globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 01 Oktober 2026

Wujudkan Pengisian Jabatan Berbasis Sistim Merit Dan Integritas, Kajati Maluku Rudy Irmawan Pimpin Seleksi Jabatan Eselon III.B

Oktober 01, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rudy Irmawan, S.H., M.H., memimpin pelaksanaan seleksi pengisian jabatan struktural Eselon III.B, yakni jabatan Koordinator dan Kepala Bagian Tata Usaha di lingkungan Kejaksaan Tinggi Maluku. Kegiatan seleksi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kejaksaan Tinggi Maluku dan diikuti oleh sembilan orang peserta, pada Kamis (1/10/2026).


Dalam pelaksanaan seleksi tersebut, Kajati Maluku didampingi oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Datuk Rosihan Anwar, S.H., M.H., selaku Ketua Tim Penilai. Adapun anggota Tim Penilai terdiri atas Asisten Intelijen Diky Oktavia, S.H., M.H., Asisten Tindak Pidana Umum I Wayan Suardi, S.H., M.H., Asisten Tindak Pidana Khusus Radot Parulian, S.H., M.H., Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Raden Sudaryono, S.H., M.H., Asisten Pemulihan Aset Devi F. Muskitta, S.H., M.H., Asisten Pengawasan Bobby Ruswin, S.H., M.H., serta Kepala Bagian Tata Usaha Dr. Resmen, S.H., M.H.


Seleksi ini merupakan bagian dari upaya penataan dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya dalam memastikan pengisian jabatan struktural yang dilaksanakan secara objektif, transparan, profesional, dan akuntabel melalui penerapan Sistem Merit.


Tim Penilai melakukan penjaringan terhadap para Jaksa di wilayah Kejaksaan Tinggi Maluku dengan mempertimbangkan kriteria umum berdasarkan kualifikasi, kompetensi, potensi, kinerja, integritas, dan moralitas secara adil tanpa diskriminasi. Melalui mekanisme tersebut, diharapkan pejabat yang nantinya diusulkan benar-benar memenuhi persyaratan serta memiliki kapasitas dan komitmen dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan.


Adapun sembilan peserta yang mengikuti seleksi tersebut, yaitu:

1. Achmad Bhirawa Bissawab, S.H., M.H., Kasi Pengendalian Operasi pada Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Maluku.

2. Anjar Satrio Istyawan, S.H., M.H., Kasubbid Penyelesaian Aset pada Asisten Bidang Pemulihan Aset Kejati Maluku.

3. M. Ruslan Marasabessy, S.H., M.H., Kasi IV pada Asisten Bidang Intelijen Kejati Maluku.

4. Feza Reza, S.H., M.H., Pemeriksa Intelijen pada Asisten Bidang Pengawasan Kejati Maluku.

5. Aizit Priyandhi Latuconsina, S.H., M.H., Kasi III pada Asisten Bidang Intelijen Kejati Maluku.

6. Ardy, S.H., M.H., Kasi Penerangan Hukum pada Asisten Bidang Intelijen Kejati Maluku.

7. Hasan M. Taher, S.H., M.H., Kasi V pada Asisten Bidang Intelijen Kejati Maluku.

8. Rita Helda Santje Akollo, S.H., M.H., Pemeriksa Keuangan pada Asisten Bidang Pengawasan Kejati Maluku.

9. Selamat Indra Wijaya, S.H., M.H., Kasi B pada Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejati Maluku.


Dalam tahapan seleksi, masing-masing peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan makalah secara terbuka di hadapan pimpinan yang bertindak sebagai Tim Penilai. Makalah tersebut mengangkat tema “Peran Strategis Kejaksaan RI dalam Melindungi Kepentingan Negara dan Masyarakat demi Terwujudnya Kepercayaan Publik”, sebagaimana tema yang telah ditetapkan oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia.


Penilaian terhadap makalah peserta meliputi sejumlah indikator, yakni identifikasi isu hukum, ketepatan dasar hukum, kualitas analisis, kekuatan kesimpulan dan rekomendasi, sistematika penulisan, serta aspek orisinalitas. Indikator tersebut menjadi bagian penting dalam menilai kemampuan analisis, pemahaman hukum, pola pikir strategis, serta gagasan peserta dalam menjawab berbagai tantangan pelaksanaan tugas Kejaksaan.


Selama proses seleksi berlangsung, masing-masing peserta menunjukkan kesiapan dalam menyampaikan gagasan dan mempertahankan argumentasi melalui presentasi di hadapan Tim Penilai. Proses ini menjadi ruang bagi peserta untuk memperlihatkan kompetensi, wawasan, serta pemahaman mengenai peran strategis Kejaksaan dalam melindungi kepentingan negara dan masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.


Penerapan mekanisme seleksi berbasis Sistem Merit ini juga menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa pengisian jabatan dilakukan berdasarkan kemampuan dan kelayakan, bukan atas dasar pertimbangan subjektif maupun kepentingan tertentu. Selain menjaga kualitas sumber daya manusia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mencegah praktik jual beli jabatan di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.


Setelah seluruh tahapan seleksi selesai, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku akan mengusulkan Jaksa peserta yang terpilih kepada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan dengan melampirkan Berita Acara Hasil Penilaian beserta dokumen pendukung yang dipersyaratkan. Jumlah calon yang diusulkan akan disesuaikan dengan kuota yang telah ditetapkan bagi Kejaksaan Tinggi Maluku, yaitu dua orang calon dan satu orang calon cadangan.


Melalui pelaksanaan seleksi ini, Kejaksaan Tinggi Maluku diharapkan dapat menghasilkan calon pejabat yang memiliki kompetensi, integritas, profesionalisme, dan dedikasi tinggi dalam menjalankan amanah jabatan. 


Dengan demikian, pengisian jabatan struktural tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan hukum, serta mewujudkan institusi Kejaksaan yang profesional, berintegritas, dan semakin dipercaya oleh masyarakat. (Rdks) 

Selengkapnya

Satu Longboat Di Perairan Laut Aru Mati Mesin, Berhasil Dievakuasi Unit SAR Dobo

Oktober 01, 2026


Dobo
, globaltimurnn.com - Dua orang penumpang dari sebuah longboat mati mesin di sekitar Perairan Kepulauan Aru kembali berhasil diselamatkan Tim Rescue USS Dobo.


Dua orang korban tersebut a.n Ehot 50 tahun dan Risto 6 tahun berhasil ditemukan Tim USS Dobo dalam keadaan selamat disekitar Perairan Pulau Babi, Kabupaten Kepulauan Aru, pada Kamis sore pukul 16.25 wit. 


Kedua korban tersebut selanjutnya di evakuasi Tim Rescue USS Dobo menuju kembali ke Kota Dobo guna diserahkan kepada pihak keluarga. 


Koordinator USS Dobo Glenn Tehupuring menjelaskan "Ehot dan Risto diketahui bertolak dari Dobo menuju Desa Hokmat menggunakan sebuah longboat pukul 12.00 wit. Namun setibanya disekitar Perairan Pulau Babi pada pukul 14.20 wit longboat yang mereka gunakan mengalami mati mesin dan terombang-ambing. 


Pukul 14.50 usai kami terima informasi dari Bapak Mances Matakur, Tim langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian dan  berhasil menemukan kedua korban dalam keadaan selamat. Kini kedua korban sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut. 


Data korban: 

1. Ehot 50 L

2. Risto 6 L


Operasi SAR melibatkan Tim Rescue USS Dobo dan keluarga korban. 

Data Cuaca dilapangan dilaporkan  Berawan, Angin Tenggara kecepatan 27 Knots dan Tinggi Gelombang 2,5 Meter 


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (Rdks) 

Selengkapnya

Perkuat Soliditas Prajurit, Wadan Kodaeral IX Pimpin Upacara Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026

Oktober 01, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Wakil Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Wadan Kodaeral) IX, Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi, mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Apel Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Maluku, Kamis (1/10/2026).


Upacara berlangsung khidmat dan diikuti Inspektur Kodaeral IX, Kapoksahli Kodaeral IX, para Pejabat Utama (PJU), Kepala Satuan Kerja, perwira, bintara, tamtama, serta prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodaeral IX.


Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Tema tersebut menegaskan kembali posisi Pancasila sebagai dasar negara sekaligus landasan pemersatu bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Rangkaian upacara diisi dengan pembacaan Teks Pancasila yang diikuti seluruh peserta sebagai bentuk penghayatan terhadap nilai-nilai dasar negara. Pengucapan Pancasila tersebut menjadi pengingat bahwa nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta keadilan sosial harus tercermin dalam sikap dan tindakan setiap warga negara, termasuk dalam pelaksanaan tugas prajurit TNI Angkatan Laut.


Momentum peringatan juga ditandai dengan pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila. Ikrar tersebut menjadi penegasan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan Pancasila sebagai ideologi serta dasar negara, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan di tengah berbagai tantangan yang dapat menguji ketahanan bangsa.


Bagi prajurit dan PNS Kodaeral IX, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kedinasan maupun bermasyarakat. 


Nilai persatuan, gotong royong, disiplin, tanggung jawab, serta pengabdian kepada bangsa dan negara menjadi bagian penting dalam membangun karakter personel yang profesional dan berintegritas.


Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kodaeral IX meneguhkan semangat persatuan dan kesatuan serta soliditas seluruh personel dalam menjalankan tugas. Semangat tersebut menjadi landasan bagi prajurit Kodaeral IX untuk terus meningkatkan profesionalisme dan melaksanakan tugas menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah laut Indonesia, khususnya di wilayah Maluku.


Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak hanya bertumpu pada kemampuan pertahanan, tetapi juga pada kokohnya persatuan, teguhnya ideologi Pancasila, dan kesadaran seluruh elemen bangsa untuk menjaga keutuhan NKRI. (Rdks) 

Selengkapnya

Kodaeral IX Gelar Kauseri Agama dan Doa Bersama, Sambut Kenaikan Pangkat

Oktober 01, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX menggelar Kegiatan Agama Untuk Siraman Rohani Islam (Kausri) dan doa bersama dalam rangka menyambut kenaikan pangkat kala waktu 1 Oktober 2026 yang digelar di Mesjid Nurul Imam, Mako Kodaeral lX, Halong, Kota Ambon, Kamis (1/10/2026)


Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri kenaikan pangkat sekaligus memperkuat kesiapan mental dan spiritual prajurit serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengemban amanah dan tanggung jawab yang lebih besar.


Kegiatan diikuti para Pejabat Utama (PJU), Kepala Satuan Kerja (Kasatker), serta seluruh prajurit dan ASN di lingkungan Kodaeral IX. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sesuai agama masing-masing sebagai wujud pembinaan mental dan spiritual personel.


Bagi prajurit dan ASN beragama Islam, kauseri agama dan doa bersama dilaksanakan di Masjid Nurul Iman Kodaeral IX dengan menghadirkan Koorsmin Kodaeral IX, Kolonel Marinir Akhmad Mukhroji, sebagai pemberi tausiyah.


Dalam ceramahnya, Kolonel Marinir Akhmad Mukhroji mengangkat pentingnya mensyukuri nikmat kesehatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, kesehatan dan kesempatan untuk menjalani kehidupan merupakan karunia yang sangat berharga dan harus disyukuri serta dimanfaatkan untuk berbuat kebaikan dan memberikan pengabdian terbaik.


Ia juga menekankan bahwa kenaikan pangkat bukan semata-mata penghargaan atas pelaksanaan tugas, tetapi sekaligus amanah yang diikuti peningkatan tanggung jawab. Karena itu, personel yang memperoleh kenaikan pangkat diharapkan mampu menjadikannya sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja, disiplin, profesionalisme, serta kualitas pengabdian.


Kenaikan pangkat hendaknya diiringi dengan peningkatan rasa syukur melalui ibadah, keteladanan, dan pelaksanaan tugas secara sungguh-sungguh. Dengan demikian, pangkat dan jabatan yang dipercayakan dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, organisasi, bangsa, dan negara.


Usai kauseri agama, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Seluruh jamaah memanjatkan doa agar anugerah kenaikan pangkat membawa keberkahan, diberikan kesehatan jasmani dan rohani, keteguhan iman, serta kelancaran dan keselamatan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pengabdian kepada negara.


Doa juga dipanjatkan agar seluruh personel Kodaeral IX senantiasa diberikan keikhlasan, kekuatan, kebijaksanaan, dan kemampuan dalam menjalankan amanah sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.


Sementara itu, prajurit dan ASN Kodaeral IX yang beragama Kristen melaksanakan ibadah dan doa bersama di Gereja Mahanaim Kodaeral IX. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur atas berkat kenaikan pangkat sekaligus permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa memberikan bimbingan, hikmat, kebijaksanaan, kesehatan, dan perlindungan kepada pimpinan serta seluruh personel Kodaeral IX dalam melaksanakan tugas pengabdian.


Melalui kauseri agama dan doa bersama ini, Kodaeral IX tidak hanya memaknai kenaikan pangkat sebagai capaian kedinasan, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperkuat komitmen moral dan spiritual dalam menjalankan amanah.


Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkokoh mental, moral, solidaritas, disiplin, dan semangat kejuangan seluruh prajurit serta ASN Kodaeral IX, sehingga mampu memberikan pengabdian terbaik dalam menjaga kedaulatan negara di laut serta mendukung terwujudnya TNI Angkatan Laut yang profesional, modern, dan tangguh demi kejayaan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

PKJL AMGPM, Menyiapkan Kader yang Berakar dalam Iman dan Berani Menjawab Tantangan Zaman

Oktober 01, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Masa depan tidak pernah lahir begitu saja. Ia dipersiapkan melalui proses panjang, melalui pembelajaran, pengalaman, pembentukan karakter, hingga keberanian untuk mengambil tanggung jawab.


Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, gereja, masyarakat, bangsa dan negara membutuhkan generasi muda yang bukan hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga memiliki fondasi iman, wawasan intelektual dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.


Pesan itulah yang mengemuka ketika Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., membuka secara resmi Pendidikan Kader Jenjang Lanjutan (PKJL) Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Kota Ambon Tahun 2026, Kamis (01/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 1–3 Oktober 2026 di Aula Balai Pertanian Provinsi Maluku itu mengusung tema “Membentuk Kader Transformatif yang Berakar dalam Iman, Bertumbuh dalam Intelektual, dan Berdampak bagi Dunia.”


Tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata. Bagi Bodewin, tema itu menggambarkan tantangan sekaligus tanggung jawab yang harus dijawab oleh setiap kader AMGPM.


Sebab, menjadi kader tidak cukup hanya dengan memahami bagaimana sebuah organisasi berjalan. Lebih dari itu, kader harus ditempa menjadi pribadi yang mampu berpikir, mengambil keputusan, memimpin, sekaligus membawa nilai-nilai iman ke dalam kehidupan nyata.


Pendidikan kader ini sangat penting karena melalui proses inilah kita membentuk pribadi-pribadi kader AMGPM. Bukan hanya memahami organisasi, tetapi juga meningkatkan kualitas intelektual dan kualitas iman spiritual sebagai warga gereja. 


PKJL merupakan jenjang lanjutan dalam proses pengkaderan AMGPM, setelah tahapan dasar dan menengah. Karena itu, peserta yang berada pada jenjang ini dipandang telah memasuki tahap untuk mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.


Bodewin melihat proses tersebut sebagai ruang untuk mengasah cara berpikir sekaligus membangun kematangan seorang kader, Di ruang pendidikan kader inilah peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak untuk melihat persoalan secara lebih luas, berdiskusi, menguji gagasan dan belajar mengambil keputusan.


Sebab, ketika kelak berada di tengah organisasi maupun masyarakat, seorang pemimpin tidak selalu berhadapan dengan persoalan yang memiliki jawaban sederhana, Diperlukan kemampuan untuk membaca perubahan, memahami persoalan dan menentukan langkah yang tepat, Karena itu, Bodewin menekankan pentingnya melahirkan kader transformatif.


Menurutnya, pemimpin transformatif bukanlah mereka yang sekadar mampu berbicara tentang perubahan, melainkan mereka yang mampu membawa perubahan itu menjadi tindakan nyata.


Pemimpin transformatif harus mampu membawa organisasi yang dipimpinnya menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan mampu menjadi contoh yang baik bagi orang-orang yang dipimpinnya. 


Bagi Bodewin, ada dua hal yang tidak boleh dipisahkan dalam pembentukan kader AMGPM: iman dan intelektual, Iman menjadi akar yang memberi arah, sementara kemampuan intelektual menjadi kekuatan untuk membaca perkembangan zaman.


Kader yang memiliki iman diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai kekristenan dalam ruang gereja, tetapi mampu menerjemahkannya melalui sikap dan perilaku sehari-hari.


Di sisi lain, kader juga dituntut untuk tidak berhenti pada cara berpikir yang sempit. Wawasan harus diperluas, mulai dari persoalan organisasi, kehidupan sosial, pembangunan daerah hingga tantangan bangsa dan negara.


Fondasi iman dan wawasan intelektual yang baik harus diwujudkan melalui perilaku hidup sehari-hari serta kepedulian sosial yang nyata terhadap lingkungan, Dengan demikian, iman tidak berhenti sebagai pengetahuan, sementara intelektual tidak berhenti sebagai teori.


Di situlah seorang kader diharapkan mampu memberikan dampak bagi lingkungan di sekitarnya, Dalam pandangan Bodewin, AMGPM memiliki posisi penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia dan calon pemimpin masa depan.


Ia bahkan menggambarkan AMGPM sebagai sebuah “dapur” tempat lahir dan ditempanya manusia-manusia yang kelak dapat mengambil peran di berbagai bidang kehidupan.


Dari ruang-ruang organisasi gereja, kader dibentuk untuk kemudian hadir di tengah masyarakat dengan kemampuan dan tanggung jawab yang lebih besar.


Menurutnya, jejak tersebut sudah terlihat dari banyaknya kader AMGPM yang kini dipercaya mengemban berbagai tanggung jawab, termasuk di lingkungan Pemerintah Kota Ambon.


Karena itu, ia berharap proses pengkaderan tidak berhenti pada kegiatan semata, tetapi terus melahirkan generasi yang mampu mengisi ruang-ruang strategis dalam kehidupan masyarakat.


Harapannya, AMGPM selalu mampu menghasilkan kader-kader yang membanggakan gereja dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Ke depan, semakin banyak kader AMGPM yang dapat mengisi posisi-posisi penting dan strategis, Pesan Bodewin kemudian bergerak lebih jauh, dari ruang organisasi menuju masa depan Kota Ambon.


Menurutnya, pembangunan kota tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah. Begitu pula gereja atau organisasi kepemudaan tidak dapat berjalan sendiri dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat, Pemerintah, gereja, organisasi kepemudaan dan berbagai elemen masyarakat memiliki ruang dan tanggung jawab masing-masing untuk berkontribusi membangun kota.


Karena itu, Pemerintah Kota Ambon menyatakan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan AMGPM, mulai dari pengurus besar, daerah, cabang hingga ranting, Bagi Bodewin, semakin kuat kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui organisasi kepemudaan, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan bagi masyarakat.


PKJL AMGPM Daerah Kota Ambon 2026 akhirnya bukan sekadar agenda organisasi yang berlangsung selama tiga hari, Di dalamnya ada proses untuk membentuk cara berpikir, menguatkan karakter, memperdalam iman dan menumbuhkan keberanian untuk mengambil tanggung jawab.


Para peserta diharapkan tidak hanya keluar dari kegiatan ini dengan membawa sertifikat atau tambahan pengetahuan, tetapi juga membawa perspektif baru tentang arti menjadi seorang kader.


Menjadi kader berarti bersedia belajar, Menjadi kader berarti siap berubah, Dan menjadi kader transformatif berarti memiliki keberanian untuk menjadikan apa yang dipelajari sebagai tindakan yang memberi manfaat bagi orang lain.


Dari ruang PKJL inilah harapan itu diletakkan: lahir generasi muda AMGPM yang menjadikan iman sebagai akar, intelektual sebagai kekuatan berpikir, dan kepedulian sosial sebagai bentuk nyata pengabdian.


Generasi yang kelak tidak hanya siap memimpin organisasi, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi bagi gereja, masyarakat, pemerintahan, bangsa dan negara.


Dengan dimulainya PKJL AMGPM Daerah Kota Ambon Tahun 2026, tiga hari ke depan menjadi bagian dari perjalanan panjang menyiapkan kader-kader muda untuk menjawab perubahan zaman dan mengambil bagian dalam menjaga serta membangun masa depan Ambon Manise.(Za)

Selengkapnya

Dari Meja Pendaftaran Menuju Musda, Babak Baru Golkar Kota Ambon Dimulai

Oktober 01, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Pagi itu, aktivitas di Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Ambon terasa berbeda. Sejumlah tahapan mulai dipersiapkan. Dokumen disusun, formulir pendaftaran disiapkan, sementara panitia mulai menerima kader yang datang untuk mencari informasi mengenai pencalonan.


Dari tempat inilah satu tahapan penting menuju Musyawarah Daerah (Musda) ke-X Partai Golkar Kota Ambon dimulai.


Kamis, 1 Oktober 2026, DPD Partai Golkar Kota Ambon resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon periode 2025–2030. Pendaftaran akan berlangsung selama tiga hari, 1 hingga 3 Oktober 2026, sebelum seluruh tahapan bermuara pada pelaksanaan Musda yang dijadwalkan pada 8 Oktober 2026.


Bagi sebuah partai politik, pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian nama di struktur organisasi. Di dalamnya terdapat proses konsolidasi, komunikasi, persaingan gagasan, sekaligus upaya menjaga agar dinamika internal tetap berada dalam koridor organisasi.


Hal itulah yang menjadi perhatian panitia Musda ke-X Partai Golkar Kota Ambon.


Ketua Steering Committee (SC) Musda ke-X, Saka Ririhena, mengatakan panitia tidak menutup ruang bagi kader yang ingin mengambil bagian dalam proses pencalonan.


“Sebagai panitia Steering Committee, kami ditugaskan untuk menerima semua bakal calon dan mengarahkan proses-proses yang akan berlangsung dalam Musda nanti,” kata Saka.


Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pintu pencalonan dibuka bagi kader yang memenuhi ketentuan organisasi.


Di tengah dinamika menjelang Musda, panitia juga memilih memperkuat konsolidasi. Pengurus di tingkat kecamatan dilibatkan dalam komunikasi internal untuk menjaga agar seluruh proses berjalan dalam suasana yang kondusif.


Saka menyadari bahwa setiap momentum Musda memiliki dinamika tersendiri. Perbedaan pandangan dan pilihan merupakan bagian dari proses organisasi. Namun, menurutnya, dinamika tersebut perlu dikelola melalui komunikasi dan konsolidasi.


“Kami berusaha semaksimal mungkin menjaga semua potensi yang ada agar tidak terjadi ruang-ruang yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memunculkan suasana yang tidak kondusif,” ujarnya.


Ia berharap seluruh unsur partai dapat tetap berada dalam satu semangat yang sama.


“Kita berusaha merangkul mereka dan menciptakan suasana yang kondusif di internal Partai Golkar. Menuju Musda ini kita harapkan semua bisa bersatu di bawah payung Partai Golkar,” katanya.


Di balik meja pendaftaran, proses pencalonan tidak berhenti pada siapa yang datang mengambil formulir, Ada sejumlah persyaratan organisasi yang harus dipenuhi setiap bakal calon.


Panitia menetapkan 10 persyaratan utama. Bakal calon harus memiliki pengalaman sebagai pengurus partai sekurang-kurangnya satu periode atau lima tahun yang dibuktikan dengan SK kepengurusan selama satu periode penuh.


Pendidikan minimal yang dipersyaratkan adalah Diploma III (D3), dengan bukti ijazah asli dan legalisir.


Selain itu, bakal calon harus memiliki Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela (PD2LT), memiliki kapabilitas dan akseptabilitas, serta memenuhi ketentuan mengenai surat keterangan bersih diri.


Persyaratan lainnya berkaitan dengan pendidikan kader dan latihan partai, termasuk pendidikan kepemimpinan dan kaderisasi.


Calon juga diwajibkan berdomisili di wilayah Kota Ambon yang dibuktikan dengan KTP serta dokumen pendukung lainnya.


Kemudian ada satu unsur penting dalam mekanisme pencalonan: dukungan.


Bakal calon harus memperoleh dukungan minimal 30 persen sesuai komposisi suara yang ditetapkan dalam Musda. Selain itu, calon harus bersedia meluangkan waktu, bekerja secara kolektif untuk kepentingan partai, serta mengikuti seluruh tahapan pemilihan hingga Musda pada 8 Oktober 2026.


Sekretaris Panitia Pendaftaran, Ahmad Ilham Sipahutar, S.IP., menjelaskan bahwa kader yang berminat dapat mengambil formulir di Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Ambon pada 1 hingga 2 Oktober 2026.


Sementara itu, pengembalian berkas dijadwalkan pada 3 Oktober 2026, Namun, pengembalian berkas memiliki ketentuan yang harus dipenuhi. Bakal calon harus sudah mengantongi dukungan minimal 30 persen.


Menurut Ilham, terdapat 10 suara dalam komposisi dukungan tersebut. Unsurnya terdiri dari lima pimpinan kecamatan, yakni Sirimau, Teluk Ambon, Baguala, Nusaniwe dan Leitimur Selatan, ditambah unsur organisasi dan kelembagaan Partai Golkar.


“Totalnya ada 10 suara. Jadi 30 persen berarti minimal tiga dukungan untuk pengembalian berkas,” jelasnya.


Dukungan tersebut harus diserahkan bersamaan dengan pengembalian berkas, Panitia masih memberikan ruang untuk perbaikan yang bersifat administratif, misalnya dokumen KTP yang kurang jelas. Namun, penambahan surat dukungan setelah batas waktu pengembalian berkas tidak diperkenankan.


Ketentuan itu menjadi bagian dari upaya panitia menjaga agar seluruh bakal calon mengikuti mekanisme yang sama sejak awal proses, Salah satu persyaratan yang juga mendapat perhatian adalah domisili, Kader yang mengambil formulir tetap dapat mengikuti proses pendaftaran. Namun, pemenuhan seluruh persyaratan akan diverifikasi sebelum seseorang ditetapkan sebagai calon.


Bagi panitia, domisili bukan sekadar persoalan administratif, Ada alasan yang berkaitan dengan fungsi politik sebuah partai: kedekatan dengan masyarakat.


Partai politik harus bersentuhan dengan masyarakat. Kita tidak bisa memimpin lalu tidak bersama-sama dengan masyarakat. Kita harus mengetahui apa yang menjadi kegelisahan masyarakat, demikian penjelasan panitia.


Karena itu, persyaratan domisili menjadi salah satu bagian yang akan diperiksa dalam proses verifikasi, Seluruh bakal calon nantinya akan melewati tahapan pemeriksaan dokumen berdasarkan aturan organisasi. Terpenuhi atau tidaknya persyaratan akan menentukan apakah proses pencalonan dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya.


Di tengah persiapan menuju Musda, satu pesan kembali disampaikan panitia: proses ini bukan disiapkan untuk satu nama atau figur tertentu, Pendaftaran dibuka untuk seluruh kader Partai Golkar yang memenuhi ketentuan.


Kader yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) dan memenuhi persyaratan organisasi dipersilakan mengambil formulir, melengkapi dokumen, mencari dukungan sesuai mekanisme, kemudian mengikuti tahapan verifikasi.


Dengan demikian, sejak 1 Oktober 2026, ruang pencalonan resmi telah dibuka, Siapa saja yang akan mengisi ruang tersebut masih menjadi bagian dari proses yang berjalan, Panitia kini berkonsentrasi memastikan setiap tahapan berlangsung sesuai aturan. Dari pengambilan formulir, pengembalian berkas, verifikasi persyaratan, hingga akhirnya memasuki Musda ke-X pada 8 Oktober 2026.


Bagi Partai Golkar Kota Ambon, Musda bukan hanya tentang siapa yang akan memimpin, Ada pekerjaan organisasi yang menunggu setelah Musda selesai: konsolidasi, menjaga soliditas kader, memperkuat struktur, serta memastikan partai tetap hadir dan bersentuhan dengan masyarakat.


Karena itu, harapan panitia sederhana: proses yang dimulai dari meja pendaftaran ini dapat menemukan kader yang mampu melanjutkan kerja organisasi untuk lima tahun ke depan.


“Kami berharap akan lahir kader-kader terbaik Golkar Kota Ambon untuk memimpin partai ini lima tahun ke depan,” tutup Ilham. (Za)

Selengkapnya

Secangkir Kopi, Ruang Baru Ekonomi Ambon: Point Coffee Resmi Hadir di Indogrosir

Oktober 01, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Aroma kopi dan aktivitas pembukaan gerai baru mewarnai suasana Indogrosir Ambon, Kamis (01/10/2026). Hari itu, Point Coffee resmi membuka outlet terbarunya, menghadirkan bukan sekadar tempat untuk menikmati secangkir kopi, tetapi juga ruang baru bagi masyarakat untuk bertemu, bersantai, sekaligus menjadi bagian dari geliat usaha dan ekonomi Kota Ambon.


Grand opening Point Coffee di Indogrosir Ambon menjadi penanda bertambahnya pilihan ruang nongkrong bagi masyarakat. Dengan konsep yang disebut lebih nyaman dan fresh, outlet tersebut menawarkan beragam pilihan produk, mulai dari aneka minuman kopi, roti savory hingga berbagai makanan ringan.


Di tengah aktivitas masyarakat yang terus bergerak, kedai kopi kini tidak lagi hanya menjadi tempat membeli minuman. Ia berkembang menjadi ruang perjumpaan—tempat orang berbincang, bertukar ide, bertemu rekan kerja, hingga sekadar mengambil jeda dari kesibukan sehari-hari.


Konsep itulah yang turut dibawa Point Coffee melalui kehadiran outlet barunya di Indogrosir Ambon.


Grand opening tersebut turut dihadiri Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., bersama unsur Forkopimda, perwakilan TNI, manajemen Indogrosir Ambon, manajemen Point Coffee dan para tamu undangan.


Namun, di balik peresmian sebuah gerai kopi, terdapat cerita yang lebih besar tentang bagaimana sebuah kota terus mencari ruang bagi pertumbuhan ekonominya.


Bagi Pemerintah Kota Ambon, kehadiran sebuah usaha baru, sekecil apa pun skalanya, tetap memiliki arti.


Bodewin menyampaikan apresiasi kepada manajemen Indogrosir dan Point Coffee karena telah memilih Kota Ambon sebagai salah satu lokasi pengembangan usaha.


Menurutnya, investasi yang masuk ke daerah dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menggerakkan perekonomian, terutama melalui sektor perdagangan dan jasa.


Kota Ambon, kata Bodewin, memiliki karakter sebagai kota dengan potensi ekonomi yang kuat pada sektor jasa, perdagangan dan pariwisata. Dengan keterbatasan sumber daya alam, pengembangan ekonomi kota perlu diarahkan pada sektor-sektor yang memang menjadi kekuatan perkotaan.


Karena itu, Ambon tidak cukup hanya menjadi tempat orang tinggal.


Kota ini, menurut Bodewin, harus terus dibangun menjadi tempat yang nyaman untuk berinvestasi, bekerja, belajar, menjalankan usaha, sekaligus menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat.


Di titik inilah kehadiran Point Coffee menjadi bagian dari cerita yang lebih luas.


Sebuah gerai baru berarti ada aktivitas ekonomi baru. Ada pekerja yang terlibat, ada pemasok yang bergerak, ada pelanggan yang datang dan ada interaksi ekonomi yang berlangsung setiap hari.


Tetapi bagi Bodewin, pertumbuhan usaha tidak berhenti pada bertambahnya jumlah gerai.


Ada satu hal yang menurutnya tidak kalah penting: masyarakat lokal harus ikut merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi tersebut.


Karena itu, ia berharap setiap pelaku usaha yang membuka bisnis di Kota Ambon dapat memberikan kesempatan kerja kepada warga lokal, terutama untuk posisi yang tidak membutuhkan keahlian khusus.


Pekerjaan seperti pramuniaga dan posisi lainnya yang tidak membutuhkan keterampilan spesifik, menurutnya, dapat menjadi ruang bagi masyarakat Kota Ambon untuk memperoleh kesempatan kerja.


Sementara tenaga kerja dengan keahlian tertentu dapat didatangkan dari daerah lain apabila kebutuhan tersebut belum dapat dipenuhi oleh tenaga kerja lokal.


Harapan tersebut, ditegaskan Bodewin, bukan dimaksudkan untuk membatasi kesempatan masyarakat dari daerah lain.


Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan bahwa pertumbuhan investasi di Kota Ambon juga membuka pintu bagi masyarakat yang tinggal di kota ini.


Sebab, ketika sebuah usaha tumbuh di tengah masyarakat, manfaat pertumbuhannya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha, tetapi juga oleh lingkungan di sekitarnya.


Ada pula sisi lain yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Ambon: tanggung jawab sosial dunia usaha.


Bodewin mengingatkan bahwa kemudahan yang diberikan pemerintah kepada para pelaku usaha perlu berjalan bersama dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.


Menurutnya, perusahaan tidak hanya diharapkan hadir untuk menjalankan aktivitas bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).


Dengan demikian, keberadaan sebuah usaha dapat menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat.


Harapannya, Point Coffee tidak hanya tumbuh sebagai sebuah jaringan gerai, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi Kota Ambon yang memberikan manfaat lebih luas.


Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan, tempat minum kopi telah berkembang menjadi bagian dari kehidupan sosial. Ruang-ruang seperti Point Coffee memungkinkan masyarakat memiliki tempat untuk berhenti sejenak, bertemu, berbicara dan membangun relasi.


Namun, dari sudut pandang pemerintah, cerita tentang sebuah gerai baru tidak berhenti pada meja, kursi dan secangkir kopi.


Di dalamnya terdapat cerita tentang investasi, kesempatan kerja, perputaran ekonomi dan harapan agar dunia usaha ikut tumbuh bersama masyarakat.


Karena itu, Bodewin berharap kehadiran Point Coffee dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar sekaligus ikut menggerakkan roda perekonomian Kota Ambon.


Ia juga mengajak pemerintah, pelaku usaha, TNI-Polri dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga Ambon sebagai kota yang aman, nyaman dan damai. Lingkungan yang kondusif dinilai penting agar aktivitas ekonomi dapat terus tumbuh dan berkembang.


Pada akhirnya, sebuah gerai kopi mungkin hanya membutuhkan ruang untuk berdiri.


Tetapi ketika ruang itu hadir di sebuah kota, ia dapat menjadi bagian dari cerita yang lebih besar: tentang orang-orang yang bekerja, masyarakat yang beraktivitas, pelaku usaha yang berinvestasi, dan sebuah kota yang terus mencari cara untuk tumbuh.


“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, kami menyampaikan selamat dan sukses kepada semua pihak yang berkaitan dengan outlet ini. Kiranya usaha ini dapat tumbuh, berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta turut mengambil bagian dalam menggerakkan perekonomian Kota Ambon,” pungkas Bodewin. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT