Ambon, Globaltimurnn.com — Semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada seremoni dan pengibaran bendera. Generasi muda harus mampu menerjemahkan nilai persatuan dan cinta tanah air ke dalam tindakan nyata, termasuk berani menyuarakan aspirasi, mengawasi kebijakan pemerintah, serta menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan daerah.
Pesan tegas tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, M. Aris Soulissa, menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. Ia mengajak kaum muda, khususnya di Kota Ambon, menjadikan momentum bersejarah tersebut sebagai titik kebangkitan untuk memperkuat peran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Aris, pemuda merupakan kekuatan penting dalam menentukan arah masa depan daerah. Karena itu, energi, idealisme, dan keberanian yang dimiliki generasi muda harus diarahkan untuk menghasilkan perubahan yang positif, bukan sekadar menjadi wacana.
Ia menilai, kehadiran anak muda dalam dunia politik dan lembaga legislatif merupakan kesempatan besar untuk mendorong pembaruan. Namun, kesempatan tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab, integritas, serta kesungguhan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Harapan kami di Hari Sumpah Pemuda ini dapat menjadi pembakar semangat kaum muda untuk bagaimana bisa memiliki rasa patriotisme yang tinggi, rasa kenegaraan yang tinggi, memiliki nilai-nilai positif yang baik, kemudian bisa mengkritisi pemerintah tetapi tetap mencari solusi yang baik,” tuturnya.
Bagi Aris, salah satu bentuk kecintaan terhadap daerah dan negara adalah keberanian mengawasi jalannya pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak seharusnya bersikap apatis terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Sebaliknya, anak muda perlu membangun kepedulian dan mengambil bagian dalam proses perubahan, baik melalui organisasi kepemudaan, komunitas sosial, kegiatan olahraga, maupun keterlibatan langsung dalam ruang-ruang demokrasi.
Meski demikian, Aris menegaskan bahwa sikap kritis perlu disertai pemikiran yang matang dan tawaran solusi yang konstruktif. Kritik tidak semestinya hanya diarahkan untuk mencari kesalahan, tetapi juga menjadi masukan yang dapat membantu pemerintah memperbaiki kebijakan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberanian menyampaikan pendapat harus berjalan beriringan dengan kemampuan memberikan gagasan yang bermanfaat. Dengan begitu, generasi muda dapat menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus bagian dari solusi atas tantangan pembangunan.
Ia juga mengingatkan bahwa idealisme anak muda akan memiliki arti lebih besar apabila diwujudkan melalui tindakan yang konsisten, kepedulian sosial, dan komitmen menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Dalam konteks pembangunan Kota Ambon, Aris memandang bahwa aspirasi dan kebutuhan generasi muda perlu mendapat perhatian serius. Pembangunan daerah, menurutnya, tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus memperhatikan kualitas sumber daya manusia serta ruang bagi anak muda untuk berkembang.
Karena itu, peran DPRD menjadi penting dalam mengawal kebijakan dan program Pemerintah Kota Ambon agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkreasi, berinovasi, dan berkontribusi.
Ia berharap anak muda yang telah mengambil bagian dalam lembaga legislatif mampu menjalankan fungsi kedewanan secara maksimal, terutama dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Bagi Aris, regenerasi kepemimpinan bukan sekadar menghadirkan wajah-wajah baru dalam politik. Lebih dari itu, regenerasi harus membawa gagasan segar, keberanian memperjuangkan kepentingan publik, serta kesediaan bekerja untuk menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
Keterlibatan generasi muda dalam pengawasan pemerintahan juga diharapkan mampu memperkuat demokrasi di daerah. Dengan partisipasi yang aktif dan bertanggung jawab, anak muda dapat membantu memastikan bahwa setiap kebijakan tidak terlepas dari kebutuhan dan harapan masyarakat.
Aris menilai, nilai-nilai Sumpah Pemuda tetap relevan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Persatuan, patriotisme, dan kecintaan terhadap tanah air harus terus dipelihara, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan yang membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama.
Ia mengajak pemuda Ambon untuk tidak mudah terpecah oleh perbedaan, tetapi menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun daerah. Semangat kebangsaan, menurutnya, harus tercermin dalam sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta mengutamakan kepentingan bersama.
Selain melalui aktivitas politik, kontribusi pemuda juga dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan sosial, olahraga, dan komunitas. Ruang-ruang tersebut dinilai mampu menumbuhkan solidaritas, membangun karakter, serta memperkuat kepedulian terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Ia berharap, peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk memperbarui komitmen generasi muda dalam mengambil peran di berbagai bidang kehidupan.
Menurut Aris, masa depan Kota Ambon membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan berani berbicara, tetapi juga memiliki karakter, rasa tanggung jawab, dan kemauan untuk bekerja bersama.
“Pemuda jangan hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Jadilah generasi yang berani menyampaikan aspirasi, mampu menawarkan solusi, dan ikut memastikan pembangunan berjalan demi kepentingan masyarakat,” demikian semangat yang ingin ia dorong bagi kaum muda.
Ia menegaskan, semangat Sumpah Pemuda akan tetap bermakna apabila diwujudkan melalui kerja nyata, kepedulian sosial, dan keberanian memperjuangkan kepentingan bangsa.
Bagi generasi muda Ambon, momentum 28 Oktober menjadi pengingat bahwa perubahan tidak cukup hanya diharapkan. Perubahan harus diperjuangkan melalui keterlibatan aktif, pemikiran kritis, dan tindakan nyata demi mewujudkan Kota Ambon yang lebih baik. (Za)

















