globaltimurnn.com

Senin, 22 Juni 2026

Pererat Kebersamaan dan Soliditas, Kodaeral IX Gelar Nobar FIFA World Cup 2026

Juni 22, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Gelar Nonton Bareng (Nobar) pertandingan FIFA World Cup 2026 di Gedung J. Leimena Kodaeral IX, Halong, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku, Senin (22/6/2026). 


Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme sebagai bentuk kebersamaan dalam menyaksikan ajang sepak bola terbesar dunia yang saat ini tengah berlangsung antara negara Uruguay vs Cabo Verde dengan skor (2-2).


Tren nobar Piala Dunia juga digelar secara luas di berbagai daerah di Indonesia sebagai sarana mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat. 


Kegiatan nobar ini menjadi salah satu sarana hiburan sekaligus memperkuat tali silaturahmi antar personel di lingkungan Kodaeral IX. 


Selain memberikan semangat kebersamaan, momentum ini juga menjadi wadah untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara pimpinan, prajurit, dan ASN Kodaeral IX.


Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semangat sportivitas, kekompakan, dan solidaritas yang tercermin dalam pertandingan sepak bola dapat menjadi inspirasi bagi personel Kodaeral IX dalam pelaksanaan tugas sehari-hari demi menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ir Kodaeral IX Kolonel (Mar) Eko Priyo Handoyo, para Pejabat Utama (PJU) Kodaeral IX, para Kasatker Kodaeral IX, prajurit, serta ASN Kodaeral IX yang bersama-sama menikmati jalannya pertandingan penuh keakraban. (Rdks) 

Selengkapnya

Menengok Latihan Halang Rintang Prajurit Satrol Kodaeral IX dalam Menjaga Kesiapsiagaan Operasi

Juni 22, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Banyak upaya yang dilakukan untuk menjaga kesiapsiagaan prajurit dalam mengemban tugas operasi, salah satunya seperti Latihan Halang Rintang aspek laut yang digelar Satuan Kapal Patroli Kodaeral lX dalam rangkaian Bulan Profesi TNl AL 2026 pada Senin (22/6/2026).


Latihan Halang Rintang yang berlangsung di kawasan pantai Teluk Dalam Ambon, Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Maluku ini, antara prajurit ditantang Mengangkat Skoci, Panjat / Naik Turun Tali, Lompat Skoci, Meniti Tali, Bolak Balik Skoci di Laut dan Problem Smapore. 


Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Profesi TNI Angkatan Laut Tahun 2026 yang digelar guna meningkatkan profesionalisme, kemampuan teknis, serta kesiapsiagaan prajurit dalam mendukung tugas operasi di laut. 


Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) yang juga Komandan KRl Dorang-874 Satrol Kodaeral lX, Letkol Laut (P) Eko Hadi mengatakan, Latihan Halang Rintang ini bertujuan untuk mengasah ketangkasan, kekuatan fisik, daya tahan, serta mental juang prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan penugasan.


"Dengan melewati sejumlah rintangan yang telah disiapkan, para prajurit dituntut untuk menunjukkan kecepatan, ketepatan, serta kerja sama tim yang solid," terangnya.


Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi dari seluruh personel Satrol Kodaeral IX. 


Sementara itu Komandan Kodaeral lX mengatakan, selain menjadi sarana pembinaan fisik, latihan ini juga menjadi wadah untuk membangun jiwa korsa, disiplin, dan karakter prajurit yang tangguh, profesional, serta siap menjalankan tugas kapanpun dibutuhkan.


"Melalui pelaksanaan latihan halang rintang dalam Bulan Profesi TNI AL Tahun 2026 ini, diharapkan prajurit Satrol Kodaeral IX semakin memiliki kemampuan fisik yang prima, mental yang kuat, serta kesiapan operasional yang optimal dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia," pungkasnya. (Rdks) 

Selengkapnya

Belum Temukan Fakta Dugaan Aksi Begal Hingga Terjadi Pencurian Sepeda Motor, Polisi Masih Terus Dalami

Juni 22, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Polsek Baguala yang dipimpin oleh Srikandi Polwan, Iptu Esterlina Titiheru, A.Md, saat ini tengah menangani laporan dugaan tindak pidana pencurian sepeda motor yang terjadi di wilayah Kelurahan Lateri, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon.


Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIT.


Berdasarkan keterangan awal yang diterima kepolisian, korban yang sedang mengendarai sepeda motor diduga dihentikan oleh seorang pria yang belum diketahui identitasnya. 


Terduga pelaku kemudian mengambil kunci kendaraan dan membawa kabur sepeda motor milik korban.


Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma dan pihak keluarga selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Baguala untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Baguala bergerak cepat dengan menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan dan informasi awal guna kepentingan penyelidikan.


Kapolsek Baguala, Iptu Esterlina Titiheru, A.Md, melalui Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Janet Luhukay, menjelaskan bahwa kasus tersebut saat ini masih dalam proses pendalaman oleh penyidik. 


Hingga kini, pihak kepolisian belum menemukan fakta maupun bukti yang mengarah pada tindak pidana begal sebagaimana informasi yang beredar di sejumlah pemberitaan, media sosial, maupun percakapan masyarakat.


"Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. 


Hingga saat ini, belum ada fakta yang menguatkan bahwa peristiwa tersebut merupakan aksi begal," ujar Ipda Janet.


Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh fakta dan keterangan terkait peristiwa tersebut masih terus didalami guna memastikan kronologi kejadian yang sebenarnya serta mengungkap identitas pelaku.


Saat ini, Polsek Baguala terus melakukan upaya penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut. 


Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa itu agar segera melaporkannya kepada pihak berwajib guna membantu proses pengungkapan kasus.


Dengan demikian, informasi yang menyebutkan terjadinya aksi begal di wilayah Lateri hingga saat ini belum terbukti kebenarannya. 


Masyarakat diharapkan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Pungkasnya (Rdks) 

Selengkapnya

Engelina Pattiasina : Sudah Bukan Rahasia Lagi Dunia Lobbying dan Advokasi Kebijakan, Biasanya Ada Transaksi, Ada Kepentingan Bisnis Dibalik Layar

Juni 22, 2026


Jakarta
, globaltimurnn.com - Di Tengah riuhnya deburan ombak laut Maluku yang tak pernah, tersimpan sebuah rahasia raksasa bernama Blok Masela, Bagi sebagian orang, itu hanyalah angka cadangan gas 10TCF, Bagi korporasi, itu adalah laba, Bagi politisi, itu adalah proyek, Tetapi bagi Ibu Engelina Pattiasina, Masela adalah denyut nadi masa depan anak-anak Maluku.


Pada tahun 2015, ketika wacana Floating LNG (FLNG) atau kilang terapung di tengah laut masih menjadi dogma teknis yang dianggap paling efisien oleh para ahli dari Jakarta dan investor asing, Ibu Engelina melihat celah keadilan yang terabaikan.  Ungkap Engelina Pattiasina kepada sejumlah awak media di ambon dan Jakarta lewat Via pesan Whatsaap-nya


Katanya" Visinya sederhana namun radikal, Kekayaan alam Maluku tidak boleh hanya lewat di atas permukaan laut tanpa menyentuh tanah Maluku. Ujarnya


Ia membayangkan bukan sekadar pipa-pipa besi di dasar laut, melainkan; Kota baru yang hidup di Pulau - pulau terselatan Maluku yang selama ini terisolasi dan dilupakan dalam Pembangunan. 


Ia membayangkan anak-anak muda Maluku yang tidak perlu merantau ke Jawa untuk mencari kerja, karena industri berteknologi tinggi sudah ada di halaman rumah mereka, Transfer pengetahuan dari insinyur internasional kepada tenaga kerja lokal, Serta ekonomi daerah yang berputar, bukan ekonomi ekstraktif yang menghisap lalu pergi, Beliau membayangkan ini bukan sekadar preferensi lokasi, Ini adalah filosofi pembangunan berkeadilan.


Yang membuat perjuangan-nya dan Archipelago Foundation begitu Istimewa dan sekaligus menyedihkan, adalah ketiadaan motif pribadi, bukan mencari kepentingan pribadi ataupun kelompok. 


Sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam dunia lobbying dan advokasi kebijakan, biasanya ada transaksi, Ada kepentingan bisnis di balik layar, Ada janji kontrak. Ada saham, dll, Tetapi hal ini tidak berlaku bagi seorang Ibu Engelina, Ia berjuang dengan ketulusan hati dan semangat kecintaan pada negeri lelur serta semangat cinta dari sang ayah JM Pattiasina pendiri Pertamina sampai sebesar sekarang ini, Ia menghabiskan waktu, energi, pikiran, dan sumber daya pribadinya, Ia menghadapi skeptisisme birokrat, dinginnya respons korporasi, dan kompleksitas regulasi nasional. Ia berjuang bukan untuk menjadi kaya, bukan untuk mendapatkan jabatan, dan bukan untuk pujian. Ia berjuang karena cinta. Jelasnya


Cinta pada tanah yang melahirkan nya, cinta pada masyarakat yang sering termarginalkan dalam narasi pembangunan nasional, dan cinta pada prinsip bahwa daerah penghasil sumber daya alam berhak mendapat manfaat terbesar.


Perjuangan Archipelago Foundation tidak sia-sia, Data yang mereka kumpulkan, argumen sosial-ekonomi yang mereka susun, dan tekanan moral yang mereka bangun akhirnya sampai ke meja Presiden Joko Widodo, Sehingga pada bulan Maret 2016, terjadi pembalikan sejarah. 


Presiden memutuskan membatalkan skema FLNG dan mengalihkan Proyek Masela ke darat atau dikenal sekarang dengan nama lokasinya di onshore.  


Keputusan ini bukan hanya kemenangan teknis, Ini adalah kemenangan advokasi sipil. Ini adalah bukti bahwa suara masyarakat, jika disuarakan dengan data, integritas, dan keteguhan hati, bisa mengubah arah kebijakan negara, Dan di balik keputusan bersejarah itu, berdiri tegak sosok Ibu Engelina Pattiasina tanpa sorotan kamera, tanpa pidato kemenangan, tanpa kompensasi finansial.


Hari ini, tahun 2026, Proyek Masela onshore telah menjadi kenyataan, Kilang telah siap akan berdiri megah, tak lama lagi kapal akan LNG bersandar, Pendapatan daerah akan mengalir, Serta multiplier effect yang akan dirasakan oleh banyak lapisan Masyarakat maupun pemerintah daerah. Namun, coba tanya pada pejabat daerah, pada media nasional, atau bahkan pada generasi muda Maluku, "Siapa yang pertama kali memperjuangkan agar Masela dibangun di darat?" Kutebak jawabannya hanyalah sebuah keheningan. 


Nama-nama menteri, direktur BUMN migas, atau konsultan internasional mungkin disebut, Tapi nama seorang Ibu Engelina Pattiasina dan Archipelago Foundation? Hampir terlupakan! Ini adalah bentuk ketidakadilan historis yang paling menyakitkan, Mereka yang berkorban paling besar justru mendapat penghargaan paling kecil, Mereka yang bekerja di balik layar dengan tangan kosong justru tersingkir dari narasi keberhasilan.


Mengangkat kembali nama Ibu Engelina Pattiasina bukan sekadar urusan sentimental, Ini adalah kebutuhan moral bangsa, Sebagai Koreksi Sejarah, Sejarah harus ditulis secara utuh, Tidak ada keberhasilan besar yang lahir dari vakum, Ada aktor-aktor kunci yang sering tak terlihat, dan mereka berhak diakui, Sebagai Inspirasi Kepemimpinan Perempuan, Ibu Engelina membuktikan bahwa kepemimpinan bukan tentang kekuasaan formal, tapi tentang pengaruh moral, visi jangka panjang, dan keberanian melawan arus. 


Sebagai pelajaran juga bahwa organisasi masyarakat sipil seperti Archipelago Foundation memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan publik demi kepentingan rakyat, Sebagai bentuk terima kasih daerah, Maluku berhutang budi. Bukan utang uang, tapi utang penghormatan.


Kepada Pemda Maluku, Sudah saatnya kita meluruskan narasi. Sudah saatnya kita menjadikan nama Ibu Engelina Pattiasina bagian dari monumen sejarah pengembangan Masela, Libatkan Archipelago Foundation dalam forum-forum pengawasan dan evaluasi dampak sosial lingkungan proyek. 


Dokumentasikan perjuangan beliau dalam arsip resmi daerah dan nasional, Berikan apresiasi formal yang layak, bukan sebagai hadiah, tapi sebagai pengakuan hak moral, Ibu Engelina Pattiasina mungkin tidak akan pernah menghitung berapa rupiah keuntungan yang ia lewatkan, Ia tidak meminta itu, Tapi warisannya jauh lebih berharga daripada uang, cob akita bayangkan sendiri. Terangnya


Ia meninggalkan kesan bahwa suara daerah didengar, Ia meninggalkan contoh bahwa perempuan Maluku bisa mempengaruhi kebijakan nasional. Ia meninggalkan harapan bahwa keadilan masih mungkin diperjuangkan, bahkan oleh satu orang dengan hati yang tulus.  

Terima kasih, Ibu Engelina Pattiasina, Terima kasih, Archipelago Foundation, Maluku ingat, Indonesia seharusnya juga ingat. Tutupnya  (Rdks) 

Selengkapnya

Prajurit TNI AU dan Polri Ini, Pengabdian Hingga Napas Terakhir, Saat Tolong Pelajar Tenggelam di Pantai Nirun-Tual

Juni 22, 2026


Tual
, globaltimurnn.com - Duka mendalam menyelimuti masyarakat Maluku. Dua aparat negara, yakni anggota Polri dan TNI Angkatan Udara, gugur saat berupaya menyelamatkan seorang pelajar yang tenggelam di kawasan wisata Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (21/6/2026).


Korban yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah Briptu Nanda Tutupoho, anggota Polda Maluku, dan Serda Rangga S., personel TNI Angkatan Udara dari Lanud Dumatubun, Keduanya meninggal dunia setelah terseret arus dan dihantam ombak saat berusaha menyelamatkan seorang pelajar yang terjatuh ke laut.


Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya kedua aparat tersebut yang telah menunjukkan dedikasi dan keberanian luar biasa dalam menjalankan nilai-nilai kemanusiaan.


"Kami keluarga besar Polda Maluku menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Briptu Nanda Tutupoho dalam upaya penyelamatan seorang anak yang mengalami musibah tenggelam. Almarhum telah menunjukkan keberanian, kepedulian, dan pengabdian yang luar biasa kepada masyarakat. 


Tindakan yang dilakukan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi dan menolong sesama manusia," ujar Kombes Pol. Rositah Umasugi.


Menurutnya, pengorbanan yang dilakukan Briptu Nanda bersama Serda Rangga merupakan teladan pengabdian yang patut dikenang dan menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri maupun TNI.


Almarhum gugur saat menjalankan panggilan kemanusiaan. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini," katanya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 14.40 WIT di kawasan tebing Pantai Nirun Lear Ngursoin.


Saat itu, sekelompok pelajar yang diduga masih duduk di bangku SMP berada di area tebing pantai untuk berfoto, Mereka diketahui merupakan bagian dari rombongan sekolah yang telah terpisah dari guru pendamping.


Seorang pelajar bernama Opy Hanubun (16) tiba-tiba melompat dari tebing ke laut, Tidak lama kemudian korban terlihat kesulitan berenang dan berteriak meminta pertolongan.


Teriakan tersebut memancing perhatian para pengunjung pantai. Di lokasi kejadian terdapat Briptu Nanda Tutupoho dan Serda Rangga yang saat itu sedang berada di kawasan pantai, Tanpa ragu, keduanya langsung terjun ke laut untuk memberikan pertolongan.


Namun kondisi perairan yang memiliki ombak besar serta arus yang kuat menyebabkan kedua aparat tersebut ikut terseret arus di sekitar area tebing pantai.


Warga yang menyaksikan kejadian segera meminta bantuan dan secara bersama-sama melakukan upaya penyelamatan, Pelajar yang tenggelam berhasil dievakuasi lebih dahulu dalam keadaan selamat. Sementara Briptu Nanda dan Serda Rangga berhasil diselamatkan setelah sempat terbawa arus.


Ketiga korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Danar untuk mendapatkan pertolongan medis.


Sekitar pukul 15.00 WIT, Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di Puskesmas Danar, Sementara Briptu Nanda Tutupoho sempat mendapatkan penanganan medis dan dirujuk menggunakan ambulans menuju RS Karel Sadsuitubun Langgur. Namun dalam perjalanan, Briptu Nanda dinyatakan meninggal dunia.


Peristiwa naas ini menjadi potret nyata solidaritas dan semangat kemanusiaan yang ditunjukkan aparat negara dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bahkan dengan mempertaruhkan nyawa mereka sendiri.


Keberanian Briptu Nanda Tutupoho dan Serda Rangga menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan, pengabdian, dan keberanian tetap hidup dalam setiap tugas yang dijalankan aparat negara.


Polda Maluku bersama jajaran TNI Angkatan Udara turut memberikan penghormatan terakhir kepada kedua almarhum serta mendampingi keluarga yang ditinggalkan.


Masyarakat Maluku dan bangsa Indonesia kehilangan dua putra terbaik yang gugur bukan dalam medan perang, melainkan saat berjuang menyelamatkan nyawa sesama. (Rdks) 

Selengkapnya

Personel, Polres Halut Laksanakan Simulasi Penanganan Aksi Unjuk Rasa

Juni 22, 2026


Tobelo
, globaltimurnn.com - Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme personel dalam menghadapi potensi aksi unjuk rasa, Polres Halmahera Utara bersama Personel Sat Brimob Kompi 1 Yon A Pelopor Halut melaksanakan latihan simulasi pengamanan dan penanganan aksi unjuk rasa di jalan Ir. Hein Namotemo, tepat di Depan polres halut, Senin (22/6/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Halut, AKBP Erlichson Pasaribu. S.H, S.I.K., dan dihadiri oleh Wakapolres, para Kabag, Danki Brimob Kompi 1 Yon A Pelopor Halut, para PJU, Kasatgas, serta personel Polres Halut.


Dalam wawancara , Kapolres Halut Melalui Kasie Humas Iptu Hopni Saribu S.H Menyampaikan bahwa latihan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel dalam melaksanakan tugas pengendalian massa sesuai prosedur yang berlaku, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif.


"Sebagai anggota Polri, kita harus mampu menjalankan tugas pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum secara profesional, humanis, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Personel harus mengedepankan kesabaran, tidak mudah terpancing provokasi, serta tetap menjunjung tinggi hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi," ujar Hopni.


Simulasi tersebut melibatkan berbagai unsur pengamanan, mulai dari Tim PHH Brimob, Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, Tim Negosiator, Tim Kamseltibcar Lantas, Tim Deteksi, Tim Gakkum, Tim Keslap, hingga Tim Kehumasan. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan untuk menguji kesiapan personel dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi saat pelaksanaan aksi unjuk rasa.


Selain meningkatkan kemampuan teknis, latihan ini juga bertujuan memperkuat soliditas dan sinergitas antar personel dalam pelaksanaan tugas di lapangan, sehingga setiap tahapan pengamanan dapat berjalan secara efektif, terukur, dan sesuai standar operasional prosedur.


Kegiatan latihan dan simulasi berjalan dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan skenario yang telah disusun, serta menunjukkan kesiapan dan kemampuan personel dalam menghadapi berbagai potensi situasi yang dapat terjadi pada saat pelaksanaan aksi unjuk rasa.


Melalui kegiatan ini, Polres Halut berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kesiapan operasional guna memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman terbaik kepada masyarakat. (V374) 

Selengkapnya

Kunjungi Kejari SBT, Kajati Maluku Rudy Irmawan Tekankan Integritas Dan Optimalisasi Kinerja

Juni 22, 2026


SBT
, globaltimurnn.com - Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rudy Irmawan, S.H., M.H., melaksanakan kunjungan kerja dan supervisi di Kantor Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, pada Senin (22/6/2026).


Sehari sebelumnya, Minggu (21/6/2026), Kajati Maluku beserta rombongan tiba di Bandara Kufar menggunakan Pesawat Trigana Air dan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur, Ilham Wahdini, S.H., M.H., bersama para Kepala Seksi, Plt. Kacabjari Geser, Kasubagbin, serta seluruh jajaran Kejari Seram Bagian Timur.


Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari supervisi pimpinan dalam rangka melihat secara langsung pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur, mengevaluasi capaian kinerja, serta memastikan seluruh program kerja berjalan sesuai dengan arah kebijakan pimpinan Kejaksaan Republik Indonesia. Selain itu, Kajati Maluku juga meninjau perkembangan pembangunan Gedung Mess Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.


Dalam sambutannya, Kajati Maluku menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur atas sambutan hangat yang diberikan kepada dirinya beserta rombongan.


“Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Sangat berkesan bagi saya ketika tiba di ujung Pulau Seram ini dan melihat semangat serta dedikasi seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur,” ujar Kajati.


Pada kesempatan tersebut, Kajati Maluku menekankan beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian seluruh jajaran. Pertama, terkait realisasi program kerja dan penyerapan anggaran agar seluruh target kinerja dapat dicapai secara optimal, tepat waktu, dan akuntabel.


“Jangan sampai terdapat kegiatan yang terlambat atau serapan anggaran yang tidak sesuai dengan perencanaan,” tegasnya.


Kedua, Kajati menekankan pentingnya pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sebagai komitmen bersama dalam mewujudkan budaya kerja yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.


“Predikat WBK dan WBBM bukanlah tujuan akhir, melainkan cerminan budaya kerja yang berintegritas. Bangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata, bukan sekadar kelengkapan administrasi,” ungkapnya.


Ketiga, Kajati Maluku mengingatkan seluruh jajaran untuk melaksanakan dengan sungguh-sungguh 7 Perintah Harian Jaksa Agung sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.


Ia juga menegaskan bahwa di tengah tingginya perhatian dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan, setiap insan Adhyaksa harus senantiasa menjaga integritas, profesionalitas, dan kedisiplinan dalam setiap tindakan, baik di dalam maupun di luar kedinasan.


“Saya meminta seluruh jajaran menjaga integritas, menghindari perbuatan tercela, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta menjauhi segala bentuk perilaku yang dapat mencederai marwah Kejaksaan. Kepercayaan publik yang tinggi saat ini adalah kehormatan sekaligus amanah yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.


Kajati Maluku juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik merupakan aset yang sangat berharga bagi institusi Kejaksaan.


“Kepercayaan publik dibangun bertahun-tahun, tetapi dapat hilang hanya karena satu kesalahan. Maka jagalah integritas, karena itulah mahkota seorang Jaksa. Sebab kehormatan seorang Jaksa tidak hanya lahir dari penegakan hukum, tetapi juga dari keberaniannya untuk tetap mendengar suara hati nurani,” pesan Kajati.


Dalam kunjungan kerja tersebut, Kajati Maluku didampingi oleh Asisten Pembinaan Cahyadi Sabri, S.H., M.H., Asisten Intelijen Diky Oktavia, S.H., M.H., serta Kasubag Perencanaan Helena Mapussa, S.H., M.H.


Melalui kunjungan kerja dan supervisi ini, diharapkan kinerja Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur semakin optimal dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat, menjaga kepercayaan publik, serta mendukung terwujudnya institusi Kejaksaan yang profesional, modern, bermartabat, dan berintegritas.


Selain Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku beserta rombongan dijadwalkan akan melanjutkan kunjungan kerja di Kejaksaan Negeri Maluku Tengah dan di Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT