globaltimurnn.com

Minggu, 09 Agustus 2026

Kecelakaan di Objek Wisata Air Terjun Jembatan Alam, Pelajar 19 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

Agustus 09, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com – Seorang pengunjung objek wisata Air Terjun Jembatan Alam, Desa Kokota Jaya, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam aliran air terjun pada Sabtu (08/08/2026). Korban bernama Gedalti Pasaribu (19 tahun), seorang pelajar beralamat Aspol Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo.

 

Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama tujuh orang temannya berkunjung ke lokasi menggunakan lima unit sepeda motor. Sekitar pukul 16.00 WIT, saat hendak pulang, korban mencoba mendahului temannya meski sudah diperingatkan jalannya licin. Korban sempat berpegangan pada pakaian teman serta alat musik yang dibawa, namun terlepas sehingga tergelincir jatuh ke dalam air terjun.

 

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Kodim 1508/Tobelo, Polres Halmahera Utara, Basarnas, BPBD, serta masyarakat setempat berjumlah sekitar 100 orang segera turun melakukan pencarian. Karena kondisi lokasi gelap, medan berisiko dan keterbatasan peralatan, pencarian dihentikan sementara pukul 01.30 WIT dan dilanjutkan kembali Minggu (09/08/2026) pagi.

 

Pada pukul 15.10 WIT, korban berhasil ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tobelo untuk pemeriksaan visum, tiba di rumah sakit sekitar pukul 17.30 WIT. Seluruh rangkaian pencarian hingga evakuasi berjalan aman dan lancar.

 

Kepedulian dan kerja sama antar unsur TNI, Polri, instansi terkait serta masyarakat dinilai menjadi wujud nyata semangat kemanusiaan dalam menghadapi situasi darurat. Diketahui ayah korban merupakan anggota Polairud Polda Maluku Utara yang bertugas di Polres Halmahera Utara, Aipda Carles Y. Pasaribu. Selanjutnya jenazah direncanakan dibawa ke rumah duka di Desa Kao, Kecamatan Kao Induk untuk dimakamkan. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Peringati HUT ke-80 Jalasenastri, Dankodaeral IX Hadiri Semarak Jalasenstri Run dan Bakti Sosial

Agustus 09, 2026



Ambon
, globaltimurnn.com - Menyambut peringatan HUT ke-80 Jalasenastri Tahun 2026, Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., didampingi Ketua Daerah Kodaeral IX Ny. Inca Hanarko Djodi menghadiri Semarak Jalasenastri Run dan Bakti Sosial yang digelar  di Mako Koarmada II, Ujung, Surabaya pada Minggu (9/8/2026).


Mengusung tema “Sehat Berlari, Tulus Berbagi”, kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., bersama Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali. Kegiatan turut dihadiri para Pejabat Utama Mabesal, para Pangkotama TNI AL, serta Pengurus Jalasenastri dari seluruh Indonesia.


Kehadiran Dankodaeral IX beserta Ketua Daerah Kodaeral IX menjadi bentuk dukungan keluarga besar Kodaeral IX terhadap berbagai program Jalasenastri yang mengedepankan kebersamaan, kebugaran, serta kepedulian sosial.


Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 05.00 WIB dengan pelepasan peserta Jalasenastri Run dari Dermaga Semampir pada pukul 06.00 WIB. Peserta terbagi dalam kategori 8K Umum, 5K Umum, dan 5K Istri TNI/Polri. Setelah pelepasan Fun Run, Dankodaeral IX bersama jajaran Pati TNI AL mendampingi Kasal melaksanakan Jalan Sehat dengan rute mengelilingi Mako Koarmada II.


Event peringatan HUT ke-80 Jalasenastri tidak hanya diisi dengan kegiatan olahraga, tetapi juga berbagai kegiatan sosial dan hiburan. Rangkaian acara meliputi penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba lari, pengundian door prize dan grand prize, serta panggung hiburan masyarakat yang dimeriahkan penampilan artis Happy Asmara.


Di bidang sosial, Jalasenastri turut melaksanakan penyerahan paket sembako, donor darah, khitanan massal, dan lomba mewarnai bagi anak-anak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dankodaeral IX juga menyaksikan atraksi Fun Jeep dan Jetski yang diperagakan Kasal bersama jajaran pejabat TNI AL serta peninjauan kegiatan sosial oleh Ketua Umum Jalasenastri.


Seluruh rangkaian peringatan kemudian ditutup dengan peresmian Griya Kreasi Jalasenastri dan Lapangan Padel di lingkungan Mako Koarmada II.


Melalui momentum HUT ke-80 Jalasenastri, Dankodaeral IX berharap semangat “Sehat Berlari, Tulus Berbagi” dapat terus mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh soliditas keluarga besar TNI AL, sekaligus mendorong budaya hidup sehat serta meningkatkan kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Rdks) 

Selengkapnya

Sabtu, 08 Agustus 2026

Fun Walk Hotel Santika Premiere Ambon: Sehat Bersama, Kompak dalam Satu Keluarga

Agustus 08, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Suasana berbeda terlihat di lingkungan Hotel Santika Premiere Ambon pada Jumat sore, 7 Agustus 2026. Jajaran manajemen bersama seluruh karyawan mengikuti kegiatan Fun Walk sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong pola hidup sehat di lingkungan kerja.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIT tersebut mengambil rute dari Hotel Santika Premiere Ambon menuju Bundaran Leimena dan kembali ke hotel. Meski berlangsung dalam suasana santai, seluruh peserta tampak antusias mengikuti perjalanan hingga selesai.


Tidak sekadar menjadi aktivitas olahraga, Fun Walk ini juga dimanfaatkan sebagai ruang bagi karyawan dari berbagai departemen untuk berbaur dan membangun komunikasi di luar rutinitas pekerjaan.


Bagi manajemen Hotel Santika Premiere Ambon, menjaga kebugaran karyawan menjadi hal penting, terutama karena industri perhotelan menuntut setiap insan hospitality untuk selalu memberikan pelayanan maksimal kepada para tamu.


Human Resources Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Aldo Soumokil, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas sederhana namun memiliki pesan penting bagi seluruh keluarga besar hotel.


«“Fun Walk ini bukan hanya tentang berjalan bersama, tetapi bagaimana kita meluangkan waktu untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan sebagai satu keluarga besar Hotel Santika Premiere Ambon. Dalam pekerjaan sehari-hari, kita memiliki tanggung jawab dan kesibukan masing-masing di setiap departemen. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat kembali membangun komunikasi, kebersamaan, dan energi positif bersama,” ujar Aldo.»


Menurutnya, suasana kerja yang sehat dan harmonis akan turut memengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan kepada tamu.


“Kami percaya bahwa karyawan yang sehat, bahagia, dan memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja akan lebih siap memberikan pelayanan terbaik kepada tamu. Karena itu, kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga sehat, nyaman, dan penuh kebersamaan,” katanya.


Sepanjang rute perjalanan, para peserta terlihat menikmati suasana sore dengan penuh semangat. Canda, interaksi antarkaryawan, serta kekompakan mewarnai kegiatan tersebut hingga seluruh rombongan kembali ke area hotel.


Kegiatan Fun Walk ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Hotel Santika Premiere Ambon membangun employee engagement dan budaya kerja yang positif.


Dengan kebersamaan yang terus terjaga, manajemen berharap semangat positif tersebut dapat terbawa ke dalam aktivitas kerja sehari-hari, sehingga setiap karyawan mampu memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan pengalaman “Hospitality from the Heart” bagi setiap tamu.


Bagi Hotel Santika Premiere Ambon, membangun pelayanan berkualitas tidak hanya dimulai dari fasilitas dan standar operasional, tetapi juga dari karyawan yang sehat, bahagia, kompak, dan memiliki semangat untuk tumbuh bersama. (Za)

Selengkapnya

Sekda Maluku: ICMI Diharapkan Perkuat Ekosistem Riset dan Inovasi untuk Kemajuan Daerah

Agustus 08, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Mewakili Gubernur Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, menghadiri Launching Muktamar VIII Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Peresmian Sekretariat Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Maluku, di Sekretariat MPW ICMI Maluku. Sabtu (8/8/2026)


Kegiatan mengusung tema “Transformasi Cendekiawan Muslim untuk Indonesia Berdaya, Bermutu dan Berkelanjutan” dan dihadiri Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat (MPP) ICMI, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bersama jajaran pengurus ICMI, Forkopimda Provinsi Maluku, sekretaris kota Ambon, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, cendekiawan, akademisi, serta tokoh masyarakat.


Membacakan sambutan Gubernur Maluku, Sadali menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Launching Muktamar VIII ICMI sekaligus menyambut kedatangan Ketua Umum MPP ICMI dan rombongan di Kota Ambon.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan selamat datang di Kota Ambon kepada Bapak Prof. Dr. Arif Satria dan rombongan. Semoga kunjungan ini memberikan kesan yang baik sekaligus semakin mempererat hubungan antara ICMI dengan masyarakat Maluku,” ujar Sadali.


Ia mengatakan, Launching Muktamar VIII ICMI bukan sekadar kegiatan seremonial menuju pelaksanaan Muktamar, tetapi menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan kekuatan intelektual, memperkuat sinergi, serta membangun optimisme bahwa Maluku siap berkontribusi dalam menyukseskan agenda nasional ICMI.


Menurutnya, sebagai organisasi yang menghimpun para cendekiawan muslim, ICMI memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memberikan kontribusi pemikiran terhadap berbagai kebijakan pembangunan.


“Di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar,” katanya.


Pemerintah Provinsi Maluku, lanjut Sadali, memandang ICMI sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, serta nilai-nilai keagamaan yang moderat dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.


Karena itu, Pemprov Maluku berharap ICMI dan BRIN dapat memberikan perhatian dan dukungan dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi di daerah.


“Sebagai provinsi kepulauan, inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk mengatasi berbagai keterbatasan geografis sekaligus mengoptimalkan potensi daerah,” tegasnya.


Sadali menjelaskan, riset yang aplikatif dan inovatif diharapkan mampu melahirkan rekayasa kebijakan maupun teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas daerah, memperluas investasi, menciptakan nilai tambah komoditas unggulan, serta pada akhirnya memperkuat kapasitas fiskal Provinsi Maluku.


“Kami berharap BRIN bersama ICMI dapat menjadikan Maluku sebagai salah satu daerah prioritas dalam pengembangan inovasi berbasis potensi kepulauan melalui pendampingan, kolaborasi, penguatan kapasitas SDM, hingga hilirisasi hasil-hasil penelitian yang benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” harapnya.


Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian Sekretariat MPW ICMI Maluku. Sekretariat baru ini diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus ruang bersama bagi para cendekiawan muslim di Maluku untuk berdiskusi, melahirkan gagasan, serta menghadirkan solusi bagi pembangunan daerah.


“Rumah baru berarti semangat baru. Kami berharap fasilitas sekretariat ini dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pengurus, badan otonom, dan kader muda ICMI untuk berdiskusi serta berkarya,” ujar Sadali.


Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk ICMI, dalam mendorong transformasi menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera serta menyongsong Indonesia Emas 2045.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan selamat atas Launching Muktamar VIII ICMI Tahun 2026 dan peresmian Sekretariat MPW ICMI Maluku. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses serta memberikan manfaat besar bagi kemajuan organisasi, pembangunan daerah, dan kemajuan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Rdks)

Selengkapnya

Zain Latukaisupy: Legalitas Tambang Sinabar Iha Menunggu Kajian Amdal

Agustus 08, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Persoalan legalitas aktivitas pertambangan sinabar di Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), hingga kini masih menunggu tahapan kajian lingkungan sebelum dapat ditindaklanjuti ke proses penataan wilayah pertambangan.


Anggota DPRD Maluku dari Daerah Pemilihan (Dapil) SBB, Zain Latukaisupy, mengatakan proses pengusulan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) maupun Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) untuk kawasan pertambangan sinabar tidak bisa dilakukan tanpa melalui tahapan kajian yang memadai.


Menurut Zain, keberadaan pertambangan sinabar di Indonesia merupakan hal yang relatif baru. Terlebih, regulasi yang menjadi dasar penunjang pengelolaannya baru tersedia pada 2025.


Karena itu, kata dia, diperlukan kajian lingkungan secara komprehensif sebagai bagian penting sebelum proses pengusulan wilayah pertambangan dilakukan.


“Karena tambang sinabar merupakan yang pertama di Indonesia dan regulasi penunjang baru ada di tahun 2025, maka pengusulan WIUP dan WPR-nya harus disertai dengan Amdal,” kata Zain.


Ia menjelaskan, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dibutuhkan untuk mengetahui secara menyeluruh potensi dampak yang dapat ditimbulkan dari aktivitas pertambangan tersebut.


Kajian itu dinilai penting agar proses penataan dan pengelolaan tambang sinabar nantinya tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta keselamatan masyarakat di sekitar kawasan pertambangan.


Zain menyebutkan, saat ini pihak terkait masih menunggu pelaksanaan Amdal yang akan dilakukan oleh Universitas Pattimura (Unpatti).


“Sehingga saat ini masih menunggu pelaksanaan Amdal oleh Universitas Pattimura,” katanya.


Pernyataan tersebut disampaikan Zain menyikapi sorotan terkait belum adanya kepastian legalitas aktivitas pertambangan sinabar di Desa Iha. Sebelumnya, masyarakat penambang mengeluhkan kondisi tersebut lantaran aktivitas pertambangan yang mereka lakukan hingga kini belum memperoleh kepastian hukum.


Pertambangan sinabar selama ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian bagi masyarakat setempat. Namun, status kawasan yang belum memiliki legalitas membuat para penambang berada dalam kondisi penuh ketidakpastian.


Bahkan, masyarakat penambang sebelumnya menyampaikan adanya rencana mogok sebagai bentuk kekecewaan terhadap belum adanya kejelasan pemerintah mengenai penataan dan legalisasi wilayah pertambangan sinabar.


Menanggapi kondisi tersebut, Zain menegaskan bahwa proses menuju legalitas membutuhkan sejumlah tahapan yang harus dipenuhi. Menurutnya, Amdal menjadi salah satu instrumen penting yang harus diselesaikan sebelum pemerintah dapat melanjutkan proses pengusulan WIUP maupun WPR.


Ia berharap seluruh tahapan tersebut dapat berjalan sesuai ketentuan sehingga pada akhirnya masyarakat penambang di Desa Iha memperoleh kepastian hukum atas aktivitas ekonomi yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.


Di sisi lain, Zain juga mengingatkan agar masyarakat tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan mengikuti proses penataan yang sedang dilakukan pemerintah.


Dengan adanya kajian lingkungan yang komprehensif, diharapkan nantinya pengelolaan tambang sinabar dapat dilakukan secara lebih terarah, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus tetap menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan tersebut. (Za)

Selengkapnya

Sekda Maluku Hadiri Pelantikan DPD IMM, Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan dan Mitra Strategis Pemerintah

Agustus 08, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, menghadiri sekaligus membuka Pelantikan dan Rapat Kerja Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Maluku Periode 2026–2028, yang mengusung tema “Transformasi Gerakan Membangun Peradaban Masa Depan par Maluku Pung Bae”, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku, Sabtu (8/8/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Saleh Souwakil dilantik sebagai Ketua DPD IMM Maluku Periode 2026–2028 bersama jajaran pengurus lainnya.


Membacakan sambutan Gubernur Maluku, Sekda Sadali Ie menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPD IMM Maluku yang baru dilantik.


 Menurutnya, pelantikan yang dirangkaikan dengan rapat kerja tersebut menjadi momentum penting bagi IMM untuk memperkuat sinergi antara ilmu dan iman dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada adik-adik mahasiswa pengurus DPD IMM Maluku yang baru saja dilantik. Pelantikan yang dirangkaikan dengan rapat kerja ini merupakan momen penting bagi IMM untuk memperkuat sinergi ilmu dan iman dalam membangun bangsa, terutama Provinsi Maluku yang sama-sama kita cintai,” ujar Sadali.


Ia mengatakan, dalam sejarah perjalanan bangsa, gerakan mahasiswa telah menjadi bagian penting dalam berbagai proses perjuangan nasional. Semangat nasionalisme dan kebangsaan yang dimiliki mahasiswa harus terus dijaga agar dapat memberikan kontribusi bagi kemaslahatan masyarakat.


Menurutnya, terdapat dua peran strategis yang perlu terus dikembangkan mahasiswa, yakni sebagai agent of change atau agen perubahan dan agent of social control atau agen kontrol sosial.


Sebagai agen perubahan, mahasiswa diharapkan mampu menawarkan gagasan dan paradigma baru kepada masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Sementara sebagai agen kontrol sosial, mahasiswa harus mampu menempatkan diri sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah.


“Pada satu sisi, mahasiswa menjadi kaki tangan masyarakat, dan pada sisi yang lain, mahasiswa akan menjadi rekan pemerintah dalam upaya menyukseskan berbagai program pemerintah. Peran inilah yang harus diambil mahasiswa, terutama IMM, dengan tetap menyuarakan aspirasi masyarakat sekaligus membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah,” jelasnya.


Lebih lanjut, Sadali menekankan bahwa sebagai organisasi yang mengembangkan ideologi Muhammadiyah, IMM memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan pendidikan dan dakwah yang sejalan dengan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin, yakni Islam yang ramah, damai, inklusif, egaliter, dan kosmopolit.


Karena itu, ia mengajak seluruh kader IMM Maluku untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri, sekaligus menghadirkan gerakan mahasiswa yang konstruktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Jadilah pribadi yang cerdas tanpa paksaan dan kritis tanpa menjatuhkan. Saya berharap kepengurusan yang baru mampu membawa IMM Maluku ke arah yang lebih maju, serta semakin aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan keislaman,” harapnya.


Sekda juga berharap pelaksanaan rapat kerja dapat menghasilkan program-program yang inovatif, realistis, dan menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi IMM dalam mendukung pembangunan Maluku.


Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, terbuka untuk terus membangun komunikasi, sinergi, dan kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda Provinsi Maluku atau yang mewakili, perwakilan Wali Kota Ambon, Forkopimda Kota Ambon atau yang mewakili, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku atau yang mewakili, Ketua Umum DPP IMM Riyan Betawi, Ketua DPD IMM Maluku Periode 2026–2028 beserta jajaran, Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, pimpinan organisasi kemahasiswaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, peserta rapat kerja, panitia penyelenggara, serta para kader IMM Maluku. (Rdks)

Selengkapnya

Maluku Jadi Tuan Rumah Muktamar VIII ICMI, Arif Satria Dorong Penguatan Riset dan Inovasi Berbasis Kepulauan

Agustus 08, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Maluku bersiap menjadi tuan rumah Muktamar VIII Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang akan berlangsung di Kota Ambon pada 4–7 Desember 2026 mendatang.


Kesiapan tersebut ditandai dengan launching Muktamar VIII ICMI sekaligus peresmian Sekretariat Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Maluku, Sabtu (08/08/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi ICMI Maluku untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun kolaborasi antara kalangan cendekiawan, pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan masyarakat.


Ketua ICMI Orwil Maluku, Dr. Ruslan Tawari, mengatakan keberadaan sekretariat menjadi bagian penting dari kesiapan Maluku sebagai tuan rumah Muktamar VIII ICMI.


Menurutnya, sekretariat tidak semestinya hanya menjadi tempat menjalankan urusan administrasi organisasi, tetapi harus menjadi ruang produktif untuk melahirkan gagasan dan membangun kolaborasi.


“Sekretariat ini diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan, tempat membangun kolaborasi, serta pusat koordinasi seluruh aktivitas dalam menyukseskan Muktamar ICMI,” ujar Ruslan.


Ia berharap keberadaan sekretariat tersebut dapat menjadi pusat koordinasi yang mampu memperkuat persiapan Muktamar sekaligus melahirkan berbagai gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Maluku.


Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa melalui Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, menyampaikan apresiasi atas launching Muktamar VIII ICMI yang dilaksanakan di Kota Ambon.


Sadali juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat (MPP) ICMI, Prof. Dr. Arif Satria, beserta rombongan yang hadir di Maluku.


Menurut Sadali, Muktamar VIII ICMI harus dipandang lebih dari sekadar agenda organisasi. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengonsolidasikan kekuatan intelektual sekaligus memperkuat kontribusi Maluku dalam agenda pembangunan nasional.


“Launching Muktamar VIII bukan sekadar seremoni awal menuju pelaksanaan Muktamar, tetapi menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan kekuatan intelektual, memperkuat sinergi, dan membangun optimisme bahwa Maluku siap berkontribusi dalam menyukseskan agenda nasional ICMI,” kata Sadali.


Ia menilai ICMI memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menghadirkan pemikiran yang dapat mendukung kebijakan pembangunan.


Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku memandang ICMI sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, serta nilai-nilai keagamaan yang moderat dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Sadali juga mendorong penguatan kolaborasi antara ICMI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan ekosistem riset dan inovasi di Maluku.


Menurutnya, karakter Maluku sebagai provinsi kepulauan membutuhkan pendekatan pembangunan yang mampu menjawab tantangan geografis sekaligus mengoptimalkan potensi daerah.


Potensi kelautan, perikanan, pertanian, pariwisata hingga ekonomi kreatif dinilai membutuhkan dukungan riset dan inovasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.


“Kami berharap BRIN bersama ICMI dapat menjadikan Maluku sebagai salah satu daerah prioritas dalam pengembangan inovasi berbasis potensi kepulauan,” ujarnya.


Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penelitian, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga hilirisasi hasil riset sehingga dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.


Ketua Umum ICMI, Prof. Dr. Arif Satria, menegaskan bahwa sekretariat organisasi harus menjadi ruang yang mampu menghidupkan tradisi intelektual.


Menurutnya, berbagai gagasan besar sering kali lahir dari proses diskusi, interaksi dan pertukaran pemikiran antarcendekiawan.


“Yang jauh lebih penting, sekretariat merupakan ruang untuk bertukar pikiran, berdiskusi, dan melahirkan gagasan-gagasan besar,” ujar Arif.


Arif juga mengingatkan ICMI agar mampu mengambil peran di tengah perubahan dunia yang berlangsung semakin cepat, terutama dengan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).


Menurutnya, kemajuan teknologi harus diarahkan untuk menjawab persoalan masyarakat dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia.


“Teknologi tidak boleh berkembang hanya untuk teknologi itu sendiri, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.


Ia mencontohkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang membutuhkan dukungan riset, inovasi, teknologi serta pendampingan dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian.


Di sisi lain, Indonesia juga perlu memperkuat penguasaan terhadap berbagai teknologi strategis, mulai dari teknologi kuantum, AI, genomik, teknologi nuklir hingga teknologi antariksa.


Tantangannya, kata Arif, adalah bagaimana teknologi-teknologi tersebut dapat dikombinasikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga menghasilkan solusi yang benar-benar berdampak.


Dalam konteks itulah, ICMI diharapkan mampu menjadi jembatan antara dunia akademik dengan masyarakat.


Menurut Arif, seorang cendekiawan tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual dan gelar akademik. Cendekiawan juga harus memiliki kepedulian sosial, integritas dan kebijaksanaan dalam melihat persoalan masyarakat.


Arif juga mendorong penguatan kerja sama antara ICMI Maluku dengan Universitas Pattimura (Unpatti), Universitas Islam Negeri (UIN), perguruan tinggi lainnya, pemerintah daerah serta BRIN.


Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian sekaligus meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas unggulan Maluku.


Ia secara khusus menyoroti potensi kelautan Maluku yang sangat besar.


Menurut Arif, keberadaan satuan kerja BRIN di Ambon yang memiliki fokus pada penelitian laut dalam menjadi peluang strategis untuk mengembangkan riset kelautan di kawasan Indonesia Timur.


“Maluku memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar dan sangat potensial. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dapat dikelola menjadi sumber kemakmuran bagi masyarakat Maluku,” tuturnya.


Ia menegaskan transformasi Maluku tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan tersebut harus berjalan beriringan dengan transformasi sosial dan teknologi.


Karakter Maluku sebagai wilayah agro-maritim, kata Arif, harus menjadi kekuatan dalam membangun ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Transformasi ekonomi tidak boleh berjalan tanpa transformasi sosial,” tegasnya.


Arif berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, BRIN, ICMI dan seluruh pemangku kepentingan dapat membangun ekosistem kolaborasi yang kuat agar pembangunan berbasis riset benar-benar memberikan manfaat secara merata.


ICMI juga tengah mendorong pengembangan Rumah Inovasi di berbagai daerah sebagai wadah pengembangan gagasan dan inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi masyarakat.


Arif mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada ICMI Wilayah Maluku sebagai tuan rumah Muktamar VIII ICMI.


Menurutnya, penyelenggaraan Muktamar di Maluku menjadi catatan sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya agenda nasional tersebut digelar di provinsi kepulauan ini.


“Selamat kepada ICMI Wilayah Maluku yang telah dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar ICMI. Ini merupakan kali pertama Muktamar ICMI diselenggarakan di Maluku,” ujarnya.


Ia berharap seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan Muktamar VIII ICMI di Kota Ambon dapat berjalan lancar.


Lebih dari sekadar agenda organisasi, Muktamar VIII diharapkan menjadi ruang bertemunya gagasan, ilmu pengetahuan, inovasi dan kepedulian sosial untuk melahirkan rekomendasi strategis bagi pembangunan Maluku dan Indonesia.


Dengan mengangkat kekuatan intelektual dan potensi kepulauan sebagai bagian dari agenda besar Muktamar, Maluku diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu menunjukkan kontribusi nyata dalam melahirkan gagasan-gagasan strategis bagi masa depan bangsa.(Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT