
Foto : Waka Polres SBB Turun Lansung Pimpin Mediasi Kesepakatan Perdamaian Pasca Bentrok Antar Pemuda Di Kecamatan Kairatu
Kairatu, Globaltimurnn.com - Pasca bentrok warga Dusun Pakarena, Kelapa Dua, Kamarian, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat beberapa hari lalu menarik perhatian Polres Seram Bagian Barat bergerak cepat, mencegah konflik berkelanjutan.
Bentrok warga antara Desa Kamarian dan Dusun Pakarena, Dusun Kelapa Dua itu, cukup menarik perhatian semua pihak, dan cukup menegangkan.
Salah paham yang mengakibatkan bentrok tersebut, pihak Kepolisian Polres Seram Bagian Barat bergerak cepat melakukan mediasi bersama antara staf pemerintah Desa Kamarian, Staf Dusun Kelapa Dua, Staf Dusun Pakarena serta sejumlah tokoh masyarakat, Babinsa Dusun Air Buaya Serka Irwan Walla, Babinsa Kelapa Dua Serka Basrun Tamher.
Kegiatan mediasi yang di gelar tersebut di gelar di ruang pertemuan Polsek Kairatu, Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, sekitar pukul 17 : 00 Wit. Kamis 09/04/2026
Waka Polres SBB Kompol Beni Kurniawan. SH, S. I. K, MA, di dampingi oleh Kasiwas Iptu. H. Nikijuluw, KBO Sabhara Polres SBB Ipda. Viktor Tantoly, bersama sejumlah personel Polres SBB, personel Polsek Kairatu, mewakili Kapolsek Kairatu Kanit Sabhara Aiptu. Abdul Kenne.
Akhir pertemuan, waka Polres SBB berikan apresiasi kepada semua pihak yang berkomitmen untuk Damai dan tidak melakukan hal hal lain yang merugikan nantinya.
Kata Waka Polres" Dalam kesepakatan tersebut semua pihak berkomitmen tidak akan ada aksi balas membalas terkait peristiwa tersebut, dan hal tersebut akan di harapkan oleh setiap pimpinan Desa dan Dusun.
Selain itu, Waka Polres juga menyampaikan adanya efek jera sesuai permintaan dari pihak Desa maupun Dusun, Polisi akan melakukan proses hukum pada pelaku pemicu dan pembawa onar di masyarakat.
Dalam penanganan proses hukum, Waka Polres mengharapkan semua pihak bisa adanya keterbukaan menyerahkan pelaku, agar bisa membantu pihak Kepolisian dalam mengungkap pelaku pelanggar tindak pidana.
Waka Polres pun berharap agar perlu adanya pemahaman ke masyarakat oleh pimpinan Desa maupun Dusun, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan terpancing dengan setiap isu yang belum tentu benar, apalagi isu yang memecahkan kedamaian masyarakat.
Pihak Desa maupun Dusun dalam, proses mediasi penyelesaian damai bentrok warga, bersepakat untuk pihak Kepolisian bertindak tegas pada pengguna knalpot brom, serta setiap mobil yang menggunakan spiker Toa dalam membunyikan lagu.
Terkait masalah korban akibat bentrok warga, diharapkan adanya kesepakatan saling membantu dalam penanganan biaya operasi korban, karena hingga saat ini korban belum diambil tindakan operasi karena terbentur biaya yang cukup besar, sehingga ada kesepakatan bersama saling membantu dalam pengumpulan biaya operasi, selain itu berdasarkan informasi yang diterima ada upaya bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten SBB dalam bentuk dana guna membantu biaya operasi korban.
Semua pihak yang terlibat dalam kesepakatan penyelesaian damai, berkomitmen tidak akan lakukan pemalangan jalan dan bagi yang melakukan akan tanggung resikonya sendiri.
Waka Polres juga menyampaikan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli malam guna memantau setiap aktifitas masyarakat kususnya anak remaja, dan pemuda agar bisa menurunkan adanya pemicu konflik. (V374)

