
Foto : Penutupan Tambang Botak Ilegal, Itu Hoax, Terbukti Diduga Kuat Aparat Gabungan Turut Lindungi Penambang
Buru, Globaltimurnn.com - Penambang ilegal di gunung botak, pulau Buru, tidak pernah ditutup namun terlihat jelas pembiaran terus dilakukan karena dugaan kuat aparat gabungan sengaja membiarkan, ada apa dengan aparat gabungan yang menempati pos penjagaan begitu dekat dengan para penambang ilegal.
Informasi yang diterima Media ini, menyebutkan pos penjagaan aparat gabungan terlihat jelas sangat dekat dengan lokasi para penambang, padahal di Pos tersebut bukan saja TNI, Pri namun sampai ada juga Satpol PP Kab. P. Buru.
Pasalnya" Diduga kuat aparat gabungan sengaja melakukan pemberian, karena ada bagian atau vi yang digunakan berikan oleh penambang kepada aparat gabungan tersebut, menjadi pertanyaan siap tersebut tersalur kemana, apakah hanya kandas dikantong para petugas pos PAM ataukah petugas pos hanya sebagai jembatan tempat lewatnya vi tersebut kepada yang lebih berkuasa. Ungkap sumber terpercaya yang kebetulan beberapa waktu lalu sempat meninjau lansung ke lokasi penambangan ilegal di gunung botak pulau Buru
Beberapa waktu lalu begitu viralnya puluhan aparat gabungan turun ke lokasi penambang guna menindak tegas dan sekaligus menutup aktifitas tambang ilegal. Ungkap sumber
Sayang-nya menurut sumber" Diduga kuat lokasi yang ditindak tegas itu adalah lokasi yang sudah lama tidak dihuni para penambang, namun sengaja jadi sasaran para aparat guna publik bisa dipercaya bahwa benar aparat bertindak tegas namun faktanya pembohongan publik.
Miris, dari informasi yang diterima, sumber melihat dengan jelas aparat gabungan justru akrab dengan para penambang bahkan sempat hendak diwawancarai oleh salah satu wartawati dari salah satu media online, justru para aparat sengaja balik mengintimidasi oknum wartawan tersebut dengan nada tegas bahwa menolak wawancara dan secara tegas meminta surat tugas wartawati tersebut sebagai alasan guna berdali, padahal ID Card sudah ditunjukan namun tidak dihiraukan para petugas.
Dari sikap para aparat gabungan tersebut jelas dugasn-nya pembiaran terus dibiarkan, dan sengaja melakukan penindakan pada lokasi yang sudah tidak beraktifitas sebagai alasan bahwa benar melakukan penindakan. Beber sumber
Dan masyarakat pun sedikit hilang kepercayaan dari pemerintah karena isu legalkan tambang hingga saat ini tidak pernah terbukti, anehnya aktifitas 10 koperasi sedang melakukan aktifitas di sejumlah lokasi, sementara belum ada kesepakatan dari semua warga pemilik lahan sebagai ahli waris bahkan ada ahli waris yang pasang sasi sebagai tanda larangan.
Aktifitas 10 koperasi ini pun belum bisa dinyatakan bisa melakukan aktifitas, bahkan belum bisa keberhasilan secara legal karena masih banyak hal yang harus di bereskan dan diselesaikan terlebih kusus dengan ahli waris pemilik lahan. Sebut sumber
Namun koperasi tersebut tidak menghiraukan karangan tersebut, diduga koperasi tersebut juga memanfaatkan ijin Gubernur Maluku itu guna melakukan aktifitas dan mencuri hasil secara ilegal pula. Cetus sumber
Kapolres Pulau Buru AKBP Sulastri Sukitjang yang di hubungi hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan apapun.
Kapolda Maluku diminta Sikapi tegas, kepada jajarannya Polres Buru, dalam penanganan secara tegas dan transparan, tidak hanya sepihak. (***)
