Pangdam XV/Pattimura Tegaskan Seleksi Prajurit TNI Gratis, Calo Terancam Sanksi Tegas hingga PTDH - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 05 November 2026

Pangdam XV/Pattimura Tegaskan Seleksi Prajurit TNI Gratis, Calo Terancam Sanksi Tegas hingga PTDH


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kesempatan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui jalur militer harus terbuka bagi seluruh generasi muda, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun asal daerah. Prinsip inilah yang kembali ditegaskan Kodam XV/Pattimura dalam memperkuat sosialisasi penerimaan prajurit TNI, sekaligus memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung secara transparan, objektif, dan tanpa pungutan biaya.


Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan kampanye kreatif penerimaan prajurit TNI melalui video conference (vicon) yang dipusatkan di Ruang Yudha III Makodam XV/Pattimura, Ambon, Kamis (05/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas informasi sekaligus menjaring putra-putri terbaik daerah, khususnya dari Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), agar memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari keluarga besar TNI.


Kegiatan tersebut diikuti langsung Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun bersama jajaran pemerintah daerah, Dandim 1503/Tual Letkol Inf. Andi Agussalim, S.I.P., M.I.P., anggota DPRD Kabupaten Malra Stepanus Layanan, para kepala desa atau Ohoi, Kepala Puskesmas Kota Tual, alumni mahasiswa, hingga seluruh Babinsa se-Kabupaten Malra.


Dalam kesempatan itu, Bupati Malra Muhammad Thaher Hanubun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pangdam XV/Pattimura atas perhatian serta kepedulian terhadap generasi muda di wilayahnya, terutama mereka yang memiliki keinginan kuat untuk mengabdikan diri sebagai prajurit TNI.


Respons positif juga diberikan Pangdam XV/Pattimura yang menyambut baik langkah cepat dan sinergi Pemerintah Kabupaten Malra. Bahkan, Pangdam mengungkapkan kebanggaannya karena Malra menjadi daerah pertama yang mengambil langkah nyata dalam mendukung sosialisasi dan proses penjaringan calon prajurit TNI.


Pangdam menegaskan bahwa kesempatan menjadi prajurit TNI tidak boleh hanya dinikmati oleh generasi muda yang berasal dari perkotaan atau keluarga berkecukupan. Kodam XV/Pattimura berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi putra-putra terbaik Maluku, termasuk mereka yang berasal dari wilayah terpencil, pulau terluar, keluarga kurang mampu, anak yatim piatu, hingga masyarakat yang bekerja di sektor informal seperti tukang ojek.


Besarnya kesempatan tersebut juga terlihat dari jumlah alokasi penerimaan prajurit tahun ini. Tercatat sebanyak 25.300 calon prajurit disiapkan untuk mengikuti pendidikan, dengan rincian 6.200 kuota Bintara dan 19.100 kuota Tamtama. Pangdam berharap para pemuda yang telah memenuhi persyaratan tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan segera mempersiapkan diri untuk mengikuti proses pendaftaran.


Selain memperluas kesempatan, Pangdam turut memberikan perhatian serius terhadap kesiapan fisik dan kesehatan para calon peserta. Aspek kesehatan menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan sejak awal, sehingga para calon prajurit diminta mempersiapkan diri secara maksimal sebelum mengikuti tahapan seleksi.


Di sisi lain, Pangdam memberikan penegasan keras terkait praktik percaloan yang kerap meresahkan masyarakat dalam proses penerimaan anggota TNI. Ia memastikan bahwa seluruh proses pendaftaran hingga seleksi prajurit TNI dilaksanakan secara gratis, tanpa pungutan biaya dalam bentuk apa pun.


Masyarakat, termasuk orang tua dan keluarga calon peserta, diminta tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang, baik yang mengatasnamakan personel internal maupun pihak dari luar Kodam.


Apabila ditemukan praktik percaloan, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Bahkan, bagi oknum anggota yang terbukti terlibat, Pangdam menegaskan adanya ancaman sanksi berat hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).


Untuk memastikan para calon prajurit mendapatkan pendampingan sejak awal, Pangdam juga menginstruksikan seluruh Babinsa agar berperan aktif membantu dan membina generasi muda di wilayah binaan masing-masing. Pendampingan tersebut diharapkan berjalan mulai dari tahap persiapan, pemenuhan persyaratan, hingga seluruh rangkaian seleksi selesai.


Melalui kolaborasi antara Kodam XV/Pattimura, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan semakin banyak putra-putri Maluku memperoleh kesempatan untuk mewujudkan cita-cita menjadi prajurit TNI.


Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan personel pertahanan negara, upaya ini juga menjadi investasi dalam membangun generasi muda Maluku yang disiplin, tangguh, profesional, dan memiliki semangat pengabdian tinggi. Pangdam berharap dari proses tersebut lahir prajurit-prajurit berjiwa petarung prima, mampu menjadi solusi di tengah masyarakat, serta senantiasa dicintai rakyat. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT