globaltimurnn.com
Deskripsi gambar



Minggu, 30 Agustus 2026

Pemkab Halmahera Utara Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Mohon Keselamatan dan Hujan Penyejuk Hadapi Ancaman Karhutla

Agustus 30, 2026


𝐇𝐀𝐋𝐔𝐓
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menyelenggarakan kegiatan Doa Bersama guna memohon rahmat, keselamatan, kelancaran pasokan air, serta diturunkannya hujan yang membawa berkah bagi seluruh wilayah. Kegiatan berlangsung pada Minggu malam, 30 Agustus 2026 pukul 20.25 WIT, bertempat di Gedung Poligrand, Desa Gura, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.

 

Hadir secara langsung dalam kegiatan ini antara lain: Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., Ketua DPRD Halmahera Utara Christina Lesnussa, Kajari Halmahera Utara Rahmat, S.H., M.H., Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar, S.I.P., Kapolres Halmahera Utara AKBP. Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., Sekretaris Daerah Drs. E.J. Papilaya, M.TP serta DanSubdenpom XV/1-1 Tobelo Letda Cpm. Irwansyah Kurniawan, S.H.

 

Turut hadir pula para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta tamu undangan lainnya. 

 

Dalam sambutannya, Bupati Piet Hein Babua menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah maupun nasional. Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca kering dan panas diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, bahkan sampai bulan Oktober.

 

“Dalam satu minggu terakhir, intensitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah kita cukup tinggi. Seringkali dalam sehari terdeteksi 5 hingga 8 titik api di lokasi berbeda. Ini menjadi tantangan besar, apalagi dengan keterbatasan peralatan yang kita miliki,” ujar Bupati.

 

Pemerintah telah mengambil berbagai langkah antisipasi mulai dari pembentukan tim penanganan kebakaran hingga peningkatan kewaspadaan sampai ke tingkat desa. Namun demikian, upaya pemerintah saja tidak cukup tanpa dukungan seluruh masyarakat. Bupati mengimbau masyarakat agar berhati-hati membuang puntung rokok maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu api, terutama saat cuaca sangat kering dan berangin.

 

“Selain ikhtiar manusiawi berupa pencegahan dan penanganan secara maksimal, kita pun menyadari segala sesuatu berada dalam kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, malam ini kita berkumpul lintas iman untuk bersama-sama memohon perlindungan-Nya,” tegasnya.

 

Bupati juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajak para pemuka agama menyisipkan pesan keselamatan dan kewaspadaan di setiap kesempatan ibadah, agar seluruh umat berdoa sekaligus bersiap menghadapi potensi bencana.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin langsung oleh Pendeta, Pastor, dan Imam perwakilan umat beragama di Halmahera Utara. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan khidmat, aman, dan tertib hingga selesai sepenuhnya pada pukul 21.15 WIT.  (Red) 

Selengkapnya

Pastikan Situasi Tambang Sinabar Luhu - Iha Kondusif, Komisi I DPRD Provinsi Sambangi Lokasi Tambang

Agustus 30, 2026

Komisi I DPRD Provinsi Usai Dari Lokasi Tambang Sinabar - SBB

SBB
, globaltimurnn.com - Komisi I DPRD Provinsi Maluku sebanyak kurang lebih 9 orang yang dipimpin lansung ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Solichin Buton. S. Hi, turun ke lokasi tambang Sinabar ilegal di Desa Iha, dan Luhu, siang kemarin, melihat secara lansung kondisi ribuan masyarakat di lokasi tambang Sinabar, yang kini menjadi sorotan, ramai dibicarakan, namun hingga saat ini belum berijin resmi. Sabtu 29/08/2026


Komisi I DPRD Provinsi Maluku yang membidangi bidang pemerintahan, hukum, pertanahan, ketenteraman, ketertiban, dan politik, mengunjungi lokasi tambang Sinabar di SBB sesuai fungsi tugas komisi. 


Kunjungan itu, mendapat respon positif dan apresiasi tinggi dari ribuan masyarakat penambang dari segala bentuk suku dan agama yang ada dilokasi tersebut. 


Kunjungan komisi 1 ke lokasi tambang Sinabar itu juga di hadiri oleh Raja Iha, yang juga adalah anggota DPRD Provinsi Maluku yang juga adalah anggota komisi 1.


Zain Saiful Latukaisupy, yang dihubungi media ini kemarin, via telpon serulernya menjelaskan" persoalan Sinabar tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan penertiban atau penutupan. Ucapnya


Dikatakan-nya" Pemerintah harus menghadirkan jalan keluar yang memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus memastikan aktivitas pertambangan berlangsung aman dan sesuai aturan.


“Kalau memang pemerintah ingin menata tambang rakyat, maka jalan keluarnya adalah legalisasi melalui IPR, Jangan rakyat dibiarkan bekerja tanpa kepastian. Sebut Latukaisupy


Menurut-nya"  kunjungan lapangan Komisi I penting karena persoalan tambang tidak dapat dinilai hanya dari laporan administratif, Kondisi masyarakat dan aktivitas penambangan harus dilihat secara langsung sebelum pemerintah menentukan kebijakan. Ucapnya


Kami memberikan apresiasi Ketua Komisi I bersama seluruh anggota yang telah datang melihat langsung kondisi masyarakat dan para penambang di wilayah tambang rakyat Sinabar. Unarnya


Tambang Sinabar Masih Ilegal, Latukaisupy Desak Pemprov Maluku Percepat IPR. 


Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Gerindra, Zain Syaiful Latukaisupy, mendesak Pemerintah Provinsi Maluku mempercepat proses pengusulan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar masyarakat penambang tidak terus bekerja dalam ketidakpastian hukum.


Bagi Latukaisupy, persoalan Sinabar tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan penertiban atau penutupan, Pemerintah harus menghadirkan jalan keluar yang memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus memastikan aktivitas pertambangan berlangsung aman dan sesuai aturan.


“Yang saya pikirkan adalah nasib rakyat, Banyak masyarakat yang datang dari berbagai daerah untuk mencari nafkah dengan menambang batu. Pungkasnya  (V374) 

Selengkapnya

Gerard Wakano : Ketika Bumi Menyimpan Lautan Minyak, Namun Rakyatnya Tenggelam Dalam Kemiskinan

Agustus 30, 2026


Bula
, Globaltimurnn.com - Selama lebih dari satu abad sejak 1897minyak Bula telah ditemusai,  Ribuan barel diangkut, miliaran rupiah mengalir ke kas pusat, namun satu pertanyaan paling mengiris; Mengapa dari tanah sekaya ini, tidak pernah lahir satu pun ahli perminyakan dari anak negeri ini?


Ini adalah potret kegagalan transfer pengetahuan yang sistematis, Di masa kolonial, orang Seram dan Maluku ditempatkan sebagai kuli di perusahaan minyak. 


Era kemerdekaan berganti, kontrak berganti operator dari BPM ke Santos, dari Kalrez, Kufpec, Citic Seram, dll, Namun pola dasarnya tetap, pengetahuan tetap di tangan orang luar.


Seharusnya, industri migas membentuk ekosistem ekonomi, Ada perusahaan lokal yang menjadi vendor, ada tenaga kerja terampil yang direkrut dari sekitar, ada sekolah kejuruan yang mencetak teknisi, Di Bula, yang terjadi adalah kebalikan-nya.


Ketika PT Balam Energi mulai beroperasi, Dinas Tenaga Kerja SBT pun tak bisa memastikan berapa tenaga kerja yang dibutuhkan, apalagi dari lokal, Masyarakat pun mengancam akan menolak perusahaan jika kontraktor dan tenaga kerja didatangkan dari luar. Ungkap Gerard Wakano lewat pesan Whatsaap-nya kepada media ini


Wakano mengatakan" Selama ini kan ada PT lokal yang bisa tangani hal ini, Kenapa mereka tidak ambil orang lokal, mereka datangkan dari luar..!  Sebuah ironi perih, untuk pekerjaan mobilisasi dan pengangkutan peralatan, pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjakan oleh perusahaan lokal, pihak luar lebih diutamakan.


Pada 2026, PT Kalrez Petroleum resmi mencabut izin usahanya dari Bula, Dampaknya, Pendapatan Asli Daerah dari sektor migas hilang, dan 94 tenaga kerja lokal menggantung nasibnya, Ini adalah pola yang berulang ketika perusahaan datang, minyak dieksploitasi, ketika perusahaan pergi, yang ditinggalkan hanya ketidakpastian.


Bahkan sebelumnya, para pekerja Kalrez sudah mengalami gaji tertunda hingga enam bulan, hingga akhirnya menyegel pintu gerbang perusahaan dan mogok kerja.


Bahkan Wakano juga membeberkan bahwa" Seperti yang diungkapkan Engelina Pattiasina, Minyak di Bula sudah ada sejak zaman Belanda, Tapi di mana hasil SDA tersebut? Siapa yang menikmati? Ini harus dijelaskan secara terbuka.


Masyarakat Bula hidup di atas salah satu ladang minyak tertua di Indonesia. 


Tapi ketika mereka butuh minyak tanah untuk memasak, mereka keliling desa dan takmudah mendapatkannya, Ketika perusahaan migas beroperasi, mereka hanya menjadi penonton dan pekerja kasar, bukan pengelola. 


Ketika perusahaan pergi, mereka ditinggalkan tanpa keahlian, tanpa pengetahuan, tanpa kekuatan tawar.


Ahli perminyakan dari Bula tidak pernah lahir, bukan karena masyarakatnya tak mampu, tetapi karena sistemnya tak pernah memberi ruang, Vendor lokal tak pernah tumbuh, bukan karena tak ada kapasitas, tetapi karena kontrak-kontrak selalu diberikan ke luar. 


Inilah paradoks paling tajam di Bula, minyak yang seharusnya menjadi tangga menuju kemakmuran, justru menjadi tembok yang memisahkan masyarakat dari pengetahuan, keterampilan, dan kedaulatan ekonomi. 


Selama kontraktor lokal tak pernah diprioritaskan, selama pengetahuan perminyakan tetap menjadi monopoli orang luar maka pompa angguk di Bula akan terus mengangguk, memberi penghormatan pada siklus ketidakadilan yang tak pernah usai. (Rdks) 

Selengkapnya

Tepis Pemberitaan Miring Di Media, Indra Maruapey Angkat Bicara

Agustus 30, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Terkait permasalahan pergantian pejabat Desa Lokki, yang merujuk kepada penyalahgunaan anggaran dana desa dan penyalahgunaan kewenangan, muncul sebuah pemberitaan media yang terkesan hoax dan asal - asalan, karena dari segi aturan kode etik jurnalis, mestinya sebuah pemberitaan media itu harus ada konfirmasi terlebih dahulu. 


Indra Maruapey, kepala Inspektorat Kabupaten SBB kepada media ini menjelaskan, lewat pesan Whatsaap-nya, Masalah DD dan ADD Thn 2025 yang ditemui oleh Tim Pemeriksa sudah dilaporkan/dikoordinasikan oleh Inspektorat melalui Kabid PMD bahwa atas permasalahan Laporan Pertanggungjawaban yang belum bisa dapat disampaikan kepada Tim Pemeriksa Inspektorat pada Pemeriksaan Reguler (PKPT) DD dan ADD Thn 2025.


Atas kondisi tersebut, Inspektorat merekomendasikan untuk tidak memperpanjang SK Pj. Kades Loki, Dinas PMD juga diminta untuk segera menindaklanjuti Temuan dan Rekomendasi Hasil Pemeriksaan DD dan ADD Thn 2024 untuk segera memberhentikan Sekretaris, Kaur dan Kasi pada Pemerintah Desa Loki atas kesengajaan pengabaian  Tupoksi masing".


Temuan Berulang yang berdampak (Kerugda) serta Rekomendasi APIP untuk perbaikan SPI dan Kepatuhan atas Peraturan perundangan terkait dengan Tatakelola Pemerintahan serta Keuangan Desa oleh Pemerintahan Desa Loki dan tupoksi Pengawasan oleh BPD Desa Loki.


Inspektorat SBB/sudah menyampaikan bahwa dari Hasil Pemeriksaan DD dan ADD ada banyak masalah ditemui di lapangan termasuk Pemerintah Desa belum dapat menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban lengkap, kepada APIP. Sebutnya


Untuk menjadi pertimbangan bagi Dinas PMD, agar tidak perpanjang SK Pejabat Kepala Desa Lokki, Atas kondisi tersebut Inspektorat sudah menyampaikan apa yang musti dipertimbangkan.


Dengan menyampaikan  permasalahan/persoalan ditemui oleh Tim Pemeriksa (APIP) kepada Dinas PMD melalui Kabid-nya sebagai bentuk koordinasi agar selaku leading sektor yang melakukan pembinaan dan pengendalian secara langsung atas Kinerja Pemerintah Desa dan BPD lingkup Kabupaten SBB dapat menjadi perhatian dan segera dilakukan langkah" teknis bersama Camat Huamual untuk mengantisipasi permasalahan/persoalan yang ditemui oleh APIP supaya tidak berdampak Kerugda berulang dan berdampak Kerugda dampaknya merugikan kepentingan pelayanan kepada masyarakat khususnya masyarakat desa Loki. (***) 

Selengkapnya

Gubernur Maluku : Gereja Harus Menjadi Kekuatan Merawat Persaudaraan dan Membangun Karakter Masyarakat

Agustus 30, 2026


Piru
, globaltimurnn.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengajak warga Jemaat GPM Getsemani-Piru untuk menjadikan gedung gereja yang baru diresmikan bukan sekadar tempat peribadatan, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan, membangun karakter generasi muda, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Gubernur Hendrik Lewerissa dalam sambutannya pada peresmian Gedung Gereja Getsemani Jemaat GPM Piru. Minggu (30/8/2026)


Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga jemaat yang telah melalui perjalanan panjang dalam menyelesaikan pembangunan gedung gereja tersebut. Pembangunan yang diawali dengan peletakan batu penjuru pada 5 Agustus 2013 itu, menurutnya, menjadi kesaksian atas kekuatan doa, kebersamaan, perjuangan dan pengorbanan seluruh pihak yang terlibat.


“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga kepada seluruh warga Jemaat GPM Getsemani-Piru. Pekerjaan mulia yang diawali dengan doa, dilanjutkan dengan perjuangan dan pengorbanan, akhirnya menjadi sebuah kesaksian iman bahwa Tuhan tidak pernah terlambat menolong umat-Nya,” kata Lewerissa.


Menurutnya, nama Getsemani memiliki pesan iman yang mendalam. Kisah pergumulan Yesus di Taman Getsemani mengajarkan bahwa iman tidak berarti hidup tanpa persoalan, melainkan tetap percaya, berdoa dan memiliki pengharapan ketika menghadapi pergumulan.


Karena itu, ia mengajak warga jemaat menjadikan semangat tersebut sebagai bagian dari kehidupan bergereja dan bermasyarakat.


“Jangan takut menghadapi pergumulan, jangan kehilangan pengharapan dan jangan berhenti berdoa. Sebagaimana Tuhan menyertai perjalanan pembangunan gedung ini selama 11 tahun, saya percaya Tuhan juga akan menyertai kehidupan seluruh warga jemaat, kini dan ke depan,” ujarnya.


Gubernur juga menyoroti keberadaan Gedung Gereja Getsemani yang berdiri di atas tanah milik TNI Angkatan Darat. Ia memandang kondisi tersebut sebagai simbol nyata bahwa kehidupan bersama di Maluku dibangun melalui kebersamaan dan saling menghargai.


Menurutnya, keberadaan rumah ibadah di ruang yang juga menjadi bagian dari kehidupan institusi negara menunjukkan bahwa kehidupan bermasyarakat dan berbangsa tidak dibangun oleh satu kelompok saja, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.


“Saya memandang ini sebagai sebuah simbol yang indah, bahwa rumah ibadah dapat berdiri di atas ruang kehidupan yang dibangun karena kebersamaan. Ini membuktikan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara kita tidak didominasi oleh satu kelompok saja, tetapi oleh semua anak bangsa yang memiliki panggilan untuk menjaga kehidupan bersama,” tegas Lewerissa.


Ia menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XV/Pattimura dan jajaran, Pemerintah Daerah, para pelayan gereja, panitia pembangunan, para donatur, keluarga jemaat dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembangunan hingga gedung tersebut dapat diselesaikan.


Namun, Gubernur mengingatkan bahwa selesainya pembangunan fisik bukan berarti berakhirnya tanggung jawab gereja. Justru, keberadaan gedung baru harus menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan dan kehidupan jemaat.


“Hari ini gedungnya selesai, tetapi panggilan bergereja tidak pernah selesai. Justru dari gedung baru ini, pelayanan harus semakin kuat. Jangan sampai gedung gereja semakin megah dan bangunannya semakin kokoh, tetapi persaudaraan kita semakin rapuh,” katanya.


Ia berharap Gedung Gereja Getsemani dapat benar-benar menjadi rumah Tuhan sekaligus rumah umat; tempat anak-anak belajar keteladanan, generasi muda menemukan arah dan harapan, serta keluarga memperoleh kekuatan moral.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan pentingnya peran gereja dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan yang menjadi kekuatan sosial masyarakat Maluku. Ia mengajak warga Jemaat GPM Getsemani-Piru untuk terus mengambil bagian dalam merawat kehidupan orang basudara di Maluku.


“Kita boleh berbeda, kita boleh memiliki latar belakang yang beragam, tetapi kita adalah satu keluarga besar. Saya bangga bahwa semua agama di Maluku, termasuk Gereja Protestan Maluku, selalu mengajarkan persaudaraan, kasih dan toleransi. Saya percaya, semua itu adalah suntikan semangat yang sangat berharga sehingga kita bisa sama-sama berjuang memajukan Maluku,” tutur Lewerissa.


Gubernur mengatakan pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik dan material, tetapi juga pembangunan manusia, mental dan karakter.


Dalam konteks tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku, kata dia, terus berupaya menjalankan pembangunan di berbagai sektor, sementara gereja diharapkan mengambil peran strategis dalam membentuk karakter dan ketahanan moral masyarakat.


“Pemerintah Provinsi Maluku berupaya membangun secara fisik dan material, sementara gereja diharapkan membangun secara psikis, mental dan karakter jemaat. Kita berbeda jalan, tetapi satu tujuan, yaitu Par Maluku Pung Bae,” ujarnya.



Selain berbicara mengenai kehidupan bergereja dan persaudaraan, Gubernur juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan di tengah perubahan cuaca ekstrem.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan serta tidak membuang puntung rokok di kawasan yang mudah terbakar.


Gubernur juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran kepada aparat pemerintah, TNI/Polri maupun petugas terkait.


“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Menjaga hutan dan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.


Gubernur berharap Gedung Gereja Getsemani dapat dirawat dengan penuh tanggung jawab dan terus menjadi pusat pelayanan, pembinaan umat serta penguatan persaudaraan, bukan hanya bagi warga jemaat, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat Maluku secara lebih luas.


Hadir dalam acara tersebut, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., Wakil Bupati Seram Bagian Barat Selvinus Kainama, S.Pd., bersama unsur Forkopimda Kabupaten Seram Bagian Barat, pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan OPD Pemerintah Provinsi Maluku dan Kabupaten Seram Bagian Barat, jajaran TNI-Polri, Ketua MPH Sinode GPM Pdt. Sacharias Izak Sapulette, S.Th., M.Si.,, Majelis Pekerja Klasis Seram Barat, Majelis Jemaat GPM Getsemani-Piru, para raja, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta warga Jemaat GPM Getsemani-Piru. (Rdks) 

Selengkapnya

Bersama Pangdam XV/Pattimura Dan Ketua Sinide GPM, Gubernur Maluku Resmikan Gedung Gereja Getsemani Piru

Agustus 30, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Kemegahan dan rasa haru mewarnai peresmian serta pentahbisan Gedung Gereja Jemaat GPM Getsemani yang terletak di Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), pada Minggu (30/8/2026).


Rangkaian acara yang dimulai pukul 11.15 WIT tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, pimpinan TNI/Polri, tokoh agama, hingga ratusan warga jemaat yang antusias menyaksikan momen bersejarah ini.


Kehadiran Jajaran Pimpinan Daerah dan Forkopimda, Rombongan Panglima Kodam (Pangdam) XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han, tiba di lokasi disambut langsung oleh pejabat daerah dan jajaran Kodim 1513/SBB. 


Turut mendampingi Pangdam di antaranya Kapoksahli XV/PTM Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Rafles Manurung, Waasinteldam XV/Ptm Letkol Inf. Rudolf Paulus, serta Dantim Intelrem 151/Bny Mayor Inf. Abd. Wahab Tuahena. 


Penjemputan turut dihadiri Dandim 1513/SBB Letkol Arh Jaka Putra Dinda, Danpom Masohi Letkol Cpm Faisal, Danramil 1513-03/Kairatu Kpt Inf Tupamahu, dan Pasi Intel Kodim 1513/SBB Kpt Inf Agung Prabowo.


Selain jajaran TNI, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., didampingi Ibu, Ketua Sinode GPM Maluku Pdt. S. I. Sapulette, M.Si., Ketua Klasis Seram Barat Pdt. Heinart Talarima, M.Th., Kalapas Kelas IIB SBB Hery Kusbandono, Wakapolres SBB Kompol Pieter Fredy Matahelumual, Kepala Desa Piru O. Manupassa, serta Majelis Jemaat dan sekitar 500 tamu undangan.


Prosesi Pentahbisan dan Penyerahan Kunci Prosesi diawali dengan laporan dari Panitia Pembangunan, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti pentahbisan. 


Momen simbolis peralihan dan penyerahan tanggung jawab pelayanan ditandai dengan penyerahan kunci dari Ketua MPH Sinode GPM kepada Ketua MPK Seram Barat, yang kemudian diteruskan kepada Ketua Majelis Jemaat GPM Getsemani.


Ketua Sinode GPM, Pdt. S. I. Sapulette, M.Si., dalam arahannya menekankan pentingnya pembinaan mental dan spiritual jemaat agar sejalan dengan megahnya bangunan fisik gereja yang baru ditahbiskan tersebut.


Pesan Toleransi dan Sinergi dari Pangdam XV/Pattimura Dalam sambutannya, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan bahwa kehadirannya merupakan wujud komitmen TNI dalam mendukung pembangunan rohani serta menjaga toleransi di wilayah Maluku dan Maluku Utara.


"Gereja bukan sekadar bangunan fisik, Gedung Gereja GPM Getsemani ini adalah rumah doa, tempat persekutuan, pendidikan iman, dan pusat kegiatan sosial. 


Sejalan dengan semangat Kodam XV/Pattimura 'Saka Mese Nusa, Satu Hati Membangun Negeri', mari kita jaga persatuan, gotong royong, dan jadikan gereja ini tempat pembinaan generasi muda serta perekat persatuan di Desa Piru," ujar Pangdam.


Pangdam juga mengapresiasi kebersamaan Jemaat GPM Getsemani yang selama ini aktif menjadi mitra TNI, termasuk dalam aksi kerja bakti dan menjaga kebersihan lingkungan bersama Babinsa Koramil Piru.


Sementara itu, dalam sambutan-nya, Gubernur Maluku menyampaikan" 11 Tahun Perjuangan Iman dan Seruan Menjaga Alam. 


Selain itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa juga menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas selesainya pembangunan gereja yang memakan waktu perjuangan selama 11 tahun sejak 5 Agustus 2015.


Gubernur menggarisbawahi bahwa gereja ini berdiri di atas tanah milik TNI AD, yang menjadi bukti nyata sinergi, toleransi, dan persatuan anak bangsa tanpa membeda-bedakan kelompok.


"Nama Getsemani mengajarkan kita tentang iman yang berdoa dan berjuang, tetap percaya meski berat dan tidak menyerah dalam ujian. 


Lewat semangat 'Par Maluku Pung Bae', mari kita jaga persaudaraan satu di Bumi Saka Mese Nusa. Makin indah gedung gereja ini, harus makin erat pula persekutuan kita," tutur Gubernur.


Tak hanya soal pembinaan moral dan rohani, Gubernur Hendrik Lewerissa juga memberikan imbauan penting terkait kelestarian lingkungan. Beliau mengingatkan warga untuk tidak membakar hutan atau lahan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. 



Jika melihat titik api, warga diminta segera melapor kepada aparat TNI/Polri demi menjaga keamanan dan kelestarian daerah.


Rangkaian acara diakhiri dengan doa syukur bersama, Seluruh prosesi peresmian dan pentahbisan Gedung Gereja GPM Getsemani Desa Piru berakhir pada pukul 13.30 WIT dalam suasana yang aman, khidmat, dan lancar. (Yan)

Selengkapnya

Sabtu, 29 Agustus 2026

Kodaeral IX dan BI Hadirkan Layanan Rupiah dan Kesehatan Gratis di Pulau Wetar

Agustus 29, 2026


Wetar
, globaltimurnn.com - Kehadiran layanan keuangan dan kesehatan di wilayah terpencil kembali diwujudkan melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Tim gabungan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku menyambangi Desa Ilwaki, Kecamatan Wetar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya, sebagai sasaran pertama misi di Pulau Wetar, Sabtu (29/8/2026).


Menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Posepa-870 dari Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral IX yang dikomandani Mayor Laut (P) Muhammad Fachri, tim ERB 2026 langsung menggelar layanan kas keliling dan bakti sosial kesehatan di Balai Desa Ilwaki.


Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memastikan ketersediaan layanan penukaran dan distribusi uang Rupiah di wilayah terluar, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.


Edukasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus menegaskan Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Di tengah pelaksanaan layanan Rupiah, tim gabungan juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Ilwaki. Sebanyak 60 warga mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan dari tim kesehatan Kodaeral IX.


Keluhan kesehatan yang ditangani antara lain dispepsia atau gangguan lambung, osteoarthritis, mialgia atau pegal linu, dermatitis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga hipertensi.


Tim yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas 15 personel Tim ERB BI 2026, tiga personel kesehatan Kodaeral IX, satu personel Dinas Penerangan (Dispen) Kodaeral IX, satu personel Intel Kodaeral IX, serta personel KRI Posepa-870.


Sekretaris Desa Ilwaki menyampaikan apresiasi atas perhatian TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia yang menjadikan wilayahnya sebagai salah satu sasaran ERB 2026. Menurutnya, layanan kesehatan gratis sangat membantu masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan.


"Kami sangat berterima kasih kepada TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia. Adanya pengobatan gratis ini sangat berarti bagi warga masyarakat Desa Ilwaki yang merupakan daerah terpencil dan sulit dijangkau," ujar Sekretaris Desa Ilwaki.


Sementara itu, Komandan Kodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ERB merupakan bentuk sinergi strategis antara TNI Angkatan Laut, khususnya Kodaeral IX, dengan Bank Indonesia dalam menghadirkan layanan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah terluar.


Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan, tidak hanya dalam memperkuat kedaulatan Rupiah, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Provinsi Maluku.


"Semoga hadirnya pelayanan perbankan serta bakti kesehatan gratis ini mampu meringankan beban warga Desa Ilwaki, menghadirkan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat, dan semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di kawasan perbatasan NKRI," pungkasnya.


Seluruh rangkaian kegiatan di Desa Ilwaki berlangsung aman dan lancar. Setelah menyelesaikan agenda misi pertama di Pulau Wetar, KRI Posepa-870 melanjutkan pelayaran menuju sasaran berikutnya, Pulau Kisar, untuk meneruskan rangkaian Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT