
Foto : Cerdas ke Luar Negeri, Imigrasi Ambon Bekali Siswa SMAN 1 Ambon dengan Ilmu Anti Perdagangan Orang
Ambon, Globaltimurnn.com – Menjelajahi dunia bukan lagi mimpi, tapi realita yang perlu dibekali ilmu! Itulah pesan kuat yang digaungkan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon saat menyambangi SMA Negeri 1 Ambon dalam Sosialisasi Keimigrasian. Selasa (10/03/2026).
Ratusan siswa antusias menyimak edukasi tentang pentingnya prosedur ke luar negeri yang aman, terutama dalam memerangi bahaya perdagangan orang.
Kepala Kantor Imigrasi Ambon, Eben Rifqy Taufan, menegaskan, "Di era globalisasi ini, mobilitas manusia antarnegara kian tinggi. Jika pemahaman tentang keimigrasian tidak dimiliki, seseorang bisa saja menghadapi berbagai masalah, bahkan berpotensi terjebak sindikat perdagangan manusia." Pesan ini bukan sekadar imbauan, melainkan alarm bagi generasi muda yang bercita-cita studi atau bekerja di mancanegara.
Eben secara gamblang membeberkan modus "jalan tikus" atau perlintasan ilegal yang kerap dimanfaatkan sindikat perdagangan orang untuk mengirim pekerja non-prosedural. Beliau mengingatkan siswa untuk selalu menempuh jalur resmi melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) jika ingin bekerja di luar negeri. "Jalur ilegal sangat berisiko!" tegasnya.
Tak hanya itu, para siswa juga dibekali pengetahuan pentingnya melapor diri ke Kedutaan Besar atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KBRI/KJRI) saat berada di luar negeri. "Dengan begitu, keberadaan kita dapat dimonitor dan dilindungi oleh negara," jelas Bapak Eben, memberikan rasa aman bagi mereka yang kelak akan jauh dari tanah air.
Kegiatan ini bertujuan untuk meluruskan persepsi masyarakat yang seringkali hanya mengaitkan imigrasi dengan pembuatan paspor. "Peran kami jauh lebih luas, Suatu saat nanti, anak-anak mungkin akan berinteraksi dengan orang asing, bahkan menikah dengan warga negara asing. Mereka perlu memahami izin tinggal dan berbagai aturan keimigrasian lainnya," paparnya.
Siswa-siswi SMAN 1 Ambon tak hanya mendapatkan informasi detail tentang paspor dan masa berlakunya, tetapi juga disadarkan akan prosedur resmi ke luar negeri guna menghindari jeratan perdagangan orang. Antusiasme terlihat jelas saat sesi dialog dan tanya jawab, di mana pertanyaan-pertanyaan seputar paspor hingga aturan bagi warga negara asing membanjiri ruang kelas.
Kepala SMA Negeri 1 Ambon, Ny. Dra. E. Laturiuw, M.Si, menyambut baik inisiatif ini. "Kami sangat berterima kasih. Ini program yang sangat baik dan bermanfaat bagi para siswa," ujarnya, seraya berharap edukasi ini akan memberikan dampak nyata.
Sebagai simbol sinergi antara Imigrasi dan dunia pendidikan, penyerahan plakat penghargaan turut mewarnai acara. Diharapkan, kerja sama ini akan terus berlanjut, membekali semakin banyak pelajar Ambon dengan pemahaman keimigrasian yang komprehensif, sehingga mereka siap menyongsong masa depan global dengan cerdas dan aman. (Za)


