globaltimurnn.com

Jumat, 24 April 2026

Aksi Nyata Kodam XV/Pattimura Peduli Lingkungan di Jumat Berkah

April 24, 2026

Foto : Aksi Nyata Kodam XV/Pattimura Peduli Lingkungan di Jumat Berkah

Ambon
, Globaltimurnn.com - Semangat kebersamaan terasa hangat di Kota Ambon melalui kegiatan Karya Bakti di Jumat Berkah yang digelar sepanjang jalur dari Pelabuhan Yos Soedarso Ambon hingga Pasar Mardika pada Jumat (24/4/2026). Sejak pagi, prajurit TNI bersama masyarakat dan para pelajar turun langsung membersihkan lingkungan, menyapu jalan, mengangkat sampah, serta merapikan area publik yang menjadi pusat aktivitas warga.


Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Kodam XV/Pattimura terhadap kebersihan Kota Ambon, sekaligus mempererat kedekatan antara TNI dan masyarakat serta pelajar. Tanpa sekat, seluruh peserta bersama-sama dengan semangat gotong royong, menghadirkan suasana kebersamaan yang sederhana namun bermakna.


Sepanjang rute, warga yang melintas turut memberikan apresiasi, bahkan sebagian ikut serta dalam kegiatan tersebut. Partisipasi pelajar juga menjadi contoh positif dalam menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini. Lingkungan yang bersih pun memberi dampak baik bagi kenyamanan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi warga.



Program ini menjadi langkah strategis Pangdam XV/Pattimura dalam mengawali kepemimpinan di Tanah Bumi Raja-Raja, sekaligus sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia dalam menghidupkan budaya 'korve' sebagai wujud tanggung jawab bersama. Melalui Jumat Berkah, diharapkan kesadaran menjaga kebersihan terus tumbuh dan menjadi kebiasaan bersama, sehingga Ambon semakin tertata, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (Rdks) 

Selengkapnya

Kodam XV/Pattimura Cetak 89 Bintara Infanteri Gelombang I TA 2026

April 24, 2026

Foto : Kodam XV/Pattimura Cetak 89 Bintara Infanteri Gelombang I TA 2026

Ambon
, Globaltimurnn.com - Kodam XV/Pattimura kembali mencetak 89 Bintara Infanteri pada Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Upacara penutupan pendidikan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M. Han., di Lapangan Upacara Makorindam XV/Pattimura, Ambon, Jumat (24/4/2026).


Kegiatan ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian pendidikan dasar yang telah dijalani para prajurit siswa, sekaligus menjadi titik awal pengabdian mereka sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.


Selama masa pendidikan, para siswa dibina melalui sistem penilaian Tri Pola Dasar Pendidikan. Dari seluruh peserta, dua prajurit berhasil meraih prestasi terbaik, yakni Serda Haikal Saanun sebagai lulusan terbaik umum pada bidang sikap, perilaku, dan akademik, serta Serda Yohanis Janubi sebagai terbaik pada bidang jasmani.



Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan ucapan selamat kepada para prajurit yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan pertama bintara dan resmi dilantik dengan pangkat Sersan Dua. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang, mulai dari seleksi hingga pendidikan yang membentuk kemampuan fisik, akademik, dan mental.


Lebih lanjut, Pangdam mengingatkan bahwa menjadi prajurit merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar sebagai abdi negara. Ia menekankan pentingnya menjadi prajurit yang tangguh, cerdas, berani, pantang menyerah, serta senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap pelaksanaan tugas.


“Dengan demikian, setiap langkah pengabdian kita akan selalu mendapat ridho Tuhan Yang Maha Esa serta diberikan keselamatan dan kesuksesan di manapun bertugas,” ujarnya.



Mengakhiri amanatnya, Pangdam menegaskan bahwa para bintara merupakan tulang punggung satuan. Kualitas satuan, menurutnya, sangat bergantung pada kualitas para bintara.


Ia juga mendorong para prajurit untuk terus belajar, baik dari sejarah maupun pengalaman para senior, khususnya dalam memimpin pasukan dan meningkatkan kesejahteraan anggota.


“Benahi diri, terus berlatih, jangan mudah menyerah, dan jangan cepat puas dengan apa yang telah dicapai. Pengabdian menuntut kita untuk selalu bekerja dengan sebaik-baiknya,” tutup Jendral Petarung


Upacara penutupan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Kodam XV/Pattimura, di antaranya Kasdam XV/Pattimura, Irdam XV/Pattimura, Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, Danrindam XV/Pattimura, Ketua Persit KCK PD XV/Pattimura, para asisten Kasdam XV/Pattimura serta para Kabalakdam XV/Pattimura. (Rdks) 

Selengkapnya

192 Tim Membara di Kehidupan Cup 2026 : Dari Lapangan Kecil Ambon, Lahir Energi Besar Persatuan

April 24, 2026

Foto : 192 Tim Membara di Kehidupan Cup 2026 : Dari Lapangan Kecil Ambon, Lahir Energi Besar Persatuan

Ambon
, Globaltimunn.com – Atmosfer olahraga yang penuh gairah dan nilai persaudaraan membanjiri Lapangan Gawang Mini Gandaria, Negeri Rumah Tiga, Kota Ambon, Jumat (24/04/2026), saat Turnamen Gawang Mini Kehidupan Cup 2026 resmi dibuka. Ajang ini langsung mencuri perhatian sebagai salah satu turnamen paling masif tahun ini, dengan partisipasi 192 tim dari berbagai penjuru.


Pembukaan turnamen dilakukan oleh Anggota DPD RI, Novita Anakotta, yang menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar kompetisi, melainkan bahasa universal yang menyatukan perbedaan.


Turnamen hari ini bukan hanya bicara soal pertandingan, tetapi kita sedang membangun sesuatu yang besar, yaitu "persaudaraan,” ujar Novita di hadapan para peserta dan pendukung.


Dalam perspektifnya, satu bola yang bergulir di lapangan mencerminkan filosofi kehidupan, kerja sama, saling percaya, dan tujuan bersama. Di tengah perbedaan latar belakang agama, budaya, hingga sosial para pemain tetap bersatu demi satu kemenangan.


“Dalam satu tim pasti ada yang berbeda, tapi mereka bersatu. Itulah makna bola, makna persatuan,” lanjutnya.


Lebih jauh, ia menekankan pentingnya nilai sportivitas sebagai fondasi utama olahraga. Solidaritas, menurutnya, tidak hanya terlihat saat meraih kemenangan, tetapi juga saat menghormati lawan.


“Kalau lawan jatuh, kita bantu bangkit. Itu solidaritas. Dan pertandingan harus berjalan adil, fair play,” tegas Novita.


Turnamen Kehidupan Cup 2026 sendiri tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga. Ajang ini juga menjadi bagian dari gerakan sosial untuk mendukung pembangunan Gedung Gereja Kehidupan. Dengan total kebutuhan penyelenggaraan mencapai Rp50 juta dan total bonus Rp100 juta, turnamen ini menjadi simbol nyata kolaborasi antara olahraga dan kepedulian sosial.


Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Ambon yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rustam Simanjuntak, yang membacakan sambutan Wali Kota Ambon.


“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi wujud nyata kepedulian bersama. Semangat gotong royong dan iman diwujudkan melalui dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah,” ungkapnya.


Ia menambahkan bahwa kecintaan masyarakat Ambon terhadap sepak bola, khususnya gawang mini, terus tumbuh dan menjadi bagian dari identitas sosial generasi muda. Turnamen seperti ini dinilai penting sebagai ruang pembinaan atlet sekaligus penguatan karakter.


Dengan skala peserta yang hampir menyentuh dua ratus tim, Kehidupan Cup 2026 diproyeksikan menjadi salah satu turnamen gawang mini terbesar di Ambon tahun ini. Lebih dari sekadar pertandingan, ajang ini menghadirkan narasi kuat bahwa dari lapangan sederhana, lahir semangat besar tentang persatuan, solidaritas, dan harapan bersama. (Za)

Selengkapnya

Pemkot Ambon Dari Lapangan Mini Lahir Semangat Besar Persaudaraan

April 24, 2026

Foto : Pemkot Ambon Dari Lapangan Mini Lahir Semangat Besar Persaudaraan

Ambon
, Globaltimunn.com– Dukungan terhadap geliat olahraga masyarakat kembali ditegaskan Pemerintah Kota Ambon melalui kehadiran perwakilannya dalam pembukaan Turnamen Gawang Mini Kehidupan Cup 2026.


Kegiatan yang digelar di Lapangan Gawang Mini Gandaria, Negeri Rumah Tiga, Jumat (24/04/2026) ini berlangsung meriah dan penuh antusias. Turnamen tersebut memperebutkan piala bergilir dari Anggota DPD RI, Novita Anakotta, sekaligus menjadi magnet kebersamaan warga.


Wali Kota Ambon yang berhalangan hadir, diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rustam Simanjuntak. Dalam kesempatan itu, ia membacakan sambutan resmi Wali Kota yang menekankan pentingnya nilai kebersamaan di balik sebuah kompetisi.


Menurutnya, turnamen ini tidak hanya berbicara soal menang dan kalah, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong masyarakat dalam mendukung pembangunan, termasuk kontribusi nyata bagi pembangunan rumah ibadah.


“Ajang ini menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi jembatan kepedulian. Dari lapangan kecil, lahir semangat besar untuk kebersamaan dan iman,” ungkap Rustam dalam sambutannya.


Pemerintah Kota Ambon juga menilai bahwa olahraga gawang mini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Tingginya jumlah peserta dan dukungan warga menjadi bukti bahwa olahraga masih menjadi ruang efektif dalam mempererat hubungan sosial.


Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen seperti Kehidupan Cup juga berperan sebagai wadah pembinaan karakter. Nilai disiplin, kerja sama tim, hingga sportivitas tumbuh seiring berlangsungnya pertandingan.


Rustam pun mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi fair play serta menjaga suasana pertandingan tetap kondusif.


“Bertandinglah dengan semangat dan hormati satu sama lain. Jadikan momentum ini sebagai ruang memperkuat persaudaraan, bukan sekadar mengejar kemenangan,” pesannya.


Turnamen Kehidupan Cup 2026 diikuti oleh 192 tim, menjadikannya salah satu kompetisi gawang mini terbesar di Kota Ambon tahun ini. Pemerintah Kota berharap kegiatan serupa terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat, solid, dan berkarakter. (Za)

Selengkapnya

Benteng Nieuw Victoria, Dari Jejak Kolonial hingga Simbol Ketahanan Sejarah Maluku

April 24, 2026

Foto : Benteng Nieuw Victoria, Dari Jejak Kolonial hingga Simbol Ketahanan Sejarah Maluku

Ambon
, Globaltimunn.com – Di jantung Kota Ambon, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang tidak hanya merekam perjalanan panjang kolonialisme di Indonesia, tetapi juga menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Maluku melawan penindasan. Benteng Nieuw Victoria kini diakui sebagai Cagar Budaya Nasional melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 193/M/2017 tertanggal 14 Juli 2017 sebuah penegasan atas nilai historisnya yang tak tergantikan.


Dibangun pertama kali oleh Portugis pada tahun 1575 dengan nama Nuestra Senhora da Annunciada, benteng ini lahir dari situasi geopolitik yang bergejolak di kawasan Maluku. Portugis mendirikan benteng ini setelah terusir dari Ternate oleh Sultan Baabullah, dalam sebuah peristiwa yang menandai perlawanan kuat kerajaan lokal terhadap dominasi asing.


Namun, sejarah benteng ini tidak berhenti di tangan Portugis. Pada tahun 1605, kekuasaan beralih ke Belanda yang kemudian mengganti namanya menjadi “Victoria” melambangkan kemenangan mereka atas pesaing Eropa. Seiring waktu, gempa bumi menghancurkan sebagian struktur benteng, hingga akhirnya dipugar besar-besaran dan selesai pada tahun 1754. Perubahan signifikan pada arsitektur membuatnya kembali dinamai “Nieuw Victoria” atau “Victoria Baru”.


Lebih dari sekadar benteng pertahanan, Nieuw Victoria menjadi pusat kendali pemerintahan dan perdagangan rempah-rempah Belanda di Maluku wilayah yang kala itu merupakan episentrum ekonomi global. Letaknya yang strategis di dekat pelabuhan dan pasar menjadikannya simpul penting dalam jaringan perdagangan internasional abad ke-17 hingga 18.


Namun di balik kejayaannya, benteng ini juga menyimpan kisah kelam. Di sinilah hukuman gantung dilaksanakan terhadap para pejuang yang menentang kolonialisme Belanda. Nama-nama besar seperti Kapitan Pattimura dan Kapitan Ulupaha tercatat pernah mengakhiri perjuangan mereka di tempat ini. Khususnya peristiwa gugurnya Pattimura pada 6 Desember 1817 menjadi simbol perlawanan heroik rakyat Maluku yang terus dikenang hingga kini.


Sejarawan Syahruddin Mansyur dalam kajiannya Pengelolaan Sumberdaya Arkeologi untuk Pariwisata Berkelanjutan (2008) menekankan bahwa benteng ini bukan hanya situs sejarah, tetapi juga aset penting dalam pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya.


Kini, Benteng Nieuw Victoria masih berdiri kokoh, meskipun wajahnya telah mengalami banyak perubahan. Sebagian besar bangunan yang ada saat ini merupakan konstruksi baru yang dibangun oleh TNI Angkatan Darat, yang mengelola kawasan ini sebagai kompleks militer aktif. Di dalamnya terdapat fasilitas seperti pos jaga, kantor, tempat ibadah, hingga perumahan anggota TNI.


Meski akses publik terbatas, nilai historis benteng ini tetap hidup melalui berbagai peninggalan yang masih tersimpan mulai dari meriam tua, peta sejarah Ambon, hingga artefak peninggalan kolonial Belanda.


Dalam konteks global, Benteng Nieuw Victoria bukan hanya milik Ambon atau Indonesia, melainkan bagian dari narasi besar sejarah dunia tentang kolonialisme, perdagangan, dan perjuangan kemerdekaan. Ia menjadi pengingat bahwa di balik tembok-tembok tua, tersimpan cerita tentang kekuasaan, perlawanan, dan identitas yang terus membentuk masa kini.


Benteng ini bukan sekadar situs masa lalu ia adalah monumen hidup yang menegaskan bahwa sejarah, seberapa pun pahitnya, tetap menjadi fondasi penting bagi masa depan.(Za)

Selengkapnya

Anggota Satbrimob Polda Sultra Raih Juara 1 MTQ Kendari 2026

April 24, 2026

Foto : Anggota Satbrimob Polda Sultra Raih Juara 1 MTQ Kendari 2026

Kendari
, Globaltimurnn.com – Personel Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Bripda Muhammad Al A’raaf sukses menyabet Juara 1 pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Kendari untuk kategori Tilawah Dewasa Putra.


Kegiatan yang berlangsung pada 17 hingga 22 April 2026 tersebut menjadi panggung pembuktian bagi Al A’raaf. Meski sehari-hari disibukkan dengan tugas sebagai Bamin Urkeu Subbagrenmin Satbrimobda Polda Sultra, ia mampu tampil maksimal melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan mengungguli para peserta lainnya.


Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Agus Setiawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian gemilang anggotanya tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti bahwa personel Polri tidak hanya piawai dalam tugas kedinasan, tetapi juga memiliki kedalaman nilai religius.


"Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi kami. Ini menunjukkan bahwa personel Brimob mampu berprestasi di berbagai bidang, termasuk dalam syiar Islam melalui MTQ," ungkap Kombes Pol Agus Setiawan.


Lebih lanjut, Agus berharap keberhasilan Bripda Al A’raaf dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh personel Brimob lainnya. Ia menekankan pentingnya pengembangan potensi diri, baik dalam menjalankan tugas negara maupun dalam kegiatan positif di tengah masyarakat.


Perhelatan MTQ ini sendiri merupakan agenda rutin tahunan di Kota Kendari yang bertujuan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mempererat tali ukhuwah Islamiyah. Melalui capaian ini, diharapkan citra Polri sebagai pelindung masyarakat yang religius dan humanis semakin kuat di mata publik. (V374) 

Selengkapnya

Luar Biasa,,,Warga Aboru Terima Kacamata Gratis Dari Gubernur, Warga Antusias Ikuti Pengobatan Massal Di Hari Kedua

April 24, 2026

Foto : Luar Biasa,,,Warga Aboru Terima Kacamata Gratis Dari Gubernur, Warga Antusias Ikuti Pengobatan Massal Di Hari Kedua

Malteng
, Globaltimurnn.com – Antusias warga Negeri Aboru, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, meningkat pada hari kedua pelaksanaan pengobatan massal yang berlangsung di Gereja Bethel Aboru, Jumat (24/4/2026).


Kegiatan pelayanan kesehatan ini melibatkan 11 orang tim kesehatan dari Pemerintah Provinsi Maluku serta 19 tenaga kesehatan dari Puskesmas Haruku-Sameth.


Selain pemeriksaan kesehatan gratis, Gubernur Maluku dan Pangdam XV/Ptm juga memberikan bantuan kacamata gratis bagi masyarakat lansia, dari batas umur 40 tahun ke atas.


Tak hanya itu, 89 orang penerima manfaat, mendapatkan 1 karung 5 Kg beras SPHP dari Kodim 1504/Ambon, penerima manfaat ini meliputi warga yg kurang mampu, termasuk janda, duda, yatim, lansia dan disabilitas.


Kesadaran warga aboru, untuk menjaga serta memelihara kesehatan diri dan keluarga sangat tinggi, tercatat pasien pengobatan umum 33 orang, pasien gigi 74 orang, pasien mata 166 orang, pasien anak 36 orang, pasien ahli dalam 50 orang, sehingga 359 warga aboru yang sudah memeriksakan kesehatan sesuai dengan keluhan, kembali melanjutkan pola hidup yang sehat.


Direktur RSUD dr. M. Haulussy Ambon, dr. Winny Natacia Leiwakabessy, Sp.PA, M.Kes mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Puskesmas Haruku-Sameth dengan tim medis TNI dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.


“Dalam kegiatan ini, kami menghadirkan tiga dokter spesialis, yakni dokter spesialis penyakit mulut dr. Hasrul, dokter spesialis penyakit dalam dr. Susanti Misela, serta dokter spesialis anak dr. Ayu Polanunu,” kata dr. Winny.


Selain itu, pihaknya juga membawa satu dokter umum dan dua perawat untuk membantu pelayanan kesehatan di lokasi kegiatan.


Menurutnya, pembagian kacamata gratis kepada warga merupakan program yang selalu dititipkan Gubernur Maluku dalam setiap perjalanan pelayanan kesehatan ke desa-desa.


“Kegiatan seperti ini diharapkan bisa menjadi rutinitas, baik dilakukan kembali secara berkala maupun pada momen-momen tertentu sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.


Ia menambahkan, sejak Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku yang baru menjabat, kegiatan bakti sosial kesehatan semakin sering dilakukan, terutama saat Gubernur melakukan kunjungan kerja.


“Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan, RSUD dr. M. Haulussy, serta Klinik Mata Utama,” jelasnya.


dr. Winny berharap pelayanan kesehatan ini dapat menjangkau masyarakat yang kesulitan berobat ke Kota Ambon.


“Memang tidak semua tindakan medis bisa dilakukan di sini, namun setidaknya tim medis dapat melakukan pemeriksaan awal untuk menentukan pasien mana yang perlu dirujuk dan mana yang dapat ditangani di puskesmas,” katanya.


Ia juga menyebutkan, dokter puskesmas memiliki kompetensi menangani sekitar 144 jenis diagnosis penyakit.


Sementara untuk bantuan kacamata, Pangdam XV/Ptm dan Gubernur Maluku telah menyiapkan lebih dari seribu hingga seribu lima ratus kacamata untuk dibagikan kepada masyarakat.


Salah satu warga Negeri Aboru, Betiko Souisa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.


“Terima kasih juga kepada Bapak Dandim, Bapak Pangdam, serta semua pihak yang sudah memberikan bantuan kepada kami berupa beras. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya.


Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Maluku yang telah memberikan kacamata gratis kepada masyarakat Aboru.


“Kami mendoakan semoga Bapak dan Ibu sekalian selalu diberkati Tuhan Yesus, diberikan kesehatan, umur panjang, serta kelancaran dalam menjalankan tugas,” tutupnya. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT