globaltimurnn.com

Rabu, 13 Mei 2026

Wujudkan Swasembada, Pangdam Pattimura Teken Kontrak Cetak Sawah 1.454 Hektar

Mei 13, 2026

Foto : Wujudkan Swasembada, Pangdam Pattimura Teken Kontrak Cetak Sawah 1.454 Hektar

Ambon
, Globaltimurnn.com - Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa kembali dibuktikan melalui langkah nyata di lapangan. Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dodi Triwinarto, menghadiri langsung prosesi penandatanganan Kontrak Konstruksi Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 bersama Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian yang digelar di Ballroom Hotel The Margo, Depok, Rabu (13/5/2026).


​Langkah besar ini merupakan bagian dari upaya strategis negara untuk memastikan ketersediaan pangan bagi rakyat, khususnya di wilayah Maluku. Dalam kontrak tersebut, Kodam XV/Pattimura dipercayakan untuk menggarap lahan seluas 1.454 hektar yang tersebar di 11 titik krusial. Wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur mendapatkan alokasi terbesar seluas 1.362 hektar di sembilan desa, sementara Kabupaten Maluku Tengah mencakup 92 hektar di dua desa.


​Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dodi Triwinarto, menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam program cetak sawah ini adalah bentuk pengabdian tulus untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat lokal. TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turun langsung ke sawah untuk memastikan urusan pangan rakyat terjamin dan ekonomi desa bergerak maju.


"Program cetak sawah ini bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan janji kami untuk hadir di tengah kesulitan rakyat. Kami ingin memastikan tanah Maluku yang subur ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. TNI akan mengawal proses ini dengan penuh integritas agar setiap jengkal tanah yang dicetak mampu melahirkan kemandirian pangan yang berkelanjutan di Bumi Raja-Raja," ujar Pangdam.


​Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga malam hari tersebut juga dihadiri oleh Bupati Maluku Tengah dan jajaran pejabat Kodam XV/Pattimura. Prosesi penandatanganan diawali dengan pengarahan dari Irjen Kementerian Pertanian, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan TNI dalam menghadapi tantangan pangan global.


​Melalui kerja keras dan sinergi ini, TNI menunjukkan bahwa mereka adalah pelindung sekaligus pembangun. Masyarakat Maluku diharapkan tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama yang merasakan langsung dampak positif dari perubahan lahan tidur menjadi sawah produktif yang hijau dan subur. Langkah ini memperkuat keyakinan masyarakat bahwa TNI akan selalu berada di garda terdepan dalam memperjuangkan nasib rakyat kecil. (Rdks) 

Selengkapnya

Luar Biasa,,, Pemda SBB Sambut Hardiknas 2 Mei 2026, Dengan Beragam Warna Pakaian Adat, Upacara Dipimpin Wabup

Mei 13, 2026

Foto : Luar Biasa,,, Pemda SBB Sambut Hardiknas 2 Mei 2026, Dengan Beragam Warna Pakaian Adat, Upacara Dipimpin Wabup

Piru
, Globaltimurnn.com - Pemerintah daerah Kabupaten Seram Bagian Barat menggelar upacara peringati syukuran Hardiknas tanggal 2 Mei 2026, yang diselenggarakan tepatnya pada lapangan Upacara Kantor Bupati SBB di Desa Morekauw, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten SBB, pukul 08 : 00 Wit. Sabtu 04/05/2026


Upacara peringati Hardiknas 2 Mei 2026 yang diselenggarakan pemerintah daerah Kabupaten SBB itu, dipimpin lansung wakil Bupati SBB Selfinus Kainama. S. Pd, diikuti peserta upacara yakni forkopimda dan sejumlah peserta didik bersama kepala sekolah dari beberapa lembaga pendidikan di kota Piru. 


Upacara peringati Hardiknas 2 Mei 2026 itu, berlangsung penuh hikmat diwarnai dengan pemandangan menarik beragam warna pakaian adat kas SBB Saka Mese Nusa. 


Selfinus Kainama dalam sambutan-nya menyampaikan" Hari pendidikan Nasional adalah momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan dan menghidupkan spirit pendidikan nasional. Ucapnya


Dikatakan-nya" Pada hakekatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan Manusia.


Lebih lanjut dalam sambutan-nya Kainama menyampaikan" Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Ucapnya


Kata Kainama" Bapak pendidikan nasional, Ki hajar Dewantara meletakan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem AMONG Asah ( ILMU) asih ( kasih sayang ) dan Asuh (pendampingan, pembinaan). 


Sesuai dengan amant unda-undang dasar 1945 dan undang-undang sistem pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003, Pendidikan pada hakekatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak dan peradaban bangsa.


Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa berakhlak mulia, cerdas terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur bertanggungjawab, demokratis dan kepribadian utama lainnya. Jelas Kainama


Kata Kainama" Sesuai asta cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumberdaya manusia Indonesia yang unggul, kuat dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur dan bermartabat.


Berlandaskan landasan tersebut , kementrian Pendidikan dasar dan menengah menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 


Menurutnya" Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran dan peradaban, Guna memenuhi kualifikasi guru, pemerintah memberikan beasiswa 3.000.000 rupiah tiap semester untuk guru-guru yang belum Diploma IV/setara 1 (S 1) melalui program rekongnisi pembelajaran lampau ( RPL ) di kampus yang memenuhi ketentuan Menteri pendidikan tinggi, sains dan teknologi, pada tahun 2025, beasiswa di alokasikan 12.500 guru dan pada tahun 2026 untuk 150.000 guru. 


Ditambahkan-nya" Para guru juga mendapatkan berbagai pelatihan seperti pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, koding dan kecerdasan Artifisial, kepemimpinan sekolah dan bahas inggris. Tambahnya


Pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi, dimana nominal tunjangannya telah dinaikan dan kini di transfer langsung setiap bulan. 


Guru honorer juga mendapatkan insentif setiap bulan, Semua kebijakan ini dimaksudkan agar guru dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan baik.


Pembelajaran mendalam juga perlu diintegrasikan dengan penguatan karakter melalui penciptaan budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, baik fisik, sosial, dan spiritual. 


Sesuai arahan Presidan Prabowo Subianto tentang budaya ASRI (Aman, Sehat, Risiko, dan Indah), kita bangun atmosfer sekolah sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi semua murid.


Akhir kata Kainama menyampaikan" berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa tiga : M Minsed (Pola pikir) yang maju , Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. 


Tanpa ketiganya, semua kebijakan itu hanya akan berhenti sebagai program dan formalitas yang sekedar ditandai dengan capaian angka angka kuantitatif .


Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026, Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju dan bermartabat. Tutupnya (V374) 

Selengkapnya

Luar Biasa,,, Sinergitas Polres Halsel Dan Polres SBB, Berhasil Ringkus Pelaku Penganiayaan Maut Yang Kabur ke Ambon

Mei 13, 2026

Foto : Luar Biasa,,, Sinergitas Polres Halsel Dan Polres SBB, Berhasil Ringkus Pelaku Penganiayaan Maut Yang Kabur ke Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com - Kerja cepat dan sinergitas jajaran kepolisian kembali membuahkan hasil. Personel Satreskrim Polres Seram Bagian Barat bersama Satreskrim Polres Halmahera Selatan berhasil mengamankan seorang terduga pelaku tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Kamis (14/05/2026) dini hari.


Pelaku berinisial AB alias AR (19) diamankan sekitar pukul 01.00 WIT di salah satu rumah kos yang berada di areal STAIN, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku.


Diketahui, pelaku merupakan warga Kelurahan Mano, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan dan diduga terlibat dalam kasus penganiayaan maut yang terjadi di wilayah Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.


Penangkapan tersebut merupakan hasil koordinasi dan kerja sama intensif antara personel Satreskrim Polres Halmahera Selatan dengan personel Satreskrim Polres Seram Bagian Barat setelah pelaku sempat melarikan diri usai kejadian.


Dari hasil penelusuran petugas, pelaku diketahui melarikan diri dari Kawasi pada 17 April 2026 dengan berpindah-pindah lokasi mulai dari Dusun Rahai, Tomi-Tomi, Mangga Bongko, Erang hingga akhirnya bersembunyi di Kota Ambon.


Setelah dilakukan penyelidikan dan pelacakan keberadaan pelaku, tim gabungan akhirnya berhasil mengetahui lokasi persembunyian pelaku dan langsung melakukan penangkapan tanpa perlawanan.


Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M mengatakan keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan bentuk sinergitas antar satuan kepolisian dalam upaya penegakan hukum.


“Pelaku berhasil diamankan berkat kerja sama dan koordinasi yang baik antara Satreskrim Polres Halmahera Selatan dan Satreskrim Polres Seram Bagian Barat. Saat diamankan, situasi berlangsung aman dan kondusif,” jelas Kapolres.


Ia menambahkan, saat ini tersangka sementara dititipkan di Polresta Ambon dan selanjutnya akan dibawa menuju Polres Halmahera Selatan guna menjalani proses hukum lebih lanjut.


“Polres Seram Bagian Barat akan terus mendukung upaya penegakan hukum serta membantu pengungkapan kasus-kasus tindak pidana melalui koordinasi lintas wilayah,” tambahnya. (Tim) 

Selengkapnya

Konfercab XIV GMNI Ambon Dipersoalkan, Panitia Pelaksana Tegaskan Forum Sah dan Konstitusional

Mei 13, 2026

Foto : Konfercab XIV GMNI Ambon Dipersoalkan, Panitia Pelaksana Tegaskan Forum Sah dan Konstitusional

Ambon
, Globaltimurnn.com – Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Cabang (Konfercab) XIV Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ambon, Fedri Letkory, menanggapi pernyataan Ketua DPC GMNI Ambon, Sam Mesak, dibawah kepemimpinan Sujahri Somar, yang telah diframing ke beberapa media terkait tuduhan bahwa pelaksanaan Konfercab XIV yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Mei 2026 merupakan forum ilegal, cacat prosedural, dan inkonstitusional.


Menurut Letkory, tuduhan tersebut perlu dipandang secara objektif serta diuji berdasarkan prinsip perjuangan GMNI, konstitusi organisasi, dan dinamika sejarah perjalanan organisasi secara nasional.


Ia menilai dinamika yang terjadi di tubuh GMNI Cabang Ambon belakangan ini seharusnya dipahami secara jernih dan organisatoris, bukan melalui penilaian sepihak.


“Pernyataan yang menyebut pelaksanaan Konfercab XIV sebagai forum cacat prosedural dan inkonstitusional merupakan bentuk logical fallacy atau kekeliruan berpikir yang bersifat sepihak dan belum tentu merepresentasikan keseluruhan realitas internal organisasi,” ujar Letkory dalam keterangannya.


Menurutnya, dalam perjalanan sejarah GMNI secara nasional, perbedaan pandangan, pertarungan gagasan, hingga konflik legitimasi bukanlah hal baru. Karena itu, ia meminta seluruh kader melihat persoalan tersebut secara dewasa dan konstitusional.


Letkory juga menegaskan bahwa pemahaman terhadap Statuten en Huishoudelijk Reglement atau Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GMNI harus dilakukan secara komprehensif.


“GMNI bukan organisasi feodal yang bisa dimonopoli tafsir konstitusinya oleh satu orang atau kelompok tertentu. AD/ART bukan kitab suci yang boleh dipelintir demi melindungi kepentingan politik internal,” tegasnya.


Ia menyebut penggunaan istilah seperti “cacat prosedural” dan “inkonstitusional” harus dapat dipertanggungjawabkan secara organisatoris dan konstitusional, bukan sekadar membangun opini di ruang publik.


“Saya kira tuduhan tersebut merupakan pernyataan serius. Jangan sampai ruang publik dipenuhi narasi yang tidak etis dan tendensius. Hal ini justru menunjukkan ketidakdewasaan serta ketidakbijaksanaan dalam berorganisasi,” tambahnya.


Lebih lanjut, Letkory mengajak Sam Mesak untuk melihat kembali sejarah dinamika GMNI secara nasional, termasuk dualisme kepemimpinan yang pernah terjadi pasca-Kongres GMNI di Ambon.


Ia menjelaskan bahwa saat itu muncul dua kubu kepemimpinan nasional, yakni kubu Arjuna Putra Aldino dan Imanuel Cahyadi. Dinamika tersebut berdampak langsung terhadap DPC GMNI di berbagai daerah, termasuk di Ambon.


Menurut Letkory, DPP GMNI di bawah kepemimpinan Arjuna Putra Aldino dan Muhammad Ageng Dendy Setiawan kala itu memperoleh pengesahan melalui Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor AHU-0000510.AH.01.08.TAHUN 2020.


“Ini adalah fakta hukum yang tidak bisa dihapus dengan opini maupun propaganda. Legitimasi organisatoris dibangun melalui pengakuan struktural dan konsolidasi kaderisasi,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa pihak yang berafiliasi secara struktural dengan kepengurusan tersebut memiliki legitimasi administratif dan keabsahan hukum organisasi.


Sementara itu, pada 2025, DPP GMNI di bawah kepemimpinan Imanuel Cahyadi dan Sohjari kembali menggelar kongres di Bandung yang melahirkan kepemimpinan Risyad Pahlevi dan Sohjari Somar.


Namun, pasca-kongres tersebut, kata Letkory, terjadi komunikasi intensif antara Risyad Pahlevi dengan Arjuna Putra Aldino serta Muhammad Ageng Dendy Setiawan untuk membangun rekonsiliasi nasional GMNI.


Ia menyebut puncak rekonsiliasi berlangsung pada 15 Desember 2025 di Hotel Inna Bali Heritage, ketika kedua kubu secara resmi melakukan konsolidasi organisasi.


“Momentum tersebut menjadi titik baru rekonsiliasi dan konsolidasi nasional GMNI,” kata Letkory.


Karena itu, ia menilai dinamika yang terjadi di GMNI Ambon saat ini seharusnya disikapi secara objektif mengenai siapa yang memiliki legitimasi organisatoris dan administratif.


“Persoalan internal organisasi tidak seharusnya disikapi dengan pendekatan saling menegasikan,” ujarnya.


Di akhir pernyataannya, Letkory menegaskan bahwa apabila terdapat tuduhan terkait cacat prosedural maupun inkonstitusionalitas, maka hal itu harus dibuktikan secara jelas berdasarkan ketentuan AD/ART organisasi.


Ia juga mengingatkan agar tidak ada tindakan intimidasi dalam dinamika internal organisasi.


“Jika ke depannya masih ada tuduhan serupa, apalagi disertai langkah-langkah intimidasi baik verbal maupun nonverbal, maka kami akan menanggapi secara serius dan membawa persoalan ini ke ranah hukum,” tegas Letkory. (***) 

Selengkapnya

Berita Menarik,,,Polres SBB Serahkan Kasus Dugaan Percobaan Pemerkosaan dan Pencabulan Tahap II

Mei 13, 2026

Foto : Berita Menarik,,,Polres SBB Serahkan Kasus Dugaan Percobaan Pemerkosaan dan Pencabulan Tahap II 

Piru
, Globaltimurnn.com - Sat Reskrim Polres Seram Bagian Barat melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara dugaan tindak pidana percobaan pemerkosaan dan pencabulan, Rabu (13/05/2026).


Kegiatan yang berlangsung pukul 12.00 WIT hingga 14.00 WIT tersebut dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat dan berjalan aman serta lancar.


Penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan berdasarkan Berkas Perkara Nomor: BP/10/III/2026/Reskrim tanggal 10 Maret 2026. Adapun tersangka yang diserahkan berinisial OR alias I (28), warga Dusun Tapinalu, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat.


Dalam pelaksanaan Tahap II tersebut, personel Satreskrim Polres SBB yang terlibat yakni AIPTU R. Ngilamele, BRIPTU Siti Ayu N. Anisyah, BRIPTU Cindy N. Launuru, dan BRIPDA M. Slarmanat. Sementara dari pihak Kejaksaan, penanganan perkara diterima oleh Jaksa Penuntut Umum Fitri Wally, S.H.


Selain tersangka, penyidik turut menyerahkan sejumlah barang bukti berupa satu buah baju kaos kemeja lengan panjang warna abu-abu tua bermotif garis putih, satu buah celana panjang jeans warna biru, serta satu buah jilbab persegi empat warna hitam.


Kasi Humas Polres Seram Bagian Barat, IPDA Asep Souisa menjelaskan bahwa pelaksanaan Tahap II merupakan bagian dari proses penyidikan yang telah dinyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan.


“Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Jaksa Penuntut Umum, penyidik kemudian menyerahkan tersangka beserta barang bukti kepada pihak Kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif,” jelasnya.


Ia juga menambahkan bahwa Polres Seram Bagian Barat berkomitmen menangani setiap laporan tindak pidana secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Proses penanganan perkara tersebut sebelumnya didasarkan pada Laporan Polisi Nomor LP/B/27/II/2026/SPKT/POLRES SBB/POLDA MALUKU tanggal 1 Februari 2026 serta Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan Sudah Lengkap (P-21) Nomor B/792/Q.1.16/Eoh.1/05/2026 tanggal 11 Mei 2026. Rdks) 

Selengkapnya

Luar Biasa,,,Dukung Pembinaan Atlet Muda, Kodaeral IX Fasilitasi Kejuaraan Renang antar Pelajar Se-Kota Ambon

Mei 13, 2026

Foto : Luar Biasa,,,Dukung Pembinaan Atlet Muda, Kodaeral IX Fasilitasi Kejuaraan Renang antar Pelajar Se-Kota Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com - Dalam upaya mendukung pembinaan atlet muda Maluku di Cabang Olahraga Renang, Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) lX memfasilitasi pelaksanaan Kejuaraan Renang antar Pelajar Se-Kota Ambon di Kolam Renang Tirto Sagoro 11 Kodaeral IX, Halong, Baguala, Kota Ambon, Maluku, Rabu (13/5/2026).


Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Kodaeral IX Kolonel Laut (KH) Franky Jamris Akihary mewakili Komandan Kodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamugkas, S.H. mendampingi Walikota Ambon, Drs. Bodewin Melkias Wattimena saat membuka Kejuaraan Renang Antar Pelajar Tingkat SD dan SMP Se-Kota Ambon tersebut. 


Kegiatan lomba renang tersebut diikuti sebanyak 144 peserta yang terdiri dari 80 peserta tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 64 peserta tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai sekolah di Kota Ambon. 


Pelaksanaan kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta, guru pendamping maupun orang tua yang hadir memberikan dukungan.


Dalam sambutannya, Walikota Ambon menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan dan pengembangan olahraga renang bagi generasi muda Kota Ambon. 


Selain menjadi ajang kompetisi lanjutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menyiapkan atlet-atlet renang berbakat yang nantinya diharapkan mampu mewakili Kota Ambon pada berbagai kejuaraan tingkat nasional serta membawa nama baik daerah.


Wali Kota Ambon juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kodaeral lX yang telah mendukung fasilitas kolam renangnya untuk digunakan dalam kejuaraan ini. 


Adapun kategori perlombaan yang dipertandingkan meliputi lomba renang gaya bebas 50 meter dan gaya dada 50 meter untuk tingkat SMP, sedangkan untuk tingkat SD diperlombakan gaya bebas 25 meter dan gaya dada 25 meter.


Komandan Kodaeral IX melalui Kadister Kodaeral IX menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi antara Kodaeral IX dan Pemerintah Kota Ambon dalam mendukung pembinaan olahraga serta pengembangan potensi generasi muda di bidang olahraga renang.


Kegiatan pembukaan berlangsung dengan aman, tertib dan penuh semangat sportivitas, sekaligus menjadi momentum positif dalam meningkatkan prestasi olahraga renang di Kota Ambon. (V374) 

Selengkapnya

Jaring Prajurit Tangguh dan Unggul, Kodaeral IX Gelar Seleksi Tamtama Teladan TA 2026

Mei 13, 2026

Foto : Jaring Prajurit Tangguh dan Unggul, Kodaeral IX Gelar Seleksi Tamtama Teladan TA 2026

Ambon
, Globaltimurnn.com - Guna menjaring prajurit tangguh dan unggul, Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Kodaeral) lX menggelar seleksi terhadap 23 personel Tamtama Kodaeral IX dalam penilaian sebagai Tamtama Teladan Tingkat Kodaeral IX 2026.


Rangkaian seleksi Tamtama Teladan Tingkat Kodaeral IX 2026 ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan dan bidang yang diujikan, seperti tahap Tes Kesamaptaan Jasmani yang dihelat di Lapangan Mako Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Rabu (13/5/2026) ini. 


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan personel sekaligus upaya menjaring prajurit tamtama terbaik yang memiliki kualitas unggul, disiplin, profesional, serta mampu menjadi teladan bagi prajurit lainnya.


Asisten Personel Kodaeral lX, Kolonel Laut (KH) Rojilun mengatakan, seleksi Tamtama Teladan tersebut diikuti dengan penuh semangat dan antusias oleh seluruh peserta yang berasal dari perwakilan satker dijajaran Kodaeral lX . 


Dalam pelaksanaannya kata Aspers, para peserta akan mengikuti sejumlah tahapan penilaian dan pengujian meliputi pemeriksaan kesehatan, uji kebugaran jasmani, kemampuan menembak, uji Peraturan Dinas Dalam (PDD) Khas TNI Angkatan Laut, serta tes akademik.


Rangkaian seleksi tersebut lanjutnya, bertujuan untuk mengukur kemampuan dan kesiapan personel secara menyeluruh, baik dari aspek fisik, mental, disiplin, maupun pengetahuan kedinasan. 


Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terpilih prajurit tamtama terbaik yang mampu menunjukkan dedikasi, loyalitas, serta profesionalisme dalam pelaksanaan tugas sehari-hari yang pada gilirannya nanti akan akan dipilih satu terbaik yang akan mewakili Kodaeral lX untuk diseleksi di tingkat Mabesal .


"Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan Seleksi Tamtama Teladan juga menjadi sarana memotivasi seluruh prajurit agar terus meningkatkan kemampuan diri, menjaga kesehatan dan kebugaran, serta mempertahankan semangat pengabdian kepada TNI AL bangsa, dan negara," pungkasnya. (V374) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT