globaltimurnn.com

Sabtu, 18 April 2026

Diduga Tidak Paham Aturan, Satu Pemberitaan Terkesan Memaksakan Kehendak, Kejaksaan Dan Inspektorat Di Adu domba

April 18, 2026

Foto : Diduga Tidak Paham Aturan, Satu Pemberitaan Terkesan Memaksakan Kehendak, Kejaksaan Dan Inspektorat Di Adu domba

SBB
, Globaltimurnn.com - Sebuah skenario pemberitaan hoax yang tiba - tiba muncul di publik, seakan - akan menyerang pihak Kejaksaan dan Inspektorat, ini skenario adu domba yang datang dari oknum - oknum yang tidak bertanggungjawab, yang gblok bahkan di nilai bodok dan tidak paham aturan. 


Sudah jelas - jelas tuduhan dugaan pemotongan uang Rp. 700.000 yang mencuat di publik diberitakan okeh oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab itu adalah sebuah skenario busuk yang sengaja di mainkan oleh manusia - manusia serakah yang haus jabatan dan tempat basah. 


Fakta membuktikan segerombolan oknum pegawai yang menyusun kekuatan dengan berbagai skenario guna menjebak kapus Inamosol agar bisa di ganti dengan dalil kesalahan akibat korupsi dan penyalahgunaan kewenangan itu, jelas - jelas datangi sejumlah anggota DPRD SBB bahkan ketua DPRD guna meminta untuk segera menggantikan kapus Inamosol Alexander Lesil. 


Alhasil, upaya sejumlah oknum ASN dari PKM Inamosol itu kandas karena tidak di respon, kemudian merancang sebuah skenario busuk dengan menjebak kapus dalam drama komedi bobrok yang tidak bobot gunakan strategi rekaman lalu politisir ke sejumlah media sebagai strategih dugaan korupsi yang di lakukan Lesil. 


Fakta Hukum : 

Fakta hukum sangat jelas proses sedang berjalan, dan menjadi kewenangan inspektorat dalam proses pemeriksaan atau audit, namun di salah mengerti okeh oknum nau - nau yang tidak paham hukum dan mekanisme sehingga mulai tebar berita hoax di publik dengan menekan pihak Kejaksaan harus bertindak tegas, tanpa menunggu inspektorat melaksanakan fungsinya. 


Apa gerangan memaksa Kejaksaan harus bertindak cepat? Pemberitaan yang gagal paham memaksa Kejaksaan harus tabrak aturan dan mengikuti pikiran gblok yang tidak paham aturan, karena merasa perjuangan gagal, karena semua skenario menjatuhkan kapus sudah di ketahui dan berpikir skenario itu adalah senjata politik yang ampuh. 


Tidak ada masyarakat yang menuntut kepastian hukum terhadap kasus tersebut, justru masyarakat Inamosol sudah paham tuduhan itu adalah skenario busuk yang sengaja menjatuhkan kapus agar bisa di ganti dengan oknum yang sudah biasanya korupsi. 


Perlu dicurigai yang mendesak proses dan memaksa kepastian hukum adalah oknum Pegawai PKM Inamosol yang menginginkan Alexander Lesil harus diturunkan, agar pihak merekalah yang sudah biasa korupsi tahun anggaran 2022-2023 itu yang memimpin PKM. 


Proses hukum, dan pemeriksaan masih berjalan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku, agar terang benderang pelaku korupsi yang sebenarnya siapa, sehingga masyarakat SBB kususnya Inamosol tidak perlu terprovokasi dengan berita - berita hoax yang hanya menyusun spekulasi dan kontrafersi guna menghasut masyarakat agar bisa termakan isu murahan yang mencari kepentingan merebut kursi Kapus. (***) 

Selengkapnya

Ini Cerita Anak Petani Yang Berhasil Menjadi Dokter, Dan Berikan Pelayanan Kesehatan Terbaik Di Maluku

April 18, 2026

Foto : Ini Cerita Anak Petani Yang Berhasil Menjadi Dokter, Dan Berikan Pelayanan Kesehatan Terbaik Di Maluku

Ambon
, Globaltimurnn.com - Kisah Seorang Pemimpin yang Tidak Pernah Lupa dari Mana Ia Berasal, dan Tidak Pernah Berhenti Membawa Kemajuan ke Tanahnya, Dulu ia berjalan kaki menjual daging sapi dari rumah ke rumah. 


Kini ia membangun klinik mata berteknologi mutakhir di tengah pulau terpencil. Bukan karena ia berubah. 


Tapi karena ia tahu persis apa yang dirindukan oleh orang-orang kecil seperti dirinya dulu.


Pulau Saparua, Maluku Tengah, Di sinilah seorang Elna Anakotta menghirup udara pertama kali, Dan di pulau kecil inilah ia belajar pelajaran paling berharga yang tidak pernah diajarkan di bangku sekolah mana pun, bahwa hidup adalah perjuangan tanpa henti, dan setiap orang layak mendapat kesempatan yang sama tanpa memandang siapa mereka.


Ayahnya, Eliza Anakotta, bukan sekadar petani cengkeh dan gembala sapi, Ia juga tukang jagal sapi di pulau itu, Setiap hari, setelah pisau jagalnya berhenti bekerja, ia memotong daging menjadi bagian-bagian kecil untuk dijual. 


Dan siapa yang mengantarkannya ke pelanggan? Elna kecil putrinya sendiri.


Sepulang sekolah, sementara anak-anak lain berlari menuju lapangan atau duduk manis di depan televisi, Elna menggantungkan keranjang berisi daging segar di lengannya. 


Ia berjalan kaki keliling kampung. Dari rumah ke rumah, Dalam panas yang menyengat, Dalam hujan yang mengguyur.


Ia tidak pernah mengeluh. Bukan karena ia tidak lelah, Bukan karena ia tidak ingin bermain, Tapi karena ia tahu, setiap potong daging yang laku adalah beras untuk makan malam, Setiap rupiah yang ia terima dari pembeli adalah doa yang dipanjatkan orang tuanya.


Dari sinilah mental baja Elna terbentuk, Ia belajar bahwa tidak ada yang instan dalam hidup, Ia belajar bahwa pelayanan sejati dimulai dari kerendahan hati dari bersedia berjalan kaki di jalan berbatu, dari bersedia tersenyum kepada setiap pelanggan meskipun kaki terasa melepuh.


Ibunya, Suster Nanda Mailisa, bekerja sebagai suster di Rumah Sakit Umum Saparua, Setiap hari, Elna melihat ibunya merawat pasien dengan kelembutan yang tidak pernah berpura-pura. 


Ia melihat ibunya membersihkan luka yang bernanah, Ia melihat ibunya mengganti perban berdarah, Ia melihat ibunya memegang tangan pasien yang ketakutan, lalu berbisik,Tidak apa-apa, Tuhan beserta kita.


Dari ibunya, Elna belajar bahwa menjadi pelayan kesehatan bukanlah profesi melainkan panggilan jiwa, Ibunya tidak kaya, Gaji suster di RSU Saparua tidak pernah cukup untuk kehidupan mewah. 


Tetapi ibunya kaya dalam kasih. Dan bagi Elna kecil, itu lebih dari cukup untuk menjadi teladan seumur hidup, Suatu hari, aku ingin seperti Ibu, bisik Elna dalam hati suatu malam, ketika ia melihat ibunya pulang larut dengan wajah lelah tetapi mata yang tetap bersinar.


Di tengah kesibukannya membantu orang tua, Elna tidak pernah membiarkan pendidikannya terabaikan, Justru sebaliknya keterbatasan menjadi bensin yang membakar semangat belajarnya.


Dari SD hingga SMA, nama Elna Anakotta selalu berada di peringkat pertama, Juara kelas, Juara umum, Juara murid teladan tingkat Kabupaten Maluku Tengah, Juara murid teladan tingkat Provinsi Maluku.  


Saat kelulusan SMA tiba, bukan Elna yang mencari universitas tetapi universitas yang berebut dirinya, Enam perguruan tinggi terbaik di Indonesia membuka pintu untuknya: Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Hasanuddin (UNHAS). Elna memilih UGM. 


Bukan karena lebih bergengsi. Bukan karena lebih populer, Tapi karena Yogyakarta adalah kota yang mengajarkan kesederhanaan, kebudayaan, dan ketulusa, nilai - nilai yang sangat ia rindukan dari kampung halamannya.


Menjadi mahasiswa perantau di era ketika komunikasi belum semudah sekarang bukanlah pengalaman yang manis, Elna hanya bisa menelepon orang tuanya seminggu sekali, itupun dengan biaya yang tidak murah. 


Surat-surat yang dikirimkan memakan waktu berminggu - minggu untuk sampai ke Saparua, Dan kiriman uang dari orang tua? Pas-pasan, Kadang terlambat, Kadang tidak datang sama sekali, Pernah suatu ketika, Elna hanya makan mie instan selama tiga hari karena uang belum tiba.


Teman-temannya menawari makan, tetapi ia menolak dengan lembut, bukan karena gengsi, tetapi karena ia tidak ingin menjadi beban siapa pun.


Dari pengalaman inilah Elna benar-benar memahami penderitaan masyarakat kecil, Ia tahu bagaimana rasanya lapar tapi tidak punya uang, Ia tahu bagaimana rasanya ingin membeli buku tapi harus memilih antara buku atau makan, Ia tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang tidak punya daya.


Dan pengalaman ini menjadi bahan bakar terbesar dalam hidupnya, Aku tidak akan pernah membiarkan orang lain merasakan penderitaan yang pernah aku alami, jika aku bisa melakukan sesuatu untuk mencegahnya.


Saparua bukan hanya pulau kecil yang indah, Saparua adalah laboratorium toleransi yang hidup, Di pulau ini, komunitas Kristen, Arab, dan Bugis-Makassar hidup berdampingan dengan damai sejak puluhan tahun. 


Elna tumbuh besar di tengah mereka, Ia bermain dengan anak-anak dari berbagai latar belakang, Ia belajar bahwa perbedaan bukanlah ancaman, melainkan kekayaan.


Nilai toleransi ini ia bawa hingga kini, Ketika ia membuka Klinik Mata Utama Maluku di Ambon dan Klinik Mata Nusa Ina di Pulau Seram, ia tidak pernah memilih-milih karyawan berdasarkan agama, suku, atau hubungan keluarga. 


Yang ia cari adalah integritas, kerja keras, dan kemauan belajar, Lebih dari itu, Elna secara khusus merekrut anak-anak yatim dan kaum kurang beruntung mereka yang sering diabaikan oleh masyarakat. 


Ia melatih mereka, Ia membimbing mereka. Ia mengubah mereka dari anak jalanan menjadi tenaga kesehatan profesional yang mandiri. 


Inilah toleransi dalam tindakan. Inilah kasih yang tidak hanya diucapkan, tetapi dihidupi.


Elna tidak pernah puas hanya dengan menjadi dokter biasa. Ia memiliki mimpi besar bahwa masyarakat di pulau-pulau terpencil Maluku berhak mendapatkan layanan kesehatan yang tidak kalah dengan rumah sakit di Jakarta.


Dan ia mewujudkan mimpi itu. Pada Mei 2025, Elna meresmikan Klinik Mata Nusa Ina di Desa Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Ini adalah fasilitas kesehatan mata pertama dan satu-satunya di seluruh Pulau Seram. 


Tapi bukan sembarang klinik. Klinik ini dilengkapi dengan teknologi Phacoemulsification teknik operasi katarak modern dengan sayatan mikroskopis, tanpa jahitan, tanpa perdarakan, dengan masa pemulihan yang sangat cepat.


Teknologi ini adalah standar emas operasi katarak dunia, Teknologi yang sama digunakan di rumah sakit-rumah sakit terbaik di Jakarta, Singapura, atau Amerika Serikat. Dan kini, teknologi itu hadir di tengah Pulau Seram. 


Bayangkan, seorang nenek di Pulau Seram yang sudah buta bertahun-tahun karena katarak dulu harus menyeberang laut ke Ambon, mengeluarkan biaya transportasi, akomodasi, dan pengobatan yang tidak sedikit. 


Banyak yang akhirnya memilih diam, pasrah, dan buta selamanya, Kini, nenek yang sama cukup berjalan beberapa kilometer ke Klinik Mata Nusa Ina, Ia dioperasi dengan teknologi mutakhir, Dan dalam hitungan hari, ia bisa melihat kembali wajah cucu-cucunya,  Itulah yang dilakukan dr. Elna Anakotta, Itulah mimpi yang ia perjuangkan, Bukan sekadar membuka klinik, Tapi membuka pintu harapan bagi mereka yang selama ini tidak pernah punya akses ke layanan kesehatan kelas dunia. 


Ia adalah pemimpin yang dulu kakinya melepuh berjalan kaki menjual daging sapi dari kampung - kampung di pulau Saparua, Ia adalah pemimpin yang dibesarkan oleh seorang suster yang mengajarkan bahwa melayani adalah panggilan jiwa, bukan sekadar profesi.  


Dan kini, ia membawa semua pengalaman itu ke dalam kepemimpinannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.


Ia tidak hanya duduk di kantor ber-AC, Ia turun ke lapangan, Ia memastikan bahwa teknologi operasi katarak mutakhir hadir di Pulau Seram, Ia memastikan bahwa anak-anak yatim dan kaum kurang beruntung mendapatkan pekerjaan dan pelatihan, Ia memastikan bahwa tidak ada lagi warga Maluku yang buta hanya karena tidak mampu berobat.


Inilah pemimpin yang pantas kita dukung. Bukan dengan fitnah. Bukan dengan hoax, Tapi dengan kepercayaan dan doa. (V374) 

Selengkapnya

Tim Dara Laut Kowal Kodaeral IX Raih Juara 1 dan Favorit Lomba Dance Salam Fest x Moluccas Digifest 2026

April 18, 2026

Foto : Tim Dara Laut Kowal Kodaeral IX Raih Juara 1 dan Favorit Lomba Dance Salam Fest x Moluccas Digifest 2026

Ambon
, Globaltimurnn.com - Tim “Dara Laut” Kowal Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX berhasil meraih Juara 1 sekaligus Juara Favorit dalam Lomba Dance/Tari Kreasi Salam Fest x Moluccas Digifest 2026 yang berlangsung meriah di Taman Pattimura Park, Kota Ambon, Maluku, Sabtu (18/4/2026). 


Kegiatan bergengsi yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku ini, secara resmi dibuka oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.


Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian “Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI)” dan “Road to Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI)”.


Mengusung tema “Kolaborasi Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Maluku yang Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, festival ini menghadirkan berbagai perlombaan dan pertunjukan seni dari instansi TNI-Polri serta masyarakat umum.


Dalam ajang lomba tari, tim “Dara Laut” Kowal Kodaeral IX tampil memukau dengan koreografi yang energik, harmonis, serta sarat nilai budaya maritim. Penampilan tersebut sukses memikat dewan juri dan penonton, mengungguli peserta lainnya yakni Brimob Polda Maluku, TNI AU, dan Yonif 733 Masarikku.


Adapun hasil perlombaan tersebut menetapkan Juara 1 Dara Laut Kowal Kodaeral IX, Juara 2 Yonif 733 Masarikku, Juara 3 Teratai Dance Brimob Polda Maluku, dan Juara Favorit dari Dara Laut Kowal Kodaeral IX.


Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim yang dikoordinatori oleh Kolonel Laut (KH) Rojilun, dengan Ketua Tim Tari Lettu Laut (K/W) Ayu Setyowati serta Bendahara Serda APM/W Aprillia Bulohroy. 


Adapun Tim penari Dara Laut Kodaeral IX antara lain Serda PDK/W Ratmiwanti, Serda APM/W Lea Unarapal, Serda TTU/W Rima Mony, Serda APM/W Dwi Meilania, dan Serda APM/W Clarissa Aprillia. Sementara itu, pelatihan tari dipercayakan kepada Yopie Noya.


Prestasi ini menjadi bukti nyata profesionalisme dan kreativitas Kowal Kodaeral IX dalam mendukung kegiatan positif di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat peran TNI AL dalam membangun kedekatan dengan rakyat melalui seni dan budaya. (Rdks) 

Selengkapnya

Ini Skandal PKM Inamosol Yang Di Manipulasi Lewat Laporan Dana Gizi Yang Di Duga Jadi Senjata Politik Guna Jatuhkan Kapus

April 18, 2026

Foto : Ini Skandal PKM Inamosol Yang Di Manipulasi Lewat Laporan Dana Gizi Yang Di Duga Jadi Senjata Politik Guna Jatuhkan Kapus

Inamosol
, Globaltimurnn.com – Kasus pengembalian sisa dana Program Gizi sebesar Rp23.500.000 oleh Amelia Nurhadi kini memasuki babak baru yang sarat intrik. 


Selain terendus adanya dugaan laporan fiktif, muncul indikasi kuat bahwa momentum pengembalian dana tersebut telah dirancang sedemikian rupa sebagai upaya “penjebakan” terhadap Kepala Puskesmas (Kapus) Inamosol, Alexander Lesil.

‎Rekaman Rahasia dan Dugaan Penjebakan Informasi yang dihimpun mengungkapkan fakta mengejutkan. 


Saat menyerahkan uang sisa program tahun 2025 pada 19/20 Januari 2026 lalu, Amelia Nurhadi secara sadar dan sengaja melakukan perekaman percakapan dalam pertemuan tersebut.


‎Rekaman tersebut kini ditengarai telah berpindah tangan dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sebagai amunisi untuk menyerang pribadi Alexander Lesil. 


Tindakan Amelia ini memicu spekulasi bahwa pengembalian uang tersebut bukan didasari niat tulus untuk memperbaiki administrasi, melainkan sebuah skema untuk menciptakan narasi negatif terhadap pimpinan.


‎Rekaman tersebut kini ditengarai telah berpindah tangan dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sebagai amunisi untuk menyerang pribadi Alexander Lesil. Tindakan Amelia ini memicu spekulasi bahwa pengembalian uang tersebut bukan didasari niat tulus untuk memperbaiki administrasi, melainkan sebuah skema untuk menciptakan narasi negatif terhadap pimpinan.

‎Pelaksana Program yang Lalai, Pimpinan yang Disudutkan, Ironisnya, Amelia Nurhadi adalah Penanggung Jawab (PJ) Program Gizi yang secara teknis bertanggung jawab penuh atas pengelolaan anggaran tersebut. 


Fakta bahwa terdapat dana sebesar Rp23,5 juta yang tidak terserap habis, namun dilaporkan “nihil” kepada bendahara, merupakan bentuk kegagalan Amelia dalam menjalankan tugas manajerial program. 


Program yang seharunsya mendukung pemberantasan stunting di SBB dengan menggunakan uang negera seakan – akan di permainkan oleh Amelia Nurhadi.  ‎


‎Alih-alih mempertanggungjawabkan ketidaksinkronan laporan tersebut kepada sistem audit internal, Amelia justru membawa masalah ini ke ruang privat pimpinan dengan alat perekam tersembunyi. 


Hal ini dianggap sebagai upaya untuk mengalihkan kesalahan administratifnya dengan cara menjatuhkan kredibilitas Alexander Lesil.

‎Dasar Hukum Terkait Pelanggaran dan Rekaman Ilegal ‎Tindakan Amelia yang memberikan laporan palsu sekaligus melakukan perekaman tanpa izin untuk menjatuhkan orang lain dapat dijerat dengan beberapa aturan hukum: 

1. UU No. 19 Tahun 2016 (Perubahan UU ITE) Pasal 31 ayat (2): 

Melarang intersepsi atau penyadapan informasi elektronik dalam suatu komputer atau sistem elektronik milik orang lain. 


Jika rekaman tersebut dilakukan secara rahasia untuk tujuan memfitnah atau mencemarkan nama baik, pelaku dapat dijerat ketentuan pidana terkait distribusi informasi elektronik yang melanggar hukum.

‎2. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

Sebagai PJ Program, Amelia adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas Kebenaran Materiil laporan. 


Jika laporan dinyatakan habis sementara uang masih ada, Amelia telah melanggar prosedur pengelolaan keuangan negara yang diatur dalam undang-undang ini sebelum uang tersebut diserahkan kepada siapapun.

‎3. KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana)

‎Pasal 310 dan 311: Terkait pencemaran nama baik dan fitnah. Jika rekaman tersebut digunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak sesuai fakta guna menyerang kehormatan Alexander Lesil, maka Amelia dan pihak-pihak yang terlibat dapat dituntut secara pidana.

4. PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS

‎Amelia diduga melanggar kewajiban PNS untuk menjaga integritas dan martabat instansi. Melaporkan data yang tidak benar (laporan nihil semu) dan melakukan tindakan provokasi melalui rekaman rahasia merupakan pelanggaran berat terhadap etika profesi dan disiplin pegawai.

‎‎Kasus ini menunjukkan adanya upaya penggiringan opini, Di satu sisi, terdapat kesalahan fatal Amelia dalam mempertanggungjawabkan dana negara secara administratif. 


Di sisi lain, terdapat indikasi pembunuhan karakter terhadap Alexander Lesil menggunakan bukti yang diambil secara tidak etis. 


Kini, publik menanti langkah tegas dari dinas terkait maupun aparat penegak hukum untuk mengusut siapa sebenarnya aktor intelektual di balik “senjata” rekaman ini dan bagaimana pertanggungjawaban dana gizi yang sempat dilaporkan habis tersebut. (Tim) 


Selengkapnya

Tim “Dara Laut” Kowal Kodaeral IX Meriahkan Opening Ceremony Salam Fest 2026

April 18, 2026

Foto : Tim “Dara Laut” Kowal Kodaeral IX Meriahkan Opening Ceremony Salam Fest 2026

Ambon
, Globaltimurnn.com - Opening Ceremony Salam Fest X Moluccas Digifest Tahun 2026 berlangsung meriah di Taman Pattimura Park, menjadi momen istimewa bagi anggota Korps Wanita TNI Angkatan Laut (Kowal) di Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Kodaeral) lX dalam menunjukkan eksistensi dan perannya di tengah masyarakat pada Sabtu pagi (18/4/2026). 


Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Maluku ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.


Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian “Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI)” dan “Road to Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI)” yang digelar pada 16–18 April 2026.


Dalam kegiatan ini, Korps Wanita TNI Angkatan Laut (Kowal) dari jajaran Kodaeral IX Ambon turut ambil bagian sebagai peserta lomba melalui tim “Dara Laut”. 


Kehadiran Kowal tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai representasi prajurit wanita TNI AL yang aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk mendukung penguatan ekonomi digital dan syariah di daerah Maluku.


Dengan mengusung tema “Kolaborasi Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Maluku yang Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, festival ini menjadi wadah bagi Kowal Kodaeral lX untuk turut berinteraksi dengan masyarakat, sekaligus memperkenalkan peran strategis TNI AL, khususnya prajurit wanita, dalam mendukung pembangunan nasional di berbagai sektor.


Partisipasi Kowal dalam Salam Fest X Moluccas Digifest 2026 juga menjadi ajang untuk mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. 


Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Kowal Kodaeral lX menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi.


Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya berbagai peserta lomba lainnya, seperti Brimob Polda Maluku, TNI AU, serta Yonif 733 Masarikku.


Namun, keikutsertaan Kowal melalui tim Dara Laut menjadi salah satu sorotan, mencerminkan semangat, profesionalisme, dan dedikasi prajurit wanita TNI AL dalam mendukung kemajuan daerah, khususnya di Kota Ambon. (Rdks) 

Selengkapnya

Lakukan 3 langkah Pada Oknum Satpol Yang Disebut Telantarkan Keluarga, Kasat Satpol PP SBB Nyatakan Hubungan VP Dan Kekasihnya Bukan Suami Istri

April 18, 2026

Foto : Lakukan 3 langkah Pada Oknum Satpol Yang Disebut Telantarkan Keluarga, Kasat Satpol PP SBB Nyatakan Hubungan VP Dan Kekasihnya Bukan Suami Istri 

Piru
, Globaltimurnn.com - Persoalan Oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten SBB, berinisial VP yang diduga menelantarkan keluarga dan cemarkan nama baik istri di dunia Maya, akhirnya mendapat tanggapan dari PLT Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten SBB Muhamad Guntur.


Saat Ditemui di ruang kerjanya, salah satu awak media di Kantor Bupati SBB, pada Kamis, (16/4/2026) yang mana Guntur menyatakan" pihak Satpol PP SBB sudah memanggil oknum VP dan telah melakukan pembinaan atas apa yang dilakukannya, yakni dugaan penelantaran keluarga dan cemarkan nama isteri yang dinilai Kasat kurang etis dan berimbas  contoh buruk bagi masyarakat.


Karena itu, Kasat telah  memberikan peringatan dan Berita Acara Pemeriksaan ( BAP)  oleh PTI pada Rabu, (15/4/2026) mulai dari Pukul: 09.00 hingga 13.00 WIT, dimana menurut Guntur awalnya Oknum VP melakukan pelaporan ke BPKSDM SBB, setelah itu pihaknya memberikan teguran keras untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.


Sementara, jika ada proses hukum yang dilakukan oleh Korban maka biar VP yang menghadapinya.


Dalam keterangannya kepada media di Piru pagi tadi, Guntur mengungkapkan, dalam pertemuan dengan pihak Satpol PP ada sejumlah klarifikasi yang disampaikan oleh VP yakni,  hubungan dengan perempuan itu, bukan atas dasar nikah sah tetapi hanya sebagai kekasih, VP juga mengakui anak yang hadir dari hubungan itu adalah anaknya.


Menurut pengakuan VP dalam tuturannya kepada Kasat, perbuatannya memposting di aplikasi medsos FB adalah akibat rasa ketersinggungan karena kekasihnya itu sering memaki dirinya dan diduga menjalin hubungan dengan pria lain.


Karena status VP yang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh waktu itu, tidak ada sanksi pecat ataupun menahan gaji karena mereka memiliki Perjanjian Kerja dengan Bupati langsung.


Karena itu Satpol PP SBB hanya  melakukan 3 langkah selain teguran kepada yang bersangkutan, yakni membuat BAP dan Surat Pernyataan serta video klarifikasi" Urai Guntur. (Tim)

Selengkapnya

Perkuat Pengamanan Perairan Timur, Pesawat Patroli Maritim TNl AL P-8301 Tiba di Ambon

April 18, 2026

Foto : Perkuat Pengamanan Perairan Timur, Pesawat Patroli Maritim TNl AL P-8301 Tiba di Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com - Dalam upaya memperkuat pengamanan wilayah perairan timur Indonesia, pesawat udara (Pesud) TNl AL binaan Puspenerbal,  CN235-220 MPA P-8301 mendarat di Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku pada Sabtu (18/4/2026).


Kedatangan pesawat patroli maritim milik TNI Angkatan Laut ini merupakan bagian dari pergerakan unsur udara dalam Operasi Siaga Purla/Tameng Papua-26 Tahap II.


Pesawat Udara P-8301 (CN235-220 MPA) yang dipiloti oleh Mayor Laut (P) Wisnu Akbar tersebut, menempuh rute penerbangan dari Sorong (SOR) menuju Ambon (AMB) dan dijadwalkan untuk melaksanakan Remain Over Night (RON) guna mendukung kelanjutan operasi.


Setibanya di apron bandara, Pesud P-8301 disambut dengan jajaran kehormatan atau prosesi Merflug yang dihadiri oleh jajaran pejabat Kodaeral IX antara lain Dansatrol Kodaeral IX, Kafasharkan Ambon, Paur Kesling Rumkit, Pjs, Kadisyahal Kodaeral IX, dan Kaminmed Rumkit serta Danton merflugh dari Kodaeral IX. 


Kehadiran para pejabat ini menegaskan pentingnya sinergi antar unsur dalam menjaga kedaulatan di wilayah perbatasan dan zona ekonomi eksklusif.


Operasi Tameng Papua-26 Tahap II ini difokuskan pada peningkatan pengawasan maritim, pencegahan pelanggaran wilayah, serta penegakan hukum di laut. Pesawat CN235-220 MPA sendiri merupakan alutsista strategis yang dilengkapi dengan kemampuan deteksi canggih untuk memantau aktivitas ilegal di perairan Papua dan sekitarnya.


Setelah singgah di Ambon, unsur udara milik TNI AL ini akan melanjutkan koordinasi dengan komando atas untuk menjalankan misi patroli sektor yang telah ditentukan dalam direktif latihan dan operasi. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT