globaltimurnn.com

Senin, 01 Juni 2026

Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia: Personel Kodaeral lX Peringati Hari Lahir Pancasila 2026

Juni 01, 2026

Foto : Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia: Personel Kodaeral lX Peringati Hari Lahir Pancasila 2026

Ambon
, globaltimurnn.com - Prajurit dan PNS Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Kodaeral) lX memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" yang digelar di Lapangan Mako Kodaeral lX, Halong, Kota Ambon, Maluku, Senin (1/6/2026).


Wakil Komandan Kodaeral IX, Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi mewakili Komandan Kodaeral lX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dihadiri Inspektur Kodaeral lX, para Asisten Dankodaeral lX dan para Kepala Satuan Kerja Kodaeral lX.


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, merupakan pengingat akan pentingnya menjaga persatuan nasional sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian global melalui nilai-nilai luhur Pancasila.


Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. dalam amanatnya yang dibacakan Inspektur Upacara mengatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bersama bagi seluruh elemen bangsa.


"Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia," terang Ketua BPIP.


Pancasila lanjutnya, adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. 


Menurutnya, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. 


Selain itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam setiap aspek kehidupan. Generasi muda, khususnya, didorong untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.


Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini,   personel Kodaeral IX harus semakin memperkokoh komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, serta perekat persatuan demi menjaga keutuhan NKRl. (Rdks) 

Selengkapnya

Kapolda Sultra Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian

Juni 01, 2026

Foto : Kapolda Sultra Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian

Kendari
, globaltimurnn.com – Polda Sulawesi Tenggara menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Apel Polda Sultra, Senin (1/6/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra Brigjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H selaku inspektur upacara dan diikuti oleh Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K para Pejabat Utama Polda Sultra, serta personel Polda Sultra.


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa sekaligus kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sultra membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam amanatnya disampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Disebutkan bahwa di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia, Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun dan jangkar moral yang menjaga keutuhan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.


“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” demikian kutipan amanat yang dibacakan dalam upacara.


Selain menegaskan peran Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa, amanat tersebut juga menyoroti kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui politik luar negeri bebas aktif, peran diplomasi, serta keterlibatan dalam berbagai misi perdamaian internasional.


Kepala BPIP juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar simbol atau hafalan semata.


“Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata, kebijakan publik, serta kehidupan bermasyarakat,” pesan dalam amanat tersebut.


Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Polda Sultra menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkokoh semangat kebangsaan demi terwujudnya Indonesia yang damai, maju, dan berkeadilan. (V374) 

Selengkapnya

Minggu, 31 Mei 2026

Hari Lahir Pancasila di Ambon, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Nilai Pancasila sebagai Pedoman Hidup

Mei 31, 2026

Foto : Hari Lahir Pancasila di Ambon, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Nilai Pancasila sebagai Pedoman Hidup

Ambon
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kota Ambon memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan menggelar upacara bendera di halaman Balai Kota Ambon, Senin (01/06/2026). Momentum nasional ini dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat komitmen kebangsaan serta meneguhkan kembali nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.


Upacara berlangsung khidmat dengan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Ambon, Penjabat Sekretaris Kota, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran aparatur sipil negara lingkup Pemerintah Kota Ambon.


Dalam kesempatan itu, Wali Kota membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi merupakan momentum refleksi bersama untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan Indonesia, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia.


Dalam pidato tersebut dijelaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Di tengah situasi global yang dipenuhi ketidakpastian dan ancaman perpecahan, Indonesia mampu menunjukkan bahwa keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama dapat dirawat dalam bingkai persatuan.


"Indonesia berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang tersebar di lebih dari 17 ribu pulau dapat dipersatukan dalam satu ikatan kebangsaan," demikian kutipan pidato yang dibacakan Wali Kota.


Selain sebagai dasar negara, Pancasila juga menjadi landasan bagi Indonesia dalam menjalankan peran di tingkat internasional. Nilai-nilai musyawarah, kemanusiaan, dan keadilan sosial yang terkandung di dalamnya menjadi modal penting dalam membangun diplomasi yang damai dan konstruktif.


Kontribusi Indonesia dalam berbagai misi perdamaian dunia, keterlibatan dalam penyelesaian konflik regional, hingga konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang tertindas disebut sebagai wujud nyata implementasi sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.


Melalui momentum tersebut, Wali Kota Ambon mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak hanya menghafal Pancasila, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, nilai-nilai luhur Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan publik, menjamin keadilan bagi seluruh masyarakat, melindungi kelompok rentan, serta memastikan tidak ada warga yang merasa terpinggirkan dalam pembangunan.


"Jangan biarkan Pancasila hanya menjadi simbol yang terpajang di dinding atau sekadar tulisan dalam buku sejarah. Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dan bekerja nyata dalam kehidupan kita," tegasnya.


Di akhir amanat, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menolak segala bentuk radikalisme dan intoleransi yang dapat mengancam harmoni kehidupan berbangsa.


Dengan semangat Hari Lahir Pancasila 2026, Pemerintah Kota Ambon berharap nilai-nilai persatuan, kemanusiaan, dan keadilan sosial semakin mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian dunia.Alternatif judul menarik lainnya. (za)

Selengkapnya

Teguhkan Nilai Kebangsaan, Rutan Ambon Gaungkan Semangat Pancasila sebagai Pilar Persatuan dan Perdamaian Dunia

Mei 31, 2026

Foto : Teguhkan Nilai Kebangsaan, Rutan Ambon Gaungkan Semangat Pancasila sebagai Pilar Persatuan dan Perdamaian Dunia

Ambon
, Globaltimurnn.com – Semangat kebangsaan dan nasionalisme menggelora di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon saat seluruh jajaran mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di halaman Rutan. Senin (01/06/2026).


Mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", kegiatan ini menjadi momentum penting bagi jajaran pemasyarakatan untuk memperkokoh komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Pelaksana Harian (PLH) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, Sarwono, menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai sekadar sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan ini merupakan ruang refleksi untuk memperkuat penghayatan dan pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila di tengah berbagai tantangan zaman.


Dalam amanatnya, Sarwono menyebut Pancasila sebagai kompas moral sekaligus penuntun arah perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, di tengah arus globalisasi dan dinamika dunia yang terus berubah, Pancasila tetap menjadi fondasi kuat yang menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang majemuk.


“Keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang harus terus dirawat. Pancasila telah terbukti menjadi perekat yang menyatukan seluruh elemen bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.


Ia juga menyoroti peran strategis Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia sebagaimana amanat konstitusi. Nilai kemanusiaan, keadilan, dan musyawarah yang terkandung dalam Pancasila dinilai menjadi landasan kuat bagi Indonesia untuk terus berkontribusi dalam menciptakan tatanan dunia yang damai dan harmonis.


Lebih lanjut, Sarwono mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara, khususnya insan pemasyarakatan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan hadir dalam setiap tindakan, perilaku, serta pelayanan kepada masyarakat.


“Nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam integritas, profesionalisme, dan semangat melayani. Kita juga harus menjadi garda terdepan dalam menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan paham yang dapat mengancam persatuan bangsa,” tegasnya.


Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Ambon, Jefry R. Persulessy, menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk terus memperkuat karakter kebangsaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Menurutnya, nilai integritas, tanggung jawab, disiplin, dan pengabdian yang menjadi ruh pelayanan pemasyarakatan harus senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.


“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam budaya kerja dan pelayanan yang humanis, adil, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ungkap Jefry.


Ia menambahkan, Rutan Ambon berkomitmen membangun lingkungan kerja yang solid, harmonis, dan penuh semangat kebersamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.


Rangkaian upacara berlangsung tertib dan penuh makna, diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, hingga doa bersama. Seluruh prosesi mencerminkan semangat nasionalisme yang kuat serta tekad bersama untuk terus menjaga persatuan bangsa.


Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, Rutan Ambon kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian, demi terwujudnya Indonesia yang bersatu, damai, berdaulat, dan berkeadilan.Alternatif judul yang lebih menarik. (Za)

Selengkapnya

Maluku Gaungkan Semangat Pancasila

Mei 31, 2026

Foto : Maluku Gaungkan Semangat Pancasila

Ambon
, globaltimurnn.com – Pemerintah Provinsi Maluku menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 secara khidmat di halaman belakang Kantor Gubernur Maluku, Senin (1/6/2026). Upacara tersebut dihadiri para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekretaris Daerah Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU. Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Plt. Kepala Biro Organisasi Setda Maluku, Marisca L.N. Kakiailatu, S.STP., M.Si. Perwira Upacara dijabat Kepala Dinas Koperasi dan UKM Maluku, Suriyanti Anwar, S.STP., M.Si. Pengibaran bendera dilakukan oleh perwakilan Paskibraka SMA Negeri 1 Ambon, sedangkan doa dibacakan oleh staf Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Maluku, Yudha Sagita, S.Tr.IP.


Dalam kesempatan tersebut, Sekda Maluku membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam pidatonya ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menyala dalam setiap jiwa warga negara Indonesia.


Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya menjadi perekat persatuan bangsa, tetapi juga menawarkan solusi bagi terwujudnya perdamaian dunia yang berkelanjutan.


Disebutkan, di tengah ketidakpastian global dan ancaman fragmentasi, Pancasila tetap menjadi bintang penuntun yang menjaga Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang majemuk. Dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis, Indonesia mampu membuktikan bahwa keberagaman dapat bersatu dalam satu identitas kebangsaan.


Pancasila juga dinilai sebagai jangkar moral dalam menghadapi berbagai tantangan dunia, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. Indonesia, sebagai bangsa besar, terus menunjukkan peran aktif dalam menciptakan perdamaian dunia melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta konsisten menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih tertindas.


“Perdamaian bukan sekadar tidak adanya perang, tetapi hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” demikian kutipan pesan dalam pidato tersebut.


Kepada generasi muda, disampaikan ajakan untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) yang menjadi pedoman dalam menghadapi perkembangan zaman. Sementara kepada para kepala daerah, ditekankan pentingnya menghadirkan kebijakan publik yang berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat kecil, dan tidak meninggalkan kelompok yang rentan.


Menutup pidato tersebut, seluruh elemen bangsa diajak untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.


“Selama darah Indonesia masih mengalir dalam tubuh kita, Pancasila akan selalu hidup dalam denyut nadi seluruh anak bangsa,” tegasnya. (Rdks) 

Selengkapnya

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Digelar Meriah di Halmahera Utara, Usung Tema "Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia"

Mei 31, 2026

Foto : Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Digelar Meriah di Halmahera Utara, Usung Tema "Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia"

TOBELO
, Globaltimurnn.com - Globaltimurnn.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 secara khidmat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Halmahera Utara, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Senin (1/6/2026), mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” sebagai pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

 

Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si bertindak selaku Inspektur Upacara. Sementara itu, peran Perwira Upacara diemban oleh Pasi Ops Kodim 1508/Tobelo, Kapten Inf. Herry Susanto, dan Komandan Upacara adalah Danramil 1508-02/Galela, Kapten Inf. Suharno.

 

Upacara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi daerah dan unsur pimpinan instansi vertikal, antara lain Wakil Bupati Halut Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Pd.,M.Pd, Ketua DPRD Halut Christina Lesnussa, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu SH.,S.I.K, perwakilan Kejari Halut Leonardus Lakdewa, SH, perwakilan PN Tobelo Hakim Brian Sairado Purba, SH.,MH, serta perwakilan Dandim 1508/Tobelo Mayor Arh Muhammad Ali. Turut hadir pula Sekda Halut Drs. E.J Papilaya, MTP, Danki I Yon A Pelopor Satbrimob Polda Malut Iptu Bernard A. Lamau, para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, para perwira TNI-Polri, pimpinan OPD, Camat, serta para ASN Pemerintah Daerah Halmahera Utara.

 

Pasukan upacara terdiri dari gabungan berbagai elemen, mulai dari personil Kodim 1508/Tobelo, Kompi Senapan C Yonif 732/Banau, Satbrimob Polda Malut, Polres Halut, Satpol-PP, ASN Pemda, hingga gabungan siswa SMA Negeri 1 Halut dan SMP Negeri 1 Halut, serta Purna Paskibraka Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Utara. 


Dalam amanat Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, disampaikan bahwa peringatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", pemerintah menegaskan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai pedoman dalam menjaga persatuan Indonesia sekaligus menjadi kontribusi bangsa dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.


Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi pemersatu bangsa di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik, Pancasila dinilai tetap menjadi landasan moral yang mampu menjaga stabilitas, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Selain itu, Indonesia disebut memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dan perdamaian dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai musyawarah, mufakat, serta semangat kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila menjadi dasar bagi peran aktif Indonesia dalam diplomasi internasional, termasuk melalui kontribusi pasukan perdamaian dan berbagai upaya penyelesaian konflik di tingkat regional maupun global.


Pemerintah juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Para menteri dan kepala daerah diminta memastikan setiap kebijakan publik berorientasi pada keadilan sosial, kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat persatuan bangsa dengan menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam keharmonisan nasional.


Menutup amanatnya, pemerintah mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memperkokoh komitmen kebangsaan serta menjaga nilai-nilai religiusitas, kemanusiaan, dan persatuan. Dengan semangat tersebut, Pancasila diyakini akan terus hidup dan menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam mewujudkan bangsa yang maju, adil, dan damai. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Sabtu, 30 Mei 2026

Pemuda ICMI Maluku Turun Tangan Bersihkan Waiheru, Wujud Nyata Dukung Ambon Bersih dan Berkelanjutan

Mei 30, 2026

Foto : Pemuda ICMI Maluku Turun Tangan Bersihkan Waiheru, Wujud Nyata Dukung Ambon Bersih dan Berkelanjutan

Ambon
, Globaltimurnn.com – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan terwujudnya Kota Ambon yang bersih, sehat, serta berkelanjutan kembali ditunjukkan oleh Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Maluku melalui aksi nyata Gerakan Pemuda Peduli Sampah, yang digelar pada Minggu (31/05/2026).


Kegiatan yang berlangsung di sepanjang ruas jalan mulai dari Balai Diklat Pertanian hingga kawasan Perumnas Pasar Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Leadership Camp to School, sebuah program pembinaan kepemimpinan yang bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berkarakter, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kesadaran lingkungan yang tinggi.


Ketua Umum MPW Pemuda ICMI Maluku, Burhanudin Rumbouw, S.Pi., M.Si, menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan serius yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.


“Melalui gerakan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Pemuda ICMI Maluku hadir bukan hanya untuk mengedukasi masyarakat, tetapi juga memberikan teladan melalui aksi langsung di lapangan,” ujarnya.


Menurut Burhanudin, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan konkret terhadap berbagai program Pemerintah Kota Ambon dalam menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan layak huni. Ia menilai pendidikan kepemimpinan harus dibarengi dengan penanaman nilai tanggung jawab sosial, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan.


Dengan penuh semangat, para peserta Leadership Camp terlibat langsung dalam membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang jalur kegiatan. Tidak hanya itu, mereka juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan membangun kebiasaan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.


Aksi tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon. Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat gerakan pelestarian lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan.


Mengusung slogan “Par Ambon deng Maluku Pung Bae, Beta Par Ambon, Ambon Par Samua”, Pemuda ICMI Maluku menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi kunci dalam mewujudkan Ambon yang lebih bersih dan Maluku yang lebih baik di masa depan.


Melalui Gerakan Pemuda Peduli Sampah ini, Pemuda ICMI Maluku kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus motor penggerak perubahan di tengah masyarakat. Harapannya, aksi sederhana yang dilakukan hari ini dapat menginspirasi lebih banyak warga untuk turut menjaga lingkungan, karena kota yang bersih hanya dapat terwujud ketika seluruh elemen masyarakat bergerak dan bekerja bersama. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT