1.298 Lulusan Diwisuda, Dies Natalis ke-63 Universitas Pattimura Tegaskan Arah Global Berbasis Kepulauan - globaltimurnn.com

Kamis, 23 April 2026

1.298 Lulusan Diwisuda, Dies Natalis ke-63 Universitas Pattimura Tegaskan Arah Global Berbasis Kepulauan

Foto : 1.298 Lulusan Diwisuda, Dies Natalis ke-63 Universitas Pattimura Tegaskan Arah Global Berbasis Kepulauan

Ambon
, Globaltimurnn.com - Universitas Pattimura Ambon mewisudakan sebanyak 1. 298 lulusan periode April 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Dies Natalis ke-63, Kamis (23/04/2026). 


Para lulusan mulai dari jenjang sarjana, profesi, magister, hingga doktor resmi dikukuhkan dalam rapat terbuka luar biasa senat universitas tersebut.


Prosesi wisuda yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya ini juga melibatkan lulusan dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Maluku Barat Daya.


Ketua Senat Universitas Pattimura, Prof. Dr. Tonny D. Pariela, M.A, secara resmi membuka sidang.


Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa momentum wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi bagian dari refleksi nilai dan arah pengembangan universitas. Ia menekankan pentingnya ideologi monokomplementerisme serta pola ilmiah pokok Bina Mulia Kelautan sebagai identitas khas universitas berbasis kepulauan.


Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki tiga kapasitas utama, yakni kemampuan menghadapi tekanan (resiliensi), kemampuan beradaptasi terhadap perubahan (adaptif), serta kemampuan kreatif dalam menyelesaikan persoalan.


“Ini bukan sekadar konsep, tetapi fondasi pembentukan karakter lulusan yang mampu bersaing secara lokal, nasional, hingga internasional,” ujarnya.


Ia juga mengapresiasi capaian universitas yang terus menunjukkan perkembangan signifikan, mulai dari peningkatan jumlah guru besar dan doktor, publikasi ilmiah, hingga program studi yang terakreditasi unggul.


Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, dalam pidatonya menegaskan bahwa gelar akademik yang diraih para lulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian di tengah masyarakat.


“Gelar ini bukan titik akhir, tetapi awal dari proses pembelajaran yang sesungguhnya,” tegasnya.


Ia merinci, dari total 1.298 lulusan, terdiri atas:

• 845 lulusan sarjana

• 373 lulusan profesi

• 75 lulusan magister

• 5 lulusan doktor


Dengan rata-rata masa studi 3,6 tahun dan IPK 3,35. Sebanyak 32 lulusan meraih predikat cum laude, dan 19 di antaranya tercatat sebagai lulusan terbaik.


Rektor juga menyoroti arah pengembangan universitas menuju visi 2020-2027, yakni menjadi perguruan tinggi unggul berkelas dunia berbasis kepulauan. 


Menurutnya, identitas maritim menjadi kekuatan strategis dalam menjawab tantangan pembangunan di Indonesia Timur.


“Universitas tidak boleh menjadi institusi yang generik. Kita harus berakar pada realitas kepulauan dan mampu menjawab persoalan nyata masyarakat,” ujarnya.


Dalam paparannya, Rektor mengungkap sejumlah capaian dan target strategis, di antaranya :

1. 35,28% dosen telah berkualifikasi doktor, ditargetkan 50% pada 2030

2. Mahasiswa internasional ditargetkan meningkat hingga 5%

3. Publikasi internasional ditingkatkan hingga 25 artikel pada 2030

4. Lebih dari 50 kerja sama internasional telah terjalin


Selain itu, universitas juga mencatat daya serap anggaran mencapai 96,37% pada tahun 2025 serta pengembangan lebih dari 30 sistem digital untuk mendukung tata kelola akademik.


Rektor menegaskan, kekuatan utama universitas ke depan bertumpu pada empat pilar: keunggulan, reputasi internasional, kesejahteraan, dan tata kelola.


Menutup sambutannya, Rektor berpesan kepada para wisudawan agar menjadi pribadi yang kritis, inovatif, dan berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


“Ilmu yang saudara miliki harus menjadi solusi bagi persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan,” katanya.


Momentum Dies Natalis ke-63 ini sekaligus menjadi penegasan komitmen Universitas Pattimura dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, dengan karakter kuat, daya saing global, dan tetap berakar pada nilai-nilai lokal kepulauan.


Wisuda kali ini bukan hanya tentang angka kelulusan, tetapi tentang harapan baru lahirnya generasi yang siap membawa perubahan dari timur Indonesia untuk dunia. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT