globaltimurnn.com

Minggu, 26 April 2026

Final Turnamen Gawang Mini Ransa Cup - II 2026, Hari Terakhir "Junjung Sportivitas"

April 26, 2026

Foto : Final Turnamen Gawang Mini Ransa Cup - II 2026,  Hari Terakhir "Junjung Sportivitas"

Hatusua
, Globaltimurnn.com - Turnamen sepak bola gawang mini Ransa Cup-II yang di selenggarakan oleh AMGPM Jemaat Hatusua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat selama kurang lebih 46 hari terhitung sejak 11 maret 2026, sebanyak 80 tim. 


Sebanyak 80 tim yang mengikuti turnamen tersebut, hingga hari ini tersisa empat tim diantaranya" Krista 03 asal Desa Kamarian, Karmel FC asal Desa Imabatai, Evon FC asal Kilo 9, dan tim Alamo asal Desa Kamarian. 


Turnamen ini memperebutkan satu buah piala bergilir dan sejumalah hadiah menarik lainnya termasuk sejumlah bonus, yakni" Yang menjuarai juara 1 akan memperoleh bonus sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah). 


Turnamen ini tidak berhenti di Ransa Cup-II namun akan berlanjut Cup-III yang di rencanakan akan diselenggarakan pada Mei 2026 mendatang. 


Hal ini disampaikan oleh ketua panitia pelaksanaan kegiatan turnamen gawang mini Ransa Cup-II Chresyo Tuhuteru kepada awak media ini saat ditemui di lapangan pertandingan turnamen sepak bola pada lokasi mata ampat Desa Hatusua sore ini. Minggu 26/04/2026


Tuhuteru berharap dengan adanya pertandingan saat ini pada Ransa Cup-II ini menjadi motifasi pada panitia pelaksana guna lebih baik lagi pada pelaksanaan pertandingan mendatang. 


Dirinya juga menitip pesan bagi peserta turnamen yang hari ini memasuki babak final memperebutkan juara 1, 2, 3 dan 4 agar bermain dan nantinya memperoleh hasil kemenangan dengan sportifitas yang tinggi. 


Dengan menjunjung sportifitas yang tinggi maka ke depan akan jauh lebih baik dengan menghadirkan banyak lagi tim - tim yang akan mendaftar, karena saat ini bukan saja tim - tim yang berasal dari SBB saja, namun juga hadir sejumlah tim dari Kota Ambon. Pungkasnya  (CW) 

Selengkapnya

Sabtu, 25 April 2026

Stabilitas Keamanan Maluku Terjaga, Pangdam XV/Pattimura Apresiasi Semangat Kebangsaan Masyarakat

April 25, 2026

Foto : Stabilitas Keamanan Maluku Terjaga, Pangdam XV/Pattimura Apresiasi Semangat Kebangsaan Masyarakat

Ambon
, Globaltimurnn.com - Kondisi keamanan di wilayah Maluku terpantau kondusif dan stabil. Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya aktivitas maupun atribut terkait organisasi terlarang Republik Maluku Selatan (RMS) di wilayah tersebut. Situasi damai ini merupakan cerminan dari penguatan sinergi antara Kodam XV/Pattimura dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kedaulatan NKRI.


Panglima Kodam (Pangdam) XV/Pattimura, Mayjen TNI Dodi Triwinarto, S.I.P., M.Han., menyatakan bahwa kesadaran masyarakat Maluku terhadap pentingnya persatuan nasional kini semakin menguat. Menurutnya, publik di Maluku telah menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi berbagai informasi maupun isu-isu yang berpotensi memecah belah kerukunan.


"Semangat nasionalisme masyarakat saat ini sangat luar biasa. Kondisi ini menunjukkan bahwa warga Maluku lebih mengutamakan fokus pada pembangunan daerah dan masa depan yang damai, serta telah meninggalkan pola-pola konflik masa lalu," ujar Pangdam.


Dalam kesempatan tersebut, Pangdam menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat yang secara mandiri turut menjaga kondusivitas di lingkungan masing-masing. Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi tidak bertanggung jawab, baik yang disebarkan melalui media sosial maupun pihak luar yang berupaya mengganggu stabilitas daerah.


"Mari kita jaga Maluku sebagai ruang yang aman bagi generasi mendatang. Saya mengajak seluruh elemen, baik tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga para orang tua, untuk terus menanamkan rasa cinta tanah air. Persatuan adalah fondasi kekuatan utama kita," tegasnya.


Keberhasilan dalam menjaga stabilitas ini juga tidak lepas dari pendekatan komunikasi sosial yang dilakukan jajaran Kodam XV/Pattimura. Melalui pendekatan yang humanis, TNI terus berupaya merangkul masyarakat guna memastikan Maluku tetap menjadi wilayah yang kondusif bagi iklim investasi, pengembangan sektor pariwisata, serta keberlanjutan pembangunan demi kesejahteraan bersama. (V374) 

Selengkapnya

Menanggalkan Masa Lalu, Memeluk Masa Depan: Saat Narasi RMS Tak Lagi Memiliki Tempat di Maluku Saat ini dan Selamanya

April 25, 2026

Foto : Menanggalkan Masa Lalu, Memeluk Masa Depan: Saat Narasi RMS Tak Lagi Memiliki Tempat di Maluku Saat ini dan Selamanya

Ambon
, Globaltimurnn.com - Kondisi keamanan di Maluku saat ini menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Jika tahun-tahun sebelumnya masyarakat sering merasa khawatir akan adanya gangguan keamanan saat memasuki bulan April, tahun ini suasananya sungguh berbeda. Rakyat Maluku justru semakin kompak dan tidak lagi terpengaruh oleh isu-isu lama yang dibawa oleh kelompok Republik Maluku Selatan (RMS).


​Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dodi Triwinarto, S.I.P., M.Han., menyatakan bahwa Maluku kini telah memasuki era baru yang lebih damai dan produktif. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk menjaga persaudaraan jauh lebih kuat dibandingkan ajakan untuk berpecah belah yang diusung oleh kelompok tertentu.


​Mayjen TNI Dodi Triwinarto menjelaskan bahwa gerakan seperti RMS sebenarnya hanya akan membawa kerugian bagi masyarakat Maluku sendiri. Alih-alih membawa kemajuan, pergerakan tersebut justru berisiko merusak kedamaian yang sudah susah payah dibangun bersama setelah masa lalu yang kelam. Saat ini, fokus utama adalah membangun ekonomi dan masa depan anak cucu, bukan lagi terjebak dalam angan-angan masa lalu yang tidak relevan.


​Pangdam menekankan bahwa kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memastikan setiap warga bisa tidur dengan nyenyak dan bekerja dengan tenang. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang secara mandiri menolak segala bentuk provokasi.


​"Saya melihat semangat persatuan warga Maluku tahun ini luar biasa hebat. Rakyat sudah cerdas dan tidak mau lagi dibohongi oleh janji-janji kosong atau gerakan yang hanya ingin memecah belah kita. Maluku adalah bagian yang sangat berharga dari Indonesia. Mari kita jaga kedamaian ini karena hanya dengan kondisi yang aman, kita bisa membangun sekolah, memperbaiki jalan, dan meningkatkan ekonomi keluarga kita. Jangan biarkan ada satu pun pihak yang merusak rasa persaudaraan 'Pela Gandong' yang kita cintai ini," tegas Mayjen TNI Dodi Triwinarto.


​Kondisi di lapangan menunjukkan aktivitas pasar, pelabuhan, dan perkantoran berjalan normal tanpa ada ketegangan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pengaruh RMS semakin tenggelam karena tidak mendapat tempat di hati generasi muda Maluku yang lebih memilih untuk maju dan bersaing di kancah nasional maupun internasional.


​Pemerintah dan aparat keamanan terus berkomitmen untuk mengedepankan pendekatan yang ramah dan merangkul agar seluruh lapisan masyarakat tetap merasa bangga sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

Sinergitas Kodam XV/Pattimura Bersama Forkopimda Prov Maluku Dalam Mitigasi Mencegah Pengibaran Bendera RMS di Kota Ambon

April 25, 2026

Foto : Sinergitas Kodam XV/Pattimura Bersama Forkopimda Prov Maluku Dalam Mitigasi Mencegah Pengibaran Bendera RMS di Kota Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com - Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku menjelang peringatan 25 April, Kodam XV/Pattimura bersama Pemerintah Provinsi Maluku mengambil langkah preventif melalui pendekatan yang humanis dan persuasif. Upaya ini difokuskan pada penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat, alih-alih menggunakan pendekatan keamanan yang bersifat konvensional.


Salah satu aksi nyata yang dilakukan adalah pelaksanaan karya bakti berskala besar di Negeri Aboru, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada pembenahan fasilitas umum, tetapi juga mencakup layanan kesehatan masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan gigi, penyakit dalam, kesehatan anak, hingga pemeriksaan mata.


Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dodi Triwinarto, S.I.P., M.Han., menegaskan bahwa kehadiran TNI bertujuan untuk menjamin terciptanya suasana kondusif serta melindungi masyarakat dari potensi provokasi yang dapat mencederai persaudaraan di Maluku. Meski mengedepankan pendekatan humanis, Pangdam memastikan bahwa seluruh jajaran tetap berada dalam status Siaga 1 dan melakukan patroli rutin di titik-titik strategis untuk menutup ruang bagi narasi separatisme.


"Masyarakat Maluku saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalam berbangsa. Fokus kolektif kita adalah pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan generasi mendatang, melalui peningkatan infrastruktur dan layanan kesehatan. Tidak ada tempat bagi narasi yang berpotensi memecah belah keutuhan bangsa," ujar Pangdam di Ambon, Sabtu (25/4/2026).


Senada dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku menekankan bahwa gerakan yang mengarah pada separatisme hanya akan menghambat laju pembangunan daerah dan merugikan kepentingan masyarakat luas.


Dari perspektif akademis, Peneliti Sejarah Politik Universitas Pattimura (Unpatti), Dr. Sem Touwe, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya merawat memori kolektif yang berorientasi pada perdamaian. Menurutnya, penolakan masyarakat terhadap gerakan separatis merupakan bentuk perlindungan diri agar Maluku tidak kembali terjebak dalam dinamika konflik di masa lalu.


Melalui kolaborasi strategis antara TNI, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat, stabilitas keamanan di Maluku kini berada pada kondisi yang semakin kokoh. Sinergi ini mencerminkan komitmen bersama bahwa ketenangan dan kerukunan sosial merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Maluku yang lebih maju dan sejahtera. (Rdks) 

Selengkapnya

Pasca Penebangan Pohon Cengkeh Oleh OTK Di Desa Seriholo Berhujung Palang Jalan, Kapolres SBB Komitmen Siap Ungkap Pelaku

April 25, 2026

Foto : Pasca Penebangan Pohon Cengkeh Oleh OTK Di Desa Seriholo Berhujung Palang Jalan, Kapolres SBB Komitmen Siap Ungkap Pelaku

SBB
, Globaltimurnn.com - Peristiwa penebangan pohon cengkih oleh orang tidak dikenal (OTK) terjadi di Dusun Tekelatatui, Desa Seriholo, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Sabtu (25/04/2026).


Kasihumas Polres Seram Bagian Barat, AKP Jhon R. Soplanit, kepada sejumlah media di SBB menjelaskan" kejadian bermula pada pukul 08.30 WIT, saat warga menerima informasi dari saksi yang melintas bahwa pohon cengkih milik warga telah ditebang oleh orang tidak dikenal.


“Awalnya pohon masih dalam kondisi utuh, namun saat saksi kembali, pohon tersebut sudah ditebang,” jelas AKP Soplanit.


Warga kemudian mendatangi lokasi dan memastikan kejadian tersebut. Korban diketahui bernama Dominggus Maateka (37), seorang petani asal Desa Seriholo, dengan kerugian sekitar Rp1.000.000 akibat satu pohon cengkih yang ditebang.


Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Kairatu Timur langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan TKP, koordinasi, serta memberikan imbauan kamtibmas agar masyarakat tidak terprovokasi.


Sekitar pukul 12.10 WIT, sekitar 50 warga Desa Seriholo melakukan pemalangan Jalan Trans Seram di Jembatan Waiour menggunakan batang bambu sebagai bentuk protes atas kejadian yang berulang dan belum terungkap pelakunya.


Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengungkap kasus tersebut dan meminta masyarakat tetap tenang serta tidak melakukan tindakan yang mengganggu kepentingan umum.


“Polres SBB akan menangani kasus ini secara serius dan profesional. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas dan mempercayakan penanganan kepada Kepolisian,” tegas Kapolres.


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres SBB Iptu. Boyke Nanulaita, SH, yang turun langsung ke lapangan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat serta memimpin pelaksanaan penyelidikan dan olah TKP.


Melalui mediasi antara pihak Kepolisian, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat, pemalangan jalan akhirnya dibuka pada pukul 15.20 WIT sehingga arus lalu lintas kembali normal.


AKP Soplanit menambahkan bahwa kasus serupa telah dua kali terjadi sebelumnya di lahan korban, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.


Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Polres SBB bersama Polsek Kairatu Timur dan unsur TNI mengerahkan 33 personel gabungan di lokasi.


“Saat ini situasi kamtibmas terpantau aman dan kondusif,” tutup AKP Soplanit.


Hingga kini, pelaku penebangan masih dalam penyelidikan. (Rdks) 

Selengkapnya

Personel Polda Sultra Laksanakan Pengamanan HUT Sultra di Kawasan Tugu Eks MTQ

April 25, 2026

Foto : Personel Polda Sultra Laksanakan Pengamanan HUT Sultra di Kawasan Tugu Eks MTQ

Kendari
, Globaltimurnn.com – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Tenggara, personel Polda Sultra melaksanakan pengamanan di kawasan Tugu Eks MTQ, Jumat malam (24/4/2026).


Kegiatan pengamanan dimulai sekitar pukul 20.30 WITA hingga selesai, dengan fokus utama pada pengawasan situasi kamtibmas, kelancaran arus masyarakat, serta antisipasi potensi gangguan keamanan selama berlangsungnya rangkaian kegiatan HUT Sultra.


"Pengamanan dilakukan di sekitar area Tugu Eks MTQ yang menjadi salah satu titik pusat kegiatan masyarakat dalam peringatan HUT Sulawesi Tenggara," kata Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian, S.I.K. Kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hadir.



Selain menjaga stabilitas keamanan, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Polda Sultra dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian perayaan HUT Sultra agar berlangsung tertib, aman, dan kondusif.


Dengan pengamanan yang maksimal, diharapkan masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Sulawesi Tenggara. (Rdks) 

Selengkapnya

Pangdam XV/Pattimura Pimpin Rotasi Pejabat Utama Kodam

April 25, 2026

Foto : Pangdam XV/Pattimura Pimpin Rotasi Pejabat Utama Kodam

Ambon
, Globaltimurnn.com - Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dodi Triwinarto, S.I.P., M.Han., secara resmi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan penyerahan jabatan sejumlah perwira menengah di lingkungan Kodam XV/Pattimura, Jum'at (24/4/2026).Prosesi yang berlangsung khidmat ini menandai penyegaran organisasi di tubuh komando kewilayahan Kodam XV/Pattimura. Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal lumrah dalam dinamika organisasi TNI Angkatan Darat guna meningkatkan kinerja dan profesionalisme prajurit sesuai tuntutan tugas yang semakin kompleks.


​Salah satu rotasi strategis yang menjadi sorotan adalah peralihan tongkat estafet posisi Aspers Kasdam XV/Pattimura dari Kolonel Arh Hendra Roza, S.I.P., kepada Kolonel Inf Wisnu Joko Saputro. Selain itu, jabatan Aslog Kasdam XV/Pattimura juga resmi berganti dari Kolonel Inf M. Bahrodin, S.I.P., kepada Kolonel Inf Gusti Nyoman Mertayasa, S.E. Di jajaran staf ahli, jabatan Pamen Ahli Bidang Hukum dan Humaniter diserahkan oleh Kolonel Inf Angkat Purbadi kepada Kolonel Cba Markus Irwan Purnomo, S.E., M.Si., sementara jabatan Pamen Ahli Bidang Ekonomi kini resmi dipercayakan kepada Kolonel Inf Herry Riana Sukma.


​Bagian penerangan pun turut mengalami regenerasi melalui pergantian Kapendam XV/Pattimura dari Kolonel Inf Heri Krisdianto, S.E., kepada Letkol Inf Adi Swastika, S.Hub.Int. Di saat yang bersamaan, Pangdam juga menerima penyerahan jabatan dari Letkol Inf Efran Tri Hernowo, S.I.P., selaku Waaspers Kasdam XV/Pattimura. Pergeseran ini diharapkan membawa inovasi baru dalam pola komunikasi publik dan pembinaan personel di internal Kodam.



Tak hanya di markas komando utama, rotasi juga menyentuh satuan komando kewilayahan di jajaran Korem. Letkol Inf Lukman Permana, S.E., resmi mengemban amanah sebagai Kasiintel Kasrem 151/Binaiya. Sementara itu, Korem 152/Baabullah turut memperkuat strukturnya dengan kehadiran Letkol Inf Hastiar Hatta, S.I.P., sebagai Kasiren dan Kolonel Arh Isdarmawan sebagai Kasiops. Acara tersebut ditutup dengan pelepasan Letkol Inf Galih Perkasa yang sebelumnya menjabat Wakabintaljarahdam XV/Pattimura untuk mengemban tugas baru sebagai Kasipers Kasrem 152/Wkr di Kodam Jaya. Pangdam berharap para pejabat baru segera beradaptasi dengan karakteristik wilayah Maluku guna melanjutkan program kerja yang telah berjalan dengan penuh integritas. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT