globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Selasa, 27 Oktober 2026

Hari Sumpah Pemuda Jadi Momentum Kebangkitan Pemuda Ambon, Ini Pesan Aris Soulissa

Oktober 27, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada seremoni dan pengibaran bendera. Generasi muda harus mampu menerjemahkan nilai persatuan dan cinta tanah air ke dalam tindakan nyata, termasuk berani menyuarakan aspirasi, mengawasi kebijakan pemerintah, serta menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan daerah.


Pesan tegas tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, M. Aris Soulissa, menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. Ia mengajak kaum muda, khususnya di Kota Ambon, menjadikan momentum bersejarah tersebut sebagai titik kebangkitan untuk memperkuat peran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Menurut Aris, pemuda merupakan kekuatan penting dalam menentukan arah masa depan daerah. Karena itu, energi, idealisme, dan keberanian yang dimiliki generasi muda harus diarahkan untuk menghasilkan perubahan yang positif, bukan sekadar menjadi wacana.


Ia menilai, kehadiran anak muda dalam dunia politik dan lembaga legislatif merupakan kesempatan besar untuk mendorong pembaruan. Namun, kesempatan tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab, integritas, serta kesungguhan memperjuangkan kepentingan masyarakat.


“Harapan kami di Hari Sumpah Pemuda ini dapat menjadi pembakar semangat kaum muda untuk bagaimana bisa memiliki rasa patriotisme yang tinggi, rasa kenegaraan yang tinggi, memiliki nilai-nilai positif yang baik, kemudian bisa mengkritisi pemerintah tetapi tetap mencari solusi yang baik,” tuturnya.


Bagi Aris, salah satu bentuk kecintaan terhadap daerah dan negara adalah keberanian mengawasi jalannya pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak seharusnya bersikap apatis terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.


Sebaliknya, anak muda perlu membangun kepedulian dan mengambil bagian dalam proses perubahan, baik melalui organisasi kepemudaan, komunitas sosial, kegiatan olahraga, maupun keterlibatan langsung dalam ruang-ruang demokrasi.


Meski demikian, Aris menegaskan bahwa sikap kritis perlu disertai pemikiran yang matang dan tawaran solusi yang konstruktif. Kritik tidak semestinya hanya diarahkan untuk mencari kesalahan, tetapi juga menjadi masukan yang dapat membantu pemerintah memperbaiki kebijakan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


Menurutnya, keberanian menyampaikan pendapat harus berjalan beriringan dengan kemampuan memberikan gagasan yang bermanfaat. Dengan begitu, generasi muda dapat menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus bagian dari solusi atas tantangan pembangunan.


Ia juga mengingatkan bahwa idealisme anak muda akan memiliki arti lebih besar apabila diwujudkan melalui tindakan yang konsisten, kepedulian sosial, dan komitmen menjaga nilai-nilai kebangsaan.


Dalam konteks pembangunan Kota Ambon, Aris memandang bahwa aspirasi dan kebutuhan generasi muda perlu mendapat perhatian serius. Pembangunan daerah, menurutnya, tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus memperhatikan kualitas sumber daya manusia serta ruang bagi anak muda untuk berkembang.


Karena itu, peran DPRD menjadi penting dalam mengawal kebijakan dan program Pemerintah Kota Ambon agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkreasi, berinovasi, dan berkontribusi.


Ia berharap anak muda yang telah mengambil bagian dalam lembaga legislatif mampu menjalankan fungsi kedewanan secara maksimal, terutama dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.


Bagi Aris, regenerasi kepemimpinan bukan sekadar menghadirkan wajah-wajah baru dalam politik. Lebih dari itu, regenerasi harus membawa gagasan segar, keberanian memperjuangkan kepentingan publik, serta kesediaan bekerja untuk menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.


Keterlibatan generasi muda dalam pengawasan pemerintahan juga diharapkan mampu memperkuat demokrasi di daerah. Dengan partisipasi yang aktif dan bertanggung jawab, anak muda dapat membantu memastikan bahwa setiap kebijakan tidak terlepas dari kebutuhan dan harapan masyarakat.


Aris menilai, nilai-nilai Sumpah Pemuda tetap relevan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Persatuan, patriotisme, dan kecintaan terhadap tanah air harus terus dipelihara, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan yang membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama.


Ia mengajak pemuda Ambon untuk tidak mudah terpecah oleh perbedaan, tetapi menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun daerah. Semangat kebangsaan, menurutnya, harus tercermin dalam sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta mengutamakan kepentingan bersama.


Selain melalui aktivitas politik, kontribusi pemuda juga dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan sosial, olahraga, dan komunitas. Ruang-ruang tersebut dinilai mampu menumbuhkan solidaritas, membangun karakter, serta memperkuat kepedulian terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.


Ia berharap, peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk memperbarui komitmen generasi muda dalam mengambil peran di berbagai bidang kehidupan.


Menurut Aris, masa depan Kota Ambon membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan berani berbicara, tetapi juga memiliki karakter, rasa tanggung jawab, dan kemauan untuk bekerja bersama.


“Pemuda jangan hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Jadilah generasi yang berani menyampaikan aspirasi, mampu menawarkan solusi, dan ikut memastikan pembangunan berjalan demi kepentingan masyarakat,” demikian semangat yang ingin ia dorong bagi kaum muda.


Ia menegaskan, semangat Sumpah Pemuda akan tetap bermakna apabila diwujudkan melalui kerja nyata, kepedulian sosial, dan keberanian memperjuangkan kepentingan bangsa.


Bagi generasi muda Ambon, momentum 28 Oktober menjadi pengingat bahwa perubahan tidak cukup hanya diharapkan. Perubahan harus diperjuangkan melalui keterlibatan aktif, pemikiran kritis, dan tindakan nyata demi mewujudkan Kota Ambon yang lebih baik. (Za)

Selengkapnya

Ops SAR Bula Berhasil Temukan Longboat Berpenumpang Lima Orang Di perairan SBT

Oktober 27, 2026


Bula
, globaltimurnn.com - Pada tanggal 27 Oktober pukul 10.15 wit, Kansar Ambon menerima informasi dari Bapak Muhamad Ismail Kelilauw, S.Pd.I (Plt. Camat Pulau Gorom) melaporkan bahwa pada tanggal 23 Oktober 2026 pukul 08.00 wit, 5 orang warga Desa Gorom berangkat dari Pulau Gorom menuju Pulau Kon menggunakan longboat untuk mencari ikan. Pada tanggal 26 Oktober pukul 12.00 wit mereka bertolak dari Pulau Kon kembali menuju Pulau Gorom namun sampai saat ini belum tiba dan hilang kontak. Keluarga korban dan masyarakat telah melakukan pencarian namun korban belum ditemukan dan selanjutnya meminta bantuan SAR.


Koordinator USS Bula Sukri Patty menyampaikan "Usai kami terima informasi tersebut sekitar pukul 10.35 wit, Tim Rescue USS Bula menggunakan RIB dikerahkan menuju Perairan Pulau Gorom dengan Jarak ± 75 mil laut dan Heading 136° arah Tenggara dari USS Bula guna melaksanakan Operasi SAR.


Pukul 12.34 wit, Tim SAR Gabungan menerima info dari Masyarakat Pulau Gorom bahwa pada pukul 11.00 wit 5 orang korban yang sebelum hilang kontak berhasil ditemukan disekitar perairan Tanjung Desa Namalean dan sudah di evakuasi oleh Nelayan setempat menggunakan motor ikan menuju ke Desa Aroa Pulau Gorom dalam keadaan selamat.


Selanjutnya sekitar pukul 12.40 wit, Tim SAR Gabungan menerima informasi lanjutan bahwa seluruh korban telah tiba di Desa Aroa Pulau Gorom dalam keadaan selamat dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga. 


Sukri menambahkan, faktor kabut asap yang masih menyelimuti Perairan Maluku menjadi pemicu para korban hilang arah hingga hanyut. Syukur alhamdulillah berkat kerjasama seluruh Unsur Potensi para korban cepat ditemukan dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga. 


Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur Potensi diantaranya, USS Bula, Polairud Polres SBT, Polairud Polda Maluku, Pos AL Bula, dan Masyarakat .


Alut dan Palsar yang digunakan diantaranya RIB USS Bula dan Longboat Masyarakat, sementara Cuaca dilapangan dilaporkan Berkabut, Angin Utara hingga Barat Laut kecepatan 18 Knots dan Tinggi Gelombang 1,25 Meter.


Dengan ditemukannya korban dan telah dievakuasi dalam keadaan selamat maka Ops SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (Rdks) 

Selengkapnya

Buka Seminar Keluarga Gembala GPdI Maluku 2026, Lewerissa Tekankan Penguatan Keluarga dan Peran Gereja

Oktober 27, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menekankan pentingnya penguatan keluarga, pembinaan generasi muda, serta peran gereja dalam menjaga kerukunan dan perdamaian di Maluku. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Keluarga Gembala Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Maluku Tahun 2026, di Aula Gedung Balai Diklat Keagamaan Ambon, Waiheru, Selasa (27/10/2026).


Dalam sambutannya, Lewerissa menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar GPdI Maluku yang menyelenggarakan seminar tersebut sebagai wadah untuk memperkuat kehidupan keluarga sekaligus mempererat persekutuan di antara para hamba Tuhan.


Menurutnya, tema “Keluarga Gembala yang Diberkati, Kokoh, dan Menjadi Berkat” mengingatkan bahwa panggilan seorang gembala tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan di mimbar gereja, tetapi juga melalui keteladanan hidup di tengah keluarga dan masyarakat.


“Keteladanan iman harus dimulai dari dalam keluarga. Keluarga bukan sekadar pendamping pelayanan, tetapi merupakan bagian penting dari panggilan seorang hamba Tuhan,” ujar Lewerissa.


Ia menjelaskan, keluarga yang kokoh bukan berarti keluarga tanpa masalah, melainkan keluarga yang mampu menghadapi berbagai persoalan dengan kasih, iman, komunikasi, dan kedewasaan. Karena itu, para gembala diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab pelayanan dan perhatian terhadap keluarga.


Selain penguatan keluarga, Gubernur juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, seperti pengangguran, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, judi online, kekerasan, serta pengaruh negatif perkembangan teknologi.


Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan bersama melalui pendampingan keluarga, pendidikan karakter, penyediaan ruang kegiatan positif, serta kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan dan kemandirian.


“Gereja dapat mengambil peran strategis bersama keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk membina karakter, melindungi generasi muda, serta menumbuhkan harapan bagi masa depan bersama,” tegasnya.


Lewerissa juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat hidop orang basudara sebagai kekuatan sosial masyarakat Maluku. Nilai persaudaraan tersebut, katanya, perlu diwujudkan melalui kepedulian, sikap saling menghormati, dan komitmen bersama dalam menjaga perdamaian.


Ia menegaskan, pembangunan perdamaian di Maluku membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja, untuk memperkuat kerukunan, mencegah konflik, memberdayakan keluarga, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Karena itu, Gubernur berharap kemitraan antara gereja dan pemerintah tidak hanya berhenti pada semangat kebersamaan, tetapi diwujudkan melalui program-program nyata sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.


“Keluarga yang kokoh akan memperkuat pelayanan, pelayanan yang berdampak akan menguatkan masyarakat, dan masyarakat yang hidup dalam persaudaraan akan menjadi fondasi bagi Maluku yang maju, adil, dan sejahtera. Semua itu par Maluku pung bae,” ungkapnya.


Menutup sambutannya, Lewerissa berharap seminar tersebut menghasilkan pemikiran dan komitmen nyata bagi penguatan keluarga gembala, peningkatan kualitas pelayanan gereja, serta pembangunan masa depan masyarakat Maluku.


Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Majelis Pusat GPdI Pdt. Ferry Da Costa, Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon, Ketua BPD GBI, Asisten Administrasi Umum Setda Maluku, Sekretaris Kota Ambon, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, pimpinan wilayah GPdI Maluku beserta jajaran. (Rdks) 

Selengkapnya

Lewerissa Ingatkan Lulusan IAKN Ambon Pentingnya Adaptasi dan Peningkatan Kualitas Diri

Oktober 27, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi persaingan global, perkembangan teknologi, dan berbagai peluang pembangunan di Maluku. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode II Tahun 2026 sekaligus Dies Natalis ke-VIII Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Selasa (27/10/2026).


Lewerissa mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan sekaligus mendorong penerapannya agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, perubahan dunia yang berlangsung cepat menuntut setiap individu untuk mampu beradaptasi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.


“Kita harus terbuka terhadap perkembangan dunia dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Jika kita tidak berubah dan tidak mempersiapkan diri, kita akan kesulitan bersaing dengan masyarakat dan negara lain,” ujarnya.


Ia juga menyoroti peluang pembangunan di Maluku, termasuk pengembangan Blok Masela dan pembangunan Bendungan Way Apu di Pulau Buru. Berbagai proyek strategis tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta mendukung aktivitas masyarakat, termasuk di sektor pertanian.


Menurut Lewerissa, peluang pembangunan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia lokal yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan SDM menjadi penting agar masyarakat Maluku mampu mengambil bagian dan memperoleh manfaat dari berbagai program pembangunan di daerah.


Selain itu, Lewerissa menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Maluku harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Investasi juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, melibatkan pelaku usaha lokal, serta mendorong transfer teknologi guna meningkatkan kapasitas dan daya saing SDM daerah.


Pada Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode II Tahun 2026 tersebut, sebanyak 161 wisudawan dan wisudawati IAKN Ambon resmi menyelesaikan pendidikan mereka. Para lulusan diharapkan mampu menerapkan ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama masa perkuliahan, baik dalam bidang pendidikan dan pelayanan keagamaan maupun dalam profesi lainnya, termasuk sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga profesional di sektor swasta.


Menutup sambutannya, Lewerissa menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia berharap para lulusan dapat menjalankan tanggung jawab dengan baik, menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, perwakilan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Direktur Pendidikan Kristen Kementerian Agama RI, Rektor beserta civitas akademika IAKN Ambon, Asisten III Sekretariat Daerah Kota Ambon, perwakilan Kementerian Agama Provinsi Maluku dan Kota Ambon, serta perwakilan LLDIKTI Wilayah XII Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Belajar Tak Hanya di Kelas, 86 Siswa SD Pertiwi Ambon Eksplorasi Kapal TNI AL dan Bunker Bersejarah

Oktober 27, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX menerima kunjungan edukasi 86 siswa SD Pertiwi Ambon di Dermaga Irian, Mako Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Maluku, Selasa (27/10/2026). 


Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung untuk mengenalkan dunia kemaritiman, tugas TNI Angkatan Laut, serta sejarah kepada generasi muda sejak usia dini.


Kunjungan yang merupakan bagian dari Program Pembelajaran Luar Kelas bertema “Memperkenalkan Angkatan Laut” tersebut memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengenal lebih dekat kehidupan prajurit TNI AL, tugas menjaga keamanan laut, serta nilai-nilai kedisiplinan dan cinta tanah air.


Didampingi guru dan perwakilan orang tua, para siswa mengunjungi Kapal Angkatan Laut (KAL) Alkura dan KAL Panana. Mereka mendapat penjelasan mengenai fungsi kapal, tugas operasional patroli, serta peran TNI AL dalam menjaga keamanan perairan dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Para siswa juga berkesempatan melihat langsung anjungan kapal sebagai pusat kendali pelayaran dan navigasi. Di lokasi tersebut, mereka diperkenalkan dengan peran nakhoda dan awak kapal dalam mengendalikan pelayaran, menggunakan perangkat navigasi, serta memantau kondisi di sekitar kapal untuk mendukung pelaksanaan tugas di laut.


Guru pendamping SD Pertiwi Ambon, Rosina Liklikwatil S.Th, menyampaikan apresiasi kepada Kodaeral IX atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk belajar langsung di lingkungan TNI AL.


“Terima kasih kepada Kodaeral IX yang telah memberikan izin kepada anak-anak kami untuk berkunjung dan mendapatkan pengalaman baru. Kegiatan pembelajaran luar kelas ini kami programkan untuk memperluas wawasan serta membuka cakrawala berpikir siswa agar semakin berkembang dan memiliki semangat belajar yang tinggi,” ungkapnya.


Menurutnya, pembelajaran secara langsung memberikan pengalaman berbeda bagi siswa karena mereka tidak hanya memperoleh materi di dalam kelas saja, tetapi juga dapat melihat objek pembelajaran secara nyata. Dengan demikian, pengetahuan tentang kemaritiman dan peran TNI AL dapat dipahami secara lebih menarik dan mudah.


Selain mengunjungi kapal, rombongan juga meninjau bunker bersejarah di kawasan Mako Kodaeral IX. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan latar belakang sejarah masa Perang Dunia II di Ambon, termasuk pendudukan Jepang dan keterlibatan Sekutu di wilayah tersebut.


Mereka juga mendapat penjelasan mengenai fungsi bunker sebagai bangunan perlindungan yang digunakan untuk melindungi personel dari ancaman serangan militer.


Melalui kunjungan edukatif ini, Kodaeral IX turut mendukung dunia pendidikan dengan menghadirkan pembelajaran kontekstual yang memadukan pengetahuan kemaritiman, pengenalan profesi, dan wawasan sejarah. 


Pengalaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kedisiplinan, semangat belajar, serta kecintaan terhadap laut dan bangsa Indonesia sejak dini.


Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya Kodaeral IX untuk mendekatkan TNI AL dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, guna membangun kesadaran maritim dan menumbuhkan generasi muda yang mengenal potensi serta pentingnya laut bagi masa depan Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

Satpol-PP Halut Kawal Aksi GAMHAS, Unjuk Rasa Terkait Penataan Pasar Buaele Berjalan Aman

Oktober 27, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Halmahera Utara mengawal jalannya aksi unjuk rasa yang dilakukan Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) Halmahera Utara di depan Kantor Bupati Halut, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Selasa (27/10/2026).


Aksi yang berlangsung mulai pukul 11.10 WIT tersebut diikuti sekitar 15 orang massa dengan koordinator lapangan Fidal. Mereka menyuarakan sejumlah persoalan yang dihadapi Pedagang Kaki Lima (PKL), khususnya di Pasar Buaele, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga kebutuhan air bersih dan tempat parkir.


Dalam pengamanan dan penanganan aksi, Sekretaris Satpol-PP Halut, Fredy T. Debeturu, S.E., bersama Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol-PP Halut, Fahrul Pandanga, SSTP., turut terlibat dalam dialog terbuka bersama perwakilan dinas terkait dan massa aksi.


Hearing yang berlangsung pukul 11.30 hingga 11.45 WIT itu juga dihadiri Sekretaris Dinas Sosial Halut, Eky Noya, serta Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Halut, Taufik Biskali, SSTP., M.Si. Pertemuan tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi sekaligus penjelasan pemerintah mengenai rencana pembenahan dan penataan Pasar Buaele.


Dalam dialog tersebut, Taufik Biskali menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah sebelumnya telah membahas rencana pembangunan akses jalan melingkar di kawasan Pasar Buaele, termasuk akses menuju Greenland. Selain itu, pembenahan fasilitas pasar, penyediaan area parkir, serta jaringan pipa PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih juga telah masuk dalam perencanaan dan masih menunggu arahan pimpinan untuk pelaksanaannya.


Terkait tuntutan pergantian kepala pasar, pemerintah menjelaskan bahwa pengelolaan Pasar Buaele masih memerlukan penataan administratif. Sementara itu, terhadap tuntutan penghentian kriminalisasi PKL, pemerintah menegaskan tidak pernah bermaksud melakukan kriminalisasi terhadap pedagang dan mempersilakan masyarakat melaporkan apabila menemukan dugaan tindakan yang tidak sesuai untuk ditindaklanjuti bersama instansi berwenang.


Melalui pengawalan Satpol-PP dan pelaksanaan dialog terbuka, penyampaian aspirasi berlangsung tanpa gangguan sedikitpun. Aksi GAMHAS tersebut berakhir pada pukul 12.00 WIT dalam keadaan aman, tertib dan lancar.


Satpol-PP Halut terus menjalankan perannya dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum serta mendukung penanganan penyampaian aspirasi masyarakat agar berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  [𝐆𝐈𝐎]

Selengkapnya

Wagub Malut Sarbin Sehe Tinjau Pembangunan Sekolah dan Jalan di Halut

Oktober 27, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com – Wakil Gubernur Maluku Utara, Hi. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I., melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Halmahera Utara, Selasa (27/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wagub meninjau sejumlah proyek pembangunan, khususnya di bidang pendidikan dan infrastruktur jalan.


Kedatangan Sarbin Sehe di Kantor Bupati Halmahera Utara, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, sekitar pukul 08.50 WIT, disambut langsung oleh Bupati Halut, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., didampingi Asisten I Setda Bidang Pemerintahan, Drs. Anwar Kabalmay, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Kegiatan diawali dengan pertemuan internal di ruang kerja Bupati Halut.


Selanjutnya, sekitar pukul 10.00 WIT, Wagub didampingi Kepala UPTD Dinas Pendidikan Maluku Utara, Anton Toi, meninjau pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo. Kunjungan berlanjut ke lokasi pembangunan SMK MIA BATO di Desa Gorua Selatan, Kecamatan Tobelo Utara, sekitar pukul 10.50 WIT.


Usai meninjau pembangunan fasilitas pendidikan, Sarbin Sehe melanjutkan perjalanan menuju Desa Popon, Kecamatan Kao. Sekitar pukul 12.50 WIT, Wagub meninjau langsung pekerjaan jalan di desa tersebut guna melihat kondisi pelaksanaan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Halmahera Utara.


Setelah seluruh rangkaian kunjungan selesai, Wakil Gubernur Maluku Utara bertolak kembali menuju Sofifi pada pukul 13.00 WIT. Kegiatan kunjungan kerja tersebut berakhir dalam keadaan aman dan lancar.


Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemantauan langsung terhadap pembangunan di daerah, terutama fasilitas pendidikan dan infrastruktur jalan yang memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan publik serta aktivitas masyarakat. [𝐆𝐈𝐎]

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT