
Foto : Dari Auditorium Polnam, 169 Insan Vokasi Dilepas untuk Menjawab Tantangan Energi Kepulauan
Ambon, Globaltimurnn.com – Tepuk tangan, haru, dan kebanggaan berpadu dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Akademik Politeknik Negeri Ambon (Polnam), saat 169 lulusan resmi dikukuhkan dalam Wisuda Ke-xxi Program Diploma Tiga dan Sarjana Terapan. Di balik toga yang dikenakan, tersimpan kisah panjang perjuangan, doa orang tua, dan harapan besar bagi masa depan Maluku sebagai wilayah kepulauan yang kaya potensi, Rabu (30/04/2026).
Mengangkat tema “Membangun Insan Vokasi Unggul Menuju Transformasi Energi Kawasan Kepulauan”, wisuda ini menegaskan satu hal penting: lulusan Polnam tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi solusi.
Lulusan Vokasi: Dari Kampus ke Medan Nyata
Dalam orasi ilmiahnya, Marsekal Pertama TNI AU Anton Paragunan Pattimura menyampaikan pesan tegas sekaligus inspiratif. Ia menyebut para wisudawan sebagai generasi pencipta nilai yang akan menentukan arah masa depan wilayah maritim Indonesia.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada keterbatasan sumber daya, melainkan pada kesiapan manusia yang mampu mengelola dan mengembangkan potensi tersebut.
“Dunia tidak lagi membutuhkan orang yang hanya bisa menjelaskan masalah. Dunia membutuhkan orang yang bisa menyelesaikannya,” ujarnya.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa pendidikan vokasi adalah jembatan antara teori dan realitastempat lahirnya tenaga terampil yang siap terjun langsung ke lapangan.
Air Mata dan Terima Kasih untuk Orang Tua
Suasana semakin emosional saat perwakilan wisudawan, Nabila Fadiala, menyampaikan kesan dan pesan. Ia mengajak rekan-rekannya menoleh sejenak ke belakang kepada orang tua yang menjadi fondasi utama perjalanan mereka.
“Ada doa yang tidak pernah berhenti, ada pengorbanan yang tidak pernah diceritakan,” ungkapnya.
Bagi para lulusan, hari itu bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang pembuktian cinta dan pengorbanan keluarga yang akhirnya berbuah manis.
Maluku, Potensi Besar yang Menunggu Dikelola
Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, dalam sambutannya mengingatkan bahwa Maluku adalah wilayah dengan kekuatan besar yang belum sepenuhnya dimaksimalkan.
Dengan 93 persen wilayah berupa laut, ia menilai sudah saatnya pembangunan berorientasi pada karakter kepulauan, termasuk melalui penguatan SDM lokal.
Ia juga menyoroti peluang besar dari proyek strategis seperti Blok Masela serta pentingnya hilirisasi sumber daya alam.
“Jangan lagi hanya menjual bahan mentah. Harus ada nilai tambah, harus ada industrialisasi,” tegasnya.
Perpisahan yang Penuh Makna
Wisuda kali ini menjadi momen istimewa bagi Direktur Polnam, Ir. Daddy Mairuhu, yang menyampaikan sambutan terakhirnya setelah delapan tahun memimpin.
Dengan suara penuh ketulusan, ia mengenang perjalanan panjang membangun Polnam di tengah berbagai tantangan, sekaligus menyampaikan harapan bagi masa depan kampus dan para lulusannya.
“Ijazah ini bukan akhir, tapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” pesannya.
Ia juga secara simbolis menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada direktur terpilih, menandai babak baru bagi Polnam.
Melalui Surat Keputusan Direktur, 169 lulusan dari berbagai program studi resmi dilepas dan langsung menerima ijazah mereka sebuah langkah maju dalam pelayanan akademik yang semakin baik.
Kini, para lulusan Polnam membawa lebih dari sekadar gelar. Mereka membawa harapan, tanggung jawab, dan peran penting sebagai agen perubahan di tengah transformasi energi dan pembangunan kawasan kepulauan.
Bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi untuk menciptakan peluang, membangun daerah, dan menggerakkan masa depan Indonesia dari wilayah maritimnya. (Za)



















