globaltimurnn.com

Deskripsi gambar

Jumat, 23 Oktober 2026

Merajut Asa BM PAN Bersama Pemuda Negeri Kawa: Sunat Massal Sentuh 130 Anak

Oktober 23, 2026


Kawa
, globaltimurnn.com — Suasana penuh kehangatan, kepedulian, dan kebersamaan menyelimuti Negeri Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kabupaten Seram Bagian Barat menggelar kegiatan sosial berupa Khitanan Massal bertajuk "Merajut Asa BM PAN Bersama Pemuda Negeri Kawa".


​Sebanyak 130 anak dari Negeri Kawa dan sekitarnya antusias mengikuti kegiatan khitanan gratis ini, sebagai bentuk kepedulian nyata organisasi pemuda terhadap kesehatan dan masa depan generasi penerus bangsa.

​

Dihadiri Tokoh Daerah dan Anggota Dewan

​Kegiatan sosial ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah daerah serta pengurus DPD PAN SBB, di antaranya" ​Kepala Dinas Kesehatan SBB, Geriman Kurniawan, ​Anggota DPRD Kabupaten SBB dari Fraksi PAN" Ibu Endang Kusumawati (selaku Bendahara DPD PAN SBB),  Bapak Ridal J. Kaisupy (selaku Sekretaris DPD PAN SBB). 

​

Kehadiran para tokoh ini mempertegas dukungan penuh terhadap penguatan layanan kesehatan dan aksi kepedulian sosial di tengah masyarakat Negeri Kawa.

​

Pembukaan yang Khidmat dan Penuh Doa

​Acara diawali dengan ketenangan dan ketakzim mendalam saat Imam Masjid Kawa memimpin doa pembuka. Bait-bait doa melantun penuh harapan, memohon kelancaran, keselamatan bagi anak-anak yang dikhitan, serta keberkahan atas kepedulian dan kerja keras para pemuda serta tokoh masyarakat yang terlibat.

​

Deretan Sambutan dan Dukungan Tokoh

​Suasana semangat kepemudaan dan dukungan dari para tokoh terjalin erat sepanjang sesi sambutan:

​


Ketua BM PAN SBB, Ahmad Kadim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan tradisi keagamaan, melainkan momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan merajut asa kebersamaan antara BM PAN dan kepemudaan di Negeri Kawa. BM PAN berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui aksi-aksi sosial yang berdampak langsung.

​

Penjabat Kepala Desa (Kades) Negeri Kawa, Ibu Boki Asri Ely, memberikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas inisiatif dan kepedulian BM PAN beserta para pemuda Negeri Kawa. Beliau menilai aksi nyata ini sangat membantu meringankan beban orang tua di negerinya.

​

Ketua DPD PAN SBB, Hj. Abd. Rauf Latulumamina, S.Sos, menekankan pentingnya sinergi antara gerakan kepemudaan, partai, dan masyarakat setempat. Beliau menegaskan bahwa aksi kepedulian sosial seperti ini merupakan wujud komitmen PAN untuk senantiasa hadir membawa kemanfaatan bagi warga SBB.

​


Peresmian oleh Bupati SBB

​Puncak acara pembukaan ditandai dengan sambutan dari Bupati Seram Bagian Barat, Ir. Asri Arman, M.T. Dalam arahannya, Bupati mengapresiasi tinggi kolaborasi positif antara BM PAN SBB dan Pemuda Negeri Kawa. Beliau menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kepedulian sosial dan pembinaan kesehatan generasi muda sejak dini.

​

Dengan mengucapkan basmalah dan rasa syukur, Bupati Ir. Asri Arman, M.T. secara resmi membuka kegiatan Khitanan Massal tersebut.

​

Senyum 130 Anak Negeri Kawa

​Usai pembukaan resmi, prosesi khitanan massal berjalan lancar dengan dukungan teknis dari Dinas Kesehatan dan tim medis terkait, serta keterlibatan aktif pemuda setempat. Sebanyak 130 anak berhasil dikhitan dengan senyum bangga dan rasa syukur dari para orang tua yang mendampingi.

​

Kegiatan "Merajut Asa BM PAN Bersama Pemuda Negeri Kawa" ini menjadi bukti nyata bahwa ketika niat baik dirajut bersama, senyum dan harapan masa depan anak-anak di Negeri Kawa dapat terwujud dengan indah. (Yan) 

Selengkapnya

Dari Pawai Obor hingga Wakaf Al-Qur’an, Mahasiswa KKN UIN Ambon Nyalakan Semangat Santri di Tanah Manipa

Oktober 23, 2026


Manipa
, Globaltimurnn.com — Cahaya obor yang bergerak menyusuri Desa Luhutuban, Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Kamis malam (22/10/2026), menghadirkan suasana berbeda di tengah masyarakat. Langkah para mahasiswa, pelajar, dan warga yang berjalan bersama menjadi gambaran sederhana tentang semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Santri Nasional 2026.


Di balik nyala obor tersebut, tersimpan pesan tentang kecintaan terhadap agama, semangat menuntut ilmu, serta pentingnya menjaga tradisi keislaman di tengah kehidupan masyarakat. Semangat itu dihadirkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon angkatan 2026 melalui rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh kebutuhan pendidikan keagamaan masyarakat.


Mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN menggelar pawai obor, pesantren kilat, hingga penyaluran wakaf sebanyak 100 buah Al-Qur’an dan buku Iqra. Bantuan tersebut disalurkan kepada tiga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta Masjid Al-Istiqomah di Desa Luhutuban.


Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Kamis malam hingga Jumat, 23 Oktober 2026, ini menjadi wujud keterlibatan mahasiswa dalam mempererat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tokoh agama, lembaga pendidikan Al-Qur’an, dan masyarakat di lokasi pengabdian.


Pawai obor menjadi salah satu momen yang memberikan warna tersendiri dalam peringatan Hari Santri di Desa Luhutuban. Cahaya yang menyala di sepanjang perjalanan seolah menjadi simbol semangat generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman dan meneruskan perjuangan para santri serta ulama terdahulu.


Bagi masyarakat, kegiatan semacam ini bukan sekadar perayaan tahunan. Kebersamaan yang terbangun memberikan ruang bagi anak-anak, remaja, mahasiswa, dan warga untuk berkumpul dalam suasana religius sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan desa.


Di tengah kesibukan masing-masing, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa nilai kebersamaan dapat dirawat melalui langkah-langkah sederhana. Berjalan bersama dalam pawai, mengikuti kegiatan keagamaan, hingga berkumpul untuk berdoa menjadi bagian dari pengalaman kolektif yang mempererat hubungan antargenerasi.


Mahasiswa KKN UIN A.M. Sangadji Ambon memanfaatkan momentum ini untuk lebih dekat dengan masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan kewajiban akademik, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar memahami kehidupan warga, membangun komunikasi, serta mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan keagamaan.


Semangat tersebut kemudian dilanjutkan melalui pesantren kilat yang diarahkan untuk memperkuat pengetahuan dan kecintaan generasi muda terhadap ajaran Islam. Melalui kegiatan pembelajaran keagamaan ini, mahasiswa berupaya menciptakan ruang interaksi yang positif antara pelajar, pengajar, tokoh agama, dan masyarakat.


Di antara rangkaian kegiatan tersebut, penyaluran wakaf 100 buah Al-Qur’an dan buku Iqra menjadi salah satu bentuk pengabdian yang diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan.


Bantuan itu diserahkan secara simbolis kepada perwakilan tiga TPQ dan Masjid Al-Istiqomah di Desa Luhutuban. Penyaluran tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keberlangsungan pembelajaran Al-Qur’an, terutama bagi anak-anak yang sedang membangun dasar kemampuan membaca dan memahami kitab suci.


Bagi sebuah lembaga pendidikan Al-Qur’an, ketersediaan bahan belajar merupakan bagian penting dalam menunjang proses pembelajaran. Al-Qur’an dan buku Iqra yang disalurkan diharapkan dapat membantu para pengajar, mendukung aktivitas mengaji, serta memberikan kesempatan kepada lebih banyak anak untuk belajar dengan sarana yang memadai.


Lebih dari sekadar penyerahan bantuan, wakaf tersebut membawa pesan bahwa pengabdian tidak harus selalu diwujudkan melalui program besar. Kepedulian yang berangkat dari kebutuhan masyarakat dan disalurkan dengan niat memberikan manfaat dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pendidikan keagamaan di tingkat desa.


Mahasiswa berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh TPQ dan Masjid Al-Istiqomah, sehingga manfaatnya tetap dirasakan masyarakat meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir.


Ketua Kelompok KKN UIN A.M. Sangadji Ambon, Ye Faisal Alhamid, mengatakan bahwa peringatan Hari Santri Nasional 2026 merupakan momentum untuk menumbuhkan semangat belajar agama sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Luhutuban.


Menurutnya, Hari Santri bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan bagi generasi muda untuk mengenang dan meneladani perjuangan para santri serta ulama yang telah memberikan kontribusi bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.


“Peringatan Hari Santri 2026 ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum bagi kita semua, khususnya generasi muda di Desa Luhutuban, untuk meneladani semangat juang para santri dan ulama terdahulu,” ungkap Ye Faisal.


Ia menjelaskan, melalui pawai obor, pesantren kilat, serta wakaf 100 Al-Qur’an dan Iqra, mahasiswa KKN ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memperkuat suasana peringatan Hari Santri, tetapi juga meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Melalui kegiatan pawai obor, pesantren kilat, serta wakaf 100 Al-Qur’an dan Iqra ini, kami berharap dapat membakar semangat cinta ilmu agama di tanah Manipa, serta meninggalkan jejak pengabdian yang bermanfaat bagi pembangunan moral dan spiritual masyarakat desa,” lanjutnya.


Pernyataan tersebut mencerminkan harapan mahasiswa agar kegiatan KKN tidak berhenti pada penyelesaian program kerja, tetapi juga mampu menumbuhkan nilai kepedulian, tanggung jawab sosial, dan semangat berbagi di tengah masyarakat.


Pelaksanaan kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kepulauan Manipa, Pemerintah Negeri Luhutuban, Imam Masjid Al-Istiqomah, pimpinan TPQ, Majelis Taklim, serta para pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA Negeri Luhutuban.


Kepala KUA Kecamatan Kepulauan Manipa, Haris Lauselang, S.Ag., M.H., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang telah menghadirkan kegiatan keagamaan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.


“Kami sangat mengapresiasi inisiatif luar biasa dari adik-adik mahasiswa KKN UIN A.M. Sangadji Ambon. Kehadiran mereka di Desa Luhutuban memberikan warna dan energi baru dalam menghidupkan syiar Islam,” ujarnya.


Ia menilai, penyaluran bantuan Al-Qur’an dan Iqra juga memiliki arti penting dalam mendukung pembinaan generasi Qur’ani di Kecamatan Kepulauan Manipa.


“Bantuan Al-Qur’an dan Iqra yang disalurkan hari ini adalah investasi jariyah yang sangat berharga bagi pembinaan generasi Qur’ani di kecamatan kita tercinta ini,” tambahnya.


Apresiasi serupa disampaikan Pemerintah Negeri Luhutuban melalui Sekretaris Desa, Muhamad Sulehu, S.Sos. Pemerintah desa menyampaikan terima kasih atas kontribusi mahasiswa yang telah menginisiasi kegiatan keagamaan sekaligus memberikan dukungan bagi fasilitas belajar mengaji anak-anak.


“Atas nama Pemerintah Desa Luhutuban dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa KKN UIN A.M. Sangadji Ambon. Kegiatan positif seperti pesantren kilat dan pembagian fasilitas belajar mengaji ini sangat membantu anak-anak kami,” ungkapnya.


Pemerintah desa berharap hubungan baik antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus terpelihara. Kolaborasi semacam ini dinilai penting untuk mendukung kegiatan pendidikan, pembinaan generasi muda, serta kehidupan sosial dan keagamaan di Desa Luhutuban.


Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Luhutuban ditutup dengan doa bersama, penyerahan Al-Qur’an secara simbolis kepada perwakilan TPQ dan Masjid Al-Istiqomah, serta ramah tamah bersama warga, pelajar, dan anggota Majelis Taklim.


Penutupan tersebut menjadi bagian dari kebersamaan yang terbangun selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa dan masyarakat tidak hanya bertemu dalam agenda peringatan keagamaan, tetapi juga berbagi pengalaman, mempererat silaturahmi, dan membangun komunikasi yang diharapkan tetap terjaga setelah kegiatan selesai.


Bagi mahasiswa KKN UIN A.M. Sangadji Ambon, pengalaman di Desa Luhutuban menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar ruang perkuliahan. Pengabdian memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami kebutuhan masyarakat secara langsung, bekerja bersama berbagai unsur desa, serta menerapkan ilmu dan kepedulian sosial dalam kehidupan nyata.


Sementara bagi masyarakat, kegiatan tersebut menghadirkan dukungan bagi pendidikan Al-Qur’an sekaligus memperkuat keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan.


Pada akhirnya, makna Hari Santri di Luhutuban tidak hanya tercermin melalui cahaya obor yang menerangi jalan desa, tetapi juga melalui upaya menyalakan semangat belajar, memperluas kepedulian, dan menjaga kebersamaan.


Wakaf Al-Qur’an dan Iqra menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut. Dari kegiatan sederhana yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat, tersimpan harapan agar pendidikan keagamaan terus berkembang dan generasi muda semakin dekat dengan nilai-nilai Islam.


Melalui pengabdian ini, mahasiswa KKN UIN A.M. Sangadji Ambon menunjukkan bahwa kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan yang dekat dengan kebutuhan warga. Sebab, keberhasilan pengabdian bukan hanya tentang program yang terlaksana, melainkan juga tentang manfaat yang ditinggalkan dan hubungan baik yang terus dirawat. (Za)

Selengkapnya

Lemahnya Pengawasan Polisi Disejumlah Wilayah Di Jakarta, Diduga Obat Keras Daftar G Beredar Luas dan Bebas

Oktober 23, 2026


Jakarta
, globaltimurnn.com - Dugaan peredaran obat keras daftar G di sejumlah wilayah hukum Polres Jakarta Barat kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan aparat kepolisian. 


Ketika informasi mengenai dugaan penjualan obat tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku terus bermunculan, publik menanti langkah nyata untuk mengungkap bagaimana aktivitas tersebut dapat berlangsung.


Di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, misalnya, terdapat daftar 14 alamat yang dilaporkan diduga berkaitan dengan praktik penjualan obat keras. Transaksi disebut-sebut menggunakan sistem cash on delivery (COD), yakni penyerahan barang dan pembayaran berdasarkan kesepakatan penjual dengan pembeli.


Informasi tersebut perlu diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan. Namun, apabila dugaan itu terbukti, persoalannya tidak cukup diselesaikan dengan menindak penjual di tingkat bawah. Aparat perlu menelusuri pemasok, jalur distribusi, serta kemungkinan adanya jaringan yang membuat praktik tersebut terus berjalan.


Situasi ini sekaligus menjadi ujian bagi fungsi pengawasan Polres Metro Jakarta Barat. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa setiap laporan ditindaklanjuti secara serius, bukan sekadar dicatat tanpa kejelasan perkembangan penanganan.


Pelaku Merasa Kebal Hukum?

Pertanyaan yang mengemuka adalah mengapa dugaan praktik penjualan obat keras masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian berulang. Apakah pengawasan belum berjalan efektif, penindakan belum menyentuh jaringan distribusi, atau terdapat kendala lain yang belum terungkap?


Pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab hanya melalui asumsi. Diperlukan pemeriksaan terhadap lokasi yang dilaporkan, bukti transaksi, asal-usul obat, serta keterangan pihak-pihak yang mengetahui aktivitas tersebut.Apabila penjualan ilegal terbukti berlangsung berulang kali, aparat perlu mengevaluasi efektivitas strategi penindakan dan pencegahan. Apabila penjualan ilegal terbukti berlangsung berulang kali, aparat perlu mengevaluasi efektivitas strategi penindakan dan pencegahan. Karena itu, masyarakat berhak menuntut penjelasan mengenai langkah pengawasan yang telah dilakukan, kendala yang dihadapi, dan upaya konkret untuk mencegah aktivitas serupa kembali muncul.


 *Lahan Basah bagi Oknum Tidak Bertanggung Jawab?* 


Di tengah dugaan peredaran tersebut, muncul pula pertanyaan mengenai kemungkinan adanya pihak yang memperoleh keuntungan dari aktivitas ilegal. Apakah praktik itu semata-mata menunjukkan lemahnya pengawasan, atau ada dugaan penyalahgunaan kewenangan yang perlu diperiksa?


Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri didorong menindaklanjuti setiap informasi yang kredibel apabila terdapat dugaan keterlibatan anggota kepolisian aktif. Pemeriksaan perlu dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai mekanisme yang berlaku.


"Dalam persoalan ini, Kapolres Metro Jakarta Barat dituntut menunjukkan langkah konkret melalui penguatan pengawasan, verifikasi laporan masyarakat, serta penelusuran dugaan jaringan distribusi obat keras," jelas Adi SH kepada wartawan (23/10).


Penanganan yang terukur diperlukan untuk menjawab keresahan masyarakat, terutama apabila laporan mengenai lokasi-lokasi tertentu dapat disertai informasi dan bukti yang layak diperiksa.


Transparansi juga menjadi bagian penting dari akuntabilitas penegakan hukum. Kepolisian perlu memberikan keterangan mengenai tindak lanjut laporan sesuai batas informasi yang dapat disampaikan kepada publik.


Pada akhirnya, pertanyaan apakah pelaku merasa kebal hukum atau terdapat pihak yang melindungi aktivitas tersebut hanya dapat dijawab melalui penyelidikan yang menyeluruh. Yang dibutuhkan masyarakat bukan spekulasi, melainkan kepastian bahwa setiap dugaan pelanggaran diperiksa secara serius dan setiap pihak yang terbukti bersalah diproses sesuai hukum.


Jika pengawasan berjalan efektif, penindakan dilakukan konsisten, dan hasil pemeriksaan disampaikan secara transparan, kepercayaan publik dapat dijaga. Sebaliknya, tanpa penjelasan yang memadai, pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan akan terus muncul. (Bayu) 

Selengkapnya

Menarik,,,Polres SBB Siapkan Empat Kendaraan Pemadam Kebakaran, Jangkau Sejumlah Wilayah serta Salurkan Air Bersih

Oktober 23, 2026


Piru
, globaltimurnn.com – Polres Seram Bagian Barat (SBB) melakukan pemenuhan kelengkapan empat unit kendaraan *double cabin* yang akan difungsikan sebagai kendaraan pemadam kebakaran guna mendukung penanganan kebakaran di wilayah hukum Polres SBB.


Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Kapolda Maluku terkait pemanfaatan kendaraan operasional yang dapat difungsikan sebagai sarana pemadam kebakaran, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., menjelaskan bahwa setiap kendaraan dilengkapi dengan satu unit profil tank berkapasitas 700 liter, satu unit pompa air atau *Alkon* merek Yamamax dan San-e, satu rol selang tembak berukuran dengan panjang 50 meter, serta satu selang isap air spiral berukuran 2 inci dengan panjang 7 meter serta dilengkapi dengan perangkat jet nozzle untuk mendukung peralatan pendukung pada kendaraan tersebut.


Kapolres SBB menegaskan bahwa pemanfaatan kendaraan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi potensi kebakaran serta memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat.


Tidak hanya difungsikan untuk penanganan kebakaran, kendaraan tersebut juga direncanakan untuk membantu pendistribusian air bersih bagi masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.


Dengan fungsi ganda tersebut, keberadaan kendaraan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam penanganan keadaan darurat maupun membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di daerah yang terdampak kekeringan atau mengalami keterbatasan akses air bersih.


Upaya ini sekaligus menjadi wujud nyata semangat "Polri Bersama Masyarakat" bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam penanganan bencana serta membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat. (Rdks) 

Selengkapnya

Perkuat Akuntabilitas dan Integritas, Kanwil Ditjenpas Maluku Evaluasi Kinerja Bapas Ambon

Oktober 23, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Komitmen meningkatkan profesionalisme aparatur dan kualitas pelayanan pemasyarakatan terus diperkuat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui monitoring dan evaluasi (monev) kinerja Triwulan III dan Semester I di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon, Jumat (23/10/2026).


Kegiatan yang dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Maluku, Sarwono, tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, didukung administrasi yang tertib, serta menghasilkan capaian kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan.


Kedatangan tim Kanwil Ditjenpas Maluku disambut Kepala Bapas Ambon, Maria Nahak, bersama jajaran. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan dan penelaahan terhadap sejumlah aspek penting, mulai dari pemenuhan data dukung Reformasi Birokrasi (RB), pelaporan administratif dan fasilitatif, hingga laporan teknis pemasyarakatan.


Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan, memastikan kesesuaian dokumen, serta mendorong perbaikan kinerja secara terukur di lingkungan Bapas Ambon.


Sarwono menegaskan, monitoring dan evaluasi tidak boleh hanya berorientasi pada kelengkapan dokumen, tetapi harus menjadi instrumen untuk memastikan setiap program terlaksana secara efektif dan memberikan hasil nyata.


“Monitoring dan evaluasi ini bukan sekadar pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen, tetapi juga menjadi sarana untuk melihat sejauh mana pelaksanaan program dan capaian kinerja telah berjalan sesuai target,” ujarnya.


Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, seluruh jajaran Bapas Ambon semakin teliti dalam memenuhi data dukung Reformasi Birokrasi, meningkatkan ketepatan pelaporan, serta menjaga kualitas laporan teknis pemasyarakatan.


Menurut Sarwono, koordinasi yang baik antara Kanwil dan satuan kerja menjadi faktor penting dalam menyelesaikan kendala sekaligus memastikan rekomendasi hasil evaluasi ditindaklanjuti secara tepat.


Ketepatan waktu pelaporan, validitas data, dan kesesuaian antara dokumen dengan pelaksanaan kegiatan juga menjadi perhatian utama. Dengan demikian, setiap laporan yang disampaikan benar-benar mencerminkan kondisi dan capaian kinerja yang sesungguhnya.


Kepala Bapas Ambon, Maria Nahak, menyambut positif pelaksanaan monev tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi kesempatan bagi jajarannya untuk mengukur kualitas pelaksanaan tugas sekaligus mengetahui aspek-aspek yang masih perlu dibenahi.


Maria menegaskan, pihaknya berkomitmen menindaklanjuti setiap masukan dan rekomendasi yang diberikan tim Kanwil Ditjenpas Maluku demi meningkatkan akuntabilitas serta profesionalisme kerja.


“Kami menyambut baik pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini sebagai bentuk pendampingan dan penguatan dari Kanwil Ditjenpas Maluku. Melalui kegiatan ini, kami dapat mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan, khususnya dalam pemenuhan data dukung Reformasi Birokrasi, tertib administrasi, serta penyusunan laporan teknis pemasyarakatan,” ungkapnya.


Ia berharap, hasil evaluasi tersebut dapat menjadi landasan untuk memperbaiki tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan kepada masyarakat.


Sementara itu, Ketua Tim Kelompok Kerja (Pokja) Kanwil Ditjenpas Maluku, La Idi Buton, menekankan bahwa kualitas data dan pelaporan merupakan bagian penting dari tanggung jawab setiap pegawai dalam menjalankan tugas.


Menurutnya, setiap data dukung harus memiliki bukti yang valid dan sesuai dengan kegiatan yang benar-benar dilaksanakan. Karena itu, koordinasi antarpelaksana, ketepatan waktu, serta ketelitian dalam menyusun laporan perlu terus diperkuat.


Ia mendorong jajaran Bapas Ambon agar memastikan seluruh indikator kinerja didukung bukti yang akurat sehingga pelaksanaan program dapat dievaluasi secara objektif dan transparan.


Selain mengevaluasi administrasi dan capaian kinerja, tim Kanwil Ditjenpas Maluku juga melaksanakan tes urine secara acak terhadap petugas Bapas Ambon.


Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan internal untuk memperkuat integritas aparatur sekaligus mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.


Pelaksanaan tes urine tersebut menegaskan bahwa peningkatan kinerja harus berjalan beriringan dengan kedisiplinan, tanggung jawab, dan komitmen menjaga lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.


Salah satu pegawai Bapas Ambon, Diana Simanjuntak, menilai kegiatan monev dan pengawasan internal tersebut sebagai pengingat bagi seluruh pegawai untuk terus menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas.


Menurut Diana, evaluasi berkala memberikan kesempatan bagi pegawai untuk memperbaiki kekurangan, meningkatkan kedisiplinan, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.


“Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kami untuk senantiasa bekerja secara profesional, menjaga kedisiplinan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami juga memandang monev sebagai kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas,” tuturnya.


Ia menambahkan, pengawasan yang dilakukan secara berkala diharapkan semakin memperkuat komitmen seluruh pegawai dalam menjaga integritas dan menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.


Melalui monitoring dan evaluasi kinerja Triwulan III dan Semester I yang disertai tes urine secara acak, Kanwil Ditjenpas Maluku mendorong Bapas Ambon untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, memperkuat akuntabilitas pelaporan, dan menjaga integritas seluruh petugas.


Hasil evaluasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan administratif, tetapi berlanjut pada perbaikan konkret dalam pelaksanaan tugas, peningkatan profesionalisme aparatur, serta pelayanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. (Za)

Selengkapnya

Dandim 1504/Ambon: Stabilitas Keamanan Menjadi Fondasi Pembangunan Kota

Oktober 23, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Penguatan pertahanan dan keamanan wilayah menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pembangunan Kota Ambon. Menyikapi hal tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 1504/Ambon, Letkol Inf Rudolf Glenn Paulus, mengusulkan penambahan dua Komando Rayon Militer (Koramil) guna mengoptimalkan pengamanan wilayah serta memperkuat pelaksanaan tugas teritorial TNI AD di Kota Ambon.


Usulan tersebut disampaikan Rudolf saat menghadiri pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Ambon Tahun 2025–2045 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Ambon, Jumat (23/10/2026).


Dalam keterangannya kepada awak media seusai mengikuti rapat, Rudolf menjelaskan bahwa usulan penambahan Koramil menjadi salah satu masukan penting yang disampaikannya, khususnya terkait Pasal 49 mengenai pertahanan dan keamanan dalam rancangan regulasi tersebut.


Menurutnya, perencanaan tata ruang wilayah perlu mempertimbangkan kebutuhan pertahanan dan keamanan agar pengelolaan wilayah dapat berjalan seimbang dengan kepentingan pembangunan serta kebutuhan masyarakat.


Ia menilai, penambahan dua Koramil diperlukan untuk memperluas jangkauan pelaksanaan tugas kewilayahan Kodim 1504/Ambon, sekaligus mendukung optimalisasi pengamanan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Teluk Ambon.


Rudolf juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Pansus Komisi III DPRD Kota Ambon atas undangan yang diberikan kepada jajaran Kodim 1504/Ambon untuk berpartisipasi dalam pembahasan RTRW tersebut.


Menurutnya, forum uji publik ini merupakan kesempatan strategis untuk menyampaikan berbagai masukan dari perspektif pertahanan dan keamanan, mengingat penyusunan RTRW menyangkut arah pembangunan Kota Ambon dalam jangka panjang.


Ia menegaskan, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses tersebut penting agar regulasi yang dihasilkan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan, ketertiban, serta keberlanjutan pembangunan daerah.


Lebih lanjut, Rudolf menekankan bahwa stabilitas keamanan merupakan salah satu fondasi utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan Kota Ambon. Tanpa situasi yang aman dan kondusif, berbagai program pemerintah maupun aktivitas masyarakat berpotensi menghadapi hambatan.


Karena itu, menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.


Rudolf turut menyoroti potensi konflik sosial yang dapat bermula dari persoalan sederhana, seperti perselisihan antarremaja maupun permasalahan yang dipicu oleh konsumsi minuman keras (miras).


Persoalan-persoalan tersebut, kata dia, perlu mendapat perhatian bersama melalui langkah pencegahan, pembinaan masyarakat, serta penguatan koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.


Deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan juga dinilai penting agar persoalan yang muncul dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.


Dengan kondisi keamanan yang terjaga, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman, sementara pemerintah daerah dapat melaksanakan program pembangunan secara lebih optimal.


Rudolf berharap, masukan yang disampaikan Kodim 1504/Ambon dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan Raperda RTRW Kota Ambon Tahun 2025–2045, khususnya dalam mengakomodasi kebutuhan pertahanan dan keamanan wilayah.


Menurutnya, perencanaan tata ruang yang memperhatikan kebutuhan tersebut akan membantu menciptakan keselarasan antara pembangunan infrastruktur, pengelolaan wilayah, dan upaya menjaga stabilitas keamanan.


Ia juga berharap pembahasan lintas sektor yang melibatkan DPRD, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta unsur masyarakat dapat menghasilkan regulasi yang mampu menjawab kebutuhan Kota Ambon untuk masa mendatang.


Dengan demikian, RTRW diharapkan tidak hanya menjadi pedoman pemanfaatan ruang dan pembangunan daerah, tetapi juga mendukung terciptanya Kota Ambon yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Dahsatnya Sholat Malam, Kompol H. Akmil Djapa Ajak Umat Mendekatkan Diri Kepada Allah

Oktober 23, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Shalat malam bukan sekadar ibadah sunah yang dilakukan ketika sebagian besar manusia terlelap dalam tidur. Di balik sunyinya malam, tersimpan keistimewaan spiritual yang mampu menguatkan iman, menenangkan jiwa, serta mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.


Pesan religius tersebut menjadi inti khutbah Jumat yang disampaikan Kepala Bagian Pengajaran dan Pelatihan (Kabag Jarlat) SPN Polda Maluku, Kompol H. Akmil Djapa, di Masjid Al Iqro SPN Polda Maluku. (Jumat 23/10/2026)


Dalam khutbah bertema “Dahsyatnya Shalat Malam”, Kompol H. Akmil Djapa mengajak jamaah menjadikan shalat malam sebagai bagian dari kehidupan seorang muslim, bukan hanya ibadah yang dilakukan sesekali ketika menghadapi kesulitan atau sedang memohon pertolongan Allah SWT.


Ia mengingatkan bahwa shalat malam memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Setelah shalat fardu, shalat malam termasuk ibadah sunah yang utama, sekaligus menjadi salah satu ciri orang-orang saleh yang senantiasa berusaha menjaga hubungan dengan Sang Pencipta.


Keistimewaan lainnya terletak pada ketulusan dan kerahasiaan ibadah tersebut. Ketika seseorang bangun di tengah malam untuk bersujud, berdoa, dan memohon ampunan, ia melakukannya jauh dari keramaian dan pujian manusia. Yang menjadi tujuan hanyalah keridaan Allah SWT.


Dalam pesan khutbahnya, shalat malam juga digambarkan sebagai jalan untuk membangun kedekatan spiritual, memperkuat keteguhan hati, serta menumbuhkan keyakinan bahwa setiap doa dan ikhtiar hendaknya disertai penyerahan diri kepada Allah SWT.


BERPEGANG PADA PESAN SURAH AL-ISRA AYAT 79

Untuk memperkuat pesan tentang keutamaan tahajud, Kompol H. Akmil Djapa mengangkat firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 79:


“Dan pada sebagian malam hari, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”


Ayat tersebut memberikan pesan mendalam bahwa tahajud merupakan ibadah yang memiliki kedudukan khusus. Di dalamnya terdapat pendidikan tentang keikhlasan, kedisiplinan, kesabaran, dan kesungguhan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Shalat malam mengajarkan bahwa kemuliaan tidak semata-mata diukur dari kedudukan, jabatan, maupun penghormatan manusia. Ada perjuangan batin yang berlangsung dalam kesunyian, ketika seseorang memilih bangkit dari tempat tidurnya demi memenuhi panggilan ibadah.


Dalam khutbah itu, jamaah juga diajak memahami lima keistimewaan shalat malam, yakni sebagai salah satu ibadah sunah paling utama setelah shalat fardu, memiliki keutamaan dalam ibadah yang dikerjakan dengan ikhlas dan tersembunyi, menjadi ciri orang-orang saleh, menunjukkan kemuliaan hamba yang mendekatkan diri kepada Allah, serta menjadi kesempatan berdoa dan memohon kebaikan kepada-Nya.


Tentang doa, umat diingatkan untuk senantiasa berharap kepada Allah SWT, tanpa meninggalkan ikhtiar, kesabaran, dan keyakinan terhadap ketetapan-Nya.


DARI SUJUD DI MALAM HARI MENUJU AKHLAK DI SIANG HARI

Pesan penting dari khutbah bertema Dahsyatnya Shalat Malam bukan hanya mengajak umat memperbanyak ibadah, tetapi juga menjadikan ibadah sebagai sumber perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.


Seseorang yang membiasakan diri berdiri di hadapan Allah di tengah malam diharapkan semakin mampu menjaga kejujuran, mengendalikan amarah, menunaikan amanah, menghormati sesama, dan menjauhi perbuatan yang dilarang agama.


Nilai-nilai tersebut juga relevan bagi personel Polri dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Keteguhan iman, kejernihan hati, dan kesadaran akan pertanggungjawaban kepada Allah dapat menjadi pengingat moral agar setiap tugas dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, keadilan, dan kemanusiaan.


Sebab, ibadah yang baik semestinya tidak berhenti pada gerakan tubuh dan lantunan doa. Ibadah harus tercermin dalam sikap, perkataan, keputusan, serta cara seseorang memperlakukan orang lain.


Melalui khutbah Jumat di Masjid Al Iqro SPN Polda Maluku, Kompol H. Akmil Djapa mengingatkan kembali bahwa malam bukan hanya waktu untuk beristirahat, melainkan juga kesempatan bagi seorang muslim untuk bermuhasabah, memohon ampunan, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.


Pada akhirnya, kedahsyatan shalat malam tidak hanya terletak pada sunyinya waktu ketika ibadah itu dilaksanakan, tetapi juga pada ketulusan hati yang dibawa seseorang ketika kembali menjalani kehidupan.


Ketika dunia terlelap, seorang hamba yang bangun untuk bersujud sedang merawat hubungannya dengan Allah. Dan ketika fajar menyingsing, kesungguhan itu semestinya menjelma menjadi akhlak yang lebih baik, amanah yang lebih kuat, serta pengabdian yang membawa manfaat bagi sesama. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT