Ambon, Globaltimurnn.com — Pengurus Besar Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Laimu (PB IPPMAL) periode 2026-2029 resmi dikukuhkan. Organisasi yang menjadi wadah berhimpun pemuda, pelajar, dan mahasiswa asal Negeri Laimu ini didorong untuk tidak berhenti pada kegiatan internal organisasi, tetapi ikut mengambil bagian dalam pembangunan Maluku.
Pelantikan dipimpin langsung Kepala Pemerintah Negeri Laimu, Abdul Kadir, dan berlangsung di Auditorium SUPM Ambon, Sabtu (29/08/2026).
Mengusung tema “Bersatu dalam Semangat Persaudaraan, Berkarya untuk Kemajuan Maluku Menuju Indonesia Emas 45”, momentum tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk melahirkan kerja-kerja nyata yang berdampak bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Abdul Kadir mengingatkan bahwa perubahan merupakan sesuatu yang terus bergerak dan tidak dapat dihindari. Karena itu, generasi muda harus memiliki kesiapan, kemampuan, serta keberanian untuk beradaptasi dan mengambil peran.
Perubahan tidak akan menunggu siapapun. Ia berlalu begitu cepat. Maka, sebagai insan yang berakal, sudah sepantasnya kita mempersiapkan diri untuk melaju bersama perubahan, ujar Abdul Kadir.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pemuda Laimu, kata dia, harus mampu menunjukkan kapasitasnya dan tidak merasa tertinggal dibandingkan generasi muda dari daerah lain.
“Para pemuda dan mahasiswa yang lahir di ujung timur Indonesia harus mampu berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah bersama pemuda dan mahasiswa lainnya,” katanya.
Ia berharap IPPMAL dapat menjadi ruang tumbuhnya pemikiran kritis, kreativitas, serta gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi program konkret bagi masyarakat dan daerah.
Sementara itu, Ketua Umum PB IPPMAL periode 2026-2029, Amir, mengatakan kepengurusan baru akan terus memperkuat jaringan organisasi di berbagai daerah.
Saat ini, IPPMAL telah memiliki cabang di Jakarta, Makassar, dan Ambon. Organisasi tersebut juga menargetkan pembentukan cabang baru di Maluku Utara dan Kota Sorong.
Menurut Amir, luasnya jaringan tersebut bukan sekadar memperbesar struktur organisasi, tetapi menjadi modal untuk mempererat hubungan antarpemuda Laimu yang berada di berbagai daerah.
“Kehadiran saudara-saudari sekalian bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah jaringan yang wajib kita pelihara selamanya sebagaimana hakikat orang bersaudara,” ujar Amir.
Ia menegaskan, pemuda dan mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton ketika berbagai persoalan terjadi di daerah. Sebaliknya, generasi muda harus mampu hadir dengan gagasan dan solusi.
Amir juga mengingatkan pentingnya menghindari kepentingan kelompok yang dapat memecah persatuan pemuda.
“Perjuangan berbasis kelompok-kelompok hanya menghasilkan kepentingan politik praktis. Karena itu, bersatu dalam semangat persaudaraan dan berkarya untuk kemajuan Maluku menuju Indonesia Emas 45 harus menjadi perjuangan bersama,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang yang lebih luas bagi organisasi kepemudaan untuk terlibat dalam proses pembangunan, termasuk memberikan kesempatan bagi pemuda untuk menyampaikan gagasan dan ikut berkontribusi dalam berbagai kebijakan daerah.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia pelantikan, Syamsul Kumkelo, menekankan agar kepengurusan baru tidak menjadikan pelantikan sebagai puncak kegiatan organisasi.
Menurutnya, kepengurusan periode 2026-2029 harus mampu menerjemahkan amanah organisasi ke dalam kerja nyata, termasuk mengambil peran dalam pembangunan dan mendorong kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dibacakan dalam pelantikan, kepengurusan PB IPPMAL akan menjalankan mandat selama tiga tahun.
Seluruh pengurus juga diwajibkan menjaga persatuan, membangun kerja sama, mengedepankan musyawarah, serta menjaga nama baik Negeri Laimu dan organisasi.
Dengan mandat tersebut, PB IPPMAL periode 2026-2029 diharapkan mampu menjadikan semangat persaudaraan sebagai kekuatan untuk melahirkan gagasan, kader, dan kontribusi nyata bagi kemajuan Maluku.(Za)
