globaltimurnn.com


Sabtu, 07 Februari 2026

Polres Seram Bagian Barat: Korban Jatuh dari Perahu di Perairan Tanjung Ulatu Ditemukan Meninggal Dunia

Februari 07, 2026

Foto : Polres Seram Bagian Barat: Korban Jatuh dari Perahu di Perairan Tanjung Ulatu Ditemukan Meninggal Dunia

SBB
, Globaltimurnn.com - Operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan jatuh dari perahu di perairan Tanjung Ulatu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia pada Sabtu (7/2/2026) siang di wilayah Desa Sole, Pulau Kelang.


Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M. menjelaskan bahwa korban diketahui bernama Aply Siolimbona (74), warga Dusun Tapinalu, Kecamatan Huamual. Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah pergi memancing seorang diri pada Rabu (4/2/2026) dini hari di sekitar perairan Tanjung Ulatu.


“Berdasarkan laporan yang diterima, perahu milik korban ditemukan dalam kondisi terapung tanpa awak di sekitar Tanjung Ulatu. Upaya pencarian kemudian dilakukan oleh masyarakat bersama tim SAR gabungan sejak laporan diterima,” ujar Kapolres.


Memasuki hari keempat operasi SAR pada Sabtu (7/2/2026), personel gabungan dari Sat Polairud Polres SBB, Basarnas Ambon, Polsek Huamual, TNI AL, serta masyarakat kembali melanjutkan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR melakukan penyisiran menggunakan rigid buoyancy boat (RBB) dan long boat masyarakat di sekitar titik koordinat korban dilaporkan hilang.


Sekitar pukul 14.15 WIT, tim SAR menerima informasi dari anggota Polsek Waesala bahwa sesosok jenazah ditemukan di wilayah Desa Sole, Pulau Kelang. Tim gabungan kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dan bergerak menuju lokasi penemuan.


“Tim SAR gabungan tiba di Desa Sole dan melakukan identifikasi terhadap jenazah yang ditemukan. Setelah dipastikan sebagai korban, jenazah langsung dievakuasi menggunakan RBB menuju Dusun Tapinalu dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka,” jelas Kapolres.


Jenazah korban tiba di Dusun Tapinalu sekitar pukul 15.50 WIT dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada hari yang sama.


Kapolres Seram Bagian Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, termasuk Basarnas Ambon, TNI AL, personel Polri, pemerintah desa, dan masyarakat setempat yang telah membantu proses pencarian hingga korban ditemukan.


“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan dan masyarakat yang telah bekerja sama dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan dan diserahkan kepada keluarga,” tutup AKBP Andi Zulkifli.


Kapolres juga mengimbau masyarakat pesisir dan para nelayan agar selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, terutama dengan memastikan kondisi cuaca, menggunakan alat keselamatan seperti pelampung, serta tidak melaut seorang diri. “Kami mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati ketika beraktivitas di laut. Perhatikan cuaca, gunakan alat keselamatan, dan sebisa mungkin tidak melaut sendirian guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbaunya.


Ia menambahkan, peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, termasuk dengan segera melaporkan setiap kejadian darurat atau kecelakaan di laut kepada aparat setempat agar dapat segera ditangani. (V374) 

Selengkapnya

Warga SBB Yang Terjatuh Dari Longboat Beberapa Hari Lalu Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan

Februari 07, 2026

Foto : Warga SBB Yang Terjatuh Dari Longboat Beberapa Hari Lalu Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan

Ambon
, Globaltimurnn.com - Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan Operasi Pencarian terhadap satu orang warga Kabupaten Seram Bagian Barat yang terjatuh dari longboat disekitar Perairan Tanjung Ulatu beberapa hari yang lalu.


Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah menjelaskan "Sejak pukul 7 pagi 2 SRU Kembali dikerahkan guna memperluas area pencarian korban. 


SRU 1 yang menggunakan RBB bergerak menuju sejumlah titik koordinat guna melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan jarak ± 16.38 Nautical mile. Kemudian disusul SRU 2 yakni beberapa longboat masyarakat dikerahkan melakukan pencarian korban dengan jarak ± 9.51 Nautical Mile. 


Upaya pencarian korban terus dilakukan hingga pada pukul 16.00 WIT, Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa sekitar pukul 14.45 WIT korban berhasil ditemukan di sekitar perairan Desa Sole Kab. Seram Bagian Barat pada koordinat (3°10.299'S . 127°47.229'E) dengan jarak ± 7,79 Nautical Mile dalam kondisi meninggal dunia. Mendapati informasi tersebut SRU 1 dan SRU 2 dikerahkan menuju Perairan Desa Sole guna proses evakuasi korban. Kini, alhamdulillah korban telah dievakuasi ke Dusun Tapinalu untuk diserahkan kepada pihak keluarga. 

 

Data korban : Aply Siolimbona (L/74)

Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur SAR diantaranya, Kantor SAR Ambon, Polairud Polres SBB, Polsek Huamual, Babinkamtibmas, Babinsa, serta Masyarakat.


Alut dan Palsar yang digunakan meliputi RBB Kansar Ambon, Alat Selam, Aquaeye, Gopro, serta Longboat Masyarakat, 


Kondisi Cuaca dilokasi dilaporkan Berawan, Angin kecepatan 22 knots dari arah Barat Laut hingga Barat dan Tinggi Gelombang 1,25 Meter.


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (V374) 

Selengkapnya

Muhamad Arafah : Update Operasi SAR Hari Ketiga Tenggelamnya KM. Indo Perkasa 03 di Perairan Kepulauan Aru, Berhasil Selamatkan 8 Orang

Februari 07, 2026

Foto : Muhamad Arafah : Update Operasi SAR Hari Ketiga Tenggelamnya KM. Indo Perkasa 03 di Perairan Kepulauan Aru, Berhasil Selamatkan 8 Orang

Ambon
, Globaltimurnn.com - Setelah tiba di Kabupaten Kepulauan Aru bersama Tim BKO Kantor SAR Ambon, Kepala Kantor SAR Ambon Muhamad Arafah membuka Posko SAR Nasional sekaligus memimpin jalannya Operasi SAR hari ketiga bersama Unsur Potensi SAR. 


Dua unit alut laut berupa RIB milik USS Dobo dan Speedboat BPBD Dobo dikerahkan menuju Perairan Desa Jerwatu dan Perairan Pulau Wasir guna mengevakuasi korban.


SRU 1 yakni RIB USS Dobo berhasil tiba di Perairan Desa Jerwatu selanjutnya mengevakuasi korban ketiga yang di temukan masyarakat pada hari kamis tanggal 05/02 di Perairan Desa Jerwatu kec. Aru Utara dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak dari lokasi awal kejadian -+ 12.95 Nautical Mile arah Barat Laut.


Menurut Kepala Basarnas Ambon Muhamad Arafah kepada wartawan di ambon mengatakan" Selain itu Disusul SRU 2 yakni Speedboat BPBD sekitar pukul 12.05 WIT, berhasil mengevakuasi korban keempat yang terjebak di dalam badan kapal dengan kondisi meninggal dunia.


Pasalnya" Seluruh korban dievakuasi Tim SAR gabungan menggunakan RIB ke Pelabuhan Dobo.


Arafah juga menambahkan" Tim SAR Gabungan tiba di Pelabuhan Dobo selanjutnya seluruh korban di bawa ke rumah sakit RSUD Cendrawasih Dobo guna penanganan lebih lanjut oleh Tim DVI Polda Maluku. Ucapnya


Tambahnya" Selang beberapa jam kemudian, Tim SAR Gabungan menerima Informasi dari Tim DVI Polda Maluku bahwa tiga dari empat korban meninggal dunia telah berhasil teridentifikasi atas nama, Fransiskus, Liadi, dan Muhamad Panji. 


Arafah juga menyampaikan" Pelaksanaan Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Ops SAR hari keempat. Sabtu, 07/02.


Korban Selamat :

1. Kep. Zainudin

2. Muhammad Bilal

3. Afrizal

4. Ahmad Fauzi

5. Febry Alziran Firmansyah

6. Muhamad Nur Isnaeni

7. Muhammad Ridwan

8. Wandi Salusi


Korban Meninggal :

1. Fransiskus 

2. ⁠Liadi

3. ⁠Muhamad Panji

4. (Belum diidentifikasi)


Dalam pelaksanaan operasi SAR, Unsur SAR yang terlibat diantaranya, Unit Siaga SAR Dobo, Kantor SAR Ambon, Polairud Polres Aru, Brimob, Lanal Aru, Anggota Kodam, BPBD Dobo, RSUD Cendrawasih Dobo, DVI Polda Maluku, Masyarakat. 


Sementara Alut dan Peralatan SAR yang dikerahkan diantaranya 

- KM. Sumber Rezeki Baru : 1 unit.

- KM. Sumber Alam : 1 unit

- RIB USS Kep. Aru : 1 Unit

- Speedboat BPBD kab. Kep. Aru

- long boat nelayan 3 Unit 


Kondisi Cuaca dilapangan Hujan Ringan, Angin Tenggara - Barat Laut kecepatan 14 Knot dan Tinggi Gelombang 1.25 Meter. Tutupnya  (V374) 

Selengkapnya

Jumat, 06 Februari 2026

Gerakan Indonesia Asri, Polres Halut Bersama Polsek Jajaran lakukan Aksi Bersih Pantai

Februari 06, 2026

Foto : Gerakan Indonesia Asri, Polres Halut Bersama Polsek Jajaran lakukan Aksi Bersih Pantai

Halut
, Globaltimurnn.com - Kepolisian Resort Halmahera Utara Mendukung Gerakan Indonesia Asri Sebagai wujud komitmen Polri untuk senantiasa hadir dan memberikan dampak nyata di tengah masyarakat, Polres Halut Bersama Polsek Jajaran melaksanakan kegiatan sosial berupa aksi bersih pantai di kawasan Pantai Tanjung Pilawang, Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara sebagai bentuk tindak lanjut Gerakan Indonesia Asri yang menjadi atensi Presiden RI, Hari Saptu 07/02/2026.


Kegiatan tersebut Di Pimpin Kasat Polairud IPTU AGUS DWI SUNARTO, S.H Dan Personel Polres Halut Bersama  Anggota DitPolairud Polda Maluku Utara Marnit Tobelo,   yang bersama-sama turun langsung membersihkan sampah di sepanjang pesisir pantai. Aksi ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan,  melalui kegiatan yang bermanfaat dan menyentuh langsung Pe sisir Pantai Tanjung Pilawang.


Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu S.H.,S.I.K. menyampaikan bahwa kegiatan bersih pantai merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus implementasi kehadiran Polri yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


“Polri tidak hanya bertugas dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut menjaga lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Melalui aksi bersih pantai ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir, peduli, dan siap berkontribusi secara nyata Menjaga Lingkungan Pesisir,” ujar Kapolres Halut.


Menurutnya, kawasan pesisir memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat, baik dari sisi ekologi maupun potensi wisata. Oleh karena itu, menjaga kebersihan pantai merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditumbuhkan melalui kesadaran kolektif kita semua.


Kegiatan ini juga menjadi media edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pantai, sehingga dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.


Melalui kegiatan sosial seperti aksi bersih pantai, Polres Halut berharap dapat Memberikan Contoh Akan kebersihan dan  membangun kepercayaan publik, serta mewujudkan kehadiran Polri yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (V374) 

Selengkapnya

Polisi Tetapkan KAD Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Petugas saat Pengamanan Konstatering Lahan Eks PGSD

Februari 06, 2026

Foto : Polisi Tetapkan KAD Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Petugas saat Pengamanan Konstatering Lahan Eks PGSD

Kendari
, Globaltimurnn.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sulawesi Tenggara Kembali menetapkan dan melakukan penahanan seorang pria berinisial KAD sebagai tersangka dalam perkara dugaan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap petugas yang sedang melaksanakan tugas yang sah saat kegiatan konstatering lahan eks PGSD di Kota Kendari.


Yang sebelumnya terkait perkara yang sama telah di lakukan penahanan terhadap 11 tersangka yakni" DD, RA, AN, AD, SA, US, JU, FR, FK, NN, dan YP. Dari sebelas tersangka tersebut, 10 tersangka telah dilimpahkan ke Kejati Sultra. Sedangkan untuk tersangka YP saat ini masih di tahan di rutan Polda sultra dan akan segera di lakukan pelimpahan ke kejati sultra. 


Hal tersebut disampaikan oleh Kasubdit 1 Ditkrimum Polda Sultra, Kompol Dedi Hartoyo, S.Pi., S.H., M.H., kepada awak media pada Jumat (6/2/2026).


Kompol Dedi menjelaskan, tersangka KAD disangkakan dengan Pasal 214 subsider Pasal 212 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP, atau Pasal 349 huruf a Jo Pasal 20 huruf d subsider Pasal 348 Jo Pasal 20 huruf d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana, terkait perbuatan memaksa petugas dengan kekerasan atau ancaman kekerasan secara bersama-sama.


Berdasarkan hasil penyidikan, peristiwa bermula pada 19 November 2025, saat KAD menghubungi seorang saksi berinisial YP untuk datang ke rumahnya. Setelah itu, YP menghubungi NN serta sejumlah mahasiswa hingga berkumpul di kediaman KAD. Dalam pertemuan tersebut, KAD menyampaikan rencana adanya kegiatan konstatering di lahan eks PGSD yang diklaim sebagai miliknya, serta meminta massa untuk melakukan aksi guna mempertahankan haknya agar konstatering tidak terlaksana.


Pada sore harinya, massa melakukan aksi unjuk rasa di simpang empat depan lahan eks PGSD. Dalam kesempatan itu, KAD memberikan sejumlah uang tunai sebesar kepada YP untuk dibagikan kepada massa aksi, dengan alasan untuk pembelian bensin dan rokok. Selanjutnya, pada malam hari, KAD kembali mentransfer dana kepada YP.


Keesokan harinya, 20 November 2025, aksi unjuk rasa kembali dilaksanakan. KAD kembali mentransfer untuk dibagikan kepada massa. Aksi tersebut berlanjut saat pihak Pengadilan Negeri Kendari bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kendari melaksanakan kegiatan konstatering, dengan pengamanan dari personel kepolisian dan Satpol PP Provinsi Sulawesi Tenggara.


Dalam pelaksanaannya, massa aksi memaksa agar kegiatan konstatering dihentikan. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi pelemparan yang dilakukan oleh massa terhadap petugas pengamanan. Akibat kejadian tersebut, sejumlah personel kepolisian dan anggota Satpol PP Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami luka-luka, serta menyebabkan kerusakan pada tameng milik Satpol PP.


“Atas kejadian itu, para korban melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ujar Kompol Dedi.


Saat ini, penyidik Ditkrimum Polda Sultra terus mendalami perkara tersebut guna melengkapi berkas penyidikan dan memastikan penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (V374) 

Selengkapnya

KRI Banjarmasin-592 Berangkat dari Tawiri Dukung Operasi Trisula Jaya 2026

Februari 06, 2026

Foto : KRI Banjarmasin-592 Berangkat dari Tawiri Dukung Operasi Trisula Jaya 2026

Ambon
, Globaltimurnn.com - KRI Banjarmasin-592 bertolak kembali dari Dermaga Ksatriaan Tawiri, Kodaeral lX, Kota Ambon, Maluku dalam rangka mendukung Operasi Trisula Jaya 2026 yang difokuskan pada dukungan pergeseran pasukan dan pergeseran material bagi Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Tahun 2026 pada Jumat (6/2/2026). 


Keberangkatan unsur jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) ini dipimpin oleh Komandan KRI Banjarmasin-592 Letkol Laut (P) Rendra Hariwibowo, S.H., M.Tr.Opsla. 


Dalam pelayaran operasi kali ini, KRI Banjarmasin-592 mengemban tugas strategis sebagai unsur angkut laut militer guna memastikan personel dan perlengkapan satuan tugas tiba di daerah penugasan dengan aman, tepat waktu, dan dalam kondisi siap operasional.


Personel TNI AD turut onboard dalam pelayaran ini, terdiri dari prajurit Yonif 500/Braja Wijaya dan Yonif 400/Diponegoro. Mereka akan melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan darat RI–PNG dengan pola penugasan mobile, guna memperkuat stabilitas keamanan serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah timur.


Suasana keberangkatan berlangsung tertib dan penuh semangat. Prajurit yang akan melaksanakan tugas operasi tampak siap menjalankan amanah negara, sementara unsur pendukung pelabuhan memastikan seluruh proses embarkasi berjalan lancar sesuai prosedur keselamatan pelayaran militer.


Operasi Trisula Jaya 2026 merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menjaga keutuhan wilayah perbatasan serta mendukung keberhasilan tugas pokok satuan darat melalui dukungan mobilitas laut yang andal. 


Kehadiran KRI Banjarmasin-952 sebagai unsur pendukung operasi menunjukkan sinergi antar matra TNI dalam pelaksanaan tugas negara.


Dengan dilepasnya KRI Banjarmasin-592 dari Ambon, diharapkan seluruh rangkaian dukungan pergeseran pasukan dan material dapat terlaksana secara efektif, sehingga Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2026 dapat segera melaksanakan tugas pengamanan perbatasan secara optimal. (V374) 

Selengkapnya

Wakano Ungkap Kejahatan Terselubung Di Dinhut ProvMal Jaringan Gelap Perdagangan Karbon, Penyalahgunaan Hak Adat Warga Seram

Februari 06, 2026

Foto : Wakano Ungkap Kejahatan Terselubung Di Dinhut ProvMal Jaringan Gelap Perdagangan Karbon, Penyalahgunaan Hak Adat Warga Seram

Ambon
, Globaltimurnn.com - Artikel ini merupakan kelanjutan dari mimpi sederhana masyarakat Desa Rumberu, yang diperjuangkan Geral Wakano Dan Mansur Tuharea untuk menghijaukan kembali tanah yang terluka. 


Cerita dari kelompok Tani Gaharu di Desa Ursana, Kecamatan Inamosol, Awalnya, ada janji benih gaharu dan janji kesejahteraan, Namun, yang terungkap kemudian adalah operasi sistematis yang menipu petani dan menggadaikan kedaulatan iklim Maluku kepada pihak asing. 


Petani diajak menandatangani kontrak "kerjasama penanaman gaharu dan tanaman lain". Mereka mempercayainya, Namun, setelah tanda tangan, kontrak fisik lenyap, Tidak ada salinan untuk petani, nama perusahaan tidak jelas, dan tidak ada sosialisasi, Ini bukan kelalaian, tapi sebuah pola yang berulang. Ungkap Geral Wakano dalam rilisannya kepada wartawan di ambon


Informasi dari Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Alberth Limahelu, S.Hut (Kepala Bidang Perencanaan Hutan), menyatakan bahwa" PT Berlian Berdikari Mandiri sedang menyusun AMDAL dan harus dikomunikasikan ke masyarakat. 


Kenyataannya di lapangan? Masyarakat Seram Bagian Barat (SBB) tidak pernah diajak bicara, tidak mengenal perusahaan tersebut, apalagi tahu soal AMDAL-nya (rekaman bukti percakapan tersedia dan siap buktikan).


Pertanyaan besarnya “Siapa dalang di balik semua ini?”

• Siapa yang membawa "kontrak hantu" ke desa-desa dan menipu masyarakat?

• Siapa yang memasang patok "Hutan Lindung" di tanah ulayat tanpa sosialisasi?

• Siapa yang membuka pintu bagi PT Berlian Berdikari Mandiri untuk mengklaim hak karbon?

Semua jawaban mengarah kepada Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Mereka harus transparan dan bertanggung jawab!!! Tegas Wakano


Dua Skenario Mengerikan

Berdasarkan pengamatan Wakano, setidaknya ada dua skenario mengerikan yang mungkin terjadi:

1. Perusahaan Fiktif, PT Berlian Berdikari Mandiri adalah entitas bayangan yang dibuat untuk transaksi ilegal.


2. Kolusi, Perusahaan ini adalah mitra gelap oknum di Dinas Kehutanan Provinsi Maluku untuk mengalirkan hak karbon masyarakat ke pasar global tanpa sepengetahuan pemilik sahnya.


Setelah dicecar pertanyaan beruntun oleh Wakano maka Alberth Limahelu sendiri mengakui perusahaan ini belum memiliki izin dari Kementerian. 


Modus yang Meluas dan Pengabaian Hukum :

Bukan hanya satu perusahaan tetapi ada beberapa entitas asing menggunakan modus serupa yaitu mendekati kelompok tani dengan kontrak samar, kemudian menguasai lahan dengan dalih "hutan lindung", lalu mengambil keuntungan dari kredit karbon internasional.


Masyarakat harus belajar dari keberanian Kepala Desa Murnaten yang menolak dokumen gelap dari oknum dinas Kehutanan provinsi Maluku dkk, meski dirayu dengan "setumpuk uang" Isterinya adalah saksi hidup. 


Sebagai masyarakat adat Maluku, pihaknya MENUNTUT:

1. Kepada Gubernur Maluku, Bapak Hendrik Lewerissa agar  menghentikan semua proses perizinan untuk PT Berlian Berdikari Mandiri dan perusahaan sejenisnya.


2. Investigasi Independen. Bentuk tim yang melibatkan KPK, PPATK, dan Kejaksaan serta Kepolisian untuk membongkar jaringan oknum di Dinas Kehutanan, baik masa kini maupun masa lalu.


3. Batalkan Perjanjian Gelap. Seluruh perjanjian yang tidak transparan harus dibatalkan. Prioritaskan entitas lokal (masyarakat adat, BUMDes) untuk mengelola karbon mereka sendiri.


4. Transparansi Total. Publikasikan seluruh dokumen, kontrak, dan aliran dana proyek karbon di Maluku melalui Sistem Registri Nasional juga lewat media masa online. Publikasikan peta area hutan lindung yang telah di buat oleh pihak Kehutanan, Publikasikan area yang telah di plot sebagai area karbon trade. 


Ini adalah perampokan berkedok lingkungan yang di motori oleh Dinas Kehutanan Provinsi Maluku. Mereka menjual oksigen leluhur dan menggadaikan masa depan iklim anak cucu kami hanya untuk segelintir oknum dan kepentingan kapital global.


Harapan Kepada Gubernur Maluku. Pilihlah untuk membersihkan rumah dinas sendiri dari sampah busuk yang menumpuk dan menjadi sumber penyakit, Maluku Pernah diJajah selama ratusan Tahun Jangan biarkan sejarah mencatat Maluku dijajah ulang. Pungkasnya  


Hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku yang di konfirmasi belum memberikan tanggapan apapun. (V374) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT