
Foto :Gala Beat Festival : Musik Jadi Nadi Hidup Ambon Ruang Ekspresi Muda & UMKM Bersinar
Ambon, Globaltimurnn.com – Gelombang kreativitas menggema di Kota Ambon, yang terus mengukuhkan diri sebagai City of Music melalui Festival Seni dan Musik serta Pameran UMKM "Gala Beat Festival". Digagas oleh Yayasan Belang Musika Maluku (BMM) yang baru diluncurkan Desember 2025, acara ini bukan hanya panggung bagi puluhan talenta muda lokal, tapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kreatif.
Hadir mewakili Walikota Ambon Bodewin Wattimena, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Christian Tukloy ,S,PI. menyampaikan komitmen pemerintah untuk membuka ruang publik bagi komunitas kreatif. Bahkan, ke depan kegiatan serupa akan menjelajahi kawasan Wainitu, Air Salobar, dan Amahusu.
Tema Harmoni Budaya dan Kreativitas Lokal untuk Ekonomi Berkelanjutan sangat tepat seni bukan cuma hiburan, tapi jembatan nilai budaya, identitas, dan persaudaraan lintas generasi, ujarnya dalam sambutan resmi.
Tak hanya menghadirkan aksi menawan para musisi dan seniman muda (yang sebanyak 25 orang tampil dengan penuh semangat tanpa bayaran, hanya dengan konsumsi sebagai bentuk kebersamaan), acara ini juga memberikan peluang emas bagi 17 pelaku UMKM untuk memamerkan produk mereka. Kolaborasi ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi dari tingkat bawah.
Ketua Yayasan BMM, Alberto Dudung, menjelaskan bahwa Gala Beat Festival bukan hanya acara tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan yang akan menjangkau lima kecamatan di Kota Ambon Nusaniwe, Sirimau, Baguala, Teluk Ambon, dan Leitimur Selatan sepanjang tahun 2026.
"Ini bukan eksploitasi musik, tapi pembelajaran. Kita siapkan panggung untuk berekspresi, dan nanti di ranah profesional, honor akan dibicarakan dengan benar," jelasnya. Semua aspek acara, mulai dari sound system hingga pencahayaan, dikelola mandiri oleh tim BMM sebagai bentuk dedikasi terhadap kemajuan masyarakat sekitar.
Dukungan juga datang dari pemangku adat lokal, dengan Raja Negeri setempat yang menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini. Melalui sinergi pemerintah, komunitas kreatif, seniman, dan UMKM, Ambon bukan cuma menyandang gelar City of Music tapi benar-benar menghidupkannya sebagai kekuatan yang menggerakkan budaya dan ekonomi rakyat. (Za)

