globaltimurnn.com

Senin, 22 Juni 2026

Gubernur Maluku Buka MTQ XXXI Tingkat Provinsi, Dorong Lahirnya Generasi Qur'ani Berakhlak dan Berdaya Saing

Juni 22, 2026


AMBON
, globaltimurnn.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 di Gedung Islamic Center Ambon. Pembukaan MTQ ditandai dengan pernyataan resmi Gubernur yang mengharapkan ajang tersebut menjadi sarana membangun generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, harmonis, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan daerah. Senin (22/6/2026)


Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa MTQ memiliki peran strategis dalam pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al-Qur'an, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan peradaban bangsa.


"Pelaksanaan event-event keagamaan seperti Musabaqah Tilawatil Qur'an mempunyai posisi yang sangat vital dan strategis dalam rangka pembangunan mental spiritual bangsa. Karena masalah moral akan sangat menentukan masa depan peradaban bangsa ini," ujar Lewerissa.


Ia menjelaskan, pelaksanaan MTQ harus mampu melampaui aspek seremonial dan meninggalkan jejak peradaban melalui perubahan pola pikir, karakter, dan perilaku masyarakat ke arah yang lebih terbuka, damai, serta menghargai keberagaman.


Menurut Gubernur, nilai-nilai Al-Qur'an yang dilombakan dalam berbagai cabang MTQ harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berkeadaban.


"Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia selain dilombakan melalui MTQ ini, sejatinya nilai-nilai Al-Qur'an juga harus dihidupkan dan dilombakan di dalam kehidupan kita sehari-hari untuk menabur kebaikan kepada semesta," katanya.


Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk terus menjaga persatuan, persaudaraan, dan kedamaian sebagai fondasi pembangunan daerah.


"Dalam konteks ini beta ingin mengajak katong samua untuk menjadikan Maluku sebagai daerah yang aman, damai, sejahtera dan bermartabat. Maluku yang aman, nyaman, damai dan sejahtera harus menjadi kebiasaan dan karakter bagi semua warga masyarakat," tegasnya.


Tema MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026, yaitu "Mewujudkan Generasi Qur'ani yang Berakhlak Mulia, Harmonis, dan Berdaya Saing Par Maluku Pung Bae", dinilai sejalan dengan upaya mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial dan spiritual.


Gubernur juga mengingatkan pentingnya mewariskan nilai-nilai positif kepada generasi penerus sebagai bekal membangun masa depan Maluku yang lebih baik.


"Janganlah kita wariskan cerita-cerita kelam, kebencian, dan kenestapaan kepada anak cucu kita, tetapi mari kita wariskan cerita-cerita sukses, cerita kemajuan, cerita damai, dan indahnya kebersamaan," pesannya.


Lebih lanjut, Lewerissa berharap MTQ dapat melahirkan generasi Qur'ani yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat serta berkontribusi dalam mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Maluku yang maju dan berkeadaban.


"Semoga dengan MTQ ini dapat melahirkan generasi Qur'ani, yaitu generasi yang punya kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial, dan kecerdasan spiritual sebagai modal untuk membangun Maluku yang lebih maju dan berkeadaban," harapnya.


MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku yang dipusatkan di Kota Ambon diikuti sebanyak 369 peserta dari 11 kabupaten/kota se-Maluku yang akan berkompetisi pada delapan cabang lomba, diantaranya Cabang Seni Baca Al-Qur'an, Cabang Qiroah Al-Qur'an, Cabang Hafalan Al-Qur'an, Cabang Tafsir Al-Qur'an, Cabang Fahmil Al-Qur'an, Cabang Syahril Al-Qur'an, Cabang Seni Kaligrafi Al-Qur'an, Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus seleksi untuk menjaring qari dan qariah terbaik yang akan mewakili Maluku pada MTQ tingkat nasional yang akan berlangsung di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah pada Bulan September.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Dapil Maluku Widya Pratiwi, unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa, para Bupati dan Walikota se-Maluku, Ketua MUI Provinsi Maluku, Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Ketua LPTQ Provinsi Maluku, Dewan Hakim MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Dulu Maluku Jadi Lumbung Perekonomian Dunia, Kenapa Sekarang Maluku Termiskin? Wakano Ulas Kisah Maluku

Juni 22, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com - Percayakah Kalian Bahwa Maluku pernah menjadi pusat ekonomi dunia? Dari Maluku lahirlah sistim perbankan dan perekonomian dunia. 


Seringkali, wiayah Maluku digambarkan sebagai wilayah pinggiran, tertinggal, atau sekadar daerah terpencil di ujung timur Nusantara, bahkan saat ini Maluku adalah provinsi termisikin di Indonesia. 


Hal ini disampaikan Gerard Wakano tokoh masyarakat SBB kepada sejumlah wartawan di ambon, lewat pesan whatsaap-nya. 


Dikatakan-nya" Empat ratus tahun yang lalu, ketika Eropa masih gelap dan miskin, detak jantung ekonomi dunia tidak berdetak di London, tidak di Paris, dan tidak di Roma. Detak jantung ekonomi dunia berdetak di tanah vulkanik Kepulauan Banda, Maluku. Ungkapnya


Wakano mengatakan" Tulisan ini bukanlah sebuah cerita dongeng pengantar tidur, marilah kita telusuri sejarah dunia bahwa Maluku pernah menjadi pusat peradaban Ekonomi dan awal mula Perbankan Modern Dunia berdiri. Ucapnya


Pada abad ke-16, Eropa dilanda wabah Black Death yang membunuh separuh populasinya. Dalam keputusasaan, orang Eropa percaya bahwa Biji Pala (Nutmeg) dan Fuli (Mace) adalah satu-satunya obat penawar wabah, sekaligus simbol status sosial tertinggi. Ingatnya


Masalahnya? Pohon pala Tidak Bisa Tumbuh Di Mana Pun Di Bumi, Kecuali Di Kepulauan Banda. !! Di Eropa, harga pala saat itu jauh lebih mahal daripada emas dengan berat yang sama, Siapa pun yang menguasai Banda, menguasai inflasi Eropa, menguasai kekayaan raja-raja, dan menguasai dunia. Sebutnya


Tanah kalian bukan sekadar pulau, tanah kalian adalah sumber mata uang global pada masa itu, Karena kekayaan Banda yang luar biasa, para pedagang Belanda saling sikut, banting harga, dan bahkan saling tembak di lautan, Mereka sadar, jika mereka tidak bersatu, mereka akan kalah oleh Portugis dan Spanyol. Bebernya


Atas desakan Negara Belanda, pada 20 Maret 1602, para pedagang itu dipaksa melebur menjadi satu. Lahirlah VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).


Wakano juga mengajak masyarakat Maluku pahami lebih baik, VOC adalah Perseroan Terbatas (PT) atau Naamloze Vennootschap (NV) pertama dalam sejarah umat manusia. Konsep perusahaan modern, di mana modal dikumpulkan dari ribuan pemegang saham, risiko dibagi, dan manajemen dipisahkan dari pemilik, diciptakan kusus untuk mendanai ekspedisi monopoli pala banda. 


Tanpa ambisi untuk menguasai pala di tanah kalian, konsep "Perusahaan Perseroan Terbatas" mungkin tidak akan pernah lahir di muka bumi ini, VOC adalah kendaraan, tapi Banda adalah tujuannya.


Ketika kapal-kapal VOC kembali dari Banda membawa peti-peti penuh pala dan fuli maka Amsterdam kebanjiran kekayaan. Tapi ada masalah besar yaitu koin-koin uang dari seluruh dunia bercampur aduk, nilainya tidak stabil, dan pedagang kewalahan menghitungnya.


Untuk mengelola triliunan rupiah (jika dikonversi ke nilai sekarang) hasil penjualan pala Banda, pada tahun 1609, Amsterdam mendirikan Amsterdamsche Wisselbank (Bank Bursa Amsterdam). 


Inilah Bank Modern dan Bank Sentral pertama di dunia, Sampai disini pastilah kamu sudah menemukan dimana peran pulau Banda bagi dunia ? Bahkan, bukti paling gila bahwa Banda adalah pusat ekonomi dunia adalah Perjanjian Breda (1667). 


Belanda secara resmi menyerahkan Manhattan (yang sekarang menjadi New York/Wall Street) kepada Inggris. Sebagai gantinya, Belanda meminta Pulau Run, sebuah pulau kecil di Kepulauan Banda.


Pikirkan itu sejenak, Leluhur Belanda memilih Banda daripada Manhattan, Karena pada abad ke-17, Banda adalah pusat kekayaan yang jauh melampaui Wall Street.


Sistem ekonomi dan perbankan dunia hari ini berdiri di atas fondasi yang dicetak dari tanah vulkanik Banda.


Jangan pernah merasa bahwa Maluku adalah daerah tertinggal, Tanah Maluku adalah tempat di mana roda kapitalisme global pertama kali berputar. Darah, keringat, dan air mata leluhur kami dan pulau Banda adalah modal awal yang membangun peradaban ekonomi modern dunia.


Tugas kami saat ini bukan untuk meratapi masa lalu yang kelam, Kalian anak Maluku memiliki DNA dari tanah yang pernah membuat bangsa-bangsa besar di dunia bertekuk lutut dan berebut, Gunakan DNA itu untuk membangun Maluku yang baru. Jadilah inovator, jadilah ekonom, jadilah pemimpin bisnis, dan jadilah arsitek keuangan masa depan, Dunia pernah berputar karena tanah kalian. Tegas Wakano


Sekarang, giliran kalian yang memutar roda dunia dari tanah Maluku!. Pungkasnya (Red) 

Selengkapnya

Pererat Kebersamaan dan Soliditas, Kodaeral IX Gelar Nobar FIFA World Cup 2026

Juni 22, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Gelar Nonton Bareng (Nobar) pertandingan FIFA World Cup 2026 di Gedung J. Leimena Kodaeral IX, Halong, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku, Senin (22/6/2026). 


Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme sebagai bentuk kebersamaan dalam menyaksikan ajang sepak bola terbesar dunia yang saat ini tengah berlangsung antara negara Uruguay vs Cabo Verde dengan skor (2-2).


Tren nobar Piala Dunia juga digelar secara luas di berbagai daerah di Indonesia sebagai sarana mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat. 


Kegiatan nobar ini menjadi salah satu sarana hiburan sekaligus memperkuat tali silaturahmi antar personel di lingkungan Kodaeral IX. 


Selain memberikan semangat kebersamaan, momentum ini juga menjadi wadah untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara pimpinan, prajurit, dan ASN Kodaeral IX.


Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semangat sportivitas, kekompakan, dan solidaritas yang tercermin dalam pertandingan sepak bola dapat menjadi inspirasi bagi personel Kodaeral IX dalam pelaksanaan tugas sehari-hari demi menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ir Kodaeral IX Kolonel (Mar) Eko Priyo Handoyo, para Pejabat Utama (PJU) Kodaeral IX, para Kasatker Kodaeral IX, prajurit, serta ASN Kodaeral IX yang bersama-sama menikmati jalannya pertandingan penuh keakraban. (Rdks) 

Selengkapnya

Menengok Latihan Halang Rintang Prajurit Satrol Kodaeral IX dalam Menjaga Kesiapsiagaan Operasi

Juni 22, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Banyak upaya yang dilakukan untuk menjaga kesiapsiagaan prajurit dalam mengemban tugas operasi, salah satunya seperti Latihan Halang Rintang aspek laut yang digelar Satuan Kapal Patroli Kodaeral lX dalam rangkaian Bulan Profesi TNl AL 2026 pada Senin (22/6/2026).


Latihan Halang Rintang yang berlangsung di kawasan pantai Teluk Dalam Ambon, Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Maluku ini, antara prajurit ditantang Mengangkat Skoci, Panjat / Naik Turun Tali, Lompat Skoci, Meniti Tali, Bolak Balik Skoci di Laut dan Problem Smapore. 


Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Profesi TNI Angkatan Laut Tahun 2026 yang digelar guna meningkatkan profesionalisme, kemampuan teknis, serta kesiapsiagaan prajurit dalam mendukung tugas operasi di laut. 


Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) yang juga Komandan KRl Dorang-874 Satrol Kodaeral lX, Letkol Laut (P) Eko Hadi mengatakan, Latihan Halang Rintang ini bertujuan untuk mengasah ketangkasan, kekuatan fisik, daya tahan, serta mental juang prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan penugasan.


"Dengan melewati sejumlah rintangan yang telah disiapkan, para prajurit dituntut untuk menunjukkan kecepatan, ketepatan, serta kerja sama tim yang solid," terangnya.


Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi dari seluruh personel Satrol Kodaeral IX. 


Sementara itu Komandan Kodaeral lX mengatakan, selain menjadi sarana pembinaan fisik, latihan ini juga menjadi wadah untuk membangun jiwa korsa, disiplin, dan karakter prajurit yang tangguh, profesional, serta siap menjalankan tugas kapanpun dibutuhkan.


"Melalui pelaksanaan latihan halang rintang dalam Bulan Profesi TNI AL Tahun 2026 ini, diharapkan prajurit Satrol Kodaeral IX semakin memiliki kemampuan fisik yang prima, mental yang kuat, serta kesiapan operasional yang optimal dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia," pungkasnya. (Rdks) 

Selengkapnya

Belum Temukan Fakta Dugaan Aksi Begal Hingga Terjadi Pencurian Sepeda Motor, Polisi Masih Terus Dalami

Juni 22, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Polsek Baguala yang dipimpin oleh Srikandi Polwan, Iptu Esterlina Titiheru, A.Md, saat ini tengah menangani laporan dugaan tindak pidana pencurian sepeda motor yang terjadi di wilayah Kelurahan Lateri, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon.


Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIT.


Berdasarkan keterangan awal yang diterima kepolisian, korban yang sedang mengendarai sepeda motor diduga dihentikan oleh seorang pria yang belum diketahui identitasnya. 


Terduga pelaku kemudian mengambil kunci kendaraan dan membawa kabur sepeda motor milik korban.


Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma dan pihak keluarga selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Baguala untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Baguala bergerak cepat dengan menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan dan informasi awal guna kepentingan penyelidikan.


Kapolsek Baguala, Iptu Esterlina Titiheru, A.Md, melalui Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Janet Luhukay, menjelaskan bahwa kasus tersebut saat ini masih dalam proses pendalaman oleh penyidik. 


Hingga kini, pihak kepolisian belum menemukan fakta maupun bukti yang mengarah pada tindak pidana begal sebagaimana informasi yang beredar di sejumlah pemberitaan, media sosial, maupun percakapan masyarakat.


"Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. 


Hingga saat ini, belum ada fakta yang menguatkan bahwa peristiwa tersebut merupakan aksi begal," ujar Ipda Janet.


Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh fakta dan keterangan terkait peristiwa tersebut masih terus didalami guna memastikan kronologi kejadian yang sebenarnya serta mengungkap identitas pelaku.


Saat ini, Polsek Baguala terus melakukan upaya penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut. 


Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa itu agar segera melaporkannya kepada pihak berwajib guna membantu proses pengungkapan kasus.


Dengan demikian, informasi yang menyebutkan terjadinya aksi begal di wilayah Lateri hingga saat ini belum terbukti kebenarannya. 


Masyarakat diharapkan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Pungkasnya (Rdks) 

Selengkapnya

Engelina Pattiasina : Sudah Bukan Rahasia Lagi Dunia Lobbying dan Advokasi Kebijakan, Biasanya Ada Transaksi, Ada Kepentingan Bisnis Dibalik Layar

Juni 22, 2026


Jakarta
, globaltimurnn.com - Di Tengah riuhnya deburan ombak laut Maluku yang tak pernah, tersimpan sebuah rahasia raksasa bernama Blok Masela, Bagi sebagian orang, itu hanyalah angka cadangan gas 10TCF, Bagi korporasi, itu adalah laba, Bagi politisi, itu adalah proyek, Tetapi bagi Ibu Engelina Pattiasina, Masela adalah denyut nadi masa depan anak-anak Maluku.


Pada tahun 2015, ketika wacana Floating LNG (FLNG) atau kilang terapung di tengah laut masih menjadi dogma teknis yang dianggap paling efisien oleh para ahli dari Jakarta dan investor asing, Ibu Engelina melihat celah keadilan yang terabaikan.  Ungkap Engelina Pattiasina kepada sejumlah awak media di ambon dan Jakarta lewat Via pesan Whatsaap-nya


Katanya" Visinya sederhana namun radikal, Kekayaan alam Maluku tidak boleh hanya lewat di atas permukaan laut tanpa menyentuh tanah Maluku. Ujarnya


Ia membayangkan bukan sekadar pipa-pipa besi di dasar laut, melainkan; Kota baru yang hidup di Pulau - pulau terselatan Maluku yang selama ini terisolasi dan dilupakan dalam Pembangunan. 


Ia membayangkan anak-anak muda Maluku yang tidak perlu merantau ke Jawa untuk mencari kerja, karena industri berteknologi tinggi sudah ada di halaman rumah mereka, Transfer pengetahuan dari insinyur internasional kepada tenaga kerja lokal, Serta ekonomi daerah yang berputar, bukan ekonomi ekstraktif yang menghisap lalu pergi, Beliau membayangkan ini bukan sekadar preferensi lokasi, Ini adalah filosofi pembangunan berkeadilan.


Yang membuat perjuangan-nya dan Archipelago Foundation begitu Istimewa dan sekaligus menyedihkan, adalah ketiadaan motif pribadi, bukan mencari kepentingan pribadi ataupun kelompok. 


Sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam dunia lobbying dan advokasi kebijakan, biasanya ada transaksi, Ada kepentingan bisnis di balik layar, Ada janji kontrak. Ada saham, dll, Tetapi hal ini tidak berlaku bagi seorang Ibu Engelina, Ia berjuang dengan ketulusan hati dan semangat kecintaan pada negeri lelur serta semangat cinta dari sang ayah JM Pattiasina pendiri Pertamina sampai sebesar sekarang ini, Ia menghabiskan waktu, energi, pikiran, dan sumber daya pribadinya, Ia menghadapi skeptisisme birokrat, dinginnya respons korporasi, dan kompleksitas regulasi nasional. Ia berjuang bukan untuk menjadi kaya, bukan untuk mendapatkan jabatan, dan bukan untuk pujian. Ia berjuang karena cinta. Jelasnya


Cinta pada tanah yang melahirkan nya, cinta pada masyarakat yang sering termarginalkan dalam narasi pembangunan nasional, dan cinta pada prinsip bahwa daerah penghasil sumber daya alam berhak mendapat manfaat terbesar.


Perjuangan Archipelago Foundation tidak sia-sia, Data yang mereka kumpulkan, argumen sosial-ekonomi yang mereka susun, dan tekanan moral yang mereka bangun akhirnya sampai ke meja Presiden Joko Widodo, Sehingga pada bulan Maret 2016, terjadi pembalikan sejarah. 


Presiden memutuskan membatalkan skema FLNG dan mengalihkan Proyek Masela ke darat atau dikenal sekarang dengan nama lokasinya di onshore.  


Keputusan ini bukan hanya kemenangan teknis, Ini adalah kemenangan advokasi sipil. Ini adalah bukti bahwa suara masyarakat, jika disuarakan dengan data, integritas, dan keteguhan hati, bisa mengubah arah kebijakan negara, Dan di balik keputusan bersejarah itu, berdiri tegak sosok Ibu Engelina Pattiasina tanpa sorotan kamera, tanpa pidato kemenangan, tanpa kompensasi finansial.


Hari ini, tahun 2026, Proyek Masela onshore telah menjadi kenyataan, Kilang telah siap akan berdiri megah, tak lama lagi kapal akan LNG bersandar, Pendapatan daerah akan mengalir, Serta multiplier effect yang akan dirasakan oleh banyak lapisan Masyarakat maupun pemerintah daerah. Namun, coba tanya pada pejabat daerah, pada media nasional, atau bahkan pada generasi muda Maluku, "Siapa yang pertama kali memperjuangkan agar Masela dibangun di darat?" Kutebak jawabannya hanyalah sebuah keheningan. 


Nama-nama menteri, direktur BUMN migas, atau konsultan internasional mungkin disebut, Tapi nama seorang Ibu Engelina Pattiasina dan Archipelago Foundation? Hampir terlupakan! Ini adalah bentuk ketidakadilan historis yang paling menyakitkan, Mereka yang berkorban paling besar justru mendapat penghargaan paling kecil, Mereka yang bekerja di balik layar dengan tangan kosong justru tersingkir dari narasi keberhasilan.


Mengangkat kembali nama Ibu Engelina Pattiasina bukan sekadar urusan sentimental, Ini adalah kebutuhan moral bangsa, Sebagai Koreksi Sejarah, Sejarah harus ditulis secara utuh, Tidak ada keberhasilan besar yang lahir dari vakum, Ada aktor-aktor kunci yang sering tak terlihat, dan mereka berhak diakui, Sebagai Inspirasi Kepemimpinan Perempuan, Ibu Engelina membuktikan bahwa kepemimpinan bukan tentang kekuasaan formal, tapi tentang pengaruh moral, visi jangka panjang, dan keberanian melawan arus. 


Sebagai pelajaran juga bahwa organisasi masyarakat sipil seperti Archipelago Foundation memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan publik demi kepentingan rakyat, Sebagai bentuk terima kasih daerah, Maluku berhutang budi. Bukan utang uang, tapi utang penghormatan.


Kepada Pemda Maluku, Sudah saatnya kita meluruskan narasi. Sudah saatnya kita menjadikan nama Ibu Engelina Pattiasina bagian dari monumen sejarah pengembangan Masela, Libatkan Archipelago Foundation dalam forum-forum pengawasan dan evaluasi dampak sosial lingkungan proyek. 


Dokumentasikan perjuangan beliau dalam arsip resmi daerah dan nasional, Berikan apresiasi formal yang layak, bukan sebagai hadiah, tapi sebagai pengakuan hak moral, Ibu Engelina Pattiasina mungkin tidak akan pernah menghitung berapa rupiah keuntungan yang ia lewatkan, Ia tidak meminta itu, Tapi warisannya jauh lebih berharga daripada uang, cob akita bayangkan sendiri. Terangnya


Ia meninggalkan kesan bahwa suara daerah didengar, Ia meninggalkan contoh bahwa perempuan Maluku bisa mempengaruhi kebijakan nasional. Ia meninggalkan harapan bahwa keadilan masih mungkin diperjuangkan, bahkan oleh satu orang dengan hati yang tulus.  

Terima kasih, Ibu Engelina Pattiasina, Terima kasih, Archipelago Foundation, Maluku ingat, Indonesia seharusnya juga ingat. Tutupnya  (Rdks) 

Selengkapnya

Prajurit TNI AU dan Polri Ini, Pengabdian Hingga Napas Terakhir, Saat Tolong Pelajar Tenggelam di Pantai Nirun-Tual

Juni 22, 2026


Tual
, globaltimurnn.com - Duka mendalam menyelimuti masyarakat Maluku. Dua aparat negara, yakni anggota Polri dan TNI Angkatan Udara, gugur saat berupaya menyelamatkan seorang pelajar yang tenggelam di kawasan wisata Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (21/6/2026).


Korban yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah Briptu Nanda Tutupoho, anggota Polda Maluku, dan Serda Rangga S., personel TNI Angkatan Udara dari Lanud Dumatubun, Keduanya meninggal dunia setelah terseret arus dan dihantam ombak saat berusaha menyelamatkan seorang pelajar yang terjatuh ke laut.


Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya kedua aparat tersebut yang telah menunjukkan dedikasi dan keberanian luar biasa dalam menjalankan nilai-nilai kemanusiaan.


"Kami keluarga besar Polda Maluku menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Briptu Nanda Tutupoho dalam upaya penyelamatan seorang anak yang mengalami musibah tenggelam. Almarhum telah menunjukkan keberanian, kepedulian, dan pengabdian yang luar biasa kepada masyarakat. 


Tindakan yang dilakukan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi dan menolong sesama manusia," ujar Kombes Pol. Rositah Umasugi.


Menurutnya, pengorbanan yang dilakukan Briptu Nanda bersama Serda Rangga merupakan teladan pengabdian yang patut dikenang dan menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri maupun TNI.


Almarhum gugur saat menjalankan panggilan kemanusiaan. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini," katanya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 14.40 WIT di kawasan tebing Pantai Nirun Lear Ngursoin.


Saat itu, sekelompok pelajar yang diduga masih duduk di bangku SMP berada di area tebing pantai untuk berfoto, Mereka diketahui merupakan bagian dari rombongan sekolah yang telah terpisah dari guru pendamping.


Seorang pelajar bernama Opy Hanubun (16) tiba-tiba melompat dari tebing ke laut, Tidak lama kemudian korban terlihat kesulitan berenang dan berteriak meminta pertolongan.


Teriakan tersebut memancing perhatian para pengunjung pantai. Di lokasi kejadian terdapat Briptu Nanda Tutupoho dan Serda Rangga yang saat itu sedang berada di kawasan pantai, Tanpa ragu, keduanya langsung terjun ke laut untuk memberikan pertolongan.


Namun kondisi perairan yang memiliki ombak besar serta arus yang kuat menyebabkan kedua aparat tersebut ikut terseret arus di sekitar area tebing pantai.


Warga yang menyaksikan kejadian segera meminta bantuan dan secara bersama-sama melakukan upaya penyelamatan, Pelajar yang tenggelam berhasil dievakuasi lebih dahulu dalam keadaan selamat. Sementara Briptu Nanda dan Serda Rangga berhasil diselamatkan setelah sempat terbawa arus.


Ketiga korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Danar untuk mendapatkan pertolongan medis.


Sekitar pukul 15.00 WIT, Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di Puskesmas Danar, Sementara Briptu Nanda Tutupoho sempat mendapatkan penanganan medis dan dirujuk menggunakan ambulans menuju RS Karel Sadsuitubun Langgur. Namun dalam perjalanan, Briptu Nanda dinyatakan meninggal dunia.


Peristiwa naas ini menjadi potret nyata solidaritas dan semangat kemanusiaan yang ditunjukkan aparat negara dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bahkan dengan mempertaruhkan nyawa mereka sendiri.


Keberanian Briptu Nanda Tutupoho dan Serda Rangga menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan, pengabdian, dan keberanian tetap hidup dalam setiap tugas yang dijalankan aparat negara.


Polda Maluku bersama jajaran TNI Angkatan Udara turut memberikan penghormatan terakhir kepada kedua almarhum serta mendampingi keluarga yang ditinggalkan.


Masyarakat Maluku dan bangsa Indonesia kehilangan dua putra terbaik yang gugur bukan dalam medan perang, melainkan saat berjuang menyelamatkan nyawa sesama. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT