![]() |
| Foto : Tonggak Baru Pendidikan Vokasi Maluku, Polnam Resmi Mulai Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu |
Ambon, Globaltimurnn.com – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) kembali mencatat sejarah penting dalam pengembangan pendidikan vokasi di kawasan timur Indonesia.
Melalui prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama yang berlangsung di Kampus Polnam, Jalan Ir. M. Putuhena, Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (26/05/2026), pembangunan Gedung Kuliah Terpadu (GKT) resmi dimulai.
Pembangunan gedung modern tersebut menjadi simbol kebangkitan pendidikan vokasi di Maluku sekaligus wujud nyata komitmen Polnam dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan siap bersaing di era industri modern.
Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, ST., MM., menegaskan bahwa pembangunan Gedung Kuliah Terpadu bukan hanya sekadar pembangunan fisik kampus, tetapi juga menjadi representasi harapan besar bagi masa depan pendidikan di Maluku.
“Ini bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun masa depan generasi muda Maluku melalui pendidikan vokasi yang berkualitas,” ungkap Dady dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, perjuangan menghadirkan gedung tersebut telah dimulai sejak tahun 2019 melalui berbagai tahapan koordinasi dan presentasi bersama kementerian terkait.
Berbagai tantangan dan proses evaluasi panjang akhirnya terjawab pada tahun 2026 setelah proyek ini mendapatkan dukungan pendanaan melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Gedung Kuliah Terpadu Polnam nantinya akan menjadi pusat pembelajaran modern dengan fasilitas akademik yang lebih representatif dan berbasis teknologi.
Bangunan tersebut dirancang dengan konsep vertikal modern dan ramah lingkungan (green building), termasuk pemanfaatan energi solar cell untuk mendukung efisiensi energi kampus.
Selain itu Ketua Tim Teknis Pembangunan GKT Polnam, Vector R. Hutubessy, ST., M.Eng., menjelaskan bahwa gedung ini akan dibangun lima lantai dengan total luas sekitar 3.366,75 meter persegi.
Dengan Fasilitas yang akan tersedia meliputi :
1, 17 ruang kuliah
2, 10 laboratorium
3, ruang dosen
4, ruang kepala laboratorium
5, ruang koordinator program studi
6, conference room
7, mushola
8, fasilitas akademik penunjang lainnya.
Menurut Vector, pembangunan gedung ditargetkan selesai dalam waktu 227 hari kalender atau sebelum 31 Desember 2026 sesuai ketentuan proyek SBSN single years.
“Seluruh proses pembangunan akan mengutamakan kualitas, ketepatan waktu, transparansi, keselamatan kerja, dan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Proyek pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Polnam dibiayai melalui SBSN Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran mencapai Rp74,9 miliar.
Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh PT Karya Inti Bumi Konstruksi, sementara seluruh tahapan administrasi, teknis, hingga pengawasan proyek telah dipersiapkan secara matang.
Kehadiran Gedung Kuliah Terpadu ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan ruang belajar modern sekaligus memperkuat posisi Politeknik Negeri Ambon sebagai kampus vokasi unggulan di Indonesia Timur.
Di tengah tantangan pengembangan pendidikan di wilayah kepulauan, langkah besar Polnam ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di Maluku terus bergerak maju menuju masa depan yang lebih kompetitif dan berkualitas. (Za)



