globaltimurnn.com

Jumat, 29 Mei 2026

Ditresnarkoba Polda Sultra Gagalkan Peredaran 151 Gram Sabu di Konsel, Satu Pelaku Diamankan

Mei 29, 2026

Foto : Ditresnarkoba Polda Sultra Gagalkan Peredaran 151 Gram Sabu di Konsel, Satu Pelaku Diamankan

Konsel
, Globaltimurnn.com – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tenggara berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu seberat bruto 151,1 gram di wilayah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Kamis (28/5/2026) dini hari.


Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria bernama YA (30), warga Desa Rombo, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara.


Penangkapan dilakukan sekitar pukul 01.30 Wita di sebuah kamar kos nomor 02 yang berada di Jalan Mawar, Desa Kota Bangun, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.


Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra Kombes Pol Amri Yudhy Syamsualam, S.I.K., M.H melalui laporan resmi menyebutkan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya dugaan peredaran gelap narkotika lintas kabupaten di wilayah Desa Kota Bangun dengan modus sistem tempel.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim 1 Opsnal Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sultra bersama Kasubsatgas Narkoba Ops Pekat Anoa melakukan serangkaian penyelidikan berupa pemetaan, pemantauan jalur, hingga pembuntutan terhadap terduga pelaku.


“Dari hasil penyelidikan, tim berhasil mengetahui lokasi tempat tinggal terduga pelaku dan langsung melakukan upaya penangkapan,” ungkap Kombes Amri Yudhy.


Saat penggeledahan yang disaksikan aparat lingkungan dan warga setempat, petugas menemukan tiga sachet sabu siap edar dengan berat bruto 151,1 gram yang disimpan dalam tas paper bag warna cokelat di gantungan pakaian kamar kos pelaku.


Selain itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti lain berupa satu unit telepon genggam merek Pocophone warna abu-abu, tiga unit timbangan digital, dua ball plastik sachet kosong, satu sendok sabu warna pink, plastik bening, serta tas selempang warna abu-abu.


Hasil tes awal menggunakan tes kit menunjukkan barang bukti narkotika tersebut positif mengandung methamphetamine.


Dari hasil interogasi awal, tersangka mengaku diperintahkan oleh seorang narapidana yang berada di Lapas Kelas IIA Kendari melalui komunikasi aplikasi WhatsApp. Tersangka disebut mendapat upah sebesar Rp5 juta untuk setiap 500 gram sabu yang berhasil diedarkan.


Polisi menduga sabu tersebut akan kembali diedarkan di wilayah Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan.


Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mako Ditresnarkoba Polda Sultra guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.


Polda Sultra juga menyatakan akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang melibatkan narapidana dari dalam lembaga pemasyarakatan dan mengimbau kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. (V374) 

Selengkapnya

Milad Ke-3 Majelis Ta’lim Al-Madinah Jadi Momentum Tebar Kepedulian di Hari Raya Kurban

Mei 29, 2026

Foto : Milad Ke-3 Majelis Ta’lim Al-Madinah Jadi Momentum Tebar Kepedulian di Hari Raya Kurban

Ambon
, Globaltimurnn.com – Semangat berbagi dan nilai kemanusiaan terasa begitu kuat dalam kegiatan pembagian daging kurban yang dilaksanakan Majelis Ta’lim Al-Madinah Pemerintah Kota Ambon bersama Tim Penggerak PKK Kota Ambon di Pattimura Park, Jumat (29/05/2026).


Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan syukuran Milad ke-3 Majelis Ta’lim Al-Madinah Kota Ambon dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.


Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi terhadap konsistensi Majelis Ta’lim Al-Madinah dalam menjalankan berbagai program sosial dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.


Sambutan tertulis Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, dibacakan Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, yang hadir mewakili wali kota.


Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, dan solidaritas sosial.


“Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan kepada kita tentang ketulusan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Dari kisah itu kita belajar bahwa hidup bukan hanya tentang menerima, tetapi juga tentang memberi dengan penuh keikhlasan,” demikian sambutan tersebut.


Pemerintah Kota Ambon juga mengapresiasi pendistribusian daging kurban kepada sekitar 250 keluarga penerima manfaat, mulai dari masyarakat kurang mampu, kaum duafa, pegawai golongan bawah, hingga penyandang disabilitas.


Menurut Wali Kota, pembagian kurban menjadi simbol nyata kepedulian sosial yang mampu mempererat hubungan persaudaraan di tengah masyarakat Kota Ambon.


Selain pembagian daging kurban, perayaan Milad ke-3 Majelis Ta’lim Al-Madinah turut diisi dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan organisasi tersebut.


Sementara itu, panitia pelaksana menjelaskan bahwa pada Idul Adha tahun ini berhasil dihimpun empat ekor sapi dan empat ekor kambing yang merupakan sumbangan Pemerintah Kota Ambon.


Seluruh rangkaian kegiatan disebut terlaksana berkat dukungan Majelis Ta’lim Al-Madinah, TP-PKK Kota Ambon, serta kontribusi para donatur dan berbagai pihak yang turut mendukung kegiatan sosial keagamaan tersebut. (Za)

Selengkapnya

Masyarakat Adat Manusela Desak Balai TN Manusela Tinjau Ulang Batas Kawasan

Mei 29, 2026

Foto : Masyarakat Adat Manusela Desak Balai TN Manusela Tinjau Ulang Batas Kawasan 

Malteng
, Globaltimurnn.com - Puluhan warga adat Negeri Manusela, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, menggelar aksi penolakan terhadap penetapan titik koordinat 136 di kawasan Ilepa, Senin [25/5/2026]. Aksi dimulai pukul 09.00 WIT dengan diikuti anak-anak, orang tua, hingga pemuda adat.


Penolakan dipicu perubahan batas kawasan oleh Balai Taman Nasional Manusela. Menurut warga, titik koordinat baru digeser maju ke hutan produksi dan pemukiman adat sejauh 1 kilometer dari lokasi awal. Pergeseran itu dinilai menyerobot lahan produktif masyarakat berupa kebun, hutan sagu, dan area berburu.


Masyarakat nilai penetapan titik koordinat 136 mengancam kebun, hutan sagu, dan wilayah adat yang sudah dijaga turun-temurun “Sejak kedatangan tim patroli Balai Taman Nasional Manusela pada 15 September 2025, belum ada konfirmasi lanjutan untuk meninjau ulang titik koordinat tersebut. Sudah 6 bulan kami menunggu,” ujar salah satu perwakilan masyarakat dalam pernyataan tertulisnya.


Bagi masyarakat adat Manusela, hutan bukan sekadar ruang konservasi. Mereka menyebut hutan sebagai “pasar, apotik, sekaligus supermarket” karena menjadi sumber pangan, obat, dan mata pencaharian. Kehidupan mereka bergantung pada sistem adat _Soma, Lela, Lawa, dan Kaitahu_, serta aturan tradisional _Anapoha_ yang membatasi aktivitas jika terjadi pelanggaran terhadap tanah dan satwa adat.


Sebagai masyarakat kesatuan hukum adat yang telah ada sebelum negara terbentuk, warga Manusela menegaskan hak mereka atas wilayah adat perlu dihormati.


Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan enam tuntutan kepada Balai Taman Nasional Manusela:

1. Memperjelas tapal batas kawasan, termasuk arah maju-mundur dan zonasi di dalam wilayah produksi masyarakat adat.

2. Melakukan sosialisasi di 12 negeri penyangga yang berada dalam kawasan konservasi Balai Taman Nasional Manusela.

3. Memberikan jaminan kompensasi kepada masyarakat adat Negeri Manusela.

4. Memberikan pengakuan dan perlindungan hukum adat bagi masyarakat adat di negeri tersebut.

5. Memberikan keringanan hukum atas aktivitas adat di wilayah kawasan konservasi.

6. Mendesak pengesahan RUU Masyarakat Adat di tingkat nasional.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Balai Taman Nasional Manusela terkait enam poin tuntutan tersebut.


Aksi penolakan ini menambah daftar panjang konflik tenurial antara masyarakat adat dan kawasan konservasi di Maluku. Warga berharap dialog segera dibuka agar hak adat dan fungsi konservasi bisa berjalan beriringan. (Rdks)

Selengkapnya

28 Casis Bintara TNl AL Panda Ambon Dilepas Kodaeral lX Menuju Seleksi Pusat

Mei 29, 2026

Foto : 28 Casis Bintara TNl AL Panda Ambon Dilepas Kodaeral lX  Menuju Seleksi Pusat

Ambon
, Globaltimurnn.com - Sebanyak 28 Calon Siswa Bintara Prajurit Karier TNl Angkatan Laut Panitia Daerah (Panda) Ambon dilepas Wakil Komandan Kodaeral IX, Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., di Depan Lobby Mako Kodaeral IX, Halong, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku, Jum'at (29/5/2026).


Dari proses penyaringan Panda Ambon tersebut, terpilih 28 Casis terbaik yang terdiri dari 24 Casis Bintara Pria dan 4 Casis Bintara Wanita.


Kegiatan pelepasan ini, merupakan bentuk penghormatan atas perjuangan para Casis Bintara Panselinda Kodaeral IX yang telah berhasil melewati seluruh rangkaian seleksi ketat di tingkat daerah dan kini siap membawa nama Maluku untuk berjuang kembali pada seleksi tingkat pusat.


Keberangkatan para Casis ini juga merupakan buah dari proses penyaringan yang sangat panjang dan kompetitif. Tercatat, jumlah pendaftar awal secara online mencapai 304 orang.


Rangkaian seleksi ketat yang telah dilalui tersebut, meliputi berbagai tahapan ujian, diantaranya pendaftaran online, validasi, pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan I, uji psikologi I dan II, psikologi wawancara, tes kesamaptaan jasmani, mental ideologi, hingga diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan II.


Seluruh Casis yang dilepas hari ini akan langsung diberangkatkan untuk melaksanakan tahapan seleksi tingkat pusat yang diselenggarakan di Lembaga Penyediaan Tenaga TNI Angkatan Laut (Lapetal) Malang, Jawa Timur.


Kehadiran para Casis Kodaeral IX dalam seleksi pusat ini menjadi bukti nyata komitmen satuan dalam menjaring generasi muda yang tangguh, disiplin, serta berintegritas untuk bersaing di tingkat pusat.


Komandan Kodaeral IX melalui Wadan Kodaeral IX memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Casis atas dedikasi, semangat juang, dan kerja keras yang telah ditunjukkan selama mengikuti tahapan seleksi daerah yang menguras fisik serta mental.


Keberhasilan lolos ke tingkat  pusat nantinya diharapkan menjadi motivasi besar bagi para Casis untuk tetap menjaga kondisi fisik, mental, dan disiplin demi meraih hasil terbaik di Lapetal Malang.


Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Inspektur Kodaeral IX, para Pejabat Utama (PJU) Dankodaeral IX, para Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Kodaeral IX, serta para Pamen Kodaeral IX yang bersama-sama memberikan dukungan moril penuh kepada seluruh Casis sebelum diberangkatkan. (Rdks) 

Selengkapnya

Polda Sultra Catat 109 Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Sepanjang Januari - Mei 2026

Mei 29, 2026

Foto : Polda Sultra Catat 109 Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Sepanjang Januari - Mei 2026

Kendari
, Globaltimurnn.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara melalui Subdit V Tipidsiber mencatat sebanyak 109 laporan dugaan pencemaran nama baik di media sosial sepanjang Januari hingga pertengahan tahun 2026.


Laporan tersebut didominasi kasus yang terjadi melalui platform media sosial seperti Facebook dan Instagram.


Kanit 1 Unit 2 Subdit V Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Sultra, AKP Asfandy, S.H., M.H., mengatakan tingginya angka laporan tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital.


“Memasuki pertengahan tahun 2026, laporan pencemaran nama baik yang masuk di Subdit V Tipidsiber mencapai 109 laporan, baik yang terjadi di Facebook maupun Instagram,” ujar AKP Asfandy, Jumat (29/5/2026).


Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terpancing emosi saat membuat maupun membagikan unggahan di internet.


Menurutnya, banyak kasus bermula dari komentar, unggahan, maupun penyebaran informasi yang dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak hukum dan sosial.


“Bijak dalam bermedia sosial, berpikir dulu sebelum posting. Hati-hati dalam bersosial media, jangan mudah terpancing,” tegasnya.


Polda Sultra juga mengingatkan bahwa setiap aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum apabila mengandung unsur pencemaran nama baik, ujaran kebencian, maupun penyebaran informasi yang melanggar ketentuan perundang-undangan.


Melalui edukasi dan imbauan tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial demi menciptakan ruang digital yang aman dan kondusif. (V374) 

Selengkapnya

Sambut Piala Dunia 2026, Pemkot Ambon Siapkan Konvoi Persaudaraan untuk Satukan Euforia Warga

Mei 29, 2026

Foto : Sambut Piala Dunia 2026, Pemkot Ambon Siapkan Konvoi Persaudaraan untuk Satukan Euforia Warga

Ambon
, Globaltimurnn.com – Semarak menyambut Piala Dunia 2026 mulai terasa kuat di Kota Ambon. Berbagai bendera negara peserta tampak menghiasi jalan-jalan dan permukiman warga, menandakan besarnya antusiasme masyarakat terhadap pesta sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut, Jumat (29/05/2026). 


Di tengah tingginya euforia itu, Pemerintah Kota Ambon mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Piala Dunia sebagai ruang mempererat persaudaraan, bukan memunculkan perpecahan akibat perbedaan dukungan antar tim favorit.


Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Ricard Luhukay, menjelaskan bahwa pesan yang disampaikan Walikota Ambon saat membuka Turnamen Gawang Mini Perempuan di Stadion Galala beberapa waktu lalu merupakan bentuk ajakan menjaga keseimbangan antara semangat mendukung tim favorit dan rasa cinta terhadap bangsa sendiri.


Menurutnya, masyarakat bebas mengekspresikan dukungan kepada negara peserta Piala Dunia, namun simbol negara Indonesia tetap harus mendapat penghormatan utama.


“Pak Wali hanya mengingatkan bahwa semangat mendukung negara favorit jangan sampai menggeser rasa hormat kita kepada Merah Putih. Silakan pasang bendera negara peserta, tetapi identitas kita sebagai bangsa Indonesia harus tetap menjadi yang utama,” ujar Luhukay kepada wartawan di Balai Kota Ambon. 


Sebagai bagian dari upaya menjaga suasana tetap harmonis, Pemerintah Kota Ambon tengah menyiapkan agenda konvoi damai yang akan melibatkan berbagai komunitas pendukung sepak bola di kota ini. Kegiatan tersebut dirancang menjadi simbol kebersamaan antar fans, sekaligus menunjukkan wajah Ambon yang menjunjung tinggi nilai hidup orang basudara.


Menurut Luhukay, konvoi tersebut bukan sekadar perayaan sepak bola, tetapi juga ruang mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat yang memiliki pilihan tim berbeda-beda.


“Kami ingin semua fans bisa menikmati atmosfer Piala Dunia dengan damai. Tidak boleh ada sekat karena beda dukungan. Sepak bola harus menjadi pemersatu, bukan alasan munculnya konflik,” katanya.


Dispora Kota Ambon juga berencana menggelar pertemuan bersama seluruh pimpinan komunitas fans dan pecinta sepak bola sebelum kegiatan berlangsung. Dalam forum tersebut, seluruh pihak akan diajak menyatukan komitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan selama rangkaian kegiatan berlangsung.


Tak hanya itu, Pemerintah Kota Ambon juga membuka peluang dilakukannya deklarasi damai serta penandatanganan komitmen bersama antar komunitas sebagai bentuk kesepakatan menjaga situasi tetap kondusif sepanjang perhelatan Piala Dunia.


Rencana konvoi damai tersebut nantinya akan mendapat pengawalan dari aparat keamanan, termasuk pihak kepolisian dan TNI, guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.


Selain menjadi ajang hiburan masyarakat, Pemerintah Kota Ambon melihat momentum Piala Dunia sebagai peluang strategis memperkenalkan identitas daerah melalui konsep sport tourism dan branding kota di tingkat nasional maupun internasional.


Menurut Luhukay, antusiasme masyarakat Ambon yang dikenal fanatik terhadap sepak bola memiliki daya tarik tersendiri yang bisa menjadi perhatian publik luar daerah.


“Kalau suasana ini dikemas dengan baik dan tertib, Ambon bisa mendapat perhatian luas. Ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi bagaimana kita menunjukkan karakter masyarakat Ambon yang penuh semangat dan menjunjung persaudaraan,” ungkapnya.


Ia juga menyebutkan bahwa media nasional hingga lembaga penyiaran seperti TVRI dan RRI direncanakan ikut terlibat dalam mendukung kemeriahan suasana Piala Dunia di Kota Ambon.


“Ini kesempatan memperlihatkan kepada dunia bahwa Ambon punya ciri khas sendiri dalam menikmati sepak bola. Kita harus bangga dengan identitas daerah kita,” tandasnya.


Pertemuan teknis bersama komunitas fans dijadwalkan berlangsung beberapa hari sebelum pelaksanaan kegiatan. Sejumlah hal seperti rute konvoi, jumlah peserta, pola pengamanan hingga agenda deklarasi persaudaraan akan dibahas secara bersama-sama agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa pesan damai bagi masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Kamis, 28 Mei 2026

MENGENANG JM PATTIASINA DI TUBUH PERTAMINA, DIA BUKAN DIRUT TAPI TANPANYA PERMINA HANYA NAMA DI ATAS KERTAS

Mei 28, 2026

foto : MENGENANG JM PATTIASINA DI TUBUH PERTAMINA, DIA BUKAN DIRUT TAPI TANPANYA PERMINA HANYA NAMA DI ATAS KERTAS

Jakarta
, Globaltimurnn.com - Selama puluhan tahun, narasi populer tentang pendirian Pertamina hampir selalu terpusat pada satu nama Ibnu Sutowo. Tokoh karismatik berlatar belakang dokter dan tentara itu memang tercatat sebagai Dirut pertama PN Pertamina. Namun, sejarah industri tidak hanya ditulis oleh seorang komandan, tetapi juga oleh para insinyur di belakang layar yang membuat mesin-mesin benar-benar berputar.


Salah satu nama terbesar yang sengaja atau tidak sengaja tersembunyi dalam bayang-bayang kemegahan Pertamina adalah Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Johannes Marcus Pattiasina.


Artikel ini tidak bertujuan untuk mendegradasi peran siapa pun, tetapi untuk mengembalikan proporsi sejarah. Inilah fakta otentik tentang bagaimana seorang putra Maluku menjadi jantung teknis yang menghidupkan PT Permina di masa-masa paling kritisnya.


Pada tahun 1957, ketika Pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan minyak asing maka, lahirlah PN Permina. Namun, kelahiran ini tidak disertai dengan suara gemuruh mesin, melainkan erangan besi tua karatan dan dan nyaris mati. 


Keadaan saat itu sangat memprihatinkan. Infrastruktur hancur. Kilang-kilang di Pangkalan Brandan, Plaju (Palembang), dan Cepu dibiarkan rusak parah pasca aksi bumi hangus Belanda.

Tidak ada teknisi ahli, semua tenaga ahli Eropa pergi meninggalkan Indonesia. Sedikit sekali (bahkan belum ada) insinyur pribumi yang memiliki pengalaman mengoperasikan kilang modern.  Kekacauan keamanan, pemberontakan PRRI/Permesta dan ancaman separatis lainnya membuat lokasi-lokasi minyak menjadi medan perang. Secara sederhana, PERMINA lahir dalam keadaan koma klinis. Ada badan hukum, ada direksi, tetapi tidak ada produksi.


Di sinilah peran seorang J.M. Pattiasina dimulai, Siapa J.M. Pattiasina sebelum Permina? Beliau adalah seorang teknisi minyak andalan yang pernah bekerja di BPM (Bataafsche Petroleum Maatschappij), perusahaan minyak Belanda di masa kolonial. Di era pendudukan Jepang, ia adalah satu dari sedikit pribumi yang berani "bermain api" dengan teknologi minyak, bahkan berhasil memperbaiki kilang yang dihancurkan Belanda tanpa bantuan asing. Setelah kemerdekaan, ia direkrut menjadi perwira TNI dengan pangkat Mayor, dan bergabung dengan Kesatuan Zipur (Zeni Tempur), karena pemerintah tahu bahwa mengamankan kilang sama pentingnya dengan mengamankan medan perang. 

Ketika Permina dibentuk, para petinggi negara (termasuk Ibnu Sutowo) menghadapi dilemma, mereka punya legalitas dan stok pimpinan, tetapi tidak punya OTAK TEKNIS, tidak punya engineer yang bisa membaca blue print kilang, menghitung tekanan fluida, atau memulihkan instalasi katalitik yang kompleks.

Pattiasina adalah jawaban atas dilema itu, Secara struktural, Pattiasina menjabat sebagai Direktur Teknik PN Permina dan kemudian menjadi Wakil Direktur Utama. Namun secara fungsional, ia adalah" Perancang ulang industri minyak nasional. Ia menyusun master plan rehabilitasi kilang. Bukan hanya memperbaiki yang rusak, tetapi mendesain ulang sistem aliran minyak dari hulu ke hilir menggunakan sumber daya lokal.

Beliau adalah pendidik generasi pertama insinyur minyak Indonesia. Karena tidak ada sekolah formal yang cukup, Pattiasina membuat SEKOLAH LAPANGAN di lokasi kilang, Ia mengajar para tentara Zipur dan pemuda desa untuk menjadi operator, mekanik, dan teknisi.

JM Pattiasina adalah Penjamin keamanan energi di tengah perang. Dalam kapasitasnya sebagai perwira TNI, ia menyusun sistem pertahanan untuk kilang. Ia menerapkan prinsip defense in depth yang menempatkan pos-pos penyamaran di sekitar instalasi vital, menyembunyikan sumur-sumur strategis, dan memastikan produksi tidak berhenti meskipun di bawah tekanan pemberontakan.


Mari kita lihat fakta-fakta teknis yang membuktikan perannya"

Tantangan 1: Kilang Pangkalan Brandan (Sumatera Utara) lumpuh total.

Tindakan Pattiasina: Dengan tim kecil mantan pekerja BPM, ia memetakan kerusakan. Ia memutuskan untuk tidak mengimpor suku cadang dari luar negeri karena embargo ekonomi saat itu. Sebaliknya, ia merancang substitusi lokal, gear pump dari bekas mesin kapal, boiler dari drum baja yang dimodifikasi, sistem kontrol manual dari katup bekas.

Hasilnya: Dalam waktu 6 bulan, kilang menyala kembali. Produksi mencapai 30% dari kapasitas desain, cukup untuk memenuhi kebutuhan logistik TNI dan masyarakat sekitar.

Tantangan 2, Kekurangan tenaga ahli teknik.

Tindakan Pattiasina: Menginisiasi program On-the-Job Training for Combat Engineers. Ia melatih prajurit Zipur untuk membaca diagram pipa, mengelas di bawah tekanan, dan memperbaiki pompa sentrifugal. Para prajurit ini kemudian menjadi tentara teknisi yang bisa bertempur sekaligus memperbaiki mesin.

Hasilnya luar biasa: Terbentuknya korps teknik minyak dalam tubuh TNI AD yang kemudian menjadi cikal bakal Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) untuk urusan migas.


Tantangan 3 Ancaman sabotase dari kelompok separatis.

Tindakan Pattiasina: Merancang sistem redundansi operasional. Ia memastikan bahwa setiap fungsi penting kilang memiliki cadangan di lokasi yang berbeda. Jika satu pipa diledakkan, aliran bisa dialihkan ke jalur lain secara manual dalam hitungan menit.

Hasilnya spektakuler; Kilang tetap beroperasi meskipun terjadi beberapa kali aksi sabotase. Ini adalah prestasi teknik militer yang langka pada masanya.


Sebuah pertanyaan bagi kami semua, Mengapa Nama Pattiasina Tidak Setenar Ibnu Sutowo?

Pertanyaan ini penting untuk dijawab secara jujur dan netral, Ada beberapa alasan utama yaitu perbedaan tipologi kepemimpinan. Ibnu Sutowo adalah publik figur yang karismatik, ahli diplomasi, dan sangat terampil dalam membangun jaringan politik serta bisnis. Ia adalah wajah Permina di hadapan presiden, parlemen, dan investor asing. Sedangkan JM Pattiasina adalah figur teknis yang introvert, lebih nyaman di lapangan daripada di ruang rapat. Baginya, kilang yang berasap lebih berarti daripada pidato yang menggelegar.

Sejarah perusahaan di Indonesia selama Orde Baru cenderung fokus pada tokoh-tokoh sentral yang dekat dengan kekuasaan. Sementara peran para teknisi dan pelaksana lapangan sering diabaikan atau hanya disebut dalam catatan kaki.  Namun, bagi sejarawan serta pakar ekonomi yang objektif, peran JM Pattiasina adalah pilar struktural yang tanpanya Permina tidak akan pernah lepas landas.


Warisan Abadi untuk Pertamina

Ketika PN Permina bergabung dengan PN Pertamina (hasil nasionalisasi perusahaan minyak asing lainnya) menjadi Pertamina pada tahun 1968, struktur teknis yang dibangun Pattiasina tetap dipertahankan. Standar operasional, pelatihan tenaga kerja, sistem keamanan kilang, semua itu masih berpijak pada fondasi yang ia letakkan di akhir 1950-an dan awal 1960-an.

Bahkan setelah Pattiasina pensiun dari militer dan dunia usaha, jejaknya tetap hidup:

Para insinyur senior Pertamina generasi 1970-an adalah murid-murid tidak langsung dari Pattiasina. Konsep ketahanan energi nasional yang sekarang sering didengung-dengungkan, sebenarnya telah ia praktikkan setengah abad yang lalu yang menghasilkan minyak dari sumber daya sendiri, dengan tenaga sendiri, di tengah tekanan musuh.


Tulisan ini tidak bermaksud mengganti narasi "Pendiri Pertamina" dari satu nama ke nama lain. Sejarah organisasi sebesar Pertamina tidak pernah dibangun oleh satu orang. Ada tim, ada kolektivitas, ada konteks politik dan ekonomi yang kompleks. Namun, jika kita berbicara tentang siapa yang secara teknis menghidupkan PT Permina di masa-masa awalnya yang paling kritis, maka jawabannya tidak bisa lain, Brigadir Jenderal TNI (Purn.) J.M. Pattiasina.

Ia bukan direktur utama. Ia tidak duduk di kursi empuk. Ia adalah otak di balik mesin, tangan yang memperbaiki denyut nadi perusahaan ketika hampir semua orang mengira Permina akan mati sebelum sempat hidup.

Untuk itu, rakyat Indonesia terutama anak muda Maluku, para insinyur nasional, dan seluruh keluarga besar Pertamina, wajib mengenang jasanya. Bukan dengan monumen yang megah, tetapi dengan memahami satu kebenaran sederhana. Kemandirian energi bangsa ini tidak lahir dari ruang rapat ber-AC. Ia lahir dari keringat seorang putra Saparua yang tidak takut mengotori tangannya dengan minyak dan darah. Dalam setiap tetes BBM yang kita konsumsi hari ini, mengalir juga setetes kisah tentang J.M. Pattiasina, seorang teknisi yang menjadi jenderal, seorang jenderal yang memilih bekerja di kilang daripada di istana. Itulah harga sesungguhnya dari kemerdekaan energi kita. (V374)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT