Malteng, globaltimurnn.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda kawasan hutan Negeri Saleman, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Kebakaran yang telah berlangsung lebih dari satu bulan ini menghanguskan puluhan hektare kawasan hutan dan dusun milik warga.
Kobaran api yang terus muncul di sejumlah titik membuat warga harus berjibaku melakukan pemadaman secara manual. Dengan peralatan seadanya, masyarakat berupaya menghalau api agar tidak semakin meluas dan merembet ke kawasan hutan maupun perkebunan warga lainnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena sebagian kawasan yang terbakar merupakan dusun atau lahan yang selama ini dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas perkebunan.
Warga secara bergotong royong mendatangi lokasi kebakaran untuk memadamkan titik-titik api. Upaya dilakukan dengan peralatan sederhana, mengingat keterbatasan sarana pemadaman di lokasi.
Namun, kondisi medan yang sulit serta cuaca panas dan kering membuat proses pemadaman tidak mudah. Api dapat kembali menyala ketika masih terdapat bara di dalam kawasan yang telah terbakar.
Karhutla juga diperparah oleh kondisi kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Maluku. Fenomena El Nino yang masih berlangsung turut meningkatkan kondisi kekeringan sehingga vegetasi menjadi mudah terbakar dan api lebih cepat merambat.
Salah seorang warga, Susan, yang dikonfirmasi Kamis, 08/10/2026 mengaku prihatin dengan kondisi kebakaran yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.
Ia khawatir kebakaran tidak hanya menghanguskan kawasan hutan dan dusun yang telah terbakar, tetapi juga merembet ke perkebunan warga yang berada di sekitar lokasi.
Menurut warga, kondisi ini membutuhkan perhatian serius karena kebakaran telah berlangsung cukup lama dan luas area yang terdampak terus bertambah.
Masyarakat berharap adanya dukungan penanganan dari pemerintah dan pihak terkait, terutama berupa peralatan pemadaman serta personel untuk membantu warga mengendalikan titik-titik api.
Warga juga berharap kondisi cuaca segera membaik dan hujan turun sehingga dapat membantu memadamkan bara yang masih tersisa serta mengurangi risiko kebakaran meluas ke kawasan lainnya.
Dengan kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa waktu ke depan, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api baru, khususnya di kawasan hutan dan perkebunan yang kondisinya semakin kering. (Rdks)
