globaltimurnn.com

Selasa, 02 Juni 2026

Kebanggaan Diwarnai Rasa Haru, 95 Siswa SMPN 1 Kairatu Dinyatakan Lulus

Juni 02, 2026

Foto : Kebanggaan Diwarnai Rasa Haru, 95 Siswa SMPN 1 Kairatu Dinyatakan Lulus

Kairatu
, Globaltimurnn.com - Setelah melewati proses belajar mengajar selama kurang lebih 3 tahun, siswa kelas 9 SMP negeri 1 Kairatu akhirnya menikmati hasil proses selama 3 tahun di SMP negeri 1 Kairatu. 


Tepatnya di ruang Aula SMP negeri 1 Kairatu sore ini, pukul 16 : 00 Wit, siswa kelas 9 SMP negeri 1 Kairatu mendengar hasil kelulusan sesuai dengan sejumlah kriteria kelulusan yang ditetapkan. Selasa 2/06/2026


Kegiatan pengumuman hasil kelulusan SMP negeri 1 Kairatu di pimpin lansung kepala sekolah SMP negeri 1 Kairatu Ny. Marjam Watubun. S. Pd, M. Pd, yang di dampingi oleh Wakasek Yance Wenno. S. Pd, serta dewan guru. 


Dalam acara tersebut, berkesempatan secara singkat kepala sekolah SMP negeri 1 Kairatu menyampaikan arahan singkat-nya bahwa" Para siswa sudah mempertunjukan sebuah perjuangan selama kurang lebih 3 tahun pendidikan pada SamP negeri 1 Kairatu, hingga dipenghujung akhir menempuh pendidikan ini, para siswa harus di beri apresiasi karena sudah menjadi murid yang baik dan berpekerti selama menempuh pendidikan. Ucapnya


Dikatakan-nya" Perlu diakui ada saja kesalahan yang dibuat para siswa, namun semua itu tidak mengurangi semangat siswa dalam belajar hingga bisa mencapai akhir dari sebuah perjuangan yang cukup panjang. 


Watubun juga menyampaikan di akhir arahan singkat-nya" Perjuangan itu membutuhkan sebuah proses yang panjang, Satu harapan kelulusan ini bisa dipancarkan lebih baik saat menginjak kaki di SMA/SMK membawa nama baik Sekolah SMPN 1 Kairatu, dan sangat diharapkan agar para siswa yang lulus bisa menjadi contoh yang baik . Harapnya


Tidak hanya itu, sebanyak 95 siswa yang dinyatakan lulus itu dengan mampu melewati 5 kriteria sebagai penentuan kelulusan diantaranya:

1. Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran (memiliki nilai raport 1 s/d 6) 

2. Kehadiran peserta didik minimal 85%

3. Memperolrh nilai sikap/perilaku minimal Baik

4. Lulus ujian sekolah dengan memperoleh jumlah rata rata nilai akhir semua mata pelajaran minimal 70

5. Tidak sedangvterlibat kriminalitas, pemakaian narkoba dan tidak asusila. 


Selain itu sebanyak 10 siswa dinyatakan lulus dengan prestasi terbaik dan mendapatkan sertifikat prestasi dari pihak sekolah dengan nilai rata rata di mencapai seribu. 


Tidak hanya itu kepala sekolah juga kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya usai pengumuman hasil kelulusan menyampaikan" Jumlah peserta ujian sebanyak 98, namun hasil kelulusan sebanyak 95 siswa. Ungkapnya


Ditambahkan-nya" Untuk tiga siswa lain-nya itu tidak lulus karena belum memenuhi syarat kelulusan, sehingga nilai kelulusan di SMP negeri 1 Kairatu sebanyak 96, 93 persen. Ujarnya


Watubun mengatakan" Siswa SMP negeri 1 Kairatu pada masa kelulusan 2025-2026 adalah anak - anak didik yang sukses dan berprestasi karena dapat dibuktikan lewat siswa prestasi yang pernah mewakili Kabupaten pada lomba sainc di Unpatti Ambon dengan meraih peringkat ke dua untuk mata pelajaran fisika. Ucapnya


Diakhir keterangan-nya Watubun menyampaikan pesan singkat bahwa" Siswa tetap berkarakter dan tetap berprestasi guna menjadi harapan masa depan bangsa dan keluarga serta pribadi. Tutupnya  (CW) 


Selengkapnya

Tingkatkan Kualitas Pembinaan, Rutan Ambon Alihkan 7 Narapidana ke Lapas Ambon

Juni 02, 2026

Foto : Tingkatkan Kualitas Pembinaan, Rutan Ambon Alihkan 7 Narapidana ke Lapas Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tertib dan berorientasi pada pembinaan. Sebanyak tujuh narapidana dipindahkan dari Rutan Ambon ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon, Selasa (02/06/2026), sebagai bagian dari upaya optimalisasi program pembinaan dan penataan hunian warga binaan.


Pemindahan tersebut dilakukan terhadap tujuh narapidana, termasuk Agustinus Piterz dan rekan-rekannya, dengan pengawasan ketat petugas serta mengacu pada standar operasional prosedur yang berlaku. Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, tetapi juga memastikan warga binaan mendapatkan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan dan klasifikasi masing-masing.


Sebelum proses pemindahan dilaksanakan, petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan administrasi, verifikasi identitas, serta pengecekan kelengkapan dokumen guna memastikan seluruh persyaratan telah terpenuhi. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan pihak Lapas Kelas IIA Ambon agar proses penerimaan warga binaan berjalan lancar dan sesuai ketentuan.


Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry R. Persulessy, mengatakan bahwa pemindahan narapidana merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung pelaksanaan pembinaan yang lebih efektif dan terarah.


> “Kami ingin memastikan setiap narapidana mendapatkan program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan dan tahapan pembinaannya. Dengan pemindahan ini, proses pembinaan dapat berlangsung lebih optimal sehingga tujuan pemasyarakatan dapat tercapai secara maksimal,” ungkap Jefry.


Ia menjelaskan, sistem pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter, peningkatan kesadaran hukum, serta pengembangan keterampilan warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.


Selain mendukung efektivitas pembinaan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari penataan kapasitas hunian di Rutan Ambon sehingga pelayanan dan pengawasan terhadap warga binaan dapat dilakukan secara lebih maksimal.


Proses pemindahan berlangsung aman, tertib, dan tanpa kendala berkat sinergi yang baik antara petugas Rutan Ambon dan Lapas Ambon. Setibanya di Lapas, seluruh narapidana langsung diterima untuk mengikuti program pembinaan lanjutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIA Ambon kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan humanis, sekaligus memastikan hak-hak warga binaan untuk memperoleh pembinaan yang berkualitas tetap terpenuhi secara optimal.(Za)

Selengkapnya

Senin, 01 Juni 2026

Walikota Ambon Apresiasi Penataan Mardika, Angkutan Ngetem Siap Ditindak Tegas

Juni 01, 2026

Foto : Walikota Ambon Apresiasi Penataan Mardika, Angkutan Ngetem Siap Ditindak Tegas

Ambon
, Globaltimurnn.com – Penataan kawasan Pasar Mardika yang dilakukan secara bertahap mulai menunjukkan dampak nyata terhadap kelancaran aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di pusat Kota Ambon. Selasa 02/06/2026).


Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku atas langkah tegas yang dilakukan dalam menertibkan aktivitas perdagangan di kawasan Gedung Baru Mardika. Menurutnya, penataan tersebut berhasil mengembalikan fungsi jalan dan menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertata.


Ia menilai kondisi kawasan pasar saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya, terutama setelah pedagang yang berjualan di badan jalan diarahkan ke lokasi yang telah disediakan.


Namun demikian, Walikota menegaskan bahwa keberhasilan penataan pasar harus diikuti dengan pembenahan sektor transportasi agar kemacetan tidak kembali terjadi.


Karena itu, Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perhubungan akan memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan umum yang masih menaikkan atau menurunkan penumpang di sekitar terminal.


"Kami ingin memastikan kawasan Mardika benar-benar tertib. Kendaraan umum tidak boleh lagi menjadikan bahu jalan sebagai tempat menunggu penumpang karena itu menjadi salah satu penyebab kemacetan," tegasnya.


Pemkot Ambon berharap sinergi yang telah terbangun dengan Pemerintah Provinsi Maluku dapat terus diperkuat sehingga wajah Pasar Mardika semakin nyaman, aman, dan representatif sebagai pusat ekonomi masyarakat Maluku. (Za)

Selengkapnya

Jelang Piala Dunia 2026, Pemkot Ambon Siapkan Deklarasi Damai Antar Suporter

Juni 01, 2026

Foto : Jelang Piala Dunia 2026, Pemkot Ambon Siapkan Deklarasi Damai Antar Suporter

Ambon
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kota Ambon mulai mengambil langkah antisipatif menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 dengan mengajak seluruh komunitas pendukung tim nasional untuk menjaga suasana damai dan kondusif selama turnamen berlangsung. Selasa (02/06/2026). 


Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, mengatakan sepak bola merupakan olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan masyarakat. Karena itu, semangat mendukung tim favorit harus dimaknai sebagai sarana memperkuat persaudaraan, bukan menimbulkan gesekan sosial.


Menurutnya, Ambon memiliki tradisi dan antusiasme yang sangat tinggi setiap kali Piala Dunia berlangsung. Hal tersebut terlihat dari banyaknya komunitas pendukung yang aktif memberikan dukungan kepada negara-negara peserta.


Untuk menjaga semangat tersebut tetap positif, Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pemuda dan Olahraga berencana mempertemukan berbagai kelompok suporter dalam sebuah kegiatan bertajuk Kumpul Damai Fans Piala Dunia 2026.


"Kita ingin seluruh komunitas pendukung duduk bersama membangun komitmen bahwa perbedaan pilihan tim tidak boleh merusak persaudaraan yang selama ini terjalin baik di Kota Ambon," kata Walikota.


Ia menegaskan bahwa kemenangan maupun kekalahan adalah bagian dari dinamika olahraga yang harus diterima secara dewasa. Karena itu, seluruh masyarakat diharapkan mengedepankan sportivitas dan saling menghormati selama kompetisi berlangsung.


Pemkot Ambon berharap momentum Piala Dunia 2026 dapat menjadi ajang memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan persatuan di tengah masyarakat, sehingga Ambon tetap dikenal sebagai kota yang aman, damai, dan menjunjung tinggi sportivitas. (Za)

Selengkapnya

Pemkot Ambon dan PNM Tanam 500 Pohon, Perkuat GARTAG dan Wujudkan Kota yang Lebih Hijau

Juni 01, 2026

Foto : Pemkot Ambon dan PNM Tanam 500 Pohon, Perkuat GARTAG dan Wujudkan Kota yang Lebih Hijau

Ambon
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kota Ambon bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melaksanakan aksi penanaman 500 pohon di sejumlah kawasan dalam Kota Ambon sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 PNM sekaligus mendukung program Gerakan Tanam Gadihu (GARTAG) yang tengah digalakkan Pemerintah Kota Ambon, Selasa (02/06/2026) 


Kegiatan ini difokuskan pada penanaman pohon peneduh dan pohon Gadihu yang memiliki nilai ekologis serta kultural bagi masyarakat Maluku. Penanaman dilakukan sebagai upaya memperluas ruang terbuka hijau, meningkatkan keteduhan kawasan perkotaan, serta memperkuat fungsi lingkungan dalam menyerap polusi udara dan mencegah erosi.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon Apries Gaspersz menyampaikan apresiasi kepada PNM atas kolaborasi yang dibangun bersama Pemerintah Kota Ambon dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan kota yang berkelanjutan.


Menurutnya, aksi penanaman pohon ini sejalan dengan semangat Hari Ulang Tahun ke-451 Kota Ambon yang mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju.” Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih hijau, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.


“Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah Kota Ambon menyambut baik keterlibatan PNM dalam mendukung program GARTAG dan upaya memperluas ruang hijau di Kota Ambon,” ujarnya.


Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Ambon dan PNM berharap dapat mendorong partisipasi masyarakat, komunitas, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai institusi lainnya untuk turut mengambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Selain melakukan penanaman, masyarakat juga diajak untuk merawat pohon-pohon yang telah ditanam agar manfaat ekologis, sosial, dan estetika yang dihasilkan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.


Aksi penanaman 500 pohon ini menjadi salah satu bentuk komitmen bersama antara Pemerintah Kota Ambon dan PNM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, memperkuat ketahanan lingkungan, serta mewujudkan Ambon sebagai kota yang hijau, bersih, dan berdaya saing. (Za)

Selengkapnya

TPS Dibakar, Menanggapinya Walikota Ambon Tegaskan Fasilitas Publik Harus Dijaga, Bukan Dirusak

Juni 01, 2026

Foto : TPS Dibakar, Menanggapinya Walikota Ambon Tegaskan Fasilitas Publik Harus Dijaga, Bukan Dirusak

Ambon
, Globaltimurnn.com – Upaya Pemerintah Kota Ambon memperbaiki sistem pengelolaan sampah mendapat tantangan baru setelah satu unit Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan Merah Tanjung dilaporkan mengalami kerusakan akibat terbakar. Selasa (02/06/2026) 


Peristiwa tersebut mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, yang mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran negara maupun dukungan pihak swasta.


Menurutnya, setiap fasilitas yang disediakan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, keberadaannya harus dijaga dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya.


"Tempat sampah dibangun agar masyarakat memiliki lokasi yang layak untuk membuang sampah. Jika fasilitas seperti ini dirusak atau dibakar, maka yang dirugikan adalah masyarakat sendiri," katanya usai peresmian 10 TPS bantuan BNI di Galala.


Meski demikian, Wali Kota memilih tidak berspekulasi terkait penyebab pasti kebakaran tersebut. Ia menduga kemungkinan terdapat aktivitas pembakaran barang bekas di sekitar lokasi yang kemudian merembet hingga merusak TPS.


Ia mengingatkan warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau barang bekas di sekitar fasilitas publik karena berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih besar.


Dalam kesempatan itu, Wattimena juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terus membantu pemerintah menghadirkan fasilitas kebersihan, termasuk BNI, sektor perhotelan, dan sejumlah pelaku usaha lainnya.


Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci penting karena kebutuhan infrastruktur pengelolaan sampah di Kota Ambon masih cukup besar sementara kemampuan anggaran pemerintah memiliki keterbatasan.


"Oleh karena itu, mari kita jaga bersama fasilitas yang sudah ada. Pemerintah membangun, masyarakat merawat, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya.


Pemerintah Kota Ambon optimistis bahwa dengan dukungan masyarakat dan dunia usaha, gerakan Ambon Bersih dapat terus berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari warga.

(Za)

Selengkapnya

Berita Menarik,,,Telur Murah untuk Rakyat, Keseimbangan yang Harus Dijaga dalam Semangat Ekonomi Pancasila

Juni 01, 2026

Foto : Berita Menarik,,,Telur Murah untuk Rakyat, Keseimbangan yang Harus Dijaga dalam Semangat Ekonomi Pancasila

BLITAR
, globaltimurnn.com — Aksi pembagian satu juta telur gratis oleh ratusan peternak ayam petelur dari Blitar Raya, Kediri, Tulungagung, hingga Trenggalek pada Senin (1/6) menjadi gambaran nyata dinamika sektor pangan nasional. Di balik aksi tersebut tersimpan kegelisahan peternak akibat anjloknya harga telur, sekaligus menghadirkan pertanyaan penting mengenai arah kebijakan pangan Indonesia: bagaimana menjaga kesejahteraan peternak tanpa mengorbankan akses masyarakat terhadap sumber gizi yang murah dan berkualitas.


Telur selama ini dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani paling terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Kandungan protein, vitamin, dan mineral yang lengkap menjadikan telur sebagai pilihan utama jutaan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.


Karena itu, ketika harga telur turun, terdapat dua realitas yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, peternak menghadapi tekanan akibat menurunnya pendapatan. Namun di sisi lain, masyarakat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap pangan bergizi.


Persoalan tersebut menunjukkan bahwa tujuan utama kebijakan pangan tidak semata-mata menjaga harga tetap tinggi ataupun rendah, melainkan menciptakan keseimbangan yang adil antara produsen dan konsumen.


Harga telur yang murah memang menguntungkan konsumen dalam jangka pendek. Namun keberlanjutan produksi juga harus menjadi perhatian bersama. Apabila peternak terus mengalami kerugian dalam waktu yang panjang, sebagian peternak dapat mengurangi populasi ayam atau bahkan menghentikan usahanya. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan pasokan nasional dan memicu lonjakan harga yang lebih tinggi pada masa mendatang.


Karena itu, perlindungan terhadap peternak tidak boleh dipahami sebagai upaya mempertahankan harga tinggi, melainkan menjaga keberlangsungan produksi agar kebutuhan pangan nasional tetap terjamin.


Pengamat budaya dan geopolitik Nusantara, Bayu Sasongko, menilai bahwa telur merupakan komoditas strategis yang memiliki dimensi ekonomi sekaligus kesehatan masyarakat.


"Negara perlu memastikan peternak rakyat tetap memperoleh keuntungan yang layak. Namun pada saat yang sama, rakyat juga harus mendapatkan akses terhadap protein murah untuk meningkatkan kualitas gizi keluarga. Keduanya tidak boleh dipertentangkan karena merupakan bagian dari tujuan yang sama, yaitu memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia," ujarnya.


Menurut Bayu, apabila pemerintah ingin menetapkan harga acuan atau harga minimum tertentu untuk melindungi peternak, maka pemerintah juga harus siap menjadi penjamin pasar melalui mekanisme penyerapan hasil produksi.


"Jangan sampai pemerintah hanya menetapkan harga di atas mekanisme pasar, tetapi tidak menjamin pembelian hasil produksinya. Jika negara ingin menentukan harga, maka negara juga harus hadir sebagai offtaker atau penjamin pembelian ketika pasar tidak mampu menyerap produksi peternak. Prinsip ini sudah lama diterapkan pada sejumlah komoditas strategis seperti gabah dan beras," katanya.


Menurutnya, kebijakan harga tanpa jaminan penyerapan berpotensi menimbulkan surplus produksi di tingkat peternak. Akibatnya, harga yang ditetapkan di atas kertas tidak selalu dapat terwujud di lapangan karena tidak ada pihak yang bersedia membeli dalam jumlah besar.


Dalam konteks tersebut, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pesantren, sekolah, rumah sakit, dapur umum, hingga Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi instrumen strategis untuk menyerap produksi peternak sekaligus meningkatkan konsumsi protein masyarakat.


Pendekatan semacam ini memungkinkan telur tetap terjangkau bagi rakyat tanpa menghilangkan margin usaha yang wajar bagi peternak. Negara tidak perlu memilih antara peternak dan konsumen, melainkan membangun jembatan yang mempertemukan kepentingan keduanya.


Pandangan tersebut sejalan dengan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026. Presiden menegaskan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus benar-benar berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.


Presiden mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari besarnya angka statistik, tetapi harus mampu menghadirkan keadilan sosial, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan menjamin pemenuhan gizi masyarakat.


Dalam konteks komoditas telur, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kebijakan yang menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. Peternak rakyat harus memperoleh keuntungan yang layak agar produksi tetap berkelanjutan, sementara masyarakat harus tetap memiliki akses terhadap sumber protein yang murah dan berkualitas.


Pendekatan tersebut mencerminkan hakikat Ekonomi Pancasila sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945, yaitu sistem ekonomi yang tidak hanya mengejar keuntungan pasar, tetapi juga memastikan bahwa hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat.


Negara hadir bukan untuk menggantikan mekanisme pasar, melainkan memastikan bahwa pasar bekerja demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, apabila negara menetapkan harga acuan untuk melindungi peternak, maka negara juga perlu memperkuat instrumen penyerapan melalui MBG, SPPG, koperasi, pesantren, sekolah, rumah sakit, dan berbagai lembaga publik lainnya.


Secara ekonomi, keberhasilan sektor peternakan tidak hanya diukur dari tingginya harga jual, tetapi juga dari kemampuan menciptakan pasar yang luas, stabil, dan berkelanjutan. Sementara dari perspektif pembangunan manusia, keberhasilan negara tercermin dari semakin banyaknya anak Indonesia yang memperoleh asupan protein berkualitas setiap hari.


Ke depan, kebijakan telur nasional tidak cukup hanya berbicara soal harga. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem pangan yang mampu menjamin tiga hal sekaligus: peternak memperoleh keuntungan yang layak, rakyat mendapatkan protein murah dan berkualitas, serta negara memiliki cadangan pangan strategis yang kuat.


Dengan demikian, momentum turunnya harga telur tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan pasar. Peristiwa ini justru dapat menjadi momentum untuk membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila mampu diwujudkan dalam kebijakan ekonomi yang konkret. Telur yang terjangkau, peternak yang sejahtera, dan negara yang hadir menjaga keseimbangan pasar merupakan bentuk nyata pelaksanaan Ekonomi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Pada akhirnya, telur bukan sekadar komoditas pangan. Telur adalah instrumen pembangunan manusia Indonesia. Ketika peternak terlindungi, rakyat memperoleh gizi yang cukup, dan negara mampu menjaga keseimbangan keduanya, maka cita-cita mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia semakin mendekati kenyataan. (Bayu) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT