globaltimurnn.com
Deskripsi gambar



Rabu, 26 Agustus 2026

Sekda Maluku Buka Pelatihan Dasar CPNS, Tekankan Integritas dan Pelayanan Prima

Agustus 26, 2026


Ambon
, glibaltimurnn.com – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU., secara resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III dan II Lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Buru Selatan, dan Kota Tual Tahun 2026, yang berlangsung di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku. Rabu (26/8/2026)


Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk aparatur pemerintah yang profesional, berintegritas, kompeten, disiplin, serta memiliki orientasi kuat terhadap pelayanan masyarakat.


Dalam sambutannya, Sekda Maluku menegaskan bahwa Latsar CPNS tidak sekadar menjadi tahapan untuk mengubah status dari CPNS menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi merupakan proses strategis dalam membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia aparatur.


“Pelatihan ini sangat penting dan tidak boleh dipandang sebelah mata. Latsar merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia ASN yang memiliki integritas, profesionalisme, inovasi, tanggung jawab, dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Sadali.


Menurutnya, seorang ASN harus memahami hakikat keberadaannya sebagai abdi negara sekaligus abdi masyarakat. Karena itu, orientasi utama ASN haruslah memberikan pelayanan terbaik, bukan mengutamakan kepentingan pribadi maupun kelompok.


“Kita ini namanya abdi negara, abdi masyarakat. Kita ada untuk melayani, bukan untuk dilayani. Karena itu, jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan loyalitas, serta jaga kepercayaan yang diberikan negara dan pimpinan,” tegasnya.


Sadali juga mengingatkan para peserta agar menjadikan integritas, kejujuran dan tanggung jawab sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia optimistis para peserta Latsar saat ini merupakan calon-calon pemimpin birokrasi Maluku di masa mendatang.


“Suatu saat nanti, adik-adik akan menjadi pemimpin-pemimpin pemerintahan di Provinsi Maluku dan menggantikan kita. Karena itu, mulai dari sekarang bangun reputasi dengan bekerja jujur, disiplin, penuh loyalitas dan tanggung jawab. Kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa Latsar memiliki sejumlah tujuan penting, di antaranya membentuk karakter ASN yang unggul, disiplin, jujur dan berintegritas sehingga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.


Para CPNS juga didorong untuk terus meningkatkan kompetensi dengan memahami tugas pokok dan fungsi pada unit kerja masing-masing serta memperkaya pengetahuan melalui berbagai literasi dan regulasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas.


“Ketika sudah ditempatkan di suatu perangkat daerah, pelajari tugas pokok dan fungsi dengan baik. Pahami regulasi yang berkaitan dengan tugas tersebut, termasuk Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara, sehingga adik-adik memahami posisi, hak dan kewajiban sebagai ASN,” jelasnya.


Ia menambahkan, pendidikan formal yang telah ditempuh belum cukup untuk menjawab seluruh tantangan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Karena itu, Latsar menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi sekaligus membangun kemampuan adaptasi terhadap dinamika birokrasi.


“Kompetensi yang diperoleh di bangku pendidikan belum tentu cukup untuk melaksanakan seluruh tugas yang dipercayakan. Karena itu, pelatihan ini penting untuk membentuk ASN yang memiliki kompetensi mumpuni dan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Sadali juga mengajak para peserta menjadi agen perubahan di lingkungan pemerintahan. Perkembangan teknologi dan transformasi digital yang berlangsung cepat, menurutnya, menuntut ASN untuk mampu beradaptasi dan tidak bekerja dengan pola-pola lama.


“Kita tidak boleh bekerja dengan sesuatu yang biasa-biasa saja. Ke depan kita dituntut melakukan tindakan-tindakan yang luar biasa. Teknologi berkembang sangat pesat, sehingga ASN harus mampu mengikuti perkembangan dan memanfaatkan teknologi digital dalam pelaksanaan tugas,” tuturnya.


Selain kompetensi, Sekda juga menekankan pentingnya membangun kerja sama dan menghilangkan ego sektoral di antara peserta yang berasal dari berbagai daerah.


“Tidak ada lagi ego sektoral. Mau dari Buru Selatan, Kepulauan Aru, Kota Tual atau daerah lainnya, semuanya adalah ASN. Kita harus saling menghargai, saling bertanya, saling mengisi dan bekerja sama,” pesannya.


Ia juga mengingatkan peserta untuk menghargai seluruh rekan kerja, baik yang memiliki latar belakang pendidikan berbeda maupun yang lebih senior secara masa kerja.


“Senioritas bukan berarti kita yang sarjana kemudian mengabaikan rekan yang pendidikannya SMA. Bisa saja mereka memiliki pengalaman kerja yang jauh lebih lama. Begitu juga sebaliknya. Mari saling menghargai, saling belajar dan saling melengkapi,” ujarnya.


Di akhir sambutannya, Sadali meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, aktif berdiskusi dan tidak ragu bertanya kepada para narasumber.


Ia menyebut para peserta sebagai orang-orang yang beruntung karena telah melewati proses seleksi CPNS yang ketat di tengah persaingan yang tinggi.


“Adik-adik termasuk orang-orang yang beruntung karena telah mendapatkan kepercayaan negara setelah melewati proses seleksi. Kepercayaan itu sekarang menjadi tanggung jawab di pundak adik-adik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.


Sadali berharap seluruh peserta dapat mengikuti Latsar dengan baik hingga dinyatakan lulus.


“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik dan lulus seratus persen. Kelulusan itu sangat bergantung pada kedisiplinan dan kesungguhan adik-adik dalam mengikuti seluruh proses pelatihan,” pungkasnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPSDM Provinsi Maluku beserta jajaran, Kepala BPSDM Kabupaten Buru Selatan atau yang mewakili, Kepala BPSDM Kabupaten Kepulauan Aru, Kepala BKPSDM Kota Tual, para pejabat administrator dan pengawas lingkup BPSDM Provinsi Maluku, serta para widyaiswara lingkup BPSDM Provinsi Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Hutan Pohon Sagu Di Waisarisa Hangus Terbakar, Tim Tanggap Darurat Yonif TP 865/Satria Manewata Bergerak Cepat Padamkan Api

Agustus 26, 2026


Waisarisa
, globaltimurnn.com - Api begitu cepat berkobar melalap habis puluhan pohon Sagu, dan hutan yang berada di Desa Waisarisa, sejak pukul 17 : 30 Wit, sore tadn hingga malam ini. Rabu 26/08/2026


Kebakaran hutan harus segera dipadamkan karena menimbulkan dampak buruk yang sangat besar bagi kesehatan manusia, lingkungan, dan kelangsungan makhluk hidup. 


Asap tebal dari kebakaran hutan mengandung gas berbahaya yang menyebabkan gangguan pernapasan akut (ISPA) bagi warga di sekitar wilayah terdampak.


Api memusnahkan flora, fauna, serta merusak struktur tanah dan lapisan gambut yang sulit pulih.



Meski demikian, menurut rujukan dari Kementerian Lingkungan Hidup, penanganan kebakaran tidak cukup hanya dengan memadamkan api di permukaan, tetapi juga harus disertai pencegahan, pendinginan total pada bara bawah tanah (terutama di lahan gambut), serta penegakan hukum bagi pelaku pembakaran.


Kebakaran di Waisarisa membuat warga panik, namun luar biasanya Tim Tanggap Darurat Yonif TP 865/Satria Manewata Bergerak Cepat Padamkan Api, api berhasil di padamkan. 



Dua buah mobil dikerahkan dari Tim Tanggap Darurat Yonif TP 865/Satria Manewata, satu mobil pemadam kebakaran satunya mobil tangki air, yang siap suplay air masuk ke mobil pemadam kebakaran milik Yonif TP 865/Satria Manewata. 


Pantauan media ini, terlihat ikut terlibat bersama Tim Tanggap Darurat Yonif TP 865/Satria Manewata, yakni" Bhabinkamtibmas Waisarisa Brigpol. J. J. Patiasina, Aipda. Yosep Pesireron, dari Polsek Waisarisa, Babinsa Waisarisa Serka M. Nasir Syam. 



Aksi pemadaman kobaran api yang membakar habis hutan Sagu itu, Tim Tanggap Darurat Yonif TP 865/Satria Manewata berharap agar warga masyarakat Desa Waisarisa maupun warga sekitar dapat melihat kondisi saat ini adalah musim kemarau panjang, panas terik, sehingga mudah terjadi kebakaran, oleh sebab itu, diharapkan agar menjaga hutan dengan baik jangan membakar kebun, atau sengaja membakar ditepi jalan, akhirnya berakibat api akan melalap habis hutan sekitar. 


Tim Tanggap Darurat Yonif TP 865/Satria Manewata akan selalu siap menjadi garda terdepan membantu masyarakat SBB dalam penanganan pemadam kebakaran, bahkan juga membantu pemerintah pada hal yang sama. (Rdks) 

Selengkapnya

Perkuat Kebersamaan, Keharmonisan, Dan Integritas Keluarga Insan Adhyaksa IAD Wilayah Maluku Gelar Konsultasi

Agustus 26, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Kejaksaan Tinggi Maluku menggelar kegiatan Pertemuan Konsultasi (PK) yang dihadiri oleh seluruh Pengurus IAD Daerah se-Maluku, bertempat di Aula Lantai 3 Kejaksaan Tinggi Maluku, pada Rabu (26/8/2026).


Kegiatan Pertemuan Konsultasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua IAD Wilayah Maluku, Ny. Yuyun Rudy Irmawan, serta dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Rudy Irmawan, S.H., M.H., selaku Ketua Pengawas IAD Wilayah Maluku, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Datuk Rosihan Anwar, S.H., M.H., Wakil Ketua IAD Wilayah Maluku Ny. Dewi Anwar, para Asisten pada Kejaksaan Tinggi Maluku, para Kepala Kejaksaan Negeri selaku Pengawas IAD Daerah, Ketua IAD Daerah se-Maluku, serta seluruh Pengurus dan Anggota IAD Wilayah Maluku maupun IAD Daerah se-Maluku.


Dalam sambutannya selaku Ketua Pengawas IAD Wilayah Maluku, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Rudy Irmawan, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh Kepala Kejaksaan Negeri selaku Pengawas IAD Daerah dan para Ketua IAD Daerah dari berbagai wilayah di Maluku yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan tersebut sebagai wujud kebersamaan dan keharmonisan keluarga besar insan Adhyaksa Maluku.


Menurut Kajati Maluku, Pertemuan Konsultasi ini merupakan momentum yang sangat penting untuk mempererat tali silaturahmi, menyatukan langkah, berbagi pengalaman serta memperkuat peran Ikatan Adhyaksa Dharmakarini dalam mendukung tugas dan pengabdian keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya di Wilayah Maluku.


“Terima kasih kepada para Ibu yang selama ini menjadi tempat pulang, menjadi penyemangat, menjadi pendengar, sekaligus menjadi kekuatan bagi para suami dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” ujar Rudy Irmawan dalam sambutannya.


Lebih lanjut, Kajati Maluku mengingatkan seluruh anggota IAD agar senantiasa menjadikan nilai kesederhanaan, kebijaksanaan dan integritas sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga maupun kehidupan bermasyarakat. Adapun beberapa pesan penting yang disampaikan kepada seluruh hadirin sekaligus sebagai pengingat bagi dirinya sendiri, yakni membangun kehidupan keluarga yang sederhana dan apa adanya dengan selalu bersyukur serta merasa cukup tanpa menjadikan kehidupan orang lain sebagai ukuran kebahagiaan.


Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menghindari perilaku flexing atau mempertontonkan kemewahan secara berlebihan, terutama melalui berbagai platform media sosial. Penggunaan media sosial hendaknya dilakukan secara bijak dengan tetap menjaga martabat pribadi, keluarga maupun institusi Kejaksaan.


Kajati Maluku turut menekankan agar seluruh keluarga besar insan Adhyaksa menghindari gaya hidup hedon dan berlebihan, sehingga jabatan maupun penghasilan yang dimiliki tidak menjadi alasan untuk berlomba-lomba dalam menunjukkan kemewahan. Kesederhanaan, menurutnya, merupakan salah satu cerminan kehormatan dan keteladanan yang harus dijaga bersama.


Beliau juga mengajak seluruh anggota IAD untuk senantiasa menjaga ucapan, pergaulan, sikap dan perilaku, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital. Sebab, hal-hal yang dianggap kecil dapat berkembang menjadi persoalan yang berdampak terhadap keluarga maupun institusi apabila tidak disikapi dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab.


“Mari kita bersama-sama menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan. Melalui IAD, saya berharap organisasi ini tidak hanya aktif secara administratif, tetapi benar-benar menjadi wadah yang memberikan manfaat. Mari kita bangun IAD sebagai tempat untuk saling menguatkan, bukan saling membandingkan,” ungkapnya.


Dalam kesempatan tersebut, Rudy Irmawan juga menyampaikan pesan penuh makna kepada seluruh keluarga besar IAD bahwa kehormatan tidak dibangun melalui kemewahan, melainkan melalui integritas dalam menjalani kehidupan.


“Tidak perlu hidup untuk terlihat hebat. Cukuplah hidup dengan baik, karena kehormatan tidak lahir dari kemewahan, tetapi dari integritas,” tegas Kajati Maluku.


Mengakhiri sambutannya, Kajati Maluku selaku Ketua Pengawas IAD Wilayah Maluku mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan keluarga sebagai tempat tumbuhnya ketenangan, tempat lahirnya kekuatan serta tempat kembalinya setiap insan Adhyaksa setelah menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.


Sementara itu, rangkaian kegiatan Pertemuan Konsultasi IAD Wilayah Maluku kali ini diisi dengan berbagai agenda yang bertujuan meningkatkan kapasitas organisasi, mempererat kebersamaan serta mengembangkan kreativitas anggota IAD. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan seremonial, dilanjutkan Diskusi dan Sosialisasi Hasil Supervisi IAD Pusat, sebagai sarana penyampaian informasi serta evaluasi program organisasi kepada seluruh IAD Daerah se-Maluku.


Selain itu, peserta juga mengikuti Pelatihan Pengembangan Kepribadian dengan mengusung tema “Menjadi Wanita Anggun dan Sederhana, Elegan dalam Penampilan, serta Santun dalam Berperilaku” yang diharapkan dapat memberikan penguatan karakter dan meningkatkan kualitas pribadi anggota IAD dalam menjalankan perannya sebagai pendamping insan Adhyaksa maupun sebagai bagian dari masyarakat.


Suasana kebersamaan semakin semarak melalui pelaksanaan Lomba Fashion Show dan Lomba Karya Pakaian berbahan baku limbah yang menjadi wadah kreativitas sekaligus kampanye pemanfaatan kembali bahan-bahan daur ulang menjadi karya bernilai guna dan bernilai seni. Tidak hanya itu, kegiatan juga diramaikan dengan Bazar yang menampilkan berbagai produk dan kekhasan daerah dari seluruh wilayah di Maluku, sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas serta potensi lokal daerah.


Melalui pelaksanaan Pertemuan Konsultasi ini, IAD Wilayah Maluku diharapkan semakin solid dalam membangun sinergi bersama seluruh IAD Daerah se-Maluku, memperkuat nilai kebersamaan, meningkatkan kualitas organisasi, serta terus menjadi mitra yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga besar Kejaksaan dan masyarakat. (Rdks) 


Selengkapnya

Polres MBD Gelar Ramah Tamah, Kapolres Beri Penghargaan Bagi Atlet Berprestasi di Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup VII 2026

Agustus 26, 2026


Tiakur-MBD
, globaltimurnn.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putri Maluku Barat Daya dalam ajang olahraga bela diri tingkat nasional. 

Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan capaian tersebut, Polres Maluku Barat Daya bersama Pengurus Cabang Taekwondo Kabupaten MBD menggelar acara ramah tamah sekaligus pemberian penghargaan kepada para atlet yang telah mengharumkan nama daerah dan Polda Maluku pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026.


Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu siang (26/08/2026), bertempat di Lobi Polres Maluku Barat Daya. Acara dihadiri oleh Kapolres MBD AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K., Wakapolres MBD Kompol Jandry F. Alfons, S.Sos., para Pejabat Utama Polres MBD, Pengurus Cabang Taekwondo Kabupaten MBD Master Riky Petrusz, Sabam Ongen Malewan, Sabam Hadi Himawan Susanto, atlet berprestasi serta orang tua atlet.


Kegiatan ramah tamah ini menjadi momentum untuk memberikan penghargaan secara langsung kepada para atlet atas kerja keras, kedisiplinan dan semangat juang yang telah mereka tunjukkan selama mengikuti kompetisi nasional yang berlangsung pada 9 hingga 11 Juli 2026 di Indoor Stadium Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.



Dalam kesempatan tersebut, Kapolres MBD bersama Wakapolres MBD dan Pengurus Taekwondo Kabupaten MBD menyerahkan piagam penghargaan serta uang pembinaan kepada para atlet sebagai bentuk penghormatan atas prestasi yang berhasil diraih.


Keikutsertaan kontingen Polres MBD pada Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026 membawa hasil yang sangat membanggakan, Sebanyak 12 atlet tampil dalam sejumlah kategori pertandingan, yakni Kategori Khusus Polri, Kategori Cadet dan Kategori Prestasi Junior.


Dengan persiapan, latihan dan perjuangan yang tidak mudah, kontingen MBD berhasil mengukir prestasi dengan membawa pulang 11 medali, yang terdiri atas 3 medali emas, 7 medali perak dan 1 medali perunggu.



Dua medali emas dari Kategori Khusus Polri masing-masing dipersembahkan oleh BRIPDA Aditya Keiwury, personel Polsek Serwaru Polres MBD, dan BHARADA Wandi Tuheteru, personel Kompi 4 Batalyon C Sat Brimob Polda Maluku.


Sementara satu medali emas lainnya berhasil diraih oleh atlet Ria Safitri Andini, yang turut memberikan kontribusi penting bagi pencapaian kontingen MBD.



Pada kategori yang sama, BRIPDA Alvianrivan Pattipeilohy, personel Kompi 4 Batalyon C Sat Brimob Polda Maluku, berhasil mempersembahkan medali perak.


Prestasi berikutnya datang dari kategori Cadet, dengan enam medali perak yang masing-masing diraih oleh Betania Karmel Taniwel, Chrisbelle Gisella Louhenapessy, Framhel Grisel Lekransy, Cristabella Asaria Lesnussa, Eljire Pera dan Sepqueen Villy Remiasa.


Sedangkan pada Kategori Prestasi Junior, atlet Frenando Laban Naskay berhasil menambah koleksi medali dengan meraih satu medali perunggu. 



Capaian tersebut bukan sekadar deretan angka dan medali, tetapi merupakan buah dari proses panjang yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, keberanian serta dukungan berbagai pihak. Para atlet telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk berprestasi dan membawa nama Maluku Barat Daya ke panggung nasional.


Kapolres MBD AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh atlet yang telah berjuang membawa nama Maluku Barat Daya dan Polda Maluku.


“Prestasi yang diraih para atlet ini merupakan kebanggaan kita bersama. Mereka telah menunjukkan bahwa dengan disiplin, kerja keras dan kemauan yang kuat, anak-anak Maluku Barat Daya mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.” ujarnya.


Kapolres juga menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan bukan semata-mata karena perolehan medali, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap proses, perjuangan dan sportivitas yang telah ditunjukkan para atlet selama mengikuti pertandingan.


“Kami memberikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para atlet. Medali memang menjadi hasil akhir dari sebuah pertandingan, tetapi yang lebih penting adalah proses latihan, keberanian untuk bertanding, disiplin dan sportivitas yang telah mereka tunjukkan.” tegasnya.


Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi bagi generasi muda di Kabupaten Maluku Barat Daya untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki, khususnya dalam bidang olahraga.


“Saya berharap prestasi ini tidak berhenti sampai di sini. Jadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Kepada atlet yang belum meraih medali, jangan berkecil hati. Setiap pertandingan adalah pengalaman untuk menjadi lebih baik.” tuturnya.



AKBP Budhi juga menyampaikan terima kasih kepada para pelatih, Pengurus Cabang Taekwondo Kabupaten MBD, orang tua serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada para atlet.


“Keberhasilan para atlet tentu tidak terlepas dari dukungan orang tua, pelatih, pengurus cabang dan seluruh pihak yang terus memberikan semangat. Untuk itu, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan.” kata Kapolres.


Lebih lanjut, Kapolres MBD berharap pembinaan olahraga di Kabupaten Maluku Barat Daya dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak atlet muda yang mampu mengukir prestasi, baik di tingkat regional maupun nasional.


“Mari kita terus membangun pembinaan olahraga secara bersama-sama. Polri siap mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dapat membentuk karakter generasi muda, karena olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga membangun disiplin, mental, keberanian, tanggung jawab dan sportivitas.” lanjutnya.


Kapolres menambahkan, keberhasilan personel Polri maupun atlet binaan dalam bidang olahraga merupakan bukti bahwa anggota Polri dan masyarakat dapat bersinergi dalam menciptakan prestasi positif.


“Saya berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi personel Polri maupun masyarakat, khususnya generasi muda MBD. Teruslah berprestasi dan membawa nama daerah dengan cara-cara yang positif.” tambahnya.


Acara ramah tamah berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebanggaan. Para atlet bersama orang tua, pengurus serta jajaran Polres MBD berkesempatan berbagi pengalaman dan cerita mengenai perjuangan selama mengikuti Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026.


Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi energi positif untuk melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di masa mendatang serta memperkuat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, organisasi olahraga, pelatih, orang tua dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang sehat, disiplin dan berprestasi.


Dengan semangat “Berprestasi dengan Sportivitas, Mengharumkan Nama Daerah dan Institusi”, Polres Maluku Barat Daya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap kegiatan positif yang mampu mengembangkan potensi generasi muda sekaligus mengangkat nama Kabupaten Maluku Barat Daya di tingkat nasional. (V374) 

Selengkapnya

Perkuat Koordinasi Penegakan Hukum, Karutan Ambon Sambangi PN Ambon

Agustus 26, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Upaya memperkuat hubungan kelembagaan dan sinergi antar-aparat penegak hukum terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon. Hal itu ditunjukkan melalui kunjungan silaturahmi Kepala Rutan Ambon, Meta Putra, ke Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (26/08/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Meta Putra didampingi Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Rido. Kedatangan jajaran Rutan Ambon disambut langsung Ketua Pengadilan Negeri Ambon/Hakim Utama Muda, Nanang Zulkarnain Faisal, S.H.


Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara kedua lembaga yang memiliki keterkaitan dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum.


Sejumlah hal turut menjadi pembahasan, terutama terkait pentingnya menjaga sinergitas dalam mendukung kelancaran proses peradilan, pelayanan tahanan, serta pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.


Karutan Ambon Meta Putra mengatakan, membangun komunikasi yang baik dengan berbagai stakeholder merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Rutan secara optimal.


Silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat sinergi dengan Pengadilan Negeri Ambon. Kami berharap komunikasi dan koordinasi yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan, ujar Meta.


Menurutnya, hubungan yang baik antarinstansi penegak hukum akan membantu menciptakan koordinasi yang lebih efektif, terutama dalam menjalankan tugas yang saling berkaitan.


Dengan komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang baik, kita dapat bersama-sama memastikan setiap pelaksanaan tugas berjalan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, katanya.


Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Ambon Nanang Zulkarnain Faisal menyambut positif kunjungan jajaran Rutan Ambon. Ia menilai silaturahmi antarinstansi menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat koordinasi.


Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk menjaga hubungan baik dan memperkuat koordinasi antarinstansi. Pengadilan dan Rutan memang memiliki tugas dan fungsi masing-masing, namun dalam pelaksanaannya terdapat keterkaitan yang membutuhkan komunikasi yang baik, ungkap Nanang.


Ia berharap hubungan kelembagaan yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan tugas masing-masing instansi.


Kami berharap sinergi yang sudah terjalin dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat mendukung pelaksanaan tugas secara profesional serta memberikan pelayanan terbaik sesuai kewenangan masing-masing, tambahnya.


Kunjungan tersebut menjadi salah satu langkah Rutan Kelas IIA Ambon dalam memperluas dan memperkuat jejaring kerja dengan stakeholder penegakan hukum di Kota Ambon.


Sinergi yang terjaga antara Rutan dan Pengadilan Negeri Ambon diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan tugas, memperkuat koordinasi kelembagaan, serta mewujudkan pelayanan yang profesional, transparan dan akuntabel.


Melalui komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, Rutan Ambon berkomitmen untuk terus membangun hubungan harmonis dengan seluruh mitra kerja dalam mendukung tugas Pemasyarakatan dan sistem penegakan hukum di Kota Ambon.(Za)

Selengkapnya

Selasa, 25 Agustus 2026

Sekda Papilaya Pimpin Rapat Kesiapan Pencegahan Dini Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Halut

Agustus 25, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com — Pemerintah Daerah bersama unsur Forkopimda serta instansi terkait melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka menyikapi kesiapan pencegahan dini potensi peningkatan risiko bencana kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Halmahera Utara. Rapat berlangsung di Ruang Meeting Fredy Tjandua Lantai II Kantor Bupati Halmahera Utara. Rabu, 26 Agustus 2026. 

 

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Drs. E.J. Papilaya, M.TP. Turut hadir antara lain Pasi OPS Kodim 1508/Tobelo Kapten Inf. Heri Susanto, Kabag Ops Polres Halut AKP Anwar, perwakilan Kejaksaan Negeri Halmahera Utara Zikri, perwakilan Kepala UPTD KPH Halut Edi, para Asisten Sekretariat Daerah, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah terkait serta tamu undangan lainnya. 

 

Dalam arahannya, Sekda Halut menyampaikan bahwa sejauh ini telah dipetakan 4 kecamatan dengan 26 titik rawan kebakaran. Langkah strategis pertama yang segera dilaksanakan adalah pembentukan Satgas Desa yang melibatkan unsur TNI–Polri, pemerintah desa, serta masyarakat, dan diperkuat melalui Surat Keputusan Kepala Desa agar memiliki dasar hukum serta tanggung jawab yang jelas di lapangan. Para Camat juga telah diarahkan untuk melaksanakan langkah antisipasi dan pencegahan secara dini.

 

“Kita harus bergerak cepat dan mengambil langkah antisipasi sebelum terjadi kejadian. Jangan menunggu sampai kebakaran terjadi baru kita bertindak, karena penanganan akan jauh lebih sulit apabila api sudah meluas,” tegas Sekda Papilaya.

 

Pemerintah daerah membagi wilayah kerja menjadi 6 kelompok, yaitu Galela, Tobelo, Kao, Kao Barat, Malifut, serta Kao Teluk guna mempercepat koordinasi dan penanganan di lapangan. Selain itu, telah disepakati pemasangan poster dan spanduk imbauan di lokasi strategis agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan serta turut menjaga lingkungan. Pemerintah daerah juga telah menjalin koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, pengelola Bandara, serta PT NICO yang memiliki sarana pemadam kebakaran untuk saling mendukung apabila diperlukan. Organisasi Angkutan Darat pun diminta mengingatkan pengemudi agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Arahan tersebut merupakan perintah Bupati Halmahera Utara kepada seluruh jajaran untuk segera dilaksanakan.

 

Sementara itu, Pasi Ops Kodim 1508/Tobelo menyatakan kesiapan personelnya tetap siaga di tingkat Koramil guna mempermudah pergerakan, dan mengusulkan pembentukan kelompok komunikasi terpadu guna memperlancar penyebaran informasi. Pihak Polres Halut menyarankan setiap desa menyiapkan kendaraan operasional berupa mobil pik-up untuk mendukung penanganan awal kebakaran sebelum bantuan tiba dari petugas pemadam.

 

Dari pihak Kejaksaan Negeri Halmahera Utara disampaikan bahwa pemantauan harian dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, serta sosialisasi hukum perlu diperluas guna menyampaikan bahwa pembakaran hutan dan lahan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan yang berlaku. Sementara Dinas Kehutanan/KPH melaporkan telah membentuk dua Kelompok Masyarakat Peduli Api di Kecamatan Kao, yaitu Desa Sumber Agung dan Desa Daru, yang akan diperkuat kepengurusannya melalui Surat Keputusan.

 

Data dari BPBD mencatat sementara kebakaran telah meluas ke 10 kecamatan, lebih dari 40 desa, dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai ±300 hektar, didominasi kawasan kebun masyarakat, semak belukar serta hutan. Penyelidikan penyebab masih berjalan, namun perkiraan menunjukkan hampir seluruh titik api berada di sekitar areal pengelolaan warga. Penanganan lintas batas administrasi juga telah dilaksanakan, salah satunya di wilayah perbatasan Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Halmahera Barat di Desa Akelamo, tanpa terhalang batas wilayah.

 

Sebagai kesimpulan rapat, disepakati antara lain:

• Dibentuk grup komunikasi terpadu sebagai pusat penyebaran informasi cepat;

• Setiap desa menyiapkan kendaraan siaga untuk penanganan darurat;

• Data perkembangan kebakaran dikelola terpusat melalui BPBD;

• Sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, termasuk lewat kegiatan keagamaan;

• Penindakan tegas terhadap pelaku pembakaran berulang sesuai hukum berlaku;

• Pendidikan dan pembekalan Satgas sesuai enam zona pembagian wilayah;

• BPBD menyempurnakan prosedur tetap penanganan kebakaran sebagai pedoman bersama;

• Seluruh unsur berkomitmen satu data, satu komunikasi, satu gerakan.

 

Rapat ditutup dengan komitmen bersama memperkuat sinergi antarinstansi serta partisipasi masyarakat demi menjaga wilayah Kabupaten Halmahera Utara dari ancaman kebakaran. (𝐆𝐈𝐎). 

 

 

Selengkapnya

Dari Bengkel Pembinaan, Lahir Karya Bernilai: Warga Binaan Rutan Ambon Produksi Dua Meja Lipat

Agustus 25, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus diarahkan agar warga binaan tak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga mampu menghasilkan keterampilan yang bisa menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.


Salah satu hasilnya terlihat dari dua unit meja lipat yang berhasil dibuat warga binaan melalui kegiatan keterampilan pertukangan. Produk tersebut dikerjakan secara bertahap dengan pendampingan petugas, mulai dari mengenal bahan, mengukur, memotong, merakit, hingga menyelesaikan bagian akhir.


Petugas Bimbingan Kegiatan (Bimkeg) Rutan Ambon, Rano, mengatakan pembuatan meja lipat menjadi bagian dari proses melatih ketelitian, keterampilan, sekaligus tanggung jawab warga binaan dalam menghasilkan sebuah produk.


Dalam prosesnya, kami tidak hanya mengajarkan bagaimana membuat sebuah meja, tetapi bagaimana menghasilkan produk yang rapi, kuat dan memiliki nilai jual. Setiap tahapan kami dampingi agar mereka memahami teknik sekaligus memperhatikan kualitas, ujar Rano.


Menurut Rano, warga binaan menunjukkan antusiasme selama mengikuti kegiatan. Mereka tidak hanya menerima arahan dari petugas, tetapi juga belajar melalui praktik langsung sehingga semakin terbiasa menggunakan peralatan dan memahami setiap tahapan pengerjaan.


Dari proses latihan, mereka mulai terbiasa bekerja dengan teliti dan memperhatikan detail. Harapannya, keterampilan ini terus berkembang dan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat, tambahnya.


Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, menilai hasil karya tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pembinaan kemandirian dapat memberikan manfaat yang nyata bagi warga binaan.


Menurutnya, pembinaan tidak seharusnya berhenti pada aktivitas selama warga binaan menjalani masa pidana. Lebih dari itu, keterampilan yang diberikan perlu diarahkan agar bisa digunakan sebagai modal untuk menjalani kehidupan secara mandiri setelah bebas.


Pembinaan kemandirian harus mampu memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan. Karya seperti meja lipat ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai, kata Meta.


Ia berharap produk hasil pembinaan ke depan terus mengalami peningkatan, baik dari sisi kualitas, kerapian maupun nilai ekonominya. Dengan pengembangan yang konsisten, keterampilan pertukangan yang diperoleh warga binaan diharapkan dapat membuka peluang untuk bekerja maupun mengembangkan usaha ketika kembali ke masyarakat.


Salah seorang warga binaan yang ikut dalam proses pembuatan meja lipat, Onco, mengaku memperoleh pengalaman baru dari kegiatan tersebut.


“Saya senang bisa ikut kegiatan ini. Awalnya belajar dari dasar, mulai dari mengukur, memotong bahan, merakit sampai menyelesaikan meja. Dari sini saya mendapatkan keterampilan dan pengalaman yang bisa menjadi bekal setelah bebas,” ujarnya.


Dua meja lipat yang dihasilkan itu pun menjadi bukti sederhana bahwa proses pembinaan dapat melahirkan karya yang memiliki fungsi sekaligus potensi ekonomi. Dari keterampilan yang terus dilatih, warga binaan didorong untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai.


Bagi Rutan Ambon, setiap produk yang lahir dari kegiatan pembinaan bukan sekadar hasil pekerjaan tangan. Di dalamnya terdapat proses belajar, latihan kedisiplinan, ketelitian dan upaya membangun kepercayaan diri warga binaan agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah masa pidana berakhir.


Rutan Ambon berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pembinaan kemandirian dengan memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar dan berkarya. Dari dua meja lipat tersebut, diharapkan lahir berbagai produk lain yang semakin berkualitas, bernilai jual dan mampu menjadi bagian dari bekal kemandirian warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT