globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Rabu, 04 November 2026

Kunjungan Silaturahmi : Kapolresta Ambon Bangun Kerja Sama dengan Unpatti untuk Tingkatkan Kualitas Penegakan Hukum

November 04, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si., melakukan kunjungan silaturahmi dengan Dekan Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Prof. Dr. Adonia Ivonne Laturette, S.H., M.H., di ruang Dekan Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Kamis (5/11/2026).


Kunjungan yang berlangsung pukul 10.15 WIT tersebut bertujuan mempererat hubungan silaturahmi sekaligus membangun sinergitas antara Polresta Ambon dengan kalangan akademisi, khususnya Fakultas Hukum Universitas Pattimura.


Dalam pertemuan tersebut, Kapolresta menyampaikan rencana kerja sama yang akan dituangkan melalui surat kerja sama, dengan mencakup berbagai kebutuhan di bidang hukum, penegakan hukum, penyuluhan hukum, serta peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia anggota Polri.


Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah peningkatan kapasitas penyidik melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi personel Polri, khususnya penyidik yang belum memiliki gelar Sarjana (S1). Melalui program tersebut, pengalaman kerja, kompetensi, pendidikan, dan pelatihan yang telah diperoleh selama bertugas diharapkan dapat diakui sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga memberikan kesempatan bagi personel untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana.


Selain peningkatan kapasitas penyidik, kerja sama ini juga diarahkan pada pemanfaatan keahlian akademisi dan tenaga ahli untuk membantu Polresta Ambon dalam mengkaji serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan hukum yang berkembang di wilayah Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease.


Ruang lingkup kerja sama yang dibahas juga mencakup sosialisasi dan penyuluhan hukum kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di negeri-negeri dan desa-desa yang memiliki potensi konflik sosial. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman hukum masyarakat sekaligus mencegah munculnya persoalan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.


Untuk mendukung hal tersebut, turut dibahas gagasan pembentukan forum komunikasi antara akademisi dan kepolisian. Forum ini nantinya diharapkan menjadi wadah koordinasi, pemetaan persoalan hukum dan sosial masyarakat di Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, serta pelaksanaan kajian hukum bersama sebagai bahan pertimbangan dalam mencari solusi atas berbagai permasalahan yang terjadi.


Melalui sinergitas tersebut, Polresta Ambon berharap kehadiran akademisi dapat memberikan kontribusi dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, meningkatkan profesionalisme penyidik, serta membantu masyarakat memperoleh pemahaman dan pendampingan melalui kegiatan penyuluhan hukum.


Kegiatan silaturahmi turut dihadiri Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Pattimura Dr. Johanis Steny Farnco Peilouw, S.H., M.H., Guru Besar Prof. Dr. Juanrico Alfamorona Sumarez Titahelu, S.H., M.H., Kepala Bagian Tata Usaha Datu Tidore, S.Sos., serta Kabag Log AKP Johan W.M. Anakotta, Kasat Reskrim Kompol Denty Indrawan Lubis, S.I.K., Kasat Intelkam AKP Darmawan, Kasat Resnarkoba AKP Andi Amrin, S.Sos., M.H., dan Kasi Propam AKP Vergie Syahailatua.


Pertemuan berakhir sekitar pukul 11.30 WIT, ditandai dengan pemberian cenderamata dan foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar. (Rdks) 

Selengkapnya

Kodaeral IX Perkuat Mental Spiritual Prajurit melalui Kauseri Agama, Teguhkan Karakter Ksatria Jalasena

November 04, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX terus memperkuat pembinaan mental dan spiritual prajurit melalui kegiatan Kauseri Agama (Kegiatan Agama untuk Siraman Rohani) yang diikuti Wakil Komandan (Wadan) Kodaeral IX, Kolonel Laut (P) Baharudin Anwar, S.T., M.M., secara virtual dari Masjid Nurul Iman, Mako Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Kamis (5/11/2026).


Kegiatan pembinaan rohani yang diselenggarakan secara terpusat oleh Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) tersebut kali ini dipusatkan di Kodaeral XI dengan menghadirkan Ustaz Muhammad Nuzul, S.Pd.I., M.A., sebagai penceramah.


Kauseri agama mengangkat tema "Beriman Teguh kepada Tuhan dalam Membangun Karakter Ksatria Jalasena yang Tangguh dan Pantang Menyerah dalam Setiap Tugas". 


Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus membentuk karakter prajurit yang berintegritas, tangguh, dan senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan dalam menjalankan tugas pengabdian.


Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan sambutan Dankodaeral XI yang diwakili Wadan Kodaeral XI, penyampaian ceramah agama, serta doa bersama.


Dalam tausiyahnya, Ustaz Muhammad Nuzul mengingatkan pentingnya menjaga salat sebagai kewajiban utama umat Islam serta menjadikan kematian sebagai pengingat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga mengajak seluruh prajurit untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memanfaatkan waktu dengan memperbanyak amal kebaikan.


Usai mengikuti ceramah, Wadan Kodaeral IX memberikan penekanan kepada seluruh personel agar senantiasa mengingat kematian sebagai dorongan untuk segera bertobat, tidak menunda-nunda berbuat baik, serta menjaga ketenangan dan kesempurnaan dalam beribadah.


Pembinaan rohani juga dilaksanakan bagi personel beragama Nasrani di Gereja Mahanaim, Mako Kodaeral IX. Kegiatan berupa ceramah agama dan doa bersama tersebut dipimpin Pendeta Felipus Ferdinand, M.Th., dari Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Maranatha, sebagai bagian dari pembinaan iman yang dilaksanakan secara terpusat.


Kegiatan ini turut dihadiri para Pejabat Utama, Kepala Satuan Kerja, perwira menengah, serta prajurit dan Aparatur Sipil Negara Kodaeral IX dari berbagai golongan kepangkatan.


Melalui pembinaan mental dan spiritual yang dilaksanakan secara berkesinambungan, Kodaeral IX berkomitmen membentuk prajurit TNI AL yang tidak hanya profesional dan tangguh dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki keimanan, ketakwaan, serta integritas moral yang kuat sebagai landasan pengabdian kepada bangsa dan negara. (Rdks) 

Selengkapnya

Wabup Kasman Dorong Anggota PMR Jadi Pelopor Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah

November 04, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com – Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd., secara resmi membuka kegiatan Latihan Dasar Gabungan (LATSARGAB) Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Wira bagi siswa SMA, SMK dan sederajat, Kamis (5/11/2026).


Kegiatan yang berlangsung di lapangan upacara Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, tersebut mengusung tema “Membentuk Karakter Remaja Berjiwa Kemanusiaan, Disiplin, Peduli dan Bertanggung Jawab serta Menjadi Tim Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah”.


Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Halut Dr. Kasman Hi. Ahmad, Pasi Log Kodim 1508/Tobelo Kapten Inf. Frans Komea, Kepala BNN Kabupaten Halut Ir. Fadly Irwandy Sadik, M.M., Kepala BPBD Halut Hentje Marthin L. Hetharia, S.Hut., Kepala Basarnas Tobelo Marjun Doa, Kepala Markas PMI Halut A. Rahman Tjereni, para kepala sekolah, peserta LATSARGAB PMR serta tamu undangan lainnya dengan jumlah sekitar ratusan orang.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, PMR merupakan wadah pembinaan generasi muda dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, kedisiplinan, kerja sama serta rasa tanggung jawab.


Ia berharap melalui kegiatan LATSARGAB, para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dasar kepalangmerahan, tetapi juga mampu membentuk kepribadian yang memiliki jiwa kemanusiaan dan kesiapan membantu sesama, terutama ketika menghadapi situasi darurat maupun bencana.


Kasman juga menekankan pentingnya peran anggota PMR sebagai pelopor kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Para anggota diharapkan mampu memberikan edukasi kepada teman-temannya sekaligus membangun budaya saling peduli dan saling menolong.


“Kepada seluruh peserta, saya berharap agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, kekompakan, serta menjunjung tinggi semangat persaudaraan,” pesannya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang berorientasi pada pembinaan karakter dan peningkatan kualitas generasi muda. (🅁🄴🄳).

Selengkapnya

Tindaklanjuti Evaluasi Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Namlea Catat Kemajuan di Sejumlah Indikator Kinerja

November 04, 2026


Namlea
, Globaltimurnn.com — Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola organisasi terus ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea. Keseriusan tersebut dibuktikan melalui pemenuhan sejumlah target dan tindak lanjut hasil evaluasi kinerja yang dilakukan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev), Rabu (04/11/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini melibatkan enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Maluku. Monev menjadi sarana untuk memantau perkembangan pelaksanaan program kerja, mengidentifikasi kekurangan, sekaligus memastikan setiap arahan yang telah diberikan sebelumnya dapat ditindaklanjuti secara optimal.


Pelaksanaan evaluasi dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Novriadi, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Sarwono, serta Kepala Bidang Bimbingan Kemasyarakatan, Catherian V. Picauly. Turut hadir para ketua tim dari masing-masing pokok kinerja serta perwakilan Rutan Kelas IIA Ambon, Rutan Kelas IIB Masohi, Lapas Kelas III Wahai, Bapas Kelas II Ambon, dan Bapas Kelas II Saumlaki.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad Marasabessy, memaparkan perkembangan sejumlah indikator kinerja yang sebelumnya menjadi perhatian dalam evaluasi Kanwil Ditjenpas Maluku.


Adapun aspek yang dipaparkan mencakup realisasi anggaran, pengelolaan kearsipan melalui aplikasi Srikandi, penatausahaan Barang Milik Negara (BMN), kelengkapan data kepegawaian pada aplikasi Simwaipas, pelayanan dan perawatan kesehatan, hingga optimalisasi penggunaan berbagai aplikasi pendukung kinerja pemasyarakatan.


Sejumlah aplikasi yang turut menjadi perhatian meliputi Star Proaksi, Star Hukerma, Satu Data Pemasyarakatan, Sprinterpas Lite, Survei SPAK-SPKP, serta Star RB-ZI.


Marasabessy menjelaskan, berbagai catatan yang ditemukan dalam evaluasi sebelumnya telah ditindaklanjuti melalui pembenahan dan pemutakhiran data pada masing-masing sistem pelaporan. Salah satu capaian yang berhasil diselesaikan adalah pemenuhan data seluruh pegawai pada aplikasi Simwaipas yang kini telah mencapai 100 persen.


Selain itu, kekurangan dokumen dan data pada sejumlah aplikasi pendukung lainnya juga telah dilengkapi melalui proses pengunggahan dokumen sesuai kebutuhan. Pihaknya turut melakukan peningkatan realisasi anggaran sebagai bagian dari upaya memperkuat efektivitas pelaksanaan program kerja.


"Beberapa catatan dan kekurangan yang ada pada evaluasi pertama sudah kami tindak lanjut dengan mengisi data-data yang sebelumnya tidak lengkap. Untuk data pada aplikasi Simwaipas seluruh pegawai sudah 100% dan data-data yang kurang pada aplikasi Star Proaksi, Sprinterpas, maupun Star Hukerma, Star RB-ZI sudah kami upload. Untuk realisasi anggaran juga sudah kami tingkatkan dan akan terus berupaya semaksimal mungkin agar bisa terserap seluruhnya," jelas Marasabessy.


Menurutnya, tindak lanjut hasil evaluasi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab jajaran Lapas Namlea dalam menjaga kualitas administrasi, meningkatkan kedisiplinan pelaporan, serta memastikan setiap indikator kinerja dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.


Sementara itu, Plh. Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Novriadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh UPT yang telah menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti arahan dan rekomendasi hasil evaluasi sebelumnya.


Ia menegaskan bahwa seluruh data dan laporan perkembangan yang disampaikan masing-masing UPT akan menjadi bahan penting dalam mengukur pencapaian kinerja Kanwil Ditjenpas Maluku, khususnya menjelang pelaksanaan rapat refleksi akhir tahun 2026.


"Data-data yang telah disampaikan seluruh jajaran dari UPT selanjutnya akan menjadi acuan dan indikator kinerja Kanwil Ditjenpas Maluku pada saat kegiatan rapat refleksi akhir tahun 2026. Oleh karena itu, kami harapkan seluruh UPT terus menunjukkan akuntabilitas kinerja yang berkualitas untuk membawa Kanwil Ditjenpas Maluku semakin maju," tutur Novriadi.


Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Lapas Namlea diharapkan mampu mempertahankan capaian yang telah diraih sekaligus terus melakukan pembenahan terhadap aspek-aspek yang masih memerlukan peningkatan.


Pemenuhan target administrasi dan optimalisasi sistem pelaporan bukan sekadar bentuk kepatuhan terhadap instruksi organisasi, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola pemasyarakatan yang transparan, tertib, profesional, dan akuntabel.


Dengan berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan, Lapas Kelas III Namlea menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kinerja serta mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemasyarakatan yang semakin baik di wilayah Maluku. (Za)

Selengkapnya

Perkuat Pembinaan dan Kemandirian Warga Binaan, Lapas Dobo Gandeng Dinsos dan Dinas Pertanian Kepulauan Aru

November 04, 2026


Dobo
, Globaltimurnn.com — Upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo. Kali ini, langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dengan menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Dinas Sosial dan Dinas Pertanian, Rabu (04/11/2026).


Kerja sama ini menjadi langkah strategis Lapas Dobo dalam memperluas jangkauan pembinaan, tidak hanya pada aspek pembentukan karakter, tetapi juga menyentuh kebutuhan rehabilitasi sosial dan peningkatan keterampilan warga binaan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana.


Penandatanganan perjanjian berlangsung di ruang kerja Kepala Lapas Dobo. Dokumen kerja sama ditandatangani langsung oleh Kepala Lapas Dobo, Pieter Jan Lessy, bersama Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Aru. Kegiatan tersebut turut disaksikan jajaran pejabat struktural dari Lapas Dobo maupun kedua instansi terkait.


Melalui kerja sama dengan Dinas Sosial, Lapas Dobo akan memperkuat pelayanan pendampingan dan rehabilitasi sosial, termasuk mendukung proses reintegrasi warga binaan agar dapat kembali diterima dan beradaptasi secara positif di lingkungan masyarakat. Selain itu, kerja sama tersebut juga mencakup fasilitasi layanan kesejahteraan sosial bagi warga binaan yang membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus.


Di sisi lain, kolaborasi dengan Dinas Pertanian diarahkan pada pengembangan program pembinaan kemandirian melalui pelatihan budidaya tanaman, pendampingan teknis, serta dukungan penyediaan bibit dan sarana pertanian. Program ini diharapkan dapat membuka peluang bagi warga binaan untuk mempelajari keterampilan produktif yang memiliki nilai manfaat dan potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.


Kepala Lapas Dobo, Pieter Jan Lessy, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan pemasyarakatan tidak dapat diwujudkan hanya melalui peran internal lembaga. Dibutuhkan keterlibatan dan dukungan berbagai pihak agar proses pembinaan dapat berjalan lebih maksimal serta memberikan dampak nyata bagi perubahan kehidupan warga binaan.


Menurutnya, warga binaan perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri, memperoleh keterampilan, serta membangun kepercayaan diri agar nantinya mampu menjalani kehidupan secara mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.


"Pemasyarakatan tidak dapat berjalan sendiri. Pembinaan yang optimal membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa warga binaan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, serta mendapatkan pendampingan sosial sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat secara mandiri dan produktif," tegas Pieter.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Aru menyambut positif terjalinnya kemitraan tersebut. Keduanya menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam mendukung program pembinaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing instansi.


Dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama semata, tetapi dapat diwujudkan melalui program pendampingan, pelatihan, serta berbagai kegiatan nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga binaan.


Bagi Lapas Dobo, keterlibatan kedua instansi ini menjadi peluang untuk menghadirkan pola pembinaan yang lebih luas dan terarah. Aspek sosial dan keterampilan kerja menjadi dua hal penting yang saling melengkapi dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi proses reintegrasi sosial.


Melalui sinergi tersebut, Lapas Kelas III Dobo berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri, menemukan potensi, dan membangun kemampuan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat.


Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud komitmen bahwa pembinaan pemasyarakatan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan dukungan lintas instansi, diharapkan warga binaan mampu menatap masa depan dengan keterampilan, kepercayaan diri, serta semangat untuk menjadi bagian yang produktif dalam kehidupan bermasyarakat. (Za)

Selengkapnya

Asah Kreativitas Warga Binaan, Rutan Ambon Hasilkan Podium Upacara Lewat Program Pembinaan Kemandirian

November 04, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Program pembinaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengasah kemampuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Salah satu hasil nyata dari pembinaan tersebut terlihat melalui pembuatan podium upacara yang dikerjakan langsung oleh warga binaan, Rabu (04/11/2026).


Karya tersebut menjadi bukti bahwa masa pembinaan dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan kreativitas, sekaligus membangun keterampilan yang memiliki nilai guna. Melalui kegiatan ini, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam proses pengerjaan, mulai dari tahapan awal hingga menghasilkan sebuah podium yang nantinya digunakan untuk menunjang kegiatan upacara di lingkungan Rutan Ambon.


Dalam proses pembuatannya, warga binaan dituntut untuk mengedepankan ketelitian, kesabaran, kreativitas, serta tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran keterampilan yang diharapkan dapat terus dikembangkan, bahkan setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan.


Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu program penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.


Menurutnya, setiap kegiatan produktif yang dilaksanakan bukan sekadar menghasilkan barang, melainkan menjadi sarana untuk menggali potensi, membangun semangat berkarya, dan menanamkan nilai-nilai kemandirian.


“Melalui kegiatan pembuatan podium upacara ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas mereka. Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif,” ungkap Meta Putra.


Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kerja, Ode Ena, menjelaskan bahwa kegiatan pembuatan podium merupakan bagian dari pembinaan keterampilan yang mengutamakan praktik secara langsung. Dengan terlibat dalam proses produksi, warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga belajar menghasilkan sebuah karya melalui kemampuan yang terus diasah.


Ia menilai, kegiatan semacam ini penting untuk membangun kebiasaan positif, sekaligus melatih kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.


“Dalam kegiatan pembinaan kemandirian, kami berupaya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan yang mereka miliki. Pembuatan podium ini menjadi salah satu contoh bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang memiliki manfaat. Harapannya, keterampilan seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal bagi mereka setelah kembali ke masyarakat,” jelas Ode Ena.


Kesempatan untuk berkarya tersebut juga mendapat respons positif dari warga binaan yang terlibat langsung. Salah satunya, Onco, mengaku senang karena dapat mengambil bagian dalam proses pembuatan podium upacara. Baginya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga sekaligus kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru.


“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan. Saya merasa senang karena bisa ikut menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Selain menambah pengalaman, kegiatan ini juga memberikan motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif,” ungkap Onco.


Ia berharap program pembinaan keterampilan di Rutan Ambon dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak warga binaan memperoleh kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan diri sebagai persiapan menghadapi kehidupan setelah bebas nanti.


Lebih dari sekadar menghasilkan podium upacara, kegiatan ini memperlihatkan bahwa pembinaan kemandirian dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun lingkungan tempat mereka menjalani pembinaan. Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang fasilitas kegiatan upacara, sementara proses pembuatannya menjadi pengalaman pembelajaran yang bernilai bagi para warga binaan.


Melalui berbagai kegiatan produktif tersebut, Rutan Kelas IIA Ambon terus mendorong terciptanya pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga peningkatan kapasitas dan keterampilan.


Harapannya, setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk menemukan potensi terbaik dalam dirinya, sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka tidak hanya membawa pengalaman selama menjalani pembinaan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif. (Za)

Selengkapnya

Perkuat Sinergitas Dan Kolaborasi, Tingkatkan Kreativitas Musisi Muda, Kapolres SBB Terima Kunjungan Silaturahmi Komunitas Musisi Saka Mese Nusa

November 04, 2026



Piru
, globaltimurnn.com – Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., menerima kunjungan silaturahmi Komunitas Musik Saka Mese Nusa di kediaman Kapolres SBB, Rabu (4/11/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Komunitas Musisi Saka Mese Nusa, Aipda Abraham Wemay, bersama sejumlah pengurus dan anggota, yakni Sekretaris Verry Jacob, Pendiri Likko Junus, Bendahara Christin Wonlele, Kuasa Hukum Benny Adam, S.H., serta anggota Yani Pattipawaej, Aten Vanroom, dan Dace Wakanno.


Silaturahmi ini bertujuan mempererat hubungan, membangun komunikasi, serta meningkatkan koordinasi antara Polres SBB dengan komunitas musik yang ada di Kabupaten Seram Bagian Barat.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres SBB menyambut baik kunjungan Komunitas Musisi Saka Mese Nusa, Ia menyampaikan bahwa komunitas musisi memiliki peran penting sebagai wadah penyaluran kreativitas, pengembangan bakat, serta pembinaan generasi muda melalui kegiatan seni yang positif.


Kapolres juga mengajak seluruh anggota komunitas untuk terus menjaga kekompakan, mengembangkan kreativitas, dan menjadikan musik sebagai sarana mempererat persaudaraan serta menjaga persatuan di tengah masyarakat.


"Melalui kegiatan positif seperti seni dan musik, kita dapat membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan bakatnya, Saya berharap komunitas ini juga dapat menjadi mitra Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif," ungkap Kapolres.


Lebih lanjut, Kapolres berharap komunikasi dan hubungan baik yang telah terjalin dapat terus dipelihara sehingga tercipta sinergi antara Polri dan komunitas masyarakat dalam mendukung berbagai kegiatan positif di Kabupaten Seram Bagian Barat.


Kedepan-nya komunitas ini bukan sekedar komunitas namun, komunitas yang akan berbadan hukum secara legal, dan tidak ilegal atau hanya sekedar mencari uang dengan sekedar konser jalanan, tetapi komunitas yang benar - benar terorganisir, terstruktur dengan baik. 


Kegiatan silaturahmi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Melalui pertemuan ini, Polres SBB terus berkomitmen membangun kedekatan dengan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT