globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 17 September 2026

Setelah Asesmen Calistung, Lapas Dobo Lanjutkan Pembelajaran Kelas Dasar bagi Warga Binaan

September 17, 2026


Dobo
, Globaltimurnn.com — Pendidikan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Tidak sekadar memenuhi hak untuk memperoleh pendidikan, kegiatan belajar juga menjadi ruang untuk membuka kesempatan baru bagi mereka dalam mengembangkan kemampuan dasar sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.


Komitmen tersebut terus dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo melalui pembelajaran kelas dasar bagi warga binaan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari asesmen diagnostik membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) yang sebelumnya telah dilaksanakan di Lapas Dobo.


Berdasarkan hasil asesmen, sebanyak empat orang warga binaan diketahui membutuhkan pembelajaran pada tingkat dasar. Proses belajar kemudian dilanjutkan pada Kamis (17/09/2026), dengan materi awal berupa pengenalan huruf sebagai fondasi sebelum memasuki tahapan membaca, menulis, dan berhitung.


Pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan awal masing-masing peserta. Materi diberikan secara bertahap dan berulang, terutama dalam mengenali serta membedakan huruf vokal dan konsonan.


Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap warga binaan dapat mengikuti proses belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing, tanpa terbebani oleh materi yang belum mereka kuasai.


Dalam pelaksanaannya, para peserta magang turut berperan memberikan pendampingan secara langsung. Metode yang digunakan mengedepankan pendekatan sederhana, personal, dan penuh kesabaran sehingga peserta memiliki ruang yang cukup untuk memahami setiap materi.


Bagi empat warga binaan tersebut, pengenalan huruf menjadi langkah awal yang penting. Dari kemampuan mengenali huruf, mereka secara bertahap akan diarahkan menuju kemampuan membaca dan menulis, sebelum kemudian memasuki materi berhitung dasar.


Proses tersebut tidak dilakukan secara terburu-buru. Setiap tahapan akan dilanjutkan setelah peserta dinilai memiliki pemahaman yang cukup terhadap materi sebelumnya.


Dengan pola pembelajaran bertahap, Lapas Dobo berupaya memastikan proses pendidikan dapat menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan peserta. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri selama menjalani masa pembinaan.


Kepala Lapas Kelas III Dobo, Pieter Jan Lessy, menyampaikan bahwa pendidikan bagi warga binaan membutuhkan ketekunan, kesabaran, serta pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.


Menurutnya, setiap perkembangan yang dicapai warga binaan, termasuk kemajuan kecil dalam mengenali huruf, merupakan bagian penting dari proses pembinaan.


Pendidikan, kata dia, bukan hanya tentang pencapaian hasil akhir, tetapi juga tentang memberikan kesempatan kepada setiap warga binaan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.


Melalui kelas dasar tersebut, Lapas Dobo berharap warga binaan dapat memperoleh kemampuan literasi dasar yang menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


Keterlibatan peserta magang dalam kegiatan ini juga memberikan dukungan terhadap keberlangsungan program pendidikan di lingkungan Lapas. Pendampingan yang dilakukan secara langsung memungkinkan proses belajar berlangsung lebih terarah dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta.


Dari mengenal satu demi satu huruf, perjalanan pendidikan itu perlahan dimulai. Setiap huruf yang berhasil dikenali menjadi sebuah kemajuan, sementara setiap tahapan yang dilalui menjadi pijakan menuju kemampuan yang lebih baik.


Lapas Kelas III Dobo pun terus berupaya memastikan bahwa proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada kehidupan selama berada di dalam Lapas, tetapi juga memberikan bekal yang dapat membantu warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Lapas Piru Kembangkan Kemandirian Warga Binaan Lewat Produksi Donat dan Roti Gula

September 17, 2026


Piru
, Globaltimurnn.com — Dari dapur sederhana di balik tembok pemasyarakatan, keterampilan dan harapan terus tumbuh. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru memanfaatkan pembinaan kemandirian bidang tata boga sebagai ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berkarya, sekaligus mempersiapkan bekal keterampilan sebelum kembali ke tengah masyarakat.


Hal itu terlihat dalam kegiatan produksi makanan di Dapur Roti Lapas Piru, Rabu (16/09/2026). Sebanyak tiga orang Warga Binaan bersama peserta magang dan petugas terlibat langsung dalam pembuatan 35 donat dan 25 roti gula yang selanjutnya dipasarkan melalui koperasi Lapas.


Kegiatan tersebut bukan sekadar mengejar jumlah produksi. Di dalamnya, Warga Binaan mendapatkan pengalaman bekerja secara langsung, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, membentuk roti dan donat, hingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan.


Setiap tahapan dilakukan secara bersama dengan pendampingan petugas dan peserta magang. Proses tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan keterampilan kerja agar Warga Binaan memiliki pengalaman yang dapat dikembangkan menjadi kemampuan produktif.


Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Piru, Ode Mustafa, mengatakan pembinaan tata boga diarahkan tidak hanya pada hasil produksi, tetapi juga pada pembentukan keterampilan dan pengalaman kerja.


Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya belajar membuat produk makanan, tetapi juga memahami proses kerja secara bertahap, mulai dari pengolahan hingga menghasilkan produk yang layak dipasarkan, ujar Ode.


Menurutnya, keterlibatan Warga Binaan dalam proses produksi memberikan kesempatan untuk belajar bekerja secara teratur, bertanggung jawab, serta memahami pentingnya kerja sama dalam menghasilkan sebuah produk.


Antusiasme serupa juga terlihat dari peserta magang yang turut mendampingi proses produksi. Thalia Soplantila, peserta magang di Seksi Kegiatan Kerja, mengatakan Warga Binaan cukup aktif mengikuti setiap tahapan pembuatan produk.


Pendampingan ini memberikan pengalaman tersendiri bagi kami. Warga Binaan cukup aktif mengikuti setiap tahapan dan saling bekerja sama agar produk yang dihasilkan dapat selesai dengan baik, ungkap Thalia.


Bagi Warga Binaan, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang tidak hanya dirasakan selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk kehidupan setelah bebas.


Salah satu Warga Binaan berinisial DM mengaku memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dari kegiatan tata boga yang diikutinya.


Bagi saya, kegiatan ini menambah pengalaman dan keterampilan. Saya jadi lebih memahami bagaimana membuat roti dan donat dengan proses yang teratur, sehingga ilmu ini bisa menjadi bekal nantinya, kata DM.


Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan pihaknya akan terus mendorong pengembangan potensi Warga Binaan melalui berbagai kegiatan produktif.


Menurut Hery, pembinaan kemandirian diharapkan tidak berhenti pada proses belajar, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi melalui hasil karya Warga Binaan.


“Kami ingin pembinaan kemandirian di Lapas Piru menghasilkan keterampilan yang benar-benar bermanfaat. Produk Warga Binaan juga kami dorong untuk memiliki nilai ekonomi melalui pemasaran koperasi sebagai bagian dari pengembangan UMKM,” tutur Hery.


Pemasaran produk melalui koperasi Lapas menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan hasil karya Warga Binaan sekaligus memberikan pengalaman mengenai bagaimana sebuah produk dikelola hingga memiliki nilai ekonomi.


Bagi Lapas Piru, pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses mempersiapkan Warga Binaan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.


Dari adonan yang diolah di dapur Lapas, bukan hanya donat dan roti yang dihasilkan. Ada keterampilan, pengalaman, kedisiplinan, serta harapan yang sedang dibentuk.


Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Piru terus membuka ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berkarya, dan produktif, sehingga ketika kembali ke tengah masyarakat, mereka memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri. (Za)

Selengkapnya

Ditjenpas Maluku Buka Ruang Kolaborasi Lintas Sektor, Dorong Pemasyarakatan Semakin Berdampak

September 17, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Pemasyarakatan tidak dapat berjalan sendiri. Di tengah tuntutan untuk menghadirkan pembinaan yang semakin efektif dan memberi manfaat nyata, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.


Semangat tersebut mengemuka dalam pertemuan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro, bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maluku, H. Djumadi Wali, di Ambon, Kamis (17/09/2026).


Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi antarlembaga. Sejumlah peluang sinergi dibahas sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.


Ricky Dwi Biantoro menegaskan bahwa kompleksitas tantangan di bidang pemasyarakatan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, dukungan dan kolaborasi dengan stakeholder menjadi penting agar program pemasyarakatan tidak sekadar berjalan sebagai rutinitas, tetapi mampu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.


“Kami menyadari bahwa pemasyarakatan tidak mungkin berjalan sendiri. Ada banyak hal yang membutuhkan kolaborasi dengan stakeholder lain. Karena itu, kami terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi yang dapat memperkuat pembinaan dan memberikan manfaat nyata,” kata Ricky.


Ia menambahkan, kolaborasi yang dibangun harus diarahkan pada kerja sama yang konkret. Pertemuan dan komunikasi antarlembaga, kata dia, perlu diterjemahkan menjadi langkah nyata yang memberikan hasil bagi warga binaan maupun masyarakat.


Yang paling penting bukan hanya bertemu dan berkoordinasi, tetapi bagaimana komunikasi ini bisa diterjemahkan menjadi kerja nyata. Kami ingin setiap kolaborasi yang dibangun memiliki dampak, baik bagi warga binaan maupun masyarakat, lanjutnya.


Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenhaj Maluku, H. Djumadi Wali, menyambut positif terbukanya ruang komunikasi dan kolaborasi tersebut.


Ia menilai, sinergi antarlembaga memiliki potensi untuk memperkuat pelaksanaan berbagai program pemerintah sehingga dapat berjalan lebih terintegrasi dan memberikan jangkauan manfaat yang lebih luas.


“Kami melihat banyak ruang yang bisa dikolaborasikan. Masing-masing memiliki tugas dan fungsi, tetapi ketika kita duduk bersama dan membangun komunikasi, tentu akan ada hal-hal yang bisa dikerjakan bersama untuk memberikan manfaat yang lebih besar,” ujarnya.


Djumadi berharap komunikasi yang telah terbangun tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing instansi.


Bagi Kanwil Ditjenpas Maluku, penguatan jejaring kolaborasi menjadi bagian dari upaya membangun sistem pemasyarakatan yang semakin terbuka dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.


Keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya dilihat dari bagaimana pembinaan berlangsung di dalam lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari kemampuan program pembinaan dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat dengan bekal keterampilan, sikap, dan kemandirian.


Karena itu, setiap ruang kerja sama menjadi peluang untuk memperluas manfaat pembinaan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menghadirkan dukungan yang lebih kuat, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang bagi lahirnya program-program yang memberikan dampak nyata.


Dari komunikasi antarlembaga, diharapkan lahir kerja bersama. Dari kerja bersama, tumbuh kolaborasi yang konkret. Dan dari kolaborasi tersebut, pemasyarakatan di Maluku diharapkan semakin mampu menghadirkan manfaat bagi warga binaan sekaligus masyarakat secara lebih luas. (Za)

Selengkapnya

Berita Menarik,,,Liga Futsal Akan Di Gelar, Kapolres Buru Bangun Silaturahmi Bersama KNPI Buru Perkuat Pengamanan

September 17, 2026


Buru
, globaltimurnn.com - Dalam rangka perkuat pengamanan pada kegiatan Liga futsal yang akan diselenggarakan di Kabupaten Buru, Kapolres Buru AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M. bangun silaturahmi bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Buru (KNPI). Kamis 17/09/2026


Pertemuan yang berlangsung di ruangan Kapolres Buru tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan serta membangun sinergi antara organisasi kepemudaan dan Kepolisian, khususnya dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Kabupaten Buru.


Dalam pertemuan tersebut, pembahasan utama difokuskan pada koordinasi kesiapan pelaksanaan Liga Futsal yang akan diselenggarakan oleh KNPI Kabupaten Buru. 


Koordinasi dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan olahraga tersebut dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.


KNPI Kabupaten Buru juga menyampaikan rencana serta kesiapan pelaksanaan kegiatan kepada Kapolres Buru, termasuk kebutuhan dukungan Kepolisian dalam aspek pengamanan selama berlangsungnya pertandingan.


Kapolres Buru menyambut baik rencana kegiatan tersebut dan menyampaikan dukungan Polres Buru terhadap pelaksanaan Liga Futsal KNPI. 


Kapolres menegaskan pentingnya koordinasi yang dilakukan sejak tahap persiapan, sehingga setiap potensi gangguan Kamtibmas dapat diantisipasi dan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan harapan.


Kapolres Buru juga menyampaikan bahwa kegiatan olahraga seperti liga futsal dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, membangun sportivitas, mempererat persaudaraan, serta mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.


Silaturahmi tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pengurus KNPI Kabupaten Buru, yaitu M. Tisar Fikaaya selaku Ketua KNPI Kabupaten Buru, Husen Pelenussa selaku Kabid Hukum dan HAM, Rizal Su Trisno selaku Wakil Ketua, serta Farit Barges selaku Kabid Pertambangan.


Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Kedua pihak sepakat bahwa komunikasi dan koordinasi yang baik menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan serta menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif.


Melalui silaturahmi ini, Polres Buru dan KNPI Kabupaten Buru memperkuat sinergi dalam mendukung kegiatan kepemudaan yang positif, sekaligus bersama-sama menciptakan suasana yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Buru. (Tim)

Selengkapnya

Silaturahmi Lintas Agama Bersama Ormas, Kapolres SBB Bangun Sinergitas Jaga Kamtibmas

September 17, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh elemen masyarakat menjadi salah satu langkah Polres Seram Bagian Barat (SBB) dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Upaya tersebut dilakukan Kapolres SBB AKBP Refindo Pradiknya Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., melalui pertemuan bersama tokoh agama dan perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) lintas agama di Kabupaten Seram Bagian Barat.


Pertemuan dan silaturahmi tersebut berlangsung pada Kamis (17/9/2026), dengan pembahasan yang berfokus pada penguatan kerukunan antarumat beragama, mitigasi potensi konflik serta peningkatan sinergitas antara Polri, tokoh agama dan Ormas dalam menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten SBB.


Dalam pertemuan tersebut, Kapolres SBB menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh agama serta perwakilan Ormas lintas agama yang telah hadir. Ia juga meminta dukungan, masukan dan saran sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan tugas Polri, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Kapolres mengajak seluruh tokoh agama dan Ormas lintas agama untuk bersama-sama menjaga kerukunan antarumat beragama serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi mengganggu stabilitas Kamtibmas.


“Terkait berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah Kabupaten SBB, Polres SBB akan terus mengedepankan langkah-langkah persuasif, komunikasi dan pendekatan kepada seluruh elemen masyarakat guna mencegah terjadinya konflik,” ujar Kapolres.


Sementara itu, perwakilan Ormas lintas agama mengapresiasi langkah Kapolres SBB dalam membangun komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh agama serta organisasi kemasyarakatan. Mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui komitmen untuk membantu menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat melalui lingkungan keagamaan dan organisasi masing-masing, serta mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan, toleransi dan kerukunan antarumat beragama.


Para perwakilan Ormas juga mengharapkan setiap permasalahan yang muncul di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, tanpa melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.


Menanggapi hal tersebut, Kapolres SBB mengapresiasi dukungan dan komitmen para tokoh agama serta Ormas lintas agama. Ia menegaskan bahwa Polres SBB terbuka terhadap setiap masukan dan saran dari tokoh agama maupun seluruh elemen masyarakat.


“Sinergitas antara Polri, tokoh agama, Ormas dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif. Kami berharap komunikasi dan dukungan ini terus terjalin sebagai penguat dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas di Kabupaten Seram Bagian Barat,” pungkasnya. (Tim) 

Selengkapnya

Pelukan Hangat Ditengah Luka, Ketika Seorang Gubernur Menjadi Ayah Bagi Anak - Anak Korban Kebakaran Patahuwe

September 17, 2026


Taniwel
, globaltimurnn.com - Langit di Taniwel sore itu tidak sepenuhnya cerah, seolah ikut meratapi derita yang baru saja menimpa. 


Di bawah tenda-tenda darurat yang berdiri sederhana, ratusan jiwa berkumpul bukan karena pilihan, melainkan karena terpaksa. 


Mereka adalah warga Desa Patahue, yang harus meninggalkan rumah, kenangan, dan tanah kelahiran mereka setelah amuk massa dari desa tetangga, Lisabata, membakar habis segala yang mereka miliki. 


Dari pantauan media ini beberapa hari lalu, Di antara mereka, ada anak-anak, Anak-anak yang seharusnya belajar, bermain, dan bermimpi indah, kini hanya bisa menatap kosong, membawa luka yang tak kasat mata.


Di tengah keputusasaan itu, hadir sosok yang tidak hanya datang sebagai pejabat, tetapi sebagai manusia. 


Gubernur Maluku, dengan langkah tenang namun penuh empati, menyusuri setiap sudut pengungsian, Tidak ada protokol yang kaku, tidak ada jarak yang dibuat-buat. 


Ia menyapa satu per satu, mendengarkan, dan yang paling mengharukan ia berhenti di depan anak-anak Patahue.


Matanya berkaca-kaca, Bukan karena kamera, bukan karena sorotan media, Tetapi karena ia melihat masa depan yang sedang terguncang. 


Dengan suara lembut, ia berjongkok, menyamakan tinggi dengan anak-anak itu, Kalian hebat, Kalian kuat, Kalian tidak sendiri, ucapnya, sambil mengusap kepala seorang anak kecil yang masih menggenggam boneka lusuh satu-satunya harta yang terselamatkan.


Tangis pun pecah, Bukan tangis keputusasaan, melainkan tangis yang menemukan sandaran, Gubernur itu memeluk mereka satu per satu, Tidak dengan gestur formal, tetapi dengan dekapan hangat seorang ayah. 


Ia mendengarkan cerita mereka, tentang malam yang penuh teror, tentang api yang membumbung tinggi, tentang rasa takut yang masih menghantui. 


Ia tidak menyela, tidak menghakimi, Ia hanya hadir, Dan kehadirannya menjadi obat bagi luka yang tidak bisa dijahit oleh benang kepastian. 


Kepada para orang tua, ia berjanji "Pemerintah tidak akan tinggal diam, Rumah kalian akan dibangun kembali, Hak anak-anak ini untuk merasa aman akan kami perjuangkan.


"Namun lebih dari janji, ia memberikan sesuatu yang lebih berharga harapan, Ia mengajak anak-anak bernyanyi bersama, melontarkan lelucon ringan, untuk mencairkan suasana, Tawa pun muncul, meski singkat, Namun tawa itu cukup untuk mengingatkan mereka bahwa dunia belum sepenuhnya gelap.


Gubernur itu juga menyempatkan diri, berbincang dengan para korban dan menanyakan kebutuhan paling mendasar; susu, selimut, obat-obatan termasuk alat - alat rumah tangga, Ia mencatat, bukan sekadar simbolis, Ia memastikan setiap keluhan didengar, setiap air mata dipahami.


Kepada anak-anak, ia berpesan, "Jangan takut bermimpi, Kalian adalah masa depan Maluku, Api yang membakar rumah kalian tidak akan pernah bisa membakar semangat kalian, selama ada orang-orang yang peduli."


Gubernur Maluku itu telah menunjukkan bahwa kewibawaan tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari ketulusan, Ia tidak hanya menyapa, tetapi menyentuh. Ia tidak hanya memerintah, tetapi melayani, Ia tidak hanya menjadi gubernur, tetapi menjadi manusia.


Di Taniwel, di bawah tenda sederhana, seorang pemimpin telah menuliskan babak baru tentang arti kepemimpinan, bahwa di balik kekuasaan, ada hati yang berdetak untuk rakyat kecil, terutama anak-anak, yang suaranya sering kali terabaikan.


Mereka mungkin kehilangan rumah, Tetapi hari itu, mereka menemukan sesuatu yang lebih besar, kasih sayang seorang pemimpin yang hadir bukan karena kewajiban, tetapi karena panggilan jiwa.


Dan ketika malam tiba, anak-anak Patahuwe tertidur dengan senyum tipis di wajah mereka, Bukan karena luka telah hilang, tetapi karena mereka tahu, ada seseorang di sana yang peduli, yang berjuang, dan yang tidak akan membiarkan mereka berjalan sendiri. (Rdks) 

Selengkapnya

Viral Nasi Kelapa Ikan Bakar di Laha, Lahasuang Jembatan Amerika Jadi Magnet Kuliner Terbaru

September 17, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kawasan pesisir Lahasuang Jembatan Amerika, Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku. belakangan ini ramai dikunjungi warga. Daya tariknya sederhana, namun menggugah selera, nasi kelapa dengan ikan bakar yang dinikmati langsung di tepi laut.


Terutama pada Sabtu, Minggu dan hari libur, kawasan ini mulai dipadati pengunjung dari berbagai wilayah Kota Ambon. Aroma ikan bakar, pemandangan laut dan suasana pesisir membuat Lahasuang Jembatan Amerika perlahan menjadi salah satu titik kuliner yang tengah viral di media sosial.


Raja Negeri Laha, Muhammad Yasir Mewar, mengatakan geliat kawasan tersebut mulai terasa sekitar tiga bulan terakhir.


Menurutnya, meningkatnya jumlah pengunjung menjadi peluang bagi masyarakat Negeri Laha, khususnya pelaku UMKM. Pemerintah negeri bersama pemuda kemudian berupaya menata kawasan agar keramaian yang terjadi dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.


“Kita mencoba bagaimana caranya supaya tempat ini bisa di benahi, dan fokus kepada seluruh UMKM yang ada di Negeri Laha agar mereka langsung bisa menikmati keuntungan dari masyarakat yang dari kota datang ke sini,” ujar Yasir.


Tingginya jumlah pengunjung bahkan mulai membuat fasilitas yang tersedia belum mampu menampung kebutuhan. Kursi makan dan tempat pembakaran ikan masih terbatas.


Di setiap Sabtu-Minggu atau hari libur, banyak pengunjung yang datang di tempat ini, tapi kekurangan tempat duduk untuk makan, bahkan ada kekurangan tempat bakar ikan, ungkapnya.


Pemerintah Negeri Laha pun melakukan pembenahan secara bertahap, termasuk penimbunan sejumlah bagian kawasan yang salah satunya didukung dari pengelolaan parkir. Ke depan, tempat makan dan fasilitas bagi pengunjung akan terus ditambah.


Tidak hanya siang hari, kawasan tersebut juga mulai dipersiapkan agar dapat hidup hingga malam. Dukungan CSR Pertamina berupa lampu tenaga surya atau solar cell telah membantu menerangi kawasan Lahasuang Jembatan Amerika.


“Kita rencanakan kalau bisa dari pagi sampai malam tempat ini jadi ramai. Supaya perputaran perekonomian masyarakat Negeri Laha tambah meningkat,” katanya.


Di tengah meningkatnya kunjungan, persoalan kebersihan menjadi perhatian. Yasir mengatakan petugas kebersihan rutin diarahkan membersihkan kawasan, terutama menjelang dan setelah akhir pekan. Pembersihan juga dilakukan di area pantai, meski sebagian sampah di pesisir disebut merupakan sampah kiriman dari laut.


Pemerintah Negeri Laha bersama Saniri Negeri juga telah menyiapkan rancangan Peraturan Negeri tentang Ketertiban yang turut mengatur persoalan kebersihan dan sampah.


Selain itu, Pemerintah Negeri Laha telah menyampaikan kebutuhan penanganan sampah pesisir kepada Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, termasuk harapan adanya bantuan kapal pengangkut sampah laut.


“Kita sudah sampaikan bahwa kalau bisa diberikan bantuan untuk kapal pengangkut sampah. Dan insya Allah nanti kita lihat tindak lanjutnya seperti apa,” ujar Yasir.


Bagi Negeri Laha, ramainya nasi kelapa ikan bakar bukan sekadar fenomena kuliner yang muncul di media sosial. Keramaian tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya UMKM, keterlibatan pemuda dan peningkatan perputaran ekonomi masyarakat.


Di Lahasuang Jembatan Amerika, sepiring nasi dengan ikan bakar kini menjadi lebih dari sekadar hidangan. Di baliknya ada harapan agar sebuah kawasan pesisir dapat tumbuh menjadi ruang kuliner dan ekonomi masyarakat yang tetap menarik, tertata dan memberi manfaat bagi Negeri Laha. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT