globaltimurnn.com

Senin, 29 Juni 2026

𝐏𝐚𝐰𝐚𝐢 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐌𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐒𝐞𝐦𝐚𝐫𝐚𝐤 𝐏𝐢𝐚𝐥𝐚 𝐃𝐮𝐧𝐢𝐚 𝟐𝟎𝟐𝟔 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 𝐃𝐢𝐥𝐞𝐩𝐚𝐬 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐇𝐚𝐥𝐦𝐚𝐡𝐞𝐫𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚

Juni 29, 2026


Tobelo
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) secara resmi melepas rombongan pawai bersama berbagai kelompok pendukung tim sepak bola dalam rangka memeriahkan semarak Piala Dunia Tahun 2026. Acara pelepasan dilaksanakan pada Senin sore pukul 15.06 wit. (29 Juni 2026), bertempat di halaman Kantor Bupati Halut, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo.

 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Halut Dr. Piet Hein Babua, M.SI., Ketua DPRD Halut Christina Lesnussa, Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Ramdhani Akbar S.I.P, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K, serta Kajari Halut Rahmat S.H., M.H. Turut hadir para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan diikuti oleh sekitar 5.000 peserta pawai dari berbagai lapisan masyarakat.

 

Rute perjalanan pawai dimulai dari Kantor Bupati Halut, berlanjut menuju Desa MKCM, Desa Gura, Jalan Kemakmuran, Desa Wosia, Desa Linaino, Desa Pitu, Desa WKO, Desa Gosoma, dan berakhir kembali di Kantor Bupati Halut.

 


Dalam sambutannya, Bupati Halut Dr. Piet Hein Babua, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan konvoi ini merupakan wujud nyata kebersamaan, persahabatan, dan sportivitas masyarakat dalam menyambut ajang olahraga bergengsi dunia.

 

"Kita kedepankan nilai-nilai persaudaraan, menjaga ketertiban, serta menciptakan suasana yang aman, damai, dan penuh sukacita. Saya mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti rute yang telah ditentukan serta mematuhi peraturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung," ujar Bupati.

 

Lebih lanjut, Bupati juga mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dalam acara nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia yang akan dilaksanakan malam ini di halaman Kantor Bupati Halut. "Mari kita nikmati pertandingan dengan penuh semangat, tetap menjaga persatuan, dan menjunjung tinggi sportivitas," tambahnya.

 

Sementara itu, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K. menegaskan beberapa aturan yang wajib dipatuhi seluruh peserta demi keamanan dan ketertiban bersama.

 


"Saya tegaskan tidak boleh ada tindakan menginjak, membakar, atau merusak bendera negara mana pun. Kita wajib menghormati simbol negara sebagai bentuk sportivitas dan persaudaraan," tegas Kapolres.

 

Pihaknya juga melarang keras konsumsi minuman keras atau peserta dalam keadaan mabuk selama kegiatan, serta melarang tindakan main hakim sendiri maupun provokasi. "Kita boleh mendukung tim yang berbeda, namun Merah Putih tetap melekat di dada sebagai simbol persatuan bangsa. Jadikan momentum ini mempererat persaudaraan dan patuhi arahan petugas keamanan," imbuhnya. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Kodaeral IX Aksi "Aku Cinta Laut 2026" Bersihkan Pantai Teluk Dalam Ambon

Juni 29, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Kodaeral IX menggelar aksi "Aku Cinta Laut 2026" melalui bersih-bersih pantai yang dipusatkan di kawasan Resto Sari Gurih Lateri 2, kawasan pantai Teluk Dalam Ambon, Kota Ambon, Maluku, Senin (29/6/2026).


Kegiatan Apel Bersama dan Aksi Bersih memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang diikuti instansi pemerintah Provinsi Maluku, Pemkot Ambon, instansi militer, masyarakat umun dan pelajar ini, mengusung tema "Saatnya Bekerja untuk Iklim".


Kegiatan ini juga dijadikan Kodaeral lX sebagai bagian dari gerakan yang digaungkan TNl Angkatan Laut “Aku Cinta Laut 2026” sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut dan pesisir.


Aksi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat langkah nyata serta kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi Triple Planetary Crisis, yakni krisis perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi lingkungan yang saat ini menjadi tantangan global.


Apel Bersama yang dipimpin Sekda Prov Maluku, lr. Sadali Ie, M.Si., IPU mewakili Gubernur Maluku ini, tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan pantai yang bersih dan sehat, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga laut adalah tanggung jawab bersama.


Mengusung semangat “Aku Cinta Laut 2026”, aksi ini menjadi simbol komitmen kuat Kodaeral IX dalam mendukung pelestarian laut sebagai sumber kehidupan bangsa. Laut bukan hanya ruang strategis pertahanan, namun juga warisan alam yang harus dijaga demi keberlangsungan generasi mendatang.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Prov Maluku, Kasdam XV/Pattimura, Kepala Zona Bakamla Timur, Dandivhanratlan Sathantai Kodaeral IX, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, serta Rektor Institut Agama Kristen Negeri Ambon.


Melalui kegiatan ini, Kodaeral IX berharap semangat cinta laut dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sejalan dengan upaya menjaga kebersihan pantai, melestarikan ekosistem laut, dan memperkuat budaya sadar lingkungan demi Indonesia yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. (Rdks) 

Selengkapnya

Sidang Pantukhir Calon Taruna Akademi TNI Panselinda Ambon TA 2026, Dihadiri Lansung Komandan Kodaeral IX

Juni 29, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menghadiri Sidang Pantukhir Penerimaan Calon Taruna Akademi TNI Panitia Seleksi Integratif Daerah (Panselinda) Ambon Tahun Anggaran 2026 di Aula Basudara Pattimura Lantai II, Makodam XV/Pattimura, Kota Ambon, Senin (29/6/2026).


Sidang Pantukhir ini merupakan tahapan krusial untuk menyaring dan menentukan putra-putra terbaik daerah yang dinyatakan lulus dan memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi tingkat pusat.


Sebanyak 32 calon taruna mengikuti Sidang Pantukhir Darerah yang dipimpin Ketua Panselinda Ambon TA. 2026, Pangdam XV/Pattimura, Mayor Jenderal TNI Dody Triwinarto, S, selaku Ketua Sidang Daerah.


Proses penilaian dilakukan secara menyeluruh, meliputi aspek administrasi, kesehatan, jasmani, hingga penelitian personel (litpers) oleh tim penguji gabungan dari tiga matra, AD, AL dan AU.


Proses seleksi ini dikawal ketat oleh tim kepanitiaan daerah yang ahli di bidangnya masing-masing, mulai dari jajaran perwira menengah sebagai sekretaris sidang hingga para kepala tim penguji tahapan seleksi dihadirkan berikut berkas penilainnya.


Komandan Kodaeral lX selaku Wakil Ketua l usai pelaksanaan Sidang mengatakan, melalui Sidang Pantukhir Daerah ini, TNI menegaskan komitmennya untuk menjalankan seleksi yang bersih, jujur, objektif, serta bebas dari praktik KKN atau pencaloan.


Dengan sistem seleksi yang bersih ini lanjutnya, diharapkan putra-putra terbaik yang terpilih dari Maluku nantinya mampu bersaing di tingkat pusat dan kelak tumbuh menjadi perwira TNI yang tangguh, profesional, dan berintegritas. (Rdks) 

Selengkapnya

Sentuhan Motivasi Pangdam XV/Pattimura Saat Berikan Penghargaan Kepada Sembilan Prajurit Berprestasi

Juni 29, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P, M.Han. secara resmi memimpin Upacara Bendera Merah Putih mingguan yang berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Makodam pada Senin, (29/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Pju, Perwira, Bintara dan Tamtama serta PNS TNI.


Momen upacara kali ini terasa semakin istimewa karena dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan secara langsung oleh Pangdam kepada sembilan prajurit jajaran Kodam XV/Pattimura yang berhasil mengukir prestasi gemilang dalam menunaikan tugasnya yaitu perolehan senjata ilegal.


​Dalam amanatnya, Pangdam XV/Pattimura menyampaikan apresiasi yang mendalam dan rasa bangganya atas dedikasi tinggi yang telah ditunjukkan oleh kesembilan prajurit penerima penghargaan. Pangdam menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ini bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijaga serta diharapkan mampu menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi prajurit-prajurit lainnya untuk terus memberikan yang terbaik.


​Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa apa yang telah ditunjukkan oleh kesembilan prajurit tersebut merupakan manifestasi nyata dari bentuk pengabdian dan pengorbanan tanpa batas kepada institusi, masyarakat, serta tanah air. Pangdam mengajak seluruh personel Kodam XV/Pattimura untuk bersama-sama membangun budaya prestasi di lingkungan kerja dan selalu berupaya menjadi prajurit yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara.


Mengakhiri sambutannya, Pangdam berpesan dengan penuh penekanan agar seluruh jajaran terus mengasah kemampuan dan mentalitasnya. 


Pangdam meminta seluruh anggotanya untuk senantiasa menjadi prajurit petarung prima yang tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga menjadi sosok yang dapat dibanggakan oleh keluarga, satuan, serta bangsa dan negara. Kegiatan upacara dan pemberian penghargaan ini berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh dengan rasa khidmat serta kebersamaan. (Rdks) 

Selengkapnya

Peringati Hari Keluarga Nasional Ke-33 Tahun 2026, Kejati Maluku Tekankan Pentingnya Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Juni 29, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Kejaksaan Tinggi Maluku melaksanakan Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tahun 2026 di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, yang dipimpin oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Datuk Rosihan Anwar, S.H., M.H., selaku Inspektur Upacara, pada Senin (29/6/2026).


Upacara tersebut dihadiri oleh Asisten Pembinaan Cahyadi Sabri, S.H., M.H., Asisten Intelijen Diky Oktavia, S.H., M.H., Asisten Pidana Militer Kolonel Chk Satar M. Hutabarat, S.H., M.H., Asisten Pengawasan Bobby Ruswin, S.H., M.H., Kepala Bagian Tata Usaha Ariyanto Novindra, S.H., M.H., Koordinator Ye Almahdaly, S.H., M.H., Koordinator Abraham J. Batoek, S.H., M.H., Koordinator Samy Sapulette, S.H., M.H., Koordinator Amri Kurniawan, S.H., M.H., serta seluruh Pegawai Jaksa dan Tata Usaha pada Kejaksaan Tinggi Maluku.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa bangsa Indonesia saat ini berada pada era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity), yaitu era yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat, ketidakpastian, kompleksitas, serta berbagai tantangan yang memengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk dalam lingkungan keluarga.


Disampaikan pula bahwa derasnya perkembangan teknologi digital dan pergeseran nilai sosial telah menghadirkan tantangan baru bagi keluarga Indonesia. Arus informasi yang masuk tanpa batas melalui perangkat digital dapat memberikan dampak negatif apabila tidak diimbangi dengan penguatan fungsi keluarga. Oleh karena itu, ketangguhan keluarga menjadi kebutuhan yang sangat mendesak sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas.


Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas keluarga. Untuk itu, pembangunan sumber daya manusia harus diarahkan pada penguatan tiga pilar utama pembangunan keluarga, yaitu kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Ketiga aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan zaman.


Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN juga mengingatkan bahwa lemahnya fungsi pengasuhan dan minimnya kehadiran figur orang tua dapat memicu berbagai persoalan sosial, seperti tawuran antarpelajar, perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba. Fenomena tersebut menjadi peringatan bahwa keluarga harus kembali menjalankan perannya sebagai benteng pertama dalam pembentukan karakter anak.


Melalui momentum Hari Keluarga Nasional Ke-33 Tahun 2026 ini, seluruh orang tua diimbau untuk semakin memperkuat komunikasi, kasih sayang, dan pendampingan terhadap anak-anak di lingkungan keluarga. Rumah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh kehangatan sehingga mampu membentengi anak dari berbagai pengaruh negatif di tengah perkembangan zaman.


Mengakhiri sambutannya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperbarui paradigma bahwa keluarga bukan sekadar unit terkecil dalam masyarakat, melainkan menjadi titik awal dari seluruh kebijakan publik dan penentu keberhasilan pembangunan nasional. Dengan membangun keluarga yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter mulia, Indonesia akan mampu memanfaatkan Bonus Demografi secara optimal dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.


Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-33 Tahun 2026 ini, Kejaksaan Tinggi Maluku turut mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa, sekaligus meneguhkan komitmen seluruh insan Adhyaksa untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang berkarakter, berkualitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan demi Indonesia yang maju dan berkelanjutan. (Rdks) 

Selengkapnya

Puncak Hari Lingkungan Hidup, Sekda Maluku Kampanyekan Aksi Peduli Iklim

Juni 29, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Sekretaris Daerah Maluku, Ir. Sadali Ie, IPU, secara resmi membuka kegiatan aksi bersih lingkungan dalam rangka Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 di Resto Sari Gurih, Lateri, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema "Act Now for Climate, Saatnya Bekerja untuk Iklim" sebagai ajakan memperkuat aksi nyata menghadapi perubahan iklim.


Membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, Sadali mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga bumi melalui tindakan nyata demi masa depan yang berkelanjutan.


Ia menjelaskan dunia saat ini menghadapi tiga krisis planet (Triple Planetary Crisis), yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, serta kehidupan masyarakat.


Indonesia, lanjutnya, tetap berkomitmen menjalankan Paris Agreement dengan target penurunan emisi sebesar 31,89 persen melalui usaha sendiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional pada 2030, serta mewujudkan pembangunan rendah karbon melalui strategi Long- Term Strategi For Low Carbon and Climate Resilience  2050 (LTS-LCCR 2050).


Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Lebih dari 60 persen penduduk tinggal di wilayah pesisir yang menghadapi ancaman kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, serta gangguan ketahanan pangan. Di sisi lain, persoalan sampah turut memperburuk kondisi lingkungan. Indonesia menghasilkan sekitar 51 juta ton sampah setiap tahun, namun sebagian besar belum dikelola secara optimal sehingga memicu pencemaran dan emisi gas metana.


Karena itu, Sadali mengajak seluruh masyarakat memulai perubahan dari lingkungan terkecil melalui pemilahan sampah sejak dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), mengembangkan bank sampah, serta melakukan penanaman pohon secara masif sebagai upaya memperkuat ketahanan iklim.


"Marilah kita menjadikan Gerakan Indonesia Asri sebagai budaya baru bangsa. Dengan melakukan pertobatan ekologis dan mengubah perilaku terhadap lingkungan, kita tidak hanya menjaga bumi, tetapi juga mewariskan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang menuju Indonesia Emas 2045," tutup Sadali.


Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, TNI-Polri, Bakamla RI, perguruan tinggi, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah kabupaten/kota, organisasi lingkungan, bank sampah, BUMN, serta berbagai elemen masyarakat. (Rdks) 

Selengkapnya

Minggu, 28 Juni 2026

Sampah Berserakan di Jalan Lintas Provinsi Maluku, Daerah Waitatiri Jadi Sorotan, PB AMKAY Maluku Nilai Pemerintah lalai

Juni 28, 2026


Malteng
, Globaltimurnn.com – Fenomena tumpukan sampah yang berserakan di ruas Jalan Lintas Provinsi, tepatnya di kawasan Waitatiri, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, kembali menjadi sorotan publik, Senin (29/06/2026).


Pantauan di lokasi pada siang hari menunjukkan sampah rumah tangga masih terlihat menumpuk di sisi jalan hingga mengganggu pemandangan. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya pengelolaan sampah serta minimnya perhatian dari pemerintah di berbagai tingkatan.


Ketua PB AMKAY Provinsi Maluku, 

(Mayor Purnawirawan) Derek Rahangiar, mengaku telah beberapa kali memperhatikan kondisi tersebut setiap kali melintasi kawasan Waitatiri. Menurutnya, persoalan sampah di lokasi itu bukanlah masalah baru, namun terus berulang tanpa adanya penyelesaian yang nyata.


"Ini fenomena yang terjadi di jalan lintas provinsi di kawasan ini, Keadaan seperti ini terus berulang setiap hari. Sangat disayangkan karena seolah-olah tidak ada perhatian dari pemerintah untuk menanganinya," ujar Derek.


Ia menilai pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, hingga Pemerintah Provinsi Maluku belum menunjukkan langkah yang serius dalam mengatasi persoalan tersebut.


Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup hanya dengan membersihkan lokasi, tetapi juga harus disertai edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta penyediaan fasilitas pendukung yang memadai.


Pemerintah harus hadir memberikan solusi, bukan membiarkan kondisi ini terus terjadi. Berikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara membuang sampah yang baik dan siapkan fasilitas yang memadai. Jangan sampai jalan utama provinsi dipenuhi sampah setiap hari, tegasnya.


Ia berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius dari seluruh pihak terkait, mengingat ruas Jalan Lintas Provinsi merupakan salah satu jalur utama yang setiap hari dilalui masyarakat maupun para pendatang.


Fenomena sampah yang terus terjadi di kawasan Waitatiri dinilai tidak hanya merusak keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat apabila tidak segera ditangani secara berkelanjutan. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT