
Foto : Serbu Kantor Negeri Ullath, Dan Palang Kantor, Warga Desak Raja Harus Mundur
Saparua, Globaltimurnn.com - Ratusan Warga Negeri Ullath, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, menggelar aksi penyegelan kantor pemerintahan desa sekaligus mendesak Kepala Pemerintah Negeri atau Raja Ullath Hans. M. Nikijuluw untuk mundur, baik secara hormat maupun melalui pemberhentian tidak hormat.
Aksi tersebut berlangsung pada Senin (13/4/2026) di halaman Kantor Negeri Ullath, disaksikan langsung oleh Raja Ullath, Ketua Saniri Negeri, serta Camat Saparua Timur.
Sekitar 500 warga terlibat dalam aksi tersebut, Mereka menyatakan kekecewaan terhadap kinerja kepala pemerintahan yang dinilai tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya.
Raja Ullath kami nilai gagal mengelola Anggaran Desa 2025, Kenyataannya adalah Anggaran Tahun 2025 yang dicairkan hanyalah Dana Desa Tahap 1 2025, Sementara Tahap selanjutnya tidak berhasil dicairkan," tutur dia.
Sementara itu Aktivis Persaudaraan Indonesia Timur Yoppy Beilohy mengatakan masyarakat juga menilai kepala pemerintahan tidak menjalankan tugas secara optimal karena kerap meninggalkan tanggung jawab dalam waktu lama tanpa alasan yang jelas.
Juga belum adanya kejelasan terkait proses administrasi pengajuan anggaran tahun 2026, meski sudah memasuki bulan April," sambung dia.
Atas berbagai persoalan tersebut, masyarakat meminta Saniri Negeri selaku perwakilan warga untuk segera menindaklanjuti tuntutan ini ke Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. (***)




















