
Foto : 𝐏𝐞𝐦𝐤𝐚𝐛 𝐇𝐚𝐥𝐮𝐭 𝐆𝐞𝐥𝐚𝐫 𝐒𝐚𝐫𝐚𝐬𝐞𝐡𝐚𝐧 𝐑𝐞𝐟𝐥𝐞𝐤𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐑𝐞𝐧𝐜𝐚𝐧𝐚 𝐀𝐤𝐬𝐢 𝐋𝐢𝐧𝐠𝐤𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐇𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐡𝐮𝐭𝐚𝐧𝐚𝐧 𝟐𝟎𝟐𝟔
Halut, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara bersama Forum Koordinasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Dukono menggelar Sarasehan Refleksi dan Rencana Aksi Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Halmahera Utara Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026, pukul 09.40 WIT, bertempat di Ruang Meeting Fredy Djandua Lantai II, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo.
Sarasehan ini dihadiri oleh Bupati Halmahera Utara yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Sharil Djurumudi. Turut hadir Kepala Balai Perhutanan Sosial Ambon, Ojom Sumantri, S.Hut., T., M.Sc., Pasi Log Kodim 1508/Tobelo Kapten Inf Frans Komea, Ketua Forum Koordinasi DAS Dukono Kabupaten Halmahera Utara Ir. Johana Tandisala, M.Si, para pimpinan OPD terkait, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Forum Koordinasi DAS Dukono Kabupaten Halmahera Utara, Ir. Johana Tandisala, M.Si menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan hidup.
Ia menegaskan bahwa memasuki tahun 2026, Kabupaten Halmahera Utara dihadapkan pada berbagai bencana alam yang berdampak langsung pada masyarakat. Hal ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Forum Koordinasi DAS berperan sebagai wadah untuk mengoordinasikan para stakeholder dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Halmahera Utara.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Perhutanan Sosial atas dukungan dan partisipasinya dalam kegiatan tersebut. Sarasehan ini, lanjutnya, menjadi ruang berbagi capaian program lingkungan sekaligus wadah koordinasi lintas sektor guna mengoptimalkan pelaksanaan program kerja di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
Sementara itu, sambutan dan arahan Bupati Halmahera Utara yang disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Sharil Djurumudi, menekankan pentingnya hasil konkret dari pertemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pimpinan daerah sejatinya ingin hadir langsung, namun berhalangan karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Dalam arahannya, Sharil menyoroti sejumlah permasalahan lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, termasuk bencana longsor dan luapan sungai akibat tingginya curah hujan. Hal tersebut menunjukkan perlunya penataan dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik, terencana, dan berkelanjutan.
Ia berharap melalui sarasehan ini, para pemateri dapat memberikan solusi dan langkah strategis dalam mengatasi persoalan lingkungan hidup, khususnya terkait pengelolaan daerah aliran sungai yang perlu diatur secara jelas melalui regulasi.
“Melalui pertemuan ini, diharapkan lahir komitmen bersama, penguatan koordinasi, serta langkah konkret dari seluruh pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Halmahera Utara,” ujarnya. (𝐆𝐈𝐎).

