globaltimurnn.com



Kamis, 08 Januari 2026

Ciptakan Koordinasi Yang Kuat, Forkompincam Di Saparua Gelar Pertemuan Bersama Semua Pihak

Januari 08, 2026

Foto : Ciptakan Koordinasi Yang Kuat, Forkompincam Di Saparua Gelar Pertemuan Bersama Semua Pihak

Saparua
, Globaltimurnn.com - Pertemuan Bersama antara Forkompincam Pulau Saparua Dengan Raja/Penjabat, melibatkan Saniri dan Staf Pemerintahan Negeri Saparua Tiouw dan Tuhaha. 


Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh pihak kecamatan dengan melibatkan Unsur Penegakan Hukum yakni Polsek Saparua dan Kejaksaan Negeri Ambon di Saparua dengan tujuan :

- Menciptakan koordinasi yang kuat antara unsur pemerintah kecamatan (Forkompincam) dan tokoh adat/masyarakat lokal (Raja/KPN/Penjabat dan Ketua Saniri) untuk pro aktif lagi dalam menyikapi  permasalahan yang terjadi.  

- Mengetahui apa yang menjadi aspirasi dari kalangan masyarakat masing-masing supaya mendapat gambaran untuk mengambil langkah selanjutnya. 

- Untuk mencari solusi damai dan mencegah potensi konflik selanjutnya antar warga dari ketiga negeri yang terlibat permasalahan.


Pertemuan tersebut di hadiri oleh Camat Saparua Winny. P. Salamor, S. STP, M.SI, Plt. Sekcam Saparua Timur A. P. Jasso, S.STP, Kapolsek Saparua AKP. Semmy. J. Leimena, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Saparua Asmin Hamjah, S.H., M.H, Ka Subsektor Saparua Timur Ipda. M. Ladoangin, Sekretaris Majelis Jemaat GPM Saparua-Tiouw Y. Kosapilawan. 


Bahkan dihadiri juga oleh unsur Pemerintah Negeri Saparua dalam hal ini Kepala Pemerintahan Negeri Saparua Jhon Titaley, Ketua Saniri Negeri Saparua Ny. E. Ririhena, Anggota Saniri Negeri Saparua Zadrack Anakotta, Kepala Lingkungan Negeri Saparua Chres Polhaupesy. 


Selain itu hadir juga unsur Pemerintah Negeri Tiouw dalam hal ini" Penjabat KPN Tiouw J. Wenno, S. Pd. Sekretaris Negeri Tiouw E. Talakua, Wakil Saniri Negeri Tiouw Jhohanis Pattiwael, Anggota Saniri Negeri Tiouw Rolly Matahelmual, Anggota Saniri Negeri Tiouw Jhon Samallo, Anggota Saniri Negeri Tiouw Sandro Puttuhena, Kasi Pemerintahan Negeri Tiouw Melky Taihutu, Kasi Pelayanan Negeri Tiouw Chirsna A. Odoh, Kasi Kesejahteraan Negeri Tiouw Harvey Matahelmual, Kaur Tata Usaha Negeri Tiouw Ny. Farsis Pattiwael, Staf Negeri Tiouw Rezcha Pattiwael, Kaur Keuangan Negeri Tiouw Gresye Tehubijuw, Tokoh Masyarakat Negeri Tiouw Jhon Latupeirissa. 


Sedangkan dari Negeri Tuhaha dihadiri oleh Sekretaris Negeri Tuhaha M. Pattipeiluhu, Ketua Saniri Negeri Tuhaha CH. Louhenapessy, Kaur Pemerintahan Negeri Tuhaha E. Matakena, Kaur Umum Negeri Tuhaha Ny. J. Sahusilawane, Kaur Perencanaan Negeri Tuhaha N. Warella. 


Kegiatan tersebut dibuka oleh Camat Saparua yang juga bertindak selaku moderator yang mana dalam sambutan-nya Camat menyampaikan" Pertemuan disaat ini dilaksanakan dalam rangka menyikapi persoalan Kesalahpahaman yang berujung pada aksi pengeroyokan yang terjadi pada hari Minggu tanggal 04 Januari 2026 yang melibatkan warga dari ketiga negeri Tuhaha, Saparua dan Tiouw. 


Kata Camat" Untuk diketahui Bapak/Ibu sekalian kejadian tersebut telah Kami (Forkopimcam) melaporkan kepada pimpinan masing-masing kepada pimpinan dan juga mendapat perhatian dari pimpinan kami masing-masing.


Pasalnya" Dari kejadian yang terjadi menimbulkan beberapa korban namun kondisi yang cukup memprihatinkan yaitu dialami oleh Allkris Lekatompessy sehingga yang bersangkutan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Tingkat II dr. Latumenten Ambon.


Kata Camat" Melalui forum ini juga kita semua akan mendengar arahan dari para Forkopimcam lainnnya dan juga kami akan mendengar penyampaian dari Bapak/Ibu perwakilan dari setiap negeri yang tujuannya agar kita dapat bersama mengetahui apa yang menjadi aspirasi di negeri masing-masing.


Sementara Kapolsek Saparua dalam penyampaian-nya mengatakan" Permasalahan ini berawal dari kesalahpahaman antara individu yang merembes menjadi permasalahan kelompok, dan kami Polsek Saparua telah melakukan tindakan kepolisian berupa turun TKP, mengamankan TKP, melihat kondisi para Korban di rumah sakit dan mengevakuasi warga Tuhaha baik dengan menggunakan mobil maupun melalui jalur laut dengan dikawal oleh personil kami.


Untuk diketahui oleh Bapak/Ibu sekalian terkait permasalahan ini kami proses sudah kami lakukan yang mana kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 (lima belas) orang warga Tuhaha yang sempat kami amankan dan telah ditemukan 2 (dua) orang warga yang memenuhi unsur dan akan kami tetapkan sebagai tersangka, sementara yang lainnya belum terbukti bersalah sehingga kami pulangkan, karena kewenangan kami pihak kepolisian untuk mengamankan orang hanya 1x24 jam. Jelas Kapolsek


Katanya" Dari pengembangan yang kami lakukan juga telah teridentifikasi 3 (tiga) nama warga Negeri Tuhaha yang juga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut dan disaat ini kami mengharapkan peran aktif dari Pemerintah Negeri untuk menghadirkan mereka. Sebut Kapolsek


Dikatakan-nya" Kami telah bekerja semaksimal mungkin, namun kendala kami yaitu minimnya Saksi untuk itu Kami mengharapkan Pemerintah Negeri dapat menyampaikan kepada warga yang melihat langsung kejadian tersebut untuk dengan sukarela datang ke Polsek supaya kami dapat melakukan pendalaman lagi.


Menghimbau kepada Pemerintah Negeri masing-masing untuk menghimbau warganya agar tidak mempercayai isu-isu yang berkembang di luar terkait permasalahan ini karena hal tersebut hoax.


Terkait permasalahan yang terjadi ini kami pihak kepolisian memberikan ruang kepada masing-masing pemerintah negeri, apabila ada kesepakan damai baik dari pemerintah negeri dengan keluarga korban maka kami siap memfasilitasi, namun apa bila tidak terdapat kesepakatan kami juga siap untuk bekerja.


Selain itu Kepala Kejaksaan Negeri Cabang Ambon di Saparua menyampaikan" Permasalahan ini masih dalam proses penyelidikan di pihak kepolisian adi tidak bicara panjang lagi dan untuk diketahui bapak/ibu sekalian saat ini sudah diperlakukan KUHAP dan KUHP baru per tanggal 02 Januari 2026 sehingga saat ini pihak kepolisian dan kami bekerja berdasarkan yang berlaku saat ini. 


Pihak Kejaksaan pun Menyarankan untuk perangkat negeri dan adat serta tokoh agama dari 3 negeri ini untuk saling menahan diri dan memberikan kepercayaan penuh kepada pihak kepolisian dalam bekerja serta meminta peran aktif para tokoh agar mendukung proses yang sementara berlangsung. 


Ada 2 jenis penyelesaian masalah yaitu melalui proses hukum maupun Restorative Justice semuanya itu tergantung pada proses pendekatan yang dilakukan, kami pihak penegakan hukum selalu siap bekerja.


Ditambahkan pula oleh Sekertaris Kecamatan Saparua Timur bahwa"Persiwa terjadi di hari dimana umat kristen baru selesai melaksanan perjamuan Kudus awal tahun dan akan menjelang ibadah syukur pada pukul 17.00 WIT, ke 3 negeri ini semuanya merupakan agama yang sama sehingga peristiwa ini sangat mencoreng kita sebagai umat kristiani.


Pertemuan ini untuk mencari solusi dan harapan saya melalui forum ini kami mendapat suatu kesepakatan damai karena terlepas dari hal ini, kita ketika negeri khususnya Negeri Saparua dan Negeri Tuhaha memiliki hubungan adat yang memang tidak dapat dipisahkan karena hubungan tersebut dibangun dari para leluhur dan terjaga sampai hari ini.


Disampaikan juga oleh Sekertaris Jemaat GPM Saparua-Tiouw bahwa" Sangat menyesali terjadinya peristiwa tersebut karena bertepatan dengan agenda pelayanan gereja yaitu perjamuan.


Harapannya kiranya anak-anak yang menjadi korban dapat mengalami pemulihan jasmani mereka dan anak-anak yang menjadi pelaku untuk dapat mengintropeksi diri, apa yang mereka lakukan bertentangan dengan hukum yang tentunya juga bertentangan dengan ajaran firman Tuhan yaitu Kasihilah Sesamamu Manusia seperti dirimu sendiri. 


Hal serupa disampaikan juga oleh Pemerintah Negeri Tuhaha lewat Kuar Pemerintahan yang menyampaikan" Mengawalinya atas nama Pemerintah Negeri Tuhaha kami memohon maaf karena pimpinan kami (Raja) saat ini tidak dapat hadir karena sementara berada di Jakarta untuk melakukan pemeriksaan medis dikarenakan kondisi kesehatan Beliau yang terganggu beberapa Minggu kemarin.


Kami Pemerintah Negeri Tuhaha dengan sadar mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh warga kami terhadap Korban baik dari Negeri Saparua maupun Tiouw adalah sesuatu yang sangat salah dan lewat kesempatan ini kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada kedua pemerintah negeri dimaksud, selain itu kami juga bersedia untuk menanggulangi segala biaya pengobatan dan perawatan yang dijalani oleh para Korban.


Untuk warga kami yang sementara di Tahan dirinya saat ini berada di bangku pendidikan SMA Kelas XII yang notabenenya beberapa bulan lagi Ia akan ada dalam ujian akhir, maka kami berharap hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan demi masa depan anak kami ini.


Selain itu kedepannya Kami dengan akan bersama-sama dengan Negeri Saparua akan ada dalam acara ritual pemasangan Atap Baileo Negeri Saparua yang mana atapnya diambil dan dibawah oleh kami sehingga diharapkan persoalan ini secepatnya dapat terselesaikan supaya tidak mengganggu acara adat ini.


Menjamin keamanan dan kenyamanan bagi setiap warga Negeri Saparua maupun Negeri Tiouw yang akan melintas dengan kendaraan saat beraktivitas pergi ke Jazirah Hatawano saat melintasi negeri kami.


Kemudian Kaur Umum juga menyampaikan" Apa yang dilakukan oleh warga kami pada tanggal 04 Januari 2026 saat melakukan rekreasi di Pantai Benteng Duurstede (pengeroyokan) adalah tindakan melawan hukum dan hal tersebut kami pemerintah negeri tidak membenarkannya. 


Anak-anak kami saat melakukan rekreasi sudah dalam pengaruh minuman keras sehingga mereka tidak dapat mengontrol emosi sehingga mereka melakukan hal tersebut dan bahkan mereka tidak mengingat lagi bahwa Negeri Saparua merupakan bagian dari Kami secara tradisi adat.


Meskipun belum secara keseluruhan namun ada warga kami yang sudah melakukan aktifitas tadi pagi di Pasar Saparua baik berjualan maupun berbelanja dan semuanya berjalan dengan aman, untuk itu kami pemerintah negeri mengucapkan terima kasih kepada segenap pemerintah negeri Saparua dan pemangku adat serta segenap warga Saparua dan hal serupa juga akan kami lakukan apabila ada warga Saparua maupun Tiouw yang beraktivitas di negeri kami.


Kemudian Pemerintah Negeri Saparua menyampaikan" Hari ini merupakan Hari Pasar yang tentunya aktivitas di Pasar Saparua yang menjadi jantung perekonomian pulau ini sangatlah ramai dan Saya sebagai Raja turun langsung mengecek dan berjumpa dengan pedagang dari Negeri Tuhaha yang berjualan dan juga didapati ada Warga Negeri Tuhaha yang berbelanja, dalam kesempatan tersebut Saya langsung bertatap muka dengan mereka dan menjamin kenyamanan mereka dalam beraktifitas disini, respon dari mereka juga merasa nyaman beraktifitas.


Tidak dapat dipungkiri bahwa Kami memiliki hubungan spesial secara adat yang tidak dapat dipisahkan dengan Negeri Tuhaha, namun kami tidak dapat memutuskan apakah masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan ataukah hukum karna itu merupakan hak dari pihak keluarga korban, namun yang dapat kami lakukan yaitu sebagai jembatan untuk pihak korban dan Pemerintah Negeri Tuhaha bertemu dengan pihak keluarga korban guna dapat menyampaikan maksud dan tujuannya.


Meminta dari Pemerintah Negeri Tuhaha, agar melakukan pendekatan persuasif dengan memanfaatkan hubungan kekerabatan (Gandong) dengan  warga kami khususnya yang merupakan orang Ullath yang berdomisili di Lingkungan Kampung Jati, karena Ibu Korban berasal dari Negeri Ullath yang berdomisili di negeri kami, karena kejadian yang menimpah korban sangatlah mendapat respon negatif dari mereka.


Untuk diketahui bersama bahwa ada 1 (satu) Unit Sepeda Motor milik seorang warga Negeri Tuhaha yang ketinggalan saat kejadian, namun benda tersebut diamankan di salah satu rumah warga kami yang berlokasi di Lingkungan Kampung Jati dan pada pagi hari ini pemilik motor telah mendatangi rumah warga kami tersebut dan melihat langsung barangnya tersebut masih dalam keadaan baik (tidak ada kerusakan).


Kemudian penyampaian dari Ketua Saniri Saparua bahwa" Yang kita butuh dari Pemerintah Negeri Tuhaha yaitu pendekatan persuasif, untuk itu dapat secepatnya melakukannya dan kami siap memfasilitasi namun seperti yang dikatakan tadi oleh Raja kami bahwa keputusan final sepenuhnya ada ditangan pihak keluarga korban. 


Saat ini warga Kami yang menjadi Korban an. Anak ALLKRIS LEKATOMPESSY telah dirujuk ke Ambon untuk mendapat pertolongan medis lanjut, untuk itu dari tempat ini Saya mengajak semua yang ada untuk mendoakan anak kami ini supaya kondisinya cepat membaik.


Penjabat Tiouw juga menyampaikan" Saat kejadian terjadi dan Saya mendapat informasi bahwa warga Tiouw ada yang menjadi Korban, kemudian Saya langsung menuju ke RSUD Saparua untuk melihat kondisinya dan pada kesempatan tersebut Saya juga memberikan nasihat kepada yang bersangkutan untuk lebih bijaksana/tidak mengambil langkah sendiri saat terkait dengan persoalan tersebut (adanya warga Tuhaha yang mengeluarkan kalimat kasar kepada pemudi Tiouw) tetapi melaporkan kepada kami dan pihak kepolisian guna diambil langkah yang tepat.


Warga kami ada yang menjadi Korban namun dilihat dari kondisi yang dialami maka Korban dari Negeri Saparua yang mengalami cukup parah jadi kami dan warga yang menjadi korban bersedia untuk penyelesaian secara korban.


Dari pertemuan yang diselenggarakan tersebut pada Ruang Polsek Saparua kemarin siang hingga sore itu, mendapat kesimpulan-nya" Pemerintah Negeri Tuhaha dan Perintah Negeri Saparua serta Negeri Tiouw menjamin kenyamanan aktivitas warga untuk melintasi dan beraktifitas.


Pemerintah Negeri Saparua bersedia menfasilitasi Pemerintah Negeri dan keluarga pelaku untuk bertemu dengan keluarga Korban, namun keputusan sepenuhnya ada ditangan pihak keluarga.


Akan melakukan pertemuan berikutnya dengan melibatkan keluarga korban namun untuk waktunya belum ditentukan karena menunggu perkembangan kondisi korban. (V374) 


Selengkapnya

Pasca Bentrok Warga Di Saparua, Kapolsek Himbau Warga Tetap Tenang, Jaga Kamtibmas

Januari 08, 2026

Foto : Pasca Bentrok Warga Di Saparua, Kapolsek Himbau Warga Tetap Tenang, Jaga Kamtibmas

Sapari
, Globaltimurnn.com – Bentrok warga beberapa hari terkahir ini, membuat semua masyarakat Saparua ikut panik dan cukup mengganggu Kamtibmas. 


Hal tersebut terjadi tidak berlangsung lama karena personel Polri yang di bantu TNI AD, dalam mengamankan situasi dan kondisi, sehingga berangsur aman. 


Kapolsek Saparua AKP. Semmy Leimena saat ditemui diruang kerjanya di Polsek Saparua oleh wartawan menyampaikan bahwa" Pihaknya terus menghimbau warga masyarakat Saparua untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi menyusul insiden kesalahpahaman antar pemuda yang berujung pengeroyokan di Pesisir Pantai Benteng Duurstede, Negeri Saparua, Minggu (4/1/2025).


Leimena membenarkan adanya peristiwa tersebut, Ia menjelaskan, kejadian bermula dari cekcok antara pemuda Negeri Tuhaha yang sedang berekreasi dengan pemuda asal Negeri Tiouw, yang kemudian berkembang menjadi perkelahian. Jelasnya


“Terjadi kesalahpahaman yang berujung pada perkelahian dan pengeroyokan, Saat ini seluruh rangkaian kejadian masih dalam proses penyelidikan,” Ujar Leimena pada senin 05/01/2026


Menurutnya" Insiden tersebut sempat memicu reaksi warga Negeri Saparua yang menilai salah satu korban justru menjadi sasaran pengeroyokan saat berupaya melerai, Warga sempat melakukan pemblokiran jalan sebagai bentuk protes, namun situasi berhasil dikendalikan aparat kepolisian. Ujarnya


Leimena menambahkan" Untuk mencegah meluasnya konflik, polisi melakukan pengamanan dan evakuasi terhadap warga Negeri Tuhaha, khususnya perempuan dan anak-anak, serta mengamankan seorang pemuda yang sempat terjebak di rumah warga, Selanjutnya, rombongan warga Negeri Tuhaha dipulangkan ke negerinya dengan pengawalan ketat aparat. Ungkap Leimena


Selalu Kapolsek dirinya mengimbau masyarakat agar mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Pungkasnya (Tim) 


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, menjaga situasi tetap kondusif, dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.


Ia memastikan, hingga saat ini kondisi keamanan di wilayah Saparua terpantau aman dan terkendali pascakejadian. (V374) 

Selengkapnya

Rabu, 07 Januari 2026

Pimpin Olahraga Bersama Danrem 151/Binaiya Komitmen Prajurit Profesional Tetap Bugar

Januari 07, 2026

Foto : Pimpin Olahraga Bersama Danrem 151/Binaiya Komitmen Prajurit Profesional Tetap Bugar

Ambon
, Globaltimurnn.com - Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya, Brigjen TNI Raffles Manurung, S.I.P., dengan penuh semangat memimpin Apel pagi dan olahraga bersama di lapangan Makorem 151/Binaiya.


Dalam kesempatan tersebut, Danrem 151/Binaiya menyampaikan beberapa penekanan penting yang harus dipedomani oleh seluruh prajurit dan PNS Korem 151/Binaiya.


Dalam arahannya Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung, S.I.P.  menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan ridhonya  sehingga kita masih diberikan kesehatan dalam melaksanakan tugas.


Brigjen TNI Raffles Manurung menegaskan bahwa momen olah raga bersama ini agar di jadikan sebagai langkah awal dalam pembinaan Jasmani, seluruh Prajurit dan PNS Korem 151/Binaiya harus memliki fisik yang PRIMA serta dapat menjalani Pola hidup yang sehat sehingga target menjadi Prajurit yang Profesional dapat tercapai.


"Bahwa menjaga Fisik dan Kesehatan merupakan salah satu bentuk komitmen kita terhadap TNI dan Negara, prajurit yang sehat dan kuat akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan tugas kedepan yang lebih kompleks", kegiatan ini juga di maksud kan untuk meningkatkan kinerja para Prajurit dan PNS korem 151/Binaiya serta memberikan dorongan moriil bagi Prajurit yang masih kurang memenuhi standart Ketangkasan Jasmani sehingga dapat memenuhi Standart Ketangkasan Jasmani yg diharapkan, tambah Brigjen TNI Raffles Manurung, S.I.P,


Dalam akhir arahannya Danrem 151/Binaiya menyampaikan kepada seluruh anggota korem 151/Binaiya bahwa kegiatan olah raga bersama ini akan di jadwalkan secara rutin dalam setiap minggunya. (V374) 

Selengkapnya

HUT ke-22, Bupati SBB Paparkan Capaian Pembangunan

Januari 07, 2026

Foto : HUT ke-22, Bupati SBB Paparkan Capaian Pembangunan

Kairatu
, Globaltimurnn.com - Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Asri Arman memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah sekaligus menjadi momentum evaluasi dan perencanaan kedepan, dalam rapat paripurna yang digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten SBB, memperingati HUT ke-22 kabupaten bertajuk “Saka Mese Nusa” itu, Rabu (7/1/2026).


Dijelaskan, selama 22 tahun perjalanan pembangunan, berbagai kemajuan telah dicapai terutama di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan perekonomian masyarakat.


“Capaian ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dan masyarakat,” ujarnya.


Bupati juga memaparkan sejumlah program prioritas yang telah dijalankan sepanjang tahun 2025 antara lain pembangunan dan perbaikan jalan penghubung antar kecamatan, peningkatan kualitas guru dan fasilitas pendidikan, perbaikan fasilitas kesehatan, pemberdayaan UMKM, bantuan permodalan, serta digitalisasi layanan publik.


Ia menekankan, pentingnya menjadikan momentum HUT ini sebagai pengingat bahwa masih terdapat tantangan dan keterbatasan yang perlu kita benahi bersama, termasuk keterbatasan fiskal dan perlunya penguatan tata kelola pemerintahan.


Pemerintah daerah kata Bupati Arman, berkomitmen melanjutkan pembangunan berkelanjutan dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur merata, dan pelayanan publik yang transparan serta akuntabel.


“Momentum HUT ke-22 ini diharapkan menjadi penguat tekad dan semangat kebersamaan, untuk terus bergandengan tangan membangun daerah ini agar semakin maju, mandiri, dan Sejahtera,” ucapnya penuh harap. (Yan) 

Selengkapnya

Pemkab SBB Tegaskan Pembangunan Berkelanjutan di HUT ke-22

Januari 07, 2026

Foto : Pemkab SBB Tegaskan Pembangunan Berkelanjutan di HUT ke-22

Kairatu
, Globaltimurnn.com - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Asri Arman dalam rapat paripurna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22, di Gedung DPRD Kabupaten SBB, Rabu (7/1/2026),


Bupati mengatakan, fokus pembangunan kedepan akan mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, pemerataan infrastruktur, dan pelayanan publik yang transparan serta akuntabel. Komitmen ini menjadi lanjutan dari berbagai pencapaian selama 22 tahun perjalanan pembangunan.


“Selama tahun 2025, Pemkab telah melaksanakan sejumlah program prioritas, antara lain pembangunan dan perbaikan jalan penghubung antar kecamatan, peningkatan kualitas guru dan fasilitas pendidikan, perbaikan fasilitas kesehatan, pemberdayaan UMKM, serta digitalisasi layanan public,” ujar bupati.


Peringatan HUT ke-22 ini lanjut bupati, menjadi momentum evaluasi dan refleksi atas tantangan yang masih ada, termasuk keterbatasan fiskal dan perlunya penguatan tata kelola pemerintahan.


Ia mendorong kolaborasi semua pihak untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, serta menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Yan) 

Selengkapnya

Kapolda Sumbar Pimpin Pemakaman Massal Korban Bencana Palembayan, 253 Orang Meninggal Dunia

Januari 07, 2026

Foto : Kapolda Sumbar Pimpin Pemakaman Massal Korban Bencana Palembayan, 253 Orang Meninggal Dunia

Sumbar
, Globaltimurnn.com - Suasana duka menyelimuti pelaksanaan pemakaman massal korban bencana alam di wilayah Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.


Kepolisian Daerah Sumatera Barat bersama unsur TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan menggelar prosesi pemakaman secara bermartabat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para korban.


Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 253 orang. Dari jumlah tersebut, 222 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara 31 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim gabungan.


“Hari ini kita hadir dalam suasana duka mendalam untuk melaksanakan pemakaman massal korban bencana alam di Palembayan. Polri memastikan seluruh proses identifikasi dan pemulasaraan dilakukan secara profesional, humanis, dan penuh penghormatan terhadap nilai kemanusiaan,” ujar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, Rabu (7/1).


Dari total jenazah yang telah teridentifikasi, tercatat 110 laki-laki dan 112 perempuan. Sementara 31 jenazah yang masih dalam proses identifikasi terdiri dari 14 laki-laki, 12 perempuan, serta 5 bagian tubuh (body part).


Sebelumnya, telah dilakukan pemakaman massal terhadap 10 jenazah di TPU Agam, dengan 4 jenazah di antaranya telah teridentifikasi. Pada hari ini, kembali dilaksanakan pemakaman massal terhadap 6 jenazah, yang terdiri dari 4 perempuan, 1 laki-laki, serta 1 bagian tubuh, seluruhnya ditemukan di wilayah Kecamatan Palembayan dan sekitarnya.


Kapolda Sumbar menegaskan bahwa Polri bersama seluruh unsur terkait terus memaksimalkan upaya identifikasi jenazah serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban.


“Kami bersama TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan terus bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dan dimakamkan secara layak, serta keluarga yang ditinggalkan mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan,” tegasnya.


Selain penanganan korban jiwa, dampak bencana juga dirasakan oleh kalangan pelajar. Berdasarkan data posko di Kecamatan Palembayan, tercatat 104 pelajar terdampak bencana, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, yang tersebar di tiga posko pengungsian, yakni SDN 05 Kayu Pasak SBB, Padang Koto Gadang, dan Nagari Salareh Aia Timur.


Kapolda Sumbar turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.


“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan bencana ini kepada petugas di lapangan. Informasi resmi akan terus kami sampaikan secara terbuka,” imbau Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta.


Di akhir pernyataannya, Kapolda Sumbar menyampaikan duka cita mendalam atas nama negara dan institusi Polri kepada seluruh keluarga korban.


“Atas nama negara dan Polri, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Mari kita doakan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya. (V374) 

Selengkapnya

Densus 88 AT Polri Temukan True Crime Community, Anak-anak Rentan Terpapar Kekerasan di Ruang Digital

Januari 07, 2026

Foto : Densus 88 AT Polri Temukan True Crime Community, Anak-anak Rentan Terpapar Kekerasan di Ruang Digital

Jakarta
, Globaltimurnn.com - Densus 88 AT Polri mengungkap temuan serius terkait paparan konten kekerasan dan ideologi ekstrem di ruang digital yang menyasar anak-anak dan remaja. Hal ini disampaikan dalam Konferensi Pers Penanganan Anak Terpapar Konten Kekerasan di Ruang Digital yang digelar di Gedung Awaloedin Djamin Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (7/1/2026).


Kepala Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardana, S.I.K., menjelaskan bahwa pihaknya menemukan keberadaan komunitas digital yang berkembang secara masif di media sosial dan berpotensi mendorong kekerasan ekstrem, khususnya pada anak-anak.


“Kami membenarkan apa yang telah disampaikan Kepala BNPT, bahwa Densus 88 menemukan sebuah komunitas yang dibingkai dalam grup media sosial. Ini bukan satu-satunya, melainkan salah satu dari puluhan grup serupa yang telah kami identifikasi,” ujar Kombes Mayndra.


Ia menjelaskan, kelompok-kelompok tersebut mulai terdeteksi sejak tahun 2025 dan hingga kini masih terus dilakukan intervensi bersama kementerian dan lembaga terkait di berbagai daerah. Konten yang disebarkan dikemas secara menarik, mulai dari video pendek, animasi, meme, hingga musik, yang berpotensi menumbuhkan ketertarikan dan simpati terhadap ideologi kekerasan.


Menurutnya, kondisi ini menjadi sangat berbahaya ketika bersinggungan dengan psikologis anak-anak yang masih berada pada fase pencarian jati diri.


“Anak-anak belum memiliki kemampuan berpikir kritis yang matang dan cenderung mencari pengakuan. Paparan radikalisme dan kekerasan di media sosial dapat dengan cepat memengaruhi perilaku, emosi, dan pola pikir mereka,” jelasnya.


Salah satu fenomena yang menjadi perhatian serius adalah berkembangnya True Crime Community di kalangan remaja. Kombes Mayendra menegaskan, komunitas ini tumbuh secara sporadis tanpa tokoh atau organisasi resmi, namun memanfaatkan sifat ruang digital yang transnasional dan sensasional.


Ia juga memaparkan sejumlah kasus kekerasan global yang melibatkan remaja sepanjang tahun 2025, yang diketahui terinspirasi dari konten ekstrem di media sosial. Salah satu kasus terbaru terjadi di Moskow, Rusia, pada Desember 2025, di mana pelaku bahkan menuliskan frasa “Jakarta Bombing 2025” pada senjata yang digunakan.


“Tulisan itu diambil dan diunggah ke komunitas digital terkait. Ini menunjukkan bagaimana narasi kekerasan dapat melintasi batas negara dan menjadi inspirasi aksi nyata,” ungkapnya.


Kombes Mayndra menambahkan, Densus 88 sebenarnya telah mengidentifikasi potensi ancaman ini jauh sebelum insiden di SMA Negeri 72 Jakarta terjadi. Namun, karakter pelaku yang tertutup dan menarik diri dari lingkungan sosial membuat deteksi dini menjadi sulit.


Pasca insiden tersebut, Polri bersama kementerian dan lembaga terkait melakukan intervensi lanjutan di berbagai daerah, hingga pada 22 Desember 2025 dilakukan penanganan serentak terhadap lebih dari 70 anak yang teridentifikasi dalam komunitas ini.


“Dari hasil wawancara, kami menemukan adanya rencana aksi kekerasan ekstrem, termasuk pengeboman sekolah, penusukan, hingga rencana bunuh diri setelah melakukan aksi,” kata Kombes Mayndra.


Ia mengungkapkan, dari 70 anak yang tersebar di 19 provinsi, sebanyak 67 anak telah menjalani asesmen, pemetaan, konseling, dan pendampingan. Mayoritas berada pada rentang usia 11–18 tahun, dengan dominasi usia 15 tahun.


Faktor pemicu keterlibatan mereka beragam, mulai dari perundungan, kondisi keluarga tidak harmonis, trauma, minimnya perhatian orang tua, hingga paparan konten pornografi dan kekerasan.


Menutup keterangannya, Kombes Mayndra mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah, untuk lebih waspada terhadap perubahan perilaku anak.


“Ciri-ciri yang perlu diwaspadai antara lain ketertarikan berlebihan pada simbol dan tokoh pelaku kekerasan, menarik diri dari pergaulan, menyukai konten sadistik, marah saat gawainya diperiksa, serta membawa benda yang identik dengan kekerasan ke sekolah,” pungkasnya. (V374) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT