HALUT, Globaltimurnn.com – Polres Halmahera Utara menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan “Patuh Kie Raha 2026” di lapangan apel Polres Halmahera Utara, Jalan Hein Namotemo, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Senin (26/10/2026).
Apel gelar pasukan dipimpin Wakapolres Halmahera Utara, Kompol Saiful Egal, S.AP., M.AP., dengan Komandan Apel Ipda Edwin N. Manipa, S.H., dan Perwira Apel Iptu Moch. Thilio Bintang Onasis, S.Tr.K.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kodim 1508/Tobelo, Danramil 1508-01/Tobelo Mayor Arh. Moh. Ali, Danki Sat Brimob Yon A Pelopor Kupa-kupa Iptu Bernard Ardolop Lamau, Danpom Letda CPM Irwansyah Kurniawan, S.H., Perwakilan Satpol-PP Halut Djidon Bahabu, SIP para pejabat utama Polres Halut, serta personel TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan.
Apel melibatkan sejumlah satuan, di antaranya personel Kodim 1508/Tobelo, Sat Brimob, Satuan Samapta, Sat Polairud, Sat Lantas, gabungan staf Polres, Sat Reskrim, Satpol-PP Halut, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Utara.
Dalam amanat Kapolda Maluku Utara yang dibacakan pada apel tersebut, ditegaskan bahwa Operasi Patuh Kie Raha 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.”
Tema ini menekankan pentingnya sinergi kepolisian dengan masyarakat dalam membangun budaya berlalu lintas yang tertib, aman, dan bertanggung jawab.
Kapolda juga menyoroti berbagai pelanggaran lalu lintas yang masih sering ditemukan, seperti tidak menggunakan helm standar, berkendara di bawah umur, balap liar, penggunaan knalpot bising, melawan arus, serta pelanggaran lain yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Berdasarkan data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Korlantas Polri yang disampaikan dalam amanat tersebut, hingga Oktober 2026 tercatat 145.578 kejadian kecelakaan lalu lintas di Indonesia, dengan 220.810 korban dan 10.519 orang meninggal dunia.
Angka tersebut menjadi pengingat bahwa kecelakaan lalu lintas bukan sekadar persoalan statistik, melainkan menyangkut keselamatan jiwa, masa depan korban, dan keluarga yang ditinggalkan.
Karena itu, Operasi Patuh Kie Raha 2026 diarahkan untuk mencegah potensi gangguan lalu lintas, meningkatkan kepatuhan pengguna jalan, serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. Sasaran penindakan meliputi pengendara tanpa helm berstandar SNI, melawan arus, pengendara di bawah umur, penggunaan ponsel saat berkendara, hingga mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
Penegakan hukum juga didukung penggunaan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), guna mendorong proses penindakan yang transparan, objektif, profesional, dan akuntabel.
Kepada seluruh personel yang terlibat, Kapolda menekankan agar pelaksanaan operasi mengutamakan keselamatan, mematuhi standar operasional prosedur, mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif, menjaga integritas, serta memperkuat koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
Masyarakat Maluku Utara juga diimbau menjadikan ketertiban berlalu lintas sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Kepatuhan terhadap aturan di jalan raya merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. [𝐆𝐈𝐎]











