globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 24 September 2026

Perkuat Sinergi dan Sportivitas, Dankodaeral IX Hadiri Pembukaan Tenis Meja HUT ke-81 TNI

September 24, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., menghadiri pembukaan pertandingan tenis meja kategori pelajar dan antarinstansi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Tahun 2026 di Aula Slamet Riyadi, Makorem 151/Binaiya, Kota Ambon, Kamis (24/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI sekaligus menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat sportivitas melalui olahraga.


Pembukaan pertandingan turut dihadiri Wakil Komandan Kodaeral IX Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi, Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung, S.I.P., Wali Kota Ambon Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., serta para pejabat utama Kodaeral IX dan Kodam XV/Pattimura.


Hadir pula para kepala satuan kerja Kodaeral IX, unsur pimpinan Polri, jajaran instansi pemerintah, organisasi olahraga, serta para peserta dari kalangan pelajar dan perwakilan instansi di Kota Ambon.


Dalam amanat Pangdam XV/Pattimura yang dibacakan Danrem 151/Binaiya, disampaikan bahwa pertandingan tenis meja tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat hubungan antarlembaga dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.


"Melalui pertandingan ini diharapkan terjalin silaturahmi yang semakin erat, kebersamaan yang semakin kuat, serta semangat sportivitas dalam setiap pertandingan," demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.


Para peserta diharapkan dapat mengikuti pertandingan secara sehat dengan menjunjung tinggi peraturan, menghormati lawan, serta menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif. Sementara itu, panitia dan perangkat pertandingan diharapkan menjalankan tugas secara profesional, objektif, tertib, dan adil.


Pertandingan tenis meja kategori pelajar dan antarinstansi tersebut juga menjadi ruang interaksi positif yang mempertemukan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, pelajar, dan masyarakat dalam suasana kompetisi yang sehat.


Bagi Kodaeral IX, kehadiran Dankodaeral IX dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI, sekaligus memperkuat komunikasi, kebersamaan, dan sinergi antarlembaga dalam mendukung terciptanya suasana yang kondusif di wilayah Maluku.


Semangat sportivitas yang dibangun melalui olahraga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkokoh persatuan dan kebersamaan, sejalan dengan semangat peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026. (Rdks) 

Selengkapnya

Polisi Di ambon Gerak Cepat Ungkap Perkara Pencurian 18 HP dan MacBook Di PT. Solusi Intira Sejahtera

September 24, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Berdasarkan laporan polisi nomor : LP/B/198/IX/2026/SPKT//SEK SIRIMAU/RESTA AMBON/MALUKU, tanggal 13 September 2026, Polsek Sirimau bergerak cepat melakukan penanganan atas laporan tersebut dengan mengejar terduga pelaku. 


Tepatnya sekira pukul pukul 04.00 WIT, bertempat di Jl. Rijali, Kel/Desa Amantelu Kec. Sirimau, Kota Ambon, tepatnya di Dalam Gudang Penyimpanan Barang PT. Solusi Intera Sejahtera, telah terjadi pencurian yang melibatkan seorang perempuan berinisial NN (25) dan ST (29). Minggu 13/09/2026


Korban dari kasus tersebut adalah Erni Wati Wali (27) yang adalah maneger PT. Solusi Intira Sejahtera. 


Dari penanganan pihak Polsek Sirimau secara cepat itulah maka terduga tersangka lansung berhasil diringkus dan kini Kedua Tersangka telah diamankan di Rutan Polsek Sirimau (laki-laki) dan Rutan KPYS (perempuan) Berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor :

- Sp.Han/30/IX/RES.1.8/2026/Unitreskrim, tanggal 15 September 2026 s/d 04 Oktober 2026. -Sp.Han/31/IX/RES.1.8/2026/Unitreskrim, tanggal 16 September 2026 s/d 05 Oktober 2026.


Dari informasi kronologis yang di Terima media ini, waktu kejadian tepatnya pada Hari Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 04.00 WIT, bertempat di Jl. Rijali, Kel/Desa Amantelu Kec. Sirimau, Kota Ambon, tepatnya di Dalam Gudang Penyimpanan Barang PT. SOLUSI INTIRA SEJAHTERA, telah terjadi Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan.


Dari informasi yang diterima itulah disampaikan bahwa" Barang Bukti yang berhasil diamankan adalah Handphone sebanyak 18 (delapan belas) Unit dan 4 (empat) Buah Tas, 1 (satu) Unit Macbook Air M1 Warna Silver, 1 (satu) Unit Handphone Merk Iphone 13 Warna Blue/Biru, 1 (satu) Unit Handphone Merk Iphone 15 Warna Black/Hitam, 1 (satu) Unit Handphone Merk Iphone 13 Warna Midnight, 1 (satu) Unit Handphone Merk Iphone 13 Warna Midnight, 1 (satu) Unit Handphone Merk Iphone 14 Warna Blue/Biru, 1 (satu) Unit Handphone Merk Iphone 15 Plus Warna Pink, 1 (satu) Unit Handphone Merk Iphone 17 Pro Max Warna Silver, 1 (satu) Unit Handphone Merk Samsung A57 Warna Ice Blue, 1 (satu) Unit Handphone Merk Samsung A57 Warna Ungu, 1 (satu) Unit Handphone Merk A55 Warna Biru Navy, 1 (satu) Unit Handphone Merk VIVO Y31d Pro Warna Grey, 1 (satu) Unit Handphone Merk VIVO Y11d Warna Platinum, 1 (satu) Unit Handphone Merk VIVO Y29 Warna White/Putih, 1 (satu) Unit Handphone Merk OPPO A5 Pro Warna Hijau Lumut, 1 (satu) Unit Handphone Merk OPPO A6 X Warna Ungu, 1 (satu) Unit Handphone Merk REDMI 15 Warna Hitam, 1 (satu) Unit Handphone Merk REALME C85 Warna Blue/Biru, 1 (satu) Buah Tas Ransel Warna Hitam Merk Kalibre, 1 (satu) Buah Tas Totte Bag Warna Hitam Bertuliskan "Sunny Side Up". 1 (satu) Buah Tas Totte Bag Warna Hitam Bertuliskan "iBox", 1 (satu) Buah Tas Totte Bag Warna Kuning Bertuliskan "Big Star".


Dari perbuatan pelaku itulah maka pelaku dikenakan Pasal yang Disangkakan: Pasal 479 Ayat (2) KUHP dan atau Pasal 476  KUHP, Jo Pasal 20 huruf c KUHP, tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan Jo Turut Serta Melakukan Perbuatan Pidanan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.


Kini Penyidik melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka dan melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke Kejaksaan. (Rdks) 

Selengkapnya

Berita Menarik,,,Karel Soukotta : Berita Bukan Sekadar Rilis, IWO Tuntut Jurnalis Maluku Kembali Jadi Penulis

September 24, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com — Profesi wartawan belakangan ini dipertaruhkan. Di tengah arus deras informasi dan godaan pragmatisme, jurnalis dituntut kembali ke khitah dasarnya: menjadi pemikir dan penulis kritis, bukan sekadar juru ketik yang menyalin siaran pers atau menjadi penyambung lidah kekuasaan.

​

Penegasan keras ini disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Maluku, Karel Soukotta. Ia mendesak seluruh jurnalis di Maluku untuk menjaga independensi serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan bermartabat.

​

"Jurnalis itu harus jadi penulis, bukan juru ketik. Ada daya kritis, analisis, dan verifikasi mendalam di dalamnya. Kalau hanya mencatat dan memindahkan pernyataan pejabat tanpa dikritis, apa bedanya jurnalis dengan juru bicara?" tegas Karel.

​

Menurutnya, tantangan terbesar media saat ini adalah maraknya praktik ketergantungan pada rilis resmi dan peran ganda yang merusak independensi. Publik merindukan berita berbobot yang menguliti kebijakan pemerintah, menguji asas kemanfaatan bagi rakyat, serta membongkar potensi penyimpangan.

​

Secara khusus, IWO Maluku menyoroti tiga poin krusial yang harus dipegang teguh insan pers daerah:

​1. Penulis vs Juru Ketik: Jurnalis wajib membekali diri dengan kedalaman data, riset, dan analisis. Produk jurnalistik harus mampu memberikan konteks yang utuh bagi publik, bukan sekadar mengejar kecepatan dengan mengorbankan akurasi dan kedalaman.

​

2. Menjaga Jarak dari Kekuasaan: Pers adalah pilar keempat demokrasi, bukan divisi humas tambahan bagi pemerintah. Jurnalis diimbau tidak menjadi juru bicara terselubung bagi instansi atau pejabat tertentu.

​

3. Tolak Fungsi Ganda: Sikap independen mustahil terwujud jika wartawan menjalankan peran ganda atau memiliki konflik kepentingan (conflict of interest) yang merusak integritas profesi.

​

Karel menambahkan, informasi berkualitas merupakan hak mutlak masyarakat Maluku. Ketika pers berfungsi optimal sebagai pengawas kebijakan (watchdog), maka kontrol sosial berjalan sehat dan pembangunan daerah dapat tepat sasaran.

​

"Integritas adalah harga mati. Jurnalis Maluku harus berani berdiri tegak di atas kode etik demi menyajikan kebenaran bagi publik," pungkasnya. (Tim) 

Selengkapnya

Polres MBD Bersinergi dengan Instansi Terkait Tangani Penumpang Meninggal Dunia di KM. Sabuk Nusantara 38

September 24, 2026


MBD
, globaltimurnn.com – Jajaran Kepolisian Resor Maluku Barat Daya (Polres MBD) bersama instansi terkait melakukan penanganan terhadap peristiwa meninggalnya seorang penumpang di atas kapal KM. Sabuk Nusantara 38 yang tiba dan bersandar di Dermaga Pelabuhan Laut Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, pada Kamis pagi (24/09/2026).


Korban diketahui berinisial R.E (21 tahun), warga Kecamatan Tepa, yang ditemukan dalam kondisi tidak merespons di salah satu kamar Anak Buah Kapal (ABK) pada bagian Dek 7 kapal KM. Sabuk Nusantara 38. Peristiwa tersebut selanjutnya ditangani oleh personel Kepolisian bersama petugas Kesyahbandaran Pelabuhan Laut Moa sesuai dengan prosedur penanganan awal terhadap kejadian meninggal dunia.


Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas di lapangan, korban pada Rabu (23/09/2026) sekitar pukul 18.30 WIT berangkat dari Pelabuhan Tepa dengan menumpang KM. Sabuk Nusantara 38 dengan tujuan Pelabuhan Moa. 


Setibanya di atas kapal, korban kemudian bertemu dengan salah seorang ABK berinisial C.L (26 tahun). Korban selanjutnya bermaksud menyewa kamar milik ABK tersebut dan kemudian menempati kamar ABK yang berada di bagian Dek 7 sebelah kanan belakang kapal.


Menurut keterangan awal dari saksi C.L, saat berada di dalam kamar, korban masih terlihat dalam kondisi baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan. Saksi bersama korban kemudian berada di kamar tersebut dan sempat berkomunikasi sebagaimana biasa.


Sekitar pukul 21.00 WIT hingga 23.00 WIT, saksi masih sempat berbicara dengan korban. Selanjutnya sekitar pukul 23.30 WIT, saksi tertidur.


Pada sekitar pukul 04.15 WIT, saksi terbangun dan keluar dari kamar menuju kantin kapal. Sekitar pukul 06.30 WIT, saksi kembali ke kamar dan mendapati korban masih berada di dalam kamar dalam posisi tertidur. Saksi juga sempat mendengar suara korban seperti mendengkur. Setelah itu, saksi meninggalkan kamar untuk mandi dan melakukan aktivitas lainnya di atas kapal. 


Sekitar pukul 09.20 WIT, setelah kapal tiba dan bersandar di Pelabuhan Moa, saksi kembali ke kamar dengan maksud membangunkan korban. Saksi kemudian memanggil korban dan menggoyangkan kaki korban, namun korban tidak memberikan respons.


Melihat kondisi tersebut, saksi kemudian melaporkan kejadian kepada petugas Kepolisian KP3 Pelabuhan Moa, Bripda Steward Patampang, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Setelah menerima laporan tersebut, personel Kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan pengamanan terhadap tempat kejadian. 


Penanganan kemudian dilakukan secara bersama-sama oleh personel Polres MBD yang dipimpin Kasat Polairud IPDA Oktovianus Damaryanan bersama personelnya, Pamapta SPKT Aipda Suryadi Latif bersama anggota, didampingi anggota Pos KPPP Pelabuhan Moa dan personel Satuan Reskrim Polres MBD.


Dalam penanganan tersebut, personel Kepolisian juga bersinergi dengan petugas Syahbandar Pelabuhan Laut Moa guna memastikan seluruh tahapan penanganan terhadap korban berjalan sesuai prosedur.


Dari keterangan pihak keluarga, khususnya ayah korban yang saat itu berada di Kecamatan Tepa, diperoleh informasi bahwa korban sebelumnya memang hendak melakukan perjalanan menuju Moa dan selanjutnya ke Ambon untuk mendapatkan perawatan medis karena sedang mengalami sakit.


Namun demikian, terkait kondisi kesehatan korban maupun penyebab pasti meninggalnya korban, pihak Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan proses penanganan lebih lanjut. Kepolisian tidak serta-merta menyimpulkan penyebab kematian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan.


Tim INAFIS Satreskrim Polres MBD yang dipimpin oleh KBO Satreskrim Polres MBD IPDA Yan Efamutan, S.H., kemudian melakukan proses identifikasi terhadap korban di lokasi.


Setelah proses identifikasi awal selesai dilaksanakan, jenazah korban selanjutnya dievakuasi dari atas kapal KM. Sabuk Nusantara 38 menggunakan mobil jenazah menuju RSUD Tiakur untuk menjalani pemeriksaan medis, termasuk Visum et Repertum, guna membantu memastikan kondisi serta penyebab kematian korban.


KBO Satreskrim Polres MBD IPDA Yan Efamutan, S.H., menjelaskan bahwa pihaknya bersama personel terkait telah melakukan langkah-langkah penanganan awal sesuai prosedur, mulai dari mendatangi lokasi, melakukan pemeriksaan awal, identifikasi terhadap korban hingga proses evakuasi ke rumah sakit.


“Untuk sementara kami masih melakukan penanganan dan pendalaman terhadap peristiwa ini. Kami juga telah melakukan identifikasi terhadap korban dan selanjutnya jenazah dievakuasi ke RSUD Tiakur untuk pemeriksaan medis. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut sehingga penyebab pasti meninggalnya korban belum dapat disimpulkan,” jelas IPDA Yan.


Menurutnya, keterangan dari saksi yang berada bersama korban di dalam kamar juga telah dihimpun sebagai bagian dari proses pendalaman terhadap rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan dalam kondisi tidak merespons.


“Kami akan mengumpulkan seluruh informasi yang berkaitan dengan kejadian ini, termasuk keterangan saksi dan hasil pemeriksaan medis. Semua tahapan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur,” tambahnya.


Sementara itu, Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K., menyampaikan bahwa jajaran Polres MBD telah merespons kejadian tersebut dengan cepat melalui sinergi antara Kepolisian, petugas KPPP dan Syahbandar Pelabuhan Laut Moa.


Kapolres menegaskan bahwa setiap peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polres MBD, terlebih menyangkut keselamatan dan meninggalnya seseorang, harus mendapatkan penanganan secara serius, profesional dan berdasarkan fakta di lapangan.


“Kami telah memerintahkan personel untuk melakukan penanganan secara cepat, profesional dan sesuai prosedur. Setiap informasi yang berkaitan dengan peristiwa ini akan didalami dan diverifikasi secara menyeluruh,” tegas Kapolres.


AKBP Budhi juga meminta agar seluruh pihak tidak berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya korban sebelum adanya hasil pemeriksaan medis dan proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian.


“Kita harus menghormati proses pemeriksaan. Jangan sampai muncul kesimpulan atau informasi yang belum terverifikasi. Penyebab pasti meninggalnya korban akan diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan medis serta fakta-fakta yang ditemukan dalam proses penanganan,” ujar AKBP Budhi.


Kapolres juga menyampaikan bahwa Polres MBD akan terus membangun koordinasi dengan instansi terkait dalam setiap penanganan kejadian di wilayah pelabuhan maupun perairan, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut.


“Sinergitas dengan Syahbandar, KPPP, pihak pelabuhan, tenaga medis dan instansi terkait sangat penting untuk memastikan setiap kejadian dapat ditangani secara cepat, tepat dan terukur. Kehadiran negara harus dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang responsif dan humanis,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Ia berharap pihak keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi peristiwa tersebut.


“Kami turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan. Sementara kepada personel yang menangani kejadian ini, saya tekankan agar seluruh proses dilaksanakan secara profesional, transparan dan tetap mengedepankan penghormatan terhadap korban serta keluarga,” tutup Kapolres.


Hingga saat ini, proses penanganan terhadap peristiwa tersebut masih berlangsung. Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Tiakur untuk menjalani pemeriksaan medis, sementara pihak Kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi dan fakta-fakta lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.


Polres MBD memastikan setiap perkembangan yang berkaitan dengan penanganan peristiwa tersebut akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas, kehati-hatian dan penghormatan terhadap keluarga korban. (Rdks) 

Selengkapnya

Jaga Kamtibmas Kondusif Di Piru, Kapolres SBB Temui Para Tokoh Bangun Silaturahmi Dan Kolaborasi

September 24, 2026


PIRU
, globaltimurnn.com - Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., bersilaturahmi dengan perangkat Desa Piru, tokoh agama dan unsur BPD, Kamis (24/9/2026).


Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Desa Piru.


Kapolres SBB mengatakan, menjaga Kamtibmas bukan hanya tugas Kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah desa, tokoh agama dan seluruh masyarakat.


“Yang paling penting adalah komunikasi. Kalau kita semua saling berkoordinasi, persoalan yang muncul di masyarakat bisa lebih cepat kita cegah dan selesaikan,” ujar AKBP Refindo.


Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas pengaruh minuman keras yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat, termasuk potensi munculnya persoalan yang melibatkan kalangan remaja. Kapolres mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan pencegahan dan pembinaan sejak dini.


“Anak-anak muda harus kita rangkul dan kita bina bersama. Kalau ada persoalan, jangan dibiarkan menjadi besar. Mari kita komunikasikan dan selesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya.


Pemerintah Desa Piru bersama para tokoh agama menyatakan siap membantu Kepolisian melalui imbauan, pembinaan moral dan kegiatan keagamaan, khususnya bagi generasi muda. Mereka juga berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan pihak Kepolisian apabila ditemukan persoalan yang berpotensi mengganggu Kamtibmas.


Kapolres berharap silaturahmi tersebut dapat menjadi langkah awal untuk terus memperkuat kerja sama antara Polres SBB, pemerintah desa, tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kerukunan di Desa Piru. (Rdks) 

Selengkapnya

Disoroti Terkait Fasilitas Sekolah Yang Tidak Memadai, BPS Lab Unpatti Angkat Bicara

September 24, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Setelah disoroti sejumlah media beberapa hari kemarin terkait dugaan pungli dan fasilitas toilet yang tidak memadai dan tidak di perbaiki, sehingga menuai sorotan publik. 


Dari hal tersebut, kepala Badan pengelolah sekolah (BPS) Ny. Anatasia Limba kepada Redaksi media ini siang kemarin di ruang kepala sekolah SMP Lab. Unpatti ambon mengatakan" Gedung sekolah tersebut Pihaknya menggunakan gedung lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat unpatti ambon. Ucapnya


Pasalnya" Penggunaan gedung sekolah tersebut masih bersifat sementara, sehingga berdasarkan hasil analisa universitas pattimura diminta membuka sekolah laboratorium. Sebutnya


Pihaknya diberikan gedung kantor penelitian dan pengabdian bagi masyarakat unpatti ambon untuk pelaksanaan jalannya proses pembelajaran bagi sekolah laboratorium, sehingga kantor tersebut kemudian pindah ke gedung yang lain, yang ditentukan oleh universitas. Jelasnya


Limba juga mengatakan" Awal berdirinya sekolah, kantor tersebut menggunakan lantai dua, sekolah menggunakan lantai satu, namun seiring berjalan-nya animo masyarakat, sehingga kebijakan rektor kantor tersebut kemudian pindah ke gedung yang lain. 


Limba menjelaskan" Yang pertama gedung tersebut adalah bukan gedung baru namun adalah gedung lama yang dipakai sekolah sementara, kemudian gedung tersebut sudah termakan usia, sehingga dampaknya termasuk fasilitas yang ada seperti toilet dan sebagainya. Tuturnya


Menurutnya semua fasilitas yang digunakan dari gedung tersebut pihaknya sebagai pengelolah, setiap bulan-nya selalu membuat laporan ke pimpinan universitas, terkait dengan kendala - kendala apa saja yang dialami pihak sekolah maupun BPS dalam penyelenggaraan pendidikan. 


Dikatakan-nya" Kendala yang dialami bukan saja terkait safras, namun juga ada kendala yang lain seperti tenaga kependidikan, guru, yang bagaimana bisa menjalankan proses pembelajaran dengan baik dan lancar. 


Hal penting yang disampaikan-nya juga bahwa" Pihaknya juga memikirkan bagaimana kenyamanan belajar bagi setiap siswa, dan bahkan bagaimana membuat siswa bisa memikirkan sekolah itu seperti rumah mereka sendiri. 


Penugasan dari pihak universitas kepada pihaknya sebagai BPS itu, tidak tinggal diam dan terus melihat mana yang lebih urgen, dan pihaknya selalu mencoba mencari solusinya. 


Pihaknya sebagai BPS juga selalu mengfungsikan gedung tersebut dengan baik, salah satunya adalah tidak menerima siswa yang lebih banyak karena banyak keterbatasan yang ada pada fasilitas gedung tersebut. 


Limba juga mengatakan bahwa" Pihaknya bukan tidak mengutamakan perbaikan toilet terlebih dahulu, namun oihaknya lebih mengutamakan mana yang lebih perlu diutamakan, seperti penggunaan AC, untuk ruangan belajar, karena itu perlu didahulukan. 


Disisi lain kendala yang paling urgen juga adalah jaringan listrik yang tidak mampu, mempunyai saya lemah, sehingga harus ada perbaikan penambahan daya, dan itu adalah pekerjaan prioritas. Tuturnya


Dirinya juga mengakui bahwa masalah toilet adalah masalah penting karena bukan saja terkendala pada SMP, namun juga SD dan SMA, namun kata Limba" Dari segi fungsi sebenarnya masih bisa di fungsikan, dan dalam beberapa hari berlalu ketersedian air tidak memadai pada toilet SMP, itu disebabkan karena adanya perbaikan penambahan daya sehingga terjadi pemadaman, akibatnya air tidak bisa jalan di toilet. Terangnya  (Rdks) 


Selengkapnya

Pemprov Maluku Tegaskan Blok Masela Harus Menjadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

September 24, 2026


Jakarta
, globaltimurnn.com — Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong pengembangan Blok Masela agar menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.


Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi Publik bertajuk “Blok Masela sebagai Motor Pertumbuhan: Memperkuat Ketahanan Energi Indonesia dan Mempercepat Kesejahteraan Maluku” yang berlangsung di Buntu Coffee, Tebet, Jakarta, Rabu (23/9/2026).


Mewakili Gubernur Maluku, Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful Indra Patta, menghadiri kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan arahan Pemerintah Provinsi Maluku mengenai pentingnya pengelolaan Blok Masela sebagai peluang strategis bagi masa depan Maluku.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Forum Komunikasi Aktivis Maluku Jakarta, ketua dan sekretaris panitia pelaksana, tokoh masyarakat Maluku, akademisi, pelaku usaha, insan pers, generasi muda Maluku, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pembangunan daerah.


Dalam sambutan tertulis Gubernur Maluku yang disampaikan Kepala Badan Penghubung, Pemerintah Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada Forum Komunikasi Aktivis Maluku Jakarta yang telah menginisiasi ruang dialog publik terkait masa depan Blok Masela.


“Blok Masela bukan sekadar proyek gas. Bagi Indonesia, Blok Masela memiliki arti strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendukung kebutuhan industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Bagi Maluku, Blok Masela harus menjadi momentum untuk mengubah kekayaan sumber daya alam menjadi kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulisnya.


Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan bahwa keberhasilan Blok Masela tidak hanya dilihat dari nilai investasi, pembangunan fasilitas, maupun kapasitas produksi gas, tetapi juga dari dampak nyata terhadap masyarakat melalui peningkatan kesempatan kerja, pertumbuhan usaha lokal, peningkatan kompetensi tenaga kerja, penguatan konektivitas, serta berkembangnya perekonomian daerah.


“Maluku tidak boleh hanya menjadi tempat sumber daya alam diambil. Maluku harus menjadi bagian penting dalam proses penciptaan nilai tambah,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Maluku menyampaikan sejumlah agenda strategis yang perlu dipersiapkan bersama untuk memastikan manfaat Blok Masela dapat dirasakan secara luas.


Pertama, penguatan kualitas sumber daya manusia Maluku melalui pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi agar putra-putri Maluku memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan industri. Proses rekrutmen tenaga kerja juga harus berjalan secara transparan dan berbasis kompetensi. Kedua, memperkuat peran pelaku usaha lokal, UMKM, koperasi, serta badan usaha daerah agar dapat mengambil bagian dalam rantai pasok industri melalui peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, kemitraan, dan keterbukaan informasi pengadaan. Ketiga, menjadikan Blok Masela sebagai penggerak transformasi ekonomi Maluku melalui pemanfaatan energi untuk mendukung sektor produktif seperti kelistrikan, perikanan, industri pengolahan hasil laut, transportasi, dan logistik. Keempat, memastikan pembangunan Blok Masela berjalan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek lingkungan, kepentingan masyarakat, serta koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.


Pemerintah Provinsi Maluku juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung yang terintegrasi, meliputi konektivitas jalan, pelabuhan, bandara, telekomunikasi, energi, air bersih, fasilitas kesehatan, serta sistem logistik yang mampu memperkuat wilayah kepulauan Maluku.


Menurut Pemprov Maluku, pengembangan Blok Masela harus menjadi bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi, bukan hanya pembangunan sebuah proyek energi.


“Pembangunan Blok Masela harus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. 

Kekayaan alam boleh berada di bawah laut Maluku, tetapi nilai tambahnya harus tumbuh di Maluku melalui lapangan kerja, usaha masyarakat, peningkatan pelayanan dasar, konektivitas, dan kesejahteraan rakyat,” demikian pesan Gubernur Maluku.


Pemerintah Provinsi Maluku terus membuka ruang kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, SKK Migas, operator, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mengawal pengembangan Blok Masela agar berjalan selaras dengan kepentingan nasional dan pembangunan daerah.


Melalui sinergi dan kesiapan bersama, Blok Masela diharapkan menjadi momentum penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi baru bagi Maluku sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi dan pembangunan Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT