Bengkel Kerja Lapas Piru Jadi Ruang Berkarya, Warga Binaan Asah Keterampilan Untuk Bekal Kembali ke Masyarakat - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 08 Oktober 2026

Bengkel Kerja Lapas Piru Jadi Ruang Berkarya, Warga Binaan Asah Keterampilan Untuk Bekal Kembali ke Masyarakat


Piru
, Globaltimurnn.com — Suasana berbeda terlihat di Bengkel Kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru, Kamis (08/10/2026). Di tengah aktivitas pembinaan, tiga Warga Binaan tampak tekun mengerjakan karya masing-masing. Ada yang membuat lukisan pasir, merangkai miniatur kapal, hingga mengolah bahan menjadi meja dan kursi. Bagi mereka, aktivitas tersebut bukan sekadar mengisi waktu, tetapi menjadi kesempatan untuk belajar, berkarya, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang secara berkelanjutan dilakukan Lapas Piru. Melalui Bengkel Kerja, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan melalui praktik langsung. 


Setiap proses menuntut ketelitian, kesabaran dan tanggung jawab, sehingga selain menghasilkan produk, kegiatan ini juga membentuk sikap kerja dan rasa percaya diri. Karya yang dihasilkan pun memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.


Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Piru, Ode Mustafa, mengatakan keterlibatan Warga Binaan secara langsung menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Menurutnya, setiap karya memiliki proses yang tidak instan dan membutuhkan ketekunan. “Setiap karya dikerjakan melalui proses yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Dari sini Warga Binaan belajar mengasah keterampilan sekaligus memahami bahwa sebuah karya yang baik membutuhkan proses dan tanggung jawab,” ujarnya.


Bagi Warga Binaan berinisial S, kesempatan berkegiatan di Bengkel Kerja memberikan pengalaman baru. Ia mengaku awalnya masih banyak melakukan percobaan, namun perlahan mulai memahami teknik dan cara menghasilkan karya dengan lebih teliti. “Awalnya saya masih belajar dan banyak mencoba. Sekarang saya mulai memahami cara membuat karya dengan lebih teliti. Yang paling penting, kegiatan ini membuat saya bisa menggunakan waktu dengan sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.


Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh Ramdhan Basir, menilai pembinaan kemandirian memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan sebuah produk. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal bagi Warga Binaan ketika kembali ke masyarakat. “Pembinaan kemandirian tidak berhenti pada menghasilkan sebuah produk. Yang kami bangun adalah kemampuan, pengalaman, dan kepercayaan diri agar Warga Binaan memiliki bekal untuk menjalani kehidupan secara lebih produktif,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan pihaknya akan terus membuka ruang bagi Warga Binaan untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Menurutnya, setiap orang memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan apabila diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat. “Setiap Warga Binaan memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Tugas kami adalah menyediakan ruang pembinaan yang memungkinkan potensi tersebut tumbuh menjadi keterampilan yang bermanfaat dan bernilai,” tegas Hery.


Keberadaan Bengkel Kerja di Lapas Piru diharapkan terus menjadi bagian penting dalam proses pembinaan, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi Warga Binaan untuk belajar dan menghasilkan karya. Lebih dari sekadar membuat meja, kursi, miniatur maupun lukisan pasir, setiap karya menjadi bagian dari proses mempersiapkan mereka untuk kembali menjalani kehidupan secara mandiri di tengah masyarakat. 


Langkah tersebut juga sejalan dengan arah 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya penguatan pembinaan yang mendorong Warga Binaan memiliki keterampilan dan kemampuan produktif sebagai bekal dalam proses reintegrasi sosial. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT