Miris, 4 Tahun Berjalan SMPN 3 Kairatu Barat Tidak Ada Apa - Apa, Butuh Perhatian Serius Pemda SBB - globaltimurnn.com


Kamis, 09 April 2026

Miris, 4 Tahun Berjalan SMPN 3 Kairatu Barat Tidak Ada Apa - Apa, Butuh Perhatian Serius Pemda SBB

Foto : Miris, 4 Tahun Berjalan SMPN 3 Kairatu Barat Tidak Ada Apa - Apa, Butuh Perhatian Serius Pemda SBB

Nuruwe
, Globaltimurnn.com - Empat tahun berdiri dan memiliki sebanyak 101 siswa sejak 2023 mulai diresmikan, SMPN 3 Kairatu Barat sangat miris saat melihat secara dekat, baik ruang kelas, maupun bangunan sekolah. 


Pantauan media ini, Jumat 10 April 2026, sekitar pukul 09 : 00 Wit, terlihat sangat memprihatinkan kondisi sekolah. 


Walau dibangun atas kebersamaan masyarakat dan orang tua siswa, secara swadaya dengan anggaran yang tersalur dari sejumlah donatur, namun dalam perjalanan lembaga pendidikan tersebut sangat memprihatinkan padahal anggaran dana BOS senilai ratusan juta. 


Siswa belajar menggunakan kursi yang di bawah dari rumah atas tanggungan orang tua, baik kursi plastik, maupun kursi kayu. 


Sekolah tidak terawat dengan baik, pintu jendela dibiarkan rusak dinding maupun papan tulis pun dibiarkan rusak tanpa ada perhatian pihak sekolah sejak 2023 hingga kini. 


Sekolah sejak 2023 hingga kini berlantai beton kasar yang sudah hancur dan kini sebagian telah pecah, hancur dan rusak, namun masih menjadi tempat pijakan setiap kaki siswa. 


Belum lagi ruang belajar tidak memiliki plafon dan akan rusak termakan usia, karena tidak ada perhatian pihak sekolah selama ini. 


Ketua komisi I DPRD SBB dalam kunjungannya memantau lansung kondisi sekolah pagi ini, Fredy Pentury sempat melontarkan janji akan memperhatikan sekolah tersebut dengan mendorong sejumlah bantuan mobile yang dapat di pergunakan untuk perlancar proses belajar mengajar. 


SMPN 3 Kairatu Barat memiliki 101 siswa, 13 tenaga guru, memiliki tiga ruang belajar,  untuk kelas 7 terbagi menjadi 2 kelas, hanya memiliki satu ruang belajar, sehingga salah satu ruang pada ruang guru di manfaatkan untuk satu kelas 7, karena keterbatasan ruang belajar. 


Siswa kelas 7 sebanyak 42, terdiri dari 7A sebanyak 17 orang, 7B sebanyak 25 orang, sementara kelas 8 hanya satu kelas dengan jumlah siswa sebanyak 27, sedangkan untuk kelas 9 sebanyak 32 siswa. 


Kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan nini, membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah Kabupaten Seram Bagian Barat, demi peningkatan mutu pendidikan, adanya ketersediaan mobile guna menunjang proses belajar mengajar yang memadai, penambahan bangunan sebagai ruang belajar yang sangat di butuhkan. (Yan) 


Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT