Demi Membuka Akses Desa Terisolasi, TNI AD Jalankan Program Presiden RI, Bangun 21 Jembatan Garuda Di Maluku - globaltimurnn.com


Rabu, 01 April 2026

Demi Membuka Akses Desa Terisolasi, TNI AD Jalankan Program Presiden RI, Bangun 21 Jembatan Garuda Di Maluku


Foto : Demi Membuka Akses Desa Terisolasi, TNI AD Jalankan Program Presiden RI, Bangun 21 Jembatan Garuda Di Maluku

Ambon
, Globaltimurnn.com - Kabar baik bagi warga di pelosok Maluku dan Maluku Utara. Pemeritah Pusat melalui TNI Angkatan Darat resmi memulai pembangunan "Jembatan Garuda" di 21 titik strategis. Proyek besar ini diawali dengan acara peletakan batu pertama (Groundbreaking) yang dipimpin langsung oleh Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, melalui video conference (vicon) di Makodam Pattimura, Ambon, Rabu (1/4/2026).


​Pembangunan puluhan jembatan ini merupakan program khusus Presiden RI untuk membantu warga di wilayah pedalaman yang selama ini kesulitan akses transportasi. Dengan adanya jembatan ini, wilayah yang dulunya terisolasi kini akan terhubung, sehingga urusan perjalanan dan angkut barang menjadi lebih mudah dan cepat.


​Brigjen TNI Julius Jolly Suawa menjelaskan bahwa jembatan-jembatan ini akan tersebar di dua provinsi. Untuk wilayah Maluku (Korem 151/Binaiya), pembangunan mencakup wilayah Masohi, Namlea, Saumlaki, dan Seram Bagian Barat. Sementara untuk wilayah Maluku Utara (Korem 152/Baabullah), jembatan akan dibangun mulai dari Ternate, Tidore, Tobelo, Labuha, Kepulauan Sula, Weda, hingga Morotai.


"Kami berharap jembatan ini bisa mempercepat ekonomi warga. Kalau akses jalannya lancar, ekonomi pasti tumbuh lebih baik," ujar Brigjen Julius saat memberikan arahan.


​Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan dari Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M., yang meminta seluruh jajaran TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah untuk bahu-membahu mensukseskan proyek ini. Dukungan dan doa dari masyarakat setempat juga dinilai sangat penting agar pembangunan bisa selesai tepat waktu.



Jika seluruh 21 jembatan ini rapung, diharapkan tidak ada lagi cerita tentang desa yang terputus aksesnya saat musim hujan atau kendala transportasi yang menghambat aktivitas harian warga di pelosok Maluku dan Maluku Utara. (Red) 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT