globaltimurnn.com


Minggu, 01 Februari 2026

𝐏𝐞𝐦𝐤𝐚𝐛 𝐇𝐚𝐥𝐮𝐭 𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐛𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐓𝐨𝐛𝐞𝐥𝐨 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐛𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐄𝐤𝐬𝐩𝐨𝐫, 𝐊𝐞𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐠 𝐑𝐈 𝐋𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐕𝐞𝐫𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐈𝐏𝐒𝐊𝐀

Februari 01, 2026

Foto : 𝐏𝐞𝐦𝐤𝐚𝐛 𝐇𝐚𝐥𝐮𝐭 𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐛𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐓𝐨𝐛𝐞𝐥𝐨 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐛𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐄𝐤𝐬𝐩𝐨𝐫, 𝐊𝐞𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐠 𝐑𝐈 𝐋𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐕𝐞𝐫𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐈𝐏𝐒𝐊𝐀

Tobelo
, Globaltimurnn.com – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam memperkuat ekosistem perdagangan dan ekspor terus diperlihatkan melalui langkah konkret. Di bawah kepemimpinan Bupati Piet Hein Babua, Halut mendorong penetapan Pelabuhan Tobelo sebagai pelabuhan ekspor sekaligus mengupayakan status sebagai Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal Barang (IPSKA).


Sebagai tindak lanjut, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri melakukan verifikasi lapangan pada 30–31 Januari 2026. Tim Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor meninjau langsung kesiapan infrastruktur, tata kelola, serta dukungan pelaku usaha di Halut.


Ketua Tim Verifikasi Kemendag RI, Agung Wicaksono Sochirin, menyampaikan bahwa verifikasi ini bertujuan memastikan Halut memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administratif sebagai IPSKA.


“Penetapan IPSKA di daerah bertujuan mendekatkan layanan kepada dunia usaha, sehingga proses ekspor menjadi lebih cepat, efisien, dan kompetitif,” jelas Agung saat ditemui di Hotel Marahai Park, Sabtu (31/1/2026).


Ia menjelaskan, dokumen Surat Keterangan Asal Barang menjadi instrumen penting bagi eksportir untuk memperoleh tarif preferensi dalam berbagai perjanjian dagang internasional Indonesia, yang dapat menurunkan beban biaya ekspor secara signifikan.


Selain aspek teknis, Kemendag RI juga menaruh perhatian pada prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, kepatuhan terhadap regulasi nasional, serta keberlanjutan lingkungan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kredibilitas Indonesia dalam sistem perdagangan global.


Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Halut, Nyoter Koenoe, menyebutkan bahwa tim verifikator telah melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan dan UMKM potensial, seperti PT NICO, PT NHM, PT Pacific Coir, UMKM Hobata Farm, hingga Pelabuhan Tobelo.


“Kami memastikan kesiapan kelembagaan, sumber daya manusia, serta sarana pendukung agar proses penerbitan SKA nantinya berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.


Nyoter menambahkan, Pemkab Halut juga menyiapkan penguatan kapasitas UMKM melalui program pelatihan ekspor yang difasilitasi Kementerian Perdagangan RI, sebagai bagian dari strategi jangka panjang mendorong lahirnya eksportir baru di daerah.


“Targetnya, bukan hanya penetapan IPSKA, tetapi tumbuhnya pelaku ekspor lokal yang berdaya saing,” pungkasnya. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Sabtu, 31 Januari 2026

Makan Patita Jadi Simbol Rekonsiliasi, Gubernur Maluku Tegaskan Perdamaian Negeri Liang

Januari 31, 2026


Foto : Makan Patita Jadi Simbol Rekonsiliasi, Gubernur Maluku Tegaskan Perdamaian Negeri Liang

Liang
, Globaltimurnn.com – Dalam rangka memperkuat rekonsiliasi dan perdamaian antar anak negeri, Gubernur Maluku menghadiri kegiatan Makan Patita bersama masyarakat Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (29/01/2026).


Kegiatan Makan Patita ini menjadi simbol kuat rekonsiliasi perdamaian yang ditandai dengan penyembelihan satu ekor kambing, sebagai bentuk sumpah adat seluruh anak Negeri Liang agar konflik yang pernah terjadi tidak terulang kembali. Prosesi adat tersebut juga dimaknai sebagai komitmen bersama, di mana setiap pelanggaran terhadap sumpah perdamaian diyakini akan mendapatkan sanksi adat dan kutukan dari para leluhur.


Dalam sambutannya, Gubernur Maluku menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan momentum penting bagi masyarakat Negeri Liang untuk kembali mempererat persaudaraan.


“Pertemuan hari ini adalah momentum pembuktian bahwa kasih sayang, persaudaraan, dan keinginan untuk hidup damai jauh lebih kuat daripada amarah yang sempat memisahkan kita. Saya merasa bangga bisa hadir pada acara Makan Patita ini,” ujar Gubernur.


Gubernur menyampaikan, atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, pihaknya menyambut baik pelaksanaan Makan Patita sebagai wujud memperkokoh semangat kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat. Nilai-nilai orang basudara dan pela gandong yang hidup dalam tradisi Makan Patita diharapkan terus diwujudkan dalam kehidupan sosial masyarakat.


“Kesempatan ini harus dimaknai sebagai wujud keterlibatan bersama dan introspeksi terhadap berbagai bentuk interaksi sosial, baik dengan sesama manusia maupun lingkungan, khususnya di Negeri Liang yang sama-sama kita cintai,” tambahnya.


Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan bahwa konflik dan pertikaian hanya akan meninggalkan luka, baik secara fisik, materi, maupun psikologis. Terjebak dalam dendam, menurutnya, hanya akan merugikan masa depan generasi mendatang.


“Tidak ada pemenang dalam sebuah konflik. Yang ada hanyalah kehilangan,” tegas Gubernur.


Ia juga menekankan bahwa ukhuwah atau persaudaraan merupakan modal dasar untuk saling menghidupi dan membangun Maluku secara bersama-sama. Gubernur mengutip ungkapan luhur orang Maluku, potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, serta sagu salempeng di patah dua, sebagai spirit kebersamaan sejati orang basudara.


“Untuk itu, saya mengajak seluruh warga Negeri Liang, mari katong jaga Maluku bae-bae. Siapa lagi yang mau bangun Maluku kalau bukan ale dengan beta,” ajaknya.


Sebagai penutup, Gubernur mengutip sebuah kalimat bijak, “Perdamaian tidak ditemukan dengan ketiadaan masalah, tetapi dengan kehadiran kemauan untuk menyelesaikannya bersama.”


Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Bupati Maluku Tengah, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Raja Negeri Liang, serta seluruh masyarakat yang telah bersungguh-sungguh mewujudkan rekonsiliasi perdamaian melalui Makan Patita.


Turut hadir mendampingi Gubernur Maluku dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPRD Provinsi Maluku, Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura atau yang mewakili, Bupati Maluku Tengah beserta Ibu, Ketua MUI Provinsi Maluku, Camat Salahutu beserta jajaran, Raja Negeri Liang, para Raja se-Jazirah, tokoh adat, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat. (V374) 

Selengkapnya

Polsek Loloda Utara Bersama Pemda Halut dan Masyarakat Lakukan Perbaikan Jembatan Rusak Di Kecamatan Loloda Utara

Januari 31, 2026


Foto : Polsek Loloda Utara Bersama Pemda Halut dan Masyarakat  Lakukan Perbaikan  Jembatan Rusak Di Kecamatan Loloda Utara

Loloda
, Globaltimurnn.com - Kepolisian Resor Halmahera Utara, melalui Polsek Loloda Utara Melakukan perbaikan  jembatan kayu Yang Rusak Akibat Banjir Bandang Dan Tanah longsor, Perbaikan  Jembatan Penghubung antar Desa di jalan Trans Loloda Utara antara Desa Menuju Kota Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu ( 01/02/26 )


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh  Kapolsek Loloda Utara Ipda Andi Parto yang diikuti Anggota Personil Polsek Loloda Utara dan Melibatkan karyawan CV. Orion Jaya dan Masyarakat desa Pocao ,


Menanggapi kondisi jembatan Yang Sudah Ambruk akibat Di terjang Banjir Bandang Dan Tanah Longsor Menyebabkan Akses menuju ke Loloda Utara Terputus, Polsek  bekerja sama CV. Orion Jaya dan warga Desa Takimo langsung turun ke lokasi untuk melakukan perbaikan jembatan yang rusak,



Perbaikan tersebut dimulai pada siang  hari, dengan melibatkan sejumlah personel Polsek Loloda Utara  bersama Pemerintah Daerah Melalui Cv. Orion Jaya dan masyarakat desa Pocao Telah Selesai Melaksanakan Pembuatan jembatan Penghubung antar desa yg rusak akibat banjir Menggunakan kayu batang kelapa di Jalan trans Loloda utara tepatnya di Desa Pocao Kec. loloda Utara yang dilaksanakan  agar akses secepatnya bisa terbuka


Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu S.H, S.I.K, melalui Kasi Humas AKP Kolombus Guduru saat menghubungi Kapolsek Ipda Andi Parto menjelaskan bahwa Pengerjaan dan perbaikan jembatan yg berada di desa Pocao Dilaksanakan Selama 6 (Enam) hari.


Alat yang di gunakan dalam Pengerjaan Jembatan Tersebut Bekerja Sama Dengan Pemerintah Daerah Melalui Cv. Orion Jaya 1 unit Excavator, 2 unit Dump Truck, Serta  Personil Babinkamtibmas bersama Warga setempat,  perbaikan jembatan Yang berada di desa pocao Menggunakan Batang Pohon Kelapa.


Berkat kerjasama yang solid antara Polsek Loloda Utara Bersama Pemda dan warga jembatan tersebut kini telah dapat digunakan kembali, meskipun perbaikan permanen belum dilakukan, Kata Kapolsek Loloda Utara," (V374)

Selengkapnya

Gala Beat Festival : Musik Jadi Nadi Hidup Ambon Ruang Ekspresi Muda & UMKM Bersinar

Januari 31, 2026

Foto :Gala Beat Festival : Musik Jadi Nadi Hidup Ambon Ruang Ekspresi Muda & UMKM Bersinar

Ambon
, Globaltimurnn.com – Gelombang kreativitas menggema di Kota Ambon, yang terus mengukuhkan diri sebagai City of Music melalui Festival Seni dan Musik serta Pameran UMKM "Gala Beat Festival". Digagas oleh Yayasan Belang Musika Maluku (BMM) yang baru diluncurkan Desember 2025, acara ini bukan hanya panggung bagi puluhan talenta muda lokal, tapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kreatif.

 

Hadir mewakili Walikota Ambon Bodewin Wattimena, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Christian Tukloy ,S,PI. menyampaikan komitmen pemerintah untuk membuka ruang publik bagi komunitas kreatif. Bahkan, ke depan kegiatan serupa akan menjelajahi kawasan Wainitu, Air Salobar, dan Amahusu.

 

Tema Harmoni Budaya dan Kreativitas Lokal untuk Ekonomi Berkelanjutan sangat tepat seni bukan cuma hiburan, tapi jembatan nilai budaya, identitas, dan persaudaraan lintas generasi, ujarnya dalam sambutan resmi.

 


Tak hanya menghadirkan aksi menawan para musisi dan seniman muda (yang sebanyak 25 orang tampil dengan penuh semangat tanpa bayaran, hanya dengan konsumsi sebagai bentuk kebersamaan), acara ini juga memberikan peluang emas bagi 17 pelaku UMKM untuk memamerkan produk mereka. Kolaborasi ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi dari tingkat bawah.

 

Ketua Yayasan BMM, Alberto Dudung, menjelaskan bahwa Gala Beat Festival bukan hanya acara tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan yang akan menjangkau lima kecamatan di Kota Ambon Nusaniwe, Sirimau, Baguala, Teluk Ambon, dan Leitimur Selatan sepanjang tahun 2026.

 

"Ini bukan eksploitasi musik, tapi pembelajaran. Kita siapkan panggung untuk berekspresi, dan nanti di ranah profesional, honor akan dibicarakan dengan benar," jelasnya. Semua aspek acara, mulai dari sound system hingga pencahayaan, dikelola mandiri oleh tim BMM sebagai bentuk dedikasi terhadap kemajuan masyarakat sekitar.


 

Dukungan juga datang dari pemangku adat lokal, dengan Raja Negeri setempat yang menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini. Melalui sinergi pemerintah, komunitas kreatif, seniman, dan UMKM, Ambon bukan cuma menyandang gelar City of Music tapi benar-benar menghidupkannya sebagai kekuatan yang menggerakkan budaya dan ekonomi rakyat. (Za)

Selengkapnya

Kodaeral IX Beri Pelatihan Evakuasi Medis Laut bagi 52 Mahasiswa STIKes Pasapua Ambon

Januari 31, 2026


Foto : Kodaeral IX Beri Pelatihan Evakuasi Medis Laut bagi 52 Mahasiswa STIKes Pasapua Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com - Komando Daerah Angkatan Laut lX (Kodaeral IX) memberikan Pelatihan Evakuasi Medis Laut (EML) bagi 52 Mahasiswa Prodi S1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Pasapua Ambon yang digelar di pesisir pantai kawasan Mako Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Minggu (1/2/2026). 

 

Pelatihan EML tersebut digelar Kodaeral lX dan STIKes, dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan pelayanan keperawatan secara aktif dan akurat di kawasan pesisir dan kepulauan, khususnya pertolongan kegawatdaruratan maternal dan neonatal. 


Para mahasiswa mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik lapangan mengenai prosedur evakuasi korban dari kapal, teknik pertolongan pertama di atas perairan, serta koordinasi tim dalam situasi darurat.



Pentingnya kesiapsiagaan tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam menghadapi insiden di wilayah kepulauan seperti Maluku yang kondisi geografisnya didominasi perairan menuntut tenaga kesehatan memiliki keterampilan tambahan dalam evakuasi medis laut,  respons cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan pasien.


Mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari simulasi penggunaan alat keselamatan, teknik pemindahan korban dari perahu ke tandu evakuasi, hingga penanganan awal pasien dengan kondisi trauma maupun gangguan pernapasan di atas kapal.


Di tempat terpisah, Dankodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Kodaeral IX dan STIKes Pasapua Ambon.


"Diharapkan, pengalaman langsung ini dapat memperkaya wawasan serta meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan pada situasi darurat, khususnya di wilayah pesisir dan laut," ujarnya. 


Melalui pelatihan ini lanjutnya, mahasiswa tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga dilatih untuk bekerja dalam tim, menjaga komunikasi efektif, serta tetap tenang dalam tekanan. 


Kompetensi tersebut dinilai sangat penting untuk mencetak perawat profesional yang tanggap, terampil, dan siap mengabdi di berbagai kondisi medan tugas.


Kerja sama antara Kodaeral IX dan STIKes Pasapua Ambon diharapkan dapat terus berlanjut melalui program pelatihan serupa di masa mendatang. (V374) 

Selengkapnya

Tuntaskan Minggu Militer, Kodaeral IX Perkuat Mental, Disiplin dan Ketangkasan Prajuritnya

Januari 31, 2026

Foto : Tuntaskan Minggu Militer, Kodaeral IX Perkuat Mental, Disiplin dan Ketangkasan Prajuritnya

Ambon
, Globaltimurnn.com - Memasuki hari kelima sekaligus hari terakhir rangkaian Minggu Militer, Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX) memfokuskan kegiatan pada  tiga aspek utama yaitu pembinaan mental, displin dan ketangkasan prajuritnya pada Jumat (30/1/2026). 


Kegiatan diawali dengan prosedur tetap (Protap) militer, yakni loading senjata yang dilanjutkan dengan pemeriksaan ketat terhadap kelengkapan personel dan materil.


Untuk menjaga kebugaran dan naluri tempur, para prajurit melaksanakan serangkaian materi fisik yaitu Senam Senjata dan PBB ersenjata guna memelihara kedisiplinan dan kekompakan barisan dilanjutkan pembinaan rohani dan evaluasi.


Evaluasi dan Pengamanan Markas Sebagai bentuk pertanggung jawaban latihan, pimpinan satuan menggelar evaluasi terhadap seluruh rangkaian Minggu Militer yang telah berjalan selama sepekan.


Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi pencapaian sekaligus aspek-aspek yang perlu ditingkatkan pada periode berikutnya.


Menutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan Drill Apel Rayonisasi yang disimulasikan dengan manuver steeling (pendudukan posisi) dan Patroli Perimeter Mako.


Latihan pengamanan ini untuk memastikan seluruh area Markas Komando (Mako) dalam keadaan steril dan aman dari segala potensi gangguan.


Minggu Militer ini, bukan sekadar rutinitas, melainkan kawah candradimuka untuk menjaga profesionalisme dan militansi prajurit di tengah dinamika tugas yang semakin kompleks. (Red) 

Selengkapnya

Dua Kecamatan Di SBB Gelar Rapat Koordinasi Musyawarah Tentang Pembentukan Unit Pengumpulan Zakat UPZ Se-Kecamatan Kairatu Dan Kairatu Barat

Januari 31, 2026

Foto : Dua Kecamatan Di SBB Gelar Rapat Koordinasi Musyawarah Tentang Pembentukan Unit Pengumpulan Zakat UPZ Se-Kecamatan Kairatu Dan Kairatu Barat

Waimital
, Globaltimurnn.com - Bertempat di Kantor Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS Kabupaten Seram Bagian Barat Desa Waimital Kecamatan Kairatu, Pengurus Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS Kabupaten Seram Bagian Barat menggelar Rapat Koordinasi Musyawarah tentang pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Se Kecamatan Kairatu dan Kairatu Barat, Sabtu, 31/1/2026


Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Seram Bagian Barat, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Kepala Kantor Kementerian Agama Seram Bagian Barat, Kepala Desa Waihatu, Ketua MUI Seram Bagian Barat, Imam, Ketua Ketua Ta'mir, Ketua Ketua BAZIS serta undangan lainnya. 


Ketua BAZNAS SBB Syuaib Pattimura menyampaikan rapat koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS dengan pemerintah Desa, Imam, Ta'mir dan masyarakat se Kecamatan Kairatu Kairatu Barat, selain itu untuk memastikan pengelolaan zakat secara amanah, profesional dan transparan lewat kerja kerja UPZ yang dibentuk.,


Menurut Pattimura Untuk memastikan pengelolaan zakat secara amanah, profesional dan transparan maka BAZNAS mempunyai tanggung jawab membentuk UPZ pada setiap lembaga, instansi, termasuk pada tingkat desa dan dusun sesuai amanah UU Nomor 23 Tahun 2011., Pungkasnya 


"Jika UPZ itu sudah dibentuk maka mereka secara resmi boleh mengumpulkan zakat, infaq dan sedekah di masyarakat dengan kata lain mereka telah legal, krna sesuai ketentuan UU No 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat Organisasi, instansi atau lembaga manapun resmi atau dalam pengumpulan zakat, infak dan sedekah setelah diresmikan atau di SK-kn oleh BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non struktural yang diberikan otoritas kewenangannya oleh UU untuk mengelola zakat infak dan sedekah.


Kami berharap nantinya sebelum bekerja UPZ dapat menyusun RKAT sebagai dokumen perencanaan strategis yang memuat penjabaran program kerja dan alokasi anggaran UPZ selama setahun sehingga kita bisa memastikan kegiatan UPZ itu terencana dengan jelas dan anggarannya dapat dipertanggungjawabkan juga penyalurannya sesuai ketentuan syari'at,. Tutupnya  (Red) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT