Ambon, Globaltimurnn.com — Keamanan dan ketertiban bukan hanya tentang hadirnya aparat di tengah masyarakat, tetapi juga bagaimana setiap warga memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan, menghormati hukum, dan merawat persaudaraan.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan penyuluhan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang digelar Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Kodim 1504/Ambon bersama Polsek Nusaniwe di Dusun Seri, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (03/11/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari sasaran nonfisik TMMD ini menghadirkan Wakapolsek Nusaniwe, Ipda Naufal Aji Fitrianto, S.Tr.I.K., sebagai pemateri. Warga, pemuda, hingga kalangan pelajar mengikuti penyuluhan dengan penuh antusias.
Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, kesadaran menjaga keamanan lingkungan menjadi kebutuhan bersama. Sebab, berbagai persoalan sosial yang tidak diselesaikan secara bijaksana berpotensi berkembang menjadi gangguan ketertiban, bahkan mengancam hubungan persaudaraan antarwarga.
Dalam pemaparannya, Ipda Naufal menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Ia mengajak warga agar tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi persoalan, melainkan mengutamakan komunikasi, pendekatan dialogis, serta penyelesaian secara kekeluargaan.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal dan lebih bijak menerima maupun menyebarkan informasi, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.
"Kamtibmas yang kondusif bukan hanya tanggung jawab pihak kepolisian atau TNI semata, melainkan buah dari kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat. Melalui momen TMMD ini, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, waspada terhadap potensi tindak kriminal, serta bijak dalam menyikapi informasi yang beredar agar tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks," ujar Ipda Naufal.
Pesan yang disampaikan dalam penyuluhan tersebut menegaskan bahwa menjaga keamanan tidak harus selalu dimulai melalui tindakan besar. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar, kemampuan mengenali potensi gangguan, serta kemauan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar.
Terlebih bagi generasi muda, pemahaman mengenai hukum dan ketertiban menjadi bekal penting agar tidak mudah terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat.
Melalui kegiatan ini, warga Dusun Seri diharapkan semakin memahami bahwa kerukunan sosial merupakan modal utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai.
Sementara itu, Komandan Satgas TMMD Kodim 1504/Ambon melalui Perwira Seksi Teritorial (Pasiter), Mayor Inf Ali Rahim, menegaskan bahwa kegiatan nonfisik memiliki kedudukan penting dalam keseluruhan pelaksanaan program TMMD.
Menurutnya, pembangunan desa tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan, jembatan, maupun fasilitas umum. Pembangunan tersebut harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pemahaman tentang kebangsaan, hukum, kesehatan, dan keamanan.
“Pembangunan fisik berupa jalan, jembatan, atau renovasi fasilitas umum akan bermakna jika diiringi dengan pembangunan mental dan kesadaran masyarakatnya. Kehadiran Bapak Wakapolsek Nusaniwe hari ini memberikan pencerahan yang sangat berharga bagi warga binaan kami agar senantiasa hidup rukun, tertib, dan taat hukum,” ungkap Mayor Inf Ali Rahim.
Kolaborasi antara Satgas TMMD Kodim 1504/Ambon dan Polsek Nusaniwe tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah pedesaan.
Lebih dari sekadar penyampaian materi, penyuluhan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Dari Dusun Seri, pesan itu kembali ditegaskan: desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki infrastruktur memadai, tetapi juga masyarakat yang sadar hukum, menjunjung tinggi persaudaraan, dan mampu menjaga kedamaian di lingkungannya.
Sebab, pembangunan yang sesungguhnya akan semakin kuat ketika kemajuan fisik berjalan seiring dengan keamanan, ketertiban, dan keharmonisan kehidupan masyarakat. (Za)












