globaltimurnn.com

Minggu, 09 Agustus 2026

Camat Sirimau Dorong Ukulele Jadi Ruang Tumbuh Bakat dan Pelestarian Budaya Ambon

Agustus 09, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kecamatan Sirimau terus mendorong pengembangan seni dan budaya lokal melalui pelaksanaan Festival/Lomba Ukulele Tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2026, yang berlangsung di Taman Budaya Karpan, Ambon, Senin (10/08/2026).


Kegiatan yang diikuti tujuh kelompok peserta tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi musik ukulele, tetapi juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti penampilan tenun ikat Amboina, kopi Tuni, serta produk dari pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).


Camat Sirimau, M. Aulia Waliulu, S.STP., M.I.Kom., dalam sambutannya mengatakan, Festival Ukulele merupakan bagian dari upaya menciptakan ruang bagi anak-anak dan generasi muda Kota Ambon untuk mengembangkan kreativitas, bakat dan kemampuan mereka melalui musik.


Menurut Aulia, lomba tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari kelompok terbaik, tetapi memiliki misi yang lebih besar, yakni membangun karakter anak-anak dan generasi muda melalui musik.


Lomba ini diharapkan menjadi sarana untuk mengembangkan potensi dan kreativitas musik anak-anak dan generasi muda Kota Ambon, agar terus berkarya, mengembangkan karakter positif serta mendukung aspek kognitif dan motorik anak-anak, ujar Aulia.


Ia menjelaskan, aktivitas bermusik memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Selain melatih kemampuan memainkan alat musik, kegiatan tersebut juga dapat membangun kemampuan kognitif, afektif dan motorik.


Lebih dari itu, proses bermusik juga mengajarkan anak-anak tentang kerja sama, kesabaran, kedisiplinan dan kepercayaan diri.


Karena itu, Aulia menilai pengembangan musik sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda yang kreatif sekaligus memiliki karakter kuat.


Aulia menegaskan, ukulele merupakan salah satu alat musik yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Maluku. Karena itu, keberadaannya harus terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi muda.


Ukulele sebagai alat musik khas Maluku harus terus dikembangkan. Bukan hanya sekadar dimainkan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan kemampuan anak-anak kita, katanya.


Ia berharap budaya bermain ukulele dapat semakin berkembang di berbagai lingkungan masyarakat, khususnya di Kecamatan Sirimau dan Kota Ambon secara umum.


Menurutnya, semakin banyak ruang yang diberikan kepada anak-anak untuk belajar dan bermain ukulele, semakin besar pula peluang lahirnya talenta-talenta baru di bidang musik.


Mendorong ukulele di mana-mana ini menjadi cara kita membangun bakat dan talenta, khususnya di Kecamatan Sirimau dan Kota Ambon pada umumnya, ungkapnya.


Namun, bagi Aulia, manfaat terbesar dari kegiatan tersebut bukan hanya terletak pada kemampuan memainkan alat musik.


Menurutnya, musik harus menjadi sarana untuk menjaga identitas budaya dan jati diri masyarakat Ambon agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


Menariknya, Festival Ukulele Kecamatan Sirimau tahun ini tidak hanya berfokus pada pertunjukan musik.


Aulia menyampaikan bahwa panitia juga menghadirkan tenun ikat Amboina, kopi Tuni dan berbagai produk UMKM sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.


Menurutnya, langkah tersebut penting agar kegiatan seni dan budaya dapat sekaligus menjadi ruang promosi bagi kekayaan lokal Kota Ambon.


Pada kegiatan ini kami juga melibatkan dan menampilkan tenun ikat Amboina dan kopi Tuni yang ada di depan kita, katanya.


Dengan konsep tersebut, Festival Ukulele diharapkan tidak hanya menjadi panggung bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan bermusik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan produk budaya dan ekonomi kreatif masyarakat kepada publik.


Festival Ukulele Kecamatan Sirimau 2026 dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Kota Ambon bersama Ambon Music Office, dengan dukungan Pemerintah Kota Ambon, PT PLN, Kementerian Hukum serta sejumlah pihak lainnya.


Aulia memberikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan ruang-ruang kreatif yang berkelanjutan bagi generasi muda.



Ia berharap kegiatan seperti Festival Ukulele dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak anak-anak dan generasi muda yang memiliki kesempatan untuk belajar, berkreasi dan menunjukkan kemampuan mereka.


Festival ukulele yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Kota Ambon bersama Ambon Music Office ini guna memberikan ruang bagi peningkatan kreativitas anak, sekaligus mengajak anak-anak meningkatkan kapasitas dan kualitas mereka dalam bermusik di Kota Ambon, jelasnya.


Aulia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempertahankan Ambon sebagai kota yang memiliki kehidupan musik yang kuat, sekaligus memastikan warisan budaya Maluku tetap tumbuh di tengah perkembangan zaman. (Za)

Selengkapnya

Ukulele Bukan Sekadar Musik, Tapi Warisan Budaya dan Perekat Persaudaraan di Ambon

Agustus 09, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos., menegaskan bahwa musik, khususnya ukulele, memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Kota Ambon.


Hal tersebut disampaikan Ely saat memberikan sambutan pada Lomba Ukulele Tingkat Kecamatan Sirimau, Senin (10/08/2026). Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghidupkan kembali semangat bermusik serta melestarikan budaya lokal.


Ely mengatakan, predikat Ambon City of Music yang diperoleh pada 2019 bukan hanya sebuah penghargaan, melainkan identitas dan tanggung jawab yang harus dijaga bersama.


“Bagi masyarakat Ambon dan Maluku, musik bukan sekadar hiburan. Musik telah menjadi bagian dari kehidupan, ekspresi budaya, sarana membangun kebersamaan, sekaligus media yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan,” ujar Ely.


Ia menilai, ukulele menjadi salah satu instrumen yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Maluku. Di balik alunan dan melodinya, terdapat nilai kebersamaan, kreativitas serta warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.


Karena itu, Ely memberikan apresiasi kepada panitia, peserta dan seluruh pihak yang telah memberikan ruang bagi anak-anak serta generasi muda untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka melalui musik.


Menurut Ely, Kecamatan Sirimau memiliki posisi strategis dalam kehidupan Kota Ambon. Selain menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, jasa dan pendidikan, Sirimau juga menjadi ruang bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang.


Dalam konteks itu, Lomba Ukulele Sirimau dinilai memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi.


“Lebih dari itu, festival ini harus menjadi ruang silaturahmi dan ruang kreativitas. Seni dan budaya tidak hanya hadir sebagai sebuah pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter, memperkuat persaudaraan serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan berprestasi,” katanya.


Ely berharap para peserta tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, keberanian tampil, pengalaman, proses belajar dan kemampuan membangun kebersamaan merupakan bagian penting dari sebuah kompetisi.


Dalam sambutannya, Ely menyampaikan tiga hal yang diharapkan dapat tumbuh melalui pelaksanaan kegiatan tersebut.


Pertama : 

Memperkuat potensi dan kreativitas lokal, Ia mengajak seluruh peserta menjadikan panggung Lomba Ukulele sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus melahirkan karya-karya baru.


Jangan takut untuk berekspresi dan teruslah berkarya, karena dari ruang-ruang seperti inilah potensi-potensi baru dapat tumbuh dan berkembang, pesannya.


Kedua : 

Mempererat persaudaraan masyarakat, Ely mengingatkan bahwa perbedaan latar belakang, kelompok maupun pilihan dalam sebuah perlombaan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan.


Berbeda kelompok, berbeda latar belakang, bahkan berbeda pilihan dalam perlombaan, kita tetap satu sebagai masyarakat Kota Ambon, tegasnya.


Ketiga :

Memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, Ely berharap kegiatan seni dan budaya juga mampu memberikan dampak langsung kepada pelaku UMKM dan pedagang kecil.


Menurutnya, ketika sebuah kegiatan mampu menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar, maka harus ada peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal.


Dengan demikian, seni dan budaya tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.


Kepada seluruh peserta, Ely berpesan agar tampil dengan penuh percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas dan menikmati seluruh proses perlombaan.


Kemenangan bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan juara, tetapi juga tentang keberanian untuk tampil, kesempatan untuk belajar dan pengalaman yang kita dapatkan bersama, ungkapnya.


Ia juga mengajak masyarakat Kota Ambon untuk terus menjadikan musik sebagai kekuatan dalam membangun persaudaraan dan perdamaian.


Mari kita terus menjaga keharmonisan dan kebersamaan ini. Mari kita buktikan bahwa musik bukan hanya menghibur, tetapi mampu menjembatani perbedaan, menyebarkan pesan perdamaian, menumbuhkan cinta dan mempererat persaudaraan, ajaknya.


Ely menambahkan, sebagai Ambon City of Music, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga ekosistem musik dan budaya agar karya-karya dari Kota Ambon dapat berkembang dan dikenal lebih luas.


Pada kesempatan tersebut, Ely juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk PT PLN, Kementerian Hukum serta berbagai pihak lainnya.


Ia berharap dukungan dari pemerintah, swasta, BUMN maupun berbagai instansi dapat terus diperkuat, khususnya dalam membantu masyarakat dan pelaku UMKM.


Bukan hanya masyarakat yang ada di depan kita, masih banyak UMKM hari ini yang membutuhkan uluran tangan dari berbagai macam instansi dan BUMN yang ada di Kota Ambon. Karena itu, kolaborasi seperti ini harus terus kita bangun, pungkasnya.


Bagi Ely, ketika musik, budaya, kreativitas dan ekonomi masyarakat dapat bergerak secara bersama-sama, maka predikat Ambon sebagai City of Music tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Dapur Sehat BESTI Diperkuat, Kanwil Ditjenpas Maluku Pastikan Warga Binaan Dapat Makanan Bergizi dan Higienis

Agustus 09, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui penguatan penerapan Dapur Sehat BESTI (Bersih, Efisien, Sehat, Tertib, dan Inovatif) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon, Senin (10/08/2026). 


Program tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola penyelenggaraan makanan agar kebutuhan pangan warga binaan tidak hanya terpenuhi dari sisi kuantitas, tetapi juga memperhatikan aspek kebersihan, keamanan pangan, kandungan gizi, serta proses pengolahan yang sesuai standar.


Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengatakan penyelenggaraan makanan merupakan salah satu bagian penting dalam pemenuhan hak dasar warga binaan. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kualitas pelayanan.


Dapur Sehat BESTI ini adalah simbol perubahan mendasar dalam pelayanan kita. Saya berharap seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang ada, melainkan menjadikannya motivasi untuk terus berinovasi dan menjaga integritas. Kita harus memastikan pelayanan pemasyarakatan di Maluku semakin profesional, berintegritas, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat serta Warga Binaan,” ujar Ricky.


Menurutnya, penerapan Dapur Sehat BESTI tidak sebatas menghadirkan fasilitas dapur yang lebih baik. Lebih dari itu, konsep tersebut mencakup pembenahan seluruh rangkaian penyelenggaraan makanan, mulai dari pengadaan bahan makanan, penyimpanan, proses pengolahan, hingga pendistribusian kepada warga binaan.


Setiap tahapan diarahkan untuk memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan, sekaligus memastikan makanan yang disajikan memiliki nilai gizi yang memadai bagi warga binaan.


Penguatan standardisasi dapur tersebut juga sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, yang menempatkan pengelolaan dapur pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan sebagai salah satu unsur penting dalam peningkatan mutu layanan.


Melalui pengelolaan dapur yang terstandar, pemenuhan hak warga binaan atas makanan yang layak dan bergizi diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Di saat yang sama, penerapan prinsip higiene dan sanitasi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses penyelenggaraan makanan.


Menariknya, penerapan Dapur Sehat BESTI juga memberikan ruang bagi pemberdayaan warga binaan.


Warga binaan yang telah menjalani asesmen dan memiliki keterampilan di bidang tata boga dapat dilibatkan dalam kegiatan dapur dengan tetap berada di bawah pengawasan petugas serta mengikuti ketentuan yang berlaku.


Keterlibatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan, sekaligus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengasah keterampilan kerja yang nantinya dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.


Pelaksana Tugas Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, menegaskan bahwa kehadiran Dapur Sehat BESTI merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Rutan Ambon dalam melakukan pembenahan layanan.


Hadirnya Dapur Sehat BESTI merupakan hasil kerja keras bersama seluruh petugas yang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Ini bukanlah akhir dari tujuan kami, melainkan dorongan untuk terus melakukan pembenahan, menjaga mutu higienis, serta memastikan penyelenggaraan makanan bagi Warga Binaan selalu memenuhi standar gizi yang optimal,” ungkap Jefry.


Ia menambahkan, konsistensi dalam menjaga kualitas dapur menjadi hal penting agar standar pelayanan yang telah dibangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.


Melalui Dapur Sehat BESTI, Kanwil Ditjenpas Maluku berharap Rutan Ambon mampu menjadi bagian dari penguatan transformasi pelayanan Pemasyarakatan, khususnya dalam pemenuhan hak dasar warga binaan.


Penyediaan makanan yang bersih, aman, dan bergizi diharapkan tidak hanya mendukung kesehatan warga binaan, tetapi juga menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih tertib, aman, sehat, dan kondusif.


Kanwil Ditjenpas Maluku pun memastikan upaya peningkatan standar layanan akan terus dilakukan melalui inovasi dan pembenahan berkelanjutan, sehingga pelayanan Pemasyarakatan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sekaligus mendukung proses pembinaan agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik. (Za)

Selengkapnya

Kirim Surat Terbuka Ke Presiden RI, Jacob Wakano Soroti Amburadulnya Pelayanan Kapal Pelni, KM Ngapulu

Agustus 09, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com - Tokoh Masyarakat Seram Bagian Barat Jacob. S. Wakano soroti tegas perlakuan Kapal Pelni dalam hal ini KM. Ngapulu dalam pelayanan pelayaran dari ambon - Jakarta, terlihat penumpang diperlakukan tidak manusiawi. 


Dalam penyampaian-nya kepada media lewat pesan whatsaap-nya, Wakano lansung melayangkan surat terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto. 


Saya, Jacob S. Wakanno, menyampaikan keprihatinan dan keberatan yang sangat serius atas kondisi pelayanan penumpang di atas KM Ngapulu dalam perjalanan dari Ambon menuju Jakarta, yang di dalamnya terdapat anak-anak Pramuka Indonesia yang sedang mengikuti kegiatan Jambore Nasional 2026, bersama ribuan penumpang lainnya. Ungkapnya dalam surat terbukannya kepada Presiden RI


Kondisi yang kami saksikan sangat memprihatinkan, Kapasitas kapal yang terbatas harus menampung penumpang dalam jumlah yang jauh lebih besar. 


Akibatnya, banyak penumpang terpaksa berada di emperan dan ruang-ruang yang tidak layak untuk perjalanan laut dalam waktu yang panjang.


Ironisnya lagi, terdapat anak-anak yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, bahkan ada penumpang yang sampai tumbang, Kondisi seperti ini seharusnya menjadi perhatian utama karena menyangkut keselamatan, kesehatan, martabat dan hak dasar manusia.


Kami juga menerima dan menyaksikan keluhan mengenai persoalan tiket dan tempat duduk, Ada penumpang yang telah memiliki tiket dan tempat duduk, ada yang memiliki tiket tetapi tidak memperoleh tempat duduk, dan ada pula penumpang yang belum mendapatkan tiket secara resmi, Kami meminta agar seluruh persoalan tersebut diperiksa secara terbuka oleh pihak yang berwenang. Beber Wakano


Pasalnya" Apabila benar terjadi pungutan tambahan, tekanan, pemaksaan pembayaran, atau ancaman terhadap penumpang yang tidak mampu membayar sejumlah uang tertentu, maka hal tersebut harus segera diselidiki secara hukum. Tegas Wakano


Tidak boleh ada seorang pun, terlebih anak-anak, diperlakukan secara tidak manusiawi hanya karena berada dalam posisi sebagai penumpang yang membutuhkan pelayanan transportasi. Sebutnya


Wakano menambahkan" Kami tidak bermaksud menggeneralisasi atau menuduh seluruh awak kapal, Kami meminta agar fakta sebenarnya diperiksa secara objektif, Jika ditemukan pelanggaran oleh oknum maupun pihak yang bertanggung jawab, maka harus diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.


SERUAN KEPADA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Dengan segala hormat, kami meminta perhatian Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, agar persoalan ini tidak dianggap sebagai persoalan kecil.


Kami memohon agar Presiden memerintahkan kementerian/lembaga terkait untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pelayanan penumpang KM Ngapulu, termasuk aspek kapasitas angkut, penjualan dan pemeriksaan tiket, keselamatan penumpang, kesehatan anak-anak Pramuka, serta dugaan pungutan atau tindakan yang merugikan penumpang harus ditindak tegas dan bila perlu dihentikan. Ujarnya


Kami juga meminta agar PT PELNI dan pihak-pihak yang bertanggung jawab melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan KM Ngapulu dan memberikan sanksi apabila terbukti terjadi pelanggaran.


KAMI BUKAN BINATANG, KAMI ADALAH RAKYAT INDONESIA

Kami orang Maluku dan masyarakat Indonesia Timur adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Kami mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan publik yang aman, layak, bermartabat dan manusiawi.


Jangan karena kami berada jauh dari pusat pemerintahan lalu kami diperlakukan seolah-olah tidak memiliki hak.


Lebih tegas Wakano mengungkapkan" Di atas kapal ini terdapat anak-anak bangsa Indonesia yang sedang membawa nama Pramuka Indonesia menuju Jambore 2026. 


Mereka bukan sekadar penumpang, Mereka adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan pelayanan terbaik.


Kami berharap pemerintah hadir bukan hanya ketika rakyat membutuhkan suara politik, tetapi juga ketika rakyat membutuhkan perlindungan dan pelayanan nyata.


Jangan sampai pengalaman buruk seperti ini menumbuhkan rasa kecewa dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara.


Kami menyerukan kepada seluruh pihak agar persoalan ini diselesaikan secara cepat, terbuka, manusiawi dan bertanggung jawab, termasuk lembaga Legislatif sebagai wakil rakyat kami minta melihat hal ini, dan ambil langkah. 


Negara harus hadir, Pemerintah harus melindungi rakyat, Anak-anak Pramuka harus dijaga, Penumpang harus dilayani secara manusiawi, Dan setiap dugaan pelanggaran harus diperiksa secara menyeluruh. Pungkasnya  (Rdks) 

Selengkapnya

Yeni Rosbayani Asri Apresiasi Kecamatan Kairatu Barat, Saat Buka Jambore Posyandu Kecamatan Kairatu Barat

Agustus 09, 2026


SBB
, globaltimurnn.com - Ketua TP Posyandu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Yeni Rosbayani Asri, membuka Jambore Kader Posyandu tingkat Kecamatan Kairatu Barat di Aula Kantor Camat Kairatu Barat, Senin (10/8/2026).


Kegiatan yang ditandai dengan pemukulan tifa itu mengusung tema “Kader Terampil, Layanan Berkualitas di Posyandu 6 SPM dan Siklus Hidup.”


Rosbayani menegaskan, jambore kader tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan kader dan memperkuat kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


“Sehat, sejahtera, baru maju. Sama rata, sama tinggi. Yang membedakan kita hanya jabatan, dan jabatan itu hanyalah titipan,” tegas Yeni.


Ia mengajak seluruh kader menjadikan jambore sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.


Menang atau kalah itu biasa. Yang kita ambil adalah ilmunya.”

Rosbayani juga mengapresiasi Pemerintah Kecamatan Kairatu Barat serta seluruh desa yang berpartisipasi. Menurutnya, keterlibatan para kader menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan Posyandu.


Ia berharap kader tidak hanya aktif saat kegiatan berlangsung, tetapi mampu memberikan pelayanan secara konsisten dan berkualitas kepada masyarakat.


“Jadikan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk belajar, meningkatkan kapasitas dan melayani masyarakat dengan ikhlas,” ujarnya. (Tim) 

Selengkapnya

Wakili Gubernur Maluku, Kepala Badan Penghubung Hadiri Tradisi Husafara 1448 H di Ancol

Agustus 09, 2026


Jakarta
, globaltimurnn.com — Mewakili Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful IndraPatta, menghadiri pelaksanaan tradisi Husafara atau Mandi Safar 1448 Hijriah yang digelar Perkumpulan Rumah Hitu di Pantai Lagoon, Ancol, Jakarta, Minggu (9/8/2026).


Kegiatan yang mengusung nilai keagamaan dan kebudayaan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Maluku, khususnya keluarga besar Hitu di perantauan, untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi leluhur. Pelaksanaan Husafara juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.


Dalam sambutannya, Patta menyampaikan salam hormat dan salam hangat dari Gubernur Maluku kepada seluruh keluarga besar Rumah Hitu dan masyarakat Maluku yang hadir. Ia mengatakan, pelaksanaan kegiatan Husafara tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Maluku sebagai bagian dari perhatian Pemerintah Provinsi Maluku terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat Maluku di perantauan.


"Bapak Gubernur Maluku menitipkan salam hormat serta salam hangat untuk seluruh keluarga besar Rumah Hitu dan masyarakat Maluku yang berkumpul pada hari ini. Pemerintah Provinsi Maluku sangat mengapresiasi kebersamaan warga perantauan yang konsisten merawat tradisi penolak bala ini," ujar Patta saat menyampaikan sambutan.


Patta menegaskan, Husafara tidak hanya memiliki makna sebagai ritual adat, tetapi juga mengandung nilai spiritual, budaya dan sosial yang penting untuk terus diwariskan kepada generasi muda.


Dari sisi keagamaan, Husafara dimaknai sebagai bagian dari penguatan tauhid dan pembersihan jiwa atau *tazkiyatun nafs*. Prosesi mandi di laut yang diikuti dengan doa bersama menjadi simbol penyucian diri sekaligus ikhtiar memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai musibah dan bala.


Tradisi tersebut juga menjadi bentuk nyata pelestarian warisan budaya leluhur. Menurut Patta, masyarakat Hitu di perantauan telah menunjukkan komitmen untuk tetap menjaga identitas dan nilai-nilai budaya meskipun berada jauh dari tanah asal.


Karena itu, ia menyampaikan komitmen untuk berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan instansi terkait agar tradisi Husafara dapat didorong menjadi salah satu agenda dalam kalender pariwisata di Jakarta. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan tradisi Hitu sekaligus memperkuat pelestarian budaya Maluku.


Selain aspek keagamaan dan budaya, Husafara juga menjadi ruang *bakudapa* bagi masyarakat Maluku yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Pertemuan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat rasa kekeluargaan dan persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat perantauan.


Patta juga mengajak seluruh masyarakat Maluku di tanah rantau untuk menjaga keharmonisan, memperkuat persatuan serta turut berkontribusi dalam memelihara keamanan dan ketertiban.


"Mari kita satukan hati, bersihkan batin, dan angkat doa bersama. Semoga Allah SWT, Tuhan yang Maha kuasa menjauhkan kita semua dan negri ini dari segala mara bahaya bencana dan satu hati kita dalam merawat silaturahmi untuk kebaiakan bersama. Mari saling baku kele bersama  tatap masa depan par Maluku pung bae" ucapnya


Sementara itu, Ketua Perkumpulan Rumah Hitu, Faisal Pellu, mengatakan bahwa penyelenggaraan Husafara tahun ini memberikan ruang yang lebih besar kepada generasi muda untuk terlibat langsung dalam kepanitiaan dan pelaksanaan kegiatan.


Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam proses regenerasi, terutama untuk memastikan tradisi adat tetap terpelihara sekaligus memberikan kesempatan kepada anak muda untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan.


"Generasi muda adalah tumpuan masa depan kita. Melalui kepanitiaan acara adat ini, kita ingin memberikan motivasi dan wadah bagi mereka untuk belajar bertanggung jawab menjaga tradisi sekaligus mengasah mental kepemimpinan," tutur Faisal Pellu.


Ketua Panitia Pelaksana, Rahman Pellu, menjelaskan bahwa pelaksanaan Husafara 1448 H yang dirangkaikan dengan HUT ke-81 RI merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus ikhtiar bersama untuk memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat Maluku di perantauan.


Rahman turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan serta menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan yang mungkin masih terdapat dalam pelayanan, fasilitas maupun penyambutan terhadap para tamu undangan.


Kegiatan Husafara 1448 H berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban. Rangkaian acara ditutup dengan doa keselamatan bersama, pementasan seni pantun Maluku serta prosesi Husafara di pesisir Pantai Lagoon Ancol. (Rdks) 

Selengkapnya

Sekda Maluku Tutup Liga Futsal Angkatan Season V, Apresiasi Semangat Sportivitas dan Kebersamaan

Agustus 09, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, secara resmi menutup Liga Futsal Angkatan Season V Tahun 2026 yang berlangsung di Sporthall Karang Panjang. Minggu (9/8/2026).


Penutupan liga ditandai dengan pertandingan final yang berlangsung sengit antara angkatan 2014 melawan angkatan 2020. Kedua tim menunjukkan permainan terbaik hingga pemenang harus ditentukan melalui babak adu penalti. 


Dalam drama tersebut, Angkatan 2014 berhasil keluar sebagai juara setelah memenangkan adu penalti.


Dalam sambutannya, Sekda Maluku Sadali Ie menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan Liga Futsal Angkatan Season V Tahun 2026.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Liga Futsal Angkatan Season V Tahun 2026. Tentunya, kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik,” ujar Sadali.


Menurutnya, kompetisi olahraga tidak hanya berbicara tentang kemenangan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai penting dalam kehidupan, seperti kesabaran, kerja sama, disiplin dan sportivitas.


“Liga futsal ini mengajarkan kita bahwa untuk mencapai kemenangan, kita tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan. Kita juga membutuhkan kesabaran, kekompakan dan kerja sama tim. Inilah nilai penting yang harus kita jaga dan terus dikembangkan,” katanya.


Sadali juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kekalahan sebagai alasan untuk berhenti berusaha. Sebaliknya, kekalahan harus dijadikan pengalaman dan motivasi untuk menjadi lebih baik.


“Kekalahan bukan berarti kegagalan. Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Karena itu, tetaplah bersemangat, terus berlatih dan berusaha menjadi yang terbaik,” pesannya.


Ia berharap Liga Futsal Angkatan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Selain sebagai ajang silaturahmi dan menjaga kebersamaan, kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan prestasi olahraga.


“Kita berharap Liga Futsal Angkatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Jangan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk menampung dan mengembangkan bakat serta prestasi anak-anak muda Maluku, sehingga mampu berprestasi di tingkat regional, nasional, bahkan hingga internasional,” ungkapnya.


Sekda juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat persaudaraan dan kebersamaan melalui olahraga.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Al-Ustadz Habib Rizieq, Kapolsek Sirimau, Ketua Panitia beserta jajaran panitia penyelenggara, serta para peserta dan pendukung Liga Futsal Angkatan Season V Tahun 2026. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT