
Foto : Cegah Gangguan Sejak Dini, Lapas Wahai Libatkan Personel Koramil Dalam Operasi Penggeledahan
Wahai, Globaltimurnn.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus ciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Sebagai langkah konkret deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), pihak Lapas menggelar penggeledahan blok hunian dengan menggandeng personel dari Komando Rayon Militer (Koramil) 1502-05 Wahai. Rabu (29/04/2026).
Kegiatan yang dimulai pada malam hari hari ini menyasar seluruh kamar hunian Warga Binaan. Petugas gabungan melakukan pemeriksaan secara mendetail, mulai dari penggeledahan badan hingga penyisiran setiap sudut ruangan guna memastikan tidak adanya barang-barang terlarang yang masuk ke Lapas, seperti handphone, narkoba, maupun senjata tajam.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, menyatakan pelibatan personel TNI merupakan wujud nyata sinergi Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Wahai. "Kami tidak ingin lengah. Melibatkan rekan-rekan dari Koramil adalah strategi deteksi dini untuk memastikan bahwa stabilitas kamtib Lapas tetap terjaga. Kehadiran TNI juga memberikan dukungan moril bagi petugas kami dalam menjalankan fungsi pengamanan," ujarnya.
Di sisi lain, perwakilan Koramil Wahai, Sersan Dua Rustandi menegaskan pihaknya siap mendukung penuh upaya Lapas dalam menjaga ketertiban. Menurutnya, koordinasi lintas instansi seperti ini sangat penting untuk memitigasi risiko gangguan keamanan yang bisa terjadi kapan saja.
"Kami siap mendukung penuh setiap upaya Lapas Wahai dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Sinergi ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk memastikan tidak ada celah bagi gangguan keamanan sekecil apa pun," tegas Hamim.
Penggeledahan berlangsung secara humanis, namun tetap tegas. Petugas tetap mengedepankan etika dan menghormati hak-hak Warga Binaan selama proses penyisiran berlangsung. Hasil dari razia selama penyisiran berlangsung berupa, tiga korek api, satu pak kartu poker, satu pak kartu domino, satu tissue medis, satu kunci, satu card reader, satu cincin, dua jarum, dan satu headset yang telah rusak yang akan didata dan dimusnahkan sebagai transparansi dan komitmen Lapas Wahai menuju wilayah yang bersih dari barang terlarang.
Menanggapi aksi sigap jajaran Lapas Wahai, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaborasi tersebut. Ia menegaskan sinergi dengan APH lain adalah kunci utama dalam menjaga kedaulatan keamanan di Lapas.
"Sekecil apapun barang terlarang yang ditemukan, itu adalah potensi gangguan. Saya instruksikan kepada seluruh jajaran untuk terus konsisten melakukan pengawasan. Jangan beri ruang bagi barang-barang yang dapat memicu ketidakkondusifan. Mari kita wujudkan Lapas yang bersih dan berwibawa melalui kerja sama lintas sektoral seperti ini," ajak Ricky.
Dengan dilaksanakannya operasi gabungan ini, diharapkan stabilitas keamanan di Lapas Wahai tetap terjaga sehingga program pembinaan bagi Warga Binaan berjalan optimal tanpa adanya gangguan dari dalam maupun luar. (Za)



















