Bukan Sekadar Cafe, Sarang Kawalinya Bawa Cita Rasa Laut Maluku ke Poka - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar



Senin, 17 Agustus 2026

Bukan Sekadar Cafe, Sarang Kawalinya Bawa Cita Rasa Laut Maluku ke Poka


Ambon
, Globaltimurnn.com – Sebuah cerita tentang kekayaan laut Maluku kini hadir dalam bentuk yang berbeda di Kota Ambon. Bukan hanya dijual sebagai hasil tangkapan nelayan, ikan kawalinya diolah menjadi beragam sajian dan menjadi identitas utama Sarang Kawalinya Cafe & Resto di kawasan Poka, Negeri Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon.


Di balik hadirnya tempat kuliner tersebut terdapat sosok Gregorio Linusa, atau yang akrab disapa Bung Gio. Bagi Gio, terjun ke dunia kuliner bukan sekadar membuka usaha baru, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membawa kembali cita rasa lokal Maluku melalui sebuah tempat yang dapat dinikmati berbagai kalangan.


Sarang Kawalinya Cafe & Resto dirancang dengan konsep yang cukup berbeda. Pengunjung tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga dapat bersantai, menikmati kopi, berbincang, bekerja, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga maupun orang-orang terdekat.


Saat peresmian Sarang Kawalinya Cafe & Resto, Gio mengaku bersyukur karena usaha yang dibangun bersama dukungan keluarga tersebut akhirnya dapat diwujudkan.


“Hari ini saya bersama orang tua bisa meresmikan Sarang Kawalinya Cafe & Resto. Terima kasih juga atas doa dari kedua orang tua yang sangat membantu dalam proses sampai Sarang Kawalinya Cafe & Resto ini berdiri,” ujar Gio.


Gio mengungkapkan, ada alasan sederhana namun kuat di balik pemilihan nama Sarang Kawalinya.


Menurutnya, ikan kawalinya memiliki cita rasa sekaligus cerita tentang kekayaan laut Maluku yang ingin ia angkat melalui usaha kuliner.


“Tempat ini hadir karena ada satu alasan, yaitu ikan kawalinya. Kami ingin membawa cita rasa ikan kawalinya yang membawa kekayaan Maluku, lalu membawa cita rasa itu kembali ke sarangnya. Karena itu kami namakan Sarang Kawalinya Cafe & Resto,” jelasnya.


Bagi Gio, ikan kawalinya bukan hanya sekadar bahan dasar makanan. Lebih dari itu, ikan tersebut menjadi bagian dari identitas yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat melalui menu-menu yang disajikan.


Ia ingin menunjukkan bahwa kekayaan hasil laut Maluku dapat dikembangkan menjadi kuliner yang memiliki nilai tambah sekaligus memiliki daya tarik tersendiri.


“Bukan hanya soal makanan. Kami ingin membawa cita rasa Maluku melalui apa yang kami sajikan di sini,” katanya.


Konsep Sarang Kawalinya juga tidak berhenti pada urusan kuliner. Gio ingin menciptakan suasana yang membuat pengunjung merasa nyaman untuk kembali datang.


Ia berharap tempat tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas, mulai dari nongkrong, mengobrol, menikmati kopi, bekerja, hingga merayakan momen-momen sederhana bersama orang terdekat.


“Di sini bukan cuma soal makanan. Kami juga menciptakan ruang untuk santai, ngobrol dan ngopi bersama,” tuturnya.


Karena itu, Gio memiliki harapan agar Sarang Kawalinya dapat tumbuh menjadi lebih dari sekadar tempat makan.


“Harapan saya hanya satu, semoga Sarang Kawalinya Cafe & Resto bisa menjadi rumah kedua. Rumah untuk mengobrol, untuk bekerja, untuk merayakan hal-hal kecil dengan orang-orang tersayang dan untuk menemukan mimpi-mimpi baru,” ungkapnya.


Konsep tersebut diharapkan dapat membuat Sarang Kawalinya menjadi salah satu pilihan tempat berkumpul bagi masyarakat Kota Ambon, khususnya anak muda dan mahasiswa.


Untuk menjangkau lebih banyak konsumen, Gio mengatakan pihaknya berupaya menjaga harga menu tetap terjangkau.


Ia menyadari bahwa sebuah tempat kuliner tidak hanya harus menawarkan rasa dan suasana, tetapi juga harga yang dapat dijangkau berbagai lapisan masyarakat.


“Kami berusaha agar harga di sini tidak terlalu mahal. Kami ingin menjangkau semua kalangan dan memberikan yang terbaik supaya makanannya enak dan orang bisa puas makan di sini,” ujarnya.


Harga menu di Sarang Kawalinya disebut mulai dari sekitar Rp40 ribu, dengan menu yang sudah termasuk nasi.


Dengan kisaran harga tersebut, Gio berharap Sarang Kawalinya dapat menjadi pilihan bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga mahasiswa, pekerja, anak muda dan masyarakat umum.


Di tengah berkembangnya usaha kuliner di Kota Ambon, Gio berharap Sarang Kawalinya dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.


Menurutnya, semakin banyak usaha yang tumbuh tentu membuka peluang bagi masyarakat sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru.


“Saya berharap Sarang Kawalinya bisa membantu menumbuhkan ekonomi di Kota Ambon,” katanya.


Ia juga berharap penggunaan bahan pangan lokal dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan Maluku melalui sektor kuliner.


Dengan mengangkat ikan kawalinya sebagai menu utama, Gio ingin agar masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati makanan, tetapi juga mengenal cerita dan cita rasa yang dibawa dari kekayaan laut Maluku.


“Semoga Sarang Kawalinya bisa menjadi tempat nongkrong dan tempat pulang untuk orang-orang,” pungkasnya.


Kini, Sarang Kawalinya Cafe & Resto hadir membawa sebuah konsep sederhana: mengolah kekayaan laut Maluku menjadi pengalaman kuliner, sekaligus menciptakan ruang yang nyaman untuk berkumpul.


Dari seekor ikan kawalinya, lahirlah sebuah nama, sebuah cita rasa, dan sebuah harapan agar Sarang Kawalinya dapat menjadi bagian dari cerita pertumbuhan kuliner dan ekonomi Kota Ambon. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT