globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Senin, 05 Oktober 2026

39 Tahun Polnam, Dari Kampus Vokasi Maluku Menuju Legacy Mesin Pengolah Sampah

Oktober 05, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Empat puluh tahun belum genap, tetapi perjalanan Politeknik Negeri Ambon (Polnam) telah meninggalkan jejak panjang dalam pembangunan sumber daya manusia di Maluku.


Memasuki usia ke-39 tahun, Polnam tidak hanya merayakan perjalanan sebuah institusi pendidikan vokasi, tetapi juga menegaskan kembali perannya untuk menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.


Semangat itu terasa dalam perayaan Dies Natalis ke-39 Politeknik Negeri Ambon yang digelar pada Senin, 5 Oktober 2026, di lingkungan Kampus Politeknik Negeri Ambon. Tahun ini, Polnam mengusung tema “Politeknik Negeri Ambon Bersinergi, Berdampak, dan Berdaya Saing.”


Dalam momentum tersebut, Wali Kota Ambon Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., atas nama Pemerintah Kota Ambon, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Polnam yang selama ini telah mengambil bagian dalam pembangunan daerah.


Menurut Bodewin, perjalanan sebuah lembaga pendidikan tinggi selama 39 tahun bukanlah waktu yang singkat. Karena itu, Dies Natalis harus menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah ditempuh sekaligus mempersiapkan langkah yang lebih besar di masa mendatang.


“Peringatan Dies Natalis ke-39 ini bukan sekadar memperingati usia 39 tahun, tetapi harus menjadi momentum untuk merefleksikan secara utuh perjalanan Polnam. Apa yang sudah ditempuh, apa yang sudah dibuat, dan tanggung jawab apa yang masih harus dilakukan ke depan,” ujar Bodewin dalam sambutannya, Politeknik Negeri Ambon resmi hadir sebagai institusi perguruan tinggi pada 5 Oktober 1987. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan vokasi di Maluku.


Sebagai perguruan tinggi vokasi pertama di Maluku, Polnam memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan kemampuan praktis yang dibutuhkan dunia kerja, Bagi Bodewin, usia 39 tahun merupakan usia yang sangat produktif, Ia mengibaratkan perjalanan Polnam saat ini seperti manusia yang memasuki usia produktif, ketika energi, pengalaman dan kemampuan seharusnya dapat dikonversikan menjadi karya-karya terbaik.


Karena itu, momentum Dies Natalis tidak boleh berhenti pada seremoni. Usia 39 tahun harus menjadi titik untuk menunjukkan bahwa Polnam mampu memberikan sesuatu yang lebih besar bagi Maluku dan Indonesia, Bukan Sekadar Bersinergi, Tetapi Harus Berdampa, Tema Dies Natalis tahun ini menjadi penting karena dunia terus mengalami perubahan.


Transformasi digital, perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), otomatisasi, perubahan iklim, hingga dinamika sosial dan ekonomi menuntut perguruan tinggi untuk bergerak lebih cepat, Polkam kata Bodewin, harus mampu memastikan para lulusannya dapat segera masuk ke dunia kerja, bertahan, berkembang dan memiliki daya saing, Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan dalam satu kesatuan.


Pendidikan harus menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berkompetisi. Penelitian harus melahirkan teknologi serta inovasi yang berguna. Sementara pengabdian kepada masyarakat harus memastikan ilmu, keterampilan dan teknologi yang dimiliki perguruan tinggi benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat, Pendidikan menjadi hal yang utama, penelitian juga menjadi hal yang utama, tetapi tanggung jawab kepada masyarakat melalui pengabdian juga tidak kalah penting,” tegasnya.


Salah satu contoh konkret kolaborasi yang kini tengah didorong Pemerintah Kota Ambon bersama Polnam adalah inovasi mesin pengolah sampah, Persoalan sampah selama ini menjadi salah satu tantangan serius yang dihadapi Kota Ambon.


Bagi pemerintah, sampah mungkin terlihat sebagai persoalan sederhana. Namun jika tidak dikelola sejak dari sumbernya, persoalan tersebut dapat berkembang menjadi masalah lingkungan, kesehatan dan sosial yang jauh lebih besar, Karena itu, Pemkot Ambon membutuhkan dukungan perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.


Bodewin mengungkapkan, Pemkot Ambon bersama Polnam dan salah satu perguruan tinggi swasta di Ambon tengah mengupayakan pengembangan mesin pengolah sampah yang dapat digunakan dalam skala lingkungan kecil, Konsepnya sederhana, tetapi diharapkan memiliki dampak besar, Satu mesin ditargetkan dapat melayani sekitar 20 rumah, sehingga sampah tidak lagi seluruhnya dibawa dan menumpuk di tempat pembuangan, tetapi dapat dikelola sejak dari sumbernya.


Jika inovasi tersebut berhasil diwujudkan, Bodewin berharap mesin itu tidak sekadar menjadi proyek kerja sama, melainkan menjadi legacy Politeknik Negeri Ambon, Kalau ini bisa dilakukan, saya kira ini akan menjadi legacy Polnam yang pada waktunya bisa direplikasi oleh banyak pihak. Orang akan menyebutnya sebagai mesin Politeknik Negeri Ambon,” ujarnya.


Bagi Pemerintah Kota Ambon, inovasi seperti itu dapat menjadi bukti bahwa perguruan tinggi vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mampu menghasilkan teknologi yang menyelesaikan persoalan masyarakat, Dengan demikian, nama Politeknik Negeri Ambon tidak hanya dikenal karena lulusan yang dihasilkan, tetapi juga karena karya dan inovasi yang ditinggalkan.


Memasuki usia ke-39, Bodewin berharap Polnam mulai memikirkan karya apa yang kelak akan dikenang ketika institusi tersebut mencapai usia 100 tahun, Ia ingin setiap generasi yang berada di dalam Polnam meninggalkan sesuatu yang dapat diteruskan oleh generasi berikutnya, Pada usia ke-39 tahun ini, kita berharap Politeknik Negeri Ambon dapat menghasilkan sesuatu yang akan dikenang pada usia 100 tahun dan seterusnya,” ungkapnya.


Menurutnya, keberadaan nama “Negeri Ambon” dalam nama Politeknik Negeri Ambon sendiri menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Ambon, Karena itu, keberhasilan Polnam juga menjadi kebanggaan pemerintah dan masyarakat Kota Ambon, Bodewin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon memandang Polnam sebagai salah satu mitra strategis dalam pembangunan daerah, Kerja sama antara Pemkot Ambon dan Polnam sebelumnya telah dilakukan dalam berbagai kegiatan, termasuk di sejumlah desa seperti Tawiri dan Rutong.


Ke depan, ruang kolaborasi tersebut diharapkan semakin luas, Tidak hanya antara Pemkot Ambon dan Polnam, tetapi juga melibatkan perguruan tinggi lainnya di Kota Ambon seperti Universitas Pattimura, UKIM dan berbagai institusi pendidikan tinggi lainnya, Menurut Bodewin, masing-masing perguruan tinggi memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat saling melengkapi, Karena itu, ia mendorong agar lebih banyak laboratorium kolaborasi dibangun untuk menyelesaikan persoalan kota secara bersama-sama.


Mulai dari persoalan sampah dan lingkungan hidup, kemacetan, banjir dan longsor, keterbatasan akses air bersih, penataan kawasan kumuh, transformasi digital menuju Ambon Smart City, penguatan UMKM, hingga peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja bagi generasi muda, “Pemerintah kota membutuhkan peran perguruan tinggi untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan kota ini,” katanya.


Perayaan Dies Natalis ke-39 akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah institusi, Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ajakan agar Polnam semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, semakin kuat berkolaborasi dengan pemerintah dan dunia usaha, serta semakin berani menghasilkan inovasi yang memiliki dampak nyata.


Usia 39 tahun menjadi fase ketika pengalaman panjang harus bertemu dengan keberanian berinovasi, Dari ruang kelas dan laboratorium, karya harus bergerak menuju masyarakat, Dari penelitian, teknologi harus lahir, Dari pendidikan, sumber daya manusia unggul harus tumbuh, Dan dari sinergi, harus muncul dampak yang dapat dirasakan masyarakat.


Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Ambon, Wali Kota Bodewin menyampaikan selamat memperingati Dies Natalis ke-39 Politeknik Negeri Ambon kepada Direktur, para Wakil Direktur, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni dan seluruh civitas akademika Polnam.


Ia berharap perjalanan panjang Polnam tidak berhenti pada pencapaian hari ini, tetapi terus berlanjut menjadi karya-karya besar yang membawa nama Ambon dan Maluku semakin dikenal, Polkam bersinergi, Polnam memberi dampak, dan Polnam semakin berdaya saing, Dari Ambon, karya itu diharapkan terus tumbuh dan meninggalkan jejak hingga jauh melampaui usia 39 tahun. (Za)

Selengkapnya

HUT ke-81 TNI, Kodaeral IX Teguhkan Profesionalisme dan Kesiapsiagaan Jaga Kedaulatan Laut Maluku

Oktober 05, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat profesionalisme, kesiapsiagaan, dan soliditas prajurit dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah laut Maluku. 


Komitmen tersebut ditegaskan dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Apel Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku, Senin (5/10/2026).


Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri para Perwira Menengah (Pamen), Perwira Pertama, Bintara, Tamtama serta Aparatur Sipil Negara (ASN) Kodaeral IX. 


Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Sahli E Pok Sahli Kodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Gatot Sudewo mewakili Komandan Kodaeral lX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H.,M.H. yang menjadi Irup pada peringatan HUT ke-81 TNl Tingkat Provinsi Maluku di Lapangan Merdeka, Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon.



Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menegaskan pentingnya kekuatan TNI yang tidak hanya ditopang oleh kemampuan pertahanan, tetapi juga oleh kedekatan, sinergitas, dan kemanunggalan dengan rakyat sebagai kekuatan strategis dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.


Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam amanatnya yang dibacakan Irup, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan ASN TNI atas dedikasi, loyalitas, serta kerja keras dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.


Panglima TNI menegaskan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat kepada TNI merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga melalui pelaksanaan tugas secara profesional, disiplin, bertanggung jawab, dan senantiasa berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.


Sejalan dengan tuntutan tugas yang semakin kompleks, penguatan kemampuan TNI harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme personel.


Modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) juga harus diikuti dengan kemampuan sumber daya manusia yang mumpuni sehingga setiap kekuatan dan sumber daya yang dipercayakan negara dapat dimanfaatkan secara optimal serta dipertanggungjawabkan.


Menghadapi dinamika lingkungan strategis dan ketidakpastian global yang terus berkembang, prajurit dan ASN TNI juga dituntut menjadikan budaya pengabdian “PRIMA” — Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif — sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam setiap pelaksanaan tugas.


Bagi Kodaeral IX, momentum HUT ke-81 TNI menjadi pengingat bahwa tugas menjaga kedaulatan negara, khususnya di wilayah laut Maluku, membutuhkan kesiapan personel, kemampuan operasional, soliditas satuan, serta sinergi yang kuat dengan seluruh komponen bangsa.

Kodaeral IX berkomitmen untuk terus meningkatkan daya tangkal dan profesionalisme prajurit, memperkuat kesiapsiagaan operasional, serta mengoptimalkan kemampuan satuan dalam menghadapi berbagai dinamika dan potensi ancaman di wilayah kerja.


Dengan semangat “TNI Kuat Bersama Rakyat”, Kodaeral IX akan terus hadir dan berkontribusi dalam menjaga keamanan serta kedaulatan wilayah laut Indonesia, sekaligus mendukung terciptanya stabilitas keamanan sebagai fondasi bagi pembangunan nasional menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (Rdks) 

Selengkapnya

Di Tengah Operasi Perisai Sura-26, KRI Posepa-870 Bagikan Sembako kepada Nelayan di Perairan Fakfak

Oktober 05, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Di tengah pelaksanaan Operasi Perisai Sura-26 Periode IV, KRI Posepa-870 dari Satuan Kapal Patroli (Satrol) Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Kodaeral) lX melaksanakan aksi sosial dengan membagikan paket sembako kepada para nelayan yang beraktivitas di perairan Fakfak, Papua Barat, Senin (5/10/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan KRI Posepa-870 yang dikomandani Mayor Laut (P) Muhammad Fachri Wardana, S.S.T.Han., bersama prajurit KRI Posepa-870 dan personel Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada III yang tergabung dalam operasi.


Menurut Komandan KRl Posepa-870, pemberian bantuan sembako ini menjadi wujud kepedulian sosial TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral IX dan Guskamla Koarmada III terhadap masyarakat pesisir, khususnya para nelayan yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat maritim di wilayah Papua Barat.


Menurutnya, bakti sosial yang berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026 tersebut, juga menjadi momentum untuk memperkuat kedekatan dan komunikasi antara prajurit TNI AL dengan masyarakat maritim.


"Paket sembako diserahkan secara langsung kepada para nelayan yang ditemui saat menjalankan aktivitasnya di laut," terangnya. 


Para nelayan lanjutnya, menyambut hangat bantuan tersebut dan menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada TNI AL, khususnya Kodaeral IX dan Guskamla Koarmada III, atas kepedulian yang diberikan.


Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI AL dalam membangun kemitraan dengan masyarakat pesisir sekaligus mendukung pembinaan potensi maritim.


Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan semakin memperkuat sinergitas, komunikasi, dan kebersamaan dalam menjaga keamanan serta menciptakan kondisi perairan yang kondusif.


Melalui kegiatan tersebut, TNI AL menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas operasi tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan dan pertahanan laut, tetapi juga diiringi kepedulian terhadap masyarakat yang kehidupannya bergantung pada laut. (Rdks) 

Selengkapnya

Dies Natalis ke-39, Politeknik Negeri Ambon Tegaskan Komitmen Bersinergi, Berdampak dan Berdaya Saing

Oktober 05, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Empat dekade perjalanan Politeknik Negeri Ambon (Polnam) semakin dekat di depan mata. Memasuki usia ke-39 tahun, kampus vokasi di Kota Ambon ini tidak sekadar merayakan perjalanan panjang yang telah dilalui, tetapi menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan refleksi sekaligus menegaskan arah institusi menghadapi tantangan masa depan.


Semangat tersebut terasa dalam peringatan Dies Natalis ke-39 Politeknik Negeri Ambon yang digelar pada Senin, 5 Oktober 2026, di lingkungan Kampus Politeknik Negeri Ambon.


Mengusung tema “Polnam Bersinergi, Berinovasi, Berdampak, dan Berdaya Saing”, peringatan Dies Natalis tahun ini menjadi ruang bagi seluruh sivitas akademika untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, sekaligus memastikan keberadaan Polnam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pemerintah dan dunia industri.


Sejumlah pihak turut hadir dalam momentum tersebut, di antaranya Wali Kota Ambon, Rektor Universitas Pattimura atau yang mewakili, para ketua dan sekretaris jurusan, kepala pusat, kepala bagian, kepala UPT, Ketua Dharma Wanita Politeknik Negeri Ambon beserta pengurus, para mitra, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika Polnam.


Direktur Politeknik Negeri Ambon, Marceau A. F. Haurissa, dalam sambutannya mengatakan, perjalanan 39 tahun Polnam bukanlah waktu yang singkat, Menurutnya, keberadaan Polnam hingga saat ini merupakan hasil dari pengabdian panjang para pendahulu, kerja keras dosen dan tenaga kependidikan, semangat mahasiswa serta alumni, dan dukungan pemerintah, dunia usaha, dunia industri maupun berbagai mitra.


“39 tahun tentu bukan perjalanan yang singkat. Polnam bertumbuh sampai pada titik ini berkat pengabdian para pendahulu, kerja keras dosen dan tenaga kependidikan, semangat mahasiswa dan alumni, serta dukungan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, juga seluruh mitra yang selama ini terus berjalan bersama kita,” ujar Marceau.


Ia menilai seluruh kontribusi tersebut menjadi fondasi penting bagi Polnam untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin nyata bagi daerah.


Karena itu, usia ke-39 tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremoni perayaan. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan yang telah ditempuh sekaligus menentukan arah Polnam ke depan, Marceau menegaskan, tema Dies Natalis tahun ini harus ditempatkan sebagai lebih dari sekadar slogan. Empat kata kunci tersebut, yakni bersinergi, berinovasi, berdampak dan berdaya saing, harus menjadi budaya kerja seluruh keluarga besar Polnam.


Sinergi, kata dia, harus dimulai dari dalam lingkungan kampus, Pimpinan, jurusan, program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa hingga seluruh unit kerja harus membangun pola kerja yang saling mendukung. Sinergi tersebut kemudian diperluas melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri, alumni serta berbagai mitra lainnya.


“Polnam tidak mungkin tumbuh dengan bekerja sendiri-sendiri. Sinergi harus dimulai dari dalam, kemudian diperkuat keluar bersama pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri, alumni, serta seluruh mitra,” katanya.


Dari sinergi itulah, Polnam diharapkan mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman, Sebagai perguruan tinggi vokasi, inovasi tidak cukup hanya berupa gagasan baru. Inovasi harus hadir dalam proses pembelajaran yang semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, penelitian terapan yang mampu menjawab persoalan nyata, serta pengabdian kepada masyarakat yang menghadirkan solusi sesuai kebutuhan daerah.


Bagi Polnam, inovasi juga tidak boleh berhenti sebagai kegiatan atau program. Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah dampak yang dihasilkan dan manfaat yang benar-benar dirasakan.


Marceau mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengubah cara pandang terhadap keberhasilan institusi, Keberhasilan Polnam, menurutnya, tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari hasil dan manfaat yang lahir dari setiap kegiatan tersebut.


Bagi mahasiswa, keberhasilan harus tercermin dari kompetensi yang semakin kuat dan kesiapan memasuki dunia kerja, Bagi dunia usaha dan industri, Polnam diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan kompeten.


Sementara bagi pemerintah, Polnam harus mampu menghadirkan gagasan, riset serta teknologi terapan yang dapat mendukung pembangunan, Sedangkan bagi masyarakat, keberadaan Polnam harus dapat dirasakan melalui solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.


Rangkaian proses tersebut pada akhirnya diarahkan pada satu tujuan besar, yakni memperkuat daya saing Polnam dan lulusannya, Ketika sinergi melahirkan inovasi dan inovasi memberikan dampak, maka daya saing institusi akan tumbuh.


Polnam ingin menghasilkan lulusan yang bukan hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, kemampuan beradaptasi dan kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat Maluku, nasional bahkan internasional, Karena itu, keterlibatan pemerintah dan dunia industri menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi.


Polnam berharap kerja sama yang selama ini terbangun dapat bergerak lebih jauh, dari sekadar hubungan administratif menjadi kolaborasi yang nyata dan produktif “Polnam tidak ingin hanya hadir sebagai institusi yang membutuhkan dukungan, tetapi Polnam harus hadir sebagai mitra pembangunan,” tegasnya.


Menurut Marceau, Polnam memiliki sumber daya manusia, mahasiswa, kompetensi vokasi, laboratorium serta kapasitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dapat disinergikan untuk membantu menjawab kebutuhan pemerintah, industri dan masyarakat.


Di sisi lain, pemerintah dan dunia industri diharapkan semakin membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman melalui program magang, pembelajaran berbasis dunia kerja, penerapan kompetensi, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat dan berbagai bentuk kolaborasi kelembagaan.


Memasuki usia ke-39, tantangan yang dihadapi Polnam juga dinilai semakin besar, Karena itu, Direktur Polnam mengajak seluruh dosen dan tenaga kependidikan untuk meninggalkan pola kerja yang hanya berorientasi pada rutinitas dan mulai membangun budaya kerja yang lebih kolaboratif, inovatif, terukur serta berorientasi pada hasil.


Seluruh keluarga besar Polnam dinilai memiliki tanggung jawab yang sama untuk membawa institusi tersebut menjadi perguruan tinggi vokasi yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman dan semakin dipercaya masyarakat serta dunia kerja.


Empat kata dalam tema Dies Natalis ke-39 pun ditegaskan sebagai komitmen bersama" Bersinergi dalam bekerja. Berinovasi dalam berkarya, Berdampak bagi masyarakat, Berdaya saing untuk masa depan.


Marceau meyakini, jika sinergi diperkuat, inovasi akan tumbuh. Jika inovasi dilakukan secara tepat, dampak akan dirasakan. Dan ketika dampak yang dihasilkan semakin nyata, daya saing Polnam pun akan semakin kuat.


Menutup sambutannya, ia menyampaikan penghargaan kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi perjalanan Polnam, seluruh keluarga besar Polnam atas pengabdian yang terus diberikan, serta pemerintah dan seluruh mitra yang selama ini berjalan bersama.


“Mari kita melangkah bersama, bukan hanya untuk menjadikan Polnam semakin besar, tetapi menjadikan Polnam semakin bermutu, semakin relevan, semakin dipercaya, dan semakin memberi dampak bagi Maluku dan Indonesia.”


Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa Dies Natalis ke-39 bukan sekadar perayaan usia institusi, melainkan titik untuk memperkuat langkah Polnam menuju masa depan pendidikan vokasi yang semakin adaptif, kolaboratif dan memberikan dampak nyata. (Za)

Selengkapnya

Kapolres SBB Beri Kejutan HUT ke-81 TNI di Makodim 1513/SBB

Oktober 05, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres SBB memberikan kejutan kepada jajaran Kodim 1513/SBB, Senin (5/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 07.20 WIT tersebut dilaksanakan di Makodim 1513/SBB dan diterima langsung oleh Dandim 1513/SBB Letkol Arh. Jaka Putra Dinda, S.H.


Dalam kesempatan itu, Kapolres SBB menyerahkan tumpeng sebagai bentuk ucapan selamat memperingati HUT ke-81 TNI. Penyerahan tumpeng tersebut diterima langsung oleh Dandim 1513/SBB.


Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Kehadiran Kapolres bersama jajaran PJU Polres SBB menjadi bentuk nyata sinergitas dan soliditas TNI-Polri, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat.


Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 TNI kepada seluruh keluarga besar TNI, khususnya jajaran Kodim 1513/SBB.


“Atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Seram Bagian Barat, kami mengucapkan Dirgahayu ke-81 Tentara Nasional Indonesia. Semoga TNI semakin profesional, semakin solid, dan senantiasa menjadi kekuatan yang bersama-sama dengan Polri menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Kapolres.


Kapolres menegaskan bahwa momentum HUT TNI juga menjadi kesempatan untuk semakin memperkuat sinergitas dan soliditas antara TNI dan Polri.


“TNI dan Polri adalah dua institusi yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, namun dalam pelaksanaan tugas di lapangan kita selalu bersinergi. Khususnya di Kabupaten Seram Bagian Barat, komunikasi dan kebersamaan ini akan terus kami jaga dan tingkatkan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ungkap AKBP Refindo.


Menurutnya, kebersamaan TNI-Polri sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Kami berharap di usia ke-81 ini, TNI semakin jaya dan semakin dekat dengan rakyat. Polres SBB siap terus membangun sinergitas dan kolaborasi bersama Kodim 1513/SBB untuk memberikan rasa aman dan menjaga kondusivitas wilayah,” pungkasnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Ops Polres SBB AKP R. Soplanit, Kabag SDM Polres SBB AKP C. Rangkoly, S.Si., Kasat Lantas Polres SBB AKP J. Runtuthomas, S.Pd.K., Kasat Samapta IPTU R. Perihala, Kasat Binmas Polres SBB IPTU M. Irawan Nismon Sifu, Kasat Narkoba Polres SBB IPTU F. A. Bonara, Kasat Polairud Polres SBB IPTU P. N. Sohoka, serta KBO Satreskrim Polres SBB IPDA J. Saununu.


Peringatan HUT ke-81 TNI tersebut menjadi momentum untuk memperkokoh persaudaraan, soliditas, dan sinergitas TNI-Polri dalam menjaga keamanan serta mendukung terciptanya situasi yang kondusif di Kabupaten Seram Bagian Barat. (Rdks) 

Selengkapnya

HUT ke-81 TNI, Dandim 1508/Tobelo Pimpin Upacara di Halmahera Utara

Oktober 05, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com — Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Kodim 1508/Tobelo, Jalan Ir. Hein Namotemo, Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Senin (5/10/2026).


Upacara tersebut mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”


Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar, S.I.P. bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Pasi Log Kodim 1508/Tobelo Kapten Inf. Frans Komea, dan Perwira Upacara dijabat Pasi Ops Kodim 1508/Tobelo Kapten Inf. Heri Susanto.


Dalam upacara tersebut, pasukan terdiri dari personel gabungan Kodim 1508/Tobelo, Kipan C Yonif 732/Banau, Subdenpom Tobelo, Batalyon A Pelopor Brimob Kupa-Kupa, Polres Halut, Satpol PP Halut, serta pelajar SMA.


Upacara turut dihadiri Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd. bersama Ibu, Ketua DPRD Halut Kristina Lesnussa, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., Kajari Halut Rahmat, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Tobelo Tri Asnuri Herkutanto, S.H., M.H., Sekda Halut Drs. E.J. Papilaya, M.TP, serta unsur Forkopimda dan pimpinan instansi vertikal lainnya.


Hadir pula perwakilan Lapas Kelas II, Danki 1 Batalyon A Pelopor, Danposal Tobelo, Dan Subdenpom XV/1-1 Tobelo, perwakilan PT KIM, Depot Pertamina Kupa-Kupa, para PJU Polres Halut, Danramil dan perwira jajaran Kodim 1508/Tobelo, pimpinan OPD, para Veteran, Warakauri dan Purnawirawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Persit KCK Cabang XXXI Kodim 1508/Tobelo.


Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. yang dibacakan pada upacara tersebut, disampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan ASN TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras dan pengabdian kepada bangsa dan negara.


Panglima TNI menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap TNI merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga. Sejalan dengan itu, penguatan TNI terus dilakukan melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN TNI serta modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan.


“Semakin kuat TNI dan semakin modern kemampuannya, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kita pikul,” demikian pesan Panglima TNI dalam amanatnya.


Panglima juga mengingatkan bahwa perubahan lingkungan strategis, ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif, ancaman terhadap keutuhan wilayah, serta tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.


Momentum HUT ke-81 TNI, lanjutnya, harus menjadi tonggak untuk memperteguh tekad menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil dan makmur.


Dalam amanat tersebut, seluruh prajurit TNI juga diminta menjadikan PRIMA sebagai budaya pengabdian, yang meliputi Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.


Lima penekanan tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam pengembangan kemampuan TNI, baik dalam berpikir, bersikap maupun bertindak, guna menghadapi perkembangan lingkungan strategis dan ancaman yang terus berubah. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Syukuran HUT TNI ke-81, Dandim Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan Halut

Oktober 05, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com — Kodim 1508/Tobelo menggelar syukuran HUT TNI ke-81 Tahun di Aula Kodim 1508/Tobelo, Senin (5/10/2026).


Kegiatan mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” dan dihadiri Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd., Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar, S.I.P., Ketua DPRD Halut Christina Lesnussa, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., Sekda Halut Drs. E.J. Papilaya, M.TP., Kajari Halut Rahmat, S.H., M.H., serta Forkopimda dan undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Dandim Ramdhani menegaskan komitmen TNI untuk menjaga keamanan dan ketertiban Halmahera Utara melalui pendekatan persuasif serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Menurutnya, pendekatan tersebut telah membangun kepercayaan masyarakat, termasuk dalam penyerahan senjata secara sukarela. Ia menyebut sekitar 75 pucuk senjata telah diamankan jajaran Korem 152/Babullah, sebagian besar berasal dari wilayah Kodim 1508/Tobelo.


“Kita harus terus menanamkan kesadaran bahwa keamanan wilayah adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.


Dandim juga mengajak masyarakat yang masih menyimpan senjata agar menyerahkannya secara sukarela kepada TNI maupun Polri. Ia menekankan pentingnya menjaga Halut tetap aman dan kondusif agar pembangunan daerah berjalan dengan baik.


Sementara itu, Wabup Kasman menyampaikan apresiasi atas pengabdian TNI sekaligus mengajak TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan.


“Keamanan, ketertiban dan pembangunan daerah membutuhkan kerja sama, komunikasi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut juga diadakan pemberian penghargaan kepada anggota Kodim yang berprestasi serta tali kasih kepada Veteran, Warakawuri dan Purnawirawan. (GIO)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT