
Foto : Harmoni Ramadhan" Imigrasi Kelas I Ambon Eratkan Kebersamaan dan Toleransi dalam Bingkai Keberagaman
Ambon, Globaltimurnn.com – Sebuah pemandangan hangat penuh makna tersaji di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon. Jajaran pimpinan dan seluruh pegawai, bahu membahu merayakan kebersamaan dalam acara buka puasa bersama yang sederhana namun sarat makna. Lebih dari sekadar hidangan, momen ini menjadi jembatan silaturahmi, meneguhkan nilai toleransi yang telah lama bersemi di tengah keberagaman.
Meski tidak semua pegawai menjalankan ibadah puasa, kehadiran mereka menjadi bukti nyata semangat persatuan yang kuat. Di sinilah, perbedaan justru menjadi perekat, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang patut diacungi jempol.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon, Eben Rifqy Taufan, dengan senyum ramah menyambut para hadirin. Ucapan terima kasih tulus ia sampaikan kepada seluruh pegawai, mitra media, hingga Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Maluku yang turut hadir. "Ini adalah momen kebahagiaan kita bersama. Kebersamaan yang terjalin erat ini adalah kekuatan kita, dan buka puasa bersama ini adalah salah satu manifestasinya," ungkap Eben penuh semangat.
Tak hanya soal kebersamaan, Eben juga mengingatkan pentingnya integritas sebagai benteng utama aparatur negara. "Integritas itu sederhana, kawan. Apa yang kita katakan, harus sama dengan apa yang kita lakukan. Ini kunci utama menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)," tegasnya, mengobarkan semangat perubahan. Tantangan untuk meraih predikat WBK memang masih terhampar, namun Eben yakin, dengan komitmen dan integritas yang terjaga, Imigrasi Malbon akan mampu melampauinya.
Acara ini tidak hanya diramaikan oleh internal Imigrasi, namun juga dihadiri oleh para jurnalis Muslim yang menjadi mitra setia Imigrasi Ambon. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dan media, sebuah kolaborasi yang esensial demi kemajuan Maluku, khususnya Ambon.
Usai menikmati hidangan berbuka, suasana semakin syahdu dengan tausiah yang dibawakan oleh Ustadz Alkatiri. Dalam ceramahnya, Ustadz mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadhan sebagai sekolah kehidupan, tempat menguatkan iman, kejujuran, dan integritas. "Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ini adalah waktu untuk membersihkan hati dari iri, dengki, dan prasangka buruk. Mari kita sucikan hati kita," pesannya menyejukkan.
Ia juga menekankan betapa pentingnya Al-Qur'an sebagai peta kehidupan, terutama di bulan Syahrul Qur'an ini. "Mari kita kembali mendekat pada Al-Qur'an. Membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam setiap langkah kita," ajaknya, mengakhiri tausiah.
Melalui buka puasa bersama ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon berharap semangat kebersamaan, toleransi, dan integritas akan terus membara, menjadi fondasi kokoh dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Za)

