
Foto : Inflasi Ambon Naik-Turun, Pemkot Siapkan 'Rencana Jitu' 3 Tahun untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
Ambon, Globaltimurnn.com – Tak hanya musim cuaca yang berubah-ubah, inflasi di Kota Ambon juga menunjukkan pola fluktuatif yang menguji stabilitas ekonomi lokal. Namun, Pemerintah Kota Ambon tidak tinggal diam, Pada Jumat (30/01/2026)
Tim TPID dan penyusun Roadmap Penanggulangan Inflasi Daerah (PID) 2025-2027 berkumpul di Ruang Rapat Vlisingen untuk membahas langkah-langkah konkret agar inflasi tetap terkendali dan tidak menggerus kantong masyarakat.
Ketua Tim Penyusun Roadmap, Jems Abraham, mengungkapkan bahwa periode 2023-2025 menjadi bukti bagaimana inflasi Ambon bisa naik turun dipengaruhi faktor musiman, komoditas pangan, hingga kebijakan harga nasional. Berdasarkan data BPS, inflasi month to month tahun 2023 berkisar 2,77 hingga 6,10 persen, menurun stabil di 2024, lalu kembali bergelombang di 2025. Sedangkan inflasi year on year tercatat 2,77% (2023), 1,92% (2024), dan naik menjadi 4,23% (2025).
"Sebab utamanya ada di sektor pangan ikan, cabai rawit, bawang merah juga transportasi udara. Tahun 2025, curah hujan tinggi bahkan membuat pasokan ikan menyusut dan harga melambung Ada juga faktor luar kendali kita, seperti kenaikan tiket pesawat dan emas perhiasan," jelas Jems.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Kota Ambon, Pauline Gaspersz, menegaskan bahwa inflasi wajar selama tidak ekstrem. Yang penting, data kita dari BPS 100% resmi menghitung 359 komoditas, bahkan yang strategis seperti beras dan daging ayam dipantau harian atau mingguan. Faktor alam seperti curah hujan tinggi harus jadi dasar kebijakan kita, ujarnya.
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, bahkan menyampaikan pesan tegas, roadmap tidak boleh jadi cuma kertas kosong, "Kalau setiap tahun harga ikan naik saat musim ombak, kita harus punya antisipasi, bukan cuma melaporkan! Kita butuh cold storage, cadangan stok saat pasokan melimpah, dan intervensi pasar yang nyata," tegasnya.
Ia juga mengkritik kerja sama antar daerah yang masih lemah. "Jangan cuma punya MoU, tapi kalau harga cabai naik, langsung turun tangan ambil barang dari daerah mitra dan jaga pasar!"
Dokumen Roadmap PID 2025-2027 dibangun berdasarkan 4 pilar utama : keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Beberapa langkah strategis yang direncanakan antara lain pembangunan cold storage, revitalisasi lahan pertanian, penguatan kelompok tani dan nelayan, serta sistem informasi harga pangan terintegrasi (SIHAP).
Target inflasi ditetapkan selaras dengan nasional, yaitu 2,5% dengan toleransi ±1%. Tahun 2025, Pemkot menargetkan inflasi di bawah 3,3% melalui pemantauan harga rutin, operasi pasar murah, dan koordinasi yang lebih solid.
"Inflasi boleh naik turun, asal tidak melonjak dan daya beli masyarakat tetap terjaga. Itu yang paling penting!" pungkas Walikota. (Za)

