![]() |
| Foto : 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐏𝐢𝐞𝐭 𝐇𝐞𝐢𝐧 𝐁𝐚𝐛𝐮𝐚 𝐏𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧 𝐀𝐩𝐞𝐥 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐒𝐚𝐭𝐠𝐚𝐬 𝐁𝐞𝐧𝐜𝐚𝐧𝐚 𝐀𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐞 𝐋𝐨𝐥𝐨𝐝𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚 |
𝐓𝐎𝐁𝐄𝐋𝐎, Globaltimurnn.com – Apel pemberangkatan Satgas Bencana Alam Wilayah Halmahera Utara dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 11.25 WIT bertempat di Pelabuhan Besar Tobelo, Desa Rawajaya, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Kegiatan ini digelar dalam rangka misi kemanusiaan membantu masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Loloda Utara.
Apel pemberangkatan dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, serta dihadiri jajaran Forkopimda dan instansi terkait, antara lain Wakil Bupati Halut Dr. Kasman Hi. Ahmad, Ketua DPRD Halut Cristina Lesnussa, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf. Alex Donald M.L. Gaol, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, Kepala Kejaksaan Negeri Halut Bambang Sunoto, Sekda Halut Drs. E.J. Papilaya, Danki Brimob Kupa-kupa IPTU Moch. Thilio, Dan Subdenpom XV/1-1 Tobelo Letda CPM Irwansyah, serta pimpinan OPD, Basarnas, KPLP Tobelo, dan unsur terkait lainnya.
Kegiatan diawali dengan pengecekan personel oleh Dandim 1508/Tobelo pada pukul 11.25 WIT, kemudian dilanjutkan dengan apel pemberangkatan satgas yang dipimpin Bupati Halmahera Utara. Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa pengiriman satgas ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah bersama TNI/Polri dan instansi terkait dalam membantu warga yang terdampak bencana, khususnya di wilayah Loloda Utara.
Bupati mengungkapkan bahwa sejumlah desa masih mengalami dampak berat, salah satunya Desa Doitia, di mana lebih dari 200 kepala keluarga hingga kini belum dapat kembali ke rumah karena tempat tinggal mereka tertimbun material longsor. Oleh karena itu, keberangkatan satgas diharapkan dapat memulihkan lingkungan, membuka akses, dan membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas seperti sedia kala.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Maluku Utara dan Basarnas Ternate yang telah memberikan dukungan dalam operasi kemanusiaan tersebut. Ia juga berpesan agar seluruh personel satgas menjaga kesehatan, menumbuhkan semangat dan kepercayaan masyarakat, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Target pelaksanaan misi ditetapkan selama kurang lebih satu minggu dan dapat dipersingkat apabila pekerjaan selesai lebih awal.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan doa serta penyampaian SOP KM SAR Pandu Dewanata kepada personel oleh Kepala Subsie Operasi Basarnas Ternate. Pada pukul 12.00 WIT, kapal KM SAR Pandu Dewanata berangkat menuju Loloda Utara membawa personel beserta logistik bantuan.
Adapun unsur yang terlibat dalam Satgas Bencana Alam terdiri dari:
I SST personel Kodim 1508/Tobelo,I SST personel Polres Halut, I SST Basarnas Tobelo, I SST Tagana Kabupaten Halmahera Utara, I SST personel Yon A Pelopor Satbrimobda Malut, I SST personil Satpol-PP Halut, Tim medis sebanyak 5 orang.
Sementara itu, pukul 15.15 WIT kapal KM Pulau Kijang juga diberangkatkan membawa personel tambahan dan logistik, setelah selesai proses perbaikan dinamo mesin kapal di bengkel Wari, Kecamatan Tobelo.
Pembentukan dan pemberangkatan Satgas Bencana Alam ini merupakan bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Loloda Utara serta wujud komitmen bersama dalam misi kemanusiaan. (𝐆𝐈𝐎).















