
Foto : Sandar di Ambon, Komandan KRI REM-331: Terimakasih Komandan Kodaeral lX Merflug KRI REM-331
Ambon, Globaltimurnn.com - Komandan KRI Raden Eddy Martadinata-331 (REM-331), Kolonel Laut (P) Andi Kristanto mengucapkan terimakasih atas sambutan hangat Komandan Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Dankodaeral) IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. saat Merflug KRI REM-331 di Dermaga Tawiri Kodaeral lX, Kota Ambon, Maluku, Sabtu (4/4/2026).
"Sebagai Komandan KRI REM-331, kami merasa terhormat di saat hari libur, beliau berserta staf maupun dari Guspurla Koarmada III berkenan untuk merflu KRI REM-331," ungkapnya.
Saat bertemu dengan Dankodaeral lX, la menceritakan pengalaman saat pertama KRI REM-331 menerima perintah untuk melaksanakan Latma Kakadu 2026 di Sydney.
Latma Kakadu Tahun 2026 merupakan latihan rutin antara TNI Angkatan Laut dan Royal Australian Navy (RAN) yang bertujuan meningkatkan interoperabilitas, kerja sama taktis, serta memperkuat hubungan bilateral kedua negara di bidang pertahanan maritim.
Terhitung 3 Maret 2026 hingga 12 April mendatang, dimana selama perjalanan pergi dan pulang, KRl REM-331 transit di beberapa kota untuk pengisian bahan bakar dan logistik lainnya, juga melaksanakan courtesy call kepada Konsulat Jenderal Rl di Sydney dan latihan peran berseri lainnya.
Selama di Australia lanjutnya, sebelum melaksanakan latihan, KRl REM-331 melaksanakan Harbour Phase, di mana seluruh peserta yang terdiri dari 34 kapal perang, melaksanakan diskusi bersama, merencanakan suatu latihan besar, dan kemudian dilanjutkan dengan tahap Sea Phase.
Disini terang Andi -sapaan akrab Komandan KRI REM-331, seluruh unsur dibagi dalam beberapa Task Unit yang mempunyai tugas tertentu dan dipimpin oleh salah satu negara untuk memasangkan tugas secara terintegrasi untuk menguji interoperabilitas antar negara, khususnya untuk kapal perang.
"Pada latihan ini, saya menitikberatkan pada pengujian profesionalisme tiap-tiap pengawak dari kapal perang, khususnya untuk domen peperangan anti udara, domen peperangan bawah air, domen peperangan kapal permukaan, dan maupun domen peperangan elektronika," terangnya.
Pada saat Harbour Phase tambahnya, dilaksanakan diskusi untuk perencanaan latihan, dan pada saat Sea Phase kita melaksanakan apa yang telah kita rencanakan.
"Dari tiap-tiap rencana yang telah dikerjakan oleh tiap Komandan Task Unit. Disitu nanti pada saat endingnya adalah latihan pertempuran antara gugus Tugas Merah dan gugus Tugas Biru," ujarnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendukung kesiapan operasional serta memperkuat kerja sama antar unsur TNI Angkatan Laut dalam menghadapi berbagai dinamika tugas di wilayah perairan Indonesia nanti.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan sinergi, koordinasi, dan profesionalisme prajurit dalam mendukung keberhasilan setiap operasi dan latihan yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Laut. (V374)


