globaltimurnn.com



Jumat, 09 Januari 2026

Di Antara Komando dan Hukum: Jejak Penyelesaian Internal Kasus Yonif 733/Masariku, Korban Bagai Pimpong, Prajurit Brengsek Dilindungi

Januari 09, 2026

Foto : Di Antara Komando dan Hukum: Jejak Penyelesaian Internal Kasus Yonif 733/Masariku, Korban Bagai Pimpong, Prajurit Brengsek Dilindungi

Ambon
, Globaltimurnn.com - Penanganan dugaan kekerasan yang melibatkan oknum prajurit Yonif 733/Masariku di Maluku membuka pertanyaan mendasar tentang relasi antara rantai komando militer dan akses korban terhadap proses hukum yang independen.


Kasus ini tidak semata menyorot dugaan pelanggaran oleh individu, tetapi juga menggambarkan bagaimana mekanisme internal satuan bekerja ketika sebuah laporan mulai bergerak ke jalur hukum formal. 


Korban mengaku telah berupaya menempuh prosedur resmi, Namun, alih-alih memperoleh kepastian perlindungan, ia justru diarahkan pada penyelesaian di tingkat satuan.


Dalam rangkaian tersebut, Komandan Kompi Markas Yonif 733/Masariku, Lettu Inf Amin Tomia, disebut melakukan komunikasi dengan Polisi Militer (POM). 


Berdasarkan keterangan korban, komunikasi itu kemudian disertai permintaan agar laporan ke POM tidak dilanjutkan. 


Korban mempertanyakan mengapa proses yang berada di ranah aparat penegak hukum diketahui dan dibahas di tingkat batalyon.


Korban menyatakan tidak bersedia melanjutkan proses apabila tidak ada jaminan bahwa penanganan perkara dilakukan secara objektif dan adil. 


Dalam pertemuan internal, terlapor disebut menyampaikan secara terbuka ketidaksediaannya untuk bertanggung jawab, Pada kesempatan yang sama, atasan langsung terlapor disebut menawarkan bentuk tanggung jawab personal kepada korban. 


Pernyataan ini memunculkan pertanyaan serius mengenai batas kewenangan komando dalam perkara yang berpotensi masuk wilayah hukum pidana.


Pada fase yang sama, korban mengaku mengalami tekanan psikologis, Menurut keterangannya, tekanan tersebut dirasakan datang dari berbagai arah, termasuk lingkungan satuan dan aparat terkait. 


Bahkan sebelum korban mendatangi institusi-institusi tersebut secara langsung, ia mengaku telah menerima sejumlah pesan pribadi yang berdampak pada kondisi psikologisnya. 


Situasi ini membuat korban merasa tidak aman untuk melanjutkan proses pelaporan.


Sejumlah pemerhati hukum militer menilai, praktik penyelesaian internal semacam ini berisiko menempatkan korban pada posisi lemah, terutama ketika terlapor masih aktif berdinas dan berada dalam struktur komando yang sama. 


Dalam konteks kekerasan terhadap perempuan, mekanisme informal kerap berujung pada terhentinya proses hukum dan hilangnya hak korban untuk memperoleh keadilan.


Pegiat hak perempuan mengingatkan bahwa setiap upaya yang berpotensi mendorong pencabutan laporan atau menggantikan proses hukum dengan kesepakatan internal dapat dipandang sebagai pengaburan akuntabilitas. 


Tekanan psikologis terhadap korban, baik langsung maupun tidak langsung, dinilai bertentangan dengan prinsip perlindungan korban sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.


Hingga kini, belum ada penjelasan terbuka dari Yonif 733/Masariku maupun Kodam Pattimura mengenai standar prosedur penanganan laporan serupa, termasuk sejauh mana satuan dapat terlibat ketika perkara telah masuk atau berpotensi masuk ranah Polisi Militer, terkesan melindungi Prajurit brengsek atas perbuatan bejatnya. 


Padahal, institusi militer memiliki perangkat hukum, mekanisme etik, serta kewajiban untuk selaras dengan hukum nasional terkait kekerasan terhadap perempuan.


Kasus ini kembali menegaskan bahwa persoalan utama bukan hanya pada dugaan pelanggaran individu, melainkan pada respons institusi dalam menjamin transparansi, perlindungan korban, dan akuntabilitas hukum. 


Tanpa kejelasan batas kewenangan antara komando dan aparat penegak hukum, agenda profesionalisme dan reformasi militer berisiko kehilangan makna substantif.


Redaksi membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait. 

Selengkapnya

Awali Peresmian Gedung Kantor Inspektorat SBB, Kepala Kantor Inspektorat SBB Paparkan Proses Pembangunan

Januari 09, 2026

Foto : Awali Peresmian Gedung Kantor Inspektorat SBB, Kepala Kantor Inspektorat SBB Paparkan Proses Pembangunan

Piru
, Globaltimurnn.com - Berdirinya kantor Inspektorat Seram Bagian Barat dapat mendorong profesionalisme kinerja dan peningkatan pengawasan secara baik. 


Hal ini di sampaikan Kepala Inspektorat Kabupaten Seram Bagian Barat Indra. Maruapaey. ST dalam penyampaian-nya sebagai ketua panitia pembangunan gedung kantor Inspektorat Kab. SBB, mengawali pengreamian oleh Bupati SBB. 


Menurutnya" Dengan diresmikan-nya gedung kantor tersebut pihaknya akan lebih meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelaksanaan pengawasan guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan bebas dari penyimpangan. 


Indra juga mengatakan bahwa" Gedung tersebut diharapkan jadi sarana pendukung penguatan peran Inspektorat sebagai aparat pengawasan intern pemerintah (APIP), baik dalam pengawasan perangkat daerah maupun pemerintah Desa. Sebutnya


Indra mengatakan" Pihaknya menyadari bahwa keberhasilan pengawasan tidak dapat dilakukan secara sendiri, karena itu pihaknya berharap adanya sinergi dan kerja sama yang berkelanjutan antara Inspektorat dengan seluruh perangkat daerah demi kemajuan Kabupaten Seram Bagian Barat. 


Indra pun membeberkan nilai anggaran dalam pembangunan gedung kantor tersebut sebesar Rp. 2.159.716. 600,- dengan sumber dana yang berasal dari APBD SBB dan telah di laksanakan selama 145 hari kerja hingga akhir dapat diselesaikan dan dapat di manfaatkan sebagaimana yang terlihat saat ini. Terang Indra  (V374) 


Selengkapnya

Komandan Kodaeral lX Pimpin Upacara Sertijab PJU dan Kasatker Kodaeral lX

Januari 09, 2026

Foto : Komandan Kodaeral lX Pimpin Upacara Sertijab PJU dan Kasatker Kodaeral lX

Ambon
, Globaltimurnn.com - Guna memantapkan jalannya organisasi, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX), Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas S.H. memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pejabat Utama (PJU) dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Kodaeral IX yang digelar di Dermaga Irian Mako Kodaeral IX,  Kota Ambon, Maluku, Jumat (9/1/2026). 


Sertijab merupakan proses formal penyerahan tanggung jawab, wewenang, dan tugas dari pejabat lama kepada pejabat baru dalam sebuah organisasi, sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan yang bertujuan menjaga kesinambungan, meningkatkan kinerja, serta memperkuat sinergi dan solidaritas tim untuk mencapai tujuan organisasi yang lebih baik. 


Pada Upacara Sertijab kali ini, 30 PJU dan Kasatker Kodaeral IX dilantik Dankodaeral lX diawali dengan pembacaan surat keputusan Kasal, pengambilan sumpah jabatan, penyematan tanda jabatan, penandatanganan fakta integritas dan naskah berita acara.


Dankodaeral IX dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Sertijab ini, sebagai tindak lanjut dari validasi organisasi Lantamal lX menjadi Kodaeral lX yang tugas pokok dan fungsinya ditingkatkan menjadi Komando Utama Operasi. 


"Dengan beralihnya nama dari Lantamal IX ke Kodaeral IX tentunya ada reorganisasi yang secara struktur jabatan berubah dari Jabatan Lantamal IX ke Jabatan Kodaeral IX," tegasnya Laksda Hanarko Djodi Pamungkas. 


Rotasi atau pergantian pejabat di lingkungan TNI AL lanjut Dankodaeral lX, juga merupakan mata rantai pembinaan personel, yang bertujuan mewujudkan kesinambungan kepemimpinan dalam rangka mendinamiskan organisasi TNl AL agar selalu responsif, antisipatif dan adaptif terhadap perkembangan situasi dan kondisi terkini. (V374) 

Selengkapnya

Aksi Nyata TNI AD, Korem 152/Baabullah Gelar Karya Bakti dan Bagikan Sembako di Kalomata

Januari 09, 2026

Foto : Aksi Nyata TNI AD, Korem 152/Baabullah Gelar Karya Bakti dan Bagikan Sembako di Kalomata

Ternate
, Globaltimurnn.com - Korem 152/Baabullah melaksanakan kegiatan karya bakti berupa pembersihan saluran air dan pembersihan sampah sepanjang bibir pantai di wilayah rawan terdampak bencana, tepatnya di Kelurahan Kalomata, Kota Ternate, Maluku Utara, pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan dan upaya pencegahan bencana.


Karya bakti tersebut melibatkan prajurit jajaran Korem 152/Baabullah, aparat kelurahan, serta masyarakat setempat. Sasaran kegiatan difokuskan pada pembersihan saluran drainase yang tersumbat dan pengangkatan sampah di sepanjang pesisir pantai yang berpotensi menimbulkan banjir dan pencemaran lingkungan.


Danrem 152/Baabullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E., menegaskan bahwa kegiatan karya bakti ini merupakan langkah konkret TNI AD dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya bencana, khususnya di wilayah pesisir yang rawan terdampak.


“Melalui kegiatan karya bakti ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Dengan saluran air dan pantai yang bersih, kita dapat meminimalisir risiko bencana serta menciptakan lingkungan yang sehat dan aman,” ujar Danrem.


Dalam kesempatan tersebut, Danrem 152/Baabullah juga menyerahkan paket sembako kepada masyarakat yang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan karya bakti sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap kebersamaan dan semangat gotong royong.


Masyarakat Kelurahan Kalomata menyambut baik kegiatan karya bakti ini dan mengapresiasi perhatian Korem 152/Baabullah yang dinilai sangat membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Kegiatan karya bakti ini diharapkan dapat menjadi contoh dan mendorong kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan guna mencegah terjadinya bencana di wilayah pesisir. (V374) 

Selengkapnya

Kamis, 08 Januari 2026

Wakano Sebut Manfaat Masuknya Gerai Alfamidi Di tanah Goyang

Januari 08, 2026

Foto : Wakano Sebut Manfaat Masuknya Gerai Alfamidi Di tanah Goyang

SBB
, Globaltimurnn.com - Menanggapi polemik rencana pembangunan gerai Alfamidi di Dusun Tanah Goyang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Tokoh Pemuda SBB, Gerald Wakanno, meminta semua pihak menyikapi persoalan tersebut secara objektif, berlandaskan aturan hukum, serta tidak mengabaikan potensi manfaat ekonomi yang dapat ditimbulkan.


Wakano menegaskan bahwa" aspirasi penolakan masyarakat wajib dihormati dan menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan pembangunan, Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kehadiran jaringan minimarket seperti Alfamidi juga memiliki sejumlah manfaat jika dijalankan sesuai prosedur dan melibatkan masyarakat setempat.


“Pada prinsipnya, suara rakyat adalah yang utama. Jika masyarakat Tanah Goyang menolak karena persoalan izin dan dampak terhadap pedagang kecil, itu harus dihormati, Tapi di sisi lain, kita juga perlu jujur melihat bahwa Alfamidi dan Indomaret memiliki potensi manfaat, seperti penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan pendapatan daerah, serta kemudahan akses kebutuhan pokok dengan harga yang relatif stabil,” Ujar Wakano


Ia menjelaskan, di sejumlah daerah lain, keberadaan minimarket modern mampu membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda setempat, menciptakan standar pengelolaan usaha yang lebih tertib, serta mendorong kemitraan dengan pelaku UMKM lokal melalui sistem titip jual produk daerah.


“Kalau dikelola dengan benar dan berizin resmi, minimarket bisa menjadi mitra UMKM, bukan ancaman, Produk lokal bisa masuk, pemuda bisa bekerja, dan roda ekonomi tetap berputar. Tegasnya


Selengkapnya

Berita Menarik,,, Bupati SBB Luncurkan Kopi Tuni Huamual, Jadi Komoditas Unggulan Baru Seram Bagian Barat

Januari 08, 2026

Foto : Berita Menarik,,, Bupati SBB Luncurkan Kopi Tuni Huamual, Jadi Komoditas Unggulan Baru Seram Bagian Barat

PIRU
, Globaltimurnn.com - Masyarakat Perlindungan Indeks Geografis (MPIG) resmi meluncurkan Kopi Tuni Huamual sebagai komoditas unggulan terbaru Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor perkebunan sekaligus penguatan identitas produk lokal daerah.


Kopi Tuni Huamual diperkenalkan kepada publik bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Seram Bagian Barat ke-22, yang digelar di Pandopo Kantor Bupati SBB, Piru, Kamis (8/1/2026). Produk kopi lokal ini tampil dengan kemasan modern, menandai kesiapannya untuk bersaing di pasar yang lebih luas.


Peluncuran Kopi Tuni Huamual sejalan dengan cita-cita Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman, yang mendorong pembudidayaan tanaman kopi sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. 


Kopi jenis tuni dinilai sangat cocok dengan karakteristik iklim dan kondisi geografis Kabupaten SBB, khususnya di wilayah Huamual, sehingga berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.


Kopi Tuni Huamual dikenal memiliki cita rasa khas dengan aroma yang kuat, yang membedakannya dari jenis kopi lain. Keunikan rasa ini menjadi nilai tambah sekaligus daya tarik bagi pecinta kopi, baik di tingkat lokal maupun nasional.


Produk ini pertama kali dipublikasikan secara resmi kepada masyarakat pada momentum HUT Kabupaten SBB ke-22 dan siap dipasarkan pada tahun 2026. 


Kehadiran Kopi Tuni Huamual diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi petani kopi, tetapi juga memperkuat posisi Seram Bagian Barat sebagai daerah penghasil komoditas unggulan berbasis kearifan lokal.


Dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, Kopi Tuni Huamual diyakini mampu menjadi simbol kebangkitan sektor perkebunan serta wajah baru ekonomi kreatif Kabupaten Seram Bagian Barat. (Tim) 

Selengkapnya

Presiden RI Apresiasi Peran Polri Jabar dalam Keberhasilan Swasembada Jagung

Januari 08, 2026

Foto : Presiden RI Apresiasi Peran Polri Jabar dalam Keberhasilan Swasembada Jagung

Jabar
, Globaltimurnn.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto  memberikan apresiasi terhadap peran Polri, khususnya Polda Jawa Barat, dalam mendukung keberhasilan swasembada jagung nasional. Apresiasi tersebut disampaikan dalam rangkaian Panen Raya dan Pemberian Penghargaan Swasembada Pangan.


Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan bahwa dukungan Polri difokuskan pada pengamanan, pendampingan, serta penguatan sinergi antara petani dan pemangku kepentingan.


“Polri mendukung penuh program swasembada jagung dengan memastikan situasi keamanan kondusif, distribusi sarana produksi lancar, dan petani merasa terlindungi,” ujar Rudi Setiawan, Rabu (7/1/2026,)


Ia menambahkan bahwa keberhasilan swasembada jagung merupakan bagian dari strategi besar ketahanan nasional, sebagaimana ditekankan Presiden RI.


“Ketahanan pangan, termasuk jagung, adalah bagian dari ketahanan negara. Ini sejalan dengan arahan Presiden agar Indonesia tidak bergantung pada impor,” tegasnya.


Dengan capaian produksi jagung nasional yang meningkat dan nihil impor jagung pakan, Rudi menyebut Indonesia berada pada jalur yang tepat menuju kemandirian pangan berkelanjutan. (V374) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT