
Foto : Forum Pakar Maritim Gelar Diskusi Nasional, Dorong Maluku Jadi Model Integrasi Konservasi Laut dan Pembangunan
Ambon, Globaltimurnn.com – Menyikapi target nasional Kawasan Konservasi Perairan minimal 30% pada tahun 2045, Yayasan Garuda Di Lautku Inisiatif menginisiasi Forum Pakar Maritim dengan menggelar kegiatan pertama bertema "Net Gain Biodiversity, Warisan Ekologis untuk Maluku dan Indonesia". Acara yang berlangsung secara hybrid (50 peserta luring) dilaksanakan pada Selasa (24/02/2026) pukul 10:00 WIT di Raja Seafood Restaurant, Jl. Wolter Monginsidi No.17-20, Latta, Baguala, Maluku.
Indonesia khususnya Maluku memiliki kekayaan biodiversitas laut yang menjadi aset strategis bangsa. Dalam perkembangannya, pembangunan proyek energi nasional di kawasan pesisir dan laut harus sejalan dengan komitmen menjaga serta meningkatkan biodiversitas. Konsep Net Gain Biodiversity (NGB) sebagai standar internasional menjadi landasan, yang menekankan bahwa setiap pembangunan harus menghasilkan manfaat ekologis lebih besar daripada dampak yang ditimbulkannya.
Selain terkait konservasi, konsep ini juga erat kaitannya dengan pertahanan semesta, di mana harmoni manusia dan alam menjadi inti pengembangan sistem pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Pertahanan maritim tidak hanya fokus pada batas wilayah, tetapi juga memastikan ekosistem laut tetap produktif dan lestari. Lebih jauh, penerapan NGB juga berkontribusi pada pengentasan kemiskinan melalui dukungan terhadap ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan rekomendasi teknis yang dapat dijadikan acuan nasional maupun internasional, menjadikan Maluku sebagai model integrasi kedaulatan maritim, konservasi biodiversitas, dan pengentasan kemiskinan.
Kegiatan ini memiliki empat tujuan utama, yaitu merumuskan rekomendasi teknis penerapan NGB di sektor energi dan konservasi laut; membangun sinergi multi-sektor antara pertahanan maritim, pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat; menegaskan Maluku sebagai model integrasi pembangunan energi, konservasi biodiversitas, dan pertahanan semesta; serta menghasilkan warisan ekologis dan sosial yang memperkuat kedaulatan NKRI dan diplomasi maritim Indonesia.
Ruang lingkup pembahasan meliputi konsep dan prinsip dasar NGB beserta tahapan penghindaran, pengurangan, pemulihan, dan pemberian manfaat tambahan, integrasi NGB dalam pembangunan energi dan migas termasuk regulasi hulu migas terkait PSN Masela.
keterkaitan ekosistem laut sehat dengan pertahanan maritim serta peran TNI AL dalam konservasi berbasis pertahanan, penciptaan lapangan kerja melalui restorasi ekosistem, ekowisata, dan budidaya berkelanjutan serta integrasi konservasi dengan program pemberdayaan masyarakat, kontribusi akademisi dan riset ilmiah untuk indikator keberhasilan NGB, hingga sinergi multi-sektor dan diplomasi maritim.
Acara menghadirkan lima narasumber berkompeten dari berbagai sektor, yaitu perwakilan Kepala SKK Migas, Dirjen Pengelolaan Kelautan, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, serta Panglima Armada III TNI Angkatan Laut. Kegiatan dipandu oleh moderator Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura. (Za)








