Ambon, Globaltimurnn.com — Kreativitas dan keterampilan terus dikembangkan oleh warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon melalui program pembinaan kemandirian. Kali ini, mereka berhasil menghasilkan sebuah sofa berkualitas yang dikerjakan secara mandiri dengan mengutamakan ketelitian, ketekunan, dan kerapian.
Proses pembuatan sofa tersebut diselesaikan dalam waktu tiga hari.
Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (9/10/2026) ini menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan produktif yang diberikan Rutan Ambon untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat.
Dalam pengerjaannya, warga binaan terlibat langsung pada setiap tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, melakukan pengukuran, merakit rangka, hingga menyelesaikan tahap akhir pembuatan sofa. Seluruh proses membutuhkan kecermatan dan kesabaran agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas serta dapat digunakan sesuai fungsinya.
Kegiatan ini tidak sekadar menghasilkan produk, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk mempelajari keterampilan baru, mengembangkan potensi diri, dan memahami proses menghasilkan sebuah karya yang memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.
Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Rutan Kelas IIA Ambon, Ode Ena, mengatakan bahwa pembinaan keterampilan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.
Menurutnya, melalui kegiatan kerja seperti pembuatan sofa, warga binaan memperoleh kesempatan untuk belajar secara langsung sekaligus mengembangkan kreativitas dan kemampuan teknis yang dimiliki.
“Pembinaan keterampilan ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas mereka. Kami terus mendorong agar setiap proses pembinaan dapat memberikan pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Ode Ena.
Ia menjelaskan, keberhasilan dalam menghasilkan sebuah produk juga harus diimbangi dengan pembentukan karakter yang positif. Karena itu, setiap kegiatan pembinaan kerja diarahkan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, serta kemampuan bekerja sama.
Dengan pendekatan tersebut, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan praktis, tetapi juga membangun pola pikir yang lebih positif dalam mempersiapkan masa depan.
Salah seorang warga binaan yang terlibat dalam pembuatan sofa, Anto, mengaku mendapatkan pengalaman berharga melalui kegiatan tersebut. Ia menilai, proses pengerjaan sofa memberinya kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus belajar menyelesaikan pekerjaan dengan lebih teliti dan bertanggung jawab.
“Melalui kegiatan ini, kami bisa belajar dan mengasah keterampilan dalam membuat sofa. Kami juga belajar untuk lebih teliti, sabar, dan bertanggung jawab dalam setiap proses pengerjaan. Harapannya, keterampilan yang kami dapatkan bisa menjadi bekal yang berguna setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Anto.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian menjadi salah satu aspek penting dalam proses pemasyarakatan. Pihaknya terus berupaya menghadirkan kegiatan pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan potensi diri.
Ia memandang, hasil karya berupa sofa tersebut menunjukkan bahwa warga binaan memiliki peluang untuk terus belajar, berkarya, dan menghasilkan produk yang bermanfaat apabila diberikan ruang serta pendampingan yang tepat.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan semacam ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi warga binaan untuk memperbaiki diri serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Rutan Kelas IIA Ambon berkomitmen untuk terus mendorong warga binaan menjadi pribadi yang lebih mandiri, terampil, dan produktif, sehingga memiliki bekal positif untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Program ini sekaligus menegaskan bahwa masa pembinaan dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, dan menghasilkan karya yang memiliki manfaat bagi kehidupan di masa mendatang. (Za)














