Saadiah Uluputty: Lapas Harus Jadi Tempat Membina, Bukan Sekadar Menghukum - globaltimurnn.com

Kamis, 06 Agustus 2026

Saadiah Uluputty: Lapas Harus Jadi Tempat Membina, Bukan Sekadar Menghukum


Ambon
, Globaltimurnn.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Saadiah Uluputty, S.T., mengapresiasi pelaksanaan Pekan Olahraga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar oleh jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku.


Menurut Saadiah, kegiatan olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi memiliki makna penting dalam membangun karakter, memperkuat semangat kebangsaan, serta meningkatkan kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.


"Pekan olahraga ini menanamkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. Selain itu, menjadi sarana untuk saling mengenal, meningkatkan kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, memperkuat kerja sama tim, menjunjung tinggi sportivitas, sekaligus menjaga kebugaran fisik agar seluruh petugas tetap sehat dan kuat dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat," ujarnya.


Ia menilai semangat yang ditunjukkan seluruh peserta di Kota Ambon sangat luar biasa. Menurutnya, antusiasme tersebut mencerminkan semangat kebersamaan yang akan berdampak positif terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.


"Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ketika jiwa kita kuat, maka setiap pekerjaan akan dilakukan dengan penuh semangat, keikhlasan, dan ketulusan. Dengan begitu, petugas dapat memberikan pelayanan sepenuh hati, penuh senyum, sehingga masyarakat maupun petugas sama-sama merasakan kebahagiaan," katanya.


Pada kesempatan itu, Saadiah juga mengapresiasi keberhasilan Maluku meraih juara pertama dalam lomba UMKM tingkat nasional melalui produk minyak kayu putih dari Kabupaten Buru.


Menurutnya, prestasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah kepada masyarakat Indonesia sekaligus mendorong pengembangan ekonomi lokal.


"Prestasi ini bukan hanya sebuah kemenangan, tetapi juga menjadi langkah untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Maluku kepada masyarakat luas. Potensi ini harus terus dikembangkan karena mampu meningkatkan daya saing, memperkuat talenta bisnis, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah," jelasnya.


Lebih lanjut, Saadiah menegaskan bahwa paradigma pemasyarakatan saat ini tidak lagi sekadar berorientasi pada penahanan, tetapi lebih mengedepankan proses pembinaan dan reintegrasi sosial sebagaimana semangat dalam pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).


Menurutnya, lembaga pemasyarakatan memiliki tanggung jawab untuk memulihkan kehidupan warga binaan melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.


"Lapas bukan hanya tempat menahan seseorang secara fisik, tetapi tempat membangun kesadaran, memberikan pembinaan, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali berintegrasi dengan masyarakat setelah bebas nanti," ungkapnya.


Ia menjelaskan bahwa sistem pembinaan telah memiliki peta jalan (road map) dan cetak biru (blueprint) yang jelas, sehingga setiap warga binaan diarahkan untuk memiliki bekal keterampilan sesuai potensi masing-masing.


"Setiap manusia memiliki potensi untuk menjadi lebih baik. Karena itu, mereka yang pernah melakukan kesalahan harus diberikan kesempatan untuk bangkit, memperbaiki diri, dan kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.


Saadiah juga mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif terhadap mantan warga binaan.


"Sudah saatnya kita menghapus anggapan bahwa orang yang keluar dari lapas harus dijauhi atau tidak dipercaya. Justru mereka perlu diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka telah berubah dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya," tegasnya.


Ia menambahkan, keberhasilan proses pembinaan sangat bergantung pada peran petugas pemasyarakatan sebagai pembimbing sekaligus pendamping bagi warga binaan.


"Petugas pembina harus menjadi sosok yang mampu membangun kedisiplinan, mengembalikan rasa percaya diri warga binaan, serta menanamkan keyakinan bahwa mereka masih memiliki masa depan. Jangan sampai mereka merasa bahwa setelah masuk lapas hidup mereka telah berakhir. Justru di sinilah tempat mereka dibina, disadarkan, dan dipersiapkan untuk bangkit kembali menjadi pribadi yang lebih baik," pungkas Saadiah.


Mengakhiri keterangannya, Saadiah mengucapkan selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta berharap semangat kebersamaan dan pengabdian terus tumbuh di lingkungan pemasyarakatan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT