globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Rabu, 30 September 2026

Ciptakan Ketertiban dan Cegah Kesalahpahaman Antar Pengemudi, Sinergitas Polres SBB dan Perhubungan SBB Sambangi Terminal Dan Pasar Piru

September 30, 2026


Piru
, globaltimurnn.com — Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Seram Bagian Barat melaksanakan kegiatan himbauan dan penertiban terhadap kendaraan bukan angkutan umum, khususnya mobil pangkalan atau taksi gelap, yang parkir dan mengambil penumpang di kawasan Terminal Piru, Rabu (30/9/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.20 WIT tersebut melibatkan 12 personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres SBB dan 13 personel Dinas Perhubungan Kabupaten SBB.


Kegiatan dipimpin oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten SBB, Freintje Laturette, S.STP, bersama jajaran Dinas Perhubungan dan didampingi Kasat Lantas Polres SBB AKP Jacob Runthutomas, S.Pd.K bersama personel Satlantas.


Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah bersama untuk menciptakan ketertiban di kawasan Terminal Piru, sekaligus memberikan pemahaman kepada para pengemudi mengenai aturan lalu lintas dan ketentuan terkait aktivitas menaikkan maupun menurunkan penumpang.


“Penertiban ini bukan semata-mata tindakan penegakan aturan, tetapi juga sebagai upaya memberikan pemahaman kepada para pengemudi agar mematuhi ketentuan yang berlaku, terutama terkait larangan parkir dan mengambil penumpang di kawasan yang telah ditentukan,” ujar Kapolres.


Menurutnya, keberadaan kendaraan yang parkir dan mengambil penumpang di depan terminal dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik antara pengemudi angkutan umum dengan pengemudi mobil pangkalan.


“Kami mengimbau seluruh pengemudi untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik. Mari bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di kawasan Terminal Piru,” tegasnya.


Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan himbauan kepada para pengemudi mobil pangkalan agar tidak melakukan parkir liar maupun mengambil penumpang di depan Terminal Piru. Para pengemudi juga diarahkan untuk memindahkan kendaraan dari area yang dilarang parkir serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang terpasang di sekitar terminal.


Selain itu, petugas mengajak masyarakat dan seluruh pengemudi untuk meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas dengan selalu menaati aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.


Kapolres menambahkan, sinergitas antara Polres SBB dan Dinas Perhubungan akan terus dilakukan dalam rangka mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat.


“Yang paling penting adalah bagaimana kita menciptakan situasi yang aman dan tertib tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat. Kami berharap seluruh pihak dapat memahami dan menjalankan aturan dengan penuh kesadaran,” tambahnya.


Dari hasil kegiatan, para pengemudi mobil pangkalan bersedia memindahkan kendaraan mereka dari areal Terminal Piru. Masyarakat dan para pengemudi juga menerima himbauan yang disampaikan oleh petugas Kepolisian dan Dinas Perhubungan dengan baik.


Selama kegiatan berlangsung, tidak terjadi konflik antara sopir mobil pangkalan dengan sopir angkutan umum. Arus lalu lintas di sekitar Terminal Piru juga terpantau tertib dan lancar.


Sejumlah pengemudi angkutan umum turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan atas pelaksanaan penertiban tersebut.


Kegiatan himbauan dan penertiban berakhir sekitar pukul 11.15 WIT. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar. 

Selengkapnya

Selasa, 29 September 2026

Peringati HUT ke-81 TNI, Wadan Kodaeral IX Pimpin Ziarah di TMP Kapahaha Tantui

September 29, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Wakil Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Wadan Kodaeral) IX, Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, memimpin Upacara Ziarah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapahaha, Tantui, Kota Ambon, Maluku, Rabu (30/9/2026).


Upacara ziarah tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di wilayah Maluku yang mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”


Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wadan Kodaeral IX memimpin penghormatan kepada arwah para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan mengheningkan cipta, dilanjutkan peletakan karangan bunga di tugu TMP Kapahaha sebagai simbol penghormatan dan penghargaan atas jasa serta pengorbanan para pahlawan.


Rangkaian upacara kemudian diakhiri dengan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan, foto bersama, serta tabur bunga di pusara para pahlawan oleh para peserta ziarah.


Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung, Danrindam XV/Pattimura Brigjen TNI Irfan Amir, Danguspurla III Laksma TNI Andri Kristianto, Danlanud Pattimura Kolonel Pnb. Adhi Safarul Akbar, Kasatpol PP Maluku Dr. Muhammad Malawat, Karo Rena Polda Maluku Kombes Pol. Sachroni Anwar, Asintel Kejati Maluku Diky Oktavia, serta para pejabat utama dan satuan kerja TNI-Polri dan instansi pemerintah lainnya.


Pasukan upacara terdiri atas gabungan pejabat utama TNI-Polri, gabungan perwira menengah dan perwira pertama tiga matra TNI, Batalyon Infanteri 733/Masariku, prajurit Kodaeral IX, Lanud Pattimura, ASN gabungan, serta anggota Dharma Pertiwi.


Bagi TNI, ziarah ke makam pahlawan tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari besar nasional. Kegiatan ini merupakan momentum untuk mengenang kembali sejarah perjuangan bangsa sekaligus meneguhkan kesadaran bahwa kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia tidak diperoleh dengan mudah, melainkan melalui pengorbanan jiwa, raga, dan keteguhan para pendahulu bangsa.


"Nilai-nilai keberanian, patriotisme, rela berkorban, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air yang diwariskan para pahlawan menjadi pesan penting yang perlu terus diteruskan kepada generasi penerus," terang Wadan Kodaeral lX usai pelaksanaan Ziarah. 


Menurutnya, melalui kegiatan ziarah, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal nama dan sejarah para pahlawan, tetapi juga memahami nilai perjuangan yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap disiplin, tanggung jawab, persatuan, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.


Bagi prajurit TNI lanjutnya, penghormatan kepada para pahlawan sekaligus menjadi pengingat akan jati diri dan tugas pengabdian. Semangat perjuangan para pendahulu diharapkan terus menjadi sumber motivasi untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI serta senantiasa hadir bersama rakyat.


Momentum HUT ke-81 TNI ini diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan, soliditas, dan sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah serta seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan dan membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (Rdks) 

Selengkapnya

Gerard Wakano : Ketika Alam Seram Dan Maluku Secara Umum Melahirkan Api-nya Sendiri

September 29, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Asap yang membumbung di atas tanah Seram beberapa waktu lalu tidak hanya menghanguskan batang-batang pohon di kebun warga, asap itu telah membakar rasa percaya. 


Gerard Wakano adalah salah satu tokoh masyarakat Maluku asal pulau Seram yang adalah satu - satunya pemegang license AFF international kepada sejumlah media di Ambon mengungkapkan bahwa" Di balik abu yang tersisa, luka sosial merebak cepat, Warga Desa Lisabata memandang ke arah Desa Patahue dengan prasangka tajam, meyakini ada tangan jahat yang melemparkan pemantik. 


Sementara itu, warga Patahue mengelak dengan getir, bersumpah di bawah langit Maluku bahwa tak seorang pun dari mereka yang menyulut api.


Kemarahan yang menumpuk akhirnya meledak menjadi aksi pembalasan, Pohon-pohon mati, kebun-kebun hancur, dan dua desa tetangga yang tadinya hidup berdampingan kini dipisahkan oleh tembok kecurigaan.


Namun, di tengah hembusan angin malam yang membawa aroma hangus di Pulau Seram, sebuah pertanyaan mendasar harus kita ajukan dengan dingin dan jernih. Ucap Wakano kepada wartawan diambon


Bagaimana jika api yang menghancurkan kebun-kebun itu tidak pernah dilahirkan oleh jemari manusia? Tanya Wakano tegas


Bagaimana Api Lahir Tanpa Pemantik

Dalam dunia sains dan penyelidikan kebakaran hutan, ada sebuah fenomena kuno yang kerap mengecoh manusia, Spontaneous Combustion atau pembakaran spontan. Sebut Wakano


Ini adalah peristiwa kimiawi di mana suatu bahan dapat menyala dengan sendirinya, tanpa percikan api, tanpa korek gas, dan tanpa campur tangan manusia sama sekali. Ucapnya


Dikatakan-nya" Proses ini dimulai dari reaksi kimia yang menghasilkan panas (oksidasi eksotermik) di tempat yang terisolasi. 


Ketika panas yang dihasilkan oleh bahan alam tidak dapat melarikan diri ke udara bebas, suhu di dalam tumpukan tersebut akan terus naik, Begitu suhu mencapai titik nyala (autoignition temperature), bahan tersebut akan membakar dirinya sendiri. Jelas Wakano


Wakano juga menyampaikan" Bagi masyarakat di Maluku, fenomena ini sebenarnya tidak asing jika kita membedah isi perut bumi dan kebun kita sendiri" Ampas sagu (ela sagu) misalnya dan tumpukan daun yang membusuk. 


Masyarakat Seram paham betul betapa hangatnya ampas sagu basah atau tumpukan daun gugur yang terfermentasi, Ketika mikroorganisme bekerja membusukkan tumpukan organik yang tebal di bawah naungan pohon, mereka melepaskan energi panas. Tutur Wakano


Di musim kemarau yang terik, bagian dalam tumpukan serasah basah ini bisa menjadi sangat panas, mengeringkan lapisan luarnya dari dalam, hingga akhirnya melepaskan asap dan membakar dirinya sendiri.


Pirit dan Mineral Sulfida dalam Batuan

Bumi Pulau Seram kaya akan struktur geologi yang unik, Di dalam tanah dan batuan tertentu terdapat kandungan pirit (besi sulfida) sering disebut "emas palsu". 


Ketika pirit yang berada di dekat permukaan tanah terpapar udara lembap dan oksigen setelah hujan, terjadi reaksi oksidasi yang sangat panas, Jika pirit ini bersentuhan dengan daun kering di atasnya, tanah itu bisa membara tanpa ada yang menyulutnya.

ini ilsutrasi gambar bila benda terbakar dengan sendirinya

Batubara Purba dan Fosil Organik

Di beberapa wilayah daratan Seram, tersimpan lapisan batubara purba rapuh di bawah lapisan tanah dangkal, Batubara muda ini memiliki sifat menyerap oksigen dengan sangat cepat, Proses oksidasi lambat ini secara perlahan menaikkan suhu tanah hingga mencapai titik bakar, melahirkan api yang tiba-tiba keluar dari celah tanah.


Fosforus Putih Alami

Dari hasil pelapukan zat organik tulang hewan atau endapan mineral kuno, senyawa fosforus putih dapat terbentuk dalam jumlah kecil, Senyawa ini memiliki karakter yang sangat agresif, ia dapat bereaksi dan menyala secara otomatis begitu bersentuhan langsung dengan udara kering.


Mengapa Seram Begitu Rentan?

Pulau Seram bukan sekadar hamparan hutan hijau, pulau ini adalah laboratorium alam yang aktif, Lanskap geologinya yang kaya akan mineral sulfida, dikombinasikan dengan sisa-sisa pengolahan sagu tradisional serta tumpukan serasah tebal di perkebunan, menciptakan kondisi ideal bagi terjadinya spontaneous combustion.


Saat musim beralih, ketika kelembapan tinggi akibat pembusukan mendadak diterpa panas terik kemarau yang menyengat tumpukan bahan organik di kebun warga berubah menjadi "bom waktu" alami. 


Api bisa muncul dari dalam tumpukan tanah, merayap diam-diam di bawah dedaunan, lalu tiba-tiba berkobar di atas permukaan.


Bagi mata awam, terbakarnya kebun secara tiba-tiba tentu tampak seperti ulah orang yang sengaja melintas dan melempar puntung rokok atau obor. Namun, ilmu sains pembakaran membuktikan sebaliknya" bumi Seram sanggup melahirkan apinya sendiri.


Dua Desa, Satu Duka: 

Menghentikan Lingkaran Prasangka, Melihat konflik antara Desa Lisabata dan Desa Patahue dari sudut pandang ini mengundang rasa haru yang mendalam. 


Warga Lisabata berduka karena kebun tempat mereka menggantungkan hidup hangus dilalap api, Rasa kehilangan itu nyata, dan kemarahan mereka adalah reaksi manusiawi atas musibah yang menghancurkan sumber penghidupan.


Di sisi lain, warga Patahue menanggung beban mental yang tidak kalah beratnya, dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah mereka perbuat, lalu menerima aksi pembalasan atas dosa yang tidak pernah ada.


Ketika dua desa yang terikat ikatan persaudaraan semenjak nenekmoyang ini saling menunjuk, sebenarnya kedua belah pihak sedang sama-sama menjadi korban, Korban dari musibah alam yang tak terlihat, dan korban dari ketahuannya kita akan rahasia kimia bumi tempat kita berpijak.


Apakah adil jika hubungan persaudaraan yang telah dibangun ratusan tahun oleh para leluhur hancur hanya karena reaksi kimia di dalam tumpukan ampas sagu dan tanah pirit? Tanya Wakano heran


Sudah saatnya amarah disiram dengan air kearifan dan ilmu pengetahuan, Pertikaian ini tidak boleh dilanjutkan, karena tidak ada musuh yang perlu dikalahkan, dan tidak ada kejahatan manusia yang perlu dibalaskan.


Kebun yang terbakar bisa ditanami kembali, Pohon sagu, cengkeh, dan pala yang hangus akan bertunas ulang seiring berjalannya waktu dan bergantinya musim, Namun, luka akibat perselisihan antar-saudara bisa mengendap bertahun-tahun jika tidak segera disembuhkan.


Di akhir keterangan-nya Wakano mengajak basudara Lisabata dan Patahue, mari berdamai, Bukan karena kita kalah, tetapi karena kita menang, ya menang atas ketidaktahuan, menang atas amarah, dan menang atas diri kita sendiri. Pungkasnya sambil mengajak  (Rdks) 

Selengkapnya

Tingkatkan Dan Bina Mental Spiritual ASN Dilingkup Pemda SBB, Soukotta Hadir Di Ibadah Usbuh Pemda SBB, Ini Penjelasannya

September 29, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Pada setiap pembukaan Usbu/ minggu ASN Pemda SBB yang beragama kristen menggelar ibadah bersama yang bertempat di ruang rapat utama, Lantai III  kantor Bupati SBB, Jalan J.F Puttileihalat No 1, Kota Piru, Kabupaten SBB.



Pada Ibadah yang berlangsung pada Senin, (28/9/2026) dipimpin oleh Pendeta Sally Paul/Bernard S.Th M.Th, para ASN Pemda SBB mengikuti ibadah dengan khidmat.


Koordinator Persekutuan Kerohanian Pemda SBB Jan.M.Soukotta S.Sos, M.Si ssat ditemui di ruang kerjanya, mengungkapkan bahwa Ibadah usbu itu awalnya  berlangsung dihari Jumat, bersamaan dengan ibadah Sholat Jumat  yang dilaksanakan oleh ASN yang beragama Muslim, tetapi karena bersamaan dengan aturan Pempus untuk Work From Home (WFH) di hari Jumat sehingga ibadah dialihkan ke hari Senin.


" Ya ini bisa sebagai Ibadah Pembuka Usbu" cetus Soukotta.

Menurut Soukotta, awal tercetusnya kebijakan Ibadah bagi ASN Kristiani ini adalah pada awal Pemerintahan Asri - Selfinus, yang merupakan permintaan dari Bupati Asri Arman sendiri supaya ada keberimbangan, di mana saat ASN Muslim salat, ASN Kristen juga beribadah.


Untuk pengaturan koordinator ibadah diserahkan bergilir  kepada setiap OPD  yang memilih liturgos dan pengkhotbah, selain itu pelaksanaan ibadah secara bergiliran dengan konsep oikumenis tidak hanya protestan saja.

"Kita oikumenes, bukan saja protestan, semua aliran ada denominasi gereja semua ada, jadi pengkhotbah juga dari GPM, GPI, SJA, Advent dll, karena ASN ini juga terdirindari semua denominasi agama" urai Soukotta.


Asisten II Setda SBB ini mengatakan, tujuan  utama dari Ibadah ASN Pemda SBB adalah untuk pembinaan mental spiritual ASN,  supaya bisa  bekerja dengan hati, bekerja untuk melayani masyarakat sebaik- baiknya sesuai dengan ajaran agama masing- masing.


"Katong (kami) umat manusia ini harus bersandar kepada Tuhan, dan berdoa supaya ada penyertaan Tuhan bagi katong supaya diberikan, kesehatan dan kekuatan sesudah itu hikmat untuk katong bekerja  dengan baik dalam rangka melayani masyarakat, lalu juga sekaligus katong berdoa supaya persekutuan ini tetap ada, karena perbedaan kepentingan ini bisa membuat katong ada konfrontasi, tetapi kalau lewat persekutuan dalam iman.lewat doa kan seng mungkin lewat doa katong baku musuh dan baku malawang kan seng mungkin" urai Soukotta. (Tim/Red) 

Selengkapnya

GPP-MBD Ancam Akan Turun Jalan Gelar Aksi "UNRAS" Bersama Hipermakab Serukan Suara Hati Masyarakat MBD

September 29, 2026


Jakarta
, globaltimurnn.com - Merasa ketidak puasan atas ketidakadilan yang dirasakan masyarakat Maluku Barat Daya terhadap apa yang dilakukan salah satu perusahaan yang melakukan aktifitas perusahan dalam melngelolah tambang di Maluku Barat Daya, dan Kepulauan Tanimbar dalam hal ini yang di lakukan oleh PT. Inpex. 


Hal ini disampaikan oleh Ketua GPP-MBD Nus Termas kepada media ini pagi tadi, yang mana dikatakan-nya bahwa" Pihaknya Gerakan Pemuda Pemudi Maluku Barat Daya (GPP-MBD) yang berkolaborasi dengan Himpunan Persaudaraan Masyarakat Kepulauan Babar (Hipermakab) akan melakukan aksi unjuk rasa di sejumlah lokasi. Ungkapnya


Dikatakan-nya" Aksi yang akan digelar nantinya dalam sehari dua ini secara serentak di sejumlah titik mulai dari Jakarta tepatnya pada Kementerian ESDM, SKK Migas, dan PT. Inpex. Ucapnya 


Sementara untuk wilayah Maluku, mulai dari Provinsi Maluku tepatnya pada Kantor Gubernur Maluku, DPRD Provinsi, sedangkan hal yang sama pula dilakukan pada jantung ibu Kota Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) di Tiakur, tepatnya pada Kantor Bupati MBD dan DPRD Kabupaten MBD. Jelasnya


Termas mengatakan" Siapkan diri, satukan suara, satukan langkah". Tegasnya


Dirinya menambahkan" Aksi ini bukan aksi kecil, namun berskala besar, karena masyarakat sudah tidak tahan dengan apa yang telah di lakukan pemerintah kepada PT. Inpex, imbasnya masyarakat yang mendapatkan-nya. Sebutnya


Ia berharap kepada seluruh warga masyarakat MBD, putra dan putri MBD jangan mau di jadikan sebagai anak tiri jadi penonton di negeri sendiri, mari satukan hati kita dan kompak melawan ketidak adilan. Ajaknya


Ditambahkan-nya aksi tersebut akan dilaksanakan Dalam waktu dekat, kami akan turun menyampaikan aspirasi agar masyarakat MBD memperoleh kesempatan kerja, pelatihan, pendidikan, UMKM, dan keterlibatan nyata dalam pembangunan Blok Masela. Terangnya


Diakhir keterangan-nya Termas mempertegas pernyataan-nya bahwa" Kami bukan penonton diatas kekayaan negeri kami sendiri, Maluku Barat Daya bukan pulau kosong, kami bukan penonton, kami ingin bekerja, kami ingin terlibat. Pungkasnya tegas  (V374) 


Selengkapnya

Ombudsman Maluku dan Ditjenpas Perkuat Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Ambon

September 29, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemasyarakatan terus diperkuat melalui sinergi antara Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku.


Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemantauan langsung terhadap penyelenggaraan pelayanan pada sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Kota Ambon, Selasa (29/09/2026).


Pemantauan menyasar empat UPT, yakni Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Ambon, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ambon, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Ambon, serta Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon.


Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan, pemenuhan hak warga binaan, pelayanan kepada masyarakat, serta kesiapan sarana dan prasarana yang menunjang operasional Pemasyarakatan.


Ketua Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Maluku, Hasan Slamat, memimpin langsung pemantauan bersama jajarannya. Dalam pelaksanaannya, rombongan Ombudsman didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Maluku, Novriadi, beserta jajaran.


Hasan mengatakan, kunjungan lapangan menjadi salah satu cara untuk memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan pelayanan publik di lingkungan Pemasyarakatan.


“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan warga binaan. Dari pemantauan ini, kami dapat melihat apa yang sudah berjalan dengan baik sekaligus memberikan masukan terhadap hal-hal yang masih dapat ditingkatkan,” ujar Hasan.


Menurutnya, pemantauan tidak hanya ditujukan untuk melihat aspek pelayanan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi agar penyelenggara layanan dapat melakukan pembenahan secara berkelanjutan.


Sementara itu, Novriadi menyampaikan bahwa jajaran Pemasyarakatan terbuka terhadap pengawasan maupun masukan yang diberikan Ombudsman.


“Kami terbuka terhadap setiap masukan yang konstruktif. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperbaiki layanan, mengoptimalkan sarana yang tersedia, dan memastikan seluruh jajaran memberikan pelayanan secara profesional, transparan, dan humanis,” ungkapnya.


Di LPKA Ambon, Kepala LPKA Ambon, Manuel Yenusi, menjelaskan bahwa pelayanan bagi anak binaan terus diarahkan pada pemenuhan hak sekaligus mendukung proses pembinaan.


“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, dan mendukung proses pembinaan. Setiap layanan kami upayakan tidak hanya memenuhi ketentuan, tetapi juga memberikan ruang bagi anak untuk berkembang dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat,” tutur Manuel.


Sementara di Lapas Ambon, Kepala Lapas Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, menegaskan pentingnya evaluasi secara berkala terhadap layanan yang diberikan kepada warga binaan maupun masyarakat.


“Kami terus melakukan evaluasi terhadap layanan yang diberikan kepada warga binaan maupun masyarakat. Prinsipnya, pelayanan harus berjalan sesuai standar, mudah diakses, dan memberikan kepastian kepada penerima layanan,” jelas Sumarwoto.


Pemantauan juga dilakukan di LPP Ambon. Kepala LPP Ambon, Hesta Van Harling, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan khusus warga binaan perempuan.


“Kami berupaya memastikan pelayanan dan pembinaan diberikan secara optimal dengan memperhatikan kebutuhan warga binaan perempuan. Masukan dari pihak eksternal menjadi bahan penting bagi kami untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan,” kata Hesta.


Hal serupa disampaikan Kepala Rutan Ambon, Meta Putra. Menurutnya, pemantauan bersama Ombudsman menjadi momentum untuk melihat kembali pelaksanaan pelayanan sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih membutuhkan peningkatan.


“Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan dan masyarakat. Sarana dan prasarana yang ada akan terus kami optimalkan, sementara kebutuhan yang masih perlu ditingkatkan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujar Meta.


Dari sisi Kanwil Ditjenpas Maluku, Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh jajaran Pemasyarakatan.


“Kami mendorong seluruh jajaran untuk menjadikan setiap pemantauan dan masukan sebagai energi untuk melakukan perbaikan. Pelayanan yang baik harus diwujudkan melalui kerja nyata, konsistensi, dan kepedulian terhadap kebutuhan warga binaan maupun masyarakat,” tegas Ricky.


Selain mengevaluasi aspek pelayanan, kegiatan tersebut turut melihat kondisi sarana dan prasarana di masing-masing UPT. Ketersediaan fasilitas yang memadai dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelayanan publik, pembinaan warga binaan, pengamanan, serta kelancaran pelaksanaan tugas Pemasyarakatan.


Pemantauan bersama Ombudsman ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat mekanisme evaluasi dan pengawasan terhadap pelayanan publik di lingkungan Pemasyarakatan Maluku.


Melalui keterbukaan terhadap pengawasan dan masukan dari pihak eksternal, jajaran Ditjenpas Maluku diharapkan dapat terus melakukan pembenahan sehingga pelayanan kepada warga binaan maupun masyarakat semakin akuntabel, responsif, transparan, dan humanis. (Za)

Selengkapnya

Wagub Malut-Bupati Halut Soroti Progres Sekolah Rakyat Kukumutuk, Pembangunan Didorong Rampung Oktober

September 29, 2026


HALUT
, Globaltimurnn.com — Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Kukumutuk, Kecamatan Kao. Penegasan tersebut disampaikan saat Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe bersama Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua meninjau langsung progres pembangunan, Selasa (29/9/2026).


Kunjungan tersebut menjadi momentum evaluasi terhadap perkembangan pekerjaan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih menghambat penyelesaian pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.


Pertemuan dipandu Sekretaris Daerah Halmahera Utara E.J. Papilaya dan dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait dari pemerintah provinsi dan kabupaten.


Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menyoroti ritme pekerjaan di lapangan yang dinilai mulai melambat dibandingkan dengan kondisi pada awal pelaksanaan proyek.


Menurutnya, percepatan pembangunan tidak hanya menyangkut penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kondisi psikologis siswa yang menempati Sekolah Rakyat tersebut.


“Kami ikuti perkembangan pekerjaan. Kami lihat akhir-akhir ini pekerjaan melambat, tidak seperti awal. Ini sangat berpengaruh. Langkah harus cepat dalam proses pembangunan sekolah,” tegas Piet Hein.


Ia menekankan, fasilitas sekolah yang representatif diperlukan agar para siswa dapat belajar dengan nyaman, memiliki ruang aktivitas yang memadai, serta tidak terganggu oleh kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya tertata.


Sementara itu, perwakilan PT Hutama Karya, Adi Zulhadi, menjelaskan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 91 persen.


Pihaknya menargetkan pekerjaan fisik dapat diselesaikan pada akhir Oktober 2026. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah lapangan sepak bola yang juga ditargetkan rampung pada periode tersebut.


Namun, lapangan tersebut belum dapat langsung digunakan setelah pekerjaan selesai karena rumput membutuhkan waktu untuk stabil dan siap digunakan secara optimal oleh para siswa.


Disisi lain, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pihak pelaksana untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai target.


Pemprov Malut, kata Sarbin, akan terus mengawal proses pembangunan hingga seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa.


“Kolaborasi harus diperkuat agar proyek strategis ini tidak lagi mengalami keterlambatan. Kami berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan sampai fasilitas siap digunakan secara penuh bagi anak-anak Sekolah Rakyat,” ujarnya.


Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 91 persen, pemerintah berharap penyelesaian pekerjaan dapat berjalan sesuai target sehingga seluruh fasilitas pendidikan di Sekolah Rakyat Kukumutuk segera memberikan lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman dan mendukung aktivitas siswa. (🅁🄴🄳).

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT