globaltimurnn.com

Rabu, 17 Juni 2026

Warga Binaan Rutan Ambon Buktikan Karya Nyata, Berhasil Produksi Pintu Berkualitas untuk Renovasi Dapur

Juni 17, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali membuahkan hasil membanggakan. Melalui pelatihan keterampilan pertukangan, warga binaan berhasil menghasilkan sebuah pintu berkualitas yang akan digunakan untuk mendukung renovasi dapur Rutan Ambon.


Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal hidup setelah warga binaan kembali ke tengah masyarakat.


Pembuatan pintu dilakukan oleh warga binaan yang mengikuti program kerja pertukangan dengan pendampingan petugas pembinaan. Mulai dari tahap perencanaan desain, pengukuran bahan, pemotongan, perakitan hingga proses finishing, seluruh pekerjaan dikerjakan secara mandiri dengan mengedepankan kualitas dan keselamatan kerja.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, mengatakan bahwa program pembinaan keterampilan terus dioptimalkan sebagai sarana pengembangan kapasitas warga binaan agar memiliki kompetensi yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.


"Program pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan. Melalui kegiatan seperti ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan produktivitas. Hasil karya berupa pintu ini menjadi bukti bahwa mereka mampu menghasilkan produk yang bermanfaat dan berkualitas," ujar Jefry, Kamis (18/06/2026).


Menurutnya, hasil karya tersebut memiliki manfaat ganda. Selain menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan, pintu yang dihasilkan juga akan digunakan untuk menunjang renovasi fasilitas dapur Rutan Ambon sehingga lebih aman dan nyaman digunakan dalam kegiatan sehari-hari.


Sementara itu, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja, Ode Ena, menjelaskan bahwa pembinaan berbasis keterampilan menjadi salah satu program unggulan yang terus dikembangkan di Rutan Ambon.


"Kegiatan pertukangan memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan. Mereka belajar teknik dasar hingga lanjutan dalam pembuatan produk kayu, sekaligus membangun etos kerja yang positif seperti ketelitian, kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab," jelasnya.


Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi modal berharga bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat dan membuka peluang usaha maupun lapangan pekerjaan yang lebih baik.


Salah seorang warga binaan berinisial H.F mengaku bangga dapat terlibat dalam proses pembuatan pintu tersebut. Baginya, kegiatan pembinaan yang diberikan bukan sekadar mengisi waktu selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan diri.


"Saya bersyukur diberi kesempatan mengikuti program ini. Dari proses pembuatan pintu, saya belajar banyak hal, mulai dari pengukuran, pemotongan bahan, perakitan hingga finishing. Keterampilan ini sangat bermanfaat dan saya berharap bisa menjadi bekal saat kembali ke masyarakat nanti," ungkapnya.


Keberhasilan warga binaan menghasilkan pintu berkualitas ini menjadi gambaran nyata bahwa pembinaan di Rutan Ambon terus berjalan produktif dan berdampak positif. Tidak hanya menciptakan karya yang bermanfaat bagi lingkungan rutan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta harapan baru bagi warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik.


Melalui program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, Rutan Kelas IIA Ambon berkomitmen mencetak warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat Pemasyarakatan yang pasti bermanfaat untuk masyarakat.(Za)

Selengkapnya

Dinilai Mengamban, Biarkan Pembiaraan, Masyarakat Desak Kapolres SBB Tuntaskan Aktor Pembakaran Pos Subsektor Laala Dan Kedai

Juni 17, 2026


SBB
, globaltimurnn.com – Keresahan masyarakat di Dusun Tanah Goyang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, dilaporkan terus meningkat menyusul belum terungkapnya kasus penyerangan terhadap Pos Polisi Subsektor Laala dan pembakaran sebuah kedai milik anggota kepolisian yang terjadi pada akhir Mei 2026 lalu.


Berdasarkan laporan dan keterangan sejumlah warga yang disampaikan ke media ini, lewat pesan whatsaap, hingga saat ini proses pengungkapan kasus tersebut dinilai belum menunjukkan hasil yang mampu memberikan rasa tenang kepada masyarakat, Kondisi tersebut memunculkan berbagai kekhawatiran di tengah warga yang masih menyimpan trauma atas insiden yang terjadi.


Sejumlah warga mengaku berharap aparat penegak hukum, khususnya Polres Seram Bagian Barat, dapat lebih serius dan cepat dalam menangani perkara tersebut. 


Menurut mereka, keterlambatan pengungkapan kasus dikhawatirkan dapat membuka ruang bagi pihak-pihak tertentu untuk menghilangkan jejak atau menghindari proses hukum, Kapolres di desak jangan membiarkan Pembiaraan, cepat bertindak, bukti lengkap di oknum anggota, segera ungkap. 


Berdasarkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, beberapa nama yang sebelumnya disebut telah menerima surat undangan untuk memberikan keterangan kepada penyidik dikabarkan belum memenuhi panggilan tersebut. 


Warga menduga terdapat pengaruh atau arahan dari pihak tertentu yang menyebabkan proses pemeriksaan belum berjalan maksimal, Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut dari pihak berwenang.


Masyarakat juga menduga masih terdapat pihak-pihak yang berperan sebagai aktor intelektual di balik peristiwa penyerangan Pos Polisi Subsektor Laala dan pembakaran kedai tersebut. 


Dugaan itu muncul karena hingga kini belum ada kejelasan mengenai siapa saja yang bertanggung jawab atas aksi yang mengakibatkan kerusakan fasilitas negara dan kerugian terhadap korban.


"Yang paling kami harapkan adalah kepastian hukum. Kami ingin kasus ini diusut sampai tuntas agar masyarakat tidak terus hidup dalam ketakutan dan penuh tanda tanya," ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.


Warga menilai bahwa pemulihan keamanan dan kepercayaan masyarakat hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak yang diduga terlibat, baik pelaku lapangan maupun pihak yang diduga berperan di belakang layar, dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Harapan terbesar masyarakat saat ini tertuju kepada Polres Seram Bagian Barat agar segera mengambil langkah-langkah hukum yang tegas, profesional, dan transparan. Warga berharap aparat kepolisian tidak memberikan ruang bagi siapa pun yang diduga terlibat untuk menghindari proses hukum.


Masyarakat juga berharap proses penyelidikan dan penyidikan dapat dipercepat demi mengembalikan rasa aman di tengah kehidupan sosial warga Dusun Tanah Goyang dan wilayah sekitarnya. Menurut mereka, penegakan hukum yang cepat dan berkeadilan akan menjadi jawaban atas keresahan yang selama ini dirasakan masyarakat pasca-insiden tersebut.


Hingga berita ini ditulis, masyarakat masih menaruh kepercayaan kepada aparat kepolisian, khususnya Polres Seram Bagian Barat, untuk menuntaskan kasus tersebut secara objektif dan profesional demi menjaga stabilitas keamanan serta memulihkan rasa aman di tengah masyarakat. (Red) 

Selengkapnya

Sensus Ekonomi 2026, Komandan Kodaeral IX Terima Kunjungan Kepala BPS Provinsi Maluku

Juni 17, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., didampingi Istri menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia beserta tim di Rumah Jabatan Komandan Kodaeral IX, Kompleks Kodaeral IX, Halong, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku, Kamis (18/6/2026). 


Dalam suasana penuh keakraban, proses pendataan hari pertama Sensus Ekonomi Tahun 2026 di wilayah Maluku ini berjalan lancar dengan tetap mengedepankan ketelitian serta validitas data yang dihimpun.


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program nasional yang bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh terkait kondisi dan perkembangan ekonomi di berbagai sektor, guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih akurat dan berkelanjutan.


Pada kesempatan tersebut, Komandan Kodaeral IX menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis pemerintah dalam memetakan potensi ekonomi nasional, khususnya di wilayah Provinsi Maluku.


Menurutnya, data yang akurat menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan pembangunan, termasuk dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan kerja sama yang diberikan Kodaeral IX dalam mendukung kelancaran pelaksanaan sensus.


Diharapkan melalui sinergi yang baik antara instansi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan optimal serta menghasilkan data yang berkualitas untuk kemajuan bangsa. (Rdks) 

Selengkapnya

Gubernur Maluku Lantik Dua Pejabat Strategis, Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Infrastruktur Daerah

Juni 17, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Gubernur Maluku secara resmi melantik dua pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Maluku, Rabu (17/6/2026).


Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, para saksi, serta rohaniawan.


Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Maluku Nomor 687 Tahun 2026 tanggal 3 Juni 2026, Jasmono resmi dilantik sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku.


Sementara itu, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Maluku Nomor 766 Tahun 2026 tanggal 15 Juni 2026, Nur Mardas dilantik sebagai Kepala Seksi Penataan Bangunan dan Lingkungan Permukiman pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Maluku menegaskan bahwa pelantikan merupakan bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena itu, para pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, serta dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Gubernur juga berharap agar kedua pejabat segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab yang baru, memperkuat koordinasi lintas sektor, menjaga loyalitas terhadap organisasi, serta bekerja secara maksimal untuk menghasilkan kinerja yang berdampak langsung bagi masyarakat.


“Kepercayaan yang diberikan hendaknya dijawab dengan prestasi, pengabdian, dan kerja nyata demi kemajuan daerah serta kesejahteraan rakyat Maluku,” tegas Gubernur.


Pelantikan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, profesional, dan responsif guna mendukung percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Wujud Kepedulian Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80, Bid Dokkes Polda Sultra Respon Tangani Keluhan Warga Terdampak DBD Pasca Banjir di Lepo-Lepo

Juni 17, 2026


Kendari
, globaltimurnn.com – Tim Patroli Jentik Presisi (PJP) Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sultra menunjukkan respons cepat dalam menangani keluhan warga RW 5, Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari, Rabu 17 Juni 2026. Berkaitan dengan seorang anak terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) serta meningkatnya populasi nyamuk di kawasan tersebut pasca terjadinya banjir yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu.


Mendapat laporan dari warga, Tim PJP Biddokkes Polda Sultra segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan menyeluruh. Kehadiran tim di tengah-tengah permukiman warga disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini merasa khawatir dengan kondisi lingkungan pascabanjir. Genangan air yang tersisa akibat banjir dinilai menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyakit DBD yang sangat berbahaya bagi masyarakat.


Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 156 rumah di wilayah RW 5 Kelurahan Lepo-Lepo berhasil mendapatkan layanan fogging atau pengasapan dari Tim PJP Biddokkes Polda Sultra. Proses fogging dilakukan secara sistematis dari rumah ke rumah guna memastikan seluruh area permukiman terbebas dari ancaman nyamuk pembawa virus dengue. 


Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara institusi kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan. Tim PJP Biddokkes Polda Sultra menegaskan bahwa upaya ini bukan hanya bersifat reaktif, melainkan juga preventif demi mencegah meluasnya kasus DBD di wilayah Kelurahan Lepo-Lepo. Masyarakat juga dihimbau untuk aktif melaksanakan gerakan 3M Plus, yakni Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk.


Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sultra, Kombes Pol. Dr. drg. Ignatius Hendra A., Sp.KG, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap  kesehatan masyarakat. Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus hadir di tengah-tengah kesulitan warga, khususnya dalam mengantisipasi dampak kesehatan lingkungan. 


Kombes Pol. Ignatius Hendra juga menambahkan bahwa Tim PJP dibentuk secara khusus dengan pendekatan "Presisi" agar mampu merespon aduan masyarakat dengan cepat dan akurat. Ia berharap kegiatan fogging ini dapat memberikan rasa aman secara psikologis maupun medis bagi Masyarakat Khususnya warga kelurahan lepo-lepo 


Respon cepat dari jajaran Biddokkes Polda Sultra ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari pemerintah setempat. Lurah Lepo-Lepo, Ridlan Nurung, S.Sos., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih langsung kepada pihak kepolisian atas kepedulian luar biasa yang ditunjukkan di wilayah kerjanya. 


"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda Sultra beserta jajaran Biddokkes yang telah bergerak cepat melakukan fogging di lingkungan warga kami. Langkah ini sangat membantu menenangkan kecemasan warga akan ancaman penyakit malaria pasca-bencana," ujar Ridlan Nurung saat memantau langsung proses pengasapan di pemukiman warganya.


Ketua RW 5 Kelurahan Lepo-Lepo Musran Konggo, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan kecepatan respons Tim PJP Biddokkes Polda Sultra dalam menanggapi keluhan mereka. Langkah sigap yang ditunjukkan oleh jajaran Polda Sultra ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk pelayanan kepolisian yang berorientasi pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, diharapkan kasus DBD di wilayah tersebut dapat segera ditekan dan tidak meluas ke kawasan lainnya.


Selain melakukan fogging, Tim PJP Biddokkes Polda Sultra juga menyempatkan diri untuk memberikan edukasi singkat kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pasca-banjir. Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan langkah 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas) guna memastikan jentik-jentik nyamuk baru tidak kembali berkembang biak di sisa-sisa genangan air. (Rdks) 

Selengkapnya

Polisi Tahan Pria di Konawe, Diduga Sebarkan Konten Pornografi Melalui WhatsApp

Juni 17, 2026


Kendari
, globaltimurnn.com – Penyidik Unit III Subdirektorat V Tindak Pidana Siber (Tipidsiber) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara melakukan penangkapan dan penahanan terhadap seorang pria berinisial MRZ (23), yang diduga terlibat dalam tindak pidana di bidang pornografi.


Penahanan dilakukan pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 23.00 Wita berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/269/VI/2026/SPKT/Polda Sulawesi Tenggara tertanggal 12 Juni 2026, serta didukung dengan surat perintah penyidikan, penetapan tersangka, penangkapan, dan penahanan yang telah diterbitkan oleh penyidik.


Menurut Kasubdit V Tipidsiber AKBP Decky Hendra Wijaya, S.I.K., M.M melalui Kanit 2 Subdit V AKP Asfandy, S.H., M.H, tersangka diketahui bernama MRZ, warga Kelurahan Asinua, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data kepolisian, yang bersangkutan berprofesi sebagai wiraswasta.


Penyidik menduga tersangka melakukan tindak pidana pornografi dengan cara memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, menawarkan, memperjualbelikan, atau menyediakan materi bermuatan pornografi melalui media sosial WhatsApp. "Perbuatan tersebut diduga terjadi dalam kurun waktu tahun 2025 di wilayah Kota Kendari," _kata AKP Asfandy, Rabu 17 Juni 2026._


Kasus ini ditangani berdasarkan dugaan pelanggaran Pasal 407 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).


Adapun perkara tersebut bermula dari laporan yang diajukan oleh seorang perempuan berinisial N, yang tercatat sebagai pelapor dalam perkara ini.


Saat ini, tersangka telah menjalani proses penahanan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara masih terus mendalami perkara, termasuk mengumpulkan alat bukti dan keterangan tambahan untuk melengkapi berkas penyidikan.


Polda Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk tindak pidana siber, termasuk penyebaran konten yang melanggar norma kesusilaan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas dan asas praduga tak bersalah. (Rdks) 

Selengkapnya

Sampai Hari Ke-6, Pencarian 8 Korban Tenggelam Di MBD Pulau Dai, Belum Ditemukan

Juni 17, 2026


MBD
, globaltimurnn.com - Memasuki hari keenam, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan Operasi Pencarian terhadap delapan korban tenggelamnya speedboat di sekitar Perairan Pulau Dai Kabupaten Maluku Barat Daya. 


Sebanyak empat SRU dibagi untuk memperluas area pencarian pada koordinat yang sudah ditentukan. SRU 1 dari Kapal Patroli KP.XVI-2006 DitPolairud Polda Maluku melaksanakan pencarian korban sejauh 63 Nautical Mile arah Barat Laut dari Pulau Tepa.


Disusul SRU 2 Longboat masyarakat melaksanakan pencarian dan penyisiran dengan jarak 39 Nautical Mile arah Barat dari Pulau Tepa. 


SRU 3 Speedboat Masyarakat melaksanakan pencarian dan penyisiran sejauh 29 Nautical Mile arah Barat dari Pulau Tepa.


SRU 4 dari longboat masyarakat bergerak melaksanakan pencarian sejauh 28 Nautical Mile arah Barat dari Pulau Tepa.


Operasi pencarian korban terus dilakukan Tim SAR Gabungan hingga sore hari namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.


Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan Ops SAR hari ketujuh. besok, Kamis, 18/6/2026.


Diketahui sebelumnya, Speedboat berpenumpang 10 orang itu pada tanggal 11/6 bertolak dari Desa Sinairusi tujuan Pulau Tepa. Dalam perjalanan Speedboat tersebut tenggelam akibat cuaca buruk disekitar Perairan Pulau Dai. Dalam insiden itu dua orang penumpang selamat sementara delapan penumpang lainnya dinyatakan hilang. 


Kantor SAR Ambon selanjutnya melakukan koordinasi dengan Pemda Setempat dan juga Unsur Potensi SAR di Pulau Tepa guna melaksanakan Operasi pencarian. Cuaca buruk disekitar Pulau Tepa menjadi kendala dilapangan. Namun upaya pencarian korban terus diupayakan Basarnas Ambon dan Unsur SAR Gabungan dengan menyesuaikan kondisi alam.


Data Korban :

Selamat :

1. Yakop Anamofa L/22 

2. Ignasius Matrunkoly L/42

Dalam Pencarian :

1. Anton Menahem L/40

2. Asael Daniel L/72

3. Yomima Waliana P/36

4. Regina Unwakolu P/33

5. Enderfina Siaran P/62

6. Wulan Kelmury P/35

7. Yoksan Unawekla L/9

8. Marcelo Unawekla L/4


Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur Potensi diantaranya, Kantor SAR Ambon, Pos SAR.Saumlaki, Direktorat POLAIR POLDA Maluku, Pos AL MBD, BPBD Kab MBD, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Camat Babar Barat, Syahbandar Tepa, Dinkes Tepa, Kepala Desa Sinairusi, Pendeta, Masyarakat.


Alut dan Palsar yang digunakan diantaranya Kapal KP. XVI-2006  DitPolairud Polda Maluku, Speed Boat Masyarakat. Longboat Masyarakat. 


Kondisi Cuaca dilapangan dilaporkan Berawan, Angin Barat hingga Timur berkecepatan 22 Knots dan Tinggi Gelombang 2,5 Meter. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT