Ambon, globaltimurnn.com – Dinamika politik pasca-Pemilihan Kepala Daerah di Kota Ambon kembali menghangat menyusul beredarnya sebuah unggahan kontroversial di media sosial Facebook yang menyerang pribadi Walikota Ambon, Bodewin Wattimena. Berdasarkan bukti digital dari akun anonim "Menang Rasa Kalah" sebagaimana terlihat dalam unggahan tersebut memuat narasi yang dinilai sangat tendensius dan mencederai kehormatan kepala daerah.
Munculnya serangan digital ini diduga kuat berakar dari unsur kecemburuan politik di kalangan internal tim sukses yang merasa kurang dilibatkan pasca-kemenangan politik.
Merespons kegaduhan di ruang digital tersebut, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Ambon langsung mengambil sikap tegas. Sekretaris DPD KNPI Kota Ambon, Wilson Rahayaan, mengingatkan bahwa segala bentuk pengelompokan dan ego tim sukses seharusnya sudah selesai dan melebur begitu proses pilkada usai.
Menurutnya, tugas utama dari sebuah tim kerja adalah mengantarkan kandidat hingga lolos dalam kontestasi. Namun, setelah mandat kepemimpinan diperoleh, figur terpilih sepenuhnya menjadi milik seluruh rakyat, dan sudah menjadi tanggung jawab walikota untuk merangkul semua elemen demi kepentingan kemajuan Kota Ambon yang lebih besar.
Lebih lanjut, Wilson sangat menyayangkan adanya pihak-pihak yang sengaja mengembuskan narasi negatif untuk mendiskreditkan pimpinan daerah di ruang publik. Ia menekankan bahwa apa pun dinamika yang terjadi di belakang layar, Bodewin Wattimena adalah Walikota Ambon yang sah, sehingga semua pihak wajib menjaga roh dan marwah institusi kepala daerah tersebut.
KNPI juga menegaskan agar kondisi saling serang ini tidak dibiarkan tanpa ada tindakan nyata, sebab pembiaran terhadap pola komunikasi yang destruktif dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk yang terus berulang di masa depan.
Mengingat kompleksitas penanganan perkara di jagat maya, KNPI mendesak aparat penegak hukum, khususnya unit siber (Cyber Crime) dari kepolisian, untuk segera turun tangan melakukan investigasi mendalam.
Langkah cepat dari kepolisian dinilai sangat krusial karena institusi tersebut merupakan satu-satunya pihak yang memiliki instrumen teknologi serta wewenang resmi untuk melacak dan membongkar identitas asli di balik akun-akun palsu.
Di akhir pernyataannya, Wilson mengimbau kepada seluruh mantan tim sukses untuk bersikap ksatria dan berbesar hati mendukung jalannya roda pemerintahan, serta menyadari bahwa saat ini Pak Bodewin memimpin sebagai walikota bagi seluruh masyarakat Kota Ambon, bukan lagi milik kelompok atau tim sukses tertentu saja. (Rdks)















