globaltimurnn.com
Deskripsi gambar



Senin, 17 Agustus 2026

La Anong Kalidupa Terpilih sebagai Best Employee of 2nd Quarter 2026 Hotel Santika Premiere Ambon

Agustus 17, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Prestasi membanggakan diraih La Anong Kalidupa, karyawan dari Accounting Department Hotel Santika Premiere Ambon, setelah terpilih sebagai Best Employee of 2nd Quarter 2026.


Pengumuman penghargaan tersebut berlangsung pada 14 Agustus 2026 di The Ballroom Santika, Lantai 5 Hotel Santika Premiere Ambon, setelah Anong berhasil melewati rangkaian proses seleksi yang meliputi penilaian kinerja, deep interview, hingga presentasi akhir di hadapan panel penilai.


Program Best Employee merupakan bentuk apresiasi manajemen Hotel Santika Premiere Ambon kepada karyawan yang dinilai mampu menunjukkan kinerja, dedikasi, kedisiplinan, profesionalisme, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik.


Proses pemilihan diawali dengan nominasi internal dari masing-masing departemen berdasarkan performa selama periode kuartal, tingkat kedisiplinan, kualitas pelayanan, inisiatif, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).


Enam karyawan yang masuk sebagai kandidat mewakili departemennya masing-masing, yakni Clara Leleury dari Sales & Marketing, Rilly Silahooy dari Engineering, Agus Santoso dari Food & Beverage Product, Rehabeam Pattiasina dari Housekeeping, Cornelia Pentury dari Front Office, dan La Anong Kalidupa dari Accounting.


Para kandidat kemudian mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari administrasi, observasi lapangan, hingga deep interview.


Dari seluruh kandidat tersebut, Rilly Silahooy, Cornelia Pentury, dan La Anong Kalidupa berhasil melaju ke babak grand final.


Ketiga finalis selanjutnya menjalani sesi presentasi di hadapan panel penilai. Setelah melalui proses penilaian secara menyeluruh, manajemen akhirnya menetapkan La Anong Kalidupa sebagai Best Employee of 2nd Quarter 2026.


Anong dinilai menunjukkan konsistensi dalam bekerja, memiliki inisiatif yang baik, serta mampu memperlihatkan profesionalisme dan tanggung jawab selama periode penilaian.


General Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Edy Dwi Sutrisno, menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih Anong.


Menurutnya, penghargaan Best Employee tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap pencapaian individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya hotel dalam menjaga budaya pelayanan yang mengedepankan ketulusan dan pelayanan dari hati.


“Selamat kepada Anong atas pencapaian yang diraih. Penghargaan Best Employee bukan semata-mata bentuk apresiasi atas hasil kerja individu, tetapi juga merupakan cerminan dari nilai pelayanan dari hati yang terus kami jaga. Semoga prestasi ini dapat menjadi dorongan bagi seluruh tim untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi para tamu,” ujar Edy.


Sementara itu, Human Resources Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Aldo Soumokil, menjelaskan bahwa proses pemilihan dilakukan secara objektif dan menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan kinerja karyawan.


«“Seleksi Best Employee kami lakukan dengan melihat performa, inisiatif, disiplin, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Anong menunjukkan perpaduan yang kuat antara kemampuan teknis dan soft skill, khususnya dalam ketelitian, penyelesaian masalah di accounting, dan semangat belajar yang tinggi,” jelas Aldo.»


Ia juga memberikan apresiasi kepada dua finalis lainnya, Rilly Silahooy dan Cornelia Pentury, yang dinilai telah menunjukkan kualitas dan kinerja yang sangat baik selama proses seleksi.


“Cornelia dan Rilly sebagai finalis juga menunjukkan kualitas yang sangat baik, sehingga keputusan ini benar-benar melalui proses yang ketat,” tambahnya.


Sebagai penerima penghargaan, La Anong Kalidupa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada manajemen serta seluruh rekan kerja yang telah memberikan dukungan selama ini.


«“Saya sangat bersyukur dan merasa terhormat atas penghargaan ini. Terima kasih kepada tim dan manajemen yang selalu memberikan dukungan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan menjadi teladan bagi rekan-rekan di Hotel Santika Premiere Ambon,” ungkap Anong.»


Selain menerima sertifikat penghargaan, Anong juga mendapatkan hadiah dari manajemen sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasinya dalam mendukung standar pelayanan Hotel Santika Premiere Ambon.


Program Best Employee menjadi salah satu instrumen Hotel Santika Premiere Ambon dalam memberikan penghargaan kepada karyawan yang mampu menunjukkan dedikasi, integritas, kualitas kerja, serta pelayanan yang unggul.


Melalui program tersebut, manajemen berharap tercipta budaya kerja yang semakin positif dan kompetitif, sekaligus mendorong setiap karyawan untuk terus meningkatkan kemampuan, memberikan kontribusi terbaik, dan menjaga kualitas pelayanan kepada para tamu.


Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah hotel tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang bekerja dengan profesionalisme, ketulusan, dan pelayanan dari hati.


Dengan terpilihnya La Anong Kalidupa sebagai Best Employee of 2nd Quarter 2026, Hotel Santika Premiere Ambon kembali menegaskan komitmennya untuk memberikan apresiasi terhadap karyawan sekaligus memperkuat budaya pelayanan yang menjadi bagian penting dari identitas Santika. (Zo)

Selengkapnya

Back to Root, Mini Pagelaran Hotel Santika Premiere Ambon Ajak Menyelami Akar Budaya Maluku dan Indonesia

Agustus 17, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Kekayaan budaya Maluku dan semangat persatuan Indonesia dikemas secara apik dalam sebuah pertunjukan seni bertajuk “Back to Root” yang digelar Hotel Santika Premiere Ambon dalam rangka pembukaan General Staff Meeting (GSM) 2nd Quarter 2026, Jumat (14/08/2026).


Mini Pagelaran yang berlangsung di The Ballroom Santika, Lantai 5 Hotel Santika Premiere Ambon, tersebut memadukan musik tradisional, tari, narasi, drama, animasi, multimedia, hingga nilai-nilai kebangsaan dalam sebuah pertunjukan yang sarat makna.


Mengusung tema “Back to Root”, pertunjukan ini merupakan kolaborasi Sales & Marketing Department dan Food & Beverage Service Department Hotel Santika Premiere Ambon.


Konsep pertunjukan tidak sekadar dirancang sebagai hiburan pembuka GSM, tetapi sebagai sebuah perjalanan emosional dan reflektif untuk mengajak penonton kembali menyadari dari mana mereka berasal, nilai apa yang diwariskan, serta bagaimana akar budaya dapat menjadi kekuatan untuk menatap masa depan.


Perjalanan tersebut dimulai dari kekayaan identitas Maluku, bergerak menuju semangat persatuan Indonesia, dan kemudian kembali pada nilai persaudaraan yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Maluku, yakni Gandong.


Pertunjukan diawali melalui segmen “The Mystical of Maluku”. Suasana Ballroom perlahan dibawa memasuki atmosfer budaya Maluku melalui bunyi Tahuri, Totobuang, dan Hio-Hio yang sarat simbol dan identitas.


Bunyi Tahuri menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenalkan kekayaan budaya Maluku. Melalui narasi yang mengiringi pertunjukan, penonton diajak memahami bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan bagian dari identitas yang tetap hidup dan relevan hingga saat ini.


Nuansa budaya kemudian semakin kuat melalui penampilan Kapata Henamasawaya, Cakalele, dan Tari Pata Cengkeh.


Gerak para penari, irama musik tradisional, serta dukungan visual membawa penonton menyelami kekayaan sejarah dan budaya Maluku sebagai bagian penting dari perjalanan panjang Nusantara.


Perjalanan kemudian bergerak dari Maluku menuju Indonesia melalui segmen “The Wonderland Indonesia”.


Video visual tentang Indonesia, tarian, narasi kebangsaan, hingga kehadiran Bendera Merah Putih membawa pesan bahwa keberagaman budaya bukanlah alasan untuk terpisah, tetapi justru menjadi kekuatan yang menyatukan bangsa.


Salah satu momen emosional terjadi ketika Merah Putih dikibarkan, dilanjutkan dengan pembacaan Proklamasi. Seluruh penampil kemudian menundukkan kepala dalam suasana hening sebelum pertunjukan ditutup dengan seruan bersama: “Indonesia Merdeka!” Seruan tersebut disambut antusias oleh seluruh audiens.


Pesan itu terasa semakin relevan dengan momentum bulan Agustus, ketika masyarakat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.


Melalui “Back to Root”, penonton diingatkan bahwa kemerdekaan yang dirayakan hari ini tidak terlepas dari perjalanan panjang, identitas, perjuangan, serta keberagaman yang membentuk Indonesia.


Perjalanan pertunjukan mencapai puncaknya melalui segmen “Harmony in Gandong”.


Para penampil kemudian membentuk lingkaran besar bersama audiens. Doa Islam dan Kristen dihadirkan sebagai simbol keberagaman sekaligus keharmonisan yang hidup dalam masyarakat Maluku.


Pertunjukan ditutup dengan bernyanyi bersama antara seluruh penampil dan audiens dalam suasana penuh kehangatan.


Nilai Gandong, yang menggambarkan ikatan persaudaraan dan rasa memiliki sebagai satu keluarga, menjadi pesan terakhir yang ingin disampaikan kepada seluruh penonton.


Bentuk lingkaran yang menjadi bagian dari penutup pertunjukan juga memiliki makna tersendiri. Lingkaran menjadi simbol bahwa perjalanan untuk kembali kepada akar pada akhirnya membawa manusia kepada sesuatu yang paling mendasar, yakni kebersamaan.


Mini Pagelaran “Back to Root” merupakan hasil kolaborasi lintas talenta dari Sales & Marketing Department serta Food & Beverage Service Department Hotel Santika Premiere Ambon.


Pertunjukan tersebut dikembangkan oleh tim kreatif yang terdiri dari:

- Audra Pattiasina – Konseptor & Art  

  Director

- Cindy Sabarlele – Co-Director

- Prima Lulu – Music Arranger

- Jean Manuputty – Multimedia

- Clara Leleury – Videographer


Kolaborasi tersebut memadukan berbagai elemen seni pertunjukan, mulai dari musik tradisional Maluku, koreografi, narasi, tata cahaya, multimedia, hingga visual storytelling sehingga menghasilkan sebuah pengalaman pertunjukan yang utuh.


Audra Pattiasina selaku Konseptor dan Art Director Mini Pagelaran “Back to Root” mengatakan, konsep tersebut lahir dari keinginan untuk mengangkat budaya bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai sesuatu yang memiliki hubungan emosional dengan kehidupan setiap orang.


“Back to Root bagi saya adalah sebuah perjalanan untuk kembali mengingat siapa kita, dari mana kita berasal, dan nilai apa yang membuat kita tetap menjadi satu. Kita boleh tumbuh, berkembang, dan bergerak jauh ke depan, tetapi jangan pernah kehilangan akar yang membentuk identitas kita. Karena akar bukan sesuatu yang menahan kita untuk maju, justru akar yang kuat membuat kita mampu berdiri lebih kokoh,” ujar Audra.


Ia menambahkan, Maluku memiliki kekayaan budaya dan nilai persaudaraan yang sangat kuat untuk disampaikan kepada generasi masa kini.


“Kami ingin membawa penonton merasakan perjalanan dari Maluku, melihat keberagaman Indonesia, kemudian kembali kepada Gandong. Karena pada akhirnya, setelah semua perbedaan budaya, agama, dan latar belakang yang kita miliki, kita tetap memiliki satu kebutuhan yang sama—untuk hidup berdampingan, saling menghargai, dan menjadi satu keluarga. Itulah pesan yang ingin kami tinggalkan melalui Back to Root,” tambahnya.


Konsep pertunjukan yang dibangun secara bertahap berhasil menciptakan suasana yang dinamis.


Audiens diajak berpindah dari suasana misterius dan sakral pada awal pertunjukan, menikmati energi tarian tradisional, merasakan semangat kebangsaan saat Merah Putih dikibarkan, hingga akhirnya masuk dalam suasana reflektif dan penuh kehangatan pada bagian “Harmony in Gandong”.


Antusiasme audiens semakin terasa ketika seluruh penampil mengajak mereka terlibat langsung dalam bagian akhir pertunjukan.


Suasana Ballroom pun berubah menjadi ruang kebersamaan ketika penampil dan audiens bernyanyi bersama.


Bagi seluruh tim kreatif, respons tersebut menjadi salah satu bagian paling bermakna dari pertunjukan. Pada saat itu, batas antara penampil dan penonton seolah menghilang dan seluruh orang di dalam ruangan menjadi bagian dari cerita yang sama.


Melalui Mini Pagelaran “Back to Root”, Hotel Santika Premiere Ambon menunjukkan bahwa kegiatan internal perusahaan juga dapat menjadi ruang untuk merawat budaya, memperkuat identitas, sekaligus membangun rasa bangga terhadap warisan Maluku dan Indonesia.


Lebih dari sekadar pertunjukan, “Back to Root” menjadi sebuah pengingat bahwa untuk melangkah lebih jauh, terkadang manusia perlu kembali sejenak kepada akarnya—kepada budaya, nilai, persaudaraan, dan rumah yang membentuk siapa dirinya hari ini. (Za)

Selengkapnya

Wabup SBB Pimpin Upacara Penurunan Bendera 17 Agustus 2026

Agustus 17, 2026


Piru
, globaltimurnn.com — Suasana khidmat dan penuh rasa nasionalisme menyelimuti Lapangan Upacara Kantor Bupati Seram Bagian Barat (SBB) pada Senin sore, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 17 : 00 Wit, Wakil Bupati SBB, Selfinus Kainama, S.Pd, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara pada Penurunan Bendera Sang Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Upacara yang dimulai pada pukul 17.00 WIT tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten SBB, para Pimpinan OPD, jajaran ASN, TNI/Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pelajar.


Berlangsung Lancar dan Presisi

Prosesi penurunan bendera berjalan sempurna. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten SBB menunjukkan kedisiplinan dan ketepatan formasi yang luar biasa saat menurunkan Sang Merah Putih dari puncak tiang.


Momen mendebarkan sekaligus mengharukan terjadi ketika pembawa baki menyerahkan kembali Sang Merah Putih yang telah terlipat rapi kepada Wakil Bupati Selfinus Kainama di panggung utama.


“Upacara peringatan peringatan HUT Kemerdekaan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wujud rasa syukur atas jasa para pahlawan sekaligus pemantik semangat kita dalam membangun Seram Bagian Barat yang lebih maju,” ungkap panitia usai jalannya upacara.


Rangkaian Acara Penutup

Setelah prosesi penurunan bendera selesai, upacara diakhiri dengan penghormatan pasukan dan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara bahwa rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Seram Bagian Barat telah selesai dilaksanakan.


Seluruh rangkaian acara ditutup dengan foto bersama serta ucapan selamat dan apresiasi dari Wakil Bupati Selfinus Kainama kepada seluruh anggota Paskibraka dan panitia pelaksana yang telah sukses menjalankan tugas mulia sepanjang hari peringatan kemerdekaan. (Rdks)

Selengkapnya

Bukan Sekadar Cafe, Sarang Kawalinya Bawa Cita Rasa Laut Maluku ke Poka

Agustus 17, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Sebuah cerita tentang kekayaan laut Maluku kini hadir dalam bentuk yang berbeda di Kota Ambon. Bukan hanya dijual sebagai hasil tangkapan nelayan, ikan kawalinya diolah menjadi beragam sajian dan menjadi identitas utama Sarang Kawalinya Cafe & Resto di kawasan Poka, Negeri Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon.


Di balik hadirnya tempat kuliner tersebut terdapat sosok Gregorio Linusa, atau yang akrab disapa Bung Gio. Bagi Gio, terjun ke dunia kuliner bukan sekadar membuka usaha baru, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membawa kembali cita rasa lokal Maluku melalui sebuah tempat yang dapat dinikmati berbagai kalangan.


Sarang Kawalinya Cafe & Resto dirancang dengan konsep yang cukup berbeda. Pengunjung tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga dapat bersantai, menikmati kopi, berbincang, bekerja, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga maupun orang-orang terdekat.


Saat peresmian Sarang Kawalinya Cafe & Resto, Gio mengaku bersyukur karena usaha yang dibangun bersama dukungan keluarga tersebut akhirnya dapat diwujudkan.


“Hari ini saya bersama orang tua bisa meresmikan Sarang Kawalinya Cafe & Resto. Terima kasih juga atas doa dari kedua orang tua yang sangat membantu dalam proses sampai Sarang Kawalinya Cafe & Resto ini berdiri,” ujar Gio.


Gio mengungkapkan, ada alasan sederhana namun kuat di balik pemilihan nama Sarang Kawalinya.


Menurutnya, ikan kawalinya memiliki cita rasa sekaligus cerita tentang kekayaan laut Maluku yang ingin ia angkat melalui usaha kuliner.


“Tempat ini hadir karena ada satu alasan, yaitu ikan kawalinya. Kami ingin membawa cita rasa ikan kawalinya yang membawa kekayaan Maluku, lalu membawa cita rasa itu kembali ke sarangnya. Karena itu kami namakan Sarang Kawalinya Cafe & Resto,” jelasnya.


Bagi Gio, ikan kawalinya bukan hanya sekadar bahan dasar makanan. Lebih dari itu, ikan tersebut menjadi bagian dari identitas yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat melalui menu-menu yang disajikan.


Ia ingin menunjukkan bahwa kekayaan hasil laut Maluku dapat dikembangkan menjadi kuliner yang memiliki nilai tambah sekaligus memiliki daya tarik tersendiri.


“Bukan hanya soal makanan. Kami ingin membawa cita rasa Maluku melalui apa yang kami sajikan di sini,” katanya.


Konsep Sarang Kawalinya juga tidak berhenti pada urusan kuliner. Gio ingin menciptakan suasana yang membuat pengunjung merasa nyaman untuk kembali datang.


Ia berharap tempat tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas, mulai dari nongkrong, mengobrol, menikmati kopi, bekerja, hingga merayakan momen-momen sederhana bersama orang terdekat.


“Di sini bukan cuma soal makanan. Kami juga menciptakan ruang untuk santai, ngobrol dan ngopi bersama,” tuturnya.


Karena itu, Gio memiliki harapan agar Sarang Kawalinya dapat tumbuh menjadi lebih dari sekadar tempat makan.


“Harapan saya hanya satu, semoga Sarang Kawalinya Cafe & Resto bisa menjadi rumah kedua. Rumah untuk mengobrol, untuk bekerja, untuk merayakan hal-hal kecil dengan orang-orang tersayang dan untuk menemukan mimpi-mimpi baru,” ungkapnya.


Konsep tersebut diharapkan dapat membuat Sarang Kawalinya menjadi salah satu pilihan tempat berkumpul bagi masyarakat Kota Ambon, khususnya anak muda dan mahasiswa.


Untuk menjangkau lebih banyak konsumen, Gio mengatakan pihaknya berupaya menjaga harga menu tetap terjangkau.


Ia menyadari bahwa sebuah tempat kuliner tidak hanya harus menawarkan rasa dan suasana, tetapi juga harga yang dapat dijangkau berbagai lapisan masyarakat.


“Kami berusaha agar harga di sini tidak terlalu mahal. Kami ingin menjangkau semua kalangan dan memberikan yang terbaik supaya makanannya enak dan orang bisa puas makan di sini,” ujarnya.


Harga menu di Sarang Kawalinya disebut mulai dari sekitar Rp40 ribu, dengan menu yang sudah termasuk nasi.


Dengan kisaran harga tersebut, Gio berharap Sarang Kawalinya dapat menjadi pilihan bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga mahasiswa, pekerja, anak muda dan masyarakat umum.


Di tengah berkembangnya usaha kuliner di Kota Ambon, Gio berharap Sarang Kawalinya dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.


Menurutnya, semakin banyak usaha yang tumbuh tentu membuka peluang bagi masyarakat sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru.


“Saya berharap Sarang Kawalinya bisa membantu menumbuhkan ekonomi di Kota Ambon,” katanya.


Ia juga berharap penggunaan bahan pangan lokal dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan Maluku melalui sektor kuliner.


Dengan mengangkat ikan kawalinya sebagai menu utama, Gio ingin agar masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati makanan, tetapi juga mengenal cerita dan cita rasa yang dibawa dari kekayaan laut Maluku.


“Semoga Sarang Kawalinya bisa menjadi tempat nongkrong dan tempat pulang untuk orang-orang,” pungkasnya.


Kini, Sarang Kawalinya Cafe & Resto hadir membawa sebuah konsep sederhana: mengolah kekayaan laut Maluku menjadi pengalaman kuliner, sekaligus menciptakan ruang yang nyaman untuk berkumpul.


Dari seekor ikan kawalinya, lahirlah sebuah nama, sebuah cita rasa, dan sebuah harapan agar Sarang Kawalinya dapat menjadi bagian dari cerita pertumbuhan kuliner dan ekonomi Kota Ambon. (Za)

Selengkapnya

Sarang Kawalinya Hadir di Poka, Wali Kota Ambon Dorong Kuliner Lokal Jadi Penggerak Ekonomi

Agustus 17, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Potensi kekayaan laut Maluku kembali diangkat menjadi sajian kuliner melalui kehadiran Sarang Kawalinya Cafe & Resto di kawasan Poka, Negeri Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.


Cafe dan resto yang mengusung ikan kawalinya sebagai bahan utama berbagai menu tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., Selasa (18/08/2026).


Kehadiran Sarang Kawalinya tidak hanya menawarkan tempat makan dengan konsep kuliner berbahan ikan lokal, tetapi juga menjadi bagian dari berkembangnya usaha baru di Kota Ambon, khususnya pada sektor jasa dan perdagangan.


Dengan harga yang relatif terjangkau, Sarang Kawalinya juga menyasar berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Lokasinya di kawasan Poka-Rumah Tiga yang berada pada jalur strategis menjadi salah satu nilai tambah bagi usaha tersebut.


Dalam sambutannya,Wali Kota menyampaikan bahwa pembukaan Sarang Kawalinya menjadi momentum yang patut diapresiasi karena berlangsung di tengah geliat pertumbuhan usaha kuliner di Kota Ambon.


Menurutnya, semakin banyaknya usaha baru menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Kota Ambon terus bergerak.


“Ini tanda bahwa usaha ekonomi di Kota Ambon terus hidup dan berkembang. Beberapa waktu terakhir kita juga menghadiri pembukaan tempat-tempat usaha baru dan sebagian besar bergerak di bidang kuliner,” ujarnya. 


Ia menjelaskan, kondisi tersebut sangat penting bagi Kota Ambon karena struktur perekonomian daerah ini banyak bertumpu pada sektor jasa dan perdagangan.


“Kita tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti kabupaten-kabupaten lain. Karena itu, kita bertumpu pada sektor jasa dan perdagangan. Usaha-usaha seperti ini yang kemudian menopang ekonomi Kota Ambon,” katanya.


pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi karena Sarang Kawalinya tidak sekadar membuka usaha kuliner, tetapi juga mengangkat potensi hasil laut Maluku sebagai identitas menu.


Ia menilai ikan kawalinya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai jenis makanan yang bernilai ekonomi.


“Ikan kawalinya ini merupakan bagian dari kekayaan hasil laut di Provinsi Maluku dan Kota Ambon. Ikan ini banyak ditangkap nelayan, memiliki nilai ekonomis dan juga kandungan protein yang tinggi,” ungkapnya.


Menurutnya, inovasi semacam ini perlu terus dikembangkan agar kekayaan lokal tidak hanya menjadi komoditas mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.


Ia pun berharap Sarang Kawalinya mampu menjadi salah satu pilihan kuliner bagi masyarakat maupun orang dari luar daerah yang datang ke Kota Ambon.


Wali Kota juga menekankan bahwa pengembangan kuliner lokal merupakan salah satu cara untuk menjaga identitas daerah.


“Semua yang terkait dengan kekayaan alam, budaya dan adat istiadat Maluku dan Kota Ambon harus kita hidupkan kembali, supaya anak-anak dan cucu kita tidak lupa dengan apa yang pernah ada dan menjadi ciri khas kita,” katanya.


Selain memberikan apresiasi terhadap pelaku usaha, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon akan terus membuka ruang bagi investasi dan perkembangan dunia usaha.


Ia menyebut pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan kepada para pelaku usaha selama kegiatan yang dijalankan sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Pemerintah Kota Ambon ramah investasi. Kita memberikan karpet merah kepada para pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Kota Ambon,” tegasnya.


Namun, Wali Kota mengingatkan bahwa pertumbuhan pusat kuliner harus diikuti dengan kondisi kota yang bersih, aman dan nyaman.


Menurutnya, keberadaan restoran dan cafe tidak akan maksimal memberikan dampak terhadap sektor pariwisata apabila kondisi lingkungan kota tidak mendukung.


“Kalau Ambon kotor, siapa yang mau datang? Walaupun restoran tersedia di mana-mana, kalau di depan jalan sampah bertebaran, siapa yang mau masuk dan makan?” ujarnya.


Karena itu, ia mengajak masyarakat bersama pemerintah menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan Kota Ambon.


Wali Kota menilai keberadaan kuliner dengan ciri khas lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang berkunjung ke Ambon.


Menurutnya, wisatawan tidak hanya membutuhkan destinasi, tetapi juga pengalaman kuliner yang berbeda.


“Kalau makanan yang umum seperti capcay dan lainnya sudah ada di mana-mana. Tetapi kalau ikan kawalinya dibuat dalam berbagai menu seperti yang ada di Sarang Kawalinya, belum tentu ditemukan di tempat lain,” tuturnya.


Karena itu, ia mendorong para pelaku usaha untuk terus berinovasi dengan mengangkat bahan pangan lokal sehingga dapat menjadi identitas kuliner Kota Ambon.


Ia juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Ambon telah mencapai 6,09 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku maupun nasional.


Ia berharap pertumbuhan tersebut dapat terus dijaga melalui munculnya berbagai usaha baru yang mampu membuka lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.


“Dengan semakin bertumbuh dan berkembangnya cafe dan resto di Kota Ambon, mudah-mudahan ini dapat mendukung dan menopang perekonomian Kota Ambon,” katanya.


Menurutnya, lokasi Sarang Kawalinya juga menjadi salah satu keunggulan karena berada pada kawasan strategis yang menjadi jalur menuju maupun dari Bandara Pattimura.


“Lokasinya sangat strategis. Orang yang mau ke bandara bisa lewat sini, begitu juga orang dari bandara bisa melewati kawasan ini. Tinggal bagaimana kita mempromosikannya,” jelasnya.


Di akhir sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada pemilik Sarang Kawalinya Cafe & Resto beserta keluarga.


Ia berharap usaha tersebut dapat berkembang, membuka lapangan pekerjaan, memberikan pilihan kuliner baru bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekonomi Kota Ambon.


“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati Sarang Kawalinya dalam upaya untuk terus berkembang ke depan,” pungkasnya.


Peresmian Sarang Kawalinya Cafe & Resto turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah, di antaranya perwakilan Pemerintah Negeri Rumah Tiga, pihak kecamatan, serta unsur ketenagakerjaan Provinsi Maluku. (Za)

Selengkapnya

Kadister Kodaeral IX Hadiri Ziarah Rombongan HUT ke-81 Provinsi Maluku

Agustus 17, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Kodaeral IX Kolonel Laut (KH) Franky Jamris Akihary mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H. menghadiri Upacara Ziarah Rombongan dalam rangka peringatan HUT ke-81 Provinsi Maluku Tahun 2026 di TMP Kapaha Tantui, Sirimau, Kota Ambon, Selasa (18/8/2026). 


Ziarah rombongan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Provinsi Maluku sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengabdikan jiwa dan raganya bagi bangsa dan negara.


Dalam kegiatan tersebut, Kadister Kodaeral IX bersama para peserta mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat.


Kehadiran Kodaeral IX mencerminkan komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus menghormati jasa para pahlawan serta menanamkan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian kepada generasi penerus.


Upacara turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Ir. Sadali Ie, Dir Samapta Polda Maluku Kombes Pol Agus Pujianto, Kabag Ops Binda Maluku Muh. Hikmatullah Siknun, Koordinator Kejati Maluku Abraham Batoek, Kepala Basarnas Ambon Muhammad Arafah, Kabagum Bakamla Zona Timur Sahlani, Kakesbangpol Provinsi Maluku Daniel Eduard Indey, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Maluku.


Ziarah rombongan ditandai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan peletakan karangan bunga sebagai bentuk penghargaan atas jasa serta pengorbanan mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


Momentum tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan para pendahulu melalui pengabdian dan kontribusi nyata dalam membangun Provinsi Maluku.


Melalui peringatan HUT ke-81 Provinsi Maluku, semangat persatuan, gotong royong, dan pengabdian diharapkan terus diperkuat guna mendukung terwujudnya Maluku yang semakin maju, adil, dan sejahtera. (Rdks) 

Selengkapnya

Bupati SBB Asti Arman Pimpin Malam Resepsi Kenegaraan Dipuncak HUT Kemerdekaan RI Ke-81

Agustus 17, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Dipenghujung perayaan Dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tepatnya pada senin 17 Agustus di tahun 2026 ini, Kabupaten Seram Bagian Barat melaksanakan acara malam resepsi kenegaraan yang dipimpin secara lansung Bupati SBB Ir. Asri Arman. 


Kegiatan tersebut terselenggara tepatnya pukul 19 : 00 Wit, yang bertempat di pandopo Bupati SBB. Senin 17/08/2026


Dalam arahan singkatnya Bupati SBB menyampaikan" Malam resepsi kenegaraan ini bukan sekedar seremonial, namun merupakan sebuah wujud rasa syukur atas kemerdekaan yang diraih dari perjuangan, dan mengenang kembali ingatan kita terhadap nilai-nilai pengorbanan para kusuma bangsa dalam memproklamirkan kemerdekeaan bangsa dan negara. 


Pantauan media ini, rangkaian acara yang berlangsung sederhana, namun penuh hikmat, dan bersahaja.


Selain itu Bupati juga menambahkan" Ini bukan sekadar slogan, tetapi merepresentasikan semangat dan cita-cita bangsa dalam mengisi kemerdekaan, dengan rakyat sebagai fondasi utama untuk mewujudkan indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. 


Ditambahkan-nya" semangat inilah yang harus kita wujudkan bersama, termasuk di kabupaten seram bagian barat.


Sepanjang tahun ini, pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat terus berupaya menerjemahkan semangat tersebut melalui langkah-langkah nyata, antara lain memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berdaulat, mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur, pendidikan masyarakat, pangan dan serta meningkatkan kualitas Layanan kesehatan bagI memperkuat ketahanan ekonomi dan kerakyatan agar kesejahteraan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat. 


Semua capaian ini tidak akan terwujud tanpa kerja sama, gotong royong, dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat kabupaten seram bagian barat.


Dikesempatan yang sama Bupati juga menambahkan" Dirinya menyampaikan apresiasi dan penghargaan serta rasa terimakasih, kepada seluruh panitia, TNI/POLRI, ASN, instansi vertikal, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, pemuda, seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan seluruh rangkaian peringatan hut ke-81 kemerdekaan republik indonesia tahun 2026 di kabupaten seram bagian barat.


Terkhusus kepada para pembina, para pelatih dan para anggota paskibra Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2026, Bupati mengucapkan Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. 


Diakhir penyampaian-nya Bupati mengatakan" dirgahayu republik indonesia ke-81 tahun, jayalah indonesiaku, jayalah daerah kita tercinta! merdeka... merdeka... merdeka. Tutup Bupati (Yan) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT