Ambon, globaltimurnn.com — Kuasa hukum SP, Marfin Latupay, S.H., membantah tuduhan dugaan perselingkuhan yang mengaitkan kliennya dengan seorang pria berinisial PI, Saat ditemui di kediaman SP, Jumat (6/11/2026), Marfin meminta agar tuduhan tersebut dibuktikan melalui proses hukum dan tidak berkembang menjadi penghakiman sepihak di ruang publik.
Dalam keterangannya, Marfin menegaskan bahwa SP membantah tuduhan maupun narasi yang mengaitkan dirinya dengan persoalan rumah tangga PI dan istrinya, LA.
Menurut Marfin, kepada media ini menjelaskan" setiap tuduhan harus didukung bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, Apabila terdapat percakapan WhatsApp yang diklaim menunjukkan adanya hubungan khusus tersebut perlu diperiksa melalui prosedur hukum yang sah. Ujarnya
Ia menilai tangkapan layar percakapan tidak seharusnya langsung dijadikan dasar untuk membentuk opini publik sebelum kebenarannya diuji secara objektif.
Marfin juga menyampaikan bahwa kliennya siap memberikan keterangan kepada penyidik Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease guna menjelaskan persoalan tersebut.
Soroti Dugaan Penganiayaan di Passo
Di tengah polemik tersebut, SP turut menyampaikan dugaan penganiayaan yang dialaminya di kawasan Passo, Kecamatan Baguala, pada 4 November 2026. Berdasarkan keterangan SP kepada redaksi, dugaan penganiayaan tersebut dilakukan oleh LA.
SP telah menempuh langkah hukum terkait peristiwa itu pada 5 November 2026. Pada tanggal yang sama, ia juga menjalani pemeriksaan medis untuk kepentingan visum.
Peristiwa tersebut menjadi persoalan hukum tersendiri yang memerlukan penanganan lebih lanjut, Pembuktian dugaan tindak pidana dan penentuan pihak yang bertanggung jawab harus didasarkan pada hasil pemeriksaan serta alat bukti yang diperoleh aparat penegak hukum.
Marfin Ingatkan Media dan Masyarakat
Marfin mengingatkan media dan masyarakat agar tetap menghormati asas praduga tak bersalah dalam menyikapi persoalan tersebut, Ia meminta agar pemberitaan dilakukan secara berimbang dengan memberikan ruang klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut.
Menurutnya, seseorang tidak seharusnya dihakimi hanya berdasarkan tuduhan atau informasi yang belum teruji kebenarannya, Prinsip keberimbangan dan verifikasi harus tetap menjadi pegangan media dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Terkait tuduhan yang dinilai merugikan kliennya, Marfin menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum, termasuk dugaan pencemaran nama baik maupun pelanggaran ketentuan terkait informasi elektronik.
Sebelumnya, persoalan rumah tangga PI dan LA menjadi perhatian setelah muncul tuduhan mengenai dugaan hubungan khusus antara PI dan SP. Percakapan WhatsApp yang diklaim berkaitan dengan tuduhan tersebut turut disebut sebagai bukti.
Namun, melalui kuasa hukumnya, SP membantah tuduhan itu dan meminta agar seluruh bukti diperiksa secara objektif melalui mekanisme hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, tuduhan dugaan perselingkuhan maupun dugaan penganiayaan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
Redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi LA, PI, serta pihak kepolisian guna memperoleh keterangan dari seluruh pihak dan menjaga keberimbangan pemberitaan. (***)



















