Laporan Masyarakat Jerili Sejak 2023, Mandek Di Inspektorat Malteng, Diduga Kuat Inspektorat Masuk Angin, Raja Jerili Banta Dituding Main Mata - globaltimurnn.com
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE GLOBAL TIMUR NUSANTARA NEWS.COM

News

Minggu, 09 November 2025

Laporan Masyarakat Jerili Sejak 2023, Mandek Di Inspektorat Malteng, Diduga Kuat Inspektorat Masuk Angin, Raja Jerili Banta Dituding Main Mata

Foto : Laporan Masyarakat Jerili Sejak 2023, Mandek Di Inspektorat Malteng, Diduga Kuat Inspektorat Masuk Angin, Raja Jerili Banta Dituding Main Mata

Malteng
, Globaltimurnn.com - Laporan dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret nama Raja Jerili Rudolf Philip Pormes serta Ketua Saniri Negeri Vecky Pelmelay, yang di laporkan oleh masyarakat Negeri Jerili sejak 2023 lalu hingga saat ini mandek di Inspektorat Kabupaten Maluku Tengah. 


Menurut salah satu tokoh masyarakat Jerili yang ditemui dikediaman-nya enggan namanya di mediakan mengungkapkan bahwa" Laporan masyarakat sejak 2023 lalu, ke Kejaksaan Negeri Maluku Tengah di Masohi namun hingga saat ini hilang bagai ditelan bumi. 


Pasalnya" Setelah beberapa kali mengecek ke Kejaksaan, laporan tersebut harus lewat audit Inspektorat Malteng, setelah ada temuan baru di serahkan kembali hasil audit tersebut ke Kejaksaan. Beber sumber


Namun sangat di sayangkan laporan tersebut mandek di Inspektorat Malteng, diduga kuat Inspektorat masuk angin. Ujarnya


Menurutnya" Ada sejumlah dugaan tindak pidana korupsi yang di lakukan Raja bersama Ketua Saniri, diantaranya sumur bor untuk air bersih yang di lakukan di pulau TNS  anggaran 2022, sebesar kurang lebih 70 jutaan, hingga saat ini rakyat tidak bisa menikmati air tersebut, karena mangkrak, bahkan air yang ditemukan asin bukanlah air bersih. Tutur sumber


Lebih parah lagi, dana Bumneg yang begitu besar kurang lebih 50 jutaan, sejak 2022, hingga saat ini entah hilang dimana anggaran tersebut, pengurus Bumneg hanya sebagai pot bunga sejak terbentuk. Ucap sumber


Tidak hanya itu, ketua saniri juga ikut terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi itu, karena diduga kuat ketua dan bahkan Saniri - Saniri juga bisa mendapat anggaran dana rehap rumah, yang semestinya di berikan kepada masyarakat tidak mampu yang memiliki rumah tidak layak huni. Terang sumber


Ditambahkan-nya" Lebih parah lagi, dana pembuatan tenda Negeri sejak 2023 kurang lebih sebesar 60 jutaan, sekitar 40-an juta sudah di garap habis ketua saniri, namun hingga saat ini tidak pernah ada tenda apapun, dan proyek pembuatan tenda Negeri itu justru dikerjakan lansung oleh ketua Saniri, padahal secara aturan itu tidak diperbolehkan, mestinya dikerjakan oleh pihak ketiga ataupun masyarakat. Jelas sumber


Hingga saat ini masyarakat merasa heran dan terus bertanya, kenapa masyarakat tidak pernah tahu menau tentang RAB tersebut, diduga kuat RAB dibuat sendiri Oleh Raja, dan disembunyikan, hingga akhir tahun baru diketahui oleh Saniri. 


Saniri tidak bisa bersuara melawan perilaku dan perbuatan Raja, karena diduga kuat Saniri juga menikmati bagiannya dari hasil korupsi itu. 


Namun sangat di sayangkan, luar biasanya permainan Raja disetiap pihak hukum sehingga, laporan masyarakat tidak bisa disikapi tegas oleh pihak penegak hukum, bahkan inspektorat sendiri bungkam, diduga kuat masuk angin. Pungkasnya


Sementara kepala Inspektorat Kabupaten Maluku Tengah yang di konfirmasi Latif Ohorela, hingga berita ini diturunkan belum juga berikan keterangan apapun. 


Terkait tudingan kepada Raja Jerili Rudolf Philip Pormes main mata di inspektorat guna mengamankan laporan masyarakat, Raja yang di konfirmasi menyampaikan itu tidak benar, hal lain yang di sampaikan-nya dirinya tidak ingin keterangan-nya dipublikasikan, bahkan ditanya soal proyek pengadaan tenda Negeri yang di kerjakan ketua Saniri, Raja belum berikan keterangan apapun. Ucap Raja saat di konfirmasi Media ini Via pesan Whatsapp-nya 

Laporan Masyarakat Jerili Sejak 2023, Mandek Di Inspektorat Malteng, Diduga Kuat Inspektorat Masuk Angin, Raja Jerili Banta Dituding Main Mata

Malteng, Globaltimurnn.com - Laporan dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret nama Raja Jerili Rudolf Philip Pormes serta Ketua Saniri Negeri Vecky Pelmelay, yang di laporkan oleh masyarakat Negeri Jerili sejak 2023 lalu hingga saat ini mandek di Inspektorat Kabupaten Maluku Tengah. 


Menurut salah satu tokoh masyarakat Jerili yang ditemui dikediaman-nya enggan namanya di mediakan mengungkapkan bahwa" Laporan masyarakat sejak 2023 lalu, ke Kejaksaan Negeri Maluku Tengah di Masohi namun hingga saat ini hilang bagai ditelan bumi. 


Pasalnya" Setelah beberapa kali mengecek ke Kejaksaan, laporan tersebut harus lewat audit Inspektorat Malteng, setelah ada temuan baru di serahkan kembali hasil audit tersebut ke Kejaksaan. Beber sumber


Namun sangat di sayangkan laporan tersebut mandek di Inspektorat Malteng, diduga kuat Inspektorat masuk angin. Ujarnya


Menurutnya" Ada sejumlah dugaan tindak pidana korupsi yang di lakukan Raja bersama Ketua Saniri, diantaranya sumur bor untuk air bersih yang di lakukan di pulau TNS  anggaran 2022, sebesar kurang lebih 70 jutaan, hingga saat ini rakyat tidak bisa menikmati air tersebut, karena mangkrak, bahkan air yang ditemukan asin bukanlah air bersih. Tutur sumber


Lebih parah lagi, dana Bumneg yang begitu besar kurang lebih 50 jutaan, sejak 2022, hingga saat ini entah hilang dimana anggaran tersebut, pengurus Bumneg hanya sebagai pot bunga sejak terbentuk. Ucap sumber


Tidak hanya itu, ketua saniri juga ikut terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi itu, karena diduga kuat ketua dan bahkan Saniri - Saniri juga bisa mendapat anggaran dana rehap rumah, yang semestinya di berikan kepada masyarakat tidak mampu yang memiliki rumah tidak layak huni. Terang sumber


Ditambahkan-nya" Lebih parah lagi, dana pembuatan tenda Negeri sejak 2023 kurang lebih sebesar 60 jutaan, sekitar 40-an juta sudah di garap habis ketua saniri, namun hingga saat ini tidak pernah ada tenda apapun, dan proyek pembuatan tenda Negeri itu justru dikerjakan lansung oleh ketua Saniri, padahal secara aturan itu tidak diperbolehkan, mestinya dikerjakan oleh pihak ketiga ataupun masyarakat. Jelas sumber


Hingga saat ini masyarakat merasa heran dan terus bertanya, kenapa masyarakat tidak pernah tahu menau tentang RAB tersebut, diduga kuat RAB dibuat sendiri Oleh Raja, dan disembunyikan, hingga akhir tahun baru diketahui oleh Saniri. 


Saniri tidak bisa bersuara melawan perilaku dan perbuatan Raja, karena diduga kuat Saniri juga menikmati bagiannya dari hasil korupsi itu. 


Namun sangat di sayangkan, luar biasanya permainan Raja disetiap pihak hukum sehingga, laporan masyarakat tidak bisa disikapi tegas oleh pihak penegak hukum, bahkan inspektorat sendiri bungkam, diduga kuat masuk angin. Pungkasnya


Sementara kepala Inspektorat Kabupaten Maluku Tengah yang di konfirmasi Latif Ohorela, hingga berita ini diturunkan belum juga berikan keterangan apapun. 


Terkait tudingan kepada Raja Jerili Rudolf Philip Pormes main mata di inspektorat guna mengamankan laporan masyarakat, Raja yang di konfirmasi menyampaikan itu tidak benar, hal lain yang di sampaikan-nya dirinya tidak ingin keterangan-nya dipublikasikan, bahkan ditanya soal proyek pengadaan tenda Negeri yang di kerjakan ketua Saniri, Raja belum berikan keterangan apapun. Ucap Raja saat di konfirmasi Media ini Via pesan Whatsapp-nya  


Selain itu pesan whatsapp baru dari Raja masuk lagi bahwa "di tanya lain kenapa dikaki berita tulisnya lain? Ternyata Raja salah kaprah, justru pertanyaan dari awak media Raja yang tidak menjawab saat ditulis justru Raja kaget dan heran, padahal akibat tidak baca pesan whatsapp dengan baik.(Tim) 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT