globaltimurnn.com

Senin, 22 Juni 2026

Drill Tempur di KRI Dorang-874, Uji Kesiapsiagaan Prajurit Satrol Kodaeral IX Awaki Alutsista

Juni 22, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Drill Tempur di atas KRI Dorang-874, menjadi ajang uji kesiapsiagaan prajurit Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral IX dalam mengawaki Kapal Perang sebagai salah satu Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) strategis TNl Angkatan Laut. 


Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Profesi TNI AL Tahun 2026 yang melatih prajurit Kodaeral lX dalam mengasah keterampilan dan kemampuan tempur di KRI Dorang-874 yang tengah sandar di Dermaga Irian Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Selasa (23/6/2026).


Menurut Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) yang juga Komandan KRl Dorang-874 Satrol Kodaeral lX, Letkol Laut (P) Eko Hadi mengatakan bahwa Dril Tempur ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan naluri tempur prajurit dalam menghadapi berbagai dinamika tugas operasi di laut. 


Latihan drill tempur tersebut lanjut Eko, meliputi berbagai prosedur taktis dan teknis dalam menghadapi situasi pertempuran di laut, mulai dari kesiapsiagaan personel, penguasaan prosedur tempur kapal, hingga koordinasi antar bagian dalam mendukung pelaksanaan operasi.


Seluruh prajurit tampak antusias dan penuh semangat mengikuti setiap tahapan latihan sebagai upaya mengasah kemampuan tempur serta memperkuat soliditas tim.


Komandan Kodaeral IX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H.,M.H, menegaskan bahwa latihan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan personel yang harus terus dilaksanakan secara bertingkat, bertahap dan berlanjut guna membentuk prajurit yang tangguh, profesional, dan siap operasional. 


Melalui latihan drill tempur ini, Ia berharap setiap prajurit mampu memahami tugas, tanggung jawab, serta prosedur tempur sesuai dengan bidang dan peran masing-masing di kapal.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kodaeral IX menunjukkan komitmennya dalam membina dan meningkatkan kemampuan prajurit, sehingga senantiasa siap menjaga keamanan wilayah perairan serta menegakkan kedaulatan NKRl di laut. (Rdks) 

Selengkapnya

Wagub Maluku Buka Open Clinic Day, Dorong Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Kesehatan

Juni 22, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, secara resmi membuka kegiatan Open Clinic Day yang diselenggarakan oleh UPTD Klinik Utama Lawamena Bakti, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Selasa (23/6/2026).


Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai layanan kesehatan yang tersedia di Klinik Utama Lawamena Bakti sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.


Dalam sambutannya, Vanath memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan seluruh jajaran UPTD Klinik Utama Lawamena Bakti yang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui berbagai inovasi dan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.


Menurutnya, meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat ke Klinik Utama Lawamena Bakti dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.


"Tadi disampaikan bahwa jumlah kunjungan masyarakat ke klinik ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan semakin baik. Masyarakat kini semakin memahami bahwa kesehatan harus dijaga sejak dini dan bukan hanya menjadi perhatian ketika sudah sakit," kata Vanath.


Ia menambahkan, peningkatan kunjungan tersebut juga mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan yang disediakan pemerintah.


Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, akan terus berupaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk keterbatasan fiskal.


"Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini, pelayanan kesehatan tetap menjadi salah satu prioritas utama yang harus dijaga. Kita harus memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas," ujarnya.


Wakil Gubernur berharap kegiatan *Open Clinic Day* dapat menjadi sarana edukasi sekaligus memperluas informasi kepada masyarakat mengenai berbagai layanan yang tersedia di Klinik Utama Lawamena Bakti.


"Saya berharap kegiatan Open Clinic Day ini dapat semakin memperkenalkan layanan yang tersedia di Klinik Utama Lawamena Bakti kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarganya," ungkapnya.


Pada kesempatan itu, Vanath juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang selama ini telah mengabdikan diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


"Kepada seluruh tenaga kesehatan, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya dalam melayani masyarakat. Teruslah memberikan pelayanan terbaik dengan semangat kemanusiaan dan profesionalisme," katanya.


Usai membuka kegiatan, Wakil Gubernur meninjau sejumlah stan pelayanan kesehatan yang disediakan panitia. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengikuti pemeriksaan kesehatan didampingi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.


Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Maluku berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia secara optimal.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, tenaga kesehatan, serta peserta kegiatan dan undangan lainnya. (Rdks) 

Selengkapnya

Bangun Generasi Qur’ani, Sahli A Kodaeral IX Hadiri Pembukaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku 2026

Juni 22, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Sebagai bentuk dukungan pembangunan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, harmonis, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan daerah, Sahli A Pok Sahli Kodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Priyo Dwi Mulyono mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H.,M.H, menghadiri Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi MalukuTahun 2026, Senin malam (22/6/2026).  


Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 di Gedung Islamic Center Ambon, Kota Ambon Maluku. 


Gubernur menegaskan bahwa MTQ memiliki peran strategis dalam pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan peradaban bangsa.


Nilai-nilai Al-Qur’an yang dilombakan dalam berbagai cabang MTQ lanjutnya, harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berkeadaban.


“Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia selain dilombakan melalui MTQ ini, sejatinya nilai-nilai Al-Qur’an juga harus dihidupkan dan dilombakan di dalam kehidupan kita sehari-hari untuk menabur kebaikan kepada semesta,” katanya.


Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk terus menjaga persatuan, persaudaraan, dan kedamaian sebagai fondasi pembangunan daerah.


“Dalam konteks ini beta ingin mengajak katong samua untuk menjadikan Maluku sebagai daerah yang aman, damai, sejahtera dan bermartabat. Maluku yang aman, nyaman, damai dan sejahtera harus menjadi kebiasaan dan karakter bagi semua warga masyarakat,” tegasnya.


Selain perwakilan dari Kodaeral IX, pembukaan MTQ ini juga dihadiri oleh jajaran jajaran Forkopimda Provinsi Maluku, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan kafilah dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Maluku yang siap berkompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas dan ukhuwah Islamiyah. (Red) 

Selengkapnya

Dua Kali Raih Kalpataru, Wutmaili Roumuty Jadi Inspirasi Generasi Muda Maluku

Juni 22, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Di sebuah kawasan yang dahulu dikenal sebagai tempat pembuangan sampah di wilayah Bere-Bere, Kota Ambon, lahirlah sebuah kisah inspiratif yang membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana. Sosok di balik perubahan itu adalah Wutmaili Roumuty, seorang guru teknik yang berhasil mengubah persoalan sampah menjadi gerakan edukasi lingkungan yang menginspirasi banyak orang.


Dedikasi dan konsistensinya dalam menjaga lingkungan kembali mendapat pengakuan nasional. Setelah meraih penghargaan Kalpataru pada tahun 2018 lalu, dan kembali menerima penghargaan Kalpataru Lestari pada tahun 2026, penghargaan tertinggi bagi para pejuang lingkungan yang dinilai tetap konsisten dan terus berkembang dalam menjalankan misi pelestarian alam.


Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi Kota Ambon dan Provinsi Maluku yang kembali dikenal melalui karya nyata seorang anak daerah.


"Kalpataru Lestari ini merupakan kelanjutan dari penghargaan Kalpataru yang kami terima pada tahun 2018. Setelah itu seluruh penerima terus dipantau dan dievaluasi. Puji Tuhan, kami termasuk dalam 16 orang yang dinilai layak menerima penghargaan Kalpataru Lestari," ungkap Wutmaili.


Perjalanan panjang yang dilaluinya tidaklah mudah. Berbekal ilmu sebagai seorang Guru SMK, ia memanfaatkan pengetahuannya yang sederhana untuk membantu masyarakat mengelola sampah rumah tangga. Berbagai inovasi sederhana diperkenalkan, mulai dari pengolahan sampah dapur menjadi pupuk cair, contonya serat kulit buah durian menjadi kasur, hingga pemanfaatan berbagai jenis limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.


Bagi Wutmaili, persoalan sampah bukan hanya urusan pemerintah. Menurutnya, sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.


"Masalah sampah kota sebenarnya adalah masalah sampah masyarakat. Karena itu, semua orang harus terlibat dalam penyelesaiannya," tegasnya.


Berangkat dari keyakinan tersebut, kawasan yang dulunya dikenal sebagai lokasi penumpukan sampah kini perlahan disulap menjadi pusat edukasi lingkungan. Tempat itu terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar tentang pengelolaan sampah berbasis masyarakat.


Tidak sedikit pemuda, pelajar, mahasiswa hingga kelompok masyarakat yang datang untuk berdiskusi dan belajar langsung mengenai teknologi sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, keberhasilan tidak diukur dari banyaknya penghargaan yang diterima, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.


"Sulit menghitung berapa banyak orang yang sudah mendapat manfaat, karena yang kami harapkan adalah perubahan perilaku dalam jangka panjang," ujarnya.


Konsistensi selama delapan tahun terakhir menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan dirinya meraih penghargaan Kalpataru Lestari. Dewan Pertimbangan Kalpataru menilai bahwa aktivitas pelestarian lingkungan yang dijalankan Wutmaili tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Meski telah meraih dua penghargaan bergengsi, Wutmaili tetap memilih berada di tengah masyarakat. Ia terus mengabdikan diri untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui pendekatan yang sederhana dan mudah diterapkan.


Menurutnya, solusi terhadap persoalan sampah tidak harus menggunakan teknologi mahal. Justru teknologi sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat dapat menjadi kunci perubahan jika diterapkan secara luas.


Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun kesadaran lingkungan, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, perguruan tinggi, industri, hingga lembaga keagamaan.


"Pendidikan dan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat agar peduli terhadap lingkungan sejak dini," katanya.


Kisah Wutmaili Roumuty menjadi bukti bahwa seorang guru tidak hanya bertugas mendidik di ruang kelas. Dengan dedikasi, ketekunan, dan kepedulian terhadap lingkungan, ia mampu membawa nama Ambon dan Maluku dikenal di tingkat nasional sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.


Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini, sosok Wutmaili hadir sebagai teladan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Dari Ambon untuk Indonesia, ia menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar tugas, melainkan panggilan pengabdian untuk masa depan bangsa.


Prestasi yang diraihnya menjadi pesan kuat bagi generasi penerus bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari kemewahan dan fasilitas besar. Terkadang, keberhasilan justru lahir dari kepedulian terhadap persoalan sederhana di sekitar kita, lalu diperjuangkan dengan hati, ilmu pengetahuan, dan ketulusan.


Dan dari tumpukan sampah yang dulu dipandang sebelah mata, seorang guru dari Ambon berhasil menorehkan jejak yang mengharumkan nama Maluku di pentas nasional. (Za)

Selengkapnya

Gubernur Maluku Buka MTQ XXXI Tingkat Provinsi, Dorong Lahirnya Generasi Qur'ani Berakhlak dan Berdaya Saing

Juni 22, 2026


AMBON
, globaltimurnn.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 di Gedung Islamic Center Ambon. Pembukaan MTQ ditandai dengan pernyataan resmi Gubernur yang mengharapkan ajang tersebut menjadi sarana membangun generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, harmonis, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan daerah. Senin (22/6/2026)


Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa MTQ memiliki peran strategis dalam pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al-Qur'an, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan peradaban bangsa.


"Pelaksanaan event-event keagamaan seperti Musabaqah Tilawatil Qur'an mempunyai posisi yang sangat vital dan strategis dalam rangka pembangunan mental spiritual bangsa. Karena masalah moral akan sangat menentukan masa depan peradaban bangsa ini," ujar Lewerissa.


Ia menjelaskan, pelaksanaan MTQ harus mampu melampaui aspek seremonial dan meninggalkan jejak peradaban melalui perubahan pola pikir, karakter, dan perilaku masyarakat ke arah yang lebih terbuka, damai, serta menghargai keberagaman.


Menurut Gubernur, nilai-nilai Al-Qur'an yang dilombakan dalam berbagai cabang MTQ harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berkeadaban.


"Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia selain dilombakan melalui MTQ ini, sejatinya nilai-nilai Al-Qur'an juga harus dihidupkan dan dilombakan di dalam kehidupan kita sehari-hari untuk menabur kebaikan kepada semesta," katanya.


Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk terus menjaga persatuan, persaudaraan, dan kedamaian sebagai fondasi pembangunan daerah.


"Dalam konteks ini beta ingin mengajak katong samua untuk menjadikan Maluku sebagai daerah yang aman, damai, sejahtera dan bermartabat. Maluku yang aman, nyaman, damai dan sejahtera harus menjadi kebiasaan dan karakter bagi semua warga masyarakat," tegasnya.


Tema MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026, yaitu "Mewujudkan Generasi Qur'ani yang Berakhlak Mulia, Harmonis, dan Berdaya Saing Par Maluku Pung Bae", dinilai sejalan dengan upaya mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial dan spiritual.


Gubernur juga mengingatkan pentingnya mewariskan nilai-nilai positif kepada generasi penerus sebagai bekal membangun masa depan Maluku yang lebih baik.


"Janganlah kita wariskan cerita-cerita kelam, kebencian, dan kenestapaan kepada anak cucu kita, tetapi mari kita wariskan cerita-cerita sukses, cerita kemajuan, cerita damai, dan indahnya kebersamaan," pesannya.


Lebih lanjut, Lewerissa berharap MTQ dapat melahirkan generasi Qur'ani yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat serta berkontribusi dalam mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Maluku yang maju dan berkeadaban.


"Semoga dengan MTQ ini dapat melahirkan generasi Qur'ani, yaitu generasi yang punya kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial, dan kecerdasan spiritual sebagai modal untuk membangun Maluku yang lebih maju dan berkeadaban," harapnya.


MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku yang dipusatkan di Kota Ambon diikuti sebanyak 369 peserta dari 11 kabupaten/kota se-Maluku yang akan berkompetisi pada delapan cabang lomba, diantaranya Cabang Seni Baca Al-Qur'an, Cabang Qiroah Al-Qur'an, Cabang Hafalan Al-Qur'an, Cabang Tafsir Al-Qur'an, Cabang Fahmil Al-Qur'an, Cabang Syahril Al-Qur'an, Cabang Seni Kaligrafi Al-Qur'an, Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus seleksi untuk menjaring qari dan qariah terbaik yang akan mewakili Maluku pada MTQ tingkat nasional yang akan berlangsung di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah pada Bulan September.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Dapil Maluku Widya Pratiwi, unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa, para Bupati dan Walikota se-Maluku, Ketua MUI Provinsi Maluku, Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Ketua LPTQ Provinsi Maluku, Dewan Hakim MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Dulu Maluku Jadi Lumbung Perekonomian Dunia, Kenapa Sekarang Maluku Termiskin? Wakano Ulas Kisah Maluku

Juni 22, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com - Percayakah Kalian Bahwa Maluku pernah menjadi pusat ekonomi dunia? Dari Maluku lahirlah sistim perbankan dan perekonomian dunia. 


Seringkali, wiayah Maluku digambarkan sebagai wilayah pinggiran, tertinggal, atau sekadar daerah terpencil di ujung timur Nusantara, bahkan saat ini Maluku adalah provinsi termisikin di Indonesia. 


Hal ini disampaikan Gerard Wakano tokoh masyarakat SBB kepada sejumlah wartawan di ambon, lewat pesan whatsaap-nya. 


Dikatakan-nya" Empat ratus tahun yang lalu, ketika Eropa masih gelap dan miskin, detak jantung ekonomi dunia tidak berdetak di London, tidak di Paris, dan tidak di Roma. Detak jantung ekonomi dunia berdetak di tanah vulkanik Kepulauan Banda, Maluku. Ungkapnya


Wakano mengatakan" Tulisan ini bukanlah sebuah cerita dongeng pengantar tidur, marilah kita telusuri sejarah dunia bahwa Maluku pernah menjadi pusat peradaban Ekonomi dan awal mula Perbankan Modern Dunia berdiri. Ucapnya


Pada abad ke-16, Eropa dilanda wabah Black Death yang membunuh separuh populasinya. Dalam keputusasaan, orang Eropa percaya bahwa Biji Pala (Nutmeg) dan Fuli (Mace) adalah satu-satunya obat penawar wabah, sekaligus simbol status sosial tertinggi. Ingatnya


Masalahnya? Pohon pala Tidak Bisa Tumbuh Di Mana Pun Di Bumi, Kecuali Di Kepulauan Banda. !! Di Eropa, harga pala saat itu jauh lebih mahal daripada emas dengan berat yang sama, Siapa pun yang menguasai Banda, menguasai inflasi Eropa, menguasai kekayaan raja-raja, dan menguasai dunia. Sebutnya


Tanah kalian bukan sekadar pulau, tanah kalian adalah sumber mata uang global pada masa itu, Karena kekayaan Banda yang luar biasa, para pedagang Belanda saling sikut, banting harga, dan bahkan saling tembak di lautan, Mereka sadar, jika mereka tidak bersatu, mereka akan kalah oleh Portugis dan Spanyol. Bebernya


Atas desakan Negara Belanda, pada 20 Maret 1602, para pedagang itu dipaksa melebur menjadi satu. Lahirlah VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).


Wakano juga mengajak masyarakat Maluku pahami lebih baik, VOC adalah Perseroan Terbatas (PT) atau Naamloze Vennootschap (NV) pertama dalam sejarah umat manusia. Konsep perusahaan modern, di mana modal dikumpulkan dari ribuan pemegang saham, risiko dibagi, dan manajemen dipisahkan dari pemilik, diciptakan kusus untuk mendanai ekspedisi monopoli pala banda. 


Tanpa ambisi untuk menguasai pala di tanah kalian, konsep "Perusahaan Perseroan Terbatas" mungkin tidak akan pernah lahir di muka bumi ini, VOC adalah kendaraan, tapi Banda adalah tujuannya.


Ketika kapal-kapal VOC kembali dari Banda membawa peti-peti penuh pala dan fuli maka Amsterdam kebanjiran kekayaan. Tapi ada masalah besar yaitu koin-koin uang dari seluruh dunia bercampur aduk, nilainya tidak stabil, dan pedagang kewalahan menghitungnya.


Untuk mengelola triliunan rupiah (jika dikonversi ke nilai sekarang) hasil penjualan pala Banda, pada tahun 1609, Amsterdam mendirikan Amsterdamsche Wisselbank (Bank Bursa Amsterdam). 


Inilah Bank Modern dan Bank Sentral pertama di dunia, Sampai disini pastilah kamu sudah menemukan dimana peran pulau Banda bagi dunia ? Bahkan, bukti paling gila bahwa Banda adalah pusat ekonomi dunia adalah Perjanjian Breda (1667). 


Belanda secara resmi menyerahkan Manhattan (yang sekarang menjadi New York/Wall Street) kepada Inggris. Sebagai gantinya, Belanda meminta Pulau Run, sebuah pulau kecil di Kepulauan Banda.


Pikirkan itu sejenak, Leluhur Belanda memilih Banda daripada Manhattan, Karena pada abad ke-17, Banda adalah pusat kekayaan yang jauh melampaui Wall Street.


Sistem ekonomi dan perbankan dunia hari ini berdiri di atas fondasi yang dicetak dari tanah vulkanik Banda.


Jangan pernah merasa bahwa Maluku adalah daerah tertinggal, Tanah Maluku adalah tempat di mana roda kapitalisme global pertama kali berputar. Darah, keringat, dan air mata leluhur kami dan pulau Banda adalah modal awal yang membangun peradaban ekonomi modern dunia.


Tugas kami saat ini bukan untuk meratapi masa lalu yang kelam, Kalian anak Maluku memiliki DNA dari tanah yang pernah membuat bangsa-bangsa besar di dunia bertekuk lutut dan berebut, Gunakan DNA itu untuk membangun Maluku yang baru. Jadilah inovator, jadilah ekonom, jadilah pemimpin bisnis, dan jadilah arsitek keuangan masa depan, Dunia pernah berputar karena tanah kalian. Tegas Wakano


Sekarang, giliran kalian yang memutar roda dunia dari tanah Maluku!. Pungkasnya (Red) 

Selengkapnya

Pererat Kebersamaan dan Soliditas, Kodaeral IX Gelar Nobar FIFA World Cup 2026

Juni 22, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Gelar Nonton Bareng (Nobar) pertandingan FIFA World Cup 2026 di Gedung J. Leimena Kodaeral IX, Halong, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku, Senin (22/6/2026). 


Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme sebagai bentuk kebersamaan dalam menyaksikan ajang sepak bola terbesar dunia yang saat ini tengah berlangsung antara negara Uruguay vs Cabo Verde dengan skor (2-2).


Tren nobar Piala Dunia juga digelar secara luas di berbagai daerah di Indonesia sebagai sarana mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat. 


Kegiatan nobar ini menjadi salah satu sarana hiburan sekaligus memperkuat tali silaturahmi antar personel di lingkungan Kodaeral IX. 


Selain memberikan semangat kebersamaan, momentum ini juga menjadi wadah untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara pimpinan, prajurit, dan ASN Kodaeral IX.


Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semangat sportivitas, kekompakan, dan solidaritas yang tercermin dalam pertandingan sepak bola dapat menjadi inspirasi bagi personel Kodaeral IX dalam pelaksanaan tugas sehari-hari demi menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ir Kodaeral IX Kolonel (Mar) Eko Priyo Handoyo, para Pejabat Utama (PJU) Kodaeral IX, para Kasatker Kodaeral IX, prajurit, serta ASN Kodaeral IX yang bersama-sama menikmati jalannya pertandingan penuh keakraban. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT