
Foto : Wakil Bupati Halut Apresiasi Festival Ela-Ela Desa Bobawa
Halut, Globaltimurnn.com – Festival Malam Ela-Ela yang merupakan tradisi keagamaan masyarakat digelar di samping Masjid Al-Muqoromah, Desa Bobawa, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara, Senin (16/3/2026) malam. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi Ahmad, S.Ag,.M.Pd, bersama sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Malifut Sehan A. Rahman, Danramil 1508-04/Malifut yang diwakili Pelda Arif Suherman, Kapolsek Malifut Ipda Ricky Richardo Indo Ratu, S.Tr.K, MH, CPHR, CBA, CHt, CPHt, Kepala Desa Bobawa Sahrean H. Nadar, Kepala KUA Malifut H. Sofyan, S.Ag, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, peserta pawai obor, serta ratusan tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia Malam Ela-Ela, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wakil Bupati Halmahera Utara serta seluruh tamu undangan yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Festival Ela-Ela merupakan kegiatan tahunan yang menjadi bagian dari tradisi keagamaan masyarakat Desa Bobawa.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Bobawa dan Kecamatan Malifut yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Harapan kami, tradisi ini akan terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari warisan adat dan budaya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi Ahmad, S.Ag,.M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Festival Ela-Ela bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan bagian dari warisan budaya Islam yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.
Ia juga menilai pelaksanaan kegiatan di Desa Bobawa berjalan dengan baik dan penuh keseriusan, termasuk penampilan tarian tradisional yang dinilai memiliki potensi untuk ditampilkan di tingkat kabupaten.
Selain itu, Wakil Bupati juga menyinggung sejarah kehadiran masyarakat Makian di Halmahera Utara sejak peristiwa letusan Gunung Makian pada tahun 1970, yang hingga kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Halmahera Utara.
“Atas nama pribadi, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Desa Bobawa yang telah menjaga dan mengembangkan tradisi ini. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk terus dilestarikan,” ujarnya.
Ia berharap ke depan kegiatan Ela-Ela tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga dapat dikembangkan dengan berbagai kegiatan keagamaan lainnya, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda. (𝐆𝐈𝐎).


