globaltimurnn.com

Senin, 13 Juli 2026

Gunakan Pesud TNI AL, Dankodaeral lX Dampingi Gubernur Maluku Tinjau Pembangunan di Wilayah 3T Maluku

Juli 13, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komandan Kodaeral lX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H.,M.H. mendampingi Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Forkompinda Maluku meninjau pembangunan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di wilayah Provinsi Maluku, kali ini mengunjungi Saumlaki pada Senin (13/7/2026).


Kunjungan tersebut difasilitasi Pesawat Udara TNl AL jenis CN235-220 MPA (P-8301) yang dipiloti Kapten Laut (P) Triyoga dalam misi Operasi Siaga Purla Tameng Papua Periode II dari Bandara Pattimura, Ambon menunuju Bandara Mathilda Batlayeri Saumlaki. 


Penerbangan operasional kali ini membawa jajaran pejabat tinggi daerah dan komando kewilayahan TNI untuk memantau langsung kondisi keamanan maritim sekaligus pembangunan yang berada di wilayah Maluku yang salah satunya berkait Groundbreaking Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam waktu dekat ini.


Pejabat On Board dalam penerbangan tersebut antara lain, Gubernur Maluku, Komandan Kodaeral IX, Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, Danguspurla Koarmada III dan Dansatrol Kodaeral IX dan pejabat terkait lainnya. 


Keberangkatan Pesud P-8301 dilepas para Pejabat Kodaeral IX dan Guspurla Koarmada III serta Tim Merflugh Kodaeral IX antara lain, Koorsmin Kodaeral IX, Danpomal Kodaeral IX, Kakuwil, Kadissyahal Kodaeral lX, Asintel Guspurla Koarmada III, Para Perwira Staf Kodaeral IX dan Guspurla Koarmada III, dan personel merflugh Kodaeral IX.


Kehadiran para pejabat On Board dalam penerbangan tersebut menunjukkan integrasi yang solid. Diharapkan terjalin keselarasan kebijakan antara pembangunan kesejahteraan daerah dan pengamanan wilayah. 


Melalui komitmen ini, diharapkan percepatan pembangunan di pulau-pulau terluar dan wilayah pesisir Maluku dapat berjalan dengan lancar dan menciptakan ruang yang aman bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat benteng kedaulatan NKRI di wilayah Timur Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

Tingkatkan Disiplin dan Sadar Hukum, Personel Kodaeral lX lkuti Penyuluhan Hukum

Juli 13, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Dalam upaya meningkatkan disiplin dan sadar terhadap hukum untuk kualitas sumber daya manusia yang lebih baik, personel Kodaeral lX mengikuti penyuluhan hukum dari Dinas Hukum (Diskum) Kodaeral IX yang dilangsungkan di Gedung Manggala Loka Kodaeral IX, Halong, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku, Senin (13/7/2026).


Penyuluhan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Dinas Hukum (Kadiskum) Kodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Harjanto, S.H., M.H., dengan mengusung tema "Upaya Meningkatkan Keberhasilan Tugas Personel Tidur Dalam (TD) Kodaeral IX Melalui Penyuluhan Hukum".


Dalam pemaparannya, Kadiskum Kodaeral IX menegaskan bahwa pemahaman terhadap aturan dan ketentuan hukum merupakan bekal penting bagi setiap prajurit dalam melaksanakan tugas keprajuritan sehari-hari.


Menurutnya, personel yang memiliki kesadaran hukum yang tinggi akan mampu menghindari berbagai bentuk pelanggaran disiplin maupun tindak pidana yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, satuan, dan institusi TNI AL.


"Penyuluhan hukum ini bukan hanya untuk memberikan pemahaman mengenai aturan yang berlaku, tetapi juga sebagai upaya membangun karakter prajurit yang disiplin, profesional, berintegritas, serta mampu melaksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai koridor hukum," ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, prajurit Tidur Dalam (TD) Kodaeral lX juga mendapat materi Refleksi Diri yang diberikan motivator, Ny. Rizka Prihatsanti, C.STMI., CAC.


Melalui sesi tersebut, para peserta diajak untuk melakukan evaluasi terhadap sikap, pola pikir, serta perilaku dalam kehidupan pribadi maupun kedinasan guna membangun mental yang tangguh, berkarakter positif, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas.


Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mengikuti sesi penyuluhan maupun refleksi diri. 


Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran hukum, memperkuat pembinaan mental, serta membentuk personel TD Kodaeral IX yang semakin disiplin, profesional, dan memiliki integritas tinggi dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pokok TNI AL. (Rdks) 

Selengkapnya

Pemkot Ambon Apresiasi ‘QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026’, Dorong Transformasi Digital dan Potensi Lokal

Juli 13, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku atas terselenggaranya ajang QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026.


Kegiatan yang mengusung tema "Jelajahi Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS" ini dinilai sangat relevan dengan tantangan pembangunan daerah saat ini, khususnya dalam memadukan inovasi teknologi dengan kearifan lokal.


Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Ely Toisutta, menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggerus jati diri dan budaya daerah. Sebaliknya, digitalisasi harus dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana penguat ekonomi berbasis potensi lokal.


"Transformasi digital tidak hanya memberikan kemudahan bertransaksi, tetapi juga menjadi motor penggerak penguatan UMKM, peningkatan daya saing daerah, serta pelestarian kekayaan budaya dan kuliner lokal kita," ujar Ely Toisutta saat membuka kegiatan, Senin (13/7/26) di Negeri Rutong.


Dikatakan Wawali, Pemkot Ambon menyambut positif konsep acara yang secara apik memadukan edukasi transaksi digital dengan promosi pariwisata, budaya, dan kuliner. Sinergi ini dirasa krusial mengingat tren pertumbuhan ekonomi Kota Ambon yang terus menunjukkan kinerja positif dan membutuhkan fondasi inovasi yang berkelanjutan.


Lebih lanjut, Ely menjelaskan bahwa kehadiran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) memiliki peran strategis yang melampaui sekadar alat pembayaran modern. QRIS bertindak sebagai jembatan yang mengintegrasikan ekosistem perekonomian mulai dari masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, sektor perbankan, hingga industri pariwisata.


Dengan adopsi sistem pembayaran modern ini, wisatawan yang berkunjung ke Ambon akan mendapatkan kemudahan akses transaksi tanpa perlu terkendala metode tunai. Di sisi lain, pelaku UMKM diuntungkan dengan kemudahan pelayanan, pencatatan data transaksi yang lebih rapi, serta perluasan jangkauan promosi.


Menurut Wawali, Pemilihan Negeri Rutong sebagai lokasi pembukaan acara juga dinilai sangat tepat. Negeri Rutong tidak hanya dikenal lewat panorama alamnya yang memukau, melainkan juga kekayaan sejarah, budaya, dan potensi ekonomi berbasis sagu yang menjadi identitas kuat masyarakat Maluku.


"Ini adalah potret kolaborasi yang nyata antara sektor keuangan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dunia pariwisata, hingga masyarakat adat," tambah Ely.


Di akhir sambutannya, Wawali mengajak seluruh peserta QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 untuk menjadi duta promosi yang membawa cerita positif mengenai keindahan alam, kehangatan masyarakat, serta kelezatan kuliner Ambon ke ranah yang lebih luas. 


Pemkot Ambon juga mengimbau seluruh elemen—mulai dari OJK, perbankan, akademisi, hingga media—untuk memperkuat sinergi demi mendorong perluasan penggunaan digitalisasi pembayaran di pasar tradisional, pusat kuliner, hingga pelaku usaha mikro guna mewujudkan ekonomi daerah yang tangguh dan adaptif.


Ditempat yang sama, Plh.Kepala Perwakilan BI Maluku, Rahmat Pratama, menjelaskan QRIS Jelajah Indonesia atau QJI merupakan bagian dari event festival keuangan digital yang bertujuan untuk mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran secara inklusif dan berkelanjutan.


"QJI tahun 2026 merupakan gelaran ketiga yang akan diselenggarakan di seluruh provinsi di Indonesia dengan mengusung tema jelajah kuliner Nusantara bayar praktis dengan QRIS," ujarnya.


Rahmat tandaskan, tema kuliner Indonesia diangkat sebagai ekspresi budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal karena memiliki keterkaitan yang kuat dengan aktivitas transaksi masyarakat serta dorongan perluasan digitalisasi pada sektor UMKM dan pariwisata.


Untuk diketahui, rangkaian QJI Maluku 2026 akan dilaksanakan 13 - 17 Juli 2026 dan akan berlangsung di dua lokasi yaitu di Negeri Rutong Kota Ambon dan Kepulauan Banda kabupaten Maluku tengah. Dalam event ini akan berkompetisi 6 (enam) regu yang akan menjalankan misi mengkampanyekan QRIS serta inisiasi digitalisasi sistem pembayaran lainnya. Regu yang keluar sebagai pemenang akan mewakili Maluku di tingkat Regional dan Nasional. (Rdks) 

Selengkapnya

Pemerintah Provinsi Maluku Luncurkan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman untuk Wujudkan Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Toleran

Juli 13, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Pemerintah Provinsi Maluku secara resmi meluncurkan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) pada Senin (13/7/2026) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku. Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung pembentukan karakter peserta didik.


Kegiatan peluncuran dihadiri oleh perwakilan Rektor IAIN Ambon, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku beserta jajaran, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta mitra pembangunan, di antaranya Institut Leimena, Inovasi Maluku, dan Sasakawa Peace Foundation. Turut hadir pula para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dari berbagai wilayah di Provinsi Maluku.


Dalam sambutan tertulis Gubernur Maluku yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, ditegaskan bahwa sekolah harus menjadi rumah kedua yang mampu memberikan rasa aman, menumbuhkan harapan, dan membentuk karakter generasi muda.


“Sekolah harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman, menumbuhkan harapan, dan membentuk karakter anak. Kita ingin budaya sekolah yang aman dan nyaman ini menjadi gerakan bersama, sehingga anak-anak kita merasa diterima, dihargai, dan dilindungi untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” demikian pesan Gubernur.


Peluncuran Program BSAN mengusung tema “Membangun Sekolah Berbudaya Aman, Nyaman, Inklusif, dan Berkelanjutan Melalui Pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam membangun budaya sekolah yang menghargai keberagaman serta memperkuat nilai-nilai persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.


Melalui pendekatan literasi keagamaan lintas budaya, sekolah diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, saling menghormati, dialog, serta semangat hidup berdampingan secara damai sejak dini. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, penguatan persatuan, dan penanaman budaya damai bagi generasi muda.


Pemerintah Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Institut Leimena, Inovasi Maluku, Sasakawa Peace Foundation, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung terselenggaranya Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.


Ke depan, Pemerintah Provinsi Maluku berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan seluruh mitra pembangunan agar Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dapat diterapkan secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan di Provinsi Maluku. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan lahir generasi Maluku yang cerdas, berkarakter, toleran, dan siap menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045. (V374) 

Selengkapnya

Wujud Nyata Komitmen Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika, Polres Kolaka Gagalkan Peredaran 3 Kg Sabu-Sabu

Juli 13, 2026

Kolaka
, globaltimurnn.com – Tim gabungan dari Polres Kolaka dan Polsek Kolaka berhasil mengungkap dugaan tindak pidana narkotika dengan barang bukti sabu seberat lebih dari 3 kilogram. Seorang pria bernama AS diamankan beserta satu unit mobil Honda Brio berwarna hijau.


Kapolres Kolaka, AKBP Yudha Widyatama Nugraha, S.I.K., M.H., CPM, dalam konferensi pers di Balai Wartawan Polda Sultra, Senin (13/7/2026), menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat pada Senin (6/7/2026) sekira pukul 21.30 Wita mengenai mobil yang terparkir di tengah jalan tanpa pengemudi di dekat lampu merah Jalan Pahlawan, Kelurahan Lamokato.


Petugas akhirnya berhasil menemukan sang pengemudi, AS, di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Watuliandu, dan langsung membawanya ke Mako Polsek Kolaka untuk diinterogasi. Saat diperiksa secara intensif, AS menunjukkan gelagat serta gestur tubuh yang sangat mencurigakan seperti layaknya seorang pengguna narkoba, sehingga Kapolsek Kolaka segera berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Kolaka untuk tindakan lebih lanjut.


Dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Kolaka Iptu Jamal P dan Kapolsek Kolaka, tim gabungan kemudian melakukan penggeledahan menyeluruh pada badan tersangka dan kendaraan yang disaksikan langsung oleh pemerintah setempat. Hasilnya, polisi menemukan barang bukti diduga sabu dengan berat bruto mencapai 3.055,16 gram yang disembunyikan secara rapi di dalam bagasi belakang, tepatnya di bawah ban serep mobil.


Kombes Pol. Amri Yudhy Syamsualam Rama Wispha, S.I.K., M.H., didampingi Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol. Iis Kristian, S.I.K yang hadir dalam konferensi pers menyampaikan Dalam proses pengungkapan dan pengembangan kasus ini, _Satresnarkoba Polres Kolaka mendapat dukungan penuh (back-up) dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra untuk melakukan pengembangan jaringannya._


Dalam konferensi pers tersebut, pihak kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Polisi mengingatkan bahwa keterlibatan dalam lingkaran hitam narkotika, baik sebagai pengguna maupun kurir, tidak hanya merusak masa depan dan kesehatan, tetapi juga akan berhadapan dengan hukum pidana yang sangat berat.


Selain itu, keberhasilan tersebut juga menjadi langkah nyata dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Melalui pengungkapan peredaran narkoba, aparat kepolisian tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga memutus mata rantai distribusi dan mengurangi potensi beredarnya narkotika di tengah masyarakat. 


Langkah ini mampu menekan angka penyalahgunaan narkotika sebagai bagian dari komitmen Polda Sultra dalam mendukung program pemberantasan Tindak pidana narkotika serta diharapkan dapat  menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif. (V374) 

Selengkapnya

Gubernur Maluku Beri Sinyal Positif Penetapan Sekkot Ambon, Publik Kini Menanti Pengumuman Resmi

Juli 13, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memberikan sinyal positif terkait proses penetapan Roberd (Robby) Sapulette, ST., MT. sebagai Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon definitif. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Pentahbisan Gedung Pastori I Jemaat GPM Galala–Hative Kecil, Sabtu lalu (11/07/2026).


Dalam sambutannya, Gubernur menyebut Robby Sapulette sebagai Sekretaris Kota Ambon, tanpa lagi menggunakan penyebutan Penjabat (Pj.) Sekkot. Ucapan tersebut langsung menarik perhatian para tamu undangan dan masyarakat yang hadir, karena dinilai sebagai sinyal bahwa proses penetapan Sekkot Ambon telah memasuki tahap akhir.


Pernyataan itu pun memunculkan optimisme bahwa Pemerintah Kota Ambon akan segera memiliki Sekretaris Kota definitif, sehingga roda pemerintahan dapat berjalan semakin efektif dan terarah.


Meski demikian, secara administratif Pemerintah Kota Ambon masih menunggu diterbitkannya Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai dasar pengumuman resmi dan pelantikan.


Dengan selesainya tahapan koordinasi antara Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku, publik kini menantikan penyelesaian proses administrasi di tingkat pusat agar pelantikan dapat segera dilaksanakan.


Kehadiran Sekretaris Kota definitif diharapkan semakin memperkuat sinergi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mempercepat implementasi berbagai program prioritas Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinan Wali Kota Drs. Bodewin Melkias Wattimena, M.Si.


Kini perhatian masyarakat tertuju pada pengumuman resmi dari Pemerintah Kota Ambon yang akan menjadi penanda berakhirnya proses penetapan Sekretaris Kota Ambon definitif sekaligus membuka babak baru dalam penguatan tata kelola pemerintahan di ibu kota Provinsi Maluku.(Za)

Selengkapnya

Lapas Namlea Sukses Panen 65 Kilogram Tomat, Warga Binaan Buktikan Lahan Tidur Jadi Sumber Produktif

Juli 13, 2026


Namlea
, Globaltimurnn.com – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali membuahkan hasil. Melalui pemanfaatan lahan tidur menjadi area pertanian produktif, warga binaan berhasil memanen sekitar 65 kilogram tomat pada Sabtu (11/7).


Panen yang berlangsung di lahan pertanian seluas sekitar 1.200 meter persegi di luar area lapas itu dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, didampingi Kepala Subseksi Pembinaan, Sofian Ahmad.


Marasabessy menjelaskan, hasil panen tersebut merupakan bagian dari panen kuartal III setelah tanaman tomat dibudidayakan selama kurang lebih dua bulan. Menurutnya, capaian itu menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan keterampilan bagi warga binaan.


"Alhamdulillah, hasil panen kali ini sangat menggembirakan. Ini merupakan buah dari kerja keras warga binaan yang mengikuti program pembinaan secara aktif dan penuh tanggung jawab," ujarnya.


Ia menambahkan, selain tomat, Lapas Namlea juga tengah mengembangkan berbagai komoditas hortikultura lainnya, seperti buncis, cabai rawit, dan semangka. Luasnya lahan pertanian yang dimiliki memungkinkan pengelolaan beberapa jenis tanaman secara bersamaan sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan.


"Dengan lahan yang tersedia, kami terus mengembangkan berbagai jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi wilayah. Program ini akan terus kami dorong agar pembinaan kemandirian sekaligus ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan," katanya.


Dalam waktu dekat, Lapas Namlea juga dijadwalkan memanen tanaman buncis yang ditanam bersamaan dengan tomat. Hasil panen tersebut selanjutnya dipasarkan kepada pengepul sayuran serta dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di lingkungan internal lapas.


Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Sofian Ahmad, menjelaskan bahwa warga binaan yang dilibatkan dalam kegiatan pertanian telah melalui proses seleksi yang ketat.


"Mereka yang bekerja di luar lapas merupakan warga binaan yang telah memenuhi syarat asimilasi, telah melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan, serta memiliki keterampilan dan minat di bidang pertanian. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi bekal bagi mereka saat kembali ke masyarakat," jelasnya.


Program pertanian produktif yang dijalankan Lapas Kelas III Namlea menjadi salah satu bentuk pembinaan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus membangun semangat kemandirian menjelang mereka kembali ke tengah masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT