globaltimurnn.com


Rabu, 18 Februari 2026

Harumkan Nama Maluku, Lima Atlet Tinju Maluku Terlantar Di Jakarta, Terabaikan Oleh Pemerintah ProvMal, Gubernur Diminta Jangan Tutup Mata

Februari 18, 2026

Foto : Harumkan Nama Maluku, Lima Atlet Tinju Maluku Terlantar Di Jakarta, Terabaikan Oleh Pemerintah ProvMal, Gubernur Diminta Jangan Tutup Mata

Ambon
, Globaltimurnn.com - Atlet Tinju Maluku bersama Tiga Official dalam pertandingan Kejurnas PERBATI 2026 di Jakarta. 


Provinsi Maluku memiliki sejarah panjang dalam dunia olahraga, Berbagai Cabang Olahraga, khususnya Tinju dan Dayung, para Pattimura muda unggulan, berhasil menorehkan dedikasi dan prestasi yang gemilang.


Identitas dan kebanggaan tersendiri, tentu membuat para atlet tampil berhasil membanggakan masyarakat di ajang nasional maupun internasional.


Maluku baru-baru ini menurunkan lima atlit tinju di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Perbati 2026, yang berlangsung di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) DKI Jakarta Ragunan, Jakarta Selatan, 12-15 Februari 2026.


Dilansir dari Media Online RRI.com, Kejurnas tersebut diikuti 120 peserta yang berasal dari 26 daerah, termasuk Maluku dengan lima atlet unggulannya. 


Meski Tim Tinju DKI Jakarta keluar sebagai juara umum, para Kapitan Pattimura dan Martha Christina Tiahahu itu, tak kalah saing mengharumkan Maluku dengan prestasi gemilang, Mereka berhasil menyumbangkan empat medali untuk Maluku.


Petinju pria; Philips Tetiray (Kelas 55 Kg), asal Sasana Kota Ambon, berhasil meraih mendali emas; dan Petinju Elias Saa, Sasana Kabupaten Seram Bagian Barat, meraih medali Perunggu, Sementara Femmy Benamen, merai mendali perak dan Yunita Refai, merai medali perunggu di Kelas 47 Kg. Kedua Petinju putri ini berasal dari Sasana Kota Ambon.


Semangat dan dedikasi yang tinggi mengharumkan Maluku, para atlet ini tak di sentuh perhatian sedikitpun oleh pemerintah Provinsi Maluku, Mereka secara mandiri, bersama tiga official (pelatih), berangkat, bertarung membanggakan Maluku, tanpa bantuan pemerintah daerah maupun KONI setempat.


Pelatih Ridolof Pattinama kepada media ini, mengungkapkan bahwa mulai dari keberangkat kontingen hingga usai pertandingan di Jakarta, para atlet dan official tidak dibantu pemerintah. 


Mereka dibiayai keberangkatan pulang pergi oleh Anggota DPRD Maluku, Wahid Laitupa, seorang diri.


“Kita beruntung makan minum di tanggung panitia selama empat hari, termasuk tempat tinggal (hotel) dan tranportasi. 


Keberangkatan hingga kembali, kita tidak dibiayai oleh pemerintah maupun KONI, Kita dibiayai oleh Ketua Perbati Maluku, Wahid Laitupa, Anggota DPRD Maluku asal Partai PAN,”kata Patinama, Selasa, 17 Februari 2026.


Mirisnya lagi, Pattinama menyebut, usai pertandingan kontingen Tinju Maluku harus tinggal di rumah warga Ambon yang berada di Jakarta, selama dua hari.


“Usai pertandingan secara tidak langsung tanggungan panitia selesai, Kita dua hari masih di Jakarta, tinggal di rumah teman orang Ambon. 


Untuk makan dan minum, katong (kita) beli beras dan sayur, masak sendiri, Katong lima atlet dan tiga official,”ujarnya miris


Tak sampai disitu, Pattinama mengatakan, saat tiba di Ambon, Selasa pagi, Kontingen Tinju Maluku tidak mendapatkan sambutan dan penjemputan dari pemerintah, seperti daerah-daerah lainnya, Padahal, kontingen Maluku sukses mengharumkan Maluku.


“Kita tiba di Ambon, pagi tadi, pukul 07.00 Wit. Katong utang ongkos (biaya) mobil dua, Tidak ada satu orang pun yang jemput. 


Katong utang dua mobil dari bandara. Begitupun dengan atlet kami dari Sasana Seram Bagian Barat, bersama salah satu pelatih yang belum bisa kembali ke Piru, lantaran keterbatasan biaya, Saat ini, sedang nginap di rumah benteng,” kata Pattinama dengan nada kesal.


Menurut Pattinama, sebagai pelatih dan atlet tentu merasa kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang terkesan tidak peduli dengan kemajuan olahraga di Maluku, berbeda dengan daerah-daerah laiinya, yang pemerintahnya begitu aktif peduli dengan kemajuan olahraga dan atletnya.


Ia berharap pemerintah provinsi maluku di bawa kepimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa lebih aktif, dan peduli terhadap olahraga. 


“Kita sudah berjuang, Para atlet kita sudah banggakan Maluku, Mari serius dan peduli, Saat ini kita sebagai pelatih, dan atlet memohon dari pemerintah untuk peduli dengan kami sebagai aset daerah,” pungkasnya. (***) 

Selengkapnya

Penguatan Pelayanan Tahanan dalam Implementasi KUHP dan KUHAP di Pemasyarakatan Maluku

Februari 18, 2026

Foto : Penguatan Pelayanan Tahanan dalam Implementasi KUHP dan KUHAP di Pemasyarakatan Maluku

Ambon
, Globaltimurnn.com – Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Fifi Firda, mengikuti kegiatan Zoom Diskusi Implementasi Berlakunya KUHAP dan KUHP pada Rabu (18/02/2026). Kegiatan dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.


Diskusi ini digelar sebagai respons atas telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP, guna membangun kesamaan pemahaman di tingkat wilayah dan satuan kerja terkait implementasi regulasi terbaru.


Rangkaian kegiatan diawali pukul 09.00–09.10 WIB dengan pembukaan Zoom Meeting dan kata pengantar dari Kepala Subdirektorat Administrasi Tahanan, Febie DH. Dalam pengantarnya disampaikan urgensi pelaksanaan diskusi sebagai langkah strategis menyikapi perubahan norma yang berdampak langsung pada mekanisme penahanan dan pelayanan tahanan.


Selanjutnya pukul 09.10–09.20 WIB, sambutan disampaikan oleh Direktur Pelayanan Tahanan dan Anak yang diwakili Kepala Subdirektorat Perlindungan Hukum, Ridwantoro. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi pelaksanaan tugas dan fungsi agar implementasi regulasi baru berjalan selaras di seluruh wilayah.


Pada pukul 09.20–09.30 WIB, paparan teknis pemberlakuan KUHP dan KUHAP di bidang pelayanan tahanan disampaikan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Tri Joko. Materi difokuskan pada arah kebijakan penyesuaian pelayanan, termasuk sistem pendataan, pelaporan, serta penguatan tertib administrasi dan perlindungan hak asasi manusia.


Kegiatan dilanjutkan pukul 09.30–10.10 WIB dengan diskusi teknis dan sesi tanya jawab yang kembali dipandu oleh Kepala Subdirektorat Administrasi Tahanan. Forum tersebut menjadi ruang untuk mengidentifikasi potensi permasalahan dan tantangan di lapangan sekaligus menghimpun masukan dari wilayah.


Dalam pernyataannya, Fifi Firda menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memastikan kesiapan jajaran pemasyarakatan di Maluku dalam menghadapi perubahan regulasi. “Kami berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil diskusi ini dengan melakukan penyesuaian teknis di bidang pelayanan tahanan, sehingga implementasi KUHP dan KUHAP terbaru dapat berjalan optimal, tertib administrasi, serta tetap menjunjung tinggi perlindungan hak asasi manusia,” ujarnya.


Sebagai tindak lanjut, seluruh jajaran UPT Pemasyarakatan se-Maluku diharapkan segera mempelajari substansi teknis pelayanan tahanan sesuai regulasi terbaru agar pelaksanaan tugas di masing-masing satuan kerja dapat berjalan efektif dan selaras dengan kebijakan pusat. (Za)

Selengkapnya

Sambut Bulan Puasa, Lapas Namlea Gelar Bakti Bersama di Rumah Ibadah

Februari 18, 2026

Foto : Sambut Bulan Puasa, Lapas Namlea Gelar Bakti Bersama di Rumah Ibadah

Namlea
, Globaltimurnn.com - Jajaran pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea menunjukkan solidaritas keagamaannya menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan mengadakan aksi bersih-bersih rumah ibadah yang berlokasi di Masjid Jami An-Nur Desa Jikumerasa, Rabu (18/02/2026). 


Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dari arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan tentang pembersihan tempat ibadah dan fasilitas umum dalam menyambut bulan suci Ramadhan.


Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy menyampaikan seluruh pegawai dilibatkan dalam pelaksanaan pembersihan Masjid itu. 


"Giat ini adalah bentuk kepedulian dari jajaran Lapas Namlea terhadap kebersihan tempat ibadah seperti Masjid yang kami pilih dikarenakan sangat berdekatan dengan lokasi kantor kami. Tujuannya tak lain agar kebersihan dan keasrian Masjid sebagai tempat sakral bagi umat Muslim ini tetap terjaga," ucap Marasabessy. 


Selain itu, ia menambahkan bakti bersama di Masjid Jami An-Nur yang telah menjadi tempat ibadah utama bagi masyarakat Jikumerasa itu diharapkan dapat memberi berkah bagi masyarakat di sekitarnya terlebih saat melaksanakan ibadah selama bulan puasa. 


"Dengan masjid yang bersih, para warga juga pasti akan lebih nyaman dan khusyuk dalam melaksanakan ibadah sholat dan kegiatan keagamaan lainnya. Dari kegiatan ini, kami kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan dapat berkontribusi dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat khususnya dalam kehidupan beragama," pungkasnya. 


Selama kegiatan berlangsung, pegawai Lapas Namlea bergotong-royong membersihkan halaman luar, bagian dalam masjid, hingga pembersihan saluran pembuangan di sekitar area masjid. 


Hal ini pun disambut baik oleh salah satu pengurus Masjid Jami An-Nur yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. "Selaku perwakilan dari para marbot masjid disini kami ucapkan terima kasih Kami merasa sangat bersyukur Masjid kami ini mendapatkan perhatian dari pihak Lapas," ucap salah satu warga yang enggan sebutkan namanya. (Za)

Selengkapnya

Upaya Pemerintah Pusat Cari Solusi, Sekda SBB : PT. SIM Dipastikan Akan Beroperasi Kembali Di SBB

Februari 18, 2026

Foto : Upaya Pemerintah Pusat Cari Solusi, Sekda SBB : PT. SIM Dipastikan Akan Beroperasi Kembali Di SBB

Ambon
, Globaltimurnn.com - Pemerintah pusat lewat Kejaksaan Agung berupaya mencari solusi terbaik guna menyelesaikan isu murahan terkait PT. SIM di SBB, diantaranya isu terkait gadaikan sertifikat masyarakat ke salah satu Bank, dan juga permasalahan lahan. 


Hal ini disampaikan Sekertaris Daerah Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat Leverne A. Tuasuun saat di konfirmasi Redaksi Media Globaltimurnn.com malam ini via telpon serulernya. Rabu 18/02/2026


Menurutnya" Kehadiran-nya bersama beberapa kepala Dinas ke salah satu ruangan yang di pakai Kejaksaan Agung di Kejati Maluku berupa menghadiri undangan, bukan panggilan, itu hanyalah sebatas diskusi mencari solusi bersama Pemerintah pusat. Ujarnya


Dikatakan-nya" Dalam diskusi itu membahas bagaimana bersama Pemerintah pusat mencari solusi terkait permasalahan lahan yang di kelolah PT. SIM di Kabupaten SBB, yang selama ini menjadi bola liar dan isu miring di berbagai media maupun medsos dan masyarakat. Sebutnya


Tuasun juga menjelaskan" Dalam pembahasan itu dipastikan PT. SIM akan kembali beroperasi di Kabupaten SBB. 


Tuasun juga membantah adanya isu hoax yang beredar terkait masalah sertifikat masyarakat yang di gadaikan PT. SIM ke Bank, "itu hoax, tidak benar, itu bohong". Tegasnya


Menurutnya" Saat di tanyakan pada pihak Badan pertanahan, informasi dari pertanahan tidak pernah ada sertifikat rakyat yang digadaikan, intinya sertifikat masyarakat tidak ada yang digadaikan. Jelasnya


Tuasun menekankan bahwa" Informasi yang sedang beredar itu adalah bagian dari opini liar yang sedang di mainkan oleh oknum - oknum yang tidak bertanggungjawab, masyarakat diharapkan jangan mudah terprofokasi. Pungkasnya  (V374) 


Selengkapnya

Kantor Imigrasi Ambon Gencarkan Sosialisasi Layanan Data Keimigrasian di Namlea

Februari 18, 2026

Foto : Kantor Imigrasi Ambon Gencarkan Sosialisasi Layanan Data Keimigrasian di Namlea   

Ambon
, Globaltimurnn.com – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat dan instansi terkait mengenai pentingnya data keimigrasian. Pada hari Kamis, (12/02/2026), 


Kantor Imigrasi Ambon melaksanakan kegiatan sosialisasi layanan data keimigrasian di Aula Hotel Grand Sarah Namlea, Kabupaten Buru.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi terkait di Namlea. Tim dari Kantor Imigrasi Ambon, yang terdiri dari Kepala Seksi Tikim, Janny Herold Maturbongs, Kepala Subseksi Infokim, Elya Wahyu Utami, Kepala Subseksi TIK, Jesischa S. de Fretes, serta tiga orang JFT, memberikan penjelasan detail mengenai sistem layanan data keimigrasian.

 


Jesischa S. de Fretes dalam paparannya menjelaskan tentang alur permohonan data, aspek keamanan dan kerahasiaan data, serta contoh pemanfaatan data dalam mendukung berbagai kegiatan seperti perencanaan, pengawasan, dan pelayanan publik. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai jenis-jenis layanan data keimigrasian dan mekanisme permohonannya.

 

"Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap koordinasi antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan para pemangku kepentingan semakin baik. Tujuannya adalah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berbasis data," ujar Janny Herold Maturbongs.

 


Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kantor Imigrasi Ambon untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya data keimigrasian dalam mendukung berbagai aspek pembangunan dan pelayanan publik di wilayah Maluku.(Za)

Selengkapnya

TIMPORA Kabupaten Buru Perkuat Pengawasan Orang Asing, Fokus pada Sinergi Antar Instansi

Februari 18, 2026

Foto : TIMPORA Kabupaten Buru Perkuat Pengawasan Orang Asing, Fokus pada Sinergi Antar Instansi

Namlea
, Globaltimurnn.com – Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Buru menggelar rapat koordinasi dan pembahasan untuk memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayahnya. Rapat yang berlangsung di Aula Hotel Grand Sarah Namlea pada Kamis, (12/02/2026), dihadiri oleh berbagai instansi terkait, termasuk perwakilan dari pemerintah daerah, kepolisian, kejaksaan, dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil), serta Kementerian Agama.

 

Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Buru, Nawawi Tinggapy, membuka secara resmi kegiatan ini, didampingi oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon, Eben Rifqy Taufan. Dalam sambutannya, Tinggapy menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam mengawasi orang asing untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Buru.

 

Kepala Seksi Intelijen & Penindakan Keimigrasian, Edwin Musila, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon. Rapat ini bertujuan untuk saling bertukar data dan informasi terkait keberadaan orang asing, serta membahas berbagai isu terkait pengawasan.

 

Dalam rapat tersebut, terungkap beberapa informasi penting. Polres Buru mencatat ada 20 WNA yang terdata di wilayah mereka, sementara Kejaksaan Buru mengonfirmasi keberadaan 7 Tenaga Kerja Asing (TKA) di PT Safi Namlea. Dukcapil Buru melaporkan adanya 3 WNA pemegang KTP sementara, serta kasus WNA asal Turki yang menikah dengan warga lokal namun belum melapor. Kemenag Buru mencatat adanya pernikahan antara WNA asal Yaman dengan warga lokal pada September 2025 yang juga belum dilaporkan.

 

Salah satu poin penting yang mengemuka adalah perlunya peningkatan koordinasi dalam pelaporan aktivitas orang asing. Siti dari Kesbangpol menyampaikan bahwa belum ada laporan mengenai aktivitas orang asing di Pulau Buru, menunjukkan pentingnya peran aktif dari semua pihak dalam menyampaikan informasi.

 


Sebagai tindak lanjut dari rapat ini, TIMPORA Kabupaten Buru akan lebih aktif dalam menerima data dan laporan dari unit pelaksana daerah (UPD) terkait keberadaan WNA. Selain itu, direncanakan operasi gabungan keimigrasian di sekitar Kota Namlea, khususnya di daerah Gunung Botak.

 

"Dengan sinergi yang lebih kuat antar instansi, diharapkan pengawasan terhadap orang asing di Kabupaten Buru dapat lebih efektif dan komprehensif," ujar Eben Rifqy Taufan. (Za)

Selengkapnya

Jelang Ramadhan, Lapas Saparua Bersihkan Masjid dan Bagi Sembako

Februari 18, 2026

Foto : Jelang Ramadhan, Lapas Saparua Bersihkan Masjid dan Bagi Sembako

Saparua
, Globaltimurnn.com –Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua menggelar aksi giat bersih lingkungan di Mesjid Baiturrahman, Negeri Sirisori Islam, Kecamatan Saparua Timur, sebagai bentuk kepedulian sosial menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Rabu (18/02/2026).


Kegiatan difokuskan pada pembersihan area dalam dan luar masjid. Petugas, staf, peserta magang, serta warga binaan bergotong royong mengumpulkan dan memusnahkan sampah serta membersihkan rumput liar di halaman masjid agar jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman.


Pada kesempatan yang sama, Lapas Kelas III Saparua  turut membagikan lima paket sembako kepada masyarakat sekitar masjid. Setiap paket berisi beras Lima kilogram, satu liter minyak goreng, satu kilogram gula pasir, satu pack daun teh, dan satu bungkus kopi. Turut hadir Camat Kecamatan Saparua Timur, Halid Pattisahusiwa bersama Perangkat negeri Sirisori Islam yang ikut menyerahkan bantuan kepada warga, menandai sinergi antara Lapas dan pemerintah kecamatan.


Kegiatan dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot. Warga binaan dilibatkan di bawah pengawasan petugas pengamanan sebagai bagian dari pembinaan yang menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial.


Pramuaji Buamonabot mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan menjelang Ramadhan. “Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian menyambut bulan suci Ramadhan. Pembersihan area masjid ini agar jamaah bisa beribadah dengan nyaman, sekaligus tadi kami membagikan sedikit sembako untuk membantu masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan pokok menyambut bulan puasa nantinya, ” ujarnya.


Melalui momentum Ramadhan Tahun ini, Lapas Kelas III Saparua berharap semangat berbagi dan kebersamaan semakin menguat, sehingga bulan suci menjadi ruang untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menebarkan nilai kebaikan di tengah masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT