globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Rabu, 16 September 2026

Soya Diteror Kobaran Api, Damkar Ambon Tancap Gas dalam 8 Menit

September 16, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Malam di kawasan Soya, Kota Ambon, pada Rabu (16/09/2026), sempat diwarnai kepanikan setelah warga melaporkan adanya kebakaran lahan.


Informasi tersebut diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Ambon pada pukul 19.58 WIT. Laporan disampaikan oleh masyarakat melalui Ibu Cindy, warga Soya, RT 003/RW 01.


Tak menunggu waktu lama, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Mako dikerahkan untuk menangani kebakaran lahan tersebut.


Delapan menit setelah laporan diterima, tepat pada pukul 20.06 WIT, petugas Damkar tiba di lokasi.


Dalam suasana malam, personel kemudian melakukan penanganan terhadap titik api. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kobaran tidak meluas dan kondisi di sekitar lokasi tetap terkendali.


Penanganan berlangsung hingga sekitar satu jam. Petugas tidak hanya berupaya menghentikan kobaran api, tetapi juga memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.


Hingga akhirnya, pada pukul 21.00 WIT, situasi di lokasi dinyatakan aman.


Setelah memastikan kondisi benar-benar terkendali, personel Damkar Kota Ambon kemudian bergerak kembali menuju Pos Mako.


Peristiwa ini menjadi gambaran bagaimana kecepatan laporan masyarakat dan respons petugas pemadam memiliki peran penting ketika kebakaran terjadi. Dalam kondisi lahan yang terbakar, api dapat dengan cepat menjalar apabila tidak segera ditangani.


Dari laporan yang masuk pukul 19.58 WIT hingga petugas tiba pukul 20.06 WIT, tercatat waktu respons hanya delapan menit.


Di balik singkatnya waktu tersebut, ada kerja petugas yang harus bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Sirene kendaraan pemadam menjadi tanda bahwa penanganan segera dilakukan sebelum api berkembang menjadi lebih besar.


Malam itu, Soya kembali tenang setelah situasi dinyatakan aman. Sementara personel Damkar kembali ke Pos Mako untuk bersiaga menghadapi kemungkinan laporan berikutnya.


Kebakaran lahan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa laporan cepat dari masyarakat sangat penting. Sebab, ketika api mulai terlihat, setiap menit dapat menentukan seberapa jauh kobaran tersebut dapat dikendalikan. (Za)

Selengkapnya

50 Tahun Jemaat GPM Tuni, Menyalakan Pelita Pelayanan dan Kebersamaan di Tengah Masyarakat

September 16, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Lima puluh tahun bukan sekadar hitungan waktu. Di dalamnya tersimpan perjalanan panjang tentang iman, pelayanan, pengorbanan, kebersamaan, dan kesetiaan sebuah persekutuan gereja dalam melewati berbagai perubahan zaman.


Nuansa syukur dan sukacita itu terasa di tengah Jemaat GPM Kampung Tuni, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, saat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 atau Yubileum Emas, Rabu (16/09/2026).


Perayaan yang berlangsung di Gereja Betesda Kampung Tuni tersebut dengan mengusung tema “Melangkah Dalam Syukur, Menjadi Pelita yang Tetap Menyala bagi Kehidupan Bersama.”


Ibadah syukur menjadi bagian utama dalam perayaan tersebut. Seluruh warga Jemaat GPM Tuni bersama-sama memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan. Dengan Khotbah yang disampaikan oleh Pendeta W. A. Beresaby, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pekerja Klasis Pulau Ambon, dan diwarnai puji-pujian yang dibawakan bersama oleh warga jemaat.


Perayaan semakin bermakna dengan kehadiran Camat Nusaniwe, Niel A. Wattimena, bersama istri yang juga Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Nusaniwe, Leny Wattimena. Dan juga serta di Dampingi Danramil 1504-06 Nusaniwe bersama istri dan Kapolsek Nusaniwe bersama istri.


Kehadiran Niel menjadi perhatian tersendiri karena ia baru dilantik sebagai Camat Nusaniwe pada 11 September 2026. Hanya lima hari setelah menerima amanah tersebut, ia memilih hadir langsung di Kampung Tuni.


Kedatangannya bukan semata menjalankan agenda pemerintahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi awal dengan masyarakat di wilayah yang kini menjadi bagian dari tanggung jawabnya.


Di tengah suasana perayaan, Niel bersama sang istri tampak menyatu dengan warga jemaat. Kehadiran tersebut menjadi gambaran awal komitmen pemerintah kecamatan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki tantangan tersendiri dalam hal akses dan mobilitas.


Dalam sambutannya, Niel mengaku bahwa kunjungannya tersebut merupakan kali pertama dirinya menginjakkan kaki di Kampung Tuni setelah dipercaya memimpin Kecamatan Nusaniwe.


“Ini merupakan pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Kampung Tuni. Walaupun saya merupakan anak negeri, baru kali ini saya berkesempatan hadir di tempat ini setelah dilantik oleh Wali Kota Ambon sebagai Camat Nusaniwe pada tanggal 11 September 2026,” ungkapnya.


Kesempatan tersebut sekaligus dimanfaatkannya untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat bersama Danramil dan Kapolsek Nusaniwe sebagai bagian dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nusaniwe.


Niel juga menyampaikan salam hormat dari Wali Kota Ambon Drs. Bodewin M. Wattimena, M. Si, kepada seluruh masyarakat dan Jemaat GPM Tuni yang tengah merayakan usia setengah abad.


Bagi Niel, usia 50 tahun merupakan sebuah perjalanan spiritual yang panjang. Yubileum Emas menjadi momentum untuk melihat kembali jejak pelayanan sekaligus menatap masa depan dengan semangat yang lebih kuat.


Ia mengajak seluruh warga jemaat memaknai perjalanan lima dekade tersebut dengan hati yang penuh syukur.


Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.


Melangkah dalam syukur berarti kita tidak boleh diam. Kita harus terus berjalan, bekerja, dan berjuang, walaupun perjalanan yang kita lalui tidak selalu mulus, katanya.


Ia mengingatkan agar kehidupan bersama tidak dipenuhi kebencian, dendam, maupun iri hati. Sebaliknya, setiap orang dipanggil untuk menjadi terang bagi sesama tanpa membedakan suku, agama, maupun ras.


Menjadi “pelita”, kata Niel, berarti terus menghadirkan cahaya dalam kehidupan bersama, termasuk ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan dan tantangan.


Karena itu, momentum 50 tahun Jemaat GPM Tuni diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan seremonial, tetapi menjadi titik tolak untuk memperkuat pelayanan, persekutuan, dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.


Lima puluh tahun bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi merupakan bukti nyata dari kesetiaan, pengorbanan, dan kerja keras seluruh pelayan serta warga jemaat dalam membangun iman dan memelihara persekutuan di tengah berbagai tantangan zaman, ujarnya.


Niel memberikan apresiasi terhadap peran Jemaat GPM Tuni yang selama ini tidak hanya membangun kehidupan iman secara internal, tetapi juga mengambil bagian dalam kehidupan sosial masyarakat.


Menurutnya, gereja merupakan salah satu mitra penting pemerintah dalam menjaga kerukunan, merawat toleransi, membangun kebersamaan, serta mendukung berbagai upaya pembangunan.


Ia juga melihat Tuni memiliki kekuatan lain melalui potensi budaya masyarakat, termasuk seni dan musik yang turut memberikan warna bagi Kecamatan Nusaniwe.


Dalam kesempatan tersebut, Niel menitipkan tiga pesan kepada warga jemaat.


Pertama, meningkatkan kemandirian dan kepedulian. Usia 50 tahun harus menjadi batu loncatan bagi jemaat untuk semakin kuat dalam pelayanan sekaligus semakin peka terhadap berbagai pergumulan masyarakat.


Kedua, memperkuat sinergi antara jemaat dan pemerintah. Kerja sama diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan generasi muda, hingga kebersihan dan kelestarian lingkungan.


Ketiga, menjaga kedamaian wilayah. Jemaat diharapkan terus menjadi bagian dari kekuatan yang merajut kebersamaan, baik antarwarga gereja maupun dengan masyarakat yang berbeda keyakinan.


Ada satu hal yang secara khusus menarik perhatian Niel saat pertama kali datang ke Tuni, yakni kondisi akses jalan dan perjuangan masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.


Ia mengaku melihat langsung medan menuju wilayah tersebut yang tidak mudah. Namun, kondisi itu tidak mematahkan semangat warga untuk tetap bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.


Niel melihat jalan setapak dengan medan yang cukup sulit tetap menjadi akses penting bagi masyarakat untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.


"Saya melihat sendiri bagaimana kondisi jalan menuju ke wilayah ini. Dari atas sampai ke bawah, medannya cukup sulit. Namun, berkat adanya jalan setapak tersebut, warga masih dapat berjalan dan melakukan aktivitas. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa," tuturnya.


Ia juga menyoroti perjuangan para orang tua yang berjualan dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Bagi Niel, pemandangan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari angka maupun program. Pembangunan juga harus dilihat dari wajah masyarakat yang setiap hari berjuang mempertahankan kehidupan keluarganya.


Sebagai anak Negeri Urimessing, Niel mengaku memiliki ikatan emosional tersendiri dengan masyarakat di wilayah tersebut.


“Beta sebagai anak Negeri Urimessing merasa terpanggil untuk bersama-sama dengan Bapak-Ibu melakukan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.


Di hadapan warga jemaat, Niel menyadari bahwa tugas sebagai camat tidak mungkin dijalankan seorang diri.


Ia mengajak masyarakat, pemerintah negeri dan kampung, TNI, Polri, serta seluruh unsur masyarakat untuk bersama-sama membangun Kecamatan Nusaniwe.


Ia menegaskan bahwa dukungan dan kerja sama masyarakat merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas pemerintahan.


Karena itu, seluruh warga diajak bergandengan tangan menjaga keamanan, kebersihan, dan lingkungan, sekaligus menyampaikan berbagai kebutuhan serta aspirasi masyarakat melalui koordinasi yang baik.


Kepala Kampung dan Raja juga diharapkan terus membangun komunikasi dengan pemerintah kecamatan agar berbagai kebutuhan masyarakat Tuni dapat diperjuangkan secara bersama-sama.


Niel turut mengajak masyarakat mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah Kota Ambon, termasuk 17 program prioritas Wali Kota Ambon, sebagai bagian dari upaya bersama membangun daerah.


Setelah ibadah berlangsung dalam suasana penuh sukacita, perayaan dilanjutkan dengan resepsi syukuran bersama seluruh jemaat.


Momentum tersebut akhirnya bukan hanya menjadi perayaan atas usia 50 tahun sebuah jemaat, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara gereja, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.


Di tengah perjalanan menuju satu abad, Jemaat GPM Tuni kembali diingatkan bahwa gereja dipanggil bukan hanya untuk bertumbuh dalam iman, tetapi juga hadir dan melayani kehidupan.


Dan di tengah masyarakat Tuni yang terus berjuang melewati berbagai tantangan, pesan itu menemukan maknanya, melayani dengan tekun, berjalan dalam syukur, dan menjadi pelita yang tetap menyala bagi kehidupan bersama.


Menutup sambutannya, Niel menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Jemaat GPM Tuni yang memasuki usia setengah abad.


“Selamat ulang tahun yang ke-50 kepada Jemaat GPM Tuni. Kiranya Tuhan Yesus senantiasa menyertai dan memberkati kita semua dalam setiap langkah dan perjuangan kita,” pungkasnya. (Za)

Selengkapnya

Inspektur Upacara Sekda E.J. Papilaya, Rangkaikan Peningkatan Prestasi Kerja dan HAORNAS ke-43 Tahun 2026

September 16, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka Peningkatan Prestasi Kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada hari Kamis, 17 September 2026, pukul 08.00 WIT, bertempat di Lapangan Upacara Pemda Halut, Jl. Ir. Hein Namotemo, MSP, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Drs. E.J. Papilaya, M.TP, bertindak selaku Inspektur Upacara. Sementara itu, Komandan Upacara dijabat oleh Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Yoris Maningelo, S.Pd.

 

Upacara dihadiri oleh para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD, Kepala Bagian Setda, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemda Halmahera Utara yang berjumlah ratusan orang.

 


Dalam amanatnya, Sekda E.J. Papilaya menyampaikan bahwa upacara ini memiliki makna penting karena dirangkaikan dengan peringatan HAORNAS ke-43 Tahun 2026. Momentum ini tidak hanya menjadi peringatan terhadap pentingnya olahraga bagi kesehatan dan kebugaran, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan semangat, disiplin, dan prestasi dalam melaksanakan tugas sebagai ASN.

 

"Prestasi merupakan hasil dari kedisiplinan, kerja keras, tanggung jawab, integritas, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri," ujar Sekda.

 

Ia mengajak seluruh jajaran Pemda Halut untuk menjadikan peningkatan prestasi kerja sebagai budaya dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Setiap ASN harus memahami bahwa tugas yang diberikan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat dan tanggung jawab menjalankan amanah pemerintahan.

 



Sekda juga menekankan bahwa nilai-nilai olahraga - disiplin, sportivitas, ketekunan, kebersamaan, dan semangat pantang menyerah - sangat relevan dengan kehidupan kedinasan. Tema HAORNAS ke-43 "Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar" mengingatkan kita bahwa olahraga harus menjadi bagian dari gaya hidup sehat, karena aparatur yang sehat secara fisik akan lebih siap menjalankan tugas dan memberikan pelayanan secara optimal.

 


Dalam rangkaian upacara juga dilaksanakan penyerahan Piagam Penghargaan masa tugas, penghargaan kepada ASN berprestasi, serta pelajar berprestasi dalam bidang olahraga. Kegiatan berakhir pukul 08.55 WIT dalam keadaan lancar. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Api Menyala di Gunung Nona, Damkar Ambon Bergerak Cepat Dalam 10 Menit

September 16, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Ketika sebagian warga mulai memasuki waktu istirahat pada Rabu malam, 16 September 2026, suasana di kawasan Gunung Nona, Kota Ambon, mendadak berubah. Kobaran api terlihat membakar lahan dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.


Laporan mengenai kebakaran tersebut diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Ambon pada pukul 18.12 WIT. Informasi itu disampaikan oleh masyarakat melalui pelapor, Erick Tauran, warga Gunung Nona, RT 006/RW 007.


Tak ingin api berkembang dan berpotensi meluas, petugas Damkar Kota Ambon langsung merespons laporan tersebut. Hanya berselang 10 menit, tepat pukul 18.22 WIT, personel bersama satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Mako tiba di lokasi.


Kecepatan respons menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran lahan. Kondisi di lapangan segera ditangani petugas untuk mencegah kobaran api menjalar lebih jauh dan mengancam lingkungan sekitar.


Dengan peralatan pemadam yang dibawa, personel Damkar melakukan upaya penanganan hingga situasi berangsur terkendali. Petugas terus memastikan titik-titik api tidak kembali menyala dan kondisi di sekitar lokasi tetap aman.


Setelah proses penanganan berlangsung selama beberapa jam, situasi akhirnya dinyatakan aman pada pukul 22.00 WIT.


Petugas kemudian memastikan kondisi di lokasi sebelum bergerak kembali menuju Pos Mako. Tidak ada laporan lanjutan mengenai meluasnya kebakaran setelah situasi dinyatakan aman.


Peristiwa tersebut kembali menunjukkan pentingnya laporan cepat dari masyarakat ketika terjadi kebakaran. Dalam kondisi seperti kebakaran lahan, beberapa menit pertama menjadi sangat berarti karena api dapat dengan cepat menjalar, terutama apabila terdapat vegetasi atau material mudah terbakar di sekitar lokasi.


Respons cepat juga menjadi salah satu upaya Damkar Kota Ambon dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Dari laporan yang masuk pada pukul 18.12 WIT hingga petugas tiba di lokasi pada pukul 18.22 WIT, tercatat waktu respons 10 menit.


Bagi masyarakat, kehadiran petugas pemadam bukan sekadar memadamkan api. Di balik sirene dan mobil pemadam yang bergerak menuju lokasi, terdapat upaya untuk mencegah sebuah kejadian kecil berkembang menjadi bencana yang lebih besar.


Malam itu, setelah api berhasil dikendalikan dan kondisi dinyatakan aman, petugas Damkar Kota Ambon meninggalkan lokasi dan kembali ke Pos Mako.


Api telah padam. Gunung Nona kembali tenang. Namun peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan masyarakat dan kecepatan laporan tetap menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas. (Za)

Selengkapnya

Razia Gabungan Lapas Dobo dan Polsek Aru, Barang Terlarang Diamankan dan Tes Urine Lima Warga Binaan Negatif

September 16, 2026


Dobo
, Globaltimurnn.com — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo. Bersama Polsek Pulau-Pulau Aru, jajaran Lapas Dobo melaksanakan razia gabungan sekaligus tes urine terhadap warga binaan, Rabu (16/09/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) sekaligus memperkuat pengawasan terhadap kemungkinan masuknya barang-barang terlarang maupun penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas.


Razia menyasar dua kamar hunian, yakni Kamar Nuri 1 dan Kamar Elang 1. Petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap area kamar hunian beserta barang-barang yang berada di dalamnya.


Dari Polsek Pulau-Pulau Aru, kegiatan turut dihadiri langsung oleh Kapolsek Pulau-Pulau Aru bersama Kanit Binmas. Kehadiran aparat kepolisian menjadi bagian dari sinergi bersama dalam mendukung pelaksanaan pengawasan dan pencegahan gangguan keamanan di lingkungan pemasyarakatan.


Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam kamar hunian.


Barang yang diamankan terdiri dari 1 buah pisau cutter, 4 buah silet, 2 buah paku, 1 buah pinset, 1 buah kawat besi, 1 buah speaker, 1 buah alat cukur, 6 buah pemantik api, 7 botol kaca, 1 buah rokok elektronik, 3 botol cairan rokok elektronik, serta 9 buah kepala cartridge rokok elektronik.


Seluruh barang temuan kemudian diamankan petugas untuk dilakukan pendataan dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.


Penggeledahan dilakukan secara teliti dengan tetap mengedepankan ketertiban dan aspek keamanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kamar hunian tidak menyimpan barang-barang yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban.


Selain razia kamar hunian, kegiatan juga dilanjutkan dengan tes urine terhadap lima orang warga binaan.


Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mengetahui kemungkinan adanya penyalahgunaan zat terlarang sekaligus memperkuat komitmen Lapas Dobo dalam mendukung upaya pemberantasan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.


Dari hasil pemeriksaan, kelima warga binaan yang menjalani tes urine dinyatakan negatif.


Hasil tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan yang dilakukan secara berkala oleh jajaran Lapas Dobo. Pemeriksaan secara berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga lingkungan Lapas tetap aman, tertib, dan kondusif.


Kepala Lapas Kelas III Dobo, Pieter Jan Lessy, mengatakan razia dan tes urine akan terus dilakukan sebagai bagian dari langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


Razia dan tes urine ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas Dobo. Setiap barang yang berpotensi mengganggu keamanan akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan. Pemeriksaan seperti ini juga penting untuk memastikan Lapas tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika, ujar Pieter.


Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Polsek Pulau-Pulau Aru yang turut terlibat dalam pelaksanaan razia gabungan tersebut.


Menurutnya, sinergi antara jajaran pemasyarakatan dengan aparat penegak hukum menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat pengawasan serta menciptakan situasi keamanan yang kondusif.


“Kami mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Polsek Pulau-Pulau Aru. Kolaborasi seperti ini akan terus kami tingkatkan sebagai bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari barang-barang terlarang serta penyalahgunaan narkotika,” tambahnya.


Melalui razia dan tes urine tersebut, Lapas Dobo kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan gangguan kamtib, pengawasan kamar hunian, serta pemberantasan barang terlarang dan narkotika.


Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kondisi Lapas tetap aman dan kondusif sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung pelaksanaan pembinaan warga binaan secara optimal. (Za)

Selengkapnya

Rutan Ambon Salurkan Bantuan Sembako, Perkuat Kepedulian kepada Keluarga Warga Binaan

September 16, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kepedulian terhadap keluarga warga binaan terus menjadi bagian dari pelayanan humanis Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon. Sebanyak 4 paket kebutuhan pokok disalurkan kepada keluarga warga binaan yang datang berkunjung ke Rutan Ambon, Rabu (16/09/2026).


Pemberian bantuan sosial tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan sebagai bentuk perhatian Rutan Ambon terhadap kondisi keluarga warga binaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat hubungan sosial antara jajaran pemasyarakatan dengan keluarga warga binaan.


Penyaluran bantuan dilakukan dengan tetap memperhatikan ketertiban administrasi dan ketepatan sasaran. Pelaksanaannya juga mengedepankan pendekatan yang ramah dan humanis sehingga keluarga penerima dapat merasakan perhatian dari jajaran Rutan Ambon.


Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, mengatakan keluarga merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembinaan warga binaan. Karena itu, perhatian terhadap keluarga juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas pemasyarakatan.


Bantuan sosial ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan, bentuk kepedulian kami kepada keluarga warga binaan yang datang berkunjung. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan membantu memenuhi sebagian kebutuhan mereka. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memberikan pelayanan yang humanis dan berorientasi pada kemanusiaan, ujar Meta.


Ia menjelaskan, keberadaan keluarga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan moral kepada warga binaan selama menjalani masa pidana dan mengikuti program pembinaan. Hubungan yang tetap terjaga antara warga binaan dan keluarga diharapkan dapat memberikan dukungan positif selama proses tersebut berlangsung.


Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Ambon, Rido, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian kepada keluarga warga binaan, terutama mereka yang datang langsung untuk melakukan kunjungan.


“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan keluarga warga binaan. Ini juga merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang humanis dan penuh kepedulian,” kata Rido.


Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Ambon, Martial. Ia mengatakan jajaran pengamanan turut memastikan proses penyaluran bantuan berlangsung tertib dan lancar.


“Kami mendukung setiap kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi warga binaan maupun keluarganya. Semoga bantuan ini dapat diterima dengan baik dan memberikan manfaat bagi keluarga penerima,” ungkap Martial.


Salah satu penerima bantuan, Atika, mengapresiasi perhatian yang diberikan jajaran Rutan Kelas IIA Ambon kepada keluarga warga binaan.


Terima kasih kepada jajaran Rutan Ambon yang sudah memberikan bantuan kepada kami. Bantuan ini sangat berarti dan tentunya dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Kami juga mengapresiasi perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada keluarga warga binaan, ujarnya.


Melalui penyaluran bantuan tersebut, Rutan Kelas IIA Ambon berupaya memperluas makna pelayanan pemasyarakatan. Tidak hanya berfokus pada pemenuhan hak dan pembinaan warga binaan, tetapi juga menghadirkan kepedulian bagi keluarga yang menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.


Kegiatan ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan sebagai wujud semangat kebersamaan, kepedulian, serta komitmen Rutan Ambon dalam menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang PRIMA, humanis, dan berorientasi pada kemanusiaan. (Za)

Selengkapnya

Panen Perdana 24 Pepaya California, Lapas Piru Kembangkan Kebun Kemandirian Berkelanjutan

September 16, 2026


Piru
, Globaltimurnn.com — Kebun kemandirian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali menunjukkan hasil produktif. Sebanyak 24 buah pepaya California dipanen dari lahan pertanian yang dikelola Warga Binaan bersama petugas, Rabu (16/09/2026).


Buah yang dipanen merupakan pepaya yang telah mencapai tingkat kematangan dan memiliki kondisi baik sehingga layak untuk dimanfaatkan maupun dipasarkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Lapas Piru melalui sektor pertanian.


Dalam prosesnya, Warga Binaan terlibat langsung sejak tahap perawatan tanaman hingga pemanenan. Keterlibatan tersebut menjadi sarana pembelajaran praktis agar mereka memiliki pengalaman dan keterampilan dalam mengelola tanaman secara produktif.


Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Piru, Ode Mustafa, mengatakan hasil panen kali ini menunjukkan kondisi tanaman yang cukup baik.


Hari ini kita memanen 24 buah pepaya California yang sudah cukup matang dan kondisinya baik. Prosesnya dilakukan bersama warga binaan, mulai dari perawatan sampai panen, sehingga mereka juga memahami bagaimana menjaga tanaman agar menghasilkan buah yang berkualitas, ujar Mustafa.


Menurutnya, kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan.


Hal senada disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja Lapas Piru, Muh Ramdhan Basir. Ia menilai keterlibatan Warga Binaan dalam seluruh proses pengelolaan kebun memberikan pengalaman yang dapat menjadi bekal keterampilan.


Yang kita bangun bukan hanya kebunnya, tetapi juga keterampilan warga binaan. Mereka belajar merawat, memanen, sampai memahami bahwa hasil kerja mereka bisa memiliki nilai dan dimanfaatkan secara produktif, ungkap Ramdhan.


Salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut, RS, mengaku senang dapat mengikuti proses panen dari tanaman yang selama ini dirawat bersama.


Senang bisa ikut panen. Dari tanaman yang kami rawat setiap hari, akhirnya bisa menghasilkan buah dan sekarang bisa dijual. Semoga ke depan hasilnya semakin banyak, tuturnya.


Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menyampaikan bahwa hasil panen pepaya California tersebut selanjutnya akan dipasarkan. Menurutnya, pemasaran hasil pertanian menjadi bagian penting dalam mendorong kebun kemandirian agar memiliki nilai ekonomi.


Setiap hasil panen menjadi bukti bahwa kegiatan kemandirian dapat dikelola secara produktif. Kami akan terus mendorong pengembangan kebun ini agar hasilnya semakin beragam, bermanfaat bagi warga binaan, dan memiliki nilai ekonomi, kata Hery.


Pengembangan kebun kemandirian tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pemanfaatan lahan di lingkungan Lapas Piru, tetapi juga memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar bekerja secara terarah, bertanggung jawab, dan produktif.


Dengan hasil panen yang kemudian dipasarkan, program pertanian Lapas Piru diarahkan tidak berhenti pada proses budidaya. Setiap hasil yang diperoleh diupayakan dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi bagian dari pengembangan kegiatan kemandirian yang berkelanjutan. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT