globaltimurnn.com

Deskripsi gambar

Sabtu, 17 Oktober 2026

Berita Menarik,,,Kapolresta Ambon Dampingi Kapolda Maluku dalam Kegiatan Minggu kasih di Gereja Maranatha

Oktober 17, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si., mendampingi Kapolda Maluku dalam kegiatan Minggukasi yang berlangsung di Gereja Maranatha, Kota Ambon.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya umat Kristiani, sekaligus membangun komunikasi dan kebersamaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Ambon.


Kehadiran Kapolresta Ambon bersama Kapolda Maluku dalam kegiatan tersebut juga merupakan bentuk dukungan Polri terhadap kehidupan keagamaan masyarakat serta upaya memperkuat hubungan harmonis antara kepolisian dan jemaat gereja.


Melalui kegiatan Minggukasi ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin dekat antara Polri dan masyarakat sehingga tercipta komunikasi yang baik serta dukungan bersama dalam menjaga keamanan dan kerukunan di lingkungan masyarakat.


Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kota Ambon. (Rdks) 

Selengkapnya

Wisuda Uniera, Wabup Kasman Dorong Lulusan Jadi Generasi Kreatif dan Inovatif

Oktober 17, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com – Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd., mendorong para lulusan Universitas Halmahera (Uniera) agar mampu menjadi generasi yang kreatif, inovatif, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun pembangunan daerah.


Hal tersebut disampaikan Kasman saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Magister Periode XXIII Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Polygrand, Tobelo, Sabtu (17/10/2026).


Dalam kesempatan itu, Kasman menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia juga memberikan penghargaan kepada orang tua, keluarga, dosen, serta seluruh sivitas akademika Uniera atas dukungan dan dedikasi dalam mengantarkan para mahasiswa meraih gelar akademik.


Menurut Kasman, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi harus menjadi awal untuk menunjukkan kemampuan dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.


Ia menegaskan, gelar sarjana maupun magister tidak hanya menjadi simbol keberhasilan akademik, tetapi juga harus diwujudkan melalui karya, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.


Untuk itu, Kasman menyampaikan tiga pesan utama kepada para lulusan, yaitu senantiasa menjaga motivasi dan inisiatif, mengembangkan kreativitas secara berkelanjutan, serta membangun budaya inovasi dalam menciptakan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


Ia berharap para lulusan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang, mengembangkan potensi diri, dan mengambil bagian dalam mendorong kemajuan daerah.


Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Kasman mengingatkan pentingnya menggunakan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab.


Menurutnya, kemampuan akademik dan penguasaan teknologi harus tetap disertai karakter yang kuat, integritas, moralitas, nilai kemanusiaan, kasih sayang, serta penghormatan kepada orang tua.


Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, lanjutnya, menaruh harapan besar kepada lulusan Uniera agar dapat berkiprah di berbagai sektor, mulai dari dunia usaha, kewirausahaan, pelayanan publik hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.


Ia juga menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, yayasan pendidikan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.


Wisuda Uniera tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Halmahera, Dr. Herson Keradjaan, S.IP., M.Si.; Ketua Yayasan Pendidikan Kristen Halmahera (YPKH), Noverius Golango, S.H., bersama unsur Dewan Pembina Yayasan; Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, yang mewakili Gubernur; Kepala LLDikti Wilayah XII; unsur TNI-Polri, Forkopimda, serta pimpinan OPD Kabupaten Halmahera Utara.


Dalam kegiatan tersebut, Wabup Kasman didampingi Staf Ahli Bupati Bidang SDM, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Halmahera Utara.


Melalui momentum ini, para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu pengetahuan ke tengah masyarakat, melahirkan inovasi, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas demi masa depan Halmahera Utara yang lebih maju. (🅁🄴🄳).

Selengkapnya

𝗜𝗕𝗠 𝗠𝗮𝗹𝘂𝗸𝘂 𝗨𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗸𝗶𝘁, 𝗔𝗯𝘂 𝗭𝘂𝗯𝗮𝗶𝗿 𝗟𝗮𝘁𝘂𝗽𝗼𝗻𝗼 𝗣𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻 𝗞𝗲𝗽𝗲𝗻𝗴𝘂𝗿𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗶𝗼𝗱𝗲 𝟮𝟬𝟮𝟲–𝟮𝟬𝟯𝟬

Oktober 17, 2026


Ternate
, Globaltimurnn.com – Ikatan Basudara Maluku (IBM) Provinsi Maluku Utara bersama pengurus kabupaten/kota resmi dilantik untuk masa bakti 2026–2030. Pelantikan yang berlangsung di Gamalama Room Hotel Bella, Kelurahan Jati, Kecamatan Ternate Selatan, Sabtu (17/10/2026) malam, menjadi momentum kebangkitan organisasi setelah sempat mengalami masa vakum selama beberapa tahun.


Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIT tersebut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I., Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si., Bupati Halmahera Tengah Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si., Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, S.Pd., M.Kom., serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pejuang Maluku.


Turut hadir perwakilan Polda Maluku Utara, Ketua MUI Maluku Utara Dr. H. Samlan H. Ahmad, M.Pd., Ketua Umum IBM Abu Zubair Latupono, S.IP., M.M., Ketua Harian IBM Ali Lating, S.IP., M.A., perwakilan Jemaat Imanuel, serta sekitar 200 peserta.


Dalam sambutannya, 𝙒𝙖𝙡𝙞 𝙆𝙤𝙩𝙖 𝙏𝙚𝙧𝙣𝙖𝙩𝙚 𝙈. 𝙏𝙖𝙪𝙝𝙞𝙙 𝙎𝙤𝙡𝙚𝙢𝙖𝙣 menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus IBM yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk memperkuat persaudaraan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


Menurutnya, keberagaman suku, agama, adat istiadat, dan budaya yang dimiliki Maluku Utara harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, bukan menjadi alasan untuk terpecah belah.


“Semangat basudara harus menjadi landasan utama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Meskipun memiliki perbedaan latar belakang, keyakinan, pandangan, maupun pilihan, kita tetap terikat oleh nilai-nilai persaudaraan dan tanggung jawab bersama untuk menjaga kedamaian serta persatuan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.


Tauhid berharap IBM dapat menjadi kekuatan sosial yang aktif merawat toleransi, menjaga persatuan, serta menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di bidang sosial, pemberdayaan pemuda, penguatan ekonomi, dan kepedulian terhadap sesama.


Ia juga mendorong pengurus IBM tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk memperkuat koordinasi serta membangun sinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.


Sementara itu, 𝙒𝙖𝙠𝙞𝙡 𝙂𝙪𝙗𝙚𝙧𝙣𝙪𝙧 𝙈𝙖𝙡𝙪𝙠𝙪 𝙐𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙎𝙖𝙧𝙗𝙞𝙣 𝙎𝙚𝙝𝙚 menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Maluku.


Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Pela Gandong mengajarkan masyarakat untuk saling menghormati, membantu, menjaga kehormatan, serta menjadikan perbedaan sebagai dasar untuk memperkuat ikatan persaudaraan.


Menurut Sarbin, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota maupun banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.


“Maluku Utara harus menjadi rumah bersama, tempat setiap orang merasa dihargai, setiap budaya mendapatkan ruang untuk berkembang, dan setiap perbedaan dapat dipersatukan dalam semangat persaudaraan,” menjadi pesan penting yang disampaikannya.


Ia menegaskan, pemerintah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar IBM, untuk menjaga persatuan, kerukunan, dan keharmonisan sekaligus mendorong kemajuan Maluku Utara.


𝘼𝙗𝙪 𝙕𝙪𝙗𝙖𝙞𝙧: 𝙄𝘽𝙈 𝙃𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙈𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙍𝙪𝙢𝙖𝙝 𝘽𝙚𝙨𝙖𝙧 𝙈𝙖𝙨𝙮𝙖𝙧𝙖𝙠𝙖𝙩 𝙈𝙖𝙡𝙪𝙠𝙪

Ketua Umum IBM Provinsi Maluku Utara, 𝘼𝙗𝙪 𝙕𝙪𝙗𝙖𝙞𝙧 𝙇𝙖𝙩𝙪𝙥𝙤𝙣𝙤, menyampaikan bahwa pelantikan pengurus periode 2026–2030 menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali organisasi yang sempat vakum selama beberapa tahun terakhir.


Ia menyebut kebangkitan IBM sebagai kesempatan untuk menyatukan kembali langkah, mempererat tali persaudaraan, serta memperkuat konsolidasi dan solidaritas masyarakat Maluku yang berada di tanah rantau, khususnya di Provinsi Maluku Utara.


Abu Zubair menegaskan, IBM akan mengedepankan semangat “Ale Rasa Beta Rasa” serta nilai-nilai luhur Pela Gandong dalam menjalankan berbagai program organisasi, terutama kegiatan sosial dan peningkatan kepedulian terhadap sesama.


Ia juga mengajak seluruh paguyuban dan perwakilan negeri yang berada di Maluku Utara untuk bergabung dan memperkuat kebersamaan dalam organisasi tersebut.


“Kami ingin menjadikan IBM sebagai rumah besar bagi seluruh masyarakat Maluku, tempat kita saling mengenal, saling menghargai, saling membantu, dan saling menguatkan tanpa membedakan asal negeri maupun latar belakang,” menjadi penegasan Ketua Umum IBM.


Menurutnya, organisasi tersebut harus dibangun atas dasar kebersamaan dan solidaritas, tanpa sekat yang dapat melemahkan persaudaraan.


Karena itu, Abu Zubair mengajak seluruh pengurus dan keluarga besar IBM untuk bersama-sama membangun organisasi yang lebih solid, aktif, dan bermanfaat melalui kerja nyata, kegiatan sosial, serta pengabdian yang tulus kepada masyarakat.

𝙎𝙪𝙨𝙪𝙣𝙖𝙣 𝙆𝙚𝙥𝙚𝙣𝙜𝙪𝙧𝙪𝙨𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙃𝙖𝙧𝙖𝙥𝙖𝙣 𝙠𝙚 𝘿𝙚𝙥𝙖𝙣:


Dalam kepengurusan IBM Provinsi Maluku Utara periode 2026–2030, Abu Zubair Latupono dipercaya sebagai Ketua Umum, sementara Brigjen Pol. Mirzal Alwi, S.I.K., tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina. Ali Lating bertindak sebagai Ketua Panitia Pelantikan.


Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten/kota, mempererat hubungan antar paguyuban, serta meningkatkan peran masyarakat Maluku dalam menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan di Maluku Utara.


Pelantikan tersebut tidak hanya menjadi awal kepengurusan baru, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali semangat persaudaraan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas. 


Dengan semangat “Ale Rasa Beta Rasa” dan prinsip katong samua basudara, IBM diharapkan terus menjadi perekat persaudaraan, penjaga toleransi, serta mitra masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan Maluku Utara yang damai, harmonis, dan sejahtera. [𝐆𝐈𝐎]

Selengkapnya

Duduk Bersama PBB PAC Ciledug Bahas Strategi Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Evaluasi Keanggotaan

Oktober 17, 2026


Tangerang
, globaltimurnn.com - Dewan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, menggelar rapat kerja organisasi pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di kantor organisasi PBB PAC Ciledug, Pool Sinar Jaya, kawasan Peninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.


Rapat kerja tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus dan anggota untuk memperkuat konsolidasi internal, melakukan evaluasi terhadap kinerja organisasi, serta membangun langkah strategis dalam meningkatkan kualitas keanggotaan dan kontribusi nyata Pemuda Batak Bersatu bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Kegiatan ini dihadiri Ketua PAC Pemuda Batak Bersatu Kecamatan Ciledug, "Fransiska Roma Manurung, Sekretaris Kelly Broson, serta seluruh jajaran anggota, Dewan Penasihat, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan jajaran Provos Hankam PBB Kecamatan Ciledug.


Kehadiran unsur pengurus, penasihat, pembina, kehormatan, serta bidang keamanan dan ketertiban organisasi menunjukkan pentingnya keterlibatan seluruh elemen dalam menjaga keberlangsungan organisasi agar tetap solid, terarah, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas serta fungsi kemasyarakatan.


Rapat kerja ini membahas evaluasi keanggotaan dan tata kelola organisasi PBB PAC Kecamatan Ciledug. Evaluasi dipandang sebagai bagian penting dalam memastikan bahwa setiap anggota memahami tugas, tanggung jawab, serta kedudukannya dalam organisasi.


Dalam sebuah organisasi kemasyarakatan, kekuatan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya anggota, melainkan juga oleh kualitas sumber daya manusia, kedisiplinan, loyalitas terhadap tujuan organisasi, kemampuan bekerja sama, serta konsistensi dalam menjalankan aturan dan keputusan bersama.


Oleh karena itu, rapat kerja ini menjadi ruang bagi jajaran pengurus dan anggota untuk memperkuat komunikasi, menyamakan persepsi, serta mengidentifikasi berbagai hal yang perlu dibenahi demi meningkatkan efektivitas organisasi.


Evaluasi internal juga menjadi langkah penting untuk membangun sistem kerja yang lebih terukur. Setiap bidang diharapkan dapat menjalankan fungsi sesuai tanggung jawabnya, sementara koordinasi antarpengurus dan anggota perlu terus ditingkatkan agar program organisasi tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dapat diwujudkan melalui kegiatan yang bermanfaat.


Soliditas organisasi harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, kedisiplinan, sikap saling menghormati, dan komitmen bersama. Dengan demikian, seluruh jajaran PBB PAC Kecamatan Ciledug diharapkan mampu menjaga nama baik organisasi serta menunjukkan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan memiliki peran positif di tengah kehidupan masyarakat.


Kepemimpinan Ketua PAC Fransiska Roma Manurung bersama Sekretaris Kelly Broson dan seluruh jajaran pengurus menjadi bagian penting dalam mengarahkan roda organisasi agar berjalan sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan.


Konsolidasi organisasi diperlukan untuk memastikan setiap anggota memiliki pemahaman yang sama mengenai arah perjuangan, program kerja, serta tanggung jawab sosial yang melekat pada organisasi kemasyarakatan.


Dalam pelaksanaannya, kepengurusan dituntut mampu membangun hubungan yang harmonis di antara anggota, menyelesaikan persoalan internal melalui musyawarah, serta mendorong terciptanya budaya organisasi yang tertib, profesional, dan mengedepankan kepentingan bersama.


Dewan Penasihat, Dewan Pembina, dan Dewan Kehormatan juga memiliki posisi penting dalam memberikan pertimbangan, arahan, serta pengawasan sesuai fungsi masing-masing. Sementara itu, unsur Provos Hankam diharapkan turut mendukung kedisiplinan dan ketertiban organisasi berdasarkan ketentuan internal yang berlaku.


Seluruh unsur tersebut diharapkan dapat bekerja secara bersinergi. Perbedaan pendapat harus ditempatkan sebagai bagian dari dinamika organisasi yang dapat diselesaikan secara dewasa melalui dialog dan musyawarah, bukan menjadi sumber perpecahan.


Dalam arah perjuangan organisasi, PBB PAC Kecamatan Ciledug menempatkan pengembangan kemampuan dan potensi diri sebagai salah satu landasan utama.


Visi tersebut menekankan pentingnya setiap anggota memberikan kemampuan terbaiknya untuk mendukung kemajuan organisasi, sekaligus mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Potensi anggota perlu diarahkan pada kegiatan yang produktif, baik melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan kepedulian sosial, pengembangan kepemimpinan, maupun partisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan.


Organisasi yang kuat bukan hanya organisasi yang memiliki struktur kepengurusan lengkap, tetapi juga organisasi yang mampu membangun karakter anggotanya, menanamkan rasa tanggung jawab, serta mendorong setiap individu agar memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.


Dengan visi tersebut, PBB PAC Kecamatan Ciledug diharapkan mampu terus berkembang sebagai organisasi yang mengedepankan persatuan, kebersamaan, dan pengabdian kepada masyarakat.


Selain visi, misi organisasi menjadi pedoman dalam menentukan arah kegiatan dan pelaksanaan program kerja ke depan.


Pertama, mempererat persatuan dan persaudaraan. PBB PAC Kecamatan Ciledug diharapkan terus menjaga semangat kebersamaan, memperkuat hubungan antaranggotanya, serta membangun komunikasi yang sehat dengan berbagai unsur masyarakat tanpa mengabaikan nilai saling menghormati.


Kedua, memberdayakan potensi anggota untuk mendukung pembangunan nasional.Setiap anggota diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan keterampilan, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positif yang mendukung kemajuan lingkungan serta masyarakat luas.


Ketiga, menjembatani aspirasi masyarakat.** Organisasi kemasyarakatan memiliki kesempatan untuk menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan pihak-pihak terkait. Aspirasi warga perlu disampaikan secara santun, objektif, dan bertanggung jawab agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mencari solusi atas persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.


Ketiga misi tersebut perlu diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, realistis, dan dapat dievaluasi. Keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari pelaksanaan rapat atau kegiatan seremonial, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan anggota dan masyarakat.


Di tengah dinamika kehidupan masyarakat perkotaan, organisasi kemasyarakatan memiliki peluang untuk berkontribusi dalam memperkuat solidaritas sosial, membangun kepedulian terhadap sesama, serta membantu menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.


Namun, peran tersebut harus dijalankan dengan mengedepankan etika, kepatuhan terhadap hukum, penghormatan terhadap hak masyarakat, serta komunikasi yang baik dengan pemerintah dan unsur masyarakat lainnya.


PBB PAC Kecamatan Ciledug diharapkan mampu menjadikan rapat kerja ini sebagai titik penguatan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas organisasi. Setiap program yang direncanakan perlu memiliki tujuan yang jelas, pembagian tanggung jawab yang terukur, serta mekanisme evaluasi agar pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan.


Konsistensi antara visi, misi, dan tindakan menjadi ukuran penting bagi organisasi dalam membangun kepercayaan publik. Semangat persaudaraan harus berjalan seiring dengan kedisiplinan, keterbukaan, dan kesediaan untuk menerima kritik serta saran yang membangun.


Dengan demikian, keberadaan organisasi tidak hanya dirasakan oleh internal anggota, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.


Pelaksanaan rapat kerja di Pool Sinar Jaya, kawasan Peninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026, menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi organisasi PBB di tingkat kecamatan.


Melalui evaluasi keanggotaan, konsolidasi kepengurusan, serta pembahasan arah program kerja, organisasi diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan memperjelas langkah yang perlu dilakukan dalam periode selanjutnya.


Tantangan organisasi ke depan adalah memastikan bahwa setiap keputusan rapat dapat ditindaklanjuti melalui kerja nyata. Komitmen pengurus dan anggota perlu diwujudkan dalam kegiatan yang terencana, terukur, dan sesuai dengan visi serta misi organisasi.


Semangat persatuan dan persaudaraan juga harus tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai dinamika internal maupun eksternal. Organisasi yang solid adalah organisasi yang mampu menjaga kebersamaan, menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan secara bijaksana, serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.


Pada akhirnya, rapat kerja PBB PAC Kecamatan Ciledug diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian, meningkatkan kualitas anggota, dan membangun organisasi yang semakin tertib, responsif, serta bermanfaat bagi masyarakat.


Persatuan harus dijaga, persaudaraan harus diperkuat, dan pengabdian harus dibuktikan melalui tindakan nyata. Itulah semangat yang diharapkan terus tumbuh dalam perjalanan Pemuda Batak Bersatu PAC Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. (Bayu) 

Selengkapnya

Penumpang Internasional Kini Lebih Mudah Pesan Tiket Whoosh Lewat All Indonesia

Oktober 17, 2026


Jakarta
, Globaltimurnn.com — Kemudahan perjalanan bagi penumpang internasional yang tiba di Indonesia semakin ditingkatkan. Mulai 16 Oktober 2026, wisatawan mancanegara maupun penumpang internasional dapat mengakses pemesanan tiket kereta cepat Whoosh melalui platform All Indonesia untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandung atau Karawang.


Kemudahan tersebut hadir melalui kolaborasi antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang resmi ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko dan Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi di Marketing Gallery KCIC Halim, Jakarta Timur, Jumat (16/10/2026).


Kerja sama ini menjadi langkah baru dalam mengintegrasikan pelayanan keimigrasian dengan akses transportasi modern, sehingga perjalanan penumpang internasional dapat direncanakan secara lebih praktis sejak proses kedatangan di Indonesia.


Melalui skema tersebut, penumpang yang telah mengisi deklarasi kedatangan di platform All Indonesia dapat langsung mengakses tautan menuju situs pemesanan tiket Whoosh. Dengan demikian, calon penumpang tidak perlu lagi bersusah payah mencari laman pemesanan secara terpisah untuk merencanakan perjalanan lanjutan.


Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, peningkatan kualitas pelayanan publik harus mampu memberikan kemudahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk setelah mereka melewati proses pemeriksaan keimigrasian.


“Kami ingin kemudahan perjalanan tidak berhenti di pemeriksaan Imigrasi. Setelah tiba di Indonesia, masyarakat juga harus semakin mudah melanjutkan perjalanan. Kolaborasi ini menghubungkan layanan kedatangan internasional dengan transportasi modern dalam satu akses yang lebih praktis,” ujar Hendarsam.


Kolaborasi ini juga didukung oleh tingginya penggunaan layanan kereta cepat Whoosh sejak mulai beroperasi. Hingga Juli 2026, Whoosh tercatat telah melayani lebih dari 16,9 juta perjalanan penumpang.


Sementara itu, hingga Agustus 2026, sebanyak 944.087 perjalanan penumpang warga negara asing tercatat menggunakan layanan kereta cepat tersebut. Data ini memperlihatkan besarnya potensi integrasi antara layanan kedatangan internasional dan transportasi menuju berbagai destinasi di Jawa Barat.


Dengan tersedianya akses pemesanan tiket melalui All Indonesia, penumpang diharapkan dapat menyusun perjalanan lanjutan secara lebih efisien, sekaligus memperoleh pengalaman perjalanan yang semakin nyaman sejak tiba di Tanah Air.


Tidak hanya menyediakan akses menuju pemesanan tiket Whoosh, platform All Indonesia juga dirancang untuk menyederhanakan proses deklarasi kedatangan internasional melalui integrasi layanan keimigrasian, bea cukai, kesehatan, dan karantina.


Deklarasi kedatangan dapat diisi sejak tiga hari sebelum penumpang tiba di Indonesia. Hingga Oktober 2026, platform tersebut telah digunakan oleh 29.119.141 penumpang internasional.


Integrasi layanan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memangkas proses administrasi yang berulang, meningkatkan efisiensi pelayanan, serta menghadirkan pengalaman kedatangan yang lebih sederhana bagi para pelaku perjalanan internasional.


Selain kemudahan akses transportasi, perjanjian kerja sama antara Imigrasi dan KCIC juga mencakup pertukaran data serta informasi penumpang untuk mendukung pengawasan keimigrasian. Pelaksanaannya tetap memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan data pribadi sesuai ketentuan yang berlaku.


Hendarsam menegaskan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari implementasi semangat Imigrasi untuk Rakyat, yakni menghadirkan pelayanan publik yang modern, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Menurutnya, inovasi pelayanan tidak cukup hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga harus mampu memangkas kerumitan dan membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah.


“Imigrasi untuk Rakyat berarti setiap inovasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi membuat perjalanan menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman,” tutup Hendarsam.


Melalui sinergi lintas sektor ini, Imigrasi dan KCIC berharap keterhubungan antara layanan kedatangan internasional dan transportasi kereta cepat semakin kuat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung mobilitas wisatawan maupun penumpang internasional di Indonesia. (Za)

Selengkapnya

Perkuat Pembinaan Spiritual, Lapas Namlea Gandeng Kemenag Buru Bentuk Karakter Warga Binaan

Oktober 17, 2026


Namlea
, Globaltimurnn.com — Menjalani masa pembinaan di balik jeruji bukan berarti kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri. Melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buru terus berupaya menanamkan keimanan, membangun karakter, serta menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Islam yang berlangsung di Masjid Sultan Al-Akhyar Lapas Namlea, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini turut dihadiri penyuluh Kemenag Buru, Muhammad Tahir, bersama seluruh warga binaan Muslim.


Pembinaan ini menjadi bagian penting dari proses pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan hukuman, tetapi juga pada pembentukan kepribadian, penguatan mental, dan perubahan perilaku agar warga binaan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.


Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, mengatakan bahwa kerja sama dengan Kemenag Buru merupakan bentuk komitmen bersama dalam memenuhi hak warga binaan untuk memperoleh pembinaan dan perawatan rohani sesuai agama serta keyakinan masing-masing.


Menurutnya, pendekatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran diri, menumbuhkan sikap positif, serta memperkuat nilai moral selama warga binaan menjalani masa pembinaan.


“Lapas Namlea dan Kemenag Buru berkomitmen untuk menumbuhkan karakter warga binaan yang berkepribadian religius dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Selama di dalam lapas, mereka tidak hanya sekadar menjalani hukuman, melainkan juga mengikuti pembinaan mental dan spiritual,” ungkap Marasabessy.


Dalam kegiatan tersebut, penyuluh Kemenag Buru, Muhammad Tahir, mengajak warga binaan untuk menjadikan setiap ujian kehidupan sebagai momentum introspeksi diri, memperbaiki kesalahan, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Ia mengingatkan bahwa rasa syukur, kesabaran, serta kesungguhan dalam bertobat merupakan bagian penting dalam menjalani kehidupan, termasuk ketika seseorang berada dalam situasi sulit.


“Dalam kondisi apa pun, termasuk ketika sedang terpuruk, kita tidak boleh menjauh dari Allah SWT dan amalan yang kita lakukan, termasuk bapak-bapak sekalian yang sedang menjalani pembinaan di sini. Mungkin Allah memiliki rencana lain yang lebih mulia agar bapak-bapak terhindar dari dosa yang lebih besar dengan berada di sini. Oleh karena itu, tetaplah bersyukur dan bertobat, serta tingkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT,” pesan Tahir.


Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi penguatan bagi warga binaan untuk tidak larut dalam penyesalan, melainkan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri, memperkuat keyakinan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


Pembinaan kerohanian sendiri merupakan salah satu unsur pembinaan kepribadian yang secara berkelanjutan dilaksanakan Lapas Namlea. Melalui kegiatan ini, warga binaan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman agama, menyadari kesalahan masa lalu, serta membangun sikap dan perilaku yang lebih bertanggung jawab.


Kolaborasi antara Lapas Namlea dan Kemenag Buru juga mencerminkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek kemanusiaan. Pendampingan spiritual diharapkan mampu membantu warga binaan menemukan kembali arah hidup dan menumbuhkan tekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Dengan penguatan mental dan spiritual yang dilakukan secara konsisten, Lapas Namlea berharap warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih baik, memiliki kepribadian yang semakin matang, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih religius, mandiri, dan bertanggung jawab.(Za)

Selengkapnya

Hadiri Mubes IV Majelis Latupati Maluku, Dandim 1504/Ambon Dukung Penguatan Persatuan Pela Gandong

Oktober 17, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Semangat merawat persaudaraan dan memperkokoh nilai-nilai adat kembali menjadi perhatian dalam pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) IV Majelis Latupati Provinsi Maluku yang berlangsung di Baileo Oikumene, Kota Ambon, Jumat (16/10/2026).


Komandan Kodim (Dandim) 1504/Ambon, Letkol Inf. Rudolof Gleen Paulus, turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, dan memelihara keharmonisan kehidupan masyarakat di Maluku.


Mengusung tema “Memperkokoh Persatuan Pela Gandong, Menciptakan Maluku yang Damai, Bermartabat dan Sejahtera”, Mubes IV menjadi ruang strategis bagi para pemimpin adat untuk memperkuat kelembagaan, mengevaluasi perjalanan organisasi, serta merumuskan langkah ke depan dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal.


Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Abdullah Vanath, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie, anggota DPR RI daerah pemilihan Maluku Saadiah Uluputty, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, tokoh agama, tokoh adat, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.


Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga adat dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Maluku.


Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pemimpin adat memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat, menyerap aspirasi warga, dan merangkul generasi muda agar tetap terhubung dengan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal.


Menurutnya, Majelis Latupati diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam memfasilitasi penyelesaian persoalan batas wilayah maupun sengketa antarnegeri melalui pendekatan dialog dan musyawarah.


Penyelesaian persoalan tersebut perlu mempertimbangkan sejarah, bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, hukum adat yang relevan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Selain menjaga hubungan antarnegeri, para pemimpin adat juga diharapkan berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana, menjaga kelestarian lingkungan, dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait.


Peran tersebut dinilai penting agar lembaga adat tetap menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial sekaligus menjaga kedamaian di wilayah Maluku.


Sementara itu, Ketua Umum Majelis Latupati Maluku, Haji Ibrahim M.H. Wokas, menyampaikan bahwa pelaksanaan Mubes IV merupakan momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus memperkuat peran Majelis Latupati dalam kehidupan masyarakat.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para latupati, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan selama masa kepemimpinannya.


Salah satu agenda penting dalam musyawarah tersebut adalah pemilihan ketua umum dan pengurus Majelis Latupati Provinsi Maluku untuk periode 2026–2031.


Agenda ini diharapkan menjadi kesempatan bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal, melanjutkan program yang bermanfaat, serta menyiapkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai adat.


Pembukaan Mubes IV berlangsung melalui sejumlah rangkaian acara, mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, laporan ketua panitia, hingga pertunjukan tari lenso oleh Jujaro Mongare dari Negeri Rutong.


Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan ketua umum, persembahan lagu dari Trio Galax, serta sambutan Gubernur Maluku yang secara resmi membuka musyawarah tersebut.


Kehadiran Dandim 1504/Ambon dalam forum tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai unsur dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat. Nilai-nilai Pela Gandong sebagai warisan budaya Maluku memiliki arti penting dalam merawat persaudaraan, membangun sikap saling menghormati, dan memperkuat ikatan sosial antarnegeri.


Di tengah dinamika kehidupan masyarakat, penguatan peran lembaga adat diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah, sekaligus membantu mencegah berkembangnya persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan.


Melalui Mubes IV Majelis Latupati Provinsi Maluku, semangat persaudaraan diharapkan terus dipelihara dan diwujudkan dalam tindakan nyata demi terciptanya Maluku yang aman, damai, bermartabat, dan sejahtera.


Persatuan yang dirawat melalui adat, dialog, dan kebersamaan menjadi modal penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keutuhan serta mendorong kemajuan Bumi Raja-Raja. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT