Bukan Sekadar Lomba Yacht! Darwin–Banda Race Buka Jalan Banda Menuju Destinasi Maritim Dunia - globaltimurnn.com

Jumat, 07 Agustus 2026

Bukan Sekadar Lomba Yacht! Darwin–Banda Race Buka Jalan Banda Menuju Destinasi Maritim Dunia


Banda
, globaltimurnn.com – Rangkaian Darwin–Banda Yacht Race 2026 resmi berakhir. Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, secara resmi menutup Trophy Presentation & Closing Ceremony Darwin–Banda Yacht Race 2026 yang berlangsung di Banda Neira, Jumat, 07/08/2026.


Penutupan ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelayaran internasional dari Darwin, Australia, menuju Kepulauan Banda dengan menjunjung tinggi sportivitas, persahabatan, dan semangat kebersamaan.


Dalam sambutannya, Bupati Maluku Tengah menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang serta penghargaan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam ajang pelayaran tersebut.


Menurut Zulkarnain, Darwin–Banda Yacht Race bukan sekadar kompetisi pelayaran, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarmasyarakat lintas negara sekaligus memperkenalkan Banda Neira kepada dunia.


"Kehadiran para pelayar dari berbagai negara tidak hanya menjadi bagian dari sebuah kompetisi pelayaran, tetapi juga mempererat hubungan antarmasyarakat dan memperkenalkan Banda kepada dunia sebagai kawasan yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan pesona bahari," ujar Bupati.


Ia menilai penyelenggaraan kegiatan tersebut memberikan peluang besar bagi Kepulauan Banda untuk semakin dikenal sebagai destinasi wisata maritim yang memiliki daya tarik sejarah, budaya, alam, dan kekayaan rempah yang telah dikenal dunia.


Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Ambon Sailing Community (ASC) selaku penyelenggara, seluruh panitia, aparat keamanan, relawan, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Darwin–Banda Yacht Race 2026 dapat berlangsung dengan baik dan aman.


"Kami berharap keindahan alam, kekayaan budaya, dan jejak sejarah Banda Neira menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta. Semoga kenangan tersebut menjadi alasan untuk kembali berlayar dan berkunjung ke Banda, sekaligus menginspirasi lebih banyak orang untuk mengenal Pulau Rempah yang mendunia," kata Bupati.


"Selamat melanjutkan pelayaran, dan semoga Banda Neira selalu memiliki tempat di hati seluruh peserta," pesannya setelah resmi menutup seluruh rangkaian Darwin–Banda Yacht Race 2026.


ASC: Bukan Sekadar Kompetisi Pelayaran Sementara itu, Ketua Ambon Sailing Community, Nico Tulalessy, mengatakan Darwin–Banda Yacht Race memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi di laut.


Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan persahabatan antara masyarakat Darwin, Australia, dengan masyarakat Banda, Maluku.


Nico menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, khususnya Bupati Maluku Tengah, atas dukungan dan kehadiran secara langsung selama rangkaian kegiatan berlangsung.


Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan kegiatan bertaraf internasional di Kepulauan Banda.


Apresiasi juga disampaikan kepada Ir Kodaeral IX Ambon yang telah memfasilitasi pengawalan dan pengamanan laut sehingga seluruh peserta dapat tiba di Banda dengan selamat.


Tidak hanya itu, Nico turut memberikan penghargaan kepada masyarakat Banda yang telah menyambut para peserta dengan keramahan dan semangat persaudaraan.


Menurutnya, sambutan hangat masyarakat menjadi bagian penting yang membuat pengalaman para pelayar selama berada di Banda semakin berkesan.


"Darwin–Banda Yacht Race 2026 diharapkan dapat terus berkembang menjadi agenda internasional yang memperkuat konektivitas maritim antara Australia dan Kepulauan Banda," ungkapnya .


Kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen promosi pariwisata Maluku Tengah, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian di Kepulauan Banda.


"Kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas pelayaran, masyarakat, dan berbagai pihak dapat terus diperkuat sehingga Darwin–Banda Yacht Race menjadi agenda berkelanjutan yang semakin mengangkat nama Banda sebagai destinasi maritim dunia sekaligus bagian penting dari sejarah Jalur Rempah," tutup Tulalessy  (Tim)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT