globaltimurnn.com

Minggu, 03 Mei 2026

Warga Werinama tersentuh Bansos Dan Sosialisasi Rupiah Dari Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Kodaeral IX dan Bl

Mei 03, 2026

Foto : Warga Werinama tersentuh Bansos Dan Sosialisasi Rupiah Dari Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Kodaeral IX dan Bl

SBT
, Globaltimurnn.com - Di tengah semilir angin laut Pulau Seram, kehadiran KRI Dorang-874 menjadi simbol nyata pengabdian tanpa batas bagi negeri. Kapal perang TNI AL dari Satuan Kapal Patroli Kodaeral IX tersebut bersandar di Pelabuhan Laut Bemo, membawa misi kemanusiaan dan kebangsaan ke Negeri Werinama, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur, Minggu (3/5/2026). 


Dengan penuh dedikasi, tim kesehatan dari Kodaeral IX yang dipimpin Lettu Laut (K/W) dr. Gina Melawati Agustina, bersama Serda APM/W Meilania dan Kls APM Ikhwan, langsung bergerak memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.


Sekitar 50 warga tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.



Berbagai keluhan berhasil ditangani, mulai dari osteoarthritis (nyeri lutut), hipertensi, dermatitis, dispepsia, sakit kepala (TTH), asam lambung, gangguan mata hingga ISPA.


Tak hanya pelayanan kesehatan, semangat bela negara juga digaungkan dengan penuh energi oleh Lettu Laut (P) Bambang Hermanto dan Letda Laut (E) M. David.


Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diajak untuk semakin mencintai tanah air dan memahami pentingnya peran setiap warga dalam menjaga kedaulatan bangsa.


Sementara itu, wawasan ekonomi kerakyatan turut diperkuat melalui sosialisasi “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” yang disampaikan oleh Bapak Erawan Prasetya dari Bank Indonesia.


Edukasi ini memberikan pemahaman penting tentang penggunaan rupiah, termasuk penukaran uang layak edar, yang sangat bermanfaat bagi masyarakat pesisir.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Werinama Bapak Ismail Elbetan, S.E, Babinsa Negeri Werinama Serma Afif Sikdewa, Bhabinkamtibmas Bripka Sulaiman, para kepala sekolah SD/PAUD, tokoh agama, serta tim kesehatan Kodaeral IX dan tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB).


Dalam sambutannya, Camat Werinama menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran TNI AL dan Bl. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sangat membantu masyarakat, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dalam menumbuhkan wawasan kebangsaan serta memberikan informasi penting terkait peluang pengabdian melalui TNI AL. 


Kehadiran KRI Dorang-874 bukan sekadar kunjungan, melainkan wujud nyata sinergi untuk negeri, menyatukan kekuatan pertahanan, kesehatan, dan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.


Usai melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan, KRI Dorang-874 melanjutkan pelayaran menuju Tifu, membawa semangat pengabdian yang terus menyala di setiap gelombang yang dilintasinya. (Rdks) 

Selengkapnya

Dukung Operasi Tameng Papua-26, Pesawat Patroli Maritim CN235-220 MPA TNI AL Bertolak dari Ambon

Mei 03, 2026

Foto :  Dukung Operasi Tameng Papua-26, Pesawat Patroli Maritim CN235-220 MPA TNI AL Bertolak dari Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com - Pesawat udara patroli maritim CN235-220 MPA milik TNI Angkatan Laut dengan nomor lambung P-8301 take off dari Bandara Pattimura Ambon dilepas Tim Merflug Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Kodaeral) lX pada Minggu (3/5/2026). 


Pesud P-8301 dalam misi dukungan Operasi Siaga Purla/Tameng Papua-26 Tahap II ini, diawaki oleh pilot Mayor Laut (P) Wisnu Akbar melaksanakan penerbangan dengan rute Ambon (AMB)–Sorong (SOR)–Surabaya (SUB) sebagai bagian dari rangkaian operasi pengamanan wilayah perairan dan udara di kawasan timur Indonesia. 


Kehadiran unsur udara ini menjadi elemen penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta pengawasan maritim, khususnya dalam mendukung stabilitas keamanan di wilayah operasi.


Sebelum keberangkatan, kegiatan merflug dilaksanakan sebagai bentuk dukungan dan pengecekan kesiapan terakhir terhadap pesawat maupun personel. 


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pgs. Kakuwil Kodaeral IX, Kadissyahal Kodaeral IX, Pgs. KA Akun Kodaeral IX, Kaur Data Urikkes Diskes, Paur Tanah Disfaslan, Paur Bintal 2 Disminpers, serta Danton merflug yang bersama-sama memberikan dukungan moril kepada awak pesawat.


Dengan dilaksanakannya penerbangan ini, diharapkan Pesud P-8301 binaan Puspenerbal ini, mampu menjalankan tugas pengawasan dan patroli secara optimal dalam rangka menyukseskan Operasi Siaga Purla/Tameng Papua-26 Tahap II, sekaligus memperkuat kehadiran TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah perairan Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

Sabtu, 02 Mei 2026

Gubernur Maluku Hadiri Ibadah dan Letakkan Batu Penjuru Pastori Jemaat GPM Imanuel Karang Panjang

Mei 02, 2026

Foto : Gubernur Maluku Hadiri Ibadah dan Letakkan Batu Penjuru Pastori Jemaat GPM Imanuel Karang Panjang

Ambon
, Globaltimurnn.com - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menghadiri ibadah Minggu sekaligus prosesi peletakan batu penjuru pembangunan Pastori I Jemaat GPM Imanuel Karang Panjang, Minggu (3/5/2026), di Ambon.


Kehadiran Gubernur bersama Ketua TP-PKK Maluku, Maya Baby Lewerissa, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Maluku terhadap kehidupan bergereja dan penguatan pelayanan jemaat.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut ambil bagian dalam prosesi peletakan batu penjuru pembangunan Pastori I yang berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga jemaat.


Dalam sambutannya, Hendrik Lewerissa menekankan pentingnya etos kerja sebagai bagian dari kehidupan orang percaya. Menurutnya, semangat bekerja dan kebersamaan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan, termasuk pembangunan Pastori I yang mulai dikerjakan.


“Di tengah kondisi saat ini, membangun bukan perkara mudah. Karena itu dibutuhkan semangat, kerja bersama, dan komitmen seluruh jemaat,” ujarnya.


Ia juga menyinggung musibah kebakaran yang beberapa waktu lalu menimpa kantor gereja sebagai tantangan yang harus dihadapi bersama oleh jemaat untuk bangkit dan terus melanjutkan pembangunan pelayanan gereja.


Gubernur mengingatkan bahwa pembangunan membutuhkan dukungan dana yang besar. Namun, proses pengumpulan dana harus tetap dilakukan dengan cara-cara yang mencerminkan nilai-nilai rohani dan semangat pelayanan.


Menurutnya, peletakan batu penjuru bukan sekadar simbol dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi tanda dimulainya penguatan pelayanan gereja bagi jemaat.


Lebih lanjut, Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa fungsi pastori tidak hanya sebagai tempat tinggal pendeta, melainkan juga sebagai pusat pelayanan dan ruang konseling bagi jemaat.


Di tengah perkembangan teknologi digital dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang semakin luas, ia mengingatkan pentingnya kehadiran pendeta dalam memberikan pendampingan dan bimbingan langsung kepada jemaat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.


 Kehadiran berbagai pihak diharapkan semakin memperkuat kebersamaan dalam mendukung pembangunan dan pelayanan Jemaat GPM Imanuel Karang Panjang. ? (V374) 

Selengkapnya

Pangdam Pattimura Pastikan Pelaksanaan TMMD di Gane Timur Berjalan Mulus

Mei 02, 2026

Foto : Pangdam Pattimura Pastikan Pelaksanaan TMMD di Gane Timur Berjalan Mulus

Malut
, Globaltimurnn.com - Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, turun langsung ke lapangan untuk meninjau pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digarap Kodim 1509/Labuha di Kecamatan Gane Timur, Sabtu (02/05/2026). Kehadiran jenderal bintang dua ini bertujuan untuk memastikan seluruh proyek fisik berjalan tepat waktu dan memiliki kualitas terbaik demi kepentingan masyarakat.


​Dalam kunjungannya, Pangdam yang didampingi Danrem 152/Baabullah, Brigjen TNI Enoh Solehuddin, serta Irdam XV/Pattimura, Brigjen TNI Muhammad Ali, memeriksa satu per satu sasaran pembangunan. Mulai dari bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan sarana air bersih, pembangunan fasilitas MCK, hingga pengerasan jalan setapak yang menjadi urat nadi aktivitas warga.


​Pangdam menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat Gane Timur murni untuk meringankan beban warga dan meningkatkan kesejahteraan desa. Ia mengaku bangga melihat sinergi yang kuat antara personel Satgas TMMD dengan penduduk setempat yang bahu-membahu membangun desa mereka.



"Saya telah melihat secara langsung setiap sasaran yang dikerjakan. Saya sangat mengapresiasi kerja keras personel dan warga, terima kasih atas dedikasinya. Namun, saya ingatkan kepada Dansatgas agar pengerjaan terus dioptimalkan tanpa sedikit pun mengurangi kualitas bangunan," ujar Pangdam di sela-sela peninjauannya.



Momen penuh semangat terlihat saat Pangdam menelusuri lokasi pembangunan jalan setapak menuju tempat pemakaman di Desa Waimili. Infrastruktur ini dinilai sangat krusial bagi warga yang selama ini kesulitan akses. Usai memastikan seluruh proyek berjalan sesuai rencana, Pangdam bersama rombongan melanjutkan perjalanan dinas menuju Kabupaten Halmahera Tengah. Melalui program TMMD ini, TNI berharap hasil pembangunan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang. (Rdks) 

Selengkapnya

Pangdam Pattimura Sambangi Warga Waimili dan Salurkan Bantuan Perbaikan Masjid

Mei 02, 2026

Foto : Pangdam Pattimura Sambangi Warga Waimili dan Salurkan Bantuan Perbaikan Masjid

Ambon
, Globaltimurnn.com - Kehadiran Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, di Desa Waimili, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Sabtu (02/05/2026) membawa angin segar bagi warga setempat. Di tengah agenda peninjauan kerja TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, jenderal bintang dua ini menunjukkan sisi humanisnya dengan terjun langsung menyapa warga dan memberikan bantuan nyata.


​Momen haru terlihat saat Pangdam yang didampingi Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehuddin dan Dansatgas TMMD Letkol Inf Syamsul, mendatangi Ibu Jaleha dan Bapak Saidi. Keduanya merupakan warga kurang mampu yang rumahnya sedang dibedah dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tak sekadar meninjau bangunan, Mayjen Dody juga menyerahkan bingkisan tali asih sebagai bentuk kepedulian TNI.


​"Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat. Jangan dilihat dari besar kecil nilainya, tapi ini adalah bentuk ketulusan kami untuk membantu meringankan beban masyarakat. Semoga berkah untuk kita semua," ujar Pangdam dengan ramah.


​Aksi sosial Pangdam tidak berhenti di situ. Saat meninjau pembangunan jalan setapak menuju pemakaman umum, perhatiannya tertuju pada Masjid Darussalam yang berdiri tepat di samping lokasi proyek. Mendengar kondisi rumah ibadah tersebut, ia pun spontan memberikan bantuan dana perbaikan.


​Kepala Desa Waimili, Bayu Iswanto, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas bantuan tersebut. Ia bercerita bahwa Masjid Darussalam adalah bangunan bersejarah yang didirikan lebih dari 30 tahun lalu di era Presiden Soeharto. Seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan mulai lapuk dan banyak kerusakan di sana-sini.


​"Bangunan ini sudah tua sekali, sejak zaman Pak Harto. Kami memang sangat membutuhkan biaya untuk renovasi karena banyak bagian yang rusak. Bantuan dari Bapak Pangdam ini sangat berarti bagi kami dan akan segera digunakan untuk perbaikan masjid," tutur Bayu dengan nada penuh terima kasih.


Atas nama seluruh warga Waimili, Bayu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kodam XV/Pattimura. Baginya, kehadiran TMMD tahun ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik desa, tetapi juga menyentuh hati masyarakat melalui kepedulian yang nyata. (Rdks)

Selengkapnya

Berita Menarik,,,Buruh Bertahan, Kehidupan yang Kian Buruk

Mei 02, 2026

Foto : Berita Menarik,,,Buruh Bertahan, Kehidupan yang Kian Buruk

Surabaya
, Globaltimurnn.com - Di tengah narasi pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil, ada kenyataan lain yang berjalan diam-diam namun nyata: semakin banyak pekerja yang tetap bekerja penuh waktu, tetapi kian sulit memenuhi kebutuhan hidup dasar secara layak.


Data Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya kenaikan upah nominal dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kenaikan tersebut tidak selalu sejalan dengan peningkatan daya beli. Inflasi pada kebutuhan esensial, seperti pangan, transportasi, dan perumahan, sering kali bergerak lebih cepat. Akibatnya, ruang fiskal rumah tangga pekerja semakin menyempit.


Dalam praktik keseharian, tekanan itu tidak hadir dalam bentuk angka statistik, melainkan dalam keputusan-keputusan kecil yang berulang: mengurangi kualitas konsumsi, menunda kebutuhan penting, hingga bergantung pada utang jangka pendek. Bagi sebagian pekerja, strategi bertahan ini menjadi pola hidup baru.


Masalah yang dihadapi buruh hari ini, karena itu, tidak lagi cukup dijelaskan sebagai persoalan upah semata. Persoalan yang lebih mendasar adalah meningkatnya biaya hidup yang melampaui kemampuan pendapatan untuk mengimbanginya. Ketika selisih antara pendapatan dan pengeluaran terus melebar, maka tekanan ekonomi menjadi bersifat struktural, bukan sementara.


Kondisi ini diperparah oleh dinamika pasar kerja yang semakin fleksibel. Sistem kontrak dan alih daya berkembang sebagai bagian dari adaptasi ekonomi terhadap kompetisi global. Namun, sebagaimana dicatat Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, fleksibilitas tersebut kerap diikuti oleh meningkatnya ketidakpastian kerja dan terbatasnya perlindungan jangka panjang bagi pekerja.


Upaya negara melalui perluasan program jaminan sosial, termasuk oleh BPJS Ketenagakerjaan, patut dicatat sebagai langkah penting. Meski demikian, cakupan dan efektivitasnya masih menghadapi tantangan, terutama bagi pekerja informal dan mereka yang berada di luar hubungan kerja standar.


Dalam konteks yang lebih luas, tekanan terhadap pekerja juga tidak terlepas dari dinamika ekonomi global dan domestik. Fluktuasi nilai tukar, tekanan terhadap sektor industri, serta kenaikan harga energi dan bahan baku memberikan dampak berantai terhadap biaya produksi dan pada akhirnya harga di tingkat konsumen. Dalam rantai ini, pekerja kerap berada di posisi paling rentan.


Di sinilah persoalan menjadi lebih mendasar. Pertumbuhan ekonomi memang penting dan perlu dijaga. Namun pertumbuhan saja tidak cukup. Pertanyaan yang semakin relevan adalah: sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas hidup yang merata?


Jika pertumbuhan lebih banyak bertumpu pada efisiensi biaya tenaga kerja tanpa diimbangi peningkatan nilai tambah yang inklusif, maka kesenjangan antara kerja dan kesejahteraan akan terus melebar. Dalam situasi seperti ini, kerja keras tidak lagi otomatis berbanding lurus dengan kehidupan yang layak.


Pengamat budaya geopolitik Nusantara, Bayu Sasongko, melihat fenomena ini sebagai sinyal awal ketidakseimbangan yang perlu direspons serius. Ketika kelompok pekerja, bahkan kelas menengah, mulai mengalami penurunan daya tahan ekonomi, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kesejahteraan individu, tetapi juga ketahanan sosial secara keseluruhan.


Pemerintah dihadapkan pada kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi, daya tarik investasi, dan perlindungan tenaga kerja. Ini bukan pilihan yang sederhana. Namun tanpa upaya yang lebih terarah, seperti penyesuaian kebijakan upah yang lebih sensitif terhadap biaya hidup riil, penguatan jaminan sosial, serta peningkatan kualitas lapangan kerja, risiko pelebaran kesenjangan akan semakin nyata.


Pada akhirnya, ukuran keberhasilan ekonomi tidak hanya terletak pada angka pertumbuhan, tetapi pada sejauh mana masyarakat yang bekerja dapat hidup secara layak dari hasil kerjanya. Jika semakin banyak pekerja yang harus bertahan dengan menurunkan standar hidup, maka pertumbuhan perlu ditinjau kembali bukan dari kecepatannya, melainkan dari arah dan distribusinya.


Karena ketika bekerja tidak lagi cukup untuk hidup dengan layak, persoalannya bukan semata pada individu yang tidak mampu, melainkan pada sistem yang belum sepenuhnya berpihak. (Bayu) 

Selengkapnya

Branding Baru MAJU 86 Pada Kegiatan Pembinaan Kemandirian Lapas Namlea, Jadi Perhatian Media Antara

Mei 02, 2026

Foto : Branding Baru MAJU 86 Pada Kegiatan Pembinaan Kemandirian Lapas Namlea, Jadi Perhatian Media Antara

Namlea
, Globaltimurnn.com - Kegiatan Program Pembinaan Kemandirian Pengolahan Minyak Kayu Putih khas Pulau Buru oleh Warga Binaan Lapas Namlea, kini semakin menjadi perhatian publik dan khalayak luas. Produk kebanggaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea itu juga menjadi daya tarik salah satu media nasional yakni Media Antara, yang datang meliput langsung proses kegiatan kemandirian pengolahan/ penyulingan minyak kayu putih oleh warga binaan, Jumat (30/04/2026). 


Kedatangan pihak media Antara disambut hangat Pelaksana Harian Kepala Lapas Namlea, Mustapa La Abidin. 


"Kehadiran media nasional di Lapas Namlea untuk meninjau langsung proses produksi produk unggulan ini menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus menegaskan bahwa Minyak Kayu Putih 86 telah dikenal lebih luas hingga ke tingkat nasional," ujar Mustafa.


Sepanjang peliputan, ia menjelaskan Minyak Kayu Putih 86 merupakan produk hasil dari pembinaan kemandirian dengan memadukan salah satu ciri khas lokal Kabupaten Buru yakni Minyak Kayu Putih. Dengan memberdayakan warga binaan, ia mengatakan kegiatan penyulingan minyak kayu putih ditujukan untuk mengembangkan skil dan keterampilan warga binaan sebagai bekal pada saat bebas dan kembali masyarakat nanti. 


"Kami pekerjakan 10 warga binaan yang sudah memenuhi persyaratan dimana telah berstatus asimilasi dan sudah menjalani 1/2 masa pidana. Sejauh ini, kami telah menghasilkan 30 sampai 40 liter minyak dari awal produksi hingga sekarang. Selain itu, kami juga bagikan upah kepada warga binaan sebagai premi dari hasil kerja yang mereka lakukan. Untuk pemasarannya belum secara luas, masih di internal kita dan biasanya dipamerkan pada even-even tertentu seperti IPPAFest pada 2025 lalu," jelasnya. 


Ia menambahkan kini Minyak Kayu Putih 86 telah memiliki lokal branding baru dengan akronim Maju Lapanam (Minyak Andalan Jadi Unggulan Lapas Namlea). 


“Kami akan segera menggunakan brand baru, yaitu Maju Lapanam, sebagai nama dari produk ini. Penamaan tersebut merupakan bentuk inovasi yang diharapkan mampu mendorong kemajuan sekaligus meningkatkan citra produk unggulan kami, yakni minyak kayu putih yang dikenal sebagai ‘Emas Hijau’ dari Pulau Buru,” tambah Mustafa. 


Menurut Produser Video Feature di Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, Nanien Yuniar, kegiatan pembinaan pembuatan minyak kayu putih 86 tersebut menarik sekaligus penting. 


“Pemilihan aktivitas penyulingan minyak kayu putih ini sangat relevan dengan kondisi di Pulau Buru, sehingga potensi skill ini bisa diimplementasikan nantinya pun besar. Siapa tahu minyak kayu putih 86 bisa semakin berkembang dan mungkin kelak tak hanya untuk kebutuhan internal, tapi bisa diperjualbelikan untuk umum,” ujarnya. (Za) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT