Ambon, Globaltimurnn.com – Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits Tamaela, mengapresiasi pelaksanaan Dialog Kebangsaan bertajuk “Bacarita Kota Ambon for Ambon Pung Bae” yang digelar Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Selasa (11/08/2026), di Santika Premiere Hotel Ambon.
Mourits menilai, kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat kembali kesadaran masyarakat akan arti persatuan, kerukunan dan semangat orang basudara sebagai fondasi kehidupan sosial di Kota Ambon.
Menurutnya, dialog kebangsaan tersebut memiliki arti strategis karena digelar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-81 Provinsi Maluku.
Ia mengapresiasi langkah Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease yang menghadirkan ruang dialog bersama berbagai elemen masyarakat untuk membicarakan masa depan Kota Ambon dalam suasana kebersamaan.
“Ini menjadi momentum yang sangat baik untuk kita kembali mengingatkan bahwa persatuan dan kesatuan adalah modal utama dalam membangun Kota Ambon,” ujar Mourits.
Ia mengajak masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh persoalan kecil yang dapat berkembang menjadi pertikaian. Menurutnya, setiap warga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana yang sejuk dan mencegah perbedaan berubah menjadi konflik.
Mourits pun menggunakan perumpamaan “api” dan “air” untuk menggambarkan sikap yang seharusnya dibangun masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Jangan kita menjadi api di tengah pertikaian-pertikaian kecil. Bagaimana kita bisa menjadi air untuk mereduksi semua perbedaan, bahkan potensi-potensi konflik,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan menjaga persatuan masyarakat saat ini tidak hanya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga semakin kuat di ruang digital.
Media sosial, menurutnya, dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarmasyarakat. Namun, apabila digunakan secara tidak bijak, perbedaan pendapat dan informasi yang tidak dikelola dengan baik justru dapat memperbesar persoalan.
Karena itu, Mourits mendorong agar ketahanan sosial masyarakat Ambon terus diperkuat. Semangat persaudaraan orang Ambon, kata dia, harus menjadi benteng bersama dalam menghadapi berbagai provokasi, propaganda maupun narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Bagaimana kita bicara kemajuan pembangunan ke depan kalau kita tidak bersatu?” katanya.
Mourits juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan kedamaian Kota Ambon bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan. Menurutnya, pemerintah, masyarakat adat, tokoh agama, pemuda, media, organisasi kemasyarakatan hingga seluruh warga memiliki tanggung jawab yang sama.
Ia berharap semangat “Bacarita Kota Ambon for Ambon Pung Bae” tidak berhenti sebagai sebuah forum dialog, tetapi dapat diterjemahkan dalam kehidupan masyarakat melalui sikap saling menghargai, menjaga komunikasi dan menyelesaikan persoalan dengan cara-cara yang damai.
Bagi Mourits, keberagaman merupakan kekuatan besar yang dimiliki Kota Ambon. Karena itu, persatuan dan kerukunan harus terus dirawat agar pembangunan kota tidak hanya menghadirkan kemajuan secara fisik, tetapi juga membangun masyarakat yang aman, solid dan kuat dalam semangat orang basudara.
“Ambon pung bae hanya bisa kita wujudkan kalau torang samua mau menjaga persatuan, saling menghargai dan tidak memberi ruang bagi hal-hal yang dapat memecah belah katong,” pungkasnya. (Za)












