Langgur, Globaltimurnn.com — Lantunan ayat suci Al-Qur’an perlahan memenuhi ruang Masjid Agung Raudha, Langgur. Suasana Jumat itu terasa berbeda. Wajah-wajah jamaah tertunduk khusyuk, sementara gema ayat suci menjadi pembuka sebuah peringatan yang bukan sekadar mengenang kelahiran seorang manusia agung, tetapi juga menghidupkan kembali pesan tentang persaudaraan dan perdamaian.
Di masjid yang menjadi salah satu pusat kehidupan keagamaan masyarakat Maluku Tenggara itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (04/09/2027).
Tema yang diusung pun terasa dekat dengan denyut kehidupan masyarakat setempat: “Rasulullah SAW Teladan Kita, Ain Ni Ain Pererat Kita, Persaudaraan dan Perdamaian Kekuatan Maluku Tenggara.”
Tema itu seolah menjadi jembatan antara keteladanan Rasulullah SAW dengan nilai luhur yang telah lama hidup di tengah masyarakat Maluku Tenggara Ain Ni Ain, sebuah filosofi tentang persaudaraan, kebersamaan dan kehidupan dalam ikatan saling menghargai.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan Qori Abdulwahab Rumaf.
Suara merdu sang qori mengawali perjalanan spiritual para jamaah yang hadir. Perlahan, suasana masjid semakin khidmat.
Nuansa kecintaan kepada Rasulullah SAW kemudian semakin terasa ketika ibu-ibu Majelis Raudha membawakan marhaban massal.
Lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema di dalam masjid. Bagi jamaah, marhaban bukan sekadar bagian dari rangkaian acara, melainkan ekspresi kecintaan kepada sosok Rasulullah SAW yang sepanjang hidupnya mengajarkan kasih sayang, persaudaraan dan penghormatan terhadap sesama, Di tengah suasana itulah pesan utama Maulid mulai menemukan ruangnya.
Puncak peringatan diisi dengan penyampaian hikmah oleh Habib Rifqi Alhamid, S.Kom., M.Si., Ketua Yayasan Ar Rahmah Ambon, yang secara khusus hadir dalam kegiatan tersebut.
Di hadapan jamaah, Habib Rifqi mengajak umat untuk tidak menjadikan Maulid sekadar sebagai momentum seremonial tahunan.
Kelahiran Rasulullah SAW, menurut pesan yang disampaikannya, harus menjadi pintu untuk kembali melihat bagaimana Nabi Muhammad SAW menjalani kehidupan dan membangun hubungan dengan manusia.
Rasulullah bukan hanya menjadi teladan dalam ibadah, tetapi juga dalam cara memperlakukan orang lain.
Dalam kehidupan bermasyarakat, kedamaian harus dijaga. Persaudaraan harus diperkuat. Dan segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan perpecahan harus dihindari.
Pesan tersebut menemukan relevansinya dengan kehidupan masyarakat Maluku Tenggara yang memiliki kekayaan tradisi kebersamaan melalui nilai Ain Ni Ain.
Ain Ni Ain bukan sekadar ungkapan, Ia merupakan semangat untuk melihat orang lain sebagai bagian dari kehidupan bersama.
Dalam nilai itu, perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk menjauh. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika setiap orang mampu saling menghormati dan saling menjaga.
Di tengah kehidupan masyarakat yang terus bergerak dan menghadapi berbagai perubahan, pesan tentang persaudaraan menjadi semakin penting.
Ia tumbuh dari kebiasaan sederhana, saling menyapa, saling membantu, menghormati perbedaan, menjaga ucapan dan tidak mudah terprovokasi oleh sesuatu yang dapat memecah hubungan antarsesama, Nilai-nilai tersebut sejatinya telah lama diajarkan Rasulullah SAW.
Kasih sayang, keadilan, kepedulian dan persaudaraan menjadi bagian dari keteladanan Nabi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, Maulid Nabi di Masjid Agung Raudha seakan mengingatkan kembali bahwa mencintai Rasulullah bukan hanya dengan memperbanyak pujian kepadanya, tetapi juga dengan berusaha menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan nyata, Peringatan Maulid kemudian tidak berhenti pada ceramah dan rangkaian ibadah.
Ada pesan lain yang juga ingin dihidupkan: bahwa kecintaan kepada Rasulullah harus melahirkan kepedulian terhadap sesama.
Sebab Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk tidak hanya dekat kepada Allah, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan orang lain.
Jumat itu, Masjid Agung Raudha bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya sebuah peringatan keagamaan.
Ia menjadi ruang untuk kembali mengingat siapa yang menjadi teladan dan nilai apa yang perlu dijaga.
Dari Langgur, pesan Maulid Nabi tahun ini terasa sederhana, namun dalam meneladani Rasulullah SAW, merawat Ain Ni Ain, mempererat persaudaraan dan menjaga perdamaian.
Sebab kekuatan Maluku Tenggara bukan hanya terletak pada kekayaan alam dan budayanya, tetapi juga pada kemampuan masyarakatnya untuk hidup bersama.
Dan selama nilai persaudaraan itu terus dirawat, pesan Rasulullah tentang kasih sayang dan perdamaian akan tetap menemukan tempatnya, bukan hanya di dalam masjid, tetapi juga di rumah, di kampung, di ruang-ruang publik dan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. (Za)

















