globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Senin, 07 September 2026

Responsif Terhadap Aspirasi Rakyat, Pemprov Maluku Siap Perjuangkan Kembali Gelar Pahlawan Nasional untuk A.M. Sangadji

September 07, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com — Pemerintah Provinsi Maluku kembali menunjukkan komitmennya sebagai pemerintahan yang terbuka, mendengarkan, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat. Di sela-sela menghadiri Pembukaan Festival Benteng Nieuw Victoria Tahun 2026 di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9/2026), Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, secara khusus meluangkan waktu untuk menemui dan menerima aspirasi langsung dari jajaran mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon.


Dalam pertemuan singkat namun penuh kekeluargaan tersebut, para mahasiswa menyerahkan buku biografi Abdul Muttalib Sangadji seraya menyampaikan harapan agar tokoh pejuang asal Maluku tersebut dapat terus diperjuangkan hingga ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional.


Menanggapi penyampaian tersebut, Wakil Gubernur Maluku H. Abdullah Vanath menegaskan bahwa Pemprov Maluku menyambut baik komitmen generasi muda dan siap mengambil langkah-langkah strategis untuk memperjuangkan kembali usulan tersebut.


"Pertama, pemerintah selalu membuka diri untuk menerima aspirasi. Kedua, perjuangan tokoh Maluku Abdul Muttalib Sangadji sebagai Pahlawan Nasional merupakan perjuangan bersama seluruh masyarakat Maluku," tegas Wagub Abdullah Vanath di hadapan awak media dan masyarakat yang hadir.


Wagub menjelaskan bahwa upaya mengusulkan almarhum A.M. Sangadji sejatinya telah dilakukan oleh jajaran Pemerintah Provinsi Maluku melalui kepemimpinan Gubernur sebelum-sebelumnya. Namun, proses pengusulan di tingkat pusat dinamikanya cukup kompleks.


"Pemerintah Provinsi Maluku sebenarnya sudah mengusulkan A.M. Sangadji untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional asal Maluku, namun memang belum berhasil terwujud. Hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh proses transisi regulasi dan kewenangan, di mana sebelumnya urusan Pahlawan Nasional berada di Kementerian Sosial, dan sejak tahun 2024 hadir Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang juga memiliki kewenangan pengusulan," jelas Wagub.


Sebagai wujud keseriusan dan respons cepat Pemprov Maluku, Wagub Abdullah Vanath memastikan usulan ini tidak berhenti begitu saja. Langkah penelusuran dokumen dan konsolidasi internal akan segera digulirkan kembali.


"Setelah menerima aspirasi ini, besok saya akan laporkan kepada Bapak Gubernur untuk kita rapat koordinasi ulang. Kita cari kembali dokumen yang pernah diusulkan, lalu kita persiapkan untuk kita usulkan kembali agar almarhum Abdul Muttalib Sangadji dapat ditetapkan secara resmi sebagai Pahlawan Nasional asal Maluku," tambahnya.


Wagub juga menekankan bahwa penetapan nama A.M. Sangadji sebagai nama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UIN) di Maluku sejatinya merupakan bukti nyata bahwa negara telah mengakui rekam jejak perjuangan beliau.


"Penggunaan nama UIN A.M. Sangadji adalah bentuk pengakuan awal dari negara. Ini modal penting bagi kita semua. Mari kita bergandengan tangan dan berdoa agar perjuangan pengusulan Pahlawan Nasional bagi A.M. Sangadji ini dapat segera terwujud," tutup Wagub Vanath.


Sikap hangat dan responsif Pemprov Maluku ini menegaskan dedikasi pimpinan daerah dalam menjaga warisan sejarah perjuangan Maluku serta mengayomi aspirasi anak muda dan mahasiswa sebagai mitra pembangunan daerah. (Rdks) 

Selengkapnya

Wagub Maluku Buka Festival Benteng Nieuw Victoria 2026, Tegaskan Budaya dan Harmoni Sebagai Kekuatan Maluku

September 07, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, secara resmi membuka Festival Benteng Nieuw Victoria dalam rangka pengimplementasian tugas dan fungsi Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon, di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9/2026).


Festival yang mengusung tema “Merangkai Warisan Budaya dalam Harmoni” tersebut diawali dengan karnaval budaya, penampilan ansambel musik Benteng, serta fashion show pakaian budaya Maluku.


Kegiatan ini turut dihadiri Pangdam XV/Pattimura, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, Ketua Dharma Wanita Provinsi Maluku, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Ketua TP PKK Kota Ambon, serta pimpinan instansi vertikal.


Dalam sambutannya, Wagub Abdullah Vanath menegaskan bahwa Benteng Nieuw Victoria memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting bagi perjalanan Kota Ambon dan Maluku.


“Benteng Nieuw Victoria yang berdiri di hadapan kita ini bukan sekadar bangunan tua peninggalan masa kolonial. Benteng ini adalah saksi hidup perjalanan panjang Kota Ambon, sejak menjadi pusat perdagangan rempah, pusat pemerintahan, hingga menjadi titik pertemuan berbagai bangsa, suku dan agama yang kemudian membentuk wajah Ambon sebagai kota yang majemuk,” ujar Wagub.


Menurutnya, sebagai cagar budaya peringkat nasional, Benteng Nieuw Victoria merupakan warisan yang harus terus dirawat dan dilestarikan secara bersama-sama.


“Sebagai cagar budaya peringkat nasional, benteng ini adalah warisan yang harus terus dirawat, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi oleh kita semua sebagai anak negeri. Karena itu, saya menyambut baik dan mengapresiasi langkah Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, yang menghadirkan Festival Benteng Nieuw Victoria dengan tema ‘Merangkai Warisan Budaya dalam Harmoni’,” katanya.


Wagub menyebut tema festival tersebut sangat relevan dengan karakter Maluku sebagai rumah bersama masyarakat yang memiliki keragaman pulau, suku, tradisi dan agama.


Ia menekankan, nilai-nilai kearifan lokal seperti pela gandong, hidup orang basudara, ale rasa beta rasa, serta sagu salempeng dibagi dua, harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.


“Tema ini sangat pas deng realita katong pung Maluku. Sebagai rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai pulau, suku dan tradisi, Maluku hanya bisa tetap harmonis kalau nilai basudara dan pela gandong terus dirawat serta diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ale rasa beta rasa, sagu salempeng dibage dua, itu bukan sekadar ungkapan, tetapi cara hidup orang Maluku yang harus terus kita jaga sampai ke anak cucu,” tegasnya.


Lebih lanjut, Wagub mengatakan Festival Benteng Nieuw Victoria memiliki makna semakin kuat karena dilaksanakan bertepatan dengan momentum HUT ke-451 Kota Ambon.


Tanggal 7 September 1575 menjadi penanda penting dalam sejarah Kota Ambon, ketika di lokasi tersebut berdiri benteng pertama yang diberi nama Nossa Senhora da Anunciada, yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Benteng Kota Laha. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu tonggak sejarah lahirnya Kota Ambon.


Selain mengangkat sejarah dan budaya, festival ini juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas Ambon sebagai UNESCO Creative City of Music sejak 2019.


“Karnaval budaya, pameran, panggung seni tradisional hingga penampilan musisi lokal adalah bukti bahwa kebudayaan Maluku hidup, berkembang dan mampu bersanding dengan kreativitas masa kini. Ini harus menjadi kekuatan untuk membangun ekosistem kebudayaan dan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wagub.


Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, memberikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, Pemerintah Kota Ambon, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.


Wagub juga mengajak para pelaku seni, sanggar budaya, komunitas, pelaku ekonomi kreatif dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga berbagai cagar budaya yang ada di Maluku.


“Saya mengajak para pelaku seni, sanggar budaya, pelaku ekonomi kreatif dan seluruh masyarakat untuk terus bersinergi merawat Benteng Nieuw Victoria dan cagar budaya lainnya di Maluku sebagai ruang publik kebudayaan yang memberi manfaat edukasi, sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.


Festival Benteng Nieuw Victoria diharapkan tidak hanya menjadi agenda perayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah, meningkatkan apresiasi terhadap seni dan budaya lokal, serta mendorong kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. (Rdks) 

Selengkapnya

Bupati Piet Hein Babua Ikut Malam Pusaka Bangsa, Tanamkan Nilai Ketahanan Nasional

September 07, 2026


Jakarta
, Globaltimurnn.com — Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si, turut menghadiri dan mengikuti kegiatan sakral Malam Pusaka Bangsa dalam rangkaian Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, pada Minggu malam, 6 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) yang wajib diikuti seluruh peserta sebelum memasuki tahap evaluasi akhir dan penutupan kursus.

 

Prosesi utama Malam Pusaka Bangsa ditandai dengan penyalaan api unggun yang dimaknai sebagai Api Kebangsaan — simbol menyalanya semangat bela negara dan cinta tanah air di sanubari setiap pemimpin daerah. Secara filosofis, momen ini juga menjadi pengingat untuk mengikis ego pribadi serta membuang sifat-sifat buruk, guna melahirkan pemimpin yang senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan.

 


Selain meneguhkan jiwa nasionalisme, kegiatan ini juga memperkuat ketahanan nasional. Ikrar dan komitmen yang diucapkan diharapkan menjadi modal bagi para peserta untuk menjaga persatuan serta tanggap menangkal ancaman disrupsi demi menjaga keutuhan NKRI. Bekal nilai-nilai kebangsaan ini nantinya akan diterapkan dalam tata kelola pemerintahan Kabupaten Halmahera Utara, agar semakin optimal, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas. (Red).

Selengkapnya

Serap Inovasi Global, Bupati Piet Hein Babua Ikut KPPD Lemhannas Bersama Dua Pakar Singapura

September 07, 2026


Jakarta
, Globaltimurnn.com — Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si, turut mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Lemhannas RI di Jakarta pada Senin, 7 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan dua akademisi ternama dari Universitas Nasional Singapura (NUS), yaitu Prof. Dr. Ng Yeuk Fan dan Prof. Yaacob Ibrahim, guna membekali para pemimpin daerah dengan wawasan tata kelola pemerintahan modern, inovasi sosial, serta penguatan kepemimpinan komunitas.

 

Prof. Dr. Ng Yeuk Fan memaparkan integrasi layanan kesehatan global dan inovasi birokrasi yang berpusat pada masyarakat, sedangkan Prof. Yaacob Ibrahim menekankan peran inovasi sosial dan keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung program pemerintah. Selain itu, peserta juga mendalami materi Transformasi Digital, Smart Nation, strategi AI, serta keamanan siber.

 


Bagi Bupati Halmahera Utara, kesempatan ini menjadi peluang berharga untuk memperluas wawasan tata kelola tingkat dunia. Hasil pembelajaran diharapkan dapat diimplementasikan guna menghadirkan terobosan baru, meningkatkan mutu pelayanan publik, sektor kesehatan, serta memperkuat kolaborasi berbasis komunitas di Kabupaten Halmahera Utara. (Red).

Selengkapnya

Kebijakan Kadis Pertanian SBB Terkesan Tolol, Dinilai Pemborosan Anggaran, Sumur Bor Tanpa Melihat Bendungan

September 07, 2026

Gerard Wakano Tokoh Masyarakat SBB

SBB
, globaltimurnn.com - Di tengah desakan ekonomi yang melilit rakyat kecil, di saat setiap rupiah negara harus diperjuangkan untuk kesejahteraan, ada sebuah kisah pilu dari Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten SBB. 


Sebuah kisah tentang kebodohan yang terstruktur, tentang pemborosan yang direncanakan, dan tentang pemimpin yang buta terhadap akar masalah. Ungkap salah satu tokoh masyarakat SBB Gerard Wakano kepada sejumlah media di SBB saat ditemui-nya


Wakano mengatakan" Ini bukan sekadar cerita tentang bendungan yang tertutup material. 


Ini adalah cerita tentang betapa rendahnya kualitas kepemimpinan Bupati dan Kadis Pertanian, di mana seorang kepala dinas dan seorang Bupati dengan tenang menghabiskan miliaran rupiah untuk solusi yang salah, sementara solusi yang benar sudah tersedia di depan mata. Ungkap Wakano


Pasalnya" Desa Waimital memiliki sebuah bendungan yang dibangun dengan baik. 


Bendungan ini menjadi sumber kehidupan bagi ratusan hektar sawah, Namun, tahun berganti, material sirtu yang terbawa arus sungai perlahan menutup bendungan tersebut. 


Debit air menyusut, Sawah mulai mengering, Petani mulai putus asa, Masalahnya sederhana, bendungan perlu dikeruk, itu saja! Solusinya murah, pengerukan material sungai.


Sekarang malah kepala dinas mengeluarkan kebijakan bodoh dengan penggalian 11 sumur bor dengan biaya masing - masing sumur sekitar 150 juta rupiah, sebuah cermin tidak kompetennya kepala dinas pertanian. 


Ketika wartawan bertanya mengapa tidak dilakukan pengerukan saja, jawaban Kepala Dinas Pertanian sungguh mencengangkan, ‘Selama ini tidak ada laporan tentang bendungan yang tertutup material. 


Waduh pak Kadis, ini sebuah Ironi yang memalukan!! Bendungan itu hanya berjarak beberapa kilometer dari kantor dinas, Di sekitar lokasi persawahan, ada puluhan tenaga pertanian dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang setiap hari berinteraksi dengan petani. 


Di mana koordinasi anda, Pak La Radin? Tanya Wakano menepis


Di mana laporan dari PPL yang bertugas di Waimital? Mengapa Anda baru tahu ketika wartawan bertanya? Ini bukan ketidaktahuan, Ini adalah ketidakpedulian yang disengaja, Ini adalah pembiaran masalah agar proyek besar bisa dilaksanakan, Ini adalah tindakan yang tidak kompeten dan sangat tidak profesional.


Seorang kepala dinas seharusnya menjadi ujung tombak pembangunan daerah, Seharusnya, anda dapat, Mendiagnosis masalah dengan tepat, Menemukan solusi yang efektif dan efisien,  Menggerakkan sumber daya untuk kemajuan rakyat, Namun, apa yang terjadi di Kabupaten SBB adalah kebalikannya.


Ini bukan kemajuan, Ini adalah kemunduran total, Bupati Seram Bagian Barat, sebagai pemimpin tertinggi di daerah, seharusnya mengawasi setiap kebijakan strategis, Namun, membiarkan Kepala Dinas Pertanian menjalankan kebijakan yang jelas-jelas merugikan rakyat adalah bentuk kelalaian yang sama besarnya.


Apakah Bupati SBB menyetujui kebijakan ini? Jika iya, mengapa Bupati memilih sumur bor yang mahal dan tidak efektif, padahal pengerukan bendungan jauh lebih murah dan berdampak luas? Apakah Bupati tidak tahu, atau Bupati diam saja?


Wakano juga menyoroti La Radin, S.Sos, selaku Kepala Dinas Pertanian, Jika tidak ada laporan tentang bendungan, lalu mengapa tim membuat RAB Irigasi Perkumpian Desa Waimital Tahun 2026 yang sangat detail? Di mana koordinasi Kadis dengan PPL dan kelompok tani? Apa gunanya memiliki tenaga pertanian jika Kadis sendiri tidak tahu kondisi di lapangan? Atau apakah Kadis sengaja tidak mau tahu agar proyek ini bisa berjalan? Heran Wakano sambil bertanya - tanya


Bupati dan Kadis Pertanian dinilai gagal dalam memimpin yang artinya Gagal memahami masalah rakyat, Gagal menemukan solusi yang tepat, Gagal menggunakan uang negara dengan bijak, Gagal menjadi pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat. Tegas Wakano 


Di saat rakyat Waimital berjuang mencari air untuk sawah mereka, di saat setiap rupiah sangat berarti bagi ketahanan pangan, Kadis memilih proyek yang hanya menguntungkan segelintir kontraktor dan pemasok. 


Kecaman ini bukan kebencian, Ini adalah cinta kepada negeri, cinta kepada rakyat yang menanti perhatian dengan kebijakan dan solusi bukan pemborosna anggaran yang sia - sia, bahkan dari anggaran tersebut masyarakat mulai mendesak APH untuk segera periksa Kadis Pertanian dengan para kontraktor karena dianggaran tersebut disebutkan oleh Kadis kepada wartawan saat ditemui itu adalah anggaran APBN, dan dalam proses pekerjaan itu menggunakan mesin ternyata yang dikerjakan menggunakan manual, tanpa mesin, indikasi korupsi pun mencuat disitu, jaksa jangan diam segera ambil langkah tegas. Jelas Wakano tegas


Kecaman ini bukan fitnah, Ini adalah kebenaran yang harus diungkap, Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mendahulukan kepentingan rakyat, bukan proyeknya. Tambah Wakano


Seorang pemimpin yang cerdas adalah pemimpin yang menyelesaikan masalah, bukan menciptakan masalah baru. Pungkasnya 

Kepala Dinas Pertanian SBB La Radin

Kadis Pertanian SBB La Radin saat ditemui sejumlah awak media di kota Piru, siang tadi menjelaskan bahwa" Sumur Bor yang dilakukan karena menipisnya air yang mengalir dari bendungan, sehingga pihaknya mengambil langkah bijak demi menyelamatkan petani dengan membuat sumur Bor. 


Secara jelas dan terbuka La Radin mengungkapkan bahwa pekerjaan tersebut dilakukan secara manual, tidak menggunakan mesin, bahkan pengakuan La Radin, dari anggaran tersebut ada anggaran untuk menggunakan mesin. Jelasnya  (***) 

Selengkapnya

Perkuat Sinergi Maritim, Dankodaeral IX Sambangi Pemkab Maluku Tengah

September 07, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., mendorong penguatan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam mengoptimalkan potensi kemaritiman sekaligus membuka peluang lebih luas bagi putra daerah untuk mengabdi melalui TNI Angkatan Laut.


Hal tersebut disampaikan Dankodaeral IX saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Maluku Tengah, Masohi, Maluku, Senin (7/9/2026).


Kunjungan tersebut disambut Asisten I Bupati Maluku Tengah Umar Sopalatu yang mewakili Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Maluku Tengah.


Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten I, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Dankodaeral IX beserta rombongan. 


Kunjungan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan TNI AL, khususnya dalam mendukung pembangunan, menjaga keamanan, serta mengoptimalkan potensi wilayah Maluku Tengah.


Dankodaeral IX mengatakan, kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari upaya untuk melihat secara langsung kondisi wilayah sekaligus menggali berbagai potensi yang dapat dikembangkan bersama.


Sebagai daerah kepulauan dengan wilayah laut yang luas, Maluku Tengah memiliki potensi kemaritiman yang strategis dan membutuhkan sinergi lintas sektor dalam pengelolaannya.


Selain penguatan kerja sama kemaritiman, Dankodaeral IX menaruh perhatian terhadap peningkatan partisipasi generasi muda Maluku Tengah untuk mengabdi melalui TNI AL.


Ia berharap semakin banyak putra daerah Maluku Tengah yang dapat mengikuti proses penerimaan prajurit TNI AL. Untuk mewujudkan hal tersebut, calon peserta dapat dipersiapkan dan dibina sejak awal, baik dari aspek fisik, mental, pengetahuan maupun kemampuan dasar, sehingga memiliki kesiapan yang lebih baik saat mengikuti tahapan seleksi.


“Kita berharap semakin banyak putra daerah Maluku Tengah yang dapat bergabung dan mengabdi sebagai prajurit TNI AL. Anak-anak daerah yang memiliki minat dan kemauan dapat dipersiapkan dan dibina terlebih dulu agar lebih siap ketika mengikuti seleksi di Kodaeral IX,” ujar Dankodaeral IX.


Menurutnya, pembinaan generasi muda tersebut bukan sekadar untuk meningkatkan peluang kelulusan dalam proses rekrutmen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi pemuda daerah untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi dalam menjaga kedaulatan serta keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di bidang kemaritiman.


Di sela kunjungan, Dankodaeral IX beserta rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi dan Sholat Dzuhur di Masjid Raya Sepa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat sekaligus melihat secara langsung kondisi sarana ibadah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Negeri Sepa.


Kunjungan kerja tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Melalui kegiatan ini, Kodaeral IX dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah diharapkan semakin solid dalam membangun kolaborasi, menjaga stabilitas keamanan wilayah, mengoptimalkan potensi kemaritiman, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda Maluku Tengah untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.


Turut hadir Asisten I Bupati Maluku Tengah Umar Sopalatu, Dandim 1502/Masohi Letkol Inf. Adi Eka Jaya Saputra, Kapolres Maluku Tengah AKBP Widy Irawan, Kasi Datun Sri Paulus mewakili Kejari Maluku Tengah, para PJU dan Kasatker Kodaeral IX, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Maluku Tengah. (Rdks) 

Selengkapnya

Menjemput Harapan dari Balik Jeruji Lewat Calistung di Lapas Dobo

September 07, 2026


Dobo
, Globaltimurnn.com — Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo, proses belajar kembali dimulai dari hal-hal yang paling sederhana, Mengenal huruf. Membaca kata, Menulis kalimat, Hingga menghitung angka.


Bagi sebagian orang, kemampuan tersebut mungkin merupakan bagian dari keseharian. Namun bagi sejumlah warga binaan, kesempatan untuk kembali mempelajarinya menjadi sebuah langkah penting untuk membuka jalan menuju perubahan.


Semangat itulah yang terlihat dalam pelaksanaan asesmen diagnostik baca, tulis, dan hitung (calistung) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas III Dobo, Senin (07/09/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh peserta magang di Lapas Dobo sebagai langkah awal untuk mengetahui kemampuan dasar pendidikan masing-masing warga binaan.


Asesmen dilakukan secara bertahap. Pada kemampuan membaca, warga binaan diarahkan mulai dari mengenal huruf, membaca suku kata dan kata, hingga membaca kalimat serta memahami bacaan sederhana.


Sementara kemampuan menulis dinilai melalui beberapa tahapan, mulai dari mengenal dan menulis huruf, menyalin kata, menulis berdasarkan dikte, hingga menyusun kalimat sederhana.


Untuk kemampuan berhitung, warga binaan diberikan materi berupa pengenalan dan penulisan angka, mengurutkan bilangan, melakukan operasi hitung dasar, hingga menggunakan kemampuan berhitung dalam situasi sederhana yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.


Asesmen tersebut bukan sekadar untuk menguji kemampuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cara untuk melihat titik awal setiap warga binaan dalam mengikuti proses pembelajaran.


Dengan mengetahui kemampuan dasar masing-masing, pendamping dapat memberikan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Warga binaan pun diharapkan dapat mengikuti proses belajar tanpa merasa malu ataupun takut untuk mencoba.


Hasil asesmen nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program pembelajaran yang lebih terarah. Proses belajar akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan awal setiap warga binaan.


Lapas Dobo juga menyiapkan tindak lanjut melalui program bimbingan belajar (bimbel) calistung yang dijadwalkan berlangsung dua kali dalam seminggu.


Program tersebut diharapkan menjadi ruang bagi warga binaan untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan dasar mereka selama menjalani masa pembinaan, Sebab pendidikan tidak berhenti hanya karena seseorang sedang menjalani masa pidana.


Justru melalui pendidikan, warga binaan diberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.


Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung mungkin terlihat sederhana. Namun dari kemampuan dasar itulah seseorang dapat membuka lebih banyak kesempatan dalam kehidupan.


Satu huruf yang berhasil dibaca menjadi awal sebuah pemahaman. Satu kata yang berhasil ditulis menjadi bentuk keberanian untuk mencoba. Dan satu angka yang berhasil dihitung menjadi langkah kecil menuju kemandirian, Di Lapas Dobo, proses itu kini sedang dimulai, Karena untuk belajar, memang tidak pernah ada kata terlambat. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT