Piru, Globaltimurnn.com — Mengawali aktivitas pada pekan yang baru dengan penguatan spiritual, pegawai, Warga Binaan, dan peserta magang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru mengikuti Ibadah Buka Usbu, Senin (14/09/2026).
Kegiatan berlangsung khusyuk dan penuh penghayatan sebagai bagian dari pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin di Lapas Piru.
Ibadah menjadi ruang bagi seluruh peserta untuk sejenak menenangkan diri, merefleksikan kehidupan, serta memperkuat hubungan dengan Tuhan sebelum menjalankan berbagai aktivitas dan tugas selama sepekan. Kebersamaan antara petugas dan Warga Binaan dalam kegiatan keagamaan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana pembinaan yang humanis dan berorientasi pada perubahan karakter.
Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Piru, Wikrama Jaya, menyampaikan bahwa kegiatan ibadah rutin memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan kepribadian Warga Binaan.
Ibadah Buka Usbu menjadi momentum untuk mengawali aktivitas dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Kami berharap pembinaan ini memberikan dampak positif bagi Warga Binaan, ujar Wikrama.
Ibadah dipimpin oleh salah seorang Warga Binaan berinisial JS. Dalam penyampaian firman Tuhan yang diambil dari 1 Yohanes 4:12, JS mengajak seluruh jemaat untuk memaknai kasih bukan hanya sebagai sebuah perkataan, tetapi juga diwujudkan melalui sikap dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana Tuhan telah terlebih dahulu menunjukkan kasih-Nya kepada kita, kita juga harus senantiasa saling mengasihi dan menjadi teladan bagi sesama, ungkap JS.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu fondasi dalam membentuk karakter Warga Binaan selama menjalani masa pidana.
Pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam membentuk karakter Warga Binaan. Kami berharap melalui ibadah ini, Warga Binaan semakin memperkuat iman, menumbuhkan kasih, dan menjadi pribadi yang lebih baik, ujar Hery.
Kegiatan berlangsung tertib hingga selesai. Melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara konsisten, Lapas Piru terus berupaya menanamkan nilai-nilai keimanan, kasih, dan moral sebagai bekal bagi Warga Binaan untuk menjalani proses perubahan dan kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat. (Za)














