globaltimurnn.com


Selasa, 03 Maret 2026

Ambon Jadi Pelopor Digitalisasi Pramuka Nasional – Walikota Dorong KTA dan Aplikasi "Ayo Pramuka" Jadi Jantung Organisasi Modern

Maret 03, 2026

Foto : Ambon Jadi Pelopor Digitalisasi Pramuka Nasional – Walikota Dorong KTA dan Aplikasi "Ayo Pramuka" Jadi Jantung Organisasi Modern

Ambon
, Globaltimurnn.com – Gerakan Pramuka memasuki babak baru dengan memulai transformasi digital dari tanah Maluku! Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pendataan Potensi Kartu Tanda Anggota (KTA) Nasional dan Bimbingan Teknis Aplikasi "Ayo Pramuka" Kwartir Nasional (Kwarnas) pada Rabu (04/03/2026) di Ruang Rapat Vlisingen, Kota Ambon.

 

Acara yang menjadi tonggak sejarah pertama di Provinsi Maluku ini diikuti oleh seluruh jajaran Kwartir Daerah (Kwarda) dan Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Maluku, baik secara tatap muka maupun daring, dengan didampingi langsung oleh tim Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwarnas.

 

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Walikota menegaskan bahwa kelangsungan hidup sebuah organisasi besar terletak pada kemampuannya membaca dan mengelola lingkungan strategis baik dari dalam maupun luar.

 


"Gerakan Pramuka sudah berdiri sejak lama dengan potensi dan sumber daya yang luar biasa besar. Namun pertanyaannya: apakah semua aset berharga itu sudah dikelola dengan cara yang paling maksimal?" ujar Walikota Wattimena.

 

Menurutnya, pendataan anggota melalui sistem terintegrasi adalah langkah krusial untuk melepaskan seluruh potensi yang ada. Bukan sekadar kartu identitas biasa, KTA menjadi bentuk pengakuan resmi yang memberikan harga diri bagi setiap anggota Pramuka.

 

"Bagaimana mungkin kita tidak tahu dengan pasti berapa banyak anggota aktif yang ada? Berapa di antaranya sudah memiliki KTA resmi? Ini bukan hanya soal administrasi, tapi tentang menghargai setiap individu yang telah berkontribusi tahun-tahun lamanya," tegasnya.

 


Walikota juga mengakui bahwa masih banyak anggota setia yang belum memiliki KTA resmi, kondisi yang harus segera diperbaiki melalui pendataan digital yang akurat dan terpercaya.

 

Di tengah laju perkembangan teknologi yang tidak bisa ditahan lagi, Walikota menekankan bahwa digitalisasi adalah keniscayaan yang harus diterima dengan tangan terbuka.

 

"Suka atau tidak, kita harus beradaptasi. Dengan jumlah anggota mencapai sekitar 25 juta orang di seluruh Indonesia, kita tidak bisa lagi bergantung pada sistem manual yang lambat dan rentan kesalahan. Teknologi adalah kunci untuk memperkuat sistem dan manajemen organisasi kita," jelasnya.

 

Sementara itu, dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Kwarda Pramuka Maluku, Saiful Almaskati, disebutkan bahwa Bimtek aplikasi "Ayo Pramuka" adalah langkah strategis untuk mengubah wajah Pramuka menjadi organisasi yang modern dan siap bersaing.

 

"Pramuka tidak hanya tentang tali-temali dan kemah alam saja. Kita harus juga menjadi organisasi yang melek teknologi dan memiliki literasi digital yang tinggi," ucapnya dalam sambutan tersebut.

 

Aplikasi "Ayo Pramuka" hadir dengan sejumlah fitur canggih yang diharapkan bisa merevolusi pengelolaan organisasi. Di antaranya adalah kemampuan untuk melakukan pendataan anggota secara rapi, akurat, dan real-time hingga ke tingkat ranting terkecil. Selain itu, aplikasi ini juga dipercaya akan mempercepat proses administrasi, termasuk pengusulan Pramuka Garuda dan berbagai tanda penghargaan yang selama ini sering dianggap memakan waktu lama.

 

Melalui sistem digital ini, Kwarnas berharap bisa mendapatkan data riil tentang jumlah dan profil anggota Pramuka di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat citra Pramuka sebagai organisasi yang tidak hanya menjaga nilai-nilai luhur kepramukaan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman.


Kwarda Maluku juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Ambon dan Dinas Kominfo yang telah menjadi tuan rumah dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini. Dengan diadakannya acara ini di Ambon, diharapkan Kwarcab Kota Ambon dapat menjadi contoh terbaik bagi seluruh kwartir lain di Provinsi Maluku dalam mengoptimalkan transformasi digital organisasi.

 

Transformasi ini menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka terus bergerak maju untuk membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki karakter yang kuat, tetapi juga adaptif dan berdaya saing di era digital. (Za)

Selengkapnya

Warga Miskin Di Tawane Wane Tidak Tersentuh Bantuan Rumah Layak Huni, Diduga Kadus Spekulasi Data Penerima

Maret 03, 2026

Foto : Warga Miskin Di Tawane Wane Tidak Tersentuh Bantuan Rumah Layak Huni, Diduga Kadus Spekulasi Data Penerima

Tawane Wane, Globaltimurnn
.com - Bantuan Rumah Layak Huni (RLH) atau bedah rumah wajib ditujukan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), warga miskin, lansia, penyandang disabilitas, atau korban bencana yang memiliki rumah tidak layak huni (RTLH) dan memiliki lahan sendiri. 


Pengusulan wajib melalui RT/RW ke Kelurahan/Desa untuk diverifikasi dan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 


Namun sangat disayangkan, yang terjadi di Negeri Sepa, Dusun Tawane Wane, Kabupaten Maluku Tengah terkesan salah sasaran, kuat dugaan sarat kepentingan emosional dan kebencian Kepala Dusun kepada warga yang benar benar tidak mampu, sehingga warga miskin yang mestinya mendapat bantuan rumah tersebut ternyata tidak bisa mendapat karena ada kebencian Kadus pada warga miskin tersebut. 


Dari hasil pantauan Media ini di lapangan, kuat dugaan bantuan rumah yang di salurkan oleh pemerintah pusat lewat Dinas Perumahan Dan Wilayah Pemukiman Provinsi Maluku yang di salurkan kepada masyarakat berdasarkan data yang di berikan oleh pihak Dusun. 


Ironisnya data yang di masukan oleh Kadus Hj. M. Amin Maollo tersebut tidak sesuai fakta di lapangan karena dinilai pilih kasih. 


Pemerintah Negeri disinyalir buta mata, buta hati dan pikiran, sehingga membiarkan kepala Dusun seenaknya saja perlakukan masyarakat tidak adil, dengan memberikan bantuan rumah layak huni hanya kepada orang - orang yang tidak pantas menerimanya. 


Sementara masyarakat miskin yang benar - benar tidak mampu tidak diberikan bantuan tersebut, diduga alasan beberapa warga miskin yang tidak mampu ekonomi rendah tidak mendapatkan bantuan tersebut karena ada ketidakcocokan Kadus dengan warga tersebut, sehingga bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat yang ekonominya baik - baik saja bahkan memiliki rumah lebih layak parmanen. 


Ini bukan bantuan yang benar - benar sesuai aturan namun pemberian bantuan dengan sebelah mata. 


Informasi yang diterima Media ini, kelima nama keluarga penerima tersebut tidak layak menerima bantuan tersebut, kelima keluarga tersebut mendapat bantuan bukan karena tidak mampu namun karena orang dekat Kadus dan orang kepercayaan Kadus yang selalu menyembunyikan segala aib Kadus bersama istrinya. 


Kepala Dinas Pemdes dan Bupati diminta segera sikapi tegas akan hal tersebut, jika tidak di sikapi maka Bupati dan Kadis Pemdes juga turut menyembunyikan kejahatan yang terselubung hingga rakyat menjadi korban. 


Diketahui, Kelima penerima bantuan rumah layak huni yang sepantasnya tidak layak menerima adalah Keluarga Futuwembun, Kel. Hermanus Resoa, Kel. Nayatuewen, Kel. Markus Parinusa, dan Kel. Simon Isak. 


Kelima Keluarga tersebut memiliki rumah yang layak huni, bahkan ada yang memiliki rumah beton, sampai memiliki mobil, tapi bisa menerima bantuan rumah dari pemerintah, dan bahkan pekerjaan mereka walau ada yang hanya kerja bangunan namun bisa berpenghasilan penghasilan yang cukup. 


Sementara ada diantaranya keluarga yang rumahnya benar - benar tidak layak huni, dari keluarga yang ekonomi rendah bahkan tidak mampu, terlewatkan bantuan tersebut karena pemberian bantuan rumah tersebut disinyalir unsur balas dendam. 


Sekertaris Negeri Sepa yang di hubungi media ini terkait bantuan tersebut hanya menjawab " Baik siap Pimpinan" Selain itu Sekertaris juga meyakinkan bahwa bantuan rumah tersebut datangnya dari Dinas Perumahan dan kawasan pemukiman Provinsi Maluku" Ucapnya dalam pesan Whatsapp-nya beberapa hari lalu


Sementara Raja Negeri Sepa A. Amahoroe yang di hubungi hingga berita ini diturunkan tidak merespon apapun, diduga baik sekertaris Negeri maupun Raja bersekongkol dengan Kadus sehingga mengorbankan Rakyat yang layak menerima bantuan rumah tersebut. 


Hal tersebut dikuatkan dengan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan pemukiman Provinsi Maluku yang berusaha ditemui oleh sejumlah awak Media namun selalu beralasan sibuk, sebagai dalil, sengaja menhindar dari konfirmasi Media. 


Gubernur Maluku diminta segera sikapi akan hal tersebut karena berdampak pada nama baik dan citra pemerintah Provinsi yang terkesan berikan bantuan salah sasaran. (Tim) 

Selengkapnya

Pastikan Sikon Aman, Lapas Namlea Kembali Razia Warga Binaan

Maret 03, 2026

Foto :Pastikan Sikon Aman, Lapas Namlea Kembali Razia Warga Binaan

Namlea , Globaltimurnn.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi penyalahgunaan barang terlarang didalam Lapas dengan menggelar razia rutin mingguan yang kembali terlaksana pada Selasa (3/3). Razia yang dilaksanakan pada siang hari itu seperti biasa menyasar seluruh kamar yang dihuni oleh warga binaan. 


Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Heriyanto, menjelaskan razia ini dilaksanakan secara mendadak dan dilaksanakan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh personel pengamanan. 


Kegiatan razia dilaksanakan tidak mengenal waktu dan kondisi bisa di pagi hari, siang, atau bahkan tengah malam. Cara ini kami lakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban yang bisa terjadi kapan saja, kata Heriyanto. 


ia ingin memastikan bahwa Lapas selalu berada dalam situasi dan kondisi yang aman dan terkendali yang bebas dari segala bentuk penyimpangan oleh warga binaan khususnya penyalahgunaan barang terlarang seperti handphone, narkoba, pungli, dan lainnya. 


“Apalagi kita sedang dalam kondisi dan suasana ramadhan tentunya kita harus pastikan seluruh penghuni Lapas menjalankan ibadahnya dengan lancar tanpa ada hal-hal yang menganggu,” tegasnya. 


Dari razia ini, personel pengamanan tidak menemukan alat komunikasi maupun narkoba tetapi menyita benda tajam, kaleng, korek, botol kaca, dan pisau cukur. 


Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, mengharapkan dari razia ini akan terus tercipta lingkungan Lapas yang aman dan kondusif dan petugas pengamanan yang selalu siap siaga.


“Kami harapkan stabilitas keamanan yang telah tercipta terus dipertahankan oleh petugas pengamanan yang bertugas setiap waktu dan selalu jeli serta waspada,” harapnya. (Za)

Selengkapnya

Lapas Wahai Terima Binkorpolsus Polsek Wahai, Perkuat Sinergi di Bulan Ramadan

Maret 03, 2026

Foto : Lapas Wahai Terima Binkorpolsus Polsek Wahai, Perkuat Sinergi di Bulan Ramadan

Wahai
, Globaltimurnn.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai dukung Pembinaan Koordinasi Polisi Khusus (Bikorpolsus) saat disambangi Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Kepolisian Sektor (Polsek) Wahai dalam menciptakan suasana yang aman dan tertib selama Ramadan, Selasa (03/03/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi dan pengamanan wilayah.


‎Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyambut baik kunjungan tersebut seraya menegaskan peran kepolisian sangat vital dalam mendukung stabilitas keamanan di Lapas, terutama dalam menghadapi dinamika yang mungkin muncul selama Ramadan. ‎"Sinergi ini adalah langkah strategis untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Warga Binaan di bulan Ramadan berjalan khusyuk, aman, dan terkendali. Kami terus berkoordinasi untuk memitigasi potensi gangguan keamanan sejak dini," terangnya.


Perwakilan Polsek Wahai, Ajun Inspektur Polisi Dua Maurits David Nikijuluw, menyatakan kesiapannya untuk selalu mendukung penuh pihak Lapas dalam menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama agar seluruh masyarakat, termasuk Warga Binaan, menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang. 


Selain itu, kedua pihak juga sepakat untuk meningkatkan intensitas patroli sambang dan memperketat pengawasan selama bulan Ramadan sampai dengan Lebaran di area sekitar Lapas. Koordinasi ini diharapkan mempersempit celah masuknya barang-barang terlarang ke dalam Lapas.


"Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi upaya nyata kepolisian dalam mendukung operasional Lapas agar tetap kondusif, aman, dan tertib selama bulan Ramadan hingga Idulfitri," jelas David.


‎Di tempat berbeda, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang makin membaik bersama jajaran kepolisian setempat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektoral ini merupakan standar operasional yang harus terus dijaga demi menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang kondusif.


‎"Sinergi seperti ini adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Lapas, terutama pada momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Semoga kita semua dapat menciptakan suasana yang aman dan tenang," harap Ricky.


‎Kegiatan Binkorpolsus diharapkan dapat dilaksanakan oleh Satbinmas Polsek Wahai secara rutin agar memberikan pengarahan dan edukasi kepada petugas Lapas untuk menjaga keamanan di dalam tembok serta memberikan pemahaman dan peningkatan keterampilan khusus kepada petugas dalam melakukan pengawasan Narapidana agar lebih optimal melaksanakan tugas pembinaan dalam berbagai situasi, termasuk di bulan suci Ramadan. (Za)

Selengkapnya

Perling Hadir di Blok Hunian Lapas Wahai, Pastikan Warga Binaan Sehat Berpuasa

Maret 03, 2026

Foto : Perling Hadir di Blok Hunian Lapas Wahai, Pastikan Warga Binaan Sehat Berpuasa

Wahai
, Globaltimurnn.com — Pastikan kelancaran ibadah Ramadan 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus optimalkan pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan melalui program Perawatan Keliling (Perling). Program tersebut kembali dilaksanakan dengan mendatangi langsung blok hunian guna memantau kondisi kesehatan secara umum dan memberikan layanan yang diperlukan, Selasa (03/03/2026).


Kehadiran petugas kesehatan di tengah Warga Binaan menjadi bentuk perhatian dan komitmen dalam menjaga kebugaran selama menjalani ibadah puasa. Melalui pendekatan humanis, Perling tidak hanya berfokus pada pemantauan kondisi fisik, tetapi juga memberikan motivasi dan edukasi agar Warga Binaan tetap menjaga pola hidup sehat selama Ramadan.


Petugas kesehatan Lapas Wahai, Fitri Rianti, menyampaikan kegiatan ini rutin dilakukan untuk memastikan seluruh Warga Binaan tetap dalam kondisi baik. “Kami berupaya hadir langsung agar Warga Binaan merasa diperhatikan dan tetap semangat menjalani ibadah puasa. Pelayanan kesehatan merupakan hak yang harus kami penuhi,” ujarnya.


Salah satu Warga Binaan berinisial BR sangat terbantu dengan adanya Perling. Ia sempat mengalami gangguan kesehatan berupa diare di tengah pelaksanaan puasa, namun segera mendapatkan perhatian dari petugas. 


“Saat kondisi saya kurang sehat, petugas langsung datang dan memberikan pelayanan. Saya merasa lebih tenang dan terbantu sehingga kembali fokus menjalankan ibadah,” ungkap BR.


Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dari pembinaan yang berkelanjutan. “Kami ingin memastikan seluruh Warga Binaan menjalani Ramadan dengan sehat dan penuh semangat. Perling menjadi wujud pelayanan yang konsisten dan humanis,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. 


Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar Warga Binaan yang harus dipenuhi secara berkelanjutan. Saya mengapresiasi Lapas Wahai yang konsisten menghadirkan program Perling, terlebih di bulan Ramadan, sehingga Warga Binaan menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman, ujarnya.


Melalui Perling yang dilaksanakan secara rutin, Lapas Wahai berharap seluruh Warga Binaan secara penuh menunaikan ibadah puasa dengan sehat, aman, dan tetap aktif mengikuti program pembinaan yang telah dijadwalkan.(Za)

Selengkapnya

Lapas Geser Ikuti Sosialisasi Pedoman Peran Serta Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Fungsi Pemasyarakatan secara Daring.

Maret 03, 2026

Foto : Lapas Geser Ikuti Sosialisasi Pedoman Peran Serta Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Fungsi Pemasyarakatan secara Daring.

Geser
, Globaltimurnn.com - Bertempat di ruang Kepala Urusan tata Usaha Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser, KaurTU M. Alhamid bersama Kasubsi Kamtib, Surdin Derlen dan staf mengikuti kegiatan sosialisasi pedoman peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan fungsi pemasyarakatan yang di laksanakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melaui zoom meeting, selasa (03/03/2026). 


Kegiatan ini di buka secara langsung oleh Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan (Tekforma) Maulidi Hilal. Dalam sambutannya, Beliau menjelaskan bahwa untuk membentuk atau membangun karakter warga Binaan, peranan petugas pemasyarakatan sangatlah penting karena apa yang dilakukan untuk warga Binaan tentunya menjadi output bagi warga binaan setelah selesai menjalani pidananya di Lembaga Pemasyarakatan.


Oleh karena itu lanjut Maulidi, dalam rangka menuju fungsi pemasyarakatan, kita harus lebih membuka diri, karena kita tidak bisa melaksanakan fungsi pemasyarakatan sendiri. Di dalam keberhasilan atas pelaksanaan fungsi pemasyarakatan tersebut tentunya adanya peranan penting baik dari petugas, warga binaan serta masyarakat.


“Untuk mencapai fungsi pemasyarakatan, kita harus berkolaborasi antar sesama pihak yang terkait, dalam hal ini termasuk Warga Binaan, Kita perlu memberikan pembinaan yang baik dan maksimal guna membentuk pola pikir dan perilaku serta kemampuan-kemampuan lain sesuai keahlian yang di miliki tiap warga binaan, agar sekembalinya ke masyarakat nanti bisa menjadi pribadi yang mandiri,” ujar Maulidi.


Kepala Urusan Tata Usaha M. Alhamid yang turut mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut mengharapkan agar apa yang telah disampaikan oleh Bapak Direktur Tekforma dapat di pahami dan diinternalisasikan oleh petugas Lapas Kelas III Geser melalui kinerja nyata. Dalam penjelasannya, Alhamid juga menegaskan bahwa peran serta masyarakat dalam pelaksanaan fungsi pemasyarakatan memang dinilai sangatlah penting.


“Masyarakat berpotensi untuk memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan, pembinaan dan pembimbingan, seperti keluarga/kerabat Warga Binaan, Komunitas Mantan Warga Binaan, masyarakat secara umum serta pihak lain yang di anggap kompeten dalam mendukung mendukung proses reintegrasi sosial yang berkelanjutan,” jelas Alhamid.  (Za)

Selengkapnya

Pastikan Kamtib Selama Ramadan, Lapas Geser Gelar Penggeledahan Insidentil Kamar Hunian Warga Binaan

Maret 03, 2026

Foto :  Pastikan Kamtib Selama Ramadan, Lapas Geser Gelar Penggeledahan Insidentil Kamar Hunian Warga Binaan

Geser
, Globaltimurnn.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser terus menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan suasana ibadah yang aman, tenang, dan khusyuk selama bulan suci Ramadan 1447 H. Sebagai langkah preventif, jajaran petugas Lapas Geser yang dipimpin langsung Kasubsi Kamtib, Surdin Derlen menggelar penggeledahan insidentil ke blok dan kamar hunian warga binaan, selasa (03/03/2026).


Derlen mengatakan, langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada barang-barang terlarang seperti alat komunikasi (HP), senjata tajam, maupun narkoba yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban (Kamtib) di dalam Lapas. Penggeledahan ini tentu kami laksanakan dengan humanis, penuh tanggung jawab dan tetap tegas sesuai standar operasional prosedur (SOP).


“Dalam penyisiran ini, tim menyisir setiap sudut kamar hunian untuk memastikan tidak adanya barang terlarang guna mencipatakan suasana kondusif. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen Pemasyarakatan yakni "Zero Halinar" (Handphone, Pungli, dan Narkoba) yang terus diperketat, terutama saat bulan suci Ramadan,” ujar Derlen.


Lebih lanjut Derlen mengungkapkan, berdasarkan hasil penyisiran yang telah dilakukan, tidak ditemukan barang terlarang seperti narkoba, handphone, maupun senjata tajam, namun masih ditemukan beberapa barang yang tidak diizinkan, seperti korek api gas, silet dan cermin yang langsung diamankan petugas.


Sementara itu, di tempat yang berbeda, Kepala Lapas Geser, Mulyo Utomo menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk deteksi dini untuk meminimalisir potensi gangguan kamtib. Penguatan keamanan di momen Ramadan tentu akan berdampak positif pada fokus ibadah warga binaan. 


“Ini adalah bentuk komitmen pelayanan dan pengamanan yang humanis namun tetap tegas "Ramadan adalah bulan suci. Kami ingin memastikan warga binaan dapat menjalankan ibadah puasa, salat tarawih dan tadarus dengan khusyuk diaman lingkungan kamar yang bersih dari barang terlarang adalah kunci kamtib dan kenyamanan bersama," ujarnya.


Lebih lanjut diharapkan, melalui penggeledahan rutin ini, kondusivitas di lingkungan Lapas Geser tetap terjaga, memberikan rasa aman, serta mendukung program pembinaan kepribadian bagi warga binaan secara optimal selama menjalani ibadah di 2bulan suci ramadhan. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT