
Foto : Aksi Pemalangan Jalan Trans Seram di Waisala Berhasil Dibuka, Situasi Kembali Kondusif
Waisala, Globaltimurnn.com - Aktivitas lalu lintas di ruas Jalan Trans Seram, Kecamatan Waisala, Kabupaten Seram Bagian Barat, sempat terhenti akibat aksi pemalangan jalan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Alang Asaude pada Selasa (10/2/2026) pagi. Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Polres Seram Bagian Barat segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pemulihan situasi.
Kasihumas Polres Seram Bagian Barat, AKP Jhon R. Soplanit, menjelaskan bahwa pemalangan jalan terjadi sekitar pukul 08.00 WIT di dua titik, yakni Jembatan Waihanunu yang dipalang dengan cara dicor menggunakan semen, pasir, dan batako, serta di lokasi Batu Putih Desa Alang dengan menggunakan pohon sebagai penghalang jalan.
Menurut AKP Jhon R. Soplanit, aksi tersebut dipicu oleh rasa ketidakpuasan masyarakat atas peristiwa pembakaran empat unit sepeda motor milik warga Desa Alang Asaude oleh orang tak dikenal (OTK).
“Peristiwa bermula saat warga melakukan aktivitas penyulingan minyak kayu putih di lokasi Ketel Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Alang Asaude. Sekitar pukul 01.00 WIT, ketika para korban hendak kembali ke desa, mereka mendapati empat unit sepeda motor telah hangus terbakar. Kejadian inilah yang kemudian memicu reaksi masyarakat hingga berujung pada aksi pemalangan jalan,” jelasnya.
Dalam penanganan aksi tersebut, Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M turut memantau dan mengendalikan langkah-langkah penanganan melalui jajaran di lapangan. Pembongkaran blokade jalan dilaksanakan sekitar pukul 13.55 WIT oleh personel gabungan Polres SBB dan Polsek Waesala yang dipimpin langsung oleh Wakapolres SBB Kompol Beninkurniawan, S.H., S.I.K., M.A, didampingi Kasat Reskrim Polres SBB AKP Idris Mukadar, S.Hi, Kasat Intelkam Polres SBB AKP M. Jayadi, serta Kapolsek Waesala dan perwira terkait.
Sekitar pukul 14.10 WIT, pembongkaran pemalangan jalan selesai dilaksanakan. Situasi di lokasi terpantau aman, kondusif, dan arus lalu lintas kembali berjalan normal.
Usai pembongkaran, jajaran Polres SBB melaksanakan pertemuan dengan Kepala Desa Alang Asaude dan para korban pembakaran kendaraan bermotor. Dalam kesempatan tersebut, pihak Kepolisian menegaskan bahwa aksi pemalangan jalan merupakan perbuatan melanggar hukum serta mengimbau agar masyarakat tidak kembali melakukan tindakan serupa.
Para korban juga diarahkan untuk segera membuat laporan polisi di Polres Seram Bagian Barat guna proses penyelidikan dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap menahan diri dan mempercayakan penanganan setiap permasalahan kepada pihak Kepolisian. Polres Seram Bagian Barat berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan kepastian hukum kepada seluruh masyarakat,” tutup AKP Jhon R. Soplanit. (***)

