globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Sabtu, 31 Oktober 2026

Berita Menarik,,, Dukung Program Green Policing, Polres SBB Tanam Mangrove Secara Serentak

Oktober 31, 2026


SBB
, globaltimurnn.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup, Polres Seram Bagian Barat (SBB) bersama Polsek jajaran melaksanakan penanaman pohon mangrove secara serentak di sejumlah kawasan pesisir Kabupaten Seram Bagian Barat, Jumat (30/10/2026).


Kegiatan yang mengusung program "Green Policing" ini melibatkan pemerintah desa, mahasiswa, pelajar, tokoh masyarakat, serta warga setempat sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir.


Penanaman mangrove dilaksanakan di Kecamatan Kairatu , Kairatu Barat, Taniwel, Kepulauan Manipa, Amalatu, dan Huamual Belakang.


Di Kecamatan Kairatu Barat, Polsek Waisarissa melakukan penanaman mangrove di kawasan muara kali yang menghubungkan Pantai Aru, RT 20 Desa Kamal, serta pesisir Pantai Upe, Desa Nuruwe.


Polsek Taniwel melaksanakan penanaman mangrove di pesisir Pantai Labuang, Desa Hulung. Selanjutnya, Polsek Manipa menanam mangrove di sepanjang pesisir Pantai Desa Luhutuban.



Sementara itu, Polsek Kairatu menanam mangrove di Pantai Dusun Air Buaya, Desa Kairatu, dengan melibatkan mahasiswa KKN Universitas Pattimura (Unpatti) dan siswa-siswi MTs Thursina.


Di Kecamatan Amalatu, Polsek Kairatu Timur menanam mangrove di pesisir Dusun Mange-Mange, Desa Rumahkay, bersama pemerintah desa dan mahasiswa KKN Unpatti.


Adapun Polsek Waesala melaksanakan penanaman mangrove di kawasan pesisir Pantai RT 01, Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang.


Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP REFINDO PRADIKTA RULANDO, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Polres SBB terhadap program *Green Policing*, kegiatan ini merupakan inisiatif strategis untuk mengintegrasikan tugas kepolisian dengan pelestarian lingkungan guna mengatasi isu deforestasi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kejahatan lingkungan.


Lulusan Akademi Kepolisian Tahun 2008 ini juga berharap kegiatan penanaman mangrove tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan secara berkelanjutan sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan pesisir, tidak melakukan penebangan mangrove secara sembarangan, serta menghindari tindakan yang dapat merusak lingkungan.


"Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita tanamkan kepedulian terhadap alam sejak dini, libatkan generasi muda, dan jadikan pelestarian lingkungan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari," pesan Kapolres.


Menurutnya, keberadaan hutan mangrove memiliki peranan penting dalam mencegah abrasi pantai, melindungi kawasan pesisir, menjaga keseimbangan ekosistem laut, serta menjadi habitat berbagai biota laut yang turut menunjang kehidupan masyarakat.



Melalui program "Green Policing", Polres SBB berkomitmen untuk tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan generasi mendatang.


Dengan semangat kebersamaan, Polres SBB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, karena alam yang lestari merupakan warisan berharga bagi anak cucu kita.

Selengkapnya

Dari Kampung untuk Indonesia, Michael Wattimena Ajak Generasi Muda Maluku Berani Bermimpi, Berpendidikan, dan Menjadi Manusia Bermakna

Oktober 31, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kesuksesan bukan semata-mata tentang seberapa tinggi jabatan yang berhasil diraih, seberapa besar kekuasaan yang dimiliki, atau seberapa jauh seseorang melangkah meninggalkan tempat asalnya. Lebih dari itu, kesuksesan sejati adalah tentang bagaimana seseorang mampu memberi arti bagi kehidupan orang lain, membawa manfaat bagi daerahnya, serta meninggalkan jejak kebaikan bagi generasi berikutnya.


Pesan penuh makna itulah yang disampaikan Dr. Michael Wattimena, SE., SH., MM., Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI sekaligus Komisaris PT Pertamina International Shipping, saat berbagi pengalaman dan motivasi kepada generasi muda Maluku di Gedung Auditorium Universitas Pattimura, Sabtu 31/10/2026.


Di hadapan para mahasiswa dan generasi penerus daerah ini, Michael tidak sekadar berbicara tentang perjalanan karier dan berbagai jabatan yang pernah dipercayakan kepadanya. Ia mengajak generasi muda untuk melihat masa depan dengan keyakinan, mempersiapkan diri melalui pendidikan, memperluas pengalaman, serta berani mengambil peluang ketika kesempatan datang.


Baginya, tidak ada alasan bagi anak-anak Maluku untuk merasa kecil hanya karena berasal dari kampung, tumbuh dalam keluarga sederhana, atau dibesarkan di tengah keterbatasan.


Sebab, masa depan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh tempat ia dilahirkan, melainkan oleh keberanian untuk bermimpi, kesungguhan dalam berproses, dan kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan diri.


Dalam pandangannya, pendidikan merupakan salah satu investasi terpenting yang harus dipersiapkan sejak dini. Dunia kerja dan berbagai lembaga negara membutuhkan sumber daya manusia dengan kualifikasi serta kompetensi tertentu.


Michael mencontohkan pengalamannya dalam merencanakan pengembangan kapasitas diri, termasuk melalui pendidikan hukum. Ia menyadari bahwa kesempatan untuk berkompetisi dalam berbagai posisi strategis sering kali mensyaratkan latar belakang pendidikan tertentu.


Karena itu, menurutnya, seseorang tidak boleh baru mempersiapkan diri ketika kesempatan sudah berada di depan mata.


"Ketika kesempatan itu datang, kita harus sudah siap. Jangan sampai kita memiliki keinginan untuk berkompetisi, tetapi justru gugur sejak awal karena tidak memenuhi persyaratan administrasi," demikian pesan yang ditekankannya.


Ia juga berbagi pengalaman pernah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Bung Karno dan memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 Hukum. Namun, ia memilih untuk tidak sekadar mengejar gelar apabila tidak dapat menjalani proses pendidikan dengan sungguh-sungguh.


Baginya, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh selembar ijazah, tetapi tentang proses membentuk cara berpikir, memperluas wawasan, mengasah kemampuan, dan membangun karakter.


Ada tiga prinsip yang menurutnya harus menjadi pegangan setiap generasi muda, yakni menjaga integritas dan etos kerja, berani keluar dari zona nyaman, serta terus belajar sepanjang hayat.


Sebab, gelar akademik dapat menjadi pintu masuk menuju sebuah kesempatan, tetapi integritas, kompetensi, dan kualitas diri yang akan menentukan sejauh mana seseorang mampu bertahan dan berkembang.


Michael kemudian mengajak generasi muda melihat Maluku bukan hanya dari persoalan kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, maupun berbagai tantangan pembangunan yang selama ini dihadapi.


Menurutnya, Maluku memiliki kekayaan yang luar biasa, bukan hanya dari sumber daya alam, tetapi juga dari kekuatan sosial dan budaya masyarakatnya.


Ia menyinggung hasil survei kebahagiaan yang menempatkan masyarakat Maluku pada tingkat kebahagiaan yang tinggi. Hal tersebut menjadi gambaran bahwa masyarakat Maluku memiliki kekuatan sosial dan budaya yang patut dibanggakan.


Musik, tradisi, adat istiadat, keramahan, serta kehidupan sosial masyarakat merupakan kekayaan yang tidak dimiliki semua daerah. Bahkan, melalui lagu-lagu daerah yang sarat makna, Maluku memiliki identitas budaya yang mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus mempererat persaudaraan.


Menurut Michael, kekayaan tersebut harus menjadi modal untuk membangun masa depan yang lebih baik.


Namun, potensi budaya saja tidak cukup. Harus ada generasi yang mampu mengelola, mengembangkan, dan mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.


"Jangan pernah memandang Maluku hanya dari keterbatasannya. Kita harus melihat apa yang kita miliki, lalu mempersiapkan diri untuk mengembangkannya," menjadi semangat yang tercermin dalam pesan-pesannya.


Berbicara tentang masa depan Maluku, Michael menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi besarnya potensi daerah.


Sebagai provinsi kepulauan dengan wilayah laut yang luas, Maluku memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Selain itu, sektor pertanian, pariwisata, energi, dan sumber daya mineral juga menyimpan kesempatan yang menjanjikan.


Namun, seluruh potensi tersebut membutuhkan manusia-manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan profesional.


Ia mengingatkan agar generasi muda Maluku tidak hanya menjadi penonton ketika berbagai investasi dan proyek pembangunan berskala besar hadir di daerah sendiri.


Kekayaan alam yang dimiliki harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Untuk itu, anak-anak Maluku harus mempersiapkan diri agar dapat terlibat dalam berbagai sektor strategis, baik sebagai tenaga profesional, tenaga ahli, pelaku usaha, maupun pengambil kebijakan.


Sebab, pembangunan daerah tidak akan berjalan maksimal apabila masyarakat setempat hanya menyaksikan orang lain menikmati peluang yang tumbuh di tanah kelahirannya.


Salah satu perhatian Michael adalah pengembangan proyek Blok Masela yang selama kurang lebih 28 tahun dinantikan masyarakat Maluku.


Ia menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM terhadap pengembangan sektor energi, khususnya peluang besar yang diharapkan hadir melalui realisasi proyek tersebut.


Dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS atau setara dengan ratusan triliun rupiah, Blok Masela bukan sekadar proyek industri energi. Lebih dari itu, proyek tersebut merupakan peluang strategis yang dapat memberikan dampak besar terhadap perekonomian Maluku, terutama Kabupaten Kepulauan Tanimbar.


Namun, di balik besarnya nilai investasi tersebut, Michael mengajukan sebuah pertanyaan penting yang patut direnungkan bersama.


Apakah ketika proyek sebesar itu berjalan, anak-anak Maluku hanya akan berdiri sebagai penonton? Ataukah mereka akan hadir sebagai bagian dari tenaga kerja profesional yang ikut membangun dan mengembangkan industri tersebut?


Pertanyaan itu menjadi pengingat bahwa kesempatan besar harus diimbangi dengan persiapan yang matang.


Michael juga mengingat kembali momentum peresmian Jembatan Merah Putih oleh Presiden Joko Widodo pada 2016. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingat pesan tentang pentingnya pemerintah daerah dan lembaga pendidikan mempersiapkan sumber daya manusia Maluku agar mampu mengambil bagian dalam proyek Blok Masela. Baginya, persiapan tidak boleh dilakukan secara mendadak.


Anak-anak Maluku harus mulai membangun kompetensi dari sekarang. Mereka perlu memperkuat pendidikan, menguasai keterampilan teknis, meningkatkan kemampuan komunikasi, mempelajari teknologi, serta mempersiapkan diri menghadapi standar dunia kerja yang semakin kompetitif.


"Jangan menunggu proyek berjalan baru kita sibuk mempersiapkan diri. Ketika peluang itu terbuka, kita harus sudah memiliki kemampuan untuk mengambil bagian di dalamnya."


Sebuah pesan yang mengandung harapan besar agar kekayaan alam Maluku benar-benar menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakatnya sendiri.


Di tengah berbagai pengalaman yang dibagikan, Michael menyampaikan tiga pesan utama yang menurutnya harus selalu dipegang generasi muda.


Pertama, milikilah mimpi yang besar.

Ia mengingatkan bahwa seseorang tidak boleh membatasi masa depannya hanya karena kondisi kehidupan saat ini.


Lahir dari keluarga sederhana bukanlah alasan untuk menyerah. Berasal dari kampung bukan berarti seseorang tidak memiliki kesempatan untuk berdiri sejajar dengan orang-orang dari kota besar.


Michael bahkan menghubungkan pesan tersebut dengan perjalanan hidupnya sendiri. Ia mengisahkan bahwa orang tuanya merupakan seorang guru sekolah dasar yang kemudian mengajar di SPG dan PGSD.


Latar belakang keluarga yang sederhana tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti melangkah. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang selama mau berusaha, belajar, dan tidak takut menghadapi kegagalan.


Mimpi besar harus disertai kerja keras. Sebab, harapan tanpa tindakan hanya akan menjadi angan-angan, sementara keberanian untuk memulai merupakan langkah pertama menuju perubahan.


Kedua, jangan pernah melupakan dari mana kita berasal. Michael mengingatkan bahwa setiap keberhasilan tidak pernah berdiri sendiri. Ada doa orang tua, pengorbanan keluarga, dukungan sahabat, serta perjalanan panjang yang membentuk seseorang hingga mencapai titik keberhasilannya.


Karena itu, jangan sampai kesuksesan membuat seseorang kehilangan ingatan terhadap akar kehidupannya.


Jabatan boleh berubah, lingkungan pergaulan boleh semakin luas, dan kesempatan boleh membawa seseorang ke berbagai tempat. Namun, nilai-nilai kehidupan, keluarga, serta daerah asal harus tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup.


Menurutnya, semakin tinggi seseorang berdiri, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk tetap rendah hati.


Ketiga, jangan hanya menjadi orang sukses, tetapi jadilah orang yang bermakna. Pesan ini menjadi salah satu bagian paling reflektif dari seluruh motivasi yang disampaikannya.


Michael menegaskan bahwa keberhasilan tidak seharusnya hanya diukur dari kekayaan, jabatan, maupun pengakuan orang lain. Seseorang bisa saja memiliki kedudukan tinggi, tetapi apabila kehadirannya tidak membawa manfaat bagi orang lain, maka keberhasilan tersebut belum sepenuhnya memiliki arti.


Ia mengajak generasi muda untuk menjadikan setiap kesempatan sebagai ruang pengabdian. Kesuksesan seharusnya membuat seseorang semakin peduli, bukan semakin jauh dari sesama. Semakin tinggi jabatan yang dimiliki, semakin besar pula kesempatan untuk membantu dan memberikan perubahan positif.


Baginya, manusia yang bermakna adalah mereka yang tidak hanya memikirkan bagaimana dirinya bisa berhasil, tetapi juga memikirkan bagaimana keberhasilannya dapat membuka jalan bagi orang lain.


Untuk memperkuat pesannya, Michael menyampaikan sebuah filosofi sederhana namun memiliki makna mendalam tentang kehidupan. Ibarat sebuah kapal memang terlihat paling indah ketika sedang bersandar di dermaga. Badannya bersih, tampilannya menarik, dan terlindungi dari kerasnya gelombang laut. Namun, kapal tidak pernah dibuat hanya untuk berdiam di dermaga.


Kapal diciptakan untuk mengarungi lautan, menghadapi ombak, menerjang badai, dan mencapai tujuan di seberang sana. Begitu pula manusia.


Kita tidak dilahirkan hanya untuk menikmati kenyamanan. Kehidupan mengajarkan setiap orang untuk berani menghadapi tantangan, melewati kesulitan, dan terus bergerak meskipun perjalanan tidak selalu mudah.


Menurut Michael, kualitas seseorang justru akan terlihat ketika ia berhadapan dengan persoalan dan mampu menemukan jalan keluar.


Tidak ada perjalanan besar yang sepenuhnya bebas dari gelombang. Tidak ada keberhasilan yang selalu hadir tanpa perjuangan. Karena itu, jangan takut menghadapi kegagalan. Jangan pula terlalu lama bertahan dalam zona nyaman.


Sebab, keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan kemampuan untuk tetap melangkah meskipun tantangan berada di hadapan kita.


Dalam kesempatan tersebut, Michael juga membagikan pengalaman perjalanan perjuangan pembangunan Jembatan Merah Putih di Kota Ambon.


Ia mengingat kembali proses peletakan batu pertama pembangunan jembatan pada 2011. Saat itu, terdapat harapan agar pembangunan jembatan tersebut dapat diselesaikan sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakhiri masa jabatannya pada 2014.


Berbagai persoalan muncul, termasuk pembahasan mengenai aspek keamanan dan kepentingan strategis militer. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kekhawatiran TNI Angkatan Laut terkait keberadaan jembatan terhadap aktivitas kapal-kapal perang yang melintas di kawasan tersebut.


Perdebatan dan berbagai proses koordinasi berlangsung cukup panjang hingga akhirnya Jembatan Merah Putih diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2016. Michael masih mengingat dengan jelas momentum bersejarah tersebut.


Ia bahkan menceritakan sebuah pengalaman yang tidak pernah dilupakannya ketika Presiden Joko Widodo secara langsung memanggilnya di tengah prosesi peresmian.


Baginya, pengalaman itu bukan sekadar kenangan pribadi, tetapi bagian dari perjalanan panjang memperjuangkan pembangunan infrastruktur yang memiliki arti besar bagi masyarakat Maluku.


Jembatan Merah Putih kemudian menjadi simbol penting konektivitas Kota Ambon sekaligus pengingat bahwa pembangunan besar membutuhkan keberanian, komunikasi, perjuangan, dan kesabaran.


Dari pengalaman tersebut, tersirat satu pelajaran penting: sesuatu yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat sering kali membutuhkan proses panjang dan perjuangan yang tidak sederhana.


Selain pendidikan formal, Michael juga menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam organisasi, baik organisasi internal maupun eksternal kampus.


Ia mengisahkan perjalanan masa mudanya ketika aktif dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang merupakan bagian dari organisasi Cipayung.


Salah satu pengalaman yang masih diingatnya adalah ketika mengikuti kongres di Tomohon pada 1992.


Saat itu, ia sempat membayangkan bahwa akan sulit berkomunikasi dan berdebat dengan mahasiswa dari Jawa, Sumatera, maupun Sulawesi.


Namun, setelah berada dalam forum tersebut, ia justru menemukan bahwa kemampuan mahasiswa dari berbagai daerah tidak jauh berbeda.


Pengalaman itu membuka wawasannya bahwa organisasi merupakan ruang pembelajaran yang sangat penting untuk membangun karakter, kepemimpinan, keberanian menyampaikan pendapat, serta kemampuan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang.


Organisasi juga mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, tata kelola, dan kemampuan bekerja dalam sebuah sistem.


Michael mengingat bahwa organisasi Cipayung memiliki pola pendidikan kader yang baik, termasuk tata kelola dan kalender konstitusi organisasi yang tertib.


Dari pengalaman tersebut, ia berpesan agar mahasiswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memanfaatkan masa kuliah untuk memperluas pengalaman dan membangun jaringan atau networking.


Sebab, dunia profesional tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga pribadi yang mampu bekerja sama, berkomunikasi, memahami perbedaan, serta membangun hubungan yang sehat dengan banyak pihak.


Ia merasakan sendiri bahwa pengalaman organisasi dan jaringan pergaulan turut memberikan warna dalam perjalanan kariernya hingga dipercaya mengemban berbagai tanggung jawab di tingkat nasional.


Menurutnya, networking bukan sekadar mengenal banyak orang, melainkan membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan, integritas, dan kemampuan untuk saling memberikan kontribusi.


Perjalanan Michael yang pernah menjadi anggota DPR RI dari Papua Barat, kemudian mengemban berbagai tanggung jawab di tingkat nasional, hingga dipercaya sebagai Tenaga Ahli Menteri ESDM RI dan Komisaris PT Pertamina International Shipping, menjadi bagian dari pengalaman yang ia bagikan kepada generasi muda.


Namun, di balik perjalanan tersebut, pesan yang ingin disampaikan bukanlah tentang kebanggaan terhadap jabatan yang pernah diraih.


Justru ia ingin memperlihatkan bahwa kesempatan dan kepercayaan yang diberikan harus dijawab dengan kapasitas, tanggung jawab, serta kontribusi nyata.


Jabatan bukanlah garis akhir sebuah perjuangan. Jabatan adalah ruang pengabdian yang menghadirkan tanggung jawab lebih besar.


Semakin banyak kesempatan yang diperoleh, semakin besar pula kewajiban untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.


Ia berharap generasi muda Maluku kelak tidak hanya menjadi tenaga kerja dalam pembangunan, tetapi juga mampu menjadi pemimpin, pengusaha, profesional, akademisi, dan pengambil kebijakan yang menentukan arah masa depan daerahnya sendiri.


Pada akhirnya, seluruh pesan yang disampaikan Michael bermuara pada satu harapan besar: lahirnya generasi muda Maluku yang memiliki kualitas pendidikan, integritas, keberanian, dan kepedulian sosial.


Generasi yang tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Generasi yang tidak kehilangan jati diri ketika berhasil. Generasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional tanpa melupakan tanah kelahirannya.


Maluku membutuhkan anak-anak muda yang berani bermimpi besar, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai kehidupan.


Mereka harus mampu membaca peluang, memanfaatkan perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjadikan potensi daerah sebagai kekuatan untuk membangun masa depan.


Sebab, masa depan Maluku tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar kekayaan alam yang dimiliki, tetapi juga oleh seberapa berkualitas manusia yang mengelolanya.


Ada satu pesan yang patut menjadi renungan bersama dari seluruh pengalaman tersebut: jangan pernah merasa kecil karena berasal dari kampung, jangan pernah berhenti belajar karena merasa sudah cukup pintar, dan jangan pernah merasa berhasil apabila belum mampu memberikan manfaat bagi sesama.


Karena pada akhirnya, ukuran terbesar dari sebuah keberhasilan bukanlah seberapa tinggi seseorang mencapai puncak, melainkan seberapa banyak orang yang dapat ikut merasakan manfaat dari perjalanan dan keberhasilannya.


Maluku memiliki potensi, generasi mudanya memiliki kesempatan, dan masa depan masih terbuka luas.


Kini, yang dibutuhkan adalah keberanian untuk bermimpi, kesungguhan untuk mempersiapkan diri, serta kemauan untuk mengambil bagian dalam membangun daerah sendiri.


Jangan hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Jadilah generasi yang mengambil peran, menciptakan perubahan, dan meninggalkan warisan kebaikan bagi Maluku dan Indonesia. (Za)

Selengkapnya

Jumat, 30 Oktober 2026

Laha Suang, Ketika Tradisi Pesisir Bertemu Harapan Ekonomi Baru di Jembatan Amerika

Oktober 30, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Sebuah negeri tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar untuk menarik perhatian. Terkadang, kekuatan sebuah daerah justru lahir dari tradisi yang terus dijaga, kekayaan alam yang dimiliki, serta kreativitas masyarakat dalam mengolah potensi di sekitarnya.


Gambaran itulah yang terasa di kawasan Jembatan Amerika, Negeri Laha, Kota Ambon, Sabtu (31/10/2026). Melalui Festival UMKM Laha Suang, kawasan yang dikenal dengan kehidupan masyarakat pesisir dan aktivitas nelayannya itu menghadirkan cerita tentang bagaimana potensi lokal dapat menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat.


Festival yang diselenggarakan Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Maluku ini bukan sekadar pertemuan pelaku usaha dan masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan Negeri Laha, menghidupkan tradisi, serta membuka peluang agar potensi lokal semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi.


Mengusung tema “Menghidupkan Tradisi, Mengembangkan Potensi Negeri, Berdampak untuk Masyarakat”, festival ini membawa pesan bahwa pembangunan ekonomi seharusnya bertumbuh dari kekuatan masyarakat itu sendiri.


Semangat tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Librecht Tamaela, S.E. Baginya, apa yang dilakukan PIM Provinsi Maluku bersama Pemerintah Negeri Laha merupakan sebuah langkah kreatif yang patut menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Ambon.


Ia memandang setiap negeri memiliki karakter, kekayaan, dan keunggulan yang berbeda. Potensi tersebut perlu dikenali, dikembangkan, kemudian diperkenalkan kepada masyarakat luas sehingga dapat menjadi identitas sekaligus daya tarik tersendiri.


“Luar biasa, ini sesuatu hal yang bermakna dan berpotensi untuk menjadi daya tarik buat daerah yang lain. Desa-desa di Kota Ambon juga dapat mengkreasikan wilayahnya masing-masing. Apa potensi yang ada di wilayahnya, lalu itu dijadikan ikon dengan mengajak stakeholder terkait,” ungkap Tamaela.


Menurutnya, sebuah potensi tidak akan berkembang hanya dengan mengandalkan kemampuan masyarakat secara mandiri. Diperlukan keterlibatan pemerintah dan berbagai pihak untuk menciptakan ruang, dukungan, serta kesempatan agar potensi tersebut dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi.


Di sinilah Festival UMKM Laha Suang memiliki makna lebih luas. Kolaborasi antara PIM Provinsi Maluku dan Pemerintah Negeri Laha memperlihatkan bahwa ketika gagasan dipertemukan dengan kepedulian dan kerja sama, peluang untuk mengembangkan sebuah negeri semakin terbuka.


Tamaela pun menilai sinergi tersebut sebagai sesuatu yang patut diapresiasi, sebab masyarakat membutuhkan dukungan bersama untuk mengembangkan potensi ekonomi maupun pariwisata yang dimiliki.


“Bahwa masyarakat tidak bisa sendiri mengembangkan potensinya. Kolaborasi antara Pemerintah Negeri Laha dengan PIM patut kita apresiasi,” ujarnya.


Namun, cerita tentang potensi Laha tidak berhenti pada kegiatan festival. Di balik kawasan Jembatan Amerika, terdapat kehidupan pesisir yang menjadi bagian dari daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengunjung.


Aktivitas nelayan, hasil tangkapan laut, hingga sajian ikan segar menjadi kekuatan yang memiliki nilai lebih dari sekadar aktivitas ekonomi sehari-hari. Semua itu merupakan bagian dari pengalaman yang dapat ditawarkan Negeri Laha kepada siapa saja yang berkunjung.


Salah satu kawasan yang turut mendapat perhatian adalah destinasi wisata Los Kasih. Keberadaannya dinilai memiliki potensi besar untuk terus diperkenalkan sebagai tujuan wisata yang menawarkan suasana khas pesisir sekaligus pengalaman kuliner hasil laut.


Bagi Tamaela, daya tarik Laha justru terlihat dari kebiasaan masyarakat yang menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat persinggahan, terutama pada waktu dini hari hingga pagi hari.


Orang-orang yang melintas tidak sekadar melewati kawasan itu, tetapi memilih berhenti untuk menikmati sarapan dan menyaksikan hasil tangkapan nelayan yang baru didaratkan. Ikan segar yang dapat langsung dinikmati menjadi pengalaman tersendiri yang memperkuat daya tarik wisata setempat.


“Ini sekaligus memberikan promosi wisata Los Kasih Desa Laha yang sudah viral, tambah viral lagi. Terbukti, setiap orang yang keluar dini hari pasti mampir ke sini untuk sarapan pagi dan menikmati proses hasil tangkapan yang dibawa ke darat, langsung menikmati ikan segarnya. Ini luar biasa menarik,” jelasnya.


Potensi seperti inilah yang menurut Tamaela perlu terus dikembangkan. Sebab, pariwisata dan UMKM memiliki hubungan yang saling menguatkan. Ketika sebuah kawasan semakin dikenal, aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya juga berpeluang tumbuh.


Pelaku usaha kecil, pedagang kuliner, nelayan, serta masyarakat lokal dapat mengambil bagian dalam perkembangan tersebut. Dengan demikian, manfaat pariwisata tidak hanya dirasakan oleh sektor tertentu, tetapi dapat menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat secara lebih luas.


Ia berharap, kreativitas yang ditunjukkan melalui Festival UMKM Laha Suang dapat menginspirasi negeri-negeri lain di Kota Ambon untuk melakukan hal serupa.


Setiap negeri, katanya, perlu memiliki keberanian untuk menggali keunggulan wilayahnya sendiri. Tidak harus meniru daerah lain, tetapi mengembangkan sesuatu yang menjadi ciri khas dan kekuatan masing-masing.


Pemerintah juga diharapkan terus membangun kemitraan dengan berbagai stakeholder agar pengembangan UMKM tidak berhenti pada kegiatan sesaat, melainkan menjadi gerakan ekonomi yang berkelanjutan.


“Kami berharap hal-hal serupa bisa terjadi di wilayah lain. Potensi yang dimiliki desa-desa harus dikembangkan. Pemerintah terus bekerja sama dengan seluruh stakeholder untuk mengembangkan potensi UMKM. Ekonomi kerakyatan itu yang harus dikembangkan di wilayah masing-masing,” tegas Tamaela.


Festival UMKM Laha Suang akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda kegiatan di kawasan Jembatan Amerika. Ia membawa pesan bahwa kekuatan ekonomi sebuah negeri dapat tumbuh dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat: tradisi, hasil laut, kreativitas, usaha kecil, dan kebersamaan.


Dari Negeri Laha, sebuah harapan sedang dibangun. Bahwa potensi lokal tidak boleh hanya menjadi cerita tentang kekayaan sebuah wilayah, tetapi harus mampu menghadirkan kesempatan, membuka lapangan usaha, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Sebab, ketika tradisi tetap hidup, potensi terus dikembangkan, dan kolaborasi berjalan bersama, sebuah negeri tidak hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena kemampuan masyarakatnya membangun masa depan dari kekuatan yang mereka miliki sendiri. (Za)

Selengkapnya

Wagub Maluku Buka Sahari Dilahasuang Negeri Laha, Dorong UMKM dan Potensi Lokal Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Oktober 30, 2026


AMBON
, globaltimurnn.com – Wakil Gubernur Maluku menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Sahari Dilahasuang yang diselenggarakan oleh Perempuan Indonesia Maju (PIM) DPD Provinsi Maluku, dengan mengusung tema “Menghidupkan Tradisi, Mengembangkan Potensi Negeri Berdampak, Mari Kasi Pono dan Kasi Rame”. Kegiatan berlangsung di Jembatan Amerika, Negeri Laha, Sabtu (31/10/2026).


Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong pengembangan potensi lokal, pelestarian tradisi, sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada enam kelompok perwakilan masyarakat Negeri Laha. Kepemilikan NIB diharapkan dapat membuka akses bagi pelaku UMKM untuk memperoleh pembinaan, pendampingan, serta berbagai peluang pengembangan usaha.


Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa upaya memajukan dan menyejahterakan masyarakat bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dan berbagai kelompok masyarakat.


Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam mendorong pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.


“Pemerintah tentu hadir untuk melengkapi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk membantu pengurusan perizinan usaha. Namun, seluruh organisasi, baik organisasi kemasyarakatan maupun organisasi keagamaan, juga diharapkan mengambil bagian dalam upaya memajukan dan menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Wagub juga mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak hanya fokus pada kegiatan produksi dan penjualan, tetapi turut memperhatikan pengelolaan administrasi serta pencatatan keuangan usaha secara tertib.


Ia menjelaskan, pencatatan setiap transaksi, mulai dari modal pembelian bahan baku, biaya produksi hingga hasil penjualan, merupakan hal mendasar dalam membangun usaha yang sehat dan berkelanjutan.


“Kalau berbelanja beras berapa, cabai berapa, semuanya harus dihitung dan dicatat. Begitu juga hasil penjualannya. Ini penting karena ketika pelaku UMKM ingin mengakses pembiayaan atau mengajukan kredit ke perbankan, administrasi usaha harus tersedia dan memenuhi standar yang dibutuhkan,” pesannya.


Selain penguatan UMKM, Wagub turut menyoroti pentingnya menciptakan kenyamanan bagi masyarakat maupun pengunjung yang datang ke Negeri Laha.


Menurutnya, potensi kuliner dan kekayaan tradisi lokal seperti nasi kelapa merupakan daya tarik yang dapat dikembangkan untuk mendatangkan pengunjung sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.


Namun, potensi tersebut harus didukung dengan suasana lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman. Dengan demikian, masyarakat dari berbagai daerah dapat datang, menikmati kuliner khas, serta berbelanja produk-produk UMKM Negeri Laha.


“Yang kita harapkan adalah semakin banyak orang datang ke sini dan berbelanja. Potensi kuliner seperti nasi kelapa sudah menjadi daya tarik tersendiri. Tetapi, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menciptakan kenyamanan bagi setiap orang yang berkunjung,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan merawat harmoni antarumat beragama di Maluku.


Ia menekankan bahwa kepercayaan antara masyarakat Muslim dan non-Muslim harus terus dipelihara sebagai modal sosial dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.


“Orang Islam harus terus percaya kepada saudara-saudara non-Islam, begitu juga sebaliknya. Inilah yang saya sebut sebagai merawat harmoni antarumat beragama di Maluku. Persaudaraan dan rasa saling percaya harus terus kita jaga,” tegasnya.


Menurutnya, keamanan dan kerukunan merupakan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang aman dan harmonis akan menciptakan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas, mengembangkan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat persaudaraan sebagai gerakan bersama dalam menjaga Maluku tetap aman, damai, dan produktif.


Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan stan-stan UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan masyarakat, dilanjutkan dengan makan bersama menikmati nasi kelapa dan ikan bakar colo-colo, kuliner khas Negeri Laha.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Saadiah Uluputty, Ketua DPW LASQI Provinsi Maluku, Danlanud Pattimura, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, Sekretaris Kota Ambon, Ketua TP-PKK Kota Ambon, Ketua DPD Perempuan Indonesia Maju Provinsi Maluku, Raja Negeri Laha, pimpinan instansi vertikal, serta masyarakat Negeri Laha.


Melalui kegiatan ini, diharapkan potensi budaya, kuliner, dan UMKM Negeri Laha semakin berkembang, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Sikat Peredaran Miras Ilegal, Sat Resnarkoba Polres Halmahera Utara Amankan Puluhan Liter Cap Tikus di Tobelo Selatan

Oktober 30, 2026


Halut
, globaltimurnn.com - Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Halmahera Utara terus berkomitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Langkah nyata ini dibuktikan melalui pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) berupa razia pemberantasan minuman keras (miras) ilegal pada Jumat sore (30/10/2026). 


Operasi penertiban yang dimulai pukul 17.00 WIT ini menyasar salah satu titik yang diduga kuat menjadi tempat penjualan miras jenis Cap Tikus di Desa Efi-Efi, Kecamatan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara. 


Kapolres Halmahera Utara melalui Kasat Resnarkoba menjelaskan bahwa operasi KRYD ini dipimpin langsung oleh Kanit Idik II Bripka Jamaludin Sirajudin bersama sejumlah personel Sat Resnarkoba. Bergerak cepat menuju lokasi, petugas langsung melakukan pemeriksaan di sebuah rumah milik seorang petani setempat berinisial BH (52). 


Dari hasil penggeledahan di lokasi tersebut, petugas berhasil menemukan dan menyita barang bukti miras jenis Cap Tikus yang dikemas dalam berbagai ukuran, antara lain 1 jeriken berkapasitas 5 liter, 3 botol ukuran 600 ml, serta 2 botol ukuran 180 ml. Seluruh barang bukti tersebut langsung diamankan dan dibawa ke Mako Polres Halmahera Utara. 


Selain melakukan penyitaan, personel di lapangan juga memberikan imbauan keras serta pembinaan kepada pemilik agar tidak lagi menjual barang haram tersebut. Petugas menegaskan bahwa konsumsi minuman keras sering kali menjadi akar masalah dari berbagai tindak kriminalitas, perkelahian, hingga kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Halmahera Utara. 


Rangkaian kegiatan razia berakhir pada pukul 18.45 WIT. Seluruh personel kembali ke Mako Polres Halmahera Utara dalam keadaan aman dan kondusif. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk aktif melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas peredaran miras atau narkoba di lingkungan sekitar demi menjaga ketenteraman bersama. (Rdks) 

Selengkapnya

Luar Biasa,,, Tim Gabungan Polri Gerak Cepat, 4 Pelaku Pembacokan Berhasil Diringkus, 3 Senapan Angin Dan Parang Disita

Oktober 30, 2026


Halut
, globaltimurnn.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Halmahera Utara (Halut) bergerak cepat mengungkap kasus penganiayaan berat dan pembacokan yang menimpa warga Desa Igobula. Kasus yang terjadi di kawasan KM 19, Kecamatan Galela Selatan ini berhasil diungkap berkat operasi gabungan tanggap darurat yang digelar bersama Unit 3 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Maluku Utara. 


Dalam operasi penegakan hukum yang berlangsung pada Jumat pagi (30/10/2026) di Desa Samuda, Kecamatan Galela Barat, tim gabungan berhasil mengamankan empat orang pria yang diduga kuat sebagai pelaku utama aksi kekerasan tersebut. Keempat terduga pelaku yang kini telah diamankan masing-masing berinisial NR (49), LK (45), RA (27), dan TT (27). 


Kapolres Halmahera Utara melalui Kasat Reskrim Polres Halut IPTU Sudomo Latani, S.H., menjelaskan bahwa penindakan tegas ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan rasa aman serta mempercepat keadilan bagi korban. 


"Operasi ini dipimpin langsung oleh kami bersama Tim Unit 3 Subdit Jatanras Polda Malut yang dipimpin oleh AKP Julkifli Machud, S.H., M.H. Kami bergerak sejak pukul 06.00 WIT dan langsung menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi tempat persembunyian para pelaku," ujar IPTU Sudomo. 


Dari hasil penggeledahan di lokasi, petugas di lapangan juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting guna kepentingan penyidikan. Barang bukti tersebut meliputi tiga pucuk senapan angin, dua buah tas, serta satu bilah parang yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana yang terjadi. 


Selain mengamankan para pelaku utama, penyidik Satreskrim Polres Halut saat ini tengah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap empat orang saksi, termasuk pemilik senapan angin jenis bets, untuk mendalami asal-usul dan keterkaitan senjata tersebut dalam peristiwa penganiayaan. 


Perkara Dilimpahkan ke Ditreskrimum Polda Malut 


Sebagai langkah tindak lanjut untuk memastikan penyidikan berjalan objektif dan profesional, Polres Halut telah melaksanakan Gelar Perkara Khusus bersama Biro Pengawasan Penyidikan (Wasidik) Ditreskrimum Polda Maluku Utara pada Jumat malam (30/10/2026) pukul 21.00 WIT. 


Berdasarkan rekomendasi hasil gelar perkara tersebut, penanganan perkara penganiayaan dan pembacokan ini resmi dilimpahkan ke Ditreskrimum Polda Maluku Utara. Pihak kepolisian saat ini tengah menyelesaikan administrasi pelimpahan berkas, penyerahan para tersangka, serta menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada pihak korban. 


Humas Polres Halmahera Utara memastikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Halut, khususnya pasca-operasi penegakan hukum di Desa Samuda, tetap berjalan aman, damai, dan kondusif. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak Kepolisian. (Rdks) 

Selengkapnya

Opini Publik, Ronald H Lekransy : Sinergitas Kendali Inflasi Dan Neraca Logistik Ambon

Oktober 30, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Ketika Data Menjadi Kekuatan Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Ekonomi Daerah. 


Inflasi bukan sekadar persoalan naiknya harga barang dan jasa, Di balik perubahan angka inflasi terdapat persoalan yang lebih mendasar, yakni kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup, keberlangsungan usaha kecil, stabilitas pasar, dan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekonomi daerah. 


Ketika harga kebutuhan pokok meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan melalui bertambahnya pengeluaran rumah tangga, tetapi juga melalui menurunnya daya beli masyarakat dan meningkatnya ketidakpastian bagi pelaku usaha.


Bagi Kota Ambon, persoalan pengendalian inflasi memiliki tantangan tersendiri. 


Sebagai kota yang berada dalam wilayah kepulauan, aktivitas perekonomiannya memiliki ketergantungan terhadap kelancaran distribusi barang, transportasi laut, ketersediaan pasokan, serta dinamika harga komoditas yang sebagian didatangkan dari luar daerah. 


Kondisi geografis tersebut menjadikan pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan hanya melalui pemantauan harga, tetapi membutuhkan kemampuan mengidentifikasi risiko pasokan dan mengambil keputusan secara cepat, tepat, serta terukur.


Dalam konteks inilah kehadiran "SIKENDALI AMBON", sebagai sistem integrasi data pasokan dan harga untuk mendukung pengendalian inflasi daerah, menjadi sebuah pendekatan yang relevan. 


Sistem ini menawarkan perubahan paradigma, dari pengendalian inflasi yang cenderung bersifat reaktif menuju tata kelola ekonomi daerah yang lebih antisipatif, berbasis data, dan berorientasi pada manfaat ekonomi masyarakat.


Inflasi dan Kerentanan Ekonomi Wilayah Kepulauan

Karakteristik wilayah kepulauan menempatkan biaya distribusi sebagai salah satu faktor penting dalam pembentukan harga barang. 


Keterbatasan konektivitas antarpulau, perubahan cuaca, ketergantungan pada jadwal transportasi, serta panjangnya rantai distribusi dapat memengaruhi kelancaran pasokan kebutuhan pokok.


Ketika terjadi keterlambatan distribusi, pasar berpotensi mengalami ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan barang. 


Dalam situasi tersebut, kenaikan harga tidak selalu disebabkan oleh meningkatnya permintaan, tetapi dapat dipicu oleh terganggunya pasokan dan bertambahnya biaya logistik.


Persoalannya menjadi semakin kompleks ketika informasi mengenai harga, stok barang, kebutuhan pasar, dan distribusi komoditas belum terintegrasi secara memadai. 


Pemerintah mungkin memiliki informasi mengenai kenaikan harga, tetapi belum tentu memperoleh gambaran secara cepat mengenai penyebab kenaikan tersebut, lokasi gangguan pasokan, dan bentuk intervensi yang paling tepat.


Akibatnya, kebijakan pengendalian inflasi berisiko dilaksanakan setelah tekanan harga terjadi, bukan sebelum risiko tersebut berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.


Karena itu, tantangan utama pengendalian inflasi di wilayah kepulauan bukan hanya menjaga ketersediaan barang, tetapi juga membangun sistem informasi ekonomi yang mampu menghubungkan kondisi pasar dengan pengambilan keputusan pemerintah.


SIKENDALI AMBON: Dari Data Menuju Keputusan Ekonomi

Nilai strategis SIKENDALI AMBON terletak pada kemampuannya untuk dikembangkan sebagai instrumen pengambilan keputusan berbasis data atau data-driven decision making.


Melalui integrasi informasi harga, pasokan, distribusi, dan kebutuhan komoditas, pemerintah daerah dapat membangun gambaran yang lebih menyeluruh mengenai dinamika pasar. 


Informasi tersebut menjadi dasar untuk mengidentifikasi potensi kelangkaan, memperkirakan gangguan distribusi, dan menentukan bentuk intervensi yang sesuai.


Dengan demikian, data tidak lagi hanya berfungsi sebagai bahan pelaporan administratif, tetapi menjadi sumber informasi strategis untuk mengarahkan kebijakan ekonomi.


Secara konseptual, mekanisme manfaat SIKENDALI AMBON dapat dijelaskan melalui hubungan yang berkesinambungan: data yang terintegrasi memungkinkan deteksi risiko lebih dini; deteksi risiko mempercepat pengambilan keputusan; keputusan yang tepat meningkatkan efektivitas intervensi; dan intervensi yang efektif berpotensi mengurangi kerugian ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.


Pendekatan ini menempatkan pengendalian inflasi bukan semata sebagai respons terhadap perubahan harga, tetapi sebagai bagian dari manajemen risiko ekonomi daerah.


Mengukur Manfaat Ekonomi, Bukan Sekadar Keberhasilan Teknologi

Salah satu persoalan yang sering muncul dalam pengembangan sistem informasi pemerintahan adalah kecenderungan mengukur keberhasilan dari sisi teknologi semata. 


Keberadaan aplikasi, jumlah data yang terkumpul, atau intensitas penggunaan sistem sering kali dianggap sebagai indikator utama keberhasilan padahal, dari perspektif ekonomi terapan, keberhasilan sebuah inovasi publik seharusnya juga dinilai berdasarkan manfaat ekonomi yang dapat dihasilkan.


SIKENDALI AMBON perlu dilihat melalui kerangka tersebut, Manfaatnya bukan hanya seberapa cepat data tersedia, tetapi sejauh mana informasi tersebut membantu pemerintah dan pelaku ekonomi mengurangi biaya, mencegah kerugian, serta meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya.


Setidaknya terdapat beberapa jalur manfaat ekonomi yang berpotensi dihasilkan.


Pertama : efisiensi distribusi dan logistik

Informasi pasokan yang lebih baik dapat membantu koordinasi distribusi sehingga mengurangi perjalanan yang tidak efisien, keterlambatan pengiriman, dan biaya tambahan akibat ketidakpastian informasi.


Kedua : pengurangan kerugian akibat gangguan pasokan. 

Sistem peringatan dini dapat mendukung tindakan antisipatif untuk mengurangi risiko kekurangan stok, kehilangan kesempatan penjualan, dan kerusakan komoditas yang mudah rusak.


Ketiga : perlindungan daya beli masyarakat. 

Intervensi yang dilakukan secara tepat waktu berpotensi mengurangi tekanan kenaikan harga tertentu sehingga membantu menjaga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.


Keempat : peningkatan efektivitas intervensi pemerintah. 

Informasi yang lebih akurat dapat membantu menentukan jenis komoditas, lokasi, waktu, dan kelompok penerima manfaat yang paling membutuhkan intervensi.


Keempat jalur manfaat tersebut memperlihatkan bahwa inovasi digital pemerintah memiliki dimensi ekonomi yang dapat dianalisis dan dievaluasi secara lebih terukur.


Dari Pengeluaran Pemerintah Menuju Nilai Manfaat Publik

Dalam pengelolaan keuangan publik, keberhasilan program sering kali dinilai berdasarkan besarnya anggaran yang terserap dan jumlah kegiatan yang terlaksana. 


Namun, pendekatan tersebut belum sepenuhnya menggambarkan nilai ekonomi yang dihasilkan.


Program pasar murah, misalnya, tidak cukup dinilai berdasarkan jumlah paket yang disalurkan atau besarnya subsidi pemerintah. 


Keberhasilannya juga perlu dilihat dari ketepatan sasaran, keterjangkauan harga, dan kontribusinya terhadap perlindungan masyarakat yang membutuhkan.


Apabila suatu intervensi dilaksanakan pada lokasi yang tepat, waktu yang sesuai, serta menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan, maka manfaat dari setiap rupiah anggaran berpotensi menjadi lebih besar.


Di sinilah SIKENDALI AMBON dapat berperan dalam memperkuat kualitas belanja publik. 


Informasi yang terintegrasi memungkinkan pemerintah mengarahkan sumber daya secara lebih selektif berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan kondisi pasar.


Dalam perspektif ekonomi, pendekatan ini berkaitan dengan konsep value for money, yaitu bagaimana penggunaan anggaran publik dapat menghasilkan manfaat yang optimal melalui prinsip ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.


Dengan demikian, digitalisasi pengendalian inflasi tidak seharusnya dipandang sebagai tambahan beban administrasi, melainkan sebagai investasi kelembagaan untuk meningkatkan kualitas keputusan dan belanja pemerintah.


Potensi Manfaat Ekonomi yang Perlu Dibuktikan

Pengembangan SIKENDALI AMBON juga membuka peluang untuk menerapkan pendekatan core monetized benefit, yaitu pengukuran manfaat ekonomi inti yang secara wajar dapat diestimasi dalam satuan rupiah.


Dalam kerangka analisis awal, manfaat tersebut dapat mencakup penghematan biaya distribusi, pengurangan kerugian akibat gangguan pasokan, pencegahan kehilangan penjualan, pengurangan kerusakan komoditas, serta peningkatan efektivitas intervensi.


Namun, penting dipahami bahwa proyeksi manfaat ekonomi bukanlah pendapatan langsung pemerintah dan tidak otomatis berarti penghematan anggaran dalam jumlah yang sama.


Manfaat ekonomi dapat berupa biaya yang berhasil dihindari, kerugian yang dapat dicegah, atau peningkatan efisiensi aktivitas ekonomi. 


Oleh sebab itu, pengukurannya memerlukan data dasar yang jelas, asumsi yang realistis, serta metode evaluasi yang mampu membedakan manfaat sistem dari pengaruh faktor ekonomi lainnya.


Kehati-hatian tersebut penting agar manfaat inovasi tidak dinilai secara berlebihan dan tidak terjadi penghitungan ganda terhadap manfaat yang sama.


Dengan pendekatan yang terukur, SIKENDALI AMBON berpeluang menjadi contoh bagaimana investasi digital pemerintah daerah dapat dievaluasi bukan hanya berdasarkan hasil administratif, tetapi juga berdasarkan kontribusinya terhadap efisiensi dan kesejahteraan ekonomi.


Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan

Meskipun teknologi menyediakan instrumen yang penting, efektivitas SIKENDALI AMBON pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola dan kerja sama antarpemangku kepentingan.


Pengendalian inflasi merupakan persoalan lintas sektor yang membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, pengelola pasar, distributor, pedagang, pelaku usaha, lembaga statistik, otoritas moneter, dan masyarakat.


Tanpa koordinasi yang baik, data yang tersedia berisiko tidak diterjemahkan menjadi keputusan yang efektif. Sebaliknya, sistem yang sederhana sekalipun dapat memberikan manfaat besar apabila didukung oleh informasi yang akurat, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta mekanisme respons yang cepat.


Karena itu, penguatan SIKENDALI AMBON perlu diarahkan pada tiga dimensi utama, yaitu kualitas dan keterbaruan data, kapasitas kelembagaan dalam menganalisis informasi, serta kemampuan mengubah hasil analisis menjadi tindakan kebijakan.


Keberhasilan sistem juga perlu didukung oleh evaluasi berkala untuk memastikan bahwa setiap intervensi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Membangun Ketahanan Ekonomi Ambon yang Lebih Adaptif

Pada akhirnya, SIKENDALI AMBON mencerminkan kebutuhan untuk membangun tata kelola ekonomi daerah yang lebih adaptif terhadap ketidakpastian.


Bagi kota yang berada dalam lingkungan ekonomi kepulauan, ketahanan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan barang, tetapi juga oleh kemampuan mengantisipasi gangguan, menjaga kelancaran distribusi, dan melindungi masyarakat dari gejolak harga.


Ke depan, pengembangan SIKENDALI AMBON dapat menjadi bagian dari transformasi tata kelola ekonomi daerah, dari kebijakan yang bertumpu pada respons sesaat menuju kebijakan yang berbasis informasi, antisipasi risiko, dan evaluasi manfaat.

Tentu saja, sebuah sistem informasi tidak dapat menghilangkan seluruh penyebab inflasi. 


Faktor cuaca, biaya transportasi, kondisi produksi, perubahan harga nasional, dan dinamika pasar tetap memerlukan kebijakan yang lebih luas. 


Namun, informasi yang lebih baik dapat membantu pemerintah merespons berbagai tekanan tersebut secara lebih tepat.

Pada titik inilah makna penting SIKENDALI AMBON: data bukan sekadar angka yang dikumpulkan, tetapi pengetahuan yang digunakan untuk melindungi kepentingan ekonomi masyarakat.


Keberhasilan inovasi ini pada akhirnya tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang dimiliki, melainkan oleh seberapa jauh teknologi tersebut mampu memperbaiki keputusan, mengurangi kerugian ekonomi, meningkatkan efektivitas kebijakan, dan menjaga daya beli masyarakat.


Dan bagi Ambon, menjadikan data sebagai dasar pengendalian inflasi merupakan salah satu langkah penting menuju pembangunan ekonomi daerah yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan. (Rdks) 


Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT