
Foto :;KUALITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PATIMURA DIAKUI DI EROPA
Ambon, Globaltimurnn.com - Dalam peta pendidikan kedokteran global, seringkali muncul anggapan bahwa institusi dari negara maju, khususnya Eropa, memegang otoritas tertinggi. Lulusan mereka dianggap lebih unggul, lebih terdepan, dan lebih siap bersaing.
Namun, sebuah kisah inspiratif dari Janet Wakanno, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon, datang untuk mematahkan mitos tersebut dan menyalakan obor baru bagi kepercayaan diri anak bangsa.
Janet Wakanno, seorang putri dari Dusun Kawatu, Kecamatan Inamosl, Kabupetan Seram Bagian Barat (SBB), dan memulai pendidikannya di FK Unpatti pada 2021, baru saja menyelesaikan program pertukaran mahasiswa bergengsi di bawah naungan IFMSA (International Federation of Medical Students’ Associations).
Tempat penimbaan ilmunya bukanlah sembarang tempat, ia ditempatkan di Serbia, sebuah negara dengan tradisi ilmu kedokteran yang kuat di Eropa, di bawah bimbingan langsung profesor ahli bedah thorax dan kardiovaskular.
Yang membanggakan, Janet tidak hanya mampu mengimbangi teman-temannya dari berbagai penjuru dunia, tetapi ia juga meraih pujian tinggi dari para pembimbingnya, Para profesor di sana menyatakan bahwa dasar-dasar ilmu kedokteran yang diperoleh Janet di Universitas Pattimura sangat kokoh, komprehensif, dan sama sekali tidak kalah dibandingkan dengan yang diajarkan di universitas-universitas Eropa.
Prestasinya bahkan melampaui ekspektasi dimana ia diberi kepercayaan untuk melatih dan memperkenalkan ilmu bedah dasar kepada mahasiswa dari negara lain, sebuah kehormatan yang membuktikan kualitas dan kedalaman pemahamannya.
Puncak pengakuannya adalah ketika tawaran menggiurkan untuk bekerja sebagai dokter di Serbia menghampirinya. Namun, dengan tekad yang bulat dan semangat pengabdian yang luhur, Janet memilih untuk menolaknya. Pilihannya jelas yaitu pulang dan mengabdi untuk Indonesia, menurutnya di Maluku masih banyak memerlukan tenaga Dokter.
Kisah Janet ini bukan sekadar cerita kesuksesan individu, Ini adalah cermin dari sebuah realitas yang sering kita abaikan, mutu pendidikan kedokteran Indonesia, khususnya dari Maluku, telah sampai pada level internasional.
Hal ini merupakan suatu pembuktian kapada dunia bahwa, kurikulum pendidikan dokter di Indonesia, termasuk di Unpatti Ambon, dirancang dengan standar yang ketat dan mengikuti perkembangan global, Para pengajar dan pembimbing kita, termasuk putra-putra terbaik Maluku, adalah orang-orang dengan kompetensi tinggi.
Oleh karena itu, melalui tulisan ini, saya ingin menegaskan dan menyemangati seluruh mahasiswa kedokteran Indonesia, khususnya di Universitas Pattimura dan seluruh kawasan Indonesia Timur, Jangan pernah meragukan kualitas pendidikan yang anda terima, Dasar-dasar ilmu yang diajarkan oleh dosen-dosen di tanah air adalah fondasi yang kuat untuk bersaing di level mana pun, termasuk Eropa.
Jangan pernah merasa rendah diri atau ‘kedua’ compared to rekan-rekan anda dari belahan dunia lain. Kisah Janet membuktikan bahwa dengan bekal dari Unpatti, Anda justru bisa menjadi yang terdepan dan diperhitungkan.
Banggalah pada Para Pengajar. Dosen dan pembimbing anda adalah pahlawan-pahlawan ilmu pengetahuan dengan kemampuan mumpuni, Mereka memiliki dedikasi yang tidak kalah untuk mencetak generasi dokter terbaik bangsa.
Janet Wakanno telah membuka pintu dan membuktikan bahwa langit biru di atas Ambon menyimpan potensi yang setara dengan langit biru di atas Belgrade. Kini, giliran Anda semua untuk meneruskannya. Teruslah belajar dengan penuh percaya diri, karena ilmu yang kaliah dapat tidak kalah hebatnya. Indonesia, dan khususnya Maluku, menunggu dedikasi dan karya terbaik dari kalian, calon-calon dokter yang akan membawa nama harum bangsa di kancah yang lebih luas.
Maju Terus Pendidikan Kedokteran Indonesia! Maju Terus Unpatti!
