globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 17 September 2026

Viral Nasi Kelapa Ikan Bakar di Laha, Lahasuang Jembatan Amerika Jadi Magnet Kuliner Terbaru

September 17, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kawasan pesisir Lahasuang Jembatan Amerika, Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku. belakangan ini ramai dikunjungi warga. Daya tariknya sederhana, namun menggugah selera, nasi kelapa dengan ikan bakar yang dinikmati langsung di tepi laut.


Terutama pada Sabtu, Minggu dan hari libur, kawasan ini mulai dipadati pengunjung dari berbagai wilayah Kota Ambon. Aroma ikan bakar, pemandangan laut dan suasana pesisir membuat Lahasuang Jembatan Amerika perlahan menjadi salah satu titik kuliner yang tengah viral di media sosial.


Raja Negeri Laha, Muhammad Yasir Mewar, mengatakan geliat kawasan tersebut mulai terasa sekitar tiga bulan terakhir.


Menurutnya, meningkatnya jumlah pengunjung menjadi peluang bagi masyarakat Negeri Laha, khususnya pelaku UMKM. Pemerintah negeri bersama pemuda kemudian berupaya menata kawasan agar keramaian yang terjadi dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.


“Kita mencoba bagaimana caranya supaya tempat ini bisa di benahi, dan fokus kepada seluruh UMKM yang ada di Negeri Laha agar mereka langsung bisa menikmati keuntungan dari masyarakat yang dari kota datang ke sini,” ujar Yasir.


Tingginya jumlah pengunjung bahkan mulai membuat fasilitas yang tersedia belum mampu menampung kebutuhan. Kursi makan dan tempat pembakaran ikan masih terbatas.


Di setiap Sabtu-Minggu atau hari libur, banyak pengunjung yang datang di tempat ini, tapi kekurangan tempat duduk untuk makan, bahkan ada kekurangan tempat bakar ikan, ungkapnya.


Pemerintah Negeri Laha pun melakukan pembenahan secara bertahap, termasuk penimbunan sejumlah bagian kawasan yang salah satunya didukung dari pengelolaan parkir. Ke depan, tempat makan dan fasilitas bagi pengunjung akan terus ditambah.


Tidak hanya siang hari, kawasan tersebut juga mulai dipersiapkan agar dapat hidup hingga malam. Dukungan CSR Pertamina berupa lampu tenaga surya atau solar cell telah membantu menerangi kawasan Lahasuang Jembatan Amerika.


“Kita rencanakan kalau bisa dari pagi sampai malam tempat ini jadi ramai. Supaya perputaran perekonomian masyarakat Negeri Laha tambah meningkat,” katanya.


Di tengah meningkatnya kunjungan, persoalan kebersihan menjadi perhatian. Yasir mengatakan petugas kebersihan rutin diarahkan membersihkan kawasan, terutama menjelang dan setelah akhir pekan. Pembersihan juga dilakukan di area pantai, meski sebagian sampah di pesisir disebut merupakan sampah kiriman dari laut.


Pemerintah Negeri Laha bersama Saniri Negeri juga telah menyiapkan rancangan Peraturan Negeri tentang Ketertiban yang turut mengatur persoalan kebersihan dan sampah.


Selain itu, Pemerintah Negeri Laha telah menyampaikan kebutuhan penanganan sampah pesisir kepada Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, termasuk harapan adanya bantuan kapal pengangkut sampah laut.


“Kita sudah sampaikan bahwa kalau bisa diberikan bantuan untuk kapal pengangkut sampah. Dan insya Allah nanti kita lihat tindak lanjutnya seperti apa,” ujar Yasir.


Bagi Negeri Laha, ramainya nasi kelapa ikan bakar bukan sekadar fenomena kuliner yang muncul di media sosial. Keramaian tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya UMKM, keterlibatan pemuda dan peningkatan perputaran ekonomi masyarakat.


Di Lahasuang Jembatan Amerika, sepiring nasi dengan ikan bakar kini menjadi lebih dari sekadar hidangan. Di baliknya ada harapan agar sebuah kawasan pesisir dapat tumbuh menjadi ruang kuliner dan ekonomi masyarakat yang tetap menarik, tertata dan memberi manfaat bagi Negeri Laha. (Za)

Selengkapnya

Berita Menarik,,,Dukcapil SBB Gerak Cepat Cetak Ulang Dokumen Korban Kebakaran Patahue, DPRD Beri Apresiasi

September 17, 2026


SBB
, Globaltimurnn.com - Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Recyson F. Pentury, S.Sos., memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat yang diambil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) SBB di bawah kepemimpinan Kepala Dinas, Ulis Nahaway.


​Apresiasi tersebut disampaikan usai peninjauan langsung ke Kantor Dukcapil SBB bertepatan dengan agenda penyaluran bantuan sosial bagi warga terdampak musibah di Desa Patahue.


​Langkah Tanggap Pasca-Konflik, Tindakan responsif Dukcapil SBB dinilai sangat membantu warga terdampak musibah kebakaran pascakonflik antara Lisabata dan Patahue. 


Pada 14 September, pihak Dukcapil langsung mencetak ulang seluruh dokumen kependudukan yang hangus terbakar milik 29 Kepala Keluarga (KK).


​Dokumen kependudukan yang telah dicetak ulang dan diserahkan secara langsung meliputi" ​Kartu Keluarga (KK), ​Akta Kelahiran, ​Akta Nikah, ​Kartu Tanda Penduduk (KTP). 


​Contoh Teladan Bagi OPD Lain, Kerja cepat dan peka terhadap kondisi darurat ini diharapkan menjadi motivasi serta contoh teladan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemkab SBB.


​"Kerja-kerja cepat dan cerdas dalam penanganan pascakonflik ini patut menjadi magnet dan motivasi bagi OPD lain. 


Kepemimpinan Kepala Dinas Dukcapil, Saudara Ulis Nahaway, membuktikan integritas serta kapabilitas yang teruji dalam pelayanan publik," tegas Ketua Komisi I DPRD SBB, Recyson F. Pentury, S.Sos.


​Ia juga menambahkan bahwa reputasi Dukcapil SBB yang pernah meraih penghargaan dari Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta memang terbukti lewat kinerja nyata di lapangan.


​Melalui program unggulan "Jebol Admin" (Jemput Bola Administrasi Kependudukan) yang konsisten menyisir desa-desa, Dukcapil SBB dinilai berhasil memangkas rentang kendali pelayanan serta memangkas beban biaya bagi masyarakat. Pungkasnya (Tim) 

Selengkapnya

Wakili Pemkab Halut, Asisten I Drs. Anwar Kabalmay Buka Sosialisasi Kajian Risiko Bencana Halut 2026

September 17, 2026


HALUT
, Globaltimurnn.com — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar kegiatan Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Halmahera Utara Tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada hari Kamis, (17/09/2026) pukul 09.40 WIT, bertempat di Hotel Greenland Tobelo, Desa Gura, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.

 

Kegiatan dihadiri oleh sekitar puluhan peserta, meliputi perwakilan Bupati Halmahera Utara — Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Halut, Drs. Anwar Kabalmay, Staf Ahli Bupati Sharil Djurumudi, KBO Polres Halut AKP Max, Kepala BPBD Halut Hentje M.L. Hetharia, Kepala Markas PMI Halut Arman Rahman Tj, S.IP, perwakilan Basarnas Halut, para pimpinan OPD, kepala desa, narasumber, akademisi, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. 

 

Dalam sambutan Bupati yang disampaikan oleh Asisten I Drs. Anwar Kabalmay, ditegaskan pentingnya pemutakhiran dokumen kajian risiko bencana yang telah disusun sebelumnya namun belum divalidasi dan diperbarui secara berkala. "Kegiatan ini menjadi sangat penting sebagai upaya memperbarui dan memvalidasi data serta informasi terkait risiko bencana, sehingga dokumen yang dihasilkan dapat menjadi dasar kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam mitigasi dan pengurangan risiko bencana," ujarnya.

 

Pemerintah daerah menyadari bahwa bencana tidak dapat sepenuhnya dicegah, namun berbagai langkah mitigasi, kesiapsiagaan, dan pencegahan dapat meminimalkan dampaknya. Dokumen kajian ini diharapkan memberikan gambaran jelas mengenai potensi ancaman, tingkat kerentanan, kapasitas daerah, serta langkah-langkah antisipatif saat bencana terjadi.

 


Kondisi kebencanaan saat ini, abu vulkanik Gunung Dukono serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian utama. Mengingat musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga Oktober, pembukaan lahan dengan cara membakar sangat dilarang dan harus dihindari seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah mengimbau camat dan kepala desa untuk terus menyampaikan pesan ini langsung ke masyarakat guna mencegah meluasnya kebakaran yang dapat mengganggu kesehatan, lingkungan, serta aktivitas ekonomi.

 

"Kami berharap dokumen Kajian Risiko Bencana Tahun 2026 ini tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam perencanaan pembangunan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta penanganan bencana di daerah," tegas Anwar Kabalmay.

 

Kegiatan pembukaan ditutup pukul 10.40 WIT berjalan lancar, dan dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok terarah untuk merumuskan masukan dan data aktual dari berbagai pihak. (𝐆𝐈𝐎). 

Selengkapnya

Biro Perlengkapan Kejagung RI Sosialisasi LPSE Versi 6 Dan Monitoring Evaluasi Pengelolaan BMN Di Kejati Maluku

September 17, 2026


Ambon, globaltimurnn.com
- Biro Perlengkapan Kejaksaan Agung Republik Indonesia melaksanakan kegiatan Sosialisasi Aplikasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Versi 6, Sosialisasi Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), serta Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan BMN yang bertempat di Aula Kejaksaan Tinggi Maluku, pada Kamis (17/9/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Biro Perlengkapan Kejaksaan Agung RI, Dr. Sunarwan, S.H., M.Hum., dan dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rudy Irmawan, S.H., M.H., bersama jajaran Kejaksaan Tinggi Maluku, yakni Asisten Pembinaan Cahyadi Sabri, S.H., M.H., Asisten Tindak Pidana Khusus Radot Parulian, S.H., M.H., Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Raden Sudaryono, S.H., M.H., Kepala Bagian Tata Usaha Dr. Resmen, S.H., M.H., para Kepala Subbagian pada Kejaksaan Tinggi Maluku, para Kepala Subbagian Pembinaan (Kasubagbin) se-Maluku, serta para pejabat fungsional Pengadaan Barang dan Jasa dan Operator BMN yang mengikuti kegiatan secara daring.


Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rudy Irmawan, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Biro Perlengkapan Kejaksaan Agung RI yang telah memilih Maluku sebagai tempat pelaksanaan kegiatan sosialisasi, monitoring, dan evaluasi tersebut.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada Biro Perlengkapan yang telah memilih Maluku sebagai tempat kegiatan ini. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan kesempatan baik bagi kami untuk berbicara langsung mengenai kebutuhan dan kendala satuan kerja, sekaligus belajar dari pengalaman dan penjelasan yang akan disampaikan hari ini,” ujar Kajati Maluku.

Lebih lanjut, Kajati Maluku menyampaikan bahwa pelaksanaan monitoring dan evaluasi menjadi momentum penting untuk mencocokkan catatan administrasi dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan, sehingga dapat mendukung tertib administrasi, akuntabilitas, serta optimalisasi pengelolaan barang milik negara pada satuan kerja di lingkungan Kejaksaan.


“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kita memperoleh kesempatan untuk mencocokkan catatan dengan keadaan yang sebenarnya. Saya mengajak Kasubag Umum dan Kasubag Perencanaan pada Kejaksaan Tinggi Maluku, para Kasubagbin di wilayah Maluku, pejabat fungsional pengadaan barang/jasa, serta operator BMN untuk mengikuti seluruh sesi dengan perhatian penuh. Gunakan sesi diskusi ini untuk menyampaikan persoalan dari tempat tugas Saudara,” lanjutnya.


Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas aparatur dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik serta pengelolaan BMN yang tertib, efektif, transparan, dan akuntabel. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana koordinasi antara Biro Perlengkapan Kejaksaan Agung RI dengan satuan kerja di wilayah Maluku dalam mengidentifikasi serta menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas.


Materi yang disampaikan dalam kegiatan meliputi beberapa agenda utama, yaitu:

- Sosialisasi Aplikasi LPSE Versi 6, yang mencakup pengenalan aplikasi, fitur dan mekanisme penggunaan aplikasi, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan proses pengadaan barang/jasa melalui sistem elektronik.

- Sosialisasi Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), khususnya terkait penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN) Tahun Anggaran 2028, sebagai bagian dari perencanaan kebutuhan barang milik negara secara terarah dan sesuai ketentuan yang berlaku.

- Monitoring dan Evaluasi Pengadaan Barang/Jasa serta Pengelolaan BMN, guna meninjau pelaksanaan administrasi, proses pengadaan, dan pengelolaan BMN pada satuan kerja di wilayah Maluku, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan.

- Diskusi dan Konsultasi, sebagai forum untuk membahas permasalahan yang dihadapi oleh satuan kerja dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa dan pengelolaan BMN, serta memperoleh penjelasan dan solusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh satuan kerja di lingkungan Kejaksaan Tinggi Maluku dapat meningkatkan pemahaman terhadap penggunaan Aplikasi LPSE Versi 6, melaksanakan perencanaan kebutuhan BMN secara lebih baik, serta memperkuat tata kelola pengadaan barang/jasa dan pengelolaan BMN yang tertib, transparan, dan akuntabel.


Hadir mendampingi Kepala Biro perlengkapan, antara lain Kabag Pengelolaan BMN, Rini Triningsih, S.H., M.Hum., Kasubag Penilaian, Weni Kuswardani, S.Kom., S.H., M.H., Kasubag Layanan Pengadaan Secara Elektronik, Tubagus Gilang Hidayatullah, S.H., M.H., Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Muda, Nanang Suherman, S.T., Penelaah Teknis Kebijakan, Jarot Raharjo., dan Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Pertama, Viona Rosaline Christabella, S.A.B.


Kejaksaan Tinggi Maluku berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pengelolaan administrasi, sarana dan prasarana, serta barang milik negara sebagai bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan dan pelaksanaan tugas institusi Kejaksaan Republik Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

Ikan dari Laha, Harapan Untuk Anak Bebas Stunting

September 17, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Laut bagi masyarakat Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku. bukan hanya menjadi sumber kehidupan, tetapi juga menyimpan potensi pangan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.


Potensi itu kini terus didorong menjadi bagian dari upaya penanganan stunting. Melalui kolaborasi Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ambon dan Dinas Perikanan Kota Ambon, masyarakat Laha kembali mendapat dukungan melalui pembagian produk olahan ikan bagi keluarga berisiko stunting, Kamis (17/09/2026).


Bertempat di Kantor Negeri Laha, sebanyak 55 kepala keluarga menerima 110 paket produk olahan ikan. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan bergizi, khususnya bagi keluarga yang memiliki anak dengan risiko stunting.


Ketua TP PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh makanan bergizi dan mendapatkan perhatian terhadap tumbuh kembangnya.


Di tengah potensi perikanan yang dimiliki oleh Negeri Laha, Lisa mengajak orang tua memanfaatkan ikan sebagai sumber protein bagi anak.


Pesan tersebut mendapat perhatian dari Raja Negeri Laha, Muhammad Yasir Mewar. Ia mengapresiasi langkah TP PKK Kota Ambon bersama Dinas Perikanan Kota Ambon yang terus memberikan perhatian terhadap keluarga berisiko stunting di wilayahnya.


"Beta sangat mengapresiasi kegiatan dari Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ambon bersama Dinas Perikanan Kota Ambon untuk bantuan ikan yang diolah oleh Dinas Perikanan kepada seluruh orang tua berisiko stunting," ujar Muhammad Yasir.


Menurutnya, penanganan stunting di Laha tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah. Dirinya bersama para kader PKK dan Posyandu juga terus melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap kondisi anak-anak di wilayah tersebut.


Sebagai Raja Negeri Laha, Muhammad Yasir mengaku beberapa kali turun langsung ke rumah warga untuk melihat kondisi keluarga yang memiliki anak terdampak stunting.


Ia pun tetap optimistis angka stunting di Negeri Laha dapat ditekan. Namun, menurutnya, diperlukan upaya yang dilakukan secara berkelanjutan serta evaluasi terhadap berbagai faktor yang memengaruhi kondisi anak.


“Beta juga masih optimistis. Mungkin di tahun-tahun depan pasti angka tersebut akan menurun drastis,” katanya.


Menariknya, potensi ikan yang melimpah di Negeri Laha justru menjadi bahan evaluasi tersendiri. Ketersediaan pangan bergizi, kata dia, perlu diikuti dengan pemahaman keluarga mengenai cara memenuhi kebutuhan gizi anak.


Kenapa  angka stunting sangat meningkat? Nah, dari situlah katong selalu mengevaluasi terkait dengan stunting yang ada di Negeri Laha, tuturnya.


Upaya penanganan juga terus dilakukan melalui peran ibu-ibu PKK dan kader Posyandu yang selama ini mendampingi masyarakat.


Dari ibu-ibu PKK maupun Posyandu, itu sudah semaksimal mungkin untuk bagaimana caranya menangani angka stunting yang ada, ujarnya.


Tidak berhenti pada pemberian bantuan pangan, Pemerintah Negeri Laha juga menyiapkan langkah lanjutan. Muhammad Yasir menyampaikan bahwa pihaknya telah menganggarkan program untuk menghadirkan dokter spesialis guna melihat kondisi anak-anak yang mengalami stunting secara lebih mendalam.


InsyaAllah kami sudah menganggarkan untuk mendatangkan dokter spesialis untuk langsung melihat kira-kira anak-anak yang stunting ini seperti apa. Siapa tahu ada perubahan untuk menurunkan angka stunting yang ada di Negeri Laha, jelasnya.


Bagi masyarakat Negeri Laha, perjuangan melawan stunting kini menjadi kerja bersama. Ikan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir didorong menjadi sumber pangan bergizi, sementara PKK, Posyandu, pemerintah negeri dan keluarga terus mengambil peran dalam pendampingan anak.


Dari Negeri Laha, ikhtiar itu kembali dimulai dari hal sederhana, memanfaatkan pangan yang tersedia, memperhatikan makanan anak, dan memastikan setiap anak mendapat kesempatan untuk tumbuh sehat dan berkembang dengan baik. (Za)

Selengkapnya

55 Keluarga di Laha Terima Olahan Ikan, TP PKK Ambon Perkuat Gerakan Cegah Stunting

September 17, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Upaya mendorong pemenuhan gizi keluarga dan pencegahan stunting terus dilakukan Pemerintah Kota Ambon bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ambon dan Dinas Perikanan Kota Ambon.


Salah satunya melalui kegiatan Pembagian Produk Olahan Ikan untuk Keluarga Berisiko Stunting di Kota Ambon Tahun 2026, yang berlangsung di Kantor Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kamis (17/09/2026).


Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 55 kepala keluarga menerima 110 paket produk olahan ikan sebagai bagian dari dukungan pemenuhan pangan bergizi sekaligus penguatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).


Ketua TP PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, hadir bersama rombongan TP PKK Kota Ambon dan jajaran Dinas Perikanan Kota Ambon. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan gizi anak.


Lisa mengatakan, pencegahan stunting tidak dapat hanya mengandalkan program pemerintah. Peran keluarga sangat menentukan karena pemenuhan gizi dan kesehatan anak berlangsung setiap hari di lingkungan keluarga, Stunting tidak bisa diatasi oleh pemerintah ataupun Tim Penggerak PKK saja. Stunting bisa diatasi dengan komitmen dan kepedulian kita bersama, ujar Lisa.


Ia juga mengingatkan para orang tua agar memperhatikan tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh besar. Asupan makanan bergizi, menurutnya, menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pertumbuhan anak.


Mulai dari dalam kandungan sampai dia lahir dan dibesarkan, upayakan memberikan asupan gizi yang baik supaya katong punya anak-anak tidak stunting, pesannya.


Dalam kesempatan itu, Lisa kembali mengajak masyarakat untuk memanfaatkan ikan sebagai sumber protein hewani yang mudah diperoleh, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir seperti Negeri Laha“ Kasih makan anak ikan,” tegasnya.


Menurut Lisa, pemenuhan gizi anak tidak harus selalu menggunakan makanan dengan harga mahal. Potensi pangan lokal seperti ikan, sayuran, daun kelor dan bayam dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.


Selain makanan bergizi, ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan anak. Lingkungan yang bersih dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, Bukan hanya memperhatikan gizi, tapi katong jaga kebersihan lingkungan. Jaga kebersihan anak, katanya.


Lisa menambahkan, bantuan produk olahan ikan yang diberikan pemerintah merupakan bentuk dukungan kepada keluarga. Namun, upaya pencegahan stunting harus dilanjutkan melalui perhatian orang tua terhadap pola makan, kesehatan, kebersihan dan tumbuh kembang anak.


Jangan terlalu berharap dengan bantuan-bantuan. Katong punya, terutama para orang tua yang punya anak balita, harus ingat untuk selalu memperhatikan makanan dan kesehatan anak, ujarnya.


Kegiatan di Negeri Laha diharapkan dapat memperkuat kesadaran keluarga dalam memanfaatkan pangan lokal bergizi, khususnya ikan, sebagai bagian dari pola konsumsi sehari-hari, Melalui kolaborasi TP PKK Kota Ambon dan Dinas Perikanan Kota Ambon, kampanye “Ikan Sehat, Anak Hebat” terus didorong sebagai bagian dari upaya membangun generasi Ambon yang sehat dan berkualitas.


Dari Negeri Laha, pesan pencegahan stunting kembali ditegaskan, pemenuhan gizi anak dimulai dari keluarga, dari makanan yang diberikan setiap hari, dan dari kepedulian orang tua terhadap tumbuh kembang anak. (Za)

Selengkapnya

Bupati Piet Hein Babua Resmikan Gedung Gereja GMIH "Kristus Itu Raja" di Desa Pitu

September 17, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara mendukung penuh pembangunan sarana ibadah di daerah tersebut. Hal ini ditandai dengan diresmikannya Gedung Gereja GMIH "Kristus Itu Raja" yang berlokasi di Desa Pitu, Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara. Kamis, (17/09/2026).

 

Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., hadir langsung untuk meresmikan gedung gereja tersebut. Turut hadir dalam kegiatan Ketua BPHS GMIH Jalan Pusat Pelayanan WKO, Pdt. Anselmus Puasa, M.Th, Sekretaris Sinode GMIH Jalan Pusat Pelayanan WKO, Pdt. Ir. Leundame Boediman, M.Th, Asisten III Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Valentino E. L. MMA., Camat Tobelo Tengah, Ben Thomi Huragana, S.Pd, serta para tamu undangan dan ratusan jemaat. 

 

Dalam sambutannya, Ketua BPHS GMIH, Pdt. Anselmus Puasa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jemaat, panitia pembangunan, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil. Ia menegaskan bahwa gedung gereja bukan hanya tempat beribadah, melainkan sarana memperkuat persekutuan, pelayanan, dan kesaksian umat di tengah masyarakat.

 


Sementara itu, Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan rumah ibadah merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya sebagai tempat beribadah, melainkan juga sarana pembinaan moral, spiritual, dan pembentukan karakter masyarakat. Ia mengapresiasi semangat gotong royong seluruh jemaat dan mengajak umat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama, kebersamaan, serta persatuan demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah Halmahera Utara.

 

"Peran gereja dan seluruh umat sangat diharapkan dalam mendukung program pembangunan pemerintah daerah, khususnya melalui pembinaan generasi muda, peningkatan kehidupan sosial, serta menjaga nilai-nilai kebersamaan dan toleransi dalam masyarakat," ujar Bupati.

 


Ketua BPHJ Jemaat dalam ucapan terima kasihnya menyampaikan bahwa selesainya pembangunan gedung gereja merupakan hasil kebersamaan, kerja sama, dan semangat gotong royong seluruh jemaat serta dukungan berbagai pihak. Ia berharap gedung yang telah diresmikan dapat digunakan dan dirawat dengan baik sebagai tempat meningkatkan iman, persaudaraan, dan pelayanan kepada Tuhan dan masyarakat. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT