globaltimurnn.com

Minggu, 03 Mei 2026

Miris,,, Pembongkaran Tenda Gereja Di Murnaten Mencidrai Nama Nama Baik Organisasi Gereja

Mei 03, 2026

Foto : Miris,,, Pembongkaran Tenda Gereja Di Murnaten Mencidrai Nama Nama Baik Organisasi Gereja

Murnaten
, Globaltimurnn.com - Bukan sekadar tenda yang roboh di Desa Murnaten hari ini. Yang runtuh adalah simbol toleransi yang nyaris tak bersisa. 


Peristiwa pukul 02.00 WIT. Pembongkaran dan penghancuran tenda yang rencananya digunakan untuk pengorganisasian jemaat GMAHK, Bukanlah ledakan amuk massa spontan.


Ini adalah klimaks dari kebencian diam-diam yang dipupuk oleh ketidaktahuan teologis, dibungkus narasi takut pembangunan gedung, dan dilegitimasi via secarik surat keberatan yang kini menjadi bukti paling ironis dalam liputan ini.


Dalam foto terlampir, tertulis judul tegas:

PERNYATAAN KEBERATAN UNTUK PROSES PELEMBAGAAN TEMPAT ADVENT JANG KE-57 DIDAERAH MISI MALUKU WILAYAH DESA MURNATEN.

Kata pelembagaan terdengar megah, namun kegiatan yang direncanakan Hanyalah pengorganisasian jemaat kecil tidak lebih dari perkumpulan doa dan studi Alkitab di bawah tenda. Tidak ada peletakan batu pertama. Tidak ada bangunan permanen.


TERTANDA TIBAKU, Pemerintahan Desa Murnaten, Jematan GPLM Murnaten, Pihak Pendidikan Utama Desa Murnaten, Ini bukan sekadar tiga lembaga, Ini adalah eksekutif desa, lembaga adat / gereja arus utama, dan otoritas pendidikan. 


Ketiganya bersepakat memblokir satu kegiatan rohani yang tidak merugikan siapa pun, Tidak satupun pasal dalam UU tentang Pengelolaan Rumah Ibadat yang dilanggar, Ini hanya pengorganisasian jemaat sebuah hak konstitusional yang dijamin Pasal 29 UUD 1945. Maka surat ini adalah kertas kosong bermaterai ketakutan.


MENGAPA GMAHK “DIBENCI”? 

GMAHK tidak aneh tanpa alasan, Mereka berpegang pada tiga landasan Alkitab yang justru paling konsisten dengan Perjanjian Lama dan Baru, Inilah yang membuat mereka ironisnya  paling Alkitabiah di antara gereja-gereja Kristen, namun paling sering dituduh sesat.


1. PEMELIHARAAN HARI SABAT (HARI KETUJUH)

Dasar Alkitab Kejadian 2:2-3; Keluaran 20:8-11; Markus 2:27 (Sabat diadakan untuk manusia). Yang terjadi: Yesus sendiri memelihara Sabat (Lukas 4:16). Para rasul juga (Kisah Para Rasul 17:2). Gereja Katolik secara terbuka mengakui bahwa mereka memindahkan Sabat ke Minggu atas otoritas gereja, bukan Alkitab (lihat The Convert’s Catechism, 1913).


Inti masalahnya GMAHK mengembalikan ibadah pada perintah Allah yang tidak pernah dicabut. Masyarakat yang terbiasa beribadah Minggu merasa disalahkan dan rasa bersalah itu sering berubah menjadi kebencian.


2. TIDAK MEMAKAN MAKANAN HARAM (Imamat 11)

Dasar Alkitab Imamat 11:1-47; Ulangan 14:3-21; Yesaya 66:17. Yang terjadi, Daging babi, darah, hewan melata, dan binatang buas tidak dikonsumsi. Ini bukan agama baru, melainkan hukum kesehatan Allah yang terbukti ilmiah. 


3. MEMPRAKTIKKAN KASIH SEPERTI YESUS

Dasar Alkitab: Matius 25:35-40 Aku lapar dan kamu memberi Aku makan; 1 Yohanes 3:18 Jangan mengasihi dengan perkataan, tetapi dengan perbuatan.


Yang terjadi: GMAHK memiliki sistem kesehatan, pendidikan, dan aksi bencana yang terstruktur. Di banyak daerah, mereka membangun klinik gratis dan sekolah untuk semua kalangan.


Mengapa dibenci: Karena kasih yang nyata sering membuat resah mereka yang nyaman dengan agama seremonial. Kasih tanpa pamrih adalah tuduhan diam-diam terhadap agama yang kaku.


Jika warga benar-benar anti pembangunan gedung, mengapa mereka tidak menggugat balai desa, sekolah, atau rumah ibadah yang sudah berdiri? Jawabannya: Karena yang mereka tolak bukan bangunan, melainkan keberadaan kelompok yang berbeda.


Di tengah tenda yang dihancurkan, GMAHK justru menunjukkan konsistensi kasih alkitabiah yang menjadi ciri khasnya. Roma 12:20  Jika seterumu lapar, berilah dia makan, jika haus, berilah dia minum. 


Ajaran Advent: Tidak ada pembalasan, Tidak ada provokasi, Tidak ada perlawanan fisik.

Faktanya di lapangan, Tidak ada bentrokan. Jemaat mundur dengan tenang.  Inilah kekuatan sejati Advent: Mereka tidak membalas kebencian dengan kebencian. 


Masyarakat Murnaten menolak pengorganisasian jemaat Advent karena menganggap mereka berbeda dan mengancam. Namun justru perbedaan itu kasih tanpa kekerasan, kepatuhan pada semua perintah Allah, dan hidup sehat adalah berita terbaik yang pernah ingin dibawa Advent ke desa itu.


Tenda di Murnaten tidak hanya dirobohkan oleh tangan-tangan takut akan sak semen. Ia dirobohkan oleh ketakutan terhadap kebenaran Alkitab yang lebih murni sebuah kebenaran yang mengembalikan Sabat, memurnikan meja makan, dan menghidupkan kasih tanpa drama. (GW) 

Selengkapnya

Wujud Nyata Program Bupati SBB Asri Arman Dusun Kawatu Menuai Asa AGROMARIN DI SBB

Mei 03, 2026

Foto : Wujud Nyata Program Bupati SBB Asri Arman Dusun Kawatu Menuai Asa AGROMARIN DI SBB

Kawatu
, Globaltimurnn.com - Di tengah hamparan lahan tidur yang bertahun-tahun dibiarkan sunyi, Desa Kawatu kini menjadi saksi bisu lahirnya gerakan agro-revolusi. 


Kelompok tani Mailupu tidak sekadar menanam jagung mereka menanam keberanian, menghidupkan kembali denyut nadi pertanian yang sempat terabaikan. 


Inisiatif ini diprakarsai oleh dua sosok visioner, Bapak Baim Tuharea, mantan Kepala Dinas Pertanian SBB yang tak pernah padam idenya, dan Bapak Mansur Tuharea dari komunitas penggerak SBB sektor agro, Mereka menyulap lahan kosong yang terbengkalai menjadi kanvas hijau penuh prospek.


Apa yang terjadi di Kawatu bukan sekadar aksi tanam-menanam. Ini adalah prototipe nyata dari visi besar Bupati SBB, Asri Arman, melalui program Agromarin yang menjalin sinergi antara pertanian (agro) dan kemaritiman (marin) yang selama ini hanya wacana. 


Dengan pendampingan teknis dari para PPL handal terbaik di Kabupaten SBB Bapak Jemy Laitenu, Bapak Harold Latuperissa, dan Bapak John Lekatompessy, kelompok tani Mailupu membuktikan bahwa lahan tidur bukan kutukan, melainkan berkah yang menunggu tangan-tangan kreatif.


Di bawah komando lapangan yang solid dari Ketua Kelompok Bapak Naftali Rumahasal, serta para penggerak seperti Bapak Otniel Akollo dan Bapak Boby Niak, mereka tidak hanya mengejar hasil panen. 


Mereka membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh, Jagung yang ditanam bukan sekadar komoditas ia adalah simbol kemandirian, mata rantai pangan lokal, dan bibit bagi industri pakan ternak yang selama ini masih impor.


Program Agromarin akan gagal jika hanya jargon, Keberhasilan di Kawatu harus menjadi evaluasi bagi desa-desa lain, Mengapa masih banyak lahan tidur? Karena kurangnya inisiatif kolektif seperti Mailupu, Karena lemahnya intervensi PPL yang merata. 


Karena masih adanya birokrasi yang lamban merespon potensi lokal, Tapi inisiatif Bupati Asri Arman mengajarkan satu hal, pemimpin sejati tidak menunggu perintah, ia memulai aksi.


Prospeknya luar biasa, Lahan tidur di SBB luasnya ribuan hektar, Jika setiap desa memiliki Mailupu sendiri, maka SBB bukan hanya swasembada jagung, tetapi bisa menjadi lumbung pangan Maluku. Program Agromarin akan terwujud ketika sektor pertanian dan perikanan saling menguatkan, inilah ekonomi sirkular yang sesungguhnya.


Kelompok tani Mailupu telah membuka jalan, Mereka menunjukkan bahwa visi misi bupati adalah peta hidup yang digerakkan oleh masyarakat. 


Bupati Asri Arman telah membuktikan desa Kawatu sebagai sekolah lapang, menginspirasi desa-desa lain, dan memastikan bahwa setiap lahan tidur di SBB berubah menjadi ladang harapan, Karena masa depan agromarin tidak dibangun di balik meja rapat, melainkan di atas tanah yang digarap dengan keringat dan keyakinan.


Dari desa Kawatu, kita belajar jangan biarkan lahan tidur, karena di dalamnya tersimpan mimpi yang menunggu untuk bertunas. (Rdks)

Selengkapnya

Upayakan Perlindungan Masyarakat: Bea Cukai Maluku Gagalkan Peredaran 64.000 Batang Rokok Ilegal di Ambon

Mei 03, 2026

Foto : Upayakan Perlindungan Masyarakat: Bea Cukai Maluku Gagalkan Peredaran 64.000 Batang Rokok Ilegal di Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com – Dalam rangka melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal, Kanwil Bea Cukai Maluku berhasil menggagalkan peredaran 64.000 batang rokok ilegal di Pelabuhan Yos Sudarso, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.


Pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen. 

“Terdapat pengiriman barang kena cukai hasil tembakau (BKC HT) yang diduga ilegal dari Surabaya menuju Ambon,” ujar Kepala Seksi Penindakan II, I Putu Herma Sudawan. 


Berdasarkan hasil analisa informasi di lapangan, Petugas mencurigai paket kiriman sebanyak 4 koli yang dikemas menggunakan karton dan dibungkus plastik hitam, serta diberitahukan sebagai “Fahry Kain Ambon”. 


Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Bea Cukai Maluku melakukan pemeriksaan terhadap paket dimaksud.


Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan bahwa isi paket tersebut berupa rokok ilegal jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) merek “KJR” tanpa dilekati pita cukai (rokok polos). 


Total barang yang berhasil diamankan mencapai 64.000 batang rokok yang dikemas dalam 4 karton dengan perkiraan nilai barang Rp. 95.040.000,-. Atas penindakan tersebut, telah diterbitkan Surat Bukti Penindakan (SBP) dan terhadap barang serta terduga pelaku langsung diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut di Kantor Wilayah DJBC Maluku.


Upaya ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, yakni melindungi konsumen dari barang yang tidak memenuhi ketentuan dan berpotensi merugikan, serta menjaga stabilitas harga dan persaingan usaha yang sehat bagi pelaku usaha yang taat aturan. Selain itu, penindakan ini juga berhasil mencegah potensi kerugian negara sebesar Rp. 61.927.400,- yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.


Atas perbuatannya, pelaku diduga melanggar Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. 


Saat ini, seluruh barang hasil penindakan telah dilakukan penegahan dan tengah menjalani proses penelitian lebih lanjut guna pendalaman kasus.


Kanwil Bea Cukai Maluku menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari komitmen untuk melindungi masyarakat, menjaga keadilan usaha, serta memastikan setiap penerimaan negara dapat kembali memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. (Rdks) 


Selengkapnya

Warga Werinama tersentuh Bansos Dan Sosialisasi Rupiah Dari Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Kodaeral IX dan Bl

Mei 03, 2026

Foto : Warga Werinama tersentuh Bansos Dan Sosialisasi Rupiah Dari Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Kodaeral IX dan Bl

SBT
, Globaltimurnn.com - Di tengah semilir angin laut Pulau Seram, kehadiran KRI Dorang-874 menjadi simbol nyata pengabdian tanpa batas bagi negeri. Kapal perang TNI AL dari Satuan Kapal Patroli Kodaeral IX tersebut bersandar di Pelabuhan Laut Bemo, membawa misi kemanusiaan dan kebangsaan ke Negeri Werinama, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur, Minggu (3/5/2026). 


Dengan penuh dedikasi, tim kesehatan dari Kodaeral IX yang dipimpin Lettu Laut (K/W) dr. Gina Melawati Agustina, bersama Serda APM/W Meilania dan Kls APM Ikhwan, langsung bergerak memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.


Sekitar 50 warga tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.



Berbagai keluhan berhasil ditangani, mulai dari osteoarthritis (nyeri lutut), hipertensi, dermatitis, dispepsia, sakit kepala (TTH), asam lambung, gangguan mata hingga ISPA.


Tak hanya pelayanan kesehatan, semangat bela negara juga digaungkan dengan penuh energi oleh Lettu Laut (P) Bambang Hermanto dan Letda Laut (E) M. David.


Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diajak untuk semakin mencintai tanah air dan memahami pentingnya peran setiap warga dalam menjaga kedaulatan bangsa.


Sementara itu, wawasan ekonomi kerakyatan turut diperkuat melalui sosialisasi “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” yang disampaikan oleh Bapak Erawan Prasetya dari Bank Indonesia.


Edukasi ini memberikan pemahaman penting tentang penggunaan rupiah, termasuk penukaran uang layak edar, yang sangat bermanfaat bagi masyarakat pesisir.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Werinama Bapak Ismail Elbetan, S.E, Babinsa Negeri Werinama Serma Afif Sikdewa, Bhabinkamtibmas Bripka Sulaiman, para kepala sekolah SD/PAUD, tokoh agama, serta tim kesehatan Kodaeral IX dan tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB).


Dalam sambutannya, Camat Werinama menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran TNI AL dan Bl. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sangat membantu masyarakat, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dalam menumbuhkan wawasan kebangsaan serta memberikan informasi penting terkait peluang pengabdian melalui TNI AL. 


Kehadiran KRI Dorang-874 bukan sekadar kunjungan, melainkan wujud nyata sinergi untuk negeri, menyatukan kekuatan pertahanan, kesehatan, dan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.


Usai melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan, KRI Dorang-874 melanjutkan pelayaran menuju Tifu, membawa semangat pengabdian yang terus menyala di setiap gelombang yang dilintasinya. (Rdks) 

Selengkapnya

Dukung Operasi Tameng Papua-26, Pesawat Patroli Maritim CN235-220 MPA TNI AL Bertolak dari Ambon

Mei 03, 2026

Foto :  Dukung Operasi Tameng Papua-26, Pesawat Patroli Maritim CN235-220 MPA TNI AL Bertolak dari Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com - Pesawat udara patroli maritim CN235-220 MPA milik TNI Angkatan Laut dengan nomor lambung P-8301 take off dari Bandara Pattimura Ambon dilepas Tim Merflug Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Kodaeral) lX pada Minggu (3/5/2026). 


Pesud P-8301 dalam misi dukungan Operasi Siaga Purla/Tameng Papua-26 Tahap II ini, diawaki oleh pilot Mayor Laut (P) Wisnu Akbar melaksanakan penerbangan dengan rute Ambon (AMB)–Sorong (SOR)–Surabaya (SUB) sebagai bagian dari rangkaian operasi pengamanan wilayah perairan dan udara di kawasan timur Indonesia. 


Kehadiran unsur udara ini menjadi elemen penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta pengawasan maritim, khususnya dalam mendukung stabilitas keamanan di wilayah operasi.


Sebelum keberangkatan, kegiatan merflug dilaksanakan sebagai bentuk dukungan dan pengecekan kesiapan terakhir terhadap pesawat maupun personel. 


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pgs. Kakuwil Kodaeral IX, Kadissyahal Kodaeral IX, Pgs. KA Akun Kodaeral IX, Kaur Data Urikkes Diskes, Paur Tanah Disfaslan, Paur Bintal 2 Disminpers, serta Danton merflug yang bersama-sama memberikan dukungan moril kepada awak pesawat.


Dengan dilaksanakannya penerbangan ini, diharapkan Pesud P-8301 binaan Puspenerbal ini, mampu menjalankan tugas pengawasan dan patroli secara optimal dalam rangka menyukseskan Operasi Siaga Purla/Tameng Papua-26 Tahap II, sekaligus memperkuat kehadiran TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah perairan Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

Sabtu, 02 Mei 2026

Gubernur Maluku Hadiri Ibadah dan Letakkan Batu Penjuru Pastori Jemaat GPM Imanuel Karang Panjang

Mei 02, 2026

Foto : Gubernur Maluku Hadiri Ibadah dan Letakkan Batu Penjuru Pastori Jemaat GPM Imanuel Karang Panjang

Ambon
, Globaltimurnn.com - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menghadiri ibadah Minggu sekaligus prosesi peletakan batu penjuru pembangunan Pastori I Jemaat GPM Imanuel Karang Panjang, Minggu (3/5/2026), di Ambon.


Kehadiran Gubernur bersama Ketua TP-PKK Maluku, Maya Baby Lewerissa, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Maluku terhadap kehidupan bergereja dan penguatan pelayanan jemaat.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut ambil bagian dalam prosesi peletakan batu penjuru pembangunan Pastori I yang berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga jemaat.


Dalam sambutannya, Hendrik Lewerissa menekankan pentingnya etos kerja sebagai bagian dari kehidupan orang percaya. Menurutnya, semangat bekerja dan kebersamaan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan, termasuk pembangunan Pastori I yang mulai dikerjakan.


“Di tengah kondisi saat ini, membangun bukan perkara mudah. Karena itu dibutuhkan semangat, kerja bersama, dan komitmen seluruh jemaat,” ujarnya.


Ia juga menyinggung musibah kebakaran yang beberapa waktu lalu menimpa kantor gereja sebagai tantangan yang harus dihadapi bersama oleh jemaat untuk bangkit dan terus melanjutkan pembangunan pelayanan gereja.


Gubernur mengingatkan bahwa pembangunan membutuhkan dukungan dana yang besar. Namun, proses pengumpulan dana harus tetap dilakukan dengan cara-cara yang mencerminkan nilai-nilai rohani dan semangat pelayanan.


Menurutnya, peletakan batu penjuru bukan sekadar simbol dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi tanda dimulainya penguatan pelayanan gereja bagi jemaat.


Lebih lanjut, Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa fungsi pastori tidak hanya sebagai tempat tinggal pendeta, melainkan juga sebagai pusat pelayanan dan ruang konseling bagi jemaat.


Di tengah perkembangan teknologi digital dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang semakin luas, ia mengingatkan pentingnya kehadiran pendeta dalam memberikan pendampingan dan bimbingan langsung kepada jemaat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.


 Kehadiran berbagai pihak diharapkan semakin memperkuat kebersamaan dalam mendukung pembangunan dan pelayanan Jemaat GPM Imanuel Karang Panjang. ? (V374) 

Selengkapnya

Pangdam Pattimura Pastikan Pelaksanaan TMMD di Gane Timur Berjalan Mulus

Mei 02, 2026

Foto : Pangdam Pattimura Pastikan Pelaksanaan TMMD di Gane Timur Berjalan Mulus

Malut
, Globaltimurnn.com - Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, turun langsung ke lapangan untuk meninjau pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digarap Kodim 1509/Labuha di Kecamatan Gane Timur, Sabtu (02/05/2026). Kehadiran jenderal bintang dua ini bertujuan untuk memastikan seluruh proyek fisik berjalan tepat waktu dan memiliki kualitas terbaik demi kepentingan masyarakat.


​Dalam kunjungannya, Pangdam yang didampingi Danrem 152/Baabullah, Brigjen TNI Enoh Solehuddin, serta Irdam XV/Pattimura, Brigjen TNI Muhammad Ali, memeriksa satu per satu sasaran pembangunan. Mulai dari bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan sarana air bersih, pembangunan fasilitas MCK, hingga pengerasan jalan setapak yang menjadi urat nadi aktivitas warga.


​Pangdam menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat Gane Timur murni untuk meringankan beban warga dan meningkatkan kesejahteraan desa. Ia mengaku bangga melihat sinergi yang kuat antara personel Satgas TMMD dengan penduduk setempat yang bahu-membahu membangun desa mereka.



"Saya telah melihat secara langsung setiap sasaran yang dikerjakan. Saya sangat mengapresiasi kerja keras personel dan warga, terima kasih atas dedikasinya. Namun, saya ingatkan kepada Dansatgas agar pengerjaan terus dioptimalkan tanpa sedikit pun mengurangi kualitas bangunan," ujar Pangdam di sela-sela peninjauannya.



Momen penuh semangat terlihat saat Pangdam menelusuri lokasi pembangunan jalan setapak menuju tempat pemakaman di Desa Waimili. Infrastruktur ini dinilai sangat krusial bagi warga yang selama ini kesulitan akses. Usai memastikan seluruh proyek berjalan sesuai rencana, Pangdam bersama rombongan melanjutkan perjalanan dinas menuju Kabupaten Halmahera Tengah. Melalui program TMMD ini, TNI berharap hasil pembangunan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT