globaltimurnn.com

Minggu, 10 Mei 2026

Gawat,,,22 Puskesmas Di SBB Krisis Dana, Terancam Tutup, Operasional Dan Jaspel Tak Kunjung Cair

Mei 10, 2026

Foto :  Gawat,,,22 Puskesmas Di SBB Krisis Dana, Terancam Tutup, Operasional Dan Jaspel Tak Kunjung Cair

SBB
, suaratabaosonline.com - Pelayanan kesehatan di Kabupaten Seram Bagian Barat menghadapi ancaman serius. 


Dari total 22 Puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan,  belum menerima pencairan dana operasional dan Jasa Pelayanan (Jaspel) sejak Januari 2024, Akibatnya, sejumlah Kepala Puskesmas (Kapus) terpaksa menggunakan dana pribadi untuk menjaga layanan tetap berjalan.


Dana yang semestinya dialokasikan untuk membiayai kebutuhan dasar seperti listrik, air, internet, hingga pembelian vitamin dan obat, hingga kini belum juga masuk ke rekening operasional masing-masing Puskesmas.


Permasalahan utama disebut-sebut berasal dari status keuangan Puskesmas yang sudah bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). 


Meskipun Surat Keputusan (SK) BLUD sudah dikeluarkan, pencairan dana justru tersendat karena belum jelasnya regulasi teknis di tingkat daerah.


Seharysnya, 22 Puskesmas ini yang telah berstatus BLUD menerima pencairan dana kapitasi JKN, yang dialokasikan 70% untuk Jaspel dan 30% untuk operasional. 


Dana tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing Puskesmas tanpa hambatan, namun hingga berita ini muncul dana tersebut tak kunjung masuk di rekening puskesmas.


“Sudah hampir kurang lebih 2 tahun kami menalangi operasional dengan uang pribadi, Nominalnya tidak sedikit, bahkan ada yang mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap salah satu Kepala Puskesmas yang enggan namanya disebutkan. 


Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan, Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin layanan kesehatan dasar akan terhenti sementara, Masyarakat akan menjadi korban akibat kebuntuan birokrasi yang berkepanjangan.


Kepala-kepala Puskesmas berharap agar Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat segera mencari solusi konkret, baik melalui kebijakan darurat maupun percepatan revisi regulasi. 


Hal ini penting agar pelayanan kesehatan tetap bisa diakses masyarakat tanpa harus mengorbankan tenaga medis yang sudah bekerja di luar batas kemampuan finansial pribadi.


Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, keterlambatan pencairan dana operasional dan Jaspel tidak bisa ditoleransi terlalu lama. 


Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan perlu memberikan kepastian kepada tujuh Puskesmas terdampak terkait status pencairan, serta membuka ruang dialog transparan dengan pihak pengelola BLUD.


Jika tidak, dampaknya bukan hanya berhenti pada terganggunya pelayanan, Kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan publik juga bisa runtuh.


22 Kepala Puskesmas tersebut telah bersepakat, apabila tidak ada perhatian dari Bupati, DPRD Seram Bagian Barat dan Kepala Dinas Ksehatan, maka mereka akan menutup Faskes (Puskesamas) terhadap pelayanan masyarakat sampai ada perhatian dari Pemerintah Daerah dan DPRD Seram Bagian Barat. (Tim) 

Selengkapnya

Brimob Polda Sultra Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Sejumlah Titik Kota Kendari

Mei 10, 2026

Foto : Brimob Polda Sultra Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Sejumlah Titik Kota Kendari

Kendari
, Globaltimurnn.com - Puluhan personel Sat Brimob Polda Sulawesi Tenggara dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kota Kendari, Minggu (10/5/2026).


Personel Brimob disiagakan di beberapa titik banjir guna membantu warga yang rumahnya terendam dan terjebak akibat tingginya debit air setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Kendari.


Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sultra Kompol Asri Diyni mengatakan pihaknya menurunkan personel beserta perlengkapan keselamatan untuk mempercepat proses evakuasi masyarakat.


“Beberapa titik banjir yang cukup parah kami lakukan evakuasi menggunakan perahu karet, salah satunya di Lorong Kampus Avicena,” ujarnya.

Selain melakukan evakuasi, personel Brimob juga membantu warga mengevakuasi barang-barang berharga serta memastikan kondisi lingkungan tetap aman selama proses penanganan berlangsung.


Menurutnya, seluruh personel dan peralatan keselamatan saat ini masih disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah terdampak banjir maupun kebutuhan bantuan dari masyarakat.


“Kami terus bersiaga dan bergerak cepat membantu warga terdampak banjir. Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat dapat segera menghubungi petugas,” tambahnya.


Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi terdampak banjir di Kota Kendari guna memastikan keselamatan warga serta kelancaran proses evakuasi. (V374) 

Selengkapnya

Berita Menarik,,, Sebanyak 22 Puskesmas Di SBB Terancam Tutup, Akibat Operasional Dan Jaspel Tak Kunjung Cair, Diduga Krisis Dana

Mei 10, 2026

Foto : Berita Menarik,,, Sebanyak 22 Puskesmas Di SBB Terancam Tutup, Akibat Operasional Dan Jaspel Tak Kunjung Cair, Diduga Krisis Dana

SBB
, Globaltimurnn.com - Pelayanan kesehatan di Kabupaten Seram Bagian Barat menghadapi ancaman serius. 


Dari total 22 Puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan,  belum menerima pencairan dana operasional dan Jasa Pelayanan (Jaspel) sejak Januari 2024, Akibatnya, sejumlah Kepala Puskesmas (Kapus) terpaksa menggunakan dana pribadi untuk menjaga layanan tetap berjalan.


Dana yang semestinya dialokasikan untuk membiayai kebutuhan dasar seperti listrik, air, internet, hingga pembelian vitamin dan obat, hingga kini belum juga masuk ke rekening operasional masing-masing Puskesmas.


Permasalahan utama disebut-sebut berasal dari status keuangan Puskesmas yang sudah bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). 


Meskipun Surat Keputusan (SK) BLUD sudah dikeluarkan, pencairan dana justru tersendat karena belum jelasnya regulasi teknis di tingkat daerah.


Seharysnya, 22 Puskesmas ini yang telah berstatus BLUD menerima pencairan dana kapitasi JKN, yang dialokasikan 70% untuk Jaspel dan 30% untuk operasional. 


Dana tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing Puskesmas tanpa hambatan, namun hingga berita ini muncul dana tersebut tak kunjung masuk di rekening puskesmas.


“Sudah hampir kurang lebih 2 tahun kami menalangi operasional dengan uang pribadi, Nominalnya tidak sedikit, bahkan ada yang mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap salah satu Kepala Puskesmas yang enggan namanya disebutkan. 


Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan, Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin layanan kesehatan dasar akan terhenti sementara, Masyarakat akan menjadi korban akibat kebuntuan birokrasi yang berkepanjangan.


Kepala-kepala Puskesmas berharap agar Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat segera mencari solusi konkret, baik melalui kebijakan darurat maupun percepatan revisi regulasi. 


Hal ini penting agar pelayanan kesehatan tetap bisa diakses masyarakat tanpa harus mengorbankan tenaga medis yang sudah bekerja di luar batas kemampuan finansial pribadi.


Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, keterlambatan pencairan dana operasional dan Jaspel tidak bisa ditoleransi terlalu lama. 


Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan perlu memberikan kepastian kepada tujuh Puskesmas terdampak terkait status pencairan, serta membuka ruang dialog transparan dengan pihak pengelola BLUD.


Jika tidak, dampaknya bukan hanya berhenti pada terganggunya pelayanan, Kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan publik juga bisa runtuh.


22 Kepala Puskesmas tersebut telah bersepakat, apabila tidak ada perhatian dari Bupati, DPRD Seram Bagian Barat dan Kepala Dinas Ksehatan, maka mereka akan menutup Faskes (Puskesamas) terhadap pelayanan masyarakat sampai ada perhatian dari Pemerintah Daerah dan DPRD Seram Bagian Barat. (Yan) 

Selengkapnya

Peduli TNI, KASAD Bagikan Masker di Bawah Gunung Dukono dan Evakuasi 2 WNA Singapura

Mei 10, 2026

Foto : Peduli TNI, KASAD Bagikan Masker di Bawah Gunung Dukono dan Evakuasi 2 WNA Singapura

Halut
, Globaltimurnn.com – Sebagai perhatian nyata serta bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Dukono, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) melalui jajaran TNI AD membagikan masker kepada masyarakat Desa Mamuya yang beraktifitas di bawah kaki Gunung Dukono dan Tim Gabungan Evakuasi Korban akibat meningkatnya aktivitas Gunung Api, Minggu (10/05/2026).


Pembagian masker dilakukan untuk membantu melindungi masyarakat dari dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan. Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang sejak beberapa hari terakhir merasakan dampak langsung dari erupsi gunung tersebut.


Personel TNI di lapangan turun langsung menyambangi masyarakat yang akan melaksanakan aktivitas di kebun dan kepada Tim Gabungan Evakuasi guna memastikan bantuan masker dapat diterima masyarakat secara merata. Selain pembagian masker, aparat TNI juga mengimbau warga agar tetap menggunakan pelindung diri saat beraktivitas di luar rumah dan mematuhi arahan pemerintah daerah serta petugas terkait.



Kasad menegaskan bahwa TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi situasi bencana maupun kondisi darurat lainnya. Kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pengabdian TNI kepada rakyat.


Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan kepada tim gabungan serta masyarakat dapat lebih terlindungi dari paparan abu vulkanik serta tetap waspada terhadap perkembangan aktivitas Gunung Dukono yang masih fluktuatif. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Tim Kodim 1508/Tobelo dan Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Dua Korban WNA Singapura di Gunung Dukono

Mei 10, 2026

Foto : Tim Kodim 1508/Tobelo dan Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Dua Korban WNA Singapura di Gunung Dukono 

Halut
, Globaltimurnn.com — Operasi pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono memasuki hari ketiga dengan hasil yang membuahkan keberhasilan. Tim Kodim 1508/Tobelo bersama tim gabungan Pukul 11.55 WIT akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi dua korban yang sebelumnya masih dinyatakan hilang di kawasan puncak Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara. Minggu, (10/5/2026)


Kedua korban diketahui merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura dan ditemukan tidak jauh dari lokasi ditemukannya korban Engel, warga negara Indonesia (WNI), pada proses pencarian sehari sebelumnya, Sabtu kemarin.


Tim Kodim 1508/Tobelo bersama unsur gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat menyebutkan bahwa posisi kedua korban berada kurang lebih 30 meter dari bibir kawah Gunung Dukono. Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi meninggal dunia akibat tertimpa material batu vulkanik yang dimuntahkan gunung saat erupsi terjadi.


Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian dan pertimbangan keselamatan yang ketat. Aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih terus mengalami erupsi, disertai cuaca ekstrem dan medan terjal di sekitar puncak kawah, menjadi tantangan utama bagi seluruh personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.


Untuk memaksimalkan pelaksanaan evakuasi, tim gabungan membagi personel ke dalam empat kelompok kerja yang bergerak secara terkoordinasi di jalur pendakian dan area puncak. Langkah tersebut dilakukan guna mempercepat proses evakuasi sekaligus meminimalisir risiko terhadap keselamatan personel di lapangan.



Setelah berhasil dievakuasi dari area puncak kawah, kedua korban selanjutnya dibawa menuju posko utama sebelum diteruskan ke RSUD Halmahera Utara guna proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.


Keberhasilan operasi ini menjadi bukti sinergitas dan soliditas seluruh unsur yang terlibat dalam misi kemanusiaan di tengah tingginya risiko bencana alam. Kodim 1508/Tobelo bersama tim gabungan tetap mengedepankan profesionalisme, ketelitian, dan keselamatan personel dalam setiap tahapan operasi di wilayah erupsi Gunung Dukono. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Kasad Perintahkan Pangdam XV/Pattimura Operasi Kemanusiaan Letusan Gunung Dukono

Mei 10, 2026

Foto : Kasad Perintahkan Pangdam XV/Pattimura Operasi Kemanusiaan Letusan Gunung Dukono

Halut
, Globaltimurnn.com - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc,  memerintahkan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Triwinarto  untuk mengerahkan seluruh potensi satuan jajaran Kodam XV/Pattimura dalam mendukung operasi kemanusiaan penanganan dampak erupsi Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.


Perintah tersebut diberikan sebagai bentuk respons cepat TNI AD dalam membantu proses pencarian, evakuasi, dan penanganan korban pendaki yang terdampak erupsi gunung tersebut.


Menindaklanjuti arahan Kasad, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Triwinarto langsung turun ke lapangan memimpin dan mengendalikan operasi kemanusiaan bersama unsur Basarnas, Polri, BPBD, pemerintah daerah, serta relawan masyarakat.


Hingga Minggu pagi,  (10/5/2026), tim SAR gabungan masih terus melaksanakan pencarian dan evakuasi korban di kawasan Gunung Dukono dengan kondisi medan yang berat dan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.


Data sementara menunjukkan jumlah pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono sebanyak 20 orang, terdiri dari 11 WNI dan 9 WNA. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 orang berhasil selamat, terdiri dari 10 WNI dan 7 WNA, sedangkan tiga orang dinyatakan meninggal dunia, terdiri dari satu WNI dan dua WNA.


Dalam operasi kemanusiaan tersebut, TNI AD mengerahkan personel dari Kodim Tobelo sebanyak 1 Pleton, Koramil Galela 1 Regu, serta Yonif 732 sebanyak 1 Pleton untuk memperkuat tim SAR gabungan.


Selain unsur TNI AD, operasi juga melibatkan Basarnas 1 Regu, Brimob 1 Pleton, Polres Halut 1 Pleton, serta dukungan masyarakat sekitar kurang lebih 20 orang.


Pada pelaksanaan operasi hari Sabtu (9/5/2026), tim gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi satu jenazah pendaki WNI atas nama Angel (40)


Kasad menekankan agar seluruh personel yang bertugas tetap mengutamakan faktor keselamatan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan evakuasi, mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih terjadi dan berpotensi membahayakan dan akan memberikan dukungan yang dibutuhkan dalam proses evakuasi korban maupun bagi masyarakat sekitar. 


Sementara itu, perkembangan situasi di sekitar Gunung Dukono hingga saat ini belum berdampak pada pengungsian masyarakat. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.


Untuk korban WNI yang selamat telah kembali ke keluarganya masing-masing, sedangkan korban WNA yang selamat saat ini berada di Ternate sambil menunggu penerbangan menuju Jakarta.


TNI AD melalui Kodam XV/Pattimura memastikan akan terus hadir membantu masyarakat serta mendukung penuh seluruh proses operasi kemanusiaan hingga dinyatakan selesai. (Rdks) 


Selengkapnya

Sabtu, 09 Mei 2026

Sinergi Kodaeral IX dan Instansi Terkait Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

Mei 09, 2026

Foto : Sinergi Kodaeral IX dan Instansi Terkait Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com - Personel pengamanan pelabuhan dari Kodaeral IX bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan instansi terkait lainnya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa liar dan bagian tubuh hewan dilindungi saat pengamanan embarkasi KM Labobar di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon, Maluku, Sabtu malam (9/5/2026). 


Kegiatan pengamanan dimulai pukul 19.30 WIT di bawah pengawasan Paur Kumter Diskum Kodaeral IX BKO Paur Data Staf Operasi Kodaeral IX,  Letda Laut (H) Ricko Aditya dengan melibatkan 10 personel Satgas Pengamanan PT. Pelni lainnya.


Satgas kali ini, difokuskan kepada pengamanan kedatangan dan keberangkatan KM Labobar yang menempuh rute pelayaran antar-pulau yang pada hari tersebut merapat di Kota Ambon.


Dalam proses pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan penumpang menggunakan mesin X-Ray, petugas mencurigai adanya paket milik salah satu penumpang.


Setelah dilakukan pemeriksaan manual secara mendalam, Satgas Pengamanan ini   menemukan dua ekor burung jenis Nuri dan dua buah tanduk rusa.


Seluruh barang bukti ilegal tersebut langsung disita dan diamankan ke Kantor BKSDA untuk diproses sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku mengenai perlindungan satwa.


Selain memastikan kelancaran arus penumpang, petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bagian satwa yang dilindungi.


Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI AL khususnya Kodaeral IX dalam menjaga ketertiban di pelabuhan sekaligus mendukung pelestarian lingkungan dengan mencegahkan satwa liar secara ilegal.


Meskipun ditemukan upaya penyelundupan barang ilegal, secara umum kondisi di dermaga Pelabuhan Yos Sudarso terpantau aman, tertib, dan terkendali. 


Pengawasan ketat terus dilakukan oleh tim gabungan untuk menjamin kelancaran arus mudik/balik serta mencegah keluar-masuknya barang terlarang melalui jalur laut. (V374) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT