Masohi, Globaltimurnn.com — Malam itu, Lapangan Nusantara tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk merayakan hari jadi sebuah kota. Di bawah cahaya lampu panggung, di antara alunan musik, sorak kegembiraan, dan wajah-wajah yang dipenuhi sukacita, ada sesuatu yang lebih dalam sedang dirayakan kenangan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap Kota Masohi.
Rabu (04/11/2026) malam, suasana Kota Masohi terasa berbeda. Setelah pada pagi harinya masyarakat mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi di Lapangan Nusantara, kemeriahan berlanjut melalui resepsi dan malam puncak perayaan yang menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.
Berbagai kalangan hadir, menyatu dalam suasana perayaan. Bagi sebagian orang, malam itu mungkin menjadi kesempatan menikmati hiburan. Namun, bagi masyarakat yang telah lama tumbuh dan menjalani kehidupan di Masohi, perayaan tersebut menyimpan makna yang jauh lebih besar.
Masohi bukan hanya sebuah kota tempat aktivitas berlangsung. Ia adalah tempat seseorang dilahirkan, dibesarkan, membangun keluarga, mengejar cita-cita, dan menyimpan cerita kehidupan.
Di kota inilah banyak kenangan tumbuh. Ada persahabatan yang terjalin, ada perjuangan yang dilalui, dan ada kerinduan yang selalu membawa seseorang ingin kembali, sejauh apa pun langkahnya pergi.
Pesan tentang makna itulah yang terasa kuat dalam sambutan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, S.P., M.A.P., pada resepsi malam puncak HUT ke-69 Kota Masohi.
Di hadapan masyarakat dan para tamu undangan, Zulkarnain mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak memaknai hari jadi kota hanya sebagai perayaan bertambahnya usia. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi ruang untuk mengingat perjalanan bersama, mempererat persaudaraan, dan memperkuat tekad membangun masa depan.
Mengawali sambutannya, Bupati mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga perayaan dapat berlangsung dalam suasana penuh kebahagiaan.
Ia kemudian menyampaikan penghargaan kepada Wakil Gubernur Maluku bersama istri, serta seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan merayakan kebahagiaan bersama masyarakat Kota Masohi.
“Atas nama masyarakat Kota Masohi dan Kabupaten Maluku Tengah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Wakil Gubernur bersama Ibu, serta seluruh tamu undangan yang telah hadir dan turut merayakan kebahagiaan bersama masyarakat Kota Masohi di malam ini,” ungkapnya.
Di balik kemeriahan yang tersaji, Zulkarnain juga tidak melupakan kerja keras orang-orang yang berada di balik terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan.
Apresiasi disampaikan kepada panitia pelaksana dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, serta kontribusi sejak tahap persiapan hingga malam apresiasi berlangsung.
Baginya, keberhasilan sebuah perayaan tidak mungkin berdiri sendiri. Ada kerja sama, kepedulian, dan semangat gotong royong dari banyak pihak yang membuat seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana.
Namun, bagian paling menyentuh dari sambutannya adalah ketika Zulkarnain berbicara tentang siapa sebenarnya Masohi bagi masyarakatnya.
Ia menggambarkan Masohi sebagai kota yang tumbuh dari semangat gotong royong, menjadi rumah bersama bagi semua orang, serta tempat masyarakat merajut harapan dan menyimpan begitu banyak kenangan.
“Masohi adalah kota yang tumbuh dari semangat gotong royong, kota yang menjadi rumah bagi kita semua, tempat kita merajut harapan dan menyimpan begitu banyak kenangan,” tuturnya.
Kemudian, sebuah ungkapan sederhana tetapi sarat makna disampaikan Bupati untuk menggambarkan kedekatan masyarakat dengan kota tersebut.
“Kota kecil sejuta kenangan yang selalu membuat kita rindu untuk kembali.”
Kalimat itu seolah merangkum perjalanan panjang Masohi selama 69 tahun. Sebuah kota yang mungkin tidak sebesar pusat-pusat metropolitan lainnya, tetapi memiliki ruang tersendiri di hati masyarakat yang pernah tumbuh, menetap, bekerja, dan membangun kehidupan di dalamnya.
Sebab, ukuran sebuah kota tidak selalu ditentukan oleh luas wilayah, megahnya bangunan, atau padatnya aktivitas ekonomi. Ada nilai yang jauh lebih penting, yakni bagaimana sebuah kota mampu menghadirkan rasa memiliki, menjaga persaudaraan, dan menjadi tempat masyarakat menemukan harapan.
Dari sudut pandang itulah, perayaan HUT ke-69 Kota Masohi menjadi momentum untuk kembali memperkuat ikatan sosial masyarakat.
Zulkarnain mengajak seluruh masyarakat agar terus menjaga kebersamaan, merawat persatuan, serta tidak kehilangan semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Kota Masohi.
Ajakan tersebut menjadi penting di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah. Sebab, kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kesediaan masyarakat untuk saling mendukung dan mengambil bagian dalam setiap proses pembangunan.
Menjelang akhir sambutannya, Bupati mengajak masyarakat menikmati malam perayaan bersama keluarga dengan penuh sukacita melalui penampilan para artis yang telah dipersiapkan panitia.
Malam itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk sejenak melepas rutinitas, berkumpul bersama keluarga, menikmati hiburan, sekaligus merayakan kebanggaan terhadap kota yang mereka cintai.
“Dirgahayu ke-69 Kota Masohi, bergerak, bertumbuh, berdaya,” tegas Zulkarnain menutup sambutannya.
Enam puluh sembilan tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya terdapat sejarah, perubahan, perjuangan, serta harapan yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Masohi telah melewati berbagai fase perjalanan. Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga identitas dan semangat kebersamaan tersebut sambil terus mendorong pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan Masohi tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga semakin kuat dalam persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat membangun daerah.
Ketika lampu panggung akhirnya dipadamkan, musik berhenti mengalun, dan masyarakat kembali ke rumah masing-masing, kemeriahan malam itu mungkin perlahan menjadi kenangan. Namun, ada pesan yang seharusnya tidak ikut berlalu bersama berakhirnya perayaan.
Bahwa Masohi bukan sekadar tempat untuk tinggal, melainkan rumah yang menyimpan cerita dan menyatukan banyak kehidupan. Sebuah kota yang harus terus dijaga, dibangun, dan diwariskan dalam keadaan lebih baik kepada generasi mendatang.
Karena pada akhirnya, yang membuat seseorang selalu ingin kembali bukan semata-mata tempat yang indah, melainkan kenangan, persaudaraan, dan rasa memiliki yang tumbuh di dalamnya.
Masohi, kota kecil sejuta kenangan. 69 tahun bergerak, bertumbuh, dan terus berdaya.(Za)



