Ambon, Globaltimurnn.com — Pergantian kepemimpinan di Kecamatan Nusaniwe diharapkan tidak hanya menjadi momentum serah terima jabatan, tetapi juga menjadi awal penguatan sinergi dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Ambon dari Daerah Pemilihan (Dapil) Nusaniwe, Dessy Kosita Hallauw, S.H., M.H., seusai menghadiri acara pisah sambut Camat Nusaniwe, Jumat (02/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, kepemimpinan Kecamatan Nusaniwe beralih dari Quraizin Tuhereru, S.STP., M.Si., kepada Niel A. Wattimena, M.M, Bagi Dessy, pergantian camat merupakan bagian dari dinamika pemerintahan. Namun, hal terpenting adalah bagaimana kepemimpinan baru mampu meneruskan berbagai hal positif yang telah dibangun sekaligus menghadirkan pembaruan dalam pelayanan kepada masyarakat.
Ia memberikan apresiasi terhadap pengabdian Quraizin selama menjalankan tugas di Kecamatan Nusaniwe, Menurutnya, masa pengabdian seorang pejabat tidak hanya meninggalkan jabatan, tetapi juga meninggalkan pengalaman, hubungan kerja serta berbagai fondasi yang dapat menjadi pijakan bagi kepemimpinan berikutnya.
“Jadi, di hari ini dengan berkenan Tuhan, acara pisah sambut antara camat yang lama dengan camat yang baru, Bapak Niel, sudah boleh terlaksana. Yang pastinya kita berharap bahwa ketika camat sebelumnya sudah berpindah tugas, berarti sudah meninggalkan jejak yang luar biasa bagi masyarakat Nusaniwe,” ujar Dessy.
Memasuki kepemimpinan baru, Dessy berharap Niel Wattimena dapat menjaga kesinambungan pelayanan dan pembangunan di Kecamatan Nusaniwe, Ia menilai pengalaman serta kedekatan Niel dengan wilayah tersebut dapat menjadi modal dalam memahami karakter masyarakat sekaligus memetakan berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Namun, menurut Dessy, pemahaman terhadap wilayah saja tidak cukup, Kepemimpinan di tingkat kecamatan membutuhkan kemampuan membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai unsur, mulai dari pemerintah negeri, kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
“Saya yakin sungguh Pak Niel bisa dan mampu untuk bertanggung jawab, bisa berkoordinasi dengan setiap stakeholder dan dengan setiap Forkopimcam yang ada di sekitar untuk bagaimana bisa membangun Nusaniwe menjadi lebih baik,” katanya.
Bagi Dessy, kolaborasi menjadi penting karena berbagai persoalan masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja, Pemerintah kecamatan memiliki kewenangan dan peran dalam pelayanan, sementara DPRD memiliki fungsi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui proses kebijakan dan pembangunan daerah.
Karena itu, komunikasi antara kedua pihak dinilai perlu terus diperkuat, Dessy juga berharap kepemimpinan Niel Wattimena memberikan perhatian terhadap sejumlah sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, Pendidikan dan kesehatan menjadi dua sektor yang menurutnya perlu terus mendapat perhatian. Selain itu, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi pariwisata Nusaniwe juga dinilai memiliki ruang untuk dikembangkan.
Menurut Dessy, Nusaniwe memiliki berbagai potensi yang dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat apabila dikelola melalui kerja sama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
“Segala hal terkait dengan pendidikan, kesehatan, dan juga yang ada di Nusaniwe, terutama di dunia pariwisata, beta yakin sungguh dengan kepemimpinan Pak Niel, semuanya bisa lebih baik, bisa lebih maju. Itu harapannya saya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, dukungan DPRD terhadap pembangunan Nusaniwe akan berjalan seiring dengan komunikasi yang baik antara wakil rakyat dan pemerintah kecamatan, Aspirasi masyarakat yang muncul dari negeri, kelurahan maupun lingkungan diharapkan dapat dikomunikasikan secara terbuka sehingga kebutuhan warga dapat menjadi bagian dari perhatian dalam proses pembangunan Kota Ambon.
Pergantian kepemimpinan di Kecamatan Nusaniwe pada akhirnya diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarlembaga dan seluruh unsur masyarakat, Pemerintah kecamatan, DPRD, pemerintah negeri, kelurahan, Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda memiliki peran masing-masing dalam mendukung pembangunan wilayah.
Dessy berharap kepemimpinan baru tidak berjalan sendiri, melainkan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan, Dengan koordinasi yang kuat, berbagai program pembangunan diharapkan dapat lebih tepat menjawab kebutuhan masyarakat.
Bagi Nusaniwe, pergantian camat bukan sekadar pergantian figur di kursi kepemimpinan, Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk meneruskan fondasi yang sudah ada, memperkuat kerja sama dan membuka ruang baru bagi peningkatan pelayanan serta pembangunan masyarakat.
Dari sinergi pemerintah dan DPRD hingga keterlibatan masyarakat, langkah bersama diharapkan menjadi kekuatan untuk membawa Nusaniwe terus bergerak maju.(Za)














