globaltimurnn.com

Senin, 01 Juni 2026

KORMI Maluku Gelar Musprov II, Gubernur Tegaskan Olahraga Masyarakat Sebagai Motor Peningkatan Kualitas Hidup Menuju Indonesia Emas 2045

Juni 01, 2026

Foto : KORMI Maluku Gelar Musprov II, Gubernur Tegaskan Olahraga Masyarakat Sebagai Motor Peningkatan Kualitas Hidup Menuju Indonesia Emas 2045

Ambon
, globaltimurnn.com – Semangat membangun masyarakat Maluku yang sehat, bugar, dan produktif menggema dalam pembukaan Musyawarah Provinsi (Musprov) II Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Maluku bertempat di lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Senin (1/6/2026).


Musprov yang menjadi forum tertinggi organisasi ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku melalui Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie. 


Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda, Gubernur menegaskan bahwa olahraga masyarakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.


Meski berhalangan hadir karena agenda kedinasan di luar daerah, Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran KORMI Maluku yang selama ini konsisten menggerakkan budaya olahraga di tengah masyarakat.


“Olahraga masyarakat bukan hanya tentang kebugaran fisik. Lebih dari itu, olahraga menjadi sarana memperkuat persaudaraan, membangun karakter, menumbuhkan semangat kebersamaan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” demikian pesan Gubernur yang dibacakan Sekda.


Menurutnya, KORMI memiliki peran penting sebagai rumah besar bagi berbagai cabang olahraga rekreasi, olahraga tradisional, olahraga kesehatan, hingga olahraga petualangan. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya masyarakat Maluku yang sehat secara jasmani, kuat secara mental, dan siap menghadapi tantangan zaman.


Gubernur juga menekankan bahwa Musprov II bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi momentum strategis untuk melakukan evaluasi, memperkuat konsolidasi organisasi, serta merumuskan program-program inovatif yang mampu memperluas gerakan olahraga masyarakat hingga ke desa-desa dan pelosok Maluku.


“Musprov ini harus melahirkan kepemimpinan yang visioner, solid, dan memiliki komitmen kuat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Maluku,” tegasnya.


Pemerintah Provinsi Maluku berharap KORMI terus menjadi motor penggerak lahirnya ruang-ruang olahraga yang inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, sehingga budaya hidup sehat semakin tumbuh dan mengakar di Bumi Raja-Raja.


Pembukaan Musprov II KORMI Maluku berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya, ditandai dengan pemukulan tifa bersama oleh Sekretaris Daerah Maluku, perwakilan Sekretaris Jenderal KORMI Nasional, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, serta sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir.


Kegiatan ini turut dihadiri unsur pimpinan DPRD Provinsi Maluku, staf ahli gubernur, asisten sekda, pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku, pengurus KORMI kabupaten/kota, serta pimpinan induk organisasi olahraga rekreasi se-Maluku.


Melalui Musprov II ini, KORMI Maluku diharapkan semakin memperkuat perannya dalam membangun masyarakat yang sehat, bahagia, dan produktif, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Maluku yang maju dan berdaya saing. (Rdks) 

Selengkapnya

Peringati Hari Lahir Pancasila, Lapas Dobo Gelar Upacara Bendera dan Teguhkan Semangat Persatuan Bangsa

Juni 01, 2026

Foto : Peringati Hari Lahir Pancasila, Lapas Dobo Gelar Upacara Bendera dan Teguhkan Semangat Persatuan Bangsa

Dobo
, Globaltimurnn.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, melaksanakan upacara bendera di lapangan upacara Lapas Dobo. Senin (01/06/2026).


Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pegawai dan warga binaan pemasyarakatan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Kepala Lapas Kelas III Dobo, Pieter J. Lessy, bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara Bren A. Matitale yang merupakan pelaksana pada Bidang Pembinaan bertugas sebagai Pemimpin Upacara.


Dalam kesempatan tersebut, Pieter J. Lessy membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Dalam amanatnya disampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia.


Tema yang diangkat pada peringatan tahun ini, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menjadi penegasan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.


Lessy menyampaikan bahwa di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian dan ancaman perpecahan, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata keberhasilan dalam merawat keberagaman. Dengan lebih dari 17 ribu pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya, bangsa Indonesia mampu bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


“Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah,” demikian kutipan amanat yang dibacakan oleh Kepala Lapas.


Pada akhir upacara, seluruh peserta diajak untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan serta memperkuat semangat persatuan. Indonesia harus terus menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa ini menjunjung tinggi nilai religiusitas, mengedepankan persatuan dalam keberagaman, serta kuat karena nilai-nilai kemanusiaan yang dimilikinya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapas Dobo diharapkan menjadi momentum untuk semakin menanamkan nilai-nilai kebangsaan, baik bagi petugas maupun warga binaan, sehingga semangat Pancasila senantiasa hidup dalam setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara. (Za)

Selengkapnya

Perkuat Harmoni Sosial, Wakil Uskup OCI dan Wali Kota Ambon Bahas Sinergi Kebangsaan

Juni 01, 2026

Foto: Perkuat Harmoni Sosial, Wakil Uskup OCI dan Wali Kota Ambon Bahas Sinergi Kebangsaan

Ambon
, Globaltimurnn.com - Wakil Uskup Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI), Pastor Kolonel Purnawirawan (Sus) Yos Bintoro Pr menekankan pentingnya membangun kerja sama antara pemerintah daerah, gereja, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, serta memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Hal tersebut disampaikan Yos Bintoro, saat melakukan kunjungan silaturahmi dengan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, di ruang kerja Wali Kota Ambon, Senin (01/06/2026).


Turut mendampingi Wali Kota dalam silahturahmi tersebut yakni, Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, dan Kepala Dinas Komuniaksi Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy. 

 

Menurut Pastor Yos, OCI tidak hanya hadir untuk memberikan pelayanan rohani kepada anggota TNI dan Polri yang beragama Katolik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral, untuk turut mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, dan menjunjung tinggi semangat kebangsaan.

 

“Semangat yang kami bawa adalah, semangat pengabdian. Pengabdian kepada Tuhan, kepada bangsa dan negara, serta kepada masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama dari semua pihak sangat diperlukan, agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

 

Pastor Yos menilai Maluku, khususnya Kota Ambon, memiliki pengalaman berharga dalam menjaga kerukunan, dan membangun kembali kehidupan sosial yang harmonis, di tengah keberagaman masyarakat.

 


Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat moderasi beragama, dan menumbuhkan sikap saling menghormati antarsesama umat beragama.

 

“Kita harus terus mengedepankan nilai kemanusiaan. Apabila nilai kemanusiaan ditempatkan di atas segala perbedaan, maka persaudaraan akan tumbuh dan masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai,” katanya.

 

Ia berharap, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus diperkuat, guna menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini.

 

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menyambut baik kunjungan Wakil Uskup OCI, dan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan terhadap kehidupan sosial dan keagamaan di Kota Ambon.

 

Menurut Wattimena, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berkomitmen, untuk menjaga dan merawat nilai-nilai toleransi, yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Ambon.

 

“Kami percaya, bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan bidang fisik, tetapi juga oleh kuatnya persatuan, kerukunan, dan semangat kebersamaan masyarakat. Oleh sebab itu, peran lembaga keagamaan sangat penting, dalam mendukung pembentukan karakter dan moral masyarakat,” ujarnya.

 

Wali Kota menegaskan, bahwa Pemkot Ambon selalu terbuka, untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.

 

Ia berharap, kunjungan Pastor Yos Bintoro dapat semakin mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan sosial di Kota Ambon.

 

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda pelayanan rohani Pastor Yos Bintoro di Maluku. 


Selain bertemu dengan pemerintah daerah, ia juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah paroki, lembaga pendidikan, panti asuhan, serta bertemu dengan berbagai elemen masyarakat, dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dan menumbuhkan semangat kebangsaan di daerah kepulauan tersebut. (Za)

Selengkapnya

Persoalkan Batas Kawasan, Masyarakat Adat Negeri Maraina Tuntut Perlindungan Hak Ulayat

Juni 01, 2026

Foto : Persoalkan Batas Kawasan, Masyarakat Adat Negeri Maraina Tuntut Perlindungan Hak Ulayat

Malteng
, globaltimurnn.com – Masyarakat adat Negeri Maraina melakukan aksi penolakan terhadap penetapan batas Taman Nasional Manusela yang ditetapkan oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) dengan jarak sekitar 500 meter dari wilayah Negeri Adat Maraina. Aksi tersebut digelar pada Senin (1/6/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.


Penolakan tersebut merupakan tindak lanjut dari serangkaian pertemuan yang dilakukan oleh para tua adat dan Saniri Negeri Maraina. Pada Sabtu (30/5/2026), para tokoh adat dan anggota Saniri Negeri menggelar musyawarah untuk membahas persoalan batas kawasan taman nasional yang dinilai merugikan masyarakat adat.


Selanjutnya, pada Minggu (31/5/2026), para tua adat bersama Saniri Negeri kembali mengadakan pertemuan dengan masyarakat untuk menyampaikan hasil pembahasan serta menyepakati langkah-langkah aksi penolakan terhadap penetapan batas tersebut.


Dalam aksi yang berlangsung pada Senin (1/6/2026), masyarakat adat Negeri Maraina menyatakan keberatan atas penetapan batas baru kawasan Taman Nasional Manusela yang berada sekitar 500 meter dari wilayah permukiman adat. Mereka menilai proses penetapan batas dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat yang terdampak langsung.


Perwakilan masyarakat adat menegaskan bahwa penetapan batas kawasan hutan dan taman nasional harus dilakukan secara transparan, partisipatif, dan menghormati hak-hak masyarakat adat yang telah turun-temurun mendiami wilayah tersebut.


Dalam pernyataan sikapnya, masyarakat adat Negeri Maraina menyampaikan lima tuntutan utama, yaitu:

1. Mengembalikan batas Taman Nasional Manusela ke batas awal sebagaimana saat pertama kali ditetapkan.

2. Menolak penetapan batas Taman Nasional Manusela yang berjarak 500 meter dari Negeri Maraina karena dianggap dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan masyarakat adat.

3. Mendesak adanya transparansi mengenai batas-batas kawasan taman nasional melalui sosialisasi yang terbuka kepada masyarakat adat Negeri Maraina.

4. Melarang segala aktivitas pihak Balai Taman Nasional Manusela dan BPKH di atas tanah adat Negeri Maraina sebelum terdapat penjelasan yang jelas mengenai batas kawasan serta hak-hak masyarakat adat.

5. Meminta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk segera menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Adat yang dapat melindungi hak-hak masyarakat adat di Kabupaten Maluku Tengah.


Masyarakat adat Negeri Maraina berharap pemerintah daerah, pihak taman nasional, serta instansi terkait dapat membuka ruang dialog dan memberikan penjelasan yang komprehensif terkait penetapan batas kawasan tersebut. Mereka juga menekankan pentingnya pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan hutan dan konservasi.


Hingga aksi berlangsung, masyarakat adat Negeri Maraina menyatakan akan terus memperjuangkan hak-hak adat mereka melalui jalur dialog dan mekanisme yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Rdks) 

Selengkapnya

Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia: Personel Kodaeral lX Peringati Hari Lahir Pancasila 2026

Juni 01, 2026

Foto : Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia: Personel Kodaeral lX Peringati Hari Lahir Pancasila 2026

Ambon
, globaltimurnn.com - Prajurit dan PNS Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Kodaeral) lX memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" yang digelar di Lapangan Mako Kodaeral lX, Halong, Kota Ambon, Maluku, Senin (1/6/2026).


Wakil Komandan Kodaeral IX, Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi mewakili Komandan Kodaeral lX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dihadiri Inspektur Kodaeral lX, para Asisten Dankodaeral lX dan para Kepala Satuan Kerja Kodaeral lX.


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, merupakan pengingat akan pentingnya menjaga persatuan nasional sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian global melalui nilai-nilai luhur Pancasila.


Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. dalam amanatnya yang dibacakan Inspektur Upacara mengatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bersama bagi seluruh elemen bangsa.


"Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia," terang Ketua BPIP.


Pancasila lanjutnya, adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. 


Menurutnya, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. 


Selain itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam setiap aspek kehidupan. Generasi muda, khususnya, didorong untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.


Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini,   personel Kodaeral IX harus semakin memperkokoh komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, serta perekat persatuan demi menjaga keutuhan NKRl. (Rdks) 

Selengkapnya

Kapolda Sultra Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian

Juni 01, 2026

Foto : Kapolda Sultra Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian

Kendari
, globaltimurnn.com – Polda Sulawesi Tenggara menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Apel Polda Sultra, Senin (1/6/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra Brigjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H selaku inspektur upacara dan diikuti oleh Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K para Pejabat Utama Polda Sultra, serta personel Polda Sultra.


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa sekaligus kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sultra membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam amanatnya disampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Disebutkan bahwa di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia, Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun dan jangkar moral yang menjaga keutuhan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.


“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” demikian kutipan amanat yang dibacakan dalam upacara.


Selain menegaskan peran Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa, amanat tersebut juga menyoroti kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui politik luar negeri bebas aktif, peran diplomasi, serta keterlibatan dalam berbagai misi perdamaian internasional.


Kepala BPIP juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar simbol atau hafalan semata.


“Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata, kebijakan publik, serta kehidupan bermasyarakat,” pesan dalam amanat tersebut.


Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Polda Sultra menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkokoh semangat kebangsaan demi terwujudnya Indonesia yang damai, maju, dan berkeadilan. (V374) 

Selengkapnya

Minggu, 31 Mei 2026

Hari Lahir Pancasila di Ambon, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Nilai Pancasila sebagai Pedoman Hidup

Mei 31, 2026

Foto : Hari Lahir Pancasila di Ambon, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Nilai Pancasila sebagai Pedoman Hidup

Ambon
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kota Ambon memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan menggelar upacara bendera di halaman Balai Kota Ambon, Senin (01/06/2026). Momentum nasional ini dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat komitmen kebangsaan serta meneguhkan kembali nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.


Upacara berlangsung khidmat dengan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Ambon, Penjabat Sekretaris Kota, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran aparatur sipil negara lingkup Pemerintah Kota Ambon.


Dalam kesempatan itu, Wali Kota membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi merupakan momentum refleksi bersama untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan Indonesia, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia.


Dalam pidato tersebut dijelaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Di tengah situasi global yang dipenuhi ketidakpastian dan ancaman perpecahan, Indonesia mampu menunjukkan bahwa keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama dapat dirawat dalam bingkai persatuan.


"Indonesia berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang tersebar di lebih dari 17 ribu pulau dapat dipersatukan dalam satu ikatan kebangsaan," demikian kutipan pidato yang dibacakan Wali Kota.


Selain sebagai dasar negara, Pancasila juga menjadi landasan bagi Indonesia dalam menjalankan peran di tingkat internasional. Nilai-nilai musyawarah, kemanusiaan, dan keadilan sosial yang terkandung di dalamnya menjadi modal penting dalam membangun diplomasi yang damai dan konstruktif.


Kontribusi Indonesia dalam berbagai misi perdamaian dunia, keterlibatan dalam penyelesaian konflik regional, hingga konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang tertindas disebut sebagai wujud nyata implementasi sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.


Melalui momentum tersebut, Wali Kota Ambon mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak hanya menghafal Pancasila, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, nilai-nilai luhur Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan publik, menjamin keadilan bagi seluruh masyarakat, melindungi kelompok rentan, serta memastikan tidak ada warga yang merasa terpinggirkan dalam pembangunan.


"Jangan biarkan Pancasila hanya menjadi simbol yang terpajang di dinding atau sekadar tulisan dalam buku sejarah. Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dan bekerja nyata dalam kehidupan kita," tegasnya.


Di akhir amanat, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menolak segala bentuk radikalisme dan intoleransi yang dapat mengancam harmoni kehidupan berbangsa.


Dengan semangat Hari Lahir Pancasila 2026, Pemerintah Kota Ambon berharap nilai-nilai persatuan, kemanusiaan, dan keadilan sosial semakin mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian dunia.Alternatif judul menarik lainnya. (za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT