globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Selasa, 03 November 2026

Bangun Kesadaran Hukum dari Dusun Seri, TMMD Kodim 1504/Ambon Gandeng Polsek Nusaniwe Perkuat Kamtibmas

November 03, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Keamanan dan ketertiban bukan hanya tentang hadirnya aparat di tengah masyarakat, tetapi juga bagaimana setiap warga memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan, menghormati hukum, dan merawat persaudaraan.


Semangat tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan penyuluhan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang digelar Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Kodim 1504/Ambon bersama Polsek Nusaniwe di Dusun Seri, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (03/11/2026).


Kegiatan yang merupakan bagian dari sasaran nonfisik TMMD ini menghadirkan Wakapolsek Nusaniwe, Ipda Naufal Aji Fitrianto, S.Tr.I.K., sebagai pemateri. Warga, pemuda, hingga kalangan pelajar mengikuti penyuluhan dengan penuh antusias.


Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, kesadaran menjaga keamanan lingkungan menjadi kebutuhan bersama. Sebab, berbagai persoalan sosial yang tidak diselesaikan secara bijaksana berpotensi berkembang menjadi gangguan ketertiban, bahkan mengancam hubungan persaudaraan antarwarga.


Dalam pemaparannya, Ipda Naufal menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


Ia mengajak warga agar tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi persoalan, melainkan mengutamakan komunikasi, pendekatan dialogis, serta penyelesaian secara kekeluargaan.


Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal dan lebih bijak menerima maupun menyebarkan informasi, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.


"Kamtibmas yang kondusif bukan hanya tanggung jawab pihak kepolisian atau TNI semata, melainkan buah dari kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat. Melalui momen TMMD ini, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, waspada terhadap potensi tindak kriminal, serta bijak dalam menyikapi informasi yang beredar agar tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks," ujar Ipda Naufal.


Pesan yang disampaikan dalam penyuluhan tersebut menegaskan bahwa menjaga keamanan tidak harus selalu dimulai melalui tindakan besar. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar, kemampuan mengenali potensi gangguan, serta kemauan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar.


Terlebih bagi generasi muda, pemahaman mengenai hukum dan ketertiban menjadi bekal penting agar tidak mudah terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat.


Melalui kegiatan ini, warga Dusun Seri diharapkan semakin memahami bahwa kerukunan sosial merupakan modal utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai.


Sementara itu, Komandan Satgas TMMD Kodim 1504/Ambon melalui Perwira Seksi Teritorial (Pasiter), Mayor Inf Ali Rahim, menegaskan bahwa kegiatan nonfisik memiliki kedudukan penting dalam keseluruhan pelaksanaan program TMMD.


Menurutnya, pembangunan desa tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan, jembatan, maupun fasilitas umum. Pembangunan tersebut harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pemahaman tentang kebangsaan, hukum, kesehatan, dan keamanan.


“Pembangunan fisik berupa jalan, jembatan, atau renovasi fasilitas umum akan bermakna jika diiringi dengan pembangunan mental dan kesadaran masyarakatnya. Kehadiran Bapak Wakapolsek Nusaniwe hari ini memberikan pencerahan yang sangat berharga bagi warga binaan kami agar senantiasa hidup rukun, tertib, dan taat hukum,” ungkap Mayor Inf Ali Rahim.


Kolaborasi antara Satgas TMMD Kodim 1504/Ambon dan Polsek Nusaniwe tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah pedesaan.


Lebih dari sekadar penyampaian materi, penyuluhan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.


Dari Dusun Seri, pesan itu kembali ditegaskan: desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki infrastruktur memadai, tetapi juga masyarakat yang sadar hukum, menjunjung tinggi persaudaraan, dan mampu menjaga kedamaian di lingkungannya.


Sebab, pembangunan yang sesungguhnya akan semakin kuat ketika kemajuan fisik berjalan seiring dengan keamanan, ketertiban, dan keharmonisan kehidupan masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Tanamkan Nasionalisme dari Dusun Seri, Kapten Inf A. Vicodey Ajak Generasi Muda Perkuat Wawasan Kebangsaan

November 03, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Membangun sebuah bangsa tidak cukup hanya dengan mendirikan jalan, memperbaiki rumah, atau menghadirkan fasilitas umum. Ada sesuatu yang jauh lebih mendasar dan harus terus dirawat, yakni karakter, persatuan, serta kecintaan generasi muda terhadap tanah air.


Semangat itulah yang menjadi salah satu perhatian Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Kodim 1504/Ambon melalui kegiatan sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Dusun Seri, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (03/11/2026).


Kegiatan yang menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD tersebut menghadirkan Danramil 1504-06/Nusaniwe, Kapten Inf A. Vicodey, sebagai pemateri. Para pemuda, pelajar, dan masyarakat setempat mengikuti kegiatan dengan antusias.


Di hadapan peserta, Kapten Inf A. Vicodey mengingatkan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan arah masa depan bangsa. Mereka bukan sekadar penerus pembangunan, tetapi juga menjadi kekuatan penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks. Arus globalisasi, perkembangan informasi, serta berbagai pengaruh negatif lingkungan dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda apabila tidak dibekali pemahaman kebangsaan yang kuat.


Karena itu, nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus ditanamkan sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


"Wawasan kebangsaan bukan sekadar teori sejarah, tetapi pedoman hidup bernegara. Melalui momentum TMMD Ke-130 ini, kita ingin membakar kembali semangat nasionalisme para pemuda di Dusun Seri agar senantiasa waspada, solid, dan memiliki kecintaan yang tinggi terhadap tanah air," ujar Kapten Inf A. Vicodey.


Suasana sosialisasi berlangsung dinamis. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan sesi tanya jawab mengenai peran generasi muda dalam menjaga persatuan serta menciptakan kehidupan sosial yang aman dan harmonis.


Antusiasme para pelajar terlihat dari keaktifan mereka menggali berbagai hal terkait tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.


Melalui pendekatan dialogis tersebut, wawasan kebangsaan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, hingga menolak berbagai tindakan yang berpotensi memecah belah masyarakat.


Bagi masyarakat Dusun Seri, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya tugas aparat keamanan atau pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.


Program TMMD Ke-130 Kodim 1504/Ambon memperlihatkan bahwa pembangunan desa memiliki dimensi yang lebih luas. Selain menyasar pembangunan fisik, program ini juga memberikan perhatian terhadap pembangunan manusia melalui berbagai kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat.


Pembangunan jalan dan fasilitas umum memang dapat membuka akses serta memperlancar aktivitas warga. Namun, pembangunan karakter dan penguatan nasionalisme menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan kemajuan tersebut.


Melalui sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Satgas TMMD ingin memastikan bahwa semangat gotong royong, persaudaraan, toleransi, dan cinta tanah air terus tumbuh di tengah masyarakat.


Dari Dusun Seri, pesan kebangsaan itu kembali ditegaskan: masa depan bangsa tidak hanya bergantung pada seberapa maju pembangunan fisiknya, tetapi juga pada seberapa kuat karakter dan persatuan generasi penerusnya.


Sebab, membangun Indonesia berarti membangun manusianya, menjaga persaudaraannya, dan merawat semangat kebangsaan agar tetap hidup dari desa hingga seluruh penjuru negeri. (Za)

Selengkapnya

Di Balik Sakralnya Pataka Pamahanunusa, HUT ke-69 Masohi Terganggu Ketegangan: Bupati Akui Kesalahan Teknis Panitia

November 03, 2026


Masohi
, Globaltimurnn.com — Sebuah perayaan hari jadi semestinya menjadi ruang untuk merajut kebersamaan, merawat sejarah, sekaligus mempertegas identitas sebuah daerah. Namun, suasana khidmat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi, Selasa (03/11/2026), justru sempat berubah tegang ketika prosesi adat penyerahan Pataka Pamahanunusa di Lapangan Nusantara, Masohi, mengalami gangguan.


Di tengah rangkaian upacara yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para undangan, perhatian tertuju pada prosesi adat yang dibawakan kelompok Cakalele dari Desa Amahai. Prosesi penyerahan Pataka Pamahanunusa kepada Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, yang seharusnya berlangsung penuh penghormatan, mendadak diwarnai ketegangan.


Peristiwa itu bukan sekadar gangguan dalam sebuah seremoni. Ada nilai adat, penghormatan terhadap tradisi, dan simbol kebersamaan masyarakat Maluku Tengah yang melekat dalam prosesi tersebut.


Ketegangan bermula ketika perangkat pengeras suara atau sound system milik panitia diaktifkan saat ritual adat masih berlangsung. Aktivasi suara pada waktu yang dinilai belum tepat itu memicu keberatan dari kelompok Cakalele yang sedang menjalankan prosesi adat.


Situasi kemudian berkembang hingga suasana di sekitar podium menjadi tidak kondusif. Sejumlah peserta dan tamu undangan bahkan terlihat meninggalkan tempat duduk untuk menghindari kemungkinan terjadinya gesekan.


Upacara pun terpaksa dihentikan sementara. Rangkaian peringatan yang semestinya berjalan sesuai susunan acara harus tertunda selama kurang lebih dua jam.


Momen tersebut menjadi perhatian publik. Sebab, Pataka Pamahanunusa bukan sekadar bagian dari perlengkapan seremoni, melainkan simbol yang memiliki makna penting dalam identitas dan kebudayaan masyarakat Maluku Tengah.


Ketika sebuah prosesi adat menjadi bagian dari agenda resmi pemerintahan, ketepatan koordinasi dan penghormatan terhadap tata cara adat tentu menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.


Di tengah beredarnya berbagai informasi dan tanggapan masyarakat, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Didampingi Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Maluku Tengah, Bupati menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat kesalahan teknis dari pihak penyelenggara.


Ia juga meluruskan sejumlah narasi yang berkembang di media sosial, terutama informasi yang menggambarkan kejadian tersebut sebagai perkelahian fisik maupun aksi saling serang antarkelompok.


“Tidak ada aksi saling serang. Tidak ada pihak yang menyerang pihak lain, dan tidak ada pula yang diserang,” tegas Zulkarnain.


Menurutnya, kejadian yang sempat mengganggu jalannya upacara itu tidak seharusnya dipahami sebagai konflik antarkelompok masyarakat. Ia kembali menekankan bahwa persoalan tersebut bersumber dari kekeliruan teknis dalam pengaturan jalannya acara.


“Apa yang terjadi semata-mata merupakan akibat dari kesalahan teknis di pihak kami,” tambahnya.


Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah mengambil tanggung jawab atas kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan yang menjadi bagian penting dari peringatan hari jadi Kota Masohi.


Lebih jauh, Zulkarnain menyampaikan permohonan maaf kepada para Raja atau pemimpin adat dari Amahai dan Soahuku, masyarakat luas, serta seluruh lembaga adat di Kabupaten Maluku Tengah.


Permohonan maaf itu menjadi bagian penting dari respons pemerintah daerah atas terganggunya prosesi yang berkaitan erat dengan nilai-nilai adat dan kehormatan masyarakat setempat.


Sebab, dalam kehidupan masyarakat Maluku Tengah, adat bukan sekadar pelengkap sebuah kegiatan seremonial. Adat merupakan bagian dari identitas, sejarah, dan tatanan sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Karena itu, pelaksanaan agenda pemerintahan yang melibatkan ritual adat membutuhkan persiapan yang matang, komunikasi yang baik, serta pemahaman terhadap setiap tahapan prosesi yang harus dihormati.


Peristiwa dalam peringatan HUT ke-69 Kota Masohi ini pada akhirnya menyisakan catatan penting bagi penyelenggaraan kegiatan daerah. Bahwa kemeriahan sebuah perayaan tidak hanya diukur dari besarnya acara, banyaknya tamu undangan, atau megahnya seremoni, tetapi juga dari kemampuan penyelenggara menjaga kehormatan setiap unsur yang terlibat di dalamnya.


Masohi telah melewati perjalanan panjang selama 69 tahun. Momentum hari jadinya semestinya menjadi ruang memperkuat persatuan dan kebanggaan sebagai masyarakat Maluku Tengah.


Dan dari peristiwa di Lapangan Nusantara itu, ada satu pelajaran yang patut menjadi perhatian: ketika adat diberi tempat dalam sebuah perayaan, maka penghormatan terhadap adat harus berjalan seiring dengan setiap tahapan penyelenggaraan acara. (Za)

Selengkapnya

Lebih dari Sekadar Perayaan, HUT ke-69 Masohi Hidupkan Harapan UMKM Lewat 60 Lebih Stand Pameran

November 03, 2026


Masohi
, Globaltimurnn.com — Di tengah semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi, ada cerita lain yang tumbuh di antara keramaian masyarakat. Bukan hanya tentang panggung hiburan, perlombaan, atau kemeriahan seremoni, tetapi juga tentang harapan para pelaku usaha kecil yang berusaha memperkenalkan produk dan mengembangkan usaha mereka.


Puluhan stand Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tampak menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan tahun ini. Lebih dari 60 stand dilibatkan untuk menghadirkan beragam produk unggulan masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pasar.


Bagi para pelaku UMKM, momentum ini bukan sekadar kesempatan berjualan. Lebih dari itu, pameran tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil kreativitas, membangun jaringan usaha, serta menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat memiliki potensi besar untuk terus berkembang.


Di kawasan pesisir pusat Kota Masohi, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan bergerak seiring dengan semarak perayaan hari jadi kota. Pengunjung tidak hanya datang menikmati suasana perayaan, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal dan membeli berbagai produk lokal yang ditawarkan.


Ketua Pelaksana HUT Kota Masohi ke-69, Sukri, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa perayaan tahun 2026 dirancang dengan konsep yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat. Berbagai kegiatan sosial, olahraga, dan pemberdayaan ekonomi dipadukan agar peringatan hari jadi kota memberikan manfaat yang lebih luas.


Sejumlah perlombaan turut menjadi bagian dari kemeriahan, mulai dari sepak bola, futsal, tenis meja, karate, hingga lomba video pendek bertema keselamatan berkendara.


Namun, di antara berbagai agenda tersebut, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu perhatian penting panitia. Sebab, pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan investasi berskala besar, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat mengembangkan usaha produktif.


"Lebih dari 60 stand UMKM kami libatkan, termasuk asosiasi-asosiasi di bawah naungan Samudera UMKM. Kami berharap seluruh kegiatan yang diselenggarakan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama para pelaku usaha," jelas Sukri.


Pemilihan kawasan pesisir di pusat Kota Masohi sebagai lokasi kegiatan juga memiliki pertimbangan tersendiri. Selain mudah dijangkau masyarakat, kawasan tersebut telah menjadi salah satu lokasi yang secara rutin dimanfaatkan untuk penyelenggaraan pameran UMKM setiap tahun.


Lokasi ini diharapkan mampu menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, masyarakat, dan pengunjung. Di tempat tersebut, produk-produk lokal tidak hanya diperjualbelikan, tetapi juga diperkenalkan sebagai bagian dari identitas dan potensi ekonomi Kabupaten Maluku Tengah.


Lebih jauh, pameran UMKM juga memiliki peluang untuk memberikan dampak terhadap sektor pariwisata. Kehadiran pengunjung di kawasan kegiatan dapat mendorong aktivitas ekonomi lainnya, sekaligus memperkenalkan wajah Kota Masohi sebagai pusat aktivitas masyarakat dan perdagangan di Maluku Tengah.


Sukri berharap, momentum HUT ke-69 Kota Masohi dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM untuk semakin memperluas promosi produk, meningkatkan kualitas usaha, serta membangun kepercayaan konsumen.


Sebab, sebuah perayaan daerah akan memiliki makna lebih besar ketika kemeriahannya tidak berhenti setelah panggung dibongkar dan perlombaan berakhir. Ada manfaat yang harus tetap dirasakan masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan harapan hidup dari usaha kecil yang terus diperjuangkan.


Lebih dari 60 stand UMKM yang dilibatkan dalam perayaan tahun ini menjadi gambaran bahwa pembangunan ekonomi dapat dimulai dari ruang-ruang sederhana, dari produk yang dibuat masyarakat, hingga keberanian pelaku usaha untuk memperkenalkan hasil karyanya kepada publik.


Pada akhirnya, HUT ke-69 Kota Masohi bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah kota. Ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan optimisme, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan membuka kesempatan agar UMKM lokal semakin berkembang.


Karena kemajuan Masohi bukan hanya diukur dari megahnya pembangunan, tetapi juga dari seberapa besar masyarakatnya diberi ruang untuk tumbuh, berkarya, dan menikmati hasil pembangunan itu sendiri.(Za)

Selengkapnya

Senin, 02 November 2026

Perketat Pengawasan Blok Narkotika, Lapas Namlea Sita Sejumlah Barang Terlarang Saat Razia

November 02, 2026


Namlea
, Globaltimurnn.com — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan pengawasan melalui razia rutin guna memastikan tidak ada barang terlarang yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di dalam Lapas.


Langkah tersebut kembali dilakukan jajaran pengamanan Lapas Namlea dengan menyasar Blok Djava, yang dihuni warga binaan dengan kasus tindak pidana narkotika, Senin (02/11/2026).


Razia ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), sekaligus memastikan lingkungan hunian warga binaan tetap aman, tertib, dan terbebas dari benda-benda yang dilarang.


Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam blok hunian. Barang-barang yang berhasil diamankan meliputi delapan sendok, lima buah silet, satu kaleng, aluminium, dua jepit kuku, tiga paku, serta sebuah piring kaca.


Temuan tersebut menjadi perhatian jajaran pengamanan untuk terus memperketat pemeriksaan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuk maupun penyimpanan barang terlarang di lingkungan Lapas.


Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kasubsi Kamtib) Lapas Namlea, Heriyanto, menjelaskan bahwa razia pada Blok Djava, khususnya blok hunian warga binaan kasus narkotika, bertujuan memastikan tidak terdapat narkoba maupun penggunaan dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang serta barang ilegal lainnya.


Menurutnya, pengawasan tidak hanya berfokus pada pemberantasan narkoba, tetapi juga mencakup benda-benda yang berpotensi membahayakan keselamatan warga binaan maupun petugas.


"Kami berupaya menciptakan lingkungan blok yang benar-benar bersih, baik itu bersih dari benda-benda tajam, narkoba, handphone, dan barang-barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban," jelas Heriyanto.


Ia menegaskan, upaya menjaga kondusivitas Lapas membutuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab seluruh petugas pengamanan. Karena itu, prinsip kewaspadaan terus ditekankan kepada setiap regu jaga agar tidak lengah dalam menjalankan tugas.


Heriyanto juga mengingatkan bahwa setiap pelaksanaan tugas pengamanan harus berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) serta ketentuan yang berlaku.


"Kami terus beri wejangan kepada petugas bahwa keamanan dan ketertiban harus diutamakan apalagi dalam bertugas. Setiap regu pengamanan harus mampu bertanggung jawab dalam tugasnya dan harus dilaksanakan sesuai dengan SOP dan ketentuan yang berlaku," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, memberikan apresiasi kepada jajaran pengamanan yang terus menunjukkan komitmen dalam melakukan pengawasan dan deteksi dini melalui kegiatan razia.


Menurutnya, petugas pengamanan memiliki posisi penting sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan menciptakan situasi yang kondusif di lingkungan pemasyarakatan.


"Petugas pengamanan adalah tembok utama dalam memastikan kondusivitas di dalam Lapas. Oleh karena itu, langkah yang dilakukan jajaran pengamanan sudah sangat efektif dan terukur," tuturnya.


Ia berharap kegiatan pengawasan dan razia dapat terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bentuk keseriusan Lapas Namlea dalam mencegah peredaran barang terlarang serta meminimalkan potensi gangguan keamanan.


Bagi Lapas Namlea, keamanan bukan sekadar memastikan kondisi blok hunian tetap terkendali, tetapi juga menjadi fondasi penting agar seluruh proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan baik.


Melalui penguatan pengawasan, kedisiplinan petugas, serta pelaksanaan razia secara berkelanjutan, Lapas Namlea berkomitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.


Sebab, pembinaan yang optimal hanya dapat berjalan dalam lingkungan yang terjaga keamanannya. Karena itu, setiap potensi gangguan harus diantisipasi sejak dini demi mewujudkan Lapas yang bersih dari barang terlarang dan tetap mengedepankan ketertiban. (Za)

Selengkapnya

Dari Balik Jeruji, Rutan Ambon Tumbuhkan Harapan Baru Lewat Budaya Membaca

November 02, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon, ada ruang sederhana yang menyimpan kesempatan untuk belajar, memperluas wawasan, dan menata kembali masa depan. Ruang itu adalah perpustakaan, tempat warga binaan dapat menemukan pengetahuan sekaligus membangun kebiasaan positif melalui kegiatan membaca.


Bagi warga binaan, menjalani masa pembinaan bukan berarti harus berhenti belajar. Justru di tengah keterbatasan ruang dan waktu, kesempatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.


Semangat inilah yang terus didorong Rutan Kelas IIA Ambon melalui optimalisasi fasilitas perpustakaan sebagai salah satu sarana pembinaan kepribadian bagi warga binaan, Senin (02/11/2026).


Perpustakaan tersebut dihadirkan bukan sekadar sebagai tempat menyimpan dan membaca buku, melainkan juga sebagai ruang pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan kemampuan diri.


Berbagai bahan bacaan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk memperkaya pengetahuan, mengenal berbagai bidang kehidupan, serta membangun cara berpikir yang lebih terbuka dan positif.


Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan.


Menurutnya, membaca merupakan aktivitas sederhana yang dapat memberikan manfaat besar. Melalui buku, seseorang bisa memperoleh pengetahuan baru, memperluas sudut pandang, sekaligus membangun motivasi untuk terus memperbaiki diri.


“Melalui fasilitas perpustakaan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan. Kami berharap budaya membaca dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif, sehingga warga binaan dapat memanfaatkan waktu selama menjalani masa pembinaan dengan kegiatan yang bermanfaat,” ungkap Meta Putra.


Dukungan terhadap pengembangan budaya literasi tersebut juga disampaikan Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rido. Ia menilai, perpustakaan menjadi fasilitas yang dapat membantu warga binaan tetap produktif dan memperoleh kesempatan belajar selama menjalani masa pidana.


Baginya, kegiatan membaca tidak hanya bermanfaat untuk mengisi waktu luang, tetapi juga mampu merangsang kreativitas, meningkatkan wawasan, dan membentuk pola pikir yang lebih konstruktif.


“Perpustakaan ini kami harapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga binaan sebagai tempat untuk belajar dan menambah pengetahuan. Kami terus mendorong agar kegiatan membaca menjadi kebiasaan positif, sehingga waktu yang dimiliki selama menjalani masa pembinaan dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujar Rido.


Manfaat keberadaan perpustakaan itu turut dirasakan warga binaan. Salah satunya Beni, yang mengaku kehadiran fasilitas membaca memberikan kesempatan bagi dirinya dan warga binaan lainnya untuk melakukan kegiatan yang lebih produktif.


Menurutnya, buku menjadi salah satu sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk mempelajari berbagai hal baru sekaligus mengisi waktu dengan aktivitas yang memberikan manfaat.


“Dengan adanya perpustakaan ini, kami bisa membaca berbagai macam buku dan mendapatkan banyak pengetahuan baru. Kegiatan membaca juga membuat waktu kami lebih bermanfaat dan memberikan motivasi untuk terus belajar serta memperbaiki diri,” tutur Beni.


Ia berharap fasilitas tersebut terus dipertahankan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh warga binaan. Sebab, pengetahuan yang diperoleh melalui membaca dapat menjadi bekal berharga ketika nantinya kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.


Lebih dari sekadar aktivitas membaca, keberadaan perpustakaan juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.


Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk meningkatkan kepercayaan diri, mengenali potensi pribadi, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan setelah menyelesaikan masa pembinaan.


Rutan Ambon pun terus mendorong agar perpustakaan menjadi ruang yang hidup dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Budaya literasi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian warga binaan.


Melalui langkah tersebut, Rutan Kelas IIA Ambon ingin memastikan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga memberikan ruang bagi peningkatan kualitas diri, pengembangan pengetahuan, dan pembentukan karakter.


Sebab, perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, perubahan justru berawal dari sebuah buku yang dibaca, pengetahuan yang dipahami, dan kesadaran untuk memperbaiki kehidupan.


Dari perpustakaan sederhana di balik tembok rutan, harapan untuk masa depan yang lebih baik terus ditumbuhkan. Bahwa setiap warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan kembali ke masyarakat dengan bekal pengetahuan serta semangat menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan bertanggung jawab. (Za)

Selengkapnya

Tak Ingin Ada Warga Terkendala Akses Kesehatan, Gubernur Maluku Usulkan Renovasi RSUD Haulussy dan 141 Puskesmas

November 02, 2026


Jakarta
, globaltimurnn.com – Pemerintah Provinsi Maluku terus memperjuangkan pemerataan akses dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar.


Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, saat melakukan audiensi resmi dengan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) II Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin (2/11/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Maluku secara khusus memperjuangkan dukungan pemerintah pusat untuk program pembenahan infrastruktur kesehatan secara menyeluruh di Provinsi Maluku, dengan target pelaksanaan pada tahun 2027.


Salah satu agenda prioritas yang disampaikan adalah usulan renovasi total RSUD dr. M. Haulussy sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Maluku. Pembenahan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas, kualitas fasilitas, serta jangkauan pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat.


Gubernur menegaskan, penguatan fasilitas kesehatan harus dilakukan secara terencana, terpadu, dan mempertimbangkan karakteristik geografis Maluku sebagai provinsi kepulauan.


Dalam pemaparannya, Pemprov Maluku mempertimbangkan optimalisasi fungsi RSUD dr. M. Haulussy yang didukung RSUD dr. Ishak Umarella sebagai fasilitas penyangga. Dengan jarak tempuh antarkedua rumah sakit sekitar 20 menit, pengembangan layanan diharapkan lebih efektif, tidak tumpang tindih, serta didukung ketersediaan tenaga medis dan dokter spesialis.


Sementara itu, Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) akan tetap diarahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan jiwa sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi.


"Dengan mempertimbangkan keterbatasan fiskal daerah serta besarnya kebutuhan pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Maluku yang tersebar di wilayah kepulauan, kami sangat mengharapkan dukungan penuh Kementerian Kesehatan untuk memprioritaskan renovasi total RSUD dr. M. Haulussy pada tahun 2027," tegas Gubernur.


Tidak hanya memperjuangkan peningkatan fasilitas rumah sakit rujukan, Gubernur Maluku juga mengusulkan dukungan pembiayaan untuk rehabilitasi dan perbaikan 141 unit Puskesmas yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku.


Berdasarkan data teknis hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan perbaikan tersebut terdiri atas 62 Puskesmas dengan kondisi rusak ringan, 38 rusak sedang, dan 41 rusak berat.


Menurut Gubernur, kondisi infrastruktur Puskesmas menjadi perhatian serius karena fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan garda terdepan pelayanan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan dan fasilitas rumah sakit.


Karena itu, pembenahan Puskesmas menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat di seluruh wilayah Maluku memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak, aman, dan berkualitas tanpa terkendala kondisi geografis maupun keterbatasan sarana prasarana.


Melalui audiensi ini, Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong penguatan sinergi dan dukungan pemerintah pusat agar program peningkatan infrastruktur kesehatan dapat direalisasikan secara bertahap dan tepat sasaran.


Pemprov Maluku optimistis, dukungan Kementerian Kesehatan terhadap renovasi RSUD dr. M. Haulussy dan perbaikan 141 Puskesmas akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah.


Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih merata, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memastikan bahwa masyarakat di pulau besar maupun pulau-pulau terluar memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT