globaltimurnn.com


Selasa, 10 Maret 2026

Bersama Puluhan Anak Yatim Yayasan Al-Khairat Ambon, Kejati Maluku Berbagi Takjil Serta Buka Puasa Bersama

Maret 10, 2026

Foto : Bersama Puluhan Anak Yatim Yayasan Al-Khairat Ambon, Kejati Maluku Berbagi Takjil Serta Buka Puasa Bersama

Globaltimurnn.com
, Ambon - Memaknai Bulan Suci Ramadhan sebagai bulan yang penuh maghfirah dan ampunan. Warga Adhyaksa dipimpin Kajati Maluku Rudy Irmawan, S.H.,M.H didampingi Ketua IAD Wilayah Maluku Ny. Yuyun Rudy Irmawan, melakukan berbagi kasih dengan warga Kota Ambon yang melintas di Jln. Sultan Hairun, tepat didepan Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, pada Selasa (10/3/2026).


Berbagi kasih Warga Adhyaksa ini, diwujudkan dengan pembagian paket Takjil sebanyak 350 paket ke masyarakat baik kepada para Supir Angkutan Kota, Tukang Becak, Tukang Ojek hingga pejalan kaki yang melintas didepan Kantor Kejaksaaan Tinggi Maluku.


“Bulan ramadhan ini merupakan bulan penuh berkah, selain untuk meningkatkan kualitas ibadah, berbagi Takjil ini juga untuk memperbanyak pahala,” Ucap Kajati Maluku Rudy Irmawan didampingi Istri Ny. Yuyun selaku Ketua IAD Wilayah Maluku.



Warga yang melintas pun terlihat senyum dan raut bahagia tampak jelas di wajah mereka, setelah disapa dengan pemberian Takjil oleh jajaran Adhyaksa Maluku. Aksi sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian Insan Kejaksaan di Maluku kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. 


Selain itu, Kejaksaan Tinggi Maluku juga akan melaksanakan Buka Puasa Bersama yang bukan hanya melibatkan Warga Adhyaksa saja, melainkan juga melibatkan puluhan Anak Yatim dari Panti Asuhan Al-Khairat Galunggung Kota Ambon.


"Setelah berbagi Takjil, kita akan gelar buka puasa bersama dengan seluruh jajaran dan melibatkan 20 sampai 30 anak yatim dari Yayasan Panti Asuhan Al-Khairat, Galunggung," Ucapnya.


Menurutnya, dalam momentum bulan ramadhan ini, Kejaksaan Tinggi Maluku bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini mengambil kesempatan dalam berbagi kebahagiaan dan saling peduli antar sesama, dengan melibatkan seluruh Pejabat Utama Kejaksaan Tinggi Maluku mulai Wakajati Maluku Adhi Prabowo, para Asisten, Kabag TU, pada Koordinator serta Pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Maluku.


“Semoga hikmah dari berbagi Takjil dan berbuka puasa bersama ini, dapat menjadi berkah bagi seluruh pegawai Kejaksaan Tinggi Maluku, untuk menjadi pribadi yang baik dan bisa menjadi pelayan masyarakat yang selalu jujur dan ikhlas dalam melaksanakan tugas,” pungkasnya. (Rdks)

Selengkapnya

Berkah Ramadhan Terasa di Ambon, Kejati Maluku Bagikan 350 Paket Sembako Lewat Bakti Sosial dan Bazar Spesial

Maret 10, 2026

Foto : Berkah Ramadhan Terasa di Ambon, Kejati Maluku Bagikan 350 Paket Sembako Lewat Bakti Sosial dan Bazar Spesial   

Globaltimurnn.com
, Ambon – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah semakin dirasakan keberkahannya di Maluku. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku bersama Ikatan Adhyaksa Dharma Karini (IAD) Wilayah Maluku menggelar acara bakti sosial dan bazar Ramadhan yang penuh makna, Rabu (11/03/2026) di halaman Kantor Kejati Maluku.

 

Acara yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 ini dibuka langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rudy Irmawan, S.H., M.H., didampingi Ny. Yuyun Rudy Irmawan selaku Ketua IAD Wilayah Maluku, serta dihadiri oleh para asisten, koordinator, Kepala Bagian Tata Usaha, ketua bidang, pengurus dan seluruh anggota IAD, hingga insan media Pos Kejaksaan Tinggi Maluku.

 


Dalam sambutannya, Kajati Rudy Irmawan mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan agar bisa berkumpul dalam momen berbagi ini. Menurutnya, Ramadhan bukan hanya waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga momentum emas untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa kepedulian yang mendalam antar sesama.

 

“Bulan Ramadhan adalah amalan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Kita diajak untuk lebih dekat dengan Allah SWT, sekaligus merawat rasa kebersamaan yang menjadi jiwa bangsa kita,” ucapnya dengan penuh semangat.

 


Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja IAD Wilayah Maluku yang mendapatkan dukungan penuh dari Kejati Maluku, bertujuan untuk mempererat hubungan kekeluargaan dalam lingkungan institusi kejaksaan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar menjelang Hari Raya.

 

“Kami sangat menghargai inisiatif dari IAD Wilayah Maluku. Sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga Adhyaksa, mereka berperan penting dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan kasih sayang,” tambah Kajati Rudy Irmawan.

 


Pada kesempatan tersebut, sebanyak 350 paket sembako disalurkan kepada berbagai kelompok penerima manfaat, antara lain petugas cleaning service, purnawirawan kejaksaan, petugas keamanan, pegawai honorer, wartawan, anak yatim piatu, serta guru TK Adhyaksa Kejati Maluku.

 


Lewat acara ini, diharapkan semangat berbagi dan kebersamaan tetap terjaga serta menjadi bukti nyata kepedulian Kejati Maluku terhadap seluruh elemen masyarakat dan keluarga besar Adhyaksa menjelang Hari Raya Idul Fitri. (Za)

Selengkapnya

Marak Balap Liar Di Saumlaki, Para Pelaku Mayoritas Pelajar Dapat Pembinaan Polsek Tansel

Maret 10, 2026

Foto : Marak Balap Liar Di Saumlaki, Para Pelaku Mayoritas Pelajar Dapat Pembinaan Polsek Tansel

Globaltimurnn.com
, KKT - Kepolisian Sektor (Polsek) Tanimbar Selatan bergerak cepat menindaklanjuti keresahan masyarakat terkait aksi balap liar yang viral di media sosial di Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.


Aksi balap liar tersebut diketahui terjadi pada Senin dini hari (2/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIT di depan area perbelanjaan Satos, Saumlaki. Kegiatan yang melibatkan sejumlah remaja dan pemuda itu sempat beredar luas melalui pesan berantai WhatsApp hingga memicu perhatian publik.


Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tanimbar Selatan Iptu Herpin Sima menginstruksikan personel untuk melakukan penelusuran serta pendataan terhadap para terduga pelaku.


Petugas kemudian mendatangi rumah para terduga pelaku untuk dilakukan pembinaan serta klarifikasi.


“Kami tidak menoleransi aksi balap liar yang membahayakan keselamatan. Namun dalam penanganannya kami tetap mengedepankan pendekatan humanis, khususnya karena sebagian pelaku masih berstatus pelajar,” ujar Kapolsek Tanimbar Selatan, Senin (10/3/2026).


Dalam penelusuran tersebut, polisi mengidentifikasi sejumlah pihak yang diduga terlibat, baik sebagai joki maupun wasit balapan.


Beberapa yang teridentifikasi sebagai wasit yakni PN (29), AST (18), dan YM (36). Sementara untuk joki di antaranya RB (17), JY (17), A, dan FF yang sebagian besar masih berstatus pelajar.


Kapolsek menjelaskan bahwa para pelaku telah dipanggil untuk diberikan pembinaan serta diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.


“Mereka menyadari kesalahannya dan secara sukarela membuat pernyataan untuk tidak lagi terlibat dalam aksi balap liar,” jelasnya.


Selain itu, para pelaku juga diminta turut membantu memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas serupa di lingkungan mereka.


Kapolsek Tanimbar Selatan juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada jam-jam rawan dini hari.


“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Kepolisian juga akan terus meningkatkan patroli di titik-titik yang dianggap rawan balap liar,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Bumi Duan Lolat.


Penanganan kasus balap liar ini menunjukkan pendekatan preventif dan humanis oleh aparat kepolisian. Alih-alih langsung mengedepankan proses hukum, polisi memilih langkah pembinaan karena sebagian pelaku masih berstatus pelajar.


Pendekatan seperti ini dinilai penting untuk mencegah kenakalan remaja berkembang menjadi tindak pidana yang lebih serius. Selain itu, keterlibatan orang tua dan masyarakat juga menjadi faktor kunci dalam menekan aksi balap liar yang kerap terjadi pada jam-jam rawan dini hari.


Langkah peningkatan patroli serta edukasi kepada masyarakat diharapkan dapat meminimalisir potensi kejadian serupa di wilayah Saumlaki dan sekitarnya. (Tim/Red) 

Selengkapnya

Lapas Wahai Pererat Silaturahmi lewat Buka Puasa bersama Warga Binaan

Maret 10, 2026

Foto : Lapas Wahai Pererat Silaturahmi lewat Buka Puasa bersama Warga Binaan

Globaltimurnn
.com, Wahai – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gelar acara buka puasa bersama antara para Petugas dan Warga Binaan sebagai momentum mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan, Senin (09/03/2026). Bertempat di Beranda Mesra Lapas, kegiatan ini bertujuan tingkatkan rasa kekeluargaan dan motivasi bagi Warga Binaan untuk memperbaiki diri, serta ciptakan suasana kondusif dan hangat di lingkungan Lapas.


Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini untuk memanusiakan manusia dan mendekatkan hubungan antara petugas dan Warga Binaan. "Buka puasa bersama ini adalah upaya kami untuk mempererat tali silaturahmi dan menghadirkan suasana humanis dan kekeluargaan dalam meningkatkan iman dan takwa. Saya berpesan kepada seluruh Warga Binaan, jadikan bulan suci ini sebagai refleksi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sehingga lebih siap kembali ke masyarakat dengan bekal mental dan spiritual yang lebih kuat," ujar Tersih seraya mengapresiasi seluruh jajaran dan Majelis Taklim Lapas yang telah bekerja keras memfasilitasi momen indah tersebut.


Salah seorang Warga Binaan, AD, menyampaikan rasa syukurnya. "Kami merasa senang dan terharu. Buka puasa bersama ini membuat kami merasa tetap diperhatikan serta memberikan kami harapan dan motivasi untuk beribadah lebih giat lagi di dalam Lapas demi perubahan hidup kami" tutur AD.


Senada, Warga Binaan lainnya, HB menyebut hal ini menjadi motivasi besar baginya untuk terus memperbaiki diri dan merenungi kesalahan. “Kami berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan, karena bagi kami, ini bukan sekadar makan bersama, melainkan momen spiritual yang memperkuat keimanan dan mental kami di bulan suci Ramadan ini,” ucap HB.


Sementara itu, ceramah singkat pada kegiatan buka puasa bersama kali ini dibawakan oleh Ustaz Haji Djen Tepinalan tokoh masyarakat setempat. Ia mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan buka puasa bersama Lapas Wahai yang memasuki hari ke-19 itu sangat bermakna.


"Hari ke-19 Ramadan menjadi pembuka fase krusial menuju 10 malam terakhir, fase yang penuh dengan maghfirah atau ampunan Allah SWT. Ini adalah waktu dimana semangat puasa mulai diuji dengan rasa lelah fisik, namun spiritualitas justru seharusnya mencapai puncaknya. Mari kita gunakan sisa hari Ramadan untuk memperbaiki diri, dan menjadikan hari ke-19 sebagai awal dari lembaran baru yang lebih putih, dan siap meraih kemenangan," ajak Ustaz Djen.


Kegiatan buka puasa bersama ini ditutup dengan salat Maghrib berjamaah sebagai bentuk kebersamaan dalam kekhusyukan Warga Binaan dan Petugas. (Za)

Selengkapnya

Bebas Bersyarat Diberikan, Satu Warga Binaan Tinggalkan Lapas Saparua

Maret 10, 2026

Foto : Bebas Bersyarat Diberikan, Satu Warga Binaan Tinggalkan Lapas Saparua

Globaltimurnn.com, Saparua
– Lapas Kelas III Saparua melaksanakan penyerahan satu narapidana yang memperoleh program Pembebasan Bersyarat kepada pihak keluarga setelah melalui proses administrasi dan koordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas). Kegiatan tersebut berlangsung tertib dan aman di lingkungan Lapas Kelas III Saparua, Selasa (10/03/2026).


Narapidana dengan inisial O.S. sebelumnya telah memenuhi seluruh persyaratan administratif dan substantif untuk mendapatkan hak integrasi berupa Pembebasan Bersyarat sesuai ketentuan yang berlaku dalam sistem pemasyarakatan. Setelah proses verifikasi selesai, yang bersangkutan kemudian diserahkan kepada pihak Bapas sebelum akhirnya dipulangkan kepada keluarga.


Proses penyerahan dilakukan oleh petugas Lapas Kelas III Saparua kepada keluarga dengan tetap memperhatikan prosedur pembinaan serta administrasi yang berlaku. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, aman, serta didokumentasikan sebagai bagian dari laporan kegiatan pemasyarakatan.


Kasubsi Pembinaan Lapas Kelas III Saparua, Ellen D. Anakotta, menyampaikan bahwa proses penyerahan narapidana Pembebasan Bersyarat tersebut telah melalui tahapan yang sesuai dengan ketentuan.


“Penyerahan narapidana yang memperoleh Pembebasan Bersyarat ini telah melalui proses pembinaan dan kelengkapan administrasi yang ditetapkan. Setelah diserahkan kepada Bapas, yang bersangkutan kemudian dipulangkan kepada keluarga dalam keadaan baik dan aman,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menegaskan bahwa pemberian hak integrasi merupakan bagian dari implementasi sistem pemasyarakatan yang menekankan pembinaan serta reintegrasi sosial bagi warga binaan.


“Program Pembebasan Bersyarat merupakan hak warga binaan yang diberikan setelah memenuhi persyaratan dan melalui proses penilaian. Kami berharap yang bersangkutan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.


Melalui pelaksanaan program integrasi ini, Lapas Kelas III Saparua terus berkomitmen mendukung proses pembinaan yang berkelanjutan serta mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali beradaptasi secara positif di tengah masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Lapas Piru Bersama Puskesmas Piru Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Extrafooding Bagi Lansia

Maret 10, 2026

Foto : Lapas Piru Bersama Puskesmas Piru Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Extrafooding Bagi Lansia

Globaltimurnn.com, Piru
– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru bekerja sama dengan Puskesmas Piru gelar pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian makanan tambahan (extrafooding) bagi lansia di Posyandu Melati, Dusun Mata Empat, Desa Eti, Selasa (10/03/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang lansia yang antusias manfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.


Dalam kegiatan tersebut, para lansia mendapatkan sejumlah layanan kesehatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengecekan gula darah, serta konsultasi kesehatan. Selain itu, para peserta juga menerima extrafooding berupa susu tinggi kalsium, biskuit, roti dan puding, dimana roti dan puding merupakan hasil produksi Warga Binaan Lapas Piru sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.


Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Lapas Piru terhadap masyarakat sekitar sekaligus implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya terkait layanan pemeriksaan kesehatan gratis di sekitar UPT Pemasyarakatan.


“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para lansia. Melalui sinergi dengan Puskesmas Piru dan Posyandu Melati Desa Eti, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung sekaligus mempererat hubungan antara Lapas dengan masyarakat,” ujar Hery.


Perwakilan Puskesmas Piru, Jospina Salenussa, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Lapas Piru dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat.


“Pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting bagi para lansia untuk memantau kondisi kesehatan mereka. Kami menyambut baik kerja sama ini karena dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya lansia, untuk lebih peduli terhadap kesehatan,” ungkapnya.


Sementara itu, Koordinator Posyandu Melati Desa Eti, Pdt. Desy Patty, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Lapas Piru dan Puskesmas Piru.


“Kami sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada para lansia di Desa Eti. Kegiatan ini sangat membantu karena para lansia dapat memeriksa kesehatan sekaligus mendapatkan edukasi terkait kondisi kesehatan mereka,” tuturnya.


Kepala Subseksi Keperawatan Lapas Piru, Williams Lelapary, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh oleh tim medis dengan pendekatan yang ramah dan komunikatif kepada para lansia.


“Tim medis melakukan pemeriksaan tekanan darah, pengecekan gula darah serta memberikan konsultasi kesehatan agar para lansia dapat memahami kondisi kesehatannya dengan baik,” jelas Williams.


Hal senada disampaikan perawat Lapas Piru, Ns. Suryani, yang menyebutkan bahwa secara umum kondisi kesehatan para lansia yang mengikuti kegiatan tersebut berada dalam keadaan baik.


“Sebagian besar lansia berada dalam kondisi kesehatan yang cukup baik, namun tetap kami berikan saran serta edukasi agar mereka dapat menjaga pola makan dan gaya hidup sehat,” ujarnya.


Kader Posyandu Melati, Ulis Kainama, juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini. Menurutnya, sinergi yang terjalin memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para lansia.


“Kehadiran Lapas Piru dan Puskesmas Piru memberikan semangat bagi para lansia untuk lebih memperhatikan kesehatan mereka,” kata Ulis.


Salah satu lansia peserta kegiatan, Frince Latue, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis tersebut.


“Beta sangat senang karena bisa periksa kesehatan tanpa harus jauh ke puskesmas. Terima kasih untuk semua yang sudah peduli dengan kesehatan kami para lansia,” ungkapnya.


Melalui kegiatan ini, Lapas Piru berharap sinergi dengan berbagai pihak dapat terus terjalin guna memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas kesehatan di lingkungan sekitar. (Za)

Selengkapnya

"STOP PROVOKASI! SMMI Ajak Masyarakat Maluku Jaga Kerukunan di Bulan Ramadhan Tolak Hoax Soal Gubernur Hendrik"

Maret 10, 2026

Foto :  "STOP PROVOKASI! SMMI Ajak Masyarakat Maluku Jaga Kerukunan di Bulan Ramadhan Tolak Hoax Soal Gubernur Hendrik"

Globaltimurnn
.com, Ambon – Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SMMI) mengeluarkan pernyataan tegas untuk mengutuk keras tindakan penyebaran flayer provokatif yang mengklaim seolah-olah Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa membenci umat Muslim dengan menahan proposal kegiatan Ramadhan dan pembangunan masjid. SMMI menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks yang tidak berdasar, Selasa (10/03/2026). 

 

Dalam rilisan resmi yang disampaikan hari ini, SMMI menyatakan bahwa tindakan provokasi semacam itu tidak hanya merusak kerukunan umat beragama yang telah terjaga dengan baik di Maluku, tetapi juga berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di momentum bulan suci Ramadhan.

 

"Kami ingin menegaskan bahwa kebijakan yang dilakukan Bapak Gubernur Hendrik Lewerissa tidak pernah mengkerdilkan masyarakat Maluku maupun umat Islam secara khusus. Sosoknya adalah pemimpin yang menjunjung tinggi nilai-nilai beragama, adat, dan budaya orang Maluku," ujar perwakilan SMMI dalam pernyataannya.

 

SMMI juga mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk tidak mudah terpancing dan tidak mempercayai narasi yang menyatakan bahwa gubernur hanya milik agama tertentu. Sebaliknya, masyarakat diimbau untuk selalu mengedepankan kritikan yang logis dan bebas dari isu yang tidak sehat.

 

Selain itu, SMMI meminta pihak berwajib khususnya Polda Maluku untuk segera menangkap dan memproses hukum pelaku penyebaran flayer serta opini provokatif dalam jangka waktu 2x24 jam, sebagai bentuk komitmen menjaga keharmonisan di tanah air yang dikenal dengan julukan "Tanah Rencana Allah".

 

"Di bulan suci Ramadhan ini, mari kita sama-sama menjaga kerukunan dan keharmonisan umat beragama di Maluku. STOP PROVOKASI!" tegas SMMI. (Tim)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT