
Foto : Tidak Ada Kata Janji, Tapi Bukti Berkarya, AKBP Ir. Untung Sangadji Siap Menjawab Penantian Panjang Masyarakat SBB, 17 Rencana Siap Dijalankan
SBB, Globaltimurnn.com - Berbulan - bulan, bahkan bertahun-tahun, Kabupaten SBB seperti berjalan di tempat.
Pembangunan tersendat, Nelayan mengeluh, Honorer tak jelas nasib, Listrik padam bergilir, Tanah tak bersertifikat, Tokoh agama hanya dihormati saat kematian, tapi tak pernah dihidupi di kala hidup.
Masyarakat diam, tapi hati mereka berteriak "Kami butuh pemimpin yang sudah terbukti, bukan yang baru belajar." Tutur Gerard Wakano kepada sejumlah media di SBB pagi ini
Pasalnya" dari kejauhan, nama AKBP Ir. Untung Sangadji mulai disebut di warung-warung kopi, di kelompok tani, di gereja, di masjid, bahkan di grup-grup WA warga SBB yang merantau.
Wakano mengatakan" Seorang mantan Kapolres yang pernah bertugas di Aceh dan Merauke, Seorang insinyur, Seorang pemimpin yang telah melewati api dan justru keluar dengan segudang pengalaman membangun. Ucap Wakano
Maka, ketika kabar bahwa beliau pensiun dan berniat kembali ke kampung halaman, bukan untuk bersantai, tapi untuk mencalonkan diri sebagai Bupati SBB, masyarakat tidak lagi sekadar penasaran, Mereka bergerak, Mereka menelepon, Mereka meminta kepastian. Beber Wakano
Kata Wakano" Melalui sambungan telepon seluler yang kadang putus-putus karena sinyal Timur yang belum merata, suara Pak Untung Sangadji terdengar, Bukan suara politikus yang pandai berkampanye, Tapi suara seorang teknokrat-birokrat yang sudah hapal peta masalah SBB halaman demi halaman. Sebutnya
Wakano menambahkan" Satu per satu, beliau memaparkan 17 rencana final, Bukan skenario kasar, Bukan janji kampanye, Setiap poin memiliki logika, lokasi, bahkan estimasi pelaku, Beliau bahkan dengan rendah hati mengatakan, "Jika Tuhan mengizinkan semua ini terlaksana, maka SBB tidak akan pernah sama lagi. Ucap Wakano
Tapi saya tidak ingin masyarakat hanya percaya pada kata-kata, Saya ingin mereka melihat bukti dari apa yang sudah saya lakukan."
Masyarakat SBB adalah masyarakat yang cerdas, Mereka tidak mudah terbuai janji, Tapi untuk Pak Untung, ada satu hal yang membuat mereka mulai bergerak, rekam jejak nyata, Saat menjabat sebagai Kapolres di Aceh, beliau tidak hanya menjaga keamanan.
Beliau turun membangun ekonomi pasca-konflik, Program pengalengan hasil laut, pelatihan keterampilan bagi warga pesisir, hingga pemanfaatan sungai untuk pembangkit listrik skala kecil, semua pernah beliau rintis di tanah Rencong.
Hasilnya? Masyarakat Aceh yang dulu rawan konflik mulai memiliki pekerjaan, Listrik masuk ke desa-desa terpencil, Honorer mendapat kepastian status. Jelas Wakano
Wakano menambahkan" Lalu ketika bertugas sebagai Kapolres di Merauke, Papua Selatan, beliau menghadapi tantangan yang justru mirip dengan SBB, daerah pesisir yang kaya ikan tetapi miskin infrastruktur, lahan pertanian luas tetapi belum tergarap optimal, serta masyarakat adat yang butuh kepastian hak atas tanah. Ujar Wakano
Pak Untung menjawabnya dengan program perikanan modern, pendampingan petani, dan percepatan sertifikat tanah bagi warga asli Merauke, Banyak program yang saat ini masih berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
Mengapa Ini Penting untuk SBB?
Aceh dan Merauke bukanlah laboratorium kecil, Keduanya adalah daerah dengan kompleksitas tinggi konflik, isolasi geografis, keragaman budaya, dan keterbatasan anggaran. Sebutnya
Jika Pak Untung mampu membangun di sana, maka membangun SBB adalah pekerjaan yang justru lebih ringan karena beliau pulang ke kampung sendiri, mengenal warganya satu per satu, dan tidak perlu lagi masa adaptasi.
Maka ketika beliau memaparkan 17 poin yang akan kami paparkan di seri tulisan berikutnya.
Intinya seorang sosok AKBP Ir.Untung Sangadji adalah bukan Calon Bupati Biasa, Tapi Pembangun dan eksekutor yang akan Pulang Kampung, AKBP Ir. Untung Sangadji bukanlah sosok yang datang membawa mimpi, Dia datang membawa pengalaman yang sudah teruji, rencana yang sudah terukur, dan hati yang sudah tidak ingin lagi melihat kampungnya tertinggal.
Masyarakat SBB sudah terlalu lama menunggu, Kini, seorang anak terbaiknya pulang membawa 17 kunci peradaban.
"Kami tidak butuh pemimpin yang pandai berpidato dan hanya hadir pada acar seremonial belaka, Kami butuh pemimpin yang sudah pernah membangun di tempat yang lebih sulit dari SBB, Pak Untung adalah jawabannya." Salah satu tokoh masyarakat SBB yang ikut dalam wawancara telepon seluler tersebut.
Sekarang, bola berada di tangan warga SBB, Apakah kita akan memilih kembali cara lama yang tidak pernah membuahkan hasil? Atau memberikan kepercayaan pada anak negeri yang sudah membuktikan karyanya di Aceh dan Merauke, dan kini rindu membangun kampung halamannya sendiri. Tutup Wakano













