
Foto : Harumkan Nama Maluku, Lima Atlet Tinju Maluku Terlantar Di Jakarta, Terabaikan Oleh Pemerintah ProvMal, Gubernur Diminta Jangan Tutup Mata
Ambon, Globaltimurnn.com - Atlet Tinju Maluku bersama Tiga Official dalam pertandingan Kejurnas PERBATI 2026 di Jakarta.
Provinsi Maluku memiliki sejarah panjang dalam dunia olahraga, Berbagai Cabang Olahraga, khususnya Tinju dan Dayung, para Pattimura muda unggulan, berhasil menorehkan dedikasi dan prestasi yang gemilang.
Identitas dan kebanggaan tersendiri, tentu membuat para atlet tampil berhasil membanggakan masyarakat di ajang nasional maupun internasional.
Maluku baru-baru ini menurunkan lima atlit tinju di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Perbati 2026, yang berlangsung di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) DKI Jakarta Ragunan, Jakarta Selatan, 12-15 Februari 2026.
Dilansir dari Media Online RRI.com, Kejurnas tersebut diikuti 120 peserta yang berasal dari 26 daerah, termasuk Maluku dengan lima atlet unggulannya.
Meski Tim Tinju DKI Jakarta keluar sebagai juara umum, para Kapitan Pattimura dan Martha Christina Tiahahu itu, tak kalah saing mengharumkan Maluku dengan prestasi gemilang, Mereka berhasil menyumbangkan empat medali untuk Maluku.
Petinju pria; Philips Tetiray (Kelas 55 Kg), asal Sasana Kota Ambon, berhasil meraih mendali emas; dan Petinju Elias Saa, Sasana Kabupaten Seram Bagian Barat, meraih medali Perunggu, Sementara Femmy Benamen, merai mendali perak dan Yunita Refai, merai medali perunggu di Kelas 47 Kg. Kedua Petinju putri ini berasal dari Sasana Kota Ambon.
Semangat dan dedikasi yang tinggi mengharumkan Maluku, para atlet ini tak di sentuh perhatian sedikitpun oleh pemerintah Provinsi Maluku, Mereka secara mandiri, bersama tiga official (pelatih), berangkat, bertarung membanggakan Maluku, tanpa bantuan pemerintah daerah maupun KONI setempat.
Pelatih Ridolof Pattinama kepada media ini, mengungkapkan bahwa mulai dari keberangkat kontingen hingga usai pertandingan di Jakarta, para atlet dan official tidak dibantu pemerintah.
Mereka dibiayai keberangkatan pulang pergi oleh Anggota DPRD Maluku, Wahid Laitupa, seorang diri.
“Kita beruntung makan minum di tanggung panitia selama empat hari, termasuk tempat tinggal (hotel) dan tranportasi.
Keberangkatan hingga kembali, kita tidak dibiayai oleh pemerintah maupun KONI, Kita dibiayai oleh Ketua Perbati Maluku, Wahid Laitupa, Anggota DPRD Maluku asal Partai PAN,”kata Patinama, Selasa, 17 Februari 2026.
Mirisnya lagi, Pattinama menyebut, usai pertandingan kontingen Tinju Maluku harus tinggal di rumah warga Ambon yang berada di Jakarta, selama dua hari.
“Usai pertandingan secara tidak langsung tanggungan panitia selesai, Kita dua hari masih di Jakarta, tinggal di rumah teman orang Ambon.
Untuk makan dan minum, katong (kita) beli beras dan sayur, masak sendiri, Katong lima atlet dan tiga official,”ujarnya miris
Tak sampai disitu, Pattinama mengatakan, saat tiba di Ambon, Selasa pagi, Kontingen Tinju Maluku tidak mendapatkan sambutan dan penjemputan dari pemerintah, seperti daerah-daerah lainnya, Padahal, kontingen Maluku sukses mengharumkan Maluku.
“Kita tiba di Ambon, pagi tadi, pukul 07.00 Wit. Katong utang ongkos (biaya) mobil dua, Tidak ada satu orang pun yang jemput.
Katong utang dua mobil dari bandara. Begitupun dengan atlet kami dari Sasana Seram Bagian Barat, bersama salah satu pelatih yang belum bisa kembali ke Piru, lantaran keterbatasan biaya, Saat ini, sedang nginap di rumah benteng,” kata Pattinama dengan nada kesal.
Menurut Pattinama, sebagai pelatih dan atlet tentu merasa kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang terkesan tidak peduli dengan kemajuan olahraga di Maluku, berbeda dengan daerah-daerah laiinya, yang pemerintahnya begitu aktif peduli dengan kemajuan olahraga dan atletnya.
Ia berharap pemerintah provinsi maluku di bawa kepimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa lebih aktif, dan peduli terhadap olahraga.
“Kita sudah berjuang, Para atlet kita sudah banggakan Maluku, Mari serius dan peduli, Saat ini kita sebagai pelatih, dan atlet memohon dari pemerintah untuk peduli dengan kami sebagai aset daerah,” pungkasnya. (***)















