globaltimurnn.com

Sabtu, 23 Mei 2026

Tingkatkan Naluri Tempur, Kodaeral IX Gelar Latihan Kemampuan Dasar Pertahanan Pantai TW II TA 2026

Mei 23, 2026

Foto : Tingkatkan Naluri Tempur, Kodaeral IX Gelar Latihan Kemampuan Dasar Pertahanan Pantai TW II TA 2026

Ambon
, Globaltimurnn.com - Sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi dinamika tugas pertahanan wilayah pesisir, Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Kodaeral) IX menggelar Latihan Menembak Reaksi Lanjutan dan Latihan TTO (Taktik Tempur Operasi) bagi personelnya. 


Latihan yang dihelat di Daerah Latihan Benteng Karang, Desa Telaga Kodok, Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku pada Sabtu (23/5/2026) tersebut, digelar dalam rangka melatih Kemampuan Dasar Pertahanan Pantai Kodaeral IX Triwulan II Tahun 2026. 


Latihan yang berlangsung dengan penuh semangat dan disiplin tinggi ini, menjadi bagian penting dalam pembinaan kemampuan tempur prajurit guna mengasah kedisiplinan, ketangkasan, ketepatan, serta respons cepat personel dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di wilayah pertahanan pantai. 


Kegiatan dilaksanakan secara terukur dengan mengedepankan faktor keamanan personel maupun material, serta tetap berpedoman pada prosedur latihan militer yang berlaku.


Pada pelaksanaan latihan hari kedua ini, para prajurit melaksanakan Latihan Menembak Reaksi Lanjutan menggunakan senjata SS2-V4, dengan fokus pada peningkatan kemampuan menembak taktis, kecepatan reaksi, akurasi sasaran, serta koordinasi pergerakan di medan latihan. 


Sementara itu, dalam Latihan TTO, para pelaku dibekali kemampuan taktik pertempuran melalui simulasi situasi operasi lapangan guna memperkuat naluri tempur, kerja sama tim, serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.


Kegiatan latihan diikuti oleh 56 personel, terdiri dari 20 pelatih dan 36 pelaku, yang seluruhnya menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap materi latihan. Medan latihan Benteng Karang yang memiliki karakteristik geografis menyerupai kondisi pertahanan wilayah pesisir menjadi lokasi strategis dalam membentuk kesiapan operasional prajurit Kodaeral IX.


Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, menegaskan bahwa latihan kemampuan dasar pertahanan pantai merupakan bagian penting dalam menjaga dan meningkatkan profesionalisme prajurit agar senantiasa siap melaksanakan tugas kapan pun dibutuhkan. 


Melalui latihan yang berkesinambungan lanjutnya, diharapkan seluruh personel mampu memiliki kemampuan tempur yang andal, responsif, dan adaptif dalam mendukung tugas pokok pertahanan wilayah maritim, khususnya di kawasan strategis Maluku.


Dengan semangat juang dan militansi tinggi, prajurit Kodaeral IX terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kekuatan pertahanan yang tangguh melalui latihan yang realistis, terukur, dan berorientasi pada kesiapan tempur demi menjaga kedaulatan NKRl. (Rdks) 

Selengkapnya

Lima Pegawai Lapas Geser Resmi Raih Gelar Sarjana, Dua Orang Dinobatkan Sebagai Lulusan Terbaik UT Ambon

Mei 23, 2026

Foto : Lima Pegawai Lapas Geser Resmi Raih Gelar Sarjana, Dua Orang Dinobatkan Sebagai Lulusan Terbaik UT Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh jajaran pegawai Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Maluku. Sebanyak lima pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser telah resmi diwisudakan dalam program sarjana tahun akademik 2025/2026. Acara pengukuhan kelima pegawai ini berlangsung khidmat di aula Islamic Center Ambon, sabtu (23/05/2026).


Keberhasilan ini semakin terasa istimewa dengan capaian gemilang dari dua pegawai Lapas Geser yang berhasil menduduki peringkat teratas di Universitas Terbuka Ambon. Pegawai atas nama Alfianti Jessica berhasil mencatatkan namanya sebagai Lulusan Terbaik I, disusul oleh Ali Safa’at yang meraih predikat Lulusan Terbaik II.


Kelima pegawai ini telah resmi diwisudakan setelah menyelesaikan studi Ilmu Hukum di Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT). Mereka menempuh pendidikan melalui Sentra Layanan UT (SALUT) di Bula Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), yang berada di bawah koordinasi Unit Program Belajar Jarak Jauh Universita Terbuka (UPBJJ-UT) Ambon.


Pada rangkaian acara wisuda, Alfianti Jessica menyampaikan pesan dan kesan sekaligus rasa syukurnya kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan penuh. Ia mendorong rekan-rekannya untuk menjadi lulusan Universitas Terbuka yang kompeten, tangguh, melek teknologi, dan berdampak bagi negara. Sebagai penutup, ia berpesan, jangan berhenti belajar, sebab kehidupan akan selalu memberikan kita pelajaran.


“Hari ini kita telah memenangkan salah satu dari mimpi besar dalam hidup kita, karena itu jangan pernah takut untuk bermimpi dan jangan pernah menyerah ketika menghadapi kegagalan, sebab kegagalan bukan akhir dari peljalanan melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan, selamat dan sukses kepada wisudawan dan wisudawati unniversitas terbuka ambon, mari terus belajar dan terus mengabdi bagi masyarakat bangsa dan negara, banggalah menjadi lulusan universitas terbuka,” tutur Alfianti.


Sementara itu, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda yang turut mengikuti prosesi tersebut melalui link kanal youtube UT Ambon TV mengungkapkan rasa bangga dan selamat kepada kelima pegawai Lapas Geser, khususnya Alfianti Jessica dan Ali Safa’at yang meraih predikat lulusan terbaik. 


“Prestasi gemilang ini membuktikan bahwa keterbatasan jarak tidak menghalangi aparatur sipil negara untuk terus meningkatkan kompetensi diri. Ilmu Hukum yang telah diraih ini diharapkan dapat diterapkan langsung dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan publik di Lapas Geser. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pegawai lainnya untuk terus belajar dan berprestasi,” pungkas Nober. (Za)

Selengkapnya

Gubernur Maluku: Pelantikan Raja Siri Sori Islam Teguhkan Marwah Negeri dan Warisan Leluhur

Mei 23, 2026

Foto : Gubernur Maluku: Pelantikan Raja Siri Sori Islam Teguhkan Marwah Negeri dan Warisan Leluhur

Saparua
, Globaltimurnn.com — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara Pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (23/5/2026).


Dalam sambutannya, Lewerissa menegaskan bahwa pelantikan raja bukan sekadar agenda seremonial pemerintahan adat, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali marwah negeri, menjaga warisan leluhur, dan memperkuat nilai-nilai persaudaraan orang Maluku.


“Hari ini, kita tidak hanya melantik seorang raja, tetapi juga meneguhkan kembali marwah negeri, menyambung warisan leluhur, dan memelihara nafas peradaban orang Maluku yang berdiri kokoh di atas nilai persaudaraan, kehormatan, dan kearifan adat,” ucapnya


Menurutnya, dalam kosmologi kebudayaan Maluku, seorang raja memikul tiga mandat sekaligus, yakni mandat negara berdasarkan peraturan perundang-undangan, mandat sebagai pemimpin masyarakat adat, dan mandat sebagai khalifah atau pemimpin umat.


Lewerissa juga menekankan bahwa pelantikan Raja Siri Sori Islam menjadi simbol kuat eksistensi adat dan budaya Maluku di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.


“Kita sedang menyatakan kepada dunia bahwa Maluku tetap berdiri tegak dengan kekayaan adat, nilai, dan kearifan leluhur yang terus hidup dalam semangat orang basudara,” ucapnya.


Pada kesempatan tersebut, Lewerissa mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai Siwalima dan memperkuat persaudaraan antarwarga sebagai fondasi utama kehidupan sosial di Maluku.


Dirinya turut mengapresiasi seluruh masyarakat Negeri Siri Sori Islam yang dinilai mampu menjalani proses penetapan raja secara santun, damai, dan menghormati adat istiadat hingga terpilihnya Raja dari Mata Rumah Parentah Pattisahusiwa.


“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Negeri Siri Sori Islam yang berproses dengan sangat santun, menghormati adat dan budaya, sehingga terpilihnya Bapa Raja dari Mata Rumah Parentah Pattisahusiwa. Ini menjadi contoh baik dan teladan bagi negeri-negeri lain di Provinsi Maluku,” ungkapnya.


Dalam arahannya kepada Raja Negeri Siri Sori Islam yang baru dilantik, Syarifudin Pattisahusiwa, Gubernur mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang tanggap, bijaksana, dan menjunjung tinggi hukum serta martabat adat di tengah arus perubahan global yang semakin cepat.


“Saya berharap Upu Latu bersama perangkat Saniri Negeri harus tanggap sekaligus bijak dalam menyikapi perubahan zaman. Hindarilah penyalahgunaan kewenangan yang berujung pada ranah hukum,” tegasnya.


Selain itu, Pemerintah Provinsi Maluku, lanjut Lewerissa, akan terus memperkuat eksistensi negeri-negeri adat sebagai pusat jati diri dan roh kebudayaan masyarakat Maluku.


“Pemerintah Provinsi Maluku akan terus menguatkan negeri-negeri adat, sebab di sanalah bersemayam jati diri, kehormatan, dan roh kebudayaan orang Maluku,” katanya.


Mengakhiri sambutannya, Lewerissa mengajak seluruh masyarakat Siri Sori Islam dan Kecamatan Saparua Timur untuk bersatu mendukung pemerintahan raja yang baru demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan pembangunan negeri yang berkeadilan.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Syarifudin Pattisahusiwa beserta keluarga. Semoga menjadi pemimpin yang amanah, adil, pengayom, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Negeri Siri Sori Islam,” tutupnya.


Acara pelantikan tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI Bisri Assidik Latuconsina, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, Sekretaris Daerah Maluku, Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah, Walikota dan Wakil Walikota Ambon, Bupati Buru, Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Timur, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku serta DPRD Kabupaten/Kota, Forkopimda Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah, para raja negeri adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta masyarakat Negeri Siri Sori Islam. (Rdks) 

Selengkapnya

Sinergi Kodaeral IX dan Instansi Terkait, Kembali Gagalkan Penyelundupan Tanduk Rusa dan Senjata di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

Mei 23, 2026

Foto : Sinergi Kodaeral IX dan Instansi Terkait, Kembali Gagalkan Penyelundupan Tanduk Rusa dan Senjata di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com - Komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan objek vital nasional dan kelestarian lingkungan kembali dibuktikan. Personel Pengamanan PT Pelni dari Kodaeral IX bersama aparat terkait berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bagian tubuh satwa dilindungi serta berbagai jenis senjata di Pelabuhan Umum Yos Sudarso, Kota Ambon, Maluku, Sabtu (23/05/2026).


Aksi penggagalan ini bermula saat tim gabungan melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan penumpang yang hendak menaiki KM Nggapulu.


Kapal tersebut diketahui bersandar di Ambon dengan rute pelayaran dari pelabuhan asal Ternate, Maluku Utara, menuju Bau-Bau, Sulawesi Tenggara.


Keberhasilan ini berawal dari kewaspadaan tinggi petugas saat melakukan pemeriksaan rutin di terminal penumpang. Saat paket bawaan melewati mesin X-Ray, petugas mendeteksi adanya kejanggalan dan langsung melakukan pemeriksaan manual secara mendalam.


Dari hasil pembongkaran paket tersebut, tim gabungan menemukan sejumlah barang bukti berupa enam buah tanduk rusa, dua buah senapan angin kaliber 4,5 mm, serta beragam senjata tajam berbahaya yang terdiri dari empat buah parang, satu buah samurai, tiga buah badik, dan satu buah kerambit.


Sebagai tindakan lanjut di lapangan, seluruh barang bukti ilegal tersebut langsung disita oleh petugas. Untuk proses hukum dan penanganan lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.


Barang bukti bagian satwa dilindungi diserahterimakan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Maluku, sedangkan temuan senapan angin dan senjata tajam diserahkan kepada pihak Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon.


Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen TNI AL, khususnya Kodaeral IX, dalam menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah pelabuhan sekaligus mendukung pelestarian lingkungan dengan mencegah perdagangan satwa liar secara ilegal.


Meskipun ditemukan upaya penyelundupan barang berbahaya, secara umum kondisi di dermaga Pelabuhan Yos Sudarso terpantau aman, tertib, dan kendali. Pengawasan ketat akan terus dilakukan oleh tim gabungan untuk menjamin kelancaran arus penumpang serta mencegah keluar-masuknya barang terlarang melalui jalur laut. (Rdks) 

Selengkapnya

Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Terhadap Sektor Jasa Keuangan, OJK Maluku Gelar Kick-Off Bulan Literasi Keuangan di Provinsi Maluku

Mei 23, 2026

Foto : Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Terhadap Sektor Jasa Keuangan, OJK Maluku Gelar Kick-Off Bulan Literasi Keuangan di Provinsi Maluku

Ambon
, Globaltimurnn.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat upaya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan sektor jasa keuangan formal.


Salah satu agenda yang dilakukan adalah dengan menggelar Kick-Off Bulan Literasi Keuangan (BLK) di Provinsi Maluku dengan tema “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas”.


BLK merupakan agenda tahunan yang diinisasi oleh OJK. Rangkaian kegiatan BLK berlangsung selama bulan Mei s.d. Agustus tahun berjalan dengan puncaknya pada Peringatan Hari Indonesia Menabung tanggal 20 Agustus. 


BLK bertujuan untuk meningkatan literasi keuangan masyarakat, termasuk kewaspadaan terhadap beragam modus kejahatan keuangan digital. 


Kick Off BLK di Provinsi Maluku pada tahun 2026 dilakukan di Halaman SMP Negeri 4 Kota Ambon. 


Simbolis Kick-Off ditandai dengan penabuhan Tifa (alat musik tabuh tradisional Maluku) oleh Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Ambon, Hendra de Fretes, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon dan seluruh Pimpinan Perbankan di Kota Ambon.


Hendra de Fretes dalam sambutannya mengatakan bahwa Kick-Off BLK merupakan keberlanjutan dari peluncuran Modul Ajar Literasi Keuangan Mata Pelajaran IPS Tingkat SMP/MTs di Kota Ambon pada tanggal 20 Mei 2026, yang akan diimplementasi pada seluruh SMP/MTs di Kota Ambon. 


Kick Off BLK tahun 2026, secara khusus dilaksanakan di lingkungan pendidikan dengan sasaran kalangan pelajar untuk mempersiapkan generasi emas Maluku


Kami berharap agar para pelajar di Kota Ambon dapat memperoleh pengetahuan terkait pengelolaan keuangan sejak dini, mampu mengimplementasikan budaya menabung sejak dini, serta mengetahui dan memanfaatkan produk keuangan yang ada di perbankan” ujar Haramain Billady.


Haramain Billady juga menyampaikan bahwa dalam periode BLK akan dilaksanakan rangkaian literasi keuangan yaitu:


- Financial Literacy Series

Kegiatan edukasi keuangan oleh Lembaga Jasa Keuangan yaitu webinar, podcast, talkshow, kelas edukasi keuangan maupun intesif workshop.


− Financial Literasi Campaign

Kampanye edukasi keuangan melalui platform media sosial terkait dengan topik isu terkini mengenai literasi keuangan yang diikuti kementerian/Lembaga, PUJK Maupun asosiasi


− Financial Literacy Award 2026

Award yang diberikan kepada Lembaga Jasa Keuangan, Pemerintah Daerah dan masyarakat sebagai apresiasi atas program edukasi keuangan yang telah dilakukan Kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh Pimpinan Perbankan di Kota Ambon, Dinas Pendidikan Kota Ambon, seluruh guru dan ratusan siswa SMP Negeri 4 Kota Ambon Melalui sinergi antara OJK, lembaga pendidikan, dan perbankan, diharapkan pelajar Kota Ambon dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas finansial menuju Indonesia Emas 2045. (V374) 

Selengkapnya

Sukses Olah Kelapa Lokal Jadi VCO Premium, Produk Warga Binaan Lapas Geser Siap Masuk Pasar UMKM

Mei 23, 2026

Foto : Sukses Olah Kelapa Lokal Jadi VCO Premium, Produk Warga Binaan Lapas Geser Siap Masuk Pasar UMKM

Geser
, Globaltimurnn.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser sukses melakukan uji coba produksi Virgin Coconut Oil (VCO) berkualitas dengan memanfaatkan melimpahnya komoditas kelapa lokal. Produk dengan berbagai fungsi hasil karya warga binaan ini kini siap bersaing di pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), jum’at (22/05/2026).


Staf pembinaan, Alfin Iksan Ramadhan, yang berperan aktif dalam program pemberdayaan warga binaan ini mengatakan, pemanfaatan buah kelapa umumnya terbatas pada pembuatan kopra atau minyak goreng tradisional yang bernilai jual rendah. Melihat peluang tersebut, Nober Hasanda selaku Kalapas Geser mendorong subseksi pembinaan untuk mulai menginisiasi pengolahan kelapa lokal menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) untuk meningkatkan nilai ekonomis sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan kerja.


“VCO yang tengah kami produksi memiliki permintaan pasar yang tinggi untuk berbagai kebutuhan industri, mulai dari pangan, kesehatan, hingga kosmetik. Tingginya permintaan ini disebabkan oleh kandungan asam laurat di dalamnya yang kaya akan khasiat bagi tubuh. "Dari hasil uji coba yang kami lakukan, 6 buah kelapa mampu menghasilkan 300 mL produk VCO yang berkualitas. Dengan hasil positif ini, kami siap melangkah ke tahapan uji coba massal dan akan dikemas dalam beberapa ukuran untuk dipasarkan,” jelas Alfin.


Alfin menambahkan, tahapan pembuatan VCO dilakukan melalui pembimbingan langsung petugas kepada warga binaan. Proses ini meliputi pengolahan kelapa secara higienis, mulai dari pemilihan bahan baku, pemerasan  santan, hingga teknik fermentasi tanpa pemanasan tinggi (metode cold-press atau enzimatis).


“Melalui pembimbingan dan kerja sama ini, warga binaan bukan hanya dilatih untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kedisiplinan, tetapi juga diajarkan etos kerja sama dan tanggung jawab,” ungkap Alfin.


Sementara itu, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menyatakan bahwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memiliki fungsi utama tidak hanya sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai institusi yang merehabilitasi warga binaan menuju reintegrasi sosial yang berkelanjutan.


“Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, warga binaan berhak mendapatkan pembinaan kepribadian dan kemandirian agar memiliki bekal keahlian yang berguna. Mengingat tantangan ekonomi setelah bebas sering menjadi pemicu seseorang mengulangi tindak pidana, pembekalan keterampilan kerja yang prospektif sangat penting dilakukan sebagai bekal mereka saat kembali ke lingkungan masyarakat,” jelas Nober.


Kegiatan produksi VCO di Lapas Geser bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang, melainkan sebuah instrumen pemberdayaan terhadap warga binaan. Keterampilan yang diperoleh hari ini diharapkan dapat menjadi modal usaha mandiri atau bekal untuk mencari pekerjaan setelah warga binaan bebas dan kembali ke tengah masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Bukan Sekadar Magang, Peserta Ini Buktikan Diri Lewat Inovasi Nyata di Lapangan

Mei 23, 2026

Foto : Bukan Sekadar Magang, Peserta Ini Buktikan Diri Lewat Inovasi Nyata di Lapangan

Namlea
, Globaltimurnn.com - Masa Pemagangan Nasional Batch 2 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea memasuki babak akhir. Setelah 6 bulan, peserta magang Lapas Namlea melakukan sosialisasi terobosan inovasi sesuai dengan program dan profesi yang telah dijalani, Jumat (22/05/2026). 


Disaksikan Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasbaessy, Kepala Subseksi Pembinaan, Mustapa La Abidin, dan Kepala Urusan Tata Usaha, Yullian H. Tomasoa, keenam peserta magang memaparkan sejumlah inovasi yang menyangkut program pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, keamanan dan ketertiban, hingga isu layanan kesehatan warga binaan. 


Marasabessy mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan hasil dari proses belajar dan pengalaman kerja yang diterima selama masa magang.


“Inovasi yang mereka paparkan merupakan bukti dari pembelajaran dananalisis dilapangan yang mereka ambil. Dari setiap inovasi yang dijelaskan, seluruhnya sangat bagus dan memberikan manfaat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan khususnya dalam aspek pembinaan warga binaan,” ujar Marasabessy. 


Ia mengharapkan terobosan kreatif dari peserta magang dapat berimplikasi pada program-program pembinaan di Lapas serta mengoptimalkan layanan pemasyarakatan. 


“Isu-isu yang diangkat oleh rekan-rekan magang bisa menjadi bahan acuan bagi kita untuk terus mengevaluasi dan mengoptimalkan program yang kita laksanakan selama ini,” imbuhnya. 


Dalam kesempatan itu, keenam peserta magang memapakan inovasi mengenai optimalisasi pembinaan kepribadian melalui kegiatan pembelajaran buta aksara dan baca tulis Al-Qur'an, peningkatan potensi produk unggulan Minyak Kayu Putih Maju 86, optimalisasi layanan wartelsuspas, dan edukasi kesehatan serta pencegahan narkoba. 


“Inovasi yang kami pilih salah satunya menyangkut produk khas Lapas Namlea yakni Minyak Kayu Putih Maju 86 dengan membuat wadah atau tempat yang menarik agar semakin diminati ketika dijual. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pihak luar terhadap salah satu produk kebanggaan Lapas Namlea ini,” tutur Risky Kurniawati, salah satu peserta magang. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT