globaltimurnn.com

Senin, 27 Juli 2026

Mulai Memanas, Anggota DPRD SBB Angkat Bicara Soroti Tapal Batas SBB Dan Malteng Saat Resmi Final

Juli 27, 2026


SBB
, globaltimurnn.com - Sengketa dan simpang siur penataan batas wilayah administrasi antara Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Kabupaten Maluku Tengah sudah final.


Supremasi hukum! Berdasarkan analisa dan kajian hukum komprehensif Yani Hakim, SH., MH. serta ditegaskan kembali oleh Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), batas wilayah antar-kabupaten tersebut dinyatakan FINAL DAN MENGIKAT!  

Kepastian hukum ini menjadi tonggak sejarah baru yang mematikan seluruh keraguan publik. Landasan ini menjadi fondasi utama bagi percepatan pembangunan, integrasi tata ruang, serta peningkatan pelayanan publik yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat di perbatasan.  


​Akar Historis dan Peta Pembentukan Wilayah


​Sebagaimana diuraikan oleh Yani Hakim, SH., MH. Batas antara kabupaten Seram Bagian Barat dengan Kabupaten Maluku secara eksplisit di atur dalam UU Nomor 40 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Kabupaten Kepulauan Aru di Provinsi Maluku. Dalam Pasal 7 ayat (2) UU tersebut, pembagian wilayah SBB telah ditegaskan secara gamblang:  

a. agian ​Utara: Berbatasan langsung dengan Laut Seram.  

​b. Bagian timur: Berbatasan dengan Seram Utara, Kecamatan Amahai (Kabupaten Maluku Tengah), dan Selat Seram.  

​c. seblah selatan: Berbatasan dengan Laut Banda.  

D. Bagian ​Barat: Berbatasan dengan Laut Buru.  

Seluruh penetapan ini juga ditegaskan melalui Pasal 7 ayat (4) yang melampirkan peta wilayah administrasi resmi.  Kemudian dilakukan JR

Uji Materiil MK: Mengukuhkan Kebenaran Yuridis

​Perjuangan penegasan batas wilayah semakin diuji ketika Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mengajukan Permohonan Pengujian Undang-Undang (Judicial Review) pada 28 Agustus 2009 ke Mahkamah Konstitusi.  

Menjawab dinamika tersebut, Mahkamah Konstitusi menerbitkan Putusan MK Nomor 123/PUU-VII/2009 dengan amar putusan yang sangat tegas:  

​Mengabulkan permohonan para Pemohon untuk SELURUHNYA.  

Menyatakan Lampiran II tentang peta batas wilayah Kabupaten SBB—sepanjang menyangkut Pasal 7 ayat (2) huruf b—bertentangan dengan UUD 1945 dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM MENGIKAT.  

Dalam analisis yuridisnya,  Yani Hakim, SH., MH. menegaskan bahwa Putusan MK tersebut menyelesaikan konflik norma antara Lampiran II peta dan norma rincian batas pada Pasal 7 ayat (2) huruf b. Mahkamah Konstitusi dengan lugas membatalkan Lampiran II yang bertentangan, sehingga norma batas pada pasal utama tetap berdiri tegak dan menjadi acuan tertinggi. 

Menindaklanjuti putusan MK tersebut, Menteri Dalam Negeri mengeluarkan Permendagri Nomor 29 Tahun 2010 tentang Batas Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat dengan Kabupaten Maluku Tengah.  

Dalam penafsiran resmi persidangan, ditegaskan bahwa: Batas darat bagian utara mengikuti garis alur Wai Makina dan bagian selatan mengikuti Wai Mala.  


​Batas sisi Barat SBB berakhir pada garis pantai yang menghadap Laut Buru, sehingga wilayah perairan di sebelah barat daratan SBB murni merupakan perairan Laut Buru, bukan wilayah administratif Kabupaten Maluku Tengah.  


​Berdasarkan pendapat dan kajian hukum yang dirumuskan oleh  Yani Hakim SH., MH. atas UU No. 40 Tahun 2003 Jo. Putusan MK No. 123/PUU-VII/2009, Jo Permendagri 29 thn 2010 disimpulkan secara mutlak:  

​"Tanjung Sial secara sah dan meyakinkan merupakan bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai titik batas di sisi barat!"

  

​Menyongsong Era Baru Pembangunan Dengan tuntasnya penataan tapal batas ini sebagaimana dipaparkan oleh Yani Hakim, SH., MH., tidak ada lagi ruang untuk keraguan politik maupun sengketa batas. Pemerintah daerah, wakil rakyat, dan seluruh masyarakat kini memiliki kepastian hukum yang utuh untuk mengelola potensi daerah, membangun infrastruktur, dan merajut keharmonisan antar-wilayah.  

​Batas wilayah telah FINAL! Kedaulatan hukum tegak, pembangunan siap melaju pesat!

Selengkapnya

Wakano Beberkan Perjuangan Engelina Pattiasina Dan Makna Dibalik Kilang Darat Masela

Juli 27, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Tulisan Engelina Pattiasina di Maluku Post pada Maret 2016 bukan sekadar opini. 


Ia adalah manifesto perlawanan terhadap logika teknokratik yang mengabaikan keadilan. 


Di tengah gempuran kajian independen yang memuja efisiensi kilang terapung (FLNG), Engelina dengan berani mengangkat kasus Ichthys Australia sebagai cermin. 


Jika Inpex mampu membangun pipa sepanjang 889 kilometer ke Darwin, mengapa jarak 180 kilometer ke Saumlaki atau 90 kilometer ke Pulau Selaru dijadikan alasan untuk menolak pembangunan di darat? Ia membongkar kebohongan publik bahwa argumen teknis dan ekonomis selama ini hanyalah topeng untuk melanggengkan kepentingan investor dan segelintir elite.


Apa yang membuat suara Engelina berbeda? Ia bukan sekadar aktivis yang bergerak dari pinggiran. Latar belakangnya sebagai ekonom politik lulusan Jerman memberinya pisau analisis yang tajam. 


Namun yang lebih penting adalah warisan perjuangan yang mengalir dalam dirinya. Ayahnya, Brigjen TNI Johanes M. Pattiasina, adalah perintis PT Permina (cikal bakal Pertamina) yang pernah menembak agen asing yang meremehkan kemampuan Indonesia mengelola minyaknya sendiri. 


Sebelum wafat, sang ayah berbisik, "Engelina, jangan biarkan Maluku tidak menikmati kekayaan alamnya sendiri", Itulah mandat moral yang dibawa Engelina sebuah kesinambungan perlawanan dari generasi pendiri bangsa hingga kini.


Kilang Darat Bukan Sekadar Teknis, tapi Geometri Kekuasaan

Perjuangan Engelina sesungguhnya adalah perjuangan melawan struktur. Ia paham betul bahwa perdebatan onshore vs FLNG bukan persoalan teknis, melainkan geometri kekuasaan. 


Kilang terapung berarti gas dicairkan di laut, diangkut keluar, dan Maluku hanya menjadi penonton bisu, sama seperti yang terjadi di Blok Tangguh Papua, dimana gas mengalir keluar tanpa meninggalkan jejak industri. 


Kilang darat berarti pusat pertumbuhan baru, lapangan kerja, industri petrokimia, efek berganda ekonomi yang bisa mengangkat Maluku dari ketertinggalan.


Ia menyebutnya big push satu-satunya cara untuk memutus rantai kemiskinan struktural yang selama puluhan tahun membelenggu Maluku. 


Ini bukan retorika populis. Ini adalah diagnosis tepat atas penyakit kronis sumber daya alam Indonesia, kekayaan melimpah di daerah, kemakmuran dinikmati di tempat lain.


Yang membuat perjuangan Engelina begitu berat adalah ia berhadapan dengan kekuatan besar. 


Investor asing termasuk Inpex dan segelintir elite di Jakarta memiliki kepentingan besar pada skema FLNG yang lebih murah dan efisien bagi mereka. 


Engelina dengan lantang menyebut praktik ini sebagai "gaya kolonial" yang berarti mengambil kekayaan tanpa memikirkan rakyat pemiliknya. 


Ia mengingatkan bahwa keputusan Presiden Jokowi tahun 2016 sudah jelas, kilang di darat, Namun ia juga sadar bahwa keputusan presiden bisa "ditelikung" diubah secara halus melalui skema kombinasi darat-laut yang pada akhirnya akan berujung pada FLNG lagi.


Maka ia menggalang petisi rakyat, membangun kesadaran kolektif bahwa pengawasan publik adalah satu-satunya benteng terakhir. 


Ia mengingatkan, masa jabatan pejabat terbatas, tapi dampak pengelolaan sumber daya alam akan dirasakan oleh generasi berikutnya.


Ketika Perjuangan Masih Panjang

Hampir satu dekade setelah tulisannya, proyek Masela akhirnya memasuki tahap FEED pada 2025 dengan skema kilang darat (Onshore LNG). 


Namun perjuangan Engelina belum usai. Isu lahan di Tanimbar mulai muncul, dan ancaman "kombinasi darat-laut" masih mengintai. 


Yang dipertaruhkan bukan sekadar proyek gas, melainkan model pembangunan Indonesia, apakah sumber daya alam akan terus menjadi instrumen ekstraksi bagi segelintir pihak, atau menjadi fondasi kemakmuran bagi rakyat di sekitarnya?


Engelina Pattiasina mengajarkan kita bahwa dalam politik sumber daya alam, keadilan tidak datang dengan sendirinya. 


Ia harus diperjuangkan dengan data, dengan lobi, dengan mobilisasi publik, dan dengan keberanian untuk melawan arus. 


Ia membuktikan bahwa suara dari daerah, jika dibawakan dengan cerdas dan konsisten, bisa mengguncang kebijakan yang sudah mengkristal.


Maluku bukan hanya penonton di negerinya sendiri, Dan Engelina Pattiasina adalah salah satu bukti bahwa perlawanan terhadap ketidakadilan struktural masih mungkin asalkan ada nyali, ada pengetahuan, dan ada hati yang tidak pernah lelah berbisik, "Ini untuk rakyat." (Tim) 

Selengkapnya

Sekda Halmahera Utara Lantik 8 Pejabat Struktural Eselon II, III dan IV

Juli 27, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat struktural lingkup Pemda setempat untuk eselon II, III dan IV, sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 821.2/06/BKPSDA/KEP/PD/2026, yang bertempat di Aula Pandopo Lantai II Kantor Bupati Halut, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Senin (27/7/2026). 

 

Kegiatan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Halut Drs. E.J. Papilaya, MTP, selaku mewakili Bupati Halmahera Utara yang berhalangan hadir karena ada tugas dinas. Turut hadir para Asisten, Staf Ahli Bupati, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, para pejabat yang dilantik serta tamu undangan lainnya. 


Daftar Perpindahan Jabatan Pejabat yang Dilantik:

 1. Drs. Anwar Kabalmay – Dari Kaban Kesbangpol menjadi Asisten I Setda Halut

2. Drs. F.N. Sahetapy – Dari Asisten I Setda Halut menjadi Kadis Dukcapil

3. Ferianto Illa – Dari Kabid Pengelola Opini, Aspirasi Publik & Layanan Hubungan Media Kominfo menjadi Kabag Umum

4. Doraino Hohari – Dari Penelaah Teknis Kebijakan RS Tobelo menjadi Kabag Hukum Setda Halut

5. Markus Haormatin – Dari Kabag Umum menjadi Sekretaris Dinas Pariwisata

6. Hairudin Dodo – Dari Kabag Umum menjadi Sekretaris Kesbangpol merangkap Plt. Kepala Kesbangpol

7. Jefri Masela – Dari Pengelola Data Administrasi Kepegawaian BKD menjadi Kepala Sub Bagian Umum Bapeda

8. Vera Sasamu – Dari Kasubag Kepegawaian & Diklat RSUD Tobelo menjadi Kasubag Kepegawaian RSUD Tobelo. 

 

Dalam arahannya, Bupati menekankan perbedaan dan pengembangan karier serta kinerja sebagai dasar pengelolaan Aparatur Sipil Negara. “Pekerjaan bersifat sementara, namun karier adalah perjalanan panjang yang dibangun lewat keterampilan, pengembangan diri dan pencapaian secara berkelanjutan,” ujarnya. Ia mengingatkan seluruh pejabat untuk bekerja sesuai koridor aturan dan manajemen ASN yang berlaku, serta menetapkan target kerja yang jelas agar menghasilkan kinerja dan prestasi yang nyata.

 

Bupati berharap amanah yang dipikul setelah pelantikan ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja secara bersama-sama, mewujudkan visi Kabupaten Halmahera Utara: Setara, Maju dan Berkelanjutan. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Dorong Tata Kelola Profesional, Audit Kinerja Kewasgiatan Sintel Kodaeral IX Resmi Ditutup

Juli 27, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Audit Kinerja Kewasgiatan Sintel Kodaeral IX resmi berakhir, Irum Kodaeral IX, Dr. Togar T. A. Pangaribuan mewakili Inspektur Kodaeral IX, Kolonel (Mar) Eko Priyo Handoyo menutup pelaksanaan Audit Kinerja Itkodaeral IX di Kewasgiatan Sintel Kodaeral IX TA 2026 di Mako Kodaeral IX, Halong, Kec. Baguala, Kota Ambon, Senin (27/7/2026).


Kegiatan penutupan audit diawali laporan pelaksanaan audit, penyerahan hasil audit, sambutan Asintel Kodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Iwan Hariwanto, yang diwakili Kasi Prodpen Kodaeral IX, Mayor Laut (KH) Warsito, serta taklimat akhir oleh Irum Kodaeral IX.


Asintel Kodaeral IX dalam sambutannya yang dibacakan Kasi Prodpen Dispen Kodaeral IX menyampaikan apresiasi kepada Tim Audit Itkodaeral IX atas pelaksanaan audit yang telah berlangsung secara objektif dan profesional. 


Audit kerja diharapkan menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, memperkuat tertib administrasi, serta mendorong peningkatan kinerja personel di lingkungan Sintel Kodaeral IX.


Sementara itu, dalam taklimat akhir mewakili Ir Kodaeral IX, Irum Kodaeral IX menegaskan bahwa hasil audit bukan sekadar menjadi bahan penilaian, tetapi juga pedoman dalam melakukan perbaikan dan penyempurnaan di setiap bidang. 


"Seluruh temuan dan rekomendasi diharapkan dapat segera ditindaklanjuti secara tepat dan berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola organisasi yang semakin efektif, akuntabel, dan profesional," terangnya.


Melalui penutupan Audit Kerja Itkodaeral IX Tahun 2026 ini, diharapkan seluruh jajaran Kwasgiatan Sintel Kodaeral IX dapat terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi satuan, sehingga mampu mendukung tercapainya pelaksanaan tugas Kodaeral IX secara optimal.


Penutupan audit dihadiri oleh Tim Audit Kinerja Itkodaeral IX antara lain, Ir Opslat Kodaeral IX, Irum Kodaeral IX, Irben Kodaeral I, Kasi Prodpen Dispen Kodaeral IX, Pakomsan Sintel Kodaeral IX, Paur TU Den Intel Kodaeral IX, serta personel Kewasgiatan Sintel Kodaeral IX. (Rdks) 

Selengkapnya

Komandan Kodaeral IX Terima Audiensi Kakanwil Ditjen Imigrasi Maluku

Juli 27, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku, Gindo Ginting, S.H., M.H., beserta rombongan di Lobby Mako Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Senin (27/7/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil Ditjen Imigrasi Maluku didampingi oleh Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal (Kabid Gakkum dan Patnal) Kanwil Ditjen Imigrasi Maluku, Jose Rizal, S.Kom., beserta jajaran.


Sementara itu, Komandan Kodaeral IX didampingi oleh Asops Dankodaeral IX, Kolonel Laut (P) Priyo Dwi Saputro dan Aster Dankodaeral IX, Kolonel Laut (P) Pilipus Sri Suharto. 


Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai wujud penguatan komunikasi serta koordinasi antara Kodaeral IX dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku dalam mendukung tugas-tugas di bidang keamanan dan penegakan hukum.


Pada kesempatan tersebut, Komandan Kodaeral IX menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan silaturahmi yang dilakukan oleh Kakanwil Ditjen Imigrasi Maluku beserta rombongan.


Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih erat di masa mendatang.


"Terima kasih atas kunjungannya, melalui audiensi ini diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin baik antara Kodaeral IX dan Kanwil Ditjen Imigrasi Maluku dalam mendukung pelaksanaan tugas sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing," ujar Komandan Kodaeral IX.


Ke depan, kedua instansi berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan melalui koordinasi, pertukaran informasi, serta kerja sama yang efektif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah dan mendukung penegakan hukum di Provinsi Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Minggu, 26 Juli 2026

Rutan Ambon Gandeng SMK Negeri 3 Bangun Ketel Penyulingan Minyak Cengkeh, Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Juli 26, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas program pembinaan bagi warga binaan. Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan SMK Negeri 3 Ambon untuk membangun ketel penyulingan minyak cengkeh sebagai sarana pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal.


Koordinasi yang berlangsung di SMK Negeri 3 Ambon pada Senin (27/07/2026) tersebut menjadi awal dari sinergi antara Rutan Ambon dan dunia pendidikan vokasi dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif, aplikatif, dan bernilai ekonomi bagi warga binaan.


Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas berbagai aspek teknis pembangunan ketel penyulingan, mulai dari desain, spesifikasi bahan, kapasitas produksi, hingga mekanisme pembuatannya. Fasilitas tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai media pelatihan pengolahan minyak cengkeh sehingga warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.


Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja Rutan Kelas IIA Ambon, Ode Ena, yang memimpin koordinasi tersebut mengatakan, pembangunan ketel penyulingan merupakan bagian dari upaya memperkuat program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pengembangan keterampilan produktif.


"Koordinasi ini merupakan langkah awal untuk merealisasikan pembangunan ketel penyulingan minyak cengkeh sebagai sarana pembinaan kemandirian warga binaan. Kami mendiskusikan desain, spesifikasi, hingga proses pembuatannya agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal dalam program pelatihan. Harapannya, warga binaan memperoleh keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat," ujar Ode Ena.


Sementara itu, perwakilan SMK Negeri 3 Ambon, Slamet Riyadi, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan institusi pendidikan vokasi merupakan langkah positif dalam menciptakan sarana pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.


"Pada prinsipnya kami siap mendukung pembangunan ketel penyulingan minyak cengkeh ini. Dengan kompetensi yang dimiliki SMK Negeri 3 Ambon, kami akan membantu mulai dari perencanaan teknis hingga proses pembuatannya agar hasilnya optimal dan memberikan manfaat bagi program pembinaan warga binaan. Kami juga berharap kerja sama ini dapat terus berkembang pada berbagai program produktif lainnya," katanya.


Selain membahas pembangunan ketel penyulingan, pertemuan tersebut juga membuka peluang kolaborasi jangka panjang dalam pengembangan berbagai program pembinaan berbasis keterampilan. Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan inovasi pembinaan yang selaras dengan potensi unggulan daerah sekaligus meningkatkan kompetensi warga binaan.


Pelaksana Tugas Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry R. Persulessy, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas penyulingan minyak cengkeh merupakan wujud komitmen Rutan Ambon dalam menghadirkan pembinaan yang lebih produktif dan berkelanjutan.


"Kami terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Melalui kerja sama dengan SMK Negeri 3 Ambon, kami berharap pembangunan ketel penyulingan ini segera terealisasi sehingga menjadi sarana belajar yang efektif sekaligus membuka peluang usaha bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat," ungkap Jefry.


Ia menambahkan, pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan modern yang berorientasi pada pemberdayaan. Dengan memanfaatkan komoditas unggulan Maluku seperti cengkeh, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman praktis dalam mengolah hasil perkebunan menjadi produk bernilai tambah, sehingga mampu meningkatkan produktivitas, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta memperbesar peluang untuk berintegrasi kembali secara positif di tengah masyarakat.


Melalui kolaborasi bersama SMK Negeri 3 Ambon, Rutan Kelas IIA Ambon menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pembinaan yang adaptif, profesional, dan berdampak nyata, sekaligus mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang semakin produktif dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan. (Za)

Selengkapnya

Luar Biasa,,,Siswi SMAN Siwalima Ambon Naesila Gabriella Tuhuteru, Harumkan Nama Indonesia Di Tingkat Internasional, Raih Penghargaan Terbaik Internasional

Juli 26, 2026


Malaysia
, Globaltimurnn.com - Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) adalah program kepemudaan internasional yang menyelenggarakan Youth Excursion,  Program ini dirancang khusus untuk pemuda dan pemudi yang ingin memperluas wawasan mereka melalui pengalaman belajar di luar negeri, dengan memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami budaya, sejarah, dan kehidupan sehari-hari di negara lain, sambil memperoleh pengetahuan baru dan membangun jaringan sosial dengan peserta lainnya.


Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) kini resmi berbadan hukum berdasarkan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-0005723.AH.01.04. Tahun 2025, terhitung sejak 27 Maret 2025 dan berkedudukan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.


Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) memiliki Visi dan Misi yang sangat jelas yakni”

Visi: 

"Menjadi wadah pendidikan dan pengembangan kepemudaan yang membangun jembatan antara generasi, budaya, dan pengetahuan melalui pengalaman program yang mendalam, menciptakan pemimpin masa depan yang berpengetahuan luas, berjiwa sosial, dan berpandangan global."

Misi:

1. Menyediakan program mendalam bagi pemuda Indonesia untuk memahami keberagaman budaya dan sosial di Malaysia.

2. Memperkuat kesadaran lintas budaya, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan.

3. Mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja tim, dan komunikasi melalui kolaborasi.

4. Memfasilitasi pembelajaran aktif melalui kunjungan lapangan dan diskusi reflektif.

5. Memberdayakan pemuda dengan pengetahuan relevan untuk menjadi pemimpin berwawasan global.

PROGRAM OVERVIEW

● PRESENTATION YOUTH PROJECT 

Konferensi ini menyediakan platform yang dinamis dan kolaboratif di mana delegasi dapat menyampaikan makalah, presentasi, dan diskusi mengenai topik-topik terkini, mendorong kolaborasi antar disiplin ilmu, membangun jaringan profesional, dan merangsang perkembangan penelitian dan inovasi di tingkat global.

● WORLD'S TOP UNIVERSITIES MALAYSIA

University Visit and Orientation adalah kegiatan di mana delegasi melakukan kunjungan resmi ke universitas di Malaysia dan untuk mengenal lingkungan kampus, fasilitas, dan program-program yang ditawarkan. Kegiatan ini dirancang untuk membantu delegasi memahami lebih baik tentang kehidupan kampus, budaya, norma, bagaimana universitas-universitas terkemuka mengintegrasikan.

CAMPUS VISIT (KAMPUS TOP ASIA)

● Universiti Malaya (UM)

Peringkat:

Masuk dalam top 50 universitas terbaik di Asia (QS & Times Higher Education Asia Rankings) dan konsisten menjadi salah satu yang teratas di Malaysia.

Keunggulan:

Memiliki Standar akademik tinggi (S1–S3), pengajar berpengalaman, serta aktif dalam penelitian dan inovasi teknologi.

●International Islamic University Malaysia (IIUM)

Nilai utama:

 Mengusung pendidikan berbasis nilai Islam, multikulturalisme, dan pemahaman lintas budaya.

Keunggulan: 

Pendidikan Islam holistik yang mengintegrasikan agama, sains, teknologi, dan humaniora untuk mencetak lulusan toleran dan siap menghadapi tantangan modern.


Naesila Gabriella Tuhuteru (16) siswi SMA Negeri Siwalima Ambon berhasil terpilih mewakili sekolahnya, mewakili Provinsi Maluku, dan bahkan Negara Indonesia guna mengikuti kegiatan yang diselenggarkan oleh Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) di Negara Malaysia sejak 21 Juli hingga 24 Juli 2026 beberpa hari lalu, dirinya mendapatkan wawasan global dan pengasahan soft skills yang sangat intensif, mulai dari Online Coaching via Zoom, diskusi kepemimpinan di International Youth Centre Malaysia, hingga Campus Visit ke Universiti Malaya (top 50 Asia) dan IIUM. 


Pengalaman paling berkesan adalah saat merancang dan mempresentasikan inovasi aplikasi Eunoia Health, solusi digital berbasis terapi CBT, anonimitas, dan pemantauan terstruktur untuk memulihkan fungsi kognitif (PFC) serta kesehatan mental remaja akibat overstimulasi digital, Inovasi ini secara nyata mendukung SDG 3


Bergabung dalam program Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) merupakan salah satu perjalanan paling berkesan dan transformatif dalam hidupnya, Program kepemudaan internasional yang berbadan hukum resmi ini dirancang dengan sangat baik untuk memperluas wawasan global, mengasah soft skills, serta membangun jaringan antar-pemuda.


Kepada Media ini, Naesila Gabriella Tuhuteru (16) siswi SMA Negeri Siwalima Ambon mengungkapkan bahwa” Perjalanan-nya dimulai jauh sebelum keberangkatan melalui Online Coaching Program via Zoom.

Kegiatan ini dimulai dari :

1. Welcoming Delegate (19 juni 2026)

2. Pembekalan BMC (25 juni 2026)

3. Tips Presentasi Project (1 juli 2026)

4. Meeting Koordinasi (6 juli 2026)

5. Latihan Presentasi (15 juli 2026)

6. Pembekalan akhir (19 juli 2026)


Di sesi ini, dirinya dan peserta lain-nya dibekali pembekalan logistik, tata tertib, simulasi kepemimpinan, dan komunikasi virtual. Persiapan matang ini membuat saya melangkah ke Kuala Lumpur dengan rasa percaya diri dan kesiapan yang tinggi.


Apa yang akan dilakukan setelah ikut IYEN?, Naesila Gabriella Tuhuteru (16) siswi SMA Negeri Siwalima Ambon mengatakan” Setelah program ini selesai, langkah nyata yang akan dilakukan-nya adalah terus mengawal dan mengembangkan proyek Eunoia Health agar dapat terrealisasi sesuai roadmap strategisnya, mulai dari validasi klinis bersama asosiasi psikologi, integrasi AI chatbot, hingga bentuk layanan hybrid care. Dirinya juga akan memanfaatkan jaringan kepemudaan yang terbangun di IYEN untuk menginisiasi kolaborasi lintas sektor serta membagikan wawasan lintas budaya dan kepemimpinan yang telah dirinya dapatkan kepada komunitas pemuda di daerah asal.


Dari cerita mengikuti kegiatan tersebut Naesila Gabriella Tuhuteru berhasil meraih prestasi gemilang dikanca internasional yang luar biasa mengharumkan nama Negara Indonesia dan Daerah Provinsi Maluku serta pribadi dan keluarga, serta Kabupaten Seram Bagian Barat, berhasil meraih penghargaan Beast Speaker tingkat internasional, dari kesekian peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dari kalangan Mahasiswa Sarjana baik S1 maupun S2, sementara dirinya bersama dua rekan peserta lain-nya masih duduk pada bangku SMA, namun berhasil meraih peringkat satu Best Speaker Internasional.


Penghargaan yang berhasil diraih Naesila Gabriella Tuhuteru adalah” Best Speaker Peringkat 1 Terbaik Internasional


Naesila Gabriella Tuhuteru merasa bersyukur dengan apa yang baru saja diraih-nya, dirinya berkomitmen akan lebih tekun dan giat belajar lagi sampai meraih masa depan yang cerah sesuai harapan cita – cita-nya, yang selama ini menjadi idaman yaitu dokter. Tutup Naesila Gabriella Tuhuteru kepada media ini sore kemarin  (V374)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT