globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Selasa, 03 November 2026

EAST Coffee Resmi Diluncurkan di Ambon, Hotel Santika Premiere Angkat Kekayaan Kopi dan Identitas Kepulauan Rempah

November 03, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kekayaan Maluku sebagai negeri yang dikenal dengan julukan The Spice Islands kembali mendapat ruang untuk diperkenalkan melalui cara yang berbeda. Kali ini, cerita tentang kekayaan daerah tersebut hadir dalam secangkir kopi melalui peluncuran EAST Coffee, brand kopi terbaru yang diperkenalkan Hotel Santika Premiere Ambon.


Mengusung tagline “From the Spice Islands”, EAST Coffee tidak sekadar hadir sebagai pilihan minuman baru, tetapi membawa misi memperkenalkan karakter, cita rasa, serta kekayaan budaya Maluku melalui pengalaman menikmati kopi yang dikemas secara modern.


Peluncuran brand tersebut berlangsung pada Selasa (03/11/2026), pukul 16.00 hingga 18.00 WIT, bertempat di Infinity Pool Area, lantai 5 Hotel Santika Premiere Ambon. Menghadap panorama Teluk Ambon, kegiatan ini berlangsung dalam suasana sore yang hangat dan menghadirkan pengalaman berbeda bagi para undangan.


EAST Coffee lahir dari gagasan untuk menghubungkan dunia kopi dengan identitas daerah. Maluku yang selama berabad-abad dikenal melalui kekayaan rempah-rempahnya kini dihadirkan dalam sebuah konsep yang lebih dekat dengan gaya hidup masyarakat modern.


Melalui brand ini, Hotel Santika Premiere Ambon ingin menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sebuah pengalaman yang memiliki nilai, karakter, dan daya tarik tersendiri.


Tidak hanya memperkenalkan produk, peluncuran EAST Coffee juga dikemas sebagai perjalanan mengenal kopi melalui perpaduan rasa, cerita, dan suasana khas Ambon.


Salah satu agenda utama adalah Coffee Journey Tasting, yang memberikan kesempatan kepada para undangan untuk mengenal sajian sekaligus mengeksplorasi pengalaman rasa yang ditawarkan EAST Coffee.


Suasana semakin istimewa dengan Exclusive Logo Reveal, yakni pengenalan identitas visual EAST Coffee yang merepresentasikan semangat dan filosofi From the Spice Islands. Penampilan live music turut melengkapi rangkaian acara, menciptakan suasana santai di tengah panorama Teluk Ambon menjelang matahari terbenam.


General Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Edy Dwi Sutrisno, mengatakan bahwa kehadiran EAST Coffee merupakan bagian dari upaya hotel untuk terus menghadirkan inovasi produk yang memiliki keterkaitan dengan potensi dan kekayaan daerah.


Menurutnya, Maluku mempunyai kekayaan alam, rempah-rempah, serta budaya yang luar biasa. Potensi tersebut perlu diperkenalkan melalui berbagai bentuk kreativitas agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.


“Maluku memiliki kekayaan alam, rempah, dan budaya yang luar biasa. Melalui EAST Coffee, kami ingin memperkenalkan kekayaan tersebut dalam bentuk pengalaman menikmati kopi yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus tetap menghargai akar budaya kita. Kami berharap EAST Coffee dapat menjadi kebanggaan dan membawa cerita Maluku kepada lebih banyak orang,” ujar Edy.


Ia menjelaskan, inovasi yang dikembangkan hotel tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga harus mampu menghadirkan makna dan memberikan nilai tambah bagi para tamu.


Karena itu, EAST Coffee diharapkan tidak berhenti sebagai brand minuman, melainkan berkembang menjadi identitas yang memiliki cerita tersendiri dan meninggalkan kesan bagi setiap orang yang menikmatinya.


“Bagi kami, inovasi yang baik adalah inovasi yang memiliki makna dan memberikan nilai tambah. Kami ingin EAST Coffee tumbuh sebagai brand yang tidak hanya dinikmati, tetapi juga dikenang melalui cita rasa dan cerita yang dibawanya. Semoga langkah ini menjadi awal dari perjalanan berkelanjutan dalam memperkenalkan kekayaan Maluku melalui hospitality,” tambahnya. 


Kehadiran EAST Coffee menjadi salah satu bentuk kreativitas Hotel Santika Premiere Ambon dalam mengangkat potensi lokal melalui industri perhotelan dan kuliner.


Di tengah perkembangan gaya hidup dan industri hospitality, identitas daerah menjadi kekuatan yang dapat memberikan pengalaman berbeda kepada para tamu. Melalui pendekatan tersebut, kopi tidak hanya dipandang sebagai sajian untuk dinikmati, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan cerita tentang daerah asalnya.


Dengan menggabungkan cita rasa, identitas lokal, dan konsep modern, EAST Coffee diharapkan mampu memperkaya pengalaman kuliner para tamu sekaligus memperluas pengenalan terhadap kekayaan Maluku.


Sebab, dari Kepulauan Rempah, selalu ada cerita yang layak dikenal lebih luas. Dan kali ini, cerita itu dihadirkan melalui secangkir kopi.

(Za)

Selengkapnya

Kapolres SBB Sambangi Desa Lumoly, Pererat Hubungan Dengan Masyarakat

November 03, 2026


Lumoly
, globaltimurnn.com – Dalam upaya mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat, Kapolres Seram Bagian Barat AKBP REFINDO PRADIKTA RULANDO, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., melaksanakan kegiatan silaturahmi bersama Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Lumoly, Rabu (04/11/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Pj. Kepala Desa Lumoly Dominggus Sasake, Pendeta Ny. Christie B. Ahuluheluw, W.Ssi., Wakil Ketua BPD Daniel Lemos, para Kepala Soa Thomas Sasake, Alberth Lattu, Yos Lumapoi dan Batseba Lumapoi, serta perangkat Desa Lumoly.


Dalam pertemuan tersebut, Kapolres SBB membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat guna memperkuat hubungan kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).


Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan, memperkuat persatuan dan kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan demi terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.


Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pihak Kepolisian dalam menyikapi serta menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat melalui komunikasi, koordinasi dan musyawarah.


Menurut Kapolres, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kebersamaan dan kepedulian untuk menjaga situasi yang damai dan harmonis.


Melalui kegiatan silaturahmi ini, Kapolres berharap hubungan antara Polres SBB dengan Pemerintah Desa dan masyarakat Lumoly semakin erat, sehingga tercipta kerja sama yang baik dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat.


Mari kita terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan dan membangun komunikasi yang baik. Katong samua basudara, sehingga setiap persoalan hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin melalui dialog dan musyawarah,"* pesan Kapolres.

Selengkapnya

Tak Hanya Layani Kunjungan, Lapas Piru Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Keluarga Warga Binaan

November 03, 2026


Piru
, Globaltimurnn.com — Kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana yang memberikan manfaat nyata. Hal inilah yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru dengan menghadirkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung dan keluarga warga binaan di area layanan kunjungan, Selasa (03/11/2026).


Di tengah aktivitas pelayanan kunjungan, Lapas Piru tidak hanya memastikan proses pertemuan antara warga binaan dan keluarga berjalan tertib, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang datang berkunjung.


Program yang dilaksanakan oleh Seksi Perawatan Lapas Piru tersebut menjadi salah satu bentuk peningkatan pelayanan publik yang lebih humanis, sekaligus membuka akses pemeriksaan kesehatan sederhana bagi pengunjung tanpa dipungut biaya.


Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan tekanan darah, konsultasi terkait keluhan kesehatan, hingga pemberian obat-obatan dan vitamin sesuai kebutuhan berdasarkan hasil pemeriksaan awal petugas.


Melalui layanan ini, pengunjung tidak hanya mendapatkan kesempatan bertemu dengan anggota keluarga yang sedang menjalani masa pembinaan, tetapi juga memperoleh perhatian terhadap kebutuhan kesehatan mereka.


Perawat Lapas Piru, Ns. Suryani, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan dilakukan secara langsung dengan memperhatikan kondisi dan keluhan setiap pengunjung. Petugas berupaya memberikan pemeriksaan serta penanganan awal sesuai kebutuhan masing-masing.


“Kami melakukan pemeriksaan tekanan darah, mendengarkan keluhan kesehatan, kemudian memberikan obat-obatan atau vitamin sesuai kebutuhan. Harapannya, pelayanan sederhana ini dapat membantu pengunjung lebih memperhatikan kondisi kesehatannya,” ungkap Suryani.


Kehadiran pelayanan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu pengunjung berinisial D mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pihak Lapas Piru.


Menurutnya, fasilitas tersebut memberikan kemudahan bagi keluarga warga binaan untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus menyampaikan keluhan tanpa harus terlebih dahulu mencari pelayanan kesehatan di luar lingkungan Lapas.


“Saya sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini. Selain bisa memeriksakan tekanan darah, kami juga dapat menyampaikan keluhan kesehatan dan mendapatkan arahan dari petugas. Ini merupakan bentuk perhatian yang sangat baik kepada pengunjung,” tuturnya.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik harus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.


Menurutnya, pelayanan pemasyarakatan tidak sebatas menghadirkan keamanan, ketertiban, dan kelancaran proses kunjungan, tetapi juga harus mengedepankan pendekatan yang ramah, peduli, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


“Kami berupaya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya tertib dan aman, tetapi juga humanis dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan salah satu wujud komitmen Lapas Piru untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” jelas Hery.


Melalui kegiatan tersebut, Lapas Piru ingin memastikan bahwa kehadiran institusi pemasyarakatan juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, termasuk keluarga warga binaan yang datang berkunjung.


Langkah sederhana ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pelayanan publik yang berkualitas tidak selalu harus diwujudkan melalui fasilitas besar, tetapi juga melalui kepedulian, perhatian, dan kemauan untuk memberikan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Lapas Kelas IIB Piru pun berkomitmen untuk terus mengembangkan pelayanan yang profesional, responsif, dan humanis sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan. (Za)

Selengkapnya

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Ambon Hasilkan Podium Upacara Lewat Keterampilan dan Kreativitas

November 03, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Keterbatasan ruang gerak bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus belajar, berkarya, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Hal inilah yang ditunjukkan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon melalui program pembinaan kemandirian dengan menghasilkan sebuah podium upacara yang dikerjakan secara langsung oleh mereka.


Karya tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan di balik tembok pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembentukan kepribadian, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta kemampuan bekerja secara produktif.


Melalui kegiatan yang berlangsung pada Rabu (04/11/2026), warga binaan dilibatkan dalam proses pembuatan podium upacara. Mereka diberikan kesempatan untuk belajar sekaligus mempraktikkan keterampilan, mulai dari proses pengerjaan hingga menghasilkan produk yang memiliki fungsi dan nilai manfaat.


Bagi Rutan Ambon, kegiatan ini bukan sekadar menghasilkan sarana pendukung kegiatan upacara. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri warga binaan, menanamkan kedisiplinan, serta membentuk sikap bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dipercayakan.


Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu program penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan dan bekal keterampilan sebelum kembali ke tengah masyarakat.


Menurutnya, setiap karya yang dihasilkan merupakan gambaran dari proses pembelajaran dan pembinaan yang terus dikembangkan di lingkungan Rutan Ambon.


“Melalui kegiatan pembuatan podium upacara ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas mereka. Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif,” ungkap Meta Putra.


Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kerja, Ode Ena, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pembinaan yang mengedepankan praktik langsung. Dengan terlibat dalam proses pembuatan suatu produk, warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga belajar tentang ketelitian, tanggung jawab, dan pentingnya kerja sama.


Ia menilai, kegiatan produktif seperti ini perlu terus dikembangkan agar potensi yang dimiliki warga binaan dapat tersalurkan melalui aktivitas yang positif dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.


“Dalam kegiatan pembinaan kemandirian, kami berupaya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan yang mereka miliki. Pembuatan podium ini menjadi salah satu contoh bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang memiliki manfaat. Harapannya, keterampilan seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal bagi mereka setelah kembali ke masyarakat,” jelas Ode Ena.


Semangat untuk terus belajar juga dirasakan langsung oleh warga binaan yang terlibat dalam pengerjaan podium tersebut.


Salah satu warga binaan, Onco, mengaku senang karena mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus terlibat dalam menghasilkan sebuah karya yang dapat dimanfaatkan oleh lingkungan Rutan Ambon.


Baginya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman tersendiri. Selain mengisi waktu dengan aktivitas positif, dirinya juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang diharapkan dapat berguna dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.


“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan. Saya merasa senang karena bisa ikut menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Selain menambah pengalaman, kegiatan ini juga memberikan motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif,” ungkap Onco.


Ia berharap program pembinaan keterampilan dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak warga binaan yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


Podium upacara yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan upacara di lingkungan Rutan Ambon. Dengan demikian, hasil pembinaan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan sebagai peserta program, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan fasilitas di lingkungan pemasyarakatan.


Melalui program pembinaan kemandirian ini, Rutan Kelas IIA Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada pengembangan kemampuan warga binaan.


Sebab, keberhasilan pembinaan tidak semata-mata diukur dari aktivitas yang dijalankan selama berada di dalam rutan, tetapi juga dari keterampilan, pengalaman, dan perubahan positif yang dapat dibawa ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.


Dari sebuah podium upacara, tersimpan pesan sederhana namun bermakna: setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi sesama. (Za)

Selengkapnya

Aksa Harmoni, Inovasi Oldrin Parinussa Perkuat Pembauran Sosial Dan Persaudaraan Lintas Sara Menuju Ambon Rumah Basudara

November 03, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Memperkuat persaudaraan dan menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman menjadi salah satu agenda penting pembangunan Kota Ambon. Berangkat dari semangat tersebut, Oldrin Parinussa, SE, Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII, menggagas sebuah inovasi strategis bertajuk AKSA HARMONI (Akselerasi Pembauran Sosial dan Penguatan Persaudaraan Lintas SARA Menuju Ambon Rumah Basudara).


Gagasan proyek perubahan ini dilatarbelakangi oleh besarnya modal sosial masyarakat Kota Ambon yang memiliki kekuatan historis dan kultural melalui nilai-nilai Pela Gandong dan Siwalima. Nilai-nilai tersebut selama ini menjadi perekat persaudaraan masyarakat Maluku dalam membangun kehidupan yang damai, rukun, dan saling menghargai.


Namun demikian, dinamika sosial masyarakat perkotaan menunjukkan bahwa penguatan pembauran sosial lintas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) masih membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan.


Oldrin Parinussa menilai bahwa upaya menjaga perdamaian tidak cukup hanya dilakukan melalui penanganan konflik ketika terjadi. Diperlukan transformasi pendekatan yang lebih mengutamakan pencegahan, pemetaan potensi konflik, deteksi dini, serta penguatan interaksi sosial antarkelompok masyarakat.


“Perdamaian tidak boleh hanya dimaknai sebagai keadaan ketika tidak terjadi konflik. Perdamaian harus dibangun melalui interaksi sosial yang sehat, rasa saling percaya, penghormatan terhadap perbedaan, dan kesadaran bahwa kita semua adalah orang basudara,” demikian rumusan pesan utama yang diusung dalam gagasan AKSA HARMONI.


Enam Strategi Utama AKSA HARMONI

Sebagai sebuah inovasi perubahan, AKSA HARMONI dikembangkan melalui enam instrumen strategis yang saling terintegrasi.


Pertama, Peta Harmoni, yaitu pengembangan basis data dan pemetaan potensi konflik sosial sebagai landasan perencanaan kebijakan dan pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran.


Kedua, Pela Gandong Untuk Semua, yaitu revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal Pela Gandong sebagai kekuatan pemersatu masyarakat lintas SARA.


Ketiga, Ruang Basudara, yaitu pengembangan ruang interaksi dan perjumpaan lintas komunitas guna membangun komunikasi, solidaritas, toleransi, dan kepercayaan sosial.


Keempat, Duta Harmoni Pemuda Ambon, yaitu pelibatan generasi muda sebagai agen perubahan dan pelopor perdamaian di lingkungan masyarakat.


Kelima, Harmony Early Warning System, yaitu penguatan sistem deteksi dini potensi konflik sosial melalui pendekatan berbasis data, informasi, dan kolaborasi lintas sektor.


Keenam, Duta Damai Maya, yaitu gerakan membangun ruang digital yang sehat melalui edukasi dan pencegahan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta provokasi bernuansa SARA.


Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan

Implementasi AKSA HARMONI membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam menjaga stabilitas sosial, tetapi harus membangun kemitraan dengan aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, komunitas, akademisi, media, UMKM, serta seluruh pemangku kepentingan.


Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, diharapkan tercipta ekosistem pembauran sosial yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai ancaman konflik, termasuk provokasi dan penyebaran informasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan.


Inovasi ini juga menempatkan generasi muda sebagai kekuatan strategis dalam menjaga keberlanjutan perdamaian. Pemuda tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus tampil sebagai subjek sekaligus pelaku utama dalam membangun budaya toleransi dan persaudaraan.


Target Strategis 2026–2029

Dalam pelaksanaannya, proyek perubahan AKSA HARMONI diarahkan untuk mencapai sejumlah target strategis, yaitu terbentuknya Tim AKSA HARMONI, tersusunnya Peta Harmoni, terbentuknya 50 Duta Harmoni Pemuda Ambon, terlaksananya ruang interaksi lintas komunitas,  terlaksananya Ruang Basudara sebagai ruang interaksi lintas komunitas, terbangun nya early warning system untuk mendukung pendeteksian dini dan pencegahan konflik, serta terbentuknya Duta Damai Maya sebagai gerakan literasi digital. (Rdks) 

Selengkapnya

Kapolres SBB Terima Silaturahmi Kepala Sekolah SD Kristen Nuruwe, Perkuat Sinergi Dunia Pendidikan

November 03, 2026


Piru
, globaltimurnn.com – Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., menerima kunjungan silaturahmi Kepala Sekolah SD Kristen Nuruwe, Ibu Naome Mairissa, S.Th., bersama rombongan di kediaman Kapolres SBB, Selasa (3/11/2026).


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Guru SD Kristen Nuruwe, Irawan Siolimbona, S.Pd., M.Pd., Tata Usaha SD Kristen Nuruwe, PS. Gideon Sigarlkie, M.Th., serta wartawan RRI, Yan Laiyan.


Kegiatan silaturahmi ini bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus membangun komunikasi dan koordinasi yang baik antara Polres SBB dengan pihak sekolah, khususnya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Seram Bagian Barat.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres SBB menyambut baik kunjungan pihak SD Kristen Nuruwe. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara Kepolisian dan lembaga pendidikan sangat penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta mendukung pembentukan generasi muda yang disiplin dan berkarakter.


Kapolres juga berharap pihak sekolah dan Kepolisian dapat terus menjalin komunikasi serta kerja sama yang positif, terutama dalam memberikan edukasi kepada para siswa tentang pentingnya kedisiplinan, menjaga keamanan, dan membangun sikap saling menghormati.


Menurutnya, pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan orang tua, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk Kepolisian.


Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan hubungan kemitraan antara Polres SBB dan SD Kristen Nuruwe semakin erat sehingga bersama-sama dapat berkontribusi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di lingkungan pendidikan.


Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendukung pendidikan dan membangun generasi muda yang berkualitas. Demikian harapan Kapolres SBB (Rdks) 

Selengkapnya

Masohi, Kota Kecil Sejuta Kenangan: Di Usia ke-69, Zulkarnain Ajak Masyarakat Merawat Persaudaraan dan Membangun Harapan

November 03, 2026


Masohi
, Globaltimurnn.com — Malam itu, Lapangan Nusantara tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk merayakan hari jadi sebuah kota. Di bawah cahaya lampu panggung, di antara alunan musik, sorak kegembiraan, dan wajah-wajah yang dipenuhi sukacita, ada sesuatu yang lebih dalam sedang dirayakan kenangan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap Kota Masohi.


Rabu (04/11/2026) malam, suasana Kota Masohi terasa berbeda. Setelah pada pagi harinya masyarakat mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi di Lapangan Nusantara, kemeriahan berlanjut melalui resepsi dan malam puncak perayaan yang menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.


Berbagai kalangan hadir, menyatu dalam suasana perayaan. Bagi sebagian orang, malam itu mungkin menjadi kesempatan menikmati hiburan. Namun, bagi masyarakat yang telah lama tumbuh dan menjalani kehidupan di Masohi, perayaan tersebut menyimpan makna yang jauh lebih besar.


Masohi bukan hanya sebuah kota tempat aktivitas berlangsung. Ia adalah tempat seseorang dilahirkan, dibesarkan, membangun keluarga, mengejar cita-cita, dan menyimpan cerita kehidupan.


Di kota inilah banyak kenangan tumbuh. Ada persahabatan yang terjalin, ada perjuangan yang dilalui, dan ada kerinduan yang selalu membawa seseorang ingin kembali, sejauh apa pun langkahnya pergi.

Pesan tentang makna itulah yang terasa kuat dalam sambutan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, S.P., M.A.P., pada resepsi malam puncak HUT ke-69 Kota Masohi.


Di hadapan masyarakat dan para tamu undangan, Zulkarnain mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak memaknai hari jadi kota hanya sebagai perayaan bertambahnya usia. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi ruang untuk mengingat perjalanan bersama, mempererat persaudaraan, dan memperkuat tekad membangun masa depan.


Mengawali sambutannya, Bupati mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga perayaan dapat berlangsung dalam suasana penuh kebahagiaan.


Ia kemudian menyampaikan penghargaan kepada Wakil Gubernur Maluku bersama istri, serta seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan merayakan kebahagiaan bersama masyarakat Kota Masohi.


“Atas nama masyarakat Kota Masohi dan Kabupaten Maluku Tengah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Wakil Gubernur bersama Ibu, serta seluruh tamu undangan yang telah hadir dan turut merayakan kebahagiaan bersama masyarakat Kota Masohi di malam ini,” ungkapnya.


Di balik kemeriahan yang tersaji, Zulkarnain juga tidak melupakan kerja keras orang-orang yang berada di balik terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan.


Apresiasi disampaikan kepada panitia pelaksana dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, serta kontribusi sejak tahap persiapan hingga malam apresiasi berlangsung.


Baginya, keberhasilan sebuah perayaan tidak mungkin berdiri sendiri. Ada kerja sama, kepedulian, dan semangat gotong royong dari banyak pihak yang membuat seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana.


Namun, bagian paling menyentuh dari sambutannya adalah ketika Zulkarnain berbicara tentang siapa sebenarnya Masohi bagi masyarakatnya.


Ia menggambarkan Masohi sebagai kota yang tumbuh dari semangat gotong royong, menjadi rumah bersama bagi semua orang, serta tempat masyarakat merajut harapan dan menyimpan begitu banyak kenangan.


“Masohi adalah kota yang tumbuh dari semangat gotong royong, kota yang menjadi rumah bagi kita semua, tempat kita merajut harapan dan menyimpan begitu banyak kenangan,” tuturnya.


Kemudian, sebuah ungkapan sederhana tetapi sarat makna disampaikan Bupati untuk menggambarkan kedekatan masyarakat dengan kota tersebut.


“Kota kecil sejuta kenangan yang selalu membuat kita rindu untuk kembali.”


Kalimat itu seolah merangkum perjalanan panjang Masohi selama 69 tahun. Sebuah kota yang mungkin tidak sebesar pusat-pusat metropolitan lainnya, tetapi memiliki ruang tersendiri di hati masyarakat yang pernah tumbuh, menetap, bekerja, dan membangun kehidupan di dalamnya.


Sebab, ukuran sebuah kota tidak selalu ditentukan oleh luas wilayah, megahnya bangunan, atau padatnya aktivitas ekonomi. Ada nilai yang jauh lebih penting, yakni bagaimana sebuah kota mampu menghadirkan rasa memiliki, menjaga persaudaraan, dan menjadi tempat masyarakat menemukan harapan.


Dari sudut pandang itulah, perayaan HUT ke-69 Kota Masohi menjadi momentum untuk kembali memperkuat ikatan sosial masyarakat.


Zulkarnain mengajak seluruh masyarakat agar terus menjaga kebersamaan, merawat persatuan, serta tidak kehilangan semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Kota Masohi.


Ajakan tersebut menjadi penting di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah. Sebab, kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kesediaan masyarakat untuk saling mendukung dan mengambil bagian dalam setiap proses pembangunan.


Menjelang akhir sambutannya, Bupati mengajak masyarakat menikmati malam perayaan bersama keluarga dengan penuh sukacita melalui penampilan para artis yang telah dipersiapkan panitia.


Malam itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk sejenak melepas rutinitas, berkumpul bersama keluarga, menikmati hiburan, sekaligus merayakan kebanggaan terhadap kota yang mereka cintai.


“Dirgahayu ke-69 Kota Masohi, bergerak, bertumbuh, berdaya,” tegas Zulkarnain menutup sambutannya.


Enam puluh sembilan tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya terdapat sejarah, perubahan, perjuangan, serta harapan yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Masohi telah melewati berbagai fase perjalanan. Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga identitas dan semangat kebersamaan tersebut sambil terus mendorong pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Pemerintah dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan Masohi tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga semakin kuat dalam persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat membangun daerah.


Ketika lampu panggung akhirnya dipadamkan, musik berhenti mengalun, dan masyarakat kembali ke rumah masing-masing, kemeriahan malam itu mungkin perlahan menjadi kenangan. Namun, ada pesan yang seharusnya tidak ikut berlalu bersama berakhirnya perayaan.


Bahwa Masohi bukan sekadar tempat untuk tinggal, melainkan rumah yang menyimpan cerita dan menyatukan banyak kehidupan. Sebuah kota yang harus terus dijaga, dibangun, dan diwariskan dalam keadaan lebih baik kepada generasi mendatang.


Karena pada akhirnya, yang membuat seseorang selalu ingin kembali bukan semata-mata tempat yang indah, melainkan kenangan, persaudaraan, dan rasa memiliki yang tumbuh di dalamnya.


Masohi, kota kecil sejuta kenangan. 69 tahun bergerak, bertumbuh, dan terus berdaya.(Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT