Ambon, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kecamatan Sirimau terus mendorong pengembangan seni dan budaya lokal melalui pelaksanaan Festival/Lomba Ukulele Tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2026, yang berlangsung di Taman Budaya Karpan, Ambon, Senin (10/08/2026).
Kegiatan yang diikuti tujuh kelompok peserta tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi musik ukulele, tetapi juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti penampilan tenun ikat Amboina, kopi Tuni, serta produk dari pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Camat Sirimau, M. Aulia Waliulu, S.STP., M.I.Kom., dalam sambutannya mengatakan, Festival Ukulele merupakan bagian dari upaya menciptakan ruang bagi anak-anak dan generasi muda Kota Ambon untuk mengembangkan kreativitas, bakat dan kemampuan mereka melalui musik.
Menurut Aulia, lomba tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari kelompok terbaik, tetapi memiliki misi yang lebih besar, yakni membangun karakter anak-anak dan generasi muda melalui musik.
Lomba ini diharapkan menjadi sarana untuk mengembangkan potensi dan kreativitas musik anak-anak dan generasi muda Kota Ambon, agar terus berkarya, mengembangkan karakter positif serta mendukung aspek kognitif dan motorik anak-anak, ujar Aulia.
Ia menjelaskan, aktivitas bermusik memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Selain melatih kemampuan memainkan alat musik, kegiatan tersebut juga dapat membangun kemampuan kognitif, afektif dan motorik.
Lebih dari itu, proses bermusik juga mengajarkan anak-anak tentang kerja sama, kesabaran, kedisiplinan dan kepercayaan diri.
Karena itu, Aulia menilai pengembangan musik sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda yang kreatif sekaligus memiliki karakter kuat.
Aulia menegaskan, ukulele merupakan salah satu alat musik yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Maluku. Karena itu, keberadaannya harus terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi muda.
Ukulele sebagai alat musik khas Maluku harus terus dikembangkan. Bukan hanya sekadar dimainkan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan kemampuan anak-anak kita, katanya.
Ia berharap budaya bermain ukulele dapat semakin berkembang di berbagai lingkungan masyarakat, khususnya di Kecamatan Sirimau dan Kota Ambon secara umum.
Menurutnya, semakin banyak ruang yang diberikan kepada anak-anak untuk belajar dan bermain ukulele, semakin besar pula peluang lahirnya talenta-talenta baru di bidang musik.
Mendorong ukulele di mana-mana ini menjadi cara kita membangun bakat dan talenta, khususnya di Kecamatan Sirimau dan Kota Ambon pada umumnya, ungkapnya.
Namun, bagi Aulia, manfaat terbesar dari kegiatan tersebut bukan hanya terletak pada kemampuan memainkan alat musik.
Menurutnya, musik harus menjadi sarana untuk menjaga identitas budaya dan jati diri masyarakat Ambon agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menariknya, Festival Ukulele Kecamatan Sirimau tahun ini tidak hanya berfokus pada pertunjukan musik.
Aulia menyampaikan bahwa panitia juga menghadirkan tenun ikat Amboina, kopi Tuni dan berbagai produk UMKM sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar kegiatan seni dan budaya dapat sekaligus menjadi ruang promosi bagi kekayaan lokal Kota Ambon.
Pada kegiatan ini kami juga melibatkan dan menampilkan tenun ikat Amboina dan kopi Tuni yang ada di depan kita, katanya.
Dengan konsep tersebut, Festival Ukulele diharapkan tidak hanya menjadi panggung bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan bermusik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan produk budaya dan ekonomi kreatif masyarakat kepada publik.
Festival Ukulele Kecamatan Sirimau 2026 dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Kota Ambon bersama Ambon Music Office, dengan dukungan Pemerintah Kota Ambon, PT PLN, Kementerian Hukum serta sejumlah pihak lainnya.
Aulia memberikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan ruang-ruang kreatif yang berkelanjutan bagi generasi muda.
Ia berharap kegiatan seperti Festival Ukulele dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak anak-anak dan generasi muda yang memiliki kesempatan untuk belajar, berkreasi dan menunjukkan kemampuan mereka.
Festival ukulele yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Kota Ambon bersama Ambon Music Office ini guna memberikan ruang bagi peningkatan kreativitas anak, sekaligus mengajak anak-anak meningkatkan kapasitas dan kualitas mereka dalam bermusik di Kota Ambon, jelasnya.
Aulia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempertahankan Ambon sebagai kota yang memiliki kehidupan musik yang kuat, sekaligus memastikan warisan budaya Maluku tetap tumbuh di tengah perkembangan zaman. (Za)

















