globaltimurnn.com

Sabtu, 30 Mei 2026

Raja Laha Soroti Efek Ganda Audisi LASQI 2026, Bangun Prestasi Generasi Muda, Hidupkan UMKM Negeri

Mei 30, 2026

Foto : Raja Laha Soroti Efek Ganda Audisi LASQI 2026, Bangun Prestasi Generasi Muda, Hidupkan UMKM Negeri

Ambon
, Globaltimurnn.com – Pelaksanaan Audisi Generasi Muda LASQI 2026 tingkat Kecamatan Teluk Ambon dan Baguala di Negeri Laha tidak hanya menjadi panggung bagi lahirnya bibit-bibit muda berbakat, tetapi juga membawa dampak positif bagi kehidupan ekonomi masyarakat setempat, Sabtu (30/05/2026). 


Raja Negeri Laha, Muhammad Yasir Mewar, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Negeri Laha sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Mei 2026 tersebut. Menurutnya, kehadiran ratusan peserta, pendamping, panitia, dan pengunjung dari berbagai wilayah menjadikan audisi LASQI sebagai kegiatan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.


“Bagi kami, ini bukan sekadar kegiatan perlombaan atau seleksi peserta. Ada manfaat besar yang dirasakan masyarakat, baik dalam pembinaan generasi muda maupun dalam pergerakan ekonomi warga,” ujar Mewar saat ditemui di sela-sela kegiatan.


Ia menilai LASQI telah membuka ruang yang sangat positif bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, serta menyalurkan potensi mereka dalam bidang seni budaya Islam. Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda diberikan kesempatan untuk tampil, belajar, dan berkompetisi secara sehat.


Menurutnya, pembinaan yang dilakukan melalui LASQI menjadi investasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu membawa nama baik daerah di masa mendatang.


“Semakin banyak ruang yang diberikan kepada generasi muda untuk berkembang, maka semakin besar peluang lahirnya talenta-talenta baru yang mampu berprestasi dan menjadi kebanggaan daerah,” katanya.


Mewar menegaskan bahwa Pemerintah Negeri Laha siap memberikan dukungan kepada peserta yang nantinya berhasil lolos ke tingkat selanjutnya. Dukungan tersebut dinilai penting agar para peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik ketika mewakili daerah pada tingkat kota maupun provinsi.


Selain aspek pembinaan, ia mengungkapkan bahwa penyelenggaraan audisi turut memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Negeri Laha. Aktivitas masyarakat meningkat seiring ramainya peserta dan pengunjung yang datang dari berbagai wilayah di Kota Ambon.


Para pelaku UMKM, pemilik kios, hingga pedagang makanan dan minuman di sekitar lokasi kegiatan disebut ikut merasakan manfaat dari meningkatnya jumlah pengunjung selama pelaksanaan audisi berlangsung.


“Perputaran ekonomi terlihat cukup baik. Kehadiran peserta dan keluarga mereka memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha kecil yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan,” jelasnya.


Ia menambahkan, kegiatan-kegiatan berskala kota maupun kecamatan yang diselenggarakan di desa atau negeri-negeri perlu terus diperbanyak karena mampu menciptakan efek berganda yang menguntungkan masyarakat.


Di satu sisi, kegiatan tersebut menjadi sarana pengembangan sumber daya manusia, sementara di sisi lain mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan aktivitas perdagangan dan jasa masyarakat.


Karena itu, Mewar berharap LASQI terus hadir sebagai program pembinaan yang berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak generasi muda di Kota Ambon.


“LASQI memberikan manfaat yang sangat luas. Bukan hanya melahirkan generasi muda yang berbakat dan berkarakter, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.


Audisi Generasi Muda LASQI 2026 tingkat Kecamatan Teluk Ambon dan Baguala sendiri diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah sebagai bagian dari proses seleksi menuju kompetisi tingkat Kota Ambon. Ajang ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi, berakhlak, serta siap menjadi duta daerah dalam berbagai event seni budaya Islam di tingkat yang lebih tinggi. (Za)

Selengkapnya

Rutan Ambon Turun Tangan Bersihkan Pantai Hiti Hala-Hala, Wujud Nyata Peduli Lingkungan Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Mei 30, 2026

Foto : Rutan Ambon Turun Tangan Bersihkan Pantai Hiti Hala-Hala, Wujud Nyata Peduli Lingkungan Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Ambon
, Globaltimurnn.com – Menyambut peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Hiti Hala-Hala, Passo, Sabtu (30/05/2026).


Kegiatan yang melibatkan seluruh jajaran pegawai Rutan Ambon tersebut berlangsung penuh semangat. Para peserta bahu-membahu mengumpulkan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, botol bekas hingga limbah lainnya yang berpotensi mencemari kawasan pesisir.


Plt Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry R. Persulessy, mengatakan bahwa aksi bersih pantai ini merupakan bentuk kepedulian institusinya terhadap lingkungan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan alam.


"Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat kepedulian terhadap lingkungan. Menjelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kami berharap aksi sederhana ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama," ujar Jefry.


Menurutnya, kegiatan bersih lingkungan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan program berkelanjutan yang telah menjadi inovasi Rutan Ambon dan rutin dilaksanakan setiap bulan.


Program tersebut, lanjut Jefry, menjadi wadah bagi seluruh pegawai untuk terlibat langsung dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membangun budaya peduli lingkungan yang berkesinambungan.


"Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi lingkungan. Karena itu, kami terus mendorong seluruh jajaran untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung pelestarian alam," tambahnya.


Ia juga menegaskan bahwa kawasan pantai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta menjadi aset alam yang harus dijaga bersama. Oleh sebab itu, partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar kawasan pesisir tetap bersih, sehat, dan nyaman.


Selama kegiatan berlangsung, para pegawai tampak antusias menyisir sepanjang garis pantai untuk mengumpulkan sampah yang berserakan. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.


Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian dipilah dan dibuang ke tempat yang telah disediakan sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.


Melalui aksi bersih-bersih di Pantai Hiti Hala-Hala Passo ini, Rutan Ambon kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menyukseskan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Diharapkan kegiatan tersebut dapat menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan demi mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (Za)

Selengkapnya

Wali Kota Ambon Resmi Buka Audisi LASQI 2026, Tekankan Pentingnya Karakter dan Spiritualitas Generasi Muda

Mei 30, 2026

Foto : Wali Kota Ambon Resmi Buka Audisi LASQI 2026, Tekankan Pentingnya Karakter dan Spiritualitas Generasi Muda

Ambon
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kota Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan akhlak yang baik. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, saat membuka Audisi Generasi Muda LASQI 2026 tingkat Kecamatan Teluk Ambon dan Baguala yang berlangsung di Negeri Laha, Sabtu (30/05/2026).


Kegiatan yang diikuti oleh 151 peserta itu menjadi momentum penting dalam menjaring sekaligus membina potensi generasi muda di bidang seni budaya Islam. Bagi Pemerintah Kota Ambon, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi pencarian bakat, melainkan bagian dari proses pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas.


Dalam sambutannya, Wali Kota memberikan apresiasi kepada LASQI Kota Ambon yang menerapkan sistem seleksi berjenjang mulai dari tingkat kecamatan. Menurutnya, pola tersebut memberikan kesempatan yang lebih merata kepada anak-anak dan remaja dari seluruh wilayah Kota Ambon untuk tampil dan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.


Ia menilai pendekatan tersebut mampu menjangkau lebih banyak peserta, sekaligus memastikan bahwa talenta-talenta terbaik dari desa, negeri, dan kelurahan memiliki peluang yang sama untuk berkembang hingga ke tingkat yang lebih tinggi.


“Melalui proses seleksi yang dimulai dari tingkat kecamatan, kita dapat menemukan lebih banyak potensi yang selama ini mungkin belum mendapatkan ruang untuk tampil. Ini merupakan langkah positif dalam pembinaan generasi muda,” ungkapnya.


Bodewin menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah daerah di masa depan sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya saat ini. Karena itu, pembinaan yang dilakukan tidak boleh hanya berorientasi pada kemampuan teknis atau prestasi semata, tetapi juga harus menyentuh aspek moral, etika, dan spiritualitas.


Menurutnya, LASQI memiliki peran strategis dalam membangun keseimbangan tersebut melalui kegiatan seni dan budaya Islam yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan karakter.


“Yang ingin kita lahirkan bukan hanya generasi yang pandai dan berprestasi, tetapi juga generasi yang memiliki akhlak, integritas, dan pemahaman keagamaan yang baik sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” tegasnya.


Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan audisi sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan diri. Baginya, pengalaman yang diperoleh selama proses seleksi menjadi nilai penting yang akan membentuk mental, kedisiplinan, dan rasa percaya diri peserta.


Wali Kota berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas serta terus meningkatkan kemampuan tanpa harus terpaku pada hasil akhir yang diperoleh.


“Kompetisi ini adalah bagian dari proses. Menang ataupun belum berhasil, semuanya adalah kesempatan untuk belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.


Lebih lanjut, Bodewin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program yang berfokus pada pengembangan generasi muda, baik melalui pendidikan, seni budaya, kegiatan keagamaan, maupun pembinaan karakter.


Menurutnya, investasi terbesar yang dapat dilakukan pemerintah saat ini adalah menyiapkan generasi yang cerdas, kreatif, berdaya saing, dan memiliki moralitas yang kuat untuk memimpin daerah di masa depan.


Melalui Audisi Generasi Muda LASQI 2026, Pemerintah Kota Ambon berharap lahir talenta-talenta muda yang mampu menjadi kebanggaan daerah, sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat melalui prestasi, karakter, dan nilai-nilai keislaman yang mereka miliki. (Za)

Selengkapnya

Tradisi Orang Basudara Di Dusun Talaga Kodok, Gelar Festival Ketupat 2026, Dibuka Secara Resmi Sekda Maluku Sadali Le

Mei 30, 2026

Foto : Tradisi Orang Basudara Di Dusun Talaga Kodok, Gelar Festival Ketupat 2026, Dibuka Secara Resmi Sekda Maluku Sadali Le

Malteng
, globaltimurnn.com – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali le, mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, secara resmi membuka Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok Tahun 2026 yang berlangsung di Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan pasca-perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Sabtu (30/5/2026)


Dalam kesempatan tersebut, Sadali  membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku. Ia menyampaikan permohonan maaf Gubernur Hendrik Lewerissa yang tidak dapat hadir secara langsung karena bertepatan dengan agenda kedinasan yang telah terjadwal sebelumnya. Meski demikian, Gubernur menitipkan salam hormat kepada seluruh masyarakat Dusun Telaga Kodok dan mengapresiasi pelaksanaan festival yang terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Maluku.


Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Festival Ketupat bukan sekadar agenda budaya dan wisata, melainkan simbol kuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat hidup orang basudara yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur Maluku.


“Festival Ketupat merupakan bagian dari sukacita masyarakat pasca-perayaan Iduladha yang bukan sekadar agenda budaya dan wisata. Lebih dari itu, festival ini menjadi simbol kuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat hidup orang basudara yang telah diwariskan oleh para leluhur di Maluku,” demikian kutipan sambutan Gubernur yang dibacakan Sadali.


Mengusung tema “Datang sebagai Tamu, Pulang sebagai Keluarga dalam Bingkai Hidup Orang Basudara: Satu Ketupat, Seribu Cerita”, festival ini dinilai mencerminkan karakter masyarakat Maluku yang terbuka, ramah, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan tanpa memandang perbedaan.


Di balik tradisi ketupat yang diwariskan dari generasi ke generasi, terkandung nilai-nilai luhur seperti toleransi, gotong royong, solidaritas sosial, dan persatuan dalam keberagaman. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Maluku.


Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok Tahun 2026 juga menjadi momentum istimewa karena menandai pelaksanaan festival untuk yang kelima kalinya sejak pertama kali digelar pada tahun 2022. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, festival ini terus berkembang dan mendapat sambutan positif dari masyarakat maupun pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Berawal dari inisiatif masyarakat untuk melestarikan tradisi pasca-Iduladha serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan, Festival Ketupat kini telah menjadi agenda budaya yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya lokal dan potensi pariwisata di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Konsistensi pelaksanaan festival dari tahun ke tahun menunjukkan komitmen masyarakat Dusun Telaga Kodok dalam menjaga warisan budaya leluhur sekaligus memperkenalkan semangat hidup orang basudara kepada generasi muda dan para pengunjung yang datang ke Maluku.


Pemerintah Provinsi Maluku juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Dusun Telaga Kodok, pemerintah negeri, para raja, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, panitia penyelenggara, serta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang telah berkolaborasi menyukseskan Festival Ketupat Tahun 2026.


Selain sebagai upaya pelestarian budaya, festival ini juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku berharap Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok dapat terus berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal, nasional, maupun mancanegara.


“Perbedaan yang kita miliki bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang mempersatukan kita dalam membangun Maluku yang maju, inklusif, berdaya saing, dan sejahtera,” ujar Sadali saat membacakan sambutan Gubernur.


Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempererat persatuan, menjaga nilai-nilai budaya, serta menanamkan semangat hidup orang basudara kepada generasi muda agar warisan luhur para leluhur tetap hidup dan terjaga sepanjang masa.


Usai membacakan sambutan Gubernur, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku Nita Bin Umar, Raja Negeri Hitu Lama, Raja Negeri Hitumesing, serta Ketua Panitia Festival Ketupat, melakukan pemukulan tifa secara bersama-sama sebagai tanda resmi dibukanya Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok Tahun 2026.


Setelah prosesi pembukaan, Sekretaris Daerah bersama Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku, serta Raja Negeri Hitu Lama dan Raja Negeri Hitumesing, meninjau stand-stand festival dan menikmati hidangan ketupat serta aneka sajian ikan yang telah disiapkan oleh panitia dan masyarakat setempat.


Penyelenggaraan festival tahun ini mencatat peningkatan partisipasi dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 48 stan disiapkan dengan total 40.552 ketupat yang disajikan kepada pengunjung, meningkat dari sekitar 39 ribu ketupat pada festival tahun lalu.


Kegiatan itu turut dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku, Nita bin Umar, Staf Ahli Bupati Maluku Tengah Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Zahlul Ikhsan, anggota DPRD Maluku Tengah, Dian Ruhunussa, serta Raja Negeri Hitu Lama dan Raja Negeri Hitu Mesing (Rdks) 

Selengkapnya

Kapolda Sultra Dampingi Menko Polhukam dan Mendagri Tinjau Sekolah Rakyat di Kendari

Mei 30, 2026

Foto : Kapolda Sultra Dampingi Menko Polhukam dan Mendagri Tinjau Sekolah Rakyat di Kendari

Kendari
, Globaltimurnn.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djamari Caniago bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Meohai di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/5/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 Wita tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, serta Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H.


Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat berbagai fasilitas pendidikan yang tersedia, berdialog dengan pengelola sekolah, serta mendengarkan pemaparan terkait pelaksanaan program pendidikan yang sedang berjalan.


Menko Polhukam dan Mendagri juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan program pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.


Sementara itu, kehadiran Kapolda Sultra dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan Polri terhadap program-program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.


Melalui kunjungan ini, diharapkan program Sekolah Rakyat dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, terutama dalam menciptakan generasi muda yang unggul dan berdaya saing. (V374) 

Selengkapnya

Perdana, BAZNAS Seram Bagian Barat Sebar 4 Hewan Kurban

Mei 30, 2026

Foto : Perdana, BAZNAS Seram Bagian Barat Sebar 4 Hewan Kurban

SBB
, Globaltimurnn.com - Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS Kabupaten Seram Bagian Barat menyalurkan 4 ekor hewan kurban kepada masyarakat dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Program penyaluran hewan kurban ini merupakan agenda perdana BAZNAS Seram Bagian Barat


Penyerahan bantuan tersebut  dipusatkan di Kantor BAZNAS Seram Bagian Barat, Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Sabtu (30/5/2026).


Penyaluran bantuan hewan kurban diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS SBB Syuaib Pattimura di dampingi Wakil Ketua 1 Bidang Pengumpulan M Fathin Tuasamu dan Wakil Ketua IV Bidang Kesektaritan SDM dan Umum Abdullah Makatita sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan ibadah kurban serta upaya memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.


Dua ekor hewan kurban disalurkan kepada masyarakat di Wilayah Seram Barat dan Huamual Belakang, dan dua ekor lainnya dilakukan penyembelihan di Kantor BAZNAS untuk di bagikan kepada kaum yang berhak di wilayah Kecamatan Kairatu 


Selain membantu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, program tersebut juga bertujuan memperluas manfaat ibadah kurban melalui pendistribusian daging kepada masyarakat yang membutuhkan.


Ketua BAZNAS SBB berharap Perayaan Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban semata, melainkan mengandung makna yang jauh lebih dalam sebagai simbol pengorbanan dan kesediaan berbagi sebagian harta kepada sesama, terutama fakir miskin. 


Momentum Idul Adha menjadi waktu yang tepat untuk refleksi diri, mengevaluasi sejauh mana seseorang telah berkorban dan berbuat baik kepada sesama. Ini mengingatkan umat Islam agar terus meningkatkan ketakwaan, keikhlasan, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.


Hikmah-hikmah tersebut menjadikan Idul Adha sebagai momen spiritual yang sarat makna, mengajarkan nilai-nilai luhur yang relevan untuk diaplikasikan dalam kehidupan umat Islam masa kini.


Ketua Baznas SBB Syuaib Pattimura mewakili Pimpinan Baznas SBB menyampaikan Terima kasih kepada Pihak-pihak yg telah mendonasikan Sapi Kurban dan mempercayakan Baznas SBB untuk mengelola dan mendistribusikan Daging Kurban kepada Kaum Dhuafa di SBB


"Kami mengharapkan semoga di tahun mendatang kegiatan ini tetap berjalan dan menjadi Agenda tetap Baznas SBB, serta jumlah Hewan Kurban yg lebih banyak sehingga menjangkau banyak kaum mustahik. 


Melalui momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, BAZNAS Seram Bagian Barat terus mendorong tumbuhnya semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat di Bumi Saka Mese Nusa. (Tim) 

Selengkapnya

Bentrok Antar Pemuda Di Huamual, Berhasil Diungkap Kapolres SBB, 4 Orang Diduga Pelaku Berhasil Diamankan Di Polres SBB

Mei 30, 2026

Foto : Bentrok Antar Pemuda Di Huamual, Berhasil Diungkap Kapolres SBB, 4 Orang Diduga Pelaku Berhasil Diamankan Di Polres SBB

Huamual
, Globaltimurnn.com - Bentrokan antar pemuda dari Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, mengakibatkan dua orang mengalami luka bacok.


Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika sejumlah pemuda Desa Ariate menghadiri pesta rakyat atau joget yang berlangsung di Dusun Tanah Goyang. Saat acara berlangsung, terjadi perkelahian antar pemuda di luar area tenda kegiatan.


Setelah acara berakhir, seorang pemuda asal Desa Ariate, Nando Kakisina, kembali terlibat perkelahian dengan seorang pemuda dari Dusun Tanah Goyang. Usai kejadian tersebut, Nando kembali ke Desa Ariate.


Tidak lama kemudian, Nando Kakisina bersama beberapa rekannya kembali mendatangi Dusun Tanah Goyang. Pertikaian kembali terjadi dan berkembang menjadi aksi saling lempar batu antara kedua kelompok pemuda.


Dalam bentrokan tersebut, salah seorang pemuda Dusun Tanah Goyang diduga melakukan pembacokan terhadap Vino Kakihari (21), warga Desa Ariate, yang mengakibatkan korban mengalami luka pada lengan kanan.


Tidak lama kemudian, terjadi aksi balasan dari pihak Desa Ariate yang menyebabkan Rafli Bufakar (25), warga Dusun Tanah Goyang yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dusun, mengalami luka bacok pada bagian kepala dan tangan.


Vino Kakihari saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Desa Ariate. Korban telah mendapatkan penanganan medis, luka telah dijahit, dan kondisinya dilaporkan sadar.


Sementara itu, Rafli Bufakar dirawat di Puskesmas Tanah Goyang. Meski luka telah dijahit, korban mengalami pendarahan pada bagian kepala sehingga direncanakan akan dievakuasi menggunakan speedboat ke Kota Ambon untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.


AKBP Andi Zulkifli mengatakan peristiwa tersebut dipicu oleh konflik antar pemuda yang tidak segera diselesaikan setelah insiden awal terjadi sehingga berkembang menjadi bentrokan kelompok, Sampai terjadi penutupan Jalan dibeberapa titik. Saat ini 4 (Empat) Orang Terduga Pelaku diamankan di Polres Seram Bagian Barat, 1 Orang dari Desa Ariate berinisial EIK, 3 Orang dari Dusun Tanah Goyang berinisial MT, AW dan AT, serta selanjutnya kasus ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan Oleh Unit Reskrim Polres Seram Bagian Barat.


Menurutnya, penggunaan senjata tajam yang mengakibatkan korban luka dari kedua belah pihak berpotensi meningkatkan eskalasi konflik dan memicu aksi balas dendam. Situasi keamanan di wilayah Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang juga masih berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih besar apabila tidak segera dilakukan langkah-langkah penanganan dan rekonsiliasi oleh aparat keamanan bersama pemerintah setempat.


Saat ini Arus lalu lintas sudah kembali normal, dan aparat keamanan terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah pengamanan guna mencegah meluasnya konflik di wilayah Kecamatan Huamual. 


Pengamanan dilakukan melalui peningkatan patroli di lokasi rawan, penempatan personel pada titik-titik strategis, serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk meredam potensi konflik serta mendorong upaya rekonsiliasi antara kedua kelompok yang terlibat. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT