globaltimurnn.com

Kamis, 11 Juni 2026

Gubernur Maluku Tegaskan Komitmen Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hingga Wilayah Kepulauan

Juni 11, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai bagian integral dari pembangunan daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau yang berlangsung di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Maluku, Desa Rumah Tiga, Kota Ambon, Jumat (12/6/2026).


Forum yang dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Veronica Tan, unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Komisioner Komnas Perempuan, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Rektor Universitas Islam AM. Sangadji, pimpinan organisasi perempuan, akademisi, tokoh perempuan dari 11 kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya tersebut menjadi ruang konsolidasi dan penguatan kolaborasi dalam mendorong peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak di Maluku.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Wakil Menteri PPPA RI atas kehadirannya di Maluku sebagai bentuk nyata perhatian Pemerintah Pusat terhadap upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah kepulauan.


"Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ibu Veronica Tan, yang telah berkenan hadir di Kota Ambon dalam Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau pada hari ini. Kehadiran Ibu Wakil Menteri merupakan wujud nyata perhatian dan komitmen Pemerintah Pusat dalam memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, khususnya di wilayah Maluku,"ujar Gubernur.

 Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku menempatkan kesetaraan gender dan perlindungan perempuan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan tidak hanya memberikan ruang yang sama bagi perempuan dan laki-laki, tetapi juga memastikan perempuan memperoleh akses, kesempatan, perlindungan, dan ruang partisipasi yang setara dalam seluruh aspek pembangunan.


Sebagai provinsi kepulauan dengan luas wilayah mencapai 712.480 kilometer persegi yang didominasi oleh wilayah laut sebesar 93,52 persen dan terdiri atas 1.422 pulau, Maluku menghadapi tantangan geografis yang kompleks dalam penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.


"Pemberdayaan dan perlindungan perempuan di Maluku membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan daerah lain, agar dapat menjangkau masyarakat pesisir, wilayah terpencil, terluar dan tertinggal hingga komunitas adat,"tegasnya.


Lebih lanjut, Gubernur menilai Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau merupakan momentum strategis untuk memperluas jejaring kerja sama, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta membangun komitmen bersama antara pemerintah, organisasi perempuan, masyarakat sipil, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak.


Menurut Gubernur, perempuan Maluku memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan keluarga, memperkuat ekonomi masyarakat, serta merawat nilai-nilai persaudaraan dan kehidupan sosial yang menjadi fondasi pembangunan daerah.


"APerempuan Maluku memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat. Mereka adalah penjaga nilai-nilai kehidupan, perawat keluarga, penggerak ekonomi, sekaligus penjaga nilai-nilai persaudaraan sejati yang menjadi kekuatan sosial masyarakat Maluku," ungkapnya.


Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dan anak masih memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak. Tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, perkawinan anak, ancaman tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kemiskinan, serta keterbatasan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan menjadi tantangan yang harus ditangani secara bersama dan berkelanjutan.


"Kita menghadapi kondisi darurat kekerasan seksual yang membutuhkan perhatian dan langkah nyata dari semua pihak. Selain itu, persoalan perkawinan anak, ancaman tindak pidana perdagangan orang, kemiskinan, serta kesenjangan akses pendidikan dan kesehatan masih menjadi hambatan yang harus kita selesaikan,"katanya.


Menanggapi berbagai tantangan tersebut, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Veronica Tan, menegaskan bahwa upaya perlindungan perempuan dan anak tidak boleh hanya berfokus pada penanganan kasus setelah terjadi, tetapi harus diarahkan pada langkah-langkah pencegahan yang lebih kuat dan terintegrasi. Menurutnya, tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak secara nasional menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk membangun sistem perlindungan yang dimulai dari keluarga, komunitas, hingga tingkat desa.


"Kita tidak boleh hanya bekerja di hilir ketika kasus sudah terjadi. Kita harus membangun sistem yang mampu mencegah kekerasan sejak awal, karena kalau sudah menjadi kasus, biaya sosial yang harus ditanggung sangat besar," tegas Veronica.


Wamen PPPA juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab berbagai persoalan perempuan dan anak. Ia menilai keberhasilan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dicapai apabila setiap lembaga bekerja sendiri-sendiri. Karena itu, pemerintah mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat sipil, dunia pendidikan, hingga komunitas perempuan di tingkat akar rumput.


"Tidak ada lagi ego sektoral, tidak ada lagi bekerja sendiri-sendiri. Kita harus bekerja sebagai satu ekosistem. Masalah perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan melalui kolaborasi," ujarnya.


Dalam konteks Maluku sebagai daerah kepulauan, Veronica juga menyoroti pentingnya memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, perempuan selama ini memiliki kontribusi besar dalam menopang ekonomi keluarga, khususnya di sektor perikanan, usaha mikro, dan ekonomi berbasis komunitas. Oleh sebab itu, perempuan perlu memperoleh akses yang lebih luas terhadap pelatihan, pembiayaan, dan program pemberdayaan ekonomi.


"Perempuan tidak boleh hanya dipandang sebagai ibu rumah tangga. Mereka adalah pelaku ekonomi yang berkontribusi bagi keluarga dan daerah. Karena itu, perempuan harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi dan mendapatkan akses yang setara untuk berkembang," kata Veronica.


Sebagai bentuk komitmen daerah, Pemerintah Provinsi Maluku akan terus memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak, memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah kepulauan, serta meningkatkan kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil dan seluruh elemen masyarakat.


Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat.


"Kita menyadari bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Gerakan perempuan adalah kekuatan besar bagi pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang lebih manusiawi, adil, dan berkelanjutan,"ujarnya.


Menutup sambutannya, Gubernur berharap forum tersebut dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang mampu memperkuat arah kebijakan pembangunan daerah yang responsif gender dan berpihak pada kepentingan perempuan dan anak.


"Saya berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah. Mari kita bersama-sama melebarkan jejaring perlindungan perempuan hingga ke seluruh pelosok kepulauan Maluku, memastikan kepentingan perempuan masuk dalam setiap kebijakan pembangunan, dan menjadikan perempuan sebagai bagian utama dari kemajuan Maluku," tutupnya.


Melalui Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau, Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif, berkeadilan gender, serta memperkuat peran perempuan sebagai mitra strategis dalam mewujudkan Transformasi Menuju Maluku yang Maju, Adil dan Sejahtera Menyongsong Indonesia Emas 2045. (Rdks) 

Selengkapnya

Wamen PPPA Tinjau Aktivitas Perempuan Pesisir dan Hadiri Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau di Ambon

Juni 11, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Veronica Tan, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Maluku. Setibanya di Bandara Pattimura Ambon, Veronica Tan disambut oleh Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, Jumat (12/6/2026).


Mengawali kunjungannya, Wamen PPPA menyempatkan diri meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Ikan Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon. Didampingi Sekda Maluku dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku, Veronica berdialog dengan para pedagang serta pelaku usaha perikanan untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya perempuan yang berperan dalam menopang ekonomi keluarga di kawasan pesisir.


Dalam kesempatan tersebut, Veronica juga mengamati aktivitas jual beli hasil perikanan yang menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat setempat. Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memahami kondisi riil masyarakat sekaligus menyerap berbagai masukan terkait penguatan ekonomi perempuan dan keluarga nelayan.


Setelah melakukan peninjauan lapangan, Wamen PPPA melanjutkan agenda kerjanya dengan menghadiri Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau yang digelar di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Maluku, Desa Rumah Tiga, Kota Ambon.


Forum tersebut diselenggarakan oleh Gerak Bersama Perempuan Maluku bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil dengan dukungan Yayasan IPAS Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi berbagai elemen perempuan di Maluku untuk memperkuat jejaring, membangun sinergi, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di wilayah kepulauan.


Selain menjadi ruang berbagi pengalaman dan gagasan, forum tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, akademisi, dan masyarakat sipil dalam menciptakan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak, khususnya di daerah-daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri. (Rdks) 

Selengkapnya

Budaya Adalah Jati Diri Bangsa, Generasi Emas 2045 Harus Cerdas dan Berkarakter

Juni 11, 2026

Ambon, Globaltimurnn.com – Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter serta menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah kepada generasi muda.


Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya saat menghadiri Pagelaran Seni dan Budaya yang digelar oleh SD Inpres 2 Ambon, Jumat (12/06/2026).


Menurutnya, pendidikan yang berkualitas harus mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik dari sisi intelektual, karakter, kreativitas, maupun kecintaan terhadap identitas budaya yang menjadi warisan leluhur.


"Melalui pagelaran seni ini, kita dapat melihat bahwa proses pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Semua diwujudkan dalam karya nyata yang mencerminkan kemampuan, minat, bakat, dan kreativitas peserta didik," ujarnya.


Berbagai penampilan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari tarian tradisional Maluku, musik daerah, drama musikal bertema kebudayaan, permainan rakyat, hingga pameran karya seni yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya Maluku.


Wakil Wali Kota menjelaskan, tema "Budaya Mutiara Manise" yang diangkat dalam kegiatan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Ambon dan Maluku dikenal sebagai daerah yang kaya akan seni, adat istiadat, tradisi, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.


"Kekayaan budaya itu adalah mutiara berharga yang harus terus dijaga, dirawat, dan diwariskan agar tetap bersinar di tengah perkembangan zaman," katanya.


Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa Indonesia akan memasuki usia 100 tahun kemerdekaan pada tahun 2045. Oleh karena itu, generasi muda yang saat ini masih duduk di bangku sekolah merupakan calon pemimpin bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia.


Menurutnya, Generasi Emas 2045 bukan hanya generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, memahami jati dirinya, serta bangga terhadap budaya dan identitas daerahnya.


"Nilai-nilai budaya lokal yang ditanamkan melalui kegiatan seperti ini merupakan langkah penting dalam membentuk generasi yang tangguh, beradab, dan berbudaya," tegasnya.


Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak di era digital saat ini. Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi memang memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai ancaman seperti penyalahgunaan media sosial, pergaulan tidak sehat, kekerasan, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja.


Karena itu, seluruh pemangku kepentingan pendidikan, baik sekolah, orang tua maupun masyarakat, diminta untuk terus memperkuat sinergi dalam mengawasi, membimbing, dan mendampingi anak-anak.


"Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, dan pengasuhan bukan hanya tugas keluarga. Keduanya harus berjalan beriringan agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka," ungkapnya.


Atas nama Pemerintah Kota Ambon, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar SD Inpres 2 Ambon, para guru, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.


Ia menilai, pagelaran seni budaya bukan sekadar ajang hiburan atau ruang ekspresi bagi peserta didik, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen dunia pendidikan dalam menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya Maluku di tengah derasnya arus globalisasi.


Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bersama.


"Ambon Manise, Ambon Berbudaya. Mari kita jaga warisan budaya ini agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan generasi masa depan," pungkasnya. (Za)

Selengkapnya

Penuh Haru dan Khidmat, Kodam XV/Pattimura Gelar Serah Terima Jabatan Kepala Staf

Juni 11, 2026


Kodam XV/Pattimura menggelar rangkaian tradisi militer yang penuh khidmat dan haru dalam acara penyambutan, serah terima jabatan, hingga pelepasan Kepala Staf Kodam (Kasdam) di lingkungan Markas Besar Kodam XV/Pattimura, Jumat (12/6/2026).


Kegiatan diawali dengan upacara penyambutan yang meriah di depan Markas Kodam. Para Pimpinan Utama Kodam XV/Pattimura menyambut kedatangan pejabat baru, disertai prosesi pengalungan selendang dan pemberian buket bunga. Suasana semakin kental dengan semangat barisan prajurit yang tampak tegap dan disiplin. Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko selaku Kasdam yang baru kemudian menerima laporan kesatriaan, penghormatan jajar, serta jajaran pedang pora dari para perwira, sebelum secara resmi dinyatakan menjabat oleh Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han.


Puncak acara berlangsung sakral di area lobi Markas Kodam, ditandai dengan penanggalan tanda jabatan dan penyerahan tongkat komando dari pejabat lama kepada pejabat baru.


Dalam amanatnya, Pangdam XV/Pattimura menegaskan bahwa pergantian jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan dinamika organisasi yang wajar dan terencana. Hal ini sejalan dengan prinsip masa tugas dan perpindahan tugas, yang bertujuan murni untuk menyegarkan semangat organisasi sekaligus meningkatkan kinerja satuan secara berkelanjutan.


“Jabatan Kepala Staf Kodam memiliki peran yang sangat sentral dan strategis dalam merencanakan, menggerakkan, serta mengawasi seluruh program kerja demi keberhasilan tugas pokok Kodam,” tegas Mayjen TNI Dody Triwinarto.


Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Kodam XV/Pattimura, Pangdam menyampaikan penghormatan serta terima kasih yang mendalam kepada Brigjen TNI Dr. Nefra Firdaus beserta istri. Dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah ditunjukkan selama menjabat diakui telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keberhasilan tugas pokok TNI Angkatan Darat di wilayah ini. Pangdam juga memberikan kesan " Masuk membawa arti, pergi meninggalkan rindu".


Kepada pejabat baru, Pangdam mengucapkan selamat mengemban amanah besar yang telah dipercayakan oleh Pimpinan TNI Angkatan Darat. Ia menaruh harapan agar Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko dapat menerapkan ilmu, pengalaman, serta gagasan-gagasan baru yang segar demi memajukan dan memperkuat satuan yang dicintai ini.


Rangkaian acara ditutup dengan suasana yang penuh haru di halaman Markas Kodam. Seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil secara bersama-sama melepas kepergian Brigjen TNI Dr. Nefra Firdaus sebagai wujud penghargaan atas pengabdiannya selama bertugas di Kodam XV/Pattimura. (Rdks) 

Selengkapnya

Asah Naluri Tempur Prajurit, Lanal Aru Gelar Latihan Menembak di Lapangan Tembak Jar Kabaresi

Juni 11, 2026


Aru
, globaltimurnn.com - Prajurit Pangkalan TNI AL (Lanal) Aru Kodaeral lX mengasah kemampuan tempur melalui Latihan Menembak dalam rangka Program Latihan  Lanal Aru di Lapangan Tembak Jar Kabaresi, Mako Lanal Batu Meja, Jalan Trikora, Desa Durjela, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Jumat (12/6/2026). 


Latihan dipimpin langsung Komandan Lanal Aru, Letkol Laut (P) Sriadi, S.E., M.Tr. Opsla, diikuti seluruh personel Lanal Aru. 


Tampak hadir juga dalam latihan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepulauan Aru sebagai bentuk sinergitas TNI-Polri dan pemerintah daerah.


Hadir dalam kegiatan latihan tersebut Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru Dr. Amanda dan Kapolres Kepulauan Aru AKBP Albert Perwira Sihite. 


Komandan Lanal Aru Letkol Laut (P) Sriadi menegaskan, latihan menembak merupakan program rutin TNI AL untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan dasar militer setiap prajurit.


“Latihan ini wajib dilaksanakan secara berkala. Menembak adalah kemampuan dasar yang harus dikuasai prajurit. Ini bagian dari kesiapsiagaan operasional Lanal Aru dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut Kepulauan Aru yang merupakan wilayah perbatasan,” tegasnya.


Ia berharap latihan ini mampu meningkatkan naluri tempur, disiplin, dan kemahiran menembak prajurit.


“Saya berharap dengan latihan ini, profesionalisme dan militansi prajurit Lanal Aru semakin terasah. Prajurit harus selalu siap digerakkan kapan saja untuk tugas operasi. Kemampuan menembak menjadi salah satu tolok ukur kesiapan itu,” ujarnya.


Sriadi menyebut kehadiran Bupati, Kajari, dan Kapolres menjadi bukti kuatnya sinergitas dan soliditas Forkopimda di Kepulauan Aru.


“Kehadiran Forkopimda hari ini menunjukkan kita solid. Keamanan laut dan wilayah Aru adalah tanggung jawab bersama. Lanal Aru tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan Pemda, Polri, dan Kejaksaan,” katanya.


Latihan menembak  meliputi penggunaan senjata laras panjang dan pistol dengan tiga sikap: tiarap, duduk, dan berdiri. Kegiatan ini merupakan implementasi dari program pembinaan kemampuan prajurit yang telah ditetapkan Mabes TNI AL.


Selain menguji kemahiran menembak perorangan, latihan ini juga bertujuan mengecek kesiapan personel dan material pendukung operasi. Latihan Operasi digelar berkala untuk memastikan seluruh prajurit Lanal Aru memenuhi standar operasional yang ditetapkan.


Para pejabat Forkopimda Kepulauan Aru menegaskan komitmen bersama menjaga stabilitas dan pertahanan wilayah Kepulauan Aru dari segala bentuk ancaman. (Rdks) 

Selengkapnya

Pelaku Pembacokan Di Negeri Liang, Akhirnya Di Ringkus Polisi Kurang Dari 24 Jam

Juni 11, 2026

Ambon, globaltimurnn.com - Kesigapan jajaran Polsek Salahutu kembali membuahkan hasil. Kurang dari 24 jam setelah terjadi kasus pembacokan di Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian.


Keberhasilan ini menambah catatan positif Polsek Salahutu di bawah kepemimpinan Kapolsek Salahutu AKP Aris, S.Sos, yang terus mendorong personelnya untuk merespons cepat setiap laporan masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum setempat.


Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Janet Luhukay menjelaskan, peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam itu terjadi pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 01.15 WIT di RT 10 Negeri Liang, tepatnya di kawasan Kompleks Genvrus.


Korban diketahui bernama Arifin Samual, warga Negeri Liang. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bacok pada jari telunjuk tangan kanan dan pergelangan tangan kiri.


Berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian korban sedang tertidur di depan sebuah pangkas rambut. Tiba-tiba pelaku datang dari arah pantai dan langsung menyerang korban menggunakan sebilah parang sebelum melarikan diri.


Mendapat laporan dari masyarakat, personel Pos Polisi Liang yang dipimpin Kanit Samapta Polsek Salahutu bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, mengumpulkan keterangan saksi, serta membantu proses evakuasi korban ke fasilitas kesehatan.


Upaya penyelidikan yang dilakukan secara intensif membuahkan hasil. Hanya sekitar sembilan jam setelah kejadian, tepatnya pukul 10.00 WIT, pelaku berhasil diamankan petugas.


"Pelaku sudah kami tangkap. Kejadiannya sekitar pukul 01.00 WIT dan sekitar pukul 10.00 WIT pelaku berhasil diamankan," ungkap Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan PP Lease.


Keberhasilan pengungkapan kasus dalam waktu singkat ini menjadi bukti komitmen Polsek Salahutu dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Di bawah kepemimpinan AKP Aris, S.Sos, jajaran Polsek Salahutu dinilai konsisten menunjukkan respons cepat terhadap berbagai gangguan kamtibmas, termasuk pengungkapan tindak pidana yang meresahkan warga.


Sementara itu, korban sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr. Ishak Umarella Tulehu sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bakti Rahayu untuk penanganan medis lebih lanjut. Kondisi korban dilaporkan dalam keadaan sadar.


Polisi masih mendalami motif pelaku melakukan pembacokan. Hingga kini, situasi keamanan di Negeri Liang tetap aman dan kondusif, sementara proses penyidikan terus berjalan untuk mengungkap secara lengkap latar belakang kejadian tersebut. (Rdks) 

Selengkapnya

Karya Bakti TNI-AD Hadirkan Jembatan Garuda, Buka Akses Baru bagi Peningkatan Ekonomi Warga

Juni 11, 2026

Tobelo, Globaltimurnn.com – Jembatan Garuda di Desa Takimo, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, resmi dioperasikan sebagai sarana penghubung yang diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program Karya Bakti TNI Angkatan Darat yang bertujuan membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi warga, Kamis (11/6/2026).


Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., yang didampingi Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Alex Donald M.L. Gaol, S.E., M.M., Kajari Halmahera Utara Rahmat, S.H., M.H., Ketua DPRD Halmahera Utara Cristina Lesnussa, Wakapolres Halmahera Utara Kompol Saiful Egal, perwakilan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) Irwan Malaka selaku Manager Social Performance, Camat Kao Barat Abihud Jawali, para kepala desa se-Kecamatan Kao Barat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pelajar.


Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Utara menyampaikan bahwa akses jalan dan jembatan masih menjadi kebutuhan utama masyarakat di sejumlah wilayah terpencil. Menurutnya, terdapat beberapa ruas jalan dengan medan yang sangat berat dan menjadi tantangan bagi pemerintah daerah, di antaranya ruas Pitago–Takimo, Wateto–Golu–Warudu, serta Dorume menuju Apulea.


“Gunakanlah jembatan ini dengan baik. Mari kita jaga dan rawat Jembatan Garuda ini bersama-sama. Saya berharap masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan dapat terus mendukung pembangunan yang dilakukan Kodim 1508/Tobelo agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Bupati.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT NHM yang selama ini turut berperan aktif dalam mendukung berbagai kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan di wilayah Halmahera Utara.


“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara, saya mengucapkan terima kasih kepada Kodim 1508/Tobelo, PT NHM, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tiga Jembatan Garuda yang dibangun oleh Kodim 1508/Tobelo secara resmi saya nyatakan diresmikan,” tegasnya.


Sementara itu, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Alex Donald M.L. Gaol menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah.


“Jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas perekonomian warga,” ungkap Dandim.


Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga titik jembatan yang diresmikan secara bersamaan, yaitu satu jembatan di Desa Toboulamo dengan panjang 8 meter, satu jembatan di Dusun Mekarsari sepanjang 15 meter, dan satu jembatan di Desa Takimo sepanjang 8 meter.

“Seluruh pembangunan jembatan ini dikerjakan secara gotong royong dengan melibatkan seluruh komponen yang ada di Halmahera Utara,” tambahnya.


Peresmian Jembatan Garuda disambut antusias oleh masyarakat Desa Takimo dan wilayah sekitarnya. Warga berharap keberadaan jembatan tersebut dapat memperlancar akses transportasi, mempercepat waktu tempuh, serta meningkatkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.


Dengan diresmikannya Jembatan Garuda, Desa Takimo kini memiliki infrastruktur strategis yang menjadi simbol semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap pembangunan daerah, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. (𝐑𝐄𝐃).

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT