Ambon-Bandung Kembali Bicara Sister City, Kolaborasi Musik dan Desain Jadi Andalan - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar



Jumat, 28 Agustus 2026

Ambon-Bandung Kembali Bicara Sister City, Kolaborasi Musik dan Desain Jadi Andalan


Ambon
, Globaltimurnn.com — Wacana menjadikan Kota Ambon dan Kota Bandung sebagai sister city (kota saudara) kembali mendapat perhatian. Gagasan kerja sama yang telah dirancang sejak 2019 itu kini mulai dibicarakan kembali, dengan potensi kolaborasi di sektor ekonomi kreatif, musik, desain hingga kebudayaan.


Peluang tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kota Ambon ke DPRD Kota Bandung beberapa waktu lalu.


Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Librecht Tamaela, S.E., mengatakan pertemuan dengan DPRD Kota Bandung menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antarlembaga sekaligus membuka kembali pembahasan kerja sama antarkota.


Menurut Morits, kunjungan tersebut juga memiliki catatan tersendiri karena rombongan DPRD Kota Ambon untuk pertama kalinya diterima secara langsung oleh Ketua DPRD Kota Bandung sepanjang hubungan kemitraan kedua lembaga.


Puji syukur Alhamdulillah, dalam sepanjang sejarah DPRD Kota Ambon bermitra dengan rekan-rekan DPRD di Kota Bandung, baru pertama kali pimpinan tertinggi legislatif Kota Bandung secara langsung menerima rombongan DPRD Kota Ambon, ujar Morits.


Namun, pembahasan tidak hanya berkutat pada agenda legislatif. Dalam pertemuan itu, kedua pihak turut menyinggung kembali rencana sister city Ambon-Bandung yang sebelumnya telah digagas sejak 2019.


Morits menilai, gagasan tersebut memiliki peluang besar untuk diwujudkan mengingat kedua kota sama-sama memiliki kekuatan di sektor ekonomi kreatif dan berada dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN).


Ambon dikenal sebagai City of Music, sementara Bandung memiliki kekuatan pada bidang desain. Perbedaan karakter tersebut, kata Morits, justru dapat menjadi modal untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan.


Ambon sebagai City of Music dan Bandung sebagai kota desain, ini bisa menjadi dua bidang yang dikolaborasikan. Ini menjadi angin segar bagaimana kita menjajaki ke depan untuk berkolaborasi, katanya.


Morits mengatakan, rencana sister city tersebut sebelumnya sudah pernah dibicarakan, namun hingga kini belum sampai pada tahap implementasi.


Karena itu, DPRD Kota Ambon dan DPRD Kota Bandung sepakat mendorong agar pembahasan tersebut tidak kembali berhenti sebatas wacana.


“Kami DPRD Kota Ambon melakukan koordinasi dengan pemerintah kota, mereka juga melakukan koordinasi dengan pemerintah kota mereka, untuk bagaimana kita menyinergikan konsep yang pernah direncanakan tahun 2019 itu,” jelasnya.


Menurut dia, tindak lanjut nantinya perlu melibatkan kedua pemerintah kota. DPRD berperan mendorong komunikasi dan memberikan dukungan agar kerja sama tersebut dapat diwujudkan secara konkret.


Dulu itu sudah dirancang dari 2019, tetapi belum ada ending pelaksanaannya. Mudah-mudahan ke depan kerja sama antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Kota Ambon untuk menjadi kota sister city ini bisa kita wujudkan, harap Morits.


Di sisi lain, kunjungan kerja Pansus III DPRD Kota Ambon ke Bandung tetap berfokus pada pendalaman materi Ranperda Ketahanan Pangan.


Pansus III mempelajari Perda Kota Bandung Nomor 3 Tahun 2024 terkait pengelolaan dan penataan pangan, pangan industri dan pertanian yang dinilai dapat menjadi referensi dalam penyusunan regulasi ketahanan pangan di Kota Ambon.


Kota Bandung menjadi referensi dalam penyelenggaraan kerja Pansus III. Kami mendapatkan banyak materi dan referensi dari Perda Nomor 3 Tahun 2024, ungkapnya.


Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Pengelolaan dan Pemanfaatan Aset Daerah, Simon Saimima.


Morits menilai, banyak hal strategis yang diperoleh dari kunjungan tersebut. Tidak hanya terkait penyusunan regulasi ketahanan pangan, tetapi juga peluang membangun jejaring kerja sama yang lebih luas antara Ambon dan Bandung.


Ia berharap, jika sister city dapat direalisasikan, hubungan kedua kota tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi mampu menghasilkan program nyata bagi masyarakat, khususnya melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan ekonomi kreatif, promosi potensi daerah, musik, desain dan kebudayaan.


“Ini hal yang menarik dan penting dari kunjungan kerja Pansus III kemarin. Banyak materi yang kami dapatkan, bukan hanya untuk kebutuhan Pansus, tetapi juga bagaimana membangun hubungan dan kerja sama yang lebih kuat antara Kota Ambon dan Kota Bandung,” pungkasnya. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT