Masohi, Globaltimurnn.com — Di tengah semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi, ada cerita lain yang tumbuh di antara keramaian masyarakat. Bukan hanya tentang panggung hiburan, perlombaan, atau kemeriahan seremoni, tetapi juga tentang harapan para pelaku usaha kecil yang berusaha memperkenalkan produk dan mengembangkan usaha mereka.
Puluhan stand Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tampak menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan tahun ini. Lebih dari 60 stand dilibatkan untuk menghadirkan beragam produk unggulan masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pasar.
Bagi para pelaku UMKM, momentum ini bukan sekadar kesempatan berjualan. Lebih dari itu, pameran tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil kreativitas, membangun jaringan usaha, serta menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Di kawasan pesisir pusat Kota Masohi, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan bergerak seiring dengan semarak perayaan hari jadi kota. Pengunjung tidak hanya datang menikmati suasana perayaan, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal dan membeli berbagai produk lokal yang ditawarkan.
Ketua Pelaksana HUT Kota Masohi ke-69, Sukri, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa perayaan tahun 2026 dirancang dengan konsep yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat. Berbagai kegiatan sosial, olahraga, dan pemberdayaan ekonomi dipadukan agar peringatan hari jadi kota memberikan manfaat yang lebih luas.
Sejumlah perlombaan turut menjadi bagian dari kemeriahan, mulai dari sepak bola, futsal, tenis meja, karate, hingga lomba video pendek bertema keselamatan berkendara.
Namun, di antara berbagai agenda tersebut, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu perhatian penting panitia. Sebab, pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan investasi berskala besar, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat mengembangkan usaha produktif.
"Lebih dari 60 stand UMKM kami libatkan, termasuk asosiasi-asosiasi di bawah naungan Samudera UMKM. Kami berharap seluruh kegiatan yang diselenggarakan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama para pelaku usaha," jelas Sukri.
Pemilihan kawasan pesisir di pusat Kota Masohi sebagai lokasi kegiatan juga memiliki pertimbangan tersendiri. Selain mudah dijangkau masyarakat, kawasan tersebut telah menjadi salah satu lokasi yang secara rutin dimanfaatkan untuk penyelenggaraan pameran UMKM setiap tahun.
Lokasi ini diharapkan mampu menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, masyarakat, dan pengunjung. Di tempat tersebut, produk-produk lokal tidak hanya diperjualbelikan, tetapi juga diperkenalkan sebagai bagian dari identitas dan potensi ekonomi Kabupaten Maluku Tengah.
Lebih jauh, pameran UMKM juga memiliki peluang untuk memberikan dampak terhadap sektor pariwisata. Kehadiran pengunjung di kawasan kegiatan dapat mendorong aktivitas ekonomi lainnya, sekaligus memperkenalkan wajah Kota Masohi sebagai pusat aktivitas masyarakat dan perdagangan di Maluku Tengah.
Sukri berharap, momentum HUT ke-69 Kota Masohi dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM untuk semakin memperluas promosi produk, meningkatkan kualitas usaha, serta membangun kepercayaan konsumen.
Sebab, sebuah perayaan daerah akan memiliki makna lebih besar ketika kemeriahannya tidak berhenti setelah panggung dibongkar dan perlombaan berakhir. Ada manfaat yang harus tetap dirasakan masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan harapan hidup dari usaha kecil yang terus diperjuangkan.
Lebih dari 60 stand UMKM yang dilibatkan dalam perayaan tahun ini menjadi gambaran bahwa pembangunan ekonomi dapat dimulai dari ruang-ruang sederhana, dari produk yang dibuat masyarakat, hingga keberanian pelaku usaha untuk memperkenalkan hasil karyanya kepada publik.
Pada akhirnya, HUT ke-69 Kota Masohi bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah kota. Ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan optimisme, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan membuka kesempatan agar UMKM lokal semakin berkembang.
Karena kemajuan Masohi bukan hanya diukur dari megahnya pembangunan, tetapi juga dari seberapa besar masyarakatnya diberi ruang untuk tumbuh, berkarya, dan menikmati hasil pembangunan itu sendiri.(Za)
