globaltimurnn.com
Deskripsi gambar


Rabu, 02 September 2026

Tanah Raja-Raja Jadi Inspirasi, Zulkifli Hasan Serukan Persatuan untuk Bangun Maluku

September 02, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyerukan seluruh elemen politik dan masyarakat di Maluku untuk mengakhiri persaingan yang berlebihan setelah kontestasi politik usai. Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak boleh menghilangkan persaudaraan maupun menghambat pembangunan daerah.


Pesan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat menghadiri sekaligus melantik jajaran DPW PAN Provinsi Maluku dan DPD PAN kabupaten/kota se-Maluku periode 2024–2029 di Hotel Santika Premiere Ambon, Rabu (02/09/2026).


Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, anggota DPR RI Fraksi PAN Widya Murad Ismail, mantan Gubernur Maluku Murad Ismail, Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa, Sekjen DPP PAN Eko Hendro Purnomo, serta jajaran pengurus PAN.


Dalam sambutannya, Zulkifli menegaskan bahwa keputusan PAN berada dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan semata-mata didasarkan pada kepentingan politik praktis. Ia menyebut, dukungan tersebut berangkat dari kesamaan nilai dan perjuangan yang ingin diwujudkan.


Bukan setia sama orang, kita setia kepada tim, nilai-nilai yang kita perjuangkan, kebijakan-kebijakan yang kita perjuangkan. Itu yang kita bela dan kita kerjakan sekarang bersama Pak Prabowo, ujar Zulkifli.


Ia mengakui perjalanan PAN bersama Prabowo tidak selalu berlangsung mulus. PAN, kata dia, pernah mengalami kekalahan dalam sejumlah kontestasi politik sebelum akhirnya berada dalam posisi kemenangan.


Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bagian dari proses politik yang tidak boleh menghilangkan hubungan persaudaraan.


Zulkifli menilai kompetisi politik merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Yang tidak boleh terjadi, kata dia, adalah menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk saling bermusuhan.


Kompetisi iya, namanya dalam bahasa agama amar ma’ruf nahi mungkar. Kita berlomba-lomba berbuat baik. Tapi kita tetap teman, tegasnya.


Di hadapan para kader PAN dan sejumlah pejabat daerah, Zulkifli juga menyinggung sejarah Maluku sebagai tanah raja-raja yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.


Ia mengajak masyarakat mengambil pelajaran dari para raja di Nusantara yang menurutnya rela melepaskan kekuasaan dan tahtanya demi cita-cita Indonesia.


Kerajaan punya tanah, punya kekuasaan. Mereka rela kehilangan tahtanya, kehilangan kerajaannya, kehilangan kekuasaan untuk Indonesia. Masa kita gara-gara beda partai terus pecah? Malu, katanya.


Menurut Zulkifli, semangat persatuan tersebut harus terus dipelihara, terutama oleh para pemimpin politik dan pemerintahan.


Kepentingan masyarakat, daerah, dan bangsa harus ditempatkan lebih tinggi dibanding kepentingan kelompok maupun partai.


Ia kemudian menggambarkan persatuan melalui filosofi matahari yang memberikan kehidupan kepada seluruh manusia tanpa membedakan latar belakang.


Matahari tidak pernah membeda-bedakan orang di manapun berada. Matahari akan memberikan cinta, kasih sayang dan kehidupan yang sama kepada siapapun, ujarnya.


Zulkifli juga menegaskan bahwa PAN dibangun sebagai partai yang terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama maupun latar belakang.


Menurutnya, semangat tersebut tidak berhenti pada toleransi antarmanusia, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan.


Rahmat itu bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada lingkungan. Laut, hutan tidak boleh dirusak. Ciptaan Tuhan harus disayangi, katanya.


Zulkifli Hasan turut memberikan apresiasi terhadap jajaran PAN Maluku yang dinilainya memiliki kemampuan kepemimpinan dan strategi politik.


Namun, ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan membaca strategi dan dinamika politik. Pemimpin juga harus mampu membangun organisasi dengan memilih orang-orang yang tepat.


Leader itu mengerti strategi, siasat, tetapi juga logistiknya kuat. Yang paling tinggi rankingnya adalah bisa memilih orang-orang yang tepat, ujarnya.


Karena itu, ia berharap kepengurusan PAN Maluku yang baru dilantik dapat bekerja secara solid dan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama.


Bahkan, Zulkifli meminta seluruh kader PAN untuk ikut mendukung pemerintah daerah dalam menjalankan agenda pembangunan.


Sekarang kita harus bangun Maluku. Masa bersaing tiap hari sampai lima tahun, capek juga. Kita dukung Pak Gubernur, dukung Pak Wali Kota, para bupati, didukung agar sukses, tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan secara langsung melantik pengurus DPW PAN Provinsi Maluku dan DPD PAN kabupaten/kota se-Maluku untuk periode 2024–2029.


Kepengurusan yang dilantik mencakup DPW PAN Provinsi Maluku serta DPD PAN Kabupaten Buru, Buru Selatan, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Kota Ambon, Maluku Barat Daya, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur dan Kota Tual.


Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi bagi PAN Maluku untuk memperkuat organisasi sekaligus menghadapi dinamika politik ke depan.


Namun lebih dari sekadar konsolidasi partai, pesan yang dibawa Zulkifli Hasan di Ambon menjadi penekanan penting bagi seluruh kekuatan politik di Maluku: berkompetisi dalam politik adalah hal biasa, tetapi setelah kompetisi berakhir, semua pihak harus kembali bersatu untuk membangun daerah.


“Beda pilihan boleh, tetapi jangan sampai kita terpecah. Sekarang waktunya bersama-sama membangun Maluku.” (Za)

Selengkapnya

Ketua DPD PAN SBB dan Ratusan Simpatisan Sambut Ketum PAN Zulkifli Hasan di Bandara Pattimura

September 02, 2026


SBB
, globaltimurnn.com — Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), H. Rauf Latulumamina, bersama jajaran pengurus dan ratusan simpatisan turut hadir dalam penjemputan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, beserta rombongan di Bandara Internasional Pattimura Ambon, Rabu (2/9/2026).


Dalam agenda tersebut, H. Rauf Latulumamina didampingi Sekretaris DPD PAN SBB, Ridal Jufri Kaisupy, Bendahara DPD PAN SBB, Endang Kusumawati, serta sejumlah pengurus DPD PAN SBB.


Kehadiran ratusan kader dan simpatisan PAN SBB di Bandara Pattimura menjadi bentuk antusiasme sekaligus dukungan terhadap kedatangan Ketua Umum PAN di Maluku.


Zulkifli Hasan bersama rombongan diketahui datang ke Maluku dalam rangka menghadiri agenda pelantikan Pengurus DPW PAN Maluku dan DPD PAN se-Maluku yang mencakup 11 kabupaten/kota.


Pelantikan tersebut dijadwalkan berlangsung di Hotel Santika Ambon, Rabu malam.


Kehadiran jajaran pengurus DPD PAN SBB dalam agenda tersebut menunjukkan soliditas struktur partai di tingkat daerah sekaligus kesiapan mengikuti rangkaian kegiatan organisasi PAN di Maluku.


Ratusan kader dan simpatisan yang hadir tampak antusias menyambut kedatangan Zulkifli Hasan. Mereka kemudian bersama-sama mengikuti rangkaian agenda penyambutan hingga rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi kegiatan di Kota Ambon.


Agenda pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-Maluku ini diharapkan semakin memperkuat konsolidasi organisasi serta soliditas kader PAN di seluruh wilayah Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Tim Tanggap Karhutla Polres SBB Pantau dan Tangani Tiga Titik Kebakaran Lahan

September 02, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Tim Tanggap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Polres Seram Bagian Barat terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap perkembangan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat, Rabu (2/9/2026).


Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan tugas, Tim Tanggap Karhutla Polres Seram Bagian Barat dibagi ke dalam tiga zona untuk mempermudah pemantauan, respons cepat serta penanganan apabila ditemukan titik api di wilayah masing-masing.


Zona I meliputi tiga tim, yakni Tim 1 Kairatu yang meliputi wilayah Kecamatan Kairatu, Tim 2 Kairatu Timur yang meliputi wilayah Kecamatan Kairatu Timur, serta Tim 3 Kairatu Barat yang meliputi wilayah Kecamatan Kairatu Barat.


Zona II terdiri dari Tim 1 Piru yang meliputi wilayah Kecamatan Seram Barat, Tim 2 Huamual yang meliputi wilayah Kecamatan Huamual, serta Tim 3 Waesala yang meliputi wilayah Kecamatan Huamual Belakang.


Sementara Zona III terdiri dari Tim 1 Taniwel yang meliputi wilayah Kecamatan Taniwel, Tim 2 Taniwel Timur yang meliputi wilayah Kecamatan Taniwel Timur, serta Tim 3 Manipa yang meliputi wilayah Kecamatan Kepulauan Manipa.


“Pembagian personel ke dalam tiga zona dan sembilan tim ini merupakan langkah untuk mempercepat pemantauan dan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat. Setiap tim bertanggung jawab melakukan monitoring terhadap kondisi wilayahnya dan segera mengambil tindakan apabila ditemukan adanya titik api,” jelas Kapolres.


Berdasarkan hasil pemantauan pada Rabu (2/9/2026), terdapat tiga titik kebakaran lahan yang terpantau, masing-masing berada di wilayah Zona II dan Zona I.


Titik pertama berada di kawasan Dusun Tanah Misi, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, dengan luas lahan yang terbakar sekitar 2 hektare. Kebakaran di lokasi tersebut telah dilakukan pemadaman oleh personel Satuan Samapta Polres Seram Bagian Barat menggunakan satu unit mobil AWC.


Titik kedua berada di kawasan Kali Pasa, Dusun Resetlement Pulau Osi, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, dengan luas lahan yang terbakar sekitar 10 hektare. Hingga saat ini, kebakaran di lokasi tersebut belum sepenuhnya padam karena tidak terdapat akses jalan yang dapat dilalui kendaraan pemadam kebakaran maupun mobil AWC menuju lokasi.


Sementara titik ketiga berada di kawasan Dusun Kawanenu, Desa Waisamu, Kecamatan Kairatu Barat, dengan luas lahan yang terbakar kurang lebih 1 hektare. Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan secara manual oleh personel Polsek bersama warga Desa Waisamu.


Kapolres mengatakan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya mengandalkan peralatan pemadam, tetapi juga membutuhkan respons cepat personel di lapangan dan keterlibatan masyarakat, khususnya ketika lokasi kebakaran tidak dapat dijangkau kendaraan.


“Kami terus melakukan monitoring melalui Tim Tanggap Karhutla yang telah dibagi dalam tiga zona. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api,” ujar Kapolres.


Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, karena api dapat dengan cepat meluas, terutama pada kondisi vegetasi yang kering. Masyarakat juga diminta untuk tidak meninggalkan api yang digunakan untuk keperluan tertentu sebelum benar-benar dipastikan padam.


Polres Seram Bagian Barat melalui Tim Tanggap Karhutla akan terus melakukan monitoring secara berkelanjutan di sembilan wilayah tim yang telah ditetapkan serta berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat dalam rangka mencegah dan menangani Karhutla di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat. (Rdks) 

Selengkapnya

ERB 2026 Hadir di Desa Nusantara, Kodaeral IX dan BI Layani Kesehatan serta Edukasi Rupiah

September 02, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Kehadiran negara kembali dirasakan masyarakat di wilayah kepulauan melalui pelaksanaan Kas Keliling Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Bank Indonesia Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2026 yang menyasar Desa Nusantara, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (2/9/2026).


Menggunakan unsur KRI Posepa-870, kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 14.00 WIT tersebut tidak hanya menghadirkan layanan penukaran dan distribusi Rupiah, tetapi juga diisi dengan edukasi kebangsaan serta pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.


Sebanyak 15 personel Tim ERB Bank Indonesia Provinsi Maluku, didukung tiga personel kesehatan Kodaeral IX, personel Dinas Penerangan dan Intelijen Kodaeral IX, serta sembilan personel KRI Posepa-870, terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.


Rangkaian kegiatan diawali dengan penyiapan material, kemudian dilanjutkan sosialisasi Bela Negara dan Paham Rupiah kepada masyarakat. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai peran Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara sekaligus alat pembayaran yang sah.


Selain edukasi, masyarakat Desa Nusantara juga mendapatkan layanan bakti kesehatan gratis. Sebanyak 42 warga memanfaatkan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Tim Kesehatan Kodaeral IX.


Dari hasil pemeriksaan, keluhan kesehatan yang ditemukan antara lain konjungtivitis atau infeksi mata, mialgia atau pegal linu, osteoarthritis atau pengapuran tulang, dyspepsia atau gangguan lambung, hernia scrotalis, dermatitis, serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Komandan KRI Posepa-870 Mayor Laut (P) Muhammad Fachri, Sekretaris Kecamatan Banda, Forkopimcam Banda, Kepala Lapas Kelas III Banda Neira, Kepala PNA se-Kota Neira, Kapolsek Banda Neira, Tim Kesehatan Kodaeral IX, Tim ERB, serta masyarakat setempat.


Pelaksanaan Kas Keliling ERB di Desa Nusantara menjadi wujud sinergi TNI AL dan Bank Indonesia dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kepulauan. Melalui dukungan unsur KRI Posepa-870, layanan dapat menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat perekonomian dan pemerintahan.


Usai pelayanan di Desa Nusantara ini, maka seluruh rangkaian ERB 2026 di wilayah 3T Provinsi Maluku yang meliputi Pulau Wetar – Kisar – Moa – Damer dan  Banda berakhir, KRI Posepa-870 melaksanakan pelayaran kemabli menuju Kota Ambon. (Rdks) 

Selengkapnya

Klarifikasi Polres SBB Terkait Pemberitaan Hasil Otopsi Jenazah Alm. Fikran Helut

September 02, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Polres Seram Bagian Barat menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai pelaksanaan otopsi jenazah almarhum Fikran Helut di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Selasa (1/9/2026).


Polres Seram Bagian Barat menegaskan bahwa hasil resmi pemeriksaan dan otopsi dari Tim Forensik RSUD Maluku Tengah sampai saat ini belum diterima oleh pihak Polres SBB. Dengan demikian, informasi mengenai penyebab kematian yang tercantum dalam pemberitaan sebelumnya tidak dapat dinyatakan sebagai hasil resmi otopsi.


Kasi Humas Polres Seram Bagian Barat IPDA Asep Souisa, S.Sos., menyampaikan bahwa terdapat kekeliruan dalam penyampaian informasi terkait hasil pemeriksaan tersebut. Kekeliruan tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya bagi keluarga almarhum.


“Polres Seram Bagian Barat menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum Fikran Helut dan masyarakat atas kekeliruan dalam penyampaian informasi terkait hasil otopsi. Kami menegaskan bahwa hasil resmi pemeriksaan forensik sampai saat ini belum diterima dan masih menunggu keterangan resmi dari Tim Forensik,” ujar IPDA Asep.


Ia menjelaskan, kegiatan pada 1 September 2026 merupakan proses pemeriksaan dan otopsi terhadap jenazah yang dilakukan oleh Tim Forensik RSUD Maluku Tengah bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres SBB. Hasil pemeriksaan secara resmi akan disampaikan setelah Tim Forensik menyelesaikan seluruh proses pemeriksaan dan mengeluarkan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan secara medis maupun hukum.


“Kami tidak bermaksud mendahului hasil pemeriksaan Tim Forensik. Setiap informasi mengenai penyebab kematian harus berdasarkan hasil resmi dan tidak boleh disimpulkan sebelum hasil pemeriksaan tersebut diterima,” jelasnya.


Polres SBB mengimbau masyarakat, khususnya keluarga almarhum, agar tidak menjadikan informasi yang telah beredar sebelumnya sebagai kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian Fikran Helut. Polres SBB akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah menerima hasil resmi dari Tim Forensik.


“Kami memahami bahwa informasi mengenai penyebab kematian sangat sensitif bagi keluarga. Untuk itu, kami memohon maaf atas kegaduhan yang timbul akibat kekeliruan penyampaian informasi tersebut. Kami memastikan proses penanganan perkara tetap dilakukan secara profesional, objektif dan berdasarkan fakta serta hasil pemeriksaan resmi,” pungkas IPDA Asep. (Rdks) 

Selengkapnya

Ketua Yayasan Ar Rahmah Ambon Bantah Persoalan Anggaran, Soroti Etika Komunikasi LASKI

September 02, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Ketua Yayasan Ar Rahmah Ambon yang juga Penasihat DPP FPMM, Habib Rifqi Alhamid, S.Kom., M.Si., angkat bicara terkait persoalan komunikasi dengan pihak Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kota Ambon.


Habib Rifqi menegaskan, persoalan yang menjadi sorotannya bukan mengenai kontrak maupun besaran anggaran untuk sebuah kegiatan, melainkan menyangkut etika dan komunikasi setelah adanya pembicaraan antara dirinya dengan pihak penyelenggara.


“Jadi pusat permasalahannya bukan saya arahkan ke kontrak atau tanda tangan kontrak. Permasalahannya adalah komunikasi yang tidak berujung selesai. Setidaknya kalau jadi atau tidak jadi, sampaikan. Itu saja,” tegas Habib Rifqi.


Ia membantah jika persoalan tersebut dikaitkan dengan masalah anggaran. Menurutnya, dirinya tidak pernah mempermasalahkan ada atau tidaknya anggaran dalam sebuah kegiatan.


Habib Rifqi bahkan mencontohkan keterlibatannya dalam kegiatan pada 17 Agustus 2026 yang berlangsung di kediaman Wakil Wali Kota Ambon. Dalam kegiatan tersebut, dirinya bersama Ustazdz Fatih Karim dari Jakarta hadir tanpa meminta bayaran maupun imbalan.


“17 Agustus itu ada buktinya. Kami datang ke rumah Wakil Wali Kota. Saya dan Ustadz Fatih Karim dari Jakarta. Kami tidak meminta bayaran dan tidak diberikan sesuatu. Yang penting komunikasi dan niat untuk berbuat bagi kota ini,” ujarnya.


Menurut Habib Rifqi, dirinya justru menghargai proses komunikasi yang dilakukan pihak LASQI. Namun, setelah komunikasi dibuka dan beberapa kali terjadi pertemuan, ia menilai seharusnya ada keputusan yang disampaikan secara jelas.


Ia menyebut, pihak penyelenggara bahkan datang dan bertemu dengannya sebanyak dua kali. Selain itu, terdapat komunikasi melalui telepon yang dilakukan pihak tersebut untuk meminta bertemu.


“Bukan saya yang meminta mereka bertemu. Mereka yang menghubungi saya dan meminta bertemu. Kalau sudah membuka komunikasi dengan seseorang, jangan kemudian ditinggalkan begitu saja ketika tidak cocok. Etikanya di mana?” katanya.


Habib Rifqi juga menyebut adanya sejumlah saksi dalam proses komunikasi tersebut, di antaranya Usman Bugis dari Kesra Kota Ambon serta Devi Bin Umar yang menurutnya mengetahui langsung pertemuan dan pembicaraan mengenai konsep kegiatan.


Ia menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut dirinya telah menyampaikan konsep kegiatan yang berkaitan dengan pembacaan Maulid, Mahalil Qiyam, Hadrah Banjari dan rangkaian kegiatan keagamaan lainnya.


“Waktu itu saya menjelaskan konsepnya. Ada pembacaan Maulid, Mahalil Qiyam, Hadrah Banjari. Ada saksi Ibu Devi Bin Umar. Silakan dikonfirmasi,” ungkapnya.


Habib Rifqi mengatakan, konsep “Ambon Bersholawat” memang telah dikenal dan pernah digaungkan. Namun, menurut dia, dalam pembicaraan yang dilakukan, pihak penyelenggara masih mendiskusikan konsep kegiatan tersebut.


Ia menegaskan tidak mempermasalahkan apabila konsep yang pernah disampaikannya kemudian digunakan untuk kegiatan. Menurutnya, yang terpenting adalah adanya komunikasi dan penghargaan terhadap pihak yang sebelumnya diajak berdiskusi.


“Kalau memang konsep itu mau dipakai, tidak ada masalah bagi saya. Tinggal datang dan sampaikan, ‘Maaf Habib, kami tidak jadi menggunakan Habib, tapi kami izin menggunakan konsepnya.’ Selesai. Itu yang saya harapkan,” jelasnya.


Habib Rifqi juga menyinggung komunikasi melalui pesan yang disebutnya terjadi pada 23 Agustus 2026. Dalam komunikasi tersebut, pihak yang bersangkutan menyampaikan akan menghubunginya kembali setelah agenda tertentu. Namun, menurut Habib Rifqi, komunikasi lanjutan tersebut tidak pernah terjadi.


“Yang saya butuhkan itu komunikasi. Kita memang tidak punya perjanjian kontrak, tetapi Anda sudah datang, bertemu dengan saya dua kali dan mengambil waktu saya. Tidak segampang itu juga. Anda harus putuskan, ya atau tidak,” tegasnya.


Ia mengaku persoalan tersebut juga berdampak terhadap pengaturan agenda dirinya. Sebab, sebagai pihak yang memiliki berbagai kegiatan, dirinya harus mengatur waktu dan menunda agenda tertentu karena adanya pembicaraan yang belum mendapatkan kepastian.


“Bukan hanya mereka yang sibuk, kami juga sibuk. Hargai waktu kami dan hargai dedikasi kami untuk Kota Ambon,” ujarnya.


Habib Rifqi meminta persoalan tersebut tidak diperluas dengan membawa nama pihak lain, termasuk Pemerintah Kota Ambon. Ia menegaskan dirinya memiliki hubungan baik dengan Pemerintah Kota Ambon, termasuk Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena dan Wakil Wali Kota Ambon.


Ia kembali mencontohkan kehadirannya dalam kegiatan di kediaman Wakil Wali Kota Ambon pada 17 Agustus 2026 sebagai bukti bahwa dirinya memiliki hubungan baik dengan pemerintah daerah.


“Jangan menyinggung Pemerintah Kota Ambon. Saya punya hubungan baik dengan Kota Ambon, terlebih dengan Wali Kota Ambon Pak Bodewin Wattimena. Saya juga datang ke rumah Wakil Wali Kota pada 17 Agustus. Jadi jangan masalah ini dilebarkan ke mana-mana,” katanya.


Lebih jauh, Habib Rifqi meminta Ketua LASQI Kota Ambon mengambil sikap dan menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik. Ia menilai persoalan ini sudah menyangkut nama lembaga, bukan semata-mata persoalan pribadi.


“Kalau memang mereka berniat menyelesaikan secara kekeluargaan, saya terbuka. Ketua LASQI Kota Ambon silakan datang kepada saya. Kalau ada klarifikasi, mari kita selesaikan,” ujarnya.


Menurutnya, apabila terjadi ketidaksesuaian dalam sebuah kerja sama, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Namun, keputusan harus tetap disampaikan secara terbuka.


“Cocok dan tidak cocok itu sesuatu yang wajar. Tetapi yang saya pertanyakan adalah etika dan moral komunikasi. Anda membuka ruang komunikasi dengan seseorang, maka harus ditutup dengan jawaban, yes or no. Ya atau tidak. Selesai,” tegasnya.


Habib Rifqi juga meminta agar tokoh agama dihargai dalam setiap proses komunikasi dan kerja sama. Ia berharap lembaga-lembaga yang membawa nama keagamaan maupun kebudayaan dapat menjaga etika, moral dan adab dalam berkomunikasi.


“Jangan karena kami bukan pejabat, atau karena kami hanya memakai kopiah, kemudian kami bisa diperlakukan seenaknya. Ketika Anda tidak menghargai kami, jangan sampai itu dipandang sebagai tidak menghargai agama,” katanya.


Ia menambahkan, dirinya selama ini berupaya memberikan kontribusi bagi Kota Ambon dan Maluku melalui berbagai kegiatan. Bahkan, menurutnya, agenda di Ambon menjadi salah satu hal yang diprioritaskan meskipun dirinya juga memiliki kegiatan di luar daerah.


“Kami bukan orang yang tidak punya pekerjaan. Kami membuat acara di mana-mana. Tetapi karena dedikasi kami untuk Kota Ambon, kami ingin berbuat untuk kota ini. Jadi kami berharap waktu dan dedikasi kami juga dihargai,” ujarnya.


“Kalau memang salah, akui salah dan minta maaf. Jangan membenarkan diri lalu melemparkan persoalan ke sisi lain. Yang kami harapkan adalah klarifikasi secara langsung. Kalau memang tidak bisa dari yang bersangkutan, setidaknya diwakili oleh Ketua LASQI Kota Ambon. Yang penting ada komunikasi dan penyelesaian,” pungkasnya.


Bukankah kita umat Islam diajarkan untuk bersabar ikhlas dan menerima, alangkah baiknya juga Ustadz Rifki juga, mengaplikasikan itu dalam diri dan, kehidupan Ustadz.


Jadi berbicara tentang kesabaran, dari tanggal 14 Agustus 2026 awal di mana awal komunikasi itu di jalin, sampai Penutupannya LASQI pada tanggal 30 Agustus 2026, "Saya masih menunggu berlanjut komunikasi itu", jadi jangan berbicara tentang kesabaran. Tutupnya. (**)

Selengkapnya

Maulid Nabi di Ambon, Kodam XV/Pattimura Dorong Prajurit Teladani Akhlak Rasulullah

September 02, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi keluarga besar Kodam XV/Pattimura untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun karakter prajurit yang berintegritas, disiplin dan dekat dengan rakyat.


Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Ittihad, Belakang Kota, Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (02/09/2026), berlangsung dalam suasana religius dan penuh kekhidmatan.


Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., yang diwakili Irdam XV/Pattimura Brigjen TNI Muhammad Ali, S.H., M.H., hadir bersama jajaran prajurit dan PNS Kodam XV/Pattimura.


Turut hadir Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD XV/Pattimura, Pengurus Yayasan Kartika Jaya Cabang XIII, Pengurus Dharma Pertiwi Daerah Q unsur Persit, serta perwakilan anggota Cabang Seatap.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1448 H/2026 M tersebut mengangkat tema “Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 H/2026 M Kita Mantapkan Tekad Bersama Rakyat, TNI Prima dan Kuat, Siap Mewujudkan Indonesia yang Maju dan Berdaulat.”


Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan prajurit tidak hanya dibangun melalui kemampuan profesional dan kesiapan dalam menjalankan tugas, tetapi juga melalui karakter, moral dan keteguhan iman.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Serda Munawir. Lantunan ayat suci Al-Qur'an kemudian mengantarkan seluruh jamaah mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi dengan penuh kekhusyukan.


Dalam sambutan Pangdam XV/Pattimura yang dibacakan Irdam, disampaikan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar peringatan sejarah kelahiran Rasulullah SAW. Momentum tersebut harus menjadi sarana untuk menggali dan mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, akhlak Rasulullah SAW memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan seorang prajurit, terutama dalam menjalankan amanah, menjaga integritas, meningkatkan kedisiplinan dan memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.


Peringatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang introspeksi bagi setiap prajurit untuk terus meningkatkan keimanan, kualitas ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.


Nilai-nilai keteladanan Rasulullah, lanjutnya, diharapkan mampu membentuk prajurit Kodam XV/Pattimura yang semakin religius, profesional, berintegritas dan humanis.


Hal itu juga menjadi bagian penting dalam menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat. Prajurit dituntut tidak hanya siap menjalankan tugas, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat, merespons persoalan dan membantu mengatasi berbagai kesulitan rakyat.


Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW kemudian disampaikan Ustadz Dr. H. Much. Mualim, M.H.I., M.A.


Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, Maulid harus menjadi momentum untuk menghadirkan kembali akhlak Rasulullah dalam kehidupan nyata.


Ia menekankan sejumlah sifat Rasulullah yang dinilai penting untuk diterapkan oleh setiap prajurit, antara lain kejujuran, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab dan kesetiaan dalam menjalankan amanah.


Menurutnya, tugas seorang prajurit merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, loyalitas dan integritas. Karena itu, kekuatan seorang prajurit tidak hanya terletak pada kemampuan fisik dan profesionalitas, tetapi juga pada karakter dan moral yang dimilikinya.


Keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi bagian dari kehidupan, bukan hanya dikenang ketika memperingati Maulid, menjadi pesan penting dalam tausiyah tersebut.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama keluarga besar Kodam XV/Pattimura pun menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan.


Nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat menjadi energi positif dalam membentuk pribadi prajurit yang kuat secara mental dan spiritual, sekaligus semakin dekat dengan masyarakat.


Dengan semangat keteladanan Rasulullah SAW, keluarga besar Kodam XV/Pattimura diharapkan mampu terus menjaga profesionalisme, memperkuat integritas serta memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa, negara dan rakyat. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT