Pastikan Hak Akses Bantuan Sosial Terdata, Lapas Dobo dan Dinsos Aru Sinkronisasi Data Warga Binaan - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Sabtu, 07 November 2026

Pastikan Hak Akses Bantuan Sosial Terdata, Lapas Dobo dan Dinsos Aru Sinkronisasi Data Warga Binaan


Dobo
, Globaltimurnn.com — Ketepatan data menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program perlindungan dan bantuan sosial pemerintah dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Hal ini pula yang menjadi perhatian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo melalui penguatan koordinasi bersama Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Aru.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sinkronisasi dan pemutakhiran data kategori desil warga binaan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), yang berlangsung di Lapas Dobo, Jumat (06/11/2026).


Kegiatan ini melibatkan petugas Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Aru bersama Kepala Subseksi Administrasi dan Orientasi serta Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Dobo. Fokus utama kegiatan adalah memastikan identitas dan informasi kesejahteraan warga binaan sesuai dengan data kependudukan serta basis data yang tercatat dalam sistem pemerintah.


Dalam proses tersebut, tim melakukan pemeriksaan, pencocokan identitas, verifikasi hingga pembaruan terhadap data yang ditemukan belum sesuai. Langkah ini dilakukan agar informasi kategori desil setiap warga binaan dapat tercatat secara tepat dan selaras dalam aplikasi SIKS-NG.


Kategori desil sendiri merupakan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam sepuluh kelompok, mulai dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah hingga tertinggi. Pengelompokan tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan sasaran berbagai program perlindungan dan bantuan sosial.


Karena itu, pemutakhiran data warga binaan memiliki arti penting. Status seseorang sebagai warga binaan tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap pendataan sosial yang akurat, terutama dalam mengidentifikasi kondisi kesejahteraan dan kemungkinan akses terhadap program bantuan sesuai persyaratan yang berlaku.


Kepala Lapas Dobo, Pieter Jan Lessy, menegaskan bahwa sinkronisasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun tertib administrasi sekaligus memastikan data kesejahteraan sosial warga binaan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.


Menurutnya, data yang valid menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam menetapkan penerima program perlindungan maupun bantuan sosial. Oleh sebab itu, Lapas Dobo terus berkomitmen mendukung proses pemutakhiran data serta memperkuat kerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Aru.


Melalui koordinasi kedua instansi, berbagai ketidaksesuaian informasi yang ditemukan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti. Dengan demikian, data warga binaan yang terintegrasi dalam aplikasi SIKS-NG diharapkan semakin lengkap, akurat, dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.


Kegiatan ini sekaligus mencerminkan pentingnya sinergi lintas instansi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Lapas Dobo tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pembinaan, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan administrasi sosial warga binaan melalui koordinasi dengan instansi pemerintah terkait.


Dengan terlaksananya sinkronisasi tersebut, diharapkan pemutakhiran data kesejahteraan sosial warga binaan Lapas Dobo dapat berjalan lebih optimal, sehingga prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam pelaksanaan program kesejahteraan sosial dapat terus diperkuat.(Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT