globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Minggu, 11 Oktober 2026

Peringati HUT ke-42 Gereja Kehidupan, Wali Kota Ambon Ajak Jemaat Perkuat Persaudaraan dan Toleransi

Oktober 11, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, mengajak seluruh jemaat Gereja Kehidupan, Jemaat GPM Nusaniwe Eri, Kecamatan Nusaniwe, untuk terus memperkuat iman, mempererat persaudaraan, serta menjaga semangat toleransi dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.


Ajakan tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis Wali Kota Ambon yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Richard Luhukay, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 Gereja Kehidupan, Jemaat GPM Nusaniwe Eri, Minggu (11/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan itu turut dirangkaikan dengan gerak jalan cepat tepat serta penarikan lotre berhadiah yang melibatkan jemaat dan masyarakat setempat.


Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Jemaat GPM Nusaniwe Eri yang merayakan perjalanan pelayanan selama 42 tahun.


Menurutnya, perjalanan selama lebih dari empat dekade tersebut tentu diwarnai berbagai pengalaman pelayanan, pengorbanan, kebersamaan, serta kesaksian iman yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bergereja.


Karena itu, peringatan HUT ke-42 tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mensyukuri penyertaan Tuhan sekaligus memperbarui komitmen pelayanan agar gereja terus menjadi berkat bagi sesama.


“Kiranya momentum perayaan ini semakin memperkuat iman, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat,” demikian pesan Wali Kota dalam sambutan yang dibacakan Richard Luhukay.


Wali Kota Ambon juga menyambut baik pelaksanaan gerak jalan cepat tepat dan penarikan lotre berhadiah sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-42 tersebut.


Menurutnya, kegiatan gerak jalan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memiliki nilai positif dalam mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan semangat sportivitas.


Selain itu, kegiatan yang melibatkan banyak orang tersebut menjadi sarana mempererat hubungan persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan menciptakan suasana sukacita di tengah kehidupan jemaat.


Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, tetap menjaga ketertiban dan keselamatan, serta menjunjung tinggi sportivitas.


Menang atau kalah, lanjutnya, bukanlah hal yang utama. Lebih dari itu, partisipasi, kebersamaan, dan sukacita yang terbangun selama kegiatan berlangsung merupakan nilai penting yang harus dijaga.


Gereja Berperan Penting Menjaga Kerukunan di Kota Ambon


Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon memandang kehidupan masyarakat yang sehat, rukun, dan harmonis sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan kota yang lebih baik.


Sebagai kota yang dihuni masyarakat dari beragam latar belakang, Ambon membutuhkan komitmen bersama untuk terus memelihara persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.


Dalam hal ini, gereja dan seluruh lembaga keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat, menanamkan nilai-nilai kasih, serta memperkuat semangat pelayanan dan kepedulian terhadap sesama.


Wali Kota berharap Jemaat GPM Nusaniwe Eri dapat terus mengambil bagian dalam menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan mendukung pembangunan Kota Ambon yang maju, inklusif, toleran, serta berkelanjutan.


Pemerintah Kota Ambon juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan membangun kebersamaan sehingga rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-42 Gereja Kehidupan dapat terlaksana.


Di akhir sambutannya, Wali Kota berharap seluruh rangkaian perayaan dapat berlangsung dengan baik, lancar, aman, dan penuh berkat bagi seluruh jemaat serta masyarakat.


Dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, kegiatan gerak jalan cepat tepat dan penarikan lotre berhadiah secara resmi dinyatakan dibuka.


Peringatan HUT ke-42 Gereja Kehidupan Jemaat GPM Nusaniwe Eri diharapkan tidak hanya menjadi perayaan perjalanan pelayanan gereja, tetapi juga semakin memperkokoh kebersamaan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat kontribusi jemaat dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat di Kota Ambon. (Za)

Selengkapnya

Wayamato FC Juara Bukit Moria Cup I 2026, Bupati Piet Hein Babua Apresiasi Turnamen Berjalan Aman

Oktober 11, 2026


HALUT
, Globaltimurnn.com — Wayamato FC dari Desa Gura keluar sebagai juara Open Turnamen Bukit Moria Cup I Tahun 2026 setelah mengalahkan Ashanum FC dari Desa Gosoma melalui drama adu penalti dengan skor 4-3.


Pertandingan final yang mempertemukan kedua tim berlangsung di Lapangan Pengasihan Pitu-Lina Ino, Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara, Minggu (11/10/2026).


Pertandingan berlangsung ketat. Hingga waktu normal berakhir, kedua tim tidak mampu mencetak gol sehingga skor tetap 0-0. Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti yang dimenangkan Wayamato FC dengan skor 4-3.


Penutupan turnamen turut dihadiri Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar, S.I.P., Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Aksandris Kitong, Anggota DPRD Halut Karwanto Hohakay, Ketua PSSI Halut Rifai Sadoki, panitia, official, pelatih dan manajer kedua tim, jajaran Pemkab Halut, serta  ribuan penonton.


Dalam sambutannya sekaligus menutup turnamen, Bupati Piet Hein Babua mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga keamanan dan ketertiban selama turnamen yang berlangsung selama kurang lebih 41 hari.


Menurutnya, dinamika yang terjadi dalam pertandingan merupakan hal yang wajar dalam olahraga. Namun, hal tersebut tidak boleh berkembang menjadi keributan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.


"Saya mengajak kita semua untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban bersama," ujar Piet.


Ia mengatakan, sebelumnya dirinya telah menyampaikan bahwa apabila terjadi keributan antarsuporter yang mengganggu keamanan dan ketertiban, maka pemerintah akan mempertimbangkan pelarangan pertandingan sepak bola di Halmahera Utara.


Namun, hingga pertandingan terakhir, turnamen dapat berlangsung tanpa insiden fatal. Kondisi tersebut, kata Bupati, menunjukkan bahwa masyarakat Halmahera Utara mampu menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap pertandingan.


"Dengan demikian, pertandingan-pertandingan sepak bola di Halmahera Utara tentu akan terus kita dukung dan laksanakan," katanya.


Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah bekerja keras sehingga Open Turnamen Bukit Moria Cup I dapat berjalan dengan baik hingga pertandingan final.


Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada turnamen kali ini, tetapi dapat kembali dilaksanakan dalam waktu mendatang.


"Kalau memungkinkan, turnamen seperti ini jangan berhenti sampai hari ini. Satu atau dua bulan ke depan dapat kita laksanakan kembali, sehingga Tobelo semakin ramai dan masyarakat memiliki ruang untuk berekreasi," ungkapnya.


Menurut Piet, Halmahera Utara membutuhkan lebih banyak ruang dan kegiatan rekreasi bagi masyarakat. Sepak bola, lanjutnya, merupakan salah satu bentuk rekreasi yang murah, merakyat, dan dapat dinikmati seluruh kalangan. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Lapas Namlea Perkuat Pencegahan Penyakit Menular, 150 Warga Binaan Jalani Skrining Tahap Kedua

Oktober 11, 2026


Namlea
, Globaltimurnn.com — Upaya menjaga kesehatan warga binaan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea melalui deteksi dini penyakit menular. Bekerja sama dengan Puskesmas Sawa, Lapas Namlea kembali menggelar skrining kesehatan tahap kedua yang melibatkan 150 warga binaan, Kamis (08/10/2026).


Pemeriksaan yang berlangsung di aula Lapas Namlea ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa pada pekan sebelumnya, yang telah diikuti 51 warga binaan. Pada tahap kedua, skrining diperluas untuk menjangkau seluruh warga binaan sebagai langkah mengidentifikasi potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.


Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk melindungi kesehatan warga binaan sekaligus meminimalkan risiko penularan penyakit di dalam lapas.


Menurutnya, kondisi hunian yang padat dan persoalan kelebihan kapasitas menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kesehatan para penghuni. Situasi tersebut membutuhkan perhatian serius serta upaya pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan.


“Penyakit menular merupakan salah satu hal yang kami antisipasi bagi warga binaan. Faktor kepadatan penghuni dan overkapasitas yang saat ini kita alami berisiko tinggi menumbuhkembangkan penyakit menular dengan cepat di kalangan warga binaan. Oleh karena itu, langkah proaktif dari Puskesmas Sawa sangat kami apresiasi,” ujar Marasabessy.


Dalam pelaksanaannya, setiap warga binaan menjalani serangkaian pemeriksaan yang meliputi asesmen, pemeriksaan fisik, hingga pengambilan sampel. Skrining ini difokuskan untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit Tuberkulosis (TBC), HIV, dan sifilis.


Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi warga binaan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, sehingga langkah pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan sedini mungkin.


Penanggung Jawab Sifilis Puskesmas Sawa, Romlah Bugis, menjelaskan bahwa warga binaan yang menunjukkan indikasi penyakit menular akan menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan kondisi kesehatannya.


“Kami akan melakukan langkah-langkah pencegahan apabila ditemukan suspek yang diduga mengalami penyakit menular, dengan pemeriksaan yang lebih mendetail untuk mengonfirmasi bahwa penderita benar-benar mengidap penyakit tersebut. Apabila positif, akan kami berikan terapi dengan pemberian antibiotik secara berkala,” ungkap Romlah.


Melalui kolaborasi antara Lapas Kelas III Namlea dan Puskesmas Sawa, kegiatan skrining ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Deteksi dini diharapkan mampu membantu mencegah penyebaran penyakit menular sekaligus memastikan warga binaan yang membutuhkan penanganan memperoleh layanan medis sesuai kondisi kesehatannya. (Za) 

Selengkapnya

Sabtu, 10 Oktober 2026

Kebakaran Hebat Di Lahan Warga Seram Utara Timur Seti, Maluku Tengah

Oktober 10, 2026


Malteng
, globaltimurnn.com - Kebakaran hebat lahan warga Dusun Waekoa, Negeri Mulumet, Kecamatan Seram Utara Timur Seti, tanaman warga dilalap habis si jago merah, selain tanaman umur panjang maupun hasil kebun ludes terbakar. Sabtu 10/10/2026


Pantauan media ini, masyarakat kehilangan begitu banyak hasil kebun termasuk tanaman umur panjang, baik cengkeh, pala kelapa, sagu bahkan hutan jati dan lain sebagai-nya. 


Dengan adanya musibah bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut, warga Seram Utara Timur Seti, yang mata pencaharian-nya hanyalah mengharapkan hasil kebun dan olahan cengkeh, pala, sagu, serta kelapa, harus berhenti dalam beberapa waktu yang cukup lama. 


Hal tersebut akan membuat warga menderita, lebih parah lagi kesulitan untuk mengisi perut, bahkan sampai menyekolahkan anak, yang berada di bangku SD, SMP, SMA bahkan Perguruan tinggi. 


Stok makanan pun akan terhenti, karena makan dan minum keseharian warga hanya bergantung pada hasil kebun. 


Masyarakat Seram Utara Timur Seti berharap penuh kepada pemerintah daerah, maupun pemerintah Provinsi agar bisa melihat kondisi masyarakat Seram Utara Timur Seti saat ini yang dilanda musibah kebakaran hutan dan lahan. 


Bencana kebakaran ini melanda tiga Kecamatan di Seram Uatar, bukan saja melanda satu Kecamatan. 


Masyarakat berbondong - bondong bersama pemerintah Negeri, pemerintah Kecamatan yang mana Camat Seram Utara Timur Seti, serta Warga Iliona turun bersama padam api yang sedang berkorban dengan peralatan seadanya. (AH) 

Selengkapnya

Malam Badonci Jemaat GPM Nusaniwe Airlouw, Camat Niel Wattimena Ajak Warga Perkuat Baku Keku dan Cegah Kebakaran

Oktober 10, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Semangat persaudaraan dan gotong royong mewarnai kegiatan malam dana atau malam badonci yang diselenggarakan Panitia Persidangan ke-42 Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Nusaniwe Airlouw, Jumat (9/10/2026), di Rumah Belanda, Airlouw, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penggalangan dana untuk mendukung pembiayaan Persidangan ke-42 Jemaat GPM Nusaniwe Airlouw yang direncanakan berlangsung pada 2027 mendatang.


Mengusung semangat “Mari Budayakan Semangat Baku Keku dengan Katong Sektor Tiberias Par Katong Pung Sidang Jemaat”, malam badonci tersebut tidak hanya menjadi wadah penggalangan dana, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan, memperkuat kepedulian, dan menumbuhkan semangat saling menopang di antara warga jemaat.


Malam badonci secara resmi dibuka oleh Camat Nusaniwe, Niel A. Wattimena, yang hadir mewakili Wali Kota Ambon.


Dalam sambutannya, Wattimena mengajak seluruh warga jemaat dan masyarakat untuk terus menjaga serta menghidupkan budaya baku keku sebagai nilai luhur masyarakat Maluku yang mencerminkan persatuan, kebersamaan, dan gotong royong.


Menurutnya, semangat baku keku tidak boleh sekadar menjadi ungkapan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam mendukung berbagai kegiatan pelayanan gereja dan kepentingan bersama.


Ia menegaskan, keberhasilan pelaksanaan Persidangan ke-42 Jemaat GPM Nusaniwe Airlouw bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh warga jemaat.


Karena itu, melalui kegiatan malam badonci, setiap warga diharapkan dapat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing demi menyukseskan agenda penting pelayanan gereja tersebut.


Wattimena juga mengingatkan bahwa dukungan yang diberikan hendaknya dilandasi ketulusan hati, bukan karena paksaan. Ia mengacu pada firman Tuhan dalam 2 Korintus 9:7 yang mengajarkan bahwa setiap orang hendaknya memberi menurut kerelaan hatinya, dengan sukacita.


Baginya, sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, apabila dilandasi semangat kebersamaan, akan memiliki arti penting bagi keberhasilan persiapan persidangan jemaat.


Lebih lanjut, Wattimena menekankan bahwa semangat kebersamaan yang dibangun melalui malam badonci tidak boleh berhenti pada kegiatan penggalangan dana semata.


Ia berharap nilai persaudaraan dan gotong royong tersebut terus dipelihara serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan gereja maupun di tengah masyarakat.


Menurutnya, ketika seluruh warga memiliki kepedulian dan bersedia mengambil bagian dalam tanggung jawab bersama, berbagai tantangan akan lebih mudah dihadapi dan diselesaikan.


Ia pun mengapresiasi panitia yang telah menggagas kegiatan penggalangan dana sebagai bagian dari persiapan menuju Persidangan ke-42 Jemaat GPM Nusaniwe Airlouw pada 2027 mendatang.


Wattimena berharap kerja sama antara panitia dan seluruh warga jemaat terus diperkuat sehingga seluruh tahapan persiapan dapat berjalan dengan baik dan pelaksanaan persidangan nantinya berlangsung lancar.


Selain menyampaikan pesan tentang pentingnya persaudaraan dan gotong royong, Wattimena juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan, terutama di tengah kondisi cuaca panas yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.


Ia menyampaikan dalam imbauan Wali Kota Ambon kepada seluruh camat, raja, kepala desa, dan lurah agar mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta mencegah berbagai aktivitas yang dapat memicu kebakaran.


Dalam imbauan tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan, lahan, semak belukar, rerumputan, maupun sampah secara sembarangan.


Warga juga diingatkan agar tidak meninggalkan api, bara, puntung rokok, atau bahan lain yang mudah terbakar di kawasan hutan dan lahan.


Selain itu, masyarakat diminta menghindari pembakaran lahan, terutama ketika cuaca panas, kering, dan berangin karena kondisi tersebut dapat menyebabkan api dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan.


Wattimena secara khusus mengingatkan warga agar lebih berhati-hati ketika membakar sampah di lingkungan tempat tinggal. Ia meminta masyarakat memastikan api benar-benar padam setelah kegiatan selesai.


Menurutnya, kelalaian dalam mengendalikan api dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari kerusakan lingkungan hingga ancaman terhadap keselamatan warga dan permukiman.


Pengalaman terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah Kecamatan Nusaniwe, menurutnya, menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah kejadian serupa.


“Kalau bakar sampah, tolong kalau sudah selesai disiram supaya api tidak menyebar dan menimbulkan kebakaran. Kalau bukan katong yang menjaga lingkungan ini, siapa lagi?” tegas Wattimena.


Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat pemerintah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), petugas pemadam kebakaran, atau pihak berwenang apabila menemukan titik api maupun kejadian kebakaran.


Menurutnya, upaya pencegahan akan lebih efektif apabila pemerintah dan masyarakat membangun kerja sama serta memiliki kesadaran yang sama dalam menjaga lingkungan.


Wattimena menegaskan bahwa semangat baku keku seharusnya tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam berbagai upaya menjaga kebersihan, keamanan, dan keselamatan lingkungan.


Baginya, kepedulian terhadap sesama dan lingkungan merupakan bagian penting dari tanggung jawab bersama sebagai warga masyarakat.


Ia mendorong masyarakat untuk terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Kecamatan Nusaniwe dalam mendukung pembangunan serta menciptakan kehidupan yang aman, nyaman, dan sejahtera.


Pelaksanaan malam badonci Jemaat GPM Nusaniwe Airlouw menjadi salah satu contoh bagaimana nilai kebersamaan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata untuk mendukung kebutuhan pelayanan gereja.


Melalui kegiatan tersebut, warga jemaat tidak hanya berkesempatan memberikan dukungan bagi pelaksanaan persidangan, tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan dan memperkuat solidaritas dalam kehidupan bergereja.


Wattimena berharap semangat baku keku terus terpelihara hingga pelaksanaan Persidangan ke-42 Jemaat GPM Nusaniwe Airlouw pada 2027 mendatang.


Dengan dukungan dan partisipasi seluruh warga jemaat, persiapan persidangan diharapkan berjalan lancar sekaligus memperkuat persatuan serta meningkatkan kualitas pelayanan gereja.


Pada akhirnya, malam badonci bukan sekadar kegiatan penggalangan dana, melainkan juga momentum untuk meneguhkan kembali nilai persaudaraan, ketulusan, dan semangat saling membantu.


Nilai-nilai tersebut diharapkan terus hidup dalam kehidupan jemaat dan masyarakat, baik dalam menyukseskan agenda pelayanan gereja maupun dalam menjaga lingkungan demi kepentingan bersama.


Semangat baku keku diharapkan menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat Maluku, tidak hanya untuk menyukseskan Persidangan ke-42 Jemaat GPM Nusaniwe Airlouw, tetapi juga untuk membangun lingkungan yang aman, bersih, dan harmonis. (Za)

Selengkapnya

𝗣𝗶𝗲𝘁 𝗛𝗲𝗶𝗻 𝗕𝗮𝗯𝘂𝗮 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗮𝘀 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗮𝗳𝘁𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗸𝗮𝗹 𝗖𝗮𝗹𝗼𝗻 𝗞𝗲𝘁𝘂𝗮 𝗗𝗣𝗗 𝗜𝗜 𝗚𝗼𝗹𝗸𝗮𝗿 𝗛𝗮𝗹𝘂𝘁

Oktober 10, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com – Piet Hein Babua menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (10/10/2026).


Berkas pendaftaran diserahkan di Sekretariat Partai Golkar Halmahera Utara, Desa Gura, Kecamatan Tobelo. Penyerahan tersebut diterima oleh panitia penjaringan bersama sejumlah kader partai.


Kedatangan Piet Hein Babua turut mendapat perhatian dari para pendukung dan masyarakat yang hadir di lokasi. Suasana semakin semarak dengan adanya tarian cakalele yang mengiringi proses pengembalian berkas.


Pengembalian berkas ini menjadi bagian dari tahapan penjaringan bakal calon Ketua DPD II Partai Golkar Halmahera Utara yang saat ini tengah berlangsung.


Piet Hein Babua menyatakan kesiapannya mengikuti seluruh tahapan dan mekanisme yang ditetapkan Partai Golkar.


Dalam proses tersebut, dukungan terhadap dirinya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi serta soliditas Partai Golkar di Kabupaten Halmahera Utara.


Selanjutnya, proses pencalonan akan mengikuti mekanisme internal partai hingga penetapan Ketua DPD II Partai Golkar Halmahera Utara. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Pelantikan Majelis Taklim BKPRMI Maluku, Perkuat Dakwah dan Ukhuwah Menuju Maluku Pung Bae

Oktober 10, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com - Pelantikan pengurus Majelis Taklim Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Maluku periode 2026-2029 menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, membumikan akhlak Rasulullah SAW, serta mendorong gerakan dakwah yang lebih inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat.


Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut berlangsung di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Ambon, Sabtu (10/10/2026).


Acara ini mengusung tema “Membumikan Akhlak Rasulullah, Bersinergi dalam Ukhuwah, Berkarya dalam Dakwah untuk Umat yang Religius dan Harmonis Menuju Maluku Pung Bae.”


Pelantikan ini tidak sekadar menjadi agenda pergantian atau pengesahan kepengurusan organisasi.


Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi titik awal bagi pengurus baru untuk memperkuat pembinaan keagamaan, memperluas jangkauan dakwah, serta membangun kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.


Dalam suasana penuh kekeluargaan, Pelantikan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pengurus Wilayah BKPRMI Provinsi Maluku Nomor 012/SK/DPW-BKPRMI/DMK/ROM VIII/2026 tentang Pengesahan Susunan Kepengurusan Paripurna Majelis Taklim BKPRMI Maluku Periode 2026-2029, kepengurusan yang baru diberikan tanggung jawab untuk menyusun dan melaksanakan program kegiatan majelis taklim serta melaporkan pelaksanaannya secara berkala kepada DPW BKPRMI Maluku melalui bidang pemberdayaan muslimah.


Kepengurusan ini diharapkan mampu menjadikan Majelis Taklim BKPRMI sebagai wadah pembinaan umat yang tidak hanya berfokus pada pengajian, tetapi juga memperkuat silaturahmi, meningkatkan pengetahuan agama, membangun karakter, serta mendorong kegiatan sosial keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.


Dalam sambutannya, Ketua Umum BKPRMI Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar, menekankan bahwa pelantikan pengurus Majelis Taklim harus dimaknai sebagai amanah perjuangan dakwah, bukan sekadar kegiatan seremonial.


Ia mengajak seluruh pengurus untuk menjaga kekompakan, istiqamah dalam menjalankan program, merangkul lebih banyak jemaah, serta membangun sinergi dengan BKPRMI di tingkat kabupaten dan kota.


Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama antara pengurus, aktivis dakwah, tokoh masyarakat, pengurus masjid, majelis taklim, dan pemerintah.


Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan, mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, serta membiasakan tabayun atau klarifikasi agar perbedaan tidak berkembang menjadi perpecahan di dalam organisasi.


Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kader BKPRMI perlu menjaga lima citra diri organisasi, yakni muwahhid sebagai pemersatu umat, mujahid sebagai pembela kebenaran, musaddid sebagai pelurus, mu'addid sebagai pendidik, serta mujaddid sebagai pembaru.


Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi pengurus dalam menjalankan tugas dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.


Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, Ahmad Ilham juga menyoroti pentingnya melahirkan dai dan daiyah yang memiliki wawasan luas, mampu memanfaatkan teknologi digital, serta memahami persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.


Menurutnya, dakwah tidak cukup hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata atau dakwah bilhal, terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan umat.


Ia juga mendorong agar masjid kembali diperkuat perannya sebagai pusat peradaban Islam, sebagaimana pada masa Rasulullah SAW.


Masjid, menurut pesan yang disampaikannya, bukan hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga ruang membangun persaudaraan, membahas persoalan sosial, serta menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.


Pengelolaan infak masjid pun diharapkan dapat dilakukan secara lebih kreatif dan produktif melalui program pemberdayaan umat, bantuan pendidikan, beasiswa, dan pengembangan usaha yang bermanfaat, dengan tetap memperhatikan ketentuan serta amanah pengelolaan dana umat.


Ia turut mengajak kaum ibu yang tergabung dalam Majelis Taklim BKPRMI untuk berjalan beriringan dengan generasi muda dan remaja masjid. Menurutnya, pembinaan umat perlu dilakukan secara berkesinambungan agar generasi penerus memiliki landasan keimanan, pengetahuan, dan karakter yang kuat.


Dalam pesannya, ia mengutip falsafah masyarakat Buton, poma-maaka dan pomamasiaka, yang mengandung pesan untuk saling mencintai, menyayangi, serta menjaga kehormatan satu sama lain.


Nilai tersebut diharapkan menjadi landasan dalam membangun keluarga besar BKPRMI yang harmonis, mengedepankan persaudaraan, dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik.


Sementara itu, Ketua Majelis Taklim BKPRMI Provinsi Maluku yang baru dilantik, Nurlaila Erniyo, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah kepemimpinan periode 2026-2029.


Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab moral dan tanggung jawab dakwah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat maupun di hadapan Allah SWT.


Ia menyadari bahwa memimpin majelis taklim membutuhkan ketulusan niat, keluasan wawasan, keteguhan prinsip, kemampuan membangun kolaborasi, serta komitmen untuk menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan menyejukkan.


Nurlaila berharap Majelis Taklim BKPRMI Provinsi Maluku ke depan mampu mengambil peran lebih strategis dalam meningkatkan kualitas mubalig dan mubaligah, mengembangkan dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memperluas jangkauan pembinaan hingga ke berbagai wilayah di Maluku.


Menurutnya, majelis taklim harus menjadi organisasi yang tidak hanya aktif menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga produktif melahirkan gagasan, kuat secara kelembagaan, dan mampu memberikan kontribusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


Ia juga menekankan pentingnya membangun tradisi dakwah yang santun dalam tutur kata, kokoh dalam prinsip, bijaksana dalam menyikapi perbedaan, serta terbuka dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat.


Dalam konteks Maluku yang kaya akan budaya, adat istiadat, dan keberagaman kehidupan sosial, dakwah diharapkan menjadi kekuatan yang mempererat persaudaraan, menjaga martabat kemanusiaan, serta merawat perdamaian.


Nurlaila menegaskan bahwa kepemimpinan yang ingin dibangunnya tidak bertumpu pada satu figur, melainkan pada kebersamaan, kepercayaan, dan kerja kolektif seluruh pengurus.


Karena itu, ia membuka ruang bagi ide, gagasan, kritik, dan masukan yang konstruktif. Ia mengajak seluruh pengurus untuk membangun budaya organisasi yang profesional, tertib, transparan, dan berorientasi pada hasil.


Baginya, keberhasilan kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi dari perubahan positif dan manfaat nyata yang dapat dirasakan umat.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan tersebut.


Momentum ini mengajak seluruh jemaah untuk kembali memahami dan mengamalkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan pribadi, keluarga, organisasi, maupun bermasyarakat.


Sifat siddiq atau jujur, amanah atau dapat dipercaya, tabligh atau menyampaikan kebenaran, serta fatanah atau cerdas menjadi nilai utama yang perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.


Keteladanan Rasulullah tidak hanya tercermin dalam perkataan, tetapi juga melalui sikap, keputusan, dan tindakan yang membawa kebaikan bagi sesama.


Semangat tersebut sejalan dengan pesan agar Majelis Taklim BKPRMI menjadi ruang pembinaan yang memperkuat keimanan, meningkatkan ilmu agama, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun lingkungan yang berakhlakul karimah.


Melalui kegiatan pengajian, pembinaan keluarga, silaturahmi, dan program pemberdayaan masyarakat, majelis taklim diharapkan mampu berkontribusi dalam membentuk umat yang religius sekaligus memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di sekitarnya.


Pelantikan pengurus Majelis Taklim BKPRMI Provinsi Maluku periode 2026-2029 membawa harapan agar gerakan dakwah semakin terarah, terbuka, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.


Tantangan ke depan tentu membutuhkan komitmen bersama, mulai dari menjaga soliditas organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas jaringan dakwah, hingga memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan berbagai unsur masyarakat.


Dengan berlandaskan nilai-nilai Islam, semangat ukhuwah, serta keteladanan Rasulullah SAW, Majelis Taklim BKPRMI diharapkan menjadi rumah besar bagi para pejuang dakwah untuk saling menguatkan dan bekerja bersama demi kemaslahatan umat.


Pada akhirnya, makna pelantikan tidak berhenti pada pengucapan ikrar dan penyerahan surat keputusan. Amanah tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata, program yang bermanfaat, dan pengabdian yang berkelanjutan.


Semangat itulah yang diharapkan mengiringi perjalanan pengurus baru Majelis Taklim BKPRMI Provinsi Maluku dalam membumikan akhlak Rasulullah, mempererat ukhuwah, dan berkarya melalui dakwah demi terwujudnya masyarakat Maluku yang religius, harmonis, dan sejalan dengan cita-cita Maluku Pung Bae. (Za) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT