globaltimurnn.com


Rabu, 25 Maret 2026

Aksi Pengrusakan Kemarin Di Sawau, Diduga Ada Keterlibatan Ketua Klasis Kairatu, Simon Matital Minta Sinode Turun Tangan

Maret 25, 2026

Foto : Aksi Pengrusakan Kemarin Di Sawau, Diduga Ada Keterlibatan Ketua Klasis Kairatu, Simon Matital Turun Tangan

Nuruwe
, Globaltimurnn.com - Pasca pengrusakan pohon kelapa, jambu mente, pisang milik Wa Nuru di lokasi lahan Sawau, antara Desa Nuruwe dan Waisamu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Raja Nuruwe Simon Matital merasa resah dan sedikit kecewa. 


Simon Matital selaku kepala Desa Nuruwe kepada sejumlah Media lewat pesan whatsapp-nya mengungkapkan perasaan isi hatinya dengan kejadian yang baru terjadi kemarin pagi hingga hari ini, di lokasi Sawau, antara Desa Nuruwe dan Waisamu pada lahan kelapa dan jambu mente milik Wa Nuru warga masyarakat Nuruwe. 


Matital sesalkan keterlibatan Ketua Klasis Kairatu pada kegiatan majelis Jemaat GPM Waisamu yang secara tidak secara lansung berujung pada pengrusakan tanaman dan bagian rumah warga Nuruwe, yang sudah 60 tahun hidup di lokasi tersebut.


Peristiwa tersebut berujung pengancaman pembunuhan pada Wa Nuru yang di lakukan oleh salah satu warga masyarakat Desa Waisamu Alexander Riripoy dengan menggunakan alat tajam parang. 


Keterlibatan Ketua Klasis dalam kegiatan itu menurut Simon Matital bukanlah sebuah sikap seorang pimpinan umat pada masyarakat yang mana Nuruwe juga bagian dari umat GPM dari Klasis Kairatu. 


Kata Simon Matital" Seharusnya sebagai pimpinan umat sebagai ketua Klasis mestinya sebagai penengah karena bukan masalah agama, yang sulit terselesaikan, namun hanya masalah program Jemaat dengan Wa Nuru yang berdomisili di lahan tersebut sebagai warga Nuruwe yang memiliki hak tanaman pohon kelapa, jambu mente yang sudah di olah oleh orang tua kandungnya sejak diatas 60 tahun lalu. 


Sangat disesalkan kata Simon, kenapa Ketua Klasis harus ikut ambil peran bahkan informasi yang diterima Ketua Klasis yang memimpin kegiatan tersebut, ini mencerminkan sikap yang kurang etis sebagai seorang pemimpin, kami sangat sesalkan sikap tersebut. Pungkasnya 


Hingga berita ini diturunkan, Ketua Klasis Kairatu belum bisa dihubungi, Matital secara tegas meminta Sinode GPM Maluku ambil sikap turun lansung melihat hal tersebut, agar ada solusi penyelesaian yang baik, sehingga tidak berdampak buruk lebih besar memicu perpecahan. Pungkasnya (***)

Selengkapnya

Selasa, 24 Maret 2026

Jangan Jadikan MIP Di Maluku Proyek Mangkrak Berikutnya, Johny Rondonuwu : Belajar Dari Kertajati

Maret 24, 2026

Foto :  Jangan Jadikan MIP Di Maluku Proyek Mangkrak Berikutnya, Johny Rondonuwu : Belajar Dari Kertajati

Jakarta
, Globaltimurnn.com - Saya telah menghabiskan lebih dari dua dekade hidup saya di dermaga, di terminal peti kemas, di ruang-ruang rapat bersama shipping line global, dan di lokasi-lokasi pembangunan pelabuhan besar di Indonesia. 


Saya yang memimpin pengembangan terminal peti kemas terbesar di Indonesia, Saya yang membawa standar operasional pelabuhan Indonesia ke level internasional. Ungkap Kapten Johny Rondonuwu kepada Media ini lewat pesan whatsapp-nya pagi tadi


Dikatakan-nya" Saya tahu persis apa yang membuat sebuah pelabuhan itu hidup, dan apa yang membuatnya mati sia-sia.


Dan dengan segala otoritas yang saya miliki sebagai praktisi pelabuhan Indonesia yang telah membuktikan diri, saya ingin menyampaikan satu hal kepada masyarakat Maluku dengan kata-kata yang tidak perlu ditafsir dua kali BERHENTILAH MEMBELA NARASI BODOH YANG INGIN MEMAKSAKAN PELABUHAN INTEGRATED DI PULAU SERAM!


Saya tidak main-main, Saya tidak sedang berteori, Saya bicara dengan data yang saya kuasai, dengan pengalaman yang saya jalani, dan dengan fakta-fakta di lapangan yang tidak bisa dibantah. Tuturnya


Rondonuwu juga menambahkan" Karena jika kalian terus membiarkan narasi ini berkembang, kalian sedang menggali kubur untuk ekonomi Maluku sendiri. 


Dan ketika kubur itu sudah jadi, yang menangis bukan para pengkrikit kebijakan gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, mereka akan cari proyek lain untuk digerogoti, Yang menangis adalah petani dan nelayan di seluruh Maluku, dan anak cucu kalian yang harus membayar utang proyek mangkrak selama tiga puluh tahun.


Dalam setiap proyek infrastruktur pelabuhan, ada satu tahapan yang tidak pernah, dilewati tanpa kehati-hatian tingkat dewa yaitu STUDI KELAYAKAN. Sebutnya


Rondonuwu juga mengatakan" Studi kelayakan bukan dokumen formalitas yang disusun untuk memenuhi persyaratan administratif, Studi kelayakan adalah kitab suci dalam pembangunan infrastruktur. 


Di dalamnya terkandung perhitungan arus peti kemas 20 - 30 tahun ke depan, proyeksi volume kargo dengan skenario optimis dan pesimis, analisis pasar yang menjadi target ekspor, kelayakan finansial dengan berbagai skenario suku bunga, hingga analisis risiko paling buruk, termasuk skenario di mana proyek itu gagal total.


Menurutnya" Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa telah melakukan sesuatu yang jarang dilakukan pemimpin daerah di negeri ini, dimana beliau memerintahkan studi kelayakan ulang untuk proyek Maluku Integrated Port (MIP) di Waisarisa, Pulau Seram, Dan hasilnya? Dari lembaga yang benar-benar berpengalaman di bidang port dan shipping, hasilnya terang-benderang TIDAK LAYAK.


Sekarang saya mendengar ada pihak-pihak yang menyerang Gubernur katanya memindahkan proyek tersebut dari pulau Seram ke pulau Ambon. Mereka membangun opini bahwa ini keputusan politis, bukan teknis. Jelas Rondonuwu


Saya mau tanya dengan nada yang tidak perlu basa-basi SIAPA ANDA YANG LEBIH PAHAM DARI LEMBAGA STUDI KELAYAKAN INDEPENDEN YANG BERBICARA ATAS NAMA ILMU DAN DATA?


Kalian pikir mereka tidak memperhitungkan potensi bumi dan hasil laut Seram? Kalian pikir mereka buta dengan potensi sumber daya alam di sana? Mereka sudah menghitung semua itu. Mereka sudah memproyeksikan skenario terbaik sekalipun. Dan kesimpulan mereka tetap TIDAK LAYAK! Ucapnya


Di negara maju, ketika studi kelayakan mengatakan tidak layak, proyek dihentikan, Tidak ada perdebatan, Tidak ada serangan politik, Tidak ada kelompok masyarakat yang dibodohi dengan narasi sentimental, Itu sudah menjadi etika profesional yang tidak bisa ditawar. Terangnya


Tapi di negara kita tercinta Indonesia, justru yang berani menghentikan proyek yang tidak layak yang diserang habis-habisan, Sementara yang memaksakan proyek yang berpotensi mangkrak seperti yang kita lihat di Kertajati dipuji sebagai konsisten dan tegas. Ini bukan sekadar dunia terbalik. Ini adalah cara pembangunan yang sedang membunuh masa depan anak cucu kita. Ucapnya


Kata Rondonuwu" Ini faktanya, dan catat baik-baik BANDARA PATTIMURA, SATU-SATUNYA AIRPORT KOMERSIAL YANG LAYAK YANG BEROPERASI DI PROVINSI MALUKU, BERADA DI PULAU AMBON, BUKAN DI PULAU SERAM. 


Saat ini belum ada bandara di Seram yang layak dikatakan sebagai bandara komersial. Tidak ada. Nol. Jadi fakta ini tidak akan berubah dalam 10, 20, bahkan 30 tahun ke depan. Jelasnya


Sekarang, mari kita baca judul proyeknya dengan saksama MALUKU INTEGRATED PORT, Kata INTEGRATED itu bukan hiasan, Maknanya adalah pelabuhan ini dirancang untuk terintegrasi dengan moda transportasi lain terutama udara untuk menciptakan efisiensi logistik yang maksimal.


Dalam konsep integrated port, barang yang datang dari kapal bisa langsung masuk ke pesawat tanpa jeda, tanpa bongkar-muat ganda, tanpa biaya tambahan, tanpa risiko kerusakan akibat perpindahan moda yang tidak efisien.


Sekarang, coba jawab dengan jujur, Jika MIP dibangun di Waisarisa, Pulau Seram, sementara satu-satunya bandara yang layak tetap berada di Pulau Ambon, lalu bagaimana anda mengintegrasikan pelabuhan dengan bandara? Jawabannya sederhana, jujur, dan tidak bisa dipelintir TIDAK BISA. Karena antara Seram dan Ambon dipisahkan oleh lautan. 


Jadi, setiap komoditas yang membutuhkan akses udara dan ini mencakup hampir semua komoditas bernilai tinggi seperti ikan segar, produk hasil laut serta produk pertanian perishable lainnya harus melakukan perjalanan logistik yang panjang dan mahal, 

Seperti ini ini alur perjalanan barang: Kebun atau perairan di Seram > Truk atau kapal kecil ke Pelabuhan Waisarisa → Bongkar di MIP Seram → Muat ke kapal lagi → Menyeberangi lautan Seram-Ambon → Bongkar lagi di Pelabuhan Ambon → Muat ke truk → Masuk Bandara Pattimura. 


Dalam bahasa logistik maritim disebut DOUBLE HANDLING, Dan dalam ilmu yang saya tekuni, double handling bukan sekadar inefisiensi, Double handling adalah PEMBUNUH EFISIENSI, PEMBUNUH DAYA SAING, DAN PEMBUNUH MARGIN PETANI DAN NELAYAN.


Rondonuwu mengatakan" tidak ada integrated port yang berdiri di atas fondasi double handling, Itu adalah kontradiksi istilah. Itu adalah omong kosong.


Bayangkan seorang nelayan di Seram Timur menangkap ikan tuna segar, Ikan ini bernilai tinggi di pasar ekspor Jepang, Singapura, Amerika Serikat, Tapi ikan segar tidak bisa menunggu. Setiap jam keterlambatan mengurangi kualitas, Setiap kali dibongkar-muat, ada risiko kerusakan. Setiap kali berpindah moda, ada biaya.


Perhatikan rute yang harus dilalui ikan dan hasil laut serta produk perhisable jika MIP dipaksakan di Seram, Dari kapal nelayan / petani ke Tempat Pelelangan di Seram Biaya transportasi laut kecil, masih wajar.  


Dari TPI Seram Timur atau Tengah ke Pelabuhan MIP Waisarisa Jarak bisa mencapai 300 kilometer, Biaya truk pendingin Rp 5 juta per ton, 

Bongkar di MIP Waisarisa Biaya bongkar dengan alat berat, tenaga kerja, dan administrasi Rp 500 ribu - 1 juta per ton, Ikan disimpan di cold storage MIP Waisarisa (pun jika ada, dan itupun belum tentu beroperasi optimal karena volume belum tentu cukup) Biaya penyimpanan Rp 200-500 ribu per hari per ton, Jika menunggu jadwal kapal menyeberang, bisa 1-2 hari hingga muatan memadai.


Muat ke kapal untuk menyeberang ke Ambon Biaya muat Rp 500 ribu per ton, Kapal menyeberang dari Seram ke Ambon Biaya angkut laut Rp 500 ribu per ton, Bongkar di Pelabuhan Ambon Biaya bongkar Rp 500 ribu per ton, Muat ke truk pendingin menuju Bandara Pattimura, Biaya truk Rp 1 juta per truk, Masuk bandara, ekspor via udara, Biaya handling bandara Rp 1 juta per ton.


TOTAL BIAYA TAMBAHAN SEBELUM IKAN SAMPAI KE BANDARA Rp 10.000.000 PER TON, 

Itu belum termasuk biaya produksi (bensin, es, tenaga kerja nelayan) dan biaya ekspor via udara, Itu hanya biaya LOGISTIK ANTAR PULAU karena MIP dan bandara terpisah oleh lautan.


Sekarang bandingkan dengan skenario jika MIP dibangun di Ambon satu-satunya tempat di Maluku yang memiliki bandara dengan sistem feeder yang efisien di Seram.

1. Ikan dari kapal nelayan di Seram Timur langsung dibawa ke dermaga feeder di Seram (dibangun di lokasi yang dekat dengan sentra produksi, bukan dipaksakan di satu titik yang jauh) Biaya transportasi laut kecil, masih wajar.

2. Kapal feeder cepat langsung menuju Pelabuhan MIP Ambon → Biaya feeder (sudah termasuk bongkar muat di dermaga feeder dan bongkar di MIP Ambon) 1 juta per ton.

3. Di MIP Ambon, cold storage terintegrasi langsung dengan Bandara Pattimura. Ikan masuk dari kapal feeder, langsung masuk ke cold storage terintegrasi, lalu langsung siap ekspor, Tidak ada bongkar-muat ganda, Tidak ada biaya tambahan antar pulau, Tidak ada risiko kerusakan akibat perpindahan berlebihan.


TOTAL BIAYA TAMBAHAN: Rp 3.500.000 JUTA PER TON.  SELISIHNYA Rp 10.000.000 – 3.500000 = 6.500.000 PER TON.


Sekarang, mari kita kalikan dengan volume ekspor Maluku, Dalam satu tahun, jika Maluku mengekspor 20.000 ton ikan segar bernilai tinggi, maka KERUGIAN YANG DITIMBULKAN OLEH KEPUTUSAN MEMAKSAKAN MIP DI SERAM BISA MENCAPAI Rp 130 MILYAR RUPIAH PER TAHUN.


Dan kerugian ini akan ditanggung oleh siapa? Hayo, siapa?

PETANI, NELAYAN, EKSPORTIR KECIL MENENGAH, DAN AKHIRNYA RAKYAT MALUKU SENDIRI YANG HARUS MEMBAYAR MAHAL KEBUTUHAN POKOK KARENA BIAYA LOGISTIK YANG MELAMBUNG.


Sementara yang untung siapa? Mungkin oknum-oknum tertentu yang mendapat proyek pembangunan pelabuhan megah yang kemudian mangkrak, Mungkin segelintir orang yang mengambil keuntungan dari inflasi biaya konstruksi, Tapi rakyat? Rakyat hanya mendapat utang dan kekecewaan.


Saya pernah bekerja dengan perusahaan shipping line global seperti Maersk, MSC, CMA CGM, dan PIL, Saya tahu persis cara berpikir mereka, Dan saya katakan dengan tegas MEREKA TIDAK PEDULI DENGAN ROMANTISME ATAU TEKANAN POLITIK, Yang mereka pedulikan hanya satu EFISIENSI BIAYA PER PETI KEMAS.  Mereka memiliki kriteria yang sangat ketat untuk menentukan port of call pelabuhan mana yang akan mereka singgahi secara regular.


Kapal besar tidak mau buang waktu, Mereka menghitung setiap jam keterlambatan sebagai kerugian, Jika kapal harus berlayar ke Seram terlebih dahulu, lalu ke Ambon, atau sebaliknya, turnaround time akan membengkak, Biaya bahan bakar bertambah, Biaya sewa kapal bertambah, Akibatnya MEREKA AKAN LEWATI SERAM, Mereka akan tetap berlabuh di Ambon seperti selama ini, karena di Ambon ekosistem logistik sudah matang, 

Shipping line global akan memilih pelabuhan yang terhubung langsung dengan bandara, jalan tol, atau kereta api, Mengapa? Karena konektivitas multimodal mengurangi biaya logistik secara signifikan, MIP di Seram GAGAL TOTAL dalam aspek ini karena satu-satunya bandara ada di Ambon, terpisah lautan tanpa jembatan.


Pasalnya" Saya bisa berani jamin, berdasarkan pengalaman saya JIKA MIP DIPAKSAKAN DI SERAM, TIDAK AKAN ADA SATU PUN SHIPPING LINE GLOBAL YANG MENJADIKANNYA PORT OF CALL.


MIP di Seram akan menjadi PELABUHAN HIASAN, Dermaga panjang, fasilitas modern, gantry crane menjulang, tapi hanya disambangi oleh kapal-kapal kayu dan tongkang kecil, Kapal-kapal kontainer besar akan tetap lewat dan berlabuh di Ambon.


Dan pertanyaan yang harus diajukan kepada para penyerang kebijakan ini UNTUK APA MEMBANGUN PELABUHAN MEGAH DENGAN DANA TRILIUNAN RUPIAH JIKA TIDAK ADA KAPAL BESAR YANG MAU DATANG? Apakah kalian ingin Maluku memiliki monumen kesombongan seperti Kertajati? Atau kalian ingin memiliki infrastruktur yang benar-benar bekerja untuk rakyat?


Saya sengaja mengangkat Bandara Kertajati bukan karena saya senang mengungkit luka orang lain, tapi karena KERTAJATI ADALAH BUKTI NYATA BAHWA MENGABAIKAN STUDI KELAYAKAN ADALAH BUNUH DIRI EKONOMI, Kertajati dibangun dengan dana triliunan rupiah, Desainnya megah, Arsitekturnya modern, Fasilitasnya kelas dunia, Para pejabat saat itu berfoto-foto di bandara megah itu dengan senyum lebar.


Dan hari ini? MANGKRAK!!. Sepi, Bayangkan MIP di Seram dibangun dengan dana triliunan rupiah yang bisa berasal dari APBN, APBD, atau pinjaman daerah, Kapal-kapal besar tidak datang karena volume tidak mencukupi dan double handling membuat biaya logistik tidak kompetitif, Eksportir tetap memilih Ambon karena ekosistem logistiknya sudah matang dan terintegrasi dengan bandara.


Pelabuhan itu berdiri megah di Waisarisa, Dermaga panjang membentang, Lampu-lampu menyala di malam hari, Tapi hanya disambangi oleh kapal-kapal kecil, Sementara utang pembangunannya membebani APBD Maluku selama 30 tahun uang yang seharusnya bisa digunakan untuk membangun sekolah, rumah sakit, dan jalan, habis untuk mencicil proyek mangkrak. 


Dijelaakan-nya" Itu bukan pembangunan, Itu adalah KEHANCURAN EKONOMI YANG DIRENCANAKAN DENGAN SADAR.


Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, dengan berani menghentikan skenario itu sebelum dimulai, telah MENYELAMATKAN MALUKU DARI BENCANA, Dan justru dia yang diserang? Justru dia yang dituduh memindahkan proyek dan mengabaikan Seram?


Sungguh, ini bukan sekadar ironi. Ini adalah KEBODOHAN KOLEKTIF YANG SEDANG DIPUPUK OLEH MEREKA YANG TIDAK PEDULI PADA MASA DEPAN MALUKU.


Sekarang saya akan membalik logika serangan, Mari kita bedah siapa yang sebenarnya merugikan Maluku, Saya akan buatkan tabel perbandingan yang jujur, tidak memihak, berdasarkan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan, SIAPA YANG SEBENARNYA MEMBELA KEPENTINGAN RAKYAT MALUKU?

Jawabannya terang-benderang, tidak perlu ditafsir-tafsir, Gubernur Hendrik Lewerissa memilih EFISIENSI, INTEGRASI, DAN KESELAMATAN KEUANGAN DAERAH, Para penyerang entah disadari atau tidak sedang membela PEMBOROSAN, INEFISIENSI, DAN RISIKO PROYEK MANGKRAK.


Jika anda benar-benar peduli pada Maluku, dukunglah keputusan berbasis data. Jangan karena buta geografi (tidak tahu bahwa airport hanya di Ambon), buta logistik (tidak paham konsep double handling), dan buta tata kelola keuangan daerah (tidak peduli risiko proyek mangkrak), anda justru menjerumuskan Maluku ke dalam lubang yang sama dengan Kertajati, Kertajati adalah nisan dan saksi hidup bagi mereka yang mengabaikan studi kelayakan, Jangan jadikan Maluku kuburan baru.


Saya telah menghabiskan puluhan tahun hidup saya untuk membangun pelabuhan-pelabuhan Indonesia, Saya telah melihat sendiri bagaimana sebuah pelabuhan bisa mengubah wajah ekonomi suatu daerah dan bagaimana pelabuhan yang salah bisa menghancurkannya.


Rondonuwu diakhir penyampaian-nya mengatakan" Saya tidak ingin melihat Maluku menjadi korban berikutnya dari pembangunan yang ceroboh, Saya tidak ingin melihat hasil bumi Maluku yang luar biasa melimpah, yang seharusnya menjadi kebanggaan dan sumber kesejahteraan tenggelam dalam biaya logistik yang membengkak hanya karena proyek dipaksakan di lokasi yang salah, 

Maluku Integrated Port HARUS dibangun, Tapi dibangun di tempat yang benar yaitu PULAU AMBON. Tutupnya  (V374) 


Selengkapnya

Deputi Kemenko Kumham Imipas Perkuat UPT Pemasyarakatan Maluku, Dorong Inovasi dan Solusi Overkapasitas serta Implementasi KUHP Baru

Maret 24, 2026

Foto : Deputi Kemenko Kumham Imipas Perkuat UPT Pemasyarakatan Maluku, Dorong Inovasi dan Solusi Overkapasitas serta Implementasi KUHP Baru

Ambon
, Globalrimurnn.com - Kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Keimigrasian dan Pemasyarakatan Kemenko Kumham Imipas, Dr. I Nyoman Gede Surya Mataram, ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Maluku menjadi sorotan dalam upaya pembenahan sistem pemasyarakatan nasional. Didampingi Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat reformasi di sektor hukum dan pemasyarakatan. Selasa (24/03/2026)


Dalam agenda tersebut, Deputi menekankan pentingnya penguatan kinerja UPT Pemasyarakatan sebagai garda terdepan dalam pembinaan warga binaan. Ia mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh Lapas dan Rutan di Maluku, yang dinilai mampu menjawab tantangan keterbatasan dengan kreativitas dan dedikasi tinggi.


“Pembinaan harus terus dilaksanakan secara optimal dan berdampak nyata. Program yang dijalankan tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga harus mampu membuka peluang kerja bagi narapidana setelah bebas,” tegasnya.


Ia juga mengaitkan program pembinaan yang berjalan dengan Program Asta Cita Presiden, yang sejak awal menekankan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas nasional. Menurutnya, pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mewujudkan tujuan tersebut.


Namun demikian, Deputi tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan klasik yang masih membayangi lembaga pemasyarakatan, seperti overstaying dan overkapasitas. Ia mendorong adanya langkah konkret dan kolaboratif untuk mengatasi permasalahan tersebut, termasuk optimalisasi kebijakan serta inovasi di tingkat pelaksana.


Terkait implementasi KUHP baru, ia mengungkapkan bahwa sistem pemidanaan ke depan akan lebih progresif dengan penerapan pidana sosial sebagai alternatif sanksi. Meski demikian, ia mengakui bahwa kesiapan sumber daya manusia dan sarana prasarana masih menjadi tantangan utama yang perlu segera diatasi.


Sementara itu, Ricky Dwi Biantoro menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat, khususnya terkait sosialisasi KUHP yang telah dilaksanakan di Maluku pada tahun sebelumnya. Ia berharap sinergi yang terbangun dapat terus diperkuat untuk mendukung implementasi kebijakan secara optimal di daerah.


Dalam kunjungan tersebut, Deputi bersama rombongan juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan. Mereka meninjau berbagai fasilitas pembinaan, mulai dari dapur, wisma, bengkel kerja, hingga salon yang menjadi bagian dari upaya pemberdayaan dan peningkatan keterampilan warga binaan.


Kunjungan ini menjadi cerminan keseriusan pemerintah dalam mendorong transformasi sistem pemasyarakatan menuju arah yang lebih humanis, produktif, dan berorientasi pada reintegrasi sosial. Reformasi yang berkelanjutan diharapkan mampu menjawab tantangan lama sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masa depan pemasyarakatan di Indonesia. (Za) 

Selengkapnya

Swiss-Belhotel Ambon Hadirkan Pameran Pernikahan 2026 Perjalanan Magis Bunga untuk Calon Pengantin

Maret 24, 2026

Foto : Swiss-Belhotel Ambon Hadirkan Pameran Pernikahan 2026 Perjalanan Magis Bunga untuk Calon Pengantin

Ambon
, Globalrimurnn.com – Bayangkanlah berjalan melalui taman impian di mana setiap kelopak bunga menceritakan cerita cinta yang indah. Itulah yang akan diwujudkan Swiss-Belhotel Ambon melalui Pameran Pernikahan 2026 dengan tema "Petal Dreamscapes: Love in Full Bloom". Acara memukau ini akan digelar dari 8 hingga 11 April 2026 di Ballroom Banda Naira yang elegan, mengubah hotel menjadi surga romantis penuh keindahan bunga.

 

Pameran istimewa ini dirancang sebagai destinasi utama bagi para calon pengantin, menawarkan pengalaman terpadu untuk menemukan inspirasi tanpa batas untuk pernikahan impian mereka. Dibalut dengan konsep romantis yang kaya akan pesona abadi bunga, pameran ini menghadirkan sejumlah vendor pernikahan ternama di Kota Ambon dalam satu lokasi yang sama.

 

Pengunjung dapat menjelajahi setiap elemen penting hari bahagia mereka mulai dari dekorasi bunga yang memukau, busana pengantin yang mewah, jasa rias wajah profesional, layanan fotografi yang memukau, hingga solusi perencanaan pernikahan yang handal. Tak perlu lagi berpindah-pindah tempat – segala sesuatunya yang dibutuhkan untuk merancang perayaan sempurna ada di sini.

 

Acara selama empat hari ini juga diisi dengan berbagai aktivitas menarik yang menambah kegembiraan. SBAM Makeup Challenge akan menampilkan kreativitas luar biasa para makeup artist lokal, yang akan memperagakan gaya rias pengantin inovatif terinspirasi dari warna-warni alam. Sementara itu, SBAM Wedding Bouquet Competition akan memamerkan rangkaian bunga yang menakjubkan, menyatu antara sentuhan seni dan keanggunan sajian indah bagi mata saat pengunjung menjelajahi booth-booth vendor yang berpartisipasi.

 

Bapak Yudhi Meidiyanto, Cluster General Manager Swiss-Belhotel Ambon & Zest Ambon, menekankan komitmen hotel terhadap komunitas, Pameran pernikahan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap perkembangan industri pernikahan di Ambon sekaligus memberikan platform inspiratif bagi calon pengantin merencanakan hari spesial mereka. Kami berharap acara ini dapat menjadi sumber ide bagi calon pengantin sekaligus ruang bagi para profesional industri untuk bekerja sama dan berkembang."

 

Dengan menggabungkan keanggunan floral, kreativitas tanpa batas, dan kemitraan dengan vendor terbaik di kota, "Petal Dreamscapes: Love in Full Bloom" diharapkan menjadi salah satu acara pernikahan paling tak terlupakan di Ambon tahun 2026. (Tim)

Selengkapnya

Wa Nuru Ancam Laporkan Alexander Riripoy Ke Polres SBB, Akibat Lakukan Pengancaman Pembunuhan Pada Wa Nuru Bersama Anak Cucunya

Maret 24, 2026

Foto : Wa Nuru Ancam Laporkan Alexander Riripoy Ke Polres SBB, Akibat Lakukan Pengancaman Pembunuhan Pada Wa Nuru Bersama Anak Cucunya

Nuruwe
, Globaltimurnn.com - Pasca pengrusakan tanaman pohon kelapa, pisang, jambu mente puluhan pohon yang dirusakan oleh oknum masyarakat Desa Waisamu yang diduga dipimpin Kades Waisamu Marthen Riripoy, satu ancaman kini datang kepada pemilik tanaman pohon Wa Nuru. 


Insiden pengancaman pembunuhan dengan menggunakan alat tajam parang tersebut terjadi pagi tadi sekitar kurang lebih pukul 10 : 30 Wit, bertempat pada lahan lokasi Sawau, hujung Desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten SBB. Rabu 25/03/2026


Berdasarkan informasi yang diterima Media ini, pengancaman tersebut dilakukan oleh oknum masyarakat Desa Waisamu Alexander Riripoy. 


Menurut sumber terpercaya, Insiden tersebut terjadi di saksikan juga Kades Waisamu Marthen Riripoy, bukan melerai sebagai seorang pimpinan, namun malah membiarkan perbuatan itu terjadi. 


Sempat dikutip bahasa yang dikeluarkan oleh pelaku pengancaman pembunuhan Alexander Riripoy dengan suara lantang" Beta bunuh ose" (Saya bunuh kamu). 


Bukan saja ancaman terhadap Wa Nur saja, namun sebelumnya ancaman tersebut sudah dilayangkan ke anak cucu dari Wa Nuru yang sedang berada di rumah kediaman mereka, bahkan rumah mereka nyaris hendak mau dibongkar. 


Polisi Polres SBB diminta sikapi tegas perbuatan tersebut, karena ini merupakan pidana murni sebuah pengancaman pembunuhan yang sudah di awali dengan pengrusakan. 


Ketua Sinode GPM Maluku diminta sikapi problem yang sedang terjadi di Desa Nuruwe melibatkan Ketua Klasis GPM Kairatu dan Ketua Majelis Jemaat GPM Waisamu, hingga insiden ini terjadi pengrusakan dan pengancaman pembunuhan. 


Wa Nuru yang ditemui dirumah kediaman Raja Nuruwe, mengancam akan melaporkan Alexander Riripoy ke pihak penegak hukum Polres SBB atas tindakan pengancaman pembunuhan yang dilakukan-nya, agar bertanggungjawab secara hukum yang berlaku di Negara ini.  (Yan) 


Selengkapnya

Diduga Kuat Kades Waisamu Profokasi Klasis, Jemaat GPM Waisamu Dan Pendeta Guna Salahkan Media

Maret 24, 2026

Foto : Diduga Kuat Kades Waisamu Profokasi Klasis, Jemaat GPM Waisamu Dan Pendeta Guna Salahkan Media

SBB
, Globaltimurnn.com - Kapolres Seram Bagian Barat diminta tegas sikapi persoalan lahan Sawau dusun kelapa, jambu mente, pisang dan tanaman lain di hujung Desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, milik Wa Nuru selama kurang lebih diatas 60 tahun yang dirasakan secara brutal oleh sekelompok oknum warga Waisamu dibawah pimpinan Kades Waisamu pagi hingga siang kemarin. Selasa 24/03/2026


Hal tersebut kini memicu konflik antar kampung karena ketidakpuasan warga Nuruwe atas perbuatan kepala Desa Waisamu yang diduga memimpin masa mengatasnamakan jemaat GPM Waisamu melibatkan tokoh agama.


Tidak berhenti disitu, diduga kuat Kades Waisamu memprovokasi Klasis Kairatu dan majelis Jemaat GPM serta warga masyarakat Waisamu serta juga pendeta sebagai ketua Majelis Jemaat kepada pemberitaan beberapa Media kemarin atas perilaku bobrok yang tidak manusiawi menebang, merusak barang milik Wa Nuru salah satu warga masyarakat Desa Nuruwe. 


Viralnya perilaku Kades Waisamu kemarin di sejumlah Media online baik lokal maupun Nasional, muncul sebuah isu profokasi, ada penekanan emosional dari pihak gereja ke pihak Media pada pemberitaan yang menurut informasi bahwa pemberitaan media tersebut tidak sesuai fakta dan keliru bahkan salah. 


Dari informasi yang diterima Media ini pagi tadi, pihak media diminta datang ke Gereja Waisamu guna mempertanggungjawabkan pemberitaan yang dinilai keliru dan salah, tanpa disadari permintaan tersebut adalah sebuah kekeliruan yang melanggar UU Pers No. 40 tahun 1999 tentang Pers. 


Mestinya jika yang merasa dirugikan melayangkan hak jawab sesuai mekanisme Uu Pers yang berlaku, bukan-nya melayangkan permintaan kehadiran wartawan yang diduga dibawah tekanan dan indikasi kuat ada dugaan ancaman terhadap wartawan. 


Hal tersebut diketahui pada lokasi pengrusakan pohon dan rumah warga Nuruwe sempat didatangi sejumlah oknum masyarakat Waisamu dengan mempertunjukan emosional melayangkan perkataan yang sempat terkutip pembicaraan menyinggung tentang pemberitaan yang salah oleh Media dengan nada kasar dan tegas. 


Sumber informasi terpercaya menyebutkan" Mereka datang lansung marah - marah, sebut pemberitaan media tidak benar, bawa nama Kades dan Pendeta, serta Gereja. 


Hal ini menunjukan ada dugaan ancaman bagi wartawan dalam melaksanakan fungsi kontrol sebagai pilar ke-4 di Negara Indonesia sesuai UU Pers No. 40 tahun 1999, sehingga kebebesan Pers merasa terzolimi oleh oknum - oknum yang tidak bertanggungjawab, sehingga hal tersebut mestinya disikapi serius Polres SBB, bahkan bila perlu Kades Waisamu ditangkap dan di proses sesuai hukum dan UU yang berlaku. (***) 

Selengkapnya

Bupati SBB Asri Arman Resmikan Masjid At-Taqwa di Dusun Batu Lubang, Negeri Luhu - Huamual

Maret 24, 2026

Foto : Bupati SBB Asri Arman Resmikan Masjid At-Taqwa di Dusun Batu Lubang, Negeri Luhu - Huamual

Luhu
, Globaltimurnn.com - Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, Asri Arman, resmikan Masjid At-Taqwa di Dusun Batu Lubang, Negeri Luhu, Kecamatan Huamual, pada Syawal 1447 Hijriah. Selasa (24/3/2026)


Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan masjid bukan sekadar fisik, tetapi simbol kebersamaan, gotong royong, dan keimanan masyarakat.


“Masjid ini lahir dari semangat kebersamaan. Saya melihat langsung keterlibatan ibu-ibu dalam mengumpulkan batu, ini bukti kuatnya solidaritas warga,” ujarnya.


Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan masjid telah dikawal sejak dirinya menjabat anggota DPRD Provinsi Maluku, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan keagamaan.


Bupati berharap masjid ini menjadi pusat ibadah, pendidikan Al-Qur’an, serta pembinaan moral generasi muda.


Sementara itu, Ketua Panitia Peresmian, La Rantodi, menyebutkan pendanaan kegiatan berasal dari swadaya masyarakat dan donatur dengan total Rp.41.016.000.


Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Bupati sebagai donatur utama serta para pihak yang berkontribusi, Adapun Ketua Panitia Pembangunan dijabat Sudin Samali.


Sementara itu, Sekretaris Dusun Hardin Waleulu mewakili Kepala Dusun Idiani Datumboyo menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah.


Raja Negeri Luhu, Abd Gani Kaliky, menilai masjid tersebut sebagai salah satu yang megah di wilayah Huamual bahkan Kabupaten SBB, serta mengajak masyarakat untuk memakmurkannya.


Kegiatan peresmian juga diisi dengan penyerahan bantuan Al-Qur’an dan buku Iqra oleh Ketua TP PKK SBB bersama DPD KNPI Maluku, Turut hadir Ketua TP PKK Yeni Rosbayani Asri, Sekda Alvin Tuasuun, pimpinan OPD, serta perwakilan berbagai lembaga.


Peresmian ini menjadi simbol kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun sarana keagamaan yang bernilai spiritual dan sosial. (Tim/Red) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT