globaltimurnn.com


Senin, 09 Maret 2026

Lapas Namlea Panen Puluhan Kg Tomat, Bantu Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Maret 09, 2026

Foto : Lapas Namlea Panen Puluhan Kg Tomat, Bantu Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Namlea
, Globaltimurnn.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea meraih kesuksesan besar setelah berhasil memanen 40 Kg Tomat dari hasil pembudidayaan warga binaan di lahan perkebunan Lapas, Senin (09/03/2026). Hasil dari panen tersebut tidak hanya memberikan benefit bagi keberlangsungan program pembinaan tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan pangan lokal. 


"Lapas Namlea memiliki potensi besar dalam mengembangkan bidang pertanian. Oleh karena tidak heran setiap panen juga selalu menghasilkan jumlah besar yang manfaatnya juga tidak hanya dirasakan internal kita tetapi juga masyarakat luas. Ini adalah wujud dedikasi pemasyarakatan untuk membantu kebutuhan pangan di wilayah tetap berlimpah," ucap Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy saat ikut langsung dalam panen yang digelar di lahan seluas 1200 m2 itu. 


Ia mengklaim hasil panen tomat tersebut cukup bagus dengan kualitas yang tidak kalah dibanding pasaran luar.


"Budidayanya 100% dilakukan oleh warga binaan, kita hanya memfasilitasinya dengan penyediaan pupuk, obat-obatan, dan benih, sisanya adalah hasil dari olah skil warga binaann yang memang sebelumnya sudah terampil dalam bercocok tanam," tambahnya. 


Pada kesempatan yang sama, Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menyampaikan panen kali ini menegaskan sekali lagi komitmen Lapas Namlea untuk mengimplementasikan salah satu dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di tahun 2026. 


"Sasarannya adalah memanfaatkan lahan idle atau lahan tidur untuk dijadikan lahan pertanian dan itu sudah kita lakukan di sisa lahan yang ada baik didalam dan diluar Lapas. Semuanya disiapkan untuk mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan," ujar Mustafa.(Za)

Selengkapnya

Ibadah Prapaskah Minggu IV, Warga Binaan Lapas Wahai Diajak Maknai Jalan Via Dolorosa

Maret 09, 2026

Foto : Ibadah Prapaskah Minggu IV, Warga Binaan Lapas Wahai Diajak Maknai Jalan Via Dolorosa

Wahai
, Globaltimurnn.com - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai ikuti ibadah Prapaskah Minggu IV dengan penuh khidmat di Gereja Ebenhaizer Lapas, Minggu (09/03/2026). Melalui ibadah tersebut, para Warga Binaan diajak untuk memaknai perjalanan penderitaan Yesus Kristus melalui jalan Via Dolorosa sebagai refleksi iman dan pertobatan dalam kehidupan sehari-hari.


Suasana ibadah berlangsung dengan penuh penghayatan. Para Warga Binaan mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan khusyuk sebagai bagian dari pembinaan kerohanian yang rutin dilaksanakan di balik tembok Lapas.


Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, yang turut mengikuti ibadah bersama, menyebut kegiatan ibadah bagi Warga Binaan merupakan bagian penting dari program pembinaan kepribadian. “Melalui kegiatan kerohanian seperti ibadah Prapaskah ini, kami berharap Warga Binaan dapat semakin memperkuat iman, menumbuhkan kesadaran diri, serta memaknai setiap proses kehidupan lewat jalan Via Dolorosa atau jalan kesengsaraan sebagai kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Tersih.


Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Susana Mouw, menjelaskan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu upaya untuk membentuk karakter Warga Binaan agar memiliki nilai-nilai spiritual yang kuat. “Kegiatan ini bertujuan agar mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan pembinaan rohani yang dapat menjadi bekal bagi mereka ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Merpaty.


Di tempat berbeda, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Dwi Ricky Biantoro, terus memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pembinaan kerohanian yang dilakukan di jajaran Pemasyarakatan wilayah Maluku.


“Kegiatan pembinaan keagamaan seperti di Lapas Wahai merupakan bagian penting dari proses Pemasyarakatan. Kami berharap kegiatan ini dapat membangun kesadaran spiritual Warga Binaan sehingga mereka mampu memperbaiki diri dan kembali menjadi anggota masyarakat yang baik saat reintegrasi sosial,” harap Ricky.


Sementara itu, dalam Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Elcrhis Latuny, melalui pembacaan Alkitab pada Injil Lukas 22:56–62, yang mengangkat tema '"Petrus Menyangkal Yesus", ia mengajak para Warga Binaan untuk belajar dari kisah Petrus yang sempat menyangkal Yesus, namun pada akhirnya menyadari kesalahannya dan bertobat.


“Perjalanan Via Dolorosa mengingatkan kita akan kasih dan pengorbanan Yesus Kristus bagi keselamatan umat manusia. Kisah Petrus juga mengajarkan bahwa setiap manusia pernah jatuh dalam kesalahan, tetapi selalu ada kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki diri,” terang Elchris.


Melalui kegiatan ibadah Prapaskah bagi Warga Binaan Kristiani, Lapas Wahai terus berkomitmen untuk menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kemandirian melainkan holistik, di antaranya melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan moral bagi seluruh Warga Binaan. (Za)

Selengkapnya

Terungkap! Ambon Bakal Punya RSUD Megah, Demi Kesehatan Gratis Warga Miskin!

Maret 09, 2026

Foto : Terungkap! Ambon Bakal Punya RSUD Megah, Demi Kesehatan Gratis Warga Miskin!

Jakarta
, Globaltimurnn.com – Kabar gembira datang untuk seluruh warga Ambon! Upaya Pemerintah Kota Ambon untuk memiliki rumah sakit daerah sendiri kini semakin nyata. Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, baru saja menggelar pertemuan krusial dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, di Gedung Kementerian Kesehatan Jakarta, Senin (09/03/2026). Hasilnya? Rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C di Kota Ambon semakin terang benderang. 

 

Dalam audiensinya, Pemkot Ambon mengusulkan pembangunan RSUD yang strategis di Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel). Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. RSUD ini diharapkan menjadi solusi jitu untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu di Ambon. 


“Kami mengusulkan pembangunan RSUD yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat miskin di Kota Ambon. Harapannya masyarakat desil satu sampai empat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis di sana,” tegas Bodewin. Ini adalah langkah maju yang akan mengubah wajah pelayanan kesehatan di Ambon!

 

Pertemuan penting ini juga dihadiri oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan S. Norimarna, menunjukkan keseriusan Pemkot dalam mewujudkan impian ini.

 

Bodewin Wattimena mengungkapkan bahwa pembangunan RSUD adalah kebutuhan mendesak. Bayangkan, hingga saat ini, Kota Ambon belum memiliki rumah sakit daerah sendiri! Kehadiran RSUD ini akan menjadi game changer, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memastikan setiap warga Ambon mendapatkan perawatan yang layak.

 

Selain membahas RSUD, Pemkot Ambon juga mengajukan beberapa usulan vital lainnya kepada Kementerian Kesehatan, termasuk peningkatan kualitas layanan puskesmas dan penanganan penyakit menular. 


Walikota Bodewin tak menampik bahwa pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sempat menghambat perbaikan fasilitas kesehatan di tingkat puskesmas. Oleh karena itu, dukungan anggaran dari pemerintah pusat sangat diharapkan untuk memperkuat layanan kesehatan dasar di kota berjuluk "Manise" ini.

 

Untuk pembangunan RSUD tipe C, Pemkot Ambon menyiapkan dua opsi menarik :

 1. Transformasi Puskesmas : 

Meningkatkan status Puskesmas Rawat Inap Hutumuri menjadi rumah sakit.

2. Bangun Baru yang Revolusioner: Membangun rumah sakit baru di wilayah Leitimur Selatan.

 


Bodewin menyoroti pentingnya fasilitas kesehatan di Leitisel. "Kita ingin wilayah Leitisel juga berkembang. Selama ini akses masyarakat ke rumah sakit cukup jauh, sehingga keberadaan rumah sakit di sana akan sangat membantu," jelasnya. Ini adalah visi besar untuk pemerataan pembangunan dan kesehatan di seluruh pelosok Ambon!

 

Kementerian Kesehatan pun memberikan respons yang sangat positif terhadap semua usulan Pemkot Ambon. Bahkan, pemerintah pusat siap mempertimbangkan dukungan anggaran mulai pertengahan tahun ini hingga tahun 2027. Sebuah sinyal positif yang membangkitkan optimisme!

 

Walikota Bodewin Wattimena berharap rencana mulia ini dapat segera terwujud, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat Ambon dapat terus meningkat dan mencapai level terbaik. Mari kita nantikan bersama hadirnya RSUD kebanggaan Kota Ambon. (Za)

Selengkapnya

Ambon Bergerak! Wawali Ely Toisutta Puji Pemuda Masjid sebagai Jantung Pembangunan Kota

Maret 09, 2026

Foto : Ambon Bergerak! Wawali Ely Toisutta Puji Pemuda Masjid sebagai Jantung Pembangunan Kota

Ambon
, Globaltimurnn.com – Semangat kebersamaan dan inovasi bergelora di Kota Ambon! Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Remaja Masjid Jami’ Al-Ukhuwa Kapaha dalam penutupan Ukhuwah Fest dan Bazar UMKM 2026 yang berlangsung meriah pada Senin (09/03/2026). Perhelatan akbar ini bukan hanya ajang keagamaan, melainkan bukti nyata potensi luar biasa generasi muda Ambon dalam membangun kota.

 

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Ely Toisutta memuji Remaja Masjid Jami’ Al-Ukhuwa Kapaha dan seluruh panitia yang sukses menyelenggarakan kegiatan inspiratif ini. Ia menyoroti bagaimana Ukhuwah Fest menjadi contoh brilian tentang peran generasi muda dalam menggerakkan roda aktivitas sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.

 

"Remaja Masjid Jami’ Al-Ukhuwa Kapaha telah menunjukkan bahwa pemuda memiliki potensi besar menjadi motor penggerak kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat," ujar Ely, menekankan pentingnya ruang kegiatan produktif di tengah dinamika masyarakat modern.

 

Bagi Ely, organisasi kepemudaan seperti remaja masjid bukan sekadar tempat berkumpul. Lebih dari itu, ia adalah "wadah pembinaan karakter, penguatan akhlak, serta pengembangan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat." Melalui Ukhuwah Fest, para pemuda diajak aktif dalam kegiatan keagamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat dan masa depan Ambon sebagai kota "orang basudara" yang menjunjung tinggi kebersamaan.

 


Tak hanya syiar keagamaan, Ukhuwah Fest 2026 juga diramaikan dengan Bazar UMKM yang sukses menjadi magnet bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Mereka mendapat panggung untuk mempromosikan produk-produk unggulan kepada masyarakat luas.

 

Wawali Ely menegaskan komitmen Pemkot Ambon dalam mendukung penuh kegiatan yang memacu pertumbuhan UMKM. "Melalui kegiatan bazar seperti ini, pelaku UMKM mendapat kesempatan memperkenalkan produknya sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat komunitas," jelasnya, menyoroti peran vital sektor UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan.


Ely Toisutta tak lupa memberikan pesan inspiratif. Ia mengajak generasi muda untuk terus mengisi waktu dengan kegiatan positif, mulai dari aktivitas keagamaan, sosial, olahraga, hingga berbagai kegiatan kreatif, sebagai benteng dari pengaruh negatif pergaulan bebas.

 

Ia juga menantang pemuda untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. "Melalui kegiatan sederhana seperti kerja bakti, edukasi masyarakat tentang kebersihan, serta gerakan peduli lingkungan," cetusnya, mendorong aksi nyata untuk Ambon yang lebih bersih dan hijau.

 


Menutup sambutannya, Wawali Ely mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba dalam Ukhuwah Fest 2026. Ia berharap prestasi ini menjadi pemicu semangat untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi bagi masyarakat. Bagi yang belum beruntung, ia berpesan untuk tidak menyerah. "Yang terpenting adalah proses dan keberanian untuk tampil serta menunjukkan kemampuan terbaik," pungkasnya, disambut tepuk tangan meriah.(Za)

Selengkapnya

Kalapas Saparua Sambut Gubernur Maluku Safari Ramadhan Bersama Warga Kulur

Maret 09, 2026

Foto : Kalapas Saparua Sambut Gubernur Maluku Safari Ramadhan Bersama Warga Kulur

Saparua
, Globaltimurnn.com – Kanwil Ditjenpas Maluku, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menyambut sekaligus mendampingi Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam kegiatan Safari Ramadhan di Negeri Kulur, Kecamatan Saparua Timur. Kehadiran Kalapas bersama jajaran Forkopimcam tersebut merupakan bentuk sinergi antar unsur pemerintah dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan di wilayah Pulau Saparua, Minggu (08/03/2026).


Penyambutan diawali di Pelabuhan Porto Saparua, di mana Kalapas Saparua bersama jajaran Forkopimcam menjemput kedatangan Gubernur Maluku beserta rombongan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bupati Maluku Tengah yang diwakili Asisten III Halid Pattisahusiwa, Kepala Kecamatan Saparua Winny P. Salamor, Sekretaris Kecamatan Saparua Timur Pitterson A. Jasso, Danramil Saparua Mayor Inf. Junaidi, Kapolsek Saparua AKP Semmy Leimena, Wakapolsek Saparua IPDA Arnold D. H. Sihombing, serta Kasubsektor Saparua Timur IPDA M. Ladoangin. Selanjutnya rombongan bergerak menuju Negeri Kulur untuk melaksanakan rangkaian Safari Ramadhan bersama masyarakat.


Setibanya di Negeri Kulur, Gubernur Maluku dan rombongan disambut hangat oleh masyarakat melalui tarian serta prosesi pengalungan kain sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan yang berkunjung ke wilayah tersebut.


Dalam rangkaian Safari Ramadhan tersebut, pemerintah menggelar sejumlah kegiatan sosial bagi masyarakat, di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian kacamata gratis bagi para lansia, serta penyerahan bantuan alat olahraga kepada para pemuda di Negeri Kulur. Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama antara gubernur dan rombongan bersama masyarakat setempat.


Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.


“Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, bulan di mana kita diajak untuk merenungkan diri, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan kita kepada Allah SWT/Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan.


“Melalui bulan suci Ramadhan ini, mari kita bangun rasa persatuan, rasa saling memiliki, saling toleransi, dan saling mengingatkan di antara sesama sehingga tercipta kerukunan, kedamaian, dan kebersamaan,” tambahnya.


Sementara itu, Asisten III Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Halid Pattisahusiwa, yang mewakili Bupati Maluku Tengah, mengajak masyarakat untuk menjaga keharmonisan selama bulan Ramadhan.


“Saya mengajak bapak dan ibu sekalian, di momentum Ramadhan ini mari kita sama-sama menjaga keharmonisan Ramadhan yang dalam Islam disebut ukhuwah Islamiah. Kehadiran Pak Gubernur di tengah-tengah kita hari ini juga merupakan wujud dari ukhuwah Islamiah,” ungkapnya.


Kalapas Saparua Pramuaji Buamonabot menyampaikan bahwa kehadiran Lapas Saparua dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah serta mempererat hubungan antara pemasyarakatan dengan masyarakat.


“Kami menyambut baik kegiatan Safari Ramadhan ini karena menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Lapas Saparua tentunya siap mendukung setiap kegiatan yang bertujuan mempererat kebersamaan dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.


Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, Lapas Kelas III Saparua menunjukkan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan unsur Forkopimcam dalam mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan, sekaligus memperkuat hubungan antara institusi pemasyarakatan dengan masyarakat di wilayah Pulau Saparua. (Za)

Selengkapnya

Dihadapan Mahasiswa Evav Jakarta–Jabar, Danlanal Tual Tegaskan: Pemuda Kei Harus Jadi Kebanggaan Bangsa ‎

Maret 09, 2026

Foto : Dihadapan Mahasiswa Evav Jakarta–Jabar, Danlanal Tual Tegaskan: Pemuda Kei Harus Jadi Kebanggaan Bangsa ‎

Globaltimurnn
.com, Ambon - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tual, Kodaeral lX, Kolonel Laut (P) Andik Putro Wibowo, S.Sos., CTMP., CHRMP., M.A.P, menghadiri kegiatan silaturahmi bersama mahasiswa asal Kota Tual dan Kepulauan Kei yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Evav Jakarta–Jawa Barat.


Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tual dan dilangsungkan di Hotel Giia Maluku, yang berlokasi di depan Thamrin City, Jakarta Pusat, Minggu petang (8/3/2026).


‎Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tual serta berbagai stakeholder terkait. Acara tersebut bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan dan membangun komunikasi antara pemerintah daerah dengan mahasiswa asal Tual dan Kepulauan Kei yang sedang menempuh pendidikan di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.


‎Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Tual bersama para pemangku kepentingan memberikan arahan serta motivasi kepada para mahasiswa agar terus menjaga semangat belajar, membangun karakter kepemimpinan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.


Pada kesempatan itu, Danlanal Tual dalam arahannya menegaskan bahwa mahasiswa merupakan generasi muda yang memiliki potensi besar dan menjadi harapan bangsa di masa depan.


‎“Teman-teman mahasiswa dan mahasiswi Kota Tual, kalian adalah generasi muda yang memiliki energi besar dan mimpi yang tinggi. Kalian bukan sekadar generasi penerus, tetapi juga penentu arah masa depan bangsa,” tegas Danlanal.


‎Ia menekankan bahwa menjadi pemuda harapan bangsa tidak harus selalu sempurna, namun harus memiliki keberanian untuk bermimpi, berjuang, serta bertanggung jawab atas setiap pilihan hidup.


Menurutnya, kegagalan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan tidak pernah berhenti mencoba, terus belajar, dan tetap konsisten mengejar cita-cita.


‎“Cita-cita itu ibarat bintang di langit. Mungkin terasa jauh, tetapi jika kita terus melangkah dengan tekad dan kerja keras, suatu saat kita akan mencapainya. Tetapkan tujuan hidup, lakukan langkah kecil setiap hari, dan nikmati setiap prosesnya,” ujarnya.


‎Danlanal Tual juga mengingatkan para mahasiswa untuk menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, maupun pergaulan negatif.


‎Ia mendorong para mahasiswa agar mengisi masa muda dengan kegiatan yang positif, seperti belajar, berorganisasi, berolahraga, maupun mengembangkan bakat di bidang seni dan kreativitas.


‎“Kalian adalah aset berharga bangsa. Dengan semangat, disiplin, serta komitmen untuk hidup sehat dan produktif, kalian dapat meraih cita-cita sekaligus menjadi kebanggaan bagi daerah dan bangsa Indonesia,” pesannya.


Kegiatan silaturahmi tersebut kemudian dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama, yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban antara mahasiswa, pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda Kota Tual.


‎Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara mahasiswa perantau dengan pemerintah daerah semakin erat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan serta kontribusi generasi muda bagi kemajuan Kota Tual dan Kepulauan Kei di masa depan. (Rdks) 

Selengkapnya

PH Tiga Terduga Pelaku Penganiayaan Di Loki Sebut Pemberitaan Salah Satu Media Online Di SBB Tebar Berita Hoax, Minta Polisi Transparan

Maret 09, 2026

Foto : PH Tiga Terduga Pelaku Penganiayaan Di Loki Sebut Pemberitaan Salah Satu Media Online Di SBB Tebar Berita Hoax, Minta Polisi Transparan 

Piru
, Globaltimurnn.com - Salah satu kasus dugaan penganiayaan yang sesuai informasi telah dilaporkan ke Polres Seram Bagian Barat baru - baru ini, menuai sorotan tajam PH dari yang diduga pelaku penganiayaan mengakibatkan matinya orang. 


Informasi ini disampaikan PH tiga tersangka yang dituding diduga pelaku penganiayaan Willibrodus Renyaan. SH yang di dampingi Frederikus Renyaan. SH kepada awak Media ini sore tadi di Desa Piru menjelaskan" Kejadian terjadi pada tanggal 15 Februari 2026, tepatnya pada Duain Jakarta Baru, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat. 


Lebih jelasnya Renyaan mengatakan" Kejadian tersebut terjadi kebetulan saat itu sedang di adakan pesta acara syukuran Wisuda. 


Namun sangat di sayangkan acara syukuran tersebut yang merupakan ungkapan bahagia atas diwisudakan warga Dusun Jakarta Baru itu di warnai situasi tidak menyenangkan dari warga Dusun sebelah yang bukan dari Dusun Jakarta Baru dalam kondisi yang sudah di pengaruhi miras, karena terbukti saat itu semua mata melihat ada sobotol miras yang berada di saku celana pengacau tersebut. Ungkap Renyaan 


Dikatakan-nya" Kejadian keributan tersebut terjadi sekitar antara pukul 11/12 malam atau pukul 23/24 malam, yang mana peribut yang diketahui bernama Iden dan Sadam. Sebutnya


Renyaan menyampaikan" Selama acara pesta berjalan tidak ada masalah maupun hambatan yang terjadi, namun tiba - tiba datang kedua orang peribut tersebut itu lalu mengatakan secara lantang "tutup pesta".


Dengan ucapan tegas tersebut, para pemuda dilokasi acara itu tidak merasa senang termasuk yang ditudukan ketiga dugaan pelaku MR, MSB, dan YR. 


Dari rasa tidak puas itulah, kedua peribut tersebut Iden dan Sadam akhirnya Iden di hajar oleh ketiga diduga pelaku yang kini jadi tersangka atas tuduhan penganiayaan hingga meninggalnya Sadam pada laka tunggal yang jauh dari lokasi pesta. 


Bahkan saat itu, ada ancaman dari Iden bahwa jika tidak menghentikan pesta maka akan bikin kaco, itu kalimat Iden saat berteriak meminta pesta dihentikan.


Akibat dari teriakan Iden itulah, maka terjadi pemukulan terhadap dirinya dan sempat ada teriakan berhenti " Onyong stop sudah" Dari teriakan itulah maka pemukulan pun terhenti. 


Dari kejadian itulah, Iden dan Sadam keduanya lansung bergegas pergi meninggalkan lokasi acara pesta, dan kurang lebih mencapai jarak yang berkisar 4 kilo meter, disitulah terjadi laka tunggal dan akhirnya terhempas jatuh. 


Dalam insiden laka tunggal itu, diketahui pengendara motor adalah Iden yang adalah korban pemukulan di acara pesta tersebut, namun dalam insiden laka tunggal itu yang meninggal akibat kecelakaan tersebut adalah Sadam yang ternyata bukan korban pemukulan di acara pesta. 


Yang anehnya, ketiga pelaku yang diduga pelaku penganiayaan MR, MSB, dan YR, sedangkan dari hasil olah TKP yang di sampaikan Kasat Serse Polres SBB kepada PH bahwa hasil olah TKP itu murni laka tunggal. Ungkapnya


Akibat laka tunggal itulah, Sadam meninggal dunia, keluarga korban pun melaporkan kasus penganiayaan ke Polres SBB anehnya fakta membuktikan meninggalnya Sadam adalah bukti laka tunggal bukan penganiayaan, karena terbukti yang di pukul di lokasi acara pesta adalah Idan bukan Sadam, terjadi laka tunggal itu jauh 4 kilo meter dari lokasi pesta, dan keduanya Sadam serta Idan mengendarai kendaraan dalam kondisi miras. Jelasnya


Lanjutnya" MR, MSB, dan YB, dilaporkan ke Polisi Polres SBB dengan tuduhan menganiaya hingga korban (Sadam) meninggal, sedangkan perbuatan Iden sebagai pengendara kendaraan hingga terjadi laka tunggal mengakibatkan meninggalnya Sadam yang mestinya di proses hukum karena kelalaian dan juga mengkonsumsi miras. 


Sadam meninggal murni laka tunggal yang jauh dari lokasi pesta, bukan akibat penganiayaan. Tegas Renyaan


Renyaan mengungkapkan" Hasil olah TKP terungkap bahwa Iden dan Sadam saat alami laka tunggal, terpelanting dengan motor sejarah 14 meter jauhnya. 


Sebagai warga negara yang baik harus memahami persoalan hukum yang terjadi, logika hukum dimana orang yang tidak dianiaya meninggal akibat laka tunggal. 


Menurut Renyaan, BAP yang di buat pihak Kepolisian Reserse Polres SBB belum melengkapi pihak ahli dalam persoalan tersebut, sementara hal tersebut di amanat kan dalam KUHAP terbaru. Terangnya


Menurut Renyaan" Kasus pidana yang menjerat Mulyadi Rahayaan, M. Sofyan Balabun, dan Yidwan Reubun, dinilai terlalu berbelit dan tidak transparan. 


Renyaan mengancam jika dalam persidangan nanti pihaknya akan meminta otopsi jenazah, kasus pidana adalah kasus formil, dan melekat materi formil dalam berproses kasus tersebut. 


Ditambahkan-nya" Dalam KUHAP baru, untuk hukuman 5 tahun ke bawah patut dilakukan restoratif jastis. 


Dalam insiden laka tunggal tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan unsur pidana, karenaeninggal akibat laka tunggal bukan akibat penganiayaan. 


Renyaan juga menyoroti pihak Kepolisian dalam berproses karena me urutnya Polisi dalam berproses harus melihat locus delicti, dan tempus delicti, yang yang tidak diperhatikan pihak penyidik. Sebut Renyaan


Sementara Frederikus Renyaan. SH sangat menyesalkan pemberitaan salah satu Media online di SBB yang memberitakan beberapa waktu lalu terkait kasus dugaan penganiayaan yang terjadi itu sangat - sangat tidak sesuai prosedur, dan tidak sesuai realita fakta yang terjadi, dan sangat melanggar kode etik jurnalistik pada Revisi/RUU Ciptakan Kerja pasal 18 ayat 3 yang mengatakan" Penyalahgunaan kode etik : wartawan dilarang menyebarkan berita yang mengandung unsur kebohongan, fitnah, kekerasan, atau pornografi, yang jika di langgar bisa di kena sangsi dewan pers atau pidana, serta mengancam sehari dia ke depan pihak salah satu Media online di SBB yang memberitakan tidak sesuai fakta itu agar sesegera mungkin memuat berita klarifikasi yang sesuai fakta. Tegas Frederikus


Media tersebut menyebarkan berita hoax sehingga menyulitkan para tersangka dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, baik secara pribadi maupun keluarga. Ucap Frederikus


Kata Frederikus" Jika betul sesuai fakta ketiga pelaku tersebut melakukan tindakan sesuai pasal 466 ayat 1, dan pasal 262 ayat 1, maka pihaknya sangat memberikan apresiasi langkah hukum dengan penetapan pasal yang di lakuka penyidik sudah sangat sesuai fakta dan kenyataan. Sebutnya


Terkait dengan olah TKP oleh pihak Kepolisian, dan penetapan pasal 466 dan 262 oleh penyidik pada 3 tersangka, hingga berita ini di turunkan belum ada keterangan resmi pihak Reserse Polres SBB. (***) 


Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT