globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 03 September 2026

Wagub Maluku: Maulid Nabi Momentum Rawat Harmoni dan Persaudaraan di Maluku

September 03, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath bersama Ibu Hj. Rohani Vanath memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di kediaman Wakil Gubernur Maluku, Karang Panjang, Ambon, Kamis (3/9/2026).


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang keteladanan dan perjuangan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat semangat persaudaraan dan keharmonisan masyarakat Maluku.


Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Ketua Dharma Wanita Provinsi Maluku, para Asisten dan Staf Ahli Setda Maluku, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, serta ibu-ibu Majelis Taklim di Kota Ambon.


Dalam sambutannya, Wagub Abdullah Vanath menegaskan bahwa nilai utama yang dapat dipetik dari peringatan Maulid Nabi adalah pentingnya menjaga silaturahmi, persaudaraan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Maluku.


“Hari ini kita tidak hanya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk saling bersilaturahmi dan merawat harmoni. Yang hadir di sini bukan hanya saudara-saudara Muslim, tetapi juga ada basudara non-Muslim. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan persaudaraan adalah kekuatan kita bersama,” ujar Vanath.


Menurutnya, keharmonisan di Maluku harus terus dirawat secara bersama-sama, sebagaimana seseorang merawat cinta dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.


“Maluku ini harus kita rawat seperti kita merawat cinta. Kalau kita bertunangan, cinta harus dirawat. Dalam rumah tangga, cinta dan kasih sayang juga harus dirawat. Begitu pula dengan Maluku, persaudaraan dan keharmonisan harus terus kita rawat bersama,” ungkapnya.


Wagub menekankan, siapa pun yang dipercaya menjadi pemimpin di Maluku memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama.


“Maluku ini, siapa pun pemimpinnya, harus menjaga dan merawat keharmonisan antarumat beragama. Kita pernah punya pengalaman buruk berupa konflik dan perkelahian yang membuat kita mundur ke belakang. Karena itu, pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali,” tegasnya.


Vanath juga menyampaikan bahwa menjaga kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab tokoh agama maupun instansi yang memiliki tugas di bidang keagamaan. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki peran penting dalam menciptakan kondisi sosial yang aman dan harmonis sebagai bagian dari proses pembangunan.


“Mungkin ada yang mengatakan kegiatan seperti ini adalah urusan ustad, ustadzah, para kiai atau Kementerian Agama. Betul, mereka memiliki tugas dan fungsi yang diberikan oleh negara. Tetapi Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dalam membangun daerah juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga harmoni di tengah masyarakatnya,” jelasnya.


Ia menambahkan, pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya rasa aman, kedamaian dan persatuan di tengah masyarakat.


“Membangun itu salah satu syarat mutlaknya adalah daerah harus aman. Kalau masyarakat hidup rukun, saling menghargai dan saling menjaga, maka pembangunan akan berjalan dengan baik. Karena itu, keamanan, kedamaian dan keharmonisan masyarakat adalah modal utama untuk kita membangun Maluku,” pungkasnya.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persaudaraan, toleransi dan kerukunan antarumat beragama, sekaligus memperkokoh semangat bersama dalam membangun Maluku yang aman, damai dan maju. (Rdks) 

Selengkapnya

Peringati Hari Indonesia Menabung 2026, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa Ajak Generasi Muda Bijak Kelola Keuangan dan Waspadai Kejahatan Digital

September 03, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com — Pemerintah Provinsi Maluku terus menegaskan komitmennya dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di bumi Raja-Raja. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, saat membuka Peringatan Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 Provinsi Maluku yang berlangsung di Auditorium Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon, Kamis (3/9/2026).


Acara yang mengusung tema "Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan" tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, pimpinan perbankan, jajaran dinas terkait, tokoh agama, hingga ribuan pelajar dan guru se-Kota Ambon.


Dalam sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa memberikan apresiasi yang tinggi kepada OJK dan industri perbankan di Maluku atas konsistensinya mendorong budaya menabung, khususnya melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Menurutnya, upaya bersama ini telah membuahkan hasil nyata yang membanggakan di tingkat nasional.


"Pada Peringatan Hari Indonesia Menabung tingkat Nasional di Bekasi akhir Agustus lalu, Provinsi Maluku dinobatkan sebagai Pemerintah Provinsi Terbaik dalam Implementasi Program KEJAR untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Ini bukti nyata komitmen kita bersama," ujar Hendrik Lewerissa.


Tak hanya Pemprov Maluku, apresiasi juga diberikan kepada Pemerintah Kota Ambon yang berhasil meraih penghargaan nasional berkat inovasi modul ajar literasi keuangan yang terintegrasi dalam mata pelajaran IPS SMP/MTs. Selain itu, Bank Modern Express turut menyabet penghargaan sebagai BPR terbaik dalam implementasi program KEJAR di wilayah timur Indonesia.


Di hadapan para siswa SMA dan SMP yang hadir, Gubernur secara khusus berpesan agar generasi muda Maluku membiasakan diri menabung sejak dini dan pandai mengelola keuangan pribadi. Di tengah maraknya arus digitalisasi, beliau juga memberikan peringatan keras terkait maraknya kejahatan finansial berbasis teknologi.


"Generasi muda harus ekstra waspada terhadap pinjaman online ilegal, investasi bodong, judi online, dan berbagai modus penipuan digital. Jangan pernah membagikan data pribadi, PIN, maupun kode OTP kepada siapa pun, dan pastikan selalu menggunakan produk keuangan yang legal dan diawasi OJK," tegasnya.


Mengakhiri arahannya, Gubernur menekankan bahwa Pemprov Maluku akan terus memperkuat sinergi dengan OJK, Bank Indonesia, perbankan, dan sektor pendidikan. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan akses edukasi keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar.


Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi seremonial pembukaan resmi yang menandai Puncak Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 di Provinsi Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Teladani Akhlak Rasulullah, Prajurit Kodaeral IX Didorong Perkuat Integritas dan Dedikasi Pengabdian

September 03, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW menjadi nilai penting yang perlu diwujudkan dalam setiap sikap dan tindakan prajurit, terutama dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Nilai kejujuran, amanah, disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan kepedulian yang dicontohkan Rasulullah SAW dinilai relevan dalam membentuk prajurit yang profesional sekaligus berintegritas.


Pesan tersebut mengemuka dalam Kauseri Agama Terpusat jajaran Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) yang dilaksanakan oleh Kodaeral IX sebagai tuan rumah dan diikuti secara virtual oleh personel Koarmada I, Koarmada II, Koarmada III serta Kodaeral I hingga Kodaeral XIV. Kegiatan berlangsung di Masjid Nurul Iman, Mako Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Kamis (3/9/2026).


Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., membuka kegiatan tersebut didampingi para Pejabat Utama (PJU) dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Kodaeral IX, serta diikuti prajurit dan ASN Kodaeral IX.


Dalam kesempatan tersebut, Komandan Kodaeral IX menyampaikan bahwa Kauseri Agama merupakan bagian dari pembinaan mental, rohani, dan spiritual yang dilaksanakan secara rutin sebagai upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan keyakinan masing-masing.


“Kauseri agama menjadi sarana untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus membentuk karakter personel agar senantiasa memiliki landasan moral dan spiritual dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.


Untaian hikmah bagi umat Islam disampaikan Ustadz Dr. Nursaid, S.Ag., M.Ag., Dosen UIN Abdul Muthalib Ambon, dengan mengangkat tema “Keteladanan Akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai Landasan Prestasi dan Dedikasi dalam Mendukung Pelaksanaan Tugas Satuan.”


Ustadz Nursaid menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semata-mata menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan dan mengimplementasikan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, akhlak Rasulullah SAW yang menjunjung tinggi kejujuran, amanah, disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai yang harus dimiliki seorang prajurit dalam melaksanakan tugas.


“Meneladani Rasulullah bukan hanya dengan mengenang perjuangannya, tetapi dengan menghadirkan akhlaknya dalam setiap langkah pengabdian,” pesannya.


Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis, tetapi diwujudkan melalui sikap dan perilaku nyata dalam pelaksanaan tugas. Dengan demikian, prajurit tidak hanya dituntut memiliki profesionalisme dan kemampuan dalam menjalankan tugas, tetapi juga integritas, keteguhan moral, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.


Melalui kegiatan tersebut, seluruh prajurit dan keluarga besar TNI AL diharapkan semakin mampu menjadikan akhlak mulia sebagai pedoman dalam bersikap, bertindak, serta mengambil keputusan, sehingga mampu memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.


Pembinaan Rohani bagi Prajurit Nasrani

Sementara itu, pembinaan rohani bagi personel beragama Nasrani dilaksanakan secara terpusat di Gereja Mahanaim Kodaeral IX dengan mengusung tema “Orang Benar Akan Masuk ke Dalam Hidup yang Kekal.”


Ibadah Bina Kauseri tersebut dipimpin oleh Pelayan Firman Pdt. V.J. Nikijuluw, R., dengan pembacaan Alkitab yang diambil dari Matius 25:1-46.


Dalam renungannya, Pdt. V.J. Nikijuluw mengajak seluruh jemaat untuk menjalani kehidupan yang senantiasa bersumber dan berorientasi kepada Tuhan, dengan menjaga ketaatan, kejujuran, serta kekudusan hidup. Pesan tersebut sejalan dengan firman Tuhan sebagaimana tertuang dalam Roma 12:2.


Rangkaian ibadah yang diawali dengan votum, pengakuan dosa, berita anugerah, pengakuan iman, persembahan syukur, hingga doa syafaat berlangsung dengan khidmat dan penuh kedamaian.


Kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan sekaligus penguatan iman bagi prajurit dan ASN Nasrani Kodaeral IX, agar nilai-nilai keimanan dapat terus diwujudkan dalam kehidupan pribadi maupun pelaksanaan tugas dan pengabdian.


Melalui pembinaan rohani lintas agama ini, Kodaeral IX terus mendorong terwujudnya prajurit dan ASN yang tidak hanya profesional dalam melaksanakan tugas, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan landasan moral yang kuat sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara. (Rdks) 

Selengkapnya

Jelang Lomba Selam OBA HUT ke-81 TNI, Kodaeral IX Matangkan Arena dan Keselamatan Peserta

September 03, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Lomba Selam Orientasi Bawah Air (OBA) dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Salah satu tahapan persiapan dilakukan dengan pemasangan rambu-rambu keselamatan dan pembersihan area lomba di perairan belakang Fasharkan Kodaeral IX, Teluk Dalam Ambon, Kamis (3/9/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan panitia untuk memastikan kesiapan arena yang akan digunakan sebagai lintasan perlombaan pada 19–20 September 2026 mendatang. Peninjauan dan penataan lokasi menjadi bagian penting guna menjamin seluruh aspek teknis maupun keselamatan dapat terpenuhi sebelum perlombaan digelar.


Tim penyelenggara bersama personel terkait melakukan pengecekan secara langsung terhadap karakteristik perairan, kedalaman, kondisi arus, keamanan area, serta kelayakan lintasan yang akan dilalui para peserta. Pemasangan rambu-rambu juga dilakukan sebagai penanda jalur sekaligus mendukung keselamatan dan ketertiban selama perlombaan berlangsung.


Komandan Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral IX, Kolonel Laut (P) Irwin Kurniadi, bersama tim penyelenggara dan personel terkait turut mengecek sejumlah titik penting, mulai dari titik start, rute perlombaan, hingga titik finish.


Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh lintasan sesuai dengan ketentuan dan dapat digunakan secara aman oleh para peserta. Lomba Selam OBA merupakan salah satu agenda olahraga bahari yang digelar Kodaeral IX dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 TNI Tahun 2026.


Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga selam, memperkuat sinergitas antarsatuan, serta memperkenalkan potensi wisata bahari dan keindahan bawah laut Teluk Ambon kepada masyarakat.


Dalam pelaksanaannya, OBA merupakan kompetisi selam dengan menggunakan peralatan SCUBA lengkap. Para penyelam dituntut memiliki kemampuan navigasi bawah air dengan memanfaatkan kompas untuk menemukan sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan dalam waktu secepat mungkin.

Adapun nomor yang dipertandingkan meliputi M-Course putra dan putri serta 5 Point Course putra dan putri. Melalui berbagai tahapan persiapan tersebut, Kodaeral IX memastikan aspek teknis, keamanan, keselamatan, dan kesiapan arena terus dimatangkan sehingga Lomba Selam OBA dapat berlangsung lancar, tertib, aman, dan sukses. 


Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen TNI AL dalam mendukung pembinaan olahraga bahari dan pengembangan potensi maritim Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

Tujuh Hari Hanyut di Laut, Lima Nelayan Berhasil Dievakuasi Polisi Bersama Warga di Perairan Pulau Romang

September 03, 2026


MBD
, globaltimurnn.com – Kesigapan personel Kepolisian bersama masyarakat nelayan kembali menunjukkan arti penting kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan pertolongan terhadap warga yang mengalami situasi darurat di wilayah perairan.


Sebanyak lima orang nelayan yang mengalami musibah setelah motor laut yang mereka gunakan mengalami gangguan mesin dan hanyut selama kurang lebih tujuh hari di laut, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di sekitar perairan Pulau Maupora, Kecamatan Kepulauan Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), pada Rabu malam (02/09/2026).


Peristiwa tersebut diketahui setelah Sekretaris Desa Jerusu, Kecamatan Kepulauan Romang, Charles Lendert (61), mendatangi Pos Polisi (Pospol) Pulau Romang, Polsek Kisar, sekitar pukul 17.50 Wit untuk melaporkan adanya lima nelayan yang mengalami musibah hanyut di laut dan ditemukan berada di sekitar perairan Pulau Maupora.


Mendapat laporan tersebut, personel Pospol Pulau Romang bersama masyarakat nelayan dengan sigap bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan memberikan pertolongan kepada para korban.


Sebelumnya, pada Rabu siang, personel Satuan Polairud Polres MBD yang dipimpin AIPDA Abraham Noya bersama dua personel lainnya juga telah merespons informasi awal tersebut dengan melakukan pencarian menggunakan kapal patroli Satuan Polairud di wilayah perairan Pulau Moa dan sekitarnya. Namun, pada saat pencarian awal, keberadaan motor laut yang digunakan para nelayan tersebut belum berhasil ditemukan.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kelima nelayan tersebut diketahui awalnya berangkat dari perairan Pulau Seira, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada Jumat, 21 Agustus 2026 sekitar pukul 08.00 Wit untuk mencari telur ikan.


Memasuki hari kelima di laut, motor laut yang mereka gunakan mengalami gangguan mesin. Kondisi tersebut semakin sulit karena cuaca di laut kurang bersahabat sehingga mereka tidak dapat mengendalikan arah perjalanan secara maksimal dan akhirnya terbawa arus hingga memasuki wilayah perairan Kabupaten Maluku Barat Daya.


Setelah terombang-ambing di laut selama kurang lebih tujuh hari, pada Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 16.30 Wit, para nelayan tersebut akhirnya memperoleh jaringan komunikasi dan berupaya menghubungi pihak lain untuk meminta pertolongan.


Informasi tersebut kemudian diterima oleh saksi Charles Lendert, yang selanjutnya segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Kepolisian di Pospol Pulau Romang.


Merespons laporan tersebut, personel Pos Polisi Pulau Romang bersama masyarakat nelayan langsung bergerak menuju lokasi yang diinformasikan untuk memastikan keselamatan para korban.


Upaya pencarian membuahkan hasil, sekitar pukul 21.40 Wit kelima nelayan berhasil ditemukan di sekitar perairan Pulau Maupora, Kecamatan Kepulauan Romang, dalam kondisi selamat dan sehat.


Petugas bersama masyarakat nelayan kemudian memberikan bantuan dengan menarik motor laut KM. Harapan Setia yang mengalami gangguan mesin tersebut menuju lokasi yang lebih aman untuk berlabuh.


Kelima nelayan tersebut masing-masing Ahmad Yakin Afandy (51) selaku nakhoda, Samsul Bahri (42), Muhammad Sanudin (53), Herianto (39), dan Simon Numbery (47) selaku anak buah kapal (ABK).


Untuk sementara waktu, kelima nelayan memilih tetap berada di atas motor laut yang mereka gunakan sambil menunggu bantuan peralatan maupun teknisi untuk memperbaiki mesin yang mengalami gangguan.


Kasat Polairud Polres MBD IPDA Oktovianus Damaryanan menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai adanya nelayan yang mengalami gangguan mesin dan hanyut di perairan wilayah MBD.


Menurutnya, kondisi geografis wilayah Maluku Barat Daya yang sebagian besar merupakan wilayah kepulauan dan memiliki karakteristik perairan yang cukup luas membutuhkan kecepatan, ketepatan serta koordinasi yang baik dalam setiap penanganan kejadian di laut.


“Begitu informasi kami terima, personel langsung melakukan pencarian dengan menggunakan kapal patroli. Kami terus berupaya memastikan keberadaan para nelayan dan yang paling utama adalah keselamatan mereka,” ujar IPDA Oktovianus.


Ia menambahkan, keberhasilan menemukan para nelayan tidak terlepas dari komunikasi dan kerja sama antara personel Kepolisian dengan masyarakat, khususnya para nelayan yang berada di sekitar perairan Pulau Maupora.


“Kami mengapresiasi masyarakat nelayan yang ikut membantu proses pencarian dan pertolongan. Sinergi seperti ini sangat penting, karena dalam situasi darurat di laut, kecepatan mendapatkan informasi dan bantuan menjadi faktor yang sangat menentukan,” jelasnya.


IPDA Oktovianus juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang melakukan aktivitas penangkapan ikan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, memastikan mesin dan perlengkapan keselamatan dalam kondisi baik serta membawa sarana komunikasi yang dapat digunakan sewaktu-waktu dalam keadaan darurat.


“Kami mengimbau para nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan. Sebelum melaut, periksa kondisi mesin, bahan bakar, alat keselamatan dan sarana komunikasi. Jangan memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” pesannya.


Sementara itu, Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K., memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah merespons laporan tersebut serta masyarakat nelayan yang turut membantu proses pencarian dan pertolongan.


Kapolres menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga memberikan perlindungan, pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.


“Keselamatan masyarakat merupakan prioritas. Ketika ada informasi mengenai warga yang mengalami keadaan darurat, personel harus mampu merespons dengan cepat dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memberikan pertolongan,” tegas Kapolres.


AKBP Budhi juga mengapresiasi keberadaan personel Polri di wilayah kepulauan yang mampu membangun komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat setempat.


“Saya menyampaikan apresiasi kepada personel Pospol Pulau Romang, Satuan Polairud Polres MBD serta masyarakat nelayan yang telah bersama-sama melakukan pencarian hingga para korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Ini merupakan wujud nyata sinergitas Polri dan masyarakat,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa kondisi wilayah Maluku Barat Daya yang memiliki wilayah perairan luas membutuhkan kepedulian dan kewaspadaan semua pihak. Menurutnya, masyarakat yang melakukan aktivitas di laut harus memiliki kesiapsiagaan serta memperhatikan faktor keselamatan sebelum melakukan perjalanan.


“Kita patut bersyukur karena lima nelayan tersebut berhasil ditemukan dalam keadaan sehat. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa aktivitas di laut memiliki risiko yang harus diantisipasi. Kesiapan peralatan, kondisi mesin, komunikasi dan pemantauan cuaca merupakan hal yang tidak boleh diabaikan,” kata Kapolres.


Kapolres juga menekankan pentingnya sinergitas antara Kepolisian, pemerintah desa, masyarakat nelayan dan seluruh pemangku kepentingan dalam merespons setiap kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.


“Kami berharap koordinasi dan kepedulian seperti ini terus dipertahankan. Polri akan terus hadir bersama masyarakat untuk memberikan rasa aman, perlindungan dan pertolongan, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan MBD,” pungkasnya.


Keberhasilan menemukan kelima nelayan tersebut menjadi bukti bahwa kecepatan informasi, respons Kepolisian, serta semangat gotong royong masyarakat memiliki peran penting dalam menghadapi situasi darurat di wilayah kepulauan.


Polres Maluku Barat Daya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, agar senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di laut serta segera menghubungi pihak Kepolisian atau instansi terkait apabila menghadapi keadaan darurat. (Rdks) 

Selengkapnya

Kanwil Ditjenpas Maluku Susun Standar Pemberdayaan Klien, Perkuat Reintegrasi dan Kemandirian Ekonomi

September 03, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku mulai mematangkan standar layanan pemberdayaan Klien Pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya memperkuat proses reintegrasi sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.


Penyusunan standar tersebut dibahas melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Standar Layanan Pemberdayaan Klien Pemasyarakatan yang berlangsung di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon, Kamis (03/09/2026).


Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Kepala Bapas Kelas II Ambon, serta seluruh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Ambon.


FGD menjadi ruang untuk menyempurnakan rancangan standar layanan yang sebelumnya telah disusun. Berbagai pengalaman dan masukan dari jajaran yang terlibat langsung dalam proses pembimbingan dihimpun untuk memastikan standar tersebut nantinya dapat diterapkan secara efektif di lapangan.


Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku menegaskan, pemberdayaan Klien Pemasyarakatan harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan, bukan sekadar melalui kegiatan yang bersifat sementara.


Menurutnya, diperlukan standar yang dapat menjadi pedoman bersama bagi seluruh jajaran dalam melaksanakan setiap tahapan pemberdayaan.


“Kita ingin pemberdayaan Klien Pemasyarakatan dilakukan secara sistematis, bukan sekadar kegiatan yang dilaksanakan sesaat. Harus ada standar yang menjadi pedoman bersama, mulai dari identifikasi potensi dan kebutuhan Klien Pemasyarakatan, pemberian keterampilan, akses terhadap pekerjaan atau usaha, hingga pendampingan dan evaluasi,” tegasnya.


Ia menjelaskan, proses tersebut harus mampu melihat potensi dan kebutuhan masing-masing klien sehingga program pemberdayaan yang diberikan benar-benar memiliki manfaat dan dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.


Dengan pendekatan tersebut, pembimbingan tidak hanya berorientasi pada proses administratif, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan Klien Pemasyarakatan.


Dengan demikian, proses pembimbingan benar-benar menghasilkan reintegrasi sosial yang maksimal dan pada akhirnya mendorong Klien Pemasyarakatan menjadi mandiri secara ekonomi, lanjutnya.


Menurut Kakanwil, keberadaan standar layanan juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara Bapas, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.


Standar yang sama akan memberikan acuan bagi jajaran dalam menjalankan tahapan pemberdayaan secara lebih terarah, terukur dan konsisten.


Hal tersebut dinilai penting karena proses reintegrasi sosial tidak dapat dilakukan oleh Bapas maupun jajaran Pemasyarakatan seorang diri. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak agar Klien Pemasyarakatan memiliki akses terhadap keterampilan, pekerjaan maupun peluang usaha setelah kembali ke lingkungan masyarakat.


Melalui pola tersebut, program pemberdayaan diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih nyata terhadap kehidupan klien.


Penyusunan Standar Layanan Pemberdayaan Klien Pemasyarakatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proyek perubahan Kanwil Ditjenpas Maluku yang diarahkan untuk mewujudkan reintegrasi sosial dan kemandirian ekonomi bagi Klien Pemasyarakatan.


Standar tersebut nantinya diharapkan menjadi instrumen dalam mengintegrasikan program pemberdayaan ke dalam keseluruhan proses pembimbingan.


Dengan demikian, pemberdayaan tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Klien Pemasyarakatan agar mampu kembali menjalani kehidupan secara produktif di tengah masyarakat.


Kanwil Ditjenpas Maluku berharap penyusunan standar ini dapat memperkuat kualitas layanan sekaligus memastikan proses pembimbingan berjalan lebih terstruktur, berkelanjutan dan berorientasi pada hasil.


Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi Klien Pemasyarakatan untuk membangun kehidupan yang mandiri, produktif dan diterima kembali di lingkungan sosialnya. (Za)

Selengkapnya

Bangun Budaya Menabung Sejak Dini, OJK Maluku Perkuat Program KEJAR

September 03, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Upaya membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah terus diperkuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku. Melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), OJK menargetkan semakin banyak pelajar di Maluku terhubung dengan layanan keuangan formal.


Bukan hanya mengejar jumlah rekening, OJK Maluku kini mendorong perbankan untuk lebih aktif mendatangi sekolah-sekolah. Pola jemput bola tersebut dinilai penting agar pembukaan rekening dapat diikuti dengan edukasi serta pendampingan secara berkelanjutan.


Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus membentuk kebiasaan menabung di kalangan generasi muda.


Hal itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan Hari Indonesia Menabung (HIM) sekaligus Puncak Bulan Literasi Keuangan Provinsi Maluku 2026, yang berlangsung di Aula Auditorium Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon, Kamis (03/09/2026).


Kegiatan tersebut mengusung tema “Menabung Hari Ini, Sejahtera di Masa Depan: Keuangan Inklusif, Maluku Maju dan Berkelanjutan.”


Haramain mengatakan, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat perluasan kepemilikan rekening bagi pelajar.


Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon, khususnya Wali Kota Ambon, yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.


Terima kasih kepada Pak Wali Kota yang sudah mendukung kami dalam rangka kita bisa menjalankan satu rekening, satu pelajar, ujar Haramain.


Menurutnya, tantangan berikutnya bukan hanya bagaimana membuka rekening sebanyak-banyaknya, tetapi memastikan rekening tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh pelajar.


Karena itu, OJK mendorong perbankan untuk tidak menunggu pelajar datang ke bank, melainkan turun langsung ke lingkungan sekolah.


“Kita mendorong perbankan harus datang ke masing-masing sekolah. Jadi kita atur, jangan sampai ada sekolah yang tercecer atau terlewat. Jemput bola,” tegasnya.


Untuk memperkuat pelaksanaan program, OJK Maluku mendorong setiap bank memiliki sekolah binaan.


Dengan pola tersebut, hubungan antara perbankan dan sekolah tidak berhenti setelah pembukaan rekening. Bank diharapkan dapat secara rutin memberikan pelayanan sekaligus edukasi kepada para pelajar.


“Kita sudah atur, masing-masing bank harus punya sekolah binaan. Kita juga sepakat dengan Pak Wali, nanti bank bisa rutin, mungkin seminggu sekali atau dua minggu sekali datang ke sekolah supaya anak-anak bisa menabung,” jelas Haramain.


Menurutnya, pola tersebut akan membuat pelajar lebih mudah mengakses layanan perbankan sekaligus mengenal pentingnya menabung sejak dini.


OJK juga berharap kebiasaan tersebut tidak hanya berlangsung selama mereka berada di bangku sekolah, tetapi dapat menjadi budaya keuangan yang dibawa hingga dewasa.


Harapannya kebiasaan menabung itu sudah bisa dilakukan sejak dini. Kita berharap ini berkelanjutan setiap tahun, katanya.


Haramain menjelaskan, keberlanjutan program menjadi penting karena setiap tahun terdapat pelajar yang menyelesaikan pendidikan dan kemudian digantikan oleh peserta didik baru.


Dengan demikian, gerakan Satu Rekening Satu Pelajar harus terus diperbarui agar cakupan inklusi keuangan tidak berhenti pada satu generasi.


Dari sisi capaian, OJK Maluku mencatat telah terjadi pertumbuhan signifikan dalam pembukaan rekening pelajar.


Dalam kurun waktu sekitar enam hingga tujuh bulan terakhir, lebih dari 3.000 rekening baru telah dibuka bagi pelajar di Maluku, Dari jumlah tersebut, sekitar sepertiganya berada di Kota Ambon.


OJK Maluku pun menargetkan jumlah rekening pelajar dapat terus meningkat hingga mencapai 5.000 rekening pada akhir 2026, “Harapannya nanti target kita tahun ini 5.000 bisa tercapai,” ujar Haramain.


Meski target tersebut menjadi prioritas, ia menegaskan bahwa jumlah rekening bukan satu-satunya indikator keberhasilan program.


OJK selanjutnya akan mendorong agar rekening yang telah dimiliki pelajar benar-benar digunakan untuk aktivitas menabung dan tidak sekadar tersimpan tanpa transaksi.


“Kita fokusnya lebih ke akuisisi dulu. Kita kejar jumlah anak-anak sekolah ini bagaimana bisa terinklusi dengan baik. Setelah itu baru kita edukasi bagaimana kebiasaan menabung,” jelasnya.


Ia menilai rekening yang tidak digunakan atau menjadi dormant justru tidak memberikan manfaat maksimal bagi upaya membangun inklusi keuangan.


Karena itu, peran sekolah dan perbankan dinilai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program.


“Jadi kita buka dulu supaya mereka terinklusi. Setelah itu kebiasaan menabungnya kita bangun dengan bank jemput bola ke sekolah-sekolah,” katanya.


Peringatan Hari Indonesia Menabung sekaligus Puncak Bulan Literasi Keuangan Provinsi Maluku 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, perbankan dan lembaga pendidikan.


Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada gerakan menabung, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, di antaranya talkshow edukasi keuangan, aksi inklusi keuangan, lomba edukasi, serta penampilan khusus penyanyi Billy Sopacua.


Melalui momentum tersebut, OJK Maluku ingin memastikan literasi keuangan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh generasi muda.


Program KEJAR diharapkan menjadi pintu masuk bagi pelajar untuk mengenal layanan keuangan formal, belajar mengelola uang, membangun kebiasaan menabung, sekaligus memahami pentingnya perencanaan keuangan.


Dengan sinergi antara perbankan, sekolah dan pemerintah daerah, OJK Maluku optimistis gerakan menabung pelajar dapat berkembang secara konsisten dari tahun ke tahun.


Langkah tersebut sekaligus diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk generasi muda Maluku yang lebih cerdas dalam mengelola keuangan serta semakin inklusif secara finansial. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT