Masjid Aisyah Pattimura Diproyeksikan Jadi Simbol Toleransi, Pangdam: Perbedaan Bukan Penghalang Persaudaraan - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 05 November 2026

Masjid Aisyah Pattimura Diproyeksikan Jadi Simbol Toleransi, Pangdam: Perbedaan Bukan Penghalang Persaudaraan


Ambon
, Globaltimurnn.com — Merawat persaudaraan di tengah keberagaman tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi membutuhkan tindakan nyata yang mampu menyatukan perbedaan. Pesan inilah yang mengemuka dalam pertemuan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., bersama sekitar 100 tokoh agama, takmir, dan imam masjid se-Kota Ambon di Baruga Antasena, Kediaman Pangdam XV/Pattimura, Kamis (05/11/2026).


Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan menjadi ruang memperkuat komunikasi, ukhuwah Islamiyah, serta komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.


Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Pangdam dan dialog silaturahmi bersama para tokoh agama. Sejumlah pejabat utama (PJU) Makodam XV/Pattimura turut hadir dalam kegiatan tersebut.


Dalam sambutannya, Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan bahwa hubungan antara TNI dan tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat persatuan masyarakat. Menurutnya, komunikasi dan kebersamaan harus terus dibangun agar nilai-nilai persaudaraan tetap terpelihara di tengah berbagai perbedaan.


Salah satu hal menarik yang disampaikan Pangdam dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembangunan Masjid Aisyah Pattimura di kawasan OSM yang diperuntukkan bagi personel TNI. Pembangunan masjid itu tidak hanya diarahkan sebagai sarana ibadah, tetapi juga diharapkan menjadi cerminan nyata kehidupan toleransi antarumat beragama di Maluku.


Menariknya, dalam rencana pembangunan tersebut, Pangdam menginginkan keterlibatan tenaga kerja dari kalangan umat Kristen. Gagasan ini menjadi pesan kuat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan keyakinan.


“Masjid ini nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi personel TNI, tetapi juga diharapkan menjadi simbol kebersamaan dan toleransi. Karena itu, kami merencanakan pembangunan dengan melibatkan saudara-saudara kita dari umat Kristen. Inilah wujud bahwa perbedaan bukan penghalang untuk saling membantu dan hidup berdampingan dalam persaudaraan,” ungkap Mayjen TNI Dody.


Gagasan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa nilai toleransi dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti bekerja bersama, saling membantu, dan membangun sesuatu yang bermanfaat tanpa mempersoalkan perbedaan agama. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Maluku yang memiliki sejarah panjang keberagaman dan persaudaraan.


Selain membahas penguatan toleransi, Pangdam juga menyampaikan informasi mengenai rencana rekrutmen prajurit TNI Angkatan Darat melalui jalur Sekolah Calon Bintara (Secaba) dan Sekolah Calon Tamtama (Secata), dengan alokasi sebanyak 25.300 orang untuk wilayah Provinsi Maluku. Program tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Maluku untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui institusi TNI AD.


Apresiasi terhadap langkah Pangdam dalam membangun kedekatan dengan para tokoh agama turut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, H.R.A. Fachrurrazy Hassannusi, S.Fil.I., M.Si., bersama Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., I.P.U.


Keduanya menyambut positif inisiatif silaturahmi tersebut dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat sikap saling menghormati, serta merawat kedamaian di Kota Ambon. Ketua DMI Provinsi Maluku bahkan berharap pertemuan serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, minimal setiap tiga bulan sekali.


Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, serta penyerahan tali asih kepada para tokoh agama yang hadir.


Pertemuan ini menjadi bagian dari pendekatan teritorial dan komunikasi sosial Kodam XV/Pattimura dalam membangun hubungan yang semakin dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan umat Islam di Kota Ambon.


Lebih dari itu, rencana pembangunan Masjid Aisyah Pattimura dengan semangat keterlibatan lintas agama membawa pesan bahwa persaudaraan jauh lebih besar daripada perbedaan. Sebuah harapan agar Ambon dan Maluku terus menjadi ruang kehidupan bersama, tempat setiap umat dapat menjalankan keyakinannya sekaligus saling menghargai, membantu, dan menjaga kedamaian. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT