globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 05 November 2026

Jumat Berkah di Sungai Waitomu, Prajurit Kodam XV/Pattimura Turun Langsung Bersihkan Lingkungan

November 05, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Sungai yang bersih bukan hanya mencerminkan lingkungan yang terawat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan hidup masyarakat. Kesadaran inilah yang diwujudkan prajurit Kodam XV/Pattimura melalui aksi nyata menjaga lingkungan dengan menggelar karya bakti pembersihan Sungai Waitomu, Kota Ambon, Jumat (06/11/2026).


Kegiatan yang dikemas dalam program rutin Jumat Berkah tersebut melibatkan para prajurit yang turun langsung ke kawasan sungai untuk mengangkat sampah serta membersihkan berbagai material yang berpotensi menghambat kelancaran aliran air.


Dengan semangat kebersamaan, para prajurit bahu-membahu membersihkan kawasan sungai. Aksi ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap persoalan kebersihan lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.


Bagi Kodam XV/Pattimura, pengabdian seorang prajurit tidak semata-mata diwujudkan melalui tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah negara. Kehadiran TNI juga diharapkan mampu memberikan kontribusi positif melalui kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, serta berbagai aksi kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.


Pembersihan Sungai Waitomu menjadi salah satu bentuk nyata bahwa menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan langsung, bukan sekadar imbauan. Sampah yang dibiarkan menumpuk dapat mengganggu aliran air, memicu pencemaran, bahkan meningkatkan risiko genangan dan banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.


Karena itu, melalui kegiatan tersebut, Kodam XV/Pattimura turut mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitarnya. Tanggung jawab merawat alam bukan hanya berada di pundak pemerintah maupun aparat, melainkan menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat.


Sungai yang terjaga kebersihannya memiliki manfaat besar bagi keseimbangan ekosistem dan kualitas hidup masyarakat. Oleh sebab itu, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, tidak menjadikan sungai sebagai lokasi pembuangan limbah, serta ikut menjaga lingkungan sekitar perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.


Melalui semangat Jumat Berkah, prajurit Kodam XV/Pattimura ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap alam dapat dimulai dari langkah sederhana, tetapi memberikan dampak positif apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.


Sebab, menjaga alam bukan hanya tentang mewariskan lingkungan yang bersih kepada generasi mendatang, tetapi juga memastikan masyarakat hari ini dapat hidup dalam lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman.


Jagalah alam, maka alam akan menjaga kita. Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran dan diwujudkan melalui tindakan nyata. (Za)

Selengkapnya

Masjid Aisyah Pattimura Diproyeksikan Jadi Simbol Toleransi, Pangdam: Perbedaan Bukan Penghalang Persaudaraan

November 05, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Merawat persaudaraan di tengah keberagaman tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi membutuhkan tindakan nyata yang mampu menyatukan perbedaan. Pesan inilah yang mengemuka dalam pertemuan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., bersama sekitar 100 tokoh agama, takmir, dan imam masjid se-Kota Ambon di Baruga Antasena, Kediaman Pangdam XV/Pattimura, Kamis (05/11/2026).


Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan menjadi ruang memperkuat komunikasi, ukhuwah Islamiyah, serta komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.


Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Pangdam dan dialog silaturahmi bersama para tokoh agama. Sejumlah pejabat utama (PJU) Makodam XV/Pattimura turut hadir dalam kegiatan tersebut.


Dalam sambutannya, Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan bahwa hubungan antara TNI dan tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat persatuan masyarakat. Menurutnya, komunikasi dan kebersamaan harus terus dibangun agar nilai-nilai persaudaraan tetap terpelihara di tengah berbagai perbedaan.


Salah satu hal menarik yang disampaikan Pangdam dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembangunan Masjid Aisyah Pattimura di kawasan OSM yang diperuntukkan bagi personel TNI. Pembangunan masjid itu tidak hanya diarahkan sebagai sarana ibadah, tetapi juga diharapkan menjadi cerminan nyata kehidupan toleransi antarumat beragama di Maluku.


Menariknya, dalam rencana pembangunan tersebut, Pangdam menginginkan keterlibatan tenaga kerja dari kalangan umat Kristen. Gagasan ini menjadi pesan kuat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan keyakinan.


“Masjid ini nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi personel TNI, tetapi juga diharapkan menjadi simbol kebersamaan dan toleransi. Karena itu, kami merencanakan pembangunan dengan melibatkan saudara-saudara kita dari umat Kristen. Inilah wujud bahwa perbedaan bukan penghalang untuk saling membantu dan hidup berdampingan dalam persaudaraan,” ungkap Mayjen TNI Dody.


Gagasan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa nilai toleransi dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti bekerja bersama, saling membantu, dan membangun sesuatu yang bermanfaat tanpa mempersoalkan perbedaan agama. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Maluku yang memiliki sejarah panjang keberagaman dan persaudaraan.


Selain membahas penguatan toleransi, Pangdam juga menyampaikan informasi mengenai rencana rekrutmen prajurit TNI Angkatan Darat melalui jalur Sekolah Calon Bintara (Secaba) dan Sekolah Calon Tamtama (Secata), dengan alokasi sebanyak 25.300 orang untuk wilayah Provinsi Maluku. Program tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Maluku untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui institusi TNI AD.


Apresiasi terhadap langkah Pangdam dalam membangun kedekatan dengan para tokoh agama turut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, H.R.A. Fachrurrazy Hassannusi, S.Fil.I., M.Si., bersama Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., I.P.U.


Keduanya menyambut positif inisiatif silaturahmi tersebut dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat sikap saling menghormati, serta merawat kedamaian di Kota Ambon. Ketua DMI Provinsi Maluku bahkan berharap pertemuan serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, minimal setiap tiga bulan sekali.


Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, serta penyerahan tali asih kepada para tokoh agama yang hadir.


Pertemuan ini menjadi bagian dari pendekatan teritorial dan komunikasi sosial Kodam XV/Pattimura dalam membangun hubungan yang semakin dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan umat Islam di Kota Ambon.


Lebih dari itu, rencana pembangunan Masjid Aisyah Pattimura dengan semangat keterlibatan lintas agama membawa pesan bahwa persaudaraan jauh lebih besar daripada perbedaan. Sebuah harapan agar Ambon dan Maluku terus menjadi ruang kehidupan bersama, tempat setiap umat dapat menjalankan keyakinannya sekaligus saling menghargai, membantu, dan menjaga kedamaian. (Za)

Selengkapnya

Pangdam XV/Pattimura Tegaskan Seleksi Prajurit TNI Gratis, Calo Terancam Sanksi Tegas hingga PTDH

November 05, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kesempatan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui jalur militer harus terbuka bagi seluruh generasi muda, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun asal daerah. Prinsip inilah yang kembali ditegaskan Kodam XV/Pattimura dalam memperkuat sosialisasi penerimaan prajurit TNI, sekaligus memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung secara transparan, objektif, dan tanpa pungutan biaya.


Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan kampanye kreatif penerimaan prajurit TNI melalui video conference (vicon) yang dipusatkan di Ruang Yudha III Makodam XV/Pattimura, Ambon, Kamis (05/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas informasi sekaligus menjaring putra-putri terbaik daerah, khususnya dari Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), agar memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari keluarga besar TNI.


Kegiatan tersebut diikuti langsung Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun bersama jajaran pemerintah daerah, Dandim 1503/Tual Letkol Inf. Andi Agussalim, S.I.P., M.I.P., anggota DPRD Kabupaten Malra Stepanus Layanan, para kepala desa atau Ohoi, Kepala Puskesmas Kota Tual, alumni mahasiswa, hingga seluruh Babinsa se-Kabupaten Malra.


Dalam kesempatan itu, Bupati Malra Muhammad Thaher Hanubun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pangdam XV/Pattimura atas perhatian serta kepedulian terhadap generasi muda di wilayahnya, terutama mereka yang memiliki keinginan kuat untuk mengabdikan diri sebagai prajurit TNI.


Respons positif juga diberikan Pangdam XV/Pattimura yang menyambut baik langkah cepat dan sinergi Pemerintah Kabupaten Malra. Bahkan, Pangdam mengungkapkan kebanggaannya karena Malra menjadi daerah pertama yang mengambil langkah nyata dalam mendukung sosialisasi dan proses penjaringan calon prajurit TNI.


Pangdam menegaskan bahwa kesempatan menjadi prajurit TNI tidak boleh hanya dinikmati oleh generasi muda yang berasal dari perkotaan atau keluarga berkecukupan. Kodam XV/Pattimura berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi putra-putra terbaik Maluku, termasuk mereka yang berasal dari wilayah terpencil, pulau terluar, keluarga kurang mampu, anak yatim piatu, hingga masyarakat yang bekerja di sektor informal seperti tukang ojek.


Besarnya kesempatan tersebut juga terlihat dari jumlah alokasi penerimaan prajurit tahun ini. Tercatat sebanyak 25.300 calon prajurit disiapkan untuk mengikuti pendidikan, dengan rincian 6.200 kuota Bintara dan 19.100 kuota Tamtama. Pangdam berharap para pemuda yang telah memenuhi persyaratan tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan segera mempersiapkan diri untuk mengikuti proses pendaftaran.


Selain memperluas kesempatan, Pangdam turut memberikan perhatian serius terhadap kesiapan fisik dan kesehatan para calon peserta. Aspek kesehatan menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan sejak awal, sehingga para calon prajurit diminta mempersiapkan diri secara maksimal sebelum mengikuti tahapan seleksi.


Di sisi lain, Pangdam memberikan penegasan keras terkait praktik percaloan yang kerap meresahkan masyarakat dalam proses penerimaan anggota TNI. Ia memastikan bahwa seluruh proses pendaftaran hingga seleksi prajurit TNI dilaksanakan secara gratis, tanpa pungutan biaya dalam bentuk apa pun.


Masyarakat, termasuk orang tua dan keluarga calon peserta, diminta tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang, baik yang mengatasnamakan personel internal maupun pihak dari luar Kodam.


Apabila ditemukan praktik percaloan, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Bahkan, bagi oknum anggota yang terbukti terlibat, Pangdam menegaskan adanya ancaman sanksi berat hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).


Untuk memastikan para calon prajurit mendapatkan pendampingan sejak awal, Pangdam juga menginstruksikan seluruh Babinsa agar berperan aktif membantu dan membina generasi muda di wilayah binaan masing-masing. Pendampingan tersebut diharapkan berjalan mulai dari tahap persiapan, pemenuhan persyaratan, hingga seluruh rangkaian seleksi selesai.


Melalui kolaborasi antara Kodam XV/Pattimura, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan semakin banyak putra-putri Maluku memperoleh kesempatan untuk mewujudkan cita-cita menjadi prajurit TNI.


Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan personel pertahanan negara, upaya ini juga menjadi investasi dalam membangun generasi muda Maluku yang disiplin, tangguh, profesional, dan memiliki semangat pengabdian tinggi. Pangdam berharap dari proses tersebut lahir prajurit-prajurit berjiwa petarung prima, mampu menjadi solusi di tengah masyarakat, serta senantiasa dicintai rakyat. (Za)

Selengkapnya

Terhubung dengan 196 Negara, Polri dan Imigrasi Perkuat Pengawasan Buronan Internasional Lewat I-GHAS 24/7

November 05, 2026


Jakarta
, Globaltimurnn.com — Perkembangan kejahatan lintas negara menuntut penguatan sistem pengawasan yang semakin cepat, akurat, dan terintegrasi. Menjawab tantangan tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Direktorat Jenderal Imigrasi memperkuat pengawasan di pintu masuk dan keluar wilayah Indonesia melalui pemanfaatan aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7).


Sistem yang diluncurkan di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (05/11/2026), ini menjadi langkah strategis dalam mempersempit ruang gerak buronan internasional maupun pelaku kejahatan lintas negara. Melalui teknologi tersebut, petugas Imigrasi di tempat pemeriksaan perlintasan dapat melakukan verifikasi lebih cepat terhadap individu yang terindikasi masuk dalam daftar pencarian internasional dari 196 negara anggota Interpol.


Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyambut positif peluncuran sistem tersebut. Ia menilai, kehadiran I-GHAS 24/7 merupakan bentuk penguatan kolaborasi antara Imigrasi dan Polri, khususnya dalam mempercepat pertukaran informasi serta meningkatkan ketepatan identifikasi terhadap orang-orang yang melintasi perbatasan negara.


"Inisiasi dari Divhubinter untuk membuat I-GHAS 24/7 ini kami sambut dengan sangat baik. Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat," ujar Hendarsam.


Menurutnya, pengawasan wilayah perbatasan tidak cukup hanya mengandalkan prosedur pemeriksaan konvensional, tetapi harus didukung teknologi yang mampu memberikan informasi secara akurat dan terintegrasi. Langkah ini dinilai penting untuk mendeteksi serta mencegah berbagai potensi ancaman kejahatan transnasional sejak berada di pintu masuk Indonesia.


Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara Imigrasi dan Kepolisian harus dibangun melalui kesamaan visi dan komitmen dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.


"Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat," tegasnya.


Peluncuran I-GHAS 24/7 turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri Irjen Pol Untung Widyamoko. Melalui platform tersebut, petugas Imigrasi di berbagai titik perlintasan dapat terhubung langsung dengan Divhubinter Polri untuk mempercepat proses identifikasi, koordinasi, serta penanganan buronan dan pelaku kejahatan lintas negara.


Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan, pemanfaatan teknologi ini menjadi kebutuhan penting di tengah semakin kompleksnya ancaman kejahatan transnasional. Sejumlah kejahatan serius, seperti tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga penyelundupan narkotika, membutuhkan sistem pengawasan yang mampu bekerja secara cepat dan terkoordinasi.


"Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia," kata Suyudi.


Tidak berhenti pada peluncuran awal, pengembangan I-GHAS 24/7 juga direncanakan terus diperkuat melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence serta integrasi data biometrik pada 2027 mendatang. Pengembangan tersebut diharapkan semakin meningkatkan kemampuan sistem dalam mengenali identitas individu dan mendeteksi potensi ancaman keamanan lintas negara.


Hendarsam menegaskan, penguatan teknologi pengawasan tetap harus berjalan seimbang dengan kualitas pelayanan publik. Dengan demikian, keamanan perbatasan dapat ditingkatkan tanpa menghambat kelancaran masyarakat dalam memperoleh layanan keimigrasian.


“Melalui integrasi data ini, Imigrasi dan Polri berupaya memperketat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan tentunya tanpa mengesampingkan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat,” tutup Hendarsam.


Kolaborasi melalui I-GHAS 24/7 menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan wilayah Indonesia dari ancaman kejahatan internasional. Dengan dukungan jaringan Interpol di 196 negara, sinergi Polri dan Imigrasi diharapkan mampu menghadirkan pengawasan perbatasan yang lebih responsif, modern, dan efektif. (Za)

Selengkapnya

IMIPAS PEDULI, Rutan Ambon Tebar Kepedulian Lewat Bantuan Sembako bagi Masyarakat Sekitar

November 05, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kepedulian terhadap sesama tidak selalu harus diwujudkan melalui langkah besar. Terkadang, perhatian sederhana yang diberikan dengan tulus justru memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan. Semangat inilah yang ditunjukkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon melalui aksi sosial bertajuk IMIPAS PEDULI dalam menyambut Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 Tahun 2026.


Melalui kegiatan tersebut, jajaran Rutan Ambon menyalurkan sebanyak 10 paket bantuan sembako kepada masyarakat yang berada di sekitar lingkungan Rutan, Jumat (06/11/2026). Aksi sosial ini menjadi bentuk nyata kehadiran institusi Pemasyarakatan di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat ikatan silaturahmi dan semangat kebersamaan.


Penyaluran bantuan tersebut bukan sekadar bagian dari rangkaian peringatan hari bhakti, tetapi juga mencerminkan komitmen Rutan Ambon untuk membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar. Sebab, pengabdian Pemasyarakatan tidak hanya diukur dari pelaksanaan tugas pembinaan dan pelayanan di dalam Rutan, tetapi juga dari kontribusi positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


Bagi para penerima, 10 paket sembako yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Meski tidak dalam jumlah besar, bantuan tersebut menjadi pesan bahwa kepedulian dan perhatian terhadap sesama tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.


Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, mengatakan kegiatan IMIPAS PEDULI merupakan salah satu bentuk pengabdian sosial jajaran Rutan Ambon dalam menyambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026.


Menurutnya, institusi Pemasyarakatan harus mampu membangun kedekatan dengan masyarakat serta menghadirkan manfaat yang tidak hanya dirasakan melalui tugas kedinasan, tetapi juga melalui berbagai aksi sosial dan kemanusiaan.


“Melalui kegiatan IMIPAS PEDULI ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan nilai penting yang harus terus ditanamkan. Sebanyak 10 paket sembako kami salurkan kepada masyarakat sekitar Rutan sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan dalam menyambut Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-2 Tahun 2026. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat serta sedikit meringankan kebutuhan masyarakat penerima,” ungkap Meta Putra.


Apresiasi juga datang dari masyarakat penerima bantuan. Salah satunya, Ibu Narsi, yang mengaku bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas perhatian serta kepedulian keluarga besar Rutan Ambon.


Ia menilai bantuan sembako tersebut memiliki arti tersendiri karena dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari keluarganya.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada Rutan Ambon atas bantuan sembako yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan menjadi bentuk perhatian yang sangat kami hargai. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan Rutan Ambon semakin sukses dalam menjalankan tugas serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Ibu Narsi.


Kegiatan IMIPAS PEDULI sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian kepada negara harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Nilai gotong royong, empati, dan solidaritas menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang kuat antara institusi pemerintah dan masyarakat.


Melalui momentum Hari Bhakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026, Rutan Kelas IIA Ambon berharap aksi berbagi seperti ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan dapat terus tumbuh menjadi budaya kepedulian yang berkelanjutan.


Dengan demikian, kehadiran Pemasyarakatan tidak hanya dikenal melalui tugas dan tanggung jawab kelembagaan, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang mampu menghadirkan manfaat, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat.(Za)

Selengkapnya

Yanto Lemosol : Camat Taniwel Timur Tokoh Inovatif dalam Pembangunan

November 05, 2026


Tatim
, globaltimurnn.com - Jembatan Merah Putih yang merupakan Program Kerja Sama Jajaran TNI AD Di seluruh Indonesia Dengan pemerintah pada setiap jenjang ini sangat berdampak positif Bagi Masyarakat.


Dintenga Efisiensi Keuangan Negara hari ini Baik berpengaruh terhadap Postur APBN Yang Berdampak pada APBD di provinsi dan kabupaten kota khususnya di Maluku tentu pemerintah sudah tidak bisa berbuat banyak khusus tentang pembangunan yang berkelanjutan.


Ini harus membutuhkan Inovasi dan responsif melihat peluang dan menjemput peluang itu, Pada level pemerintahan paling bawa Di Wilayah Kecamatan Taniwel Timur selalu memperoleh kesempatan dan peluang tersebut karena pimpinan Wilayah terus berkoordinasi dan pekah terhadap kebutuhan dan kepentingan Masyarakat di Daerahnya,


Camat Taniwel Timur Bapak Thomas Andre Mawene.S.AP adalah cermin yang baik bagi Pimpinan kecamatan Lainya di Seram Bagian Barat.


Pembangunan ini semestinya Tidak menjadi tumpuan Dan Tangung Jawab pemerintah Daerah Saja Yaitu Gubernur, Bupati Dan Walikota akan tetapi pada Hirarki pemerintahan yang paling bawa juga semestinya punya Kreativitas, Inovasi dan Iklim Komunikasi yang baik dengan setiap mitranya.


Sebagai Masyarakat Taniwel Raya kami Merespons baik bantuan dan kerja sama TNI Dan Pemerintah Wilayah Taniwel Timur semoga Program ini terus di upayakan merata di semua Kecamatan Dan Desa-desa di Seram Bagian Barat. (Tim) 


Selengkapnya

Sekda E.J. Papilaya Pimpin Sertijab Camat Tobelo Tengah, Flavius J. Tjando Resmi Emban Jabatan Baru

November 05, 2026


HALUT
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan penyematan tanda jabatan Camat Tobelo Tengah, Jumat (6/11/2026), bertempat di Ruang Rapat Fredy Tjandua Lantai II Kantor Bupati Halmahera Utara, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo.


Kegiatan yang berlangsung pukul 10.10 WIT tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Utara, Drs. E.J. Papilaya, MTP, serta dihadiri para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Kepala Bagian Setda Halut, Camat Tobelo Tengah yang baru Flavius J. Tjando, Plt. Camat sebelumnya Julis Djumoko, serta sejumlah tamu undangan. 


Dalam sambutannya, Sekda Halut Drs. E.J. Papilaya, MTP, menyampaikan bahwa serah terima jabatan bukan sekadar pergantian pejabat, tetapi merupakan bagian dari proses penataan organisasi pemerintahan sekaligus upaya memperkuat penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat di tingkat kecamatan.


Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Plt. Camat sebelumnya atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dilaksanakan selama menjalankan tugas.


Menurutnya, setiap pergantian jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi pemerintahan. Karena itu, seluruh aparatur diminta menerima keputusan pimpinan dengan lapang dada, menjaga kekompakan dan tetap mengedepankan semangat pengabdian kepada daerah.


Kepada Camat yang baru, Sekda berharap agar segera menyesuaikan diri, membangun komunikasi yang baik serta melanjutkan berbagai tugas pemerintahan dengan penuh tanggung jawab. 


Lebih lanjut, Sekda menegaskan bahwa seorang camat harus memahami dan melaksanakan empat tugas utama pemerintahan, yakni penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pelayanan publik.


Keempat tugas tersebut harus dijalankan secara seimbang dengan mengedepankan koordinasi, perencanaan yang matang serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.


Dalam bidang pembangunan, misalnya, camat harus mampu mengidentifikasi berbagai kebutuhan masyarakat, seperti perbaikan jalan lingkungan, pembangunan drainase dan infrastruktur lainnya untuk selanjutnya diperjuangkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), baik di tingkat desa maupun kecamatan.


Ia juga mengingatkan bahwa setiap program pembangunan harus disusun berdasarkan skala prioritas, kebutuhan masyarakat serta kemampuan keuangan daerah.


"Lebih baik kita melaksanakan program secara bertahap, tetapi hasilnya nyata, daripada memaksakan banyak kegiatan yang akhirnya tidak dapat diselesaikan dan justru menimbulkan beban anggaran," tegasnya. 


Sekda juga mengingatkan pentingnya membangun kantor kecamatan sebagai sebuah tim kerja (teamwork) sekaligus tim pembelajaran (team learning).


Menurutnya, seluruh aparatur harus saling berbagi pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan kemampuan sehingga setiap individu dapat berkembang serta memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.


Selain itu, camat diharapkan mampu membangun hubungan harmonis dengan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, unsur TNI-Polri serta seluruh elemen masyarakat guna menjaga stabilitas dan menciptakan suasana yang aman, tertib dan kondusif.


Sekda turut menjelaskan pentingnya fungsi pemerintahan, mulai dari pembangunan (developing), pemberdayaan (empowering), perlindungan (protecting), pengaturan (regulating), hingga pelayanan (servicing).


Ia menekankan bahwa pemerintah tidak hanya bertanggung jawab membangun infrastruktur fisik, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan kualitas manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, perlindungan sosial serta peningkatan kualitas pelayanan publik.


"Pelayanan bukan hanya persoalan tersedianya fasilitas, tetapi juga menyangkut kemauan, kepedulian dan semangat untuk melayani masyarakat dengan hati," ungkapnya. 


Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyoroti pentingnya penguatan kedudukan dan fungsi kecamatan sebagai bagian dari organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.


Ia berharap kecamatan tidak hanya menjadi tempat koordinasi administratif, tetapi mampu mengidentifikasi kebutuhan wilayah, menyusun perencanaan, mengusulkan program serta membangun koordinasi dengan perangkat daerah terkait.


Untuk itu, ia meminta Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) agar terus mengkaji kemungkinan pelimpahan sebagian kewenangan Bupati kepada camat, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.


Selain penguatan kelembagaan, komunikasi juga menjadi perhatian penting. Menurut Sekda, komunikasi merupakan kunci utama dalam menjalankan roda pemerintahan.


Camat harus membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Bupati, Sekretaris Daerah, seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, unsur TNI-Polri serta tokoh masyarakat.


Ia mengingatkan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menghambat pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan.


Menutup sambutannya, Sekda berharap seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan Tobelo Tengah dapat bekerja sebagai satu keluarga besar, saling mendukung, menghargai dan memiliki komitmen bersama dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Halmahera Utara. [GIO]

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT