Namlea, Globaltimurnn.com — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan pengawasan melalui razia rutin guna memastikan tidak ada barang terlarang yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di dalam Lapas.
Langkah tersebut kembali dilakukan jajaran pengamanan Lapas Namlea dengan menyasar Blok Djava, yang dihuni warga binaan dengan kasus tindak pidana narkotika, Senin (02/11/2026).
Razia ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), sekaligus memastikan lingkungan hunian warga binaan tetap aman, tertib, dan terbebas dari benda-benda yang dilarang.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam blok hunian. Barang-barang yang berhasil diamankan meliputi delapan sendok, lima buah silet, satu kaleng, aluminium, dua jepit kuku, tiga paku, serta sebuah piring kaca.
Temuan tersebut menjadi perhatian jajaran pengamanan untuk terus memperketat pemeriksaan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuk maupun penyimpanan barang terlarang di lingkungan Lapas.
Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kasubsi Kamtib) Lapas Namlea, Heriyanto, menjelaskan bahwa razia pada Blok Djava, khususnya blok hunian warga binaan kasus narkotika, bertujuan memastikan tidak terdapat narkoba maupun penggunaan dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang serta barang ilegal lainnya.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya berfokus pada pemberantasan narkoba, tetapi juga mencakup benda-benda yang berpotensi membahayakan keselamatan warga binaan maupun petugas.
"Kami berupaya menciptakan lingkungan blok yang benar-benar bersih, baik itu bersih dari benda-benda tajam, narkoba, handphone, dan barang-barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban," jelas Heriyanto.
Ia menegaskan, upaya menjaga kondusivitas Lapas membutuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab seluruh petugas pengamanan. Karena itu, prinsip kewaspadaan terus ditekankan kepada setiap regu jaga agar tidak lengah dalam menjalankan tugas.
Heriyanto juga mengingatkan bahwa setiap pelaksanaan tugas pengamanan harus berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) serta ketentuan yang berlaku.
"Kami terus beri wejangan kepada petugas bahwa keamanan dan ketertiban harus diutamakan apalagi dalam bertugas. Setiap regu pengamanan harus mampu bertanggung jawab dalam tugasnya dan harus dilaksanakan sesuai dengan SOP dan ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, memberikan apresiasi kepada jajaran pengamanan yang terus menunjukkan komitmen dalam melakukan pengawasan dan deteksi dini melalui kegiatan razia.
Menurutnya, petugas pengamanan memiliki posisi penting sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan menciptakan situasi yang kondusif di lingkungan pemasyarakatan.
"Petugas pengamanan adalah tembok utama dalam memastikan kondusivitas di dalam Lapas. Oleh karena itu, langkah yang dilakukan jajaran pengamanan sudah sangat efektif dan terukur," tuturnya.
Ia berharap kegiatan pengawasan dan razia dapat terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bentuk keseriusan Lapas Namlea dalam mencegah peredaran barang terlarang serta meminimalkan potensi gangguan keamanan.
Bagi Lapas Namlea, keamanan bukan sekadar memastikan kondisi blok hunian tetap terkendali, tetapi juga menjadi fondasi penting agar seluruh proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan baik.
Melalui penguatan pengawasan, kedisiplinan petugas, serta pelaksanaan razia secara berkelanjutan, Lapas Namlea berkomitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.
Sebab, pembinaan yang optimal hanya dapat berjalan dalam lingkungan yang terjaga keamanannya. Karena itu, setiap potensi gangguan harus diantisipasi sejak dini demi mewujudkan Lapas yang bersih dari barang terlarang dan tetap mengedepankan ketertiban. (Za)







