globaltimurnn.com

Rabu, 29 Juli 2026

Wisuda 1.036 Lulusan, Unpatti Percepat Transformasi Menuju Kampus Berkelas Dunia

Juli 29, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Universitas Pattimura (Unpatti) kembali mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya dengan mewisuda 1.036 lulusan pada Periode Juli 2026. Di balik prosesi pengukuhan para wisudawan itu, tersirat komitmen kuat kampus terbesar di Maluku tersebut untuk terus bertransformasi menuju World Class University melalui peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan kolaborasi internasional.


Wisuda yang berlangsung dalam Rapat Senat Terbuka di Auditorium Universitas Pattimura, Rabu (29/07/2026), dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd. Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, Bupati Maluku Barat Daya, Bupati Kepulauan Aru, unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, Kepala LLDIKTI Wilayah XII, para rektor senior, Ketua Ikatan Alumni Universitas Pattimura, civitas akademika, serta keluarga para wisudawan.


Prosesi wisuda dilaksanakan berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Pattimura Nomor 1915/UN13/SK/2026 tentang Wisuda Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor Periode Juli 2026, serta Keputusan Rektor Nomor 1916/UN13/SK/2026 tentang Penetapan Lulusan dengan Predikat Pujian (Cumlaude).


Dalam sambutannya, Prof. Fredy menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan pada berbagai jenjang. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, serta dukungan keluarga dan sivitas akademika.


"Atas nama pimpinan Universitas Pattimura, kami menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan. Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.


Dari total 1.036 lulusan, sebanyak 899 merupakan lulusan program sarjana, 98 magister, tujuh doktor, tiga lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta 29 lulusan Pendidikan Profesi Dokter. Jumlah tersebut juga mencakup 17 lulusan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten Kepulauan Aru dan 24 lulusan PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya.


Prestasi akademik para lulusan turut menjadi perhatian. Sebanyak 18,16 persen wisudawan berhasil meraih predikat Cumlaude dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai 3,53. Sementara rata-rata masa studi program sarjana tercatat 4,3 tahun.


Pada kesempatan itu, Rektor menjelaskan bahwa 1.001 lulusan telah menerima ijazah secara langsung saat wisuda. Sedangkan 35 lulusan lainnya masih menunggu penyelesaian proses verifikasi data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) dan akan menerima ijazah dalam satu hingga dua minggu mendatang.


Lebih jauh, Prof. Fredy menegaskan bahwa ukuran keberhasilan sebuah perguruan tinggi saat ini tidak hanya ditentukan oleh banyaknya lulusan yang dihasilkan, tetapi juga oleh dampak nyata yang diberikan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


Ia memaparkan sejumlah capaian strategis Universitas Pattimura sepanjang 2026. Salah satunya adalah keberhasilan melampaui target publikasi ilmiah internasional bereputasi dengan menghasilkan tujuh artikel pada jurnal internasional kategori Q1. Kolaborasi penelitian internasional juga meningkat signifikan hingga mencapai 7,8 persen atau melibatkan 106 dosen, jauh di atas target yang ditetapkan.


Tak hanya itu, kontribusi dosen terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) juga menunjukkan tren positif dengan keterlibatan 780 dosen atau mencapai 57,3 persen, melampaui target institusi sebesar 50 persen.


Di bidang akademik, Unpatti kini memiliki 17 program studi berakreditasi Unggul, 18 program studi yang tengah mengajukan akreditasi internasional, serta 115 program studi aktif, termasuk 20 program studi baru yang dibuka hingga 2026.


Kekuatan sumber daya manusia juga terus meningkat. Saat ini Universitas Pattimura didukung oleh 1.356 dosen yang terdiri atas 127 guru besar, 416 doktor, dan 777 magister, dengan jumlah mahasiswa aktif pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 mencapai 30.507 orang.


Sebagai bentuk apresiasi terhadap peningkatan kualitas akademik, Rektor turut memberikan penghargaan kepada delapan dosen yang berhasil menyelesaikan pendidikan doktor dalam periode April hingga Juli 2026.


Menutup sambutannya, Prof. Fredy menegaskan bahwa seluruh pencapaian tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat langkah Universitas Pattimura menuju perguruan tinggi berkelas dunia melalui internasionalisasi kurikulum, penguatan jejaring riset global, transformasi digital berbasis Artificial Intelligence (AI), serta hilirisasi hasil penelitian.


Ia pun mengingatkan para wisudawan agar senantiasa menjaga integritas, terus belajar sepanjang hayat, dan menjadi lulusan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa.


"Kami berharap setiap lulusan Universitas Pattimura dapat menjadi pribadi yang unggul, berkarakter, dan mampu membawa nama baik almamater di tingkat nasional maupun internasional," tutupnya. (Za)

Selengkapnya

Kejati Maluku Edukasi Hukum Pencegahan Korupsi Pengelolaan DD Pada Aparatur Desa Waiheru Dan Nania

Juli 29, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Kejaksaan Tinggi Maluku melalui Bidang Intelijen kembali melaksanakan kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum kepada Lembaga Pemerintah Desa sebagai upaya preventif dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di tingkat desa. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Kantor Desa Waiheru, Kota Ambon, pada Rabu (29/7/2026), dengan melibatkan aparatur Pemerintah Desa Waiheru dan Desa Nania.


Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Michel Gasperz, S.H., M.H., dan Febiyanti Sahetapy, S.H., M.H., didampingi Tim Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Maluku, Erwin Amiruddin, S.H., dan Khoirul Ilham. Dalam kesempatan tersebut, Tim Narasumber menyampaikan materi bertajuk "Peran Kejaksaan Dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Untuk Kemajuan Ekonomi Desa."


Mewakili Pemerintah Desa Waiheru dan Desa Nania, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Waiheru, Rahmat, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kejaksaan Tinggi Maluku atas pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan penerangan hukum tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman aparatur desa mengenai tata kelola Dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang baik dan benar.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kejaksaan Tinggi Maluku atas pelaksanaan kegiatan ini. Melalui penyuluhan ini, kami semakin memahami tata cara pengelolaan keuangan desa sesuai ketentuan yang berlaku sehingga dapat menjadi bekal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Desa Waiheru dan Desa Nania," ungkap Rahmat.


Mewakili Pimpinan Kejaksaan Tinggi Maluku, Michel Gasperz, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Ia menegaskan bahwa penyuluhan hukum merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan, khususnya Bidang Intelijen, dalam mengedepankan langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran hukum, khususnya tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan desa.


Dalam pemaparannya, Michel menjelaskan bahwa seluruh peserta harus memahami konsep keuangan negara sebagai dasar pengelolaan Dana Desa. Keuangan negara pada prinsipnya merupakan seluruh hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, termasuk segala sesuatu baik berupa uang maupun barang yang dapat dijadikan milik negara sehubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban negara dalam menjalankan fungsi pemerintahan. Oleh karena itu, keuangan desa secara prinsip merupakan bagian dari keuangan negara yang wajib dikelola secara tertib, transparan, akuntabel, efektif, efisien, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Tim Narasumber juga menguraikan berbagai potensi tindak pidana korupsi yang dapat terjadi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, di antaranya penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi pekerjaan maupun addendum yang telah ditetapkan dalam APBDes, penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan tujuan dan manfaatnya, serta penerimaan keuangan yang seharusnya masuk ke kas desa namun tidak disetorkan atau disetorkan tidak sesuai dengan jumlah penerimaan yang sebenarnya.


Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengaturan tindak pidana korupsi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terbaru, khususnya sebagaimana diatur dalam Pasal 603, Pasal 604, Pasal 605, dan Pasal 606 KUHP, sebagai bentuk penguatan kesadaran hukum bagi aparatur desa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.


Dalam rangka mencegah terjadinya penyimpangan pengelolaan keuangan desa, Tim Narasumber menekankan pentingnya memperkuat integritas moral aparatur pemerintah desa, meningkatkan kapasitas aparatur melalui pembekalan teknis perencanaan pembangunan, administrasi dan pengelolaan keuangan desa, melaksanakan sosialisasi terhadap setiap perubahan regulasi, berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan beserta petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis, termasuk penggunaan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), serta memastikan seluruh proses pengelolaan keuangan desa dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku.


Selain itu, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) diharapkan melakukan pengawasan secara berkelanjutan dan proporsional, merekapitulasi setiap temuan sebagai bahan evaluasi dan pencegahan, serta memberikan rekomendasi maupun sanksi secara tegas apabila ditemukan penyimpangan sesuai ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, perangkat daerah yang membidangi pembinaan pemerintahan desa diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi pembinaan dan pelayanan kepada pemerintah desa, serta memperkuat koordinasi dan konsultasi dengan dinas teknis, Inspektorat selaku APIP, maupun aparat penegak hukum guna mencegah sekaligus mendeteksi secara dini potensi penyimpangan.


Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan mengenai peran strategis Kejaksaan dalam mengawal pembangunan desa, antara lain melalui pemberian Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum dan Tindakan Hukum Lain di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN), koordinasi dan optimalisasi pemulihan aset, pengawalan Dana Desa melalui Program Jaksa Masuk Desa, penyediaan data, informasi, keterangan saksi dan/atau ahli dalam penanganan perkara pidana, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai bentuk kerja sama lainnya yang disepakati.


Lebih lanjut, Tim Narasumber memperkenalkan Program Jaksa Garda Desa sebagai implementasi kebijakan Jaksa Agung Republik Indonesia yang bertujuan menghadirkan Kejaksaan sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam mengawal pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Program ini mengedepankan pendampingan, pengawalan, konsultasi, serta penguatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara, sehingga potensi penyimpangan dapat diminimalisir sejak dini.


Melalui Program ini, Kejaksaan juga mengedepankan peningkatan kesadaran hukum masyarakat desa, mengutamakan langkah-langkah preventif dalam menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat, serta dalam penegakan hukum tetap memperhatikan adanya unsur niat jahat (mens rea) dari pelaku dengan mempertimbangkan latar belakang terjadinya penyimpangan, sehingga penanganan perkara dapat dilakukan secara proporsional, berkeadilan, dan berorientasi pada pencegahan.


Melalui kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum ini, Kejaksaan Tinggi Maluku berharap aparatur Pemerintah Desa Waiheru dan Desa Nania semakin memahami pentingnya tata kelola Dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang transparan, akuntabel, serta sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga mampu mewujudkan pembangunan desa yang berintegritas, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Rdks) 

Selengkapnya

Unpatti Perkuat Reputasi Akademik, Luluskan 1.036 Wisudawan dan Pacu Langkah Menuju World Class University

Juli 29, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi terbesar di Maluku yang terus berkembang menuju standar internasional. Hal itu tercermin dari pelaksanaan Wisuda Periode Juli 2026 yang meluluskan sebanyak 1.036 wisudawan, disertai peningkatan kualitas lulusan, pencapaian indikator kinerja, hingga penguatan kerja sama akademik di tingkat global.


Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, mengatakan bahwa wisuda kali ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi yang sedang dijalankan kampus dalam meningkatkan mutu pendidikan.


"Pada periode Juli ini kami mewisuda sebanyak 1.036 lulusan. Puji syukur seluruh proses berlangsung dengan baik. Yang membanggakan, kualitas lulusan terus meningkat, baik dari sisi rata-rata IPK maupun masa studi yang semakin efisien," ujar Prof. Fredy usai pelaksanaan wisuda di Ruang VIP Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (29/07/2026).


Ia menjelaskan, rata-rata masa studi mahasiswa program sarjana kini berada pada kisaran 4,3 tahun, mendekati target ideal empat tahun. Sementara itu, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan telah mencapai sekitar 3,5, yang mencerminkan peningkatan kualitas proses pembelajaran sekaligus efektivitas sistem akademik yang diterapkan universitas.


Tak hanya mencetak lulusan berkualitas, Unpatti juga berhasil melampaui target pada sejumlah Indikator Kinerja Utama (IKU), terutama IKU 3, IKU 4, dan IKU 5. Menurut Prof. Fredy, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pembenahan tata kelola yang dilakukan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.


"Capaian ini menunjukkan tata kelola Universitas Pattimura semakin baik. Transparansi, akuntabilitas, serta sistem pengelolaan terus diperkuat sehingga universitas mampu bersaing dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia," katanya.


Di sisi lain, kiprah sivitas akademika Unpatti juga semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional. Sejumlah dosen dan peneliti aktif membangun kolaborasi riset dengan berbagai universitas luar negeri serta dipercaya menjadi pembicara dalam forum ilmiah internasional.


Prof. Fredy mengungkapkan, pada 12–13 Agustus 2026 dirinya bersama Prof. Dr. Hendrik Elim dijadwalkan menghadiri agenda kolaborasi penelitian di Tiongkok bersama para ilmuwan dari berbagai universitas dunia. Selain itu, pada Oktober 2026 ia juga menerima undangan sebagai invited speaker dalam seminar internasional yang akan berlangsung di Turki.


"Ini menjadi bukti bahwa hasil penelitian dan karya ilmiah sivitas akademika Universitas Pattimura mulai diakui oleh komunitas akademik internasional," ungkapnya.


Sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing, Universitas Pattimura juga terus melakukan transformasi digital dalam tata kelola akademik, keuangan, dan kepegawaian agar seluruh layanan terintegrasi secara lebih efektif dan efisien.


Tidak hanya itu, Unpatti telah menyusun laporan dampak institusi yang memuat kontribusi universitas terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dokumen tersebut telah disampaikan kepada kementerian sebagai bagian dari evaluasi kinerja perguruan tinggi tahun 2025.


"Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, seluruh laporan dampak institusi telah kami serahkan kepada kementerian sebagai bagian dari proses evaluasi," jelasnya.


Lebih lanjut, Prof. Fredy menegaskan bahwa internasionalisasi menjadi arah strategis Universitas Pattimura dalam mewujudkan visi sebagai World Class University. Menurutnya, target tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa memiliki komitmen dan visi yang sama.


"Seorang pemimpin harus memiliki visi besar yang diterjemahkan menjadi langkah nyata oleh seluruh jajaran hingga tingkat fakultas dan program studi. Dengan kolaborasi yang kuat, saya optimistis Universitas Pattimura mampu mencapai target sebagai World Class University," tegasnya.


Sebagai langkah konkret menuju target tersebut, Universitas Pattimura kini tengah mempersiapkan 18 program studi untuk mengikuti proses akreditasi internasional. Pengunggahan dokumen dijadwalkan berlangsung pada September 2026, sedangkan asesmen oleh asesor internasional ditargetkan dimulai pada Oktober 2026.


Melalui berbagai capaian tersebut, Universitas Pattimura optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul di kawasan timur Indonesia, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat global melalui pengembangan pendidikan, riset, inovasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Ghea Sinay Dinobatkan sebagai Jurnalis of The Year 2025

Juli 29, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Dedikasi yang lahir dari ketulusan hati pada akhirnya selalu menemukan jalannya untuk diapresiasi. Hal itulah yang dirasakan jurnalis senior Ghea Sinay saat menerima penghargaan Jurnalis of The Year 2025 dari Hotel Santika Premiere Ambon dalam ajang Media Connect dan Best Media Awards 2026 – 1st Semester, Selasa (29/07/2026).


Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan peran aktifnya dalam membangun hubungan yang harmonis antara media dan Hotel Santika Premiere Ambon, termasuk menjadi salah satu sosok yang menggagas terbentuknya grup media sebagai wadah komunikasi antara pihak hotel dan insan pers sejak 2024.


Di balik penghargaan itu, Ghea mengaku tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi penerima penghargaan tersebut. Baginya, menjadi seorang jurnalis bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk membawa manfaat bagi daerah tempat ia berkarya.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada Hotel Santika Premiere Ambon. Sejujurnya saya juga kaget dan tidak menyangka bisa menerima penghargaan ini," ungkapnya.


Menurutnya, sejak pertama kali memilih jalan sebagai jurnalis, ia telah memegang satu prinsip hidup yang tidak pernah berubah, yakni memberikan yang terbaik bagi Ambon dan Maluku.


"Sejak menjadi jurnalis saya punya prinsip, ketika saya ditempatkan di Ambon, di Maluku, berarti saya harus berbuat sesuatu untuk kebaikan Ambon dan Maluku. Di mana kita ditempatkan, di situ kita harus bekerja, mendoakan, dan menjadi berkat bagi kota itu," tuturnya.


Prinsip tersebut menjadi fondasi dalam setiap langkahnya membangun kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, maupun berbagai elemen masyarakat. Namun, menurut Ghea, kemitraan bukan berarti menghilangkan fungsi kontrol pers.


"Menjadi mitra bukan berarti tidak boleh mengkritik. Justru kemitraan itu harus diisi dengan kritik yang membangun, apresiasi ketika memang layak diapresiasi, dan tentu semuanya dilakukan dengan jujur," katanya.


Berangkat dari semangat itulah, Ghea kerap membantu membangun komunikasi antara perusahaan dan media. Salah satunya dengan menggagas grup media yang memudahkan penyebaran informasi kepada publik.


Ia menjelaskan bahwa perusahaan yang berinvestasi di suatu daerah perlu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Salah satunya melalui media massa, sehingga masyarakat mengetahui berbagai program, termasuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan.


"Investor juga membutuhkan masyarakat mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dengan adanya grup media, informasi bisa tersampaikan secara terbuka. Di sisi lain, media juga menjadi bagian dari pengawasan publik terhadap perusahaan, termasuk bagaimana mereka menjalankan program CSR," jelasnya.


Menurut Ghea, Hotel Santika Premiere Ambon menjadi salah satu perusahaan yang konsisten menjaga keterbukaan informasi. Selain aktif menjalin komunikasi dengan media, hotel tersebut juga dinilainya memiliki kepedulian terhadap isu-isu lingkungan melalui berbagai kegiatan sosial dan program CSR.


"Yang saya lihat, Santika bukan hanya membuka ruang komunikasi dengan media, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Itu yang menurut saya patut diapresiasi," ujarnya.


Lebih dari sekadar penghargaan pribadi, Ghea memaknai penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat seluruh insan pers yang terus berkarya demi kemajuan daerah.


Baginya, penghargaan itu menjadi pengingat bahwa setiap tulisan yang dibuat seorang jurnalis memiliki kekuatan untuk membangun optimisme, menghadirkan perubahan, dan memperkenalkan wajah terbaik Maluku kepada Indonesia.


Ia pun berharap Hotel Santika Premiere Ambon terus mempertahankan tradisi memberikan penghargaan kepada insan pers sebagai bentuk motivasi bagi para jurnalis untuk terus menghasilkan karya-karya terbaik.


"Saya berharap penghargaan seperti ini terus berlanjut pada periode-periode berikutnya. Ini menjadi penyemangat bagi teman-teman wartawan untuk terus bekerja secara profesional," katanya.


Di akhir penyampaiannya, Ghea mengajak seluruh jurnalis di Maluku untuk terus menghadirkan karya-karya jurnalistik yang membangun, mengedepankan fakta, serta menebarkan optimisme bagi daerah.


"Mari kita bangun negeri ini melalui tulisan dan karya kita. Tunjukkan kepada Indonesia bahwa Ambon dan Maluku adalah daerah yang aman, sejahtera, dan menjadi berkat bagi banyak orang. Saya percaya, setiap berita yang kita tulis dapat menjadi bagian dari perubahan menuju Maluku yang lebih baik," pungkasnya. (Rdks)

Selengkapnya

Inspektur Kodaeral lX Hadiri Opening Ceremony Sail to Indonesia Chapter Ambon

Juli 29, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - lnspektur Kodaeral lX, Kolonel Marinir Eko Priyo Handoyo mewakili Komandan Kodaeral lX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., menghadiri Opening Ceremony Sail to Indonesia Chapter Ambon yang berlangsung di Hotel Tirta Kencana, Jalan Raya No.1, Negeri Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Rabu (29/7/2026).


Acara yang dimulai pukul 10.40 WIT tersebut, dihadiri oleh Irkodaeral IX bersama sejumlah pejabat dari instansi pemerintah, aparat keamanan, dan unsur adat wilayah Kota Ambon. 


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Stasiun Bakamla Ambon Letkol Bakamla Gary Grand Louhenapessy, perwakilan Binda Kota Ambon Samuel Marchel, Kanit 1 Sibinmasair dan Potdirga Subdit Polairud Ditpolairud Polda Maluku AKP Yunus M. Seleky, Kapolsek Nusaniwe AKP Johan W. M. Anakotta, Kasubsi Pemeriksa Imigrasi Ambon Karim, Raja Negeri Amahusu Mezaak M. Silooy, serta perwakilan Bea Cukai Kanwil Maluku dan Balai Kekarantinaan Kesehatan Ambon.


Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pengalungan selendang kepada tamu undangan oleh Raja Negeri Amahusu, penampilan tari tradisional, sambutan Raja Negeri Amahusu, sambutan perwakilan Sail to Indonesia, pertunjukan musik ukulele, dan diakhiri dengan sesi foto bersama.


Dalam sambutannya, Raja Negeri Amahusu Mezaak M. Silooy menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan.


Ia mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran rombongan yang dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap Maluku, sekaligus momentum mempererat persaudaraan dan kerja sama.


Ia juga memperkenalkan kekayaan budaya, tradisi, serta keindahan alam Negeri Amahusu sebagai bagian dari potensi wisata maritim Provinsi Maluku.


Menurutnya, masyarakat Amahusu berkomitmen menjaga nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, dan kerukunan sebagai modal utama dalam menyambut tamu dari berbagai daerah maupun mancanegara. Ia berharap para peserta memperoleh pengalaman yang berkesan selama berada di Maluku.


Pelaksanaan Opening Ceremony Sail to Indonesia Chapter Ambon dinilai mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga adat, dan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan maritim bertaraf nasional maupun internasional.


Kehadiran unsur TNl AL, Bakamla, Polri, Imigrasi, Bea Cukai, dan Balai Karantina Kesehatan juga menunjukkan koordinasi yang solid dalam menjamin keamanan serta kelancaran kegiatan.


Selain menjadi ajang penyambutan peserta pelayaran, kegiatan ini turut menjadi sarana promosi wisata bahari, budaya, dan keramahan masyarakat Maluku, sehingga diharapkan semakin memperkuat citra Ambon sebagai destinasi wisata maritim yang aman, damai, dan berdaya saing. (Rdks)

Selengkapnya

Kondisi Memprihatinkan Yang Terabaikan Oleh Pemerintah, Puluhan Tahun Warga Watui-Ahiolo Angkut Hasil Pertanian Berjam Dengan Rakit Bambu

Juli 29, 2026


Elpaputih
, globaltimurnn.com – Puluhan tahun hidup dalam keterbatasan akses transportasi, warga Desa Ahiolo dan Desa Watui, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), masih harus mengandalkan rakit bambu sebagai sarana utama untuk membawa hasil pertanian keluar dari desa.


Bagi masyarakat setempat, sungai bukan hanya jalur air biasa, tetapi menjadi jalan utama yang menghubungkan mereka dengan dunia luar. Setiap hari, warga harus mempertaruhkan keselamatan menyeberangi sungai menggunakan rakit sederhana demi mendistribusikan hasil kebun yang menjadi sumber penghidupan keluarga.


Warga Ahiolo, Apsa Waikuty, mengungkapkan bahwa aktivitas mengangkut hasil pertanian melalui sungai sudah menjadi rutinitas yang dijalani masyarakat selama bertahun-tahun.


“Setiap hari warga harus menempuh perjalanan melalui sungai sekitar tiga sampai lima jam untuk membawa hasil pertanian agar bisa dijual ke berbagai tempat,” ungkapnya.


Menurutnya, hasil pertanian warga seperti kelapa, cengkih, pala, dan komoditas lainnya harus dibawa melewati jalur sungai sebelum dipasarkan ke sejumlah wilayah, mulai dari Kairatu, Piru, bahkan hingga Ambon.


Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengeluarkan tenaga dan waktu lebih besar dibandingkan daerah lain yang sudah memiliki akses jalan memadai. Selain menghambat distribusi hasil pertanian, keterbatasan infrastruktur juga berdampak pada rendahnya nilai jual hasil produksi masyarakat.


Apsa Waikuty berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dan Pemerintah Provinsi Maluku tidak menutup mata terhadap kondisi yang masih dialami masyarakat di Kecamatan Elpaputih.


“Kami berharap pemerintah dapat melihat langsung realita yang terjadi. Masyarakat di sini membutuhkan perhatian serius, terutama pembangunan akses jalan dan fasilitas transportasi agar desa kami tidak terus terisolasi,” harapnya.


Menurut warga, pembangunan infrastruktur bukan hanya sekadar membuka akses wilayah, tetapi juga menjadi kunci untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.


Di tengah kemajuan pembangunan di berbagai daerah, warga Ahiolo dan Watui masih bertahan dengan semangat yang sama. Mereka terus mengolah tanah leluhur dan membawa hasil kerja keras mereka melewati sungai dengan rakit bambu sederhana, sambil menanti hadirnya perubahan yang telah lama mereka impikan. 

Selengkapnya

Sabet Capaian 100% Tepat Waktu Rekonsiliasi SAKTI-SPAN, Kodaeral IX Raih Penghargaan dari KPPN Ambon

Juli 29, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut IX (Kodaeral IX) kembali mencatatkan prestasi di bidang pengelolaan keuangan negara. Satuan kerja di bawah jajaran TNI AL ini berhasil menyelesaikan rekonsiliasi data keuangan melalui sistem SAKTI-SPAN dengan capaian 100 persen tepat waktu pada Semester I Tahun Anggaran 2026.


"Atas capaian tersebut, Kodaeral IX menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ambon," kata Kepala Akun Kodaeral IX Letkol Laut (S) Ageng Dwi Mulyanto mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., pada Rabu (29/7/2026). 


Penghargaan tersebut lanjut Kaakun, disampaikan secara resmi melalui pemberitahuan daring pada Kamis, 24 Juli 2026, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan sinergi Kodaeral IX dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang akuntabel, transparan, dan tertib administrasi.


Capaian 100 persen tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh satuan kerja (Satker) di lingkungan Kodaeral IX yang berhasil menuntaskan rekonsiliasi SAKTI-SPAN periode Januari hingga Juni 2026 secara tepat waktu.


"Penghargaan dari KPPN Ambon ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempertahankan integritas, profesionalisme, dan kualitas pengelolaan anggaran negara demi mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AL,” ujarnya.


Sementara itu Komandan Kodaeral IX, secara khusus menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengelola keuangan atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan.


“Capaian 100 persen tepat waktu dalam rekonsiliasi SAKTI-SPAN Semester I Tahun Anggaran 2026 merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, serta koordinasi yang solid dari seluruh pengelola keuangan di jajaran Kodaeral IX," terangnya. 


Keberhasilan ini lanjutnya, sekaligus mencerminkan konsistensi Kodaeral IX dalam mendukung implementasi pengelolaan keuangan negara yang modern, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Selain penghargaan untuk satuan kerja, Kementerian Keuangan RI melalui KPPN Ambon juga memberikan apresiasi individu kepada dua ASN Kodaeral IX, yakni Pelipus Stefy Seilatu selaku Operator Aset BMN Kodaeral IX dan Yonas Unarapa selaku Operator General Ledger dan Pelaporan (GLP) Kodaeral IX.


Keduanya dinilai memiliki kinerja, disiplin, serta sinergi yang sangat baik selama pelaksanaan rekonsiliasi Semester I Tahun Anggaran 2026.


Penghargaan ini semakin menegaskan komitmen Kodaeral IX dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang presisi, akuntabel, dan profesional, sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pokok serta operasi TNI Angkatan Laut di wilayah kerjanya. (Rdks)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT