globaltimurnn.com

Sabtu, 01 Agustus 2026

Kapal Kayu Yuni Bahari Ber-awak 5 Orang, Berhasil Diselamatkan Tim SAR, Saat Alami Kebocoran Diperairan Pulau Banda

Agustus 01, 2026


Banda
, globaltimurnn.com - Kapal Yuni Bahari berpenumpang 5 awak kapal yang mengalami kebocoran di tengah lautan Banda berhasil diselamatkan Pos SAR Banda dan Unsur Gabungan pada Sabtu, 01/8/2026.


Kelima korban berhasil evakuasi Tim SAR Gabungan dengan selamat dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga di Pulau Banda.


Ezau Risamasu selaku Koordinator Pos SAR Banda menyampaikan "Informasi Kondisi Membahayakan Jiwa Manusia ini kami terima dari Bapak Robo. Pada Sabtu, 01/8 sekitar pukul 12.55 wit.


Selaku keluarga, menyampaikan meminta bantuan SAR terhadap Kapal tersebut yang mengalami kebocoran dilautan Banda tepatnya disekitar Selatan Perairan Pulau Run, Kabupaten Maluku Tengah. Tim SAR Gabungan kemudian dikerahkan menggunakan RIB menuju lokasi kejadian dengan jarak -+ 16,3 Nautical Mile, Heading 242.82°arah Barat Daya.


Sekitar pukul 15.24 wit, Kapal tersebut berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan pada jarak -+ 18 Nautical Mile arah Barat Laut dari lokasi kejadian. Setelah dilakukan koordinasi dengan awak kapal bahwa, kebocoran sedikit berhasil diperbaiki dan kapal dapat melanjutkan perjalanan kembali. 


RIB Pos SAR Banda selanjutnya mendampingi Kapal kayu tersebut melanjutkan perjalanan menuju Pulau Banda Neira. Dan pada pukul 00.30 wit tanggal 02/8 Tim SAR Gabungan bersama Kapal Yuni Bahari tiba dengan selamat di Pelabuhan Rakyat Banda selanjutnya seluruh korban diserahkan kepada pihak keluarga. 


Menurut informasi, Kapal Kayu tersebut bertolak dari Kota Ambon pada tanggal 31/7 dengan tujuan Pulau Banda Neira. Namun setibanya di sekitar Perairan Pulau Run, kapal dihantam gelombang hingga mesin alkon mengalami kerusakan dan kapal mengalami kebocoran. Alhamdulillah setelah berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan para awak kapal menyampaikan bahwa kebocoran sedikit berhasil diperbaiki dan kapal dapat melanjutkan perjalanan kembali. Kapal tersebut selanjutnya di dampingi RIB Pos SAR Banda guna melanjutkan perjalanan dan berhasil tiba dengan selamat di Pulau Banda.


Data korban :

1. La Ajo (Nahkoda) 41/L

2. Ruslan 33/L

3. La Ante 54/L

4. La Anto 31/L

5. Salman 55/L


Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur Potensi diantaranya, Pos SAR Banda, Polairud Banda, Koramil Banda, dan Keluarga korban. 


Alut dan Palsar yang digunakan diantaranya, RIB Pos SAR Banda, longboat masyarakat, dan Rescue Car. 


Cuaca dilapangan dilaporkan Cerah berawan, angin tenggara kecepatan 26 knots, dan tinggi gelombang 2,5 meter.


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (Rdks)

Selengkapnya

Sekda Papilaya: Jadilah Lentera yang Terangi Kemajuan Halmahera Utara

Agustus 01, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara Drs. E.J. Papilaya, M.TP hadir dan menjadi tokoh utama dalam Malam Puncak Festival Lentera Hibualamo, sekaligus acara penutup KKN Kolaborasi Nusantara yang melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Khairun (UNKHAIR), dan Universitas Halmahera (UNIERA). Kegiatan berlangsung di lokasi bersejarah Hibualamo, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Sabtu malam (01/08/2026) dihadiri ratusan warga Halmahera Utara. 

 

Dalam kesempatan tersebut, Sekda hadir mewakili Bupati Halmahera Utara untuk menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa dan dosen pendamping. “Kami bangga atas karya nyata yang kalian hadirkan—mulai dari inovasi pengolahan tepung dan kerupuk pisang, hingga teknologi pengasapan ikan fufu yang kini lebih berkualitas,” ujar Sekda menyampaikan amanat Pemerintah Daerah.

 

Sekda menegaskan bahwa kolaborasi tiga universitas ini adalah bukti nyata semangat persatuan dalam wadah rumah besar Hibualamo. Ia berharap kerja sama ini tidak berakhir disini, melainkan terus diperluas untuk membesarkan nama Maluku Utara di mata dunia.

 

Poin penting yang disampaikan Sekda adalah pengembangan hilirisasi potensi unggulan daerah, khususnya komoditas pala, bersama UGM yang akan dibawakan dengan merek “Gama Palato” – Gadjah Mada Pala Tobelo. Ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah untuk memajukan ekonomi masyarakat.

 

“Marilah kita jadikan diri kita masing-masing sebagai ‘lentera’, yang senantiasa memancarkan cahaya, semangat, dan kontribusi nyata demi terwujudnya Halmahera Utara yang semakin maju dan sejahtera,” ajaknya mengakhiri sambutan.

 

Selain Sekda, turut hadir Staf Ahli Gubernur Maluku Utara Dr. Ir. Fachruddin Tukuboya, ST.,MM, para dosen pembimbing dari ketiga universitas, perwakilan Forkopimda, tokoh adat, serta masyarakat luas. Malam penuh makna ini diisi dengan puisi, prosesi simbolis, tarian kolaborasi, dan penampilan seni, yang berakhir aman, lancar dan tertib. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Wakili Rektor UNIERA, Dr. Lilian Apituley Tekankan Cahaya Persatuan & Keberlanjutan Kolaborasi

Agustus 01, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com – Dalam Malam Puncak Festival Lentera Hibualamo yang berlangsung di Hibualamo, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Sabtu malam (01/08/2026), Dr. Lilian Gressthy Florensya Apituley, S.Pi.,M.Hum selaku Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus mewakili Rektor Universitas Halmahera (UNIERA), menyampaikan pesan penting tentang makna persatuan dan pentingnya menjaga semangat kerja sama yang telah terjalin.

 

Festival Lentera Hibualamo, ungkap Dr. Lilian, bukan sekadar tentang lentera, melainkan simbol cahaya harapan, persatuan, dan semangat membangun Bumi Hibualamo. Ia sangat mengapresiasi mahasiswa dari tiga universitas—Universitas Gadjah Mada, Universitas Khairun, dan Universitas Halmahera—yang mampu bersatu melampaui perbedaan latar belakang budaya, daerah, dan kampus untuk bersama-sama mengabdi kepada masyarakat Halmahera Utara.

 

“Semangat kolaborasi ini tidak boleh berhenti di sini, melainkan harus terus hidup melalui kerja sama berkelanjutan di bidang pengabdian, penelitian, maupun pendidikan antar perguruan tinggi, ” tegas Dr. Lilian

 

Kepada para mahasiswa, Ia berpesan agar menjadikan pengalaman KKN sebagai pembelajaran hidup yang berharga: “Ilmu terbaik tidak hanya kita temukan di dalam ruang kuliah, melainkan juga lewat interaksi langsung dan hidup bersama masyarakat.”

 

Dosen asal Ambon ini juga mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada masyarakat yang telah menerima kehadiran para mahasiswa dengan penuh kehangatan, serta kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara atas dukungan penuh yang diberikan. “Semoga festival ini menjadi inspirasi nyata, agar kita terus membangun Halmahera Utara yang lebih maju dengan semangat kebersamaan yang tak terpisahkan,” tutupnya.

 

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Staf Ahli Gubernur Maluku Utara, Sekretaris Daerah Halmahera Utara, para dosen pembimbing universitas lain, perwakilan instansi, tokoh adat, serta ratusan mahasiswa dan masyarakat. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Kepsek SD Tanah Goyang Diduga Gelapkan Dana Bantuan PIP, Ortu dan Siswa Siap Aksi Penolakan

Agustus 01, 2026


SBB
, globaltimurnn.com – Program Indonesia Pintar (PIP) adalah program prioritas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang dalam hal ini para peserta PIP mendapatkan bantuan dana dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP).


Melalui program ini pemerintah berharap angka putus sekolah di Indonesia umumnya dan khususnya di Kabupaten Seran Bagian Barat bisa menurun secara drastis.


Pasalnya, KIP bisa dibilang kartu sakti yang dapat membantu masyarakat kurang mampu untuk menyekolahkan anaknya secara gratis dari usia 6-21 tahun.


Tidak hanya itu, KIP juga ditujukan untuk membantu meringankan biaya personal pendidikan seperti baju sekolah hingga alat tulis, mencegah siswa agar tidak putus sekolah serta membantu siswa yang berhenti sekolah agar bisa kembali menimba ilmu.


Namun sangat disayangkan, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Tanah Goyang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, sebaliknya menyengsarakan Siswa maupun wali murid, pasalnya, kucuran dana PIP Tahun dari tahun 2014 belum sama sekali disalurkan kepada penerima bantuan, hal ini disampaikan salah satu orang tua murid yang enggan namanya dimediakan dari SD Tanah Goyang tersebut kepada sejumlah awak media diambon sore tadi lewat pesan whatsaap-nya


Hal ini di ketahui oleh semua dewan guru namuan karena pernah mengancam dengan bahasa "kalau kalian buka mulut maka saya akan melaporkan kalian dengan beberapa masalah yang kalian hadapi" sehingga semua guru menjadi takut untuk buka suara, bendahara sekolah pun tak bisa berbuat apa-apa, yang diketahui-nya hanyalah pencairan selanjutnya dana tersebut di ambil langsung oleh kepala Sekolah. Sambungnya


Dalam penjelasan-nya sumber yang di dampingi sejumlah siswa SD Tanah Goyang itu, mengatakan“ penyaluran dana PIP Tahun 2014 tidak diterima siswa bahkan hingga sampai pada tahun 2026 ini.


Ironisnya buku tabungan ada namun hanya buku tabungan yang di pegang wali murid namun uangnya sampai para siswa kelas VI lulus dari SD tersebut Uangnya tidak kunjung ada.


Komite juga tidak pernah di libatkan dalam kegiatan apapun, bahkan terkait anggaran apa saja pun tidak diketahui oleh komite. Jelas sumber seraya menutup percakapan-nya via pesan whatsaap  


Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SD Tanah Goyang belum bisa dihubungi. (Rdks)


Selengkapnya

UGM, UNKHAIR dan UNIERA Bersatu: Sukses Gelar Festival Lentera Hibualamo

Agustus 01, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com – Suasana di kawasan Rumah Adat Hibualamo, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, berubah menjadi panggung kebersamaan yang megah saat digelarnya Malam Puncak Festival Lentera Hibualamo, sekaligus menutup rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Nusantara 2026 yang menyatukan tiga perguruan tinggi: Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Khairun (UNKHAIR), dan Universitas Halmahera (UNIERA). Acara berlangsung Sabtu malam (1/8/2026) pukul 20.00 WIT. 

 

Hadir mewakili Gubernur Maluku Utara, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Dr. Ir. Fachruddin Tukuboya, ST.,MM. Sementara Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara diwakili oleh Sekretaris Daerah Drs. E.J. Papilaya, M.TP. Turut hadir para dosen pembimbing: Prof. Dr. Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc (UGM), Prof. Dr. Hamidin Rasul, S.TP., M.P (UNKHAIR), Dr. Lilian Gressthy Florensya Apituley, S.Pi.,M.Hum (UNIERA), perwakilan instansi, tokoh adat, mahasiswa, serta ratusan masyarakat luas.

 

Ketua Panitia Ataya Sultan Brakoso melaporkan bahwa selama pengabdian berlangsung sejak 20 Juni lalu, mahasiswa telah menjalankan 233 program kerja yang mencakup sektor pariwisata dan budaya, pendidikan, kesehatan, agroindustri, hingga lingkungan. “Festival Lentera Hibualamo bermakna sebagai cahaya yang mempersatukan, sekaligus menegaskan Rumah Adat Hibualamo sebagai simbol persatuan kita,” ujarnya.

 

Dalam sambutan yang disampaikan perwakilan rektorat masing-masing universitas, disampaikan harapan agar semangat persatuan dari latar berbeda ini tidak berakhir saat KKN selesai, melainkan menjadi benih kerja sama jangka panjang di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian. UGM pun menegaskan komitmennya mendukung pengembangan potensi daerah, termasuk hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa dan pala.

 

Mewakili Bupati Halmahera Utara, Sekda Papilaya memberikan apresiasi tinggi atas terobosan yang dihasilkan mahasiswa—mulai dari pengolahan tepung pisang, kerupuk, hingga teknologi pengasapan ikan fufu yang lebih baik. “Kolaborasi ini adalah wujud nyata semangat persatuan dalam rumah besar Hibualamo. Salah satu wujud nyata kerja sama yang sedang kita bangun adalah hilirisasi pala dengan merek ‘Gama Palato’,” ungkap Sekda. Ia mengajak semua pihak untuk menjadi “lentera” yang membawa cahaya bagi kemajuan daerah.

 

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Dr. Fachruddin Tukuboya menyebut ketiga universitas tersebut sebagai simbol sinergi ilmu, budaya, dan kepedulian. “Cahaya kolaborasi ini akan terus menerangi Bumi Hibualamo dan menjadi bagian dari pembangunan Indonesia,” tuturnya.

 

Malam puncak yang sarat makna ini diisi dengan pembacaan puisi, prosesi simbolisasi, tarian kolaborasi, hingga penampilan musik dari Harmoni Band. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, khidmat, dan ditutup tepat pukul 23.50 WIT. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Pemerhati: Hasil Audit BPK Harus Ditindaklanjuti, Bukan Dijadikan Vonis di Ruang Publik

Agustus 01, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Maraknya pemberitaan mengenai berbagai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku atas pengelolaan keuangan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) belakangan ini menjadi perhatian publik, Berbagai informasi yang beredar memunculkan beragam opini, bahkan tidak sedikit yang menganggap bahwa setiap pihak yang namanya berkaitan dengan temuan BPK otomatis telah melakukan pelanggaran hukum atau layak diberhentikan dari jabatannya.


Menanggapi hal tersebut, pemerhati masyarakat Ahmad B. Kottahatuhaha mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan terhadap hasil pemeriksaan BPK, Menurutnya, temuan BPK merupakan bagian dari mekanisme audit untuk memperbaiki tata kelola keuangan pemerintah, bukan putusan hukum yang menyatakan seseorang bersalah.


"Perlu dipahami bersama bahwa temuan BPK bukan berarti seseorang secara otomatis terbukti melakukan tindak pidana atau dapat langsung diberhentikan dari jabatannya, Hasil audit tersebut merupakan rekomendasi yang harus ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Ahmad.


Ia menjelaskan, apabila dalam proses tindak lanjut ditemukan adanya dugaan tindak pidana yang menimbulkan kerugian negara, maka proses tersebut menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan, penyidikan, hingga pembuktian di pengadilan, Penetapan seseorang sebagai pihak yang bersalah hanya dapat dilakukan melalui putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, bukan semata-mata berdasarkan temuan audit.


Ahmad juga menegaskan bahwa pemberhentian seorang pejabat tidak bisa hanya didasarkan pada adanya temuan BPK, Menurutnya, setiap keputusan mengenai pembinaan maupun pemberhentian pejabat harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, hasil pemeriksaan lanjutan, serta mekanisme administrasi yang berlaku, Karena itu, asas praduga tak bersalah harus tetap dihormati demi menjamin keadilan bagi setiap orang.


Di akhir keterangannya, Ahmad mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi setiap hasil pemeriksaan BPK secara objektif dan tidak membangun opini yang dapat menghakimi seseorang sebelum adanya proses hukum yang sah. 


Ia menilai pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah memang penting sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, namun seluruh pihak juga harus menghormati proses hukum dan mekanisme pemerintahan yang berlaku agar tercipta tata kelola pemerintahan yang baik dan berkeadilan. (Rdks)

Selengkapnya

Hadiri Hoegeng Awards 2026, Kapolda Maluku Saksikan Penghargaan Apresiasi Keteladanan Personel dan Perjuangan Iptu. Bastian Tuhuteru, Dari Kapolri

Agustus 01, 2026


Jakarta
, Globaltimurnn.com - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si didampingi Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol Jemi junaidi, S.I.K., M.M., menghadiri Malam Puncak Hoegeng Awards 2026 yang berlangsung di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).


Kehadiran Kapolda Maluku dalam agenda penghargaan bagi polisi-polisi teladan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat keteladanan, integritas dan pengabdian anggota Polri kepada masyarakat.


Hoegeng Awards 2026 merupakan program kerja sama Polri dan detikcom yang telah memasuki penyelenggaraan tahun kelima. Penghargaan ini menjadi ruang untuk memberikan apresiasi kepada anggota Polri yang dinilai memiliki dedikasi, inovasi, integritas serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.


Malam puncak Hoegeng Awards 2026 dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Chairman CT Corp Chairul Tanjung, keluarg a Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso, serta sejumlah pejabat pemerintahan, tokoh agama, akademisi, tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi masyarakat sipil.


Lima polisi teladan terpilih setelah melalui proses penjaringan usulan masyarakat, seleksi dan verifikasi, serta pendalaman oleh Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026.


Kelima penerima penghargaan tersebut masing-masing adalah Kombes Eko Budhi Purwono, Dirbinmas Polda Riau, sebagai Polisi Berdedikasi; Brigadir Renita Rismayanti, anggota Divisi Hubungan Internasional Polri, sebagai Polisi Inovatif; Kombes Norul Hidayat, Kepala SPN Polda Bangka Belitung, sebagai Polisi Berintegritas; AKP Siti Elminawati, Kanit 1 Subdit 4 Dit Reskrimum Polda Sulawesi Tengah, sebagai Polisi Pelindung Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan; serta Iptu Motalip Litiloly, Kasat Samapta Polres Nduga, Polda Papua, sebagai Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.


Di balik penganugerahan tersebut, Maluku juga mencatat capaian tersendiri. Salah satu personel Polda Maluku, Iptu Bastian Tuhuteru, S.Pd., Kapolsek Sirimau, berhasil masuk sebagai salah satu dari tiga nominator Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.


Masuknya Iptu Bastian dalam tiga besar nominator menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan pengabdian personel Polri dari Maluku yang dinilai memiliki nilai keteladanan dalam menjalankan tugas kepolisian dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Iptu Bastian masuk dalam tiga besar nominator merupakan representasi bahwa personel Polda Maluku juga mampu menunjukkan kualitas pengabdian yang mendapat perhatian di tingkat nasional.


“Kami tentu bangga Iptu Bastian Tuhuteru dapat masuk sebagai tiga besar nominator Hoegeng Awards kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman. Ini merupakan penghargaan tersendiri bagi Polda Maluku dan sekaligus bukti bahwa dedikasi personel di daerah dapat diapresiasi di tingkat nasional,” ujar Kapolda Maluku.


Menurut Kapolda, hasil akhir penghargaan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang polisi. Terpilihnya seorang personel sebagai nominator tiga besar juga merupakan bentuk apresiasi terhadap proses panjang pengabdian yang telah dilakukan.


“Bagi kami, masuknya Iptu Bastian sebagai tiga besar sudah merupakan sebuah pencapaian. Yang terpenting adalah nilai pengabdian yang telah ditunjukkan dan bagaimana nilai tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polda Maluku,” katanya.


Kapolda menegaskan, semangat Hoegeng Awards harus menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama personel yang bertugas di wilayah dengan tantangan geografis dan sosial yang kompleks.


Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Hoegeng Awards yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenali dan mengapresiasi sosok-sosok anggota Polri yang bekerja dengan ketulusan, integritas dan dedikasi.


Menurutnya, nilai penting dari Hoegeng Awards tidak hanya terletak pada pemberian penghargaan kepada lima polisi terpilih, tetapi juga pada pesan yang dibangun bahwa keteladanan harus menjadi bagian dari budaya kerja setiap anggota Polri.


“Hoegeng Awards menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa tugas kepolisian bukan hanya tentang kewenangan, tetapi terutama tentang pengabdian, integritas dan keteladanan. Setiap anggota Polri harus mampu menghadirkan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia menilai keberadaan polisi teladan di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk dan medan tugas.


Mulai dari pengabdian di tengah masyarakat, inovasi dalam pelayanan kepolisian, perlindungan terhadap kelompok rentan, hingga tugas di wilayah perbatasan dan pedalaman yang memiliki tantangan geografis maupun sosial tersendiri.


“Keteladanan tidak ditentukan oleh tempat seseorang bertugas, tetapi oleh bagaimana ia menjalankan amanah dan memberikan manfaat. Polisi yang bekerja dengan hati, menjaga integritas dan hadir ketika masyarakat membutuhkan, pada dasarnya sedang membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” kata Kapolda.


Kapolda menilai semangat pengabdian yang tercermin dalam Hoegeng Awards sangat relevan bagi personel Polda Maluku yang bertugas di wilayah kepulauan dengan karakter geografis yang unik.


Kondisi Maluku yang terdiri atas wilayah kepulauan, pesisir, perdesaan hingga kawasan dengan keterbatasan akses transportasi menuntut personel Polri untuk mampu menghadirkan pelayanan secara adaptif, humanis dan dekat dengan masyarakat.


“Bagi kami di Maluku, semangat pengabdian seperti yang ditunjukkan para penerima dan para nominator Hoegeng Awards sangat relevan. Kondisi geografis kepulauan menuntut anggota Polri untuk tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga mampu membangun kedekatan, komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat,” ungkapnya.


Kapolda menegaskan, Polda Maluku akan terus mendorong seluruh personel untuk menjadikan integritas, profesionalisme dan pelayanan masyarakat sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan tugas.


Menurutnya, penghargaan terhadap polisi teladan harus menjadi energi positif untuk membangun budaya organisasi yang semakin kuat, bukan hanya bagi mereka yang menerima penghargaan, tetapi juga bagi seluruh anggota Polri.


“Penghargaan ini bukan akhir dari sebuah pengabdian, melainkan pengingat bahwa masih ada standar keteladanan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Kapolda.


Hoegeng Awards 2026 memiliki karakter khusus karena proses pencarian kandidat diawali dari partisipasi masyarakat.


Penjaringan nama-nama polisi teladan dibuka sejak 27 Januari hingga 2 April 2026 pukul 24.00 WIB. Usulan masyarakat kemudian melalui proses seleksi awal dan verifikasi sebelum kandidat diserahkan kepada Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 untuk dilakukan pendalaman dan penilaian.


Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 terdiri dari Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, M.Psi., Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, S.Psi., M.M., mantan Plt. Pimpinan KPK Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M., anggota Kompolnas Gufron Mabruri, serta Ketua Komisi III DPR RI Dr. Habiburokhman, S.H., M.H.


Pelibatan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa keteladanan seorang anggota Polri tidak semata-mata dinilai dari perspektif internal institusi, tetapi juga dari dampak kehadiran dan pengabdiannya yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


Kapolda Maluku menyebut aspek tersebut penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap Polri.


“Ketika masyarakat ikut mengusulkan dan memberikan penilaian terhadap polisi yang dianggap teladan, itu menunjukkan bahwa hubungan Polri dengan masyarakat harus terus dibangun melalui kerja nyata. Kepercayaan tidak cukup hanya disampaikan, tetapi harus dibuktikan melalui pelayanan dan pengabdian,” pungkasnya.


Kapolda berharap semangat Hoegeng Awards 2026 dapat terus berkembang menjadi budaya positif di seluruh jajaran Polri, termasuk di Polda Maluku.


Bagi Polda Maluku, masuknya Iptu Bastian Tuhuteru sebagai tiga besar nominator menjadi energi positif sekaligus motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pengabdian terbaik, khususnya dalam menghadirkan kehadiran negara dan pelayanan kepolisian yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


“Semoga capaian Iptu Bastian menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polda Maluku. Tidak harus menunggu penghargaan untuk berbuat baik. Setiap anggota harus menjadikan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari panggilan tugas dan tanggung jawab,” tutup Kapolda Maluku.  (Vv374)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT