dan Manusela.


Maoky mengungkapkan, dalam kondisi saat ini, patok batas kawasan telah berada di belakang rumah warga maupun fasilitas umum milik negeri.


Kondisi ini sangat memprihatin kan kami selaku masyarakat adat yang berdiam di sekitar kawasan Taman Nasional 


Berbeda dengan situasi ketika kawasan konservasi mulai ditetapkan di wilayah Seram Utara. Menurut dia, saat itu masih terdapat jarak sekitar lima kilometer antara batas kawasan dengan wilayah negeri-negeri adat.


“Fakta penetapan batas saat ini nyaris tidak menyisakan lahan milik negeri,” ungkapnya.


Persoalan hilangnya lahan Negeri adat, menurut Maoky, bukan semata menyangkut batas administratif kawasan konservasi, tetapi berkaitan langsung dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat adat yang selama ini menggantungkan kebutuhan hidup dari wilayah hutan dan lahan adat.


“Pal batas negeri itu harus dikembalikan sebagaimana dahulu saat BTN baru masuk ke Pulau Seram,” tegasnya.


Para raja berharap pemerintah daerah maupun DPRD Kabupaten Maluku Tengah dan Provinsi Maluku dapat memfasilitasi penyelesaian persoalan batas wilayah tersebut kepada pemerintah pusat 


Mereka meminta adanya peninjauan kembali terhadap batas kawasan yang dianggap telah mengurangi ruang hidup masyarakat adat, terutama wilayah yang selama ini digunakan untuk berkebun dan berburu.


“Hidup masyarakat kita bergantung pada alam, Kawasan lahan yang ada merupakan lokasi berkebun dan berburu, Masyarakat hidup dari lahan yang ada, Kalau diambil oleh Taman Nasional itu artinya sama dengan membunuh masyarakat adat setempat". tegas Maoky


Harapan" Maoky gebrakan yang kami Raja-raja pegunungan dan Beberapa Negeri di pesisir pantai Seram Utara yang kami perjuangkan ini kiranya ada respon positif dari pihak pemerintah Daerah kabupaten Maluku Tengah, provinsi Maluku dan pemerintah pusat dapat mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan hal ini, karena yang kami perlukan adalah masalah ini segera dapat di selesaikan sekarang juga."tutup nya. (LL,01)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT