globaltimurnn.com

Minggu, 10 Mei 2026

Tim Kodim 1508/Tobelo dan Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Dua Korban WNA Singapura di Gunung Dukono

Mei 10, 2026

Foto : Tim Kodim 1508/Tobelo dan Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Dua Korban WNA Singapura di Gunung Dukono 

Halut
, Globaltimurnn.com — Operasi pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono memasuki hari ketiga dengan hasil yang membuahkan keberhasilan. Tim Kodim 1508/Tobelo bersama tim gabungan Pukul 11.55 WIT akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi dua korban yang sebelumnya masih dinyatakan hilang di kawasan puncak Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara. Minggu, (10/5/2026)


Kedua korban diketahui merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura dan ditemukan tidak jauh dari lokasi ditemukannya korban Engel, warga negara Indonesia (WNI), pada proses pencarian sehari sebelumnya, Sabtu kemarin.


Tim Kodim 1508/Tobelo bersama unsur gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat menyebutkan bahwa posisi kedua korban berada kurang lebih 30 meter dari bibir kawah Gunung Dukono. Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi meninggal dunia akibat tertimpa material batu vulkanik yang dimuntahkan gunung saat erupsi terjadi.


Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian dan pertimbangan keselamatan yang ketat. Aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih terus mengalami erupsi, disertai cuaca ekstrem dan medan terjal di sekitar puncak kawah, menjadi tantangan utama bagi seluruh personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.


Untuk memaksimalkan pelaksanaan evakuasi, tim gabungan membagi personel ke dalam empat kelompok kerja yang bergerak secara terkoordinasi di jalur pendakian dan area puncak. Langkah tersebut dilakukan guna mempercepat proses evakuasi sekaligus meminimalisir risiko terhadap keselamatan personel di lapangan.



Setelah berhasil dievakuasi dari area puncak kawah, kedua korban selanjutnya dibawa menuju posko utama sebelum diteruskan ke RSUD Halmahera Utara guna proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.


Keberhasilan operasi ini menjadi bukti sinergitas dan soliditas seluruh unsur yang terlibat dalam misi kemanusiaan di tengah tingginya risiko bencana alam. Kodim 1508/Tobelo bersama tim gabungan tetap mengedepankan profesionalisme, ketelitian, dan keselamatan personel dalam setiap tahapan operasi di wilayah erupsi Gunung Dukono. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Kasad Perintahkan Pangdam XV/Pattimura Operasi Kemanusiaan Letusan Gunung Dukono

Mei 10, 2026

Foto : Kasad Perintahkan Pangdam XV/Pattimura Operasi Kemanusiaan Letusan Gunung Dukono

Halut
, Globaltimurnn.com - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc,  memerintahkan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Triwinarto  untuk mengerahkan seluruh potensi satuan jajaran Kodam XV/Pattimura dalam mendukung operasi kemanusiaan penanganan dampak erupsi Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.


Perintah tersebut diberikan sebagai bentuk respons cepat TNI AD dalam membantu proses pencarian, evakuasi, dan penanganan korban pendaki yang terdampak erupsi gunung tersebut.


Menindaklanjuti arahan Kasad, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Triwinarto langsung turun ke lapangan memimpin dan mengendalikan operasi kemanusiaan bersama unsur Basarnas, Polri, BPBD, pemerintah daerah, serta relawan masyarakat.


Hingga Minggu pagi,  (10/5/2026), tim SAR gabungan masih terus melaksanakan pencarian dan evakuasi korban di kawasan Gunung Dukono dengan kondisi medan yang berat dan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.


Data sementara menunjukkan jumlah pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono sebanyak 20 orang, terdiri dari 11 WNI dan 9 WNA. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 orang berhasil selamat, terdiri dari 10 WNI dan 7 WNA, sedangkan tiga orang dinyatakan meninggal dunia, terdiri dari satu WNI dan dua WNA.


Dalam operasi kemanusiaan tersebut, TNI AD mengerahkan personel dari Kodim Tobelo sebanyak 1 Pleton, Koramil Galela 1 Regu, serta Yonif 732 sebanyak 1 Pleton untuk memperkuat tim SAR gabungan.


Selain unsur TNI AD, operasi juga melibatkan Basarnas 1 Regu, Brimob 1 Pleton, Polres Halut 1 Pleton, serta dukungan masyarakat sekitar kurang lebih 20 orang.


Pada pelaksanaan operasi hari Sabtu (9/5/2026), tim gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi satu jenazah pendaki WNI atas nama Angel (40)


Kasad menekankan agar seluruh personel yang bertugas tetap mengutamakan faktor keselamatan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan evakuasi, mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih terjadi dan berpotensi membahayakan dan akan memberikan dukungan yang dibutuhkan dalam proses evakuasi korban maupun bagi masyarakat sekitar. 


Sementara itu, perkembangan situasi di sekitar Gunung Dukono hingga saat ini belum berdampak pada pengungsian masyarakat. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.


Untuk korban WNI yang selamat telah kembali ke keluarganya masing-masing, sedangkan korban WNA yang selamat saat ini berada di Ternate sambil menunggu penerbangan menuju Jakarta.


TNI AD melalui Kodam XV/Pattimura memastikan akan terus hadir membantu masyarakat serta mendukung penuh seluruh proses operasi kemanusiaan hingga dinyatakan selesai. (Rdks) 


Selengkapnya

Sabtu, 09 Mei 2026

Sinergi Kodaeral IX dan Instansi Terkait Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

Mei 09, 2026

Foto : Sinergi Kodaeral IX dan Instansi Terkait Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com - Personel pengamanan pelabuhan dari Kodaeral IX bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan instansi terkait lainnya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa liar dan bagian tubuh hewan dilindungi saat pengamanan embarkasi KM Labobar di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon, Maluku, Sabtu malam (9/5/2026). 


Kegiatan pengamanan dimulai pukul 19.30 WIT di bawah pengawasan Paur Kumter Diskum Kodaeral IX BKO Paur Data Staf Operasi Kodaeral IX,  Letda Laut (H) Ricko Aditya dengan melibatkan 10 personel Satgas Pengamanan PT. Pelni lainnya.


Satgas kali ini, difokuskan kepada pengamanan kedatangan dan keberangkatan KM Labobar yang menempuh rute pelayaran antar-pulau yang pada hari tersebut merapat di Kota Ambon.


Dalam proses pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan penumpang menggunakan mesin X-Ray, petugas mencurigai adanya paket milik salah satu penumpang.


Setelah dilakukan pemeriksaan manual secara mendalam, Satgas Pengamanan ini   menemukan dua ekor burung jenis Nuri dan dua buah tanduk rusa.


Seluruh barang bukti ilegal tersebut langsung disita dan diamankan ke Kantor BKSDA untuk diproses sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku mengenai perlindungan satwa.


Selain memastikan kelancaran arus penumpang, petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bagian satwa yang dilindungi.


Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI AL khususnya Kodaeral IX dalam menjaga ketertiban di pelabuhan sekaligus mendukung pelestarian lingkungan dengan mencegahkan satwa liar secara ilegal.


Meskipun ditemukan upaya penyelundupan barang ilegal, secara umum kondisi di dermaga Pelabuhan Yos Sudarso terpantau aman, tertib, dan terkendali. 


Pengawasan ketat terus dilakukan oleh tim gabungan untuk menjamin kelancaran arus mudik/balik serta mencegah keluar-masuknya barang terlarang melalui jalur laut. (V374) 

Selengkapnya

Ditlantas Polda Sultra Intensifkan Patroli Malam Minggu, Antisipasi Kemacetan dan Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Kendari

Mei 09, 2026

Foto : Ditlantas Polda Sultra Intensifkan Patroli Malam Minggu, Antisipasi Kemacetan dan Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Kendari

Kendari
, Globaltimurnn.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara melalui personel Subdit Gakkum melaksanakan patroli dan pengaturan lalu lintas pada Sabtu malam (9/5/2026) guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan di wilayah Kota Kendari.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 21.00 WITA tersebut menyasar sejumlah titik rawan kemacetan dan rawan kecelakaan lalu lintas di kawasan eks MTQ dan pusat Kota Kendari. Sebelum pelaksanaan patroli, personel terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan yang dipimpin oleh KOMPOL W. Sulistiyono, S.Sos.


Dalam kegiatan tersebut, personel Ditlantas Polda Sultra melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di beberapa lokasi strategis, di antaranya Simpang Kopi Kita, pertigaan Jalan Baru, serta Bundaran Abunawas. Selain itu, petugas juga melakukan patroli dialogis di sekitar kawasan eks MTQ serta memberikan teguran humanis kepada pengendara yang tidak menggunakan helm.


Kasi Gar Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sultra menjelaskan bahwa kegiatan patroli malam minggu rutin dilakukan sebagai upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), khususnya pada akhir pekan yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.


“Melalui patroli dan pengaturan lalu lintas ini diharapkan arus kendaraan tetap lancar, potensi pelanggaran maupun kecelakaan dapat diminimalisir, serta masyarakat merasa aman saat beraktivitas di malam hari,” ujarnya.


Secara umum, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan menonjol di lapangan. (V374) 

Selengkapnya

Jahat, Diduga Kuat Dinhut ProvMal Jual Habis 40 Hutan Sosial Di SBB Ke Pihak Asing

Mei 09, 2026

Foto : Jahat, Diduga Kuat Dinhut ProvMal Jual Habis 40 Hutan Sosial Di SBB Ke Pihak Asing

SBB
, Globaltimurnn.com - Tokoh masyarakat Seram Bagian Barat Gerard Wakano kembali menyoroti hutan masyarakat adat di pulau Seram yang sudah dijual habis ke pihak asing yang diduga kuat dilakukan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Maluku. 


Di era transisi energi, karbon telah menjadi komoditas emas baru. Di Bali dan global forum, para elit berbicara tentang nature-based solutions. Ungkap Wakano kepada media ini via pesan Whatsaap-nya pagi ini


Kata Wakano" di balik gemerlap sertifikasi Verra itu, di Pulau Seram, Maluku, ada skema perampokan modern yang berlangsung, Bukan perampokan dengan parang, tetapi dengan pena, stempel dinas, dan jargon konservasi. Beber Wakano


Korbannya adalah Rakyat adat dan petani hutan di 40 lokasi di Seram Bagian Barat.


Pelakunya adalah PT Asia Asset Development (AAD), perusahaan asing yang mengklaim diri sebagai penyelamat lingkungan, yang diduga kuat bersekongkol dengan oknum Dinas Kehutanan Provinsi Maluku. Terang Wakano


Kasus ini adalah bentuk baru dari Land Grabbing (Perampasan Hak Tanah) era digital, di mana masyarakat tidak kehilangan nyawa, tetapi kehilangan hak ulayat, ekonomi, dan masa depan tanpa sepengetahuan mereka.


PT AAD melalui situsnya www.asiaassetsdev.com  memamerkan portofolio hijau, Salah satu proyek kebanggaan mereka adalah "West Seram REDD+ and Agarwood ForestWise Project". 


Mereka klaim proyek ini seluas 37.875 hektar melibatkan 28 desa mitra, menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja, serta berlandaskan standar Verra (VM0047) yang ketat .


Mereka juga membual tentang komitmen pada standar Climate, Community & Biodiversity (CCB) sebuah sertifikasi yang konon menjamin proyek karbon memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jelas Wakano


Klaim-klaim ini adalah kebohongan publik berskala besar, Situs itu adalah etalase untuk investor asing, bukan laporan pertanggungjawaban untuk rakyat Seram.


MARI KITA BEDAH INTI KEJAHATAN INI: 

Pelanggaran FPIC. Standar internasional (UNDRIP) dan aturan Verra mewajibkan adanya Persetujuan di Awal Tanpa Paksaan dan Berdasarkan Informasi yang Lengkap (FPIC) atau Padiatapa. 


Artinya, sebelum proyek karbon didaftarkan, perusahaan harus turun ke lapangan, menjelaskan proyek dalam bahasa yang dimengerti, berdialog, dan mendapatkan persetujuan dari masyarakat yang tanahnya akan dipakai.


APA FAKTA DI LAPANGAN?

Kesaksian Para Kepala Desa di SBB  desa Manusa, Rambatu dan Taniwel, Mereka mengaku tidak pernah diundang, tidak pernah diberi tahu, dan tidak pernah menandatangani persetujuan apapun terkait proyek karbon ini.


Proyek ini terdaftar di Verra pada November 2023, Namun, laporan warga dan investigasi media menunjukkan hingga tahun 2025-2026, masyarakat tidak pernah menjalani proses FPIC. Bahkan, AAD mengakui di halaman 92 dokumen mereka bahwa FPIC akan "dilakukan nanti" (TBD - To Be Determined).


Dalam dokumen itu, mereka tidak bisa mencantumkan alamat kantor lapangan proyek, Mereka menulis "TBD". Ini kode jelas "Kami belum pernah ke sana, kami hanya membuat kertas kerja di Jakarta/Taiwan."


Praktik ini adalah pemalsuan dokumen, mereka mengklaim sudah melakukan konsultasi publik padahal faktanya tidak, Ini bukan kelalaian, ini kesengajaan sistematis untuk mengakali audit Verra.


PERAN DINAS KEHUTANAN DAN PEMDA (MEMBUKA PINTU UNTUK PERAMPOK)

Masyarakat tidak mungkin mengklaim 40 izin hutan sosial tanpa bantuan "orang dalam". Siapa yang punya data itu? Dinas Kehutanan Provinsi Maluku.


Dinas Kehutanan datang dengan modus pendataan hutan, program rehabilitasi, atau bantuan bibit, Mereka meminta masyarakat mengumpulkan KTP, KK, dan membentuk kelompok tani hutan, serta meminta tanda tangan di kertas kosong. 


Janji manis "Akan ada bantuan, akan ada tindak lanjut." Setelah dokumen terkumpul? Beku, Tidak ada kegiatan. Mereka hilang!


Itu adalah taktik klasik pengumpulan data kelengkapan proyek untuk memenuhi persyaratan administratif Verra, tanpa niat memberdayakan masyarakat, Tanda tangan petani yang lugu itu kemudian dimasukkan ke dalam laporan fiktif sebagai bukti dukungan masyarakat.


APA MOTIF DINAS KEHUTANAN? 

Apakah proyek ini masuk dalam target PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari pajak karbon? Apakah ada aliran dana smoothing atau fee dari perusahaan asing untuk pejabat eselon III dan IV? Indikasi ini sangat kuat mengingat nilainya mencapai triliunan rupiah.


Siapa yang menandatangani rekomendasi teknis? Kepala Dinas Kehutanan wajib diperiksa keterlibatannya, Jika mereka mengklaim tidak tahu, itu adalah kelalaian kriminal, Jika mereka tahu, itu adalah konspirasi.


Dinas Kehutanan bertindak sebagai "Kelas Kakap" atau makelar karbon. Mereka menjual wilayah hukum dan sumber daya alam yang bukan hak mereka untuk dijual, karena Nama Desa Manusa dan Rambatu bahkan dihilangkan (dihapus) dari dokumen proyek! Itu berarti mereka sengaja tidak ingin masyarakat tahu, karena tahu masyarakat akan melawan. Tutup Wakano  (V374) 

Selengkapnya

Dua Pekan Berlalu, Keluarga Korban Tabrak Lari di Kendari Keluhkan Belum Ada Kepastian Hukum

Mei 09, 2026

Foto : Dua Pekan Berlalu, Keluarga Korban Tabrak Lari di Kendari Keluhkan Belum Ada Kepastian Hukum

Kendari
, Globaltimurnn.com - Sudah hampir dua minggu sejak insiden kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang pengendara motor di Kota Kendari, namun hingga kini pihak keluarga mengaku belum mendapatkan kepastian hukum terkait penanganan kasus tersebut.


Korban diketahui bernama Laode Tondu, yang meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di kawasan lampu merah Pasar Baru, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, pada Minggu dini hari, 26 April 2026 sekitar pukul 03.40 WITA.


Berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) yang diterbitkan Satlantas Polresta Kendari tertanggal 29 April 2026, disebutkan bahwa korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio M3 dengan nomor polisi DT 5052 MD terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil yang hingga kini belum diketahui identitasnya.


Dalam surat tersebut, penyidik menyatakan kasus masih berada dalam tahap penyelidikan dan pihak kepolisian tengah berupaya mencari saksi-saksi serta mengumpulkan bukti terkait peristiwa kecelakaan tersebut.


Meski demikian, keluarga korban mengaku kecewa karena sampai sekarang belum ada perkembangan signifikan yang disampaikan kepada mereka. Pihak keluarga berharap polisi dapat segera mengungkap identitas pengemudi mobil yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut dan memberikan kepastian hukum bagi korban.


“Sudah dua minggu berlalu, tetapi belum ada titik terang. Kami hanya berharap pelaku segera ditemukan dan kasus ini ditangani secara serius,” ujar salah satu pihak keluarga korban.


Keluarga juga meminta aparat kepolisian lebih maksimal dalam melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan mencari saksi tambahan yang mengetahui peristiwa tersebut.


Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena diduga merupakan insiden tabrak lari yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Warga berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap fakta di balik kecelakaan tersebut agar memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban. (V374) 

Selengkapnya

KASAD Bagikan Masker Kepada Warga Terdampak Erupsi Gunung Dukono di Desa Mamuya

Mei 09, 2026

Foto : KASAD Bagikan Masker Kepada Warga Terdampak Erupsi Gunung Dukono di Desa Mamuya

Tobelo
, Globaltimurnn.com - Melalui Kodim 1508/Tobelo Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyalurkan bantuan masker kepada masyarakat terdampak erupsi Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (09/05/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI AD terhadap keselamatan dan kesehatan warga yang terdampak abu vulkanik.


Pembagian masker dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari paparan abu vulkanik akibat meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Dukono dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, aktivitas vulkanik masih terus berlangsung dengan kolom abu mencapai ribuan meter di atas puncak gunung.


Selain membagikan masker, personel TNI juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, menggunakan pelindung diri saat beraktivitas di luar rumah, serta mengikuti arahan pemerintah dan petugas terkait guna menghindari risiko yang ditimbulkan dari aktivitas vulkanik Gunung Dukono.


Erupsi Gunung Dukono yang terjadi sejak Jumat (08/05/2026) hingga saat ini masih menjadi perhatian serius berbagai pihak. Aktivitas vulkanik yang fluktuatif menyebabkan tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta instansi terkait terus bersiaga melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Situasi tersebut juga diperkuat dengan adanya proses pencarian terhadap sejumlah pendaki yang diduga terdampak erupsi di kawasan Gunung Dukono, dimana hingga kini tim gabungan masih terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi secara intensif di tengah kondisi medan yang cukup berat dan cuaca yang berubah-ubah.


Di tengah situasi tersebut, pembagian masker kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting sebagai bentuk perlindungan awal terhadap dampak abu vulkanik, sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan sehat.


Melalui kegiatan kemanusiaan tersebut, TNI AD berharap masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta bersama-sama mendukung upaya penanganan bencana yang sedang berlangsung di wilayah Halmahera Utara. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT