Halut, Globaltimurnn.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Utara, Drs. Erasmus J. Papilaya, M.TP., menegaskan bahwa jabatan dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU) bukan sekadar kedudukan, melainkan sebuah panggilan untuk berkhidmat atau mengabdi kepada umat, bangsa, negara, dan kemanusiaan.
Penegasan tersebut disampaikan Papilaya saat menghadiri kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Halmahera Utara masa khidmat 2026–2031, yang berlangsung di Hotel Greenland, Desa Gura, Kecamatan Tobelo, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "NU Berkhidmat untuk Bangsa, Negara dan Kemanusiaan" tersebut dihadiri Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar, S.I.P., Wakil Ketua II DPRD Halut Abdilah Bailusi, Sekretaris Umum DPD MUI Maluku Utara Dr. Makbul A.H. Din, M.Si., Ketua PCNU Halut KH. Husain Horu, S.Fil.I., Ketua Tanfidziyah PWNU Maluku Utara Drs. H. Amar Manaf, M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama Halut H. Abdurrahman M. Ali, S.Ag., M.Pd., serta sejumlah tokoh agama dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Sekda E.J. Papilaya menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan keluarga besar yang dibangun atas dasar ikatan persaudaraan, akhlak, nilai-nilai kebaikan, kebersamaan, dan persatuan.
Menurutnya, meskipun setiap orang memiliki latar belakang dan perbedaan masing-masing, seluruh elemen masyarakat tetap memiliki satu tujuan dan semangat kebangsaan untuk menjaga persatuan.
"NU merupakan sebuah keluarga besar, sebuah ikatan persaudaraan dan akhlak. Walaupun kita berbeda-beda, tetapi kita tetap memiliki satu tujuan, satu semangat kebangsaan, dan satu komitmen untuk menjaga persatuan," ungkap Papilaya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara dan menjaga Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang memiliki peran penting dalam membuka ruang pengabdian bagi kepentingan umat, bangsa Indonesia, bahkan dunia.
Lebih lanjut, Papilaya mengingatkan kepada seluruh pengurus PCNU yang baru dilantik agar memahami bahwa menjadi pengurus organisasi bukan hanya menyandang nama dan jabatan, tetapi harus benar-benar menjalankan tugas serta tanggung jawab yang dipercayakan.
"Jabatan dalam organisasi Nahdlatul Ulama bukan sekadar kedudukan, melainkan sebuah panggilan untuk berkhidmat atau mengabdi. Berkhidmat berarti melayani dengan bijaksana, penuh tanggung jawab, serta mampu menghadirkan manfaat, kebersamaan, dan kebaikan bagi umat dan masyarakat," tegasnya.
Papilaya berharap, pengurus NU masa khidmat 2026–2031 dapat menjadi pribadi-pribadi yang arif, bijaksana, cendekia, serta mampu mengelola organisasi secara baik dan bertanggung jawab.
Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan rapat kerja sebagai momentum untuk merancang, merumuskan, dan menetapkan program-program organisasi yang benar-benar menyentuh kebutuhan umat dan masyarakat.
Menurutnya, program kerja NU harus sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan, kenegaraan, dan kemanusiaan sehingga keberadaan organisasi tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.
"NU harus mampu menggariskan dan mengimplementasikan program-program kemanusiaan yang mencerminkan nilai-nilai luhur organisasi, serta memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat dan masa depan generasi mendatang," ujarnya.
Di akhir sambutannya, Sekda Halut mengajak seluruh pengurus NU untuk terus mengedepankan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan pengabdian dalam menjalankan amanah organisasi.
Dengan demikian, Papilaya secara resmi membuka kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Halmahera Utara masa khidmat 2026–2031. [GIO]


