globaltimurnn.com: Basarnas

Tampilkan postingan dengan label Basarnas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Basarnas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juli 2026

Cuaca Buruk, Longboat Berpenumpang 14 Orang Di Tanimbar Tenggelam, 13 Selamat, 1 Meninggal Dunia

Juli 08, 2026


Tanimbar
, globaltimurnn.com - Cuaca buruk yang sedang terjadi di wilayah Perairan Maluku berakhir duka bagi salah satu keluarga korban penumpang speedboat penyeberangan di Kepulauan Tanimbar. 


Speedboat berpenumpang 14 orang dengan rute Pulau Sera, Desa Kamatubun tujuan Pulau Selu Kepulauan Tanimbar berakhir tenggelam akibat cuaca buruk. 


Dalam laporan BPBD Kepulauan Tanimbar kepada Pos SAR Saumlaki tanggal 8/7 sekitar pukul 11.10 wit disampaikan bahwa, speedboat tersebut bertolak dari Pulau Sera pada selasa, 7/7 sekitar pukul 08.30 wit. 


Awalnya, perjalanan speedboat berpenumpang 14 orang itu seperti biasa lancar tak ada hambatan. 


Namun semuanya berubah ketika cuaca tiba-tiba berubah menjadi buruk di pertengahan jalan dan speedboat pun tenggelam. 


13 orang penumpang dilaporkan berhasil diselamatkan dan dievakuasi menuju ke Pulau Sera sementara 1 orang korban lainnya dinyatakan hilang. 


Menggunakan Rigit Inflatable Boat, sekitar pukul 11.30 wit, Tim Rescue Pos SAR Saumlaki beserta Potensi SAR dikerahkan menuju lokasi kejadian pada koordinat 7°36'51.43"S -  130°59'3.38"E, jarak ± 42,3 NM, dqn Heading 321° arah Barat Laut dari Pelabuhan Saumlaki.


Wahyunan Samal selaku Koordinator Pos SAR Saumlaki yang juga memimpin pelaksanaan SAR menyampaikan, "Sekitar pukul 13.20 wit, Tim SAR Gabungan tiba lokasi dan mulai melakukan pencarian korban. 


Walaupun ditengah cuaca perairan yang buruk upaya pencarian korban tidak berhenti dan terus dilakukan dengan memperhatikan safety.


Upaya pencarian korban baru membuahkan hasil sekitar pukul 17.49 wit, korban berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Perairan Hutan Bakau Dusun Tatun Angbabal, Pulau Selu, Kepulauan Tanimbar dengan jarak ± 4,6 NM, dari lokasi kejadian awal. 


Korban kemudian dievakuasi Tim SAR Gabungan menuju ke Pulau Sera guna diserahkan kepada pihak keluarga. 


Pada pukul 19.20 wit, Tim SAR Gabungan berhasil tiba di Pulau Sera selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga, Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. 


Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur Potensi diantaranya, Pos SAR Saumlaki, Dit Polairud Polda Maluku, Polairud Polres Saumlaki, Masyarakat setempat.


Alut dan Palsar yang digunakan diantaranya, RIB Pos SAR Saumlaki, Longboat masyarakat 


Kondisi cuaca dilapangan dilaporkan Cerah berawan, angin tenggara kecepatan 31 Knots, dan tinggi gelombang 2,5 Meter


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (Rdks) 

Selengkapnya

Rabu, 01 Juli 2026

Warga Desa Ubung, Kabupaten Buru Sempat Hilang Dihutan, Berhasil Ditemukan

Juli 01, 2026


Buru
, globaltimurnn.com - Infornasi orang hilang datang dari salah satu Anggota Brimob Pulau Buru menyampaikan bahwa" pada tanggal 30/6 sekitar pukul 09.00 WIT, satu orang warga Desa Ubung a.n Said Abdur Rahman Assagaf (53) pergi ke hutan Kaki Gunung Tarawesi Desa Ubung Kabupaten Buru dan belum kembali. 


Masyarakat setempat dan keluarga sudah melakukan pencarian dan hanya menemukan motor korban sementara korban belum ditemukan, selanjutnya meminta bantuan SAR.


Dari informasi tersebut, Tim Rescue Pos SAR Namlea bergerak menggunakan Truck Personil menuju lokasi kejadian pada koordinat 3°12'38.94"S, 127° 4'14.76"E, jarak ± 6 KM Heading 290° arah Barat Laut dari Pos SAR Namlea.


Koordinator Pos SAR Namlea, Mesak Sainyakit menyampaikan "Usia kami terima informasi tersebut, Tim Rescue Pos SAR Namlea kemudian dikerahkan menuju lokasi kejadian. Setelah tiba dan berkoordinasi dengan keluarga, Tim SAR Gabungan pun mulai melakukan perjalanan menuju ke dalam hutan. 


Namun belum jauh langkah kaki dari Tim SAR Gabungan, sekitar pukul 12.42 WIT, kami terima informasi dari bahwa pada sekitar pukul 12.20 WIT Korban berhasil ditemukan oleh masyarakat sekitar di Desa Batu Boy pada jarak -+ 5,8 KM arah Barat Daya dari lokasi awal dalam keadaan selamat, selanjutnya korban di evakuasi menuju Desa Ubung guna diserahkan kepada pihak keluarga. 


Operasi SAR melibatkan Unsur Potensi diantaranya Pos SAR Namlea, Brimob Pulay Buru dan Masyarakat setempat. 


Alut dan Palsar yang digunakan diantaranya Truck Personil dan Palsar Pendukung lainnya.


Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan ditutup. seluruh unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (Rdks) 

Selengkapnya

Rabu, 17 Juni 2026

Sampai Hari Ke-6, Pencarian 8 Korban Tenggelam Di MBD Pulau Dai, Belum Ditemukan

Juni 17, 2026


MBD
, globaltimurnn.com - Memasuki hari keenam, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan Operasi Pencarian terhadap delapan korban tenggelamnya speedboat di sekitar Perairan Pulau Dai Kabupaten Maluku Barat Daya. 


Sebanyak empat SRU dibagi untuk memperluas area pencarian pada koordinat yang sudah ditentukan. SRU 1 dari Kapal Patroli KP.XVI-2006 DitPolairud Polda Maluku melaksanakan pencarian korban sejauh 63 Nautical Mile arah Barat Laut dari Pulau Tepa.


Disusul SRU 2 Longboat masyarakat melaksanakan pencarian dan penyisiran dengan jarak 39 Nautical Mile arah Barat dari Pulau Tepa. 


SRU 3 Speedboat Masyarakat melaksanakan pencarian dan penyisiran sejauh 29 Nautical Mile arah Barat dari Pulau Tepa.


SRU 4 dari longboat masyarakat bergerak melaksanakan pencarian sejauh 28 Nautical Mile arah Barat dari Pulau Tepa.


Operasi pencarian korban terus dilakukan Tim SAR Gabungan hingga sore hari namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.


Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan Ops SAR hari ketujuh. besok, Kamis, 18/6/2026.


Diketahui sebelumnya, Speedboat berpenumpang 10 orang itu pada tanggal 11/6 bertolak dari Desa Sinairusi tujuan Pulau Tepa. Dalam perjalanan Speedboat tersebut tenggelam akibat cuaca buruk disekitar Perairan Pulau Dai. Dalam insiden itu dua orang penumpang selamat sementara delapan penumpang lainnya dinyatakan hilang. 


Kantor SAR Ambon selanjutnya melakukan koordinasi dengan Pemda Setempat dan juga Unsur Potensi SAR di Pulau Tepa guna melaksanakan Operasi pencarian. Cuaca buruk disekitar Pulau Tepa menjadi kendala dilapangan. Namun upaya pencarian korban terus diupayakan Basarnas Ambon dan Unsur SAR Gabungan dengan menyesuaikan kondisi alam.


Data Korban :

Selamat :

1. Yakop Anamofa L/22 

2. Ignasius Matrunkoly L/42

Dalam Pencarian :

1. Anton Menahem L/40

2. Asael Daniel L/72

3. Yomima Waliana P/36

4. Regina Unwakolu P/33

5. Enderfina Siaran P/62

6. Wulan Kelmury P/35

7. Yoksan Unawekla L/9

8. Marcelo Unawekla L/4


Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur Potensi diantaranya, Kantor SAR Ambon, Pos SAR.Saumlaki, Direktorat POLAIR POLDA Maluku, Pos AL MBD, BPBD Kab MBD, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Camat Babar Barat, Syahbandar Tepa, Dinkes Tepa, Kepala Desa Sinairusi, Pendeta, Masyarakat.


Alut dan Palsar yang digunakan diantaranya Kapal KP. XVI-2006  DitPolairud Polda Maluku, Speed Boat Masyarakat. Longboat Masyarakat. 


Kondisi Cuaca dilapangan dilaporkan Berawan, Angin Barat hingga Timur berkecepatan 22 Knots dan Tinggi Gelombang 2,5 Meter. (Rdks) 

Selengkapnya

Minggu, 14 Juni 2026

Ops SAR Hari Ke-3, 8 Korban Tenggelam Akibat Cuaca Buruk Di MBD Belum Ditemukan

Juni 14, 2026


MBD
, globaltimurnn.com - Basarnas ambon bersama masyarakat setempat, dan juga dibantu sejumlah bantuan lain terus mencari 8 korban tenggelam akibat kecelakaan laut dengan menggunakan speed boat berpenumpang 10 orang, hingga saat ini hari ke-3 belum juga ditemukan. 


Lokasi kejadian LKK :  7°39'2.95"S , 129°38'27.61"E di Sekitar Perairan Pulai Dai Kab Maluku Barat Daya, Jarak ± 264 NM Heading 160° arah Tenggara dari BRIN Ambon menggunakan Google Earth.


Sejak tanggal 13 Juni 2026 kemarin, Kansar Ambon terus lakukan koordinasi dengan Camat Babar Barat Face Laipeni. 


Selain itu Kansar Ambon juga bangun komunikasi dengan Kapolsek Tepa, guna pencarian dibantu oleh KM. Tiefelin dan masyarakat telah memasuki Hari ke-3, KM. Tiefelin telah selesai melakukan pengisian BBM dan sementara persiapan untuk bergerak menuju Lokasi pencarian.


Dari hasil komunikasi itu, Kapolsek Tepa mengatakan" KM. Tiefelin bergerak langsung menuju Lokasi Kejadian dan tidak melakukan penyisiran dikarenakan permintaan langsung dari pihak keluarga korban untuk melakukan Doa serta Adat disana dan hari ini merupakan pencarian terakhir oleh KM. Tiefelin karena sudah waktunya melanjutkan perjalanan menuju Saumlaki setelah 3 (tiga) Hari melaksanakan Ops SAR.


Sedangkan Speed Boat milik masyarakat dari desa di Pulau Dai (Kab. MBD) masih melakukan pencarian dengan dibantu pengisian BBM oleh Kecamatan dan Kabupaten.


Diketahui korban hilang sebanyak 8 orang, masih dalam pencarian unsur SAR diantaranya" Kantor SAR Ambon BPBD Kab. MBD, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Camat Babar Barat, Syahbandar Tepa, Dinkes (Medis), Kepala Desa Sinairusi  Kab MBD, Pendeta, dan Masyarakat. 


Dalam pencarian tersebut Tim SAR gabungan menggunakan Alut dan Palsar yakni" Speed Boat Masyarakat 3 Unit, KM. Tiefelin. 


Dalam pencarian tersebut, tim SAR alami beberapa hambatan yakni" Jaringan Komunikasi, Cuaca Cerah Berawan, Angin Tenggara, 18 - 29 Knots, dengan tinggi gelombang 1,25 – 2,5 M. (Rdks) 


Selengkapnya

Senin, 08 Juni 2026

3 Pendaki Gunung Simalopu Malteng, Alami 3 Macam Gangguan Kesehatan, Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Juni 08, 2026

Foto : 3 Pendaki Gunung Simalopu Malteng, Alami 3 Macam Gangguan Kesehatan, Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Malteng
, globaltimurnn.com - Kantor SAR Ambon bersama masyarakat setempat berhasil mengevakuasi 13 orang pendaki dari gunung Simalopu, Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah, Senin dini hari 8/6/2026.


Kondisi membahayakan jiwa manusia itu diteruskan Bapak Aksel sekitar pukul 22.45 WIT meminta bantuan evakuasi. 


Kasiops Basarnas Ambon yang memimpin Operasi SAR dilokasi menyampaikan, Tim tiba di Desa Liang sekitar pukul 23.58 WIT selanjutnya berkoordinasi dengan masyarakat setempat guna pelaksanaan operasi SAR. 


Pukul 01.12 WIT Tim SAR Gabungan kemudian dibagi menjadi 3 SRU guna melakukan pendakian. Pada Pos 1, SRU 1 melaksanakan standby untuj membuka jalur komunikasi. Sementara SRU 2 dan 3 dikerahkan melakukan pendakian guna mengevakuasi seluruh korban. 


Pukul 01.53 WIT, 8 orang pendaki yang dimana terdapat 1 pendaki mengalami Hipotermia berhasil ditemukan dan langsung diberikan penanganan medis pertama oleh SRU 2.


Tak berselang lama, sekitar pukul 02.08 WIT 5 orang pendaki lainnya berhasil ditemukan oleh SRU 3 yang dimana terdapat 2 orang mengalami sesak nafas dan cedera pergelangan kaki dan diberikan pertolongan pertama. 


Setelah ketiga korban mendapat perawatan, seluruh korban kemudian dievakuasi turun. Pukul 03.30 WIT SRU 2 dan 3 berhasil sampai dengan seluruh korban pada Pos 1 dengan keadaan selamat. Tiga orang pendaki yang mengalami trable kemudian dilarikan ke RSUD Tulehu guna penanganan medis lanjutan. 


Azwan menambahkan, 13 orang pendaki tersebut diketahui melakukan pendakian pada gunung Simalopu pada tanggal 6/6 sekitar pukul 12.00 WIT. Keesokan harinya ditanggal 7/6 mereka melakukan perjalanan turun dan tepatnya pada Puncak Ewang terjadi trable pada beberapa pendaki. Alhamdulillah setelah dilaporkan dan dilaksanakan Operasi SAR seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat. 


Data korban :

1. Erwin Tanamal (L/22 thn) (Mahasiswa)

2. Imanuel Perlu (L/21 thn) (Mahasiswa)

3. Axl Yudha (L/22 thn) (Mahasiswa)

4. Nova Linukru (P/22 thn) (Mahasiswa)

5. Elga Leatemia (P/27 thn) 

6. Rifaath Thatawi Hanubun (L/23 thn) (Mahasiswa)

7. Wulan  (P/22thn) (Mahasiswa)

8. Serlin Leatemia (P/25 thn) (Mahasiswa)

9. Azel Ali Bugis (L/21 thn) (Mahasiswa)

10. Aditya Prasetyo (L/21 thn) (Mahasiswa)

11. Farhan Kelian (L/23 thn) (Mahasiswa)

12. Hilda Nunumete (P/22 thn) 

13. Zadrak Uniwali (L/22 thn)


Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur diantaranya Basarnas Ambon, Masyarakat Desa Liang, dan RSUD Tulehu


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (Rdks) 

Selengkapnya

Sabtu, 06 Juni 2026

Satu Longboat Berpenumpang 20 Orang Alami Mati Mesin Di perairan Menuju Banda Besar, Berhasil Evakuasi Tim SAR Gabungan

Juni 06, 2026

Foto : Satu Longboat Berpenumpang 20 Orang Alami Mati Mesin Di perairan Menuju Banda Besar, Berhasil Evakuasi Tim SAR Gabungan

Malteng
, globaltimurnn.com - Pada tanggal 6/6 pukul 08.15 WIT, terjadi kecelakaan kapal, Longboat berpenumpang 20 orang rute P. Hatta tujuan Banda Besar mengalami mati mesin disekitar perairan antara P. Hatta dan Desa Dender Banda Besar Kab, Malteng, selanjutnya meminta bantuan SAR.


Usai menerima informasi tersebut pada pukul 09.20 WIT, Tim SAR Gabungan dikerahkan menggunakan RIB Pos SAR Banda menuju lokasi kejadian pada koordinat 33'39.33"S - 129°59'43.77" E, Jarak ± 7.14 Nautical Mile dan Heading 127° arah Tenggara dari Pos SAR Banda.


Dalam keterangan Koordinator Pos SAR Banda mengatakan " informasi tersebut pertama kali kami terima sekitar pukul 08.27 WIT dari Bapak Fardy melaporkan telah terjadi kecelakaan terhadap satu unit Longboat disekitar perairan Pulau Hatta dan Desa Dender. Longboat tersebut berpenumpang 20 orang dan mengalami mati mesin. 


Bersama Unsur Gabungan kami bergerak menuju lokasi kejadian guna melakukan pencarian. Namun pada pukul 09.29 WIT kami menerima informasi dari salah satu penumpang longboat tersebut bahwa salah satu mesin motor tempel berhasil diperbaiki dan dapat melanjutkan perjalanan kembali menuju pelabuhan rakyat di Pulau Banda Besar. 


Koordinator Pos SAR Banda menambahkan kami pun disampaikan oleh salah satu penumpang bahwa mereka telah tiba di Pulau Banda Besar dalam keadaan selamat dan sudah berada di kapal PELNI KM Labobar untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Ambon. Mereka pun menyampaikan rasa terimakasih kepada Tim Gabungan karena sudah merespon cepat laporan mereka akibat Longboat yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di tengah laut. Bapak Fardy selaku pelapor pun membenarkan informasi ke 20 orang penumpang Longboat itu ke kami bahwa " benar mereka semuanya selamat tiba di Pulau Banda Besar dan sudah berada diatas Kapal KM Labobar menuju Ambon.


Data korban selamat :

1. Marlin ( Kapten) (Laki - Laki) 

2. Hajan narsum (Laki - Laki) 

3. Samion (Laki - Laki)

4. Iky (Laki - Laki)

5. La Oma (Perempuan)

6. Hadija (Perempuan)

7. Onco Bram (Laki – Laki)

8. Wa Au (Perempuan)

9. Bang sur (Laki – Laki)

10. Nisba (Perempuan)

11. Wati (Perempuan)

12. Yanti (Perempuan)

13. Ayu (Perempuan)

14. Dimas (Laki - Laki)

15. Tiara (Perempuan)

16. Vira (Perempuan)

17. Imam (Laki - Laki)

18. NN (Perempuan)

19. NN (Perempuan)

20. NN (Laki – Laki)


Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur Potensi diantaranya, Pos SAR Banda, TNI AL, Polair Banda


Alut dan Palsar yang digunakan diantaranya, RIB dan Rescue Car


Cuaca dilapangan dilaporkan Cerah Berawan, angin Tenggara sampai Barat Laut kecepatan 21 Knots dan Tinggi Gelombang 2,5 Meter.


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (Tim) 

Selengkapnya

Rabu, 27 Mei 2026

Di perairan Aru, Satu Kapal Nelayan Terombang Ambing Akibat Patah Kemudi, Berhasil Di Selamatkan Tim SAR Gabungan

Mei 27, 2026

Foto : Di perairan Aru, Satu Kapal Nelayan Terombang Ambing Akibat Patah Kemudi, Berhasil Di Selamatkan Tim SAR Gabungan

Aru
, Globaltimurnn.com - Tepatnya Pada Rabu, 27/5/26, Sebuah kapal nelayan berpenumpang lima orang berhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan usai kapal yang mereka tumpangi mengalami patah pada as kemudi.


Lima orang nelayan tersebut berhasil dievakuasi Basarnas dan Tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat disekitar Perairan Kepulauan Aru tepatnya di sekitar Perairan Pulau Wasir pada pukul 14.05 WIT. 


Seluruh korban kemudian dievakuasi menuju Kota Dobo guna di serahkan kepada pihak keluarga.


Dalam keterangan Koordinator Unit Siaga SAR Dobo menyampaikan, ''Informasi Kondisi Membahayakan Jiwa Manusia itu kami terima sekitar pukul 11.03 WIT dari Bapak Arul melaporkan meminta bantuan SAR pada kapal tersebut. 


Ditambahkan kapal naas itu mengalami patah as kemudi sekitar pukul 06.41 WIT disekitar Perairan Pulau Wasir dan terombang ambing. 


Bersama Tim SAR Gabungan kami bergerak menggunakan RIB menuju lokasi kejadian pada koordinat 5°34'7.77"S-134°16'5.18"E, dan pada sekitar 14.05 kapal nelayan itu berhasil ditemukan kemudian seluruh korban dievakuasi ke Kota Dobo guna diserahkan kepada pihak keluarga. 


Data korban:

Vincent Benamem 35

Natal Rumahuru 32

Belsai Laelaem 22

Dani Banamem 22

Ceker Banamem 19


Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur diantaranya Basarnas USS Dobo, Polairud Polres Aru, Lanal Aru, BPBD Kep, Aru. 


Alut SAR yang digunakan diantaranya, Rigit Inflatable Boat, dan Rescue Car. 


Cuaca dilapangan dilaporkan Hujan Ringan, Angin Tenggara kecepatan 28 Knots, dan Tinggi Gelombang 2,5 Meter


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (Rdks) 

Selengkapnya

Sabtu, 23 Mei 2026

Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 2 Nelayan Asal Tual, Longboat Sempat Alami Mati Mesin Di Perairan Malra

Mei 23, 2026

Foto : Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 2 Nelayan Asal Tual, Longboat Sempat Alami Mati Mesin Di Perairan Malra

Malra
, Globaltimurnn.com - Dua orang nelayan Asal Kota Tual Lanoho Latarisa (65), dan Aan (43) berhasil dievakuasi Basarnas dan Tim SAR Gabungan setelah longboat yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin. Pada, Minggu 24/5/26.


Dua orang nelayan tersebut berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan disekitar Perairan Pulau Baer sekitar pukul 09.45 WIT dan dibawa menuju Desa Nam Kota Tual guna diserahkan kepada pihak keluarga. 


Dalam keterangan Koordinator Pos SAR Tual menyampaikan, '' Informasi Kondisi Membahayakan Jiwa Manusia itu kami terima sekitar pukul 08.40 WIT dari Bapak R. Arjan melaporkan, dua orang nelayan meminta bantuan SAR akibat  kerusakan mesin dan terombang-ambing disekitar perairan Pulau Baer. 


Bersama Tim SAR Gabungan kami bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 09.00 WIT dan berhasil menemukan kedua korban pada pukul 09.45 WIT. Selanjutnya Korban kami evakuasi menuju Kota Tual tepatnya di Desa Nam guna diserahkan kepada pihak keluarga. 


Sebelumnya kedua korban diketahui pergi melaut sejak tanggal 23/5 disekitar Perairan Pulau Baer dan akan kembali ke Kota Tual pada tanggal 24/5. Namun dalam perjalanan kembali mesin motor tempel mengalami kerusakan. 


Setelah dilaporkan dan dilaksanakan Operasi SAR korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga. 


Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur diantaranya Basarnas Pos SAR Tual, Bakamla Tual, dan Keluarga korban. 


Alut SAR yang digunakan diantaranya, Rigit Inflatable Boat, dan Rescue Car 


Cuaca dilapangan dilaporkan Hujan Ringan, Angin Tenggara kecepatan 24 a Knots, dan Tinggi Gelombang 1,25 Meter


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (Rdks) 

Selengkapnya

Selasa, 05 Mei 2026

Karam di Perairan Teun Nila Serua, 13 orang Penumpang KLM. Cajoma V berhasil di Evakuasi Basarnas Ambon

Mei 05, 2026

Foto : Karam di Perairan Teun Nila Serua, 13 orang Penumpang KLM. Cajoma V berhasil di Evakuasi Basarnas Ambon 

Ambon
, Globaltimurnn.com - Cuaca buruk yang sedang terjadi di Perairan Maluku dan sekitarnya mengakibatkan kecelakaan terhadap satu unit Kapal Pinisi. Kapal yang bertolak dari Sorong menuju Kalabahi NTT yang membawa 13 orang penumpang itu dihantam gelombang tinggi, mengalami kebocoran dan karam di Perairan Kecamatan TNS, Kabupaten Maluku Tengah pada tanggal 4/5 sekitar pukul 21.55 WIT.


EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon) sinyal marabahaya yang dipancarkan dari kapal naas tersebut sebelum tenggelam berhasil di tangkap Basarnas Command Centre (BCC) yang kemudian meneruskan koordinat pasti Kapal KLM.Cajoma V ke Basarnas Ambon guna melaksanakan Ops SAR.


Usai menerima informasi tersebut, sekitar pukul 00.05 WIT tanggal 5/5 Tim Rescue Basarnas Ambon dikerahkan menggunakan KN SAR Bharata menuju lokasi kejadian pada koordinat 6°36'4.38" S - 129°36'18.24" E, jarak -+ 200 Nautical Mile dan Heading 154°arah Tenggara dari Dermaga BRIN Ambon. 


Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah menjelaskan "Sejak kejadian terjadi kami terus melakukan koordinasi dengan pihak pemilik kapal. Dari informasi yang kami terima bahwa sebelum kapal tenggelam, seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri menggunakan sekoci dan menepi ke Pulau Nila untuk berlindung.


Alhamdulillah pada pukul 16.27 WIT tanggal 5/5 KN SAR Bharata berhasil tiba di lokasi kejadian dan berhasil mengevakuasi seluruh Penumpang ke atas KN SAR Bharata. Selanjutnya pada pukul 17.35 WIT seluruh korban di bawa menuju Kota Ambon guna mendapatkan perawatan. 


Dan pada pukul 07.00 WIT tanggal 6/5 Alhamdulillah KN SAR Bharata berhasil tiba dengan seluruh korban di Dermaga BRIN Ambon, selanjutnya para korban diserahkan ke pemilik kapal guna mendapatkan perawatan. 


Data korban :

1. Muhammad Bayu - Captain (L)

2. Kelvin Glendi Ezra Manoppo - Mualim (L) 

3. Jhony Merin - Juru Mudi (L)

4. Gustavo Tampi - KKM (L)

5. Achmad Thoifurrohman - Masinis (L)

6. Fernando Anus Kasur - HK Service 1 (L)

7. Dede Rohim - HK Service 2 (L)

8. Erwin Boatman 1 (L)

9. Junaedi - Compressor Man (L)

10. Dede Yusuf Pratama Putra Cadet (L)

11. Nofri Labagne - Penumpang (L)

12. Agustinus Albu - Penumpang (L)

13. Joana Vivivan - Penumpang (P)


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (Rdks) 

Selengkapnya

Rabu, 15 April 2026

Alami Kandas disekitar Perairan Benjina Kepulauan Aru, 44 Penumpang KM.Putra Crrish Berhasil Diselamatkan Tim SAR Gabungan

April 15, 2026

Foto : Alami Kandas disekitar Perairan Benjina Kepulauan Aru, 44 Penumpang KM.Putra Crrish Berhasil Diselamatkan Tim SAR Gabungan 

Aru
, Globaltimurnn.com - 44 Penumpang Kapal Motor Putra Crrish berhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan usai alami kandas disekitar Perairan Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru. Rabu, 15 April 2026.


Usai menerima informasi sekitar pukul 09.40 WIT, Tim SAR Gabungan bergerak cepat menggunakan RIB USS Dobo pukul 10.00 WIT menuju lokasi kejadian pada koordinat 6°14'39.86" S - 134°23'42.82"E l, jarak -+ 34 Nautical Mile, dan Heading 162° arah Selatan dari USS Dobo.


Kepala Kantor SAR Ambon menjelaskan "Setelah tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 11.58 WIT. Tim SAR Gabungan mulai mengevakuasi seluruh Penumpang secara bertahap. 


30 orang penumpang pertama yang terdiri dari Balita, Anak-anak, dan Dewasa dievakuasi ke RIB dan dibawa menuju Pelabuhan Dobo.


Selanjutnya pukul 16.27 WIT, Tim SAR Gabungan tiba dilokasi dan mengevakuasi 14 orang penumpang lainnya dan dibawa menuju Pelabuhan Dobo guna diserahkan kepada pihak keluarga. 


Arafah menambahkan, Kapal tersebut diketahui bertolak dari Pulau Longgar Apara menuju Kota Dobo dengan membawa 44 orang penumpang. 


Setelah tiba di sekitar Perairan Pulau Benjina pada pukul 08.20 WIT kapal mengalami kandas dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. 


Alhamdulillah setelah USS Dobo menerima informasi dan dilaksanakan Operasi SAR seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan sudah berada bersama keluarga di Kota Dobo.


Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur Potensi SAR diantaranya, Basarnas, Polairud, BPBD Dobo, dan Masyarakat 


Alut dan Palsar yang digunakan diantaranya, RIB USS Dobo, dan Longboat masyarakat. 


Kondisi Cuaca dilapangan dilaporkan Cerah Berawan, Angin dari Tenggara menuju Timur kecepatan 18 Knots, dan Tinggi Gelombang 1,25 Meter


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, Seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (Rdks) 

Selengkapnya

Minggu, 12 April 2026

Update Ops SAR Hari Keempat di Sekitar Perairan Pulau Saparua, Roy Souhoka Belum Ditemukan

April 12, 2026

Foto : Update Ops SAR Hari Keempat di Sekitar Perairan Pulau Saparua, Roy Souhoka Belum Ditemukan

Ambon
, Globaltimurnn.com - Memasuki hari keempat Operasi SAR, Tim SAR Gabungan kembali dikerahkan melanjutkan pencarian korban disekitar Perairan Pulau Saparua. Sejak pukul 7 pagi Tim SAR Gabungan dikerahkan menyisir sejumlah titik koordinat sesuai SAR MAPS yang sudah ditentukan.


Kepala Kantor SAR Ambon mengatakan "Upaya Pencarian korban atas nama Roy Souhoka terus dilakukan. namun hingga menjelang sore hari pencarian -+27 Nautical Mile Pulau Saparua hingga Perairan Pulau Haruku masih belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban.


Ops SAR hari kelima akan dilanjutkan kembali pada Senin, 13-04-2026.


Sebelumnya, nelayan bernama Roy Souhoka berusia 41 tahun dilaporkan terjatuh dari longboat di sekitar Perairan  Desa Haria, Kabupaten Maluku Tengah. Kejadian tersebut sempat terlihat oleh nelayan setempat dan juga sudah melakukan pencarian namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Informasi tersebut kemudian di teruskan oleh Ibu Camat Saparua ke Comm Centre Basarnas Ambon guna bantuan SAR pada hari Kamis, 9 April 2026.


Operasi melibatkan berbagai Unsur SAR diantaranya Basarnas, Camat Saparua, Polsek Saparua, dan Masyarakat setempat.


Sementara Alut dan Palsar yang digunakan Diantaranya, RBB Kansar Ambon dan longboat Masyarakat 


Kondisi Cuaca dilaporkan Hujan Ringan, Angin dari Barat Daya hingga Barat 20 Knots dan Tinggi Gelombang Rendah 0,5 M



Selengkapnya

Sabtu, 11 April 2026

Roni Fatubun Hilang Kontak Saat Melaut, Nelayan Asal Malteng Ini Dalam Pencarian Tim SAR Gabungan

April 11, 2026

Foto Roni Fatubun Hilang Kontak Saat Melaut, Nelayan Asal Malteng Ini Dalam Pencarian Tim SAR Gabungan

SBT, 
Globaltimurnn.com - Unit Siaga SAR Bula bersama Aparat Gabungan dikerahkan dalam misi Pencarian seorang warga Dusun Administrasi Parigi, Desa Wahai, Kabupaten Maluku Tengah yang diduga hilang kontak saat melakukan perjalanan balik dari Pulau Misol Papua Barat menuju Seram Bagian Timur.


Informasi kondisi membahayakan jiwa manusia itu diterima USS Bula pada Sabtu 11 April 2026 sekitar pukul 13.20 WIT dari Bapak Kapolsek Wahai. 


Dalam keterangan dilaporkan, Roni Fatubun (40) korban bertolak dari Pulau Misol menuju Kabupaten SBT tanggal 9/4 sekitar pukul 15.00 WIT dan diperkirakan tiba di SBT pada tanggal 10/4 namun naas korban diketahui belum jua tiba pada tempat tujuan.


Kepala Kantor SAR Ambon, menyampaikan "Usai USS Bula menerima informasi tersebut, Sekitar pukul 13.40 WIT Tim Gabungan dikerahkan menggunakan RIB menuju titik koordinat duga 2°24'6.55"S - 129°53'4.10"E, jarak -+ 56 Nautical Mile dan Heading 318° arah Barat Laut dari USS Bula.


Setelah tiba di koordinat duga antara Perairan Pulau Misol dan Perairan SBT, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian hingga sore hari namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban, Operasi SAR kemudian di hentikan sementara dan dilanjutkan besok pada OPS SAR hari kedua. Minggu, 11-4-2026.


Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur Potensi diantaranya Basarnas, Polairud, TNI AL, dan Masyarakat 


Alut dan Palsar yang digunakan diantaranya, RIB USS Bula, dan Longboat Masyarakat.


Cuaca dilapangan dilaporkan Hujan ringan, Angin dari Timur mengarah ke Timur Laut kecepatan 19 knot, dan Tinggi Gelombang 0,5 Meter. (Rdks) 

Selengkapnya

Jumat, 10 April 2026

Update Ops SAR Hari Kedua di Sekitar Perairan Pulau Saparua, Roy Souhoka Belum Ditemukan

April 10, 2026

Foto : Update Ops SAR Hari Kedua di Sekitar Perairan Pulau Saparua, Roy Souhoka Belum Ditemukan

Saparua
, Globaltimurnn.com Kepala Kantor SAR Ambon menyampaikan, memasuki hari kedua Ops SAR, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian korban disekitar Perairan Pulau Saparua. 


Sejak pukul 7 pagi Tim SAR Gabungan dikerahkan menyisir sejumlah titik koordinat sesuai SAR MAPS yang sudah ditentukan. 


Upaya Pencarian korban terus dilakukan walau ditengah hujan dan kabut disekitar Perairan Pulau Saparua. 


Hingga sore hari Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban, selanjutnya Ops SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Ops SAR hari ketiga. Sabtu, 11-04-2026


Sebelumnya, nelayan bernama Roy Souhoka berusia 41 tahun dilaporkan terjatuh dari longboat di sekitar Perairan Desa Haria, Kabupaten Maluku Tengah. 


Kejadian tersebut sempat terlihat oleh nelayan setempat dan juga sudah melakukan pencarian namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. 


Informasi tersebut kemudian di teruskan oleh Ibu Camat Saparua ke Comm Centre Basarnas Ambon guna bantuan SAR pada hari Kamis, 9 April 2026.


Operasi melibatkan berbagai Unsur SAR diantaranya Basarnas, Camat Saparua, Polsek Saparua, dan Masyarakat setempat.


Sementara Alut dan Palsar yang digunakan Diantaranya, RBB Kansar Ambon dan longboat Masyarakat 


Kondisi Cuaca dilaporkan Hujan Ringan, Angin dari Barat Daya hingga Barat 20 Knots dan Tinggi Gelombang Rendah 0,5 M. 

Selengkapnya

Kamis, 09 April 2026

Nelayan Asal Saparua Diduga Jatuh Dari Perahu Ketinting, Dalam Pencarian Tim SAR Gabungan

April 09, 2026

Foto : Nelayan Asal Saparua Diduga Jatuh Dari Perahu Ketinting, Dalam Pencarian Tim SAR Gabungan

Saparua
, Globaltimurnn.com - Kondisi membahayakan jiwa manusia terjadi di sekitar Perairan Kabupaten Maluku Tengah tepatnya di Desa Haria, Kabupaten Maluku Tengah. Menurut laporan yang diterima Basarnas Ambon dari Camat Saparua, korban pergi melaut dari tanggal 8/4 sekitar pukul 20.00 WIT disekitar Perairan Desa Haria. 


Setelah itu pukul 06.30 WIT tanggal 9/4  korban terlihat jatuh dari longboat oleh nelayan lain. Upaya pencarian pun sudah dilakukan nelayan setempat namun naas belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. 


Pukul 12.30 WIT, Tim Rescue Kansar Ambon dikerahkan menggunakan RBB menuju lokasi kejadian pada Koordinat  3°35'14.15"S - 128°37'8.64"E, Jarak ± 46 NM dan Heading 82,89° arah Timur dari Dermaga BRIN Ambon.


Hingga sore hari Upaya Pencarian korban  bersama masyarakat setempat hingga pukul 18.00 WIT belum jua menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Dengan Jarak pencarian sejauh ± 500 Meter dari lokasi kejadian, Operasi SAR pun dihentikan sementara dan akan dilanjutkan Ops SAR hari kedua. Jumat, 10 April 2026.


Korban diketahui bernama Roy Souhoka (41), sedangkan Unsur SAR yang  terlibat diantaranya Rescuer Kansar Ambon, Masyarakat setempat.


Alut dan Palsar yang digunakan Diantaranya, RBB Kansar Ambon dan longboat Masyarakat, dengan Kondisi Cuaca dilaporkan Hujan Ringan, Angin dari Barat Daya hingga Barat 19 Knots dan Tinggi Gelombang Rendah 1,25 M. (V374) 


Selengkapnya

Selasa, 31 Maret 2026

Sempat Hilang Kontak, Seorang Nelayan Asal Kota Tual Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan

Maret 31, 2026

Foto : Sempat Hilang Kontak, Seorang Nelayan Asal Kota Tual Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan 

Ambon
, Globaltimurnn.com - Seorang nelayan asal Kota Tual berhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan. Selasa 31 Maret 2026. 


Korban sempat dinyatakan hilang kontak  saat melaut disekitar Perairan Desa Ohoitheit sejak kemarin, Senin 30 Maret 2026. Pos SAR Tual yang menerima informasi kondisi membahayakan jiwa manusia tersebut sekitar pukul 14.00 WIT dari Keluarga korban bergerak cepat menuju lokasi kejadian menggunakan Rigit Inflatable Boat dengan jarak -+ 13 Nautical Mile arah Timur dari Pos SAR Tual. 


Sekitar pukul 15.19 WIT, korban berhasil telah ditemukan Tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat pada Koordinat 5°44'42.05"S - 132°55'55.18"E, jarak -+ 10.55 Nautical mile dari lokasi kejadian awal dan langsung dievakuasi ke Kota Tual guna diserahkan kepada pihak keluarga.


Data Korban : Ali Reninguryaan (65 Thn/ L)


Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur Potensi SAR diantaranya, Pos SAR Tual, Polairud Polres Tual, Bakamla Tual, dan  Keluarga Korban.


Alut dan Palsar yang digunakan diantaranya RIB Pos SAR Tual 1 unit, Kondisi Cuaca dilapangan dilaporkan Berawan Tebal, Angin dari Timur Laut hingga Barat Laut kecepatan 12 Knots dan Tinggi Gelombang 1,25 Meter


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup seluruh unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (V374) 

Selengkapnya

Senin, 30 Maret 2026

Kepala Basarnas Ambon Pimpin Apel Gelar Pasukan Penutupan Siaga SAR Kusus Lebaran Tahun 2026

Maret 30, 2026

Foto : Kepala Basarnas Ambon Pimpin Apel Gelar Pasukan Penutupan Siaga SAR Kusus Lebaran Tahun 2026

Ambon
, Globaltimurnn.com - Apel Penutupan Siaga SAR Khusus Lebaran Tahun 2026 dipimpin langsung Kepala Kantor SAR Ambon Muhamad Arafah, S.H., M.Si dan diikuti oleh seluruh Personel bertempat di Lapangan serbaguna. Senin, 30 Maret 2026.


Dalam sambutan KABASARNAS RI yang dibacakan Kepala Kantor SAR Ambon menyampaikan " Berdasarkan hasil Pemantauan Masa Operasional masa angkutan Lebaran 2026 oleh Kementrian Perhubungan, jumlah pergerakan orang sebesar 147,55 juta, terdapat kenaikan 2,53 % dari hasil survey 143,92 juta orang. Kondisi tersebut tentunya meningkatkan potensi resiko terjadinya Kecelakaan dan kondisi membahayakan manusia. Oleh karena itu Basarnas telah menempatkan Personel dan sarana prasarana pada titik-titik rawan, serta mendirikan posko siaga sar di berbagai lokasi strategis untuk memberikan respon cepat terhadap setiap kejadian yang mungkin terjadi.


Pada kesempatan yang baik ini pula saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Personel Basarnas dan Potensi SAR atas dedikasi, loyalitas, dan Profesionalisme yang telah ditunjukkan dalam melaksanakan tugas kemanusiaan selama pelaksanaan Siaga SAR Khusus ini, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik, aman, dan terkendali. 


Berdasarkan laporan Direktur Kesiapsiagaan pada zoom yang diikuti Kepala Kantor SAR Ambon dan seluruh Personel tercatat jumlah Operasi SAR mengalami penurunan sebesar 18,8%, 191 kejadian pada Lebaran 2025 menjadi 155 kejadian pada Lebaran 2026.


Arafah menambahkan, alhamdulillah pelaksanaan Siaga SAR Khusus Lebaran di wilayah Provinsi Maluku yang berlangsung selama 18 hari berjalan aman terkendali tercatat dua musibah yang berhasil ditangani, dengan begitu kesadaran masyarakat tentang musibah serta bahaya dapat tersampaikan dengan baik. Selaku Kepala Kantor saya mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Personel yang sudah menunjukkan Profesionalisme, dedikasi, dan loyalitas selama Pelaksanaan Siaga SAR Khusus Lebaran. (Red) 

Selengkapnya

Kamis, 19 Maret 2026

Dua Nelayan Asal Sulteng, Hanyut Akibat Mati Mesin, Berhasil Diselamatkan Tim SAR Gabungan

Maret 19, 2026

Foto : Dua Nelayan Asal Sulteng, Hanyut Akibat Mati Mesin, Berhasil Diselamatkan Tim SAR Gabungan

Ambon
, Globaltimurnn.com - Dua orang nelayan asal Sulawesi Tenggara yang mengalami mati mesin dan hanyut selama beberapa hari berhasil di evakuasi Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR Bharata kemarin Kamis, 19-03-2026.


Kedua nelayan tersebut diketahui bertolak menggunakan longboat pada tanggal 07/03 sekitar pukul 2 dini hari dari Pulau Wakatobi menuju Pulau Moromaho guna membuat Kopra. 


Setelah itu pada tanggal 13/03 kedua korban kembali melanjutkan perjalanan dari Pulau Moromaho menuju Pulau Binongko, Naas kedua korban tidak sampai di tujuan dan dinyatakan hilang. 


Pada tanggal 17/03 Pos SAR Wakatobi yang menerima informasi tersebut dari Keluarga korban telah melaksanakan Ops Pencarian namun belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban. 



Selanjutnya, pada tanggal 18/03 Kantor SAR Kendari melaksanakan koordinasi bersama Kantor SAR Ambon guna bantuan Pemapelan kepeda SROP Ambon terkait laka laut tersebut. 


Selanjutnya pada tanggal 19/03 sekitar pukul 11.15 WIT, Kantor SAR Ambon menerima informasi dari Bapak Ali anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara melaporkan, kedua nelayan tersebut alhamdulilah berhasil ditemukan oleh nelayan dan dievakuasi menuju Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah. 


Mendapati laporan tersebut, pukul 11.30 WIT Kepala Kantor SAR Ambon yang saat itu sedang berada dengan Tim Patroli Siaga SAR Khusus Lebaran di Posko Mandiri Basarnas di Pelabuhan Tulehu, bersama-sama bergerak menggunakan KN SAR Bharata menuju Pulau Nusalaut guna Proses evakuasi kedua korban dengan jarak -+ 30,33 Nautical Mile. 


Sekitar pukul 13.25 WIT, KN SAR Bharata tiba di Pulau Nusalaut dan dilanjutkan penjemputan kedua korban oleh Tim SAR Gabungan. 


Pukul 14.27 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban ke atas KN SAR Bharata guna dibawa menuju Pelabuhan Tulehu.


Selaku Kepala Kantor, Muhamad Arafah menjelaskan "Melalui Koordinasi Lintas Sektoral antara Kantor SAR Kendari, Polda Sulawesi Tenggara, dan Kantor SAR Ambon alhamdulillah Tuhan Yang Maha Esa mendengar doa kita semua sehingga kedua korban berhasil ditemukan oleh Nelayan Desa Abubu dalam keadaan selamat. Saat ini seluruh korban masih bersama kami dan hasil koordinasi bersama  keluarga di Sulawesi Tenggara, pada dini hari tanggal 20/03 Kantor SAR Ambon akan membantu kedua korban untuk diberangkatkan dengan KM.Cirimai menuju tempat asal. 


Data korban :

1. La Ode Johori 52/L

2. La Kasirudin 34/L


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (V374) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT