Taniwel, globaltimurnn.com - Dua kampung di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, yakni Desa Lisabata dan Desa Patahuwe memanas, akibat terjadi kebakaran rumah warga serta pastori, dan konsentrasi masa antar pemuda kedua Desa.
Dari sejumlah informasi yang sedang ramai di bahas sampai ke ruang - ruang publik, pemicu konflik pembakaran rumah warga tersebut berasal dari kebakaran lahan kebun yang akhirnya merambat besar mendekati rumah warga di sekitar Desa Patahuwe.
Namun belum diketahui asal usul kebakaran lahan, dan siapa penyebab kebakaran tersebut.
Dari informasi yang berkembang masyarakat Desa Lisabata menuding masyarakat Desa Patahuwe yang sengaja membakar, sementara menurut masyarakat Desa Lisabata dalam waktu bersamaan semua masyarakat yang notabene-nya adalah masyarakat Kristiani yang sedang melaksanakan acara penjemputan pendeta baru bahkan dalam kondisi tersebut sempat meluangkan waktu untuk ikut bersama sama memadamkan kobaran api yang terbakar mendekati rumah warga Desa Patahuwe tersebut.
Namun sangat disayangkan dan disesalkan, warga Desa Lisabata tidak menanggapi dengan kepala dingin namun mulai muncul profokator yang memicu ketegangan kemudian konsentrasi masa tidak terbendung lagi akibatnya rumah warga dan pastori di Desa Patahuwe di bakar habis oleh Warga Desa Lisabata sebanyak 29 rumah warga dan 1 pastori Gereja jemaat GPM Patahuwe.
Pasca peristiwa tersebut, ratusan personel aparat keamanan TNI, Polri lansung diturunkan guna meredam situasi dan mencegah adanya konflik berkepanjangan.
Warga kedua Desa diharapkan menjaga situasi kamtibmas, dengan tidak. Mudah terprovokasi oleh oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab dan hanya ingin merusak hubungan persaudaraan kedua Desa.
Kapolres SBB dan Dandim 1513/SBB meminta warga tetap tenang, bersabar, dan jangan mudah terprovokasi, harapan yang sama datangnya dari Dan-yon yuni TP 865/Satria Manawata yang juga menurunkan 150 personel ke lokasi konflik. (Rdks)








