globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Sabtu, 05 September 2026

Tercyduk Jual BBM Secara Ilegal, SPBU Kamal Disoroti, Publik Desak Pertamina Hentikan Pemasukan BBM Ke SPBU Kamal

September 05, 2026


Kamal
, Globaltimurnn.com - SPBU tidak diperbolehkan menjual BBM, termasuk jenis Pertamax, kepada pengecer untuk dijual kembali. 


Aturan dan Ketentuan Penjualan BBM :

1. Larangan Penyaluran ke Pengecer: 

SPBU dilarang menyalurkan BBM kepada pengecer atau pihak yang ingin menjualnya kembali demi keuntungan pribadi.


2. Izin Usaha Niaga: 

Kegiatan meniagakan atau menjual kembali BBM tanpa izin resmi dari pemerintah adalah tindakan yang melanggar hukum.


Aturan Jerigen: 

Pembelian BBM menggunakan jerigen atau drum di SPBU dibatasi secara ketat dan umumnya hanya diberikan untuk kebutuhan khusus yang sah, seperti pertanian atau perikanan, bukan untuk dijual kembali. 


Larangan bagi pihak mana pun (termasuk SPBU atau pengecer) untuk menjual kembali Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax tanpa izin resmi diatur dalam Pasal 23 jo. Pasal 53 huruf d Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas). 


Pertamax merupakan BBM jenis Umum (Nonsubsidi). Meskipun bukan komoditas subsidi, niaga atau penjualan kembali BBM secara ilegal (tanpa izin usaha niaga dari pemerintah/Pertamina) tetap melanggar regulasi penataan hilir migas. 


Kewajiban Izin Usaha Niaga (Pasal 23) Setiap badan usaha yang melakukan kegiatan usaha hilir yang mencakup pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, dan niaga (penjualan) wajib memiliki Izin Usaha yang dikeluarkan oleh Pemerintah. 


Sanksi Pidana Niaga Tanpa Izin (Pasal 53 huruf d) Pelanggaran atas kegiatan niaga tanpa izin usaha diancam pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda hingga Rp30 miliar, sebagaimana diatur lengkap dalam dokumen resmi.


Hal ini tidak dipatuhi oleh SPBU Kamal, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang mana sudah kepergok kamera awak media berulang kali dan bukan sekali. 


Publik desak Pertamina untuk segera hentikan pemasukan atau suplayer BBM ke SPBU Kamal karena melakukan penjualan BBM secara ilegal kepada pengecer yang tidak sesuai aturan untuk diperjual belikan dengan harga melambung. 


Baik pertamax, maupun Pertalite setelah masuk ke SPBU Kamal, dalam sehari dengan jumlah 5000 liter lansung ludes padahal jumlah pembeli masyarakat baik kendaraan roda 2 dan roda 4 berjumlah sedikit dalam sehari ternyata petugas penjual BBM di SPBU Kamal nakal dengan menjual BBM secara ilegal kepada pengecer. 


SPBU Kamal perlu dievaluasi pihak pertamina, publik juga desak pertamina hentikan pemasukan BBM untuk sementara karena harus di tegur secara tegas. 


Hingga berita ini diturunkan pihak SPBU belum bisa terkonfirmasi, untuk memberikan keterangan, pihak media terus membuka ruang konfirmasi bagi pihal - pihak terkait guna memberikan hak jawab. (***) 

Selengkapnya

Kodim 1508/Tobelo Dukung Program Prioritas Presiden melalui Revitalisasi SMKS Pertanian di Loloda Utara

September 05, 2026


HALUT
, Globaltimurnn.com — Komando Distrik Militer (Kodim) 1508/Tobelo mendukung program prioritas pemerintah di bidang pendidikan melalui revitalisasi sarana dan prasarana SMKS Pertanian Womatekekomoteke Pasifik di Desa Pacao, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara. Sabtu (05/09/2026)


Proses rehabilitasi sekolah tersebut masih berlangsung. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman, dan nyaman bagi para siswa.


Revitalisasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan, terutama melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah.


Bagi Kodim 1508/Tobelo, pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan. Revitalisasi sekolah juga dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan lebih baik.


“Revitalisasi sekolah bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan sinergi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik,” kata Komandan Kodim 1508/Tobelo Letkol Kav Ramdhani Akbar.


Keterlibatan berbagai pihak dalam proses rehabilitasi diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan meningkatkan kepedulian bersama terhadap kemajuan pendidikan di daerah.


Dengan fasilitas yang semakin memadai, para siswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara lebih nyaman, aman, dan optimal. Keberadaan SMKS Pertanian di wilayah tersebut juga diharapkan terus mendukung peningkatan keterampilan generasi muda, khususnya di bidang pertanian yang memiliki potensi besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat.


Kodim 1508/Tobelo menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pemerintah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk di bidang pendidikan. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Halmahera Utara.


Revitalisasi SMKS Pertanian Womatekekomoteke Pasifik di Desa Pacao diharapkan tidak berhenti setelah pembangunan fisik selesai. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik serta melahirkan generasi muda yang unggul, mandiri, dan memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan daerah. (Red).

Selengkapnya

Resmikan Lapangan Olah Raga SDN 2 Kamarian, Wabup SBB Selfinus Kainama : Manfaatkanlah Lapangan Olah Raga Ini Sebagai Sarana Penyalur Bakat dan Prestasi

September 05, 2026


Kamarian
, globaltimurnn.com - Wakil Bupati Seram Bagian Barat Selfinus Kainama. S.Pd resmikan lapangan olahraga SD Negeri 2 Kamarian, jumat sore 4 September 2026.


Kehadiran wakil bupati SBB didampingi sejumlah pimpinan OPD dinas badan lingkup Pemda SBB, serta pemerintah Kecamatan Kairatu. 


Kehadiran wakil bupati SBB bersama istri di SD Negeri 2 Kamarian, jumat kemarin dulu itu, disambut hangat para siswa dan Dewan Guru, disambut dengan tarian cakalele serta pengalungan kain syiyal kas Kamarian. 


Informasi yang diketahui bahwa, lapangan olah raga tersebut sudah pernah dibangun oleh mantan kepala sekolah Ny. Y. Heumase, dan akhirnya diselesaikan oleh kepala sekolah yang baru Martje Tauran. S. Pd. 


Menurut Kepsek Martje Tauran kepada awak media ini bahwa" Seiring berjalan-nya waktu dalam tahapan proses pembangunan ada bantuan dana dari keluarga Josua Pentury Tuhehay di Belanda sebesar Rp. 122 juta. Jelasnya


Ditambahkan-nya" Dari anggaran itulah lapangan olah raga ini bisa terselesaikan dengan segala baik, semoga bisa bermanfaat bagi para generasi muda di daerah ini, dalam hal ini siswa yang menempuh pengetahuan pada SD Negeri 2 Kamarian. Tutur kepsek


Diakhir penyampaian-nya kepsek menyampaikan ungkapan Terima kasih yang sebesar - besarnya dari pihak sekolah, dalam hal ini dewan guru, orang tua, para siswa dan komite, kepada keluarga besar bapak Josua Pentury Tuhehay, yang sudah turut memberikan sumbangsinya kepada pembangunan sekolah. Ucapnya


Sementara dilokasi yang sama, wakil bupati SBB Selfinus Kainama dalam sambutan singkatnya mewakili pemerintah daerah dan selalu tokoh pendidikan menyampaikan sebuah dorongan dan motifasi kepada para siswa didik yang menpuh pendidikan pada SD Negeri 2 Kamarian, agar bagaimana dapat manfaatkan lapangan olah raga yang baru saja diresmikan ini, menjadi lapangan penyalur bakar, hobby dan minat, dalam sebuah pengembangan prestasi didunia olah raga. 

Semoga lewat lapangan olah raga yang sederhana ini, dapat melahirkan berbagai prestasi dari setiap siswa yang bisaenyalurkan setiap bakat, minat, hobby-nya. Ucapnya


Pemerintah daerah akan terus mendukung setiap program pendidikan kususnya dibidang olah raga, demi mewujudkan pengembangan prestasi anak daerah didunia olah raga. 


Bahkan wakil Bupati menegaskan bahwa" Pemerintah daerah akan terus mendorong setiap prestasi olah raga yang dikembangkan, guna melahirkan atlet - atlet yang berprestasi di bidang olah raga apa saja. Jelasnya


Wakil Bupati memberi semangat kepada para siswa dengan meresmikan lapangan olah raga tersebut yang ditandai dengan membuka pintu lapangan kemudian menendang bolah sebagai lambang lapangan resmi digunakan. (Ogen)


Selengkapnya

Maulid Nabi di Langgur: Ketika Teladan Rasulullah Bertemu dengan Semangat Ain Ni Ain

September 05, 2026


Langgur
, Globaltimurnn.com — Lantunan ayat suci Al-Qur’an perlahan memenuhi ruang Masjid Agung Raudha, Langgur. Suasana Jumat itu terasa berbeda. Wajah-wajah jamaah tertunduk khusyuk, sementara gema ayat suci menjadi pembuka sebuah peringatan yang bukan sekadar mengenang kelahiran seorang manusia agung, tetapi juga menghidupkan kembali pesan tentang persaudaraan dan perdamaian.


Di masjid yang menjadi salah satu pusat kehidupan keagamaan masyarakat Maluku Tenggara itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (04/09/2027).


Tema yang diusung pun terasa dekat dengan denyut kehidupan masyarakat setempat: “Rasulullah SAW Teladan Kita, Ain Ni Ain Pererat Kita, Persaudaraan dan Perdamaian Kekuatan Maluku Tenggara.”


Tema itu seolah menjadi jembatan antara keteladanan Rasulullah SAW dengan nilai luhur yang telah lama hidup di tengah masyarakat Maluku Tenggara Ain Ni Ain, sebuah filosofi tentang persaudaraan, kebersamaan dan kehidupan dalam ikatan saling menghargai.


Rangkaian kegiatan dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan Qori Abdulwahab Rumaf.


Suara merdu sang qori mengawali perjalanan spiritual para jamaah yang hadir. Perlahan, suasana masjid semakin khidmat.


Nuansa kecintaan kepada Rasulullah SAW kemudian semakin terasa ketika ibu-ibu Majelis Raudha membawakan marhaban massal.


Lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema di dalam masjid. Bagi jamaah, marhaban bukan sekadar bagian dari rangkaian acara, melainkan ekspresi kecintaan kepada sosok Rasulullah SAW yang sepanjang hidupnya mengajarkan kasih sayang, persaudaraan dan penghormatan terhadap sesama, Di tengah suasana itulah pesan utama Maulid mulai menemukan ruangnya.


Puncak peringatan diisi dengan penyampaian hikmah oleh Habib Rifqi Alhamid, S.Kom., M.Si., Ketua Yayasan Ar Rahmah Ambon, yang secara khusus hadir dalam kegiatan tersebut.


Di hadapan jamaah, Habib Rifqi mengajak umat untuk tidak menjadikan Maulid sekadar sebagai momentum seremonial tahunan.


Kelahiran Rasulullah SAW, menurut pesan yang disampaikannya, harus menjadi pintu untuk kembali melihat bagaimana Nabi Muhammad SAW menjalani kehidupan dan membangun hubungan dengan manusia.


Rasulullah bukan hanya menjadi teladan dalam ibadah, tetapi juga dalam cara memperlakukan orang lain.


Dalam kehidupan bermasyarakat, kedamaian harus dijaga. Persaudaraan harus diperkuat. Dan segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan perpecahan harus dihindari.


Pesan tersebut menemukan relevansinya dengan kehidupan masyarakat Maluku Tenggara yang memiliki kekayaan tradisi kebersamaan melalui nilai Ain Ni Ain.


Ain Ni Ain bukan sekadar ungkapan, Ia merupakan semangat untuk melihat orang lain sebagai bagian dari kehidupan bersama.


Dalam nilai itu, perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk menjauh. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika setiap orang mampu saling menghormati dan saling menjaga.


Di tengah kehidupan masyarakat yang terus bergerak dan menghadapi berbagai perubahan, pesan tentang persaudaraan menjadi semakin penting.


Ia tumbuh dari kebiasaan sederhana, saling menyapa, saling membantu, menghormati perbedaan, menjaga ucapan dan tidak mudah terprovokasi oleh sesuatu yang dapat memecah hubungan antarsesama, Nilai-nilai tersebut sejatinya telah lama diajarkan Rasulullah SAW.


Kasih sayang, keadilan, kepedulian dan persaudaraan menjadi bagian dari keteladanan Nabi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Karena itu, Maulid Nabi di Masjid Agung Raudha seakan mengingatkan kembali bahwa mencintai Rasulullah bukan hanya dengan memperbanyak pujian kepadanya, tetapi juga dengan berusaha menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan nyata, Peringatan Maulid kemudian tidak berhenti pada ceramah dan rangkaian ibadah.


Ada pesan lain yang juga ingin dihidupkan: bahwa kecintaan kepada Rasulullah harus melahirkan kepedulian terhadap sesama.


Sebab Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk tidak hanya dekat kepada Allah, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan orang lain.


Jumat itu, Masjid Agung Raudha bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya sebuah peringatan keagamaan.


Ia menjadi ruang untuk kembali mengingat siapa yang menjadi teladan dan nilai apa yang perlu dijaga.


Dari Langgur, pesan Maulid Nabi tahun ini terasa sederhana, namun dalam meneladani Rasulullah SAW, merawat Ain Ni Ain, mempererat persaudaraan dan menjaga perdamaian.


Sebab kekuatan Maluku Tenggara bukan hanya terletak pada kekayaan alam dan budayanya, tetapi juga pada kemampuan masyarakatnya untuk hidup bersama.


Dan selama nilai persaudaraan itu terus dirawat, pesan Rasulullah tentang kasih sayang dan perdamaian akan tetap menemukan tempatnya, bukan hanya di dalam masjid, tetapi juga di rumah, di kampung, di ruang-ruang publik dan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. (Za)

Selengkapnya

Kapolres Malteng Di Dampingi Ketua Cabang Bayangkari Malteng Kunjungi Negeri Masihulan

September 05, 2026


Masihulan
, globaltimurnn.com - Kapolres Maluku Tengah  AKBP Widy Irawan,S.I.K Di Dampingi Ibu Ketua Bayangkari cabang Maluku Tengah Ny,Lusy Widy Mengunjungi Negeri Masihulan Kecamatan seram Utara Kabupaten Maluku Tengah pada 5/9/2026


Kunjungan itu hanya beberapa saat saja namun terkesan ada kepedulian terhadap warga masyarakat yang notabene merupakan masyarakat Maluku Tengah 


Kapolres Di sambut baik dan penuh kehangatan oleh pemerintah Negeri Masihulan dan Staf dan Badan Permusyawatan negeri (BPN), kehadiran Kapolres itu memberikan apresiasi penuh dari masyarakat secara umum terhadap kunjungan perdana yang di gelar oleh Kapolres Maluku Tengah 


Kapolres dalam tatap mukanya sangat singkat bersama masyarakat negeri Masihulan saat itu dan dirinya mengatakan "saya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan jangan lagi ada hal-hal baru yang di timbulkan, tetapi marilah kita sama-sama membantu untuk menjaga keamanan"harap Kapolres 


Kapolres AKBP Windy Irawan dan Ny,Lusy Irawan beserta  rombongan para perwira polres Maluku Tengah dan Kepala pemerintah Kecamatan Seram Utara M.Ohorella dan Kapolsek Seram Utara wahai AKP.F.Sabban,SHI,MH turut bersamasama, mendampingi Kapolres dalam kunjungan di saat itu



Kunjungan Kapolres dan ibu ketua cabang Bayangkari adalah merupakan sebuah bagian dari silaturahmi kekeluargaan di antara pimpinan Kapolres dan Masyarakatnya.dan hal itu merupakan salah satu inisiatif seorang pimpinan terhadap masyarakatnya  sebagai Kapolres Maluku Tengah 


Kegiatan tersebut adalah sebagai suatu perhatian dan kepedulian sosok seorang pimpinan yang peduli dan prihatin terhadap warga masyarakatnya yang ada di negeri Masihulan yang terkena korban konflik kemanusiaan dua negeri yakni Masihulan dan Sawai pada tanggal 3 april tahun 2025 yang lalu 



Selain bersilahturahmi ibu Bayangkari juga melakukan misinya untuk memberikan bantuan sembako kepada 50 warga masyarakat Negeri Masihulan yang layak  menerimanya seperti para ibu-ibu janda duda dan lansia


Usai kegiatan itu,Ibu Bayangkari juga foto bareng bersama anak-anak negeri setempat demikian juga dengan bapak Kapolres dan ibu ketua cabang Bayangkari foto bersama pimpinan jemaat GPM Masihulan 


Dan setelah selesai tatap muka bersama warga masyarakat di negeri Masihulan Kapolres dan ibu Bayangkari beserta rombongan berpamitan dari warga masyarakat Negeri Masihulan dan bertolak kembali menuju ke kota kabupaten Maluku Tengah Masohi. (LL.01)

Selengkapnya

Senandung Dari Bethfage, Ketika Musik Menjadi Bahasa Syukur dan Persaudaraan

September 05, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Malam baru saja turun di Kusu-Kusu Sereh. Namun halaman Gereja Bethfage tidak sedang bersiap untuk tidur.


Lampu-lampu menyala. Suara musik mengalun. Warga berdatangan, mengambil tempat di sekitar halaman gereja. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang datang bersama tetangga dan sahabat.


Malam itu, Sabtu (05/09/2026), halaman Gereja Bethfage berubah menjadi panggung kebersamaan, Di tempat itu, Jemaat GPM Bethfage Kusu-Kusu Sereh menggelar konser musik bertajuk “Senandung Merdu dari Bethfage Ucap Syukur untuk GPM.”


Bagi warga jemaat, malam itu merupakan titik puncak dari rangkaian Hari Besar Gerejawi (PHBG) yang telah berlangsung sejak 15 Agustus. Beragam kegiatan sebelumnya telah mempertemukan warga dalam suasana penuh kegembiraan, mulai dari tarik tambang, lomba caca, jelajah alam hingga baris kreasi.


Musik yang dinyanyikan bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk dirasakan sebagai ungkapan syukur, Ketua Panitia PHBG Jemaat Kusu-Kusu Sereh, yang juga Danramil 1504-06/Nusaniwe, Kapten Inf. Andreas Vikodey, menyebut konser tersebut sebagai persembahan bagi seluruh warga.


“Pada malam hari ini, kita melaksanakan kegiatan puncak berupa konser hiburan bagi seluruh warga,” Di balik panggung dan kemeriahan malam itu, panitia ternyata masih menyimpan agenda lain.


Dalam waktu dekat, warga setiap sektor akan diajak terlibat dalam lomba menghias lampu Natal di sepanjang jalan Kusu-Kusu Sereh, Bagi Andreas, kegiatan itu bukan sekadar perlombaan mempercantik lingkungan. Ada semangat kebersamaan yang ingin terus dirawat.


“Kami sangat mengharapkan dukungan dari seluruh warga di setiap sektor agar bersama-sama memperindah kampung kita,” ujarnya.


Sebab, yang hendak dibangun bukan hanya suasana kampung yang indah, tetapi juga hubungan antarsesama yang semakin erat, Andreas menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan PHBG tidak membawa kepentingan politik.


Konser itu, kata dia, murni dipersembahkan sebagai ruang bagi keluarga besar jemaat dan masyarakat untuk berkumpul, menikmati hiburan dan merasakan kebersamaan.


“Kegiatan ini tidak memiliki maksud lain dan tidak mengandung unsur politik. Tujuan kami sederhana, yaitu bagaimana keluarga besar dan seluruh warga dapat menikmati kebersamaan serta merasa senang,” tegasnya.


Menariknya, persiapan konser dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, Panitia hanya memiliki waktu sekitar satu pekan untuk merancang konsep hingga memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan, Namun keterbatasan waktu justru memperlihatkan kekuatan lain: kekompakan.


Andreas memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang menurutnya mampu bekerja cepat dan disiplin.


“Dalam waktu satu minggu, teman-teman telah bekerja luar biasa. Saya bisa mengatakan kerja panitia kali ini seperti bekerja layaknya militer—cepat, disiplin, dan penuh kekompakan,” katanya.


Semangat itu diharapkan tidak berhenti ketika panggung konser dibongkar dan lampu-lampu dipadamkan.


Andreas ingin kekompakan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kusu-Kusu Sereh, Baginya, ada tiga unsur penting yang harus terus berjalan beriringan dalam kehidupan negeri adat: adat, gereja dan pendidikan.


“Ketiga unsur ini harus terus kita rangkum dan satukan dalam semangat kolaborasi,” ujarnya.


Ketua Majelis Pekerja Klasis (MPK) GPM Pulau Ambon, Pdt. W.A. Beresaby, S.Th., mengingatkan bahwa perayaan seperti ini jangan kehilangan akar utamanya: iman dan rasa syukur.


Sekitar 570 kepala keluarga ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu menjadi bagian dari keluarga besar pelayanan Klasis GPM Pulau Ambon yang mencapai sekitar 16.465 kepala keluarga.


Bagi Beresaby, sebuah perayaan gerejawi seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat keluarga, menumbuhkan kebersamaan dan memberikan teladan yang baik bagi anak-anak.


Karena itu, ia mengingatkan agar sukacita tidak berubah menjadi sesuatu yang justru merusak makna perayaan.


“Jangan sampai perayaan-perayaan iman kita dinodai dengan pesta mabuk-mabukan. Mari kita menjaga agar keluarga kita tetap sehat, anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” katanya.


Di Ambon, perbedaan agama bukan alasan untuk saling menjauh. Justru dalam keberagaman itulah semangat hidup orang basudara harus terus dijaga.


“Kota Ambon adalah rumah bersama. Negeri-negeri kita harus menjadi tempat yang aman bagi semua, dan Kota Ambon harus menjadi kota yang nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkas Beresaby.


Bagi Pemerintah Kota Ambon, konser tersebut juga memiliki arti lain, Wali Kota Ambon yang diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Alexander J. Hursepuny, M.T., melihat seni dan musik sebagai ruang yang mampu mempertemukan banyak orang.


Di atas panggung, perbedaan tidak lagi menjadi jarak, Nada, suara dan irama justru menyatukannya.


Melalui musik dan seni, kita diberikan ruang untuk bertemu, berinteraksi, dan menikmati kebersamaan. Dari seni, kita belajar bahwa perbedaan dapat dirangkai menjadi sesuatu yang indah ketika kita membangun kebersamaan, katanya.


Lebih jauh, pemerintah melihat ruang-ruang seperti ini sebagai kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang.


Kota Ambon yang dikenal dengan identitasnya sebagai kota musik membutuhkan ruang agar anak-anak mudanya tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku.


“Kita ingin anak-anak muda Ambon menjadi pelaku sekaligus penggerak ekonomi kreatif. Semakin banyak ruang yang diberikan kepada mereka untuk berkarya, semakin besar pula peluang untuk melahirkan karya-karya kreatif dan talenta-talenta baru dari Kota Ambon,” ujar Alexander.


Dari sisi Pemerintah Provinsi Maluku, konser Bethfage juga dibaca sebagai sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar pertunjukan.


Gubernur Maluku yang diwakili Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Maluku, Onesimus Soumeru, berbicara tentang musik sebagai bahasa yang mampu menyampaikan pesan tanpa harus mengenal batas.


Sebuah konser bukan hanya tentang suara, tetapi juga tentang hati. Bukan hanya tentang siapa yang bernyanyi, tetapi tentang apa yang hendak kita sampaikan melalui nyanyian tersebut, ujar Onesimus.


Malam itu, pesan yang hendak disampaikan adalah syukur, iman, kasih dan persaudaraan, Nada-nada yang mengalun dari halaman Gereja Bethfage diharapkan tidak berhenti sebagai hiburan setelah konser selesai.


Musik diharapkan mampu menyejukkan hati, meredam perbedaan dan kembali mengingatkan masyarakat Maluku tentang kuatnya ikatan pela-gandong dan semangat hidup orang basudara.


“Musik adalah bahasa universal. Malam ini kita menyatu dalam satu frekuensi, yaitu frekuensi syukur,” harapnya.


Namun, pembangunan Maluku tentu bukan pekerjaan satu pihak, Onesimus menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan gereja dan masyarakat untuk bersama-sama menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi.


Pemerintah Provinsi Maluku tidak dapat berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh warga GPM untuk bersama-sama mengatasi berbagai tantangan sosial dan ekonomi serta mewujudkan Maluku yang semakin maju, sejahtera, dan berkeadilan, katanya.


Ketika konser memasuki bagian akhir, halaman Gereja Bethfage masih dipenuhi warga, Musik terus mengalun. Senandung terdengar di antara kerumunan, Tetapi malam itu sesungguhnya bukan hanya tentang siapa yang tampil di atas panggung.


Ia bercerita tentang sebuah jemaat yang memilih merayakan syukur dengan berkumpul.


Tentang panitia yang bekerja dalam waktu singkat tetapi mampu menunjukkan kekompakan, Tentang gereja yang mengingatkan bahwa sukacita harus tetap berada dalam koridor iman, Tentang pemerintah yang melihat musik sebagai ruang kreativitas generasi muda, Dan tentang Maluku yang terus mencari cara untuk merawat persaudaraan di tengah keberagaman.


“Senandung Merdu dari Bethfage Ucap Syukur untuk GPM” akhirnya ditutup dengan penampilan musik dan senandung bersama.


Namun pesan dari malam itu diharapkan tetap tinggal: bahwa syukur tidak selalu harus diucapkan dalam kata-kata. Kadang, ia cukup dinyanyikan bersama—dalam satu nada, satu hati, dan satu semangat persaudaraan. (Za)

Selengkapnya

Gerak Jalan Inda Amboina, Warisan Kebersamaan, Berpotensi Jadi Ikon Nasional Kota Ambon

September 05, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Derap langkah kembali memenuhi jalan-jalan utama Kota Ambon, Sabtu (05/09/2026). Ribuan peserta tampil dengan beragam kostum dan formasi, menghadirkan warna tersendiri di tengah suasana kota yang dipenuhi masyarakat.


Di antara barisan yang berjalan teratur, ada semangat yang jauh lebih besar dari sekadar mengejar kemenangan. Ada kebersamaan, kreativitas, disiplin, sekaligus tradisi yang terus dipertahankan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Semangat itulah yang kembali terlihat dalam Lomba Gerak Jalan Inda Amboina 2026.


Bagi anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Lucky Leonard Upulatu Nikijuluw, kegiatan tersebut merupakan salah satu tradisi masyarakat yang memiliki nilai sosial dan budaya cukup kuat. Menurutnya, Gerak Jalan Inda Amboina tidak seharusnya hanya dipandang sebagai perlombaan tahunan.


Ia memberikan apresiasi kepada Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Kota Ambon yang dinilai konsisten mempertahankan kegiatan tersebut.


“Sebagai wakil rakyat, kami memberikan apresiasi kepada Angkatan Muda Gereja Maluku (AMGPM) Daerah Kota Ambon yang terus mempertahankan kegiatan ini,” ujar Lucky.


Menurut Lucky, keberadaan Gerak Jalan Inda Amboina yang telah berlangsung sejak era 1980-an menunjukkan bahwa kegiatan tersebut telah melekat dalam kehidupan masyarakat Kota Ambon.


Waktu boleh berubah. Generasi terus berganti. Namun, nilai yang dibawa melalui kegiatan itu tetap memiliki relevansi.


Gerak jalan mengajarkan peserta tentang kekompakan, kedisiplinan dan tanggung jawab. Setiap anggota barisan harus mampu menyesuaikan langkah dengan anggota lainnya. Tidak ada ruang bagi kepentingan pribadi ketika seluruh barisan harus bergerak dalam satu irama.


Dari proses sederhana tersebut, menurut Lucky, tumbuh nilai persaudaraan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Ambon.


“Di satu sisi, kreativitas dan keterampilan baris-berbaris menjadi dasar bagi warga Kota Ambon untuk terus meningkatkan kemampuan dan partisipasi mereka,” katanya.


Lucky menilai Gerak Jalan Inda Amboina dapat terus dikembangkan agar semakin banyak lapisan masyarakat yang terlibat.


Ia mendorong agar kategori peserta dapat diperluas, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga berbagai komunitas yang ada di Kota Ambon.


Dengan semakin banyak kelompok yang berpartisipasi, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang bersama bagi masyarakat untuk berkreasi.


“Harapan kami masyarakat Kota Ambon harus menyambut dan menjaga momentum ini dengan baik, supaya ke depan LGJ ini terus berlangsung dengan baik,” ungkapnya.


Bagi Lucky, keberlanjutan kegiatan tidak hanya bergantung kepada pemerintah dan panitia. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting agar tradisi tersebut tetap hidup.


Sebab, ketika masyarakat ikut menjaga dan meramaikan sebuah kegiatan, maka kegiatan itu akan memiliki umur yang lebih panjang.


Di balik kemeriahan Gerak Jalan Inda Amboina, terdapat manfaat lain yang turut dirasakan masyarakat, yakni pergerakan ekonomi.


Ribuan peserta dan penonton yang memadati kawasan pelaksanaan kegiatan menciptakan peluang bagi pedagang makanan dan minuman, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi serta berbagai usaha kecil lainnya.


Aktivitas ekonomi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kegiatan publik seperti Gerak Jalan Inda Amboina perlu terus mendapatkan perhatian.


“Perputaran uang itu terjadi di Kota Ambon. Belum lagi UMKM yang turut terlibat di dalamnya,” ujar Lucky.


Karena itu, menurutnya, sebuah kegiatan tidak semestinya hanya dihitung berdasarkan besaran anggaran yang dikeluarkan. Dampak yang muncul setelah kegiatan berlangsung juga perlu menjadi bagian dari pertimbangan.


Ada masyarakat yang mendapatkan penghasilan. Ada UMKM yang memperoleh pelanggan. Ada ruang publik yang kembali dipenuhi aktivitas warga.


Semua itu menjadi bagian dari manfaat yang lahir dari sebuah kegiatan masyarakat.


Melihat sejarah dan antusiasme masyarakat yang terus terjaga, Lucky menilai Gerak Jalan Inda Amboina memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi agenda yang lebih besar.


Ia bahkan berharap kegiatan tersebut suatu saat dapat memiliki gaung hingga tingkat nasional dan menjadi salah satu identitas khas Kota Ambon.


Namun, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan pengelolaan yang konsisten, inovasi serta keterlibatan berbagai pihak.


Menurutnya, pemerintah, panitia, peserta, komunitas dan masyarakat harus memiliki semangat yang sama untuk menjaga kualitas kegiatan.


Selain kreativitas peserta, faktor sportivitas juga menjadi perhatian.


Lucky mengingatkan panitia dan para juri agar menjalankan tugas secara profesional dan objektif. Penilaian yang transparan akan menjaga kepercayaan peserta sekaligus memberikan legitimasi terhadap hasil perlombaan.


“Harapan kami panitia bisa menjaga netralitas, terutama para juri, supaya hasilnya membawa output yang positif,” katanya.


Pada akhirnya, Gerak Jalan Inda Amboina bukan hanya soal barisan yang paling rapi atau peserta yang keluar sebagai juara.


Di balik setiap langkah terdapat cerita tentang masyarakat yang berkumpul, generasi muda yang menunjukkan kreativitas, komunitas yang ikut mengambil bagian, serta pelaku usaha kecil yang mendapatkan kesempatan untuk menggerakkan roda ekonomi.


Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi salah satu ruang untuk merawat semangat orang basudara di tengah dinamika Kota Ambon yang terus berkembang.


Derap langkah yang terdengar di jalan-jalan kota menjadi pengingat bahwa sebuah tradisi dapat tetap hidup ketika masyarakat mau menjaganya bersama.


Dan jika dikelola secara berkelanjutan, Gerak Jalan Inda Amboina bukan tidak mungkin tumbuh dari sebuah tradisi lokal menjadi agenda khas Kota Ambon yang dikenal hingga panggung nasional. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT