globaltimurnn.com


Minggu, 15 Februari 2026

Sinergi Antar Instansi : Kanim Ambon Kunjungi Lapas Namlea, Tinjau Sarana Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Februari 15, 2026

Foto : Sinergi Antar Instansi : Kanim Ambon Kunjungi Lapas Namlea, Tinjau Sarana Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Namlea
, Globaltimurnn.com - Akhir pekan Minggu (15/02/2026) menjadi momen yang penuh makna bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea, setelah menyambut kedatangan rombongan dari Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Ambon yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanim Ambon, Eben Rifqy Taufan. Kunjungan tersebut disambut dengan penuh hangat oleh Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy.

 

"Sangat menjadi kehormatan bagi kami menerima kedatangan pihak Kanim Ambon di lingkungan Lapas Namlea. Meskipun kita menjalankan tugas di bidang yang berbeda, namun kita berada dalam satu naungan yang sama yaitu Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjalin hubungan yang erat dan saling mendukung," ungkap Marasabessy dalam sambutannya.

 

Tak hanya sebatas silaturahmi yang hangat, kunjungan tersebut juga diisi dengan aktivitas nyata dimana rombongan Kanim Ambon mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung situasi dan kondisi Lapas Namlea, khususnya mengeksplorasi Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Pertanian yang menjadi salah satu sarana pembinaan kemandirian bagi para warga binaan.

 


Menurut Eben Rifqy Taufan, kunjungan ini merupakan yang pertama kalinya ia dan jajarannya mengunjungi Lapas Namlea. Langkah ini diambil setelah menyelesaikan serangkaian kegiatan keimigrasian di Kabupaten Buru, termasuk di antaranya adalah Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA).

 

"Setelah menyelesaikan berbagai agenda kerja di Kabupaten Buru, kami mengambil inisiatif untuk mengunjungi Lapas Namlea. Tujuan utama kami adalah untuk mempererat tali silaturahmi serta membangun sinergitas yang kuat antar instansi, terutama dalam wilayah Kabupaten Buru," jelas Eben. (Za)

Selengkapnya

Bersinergi untuk Ambon yang Lebih Baik, Walikota Dorong Gereja GPM Jaga Ekonomi dan Bumi di Persidangan Milestone KE 57

Februari 15, 2026

Foto : Bersinergi untuk Ambon yang Lebih Baik, Walikota Dorong Gereja GPM Jaga Ekonomi dan Bumi di Persidangan Milestone KE 57

Ambon
, Globaltimurnn.com – Sinergi pemerintah dan lembaga keagamaan semakin diperkuat melalui Sidang Klasis Ke- 57 Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau Ambon, sebuah acara penting yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi pelayanan gereja, tetapi juga pijakan kolaboratif dalam menghadapi tantangan masa depan kota kita.

 

Dengan tema utama "Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM" dan subtema "Layanilah Umat dengan Tekun Sesuai Kasih Allah," persidangan yang berlangsung di Gereja Karn Hattin, Seilale, mulai Minggu (15/02/2026) hingga Senin (16/02/2026) dihadiri oleh 191 peserta dari berbagai elemen mulai Majelis Pekerja Klasis, perwakilan 25 jemaat, pendeta, hingga tokoh masyarakat terkait. Sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat klasis, acara ini dirancang untuk menyusun arah pelayanan yang sesuai dengan realitas dan kebutuhan umat saat ini.

 

Dalam sambutan yang penuh semangat, Walikota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa pembangunan Kota Ambon tidak bisa diraih sendirian. "Kita membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk gereja, terutama ketika menghadapi kompleksitas tantangan ekonomi dan lingkungan yang semakin meningkat," tegasnya.

 


Walikota mengapresiasi kontribusi panjang gereja dalam membangun karakter dan kecerdasan spiritual masyarakat. Menurutnya, sementara pemerintah fokus pada pengembangan kecerdasan intelektual, pembentukan kecerdasan spiritual dan emosional menjadi pijakan strategis yang diemban oleh gereja dan lembaga keagamaan lainnya.

 

Dampak kondisi fiskal terbatas serta dinamika global dan nasional membuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi prioritas bersama. Walikota mengajak seluruh jemaat untuk mengembangkan pola hidup produktif melalui berbagai kegiatan seperti bertani, melaut, beternak, dan membangun usaha kecil-kecilan.


 Untuk mendukung hal ini, pemerintah telah mengembangkan tiga kawasan Pusat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di RTP Wainitu, RTP Air Salobar, dan Amahusu lengkap dengan bantuan booth kontainer, etalase, serta modal usaha sebesar Rp2 juta per pelaku usaha. Selain itu, sebanyak 650 pelaku usaha telah mendapatkan bantuan modal, 50 Koperasi Merah Putih telah dibentuk di seluruh desa, negeri, dan kelurahan, serta 6.583 pelaku usaha telah difasilitasi untuk mendapatkan izin melalui sistem OSS.

 

Isu lingkungan juga menjadi fokus utama dalam sambutan tersebut. Walikota menekankan bahwa masalah sampah dan kerusakan lingkungan adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Tahun ini, Pemkot Ambon akan menerapkan teknologi modern dalam pengolahan sampah bukan hanya sekadar mengangkut dan membuangnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga mengelolanya secara terpadu.

 

Ia mengajak jemaat untuk aktif menjadi agen perubahan dengan mengingatkan warga sekitar agar membuang sampah pada tempatnya. Sebagai bentuk komitmen, Pemkot akan meluncurkan Gerakan TAMBAHAN (Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman) yang akan diwujudkan melalui kerja bakti bersama lintas elemen masyarakat. 


Menjelang HUT KE 450 Kota Ambon dengan tema "Bergerak Bersama Ambon Maju untuk Indonesia," Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan bekerja sama dengan Bank Sampah Alami Kota Ambon akan membeli sekitar tiga ton sampah plastik dari masyarakat untuk didaur ulang.

 

Walikota juga mengungkapkan sejumlah tantangan strategis yang dihadapi kota, antara lain tingkat pengangguran sebesar 11,65 persen, angka kemiskinan sekitar lima persen, kerentanan terhadap bencana, serta distribusi infrastruktur yang belum merata. 


Namun, dengan visi pembangunan 2025-2029 "Ambon Manise, Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan," Pemkot telah menetapkan 17 program prioritas seperti penambahan 779 sambungan air bersih, rehabilitasi jaringan distribusi air seluas 2.000 meter di Halong dan Passo, pembangunan Mal Pelayanan Publik, serta peluncuran Call Center 112 untuk layanan darurat.

 

Kehormatan kembali meraih peringkat Excellent dari UNESCO Creative Cities Network sebagai Kota Kreatif Musik juga diharapkan dapat menjadi daya dorong bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Ambon.

 

"Kota ini akan menjadi maju jika kita semua bekerja bersama sesuai dengan tugas dan pengabdian masing-masing," pungkas Walikota.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Persidangan Benyamin A. J. Kainama menyampaikan bahwa pelaksanaan acara ini berpedoman pada Tata Gereja GPM dan keputusan-keputusan klasis sebelumnya. Sumber pendanaan berasal dari Jemaat GPM Seilale, Majelis Pekerja Klasis, hibah dari Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon, serta kontribusi dari seluruh jemaat.


Panitia berharap persidangan ini mampu menghasilkan keputusan dan program pelayanan yang relevan, demi terwujudnya kesejahteraan sosial dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. (Za)

Selengkapnya

Sabtu, 14 Februari 2026

Kapolsek Malifut Iptu Iwan Duwila menghibahkan Masjid ke masyarakat dusun Sidomulyo, Kecamatan Kao Barat

Februari 14, 2026

Foto : Kapolsek Malifut Iptu Iwan Duwila menghibahkan Masjid ke masyarakat dusun Sidomulyo, Kecamatan Kao Barat

Malifut
, Globaltimurnn.com - Polri Untuk Masyarakat Pengabdian panjang sejak 2017 akhirnya berbuah nyata bagi warga Dusun Sidomulyo, Desa Torawat, Kecamatan Kao Barat. Kapolsek Malifut, Iptu Iwan Duwila, resmi menyerahkan hibah bangunan Masjid Al Falah kepada tokoh agama setempat, Sabtu (14/2).


Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kao Barat Efroni Tos Hendrik, Pdt. Benselina M. Syahalatua selaku tokoh agama Kristen Desa Torawat, Kapolsek Kao beserta jajaran, serta sekitar 25 warga Dusun Sidomulyo.



Pembangunan masjid tersebut bukan proses singkat. Iptu Iwan mengungkapkan, niat mendirikan rumah ibadah itu telah tumbuh sejak sembilan tahun lalu. Diawali dengan pembelian lahan di Dusun Sidomulyo, pembangunan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan finansial.


“Pembangunan dilakukan perlahan sesuai kemampuan. Bahkan saya sempat mengambil kredit agar pembangunan masjid ini tetap berjalan hingga tuntas,”ujar Iptu Iwan.


Penyerahan surat hibah berlangsung pukul 15.30 Wit di halaman masjid. Dokumen hibah diserahkan langsung kepada perwakilan tokoh agama Islam Desa Torawat, Tumardi, disaksikan unsur pemerintah kecamatan, tokoh lintas agama, serta masyarakat.


Sementara, Camat Kao Barat, Efroni Tos Hendrik, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kepedulian yang ditunjukkan Kapolsek Malifut. Menurutnya, kehadiran masjid ini menjadi berkah sekaligus simbol penguatan kehidupan religius masyarakat.


“Ini sarana untuk meningkatkan iman dan akhlak masyarakat melalui ibadah. Kami sangat berterima kasih atas kedermawanan Kapolsek Malifut,”ujarnya.


Hal Senada juga disampaikan, Pdt. Benselina menegaskan bahwa kehadiran rumah ibadah, apa pun agamanya, merupakan sumber kasih dan penguat toleransi antarumat beragama.


Dalam kesempatan itu, Iptu Iwan juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Polri atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.


“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolda dan Wakapolda yang telah memberikan amanah sebagai Kapolsek Malifut. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk menuntaskan pembangunan masjid ini,”tuturnya.


Dengan penyerahan hibah tersebut, Masjid Al Falah kini resmi menjadi pusat kegiatan ibadah umat Muslim di Dusun Sidomulyo, sekaligus diharapkan menjadi pilar persatuan dan kedamaian di Desa Torawat. (V374) 

Selengkapnya

Lampion Berkilau, Barongsai Bergoyang Festival Imlek 2577 Hidupkan Pattimura Park dan Buktikan Ambon Manise Sebagai Rumah Bersama

Februari 14, 2026

Foto : Lampion Berkilau, Barongsai Bergoyang Festival Imlek 2577 Hidupkan Pattimura Park dan Buktikan Ambon Manise Sebagai Rumah Bersama

Ambon
, Globaltimurnn.com – Suasana meriah menggema di kawasan Pattimura Park Sabtu (14/2/2026) saat Festival Imlek 2577 sukses digelar, menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam membangun ekonomi kreatif sekaligus menjaga tali silaturahmi di tengah keberagaman masyarakat.

 

Sebagai acara tahunan yang menjadi bagian dari 17 program prioritas Walikota dan Wakil Walikota periode 2025-2030 khususnya untuk mendukung Ambon sebagai City of Music melalui pembangunan ekosistem ekonomi kreatif festival ini menarik ribuan warga yang mulai mengisi lokasi sejak pagi hari.

 

Sebanyak 84 pelaku UMKM dari 17 subsektor ekonomi kreatif meramaikan pameran pembuka acara, menampilkan berbagai produk kreatif khas kota ini. Suasana makin meriah dengan digelarnya lomba fashion show yang diikuti 66 anak usia 5 hingga 12 tahun, serta atraksi barongsai yang mengarak keliling beberapa ruas jalan kota sebelum acara puncak berupa pentas seni dan hiburan malam hari digelar.

 


Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, dalam kesempatan itu mengajak seluruh warga untuk bersyukur atas keharmonisan yang terus terjaga. Menurutnya, sejak awal masa kepemimpinannya, perayaan Imlek telah ditetapkan sebagai salah satu agenda utama dalam kalender pariwisata kota.

 

“Pada tahun 2024, kita masih merayakan Imlek di Jalan Ay Patty. Kini, perayaan ini tumbuh pesat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kota kita. Ini bukan sekadar slogan Ambon Manise, tetapi bukti nyata bahwa kota ini adalah rumah bagi semua lapisan masyarakat,” ucapnya.

 

Walikota juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota telah menetapkan empat acara besar tahunan, yaitu Festival Jalan Salib, Festival Ramadhan, Festival Imlek, dan Festival Santa Claus. 


Wisata alam saja tidak cukup untuk menarik wisatawan. Apa yang membuat Ambon istimewa adalah atraksi budaya dan perayaan yang penuh nilai persaudaraan itulah yang memberikan keunikan tersendiri,  jelasnya.

 


Selain sebagai daya tarik pariwisata, festival ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarmasyarakat. Walikota berharap masyarakat semakin saling mengenal dan menghargai budaya satu sama lain, termasuk budaya masyarakat keturunan Tionghoa. Ia juga mengapresiasi Yayasan Simpati Kota Ambon yang dalam perayaan tahun ini mengusung aksi sosial, dan berharap acara seremonial ke depannya lebih banyak diimbangi dengan kegiatan berbagi kepada yang membutuhkan.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Kota Ambon, Sandra G. Berhitu, menyampaikan bahwa Festival Imlek 2577 merupakan acara pertama yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tahun ini.

 

“Nilai kebersamaan, kepedulian, dan syukur yang terkandung dalam perayaan Imlek sangat selaras dengan semangat pembangunan kota. Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat tali silaturahmi dan menyebarkan kebaikan,” ujarnya.

 

Sandra juga mengungkapkan bahwa kegiatan serupa tahun sebelumnya telah memberikan dampak positif, dengan PDRB sektor ekonomi kreatif tahun 2025 mencapai angka Rp158.079.673.912. Pembiayaan festival tahun ini bersumber dari APBD Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tahun 2026 serta dukungan dari 11 mitra kerja, dengan Yayasan Simpati turut memberikan dukungan moril dan material.

 

Di tengah kilauan lampion dan dentuman tambur yang menggema, Festival Imlek 2577 bukan hanya sekadar perayaan pergantian tahun menurut kalender Tionghoa. Acara ini menjadi ruang bertemu, belajar, dan berbagi yang menguatkan semangat bahwa Ambon adalah rumah bersama bagi semua warganya. (Za)

Selengkapnya

6 SPM Bukan Sekadar Formalitas Wali Kota Ambon dan Ketua TP PKK Maluku Serukan Posyandu Jadi Garda Terdepan Perbaiki Kesejahteraan Rakyat

Februari 14, 2026

Foto : 6 SPM Bukan Sekadar Formalitas Wali Kota Ambon dan Ketua TP PKK Maluku Serukan Posyandu Jadi Garda Terdepan Perbaiki Kesejahteraan Rakyat

Ambon
, Globaltimurnn.com – Dalam suasana yang penuh semangat, Walikota Ambon Bodewin Wattimena bersama Ketua TP PKK Provinsi Maluku Maya Lewerissa mengangkat suaranya untuk menguatkan peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar, khususnya dalam upaya menekan angka stunting di kota ini.

 

Seruan tersebut disampaikan saat membuka Temu Kader Posyandu Se kota Ambon yang digelar di Hall Convention Center Maluku City Mall  pusat perbelanjaan terbesar di Ambon pada Sabtu (14/02/2026). Kegiatan yang menghadirkan ratusan kader dari seluruh wilayah kota ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), mencakup kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan sosial.

 

Dalam sambutannya, Bodewin tidak menyembunyikan bahwa berbagai persoalan mendasar masih menjadi tantangan bagi masyarakat Ambon. Selain stunting yang masih perlu perhatian serius, kasus obesitas juga menunjukkan tren peningkatan. Tak hanya itu, masih banyak warga dengan kepesertaan BPJS yang dinonaktifkan dan kasus penyakit menular yang belum tuntas.

 


“Kurang gizi itu masalah besar, tapi obesitas juga tidak bisa disepelekan. Kedua hal ini sama-sama menjadi beban kesehatan yang harus kita atasi secara bersama-sama,” tegas Walikota dengan nada tegas.

 

Ia juga menyoroti persoalan distribusi bantuan sosial yang belum sepenuhnya tepat sasaran. “Bantuan yang diberikan pemerintah bertujuan untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Jangan sampai karena faktor kedekatan atau relasi, mereka yang berhak justru terlewatkan,” jelasnya.

 

Acara yang menjadi bagian dari upaya konsolidasi Posyandu awal tahun 2026 ini diadakan di tengah kondisi tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat. Bodewin menjelaskan bahwa pemerintah telah berupaya memperluas akses layanan kesehatan hingga ke pelosok kota, termasuk dengan menyediakan kendaraan operasional bagi setiap Puskesmas. Namun, ia menekankan bahwa tanpa dukungan aktif kader di lapangan, pengawasan dan pendataan tidak akan mencapai hasil maksimal.

 

“Pemerintah memiliki keterbatasan untuk menjangkau setiap sudut kota. Inilah peran penting kader Posyandu yang bisa sampai ke lorong-lorong dan rumah-rumah warga,” ujarnya. Ia juga meminta kader untuk membantu mengidentifikasi berbagai permasalahan dasar, seperti rumah tidak layak huni, keluarga yang tidak memiliki akses air bersih, hingga warga miskin yang belum tercatat sebagai penerima bantuan sosial.

 


Sementara itu, Maya Lewerissa menegaskan bahwa Posyandu saat ini telah mengalami transformasi signifikan dari sekadar pusat pelayanan ibu dan anak menjadi pusat pelayanan terpadu yang melibatkan berbagai sektor.

 

“Penguatan kapasitas kader adalah kunci agar mereka dapat menjalankan tugas administrasi, pelaporan, dan edukasi masyarakat dengan cara yang profesional dan terintegrasi,” ujarnya. Menurut Maya, dengan Posyandu yang kuat dan tangguh, upaya menekan stunting, meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat ketahanan keluarga di Ambon akan lebih mudah terealisasikan. (Za)

Selengkapnya

Perpustakaan Lapas Saparua, Cahaya Literasi di Balik Jeruji

Februari 14, 2026

Foto : Perpustakaan Lapas Saparua, Cahaya Literasi di Balik Jeruji

Saparua
, Globaltimurnn.com – Kanwil Ditjenpas Maluku, Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua memanfaatkan layanan perpustakaan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang menitikberatkan pada pemenuhan hak literasi. Kegiatan dilaksanakan di ruang perpustakaan yang sekaligus difungsikan sebagai ruang pembinaan, dengan pengawasan petugas pengamanan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif, Sabtu (14/02/2026).


Sejumlah warga binaan bergantian memasuki ruang baca untuk memilih buku sesuai minat masing-masing. Koleksi yang tersedia meliputi novel, buku keagamaan, motivasi, pengetahuan umum, hingga referensi bahasa asing. Aktivitas membaca berlangsung tertib dan terpantau, mencerminkan keseriusan warga binaan dalam memanfaatkan fasilitas pembinaan yang diberikan.


Petugas pengamanan F. Matatula menegaskan pengawasan dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar. “Kami tetap melakukan kontrol sesuai tugas, tetapi kegiatan membaca ini kami dorong karena memberi dampak baik. Selama berlangsung tertib, kami mendukung penuh,” ujarnya.



Pencatatan kunjungan dan peminjaman buku dilakukan oleh Staf Pembinaan Florianty Talakua. Ia menjelaskan administrasi tersebut bertujuan menjaga ketertiban sirkulasi koleksi sekaligus memantau intensitas pemanfaatan perpustakaan. “Semua peminjaman Buku kami catat agar koleksi terdata dengan baik. Dari situ terlihat siapa saja yang aktif membaca dan seberapa sering buku berganti, ” katanya.


Salah satu warga binaan, J.T., mengaku perpustakaan menjadi tempat yang paling sering ia datangi. Ia menyebut hampir seluruh novel yang tersedia telah ia selesaikan dan kini mulai membaca buku berbahasa asing. “Novel di sini sudah saya baca semua. Sekarang saya coba pelajari buku bahasa Jepang dan Inggris. Lumayan, jadi ada tambahan pengetahuan dan kemampuan baru,” tuturnya.


Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menegaskan layanan perpustakaan merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan di bidang pendidikan. “Hak atas pendidikan tetap kami berikan selama masa pembinaan. Literasi menjadi salah satu sarana penting untuk membentuk pola pikir yang lebih baik dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.


Melalui layanan perpustakaan tersebut, Lapas Kelas III Saparua terus mendorong tumbuhnya budaya baca sebagai bagian integral dari proses pembinaan yang berkelanjutan. (Za)

Selengkapnya

Lapas Piru Tanam 10 Pohon Black Guava, Perkuat Ketahanan Pangan dan Pembinaan Kemandirian

Februari 14, 2026

Foto : Lapas Piru Tanam 10 Pohon Black Guava, Perkuat Ketahanan Pangan dan Pembinaan Kemandirian

Piru
, Globaltimurnn.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Piru terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan penanaman 10 pohon jambu varietas Black Guava yang dilaksanakan pada Sabtu (14/02/2026) di area depan Lapas.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kalapas Piru, Hery Kusbandono, bersama jajaran Seksi Kegiatan Kerja dan Warga Binaan. Penanaman ini merupakan bagian dari implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta dukungan terhadap 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian berbasis produktivitas.


Kalapas Piru, Hery Kusbandono, menyampaikan bahwa program pertanian menjadi salah satu fokus pembinaan yang berkelanjutan di dalam Lapas.


“Penanaman Black Guava ini bukan sekadar kegiatan penghijauan, tetapi bagian dari strategi pembinaan kemandirian yang terarah. Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan pertanian yang produktif dan bernilai ekonomi sebagai bekal setelah bebas nanti,” ujarnya.


Sebelumnya, Lapas Piru juga telah mengembangkan budidaya pepaya california dan buah naga sebagai bagian dari optimalisasi lahan pembinaan. Program tersebut dinilai mampu memberikan pengalaman langsung kepada Warga Binaan dalam mengelola tanaman hortikultura.


Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menjelaskan bahwa pemilihan varietas Black Guava dilakukan karena memiliki daya adaptasi yang baik serta nilai jual yang tinggi.


“Jenis ini relatif mudah dirawat dan memiliki prospek hasil panen yang menjanjikan. Kami berharap ke depan area depan Lapas menjadi kawasan produktif sekaligus edukatif,” jelasnya.


Salah satu Warga Binaan berinisial S mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi dirinya.


“Melalui kegiatan ini, saya belajar banyak tentang cara menanam dan merawat pohon. Ini menjadi bekal keterampilan yang bisa saya gunakan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.


Dengan konsistensi pengembangan sektor pertanian, Lapas Piru optimistis pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan akan terus berkembang dan memberikan dampak positif, baik bagi Warga Binaan maupun lingkungan sekitar. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT