Ambon, Globaltimurnn.com – Komitmen Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon dalam membentuk warga binaan yang mandiri dan produktif terus diwujudkan melalui berbagai program pembinaan keterampilan. Salah satu program yang saat ini mendapat perhatian adalah pelatihan pembuatan pintu kaca berkualitas, yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter dan etos kerja warga binaan. Selasa (23/06/2026).
Di bengkel kerja Rutan Ambon, sejumlah warga binaan tampak tekun mengikuti setiap tahapan proses pembuatan pintu kaca. Mulai dari pengenalan material, teknik pengukuran yang presisi, pemotongan kaca, perakitan rangka, hingga tahap penyelesaian akhir (finishing), seluruh proses dilakukan dengan pendampingan dan pengawasan petugas yang berkompeten.
Program ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat. Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan tersebut juga menanamkan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, ketelitian, kerja sama, tanggung jawab, serta semangat untuk terus belajar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, menegaskan bahwa pembinaan keterampilan merupakan salah satu fokus utama dalam upaya menciptakan warga binaan yang siap beradaptasi dan berkontribusi positif setelah menjalani masa pidana.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang bermanfaat. Pelatihan pembuatan pintu kaca ini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan keterampilan nyata dan memiliki nilai ekonomi. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka memiliki bekal untuk bekerja maupun berwirausaha,” ujar Jefry.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari keterampilan yang diperoleh, tetapi juga dari perubahan sikap dan pola pikir yang terbentuk selama mengikuti proses pembinaan.
Yang kami bangun bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga karakter kerja yang positif. Disiplin, tanggung jawab, dan rasa percaya diri adalah modal penting untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti, tambahnya.
Sementara itu, salah satu warga binaan berinisial A.T. mengaku sangat terbantu dengan adanya program pelatihan tersebut. Ia merasakan banyak manfaat, baik dari sisi pengetahuan maupun pengalaman kerja yang sebelumnya belum pernah dimilikinya.
Awalnya saya tidak tahu sama sekali tentang pembuatan pintu kaca. Tapi melalui pelatihan ini saya belajar mulai dari membaca ukuran, mengolah material, merakit hingga tahap finishing. Memang tidak mudah, tetapi dengan latihan yang terus dilakukan saya menjadi lebih paham dan percaya diri, ungkapnya.
A.T. berharap keterampilan yang diperolehnya dapat menjadi jalan untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Ilmu yang saya dapatkan di sini sangat berharga. Saya berharap nantinya bisa memanfaatkan keterampilan ini untuk bekerja atau bahkan membuka usaha sendiri sehingga dapat hidup mandiri dan membantu keluarga, katanya.
Melalui program pembinaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, Rutan Kelas IIA Ambon terus menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembelajaran dan perubahan. Dengan keterampilan yang dimiliki, warga binaan diharapkan mampu membuka lembaran baru kehidupan yang lebih produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat. (Za)

















