globaltimurnn.com

Minggu, 10 Mei 2026

Sertu Kamarudin Dapat Penghargaan Dari Pangdam XV/Pattimura, Saat Lakukan Aksi Heroik Di JMP

Mei 10, 2026

Foto : Sertu Kamarudin Dapat Penghargaan Dari Pangdam XV/Pattimura, Saat Lakukan Aksi Heroik Di JMP

Ambon
, Globaltimurnn.com - Kepala Staf Kodam (Kasdam) XV/Pattimura Brigjen TNI Dr.Nefra Firdaus, S.E., M.M.,  memimpin upacara bendera mingguan yang diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lapangan Upacara Makodam, Ambon, Senin (11/5/2026). Upacara kali ini terasa spesial dengan adanya prosesi pemberian penghargaan kepada prajurit berprestasi.


​Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XV/Pattimura yg diwakilakan oleh Kasdam, menyerahkan piagam penghargaan kepada Sertu Kamarudin anggota Bekangdam XV/Pattimura. Penghargaan ini diberikan atas aksi heroik Sertu Kamarudin yang sempat viral beberapa waktu lalu saat menyelamatkan seorang wanita yang hendak melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan melompat ke laut di Jembatan Merah Putih (JMP).

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P, M.Han. dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Kasdam, menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya atas desikasi serta tindakan cepat dan berani yang dilakukan oleh Sertu Kamarudin.


"Tindakan cepat, sigap, dan penuh kepedulian yang ditunjukkan Sertu Kamarudin dalam menyelamatkan nyawa sesama adalah cerminan jati diri prajurit Pattimura yang sesungguhnya," ujar Pangdam dalam amanatnya.

Pangdam berharap agar prestasi dan keteladanan ini tidak hanya berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi pemantik semangat bagi personel lainnya. Beliau menekankan agar seluruh prajurit terus berbuat terbaik, menjaga sikap profesional, tetap humanis, dan selalu hadir sebagai solusi di tengah kesulitan masyarakat.



Menutup amanatnya, Pangdam memberikan beberapa instruksi tegas kepada seluruh keluarga besar Kodam XV/Pattimura untuk diperhatikan yaitu menjaga kediisiplinan, menghindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun yang dapat merusak citra institusi, bijak bermedia sosial dan selalu meningkatkan Profesionalisme. (Rdks) 

Selengkapnya

Apresiasi Tinggi Bupati Halmahera Utara: Sinergi Masyarakat dan Tim SAR Kunci Keberhasilan Penanganan Korban Erupsi Dukono

Mei 10, 2026

Foto : Apresiasi Tinggi Bupati Halmahera Utara: Sinergi Masyarakat dan Tim SAR Kunci Keberhasilan Penanganan Korban Erupsi Dukono

Halut
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penanganan dan evakuasi akibat erupsi Gunung Dukono. Seluruh rangkaian kegiatan dinyatakan berjalan aman, tertib, dan tuntas, sehingga operasi SAR pun resmi ditutup pada hari ini.

 

Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, yang turun langsung memimpin operasi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Ia mengakui bahwa proses pencarian dan evakuasi menghadapi tantangan luar biasa, mulai dari medan yang terjal, korban yang tertimbun material vulkanik tebal, hingga aktivitas gunung yang masih fluktuatif dan rentan erupsi susulan. Namun, semua kendala tersebut dapat diatasi berkat semangat gotong royong dan koordinasi solid antara pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat.

 

“Kami berterima kasih kepada TNI-Polri, Basarnas, BPBD, PMI, ERT Gosowong, dan seluruh relawan serta warga yang telah bekerja tanpa kenal lelah. Dengan kebersamaan ini, tugas kemanusiaan dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa pengalaman ini menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di masa depan.

 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa seluruh korban hilang telah ditemukan. Total terdapat 3 orang meninggal dunia, yaitu 1 WNI perempuan berinisial E, serta 2 warga negara asing (WNA) laki-laki bernama HWQT (30 tahun) dan SMBAH (27 tahun). Sementara itu, 15 orang lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.

 

Setelah ditemukan, seluruh jenazah dievakuasi ke pos penanganan darurat, kemudian dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan medis lebih lanjut. Untuk pencarian terakhir hari ini, tim mengerahkan 98 personel yang dibagi menjadi empat regu, dan menggunakan data koordinat GPS hasil penelusuran hari sebelumnya agar pencarian lebih terarah.


Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti kekuatan kolaborasi lintas sektor. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kepala Basarnas Maluku Utara Iwan Ramdani, Danrem 152/Baabullah Enoh Solehudin, Kapolres Halmahera Utara Erlichson Pasaribu, Dandim 1508/Tobelo Alex Donald M.L. Gaol, serta seluruh masyarakat Desa Mamuya yang ikut terlibat langsung mulai dari proses pencarian hingga logistik.

 


Sementara itu, Iwan Ramdani menilai dukungan masyarakat sebagai “kunci utama” kelancaran operasi. “Tanpa partisipasi warga yang rela mengorbankan tenaga dan sumber daya, tugas ini akan jauh lebih sulit,” ucapnya.

 

Pemerintah daerah berharap semangat solidaritas yang terjalin saat menangani bencana ini dapat terus dipelihara, demi menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan yang mungkin terjadi di masa mendatang. Sebagai langkah antisipasi, jalur pendakian Gunung Dukono juga telah ditutup permanen demi keselamatan masyarakat. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Sabet Dua Medali Sekaligus, Srikandi Polda Maluku Ini Iptu. Esterlina Bersinar di Malaysia, Pada Ajang Body Building Asia

Mei 10, 2026

Foto : Sabet Dua Medali Sekaligus, Srikandi Polda Maluku Ini Iptu. Esterlina Bersinar di Malaysia, Pada Ajang Body Building Asia

Ambon
, Globaltimurnn.com - Nama Polda Maluku kembali berkibar di panggung internasional. Sosok Polisi Wanita (Polwan), IPTU Esterlina Titiheru tampil luar biasa dengan memborong tiga medali pada ajang NPC Regional TNT Global Classic Malaysia 2026 yang berlangsung di Hotel Holiday Villa Johor Bahru, Malaysia, Minggu (10/5/2026).


Dalam kompetisi body building bergengsi yang diikuti peserta dari berbagai negara Asia itu, IPTU Esterlina sukses menunjukkan performa terbaiknya hingga berhasil naik podium di tiga kategori sekaligus.


Perwira yang menjabat sebagai PS Kapolsek Baguala Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease tersebut meraih:

- Medali emas setelah keluar sebagai Juara 1 kategori Women’s Physique.

- Medali perak kategori Women’s Figure.

- Medali perak kategori Women’s Wellness.


Penampilan impresif IPTU Esterlina mendapat apresiasi karena dinilai mampu membuktikan bahwa personel Polwan tidak hanya tangguh dalam menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga mampu bersaing dan berprestasi di dunia olahraga internasional.


Kesuksesan itu juga didukung latihan disiplin bersama MSP Gym Tanah Tinggi yang selama ini menjadi tempat pembinaan fisik dan persiapan menuju kejuaraan.


Prestasi gemilang tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Maluku dan institusi Polri, serta diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berprestasi di berbagai bidang, baik nasional maupun internasional. (Rdks) 

Selengkapnya

Gudang SMP Kristen Ambon Terbakar, Respons Cepat Damkar Jinakkan Api dalam Waktu Singkat

Mei 10, 2026

Foto : Gudang SMP Kristen Ambon Terbakar, Respons Cepat Damkar Jinakkan Api dalam Waktu Singkat

Ambon
, Globaltimurnn.com — Kepanikan sempat terjadi di kawasan Jalan Diponegoro, Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau, Minggu siang (10/05/2026), setelah kebakaran dilaporkan terjadi di area gudang SMP Kristen Ambon.


Insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh Pak Yoska melalui layanan darurat 112 pada pukul 14.36 WIT. Mendapat laporan itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.


Hanya dalam waktu empat menit, petugas tiba di lokasi dan segera melakukan upaya pemadaman pada pukul 14.40 WIT. Kecepatan respons petugas berhasil mencegah kobaran api meluas ke bangunan sekolah lainnya.


Berdasarkan informasi awal di lokasi kejadian, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi di gudang SMP Kristen. Asap tebal sempat terlihat membumbung dari bagian belakang sekolah dan mengundang perhatian warga sekitar.


Dalam proses penanganan, Platon B diterjunkan sebagai tim utama pemadaman. Untuk mempercepat pengendalian api, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon mengerahkan tiga unit mobil pemadam, terdiri dari dua unit mobil PMK dari Mako dengan 15 personel serta satu unit mobil PMK dari Pos Passo dengan empat personel tambahan.


Berkat kerja cepat dan koordinasi petugas di lapangan, api berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih luas. Situasi akhirnya dinyatakan aman pada pukul 15.20 WIT, dan seluruh personel kembali ke pos untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan.

Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kerugian material akibat kebakaran masih belum dapat ditaksir dan sementara dalam proses pendataan oleh pihak terkait.


Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di lingkungan sekolah maupun bangunan publik lainnya, guna menghindari potensi kebakaran yang dapat mengancam keselamatan dan fasilitas pendidikan. (Za)

Selengkapnya

Soekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern

Mei 10, 2026

Oleh: Prof. Dr. Arief Hidayat, Profesor Emiritus Univ. Borobudur, Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2015–2018, Hakim Konstitusi (2013–2026), Ketua Umum PA GMNI. 



Jakarta
, Globaltimurnn.com - Ketika Pemilu Hidup, Tetapi Kedaulatan Rakyat Melemah Pemikiran Soekarno tentang demokrasi kembali menemukan relevansinya di tengah situasi Indonesia hari ini. Bung Karno sejak awal telah mengingatkan bahwa demokrasi tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemilu, pergantian kekuasaan, atau kebebasan berbicara semata.


Menurut Bung Karno, apabila bangsa ini belum mampu sepenuhnya menjalankan cita-cita besar keadilan sosial, maka setidaknya ada tiga fondasi utama yang harus dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara:

demokrasi politik, demokrasi ekonomi, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.


Namun dalam perjalanan Indonesia modern, demokrasi politik justru berkembang jauh lebih dominan dibanding demokrasi ekonomi.


Energi bangsa lebih banyak terserap pada dinamika elektoral:

pemilu, pilkada, koalisi partai, hingga perebutan kekuasaan. Masyarakat sipil juga terus memperjuangkan kebebasan berpendapat dan berekspresi sebagai indikator utama demokrasi.


Semua itu penting dan tidak salah.

Tetapi persoalannya menjadi tidak lengkap apabila demokrasi hanya dipahami sebatas kebebasan politik, sementara demokrasi ekonomi justru tertinggal dan semakin jarang menjadi agenda utama bangsa.


Padahal Bung Karno sejak awal mengingatkan bahwa demokrasi sejati tidak hanya menyangkut hak memilih pemimpin, tetapi juga menyangkut kemampuan rakyat menguasai kehidupan ekonominya sendiri.


Di titik inilah kritik Bung Karno terhadap demokrasi liberal menjadi sangat relevan.


Sebab demokrasi politik tanpa demokrasi ekonomi pada akhirnya hanya akan melahirkan demokrasi prosedural:

rakyat memiliki hak memilih pemimpin, tetapi tidak memiliki daya menentukan arah penguasaan ekonomi nasional.


Hari ini paradoks tersebut terlihat semakin nyata.

Pemilu berlangsung rutin. Kebebasan sipil relatif terbuka. Ruang publik dipenuhi perdebatan politik yang dinamis. Namun pada saat yang sama, penguasaan ekonomi justru semakin terkonsentrasi.


Tanah terkumpul pada korporasi besar. Sumber daya alam dikuasai jejaring modal kuat. Akses pembiayaan lebih mudah dinikmati kelompok besar dibanding rakyat kecil. Bahkan ekonomi digital mulai menunjukkan konsentrasi platform, data, dan distribusi pada segelintir kekuatan modal.


Akibatnya, pertumbuhan ekonomi tidak otomatis menghadirkan pemerataan kesejahteraan.


Petani kehilangan ruang hidup akibat alih fungsi lahan dan konsentrasi kepemilikan tanah. Nelayan semakin tersisih dari wilayah tangkap yang dikuasai kepentingan industri besar. Pedagang kecil kesulitan bersaing menghadapi dominasi jaringan modal dan distribusi modern. Sementara generasi muda menghadapi realitas baru:

harga rumah semakin tidak terjangkau, akses terhadap aset produktif semakin sempit, dan banyak yang akhirnya terjebak dalam ekonomi informal maupun kerja digital tanpa kepastian jangka panjang.


Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan Indonesia hari ini bukan semata rendahnya pertumbuhan ekonomi, melainkan ketimpangan dalam struktur penguasaan ekonomi nasional.


Demokrasi ekonomi yang dimaksud Bung Karno sesungguhnya adalah konsep gotong royong dalam berekonomi. Konsep tersebut secara eksplisit tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.


Artinya, ekonomi nasional tidak boleh dibangun di atas dominasi segelintir kekuatan modal, melainkan harus memastikan adanya pemerataan partisipasi dan penguasaan ekonomi oleh rakyat.


Karena itu demokrasi ekonomi bukanlah konsep ekonomi individualistik, liberalistik, maupun kapitalistik yang membiarkan akumulasi kekayaan terkonsentrasi pada segelintir orang hingga melahirkan oligarki ekonomi.


Sebab ketika kekayaan nasional hanya dikuasai kelompok tertentu, maka rakyat kecil, kaum marhaen, akan tetap terpinggirkan dalam kemiskinan dan kehilangan akses terhadap sumber kehidupan.


Di sinilah Pasal 33 UUD 1945 sesungguhnya memiliki makna strategis yang sangat mendalam. Pasal tersebut bukan sekadar norma ekonomi, melainkan desain besar kedaulatan bangsa.


Konsep itu bukan anti-pasar dan bukan pula anti-modernisasi. Pasar tetap diperlukan. Investasi tetap penting. Teknologi tetap harus berkembang. Namun negara tidak boleh menyerahkan seluruh sumber kehidupan bangsa kepada mekanisme akumulasi modal semata.


Karena ketika penguasaan aset strategis semakin terkonsentrasi, demokrasi perlahan kehilangan substansinya. Politik akhirnya hanya menjadi arena kompetisi elite yang sangat bergantung pada biaya besar, sementara rakyat tetap berada di pinggir struktur pengambilan keputusan.


Dalam situasi seperti itu, demokrasi berisiko berubah menjadi prosedur formal tanpa keadilan sosial yang nyata. Karena itu demokrasi ekonomi harus diwujudkan secara struktural dan modern.


Pertama, negara perlu membatasi konsentrasi penguasaan aset strategis, terutama tanah, energi, pangan, dan sumber daya alam agar kekayaan nasional tidak terus menumpuk pada kelompok tertentu.


Kedua, koperasi harus direvitalisasi menjadi kekuatan ekonomi modern berbasis teknologi. Koperasi digital, koperasi pangan, koperasi logistik, hingga koperasi data dapat menjadi instrumen gotong royong ekonomi di era baru.


Ketiga, akses pembiayaan produktif harus diperluas bagi UMKM, petani, nelayan, pekerja kreatif, dan generasi muda agar rakyat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku utama ekonomi nasional.


Keempat, reformasi biaya politik menjadi keharusan. Sebab selama politik bergantung pada modal besar, demokrasi akan terus rentan dikuasai oligarki ekonomi.


Namun seluruh fondasi tersebut pada akhirnya harus berdiri di atas nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai landasan moral kehidupan berbangsa. Sebab demokrasi tanpa etika dapat berubah menjadi perebutan kekuasaan semata, sementara ekonomi tanpa moral dapat berubah menjadi kerakusan yang mengorbankan keadilan sosial.


Karena itu tantangan terbesar Indonesia ke depan bukan sekadar menjaga demokrasi tetap hidup secara prosedural, melainkan memastikan bahwa demokrasi mampu menghadirkan pemerataan penguasaan ekonomi bagi rakyat.


Sebab kemerdekaan nasional tidak cukup hanya diwujudkan melalui kotak suara, tetapi juga melalui kemampuan rakyat menguasai dan menentukan arah kehidupan ekonominya sendiri secara gotong royong, adil, dan bermartabat. (Red) 

Selengkapnya

Tengah Malam di Air Salobar, Dua Rumah Dilalap Api, Damkar Ambon Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran

Mei 10, 2026

Foto : Tengah Malam di Air Salobar, Dua Rumah Dilalap Api, Damkar Ambon Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran

Ambon
, Globaltimurnn.com — Suasana tenang warga di Kompleks Pohon Mangga, Air Salobar, RT 002/RW 006, Kelurahan Nusaniwe, mendadak berubah panik setelah kobaran api melahap dua unit rumah warga pada Sabtu malam (09/05/2026).


Peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan pertama kali oleh Pak Asril melalui layanan darurat 112 pada pukul 23.16 WIT. Dalam laporan itu diketahui pemilik rumah bernama Ibu Murni. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik yang dengan cepat membesar dan membakar bangunan rumah.


Menerima laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas tiba dan mulai melakukan proses pemadaman pada pukul 23.24 WIT dengan response time hanya delapan menit.


Dalam operasi pemadaman, Platon A diturunkan sebagai tim utama, dibantu personel dari Platon B sebanyak satu orang dan Platon C sebanyak dua orang. Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon juga mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Mako dengan total 18 personel guna mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke rumah warga lainnya.


Api yang membakar dua unit rumah akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas berjibaku selama lebih dari satu jam di tengah malam. Situasi dinyatakan aman pada pukul 01.01 WIT, dan seluruh personel kemudian kembali ke pos untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan.


Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri serta membantu proses evakuasi barang-barang milik korban.


Hingga berita ini diturunkan, total kerugian akibat kebakaran tersebut masih belum dapat dipastikan. Aparat terkait masih melakukan pendataan serta penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.


Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon kembali mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah, terutama pada malam hari, guna mencegah terjadinya kebakaran serupa. (Za)

Selengkapnya

Gawat,,,22 Puskesmas Di SBB Krisis Dana, Terancam Tutup, Operasional Dan Jaspel Tak Kunjung Cair

Mei 10, 2026

Foto :  Gawat,,,22 Puskesmas Di SBB Krisis Dana, Terancam Tutup, Operasional Dan Jaspel Tak Kunjung Cair

SBB
, suaratabaosonline.com - Pelayanan kesehatan di Kabupaten Seram Bagian Barat menghadapi ancaman serius. 


Dari total 22 Puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan,  belum menerima pencairan dana operasional dan Jasa Pelayanan (Jaspel) sejak Januari 2024, Akibatnya, sejumlah Kepala Puskesmas (Kapus) terpaksa menggunakan dana pribadi untuk menjaga layanan tetap berjalan.


Dana yang semestinya dialokasikan untuk membiayai kebutuhan dasar seperti listrik, air, internet, hingga pembelian vitamin dan obat, hingga kini belum juga masuk ke rekening operasional masing-masing Puskesmas.


Permasalahan utama disebut-sebut berasal dari status keuangan Puskesmas yang sudah bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). 


Meskipun Surat Keputusan (SK) BLUD sudah dikeluarkan, pencairan dana justru tersendat karena belum jelasnya regulasi teknis di tingkat daerah.


Seharysnya, 22 Puskesmas ini yang telah berstatus BLUD menerima pencairan dana kapitasi JKN, yang dialokasikan 70% untuk Jaspel dan 30% untuk operasional. 


Dana tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing Puskesmas tanpa hambatan, namun hingga berita ini muncul dana tersebut tak kunjung masuk di rekening puskesmas.


“Sudah hampir kurang lebih 2 tahun kami menalangi operasional dengan uang pribadi, Nominalnya tidak sedikit, bahkan ada yang mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap salah satu Kepala Puskesmas yang enggan namanya disebutkan. 


Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan, Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin layanan kesehatan dasar akan terhenti sementara, Masyarakat akan menjadi korban akibat kebuntuan birokrasi yang berkepanjangan.


Kepala-kepala Puskesmas berharap agar Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat segera mencari solusi konkret, baik melalui kebijakan darurat maupun percepatan revisi regulasi. 


Hal ini penting agar pelayanan kesehatan tetap bisa diakses masyarakat tanpa harus mengorbankan tenaga medis yang sudah bekerja di luar batas kemampuan finansial pribadi.


Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, keterlambatan pencairan dana operasional dan Jaspel tidak bisa ditoleransi terlalu lama. 


Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan perlu memberikan kepastian kepada tujuh Puskesmas terdampak terkait status pencairan, serta membuka ruang dialog transparan dengan pihak pengelola BLUD.


Jika tidak, dampaknya bukan hanya berhenti pada terganggunya pelayanan, Kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan publik juga bisa runtuh.


22 Kepala Puskesmas tersebut telah bersepakat, apabila tidak ada perhatian dari Bupati, DPRD Seram Bagian Barat dan Kepala Dinas Ksehatan, maka mereka akan menutup Faskes (Puskesamas) terhadap pelayanan masyarakat sampai ada perhatian dari Pemerintah Daerah dan DPRD Seram Bagian Barat. (Tim) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT