globaltimurnn.com

Kamis, 13 Agustus 2026

Perkuat Sinergitas Maritim, Dansathantai Kodaeral IX Hadiri Simulasi Keadaan Darurat di KMP Wayangan

Agustus 13, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komandan Satuan Pertahanan Pantai (Dansathantai) Kodaeral IX, Kolonel Laut (P) Frejhon Da Costa menghadiri Simulasi Keadaan Darurat di atas KMP Wayangan yang berlangsung di Pelabuhan Galala, Ambon, Maluku pada Kamis (13/8/2026).


Kegiatan yang diinisiasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon tersebut, merupakan langkah proaktif untuk meningkatkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan kecepatan respons seluruh pemangku kepentingan maritim dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, kecelakaan, maupun situasi kritis di kapal penyeberangan.


Dalam simulasi, peserta mempraktikkan sejumlah skenario kedaruratan, antara lain penanganan kebakaran di atas kapal, evakuasi dan penyelamatan korban cedera, prosedur meninggalkan kapal (abandon ship), serta penyelamatan korban jatuh ke laut (man overboard).


Simulasi tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Plt. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon, Kepala KSOP Kelas I Ambon, perwakilan Distrik Navigasi Maluku, Polairud Polda Maluku, Balai Karantina Kesehatan Maluku, PT Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku.


Kehadiran Kodaeral IX dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen TNI Angkatan Laut untuk memperkuat sinergi dengan seluruh instansi maritim dalam mendukung keamanan dan keselamatan pelayaran, khususnya bagi masyarakat pengguna jasa transportasi laut di wilayah perairan Ambon dan sekitarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Dansathantai Kodaeral IX mewakili Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., menyampaikan bahwa simulasi keadaan darurat memiliki nilai strategis bagi wilayah Maluku yang karakteristik geografisnya sebagai provinsi kepulauan menjadikan transportasi laut sebagai salah satu sarana utama mobilitas masyarakat.


“Kesiapsiagaan dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan mutlak diperlukan untuk memastikan setiap potensi keadaan darurat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur, sehingga keselamatan jiwa pengguna jasa pelayaran dapat terjamin,” ujarnya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh kru kapal dan personel instansi terkait semakin terlatih dalam menghadapi situasi darurat sesuai standar operasional prosedur (SOP).


Selain meningkatkan kemampuan respons lanjutnya, simulasi juga diharapkan semakin memperkuat koordinasi lintas instansi dalam mewujudkan keselamatan pelayaran serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut di wilayah kepulauan Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Yayasan Kesehatan GPM Mulai Benahi RS Sumber Hidup, Pelayanan Pasien Jadi Prioritas

Agustus 13, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Yayasan Kesehatan Gereja Protestan Maluku (GPM) mulai mengambil langkah konkret untuk membenahi tata kelola dan meningkatkan kualitas pelayanan Rumah Sakit Sumber Hidup GPM.


Langkah awal tersebut ditandai dengan pertemuan perdana pengurus yayasan bersama Plt. Direktur, jajaran manajemen dan seluruh pegawai RS Sumber Hidup yang berlangsung di Aula Rumah Sakit Sumber Hidup, Kamis (13/08/2026).


Ketua Yayasan Kesehatan GPM, Dr. Reny Nendisa, SH, MH, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan visi seluruh unsur di rumah sakit dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.


Menurutnya, kepengurusan baru tidak hadir untuk mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan membangun solusi bersama demi memperbaiki kondisi rumah sakit.


“RS Sumber Hidup adalah wujud pelayanan GPM kepada masyarakat, sehingga harus tetap berlandaskan nilai kemanusiaan dan kasih,” ujar Reny.


Ia menjelaskan, agenda pembenahan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan disiplin pegawai, kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), ketertiban administrasi hingga peningkatan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.


Reny juga mengajak seluruh pegawai meninggalkan pola kerja yang tidak produktif dan membangun budaya kerja yang berorientasi pada penyelesaian masalah serta kepatuhan terhadap aturan.


Ia menegaskan bahwa pasien harus ditempatkan sebagai pusat pelayanan. Karena itu, keramahan, komunikasi yang baik dan kepedulian terhadap kebutuhan pasien menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.


“Pasien harus menjadi pusat perhatian dengan pelayanan ramah, komunikasi baik dan kepedulian tinggi,” tegasnya.


Selain pembenahan pelayanan, Yayasan Kesehatan GPM juga akan melakukan evaluasi terhadap struktur organisasi, pengelolaan keuangan, sumber daya manusia, aset, sistem pengawasan internal hingga manajemen risiko.


Reny menilai proses tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pembenahan rumah sakit, kata dia, tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab yayasan maupun manajemen, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.


“Yayasan akan menjalin kerja sama dengan pemerintah, rumah sakit lain, sektor swasta, Gereja, perguruan tinggi, DPRD dan pemangku kepentingan lainnya,” katanya.


Ia berharap perubahan yang akan dilakukan dapat dipandang sebagai peluang untuk memperbaiki diri, bukan sesuatu yang harus ditakuti.


Menurut Reny, seluruh pihak juga perlu mengesampingkan ego pribadi, jabatan maupun kepentingan unit kerja dan kembali menempatkan nilai kasih, kejujuran, keadilan serta penghormatan terhadap martabat manusia sebagai dasar pelayanan. 


Sementara itu, Plt. Direktur RS Sumber Hidup GPM, dr. Ivan Abednego, memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi rumah sakit yang telah berdiri sejak 1946 tersebut.


Dengan jumlah pegawai sekitar 135 orang, RS Sumber Hidup masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan peralatan medis yang sebagian telah berusia tua. Kondisi sejumlah ruangan juga membutuhkan perhatian karena mengalami kebocoran maupun genangan ketika musim hujan.


Selain persoalan fasilitas, rumah sakit juga menghadapi keterbatasan tenaga dokter ahli, penyesuaian terhadap berbagai kebijakan Kementerian Kesehatan, serta tuntutan pelayanan bagi peserta BPJS dan masyarakat yang memperoleh layanan gratis.


“Tantangan tersebut adalah keterbatasan serta kerusakan fasilitas dan peralatan medis yang sudah tua, ada ruangan yang bocor atau tergenang saat musim hujan, kesulitan mendapatkan dokter ahli, penyesuaian terhadap kebijakan Kementerian Kesehatan serta pelayanan BPJS dan gratis bagi masyarakat,” jelas Ivan.


Ia menambahkan, RS Sumber Hidup saat ini juga tengah mempersiapkan proses akreditasi dan masih membutuhkan bendahara baru untuk memperkuat pengelolaan administrasi dan keuangan rumah sakit.


Dari sisi kesejahteraan pegawai, rumah sakit baru mampu memenuhi pembayaran gaji pokok, sementara sejumlah hak lainnya seperti uang makan dan transportasi belum dapat dipenuhi secara maksimal.


“Kami tentu menyambut baik dukungan yayasan baru, dan berharap kolaborasi ini membawa solusi nyata,” harap Ivan.


Pengurus Yayasan Cek Langsung Kondisi Rumah Sakit

Setelah pertemuan, pengurus Yayasan Kesehatan GPM tidak hanya menerima pemaparan mengenai kondisi rumah sakit, tetapi langsung melakukan peninjauan ke sejumlah unit pelayanan.


Rombongan melihat kondisi poliklinik, ruang perawatan, instalasi farmasi, ruang operasi hingga paviliun.


Peninjauan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi fasilitas, sarana pelayanan serta berbagai kebutuhan yang harus menjadi perhatian dalam agenda pembenahan ke depan.


Hasil peninjauan akan menjadi salah satu bahan bagi yayasan dalam menyusun langkah strategis untuk memperbaiki sekaligus mengembangkan RS Sumber Hidup GPM.


Dalam kunjungan tersebut, Ketua Yayasan Kesehatan GPM Dr. Reny Nendisa didampingi Wakil Ketua Yayasan dr. Janne Pattiasina, Sp.OG, Bendahara Yayasan Pdt. Fany Pasanea, serta anggota Conny Lelapary, M.Si dan Fembryano Lesnusa.


Melalui pembenahan yang dilakukan secara bertahap dan kolaboratif, Yayasan Kesehatan GPM menargetkan RS Sumber Hidup dapat terus memperkuat kualitas pelayanan serta kembali menjadi salah satu wujud nyata pelayanan kesehatan GPM bagi masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Tembus Akses Sulit, Rutan Ambon Salurkan Sembako untuk Warga Nania Atas dan Lateri

Agustus 13, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon. Di tengah keterbatasan akses menuju sejumlah wilayah, jajaran Rutan Ambon tetap turun langsung menyalurkan bantuan sosial berupa lima paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Nania Atas dan Lateri, Kamis (13/08/2026).


Penyaluran bantuan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Rutan Ambon terhadap masyarakat di lingkungan sekitar. Tidak sekadar menyerahkan bantuan, jajaran Rutan memilih mendatangi langsung rumah-rumah warga penerima untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan.


Perjalanan menuju lokasi bukan tanpa tantangan. Petugas harus melewati sejumlah jalur dengan kondisi medan yang cukup sulit dan akses yang terbatas. Bahkan, terdapat ruas jalan yang hanya dapat dilalui menggunakan kendaraan roda dua.


Kondisi medan tersebut tidak menyurutkan langkah jajaran Rutan Ambon. Dengan menyesuaikan kendaraan dan kondisi di lapangan, petugas terus melanjutkan perjalanan hingga tiba di lokasi penerima bantuan.


Sebanyak lima paket sembako kemudian diserahkan kepada masyarakat di wilayah Nania Atas dan Lateri. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga penerima, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.


Plt. Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen Rutan Ambon untuk tidak hanya menjalankan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.


“Bantuan yang kami salurkan ini merupakan bentuk kepedulian Rutan Ambon kepada masyarakat yang membutuhkan. Meskipun terdapat beberapa lokasi yang memiliki akses cukup terbatas, kami tetap berupaya agar bantuan dapat disalurkan secara langsung kepada masyarakat penerima,” ujar Jefry.


Menurutnya, keterbatasan akses bukan menjadi alasan untuk mengurungkan niat berbagi. Justru, kondisi tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Rutan Ambon untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran.


Jefry berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain membantu masyarakat, kegiatan tersebut dinilai penting dalam membangun hubungan yang semakin erat antara Rutan Ambon dengan lingkungan sekitar.


“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan. Kepedulian terhadap masyarakat sekitar merupakan bagian penting dalam membangun kebersamaan dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung,” tambahnya.


Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Ibu Musni, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan jajaran Rutan Kelas IIA Ambon.


“Terima kasih kepada Rutan Ambon yang sudah datang dan memberikan bantuan kepada kami. Bantuan sembako ini sangat bermanfaat dan dapat membantu kebutuhan sehari-hari. Kami sangat bersyukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan,” ungkapnya.


Bagi warga penerima, kedatangan langsung petugas Rutan Ambon memiliki makna tersendiri. Kehadiran tersebut tidak hanya membawa paket sembako, tetapi juga menghadirkan perhatian dan kepedulian kepada masyarakat yang berada di wilayah dengan akses cukup terbatas.


Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIA Ambon kembali menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu dilakukan melalui kegiatan besar. Kepedulian sederhana yang dilakukan secara langsung dan tepat sasaran pun dapat memberikan manfaat berarti bagi masyarakat.


Rutan Ambon berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi lingkungan. Semangat berbagi dan kepedulian tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara jajaran pemasyarakatan dengan masyarakat serta menghadirkan manfaat yang semakin luas. (Za)

Selengkapnya

Dampingi Pangdam XV/Pattimura Resmikan Jembatan Garuda Di Layuen, Danrem 151/Binaiya Sebut Begini!!!..

Agustus 13, 2026


Layuen
,,, globaltimurnn.com - Dampingi Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto. S. I. P, M. Han, pada acara pengresmian jembatan Garuda, Danrem 151/Binaiya yang didampingi Kasiter Korem 151/Binaiya Kolonel Inf. Dian Aksmita. S. I. P, dan Dandim 1513/SBB Letkol Arh Jaka Putra Dinda. SH. M. Han itu, Danrem 151/Binaiya dalam arahan singkatnya menyampaikan" Untuk tingkat Kodam Pattimura jembatan yang dibangun sebanyak 55 titik, untuk Korem 151/Binaiya sendiri sebanyak 24 titik jembatan. Ucap Danrem


Danrem mengatakan" Di Seram Bagian Barat sendiri ada sebanyak 6 titik, dan semua sudah 100% di bangun dan siap digunakan oleh masyarakat. Ungkap Danrem


Sementara untuk titik air bersih, Danrem mengatakan bahwa" Di Kodam Pattimura sebanyak 97 titik dan untuk di wilayah Maluku didapat sebanyak 33 titik, sementara untuk di Seram Bagian Barat sendiri masih mendapat 2 titik air bersih, dan itu juga sudah 100%, sudah dimanfaatkan masyarakat. Jelas Danrem


Yang sudah disampaikan oleh Kasad, Maluri, dan Kapolri yaitu" Telah dilakukan peresmian jembatan oleh Presiden sebanyak 2.500 titik jembatan dan 3000 titik air. Ucap Danrem


Danrem juga mengatakan" Semua yang dilakukan adalah inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto, yang dilaksanakan hari ini, kamis 13/08/2026, sejak pukul 10 : 00 Wit, pagi jelang siang tadi. Sebut Danrem 


Semua pekerjaan terlaksanakan berjalan lancar dan sukses, bisa dinikmati masyarakat, semua karena kerja sama semua pihak termasuk masyarakat dan pemerintah daerah. Ucapnya


Dengan adanya jembatan tersebut dapat mempermudah aktifitas masyarakat kurang lebih 1.500 jumlah jiwa diDusun Layuen, dalam aktifitas ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pemerintahan. 


Satu harapan disampaikan Danrem bahwa" Semoga dengan adanya jembatan tersebut dapat membantu masyarakat maupun pemerintah dalam berakses setiap hari, dan bisa dirawat dan dijaga dengan baik oleh masyarakat, agar jembatan tersebut dapat terjaga hingga dalam waktu yang relevan lama. Pungkasnya  (Rdks) 


Selengkapnya

Lewat Vicon Bersama Presiden RI, Pangdam XV/Pattimura Resmikan Jembatan Garuda Di Dusun Layuen

Agustus 13, 2026


Layuen
, globaltimurnn.com - Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto. S. I. P, M. Han, didampingi Danrem 151/Binaiya Brigjen. Raffles Manurung. S. I. P, Kasiter Korem 151/Binaiya Kolonel Inf. Dian Aksmita. S. I. P, Dandim 1513/SBB dan sejumlah PJU Korem 151/Binaiya, serta PJU Kodam XV/Pattimura laksanakan kegiatan pengresmian jembatan Garuda di Desa Lumoly, Dusun Layuen, Kabupaten Seram Bagian Barat, pagi jelang siang pukul 10 : 30 Wit. Kamis 13/08/2026


Sebanyak 2.500 titik jembatan Garuda, dan 3000 titik air bersih, secara serempak diresmikan lansung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, yang diikuti oleh Kodam dan Korem se-Indonesia lewat vicon. 


Lewat Vicon bersama Presiden itulah Pangdam XV/Pattimura resmikan Jembatan Garuda di Dusun Layuen, Desa Lumoly, Kabupaten Seram Bagian Barat. 


Jembatan tersebut menurut keterangan Danrem 151/Binayai, dikerjakan hanya selama 28 hari. 


Mengawali kegiatan pengresmian jembatan Garuda oleh Pangdam Pattimura, berkesempatan Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama. S. Pd yang dalam sambutan-nya menyampaikan" Atas nama pemerintah daerah Seram Bagian Barat dan seluruh masyarakat Seram Bagian Barat mengucapkan selamat datang kepada Pangdam XV/Pattimura bersama Danrem 151/Binaiya bersama rombongan dibumi Saka Mese Nusa. Ucap Kainama


Lebih lanjut Kainama mengatakan" Hal ini merupakan wujud nyata perhatian serta kemunggalan TNI dengan rakyat diwilayah Swram Bagian Barat. 


Dalam sambutan-nya itu Wabup menyampaikan" Hari ini kita menjadi saksi peristiwa yang sangat penting dan monumental yaitu pelaksananaan Launching 2.500 jembatan Garuda dan 3000 titik air bersih yang diresmikan secara terpusat dan daring oleh Presiden RI. 


Pemerintah daerah Seram Bagian Barat menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan Terima kasih yang mendalam kepada Presiden RI, Kasad, Panglima TNI, Pangdam XV/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, Dandim 1513/SBB dan jajaran,  atas perhatian besar terhadap penyediaan infrastruktur dasar didaerah Saka Mese Nusa. Ucapnya


Pembangunan jembatan Garuda serta titik air bersih di Dusun Layuen, Desa Lumoly ini, bukan hanya pembangunan fisik semata, tetapi merupakan pilar penting yang akan membuka keterisolitan memperlancar konektifitas warga, menggerakan perekonomian lokal serta menjamin hak dasar masyarakat akan akses air bersih yang kayak dan sehat. Jelasnya


Wabup juga mengatakan" Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat siap untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama TNI, Polri dalam mengawal program strategis Nasional demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Tuturnya


Lewat sambutan-nya itu, Wabup juga menyampaikan kepada masyarakat Dusun Layuen bahwa" Dirinya menitip pesan agar fasilitas jembatan yang sudah di bangun harus dijaga, dirawat, dan dipelihara dengan sebaik - baiknya agar bermanfaat dirasakan dalam jangka waktu panjang. Harapnya  (Rdks) 


Selengkapnya

Jelang HUT RI ke-81, Lapas Dobo Tebar Kepedulian Lewat Pembagian Sembako

Agustus 13, 2026


Dobo
, Globaltimurnn.com – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo memilih mengisinya dengan aksi nyata melalui kegiatan bakti sosial dan pembagian sembako kepada masyarakat, Rabu (12/08/2026).


Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas III Dobo, Pieter Jan Lessy, bersama Kepala Subseksi Pembinaan, Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), serta jajaran Lapas Dobo.


Pembagian sembako menjadi bentuk kepedulian jajaran Lapas Dobo terhadap masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan momentum kemerdekaan. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat penerima.


Kepala Lapas Kelas III Dobo, Pieter Jan Lessy, mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI harus menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat kepedulian sosial.


Menurutnya, makna kemerdekaan tidak sebatas diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan antara Lapas Dobo dengan masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.»


Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Kehadiran jajaran Lapas Dobo di tengah masyarakat juga menciptakan suasana penuh keakraban dan menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi.


Aksi sosial tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Lapas Kelas III Dobo untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata.


Semangat berbagi, kepedulian, dan gotong royong diharapkan terus tumbuh, sejalan dengan semangat Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. (Za)

Selengkapnya

Lapas Namlea dan Dinkes Buru Perkuat Sinergi, Pastikan Obat Warga Binaan Selalu Tersedia

Agustus 13, 2026


Namlea
, Globaltimurnn.com – Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea melalui sinergi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buru.


Terbaru, Lapas Namlea menerima bantuan stok obat-obatan dari Unit Kefarmasian Dinkes Kabupaten Buru, Kamis (13/08/2026). Bantuan tersebut menjadi bagian dari kerja sama lintas sektor untuk memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan warga binaan di Klinik Pratama Lapas Namlea tetap terpenuhi.


Beragam jenis obat diterima dalam bantuan tersebut, mulai dari antibiotik, analgesik dan pereda nyeri, obat untuk gangguan pencernaan dan pernapasan, obat alergi, antiseptik hingga multivitamin.


Petugas Klinik Pratama Lapas Namlea, Fransky Uneputty, mengatakan seluruh bantuan akan dimanfaatkan untuk menambah persediaan obat di bagian farmasi dan ruang obat Klinik Pratama Lapas Namlea.


“Kami sebelumnya sudah mengajukan permohonan bantuan obat-obatan kepada Dinkes dan hari ini kami menerima sesuai dengan jenis obat yang kami lampirkan sebelumnya,” ujar Fransky.


Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Namlea, Sofian Ahmad, menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan obat-obatan di klinik selama ini dilakukan melalui kerja sama dengan Dinkes maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Buru.


Ia pun memberikan apresiasi atas perhatian dan langkah konkret Dinkes Kabupaten Buru yang secara proaktif membantu memenuhi ketersediaan obat bagi warga binaan.


Menurut Sofian, ketersediaan obat menjadi hal penting karena warga binaan tetap membutuhkan penanganan medis ketika mengalami berbagai keluhan kesehatan, seperti demam, flu, batuk maupun gangguan kesehatan lainnya.


“Stok obat di klinik harus selalu tersedia untuk kebutuhan perawatan bagi warga binaan yang mengalami gangguan kesehatan seperti demam, flu, batuk, dan keluhan kesehatan lain yang memerlukan penanganan melalui terapi obat-obatan,” katanya.


Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang harus dipenuhi selama menjalani masa pidana.


Karena itu, pihaknya akan terus membangun koordinasi dan sinergi dengan Dinkes Kabupaten Buru maupun pemerintah daerah guna memastikan pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas Namlea berjalan secara optimal.


“Kami terus menjalin sinergitas dengan Dinkes Kabupaten Buru agar pelayanan kesehatan bagi warga binaan dapat tetap berjalan dengan optimal. Meskipun sedang menjalani hukuman, kami wajib memprioritaskan kesehatan mereka,” tegasnya.


Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menjamin ketersediaan obat-obatan, tetapi juga semakin memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh warga binaan Lapas Kelas III Namlea. Dengan dukungan lintas sektor yang berkelanjutan, pemenuhan hak kesehatan warga binaan dapat terlaksana secara lebih maksimal. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT