globaltimurnn.com

Deskripsi gambar

Sabtu, 17 Oktober 2026

Penumpang Internasional Kini Lebih Mudah Pesan Tiket Whoosh Lewat All Indonesia

Oktober 17, 2026


Jakarta
, Globaltimurnn.com — Kemudahan perjalanan bagi penumpang internasional yang tiba di Indonesia semakin ditingkatkan. Mulai 16 Oktober 2026, wisatawan mancanegara maupun penumpang internasional dapat mengakses pemesanan tiket kereta cepat Whoosh melalui platform All Indonesia untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandung atau Karawang.


Kemudahan tersebut hadir melalui kolaborasi antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang resmi ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko dan Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi di Marketing Gallery KCIC Halim, Jakarta Timur, Jumat (16/10/2026).


Kerja sama ini menjadi langkah baru dalam mengintegrasikan pelayanan keimigrasian dengan akses transportasi modern, sehingga perjalanan penumpang internasional dapat direncanakan secara lebih praktis sejak proses kedatangan di Indonesia.


Melalui skema tersebut, penumpang yang telah mengisi deklarasi kedatangan di platform All Indonesia dapat langsung mengakses tautan menuju situs pemesanan tiket Whoosh. Dengan demikian, calon penumpang tidak perlu lagi bersusah payah mencari laman pemesanan secara terpisah untuk merencanakan perjalanan lanjutan.


Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, peningkatan kualitas pelayanan publik harus mampu memberikan kemudahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk setelah mereka melewati proses pemeriksaan keimigrasian.


“Kami ingin kemudahan perjalanan tidak berhenti di pemeriksaan Imigrasi. Setelah tiba di Indonesia, masyarakat juga harus semakin mudah melanjutkan perjalanan. Kolaborasi ini menghubungkan layanan kedatangan internasional dengan transportasi modern dalam satu akses yang lebih praktis,” ujar Hendarsam.


Kolaborasi ini juga didukung oleh tingginya penggunaan layanan kereta cepat Whoosh sejak mulai beroperasi. Hingga Juli 2026, Whoosh tercatat telah melayani lebih dari 16,9 juta perjalanan penumpang.


Sementara itu, hingga Agustus 2026, sebanyak 944.087 perjalanan penumpang warga negara asing tercatat menggunakan layanan kereta cepat tersebut. Data ini memperlihatkan besarnya potensi integrasi antara layanan kedatangan internasional dan transportasi menuju berbagai destinasi di Jawa Barat.


Dengan tersedianya akses pemesanan tiket melalui All Indonesia, penumpang diharapkan dapat menyusun perjalanan lanjutan secara lebih efisien, sekaligus memperoleh pengalaman perjalanan yang semakin nyaman sejak tiba di Tanah Air.


Tidak hanya menyediakan akses menuju pemesanan tiket Whoosh, platform All Indonesia juga dirancang untuk menyederhanakan proses deklarasi kedatangan internasional melalui integrasi layanan keimigrasian, bea cukai, kesehatan, dan karantina.


Deklarasi kedatangan dapat diisi sejak tiga hari sebelum penumpang tiba di Indonesia. Hingga Oktober 2026, platform tersebut telah digunakan oleh 29.119.141 penumpang internasional.


Integrasi layanan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memangkas proses administrasi yang berulang, meningkatkan efisiensi pelayanan, serta menghadirkan pengalaman kedatangan yang lebih sederhana bagi para pelaku perjalanan internasional.


Selain kemudahan akses transportasi, perjanjian kerja sama antara Imigrasi dan KCIC juga mencakup pertukaran data serta informasi penumpang untuk mendukung pengawasan keimigrasian. Pelaksanaannya tetap memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan data pribadi sesuai ketentuan yang berlaku.


Hendarsam menegaskan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari implementasi semangat Imigrasi untuk Rakyat, yakni menghadirkan pelayanan publik yang modern, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Menurutnya, inovasi pelayanan tidak cukup hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga harus mampu memangkas kerumitan dan membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah.


“Imigrasi untuk Rakyat berarti setiap inovasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi membuat perjalanan menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman,” tutup Hendarsam.


Melalui sinergi lintas sektor ini, Imigrasi dan KCIC berharap keterhubungan antara layanan kedatangan internasional dan transportasi kereta cepat semakin kuat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung mobilitas wisatawan maupun penumpang internasional di Indonesia. (Za)

Selengkapnya

Perkuat Pembinaan Spiritual, Lapas Namlea Gandeng Kemenag Buru Bentuk Karakter Warga Binaan

Oktober 17, 2026


Namlea
, Globaltimurnn.com — Menjalani masa pembinaan di balik jeruji bukan berarti kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri. Melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buru terus berupaya menanamkan keimanan, membangun karakter, serta menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Islam yang berlangsung di Masjid Sultan Al-Akhyar Lapas Namlea, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini turut dihadiri penyuluh Kemenag Buru, Muhammad Tahir, bersama seluruh warga binaan Muslim.


Pembinaan ini menjadi bagian penting dari proses pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan hukuman, tetapi juga pada pembentukan kepribadian, penguatan mental, dan perubahan perilaku agar warga binaan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.


Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, mengatakan bahwa kerja sama dengan Kemenag Buru merupakan bentuk komitmen bersama dalam memenuhi hak warga binaan untuk memperoleh pembinaan dan perawatan rohani sesuai agama serta keyakinan masing-masing.


Menurutnya, pendekatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran diri, menumbuhkan sikap positif, serta memperkuat nilai moral selama warga binaan menjalani masa pembinaan.


“Lapas Namlea dan Kemenag Buru berkomitmen untuk menumbuhkan karakter warga binaan yang berkepribadian religius dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Selama di dalam lapas, mereka tidak hanya sekadar menjalani hukuman, melainkan juga mengikuti pembinaan mental dan spiritual,” ungkap Marasabessy.


Dalam kegiatan tersebut, penyuluh Kemenag Buru, Muhammad Tahir, mengajak warga binaan untuk menjadikan setiap ujian kehidupan sebagai momentum introspeksi diri, memperbaiki kesalahan, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Ia mengingatkan bahwa rasa syukur, kesabaran, serta kesungguhan dalam bertobat merupakan bagian penting dalam menjalani kehidupan, termasuk ketika seseorang berada dalam situasi sulit.


“Dalam kondisi apa pun, termasuk ketika sedang terpuruk, kita tidak boleh menjauh dari Allah SWT dan amalan yang kita lakukan, termasuk bapak-bapak sekalian yang sedang menjalani pembinaan di sini. Mungkin Allah memiliki rencana lain yang lebih mulia agar bapak-bapak terhindar dari dosa yang lebih besar dengan berada di sini. Oleh karena itu, tetaplah bersyukur dan bertobat, serta tingkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT,” pesan Tahir.


Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi penguatan bagi warga binaan untuk tidak larut dalam penyesalan, melainkan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri, memperkuat keyakinan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


Pembinaan kerohanian sendiri merupakan salah satu unsur pembinaan kepribadian yang secara berkelanjutan dilaksanakan Lapas Namlea. Melalui kegiatan ini, warga binaan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman agama, menyadari kesalahan masa lalu, serta membangun sikap dan perilaku yang lebih bertanggung jawab.


Kolaborasi antara Lapas Namlea dan Kemenag Buru juga mencerminkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek kemanusiaan. Pendampingan spiritual diharapkan mampu membantu warga binaan menemukan kembali arah hidup dan menumbuhkan tekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Dengan penguatan mental dan spiritual yang dilakukan secara konsisten, Lapas Namlea berharap warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih baik, memiliki kepribadian yang semakin matang, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih religius, mandiri, dan bertanggung jawab.(Za)

Selengkapnya

Hadiri Mubes IV Majelis Latupati Maluku, Dandim 1504/Ambon Dukung Penguatan Persatuan Pela Gandong

Oktober 17, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Semangat merawat persaudaraan dan memperkokoh nilai-nilai adat kembali menjadi perhatian dalam pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) IV Majelis Latupati Provinsi Maluku yang berlangsung di Baileo Oikumene, Kota Ambon, Jumat (16/10/2026).


Komandan Kodim (Dandim) 1504/Ambon, Letkol Inf. Rudolof Gleen Paulus, turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, dan memelihara keharmonisan kehidupan masyarakat di Maluku.


Mengusung tema “Memperkokoh Persatuan Pela Gandong, Menciptakan Maluku yang Damai, Bermartabat dan Sejahtera”, Mubes IV menjadi ruang strategis bagi para pemimpin adat untuk memperkuat kelembagaan, mengevaluasi perjalanan organisasi, serta merumuskan langkah ke depan dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal.


Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Abdullah Vanath, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie, anggota DPR RI daerah pemilihan Maluku Saadiah Uluputty, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, tokoh agama, tokoh adat, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.


Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga adat dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Maluku.


Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pemimpin adat memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat, menyerap aspirasi warga, dan merangkul generasi muda agar tetap terhubung dengan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal.


Menurutnya, Majelis Latupati diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam memfasilitasi penyelesaian persoalan batas wilayah maupun sengketa antarnegeri melalui pendekatan dialog dan musyawarah.


Penyelesaian persoalan tersebut perlu mempertimbangkan sejarah, bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, hukum adat yang relevan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Selain menjaga hubungan antarnegeri, para pemimpin adat juga diharapkan berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana, menjaga kelestarian lingkungan, dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait.


Peran tersebut dinilai penting agar lembaga adat tetap menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial sekaligus menjaga kedamaian di wilayah Maluku.


Sementara itu, Ketua Umum Majelis Latupati Maluku, Haji Ibrahim M.H. Wokas, menyampaikan bahwa pelaksanaan Mubes IV merupakan momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus memperkuat peran Majelis Latupati dalam kehidupan masyarakat.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para latupati, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan selama masa kepemimpinannya.


Salah satu agenda penting dalam musyawarah tersebut adalah pemilihan ketua umum dan pengurus Majelis Latupati Provinsi Maluku untuk periode 2026–2031.


Agenda ini diharapkan menjadi kesempatan bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal, melanjutkan program yang bermanfaat, serta menyiapkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai adat.


Pembukaan Mubes IV berlangsung melalui sejumlah rangkaian acara, mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, laporan ketua panitia, hingga pertunjukan tari lenso oleh Jujaro Mongare dari Negeri Rutong.


Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan ketua umum, persembahan lagu dari Trio Galax, serta sambutan Gubernur Maluku yang secara resmi membuka musyawarah tersebut.


Kehadiran Dandim 1504/Ambon dalam forum tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai unsur dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat. Nilai-nilai Pela Gandong sebagai warisan budaya Maluku memiliki arti penting dalam merawat persaudaraan, membangun sikap saling menghormati, dan memperkuat ikatan sosial antarnegeri.


Di tengah dinamika kehidupan masyarakat, penguatan peran lembaga adat diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah, sekaligus membantu mencegah berkembangnya persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan.


Melalui Mubes IV Majelis Latupati Provinsi Maluku, semangat persaudaraan diharapkan terus dipelihara dan diwujudkan dalam tindakan nyata demi terciptanya Maluku yang aman, damai, bermartabat, dan sejahtera.


Persatuan yang dirawat melalui adat, dialog, dan kebersamaan menjadi modal penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keutuhan serta mendorong kemajuan Bumi Raja-Raja. (Za)

Selengkapnya

Baru Lima Hari, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1504/Ambon Pacu Pembangunan Lima Rumah RTLH di Dusun Seri

Oktober 17, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat mulai membuahkan hasil nyata dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1504/Ambon. Meski baru memasuki hari kelima pengerjaan, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di Dusun Seri, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, telah menunjukkan progres yang menggembirakan, Sabtu (17/10/2026).


Salah satu capaian terlihat pada pembangunan rumah milik Ferdinand Gomias. Rumah yang menjadi sasaran program bantuan tersebut kini telah memasuki tahap pemasangan dinding batako. Perkembangan ini menjadi gambaran nyata dari kerja keras personel Satgas TMMD bersama masyarakat yang terus berpacu menyelesaikan pekerjaan sesuai target.


Pengerjaan yang berlangsung setiap hari itu tidak hanya mengandalkan tenaga personel Satgas, tetapi juga didukung partisipasi warga setempat. Kebersamaan tersebut menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah sasaran TMMD.


Pengawas TMMD ke-130 Kodim 1504/Ambon, Sertu Baharudin, menyampaikan bahwa progres pembangunan lima unit rumah RTLH menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Menurutnya, koordinasi yang baik, semangat kerja, serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting yang mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan.


“Baru lima hari sejak dibukanya TMMD ke-130 Kodim 1504/Ambon, tetapi progres pekerjaan fisik sudah mulai terlihat. Rumah milik Ferdinand Gomias saat ini telah memasuki tahap pemasangan dinding batako,” jelasnya.


Ia menambahkan, secara umum pembangunan lima unit rumah RTLH telah melalui sejumlah tahapan awal, mulai dari pekerjaan pondasi, penimbunan, pemasangan tiang besi, hingga pengecoran sloof yang telah diselesaikan.


Capaian tersebut menjadi dorongan bagi Satgas TMMD untuk terus menjaga ritme pekerjaan agar seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.


Tidak hanya pembangunan rumah, program TMMD ke-130 Kodim 1504/Ambon juga mencakup sejumlah pekerjaan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, di antaranya pembangunan MCK, drainase, reservoir air, dan jalan setapak.


Sertu Baharudin berharap seluruh sasaran fisik tersebut dapat dikerjakan secara maksimal, berjalan lancar, serta selesai tepat waktu sesuai arahan komando atas.


“Kami berharap semua pekerjaan fisik, baik pembangunan RTLH, MCK, drainase, reservoir air maupun jalan setapak, dapat berjalan cepat dan lancar, selesai dengan baik serta tepat sasaran sesuai waktu yang telah ditentukan, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ungkapnya.


Program TMMD ke-130 menjadi salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Di Dusun Seri, setiap tahapan pekerjaan yang diselesaikan bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga membawa harapan bagi warga untuk mendapatkan hunian yang lebih layak dan lingkungan yang semakin baik.


Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1504/Ambon bersama masyarakat berkomitmen mempercepat penyelesaian seluruh sasaran pembangunan agar hasilnya dapat segera dinikmati warga. (Za)

Selengkapnya

Cegah Gangguan Keamanan, Lapas Dobo Sisir Blok Hunian dan Amankan Sejumlah Barang Terlarang

Oktober 17, 2026


Dobo
, Globaltimurnn.com — Memperkuat pengawasan dan mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini menjadi fokus Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo melalui pelaksanaan razia rutin di blok hunian warga binaan, Sabtu (17/10/2026).


Razia tersebut menyasar seluruh area hunian, termasuk Blok Merpati yang merupakan blok khusus warga binaan perempuan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan jajaran Lapas Dobo dalam memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan kondusif.


Sebelum penggeledahan dimulai, Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kasubsi Kamtib) terlebih dahulu memberikan arahan kepada petugas yang terlibat. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya ketelitian, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap prosedur agar pelaksanaan razia berjalan efektif dan profesional.


Dengan menyisir area hunian dan memeriksa barang-barang milik warga binaan, petugas berupaya memastikan tidak ada benda yang berpotensi disalahgunakan maupun membahayakan keselamatan penghuni lapas.


Pelaksanaan razia berlangsung secara tertib dan terukur dengan tetap mengedepankan profesionalisme. Khusus di Blok Merpati, kegiatan turut mendapat dukungan dari sejumlah peserta magang karena Lapas Dobo tidak memiliki petugas perempuan. Keterlibatan mereka membantu kelancaran penggeledahan dengan tetap memperhatikan prosedur keamanan serta privasi warga binaan perempuan.


Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam blok hunian. Barang-barang tersebut terdiri atas tiga colokan kabel, dua korek api, lima charger, tiga headset, dua botol kaca, satu pisau, dua sendok besi, satu baterai HP, dan satu tang.


Seluruh barang temuan kemudian diinventarisasi, didata, dan diamankan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk proses pemusnahan. Temuan tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi jajaran pengamanan untuk memperkuat pengawasan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan maupun ketertiban.


Kepala Lapas Kelas III Dobo, Pieter Jan Lessy, menegaskan bahwa razia rutin merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan pelaksanaan pembinaan warga binaan berlangsung dalam lingkungan yang terkendali.


“Razia rutin merupakan langkah nyata dalam mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan menindaklanjuti setiap temuan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga mengimbau seluruh warga binaan agar mematuhi aturan serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas,” tegas Lessy.


Menurutnya, pengawasan yang dilakukan secara konsisten bukan hanya bertujuan menemukan dan mengamankan barang terlarang, tetapi juga membangun kesadaran warga binaan untuk menaati tata tertib selama menjalani masa pembinaan.


Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko penyalahgunaan barang yang dapat mengganggu keamanan maupun membahayakan keselamatan penghuni. Dengan demikian, lingkungan lapas dapat tetap terjaga sebagai tempat pembinaan yang aman, tertib, dan mendukung perubahan perilaku warga binaan ke arah yang lebih baik.


Melalui razia berkala ini, Lapas Dobo kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat deteksi dini, meningkatkan kewaspadaan petugas, serta menjaga keamanan dan ketertiban secara berkelanjutan demi optimalisasi program pembinaan bagi seluruh warga binaan. (Za)

Selengkapnya

KPK Tetapkan Bupati Klaten dan Kepala BKP Jateng jadi Tersangka Kasus Suap

Oktober 17, 2026


Klaten
, globaltimurnn.com - Kabupaten Klaten-Setelah propinsi Jawa Tengah,dilakukan pemeriksaan secara intensif selama 1x24 jam, akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta dugaan suap hasil audit keuangan pemkab Klaten oleh Badan Pemeriksaan Keuangan ( BPK).


KPK menjelaskan dua di antaranya yakni Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Kepala BPK Jawa Tengah Ahmmad Lutfi. Sedangkan satu tersangka lainnya yakni M.Amin Wahyu Utomo dari pihak swasta.


"Setelah ditemukan adanya dugaan peristiwa pidana tindak pidana korupsi, maka dalam gelar perkara di tingkatkan pimpinan . KPK menaikan perkara ini ke tahap penyidikan. Setelah ditemukan kecukupan alat bukti pada tahap penyidikan, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Direktur penyidikan KPK Achmad Taufik Husein Sabtu(17/10/2026).


Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan dua tersangka lainnya selesai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK pada Sabtu(17/10/2026) saat keluar Gedung KPK ketiganya terlihat mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dangan tangan diborgol ketiganya langsung dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan ( Rutan) KPK Cabang Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan.


Sebelumnya tim KPK melakukan operasi tangkap tangan(OTT) dan menangkap 20 orang juga menyita barang bukti berula uang tunai sekitar Rp 1 miliar di Klaten, Jawa Tengah. Dalam OTT tersebut Bupati Klaten Hanenang Wajar Ismoyo ikut terjaring.


Juru bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa tim KPK telah menangkap 20 orang di dua lokasi berbeda. Yakni di wilayah Jakarta dan Klaten, Jawa Tengah.


"Untuk para pihak yang diamankan di Klaten saat ini masih dilakukan permintaan keterangan di Polres Klaten. Salah satunya adalah Bupati Klaten Kata," Budi. (Bayu) 



Selengkapnya

Dedikasi Tanpa Pamrih, Babinsa Koramil 1508-03/Kao Latih 35 Anak Muda Belajar Karate Gratis

Oktober 17, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com — Dedikasi terhadap pembinaan generasi muda ditunjukkan Sertu Lukas Jani Kalalo, Babinsa Koramil 1508-03/Kao, Kodim 1508/Tobelo. Di tengah tugas kewilayahan, ia meluangkan waktu melatih karate secara gratis bagi sekitar 35 anak dan generasi muda di Desa Jati, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (17/10/2026).


Kegiatan ini tidak sekadar mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter melalui penanaman disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, serta upaya mencegah generasi muda terjerumus dalam pergaulan bebas.


Sertu Lukas mengatakan, latihan tersebut dilandasi keinginannya agar anak-anak di wilayah binaan memiliki kegiatan positif, mampu mengembangkan potensi diri, dan berkesempatan meraih prestasi tanpa terbebani biaya.


“Saya ingin anak-anak di wilayah Koramil 1508-03/Kao tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berprestasi, dan tidak terlibat dalam pergaulan bebas. Saat ini, ada sekitar 35 anak yang aktif berlatih, dan saya tidak memungut biaya apa pun,” ujarnya.


Ia menambahkan, para peserta menyiapkan pakaian latihan secara mandiri. Bagi anak-anak yang belum mampu membeli pakaian khusus karate, mereka tetap diperbolehkan berlatih menggunakan pakaian seadanya yang layak. Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda untuk belajar dan mengembangkan kemampuan.


Selain latihan fisik, Sertu Lukas rutin memberikan motivasi agar para peserta membiasakan diri hidup disiplin, menghargai sesama, memiliki semangat nasionalisme, serta bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.


Pembinaan tersebut menunjukkan hasil positif. Sejumlah anak didiknya telah melanjutkan karier di berbagai bidang, termasuk menjadi anggota TNI dan Polri. Di bidang olahraga, anak-anak didiknya juga mengikuti berbagai pertandingan karate, mulai dari tingkat kabupaten dan provinsi hingga kompetisi di luar Provinsi Maluku Utara.


Komandan Kodim 1508/Tobelo, Letkol Kav Ramdhani Akbar, S.I.P., mengapresiasi dedikasi Sertu Lukas yang dinilai turut berkontribusi dalam membangun karakter dan mengembangkan potensi generasi muda di wilayah binaan.


Menurut Dandim, kepedulian prajurit terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas teritorial, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar, termasuk pembinaan generasi muda melalui kegiatan olahraga.


“Dedikasi seperti ini patut diapresiasi. Kami berharap kegiatan positif tersebut dapat membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, memiliki semangat nasionalisme, serta mampu meraih prestasi. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat harus memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” demikian pesan Dandim.


Bagi Sertu Lukas, keberhasilan anak didik tidak semata-mata diukur dari kemenangan dalam pertandingan, tetapi juga dari perubahan sikap, kedisiplinan, dan kemampuan mereka menentukan masa depan yang lebih baik.


Melalui latihan karate gratis tersebut, ia berharap semakin banyak generasi muda di Kecamatan Kao yang memiliki kegiatan produktif, menjauhi pergaulan bebas, serta berani mengembangkan potensi diri.


Dedikasi Sertu Lukas menjadi gambaran nyata bahwa pembinaan teritorial tidak hanya dilaksanakan melalui tugas formal, tetapi juga melalui keteladanan dan pengabdian langsung kepada masyarakat. Dengan meluangkan waktu untuk membina generasi muda tanpa memungut biaya, ia turut berkontribusi menyiapkan generasi yang tangguh, berkarakter, dan berprestasi.  (🅁🄴🄳).

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT