globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Selasa, 03 November 2026

Kapolres SBB Terima Silaturahmi Kepala Sekolah SD Kristen Nuruwe, Perkuat Sinergi Dunia Pendidikan

November 03, 2026


Piru
, globaltimurnn.com – Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., menerima kunjungan silaturahmi Kepala Sekolah SD Kristen Nuruwe, Ibu Naome Mairissa, S.Th., bersama rombongan di kediaman Kapolres SBB, Selasa (3/11/2026).


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Guru SD Kristen Nuruwe, Irawan Siolimbona, S.Pd., M.Pd., Tata Usaha SD Kristen Nuruwe, PS. Gideon Sigarlkie, M.Th., serta wartawan RRI, Yan Laiyan.


Kegiatan silaturahmi ini bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus membangun komunikasi dan koordinasi yang baik antara Polres SBB dengan pihak sekolah, khususnya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Seram Bagian Barat.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres SBB menyambut baik kunjungan pihak SD Kristen Nuruwe. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara Kepolisian dan lembaga pendidikan sangat penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta mendukung pembentukan generasi muda yang disiplin dan berkarakter.


Kapolres juga berharap pihak sekolah dan Kepolisian dapat terus menjalin komunikasi serta kerja sama yang positif, terutama dalam memberikan edukasi kepada para siswa tentang pentingnya kedisiplinan, menjaga keamanan, dan membangun sikap saling menghormati.


Menurutnya, pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan orang tua, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk Kepolisian.


Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan hubungan kemitraan antara Polres SBB dan SD Kristen Nuruwe semakin erat sehingga bersama-sama dapat berkontribusi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di lingkungan pendidikan.


Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendukung pendidikan dan membangun generasi muda yang berkualitas. Demikian harapan Kapolres SBB (Rdks) 

Selengkapnya

Masohi, Kota Kecil Sejuta Kenangan: Di Usia ke-69, Zulkarnain Ajak Masyarakat Merawat Persaudaraan dan Membangun Harapan

November 03, 2026


Masohi
, Globaltimurnn.com — Malam itu, Lapangan Nusantara tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk merayakan hari jadi sebuah kota. Di bawah cahaya lampu panggung, di antara alunan musik, sorak kegembiraan, dan wajah-wajah yang dipenuhi sukacita, ada sesuatu yang lebih dalam sedang dirayakan kenangan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap Kota Masohi.


Rabu (04/11/2026) malam, suasana Kota Masohi terasa berbeda. Setelah pada pagi harinya masyarakat mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi di Lapangan Nusantara, kemeriahan berlanjut melalui resepsi dan malam puncak perayaan yang menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.


Berbagai kalangan hadir, menyatu dalam suasana perayaan. Bagi sebagian orang, malam itu mungkin menjadi kesempatan menikmati hiburan. Namun, bagi masyarakat yang telah lama tumbuh dan menjalani kehidupan di Masohi, perayaan tersebut menyimpan makna yang jauh lebih besar.


Masohi bukan hanya sebuah kota tempat aktivitas berlangsung. Ia adalah tempat seseorang dilahirkan, dibesarkan, membangun keluarga, mengejar cita-cita, dan menyimpan cerita kehidupan.


Di kota inilah banyak kenangan tumbuh. Ada persahabatan yang terjalin, ada perjuangan yang dilalui, dan ada kerinduan yang selalu membawa seseorang ingin kembali, sejauh apa pun langkahnya pergi.

Pesan tentang makna itulah yang terasa kuat dalam sambutan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, S.P., M.A.P., pada resepsi malam puncak HUT ke-69 Kota Masohi.


Di hadapan masyarakat dan para tamu undangan, Zulkarnain mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak memaknai hari jadi kota hanya sebagai perayaan bertambahnya usia. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi ruang untuk mengingat perjalanan bersama, mempererat persaudaraan, dan memperkuat tekad membangun masa depan.


Mengawali sambutannya, Bupati mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga perayaan dapat berlangsung dalam suasana penuh kebahagiaan.


Ia kemudian menyampaikan penghargaan kepada Wakil Gubernur Maluku bersama istri, serta seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan merayakan kebahagiaan bersama masyarakat Kota Masohi.


“Atas nama masyarakat Kota Masohi dan Kabupaten Maluku Tengah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Wakil Gubernur bersama Ibu, serta seluruh tamu undangan yang telah hadir dan turut merayakan kebahagiaan bersama masyarakat Kota Masohi di malam ini,” ungkapnya.


Di balik kemeriahan yang tersaji, Zulkarnain juga tidak melupakan kerja keras orang-orang yang berada di balik terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan.


Apresiasi disampaikan kepada panitia pelaksana dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, serta kontribusi sejak tahap persiapan hingga malam apresiasi berlangsung.


Baginya, keberhasilan sebuah perayaan tidak mungkin berdiri sendiri. Ada kerja sama, kepedulian, dan semangat gotong royong dari banyak pihak yang membuat seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana.


Namun, bagian paling menyentuh dari sambutannya adalah ketika Zulkarnain berbicara tentang siapa sebenarnya Masohi bagi masyarakatnya.


Ia menggambarkan Masohi sebagai kota yang tumbuh dari semangat gotong royong, menjadi rumah bersama bagi semua orang, serta tempat masyarakat merajut harapan dan menyimpan begitu banyak kenangan.


“Masohi adalah kota yang tumbuh dari semangat gotong royong, kota yang menjadi rumah bagi kita semua, tempat kita merajut harapan dan menyimpan begitu banyak kenangan,” tuturnya.


Kemudian, sebuah ungkapan sederhana tetapi sarat makna disampaikan Bupati untuk menggambarkan kedekatan masyarakat dengan kota tersebut.


“Kota kecil sejuta kenangan yang selalu membuat kita rindu untuk kembali.”


Kalimat itu seolah merangkum perjalanan panjang Masohi selama 69 tahun. Sebuah kota yang mungkin tidak sebesar pusat-pusat metropolitan lainnya, tetapi memiliki ruang tersendiri di hati masyarakat yang pernah tumbuh, menetap, bekerja, dan membangun kehidupan di dalamnya.


Sebab, ukuran sebuah kota tidak selalu ditentukan oleh luas wilayah, megahnya bangunan, atau padatnya aktivitas ekonomi. Ada nilai yang jauh lebih penting, yakni bagaimana sebuah kota mampu menghadirkan rasa memiliki, menjaga persaudaraan, dan menjadi tempat masyarakat menemukan harapan.


Dari sudut pandang itulah, perayaan HUT ke-69 Kota Masohi menjadi momentum untuk kembali memperkuat ikatan sosial masyarakat.


Zulkarnain mengajak seluruh masyarakat agar terus menjaga kebersamaan, merawat persatuan, serta tidak kehilangan semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Kota Masohi.


Ajakan tersebut menjadi penting di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah. Sebab, kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kesediaan masyarakat untuk saling mendukung dan mengambil bagian dalam setiap proses pembangunan.


Menjelang akhir sambutannya, Bupati mengajak masyarakat menikmati malam perayaan bersama keluarga dengan penuh sukacita melalui penampilan para artis yang telah dipersiapkan panitia.


Malam itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk sejenak melepas rutinitas, berkumpul bersama keluarga, menikmati hiburan, sekaligus merayakan kebanggaan terhadap kota yang mereka cintai.


“Dirgahayu ke-69 Kota Masohi, bergerak, bertumbuh, berdaya,” tegas Zulkarnain menutup sambutannya.


Enam puluh sembilan tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya terdapat sejarah, perubahan, perjuangan, serta harapan yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Masohi telah melewati berbagai fase perjalanan. Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga identitas dan semangat kebersamaan tersebut sambil terus mendorong pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Pemerintah dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan Masohi tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga semakin kuat dalam persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat membangun daerah.


Ketika lampu panggung akhirnya dipadamkan, musik berhenti mengalun, dan masyarakat kembali ke rumah masing-masing, kemeriahan malam itu mungkin perlahan menjadi kenangan. Namun, ada pesan yang seharusnya tidak ikut berlalu bersama berakhirnya perayaan.


Bahwa Masohi bukan sekadar tempat untuk tinggal, melainkan rumah yang menyimpan cerita dan menyatukan banyak kehidupan. Sebuah kota yang harus terus dijaga, dibangun, dan diwariskan dalam keadaan lebih baik kepada generasi mendatang.


Karena pada akhirnya, yang membuat seseorang selalu ingin kembali bukan semata-mata tempat yang indah, melainkan kenangan, persaudaraan, dan rasa memiliki yang tumbuh di dalamnya.


Masohi, kota kecil sejuta kenangan. 69 tahun bergerak, bertumbuh, dan terus berdaya.(Za)

Selengkapnya

Bukan Sekadar Perayaan, Malam Puncak HUT ke-69 Kota Masohi Hadirkan Sukacita, Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

November 03, 2026


Masohi
, Globaltimurnn.com — Cahaya panggung, alunan musik, tarian, dan sorak-sorai masyarakat menjadi bagian dari kemeriahan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi. Di tengah suasana penuh sukacita itu, tersimpan makna yang lebih dalam tentang kebersamaan, kepedulian, dan harapan bagi masa depan kota yang menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Tengah tersebut.


Rabu (03/11/2026) malam, resepsi perayaan HUT ke-69 Kota Masohi berlangsung meriah. Masyarakat dari berbagai kalangan tampak menikmati suasana perayaan yang menjadi penutup dari rangkaian kegiatan menyambut hari jadi Kota Masohi.


Sebelumnya, peringatan HUT ke-69 telah diawali dengan upacara pada pagi hari di Lapangan Nusantara, Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. Setelah prosesi upacara berlangsung, kemeriahan berlanjut melalui resepsi dan malam puncak yang menghadirkan berbagai hiburan bagi masyarakat.


Tidak sekadar menjadi panggung perayaan, momentum ini juga memperlihatkan bagaimana sebuah peringatan hari jadi kota dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan berbagai elemen lainnya dalam semangat kebersamaan.


Ketua Pelaksana HUT Kota Masohi ke-69, Sukri, S.Sos., M.Si., dalam laporan panitia menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan menyambut hari jadi Kota Masohi dapat terlaksana dengan baik.


Menurutnya, kesuksesan perayaan tersebut tidak terlepas dari dukungan, arahan, kerja sama, serta partisipasi berbagai pihak yang turut mengambil bagian sejak awal hingga malam puncak kegiatan.


Sukri menjelaskan, panitia telah menghadirkan sejumlah agenda yang tidak hanya berorientasi pada kemeriahan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat secara langsung.


Rangkaian kegiatan tersebut meliputi berbagai perlombaan cabang olahraga, pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga kegiatan sosial melalui program Bedah Rumah Layak Huni yang dikenal dengan singkatan BERULAH.


Di antara berbagai kegiatan tersebut, program BERULAH menjadi salah satu wujud nyata bahwa semangat perayaan HUT Kota Masohi juga diarahkan untuk menyentuh kehidupan masyarakat yang membutuhkan perhatian.


Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maluku Tengah, Bank Maluku Maluku Utara, dan Panitia HUT Kota Masohi ke-69.


Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak lima unit rumah dibangun di lima kelurahan dalam wilayah Kecamatan Kota Masohi. Kehadiran program ini menjadi bukti bahwa perayaan hari jadi kota dapat dimaknai lebih luas, bukan hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata yang membawa harapan baru bagi masyarakat.


Di sisi lain, penyelenggaraan pameran UMKM turut memberikan warna tersendiri dalam rangkaian perayaan. Kehadiran para pelaku usaha lokal menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk, memperluas pemasaran, sekaligus menunjukkan potensi ekonomi kreatif masyarakat Masohi.


Sementara itu, suasana malam puncak semakin semarak dengan penampilan hiburan musik dan seni budaya. Penyanyi asal Maluku, Fresly Nikijuluw, menjadi salah satu pengisi acara yang menghibur masyarakat melalui lantunan musiknya.


Tidak hanya musik, penampilan sejumlah tarian yang dibawakan anak-anak dari daerah lainnya turut menambah warna dalam perayaan tersebut. Kehadiran generasi muda melalui pertunjukan seni menjadi gambaran bahwa kekayaan budaya dan kreativitas daerah perlu terus diberikan ruang untuk tumbuh dan berkembang.


Perpaduan musik, tarian, serta antusiasme masyarakat menjadikan malam puncak HUT ke-69 Kota Masohi bukan sekadar agenda hiburan, melainkan juga ruang perjumpaan budaya dan ekspresi kebanggaan terhadap daerah.


Dalam laporannya, Sukri turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah atas dukungan, perhatian, serta arahan yang diberikan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.


Penghargaan yang sama disampaikan kepada BAZNAS Kabupaten Maluku Tengah, Bank Maluku Maluku Utara, para sponsor, pimpinan perangkat daerah, serta seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi bagi kesuksesan perayaan tersebut.


Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, para artis, dan pengisi acara yang telah mencurahkan waktu, tenaga, serta kemampuan mereka untuk menghadirkan perayaan yang berkesan bagi masyarakat.


Meski seluruh rangkaian kegiatan telah berjalan dengan baik, Sukri menyadari masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaannya. Karena itu, atas nama pribadi dan seluruh panitia, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih terdapat hal-hal yang belum sesuai dengan harapan.


Bagi Sukri, keberhasilan sebuah perayaan tidak hanya diukur dari seberapa meriah acara yang diselenggarakan, tetapi juga dari seberapa besar kebersamaan dan manfaat yang dapat ditinggalkan setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.


Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat Kota Masohi. Sebab, perjalanan sebuah kota tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui kepedulian, partisipasi, serta kesediaan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama.


Memasuki usia ke-69 tahun, Kota Masohi diharapkan semakin berkembang menjadi kota yang maju, berdaya saing, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.


“Dirgahayu ke-69 Kota Masohi. Bergerak, Bertumbuh, Berdaya.”


Slogan tersebut bukan sekadar rangkaian kata dalam perayaan hari jadi, melainkan sebuah harapan dan ajakan agar seluruh masyarakat terus menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi, serta mengambil bagian dalam membangun masa depan Kota Masohi.


Sebab, kemeriahan malam itu pada akhirnya akan berlalu, panggung hiburan akan kembali sunyi, dan lampu-lampu perayaan akan dipadamkan. Namun, semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta harapan untuk melihat Masohi tumbuh lebih baik hendaknya tetap menyala dalam kehidupan masyarakatnya. (Za)

Selengkapnya

Bupati SBB Bersama PT. Taspen (Persero) Gelar Penandatanganan Kerja Sama

November 03, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) memperkuat kerja sama dengan PT Taspen (Persero) untuk mendukung perlindungan dan persiapan finansial Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya dalam menghadapi masa purna tugas.


Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Bupati SBB Asri Arman bersama Kepala PT Taspen Provinsi Maluku, Dina Adriani, di Kantor Bupati SBB, Selasa (3/11/2026


Dalam kegiatan tersebut, Dina Adriani menjelaskan bahwa PPPK diberikan fleksibilitas untuk menentukan besaran iuran persiapan manfaat finansial masa purna tugas sesuai kemampuan keuangan masing-masing peserta.


Ia menyebutkan, besaran iuran dapat dimulai dari Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per bulan. Melalui skema tersebut, peserta dapat mempersiapkan manfaat finansial untuk masa mendatang berdasarkan kemampuan dan pilihan iuran masing-masing.


Sementara itu, Bupati SBB Asri Arman menyampaikan pandangannya terkait tujuan kerja sama dan harapan pemerintah daerah agar kemitraan dengan PT Taspen memberikan manfaat nyata bagi PPPK di lingkungan Pemkab SBB.


Menurutnya, penguatan koordinasi dengan PT Taspen diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan serta memberikan pemahaman yang lebih baik kepada PPPK mengenai program dan hak kepesertaan mereka.


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata dari PT Taspen kepada Pemerintah Kabupaten SBB yang diterima langsung oleh Bupati Asri Arman, Sebaliknya, Bupati juga menyerahkan cendera mata kepada pihak PT Taspen sebagai simbol penghargaan dan kemitraan kedua institusi.


Turut hadir Kepala BKPSDM SBB Manan Tuarita, Staf Ahli Bupati Aisa Pellu, Asisten III Setda SBB, serta sejumlah pegawai PT Taspen Provinsi Maluku.


Melalui kerja sama ini, Pemkab SBB berharap akses informasi dan pelayanan program PT Taspen bagi PPPK semakin optimal, sehingga para pegawai memiliki pemahaman dan persiapan finansial yang lebih baik dalam menghadapi masa purna tugas. (Rdks) 

Selengkapnya

Inspektorat Ambon Luncurkan SI-BAILEO, Selly: Pengawasan Pemerintahan Kini Berbasis Digital

November 03, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Inspektorat resmi meluncurkan SI-BAILEO (Sinergitas Informasi Balai Audit, Monitoring, dan Evaluasi Online), sebuah sistem pengawasan internal berbasis digital yang dirancang, untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta mencegah terjadinya penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.


Kehadiran SI-BAILEO menjadi langkah strategis Inspektorat Kota Ambon, dalam mengubah pola pengawasan pemerintahan, dari yang sebelumnya lebih banyak menemukan persoalan setelah terjadi, menjadi sistem pengawasan yang mampu mendeteksi dan mencegah potensi masalah sejak dini.


“SI-BAILEO merupakan inovasi pengawasan yang dikembangkan, untuk memperkuat fungsi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), dalam mengawal jalannya pemerintahan daerah,” kata Kepala Inspektorat Kota Ambon, Selly S. P. Kalahatu, kepada wartawan di Ambon, Selasa (3/11/2026).


Menurutnya, pengawasan internal tidak semestinya hanya berorientasi pada pencarian kesalahan, tetapi harus mampu menjadi instrumen pembinaan, sekaligus memberikan peringatan dini terhadap berbagai potensi penyimpangan. Melalui sistem tersebut, Inspektorat ingin mendorong perubahan paradigma pengawasan agar lebih proaktif, terukur, terintegrasi, dan berbasis data.


SI-BAILEO sendiri merupakan proyek perubahan yang digagas Selly S. P. Kalahatu, sebagai project leader bersama jajaran Inspektorat Kota Ambon, dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.


Sistem ini diharapkan menjadi instrumen untuk mempercepat proses pemantauan, monitoring, dan evaluasi terhadap pelaksanaan program maupun kegiatan di lingkungan Pemkot Ambon.


“Dengan dukungan sistem digital, proses pengawasan diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, karena informasi dan hasil evaluasi dapat terdokumentasi secara sistematis. Selain itu, pimpinan daerah maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat memperoleh informasi yang lebih cepat sebagai dasar mengambil Keputusan,” ujar Selly.


Selly menjelaskan, penerapan SI-BAILEO juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Inovasi tersebut sekaligus diarahkan, untuk menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah, termasuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Ambon.


Sebagaimana diketahui, Pemkot Ambon kembali meraih opini WTP atas LKPD Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu alasan penting perlunya penguatan sistem pengawasan internal agar kualitas pengelolaan keuangan daerah tetap terjaga.


Nama SI-BAILEO sendiri diambil dari istilah baileo, yakni rumah adat Maluku yang menjadi tempat masyarakat berkumpul, bermusyawarah, dan mengambil keputusan bersama.


“Filosofi tersebut diharapkan tercermin dalam sistem pengawasan yang dibangun melalui kolaborasi, keterbukaan informasi, serta tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah,” harap Selly.


Dalam penerapannya, SI-BAILEO dirancang melalui tiga tahapan pengembangan, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Pada tahap jangka pendek, fokus diarahkan pada pembangunan sistem peringatan dini, melalui implementasi dasar SI-BAILEO di lingkungan Inspektorat dan sejumlah OPD terkait.


Selanjutnya, tahap jangka menengah dilakukan dengan memperluas penerapan sistem ke seluruh unit kerja OPD, termasuk integrasi data dan optimalisasi fungsi peringatan dini.


Sementara untuk jangka panjang, SI-BAILEO ditargetkan berkembang menjadi sistem pengawasan digital yang terintegrasi dan berkelanjutan. Sistem tersebut nantinya diharapkan, dapat menjadi salah satu dasar bagi pimpinan daerah dalam menentukan kebijakan dan mengambil keputusan.


Peluncuran SI-BAILEO dibuka langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, di Balai Kota Ambon, dan dihadiri Sekretaris Kota, pimpinan OPD, serta sejumlah undangan.


Peluncuran inovasi ini juga sejalan dengan Misi Kedua Kota Ambon, yakni mewujudkan Ambon inklusif, serta program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon terkait penataan birokrasi yang kapabel, andal, dan bersih dari KKN.


Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap penerapan SI-BAILEO. Wali Kota berharap, sistem ini mampu mempercepat proses pemantauan dan evaluasi, sekaligus memastikan seluruh kegiatan pemerintahan terdokumentasi secara baik dan terintegrasi.


Selain itu, penerapan SI-BAILEO diharapkan mendorong pengambilan keputusan berdasarkan data yang akurat dan terkini, serta membangun budaya kerja yang jujur, disiplin, dan akuntabel di seluruh perangkat daerah.


Dengan hadirnya SI-BAILEO, Inspektorat Kota Ambon diharapkan semakin optimal menjalankan fungsi pengawasan internal, tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi OPD dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan.


Pada akhirnya, inovasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan dini, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta memastikan penyelenggaraan pemerintahan Kota Ambon berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan perundang-undangan. (Rdks)

Selengkapnya

Sambangi Dojang Titapu Di Nuruwe, Kapolres SBB Beri Apresiasi Dan Dorong Atlet ITF Tetap Semangat Berlatih

November 03, 2026


Nuruwe
, globaltimurnn.com - Sebanyak  42 atlet Indonesia Taekwondo Fun, Dojang Titapu Taekwondo Club, Desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat Terima apresiasi hangat dan luar biasa dari Kapolres SBB AKBP. Refindo Pradikta Rulando. S. I. K, M. A. P, C. L. M. A, saat berkunjung bertatap muka lansung dengan para atlet sore tadi pukul 17 : 00 Wit. Selasa 03/11/2026


Kehadiran Kapolres SBB di lapangan latihan didampingi Penmas Humas Polres SBB Ipda. Asep Souisa, Bhabinkamtibmas Desa Nuruwe Aipda. Rustamadji. 


Kehadiran Kapolres SBB disambut meriah para atlet Taekwondo ITF Dojang Titapu, dengan penghormatan yang di pimpin lansung pelatih Kepala Sabaum Verry Jacob. 


Kehadiran Kapolres SBB di lapangan latihan Dojang Titapu sore tadi itu, juga di saksikan oleh sejumlah para orang tua atlet, yang lansung mengabadikan momen indah tersebut, karena menurut para orang tua, ini hal yang pertama dalam sejarah bela diri di Kecamatan Kairatu Barat. Ungkap Mimi salah satu orang tua atlet 


Dalam kesempatan itu, para atlet mempertunjukan kelebihan lewat gerakan tendangan - tendangan has Taekwondo yang menjadi andalan dan cukup mematikan seperti, tio dwi Chagi, An Chagi, Dolke Chagi, Peta Chagi, Delio Chagi, Nare Chagi, Dwi Hurigi, yang disaksikan lansung Kapolres SBB. 


Dalam kesempatan itu, Kapolres SBB menyampaikan pesan olah raga sebagai bagian dari penyemangat kepada para atlet dengan memberikan apresiasi yang tinggi luar biasa kepada para atlet walaupun berlatih diatas debu tanah ditepian hutan namun, para atlet tetap semangat dan giat berlatih. 


Apresiasi yang disampaikan Kapolres itu, lansung disambut gembira oleh para atlet, pelatih dan para orang tua dengan tepukan tangan dengan gembira. 

Dalam penyampaian itu yang paling penting yang di sampaikan Kapolres hingga disimak dengan baik dan saksama oleh para atlet yakni" Kapolres mengatakan bahwa" Musuh utama dalam bela diri adalah diri sendiri, untuk itu kita harus mengalahkan diri kita sendiri.  Sebut Kapolres


Pasalnya" Jangan jumawa dengan apa yang kita sudah dapatkan di sini karena di atas langit masih ada langit, Semua jurus yang sudah di pelajari dan sudah di terapkan harus di hafal dan di terapkan, untuk itu harus serius dalam latihan. Ajak Kapolres


Dikatakan-nya juga" Di dalam bela diri kita di bagi menjadi 2 seni dalam bela diri yakni fight dan keindahan, Kita harus tetap santun dan jangan sombong dengan apa yang kita sudah dapatkan, Sungguh luar biasa, dengan keterbatasan yang ada, para atlet tetap semangat dalam menjalankan latihan ini, Jaga kesehatan dan sampaikan salam hormat kepada orang tua semuanya. Ucap Kapolres


Usai bertatap muka dengan para atlet Indonesia Taekwondo Fun, Dojang Titapu, Kapolres bersama para atlet dan orang tua serta pelatih kepala melakukan foto bersama. 


Kapolres SBB nyatakan sikap dukung penuh latihan bela diri Taekwondo kususnya Indonesia Taekwondo Fun, Dojang Titapu Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). (Rdks)


Selengkapnya

Buka Peluang bagi Putra-Putri Maluku, Kodam XV/Pattimura Siapkan Strategi Rekrutmen Prajurit hingga Pelosok Kepulauan

November 03, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kesempatan mengabdi kepada bangsa dan negara melalui institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) diharapkan semakin terbuka bagi generasi muda Maluku. Tidak hanya bagi mereka yang tinggal di pusat perkotaan, tetapi juga pemuda dari wilayah terpencil dan pulau-pulau yang selama ini memiliki keterbatasan akses informasi.


Komitmen tersebut menjadi perhatian serius Kodam XV/Pattimura melalui penguatan strategi kampanye kreatif penjaringan calon prajurit TNI. Langkah ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kampanye Kreatif bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku yang berlangsung di Ruang Yudha III Makodam XV/Pattimura, Ambon, Senin (02/11/2026).


Rakor dipimpin langsung Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Doddy Triwinarto, S.I.P., M.Han. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah berbagai instansi dalam menggali potensi putra-putri terbaik daerah agar memiliki kesempatan berkarier dan mengabdi sebagai prajurit TNI.


Bagi Kodam XV/Pattimura, penjaringan calon prajurit bukan sekadar persoalan memenuhi kebutuhan personel organisasi. Lebih dari itu, upaya tersebut merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia daerah, sekaligus membuka ruang pengabdian bagi generasi muda Maluku dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Dalam rapat tersebut, Aspers Kasdam XV/Pattimura, Kolonel Inf Wisnu Joko Saputro, memaparkan perkembangan animo masyarakat serta proyeksi alokasi penerimaan prajurit baru melalui jalur Tamtama dan Bintara untuk tahun anggaran 2026 hingga 2027.


Berdasarkan data yang dipaparkan, kebutuhan pemenuhan personel TNI secara nasional pada 2027 diproyeksikan mencapai 248.749 orang.


Jumlah tersebut terdiri atas kebutuhan 181.700 personel golongan Tamtama dan 67.049 personel golongan Bintara.


Data tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun strategi sosialisasi dan penjaringan calon prajurit, termasuk bagaimana informasi penerimaan dapat menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat di wilayah Maluku.


Dengan karakteristik geografis Maluku yang terdiri atas gugusan pulau, penyebaran informasi rekrutmen membutuhkan pendekatan yang lebih luas dan terencana. Jangan sampai keterbatasan akses informasi menjadi penghalang bagi generasi muda yang memiliki kemampuan dan memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi.


Dalam arahannya, Mayjen TNI Doddy Triwinarto menekankan pentingnya mengoptimalkan kampanye kreatif secara masif, terbuka, dan transparan hingga menjangkau pelosok wilayah Maluku.


Menurutnya, sosialisasi harus dilakukan dengan pendekatan yang mampu menarik perhatian generasi muda, sekaligus memberikan pemahaman yang benar mengenai proses penerimaan prajurit TNI AD.


Ia berharap seluruh unsur pemerintah daerah dan instansi terkait dapat mengambil bagian dalam menyebarluaskan informasi tersebut, sehingga kesempatan menjadi prajurit TNI tidak hanya diketahui masyarakat di perkotaan, tetapi juga menjangkau pemuda di daerah pedalaman dan wilayah kepulauan.


"Saya berharap melalui kegiatan ini, animo masyarakat untuk bergabung menjadi prajurit TNI AD semakin meningkat, sekaligus menghasilkan calon-calon prajurit yang memenuhi persyaratan dan memiliki kualitas sesuai kebutuhan organisasi TNI AD," harap Pangdam.


Pangdam juga menegaskan pentingnya menjaga prinsip transparansi dalam setiap tahapan penerimaan. Kesempatan mengabdi melalui TNI harus terbuka berdasarkan persyaratan dan kemampuan calon prajurit, tanpa pungutan biaya apa pun.


Pesan tersebut menjadi penting agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.


Rakor tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Perwakilan Forkopimda Provinsi Maluku turut menyampaikan berbagai pandangan, masukan, serta saran strategis untuk menyempurnakan pola sosialisasi dan penjaringan calon prajurit ke depan.


Keterlibatan lintas instansi diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen TNI.


Sebab, potensi generasi muda Maluku tersebar di berbagai wilayah. Mereka membutuhkan akses informasi, pemahaman persyaratan, serta kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan kualitas diri.


Melalui koordinasi tersebut, Kodam XV/Pattimura ingin memastikan bahwa kampanye kreatif tidak berhenti sebagai kegiatan sosialisasi semata, tetapi menjadi langkah nyata dalam mendorong partisipasi generasi muda daerah.


Rapat koordinasi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pertemuan ini sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, disiplin, serta memiliki integritas dan semangat pengabdian.


Dari Ambon, sebuah peluang kembali dibuka bagi generasi muda Maluku. Bahwa menjadi prajurit TNI bukan hanya tentang mengenakan seragam dan mengemban tugas negara, tetapi juga tentang keberanian mengabdikan diri demi menjaga persatuan serta kedaulatan bangsa.


Kini tantangannya adalah memastikan setiap pemuda Maluku, dari kota hingga pulau-pulau terluar, memiliki kesempatan untuk mengetahui, mempersiapkan diri, dan mengikuti proses seleksi secara terbuka. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT