Piru, Globaltimurnn.com — Kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana yang memberikan manfaat nyata. Hal inilah yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru dengan menghadirkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung dan keluarga warga binaan di area layanan kunjungan, Selasa (03/11/2026).
Di tengah aktivitas pelayanan kunjungan, Lapas Piru tidak hanya memastikan proses pertemuan antara warga binaan dan keluarga berjalan tertib, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang datang berkunjung.
Program yang dilaksanakan oleh Seksi Perawatan Lapas Piru tersebut menjadi salah satu bentuk peningkatan pelayanan publik yang lebih humanis, sekaligus membuka akses pemeriksaan kesehatan sederhana bagi pengunjung tanpa dipungut biaya.
Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan tekanan darah, konsultasi terkait keluhan kesehatan, hingga pemberian obat-obatan dan vitamin sesuai kebutuhan berdasarkan hasil pemeriksaan awal petugas.
Melalui layanan ini, pengunjung tidak hanya mendapatkan kesempatan bertemu dengan anggota keluarga yang sedang menjalani masa pembinaan, tetapi juga memperoleh perhatian terhadap kebutuhan kesehatan mereka.
Perawat Lapas Piru, Ns. Suryani, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan dilakukan secara langsung dengan memperhatikan kondisi dan keluhan setiap pengunjung. Petugas berupaya memberikan pemeriksaan serta penanganan awal sesuai kebutuhan masing-masing.
“Kami melakukan pemeriksaan tekanan darah, mendengarkan keluhan kesehatan, kemudian memberikan obat-obatan atau vitamin sesuai kebutuhan. Harapannya, pelayanan sederhana ini dapat membantu pengunjung lebih memperhatikan kondisi kesehatannya,” ungkap Suryani.
Kehadiran pelayanan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu pengunjung berinisial D mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pihak Lapas Piru.
Menurutnya, fasilitas tersebut memberikan kemudahan bagi keluarga warga binaan untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus menyampaikan keluhan tanpa harus terlebih dahulu mencari pelayanan kesehatan di luar lingkungan Lapas.
“Saya sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini. Selain bisa memeriksakan tekanan darah, kami juga dapat menyampaikan keluhan kesehatan dan mendapatkan arahan dari petugas. Ini merupakan bentuk perhatian yang sangat baik kepada pengunjung,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik harus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Menurutnya, pelayanan pemasyarakatan tidak sebatas menghadirkan keamanan, ketertiban, dan kelancaran proses kunjungan, tetapi juga harus mengedepankan pendekatan yang ramah, peduli, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami berupaya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya tertib dan aman, tetapi juga humanis dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan salah satu wujud komitmen Lapas Piru untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” jelas Hery.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Piru ingin memastikan bahwa kehadiran institusi pemasyarakatan juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, termasuk keluarga warga binaan yang datang berkunjung.
Langkah sederhana ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pelayanan publik yang berkualitas tidak selalu harus diwujudkan melalui fasilitas besar, tetapi juga melalui kepedulian, perhatian, dan kemauan untuk memberikan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Lapas Kelas IIB Piru pun berkomitmen untuk terus mengembangkan pelayanan yang profesional, responsif, dan humanis sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan. (Za)
