globaltimurnn.com

Selasa, 02 Juni 2026

Maluku Tuan Rumah FGD APPSI 2026, Perkuat Kolaborasi Daerah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Juni 02, 2026

Foto : Maluku Tuan Rumah FGD APPSI 2026, Perkuat Kolaborasi Daerah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Ambon
, globaltimurnn.com – Provinsi Maluku menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Rabu (3/6/2026). 


Forum ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah provinsi se-Indonesia untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


Dalam Sambutan Selamat Datang, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Maluku sebagai tuan rumah. Ia menegaskan bahwa Maluku tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan forum, tetapi juga rumah bersama bagi seluruh daerah yang memiliki semangat dan tujuan yang sama dalam membangun Indonesia.


Menurut Gubernur, keberagaman karakteristik, tantangan, dan potensi yang dimiliki setiap provinsi harus menjadi kekuatan untuk memperkuat kolaborasi, bukan menjadi pembatas. Ia mengibaratkan laut Maluku yang menghubungkan ribuan pulau sebagai simbol persatuan dan kerja sama antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.


“Forum ini harus menjadi ruang untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, dan solusi guna memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung agenda pembangunan nasional,” ujar Gubernur.


Ia berharap FGD APPSI 2026 dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif sekaligus mempererat hubungan antarpemerintah daerah dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.


Sementara itu, Ketua Umum APPSI yang juga Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dalam sambutan pembukaan FGD, mengatakan APPSI memiliki peran penting sebagai wadah koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Melalui forum ini, berbagai isu strategis pembangunan dapat dibahas bersama untuk menghasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan.


Rudy menjelaskan bahwa APPSI Tahun 2026 mengusung tema “Memperkuat Ekosistem Orange Economy: Integrasi Sektor Pertanian, Maritim, dan Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Pertumbuhan Regional.” Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap tantangan global sekaligus upaya mengoptimalkan potensi unggulan daerah.


Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen. Capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antarwilayah dan pengembangan sektor-sektor produktif.


“Integrasi sektor pertanian, maritim, dan ekonomi kreatif harus diwujudkan dalam kebijakan dan program nyata yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Rudy.


Melalui FGD ini, APPSI diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat posisi daerah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjadi jembatan aspirasi daerah kepada pemerintah pusat.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Ketua Dewan Pakar APPSI Prof. Ryaas Rasyid, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Prof. Muchlis Hamdi, unsur Forkopimda Maluku, Direktur Eksekutif APPSI Ismiati, Sekretaris Daerah Maluku, para narasumber, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, serta tamu undangan lainnya. (Rdks) 

Selengkapnya

‎Negara Harus Hadir, Jangan Diam! Jangan Biarkan Pornografi Digital Merusak Masa Depan Generasi Bangsa

Juni 02, 2026

Foto : ‎Negara Harus Hadir, Jangan Diam! Jangan Biarkan Pornografi Digital Merusak Masa Depan Generasi Bangsa

Ambon
, globaltimurnn.com - Maraknya penyebaran konten pornografi melalui fitur video reels di berbagai platform media sosial menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda Indonesia. Konten-konten yang menampilkan aurat secara terbuka hingga adegan yang mengarah pada hubungan intim kini dinilai semakin mudah ditemukan dan muncul secara otomatis di beranda pengguna media sosial.

‎                                                                        

‎Pemerhati masyarakat, Ahmad B. Kottahatuhaha, menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan darurat moral dan ancaman digital yang tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, kemudahan akses terhadap konten-konten tidak pantas tersebut berpotensi merusak pola pikir, karakter, serta perkembangan mental anak-anak dan remaja.  

‎                                                                      

‎"Ini adalah ancaman digital yang sangat berbahaya bagi generasi muda kita. Saat ini video-video reels yang mengandung unsur pornografi dengan sangat mudah muncul di media sosial. Bahkan tidak sedikit konten yang secara terang-terangan memperlihatkan aurat dan adegan yang mengarah pada hubungan intim. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan harus segera mendapat perhatian serius dari semua pihak," tegas Ahmad

‎                                                                       

‎Ia menilai bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan pengawasan yang kuat, terutama terhadap konten-konten yang berpotensi merusak moral generasi penerus bangsa. Menurutnya, anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh negatif media sosial karena masih berada dalam tahap pembentukan karakter dan kepribadian. 

‎                                                                       

‎Karena itu, Ahmad mengingatkan para orang tua agar tidak menyerahkan sepenuhnya penggunaan gawai dan media sosial kepada anak-anak tanpa pengawasan. 

‎                                                                       

‎"Peran orang tua sangat penting. Orang tua harus aktif mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anaknya, mengetahui apa yang mereka tonton, siapa yang mereka ikuti, dan berapa lama mereka mengakses media sosial. Pengawasan keluarga merupakan benteng pertama untuk melindungi anak-anak dari dampak buruk konten pornografi," ujarnya. 

‎                                                                       

‎Lebih lanjut, Ahmad meminta Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Maluku, untuk mengambil langkah konkret dengan menyuarakan persoalan ini kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital guna memperketat pengawasan ruang digital. 

‎                                                                       

‎"Kami berharap Pemerintah Maluku melalui Diskominfo Maluku dapat menyampaikan keresahan masyarakat ini kepada Kementerian Komunikasi dan Digital agar dilakukan langkah-langkah tegas untuk memblokir dan memberantas berbagai video pornografi yang beredar di media sosial. Negara harus hadir untuk melindungi generasi muda dari ancaman konten yang merusak moral dan masa depan mereka," katanya. 

‎                                                                       

‎Menurut Ahmad, upaya menjaga ruang digital yang sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta penyedia platform media sosial.   

‎                                                                     

‎"Jangan sampai kita terlambat bertindak. Jika ruang digital terus dibiarkan dipenuhi konten-konten pornografi yang mudah diakses anak-anak dan remaja, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan generasi bangsa. Diperlukan gerakan bersama untuk menjaga ruang digital yang sehat, aman, dan mendidik. Masa depan generasi muda adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai mereka menjadi korban dari kebebasan digital yang tidak terkendali," tutup ahmad  (V374) 

Selengkapnya

Gubernur Hendrik Lewerissa Dorong Penguatan Olahraga Masyarakat Demi Tingkatkan Kualitas SDM Maluku

Juni 02, 2026

Foto : Gubernur Hendrik Lewerissa Dorong Penguatan Olahraga Masyarakat Demi Tingkatkan Kualitas SDM Maluku

Ambon
, globaltimurnn.com — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri acara Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Maluku Masa Bakti 2026–2031. Agenda penting yang menjadi tonggak baru pergerakan olahraga masyarakat di bumi raja-raja ini berlangsung di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Selasa (2/6/2026).


Prosesi pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua KORMI Nasional, Adil Hakim, Ketua KORMI Maluku terpilih, Maya Baby Lewerissa, jajaran pengurus yang baru dilantik, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Maluku.


Dalam sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa menekankan bahwa pengembangan olahraga yang terorganisasi, khususnya olahraga masyarakat, harus menjadi fokus dan kepedulian bersama. Hal ini selaras dengan peta jalan pembangunan daerah yang tengah diusung oleh Pemerintah Provinsi Maluku.


“Salah satu visi dan misi Pemerintah Provinsi Maluku dalam kepemimpinan saya bersama Wakil Gubernur adalah meningkatkan kebugaran olahraga dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ini dua hal yang sangat penting untuk kita wujudkan,” tegas Gubernur Hendrik Lewerissa dalam arahannya.


Beliau juga mengingatkan kembali filosofi mendasar bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Menurut Gubernur, olahraga masyarakat bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan juga ruang interaksi sosial yang telah hidup dan mengakar di tengah masyarakat sejak usia muda melalui berbagai permainan tradisional maupun aktivitas komunitas.


Mengingat potensi besar Maluku sebagai daerah yang kaya talenta dan memiliki semangat olahraga masyarakat yang kuat, Gubernur menaruh harapan besar kepada kepengurusan KORMI Maluku yang baru. Ia meminta para pengurus, terutama yang berasal dari unsur OPD, untuk memberikan perhatian serius terhadap pengembangan olahraga masyarakat serta mematangkan program kerja yang akan dijalankan ke depan.


“Saya berharap dengan kontribusi dari pembinaan ini, masyarakat Maluku senantiasa sehat, bugar, dan gembira. Mari kita pastikan keluarga Maluku inklusif dan bisa terus berkarya,” tambah Gubernur Hendrik Lewerissa yang juga merupakan Ketua Porgasi Maluku.


Pada kesempatan yang sama, Ketua KORMI Nasional Adil Hakim mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Maluku. Ia menegaskan bahwa KORMI hadir dari, oleh, dan untuk masyarakat guna mendukung produktivitas serta membantu menurunkan beban jaminan kesehatan negara melalui Gerakan Indonesia Aktif.


Sementara itu, Ketua KORMI Maluku Masa Bakti 2026–2031, Maya Baby Lewerissa, menyatakan optimismenya untuk membawa olahraga rekreasi semakin dicintai masyarakat dan mewujudkan masyarakat Maluku yang lebih bugar.


Dengan pelantikan ini, KORMI Maluku siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menggerakkan masyarakat hidup aktif, sehat, dan positif secara berkelanjutan. (Rdks) 

Selengkapnya

Pemerintah Kabupaten SBB Menggelar Rakor Strategis Guna Percepat Penanganan Stunting Dan Kemiskinan

Juni 02, 2026

Foto : Pemerintah Kabupaten SBB Menggelar Rakor Strategis Guna Percepat Penanganan Stunting Dan Kemiskinan

Piru
, Globaltimurnn.com - Percepat Penanganan Stunting Dan Kemiskinan yang kini meningkat di Kabupaten SBB, pemerintah daerah Kabupaten SBB bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi (Rakor) strategis guna percepat penanganan-nya. 


Kegiatan Rakor tersebut berlangsung di lantai III kantor Bupati SBB sejak siang tadi hingga sore tadi, diinisiasi lansung oleh Bupati SBB, Asri Arman, dihadiri juga wakil Bupati Selfinus Kainama, sekda SBB Alvin Tuasuun, dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan OPD lingkup pemda SBB, para camat se-Kab. SBB, ketua PPK, para kapus. Selasa 2/06) 2026


​Dalam arahan-nya, Bupati menegaskan bahwa" stunting dan kemiskinan merupakan isu strategis yang saling berkaitan penanganannya tidak bisa lagi ego-sektoral, melainkan menuntut kerja kolaboratif dan inovasi program yang nyata di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


​Tantangan Validitas Data dan Multidimensi Masalah Salah satu sorotan utama dalam rakor tersebut adalah belum adanya validitas data lintas sektor di Kabupaten SBB. 


Selama ini, ego data antar-OPD yang masih berbeda kerap menjadi batu sandungan. 


Padahal, tingginya angka kemiskinan berdampak langsung pada kualitas gizi keluarga, terutama ibu hamil dan anak balita, 

Rapat menggarisbawahi bahwa stunting bukan sekadar masalah sektor kesehatan, melainkan persoalan multidimensi yang berkaitan erat dengan sanitasi, pendidikan, pola asuh, serta akses pelayanan dasar. 


Di lapangan, pemkab masih dihadapkan pada tantangan nyata seperti keterbatasan air bersih, rendahnya edukasi gizi, kondisi ekonomi, hingga kurangnya partisipasi aktif dari masyarakat maupun pemerintah desa.


​Oleh karena itu, rakor ini juga memberikan ruang khusus bagi OPD pengampu Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu untuk memaparkan data cakupan stunting dan kemiskinan saat ini sebagai basis evaluasi.


​Strategi dan Penekanan Kebijakan Baru ​Guna mengurai benang kusut tersebut, sejumlah strategi taktis dan kebijakan baru disepakati dalam pertemuan ini:


​Sinkronisasi Data Ekstrem: Pemerintah daerah akan segera melakukan validasi dan sinkronisasi data stunting dan kemiskinan agar seluruh bantuan sosial, program pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan dasar tepat sasaran ke keluarga berisiko.


​Intervensi Terpadu: Memperkuat intervensi spesifik (sektor kesehatan) dan intervensi sensitif (non-kesehatan seperti air bersih dan bantuan pangan) secara beriringan. 


Puskesmas dan nakes diwajibkan lebih aktif mengedukasi warga tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).


​Optimalisasi Dana Desa dan Regulasi Baru: Peran desa dioptimalkan melalui pemanfaatan dana desa dan kader posyandu. 


Secara khusus, pemkab akan mengimplementasikan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu sebagai wadah utama bagi desa untuk menyelesaikan persoalan stunting dan kemiskinan di tingkat tapak.


Investasi Generasi Masa Depan Bupati meminta agar penanganan stunting dijadikan gerakan bersama secara berkelanjutan, bukan sekadar program seremonial tahunan. 


Seluruh perangkat daerah kini dituntut bekerja berdasarkan target dan indikator yang jelas, disertai sistem evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas program di lapangan. 


Kolaborasi ini pun nantinya akan diperluas dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, serta dunia pendi


​Menutup jalannya rapat koordinasi, pimpinan daerah mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menyatukan komitmen demi menurunkan angka stunting dan kemiskinan di Bumi Saka Mese Nusa. 


Penekanan terakhir diberikan bahwa keberhasilan program ini merupakan investasi mutlak demi menyelamatkan masa depan generasi Kabupaten Seram Bagian Barat.


​Diharapkan, seluruh hasil kesepakatan dalam rakor ini dapat segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan. Tutupnya (Yan) 


Selengkapnya

Dankodaeral IX Terima CC dan Lepas Tim Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers ke Pulau Buru

Juni 02, 2026

Foto : Dankodaeral IX Terima CC dan Lepas Tim Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers ke Pulau Buru

Ambon
, globaltimurnn.com - Komandan Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Dankodaeral) IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. menerima Courtesy Call (CC) sekaligus melepas Tim Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers ke Pulau Buru di Saung Satrol Nala Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Maluku, Selasa (2/6/2026).


Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat sinergi sekaligus bentuk dukungan Kodaeral lX terhadap kegiatan eksplorasi dan ekspedisi maritim yang akan dilaksanakan di wilayah perairan Pulau Buru, Maluku.


Dalam kegiatan tersebut, Dankodaeral IX didampingi Wadan Kodaeral lX, Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi, Aster Dankodaeral IX, Dansatrol Kodaeral IX dan Kadister Kodaeral IX.


Turut hadir pula Komandan Korem 151/Binaiya, Brigjen TNI Raffles Manurung mewakili Pangdam XV/Pattimura dalam rangka memberikan dukungan terhadap pelaksanaan ekspedisi tersebut.


Pada kesempatan tersebut, Dankodaeral IX menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi Tim Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers dalam mengangkat potensi kemaritiman Indonesia, khususnya wilayah perairan Maluku yang memiliki kekayaan hayati dan sejarah maritim yang melegenda.


Menurutnya, kegiatan ekspedisi ini dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat kepedulian terhadap pelestarian laut serta memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.


Kolaborasi antara Kodaeral IX dan Tim Wanadri dalam menjaga lingkungan pesisir di Maluku difokuskan pada program restorasi terumbu karang, rehabilitasi mangrove, serta pemberdayaan masyarakat lokal melalui program IBU KARANG di kawasan pesisir Pulau Buru.


Selain menerima kunjungan kehormatan, Dankodaeral IX juga secara resmi melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers menuju Pulau Buru, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku yang bergabung dengan tim Kodaeral lX ini. 


Pelepasan tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan ekspedisi yang akan dilaksanakan di wilayah Pulau Buru mulai 2-11 Juni 2026 mendatang.


Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin erat antara unsur TNI, komunitas pecinta alam, dan berbagai pihak dalam mendukung pelestarian lingkungan maritim sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan melalui eksplorasi potensi bahari Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

Perbanas Institute Perkuat Peran Indonesia dalam Dialog Global melalui PROFICIENT 2026

Juni 02, 2026

Foto : Perbanas Institute Perkuat Peran Indonesia dalam Dialog Global melalui PROFICIENT 2026

JAKARTA
, globaltimurnn.com — Perbanas Institute kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kolaborasi antara dunia akademik, industri, dan regulator melalui penyelenggaraan Conference on Economics, Business, Management, Accounting, and IT (PROFICIENT) 2026. Konferensi internasional ini menjadi ruang strategis bagi para akademisi, peneliti, praktisi, serta pengambil kebijakan untuk bertukar gagasan mengenai berbagai isu penting di bidang ekonomi, bisnis, keuangan, manajemen, dan teknologi informasi.


Mengusung tema “Integrity-Driven Innovation: Reimagining Business, Finance, and Digital Transformation for Sustainable Development,” PROFICIENT 2026 menyoroti pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam mendorong inovasi dan transformasi digital guna mencapai pembangunan yang berkelanjutan.


Dalam sambutan pembukaannya, Rektor Perbanas Institute, Prof. Dr. Hermanto Siregar, M.Ec., menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan institusi dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan regulator di tengah dinamika global yang terus berkembang.


Menurutnya, tantangan yang dihadapi dunia saat ini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga menyangkut aspek tata kelola, keberlanjutan, serta kemampuan berbagai sektor untuk beradaptasi terhadap perubahan yang berlangsung begitu cepat.


“Integritas, inovasi, dan transformasi digital merupakan tiga elemen yang saling melengkapi. Ketiganya menjadi kunci dalam membangun praktik bisnis dan keuangan yang lebih baik, sekaligus menciptakan solusi yang relevan terhadap berbagai tantangan global,” ujarnya.


Prof. Hermanto juga menyoroti isu perubahan iklim, pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta target net zero emission yang saat ini menjadi perhatian masyarakat internasional. Menurutnya, tantangan tersebut membutuhkan terobosan inovatif yang mampu melahirkan model bisnis yang tangguh, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.


Konferensi ini menghadirkan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, SBY menekankan pentingnya kolaborasi global yang didasarkan pada prinsip kesetaraan dan saling menghormati untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.


Ia menegaskan bahwa negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, memiliki peran yang semakin penting dalam percaturan global. Namun, kontribusi tersebut akan lebih efektif apabila didukung oleh kerja sama internasional yang inklusif dan berkeadilan.


“Pembangunan berkelanjutan adalah tujuan bersama yang memerlukan komitmen kolektif. Karena itu, kolaborasi yang kuat dan saling menguntungkan menjadi faktor penting dalam mewujudkannya,” ungkap SBY.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan memerlukan sinergi antara tiga pilar utama, yakni kebijakan yang tepat, praktik yang baik, dan dukungan pembiayaan yang memadai.


Selain menghadirkan keynote speaker dari tingkat nasional, PROFICIENT 2026 juga mengundang sejumlah tokoh terkemuka dari kalangan regulator, industri, dan akademisi internasional. Mereka antara lain Anggito Abimanyu dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Dian Ediana Rae dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr. Y.B. Hariantono dari PT Bank Mega Tbk, serta Prof. Veronica Almase dari Polytechnic University of the Philippines (PUP). Diskusi panel dipandu oleh Dr. Mardiana Purwaningsih, M.Kom.


Tingginya minat akademisi dan peneliti terhadap konferensi ini tercermin dari diterimanya sekitar 140 makalah ilmiah melalui program call for papers. Capaian tersebut menunjukkan besarnya antusiasme komunitas akademik dalam berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.


Melalui penyelenggaraan PROFICIENT 2026, Perbanas Institute berharap dapat terus menjadi katalisator kolaborasi lintas sektor serta melahirkan gagasan-gagasan strategis yang mendukung transformasi ekonomi, keuangan, dan teknologi Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (sang)

Selengkapnya

Y.S Ditahan Polres SBB, Akibat Terjerat Kasus Persetubuhan Terhadap Anak di Bawah Umur

Juni 02, 2026

Foto : Y.S  Ditahan Polres SBB, Akibat Terjerat Kasus Persetubuhan Terhadap Anak di Bawah Umur

Piru
, globaltimurnn.com - Satreskrim Polres Seram Bagian Barat (SBB) menahan seorang tersangka berinisial Y.S. (23) terkait dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.


Kasihumas Polres Seram Bagian Barat, IPDA Asep Souisa, mengatakan penahanan dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan atas laporan yang diterima dari korban.


Menurut Asep, korban dalam perkara tersebut adalah seorang anak perempuan berinisial A.S. (16). Peristiwa itu diduga terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIT di sebuah kamar di Dusun Hatumuli, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat.


“Penyidik telah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan hingga menetapkan Y.S. sebagai tersangka. Saat ini yang bersangkutan telah ditahan di Rutan Polres Seram Bagian Barat untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut,” ujar Asep.


Ia menjelaskan, perbuatan yang disangkakan kepada tersangka merupakan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur sebagaimana diatur dalam Pasal 473 ayat (2) huruf b juncto Pasal 126 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Selain itu, penyidik juga menerapkan ketentuan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 76D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.


Asep menegaskan bahwa Polres Seram Bagian Barat berkomitmen untuk menindak tegas setiap pelaku tindak pidana terhadap anak serta memberikan perlindungan kepada korban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau menemukan adanya tindak pidana yang melibatkan anak agar dapat segera ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku. (***) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT