globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Rabu, 04 November 2026

Kodaeral IX dan Kejaksaan Agung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Pidana Militer

November 04, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., menerima kunjungan Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Sesjampidmil) Kejaksaan Agung RI, Dr. Siswanto, S.H., M.H., di Lobby Mako Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Rabu (4/11/2026).


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat koordinasi antara TNI Angkatan Laut dan Kejaksaan RI, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas dan penegakan hukum di bidang pidana militer.


Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Dankodaeral IX menyambut langsung kedatangan Dr. Siswanto beserta rombongan. Pertemuan ini juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan memperkokoh sinergi lintas institusi dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan kewenangan masing-masing, guna mendukung tegaknya supremasi hukum dan kepastian hukum.



Dalam kunjungan tersebut, Dr. Siswanto didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Rudy Irmawan, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku DT Rosihan Anwar, Asisten Pidana Militer Satar Martua Hutabarat, Kepala Bagian Penyusunan Program, Laporan dan Penilaian Esther P.T. Sibuea, Kepala Bagian Tata Usaha dan Pengelolaan Pengamanan dan Pengawalan Fajar Syah Putra, serta Kepala Seksi Wilayah II Subdirektorat Penindakan Perkara Koneksitas Muhammad Bayanullah.


Sementara itu, Dankodaeral IX didampingi Wakil Komandan Kodaeral IX Kolonel Laut (P) Baharudin Anwar, S.T., M.M., Inspektur Kodaeral IX, Korsmin Kodaeral IX, Kadismin Kodaeral IX, Kadiskum Kodaeral IX, Kadisinfolahta Kodaeral IX, dan Danpomal Kodaeral IX.


Melalui kunjungan ini, diharapkan koordinasi dan sinergi antara Kodaeral IX dan jajaran Kejaksaan RI semakin kuat, terutama dalam mendukung penegakan hukum pidana militer yang profesional, berkeadilan, dan berintegritas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Rdks) 

Selengkapnya

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, TNI AD Gelar Bimtek Kompi Produksi TA 2026 di Ambon

November 04, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus menjadi perhatian serius Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni melalui peningkatan kapasitas personel Kompi Produksi dengan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan (Hanpangan) Kompi Produksi Tahun Anggaran 2026.


Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Rabu (04/11/2026), pukul 07.30 WIT, bertempat di Golden Palace Hotel, lantai 5, Kota Ambon. Pembukaan Bimtek dihadiri Ketua Tim, Kolonel Inf I Made Mahaparta, S.I.P., yang menyampaikan sambutan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad).


Kegiatan ini diikuti sebanyak 66 peserta yang terdiri dari unsur Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil), personel Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP), serta peserta dan narasumber terkait yang akan mengikuti rangkaian pembekalan mengenai pengelolaan dan pengembangan sektor ketahanan pangan.


Dalam sambutan Aster Kasad yang disampaikan Kolonel Inf I Made Mahaparta, ditegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Kabinet Merah Putih Tahun 2024–2029.


Menurutnya, penguatan ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga harus didukung kemandirian serta kedaulatan pangan melalui upaya mewujudkan swasembada pangan berbasis desa dan potensi wilayah.


Sejalan dengan hal tersebut, TNI AD memiliki peran strategis dalam pemberdayaan wilayah pertahanan di darat melalui Pembinaan Teritorial (Binter) sebagai bagian dari Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta).


Landasan tersebut diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, Peraturan Panglima TNI Nomor 2 Tahun 2025 tentang Unit Produksi Ketahanan Pangan di Lingkungan TNI, serta Peraturan Kasad Nomor 3 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tugas Kompi Produksi.


Melalui kebijakan tersebut, pembentukan Kompi Produksi menjadi salah satu langkah strategis TNI AD dalam mendukung program swasembada pangan nasional secara mandiri, terarah, dan berkelanjutan.


Lebih lanjut disampaikan, pelaksanaan Bimtek Hanpangan Kompi Produksi TA 2026 dirancang secara komprehensif melalui pemberian materi teori, diskusi, hingga praktik lapangan terpadu. Hal ini bertujuan agar para peserta tidak hanya memahami konsep ketahanan pangan, tetapi juga memiliki kemampuan teknis untuk mengembangkan potensi pertanian, peternakan, dan perikanan di wilayah penugasan masing-masing.


Dalam kegiatan tersebut, terdapat sejumlah kompetensi utama yang menjadi perhatian, di antaranya penguasaan teknik pertanian berdasarkan tipologi wilayah, meliputi pemetaan potensi lahan serta pengembangan budi daya tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai dengan dukungan alat dan mesin pertanian modern.


Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan manajemen peternakan, mulai dari pengelolaan kandang, penyediaan pakan lokal, penerapan biosekuriti, pencegahan penyakit hewan menular, hingga pemanfaatan hasil ternak secara efektif.


Pada sektor perikanan, peserta diharapkan mampu menguasai teknik budi daya intensif melalui pemanfaatan teknologi modern, seperti sistem bioflok dan kolam terkontrol, mulai dari proses pembenihan, pembesaran hingga pengelolaan pascapanen.


Tidak kalah penting, aspek administrasi dan pengelolaan keuangan juga menjadi bagian dari materi Bimtek. Para peserta diharapkan mampu melaksanakan pertanggungjawaban keuangan kegiatan Hanpangan Kompi Produksi secara transparan, tertib, dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.


Dalam arahannya, Aster Kasad juga menekankan empat hal penting kepada seluruh peserta. Pertama, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab serta menyerap materi yang diberikan para narasumber.


Kedua, memanfaatkan kegiatan praktik lapangan di demplot pertanian, kandang peternakan, dan kolam perikanan secara optimal agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di satuan masing-masing.


Ketiga, membangun kolaborasi dan sinergi bersama dinas pertanian, peternakan, perikanan, serta instansi terkait di wilayah guna mengoptimalkan pengembangan potensi Kompi Produksi.


Keempat, senantiasa mengutamakan faktor keamanan personel maupun materiil, khususnya selama pelaksanaan kegiatan praktik lapangan.


Melalui kegiatan Bimtek ini, TNI AD berharap seluruh peserta mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan dalam mengelola program ketahanan pangan di wilayah masing-masing. Dengan demikian, keberadaan Kompi Produksi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur perwakilan Danrem 151/Binaiya, Aster Kasdam XV/Pattimura, Dandim 1504/Ambon, Paku Makodam XV/Pattimura, Kaur Kum Bidang Kermater Spaban VII/Kermater Sterad, serta para narasumber dan seluruh peserta Bimtek Hanpangan Kompi Produksi TA 2026.


Rangkaian pembukaan kegiatan ditandai dengan penyematan tanda peserta, dilanjutkan penyampaian sambutan Aster Kasad oleh Ketua Tim, Kolonel Inf I Made Mahaparta, S.I.P. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan.


Melalui pembekalan tersebut, diharapkan Kompi Produksi tidak hanya menjadi bagian dari penguatan organisasi TNI AD, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan potensi pangan daerah dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia. (Za)

Selengkapnya

Putra Maluku Bersinar di Panggung Nasional, Ethly Johannis Alfaris Raih Gelar Mister International Indonesia 2026

November 04, 2026


Jakarta
, Globaltimurnn.com — Kebanggaan kembali datang dari Maluku. Putra daerah, Ethly Johannis Alfaris, berhasil mengukir prestasi membanggakan di panggung nasional setelah meraih gelar Mister International Indonesia 2026 dalam ajang First Face Indonesia 2026.


Tak hanya menyandang gelar tersebut, Ethly juga sukses menempati posisi 2nd Runner Up serta membawa pulang penghargaan khusus The Golden Voice. Prestasi ini menjadi pencapaian istimewa sekaligus membuka peluang baginya untuk mengibarkan nama Indonesia pada ajang Mister International di Filipina tahun 2027 mendatang.


Keberhasilan Ethly tersebut diraih dalam malam Grand Final First Face Indonesia 2026 yang berlangsung pada 30 Oktober 2026 di Deheng House, Kemang, Jakarta. Kompetisi ini menjadi ajang pertemuan putra-putri terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia untuk memperlihatkan kualitas diri, karakter, bakat, serta kemampuan bersaing di tingkat nasional.


Di tengah ketatnya persaingan, Ethly hadir membawa identitas Maluku dengan segala potensi yang dimilikinya. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Perhubungan itu mampu memperlihatkan bahwa profesionalitas dalam pekerjaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan bakat dan prestasi di bidang lain.


Perjalanan menuju podium kemenangan juga tidak diraih begitu saja. Dalam rangkaian Preliminary Competition dan Talent Show yang berlangsung sehari sebelum malam final, Ethly berhasil mencuri perhatian melalui kemampuan olah vokalnya.


Dengan membawakan lagu “Perahu Kertas” yang dipopulerkan Maudy Ayunda, ia menunjukkan kualitas suara dan penghayatan yang memikat. Penampilan tersebut mendapat apresiasi hingga mengantarkannya meraih penghargaan The Golden Voice.


Kemampuan, konsistensi, serta penampilannya dalam berbagai tahapan kompetisi menjadi bagian penting dari keberhasilannya meraih posisi 2nd Runner Up sekaligus gelar Mister International Indonesia 2026.


Bagi Ethly, pencapaian ini bukan sekadar tentang kemenangan maupun pengakuan atas kemampuan pribadi. Lebih dari itu, gelar tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar untuk membawa identitas bangsa dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di panggung internasional.


Kini, tantangan berikutnya telah menanti. Ethly akan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Mister International di Filipina pada 2027. Berbagai aspek akan menjadi fokus persiapannya, mulai dari kemampuan komunikasi, wawasan internasional, kepercayaan diri, hingga pemahaman dan promosi budaya Indonesia sebagai bagian dari identitas yang akan dibawanya.


Dalam perjalanan menuju kompetisi dunia tersebut, dukungan berbagai pihak tentu menjadi hal penting. Harapannya, Pemerintah Provinsi Maluku dapat memberikan perhatian dan dukungan terhadap persiapan Ethly, sehingga kesempatan berharga ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.


Prestasi Ethly Johannis Alfaris menjadi gambaran bahwa anak-anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Latar belakang daerah bukanlah batas untuk bermimpi besar, melainkan identitas dan kekuatan yang dapat dibawa untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia.


Dari Maluku, Ethly kini melangkah membawa harapan yang lebih besar. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk generasi muda Maluku agar terus berani mengembangkan talenta, percaya pada kemampuan diri, dan membuktikan bahwa putra daerah mampu berdiri sejajar di panggung dunia. (Za)

Selengkapnya

Kapolres SBB Sambangi Warga Kotania Atas, Siap Upayakan Bantuan Air Bersih dan Penempatan Bhabinkamtibmas

November 04, 2026


SBB
, globaltimurnn.com – Sebagai bentuk kepedulian dan upaya mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) AKBP REFINDO PRADIKTA RULANDO, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., melaksanakan kegiatan silaturahmi bersama Kepala Dusun dan masyarakat Dusun Kotania Atas, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Rabu (04/11/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres SBB disambut langsung oleh Kepala Dusun Kotania Atas, Kasiman, bersama Sekretaris Dusun Nasir Kaimudin, Imam Masjid Fansur Tubaka, Ketua Pemuda La Ajid, Ketua Satgas Baileo Emarina La Usudin, serta anggota Satgas La Sunarion dan Suhardi.


Pada kesempatan itu, Kepala Dusun Kotania Atas menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kapolres SBB. Ia juga menyampaikan sejumlah kebutuhan masyarakat, khususnya kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan.


Masyarakat berharap adanya bantuan suplai air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga meminta agar diupayakan penempatan personel Bhabinkamtibmas yang aktif untuk melayani warga di Dusun Kotania Atas dan Kotania Bawah.


Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres SBB menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat. Ia menegaskan bahwa Polri akan berupaya membantu mengatasi kesulitan air bersih sesuai kemampuan, termasuk mengupayakan penyaluran air bersih ke wilayah tersebut.


Terkait permintaan personel Bhabinkamtibmas, Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan penempatan personel kepada Polda. Ia berharap usulan tersebut dapat disetujui sehingga pelayanan dan kehadiran Polri di tengah masyarakat Kotania Atas dan Kotania Bawah semakin optimal.


Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat mengganggu kerukunan dan persaudaraan.


Melalui kegiatan silaturahmi ini, Kapolres berharap komunikasi dan hubungan baik antara Polri dengan masyarakat semakin kuat, sehingga setiap persoalan yang dihadapi warga dapat disampaikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama.


Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendengarkan aspirasi dan berupaya membantu masyarakat. Mari kita terus menjaga kebersamaan, saling membantu, serta menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Seram Bagian Barat. harap Kapolres SBB (Rdks) 

Selengkapnya

Selasa, 03 November 2026

Perkuat Integritas dan Profesionalitas, Kanwil Ditjenpas Maluku Siap Tindaklanjuti Arahan Wamen Imipas

November 03, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Penguatan kinerja organisasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pimpinan, tetapi juga membutuhkan komitmen, kedisiplinan, dan tanggung jawab seluruh jajaran dalam menjalankan tugas. Semangat inilah yang kembali ditekankan dalam arahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), M. Maulana Bungaran, S.H., M.H., kepada seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia.


Arahan yang dipusatkan dari Jakarta pada Selasa (03/11/2026) tersebut diikuti secara virtual oleh jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku. Peserta terdiri dari pejabat administrator, para Ketua Kelompok Kerja (Pokja), serta seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Maluku.


Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat langkah organisasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan tugas pemasyarakatan.


Dalam arahannya, Wamen Imipas menegaskan pentingnya membangun koordinasi yang solid, menjaga integritas, serta meningkatkan profesionalitas aparatur. Setiap jajaran dituntut mampu menjalankan tugas secara optimal, seiring dengan tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembinaan warga binaan.


Selain itu, penguatan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan juga menjadi perhatian penting. Seluruh UPT diharapkan terus meningkatkan pengawasan serta memastikan berbagai program pembinaan berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata.


Bagi Kanwil Ditjenpas Maluku, arahan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan organisasi harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang terukur, disiplin, dan bertanggung jawab di setiap lini pelayanan.


Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Sarwono, menekankan bahwa penguatan kinerja harus dimulai dari pembenahan tata kelola internal, termasuk tertib administrasi dan kedisiplinan pegawai.


"Seluruh jajaran harus terus meningkatkan tertib administrasi, disiplin, dan optimalisasi dukungan manajemen. Setiap arahan pimpinan harus ditindaklanjuti secara konsisten agar pelaksanaan tugas berjalan efektif, profesional, dan akuntabel," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Novriadi, menyoroti pentingnya menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas dan berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan.


Menurutnya, pembinaan tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan rutin, tetapi harus menjadi proses berkelanjutan yang mampu mendorong perubahan perilaku dan mempersiapkan warga binaan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.


"Pelayanan pemasyarakatan harus semakin berkualitas, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan. Program pembinaan juga harus dilaksanakan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi perubahan perilaku warga binaan," ujarnya.


Perhatian terhadap peningkatan kinerja juga mencakup aspek pembimbingan dan reintegrasi sosial. Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan, Catherian V. Picauly, menegaskan bahwa keberhasilan proses pemasyarakatan membutuhkan sinergi dan profesionalitas seluruh petugas.


"Sinergi dan profesionalitas jajaran sangat diperlukan dalam pelaksanaan penelitian kemasyarakatan, pendampingan, pembimbingan, serta pengawasan klien pemasyarakatan guna mendukung keberhasilan reintegrasi sosial," ungkapnya.


Berbagai penekanan dalam arahan Wamen Imipas tersebut menjadi landasan bagi Kanwil Ditjenpas Maluku untuk terus memperkuat pelaksanaan tugas di seluruh UPT.


Penguatan koordinasi, pembenahan administrasi, peningkatan kualitas pelayanan, optimalisasi pembinaan warga binaan, hingga pengawasan terhadap keamanan dan ketertiban menjadi bagian dari langkah yang harus dijalankan secara konsisten.


Komitmen tersebut sekaligus menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan pembinaan di balik tembok lembaga pemasyarakatan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab dalam membangun kembali kehidupan sosial warga binaan agar dapat diterima dan berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.


Dengan semangat integritas, profesionalitas, dan kerja sama seluruh jajaran, Kanwil Ditjenpas Maluku bertekad memperkuat kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan di wilayah Maluku.


Sebab, kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan program, tetapi terutama melalui pelayanan yang nyata, sikap humanis, serta tanggung jawab yang dijalankan secara konsisten oleh setiap insan pemasyarakatan. (Za)

Selengkapnya

Dari Tanah Kepulauan Rempah, EAST COFFEE Merangkai Cerita Ambon dalam Setiap Cangkir

November 03, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Ada cerita yang tidak selalu disampaikan melalui kata-kata. Terkadang, sebuah cerita justru hadir lewat aroma, rasa, dan kenangan yang tertinggal setelah seseorang menikmati secangkir kopi.


Di Ambon, kota yang tumbuh di antara gugusan pulau dan hamparan laut biru, cerita itu kini menemukan cara baru untuk diperkenalkan. Bukan melalui buku sejarah ataupun pertunjukan budaya, melainkan lewat delapan racikan kopi yang membawa identitas, kekayaan, dan kebanggaan dari Timur Indonesia.


Cerita tersebut bernama EAST COFFEE, sebuah brand kopi yang diperkenalkan Hotel Santika Premiere Ambon dengan mengusung tagline “From the Spice Islands”.


Peluncurannya berlangsung pada Selasa (03/11/2026), di Infinity Pool Area Hotel Santika Premiere Ambon. Namun, di balik perkenalan sebuah produk, tersimpan gagasan yang jauh lebih besar: bagaimana menghadirkan kekayaan Maluku ke dalam sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus membuat orang mengenal lebih jauh cerita dari tanah kepulauan rempah.


Dalam sesi Brand Story, Public Relations Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Audra Pattiasina, mengajak para tamu melihat EAST COFFEE bukan hanya sebagai minuman, melainkan sebuah perjalanan yang berangkat dari identitas Indonesia Timur.


Baginya, kopi memiliki ruang yang istimewa dalam kehidupan manusia. Secangkir kopi bisa menjadi alasan dua orang memulai percakapan, tempat keluarga berbagi cerita, ruang pertemuan sahabat, hingga bagian dari kenangan yang sulit dilupakan.


Dari pemikiran itulah filosofi “Every Cup Has a Story” menjadi jiwa EAST COFFEE.


Setiap cangkir memiliki cerita. Setiap rasa membawa makna. Dan setiap racikan menjadi cara tersendiri untuk memperkenalkan Ambon dan Maluku kepada siapa saja yang menikmatinya.


Nama EAST bukan sekadar penanda arah mata angin. Ia membawa makna tentang tempat matahari memulai perjalanannya, sebuah simbol harapan, awal yang baru, serta potensi besar yang dimiliki Indonesia Timur.


Inspirasi tersebut kemudian dipadukan dengan karakter Ambon yang dikenal sebagai bagian dari kawasan The Spice Islands. Sebuah wilayah yang sejak dahulu memiliki hubungan erat dengan sejarah rempah-rempah dunia, kekayaan alam, kehidupan masyarakat pesisir, dan budaya persaudaraan.


Keindahan kepulauan, aroma rempah, gelombang laut, hingga nilai kebersamaan masyarakat Maluku tidak hanya menjadi latar belakang cerita, tetapi diterjemahkan menjadi bagian dari identitas brand.


Bahkan, filosofi tersebut terlihat dalam logo EAST COFFEE. Simbol matahari terbit menggambarkan awal dan harapan. Gelombang laut mewakili karakter wilayah kepulauan. Jembatan Merah Putih menjadi representasi Ambon, sementara biji kopi melambangkan produk yang menjadi medium untuk menyampaikan seluruh cerita tersebut.


Dengan demikian, EAST COFFEE seolah ingin menyampaikan bahwa sesuatu yang berasal dari Timur tidak hanya memiliki kekayaan alam, tetapi juga memiliki cerita, karakter, dan identitas yang patut dibanggakan.


Cerita EAST COFFEE semakin menarik ketika dituangkan ke dalam delapan pilihan menu. Masing-masing memiliki nama khas, karakter rasa, dan filosofi yang terinspirasi dari kehidupan serta kekayaan budaya Maluku.


Ada MOOI dengan makna Beauty, melalui sajian Iced Caramel Latte yang menggambarkan keindahan Ambon.


SENGADA atau Simplicity hadir dalam bentuk Iced Americano, membawa pesan tentang kesederhanaan dan kejujuran. Sementara NUSA atau Islands diterjemahkan melalui Iced Hazelnut Latte yang menggambarkan pesona pulau-pulau di Maluku.


PULAU7 dengan konsep Island Journey menghadirkan Iced Coconut Latte, terinspirasi dari perjalanan dan keindahan kepulauan. Kemudian GANDONG atau Brotherhood hadir melalui Iced Aren Coffee, mengangkat nilai persaudaraan yang begitu lekat dalam kehidupan masyarakat Maluku.


Ada pula PELA dengan filosofi Kinship and Spice. Melalui Iced Americano with Nutmeg, menu ini memadukan karakter kopi dengan aroma khas pala, sekaligus membawa pesan tentang ikatan persaudaraan dalam tradisi Pela.


MANISE atau Sweetness hadir sebagai Iced Vanilla Latte yang menggambarkan keramahan dan kenangan manis Kota Ambon. Sedangkan AERMASING dengan konsep The Sea diwujudkan melalui Iced Butterscotch Salt Latte, terinspirasi dari laut yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Maluku.


Delapan menu tersebut bukan sekadar pilihan rasa untuk memenuhi selera penikmat kopi. Di dalamnya terdapat upaya mempertemukan cita rasa modern dengan kekayaan lokal, sehingga setiap sajian memiliki karakter dan cerita yang berbeda.


Bagi mereka yang menikmatinya, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada rasa yang tertinggal di lidah. Ada Ambon yang ingin diperkenalkan, ada Maluku yang ingin diceritakan, dan ada kebanggaan dari Timur yang ingin dibagikan.


Di tengah perkembangan industri kuliner dan semakin beragamnya pilihan minuman, EAST COFFEE mencoba mengambil jalan yang berbeda. Bukan hanya menawarkan racikan kopi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang memiliki kedekatan dengan identitas daerah.


Audra Pattiasina menjelaskan, harapan terbesar dari kehadiran EAST COFFEE adalah agar setiap orang yang menikmatinya dapat merasakan hubungan dengan cerita dan kebanggaan yang berasal dari Ambon serta Maluku.


“Kami ingin EAST COFFEE menjadi lebih dari sekadar pilihan minuman. Kami ingin setiap orang yang menikmatinya dapat menemukan cerita tentang Ambon, tentang Maluku, dan tentang kebanggaan yang datang dari Timur Indonesia. Karena bagi kami, kopi yang baik akan terasa semakin istimewa ketika dinikmati bersama orang-orang yang tepat,” ungkap Audra.


Pesan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan EAST COFFEE. Sebab, memperkenalkan sebuah daerah tidak selalu harus melalui sesuatu yang besar. Terkadang, hal sederhana seperti secangkir kopi pun dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal budaya, tradisi, dan potensi sebuah wilayah.


Melalui EAST COFFEE, Hotel Santika Premiere Ambon berharap kekayaan lokal dan identitas Maluku dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Sebuah langkah untuk membawa cerita daerah ke dalam pengalaman kuliner yang lebih modern, tanpa kehilangan akar budaya yang menjadi sumber inspirasinya.


Pada akhirnya, EAST COFFEE bukan hanya tentang biji kopi, racikan susu, aroma pala, ataupun perpaduan berbagai cita rasa. Ia adalah tentang bagaimana sebuah daerah memperkenalkan dirinya kepada dunia melalui sesuatu yang sederhana, tetapi penuh makna.


Dari Ambon, dari tanah kepulauan rempah, delapan cerita itu kini tersaji dalam setiap cangkir.


Karena setiap tegukan bukan hanya menghadirkan rasa, tetapi juga mengajak siapa saja untuk mengenal lebih dekat Timur Indonesia. Sebuah cerita tentang keindahan, persaudaraan, kekayaan, dan kebanggaan yang tidak pernah habis untuk dibagikan. (Za)

Selengkapnya

EAST Coffee Resmi Diluncurkan di Ambon, Hotel Santika Premiere Angkat Kekayaan Kopi dan Identitas Kepulauan Rempah

November 03, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kekayaan Maluku sebagai negeri yang dikenal dengan julukan The Spice Islands kembali mendapat ruang untuk diperkenalkan melalui cara yang berbeda. Kali ini, cerita tentang kekayaan daerah tersebut hadir dalam secangkir kopi melalui peluncuran EAST Coffee, brand kopi terbaru yang diperkenalkan Hotel Santika Premiere Ambon.


Mengusung tagline “From the Spice Islands”, EAST Coffee tidak sekadar hadir sebagai pilihan minuman baru, tetapi membawa misi memperkenalkan karakter, cita rasa, serta kekayaan budaya Maluku melalui pengalaman menikmati kopi yang dikemas secara modern.


Peluncuran brand tersebut berlangsung pada Selasa (03/11/2026), pukul 16.00 hingga 18.00 WIT, bertempat di Infinity Pool Area, lantai 5 Hotel Santika Premiere Ambon. Menghadap panorama Teluk Ambon, kegiatan ini berlangsung dalam suasana sore yang hangat dan menghadirkan pengalaman berbeda bagi para undangan.


EAST Coffee lahir dari gagasan untuk menghubungkan dunia kopi dengan identitas daerah. Maluku yang selama berabad-abad dikenal melalui kekayaan rempah-rempahnya kini dihadirkan dalam sebuah konsep yang lebih dekat dengan gaya hidup masyarakat modern.


Melalui brand ini, Hotel Santika Premiere Ambon ingin menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sebuah pengalaman yang memiliki nilai, karakter, dan daya tarik tersendiri.


Tidak hanya memperkenalkan produk, peluncuran EAST Coffee juga dikemas sebagai perjalanan mengenal kopi melalui perpaduan rasa, cerita, dan suasana khas Ambon.


Salah satu agenda utama adalah Coffee Journey Tasting, yang memberikan kesempatan kepada para undangan untuk mengenal sajian sekaligus mengeksplorasi pengalaman rasa yang ditawarkan EAST Coffee.


Suasana semakin istimewa dengan Exclusive Logo Reveal, yakni pengenalan identitas visual EAST Coffee yang merepresentasikan semangat dan filosofi From the Spice Islands. Penampilan live music turut melengkapi rangkaian acara, menciptakan suasana santai di tengah panorama Teluk Ambon menjelang matahari terbenam.


General Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Edy Dwi Sutrisno, mengatakan bahwa kehadiran EAST Coffee merupakan bagian dari upaya hotel untuk terus menghadirkan inovasi produk yang memiliki keterkaitan dengan potensi dan kekayaan daerah.


Menurutnya, Maluku mempunyai kekayaan alam, rempah-rempah, serta budaya yang luar biasa. Potensi tersebut perlu diperkenalkan melalui berbagai bentuk kreativitas agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.


“Maluku memiliki kekayaan alam, rempah, dan budaya yang luar biasa. Melalui EAST Coffee, kami ingin memperkenalkan kekayaan tersebut dalam bentuk pengalaman menikmati kopi yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus tetap menghargai akar budaya kita. Kami berharap EAST Coffee dapat menjadi kebanggaan dan membawa cerita Maluku kepada lebih banyak orang,” ujar Edy.


Ia menjelaskan, inovasi yang dikembangkan hotel tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga harus mampu menghadirkan makna dan memberikan nilai tambah bagi para tamu.


Karena itu, EAST Coffee diharapkan tidak berhenti sebagai brand minuman, melainkan berkembang menjadi identitas yang memiliki cerita tersendiri dan meninggalkan kesan bagi setiap orang yang menikmatinya.


“Bagi kami, inovasi yang baik adalah inovasi yang memiliki makna dan memberikan nilai tambah. Kami ingin EAST Coffee tumbuh sebagai brand yang tidak hanya dinikmati, tetapi juga dikenang melalui cita rasa dan cerita yang dibawanya. Semoga langkah ini menjadi awal dari perjalanan berkelanjutan dalam memperkenalkan kekayaan Maluku melalui hospitality,” tambahnya. 


Kehadiran EAST Coffee menjadi salah satu bentuk kreativitas Hotel Santika Premiere Ambon dalam mengangkat potensi lokal melalui industri perhotelan dan kuliner.


Di tengah perkembangan gaya hidup dan industri hospitality, identitas daerah menjadi kekuatan yang dapat memberikan pengalaman berbeda kepada para tamu. Melalui pendekatan tersebut, kopi tidak hanya dipandang sebagai sajian untuk dinikmati, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan cerita tentang daerah asalnya.


Dengan menggabungkan cita rasa, identitas lokal, dan konsep modern, EAST Coffee diharapkan mampu memperkaya pengalaman kuliner para tamu sekaligus memperluas pengenalan terhadap kekayaan Maluku.


Sebab, dari Kepulauan Rempah, selalu ada cerita yang layak dikenal lebih luas. Dan kali ini, cerita itu dihadirkan melalui secangkir kopi.

(Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT