globaltimurnn.com


Jumat, 06 Maret 2026

Kapolres Halut Bersama Forkopimda Dan Akademisi universitas Halmahera Laksanakan Penanaman Jagung Kuartal I Tahun 2026

Maret 06, 2026

Foto : Kapolres Halut Bersama Forkopimda Dan Akademisi universitas Halmahera Laksanakan Penanaman Jagung  Kuartal I Tahun 2026

Halut
, Globaltimurnn.com - Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu S.H., S.I.K.,  bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Halut Dan Akademisi Universitas Halmahera (UNIERA) melaksanakan kegiatan penanaman jagung  pada kuartal pertama tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di lahan  Kampus UNIERA Desa Wari ino, Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pada Sabtu (07/03/2026).


Penanaman jagung  tersebut dihadiri oleh Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua serta jajara Forkopimda lainya, Rektor Universitas Halmahera dan Mahasiswa,Penyulu setempat dan Pejabat Utama Polres Halut dan jajaran Polsek Tobelo. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan Kampus UNIERA,  dalam mendorong sektor pertanian yang berkelanjutan.


Kapolres Halut  AKBP Erlichson Pasaribu dalam sambutannya menyampaikan bahwa program penanaman jagung  ini merupakan langkah konkret dalam mendukung program nasional ketahanan pangan. Selain itu, Penanaman jagung hari ini di harapkan dapat meningkatkan Produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi,


Kapolres Halut juga mengatakan Penanaman jagung kuartal satu hari ini menjadi Bukti nyata Bahwa akademisi universitas Halmahera (UNIERA), Mereka berpatisipasi melakukan penanaman dan keberlangsungan hidup kita semua serta mendukung swasembada pangan untuk itu kita Hadir memberikan dukungan yang nyata,


Kapolres juga berharap agar kita semua juga memanfaatkan lahan tidur termasuk lahan pertahanan sosial atau lahan produktif untuk produktivitas pertanian, sebagai sumber pangan yang efektif untuk mewujudkan ketahanan pangan Nasional.” ujar Kapolres Halut.



Sementara itu,  Bupati Halut, Dr. Piet Hein Babua, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Polres Halut dan seluruh unsur Forkopimda dan akademisi universitas Halmahera, dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan keberhasilan program pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Halut Kegiatan penanaman jagung  ini diharapkan menjadi awal yang baik pada kuartal pertama tahun 2026 serta dapat berlanjut secara berkesinambungan. Dengan dukungan semua pihak, Lahan Kampus diharapkan dapat menjadi salah satu sentra produksi jagung yang berkontribusi dan mendukung terhadap ketahanan pangan daerah. (V374) 

Selengkapnya

Bupati Halut Piet Hein Babua Pimpin Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026

Maret 06, 2026

Foto : Bupati Halut Piet Hein Babua Pimpin Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026

Halut
, Globaltimurnn.com – Kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 dalam rangka mendukung program nasional swasembada jagung dilaksanakan pada Sabtu (07/03/2026). Bertempat di belakang Kampus Universitas Halmahera, Desa Wari, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan produksi jagung sebagai salah satu komoditas strategis nasional.


Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si, Ketua DPRD Halmahera Utara Christian Lesnussa bersama anggota DPRD Halut Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, S.H.,S.I.K, Dandim 1508/Tobelo yang diwakili Pasi Ter Kodim 1508/Tobelo Kapten Arh Moh. Ali, Kepala Dinas Pertanian Halmahera Utara Piet Hein Onthony, Kapolsek Tobelo Ipda Asdar, S.IP., M.H., Rektor Universitas Halmahera Dr. Herson Kerajaan, S.IP., para kelompok tani serta tamu undangan lainnya 


Dalam sambutanya Rektor Universitas Halmahera, Dr. Herson Kerajaan menyampaikan bahwa program penanaman jagung ini merupakan langkah nyata kampus dalam memanfaatkan potensi lahan yang tersedia sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.


Ia menjelaskan bahwa Universitas Halmahera memiliki lahan yang cukup luas untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif. Saat ini penanaman awal telah dilakukan di sebagian lahan yang berada di area kampus.


“Di area kampus sendiri kami memiliki sekitar 14 hektar lahan, ditambah beberapa lokasi lain seperti di Wangongira dan Kali Pitu. Secara keseluruhan kami menargetkan sekitar 42 hektar lahan yang akan dimanfaatkan untuk penanaman jagung sepanjang tahun ini,” ujarnya.


Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi mahasiswa. Para mahasiswa Universitas Halmahera dilibatkan langsung dalam kegiatan pertanian sehingga dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.


Ditempat yang sama Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa penanaman jagung serentak ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program pemerintah pusat dalam meningkatkan produksi jagung nasional.


Bupati menegaskan bahwa jagung merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting, baik sebagai bahan pangan maupun sebagai pakan ternak.


Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, kata Bupati, sangat mengapresiasi sinergi dan kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, para petani serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung upaya peningkatan produksi pertanian di daerah.


Melalui kegiatan penanaman jagung serentak ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Halmahera Utara, memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan para petani dan masyarakat.


Bupati juga mengajak seluruh pihak, khususnya para petani, untuk terus memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal serta menerapkan pola pertanian yang baik agar hasil produksi dapat meningkat secara berkelanjutan.


Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus berkomitmen memberikan dukungan melalui berbagai program pertanian, penyediaan sarana produksi serta pendampingan kepada para petani agar sektor pertanian di Halmahera Utara semakin maju dan berkembang.


“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.


Sementara itu Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, S.H.,S.I.K dalam sambutannya menyampaikan bahwa program penanaman jagung serentak merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada jagung.


Menurutnya, jagung tidak hanya menjadi komoditas pertanian semata, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.


Kapolres menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI–Polri, instansi terkait, dunia akademik, serta masyarakat dan para petani.


Polres Halmahera Utara, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengamanan kegiatan, pendampingan kepada masyarakat serta menjaga situasi yang aman dan kondusif agar para petani dapat bekerja dengan tenang dan produktif.


Kegiatan tersebut menunjukkan adanya sinergitas dan kolaborasi yang baik antara Pemerintah Daerah, TNI–Polri, dunia akademik, instansi terkait, kelompok tani serta masyarakat dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Halmahera Utara. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Hutan Seram Dilibat Habis Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Dan Perusahaan Asing, Dua Kades Di Seram Kecam Keras

Maret 06, 2026

Foto : Hutan Seram Dilibat Habis Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Dan Perusahaan Asing, Dua Kades Di Seram Kecam Keras

Seram
, Globaltimurnn.com - Kemarahan membara kini datang dari dua desa adat di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. 


Penjabat Sementara Kepala Desa Manusa, Abe Neyte, dan Kepala Desa Rambatu, Daud Tenine, kepada sejumlah wartawan di Seram secara tegas angkat bicara setelah mengetahui tanah adat mereka secara sepihak dimasukkan dalam proyek karbon raksasa oleh Dinas Kehutanan Provinsi Maluku bersama perusahaan asing, Asia Assets Developments Co., Ltd. (AAD) dari Taiwan, tanpa persetujuan dan bahkan tanpa sepengetahuan masyarakat.


Menurut kedua kades lewat pesan whatssap mereka" Proyek bertajuk "WEST SERAM REDD+ and Agarwood ForestWise PROJECT (WSRAFP)" ini diklaim akan menghasilkan puluhan sampai ratusan juta ton lebih kredit karbon dari 40 lokasi hutan sosial di Seram Bagian Barat. 


Pasalnya" Nilai ekonomi diproyeksikan mencapai triliunan rupiah. Namun masyarakat adat yang tanahnya digunakan justru tidak pernah diajak bicara.


Kami Tidak Pernah Diundang, Tidak Pernah Setuju! Dengan suara bergetar menahan amarah, PJS Kepala Desa Manusa, Abe Neyte, maupun mantan PJS sebelumnya Hengly Neyte membantah klaim proyek yang menyebut telah melakukan sosialisasi dan Free Prior and Informed Consent (FPIC).

Kami masyarakat Desa Manusa dengan tegas dan bulat MENOLAK kegiatan pengkavlingan lahan oleh Dinas Kehutanan. 


Kami bahkan pernah mengusir paksa petugas Dinas Kehutanan saat mereka datang ke wilayah kami untuk mengkavling tanah adat kami. 


Tidak pernah ada persetujuan, tidak pernah ada diskusi yang jujur, dan yang paling penting, TIDAK ADA PROSES FPIC!" tegas Abe Neyte.


Ia menambahkan, yang paling menghina adalah hilangnya nama desa mereka dari dokumen proyek.


Dalam dokumen setebal 280 halaman itu, Gunung Mai seluas 2.545 hektar masuk dalam daftar dengan SK SK10043/MENLHKPSKL/PKPS/PSL.0/12/2019. 


Tapi nama Desa Manusa tidak disebut sama sekali! Ini penghapusan identitas kami, penghilangan eksistensi masyarakat adat Seram dari peta mereka, hanya demi uang karbon!" ujarnya dengan nada tinggi.


Rambatu Juga Dikorbankan

Hal serupa diungkapkan Kepala Desa Rambatu, Daud Tenine, Desa mereka juga masuk dalam daftar proyek sebagai Hutan Sosial nomor 31 dengan luas 687 hektar (SK SK.7892/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/10/2018). Namun tidak ada satupun warga Rambatu yang tahu.


Kami kaget ketika melihat dokumen itu beredar, Nama desa kami ada di situ, tapi masyarakat Rambatu TIDAK PERNAH TAHU, TIDAK PERNAH DIAJAK BICARA, TIDAK PERNAH DIMINTA PERSETUJUAN. Ini perampokan atas nama proyek lingkungan!" tegas Daud Tenine.


Kedua kepala desa menyoroti ironi dalam dokumen proyek yang mengklaim telah melakukan FPIC pada 5 November 2024 dan 28 Februari 2025.


Itu KEBOHONGAN BESAR! Tidak pernah ada undangan, tidak pernah ada pertemuan, tidak pernah ada persetujuan dari masyarakat kami. Ini pemalsuan dokumen resmi negara!" kecam Abe Neyte.


Mereka juga mengungkapkan modus operandi oknum Dinas Kehutanan yang datang ke desa dengan berbagai kedok.


Mereka datang mengaku mau 'pendataan hutan', 'program rehabilitasi', atau 'bantuan bibit'. Tidak SATU KALIPUN bilang kalau mereka sedang mengkavling tanah untuk dijual nilai karbonnya ke perusahaan asing! Kami merasa DIBODOHI DAN DIKHIANATI oleh pejabat yang seharusnya melindungi kami," tambahnya.


Berdasarkan dokumen yang beredar, potensi nilai ekonomi dari proyek ini sangat fantastis, Dengan asumsi harga karbon internasional 5-20 USD per ton, total puluhan bahkan ratusan juta ton kredit karbon bernilai ratusan juta dolar AS atau setara triliunan rupiah.


Ironisnya, masyarakat adat yang tanahnya diambil justru tidak akan mendapat satu rupiah pun. Karena mereka bahkan tidak tahu tanahnya dijual! Ini PERAMPASAN ASET NEGARA oleh oknum Dinas Kehutanan bersama pihak asing!" tegas Daud Tenine.


Dalam rilis media ini, Abe Neyte dan Daud Tenine menyampaikan tuntutan tegas,


Kepada Gubernur Maluku:

Hentikan SERTA MERTA seluruh proses proyek WSRAFP yang melibatkan wilayah adat tanpa persetujuan masyarakat.


Bentuk Tim Investigasi Independen dalam untuk menyelidiki pemalsuan dokumen, pelanggaran FPIC, dan aliran dana proyek, 

Beri sanksi tegas pejabat Dinas Kehutanan yang terbukti melakukan pemalsuan dokumen dan penipuan.


Kepada Menteri LHK RI:

Cabut seluruh izin yang mendasari proyek ini di wilayah adat yang tidak memberikan persetujuan.

Audit seluruh proses penerbitan SK Perhutanan Sosial di Maluku yang diduga cacat hukum.


Gunung Mai dan Rambatu Tanah Leluhur Kami!


Dengan lantang, Abe Neyte dan Hengky Neyte menyatakan sikap,


GUNUNG MAI DAN SELURUH WILAYAH ADAT DESA MANUSA ADALAH TANAH LELUHUR KAMI, BUKAN KOMODITAS YANG DIPERJUALBELIKAN TANPA IZIN KAMI! 


RAMBATU DAN SELURUH WILAYAH ADAT DESA RAMBATU ADALAH TANAH LELUHUR KAMI, BUKAN ASET YANG BISA DIGADAIIKAN UNTUK PROYEK ILEGAL! 


Kami akan melawan segala bentuk pemaksaan dan pengambilalihan lahan. Jalur hukum, advokasi, hingga perlawanan rakyat akan kami tempuh, Seperti masyarakat adat daerah lain, kami akan gugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara!


Menutup pernyataannya, kedua kepala desa mengirimkan pesan keras kepada Gubernur Maluku.

Bapak Gubernur, nilai uang dari perdagangan karbon ini sangat besar, Jangan biarkan Maluku tercoreng kasus pelanggaran HAM. Jangan jadikan Maluku sebagai 'kawasan ilegal' yang menjual tanah rakyat tanpa persetujuan.


HENTIKAN PROYEK ILEGAL INI SEKARANG, sebelum konflik sosial meletus di tanah Seram, Kami tidak ingin ada konflik sosial di tanah leluhur hanya karena keserakahan segelintir oknum! Pungkas kedua kades dari pulau Seram  (V374) 

Selengkapnya

Sekda Maluku Hadiri Ukhuwah Festival I Remaja Masjid Kapaha, Pererat Persaudaraan dan Dorong Kreativitas Generasi Muda

Maret 06, 2026

Foto : Sekda Maluku Hadiri Ukhuwah Festival I Remaja Masjid Kapaha, Pererat Persaudaraan dan Dorong Kreativitas Generasi Muda

Ambon
, Globaltimurnn.com – Dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan antar umat beragama di bulan suci Ramadan, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku menghadiri kegiatan Ukhuwah Festival Volume I yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid Ukhuwah Kapaha. Kegiatan tersebut berlangsung di pelataran Masjid Al Ukhuwah Kapaha, Kota Ambon, Jumat (6/03/2026).


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon atau yang mewakili, perwakilan Ketua NU Provinsi Maluku, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Maluku, Forkopincam Sirimau, Lurah setempat, para penghulu Masjid Al Ukhuwah Kapaha, ibu-ibu Majelis Ta’lim Ukhuwah Kapaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta panitia penyelenggara dan masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.


Dalam sambutannya, Sekda Maluku menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan Ukhuwah Festival Volume I sebagai wadah mempererat silaturahmi sekaligus menampilkan kreativitas generasi muda.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku kami memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara atas terselenggaranya Ukhuwah Festival Volume pertama pada hari ini. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan silaturahmi sekaligus mendorong kreativitas generasi muda untuk menampilkan potensi yang mereka miliki,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa festival ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya memeriahkan bulan suci Ramadan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat melalui kehadiran produk-produk UMKM yang dihadirkan oleh para ibu rumah tangga maupun generasi muda.


Sekda berharap kegiatan serupa ke depan dapat dikemas lebih baik dan lebih maksimal dengan menghadirkan lebih banyak kolaborasi, termasuk melibatkan pelaku UMKM lainnya guna memperluas jaringan interaksi dan komunikasi antar pelaku usaha.


“Kami bangga dengan generasi muda, khususnya remaja Masjid Al Ukhuwah Kapaha yang dengan kesederhanaan mampu menyelenggarakan kegiatan yang besar. Tidak ada keberhasilan tanpa diawali dengan tindakan, sekecil apa pun langkah tersebut,” tambahnya.


Sebagai Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Wilayah Dewan Masjid Indonesia Provinsi Maluku, ia menyambut baik penyelenggaraan festival ini sebagai cikal bakal dalam membina kreativitas generasi muda Islam serta memperkuat semangat kebersamaan dalam memeriahkan bulan Ramadan.


Menutup sambutannya, Sekda mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan yang telah menjadi budaya masyarakat Maluku.


“Mari katong sama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di Kota Ambon Manise dan Provinsi Maluku dengan mengedepankan asas persaudaraan sejati, hidup orang basudara. Seperti pepatah orang tua-tua bilang, Ale rasa beta rasa, potong di kuku rasa di daging, sagu salempeng dipatah dua,” pungkasnya.


Ia berharap pelaksanaan Ukhuwah Festival ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda, serta mendapat berkah dari Allah SWT. (Rdks) 

Selengkapnya

Jelang Idul Fitri 2026, Gubernur Maluku Terima Silaturahmi Yayasan Al-Fatah, Perkuat Semangat Orang Basudara

Maret 06, 2026

Foto : Jelang Idul Fitri 2026, Gubernur Maluku Terima Silaturahmi Yayasan Al-Fatah, Perkuat Semangat Orang Basudara

Ambon
, Globaltimurnn.com – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Gubernur Maluku menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus Yayasan Al-Fatah di Ruang Rapat Gubernur Maluku, Jumat (6/03/2026).


Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, serta Ketua dan jajaran pengurus Yayasan Al-Fatah.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Al-Fatah menyampaikan bahwa pertemuan ini juga membahas kesiapan pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang direncanakan berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon. 


Momentum Idul Fitri diharapkan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga sarana mempererat kehidupan orang basudara di Maluku.


Selain itu, pihak yayasan juga menyampaikan pesan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum penuh berkah untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.


“Ramadhan membawa seruan damai untuk semakin merekatkan kehidupan orang basudara serta memperkuat solidaritas sosial antar sesama anak bangsa. Kami berharap puncak perayaan Idul Fitri, termasuk malam takbiran, dapat berlangsung dengan suasana yang syahdu, khusyuk, dan penuh kedamaian,” ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Al-Fatah.


Sementara itu, Gubernur Maluku menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Al-Fatah atas berbagai program keagamaan yang selama ini dijalankan serta dukungan yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi Maluku.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Al-Fatah yang telah membantu Pemerintah Provinsi Maluku. Saya juga sangat mengapresiasi berbagai program keagamaan yang dimiliki yayasan, dan semoga semuanya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Gubernur.


Gubernur juga berharap kunjungan silaturahmi tersebut dapat semakin mempererat hubungan persaudaraan serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat Maluku.


Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga nilai persaudaraan dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Wujud Kepedulian TNI, Dandim 1508/Tobelo Resmikan Rumah Bantuan Babinsa di Desa Dokulamo

Maret 06, 2026

Foto : Wujud Kepedulian TNI, Dandim 1508/Tobelo Resmikan Rumah Bantuan Babinsa di Desa Dokulamo

Halut
, Globaltimurnn.com – Kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh TNI melalui aksi nyata di tengah warga. Komandan Kodim 1508/Tobelo, Letkol Inf Alex Donald M.L. Gaol, S.E., M.M., meresmikan sekaligus menyerahkan kunci rumah bantuan yang dibangun oleh Babinsa Koramil 1508-02/Galela untuk warga Desa Dokulamo, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Jumat (06/03/2026).


Rumah bantuan tersebut diberikan kepada Ibu Rugaya Burnate, warga yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak. Kehadiran rumah sederhana namun penuh makna ini menjadi simbol kepedulian Babinsa terhadap masyarakat di wilayah binaannya.


Peresmian yang berlangsung di Jalan Yasin Dabi-dabi, Desa Dokulamo, dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara Irwan Jam, Camat Galela Barat A. Wadud Umar Show, S.H., Danramil 1508-02/Galela Lettu Inf Suharno, jajaran Kodim 1508/Tobelo, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.


Camat Galela Barat A. Wadud Umar Show, S.H. menyampaikan apresiasi kepada Babinsa Desa Dokulamo yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat.


“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga penerima dan menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir membantu masyarakat. Semoga hal ini semakin mempererat kebersamaan antara pemerintah, TNI, dan warga,” ujarnya.


Hal senada juga disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Irwan Jam juga menyampaikan rasa bangga atas kepedulian Babinsa yang turut berperan besar dalam pembangunan rumah tersebut.


“Ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga memberikan harapan baru bagi keluarga penerima. Semoga kepedulian ini menjadi contoh bagi kita semua untuk terus menjaga semangat gotong royong dan saling peduli kepada sesama,” ungkapnya.


Sementara itu, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Alex Donald M.L. Gaol, S.E., M.M. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada rakyat.


“Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya menjaga wilayah, tetapi juga membantu mengatasi kesulitan warga. Semoga rumah ini dapat memberikan kehidupan yang lebih layak dan nyaman bagi keluarga penerima,” ujarnya.


Penyerahan kunci rumah kepada Ibu Rugaya Burnate dilakukan langsung oleh Dandim 1508/Tobelo yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya rumah bantuan tersebut.


Bantuan ini menjadi bukti nyata kuatnya kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan di Halmahera Utara. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Danpom Kodaeral lX Hadiri Pemusnahan 15 Ton Miras Sitaan Selang 2 Bulan

Maret 06, 2026

Foto : Danpom Kodaeral lX Hadiri Pemusnahan 15 Ton Miras Sitaan Selang 2 Bulan

Ambon
, Globaltimurnn.com - Komandan Polisi Militer Komando Daerah TNl Angkatan Laut lX (Danpom Kodaeral lX), Letko Laut (PM) Kusnadi mewakili Dankodaeral lX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H, menghadiri pemusnahan belasan, 15 ton minuman keras (miras) tradisional yang disita dari berbagai daerah pada Jumat (6/3/2026). 


Hal tersebut dilaksanakan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban disepanjang awal tahun 2026, terutama saat bulan suci Ramadan hingga lebaran Idul Fitri 1447 H mendatang.


Direktur Resnarkoba Polda Maluku, Kombes Pol. Indra Gunawan mengatakan, pemusnahan belasan ribu ton miras tradisional ini merupakan hasil operasi pekat salawaku dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KYDR) Direktorat Resnarkoba Polda Maluku, dan Polres jajaran selama sebulan terakhir.


"Direktorat Resnarkoba sebanyak 1.665 liter, Polresta Ambon, 4.191 liter, Polres Malteng, 2.472 liter, Polres SBB, 2.795 liter,  Tual, 2.701 liter, KKT, 1.396 liter, Malra, 770 liter, MBD, 270 liter, Kepulauan Aru, 665 liter, Bursel 150 liter dan SBT 36 liter. Total 15.103 liter atau 15 ton lebih," bebernya.


Sementara itu, Kapolda Maluku, Irjen Pol. Dadang Hartanto mengatakan, minuman keras menjadi salah satu pemicu terjadinya gangguan kamtibmas di Provinsi Maluku.


"Berdasarkan data dari Kepolisian ada beberapa kejadian dan penyebab adalah miras. Mulai laka lantas kemudian perkelahian ya antara kelompok ya antara individu, KDRT dan kasus-kasus kriminalitas lainnya,"terangnya.

Jenderal Polisi bintang dua ini mengaku, dengan pemusnahan belasan ribu ton miras itu, maka Polisi telah berhasil mencegah puluhan ribu pemabuk di Provinsi Maluku.


"Kadar alkohol kalau tidak salah itu 30 hingga 35 persen. Jika satu liter dikonsumsi oleh 2 orang maka sudah ada 30.000 orang masyarakat Maluku yang kita lindungi dari minuman alkohol yang bisa berdampak pada gangguan kamtibmas," tandasnya. (V374) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT