Ambon, Globaltimurnn.com — Kawasan pesisir Lahasuang Jembatan Amerika, Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku. belakangan ini ramai dikunjungi warga. Daya tariknya sederhana, namun menggugah selera, nasi kelapa dengan ikan bakar yang dinikmati langsung di tepi laut.
Terutama pada Sabtu, Minggu dan hari libur, kawasan ini mulai dipadati pengunjung dari berbagai wilayah Kota Ambon. Aroma ikan bakar, pemandangan laut dan suasana pesisir membuat Lahasuang Jembatan Amerika perlahan menjadi salah satu titik kuliner yang tengah viral di media sosial.
Raja Negeri Laha, Muhammad Yasir Mewar, mengatakan geliat kawasan tersebut mulai terasa sekitar tiga bulan terakhir.
Menurutnya, meningkatnya jumlah pengunjung menjadi peluang bagi masyarakat Negeri Laha, khususnya pelaku UMKM. Pemerintah negeri bersama pemuda kemudian berupaya menata kawasan agar keramaian yang terjadi dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
“Kita mencoba bagaimana caranya supaya tempat ini bisa di benahi, dan fokus kepada seluruh UMKM yang ada di Negeri Laha agar mereka langsung bisa menikmati keuntungan dari masyarakat yang dari kota datang ke sini,” ujar Yasir.
Tingginya jumlah pengunjung bahkan mulai membuat fasilitas yang tersedia belum mampu menampung kebutuhan. Kursi makan dan tempat pembakaran ikan masih terbatas.
Di setiap Sabtu-Minggu atau hari libur, banyak pengunjung yang datang di tempat ini, tapi kekurangan tempat duduk untuk makan, bahkan ada kekurangan tempat bakar ikan, ungkapnya.
Pemerintah Negeri Laha pun melakukan pembenahan secara bertahap, termasuk penimbunan sejumlah bagian kawasan yang salah satunya didukung dari pengelolaan parkir. Ke depan, tempat makan dan fasilitas bagi pengunjung akan terus ditambah.
Tidak hanya siang hari, kawasan tersebut juga mulai dipersiapkan agar dapat hidup hingga malam. Dukungan CSR Pertamina berupa lampu tenaga surya atau solar cell telah membantu menerangi kawasan Lahasuang Jembatan Amerika.
“Kita rencanakan kalau bisa dari pagi sampai malam tempat ini jadi ramai. Supaya perputaran perekonomian masyarakat Negeri Laha tambah meningkat,” katanya.
Di tengah meningkatnya kunjungan, persoalan kebersihan menjadi perhatian. Yasir mengatakan petugas kebersihan rutin diarahkan membersihkan kawasan, terutama menjelang dan setelah akhir pekan. Pembersihan juga dilakukan di area pantai, meski sebagian sampah di pesisir disebut merupakan sampah kiriman dari laut.
Pemerintah Negeri Laha bersama Saniri Negeri juga telah menyiapkan rancangan Peraturan Negeri tentang Ketertiban yang turut mengatur persoalan kebersihan dan sampah.
Selain itu, Pemerintah Negeri Laha telah menyampaikan kebutuhan penanganan sampah pesisir kepada Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, termasuk harapan adanya bantuan kapal pengangkut sampah laut.
“Kita sudah sampaikan bahwa kalau bisa diberikan bantuan untuk kapal pengangkut sampah. Dan insya Allah nanti kita lihat tindak lanjutnya seperti apa,” ujar Yasir.
Bagi Negeri Laha, ramainya nasi kelapa ikan bakar bukan sekadar fenomena kuliner yang muncul di media sosial. Keramaian tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya UMKM, keterlibatan pemuda dan peningkatan perputaran ekonomi masyarakat.
Di Lahasuang Jembatan Amerika, sepiring nasi dengan ikan bakar kini menjadi lebih dari sekadar hidangan. Di baliknya ada harapan agar sebuah kawasan pesisir dapat tumbuh menjadi ruang kuliner dan ekonomi masyarakat yang tetap menarik, tertata dan memberi manfaat bagi Negeri Laha. (Za)












